Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
RESTORAN PAN
Katakan lagi, kutantang kau.
Tuan Fan, ayo kita bicarakan ini.
Demi aku,
tolong lepaskan dia lebih dahulu.
Keluarga Li?
Mereka tidak spesial.
Hanya dipanggil saja,
mereka berlari ke pelukanku.
Kau…
mabuklah sendiri saja.
Ini suami Fuhui di depanmu.
Kau bicara omong kosong apa?
Berhenti pura-pura.
Apa kau tidak tahu?
Penjual parfum itu,
mereka yang dipanggil Jinnu dan Yunu,
semua dari keluarga Li!
Tn. Fan,
saudari iparmu yang mana itu?
Kau yang minta!
Tuan Fan!
Jaga lidahmu.
Kau dengar kata-kata bajingan ini.
Jangan hentikan aku!
Apanya yang baru?
Setiap kali dia minum,
dia mengatakan omong kosong.
Kemarin Nona Zhang,
hari ini Nona Li.
Besok, siapa yang tahu?
Mungkin orang istana?
Benar sekali.
Dia tidak tahu apa-apa,
mengoceh seperti orang bodoh.
Dia akan lupa semua saat sadar.
Jika kalian anggap dia serius,
kalian akan jadi bahan tertawaan.
Benar.
Begitukah?
Di dalam mimpi mabuknya,
lupakan gadis-gadis Bianjing,
bahkan dewi-dewi bulan
dan peri surga tak luput darinya.
Hanya bibirnya yang bawel.
Bicara omong kosong sesukanya.
Liang Junqing, berhenti bermimpi.
Apa katamu?
Aku katakan yang sebenarnya…
Jelas mabuk!
Cepat bawa dia kembali.
Bawa dia pergi!
Maaf, Semuanya.
Benar-benar minta maaf.
Permisi.
Semuanya.
Semuanya!
Tamu mabuk membuat drama,
mengganggu ketenangan kalian.
- Deqing. - Ya?
Dua hidangan lagi dan sebotol anggur giok
untuk tiap meja.
Terima kasih banyak, Tuan Chai.
- Ikut aku. - Tuan Chai, kau terlalu baik.
Jika bukan karena kau hentikan,
akan kuremukkan kepalanya sampai hancur!
Dia hina aku di depanku!
Jika tidak kuhentikan,
kau akan berkelahi di Restoran Pan
dan buat semua orang tahu.
Setelah itu, putri-putri Li
bahkan akan malu
untuk melangkah keluar pintu.
Mereka gadis lembut. Bagaimana bisa menanggung aib itu?
Besok malam,
aku akan panggil orang untuk beri pelajaran anjing kotor itu.
Jika kau pukul hari ini dan besok dia terluka,
bukankah jelas bagi semua orang
bahwa itu perbuatanmu?
Aku tidak peduli soal itu!
Putra menantu itu setengah putra.
Keluarga Li dalam masalah. Tak bisa diam saja
atau biarkan orang menghinaku sebagai pengecut tanpa nyali.
Berhenti!
Ayah dan kakaknya orang biasa,
tapi pamannya bertugas di istana.
Keluarga Liang tak bisa secara langsung menyakitimu.
Tapi bisakah mengejar keluarga Li?
Keluarganya baru dapat kedamaian.
Orang tak boleh bertindak impulsif.
Jika ini tak boleh dan itu tak bekerja,
kami harus menahannya saja?
Menahan, tapi menahan bukan berarti tidak membalas dendam.
Kembalilah dahulu. Biar kupikirkan.
Kakak!
Pergilah!
KEDAI SIFU
Kau sedang apa?
Sekarang akhirnya aku mengerti.
Tuan,
kau dapat apa dengan ikut campur urusan mereka?
Kau hanya akan ditampar atau disiram.
Dan airnya berbau seperti bunga plum.
Siapa yang tahu ini untuk apa?
Kenapa kau selalu harus bicara?
Kirim semua anggur hari ini.
Jangan suruh orang.
Ya.
Aku hanya coba membantumu.
Kangning itu galak.
Selalu berbuat tidak baik.
Haode dan Leshan mengawasi dia.
Dia sangat takut dan gelisah.
Pada akhirnya, semua ini salah Chai.
Kau salah.
Liang Junqing yang harus disalahkan,
bukan Tuan Chai.
Aku sudah bilang padamu.
Tuan Chai dihukum atas kesalahan orang lain.
Dia sudah dizalimi.
Dia bersama orang jahat,
artinya dia sama saja.
Kenapa pinjamkan sisir giok padanya dari semua orang?
Jika tak diungkap sekarang, dia akan terus sebut semua orang saudaranya.
Hanya karena itu tidak menyakiti gadis-gadis Chai.
Meski jika dia dizalimi,
dia tidak bisa lepas dari kesalahan atas penilaiannya yang buruk.
Dan Restoran Pan itu,
adalah sarang kejahatan.
Pria mabuk datang dan pergi tiap hari.
Entah itu orang tua mesum atau pemuda mesum.
Dia pasti akan dapat pembalasan.
Kau menyalahkan orang tidak bersalah.
Dalam bisnis, orang harus berurusan dengan berbagai macam orang.
Tidak ada yang tahu akan bertemu siapa.
Dia bukan orang bijak yang bisa melihat segalanya.
Aku tidak mau dengar namanya lagi. Aku…
Dengar namanya saja membuatku merasa
semua dendam lama menyerbu hatiku.
Aku berharap bisa menendangnya lagi!
Baiklah, aku takkan bahas dia lagi.
Ya?
Shouhua, kita harus apa dengan Qiongnu?
Ibu sangat marah.
Dia hampir mendatanginya.
Aku harus hentikan dia.
Ini jangan sampai ke publik.
Bajingan itu takkan berani
menyinggung keluarga lain,
tapi berani menindas kita, orang asing di negeri tak dikenal.
Keluarga Fan hanya keluarga pedagang,
bukan orang yang memaksakan diri terlalu jauh.
Kupikir kita harus berurusan dengan Qiongnu nanti.
Tuan, santai saja.
Kau tahu ke mana kirim beritanya.
Jangan cemas, Kakak, aku tahu.
Pergilah.
Kangning.
Ayo pergi.
Tuan Chai?
Kangning.
Bisa aku bicara denganmu?
Chunlai, kau boleh pergi.
Kalian berdua, ikut aku.
Aku penasaran jika Tuan Chai di sini
untuk membalas tamparan itu.
Atau…
Apa kau tidak mau beri Liang Junqing pelajaran?
Aku di sini untuk membantumu.
Aku menamparmu, tapi kau tidak menyimpan dendam.
Dan kau mau membantuku?
Aneh sekali.
Dia menipuku dengan sisir giokku
dan menuduhku berbuat tidak senonoh.
Aku tidak bisa maafkan dia.
Kangning, aku di sini untuk membantumu.
Jangan lewatkan kesempatan ini.
Aku penasaran bagaimana Tuan Chai
berencana membantuku.
Itu tergantung pada ketulusanmu.
Sudah ada kesalahpahaman,
itu membuatku marah.
Kau pria yang baik.
Tolong jangan salahkan kecerobohanku.
Aku minta maaf sekali lagi.
Kangning,
kau cukup mudah beradaptasi.
Boleh aku tanya,
bagaimana kau mau balas dendam?
Biarkan dia menikmati beberapa hari lagi.
Kita akan hadapi dia di Chongyang.
- Jadi, aku pilih ini. - Ini.
- Ada yang putih? - Baik.
- Wangi sekali! Ini. - Ini uangnya.
Yang ini juga terlihat bagus.
Ya.
Mari lihat kue Chongyang,
baru keluar dari oven!
Keluarkan itu.
Taruh di sana. Ini bagus.
Baiklah, pergi cepat!
Mari lihat kue Chongyang,
baru keluar dari oven!
Dua puluh koin per kotak.
Baru keluar dari oven.
Nyonya Li.
Kue Chongyangmu,
bukankah cuma gula dan tepung?
Kenapa lebih mahal dari yang lain?
Itu benar.
Tapi kueku ada artinya!
Kotak ini, "Semua Berjalan Baik",
ini diberkati
Raja Penjinak Singa dari Bodhisattvas.
Jika orang terpelajar membelinya,
Manjushri akan berikan kebijaksanaan.
Ini akan meningkatkan bakat
dan bawa kehormatan bagi leluhur mereka.
Tapi paman yang kuberi hadiah ini
adalah pejabat.
Apa kau tidak punya yang lain?
Tentu, kami punya! Kemarilah!
Lihat yang ini.
Lihat rusa kecilnya?
"Makan Rusanya,
Berpesta dengan Keberuntungan."
Pejabat yang membawanya ke rumah
akan naik selangkah demi selangkah.
Paman keduamu,
bukankah dia pedagang minyak Tuan Wang?
- Ya! - Kalau begitu, ambil yang ini.
Kue Kemakmuran.
Ini memastikan keberuntungan dan kekayaan,
aku janji!
Aku akan beli satu!
Aku juga mau satu!
Hanya kue
dengan rusa dan gajah
dan makna tiada habisnya!
Kangning, sangat khas dirimu.
Kita sudah buat ini selama tujuh hari.
Shouhua,
bukankah harusnya izinkan kami keluar istirahat?
Bisnis keluarga sedang berkembang
dan kau hanya mau main.
Lihatlah Fuhui.
Dia sudah membantu sepanjang pagi.
Bukankah aku juga datang pagi?
Shouhua, tolong izinkan kami keluar!
Bahkan singa bilang,
"Biarkan aku keluar! Biarkan aku main!"
Shouhua, lihat.
Yang ini juga selesai.
Kudengar ada pertemuan singa di Kuil Kaibao.
Aku mau dengarkan khotbah sang guru.
Boleh aku pergi?
Shouhua?
Tolong izinkan aku pergi.
Kumohon.
Anak-anak tetaplah anak-anak, selalu mau main.
Biarkan mereka pergi.
Tapi…
jangan buat masalah.
Aku tidak pernah buat masalah!
Kau? Tidak pernah?
Pergilah.
- Tapi hati-hati! - Ayo pergi!
- Cepat! - Tunggu aku!
- Pulanglah lebih awal! - Aku datang. Tunggu aku!
Pelan-pelan.
Apa kau masih ingat,
saat Festival Chongyang tahun itu,
Haode pergi ke kuil dengan Ibu?
Dia bertemu biksu muda tampan
dan diam-diam mengikutinya.
Untungnya, seseorang memperhatikan
dan bawa dia kembali.
Mereka bilang dia berasal dari garis keturunan panjang pejabat,
dikirim ke sana karena takut dia akan mati muda.
Jadi, mereka besarkan dia sebagai biksu.
Qiongnu, apa kau ingat
itu keluarga yang mana?
Aku tidak ingat.
Ya.
Sepertinya aku ingat itu.
Tapi aku juga tidak ingat.
Dia baru umur tujuh pada tahun itu
dan sudah menyukai pria tampan!
Bukankah kau bilang Tuan Chai di sini?
Itu yang dikatakan pelayannya.
Mungkin dia belum datang.
Beri aku dua mangkuk.
Segera.
BARANG ANTIK LOGAM DAN BATU
Mahoraga emas ini imut!
Ini sempurna untuk Fuhui.
Pilihan yang tepat, Nona Muda.
Yang lainnya tanah liat,
tapi yang ini emas.
Simbol bagus berkah dan kesuburan.
Hanya saja terlalu mahal.
Belum terjual setelah Festival Qixi.
Jadi, kupikir kubawa keluar
untuk coba hasilkan uang.
Apa kau mau coba keberuntunganmu, Nona Muda?
- Bagaimana? - Lima koin tiap giliran.
Buat kelima koin itu mendarat menghadap ke atas
dan Mahoraga emas ini
milikmu.
Aku mahir melakukannya. Ayo coba!
Ini dia.
Nona Muda, kau…
Silakan.
Semua koin menghadap atas!
Sekarang Mahoraga emas ini milik kami.
Tunggu!
Taruhan adalah taruhan.
Kau kenapa?
Ini hanya berlapis emas
tak bisa kau lepas.
Percayalah,
aku akan membalik kiosmu.
Aku takkan berani!
Hanya saja
Mahoraga ini
sudah dimenangkan oleh pria muda.
Katanya nanti dia akan kembali.
Kupikir
aku bisa dapatkan beberapa taruhan lagi.
Bagaimana bisa buat taruhan barang sama dua kali.
Tidak tahu malu!
Tidak, kumohon!
Aku menang lebih dahulu.
Ini milikku!
Kangning, jangan impulsif.
Jangan lupa kenapa kita di sini hari ini.
Lanjutkan.
Ikuti aku.
Ini…
Aku sudah lama dengar tentang kecantikan dan kecerdasanmu.
Tapi kupikir
kau mahir dalam segala hal,
kecuali satu hal.
Setelah bertemu beberapa kali, kupikir,
selain cerdik dan kaya,
kau kekurangan hampir dalam semua hal lain.
Aku penasaran apa tujuan undangan ini?
Kangning, lihatlah.
Dia?
Tuan Chai, apa artinya ini?
Jangan buru-buru.
Kau akan tahu malam ini.
Jangan menipuku, Tuan.
Chunlai, pulang dan beri tahu mereka.
Bilang aku pergi menghadiri khotbah.
Jangan sampai Ibu cemas.
Baik.
Aku segera kembali. Jangan ke mana-mana!
- Hebat! - Hebat!
Luar biasa!
Bagus sekali!
Kangning,
pangsit udang ini lezat!
- Ambillah. - Pasarnya ramai.
Kita harus lebih sering ke sini.
Tuan Chai, ini sudah gelap.
Berapa lama kita menunggu?
Begitu semangat untuk balas dendam?
Jika bukan karena kesombongan seseorang
dan mengabaikan kepatutan,
keadaan tidak akan sampai seperti ini.
Tapi kau membelanya.
Bodoh sekali.
Mencari kekayaan dan status itu sifat manusia.
Seorang gadis tanpa dukungan keluarga atau mahar
hanya mau seseorang untuk diandalkan.
Kenapa tak bisa dimaafkan?
Kenapa salahkan dia, dan bukan pelakunya?
Jika itu saudarimu sendiri,
masih bisa bilang begitu?
Baiklah, aku salah.
Jika kau pergi sekarang,
hari ini akan sia-sia.
Kangning memang bijaksana.
Tapi keangkuhanmu yang keras kepala tak pernah berubah.
Suatu hari, itu akan merugikanmu.
Dia datang.
Ayo pergi! Ayo!
- Kangning. - Kangning.
Silakan.
Apa, berpikir aku akan menipumu?
Datang lagi!
Hati-hati!
Bukankah kau bilang punya dua saudara perempuan?
Keduanya cantik.
Tolong bawa mereka keluar!
Aku mau beri hormat.
Kenapa ruangan ini redup?
Aku akan minta orang nyalakan lampu.
Astaga.
- Siapa itu? - Jalang!
Aku dengar rumor
bahwa kau tidak setia.
- Kau tertangkap tangan! Ikat mereka! - Lepaskan aku!
Tuan!
Seorang pria jahat memanjat masuk
untuk melakukan tindakan keji!
Aku tidak bersalah!
Lepaskan aku!
Ampuni aku!
Berhenti pura-pura!
Aku urus dia lebih dahulu,
lalu kau.
Lakukan!
Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Lepaskan aku!
Cukup.
Ini?
Berhenti pura-pura mati!
Teruskan!
Lalu telanjangi dan buang di kuburan massal.
Pukul dia!
- Dia takkan… - Jangan cemas.
Mereka sudah terlatih. Mereka tahu batasnya.
Patahkan kakinya,
agar dia tak sakiti oang lain lagi.
Itu takkan membunuhnya.
Apa kau tidak takut dia akan mengejarmu?
Dia menyerang wanita sudah menikah dan merusak namanya.
Tertangkap basah, dipukuli oleh orang yang dizalimi.
Meski dia membawanya ke pengadilan,
dia takkan berani membicarakannya.
Selain itu,
saat fajar, kita sudah pergi. Siapa yang akan dia temukan?
Itu hanya kesialan baginya.
Dia bertemu dengan kelompok yang salah.
Perangkap madu ini terasa familier.
Aku hanya mau mengingatkan seseorang.
Kangning,
bertindak dengan bersih dan teliti.
Tidak tinggalkan jejak.
Ini untukmu.
Sungguh?
Kita hadiri khotbah dan berkeliling pasar.
Kembali dengan tangan kosong.
Itu membuat curiga.
Ayo pulang.
Ayo.
Ini, makanlah.
Beratmu turun.
Belakangan kau jarang keluar.
- Qiongnu, kau… - Shouhua.
Sekarang aku baik-baik saja.
Jangan cemaskan aku.
Dia suka angsa panggang sejak kecil.
Ayo nanti ke pasar malam.
Angsa almon lima rasa dari Nenek Ma.
Itu lezat sekali.
Satu gigitan dan semua masalahmu akan sirna.
Kudengar bahwa Liang
mengganggu seorang wanita
dan kakinya dipatahkan.
Takut dapat masalah lagi,
semalam dia kabur ke kampungnya di Shouzhou.
Kita takkan melihatnya lagi.
Apa yang kau jahit?
Ini terlihat seru. Berikan padaku!
Ini untuk Fuhui.
Oh? Biar kulihat.
Lihat dirimu,
menempel dengan harta kecilmu.
Lain kali kubelikan dia yang lebih bagus.
Ini…
Mahoraga emas.
Aku tidak bisa menerimanya.
Lain kali, bawakan saja yang tanah liat.
Merasa lebih baik?
Kangning bilang malam ini kita akan ke pasar malam.
Terdengar hebat. Ayo pergi bersama.
Aku dengar dari suamiku
ada beberapa pencuri di kota.
Mereka menyasar
anak-anak kaya dan wanita muda
di tengah kekacauan.
Bulan lalu, mereka culik putri tunggal Tuan Jiang dari sisi timur.
Pihak berwenang pasang pemberitahuan,
tapi dia masih hilang.
Kau percaya itu?
Dia hanya menakutimu.
Aku di jalanan setiap hari
dan tidak pernah dengar hal seperti itu.
Hanya rumor.
Ayo pergi.
Shouhua, ikutlah dengan kami.
Aku tidak ikut. Kalian pergilah.
Tapi agar aman,
minta keluarga Fan kirim pengawal.
Kumohon, ayolah!
Baiklah!
Haode, kumohon! Ayo pergi main!
Minumlah selagi panas.
Pelan-pelan.
Tuan Chai, tolong tunggu.
Tidak perlu mengantarku.
Api!
Api di Jalan Persimpangan!
Ada apa? Lihat, itu api!
Apinya menyebar!
Kali ini di tempat siapa?
Pasti dimulai dari dapur.
Terakhir kali di Kuil Shouning,
api kompornya menjalar ke dinding.
Lihat api itu!
Daerah itu penuh rumah.
- Benar sekali. - Rumah berdempetan.
Separuh kota mungkin akan terbakar.
Ini buruk, sangat buruk!
Untuk apa berdiri di sini!
Rumah kita di ujung jalan!
Cepat dan periksa itu!
Ibu sedang keluar bepergian.
Rumah besarmu masih di sana!
Kekayaanmu akan terbakar dalam sekejap.
Cepat! Kau membuatku gila!
- Deqing! - Ya?
Bawa semua orang dari restoran.
Ambil semua perak dari brankas.
Tidak.
Tidak cukup, jauh dari cukup!
Aku tukar lebih banyak perak dahulu.
Kita bertemu nanti.
- Baik! - Kakak!
Api di Persimpangan Jalan, dekat rumahmu!
Kenapa tinggalkan kota?
- Bersiap! - Ya!
Kalian berempat, ikut aku!
Kau salah jalan!
Hilang akal karena panik?
Kenapa pergi sekarang?
Minggir! Naik!
Lepaskan!
Penekukmu, Nyonya.
- Terima kasih. - Lain kali ayo senang-senang.
- Baunya enak! - Ide bagus!
Nyonya, cobalah.
- Tidak, terima kasih. - Angsa panggang lezat.
Lihat, angsa panggang! Ayo pergi!
Cepat!
- Lihat, Nona. - Ayo lihat juga.
- Belum kenyang? - Angsa panggang lezat!
Belum, aku mau satu!
Kau sudah makan banyak.
Tidak lagi.
Enak dan murah!
- Baiklah, terserah. - Silakan.
- Satu lagi saja! - Sesuai keinginanmu.
Bakpao, silakan dibeli!
Aku akan belikan untukmu.
Kau mau yang mana?
- Qiongnu, ayo. - Aku beli yang ini.
Kalung mutiara yang indah!
Aku juga mau satu.
Ini mutiara Laut Selatan.
Masing-masing memesona.
Lihat yang ini.
Kelinci kecil ini cocok denganmu.
Lihat kalau ada yang kau suka.
- Suka yang ini! - Aku juga suka ini.
- Biar kulihat. - Oke.
- Kenapa tidak beli satu? - Ini, Nyonya.
- Tuan. - Pilih favoritmu!
Ini, kau bisa beli lagi.
Terima kasih, Fuhui!
Bagaimana punyaku?
Ini untuk bersama.
Nona Muda, aku punya yang lebih bagus.
Lihatlah.
Aku ambil yang dipilih saudariku.
Nona Muda, seleramu sangat bagus.
Nonaku,
keretanya siap.
Jika kita tak kembali, Tuan akan khawatir.
Ini sudah malam. Kita harus pulang.
Ayo kembali lain hari, ya?
Baiklah.
Sudah dibayar!
Ayo pergi.
Tapi aku belum mau pergi!
Ayo.
Hati-hati. Datang lagi!
Tapi aku belum selesai main!
Kau belum selesai? Kita semua belum!
Kakak,
ada wayang
dan pawang ular di sana!
- Ayo lihat! - Lain hari saja.
- Lain hari? - Pergi. Pulanglah dahulu.
Kami keluar lebih dahulu!
- Leshan! - Hebat!
- Ikuti mereka dan terus awasi. - Baik.
Kembalilah lebih cepat!
Ayo pergi!
Api!
Kebakaran di utara!
Kebakaran di utara! Kosongkan jalan!
Qiongnu, masuk ke kereta!
Qiongnu!
Kangning!
Kangning!
Fuhui!
Berhenti!
- Fuhui! - Kangning!
- Kangning! - Tidak bagus!
- Seseorang! Kami diserang! - Mereka diserang. Pergi laporkan.
Baik!
- Fuhui! - Kangning!
Hati-hati. Seseorang datang!
- Jangan bergerak! - Diam!
Diam!
Kakak.
Kau pintar.
Tentara akan menangani kebakaran di sana.
Meski kau pergi,
kau hanya akan menghalangi.
Setelah kebakaran ini,
wilayah utara akan butuh banyak sekali perbaikan.
Aku mengendalikan
sebagian besar perlengkapan konstruksi kota sekarang.
Ini cara nyata untuk dapat untung.
Satu rumah tidak berarti apa pun.
Nanti, bawa barang itu ke gudang.
Aku mau bertemu tamu.
Siapa?
Ambil lebih sedikit dari rakyat biasa.
Jangan sampai kau disebut orang kaya tak berperasaan.
Aku akan hasilkan uang.
Tidak hanya dari para bangsawan,
tapi dengan ada orang
melaporkan kebakaran ke istana,
agar Yang Mulia tahu kerusakannya,
dan aku akan dibebaskan dari pajak atas barang milikku.
Mengesankan.
Tolong, bantu aku!
Saudariku sudah diculik!
Keretanya belum jauh.
Kita masih bisa menangkapnya!
Tolong, bantu aku!
Kami dapat perintah menuju ke utara.
Kami tak bisa menunda.
Pergi lapor ke pihak berwenang.
- Kumohon! - Tuan Congyi, ayo pergi!
Tolong, selamatkan mereka!
Kangning.
Kangning.
Seseorang, tolong aku!
Kangning.
Kau dari keluarga Li?
Tuan Chai, Kangning…
Dia diculik!
Tolong selamatkan dia!
Fuhui…
Dia juga ada di kereta itu!
- Apa? - Cepat, di mana keretanya?
Sebelah sana! Lewat sana!
Yang tadi itu!
Deqing, bawa dia kembali.
- Baik. - Sisanya, ikuti aku!
Tuan, keretanya ke kanan.
Sepupu.
Nyawa dipertaruhkan. Jangan kacaukan ini.
Mereka sudah bepergian jauh bersamaku,
menghadapi banyak bandit.
Keahlian mereka bagus.
Tidak salah lagi. Ayo pergi!
Cepat!
Tetap di sini dan awasi mereka.
Baik.
Sisanya, amankan tempat ini.
Ayo pergi.
Tetap di tempatmu.
Cari tempat sembunyi.
Sepupu, semuanya tertangkap!
Ampuni kami, Tuan! Ampuni kami!
Ampun!
Bandit, ke mana kau bawa istriku?
Aku hanya berpikir mereka terlihat cantik.
Aku mau menawarkan ke pimpinanku
atau jual mereka ke tuan kaya,
tapi tak pernah sentuh mereka.
Bawa dia kembali.
- Tolong ampuni kami! - Ya.
Tutup mulutnya.
Tuan.
Tampaknya kelompok kecil yang berlindung di sini.
Ikat mereka dan serahkan ke petugas.
Kita akan segera temukan sarangnya.
Jangan buru-buru.
Selamatkan istriku dahulu lalu bicara nanti.
Jika nanti istrimu tanya
kenapa kau tak menjaganya,
tahu ada bandit, kau mau bilang apa?
Jika dia tanya
kenapa kau meninggalkan buku besarmu
untuk minum di Restoran Pan begitu dia pergi,
apa alasanmu nanti?
Bukannya berterima kasih
kau akan disalahkan.
Jika kau mau hidup dalam belas kasihannya selamanya,
maka pergilah.
Kangning, dengarkan aku.
Jika kita bisa lolos, itu sebuah berkah.
Jika tidak bisa,
jangan sia-siakan nyawamu.
Lakukan apa pun yang mereka minta.
Emas dan permata tak berarti apa pun.
Bahkan kesucian pun tidak ada artinya.
Nyawa kita yang penting.
Hanya dengan begitu kita bisa kembali pada Ibu.
Itu istri yang kukenal.
Jika berada di situasi terburuk,
aku hanya mau dia hidup.
Tidak peduli di mana dia dijual,
aku akan menemukannya.
Fuhui itu bijaksana dan tegas.
Bukan orang yang mudah terpengaruh.
Masih mau menakutinya?
Tentu saja.
Jika dia patuh, dia tidak akan menderita seperti ini.
Istri penurut adalah istri terbaik.
Kalau begitu, lebih baik kuatkan dirimu.
Jika kau menyesal di tengah jalan…
Jangan cemas, Kakak.
Aku bersumpah, tidak ada penyesalan.
Aku sudah dengar itu ribuan kali.
- Ingat. - Baik, Kakak.
Aku takkan bilang, apa pun yang terjadi.
Kemarilah.
Jangan bergerak!
Tn. Zhang, di luar Gerbang Guangli,
menawar 200 untai.
Dia mau yang muda dan cantik.
Ikuti rencanaku.
Kirim dia malam ini. Jangan ditunda.
Hebat. Lebih baik kita bagi untuk minum
daripada berikan itu ke bos.
Tapi 200 untai terlalu sedikit.
Pekerjaan ini pertaruhkan kepala kita.
Kita harus memerasnya lebih banyak lagi.
Jangan bicara omong kosong.
Tidak ada minum atau tidur malam ini.
Tetap buka mata kalian.
Awasi wanita ini baik-baik.
Agar bisa jelaskan ke atasan kita.
Ada satu hal lagi.
Bos belum memilih.
Jangan berani menyentuhnya lebih dahulu.
Bangun!
Minggir!
Buat suara lagi
akan kulempar kau ke jurang.
Aku tidak lari.
Aku mengikuti yang disuruh.
Kenapa menyiksaku?
Aku sudah lemah sejak kecil.
Jika aku mati di perjalanan,
bukankah usahamu akan sia-sia?
Bersikap baik dan dengarkan.
Begitu kesepakatan selesai, kita berpisah.
Aku mendengar dari dalam karung.
Berapa kau menjualku?
Benar. Dua ratus untai.
Aku bisa menyeduh teh dan menyalakan dupa.
Dijual ribuan pun, itu wajar.
Tapi hanya untuk beberapa untai?
Bukankah itu penghinaan?
Kau datang entah dari mana.
Mudah menjelaskan, sulit didengar.
Biar aku jujur.
Aku putri ketiga keluarga Li
dari Kedai Sifu di Jalan Pan.
Di seberang kami ada Tuan Chai, pemilik baru Restoran Pan.
Dia kejam dan tak tahu malu.
Aku benci dia karena hancurkan bisnis keluargaku.
Jadi, aku menipu uangnya
dan sembunyikan di tempat aman.
Sejak itu tetap tersembunyi.
Jika kau mengampuniku,
aku akan memberimu 380 untai
untuk kebebasanku.
Apa kau mengulur waktu untuk melarikan diri?
Kenapa kau berpikir begitu?
Aku tahu kau meragukanku.
Makanya aku baru bicara sekarang.
Tuan Chai marah karena kehilangan uangnya.
Dia bahkan menghancurkan sisir giok kesayangannya.
Dia cari orang untuk memperbaikinya.
Bagaimana bisa itu tipuan?
Dan lihat sekeliling.
Tempat ini sepi.
Aku bisa teriak dan takkan ada orang yang datang.
Bagaimana aku berani bohong padamu?
Hantu tanpa kepala bisa jadi takdirku.
Katakan di mana itu disembunyikan.
Aku akan kirim orang untuk ambil.
Mendekat, akan kuberi tahu.
Lebih dekat.
Kangning, ini aku.
- Kau layak dapatkan… - Orang kejam tak tahu malu.
Sudah cukup?
Bukankah kau mempermainkanku,
dasar bajingan?
Jadi,
kau bisa mengacau denganku,
memukulku, memarahiku,
tapi aku tak bisa balas menggodamu?
Kapan kau tahu?
Penculik apa yang pakai Empat Harmoni?
- Dan Fuhui? - Dikawal dengan aman oleh suaminya.
Dia bahkan memintaku merahasiakannya.
Agar nanti bisa pura-pura jadi pahlawan.
Ayo. Aku pulangkan kau.
Pegang yang erat. Kita pulang.
Kita sampai, tepat di depan.
Oke.
Hati-hati, Tuan.
Terima kasih atas dukunganmu. Sewalah dari aku lagi!
Pengiriman aman dijamin.
Tidak bagus.
Jika orang melihatku jalan dengan pria di malam hari,
akan ada banyak gosip.
Tn. Zhang, pekerjaan ini belum selesai.
Kita akan butuh trip lain dalam beberapa hari.
Aku akan mengandalkanmu.
Tidak masalah.
Bukankah itu Tuan Chai?
Pemilik Restoran Pan, Tuan Chai?
Sudah lama aku belum menyapamu.
Waktu senggang,
sesekali datanglah ke tokoku.
Belakangan ini terlalu sibuk.
Lain kali aku akan datang.
Aku bergegas kirim pelayan untuk membantu.
Tak mau melewatkan waktu atau merusak pesta ibuku.
Aku harus pergi. Kita bicara lain hari.
Baik, Tuan Chai, hati-hati.
Pelayan?
Kangning.
Aku tidak lakukan ini untuk menggodamu.
Bukan untuk alasan lain, hanya karena…
mau habiskan waktu denganmu.
Aku akan pergi.
Tahan.
Jika kakakmu kembali, semua baik.
Jika tidak,
aku akan bersikap seolah kalian berdua tidak ada.
Ibu!
Aku salah!
Aku takkan main-main lagi.
Ibu.
Kau salah, Ibu.
Walaupun kami di sana,
kami juga hanya akan diikat.
Ini salah bandit itu, bukan salah kami.
Kenapa salahkan kami?
Ibu hanya marah.
Jika mereka tidak kembali,
aku akan berikan nyawaku demi mereka.
Masih tak mau mengaku salah?
- Ini salahmu! - Ibu!
Aku lebih tua dari Leshan.
Jangan hukum dia sendiri. Aku akan terima setengahnya.
Ibu.
Mereka sudah hilang. Jangan pukul mereka.
Apa yang sudah kuperbuat sampai layak dapatkan ini?
Kedua putriku.
Bagaimana aku harus melanjutkan hidup?
Nyonya, mereka kembali!
Mereka kembali!
Nyonya!
- Kangning! - Kangning!
Ibu!
Kangning!
Aku pulang.
- Kangning! - Sekarang aman.
Kangning!
Aku kembali.
Bagus. Tak apa.
Sekarang tak apa. Semua baik-baik saja.
Jangan menangis.
Asalkan kau kembali.
Kau menakutiku.
Sekarang sudah berakhir.
Cepat!
Tidak!
Kemarilah. Kemari!
Pukul aku sekali.
Pukul aku!
Cepat!
Lebih keras!
Beri tinju yang bagus.
Tinju yang bagus!
Istriku, aku datang menyelamatkanmu!
Hati-hati!
Jangan takut.
Aku di sini.
Kau baik-baik saja, Istriku?
Apa kau terluka?
Apa kau ketakutan?
Istriku?
Istriku.
Kenapa kau datang sangat terlambat?
Jangan takut, Istriku.
Ini semua salahku. Aku datang terlambat.
Jangan takut.
Terjemahan subtitle oleh Nur Cholis
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.