Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
RESTORAN PAN
Aku tidak melebih-lebihkan
tentang Nona Wang kami.
Kecantikannya luar biasa. Dia juga anggun dan cerdas.
Bunga yang dia sulam lebih berkilau dari bunga asli.
Bahkan bisa menarik lebah dan kupu-kupu dari taman.
Kain yang dia tenun
lebih cantik dari awan merah muda.
Bagaimana bisa orang begitu anggun dan terampil di saat yang sama?
Jika lewatkan peluang ini, harus cari orang sepertinya di surga.
Keluarga Chai memiliki ribuan ekar tanah dan ratusan toko.
Kekayaan bahkan tidak layak disebutkan.
Pada saat banjir atau kekeringan,
mereka donasi makanan dan perbaiki jembatan dan jalan.
Mereka memberikan uang dan barang yang tak terhitung jumlahnya.
Mereka sangat terkenal
atas kedermawanannya.
Waktu menikahkan putri kami,
kami tidak melihat kekayaan.
Dengan bakat seperti miliknya,
meskipun aku punya seribu lidah,
aku takkan bisa cukup memujinya.
Kelebihannya terlihat jelas.
Tidak ada lagi yang perlu kukatakan!
Pasangan yang dibuat di surga.
Benar-benar pasangan yang dibuat di surga.
Deqing.
Aku memeriksa kecocokan nujum mereka,
tanggal lahir mereka pas untuk menikah.
Ya, benar sekali.
Ini…
Kau…
Ayo pergi.
An'er!
Wang Shiba itu, meskipun dari keluarga militer,
dia sangat ahli dalam seni dan etika dan luar biasa dalam segala hal.
Dia jauh lebih pintar dari pejabat yang merasa dirinya penting.
Dia bahkan tidak pedulikan kekayaanmu.
Dia menghargai bakatmu, di atas semuanya.
Bukankah dia minta aku mendanai jabatan perwira kehormatan kakaknya?
Kau! Kenapa pemilih sekali?
Berapa perjodohan yang kau tolak dalam tiga tahun?
Kau sengaja membuatku tidak bahagia.
Berhenti.
Kau ingat harapan terakhir ayahmu?
Ya, ingat.
Baguslah kau ingat.
Baiklah, Ibu.
Aku pilih Li Kangning dari keluarga Li.
Bersiap atur lamaran pernikahan.
Li Kangning yang mana?
Siapa Li Kangning ini?
Yang dari seberang jalan.
Itu keluarga yang mana?
Keluarga pemilik Kedai Sifu.
Nyonya!
Nyonya!
Tuan!
Tuan!
Istriku.
Ini tengah malam. Kenapa tak tidur?
Ada apa?
Kau dengar sesuatu di luar?
Dengar baik-baik!
Bukankah terdengar seperti langkah kaki?
Tidak, Sayang.
Jangan berimajinasi dengan liar.
Mereka sudah ditangkap dan dikirim ke pihak berwenang.
Bagaimana mungkin berani kembali?
Siapa bilang begitu?
Mereka hanya istirahat di kuil tua terbengkalai.
Apa persembunyian sebenarnya ditemukan? Apa interogasi ungkap semua?
Pemimpin mereka harusnya semua ditangkap.
Mereka akan menyimpan dendam sampai mati.
Ya, mereka mengungkap sesuatu.
Aku akan cek dengan petugas besok.
Tidak, pergi tanya mereka sekarang.
Aku takut.
Kumohon, pergi sekarang.
Bangunlah, Suami.
Jangan cemas, Sayang.
Sebelum fajar, para prajurit menyerbu sarang mereka.
Mereka semua tertangkap.
Kakakku menyuruhku tidak beri tahu kau.
Tidur saja. Tidur sekarang.
Istriku. Aku salah, Istriku!
Aku salah!
Semua salah kakakku membuatku pura-pura jadi pahlawan.
Ini semua salahnya, Istriku!
Istriku!
Tolong!
SURAT PERTUNANGAN
Ibu! Shouhua!
Apa kalian tahu para bandit bahkan berkolusi dengan mereka?
Ibu!
Apa ada acara bahagia di rumah hari ini?
Dua mak comblang datang ke sini untuk mengatur pernikahan bagi Kangning.
Itu luar biasa!
Katanya keberuntungan ikuti kemalangan, dan kesulitan datangkan kemakmuran.
Tampaknya itu benar.
Ini berkah dari surga. Keluarga mana yang mereka bicarakan?
Kebetulan sekali!
Ini sepupu suami Fuihui.
Tuan muda dari keluarga Chai.
Pemilik Restoran Pan.
Itu keluarga Chai.
Keluarga Chai?
Tuan Chai?
Dia mengagumi
kebajikan dan kecantikan Kangning.
Untuk maharnya,
dia bahkan tidak menanyakan itu.
Bertahun-tahun jadi mak comblang,
pertama kalinya aku bertemu pasangan sebaik ini.
Banyak sekali pernikahan yang tidak cocok di dunia.
Seperti wanita cantik menikahi pria kasar
atau pria berbakat dipasangkan dengan istri bodoh.
Sungguh disayangkan!
Pasangan seperti milikmu, pria berbakat dan wanita cantik,
itu sangat jarang!
Jangan kau lewatkan peluang ini.
Aku sudah katakan semua hal baik.
Jika kau bersedia, isi perjanjian pernikahan ini.
Pada hari yang baik ini, kami akan kembali dengan jawabanmu.
Kenapa keluarga Chai datang untuk melamar?
Bagaimana bisa keluarga Chai?
Aku tahu
itu pasti Bodhisattva
yang tersentuh oleh doa tulusku.
Mereka kirim berkah luar biasa ke keluarga kami.
Terima kasih, Bodhisattva. Terima kasih.
Tunggu, tidak.
Itu tidak benar.
Kangning!
Mungkinkah dia seberuntung ini?
Rasanya seperti mimpi.
Cubit aku, Shouhua!
Kau benar-benar mencubitku!
Sakit!
Kangning, malam itu aku bergegas,
aku memohon ke banyak orang bahkan bertemu beberapa tentara.
Tapi pada akhirnya, satu-satunya yang datang menyelamatkanmu itu Tuan Chai.
Menikahinya atau tidak, itu terserah keputusanmu.
Ini nyata.
Ya.
Ini nyata.
Keluarga Chai benar datang melamar.
Ini pasti konspirasi.
Keluarga Chai menipu kakak ketigaku untuk hidup menderita.
Siapa yang akan pakai pernikahan sebagai jebakan?
Kecuali ada sepuluh atau delapan putra bisa main-main, tak masuk akal.
Tidak.
Kangning.
Kau tak mau tanya apa pun padaku?
Tuan Chai, kenapa tiba-tiba kau datang melamar?
Aku mau menikahimu.
Ada yang mau kutanyakan.
Kenapa keluargamu belum merespons lamarannya?
Apa tak puas dengan rencananya?
Apa kau sudah lupa
bagaimana aku menggodamu, memarahimu, bahkan memukulmu?
Apa kau menyimpan dendam
dan pakai mak comblang untuk permalukan keluargaku?
Kangning, kau memukul dan memarahiku karena kesalahpahaman.
Aku juga sudah menipumu.
Itu adil.
Dengan kecerdasan dan karaktermu, aku mengagumimu lebih dari apa pun.
Bagaimana bisa menyimpan dendam?
Itu akan sangat picik.
Tapi Kangning, kenapa kau belum setuju menikahiku?
Mereka bilang wanita keluarga Li di Luoyang mudah cemburu.
Bukakah kata-kata itu datang dari mulutmu?
Aku sudah lama menyadari aku salah.
Jika tidak percaya aku, bawa keluar Fuhui.
Aku akan membungkuk dan minta maaf.
Aku akan tebus salahku pada kalian semua.
Mengakui itu cukup bagus.
Asal kau tahu saja, aku bahkan lebih kasar dari dia.
Jika kau mau menikahiku, kau harus setuju dengan satu syarat.
Kangning, tolong katakan.
Jika kau menikahiku, kau hanya bisa punya aku dalam hidup ini.
Tak ada selir, tak ada pelayan, tidak satu pun.
Ibuku melahirkan lima putri dan satu putra,
menunjukkan wanita dari keluarga Li itu kuat dan diberkati.
Jika mencapai usia 40 tahun dan belum ada anak,
pasti karena keserakahan berbisnis menghalangimu punya keturunan.
Saat itu, kau bisa adopsi anak dari garis keluarga sama,
dan tidak boleh ada pikiran lain.
Jika nasibku tidak beruntung
dan aku meninggal sebelum kau,
kau boleh menikah lagi hanya setelah tiga tahun.
Ketika waktu kita tiba, kau harus berbagi makam yang sama
denganku dan tetap di sampingku.
Bagaimana bisa itu hanya satu syarat?
Tapi
aku setuju.
Setiap kata-kataku dimaksudkan untuk membuatmu mundur.
Tapi masih setuju. Apa kau dengar jelas?
Kau adalah Li Kangning.
Sebelum melamar, sudah lihat semua dengan jelas.
Kau berkata banyak, tapi aku hanya punya satu hal untuk dikatakan.
Nyonya dari keluarga Chai
harus cerdas, tegas, sangat tangguh,
dan orang yang buat aku tersentuh.
Kangning, hanya kau satu-satunya.
Kangning, selain aku, Chai An,
kemungkinan tak ada pria lain di dunia ini
yang benar-benar mengerti, menghargai, mencintai
dan menghormatimu.
Kuharap kau bisa pikirkan baik-baik
dan setujui pernikahan ini.
Dan kau bilang itu hanya satu hal!
Bagaimana kau tahu bahwa selain dirimu,
aku tak bisa temukan belahan jiwa di dunia ini?
Kangning.
Waktu aku kecil di Luoyang, aku menanam pohon plum.
Jika kau bisa membantuku memetik cabang tertingginya
aku akan menikahimu.
Aku tak mau makan.
An'er, apa yang kau lihat dalam diri Li Kangning dari keluarga Li?
Bukankah dia cuma agak lebih cantik dari yang lain?
Baiklah.
Kau tidak suka Wang Shiba,
jadi aku punya putri keenam dari keluarga Lu untukmu.
Maharnya sangat banyak,
serta bakat dan penampilannya tidak tertandingi.
- Ya! - An'er!
Temui dia sekali saja.
Lihat sekali saja. Aku janji padamu
dia tidak akan kalah dari Li Kangning.
Jika kau setuju, aku akan makan.
Ibu,
semua perjodohan sudah dilakukan.
Entah kau setuju atau tidak,
aku bertekad menikahi Li Kangning.
Aku tidak setuju. Tidak bisakah kau lihat betapa cemasnya aku, Nak?
Ibu, semua urusan kecil sudah diatur.
Aku sudah memilih beberapa hari baik untuk pernikahan.
Tentu saja, sebagai putra, aku mau kau memutuskan.
Tapi karena kau merasa kerepotan,
kali ini aku akan memutuskan sendiri.
Mari atur bulan kedua tahun depan.
Jika kau setuju denganku, aku pilih menikahi dia besok.
Itu artinya aku bisa segera memberimu putri menantu yang cantik.
Keluarga Li tak sanggup biarkan putrinya pergi
dan mau bersamanya beberapa hari lagi.
Lihat, kalau ada yang harus cemas atau khawatir, harusnya itu aku, putramu.
Ibu, jangan cemas.
Tunggu saja teh pernikahan dari putri menantumu.
An'er, apa kau coba membuat ibumu gila?
Bagaimana rasanya?
Aku khusus minta kepala koki Restoran Pan buat ini.
Ibu, aku ada urusan mendesak dan perlu pergi ke Luoyang.
Aku kembali beberapa hari lagi.
Kuharap kau akan segera berubah pikiran
dan berhenti cemas.
Aku akan patah hati melihatmu begini.
Ibu, aku pergi sekarang. Jaga dirimu.
Kau dengar semuanya?
Itu putraku yang baik!
Soal pernikahan, orang tua harusnya memutuskan,
tapi dia berani bertindak sendiri.
Dia jelas tidak pedulikan ibunya.
Sepupu, jika kau tanya aku, ini salahmu.
Waktu suamimu meninggal,
kau yang mendorong An'er untuk mandiri dalam semua hal.
Seluruh bisnis keluarga ini
menjadi tanggung jawabnya.
Aku ingat tahun itu, dia baru 13 tahun, 'kan?
Pada usia semuda itu,
dia pergi keliling dunia dengan karavan.
Serigala, bandit, dia hadapi semuanya.
Kepribadiannya terbentuk lewat kesulitan-kesulitan itu.
Putramu itu bertanggung jawab,
dan sekarang, kau mengeluh soal itu?
Dia berasal dari keluarga sederhana.
Itu tidak cocok dengan keluarga kami.
Aku sudah tidak suka ini.
Dan dia juga punya ibu seperti itu.
Apa kau tidak tahu tentang dia?
Bagaimana bisa aku tidak tahu?
Putraku yang tak berguna.
Aku tak peduli jika kau tertawakan.
Entah dia berbuat apa yang membuat istrinya kesal,
tapi dia bersembunyi.
Pagi ini,
aku menariknya keluar dari kandang ayam.
Wajahku terbakar rasa malu.
Baru-baru ini aku dengar
keluarga ini di Luoyang
disebut enam wanita ganas keluarga Li.
Mereka tidak bisa dianggap enteng.
Kau harus awasi An'er baik-baik
untuk mencegah bencana di masa depan.
Putri keluarga Li mau masuk ke keluarga Chai?
Itu hanya khayalan belaka.
Seseorang, kemari.
- Ya, Nyonya. - Pergi undang Nyonya Li.
Beri tahu dia ada yang mau aku bahas.
Ya.
Lihat, memakai tusuk silang bersama tusuk lurus
buat desain mengalir lebih baik, ya?
Tapi bagian ini tidak disulam dengan cukup halus.
Tusukan lurus…
Kangning, aku takut kau tak selesai tepat waktu.
Biar aku sulamkan sepatu.
Pilih pola yang kau suka.
Tidak, aku tidak suka bunga osmanthus.
Bunga plum jauh lebih indah.
Bagaimana dengan desain burung murai di cabang pohon plum ini?
Lalu, bisa tambahkan benang emas dan perak dan beberapa manik. Bagaimana?
Tusukan lurus dan tusukan silang…
Bagaimana itu?
Itu cantik.
Lima belas, 20.
Lima belas, 20…
Ibu!
Kenapa kau di sini?
Harusnya bantu adikmu menyulam baju pernikahannya, ya?
Dia lebih cepat menghitung laporan daripada menjahit,
jadi, aku cemas dia takkan selesai tepat waktu.
Ibu, aku sudah siapkan hadiah balasan untuk keluarga Chai.
Apa mereka puas?
Puas. Sangat puas.
Semua disiapkan dengan baik olehmu, seperti biasa!
Sama sekali tidak ada hal yang membuat tidak puas.
Ibu, apa Nyonya Chai menyusahkanmu?
Ya, meski pertunangan sudah ditetapkan,
dia terus membuat masalah.
Mengeklaim tanggal asli yang ditetapkan keluarga mempelai pria tidak bagus.
Dia bilang maharnya tidak tercantum jelas
dan minta tanggal baik baru untuk pastikan lagi pertunangan.
Selama bertahun-tahun, ini pertama kalinya aku bertemu orang yang begitu sulit.
Tapi benar.
Di masa lalu aku menyinggung keluarga Chai.
Jadi, apa pun yang mereka minta,
akan kulakukan yang terbaik untuk memenuhinya.
Selama Kangning bisa lancar menikah.
Itu hal yang paling penting.
Yang baru kukatakan, jangan beri tahu dia.
Kau dengar aku?
Semua harus ditata baik.
Hati-hati. Pelan-pelan.
Ibu, ini hadiah balasan pertunangan,
disiapkan sesuai harapan keluarga Chai.
Kenapa dikembalikan tak tersentuh lagi?
Bahkan sumpit ikannya kali ini dikembalikan.
Apa Nyonya Chai berkata sesuatu?
Nyonya Li, kau tidak perlu tanya.
Lihatlah dan kau akan paham.
Shouhua, bagaimana bisa kau melewatkan ini?
Pergi dan siapkan semuanya lagi.
Ya.
Itulah sebabnya mengatur pernikahan sangat sulit.
Dari rancangan undangan hingga pertunangan formal,
setiap detai harus ditangani dengan hati-hati.
Ikan hidupnya mati di tengah jalan.
Betapa sialnya itu.
Bukankah kau setuju?
Ya, itu salahku tidak memikirkannya dengan baik.
Kali ini, aku sendiri yang akan memeriksa semuanya
sebelum kirim ke keluarga Chai.
Nyonya kami juga berbagi sedikit kiat untuk referensimu.
Ganti ikan hidup dengan ikan mas
dan sumpit ikan dengan sumpit perak.
Itu akan terlihat elegan
dan pastikan tidak ada penundaan.
Agar jodoh kedua keluarga tidak kacau.
Bagaimana menurutmu?
Saran Nyonya Chai benar sekali.
Kami akan ikuti semuanya persis seperti disarankan.
Tidak heran nyonyaku bilang
kau wanita paling bijaksana di dunia.
Selama itu dijelaskan dengan baik,
dia takkan bertingkah seperti keluarga tanpa sopan santun.
Beberapa keluarga tidak mempertimbangkan perbedaan status,
apa mereka bisa menyamai atau tidak.
Mereka selalu mencoba naik lebih tinggi, tapi selama diskusi pernikahan,
akhirnya mereka buat banyak lelucon.
Kau berbeda!
Apa pun yang diminta darimu, kau setuju sepenuh hati.
Kau takkan pernah mengkritik atau buat keributan.
Kau jiwa yang berumur pendek.
Andai kau tak terlalu cepat meninggalkan kami,
meninggalkan kami di tengah jalan kehidupan.
Kenapa aku harus menahan perlakuan seperti itu hari ini?
Aku akan memukulmu, agar kau tak bisa istirahat dengan tenang tiap hari.
Aku akan mengutukmu,
agar tak bisa tidur nyenyak tiap malam.
Aku tidak bermaksud memukulmu,
tapi Kangning…
Dia anak yang sangat perhatian.
Dahulu, waktu keluarga kita
menekan kami untuk menyerahkan rumah dan tanah kami,
dia masih sangat muda.
Meski begitu, dia berani ambil pisau untuk melindungi ibunya.
Putri di keluarga lain dibesarkan dengan baik,
tapi putri kita?
Setiap hari dipenuhi ketakutan,
kesulitan, dan penderitaan.
Semua itu salahmu.
Jika kau masih punya roh tersisa
di surga,
bisakah kau melindungi Kangning?
Bisakah pastikan pernikahannya lancar?
Bisakah kau memastikan
tidak ada kendala lagi?
Bisakah kau memberkatinya?
Kau…
Bisakah kau
membuat pernikahannya lancar dan bebas dari masalah lagi?
Sekarang aku sebatang kara.
Sangatlah
sulit untuk menjadi ibu tunggal.
Tolong pastikan pernikahannya lancar.
Tak ada lagi yang berliku-liku.
Kumohon.
Nyonya Chai, Besan sayang,
semua sudah dilakukan sesuai instruksimu.
Kalau masih ada yang kurang memuaskan, katakan saja, nanti aku ganti.
Kali ini, tak ada yang salah dengan persiapannya.
Tapi orangnya tidak benar.
Orangnya? Apa yang salah dengan orangnya?
Orang apa?
Nyonya Chai, Besan sayang,
aku tahu ada beberapa keluhan di masa lalu
di antara keluarga kita.
Tapi semua itu salahku.
Dahulu aku buta dan tidak masuk akal.
Aku menyinggung orang berhati baik
dan beruntung kau bertoleransi padaku.
Hari ini, aku di sini meminta maaf dengan tulus.
Kuharap kau akan pertimbangkan pernikahan antara keluarga kita.
Minumlah arak rekonsiliasi ini
dan mari kita hapus
semua yang tak mengenakkan di masa lalu.
Mari kita selesaikan persiapan pernikahan dengan senang hati.
Bisa?
Kau berpikir berlebihan.
Aku tidak begitu picik dan tidak mau melihat gambaran yang lebih besar.
- Hanya saja… - Hanya apa?
Nyonya, kita semua keluarga di sini.
Sebagai putri menantu, aku bicara tanpa diberi giliran.
Sepertinya Bibi punya kekhawatiran
tapi tak mau bicara langsung.
Karena keluarga kita akan bergabung,
jika memang ada kesulitan, sebaiknya bicara secara terbuka.
Kau hanya anak kecil.
Apa yang kau tahu tentang cara hidup di dunia?
Bibimu tidak bicara
karena dia berhati lembut.
Dia takut mengatakannya akan membuat orang lain menderita.
Karena kau mendesak untuk dapat jawaban, baiklah,
aku akan jadi orang jahat hari ini
dan bicara mewakili dia.
Hadiah dari keluarga Li itu baik,
tapi orang yang menyiapkannya sangat tidak cocok.
Untuk persiapan pernikahan,
adatnya pilih wanita yang kedua orang tuanya masih hidup
dan punya pernikahan harmonis
dan punya banyak putra dan putri.
Mereka yang kehilangan ayahnya saat masih muda,
menjadi janda di usia dini, atau tidak punya putra
dianggap tidak beruntung
dan harus dihindari.
Nyonya, bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti itu?
- Kakak perempuanku, dia… - Fuhui,
jangan menyela orang tua.
Baiklah.
Kami akan mencari wanita sempurna.
Kami akan buat ulang… semuanya.
Itu tidak perlu.
Ibu, Kakak.
Orang dewasa mendiskusikan pernikahan.
Sungguh tidak pantas. Kembalilah sekarang.
Kakak perempuanku bisa buat puisi saat berusia tiga tahun
dan tulis esai di usia tujuh tahun.
Dia satu-satunya yang membaca semua buku
di ruang belajar mendiang ayah kami.
Keterampilanku dalam menyeduh teh, merangkai bunga,
menyulam dan menjahit, semua diajarkan olehnya.
Untuk melindungi ibunya yang janda dan adik perempuannya,
dan menjaga tanah dan harta keluarga,
dia menikahi keluarga Wu di Luoyang pada umur 15 tahun,
dengan pria yang terserang tuberkulosis.
Dia bukan wanita yang
membawa kesialan pada ayahnya, suaminya, atau anak.
Dia kebanggan keluarga Li kami.
Kuminta dengan hormat pada kedua nyonya jangan bicara menyakitkan begitu.
Jika tidak, yang akan dipermalukan adalah keluargamu sendiri.
Kau!
Beraninya kau sekasar itu?
Kau masih mau menikahi keluarga Chai?
Kangning, jaga lidahmu.
Status keluarga kita tidak sama.
Pernikahan ini tidak harmonis.
Kenapa dipaksakan? Itu akan membawa kebencian satu sama lain.
Pernikahan ini berakhir di sini.
Ibu, ayo pergi.
Kakak.
Sombong!
Benar-benar, putri mirip dengan ibunya.
Ini warisan dari didikan mereka.
Kangning!
Nyonya Li.
Lihat, aku bawa bunga plum yang kau inginkan.
Nyonya.
Bibi.
Aku harus kembali untuk mengecek ibu dan saudariku.
Aku pergi.
Pohon plum tua di halaman belakangmu
tingginya sembilan meter. Memanjatnya tidak mudah.
Tapi tak ada yang terlalu sulit bagiku, selama itu membuatmu senang.
Kangning, ayo pergi.
Kangning!
An'er.
Kali ini, bukannya aku tak mau membantumu.
Tepat saat hadiah pertunangan mau dikirim,
tiba-tiba keluarga Li berubah pikiran.
Tampaknya pernikahan ini memang tidak ditakdirkan.
Sepupu Chai, urusan pernihakan itu ditentukan oleh takdir.
Karena tahu ini ditakdirkan untuk gagal, lebih baik kedua belah pihak mundur.
Untuk hindari pasangan saling benci
dan menyimpan dendam.
Mengikuti keinginan ibuku,
meski pernikahan itu tidak berhasil, ikatan keluarga tetap terjalin.
Kita masih harus berinteraksi di masa depan.
Mulai sekarang, kau dan adik ketigaku harus anggap satu sama lain kakak adik.
Mari tidak membahas pernikahan lagi.
Tolong carilah jodoh lain dan temukan pasangan yang cocok.
Aku tak percaya semua alasan tentang ketidakcocokan status ini
atau pernikahan tidak harmonis.
Sebelum aku pergi, dua keluarga bertukar catatan pertunangan,
mahar sudah diberikan,
dan pernikahan sudah disetujui.
Tadinya tidak ada perubahan.
Pasti ada alasan
untuk pembatalan mendadak.
Apa itu sesuatu yang dikatakan ibuku?
Apa pun kesulitannya, Kangning harus abaikan itu sepenuhnya.
Harusnya dia hanya percaya padaku!
Meski pernikahan ini batal,
bawa dia keluar
untuk beri tahu aku langsung.
Bicaralah!
Dari awal ini salahmu.
Argumen selama
pengaturan perkawinan itu sudah umum.
Bibiku hanya memintamu cari orang yang sempurna.
Itu karena mau pernikahannya lancar,
yang sepenuhnya masuk akal.
Tapi kalian menghasutnya untuk batalkan pernikahan.
Jika mau membatalkannya, harusnya jangan biarkan dia
pergi jauh-jauh memetik bunga plum itu.
Bukankah ini cuma membodohinya?
Aku minta kau jadi penengah.
Kau memihak siapa?
Siapa pun yang berakal sehat, aku akan memihaknya.
Kasih Sepupu Chai tulus untuk pindahkan batu sekalipun,
jangankan adik ketigamu.
Tapi keluargamu tak hanya batalkan pertunangan tanpa penjelasan
tapi menolak menunjukkan wajahnya.
Bagaimana bisa keluarga Li menunjukkan perilaku tak berperasaan seperti itu?
Katakan itu lagi!
Baru kukatakan.
Bukannya pertimbangkan sepupuku,
mereka melayani ibunya.
Dia menikahi sepupuku atau mencoba jadi pamanku?
- Kau… - Cukup!
Apa Kangning sungguh menolak bertemu aku,
bahkan tidak mau beri penjelasan?
Sepupu, ini sudah berakhir.
Ikhlaskan.
Ada banyak wanita hebat di Bianjing.
Kenapa cemas?
Kangning.
Pada akhirnya, kau tidak percaya aku.
Sepupu!
Kenapa kau sangat tak berperasaan, tidak mau bicara jujur?
Jika aku bicara jujur,
pasti akan membuat konflik antara ibunya dan dia.
Pernikahan dimaksudkan untuk menyatukan dua keluarga.
Ketika mereka berkali-kali menghina keluargaku,
bagaimana aku bisa menahannya?
Tapi ibunya membesarkan dia dengan baik.
Jika aku bicara terlalu banyak,
bagaimana bisa dia tak benci aku?
Seiring waktu, bahkan pasangan yang paling penuh kasih
akan saling memusuhi.
Kenapa harus menderita begitu?
Batang plum ini asalnya dari keluarga Li.
Aku akan menyimpannya.
Tapi tolong kembalikan permata ini padanya.
Dia takkan menerimanya.
Sayang sekali!
Sungguh pasangan sempurna!
Kakak Qiongnu!
- Kakak Qiongnu. - Apa…
Apa yang kau lakukan?
Kakak Qiongnu, kenapa tidak mau bicara?
Kakak Ketiga, lihat.
Dia bongkar gaun pernikahanmu.
Qiongnu!
Setiap jahitan dan benang di sini aku bordir untukmu.
Kupikir ini sial dan tidak membawa keberuntungan,
jadi aku bantu membongkarnya.
Apanya yang sial tentang ini?
Kupikir ini terlihat bagus.
Kangning, aku tidak punya orang tua. Aku sudah dikutuk dengan kesialan.
Aku takut sudah menodai gaun pengantinmu dan menghancurkan pernikahanmu.
Salahkan aku.
Salahkan aku untuk itu.
Robek saja kalau mau. Lagi pula ini tak diperlukan lagi.
Ada banyak pria baik di dunia.
Jika yang ini tidak berhasil, kita akan cari yang lain.
Mudahnya kau bilang begitu.
Di mana cari pasangan yang lebih baik dari keluarga Chai?
Apa kau sadar belakangan ini
berapa banyak sarjana datang ke ibu kota?
Kedai teh kita dipenuhi orang yang diskusikan puisi dan filsafat.
Semua yang mereka bicarakan hanya pengetahuan.
Itu membuat kepalaku pusing.
Bahkan Ibu kesulitan mengikuti.
Ujian Musim Semi sudah dekat.
Sarjana seluruh negeri kita berbondong-bondong datang ke Bianjing
bersiap untuk ujian provinsi
musim semi berikutnya yang diadakan oleh Kementerian Ritus.
Ini benar-benar pertemuan
pikiran dan bakat cemerlang.
Bukankah kau khawatir soal mencari suami?
Mereka ada di sini, di antar ke ambang pintumu.
Kau berpikir untuk memikat seseorang langsung dari papan peringkat?
Mereka bilang, siang hari petani, malam hari pejabat istana.
Semua orang bilang sarjana top itu yang terbaik.
Kau tahu sarjana terkemuka hanya cocok untuk putri perdana menteri?
Begitu mereka buat daftarnya,
semua pejabat terkemuka akan bersaing untuk mendapatkannya.
Bagaimana kau akan dapat peluang?
Jadi, apa kau menyarankan…
Kebanyakan cendekiawan paling cemerlang berasal dari keluarga miskin.
Kau tidak hanya harus tahu cara mengenali bakat,
tapi kau juga harus bertindak sebelum peringkat diumumkan.
Kangning, selain aku, Chai An,
kurasa tidak ada pria lain di dunia ini
yang benar-benar mengerti, menghargai, dan menghormatimu.
Kuharap kau akan pikirkan baik-baik dan menyetujui pernikahan ini.
Biar ayah petik beberapa bunga plum merah untukmu.
Baiklah.
Kangning.
Ayah, bunga plumnya sangat cantik.
LI CHANGAN, AYAH LI
Waktu umurmu sudah besar,
pohon plum yang kutanam ini akan tumbuh tinggi.
Saat itu, aku akan petik cabang tertinggi dari bunga plum merah untukmu.
Dan aku akan lihat saudaramu menggendongmu di punggungnya menuju pernikahanmu.
Ayah, ada apa?
Kangningku adalah yang paling tangguh di keluarga kita.
Di masa depan, kau harus bantu saudaramu
menjaga ibu dan saudarimu.
Tuan Chai, tuanku menghibur tamu di aula.
Dia khusus minta kami membawamu masuk begitu kau tiba.
Terima kasih.
Sungguh anak tidak tahu terima kasih!
Tidak peduli berapa kali kujelaskan,
dia tidak mau setuju.
Dia cuma sarjana miskin yang mau ujian.
Apa dia bisa sukses itu masih belum pasti.
Tapi dia berani
memandang rendah putriku.
Siapa yang begitu berani
membuatmu marah, Paman?
Keponakan, kau datang.
Paman,
titik balik matahari musim dingin makin dekat dan cuaca makin dingin,
ibuku memintaku membawakanmu
beberapa sayuran musim dingin dari perkebunan kami.
Dia bilang buah pir dan kerang
yang dikirim Bibi terakhir kali sudah diterima.
Dia sangat berterima kasih untuk itu.
Kali ini, kami membawa sepuluh melon dari Jiyang.
Meski di luar musim,
itu sebesar stoples, manis, dan renyah.
Bibiku, yang sering mengeluhkan rasa pahit
di mulut saat musim dingin, pasti senang.
Itu masalah kecil.
Lain kali kau tidak perlu datang sendiri.
Kau bisa kirim orang saja.
Tapi aku juga mau beri hormat padamu, Paman.
Ini…
Aku kebetulan bertemu dia di dekat Kuil Xingguo menjual kaligrafi.
Dia menulis dengan indah, dan aku sangat mengagumi bakatnya.
Aku berpikir untuk menikahkan putriku dengannya.
Aku isyaratkan itu secara halus,
berharap dia akan menghargai sikap itu.
Tapi siapa sangka dia akan langsung menolakku?
Sangat tidak hormat!
Tuan Besar, katamu kau mengundangku ke sini
untuk melukis mural.
Makanya aku setuju ke sini.
Tapi begitu aku di sini,
kau menawarkan mahar dan tiba-tiba melamar untuk perjodohan.
Aku menolak dengan sopan, tapi kau memaksa dan menekanku.
Apa kau sadar bahwa
memaksa orang menikah itu sama sekali tak masuk akal?
Du Yangxi, kau belum ikut ujian
dan sudah berpikir kau akan lulus?
Apalagi, jika kau memang lulus dan kerja di pemerintahan,
akan ada banyak penderitaan.
Kau tahu yang dibutuhkan untuk bertahan di ibu kota?
Apa cukup penghasilan tahunanmu untuk beli rumah
atau dapat istri?
Aku datang ke sini untuk melukis, bukan menikah.
Jika aku tidak melukis,
aku akan pergi.
Kita lihat jika kau bisa keluar dari sini.
Penjaga!
Paman, tenanglah.
Jika dia di sini untuk melukis, biarkan dia melukis.
Dalam satu jam, jika ternyata lukisannya bagus,
maukah kau lepaskan dia demi aku?
Jika itu tidak memuaskan dan merusak dinding,
kau bisa hukum dia dengan menyuruhnya mengecat ulang sebagai buruh.
Bagaimana kalau begitu?
Baiklah, biarkan dia melukis.
Aku tidak butuh dua jam. Waktu pembakaran dupa sudah cukup.
Bawa masuk.
Ini terlalu kecil.
Paman, siapa ini?
Hanya pelayan.
Tn. Du,
tak peduli sebagus atau sejelek apa lukisanmu, hasilnya tidak penting.
Jika pamanku mau orang untuk tinggal, mereka takkan lolos.
Tuan Chai, kita kenalan lama. Kau tidak mau membantuku?
Kapan kita pernah bertemu?
Dua tahun lalu, saat banjir di Ezhou,
saat bepergian untuk bisnis,
kau bertemu pengungsi putus asa memohon bantuan.
Kau perintahkan semua sutra di perahumu untuk dibuang ke sungai
agar pengungsi bisa naik.
Kau menyelamatkan nyawa orang tiga perahu penuh.
Bagaimana kau tahu ini?
Ibuku tua dan buta.
Aku menggendongnya sambil melarikan diri.
Tanpa bantuanmu,
kami sudah tenggelam di sungai.
Memori saat itu masih jelas.
Kupikir kau masih tetap pedagang saleh yang kuingat.
Siapa sangka
sekarang kau membantu tindakan penindasan seperti itu?
Lukisannya selesai, ya? Biar kulihat.
Ini… Lukisan ini tidak begitu luar biasa.
Paman.
Paman.
Sarjana yang ikut ujian ibu kota sudah serahkan pendaftaran
dan jaminan keluarga pada Kementerian Ritus.
Karena dia sudah terdaftar, kau tidak bisa menahannya.
Menahannya akan buat masalah.
Selain itu, ibu kota penuh dengan sarjana berbakat.
Kenapa cemas tak dapat putra menantu baik?
Jika kau memaksa menahan dia di sini,
rumor penolakan pernikahan ini akan tersebar.
Itu hanya akan membuat prospek pernikahan putrimu makin buruk.
Baik. Kali ini kau beruntung.
Antar dia keluar.
Kenapa ada kerumunan?
Apa yang terjadi?
Kau minta seseorang menulis ini.
"Berbuat baik mendatangkan berkah.
Memaksa orang menikah tak bisa membawa kebahagiaan yang bertahan lama."
Ini…
"Setiap kebaikan kecil ada pahalanya,
dan menahan kebaikan tidak bisa disembunyikan dari mata Dewa."
Ini…
Siapa menulis ini? Kenapa tak dihentikan?
Kami tidak bisa baca, dan tamu itu bilang kau minta ini ditulis.
Bodoh!
Cepat hapus itu.
Hapus sekarang! Cepat!
Untuk apa berdiri di sini? Tak ada yang bisa dilihat.
Berani sekali, Du Yangxi.
Lihat apa? Pergi. Tak ada yang bisa dilihat!
Pergi, cepat!
Ada yang salah.
Ke Kuil Xingguo. Sekarang!
- Kenapa kita pergi? - Selamatkan orang!
Apa yang terjadi di sini? Hentikan!
Ayo pergi!
Tn. Du.
Kau baik-baik saja?
Tuan, cederanya lebih parah!
Terjemahan subtitle oleh Dwi Retno Wati
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.