All language subtitles for Perfect Match E03

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

KEDAI SIFU

Sulit dipercaya.

Kenapa kau seperti ini?

Sudah kuizinkan menitip sitar di sini.

Sekarang sitarnya sudah dipesan

dan deposit sudah dibayar,

kau mau mengambilnya kembali?

Aku harus bilang apa pada pembelinya?

Dalam tiga hari, pembelinya akan datang bawa uangnya.

Tidak bisakah tunggu tiga hari lagi?

Aku berencana tinggal di Bianjing selama dua bulan,

tapi tidak punya cukup uang.

Makanya aku taruh sitar ini di sini untuk konsinyasi.

Kemarin aku dapat surat dari rumah,

tertulis ibuku jatuh sakit dan menungguku kembali pulang.

Jangankan tiga hari, sehari lagi pun tak bisa.

Kau seperti orang terpelajar. Bagaimana bisa ingkar janji?

Kami sudah terima deposit pembeli dan tunggu mereka ambil.

Jika tidak bisa serahkan sitarnya,

bagaimana bisa kami melanjutkan bisnis di jalan ini?

- Aku… - Tidak boleh.

Aku takkan biarkan itu.

- Berikan. - Hentikan.

Ya, Tn. Liao.

Kenapa kau bertengkar dengan pelanggan di jalan?

Nyonya.

Pria itu keterlaluan. Sama sekali tak punya kredibilitas.

Tuan-tuan, bisa minta perhatian?

Aku bawa sitar Bingqingku ke sini untuk konsinyasi sementara.

Sekarang, aku tak mau jual lagi, tapi tidak boleh kuambil.

Aku pemiliknya.

Yang mereka lakukan itu perampokan.

Bingqing? Bukankah itu sitar Lei dari dinasti Tang?

Ini buatan keluarga Lei di prefektur Shu.

Benar sekali. Silakan lihat.

Tulisan di sitarnya,

"Pada hari ketiga bulan ketiga kalender lunar tahun ketiga Era Dali,

buatan keluarga Lei di prefektur Shu."

Ini memang sitar terkenal yang asli, Bingqing.

- Itu sitar yang bagus. - Nyonya.

- Boleh… - Ini masalahnya.

Awalnya kupikir itu sitar usang

- hanya bernilai 30 untai. - Lihatlah sendiri.

Tapi kemarin, pelanggan kaya datang

dan langsung menawar sejumlah ini.

- Lima puluh untai? - Lima puluh?

Tidak, 300 untai.

Sitar usang itu bernilai 300 untai?

Kudengar pembelinya

mengoleksi barang antik sejak 40 atau 50 tahun lalu

untuk keluarga Utusan Transportasi Guangdong.

Selain sitar ini, dia juga mengoleksi banyak lukisan dan seni kaligrafi.

Dia bersikeras memiliki sitar ini.

Aku bilang padanya bahwa penjual sudah menjelaskan sebelumnya

dia takkan jual ke orang yang tak menghargai sitar.

Kami sepakat

bahwa penjual harus diberi tahu sebelum sitar diambil.

Pembeli menetapkan kontrak,

beri 30 untai, dan pergi.

Sitar usang ini tidak bernilai uang sebanyak itu.

Siapa yang coba mereka bodohi?

Apa yang hati kita hargai tidak bisa dibeli dengan harta.

Ini pertama kali aku lihat sitar Lei.

Bagaimana kalau kau jual padaku

dengan harga 40 untai?

- Empat puluh? - Jual padaku 40 untai.

Enam puluh lima.

Enam puluh delapan.

- Enam puluh delapan harga yang bagus. - Delapan puluh.

- Itu banyak. - Kau…

- Seratus untai. - Berapa?

- Sebanyak itu? - Kau…

Ini harga yang selangit.

Apa kau punya uangnya?

Ini harga yang sangat mahal.

Tuan,

berbisnis itu semua tentang reputasi.

Kami sudah terima deposit pembeli.

- Itu benar. - Kami tidak bisa ingkar janji.

Begini saja? Sebut harganya.

Aku akan buat keputusan untuk membelinya.

Ya…

Sebut saja harganya.

Aku suka bau ini.

Nona, lihatlah ini.

Ini desainnya unik.

Yang ini tampak lebih baik.

MENAWARKAN SEMUA JENIS TEH

Warnanya cocok dengan bajumu.

- Ini. - Tidak buruk.

- Baunya enak. - Cobalah.

Kau bisa coba ini.

Baunya enak sekali, dan aromanya cukup spesial.

Ini baunya juga sangat enak.

Kalau begitu, aku ambil ini.

- Aku mau yang ini. - Baiklah.

Nona muda, lihatlah

lihat kantong warna nila ini.

- Ini lebih cocok denganmu. - Aroma ini juga enak.

KEDAI SIFU

Yang ini juga bagus.

KEDAI SIFU

Ibu, kenapa kau menangis?

Apa yang terjadi?

- Kenapa kau menangis sekarang? - Ibu!

- Ada apa? - Apa yang terjadi?

Ibu, kenapa kau menangis?

Ada apa? Apa yang terjadi?

Ceritakan pada kami.

Semua bisa diceritakan di antara kita.

Ibu, beri tahu kami.

Maharnya…

- Kenapa maharnya? - Maharnya…

Kupikir aku tahu.

Toko beli sitar terkenal dengan harga mahal.

Ibu sudah bersemangat menunggu berhari-hari,

tapi pelanggan yang beri deposit belum muncul.

Ibu,

mungkinkah kau sudah ditipu?

Ya, mereka semua gerombolan penipu!

Kau habis uang berapa?

- Seratus… - Apa?

Itu hanya sitar.

Paling mahal sepuluh sampai 20 untai. Habis 100 untai?

Takkan ada orang yang dibodohi begitu.

Itu 180 untai.

Seratus delapan puluh untai?

Ibu, terakhir kali aku minta jepit rambut padamu,

kau pikir 180 koin terlalu mahal,

dan sekarang, kita membicarakan 180 untai.

Tn. Liao bilang seseorang

akan bayar 300 untai untuk sitar itu.

Dan para penipu itu terus bilang

itu adalah harta karun

dan barang berharga yang nilainya sangat besar.

Begitu aku dengar mereka, aku jadi pusing dan pandanganku kabur.

Seolah mulutku bukan milikku.

Aku langsung tanya harganya.

Sebagian besar uang dari menjual tanah

sudah dihabiskan untuk toko ini.

Sekarang aku kehilangan 180 untai.

Itu mahar untuk kalian semua.

Para penipu itu harus dikutuk.

Itu seperti menikam jantungku

dengan pisau.

- Setiap kali aku memikirkannya… - Baiklah.

itu seperti ditikam lagi.

Ibu, kita familier

dengan parfum dan bunga.

Tapi barang antik, lukisan, dan seni kaligrafi itu baru bagi kita.

Tahun lalu kita buat gerai hanya ikuti tren,

dan itu menarik banyak pelanggan tetap yang suka ke pasar loak.

Bukankah kita setuju tidak membeli barang berharga?

Bagaimana bisa kau berubah semudah itu?

Aku yakin beberapa orang itu semua bersekongkol.

Di mana Tn. Liao?

Dan sitarnya?

Aku mengomeli Tn. Liao

dan mengusirnya.

Setelah itu, aku masih marah.

Aku mau cari kapak

dan potong sitar itu jadi kayu bakar,

tapi kapaknya tidak ketemu.

Jadi, aku buang sitarnya di suatu tempat.

Kau membuangnya?

Chunlai, pergi ke sana dan cari.

Kangning,

mungkin sudah diambil orang.

Sebaiknya berhenti mencari dan kembali.

Ibu bilang waktu buang sitarnya, pasar malam belum selesai.

Mungkin masih di sini.

Ibu menabung lama untuk dapatkan 180 untai itu.

Bagaimana bisa menyerah seperti ini?

Ini aneh.

Ibu bilang dia membuangnya di sini. Kira-kira di mana?

Apa kau dengar itu?

Kangning, kita tidak cari lagi?

Chai,

jangan pikir kau bisa lolos dengan ini.

KUIL XIANGGUO

Datang dan lihat bunganya.

Mereka datang.

Menurutmu ini akan berhasil?

Ibu, aku dengar Nyonya Chai selalu berdoa pada hari puasa.

Pendeta atau penganut Tao, tak seorang pun luput dari baktinya. Dia sangat taat.

Lakukan seperti yang kuajarkan.

Itu akan berhasil.

Baiklah.

- Kalau begitu, aku akan pergi. - Pergilah.

Terima kasih sudah memberkati kami, Bodhisattva.

Apa yang terjadi?

Terima kasih.

- Terima kasih, Bodhisattva. - Kami punya

- lima gadis muda menunggu menikah. - Kumohon, Bodhisattva.

- Beberapa hari lalu… - Terima kasih, Bodhisattva.

dia datang

- untuk menyembah Bodhisattva - Kumohon.

dan berdoa untuk pernikahan yang baik bagi putrinya.

Doanya sudah didengar.

Sekarang, kami ke sini untuk berterima kasih pada Bodhisattva.

Terima kasih, Bodhisattva.

Apa benar kelima putrinya menikah?

Ini tipuan atau apa?

- Aku akan jadi keledai jika menipumu. - Terima kasih.

Apa benar seefektif itu?

Entah sudah berapa kali aku bersujud,

berapa banyak jembatan kuperbaiki, dan jalan aku bangun.

Doaku masih belum terjawab.

Bagaimana bisa orang biasa dapat berkah seperti itu?

- Pergi tanya dia lagi. - Ya.

Terima kasih banyak.

- Terima kasih sudah penuhi doaku. - Bisa cerita lagi?

Itu pertemuan ajaib yang dialami nyonya kami.

Aku tidak tahu lebih.

Nyonya, kumohon.

Baiklah.

Karena kau tulus, akan kuberi tahu, tapi hanya kau.

Oke.

Hari itu,

setelah kami berdoa pada Bodhisattva di sini,

kami dipandu oleh Bodhisattva.

Kami bertemu orang tua kekal.

- Orang tua kekal? - Ya.

Terima kasih sudah berkati kami, Bodhisattva.

Terima kasih.

Terima kasih sudah memenuhi doaku.

Kau sudah menderita, Ibu.

Kau baik-baik saja?

Bagaimana? Apa itu akan berhasil?

Ayo tunggu dan lihat.

Dan kita dapat ini.

Berhenti di sini.

Cepat. Berhenti di sini.

Beri jalan di depan. Kenapa kau menghalangi jalan?

Nona punya beberapa pertanyaan untukmu.

Apa Putri Ketiga Kangning di kursi sedan itu?

Tuan Chai,

- apa keluarga kita pernah berselisih? - Tidak.

- Apa kita baru saja menjadi musuh? - Tidak.

Kalau begitu, kenapa kau berkomplot dengan Tn. Liao

untuk menipu ibuku?

Bukankah kau dan saudarimu

juga menipu Fan Lianghan?

Tuan Fan dan kakak keduaku

adalah pasangan menikah.

Kami adalah keluarga.

Tidak ada hal seperti menipu,

hanya humor yang bisa dimengerti.

Fan Lianghan adalah sepupuku.

Dia juga keluargaku.

Hanya benar dan layak

jika aku mencari keadilan demi dia.

Tuan Chai, apa kau bertekad

untuk menyusahkan keluargaku?

Itu tidak benar. Meski bukan bangsawan,

aku tak suka menyusahkan wanita dan anak-anak. Deqing.

Kau sedang apa di siang bolong?

Hati-hati, atau kami lapor ke otoritas.

Putri Ketiga, bisnis barang antik sering kali penuh dengan penipuan,

dan keluargamu baru di sini.

Kalian pasti akan menarik perhatian orang yang iri.

Aku lakukan ini hanya untuk mengingatkan kalian.

Bisnis itu tidak mudah di Bianjing.

Mulai sekarang, harus sangat hati-hati.

Jangan mudah percaya atau serakah dengan uang.

Kau perlu membumi

hindari gegabah dan impulsif.

Jika seseorang menipu kalian lagi di masa depan,

kuanggap, kau takkan tertipu.

Kau masih belum paham?

Tuanku mendengar seseorang akan menyasar keluargamu,

jadi kami peringatkan kau.

Sekarang kau sudah dapat pelajaran,

kau bisa dapatkan uangnya kembali.

Ayo pergi.

Chunlai, berikan itu padaku.

Pria itu aneh sekali.

Kenapa kurang 40 untai?

Tuanku bilang

uang bunga 30 untai harus dibayar kembali,

dan kau juga harus bayar sewa

untuk penjaga toko lama kami, kaligrafi, dan lukisan.

Penjahat!

Kami tidak perlu kau peringatkan kami.

Itu jelas ejekan yang disengaja.

Kami tidak mendatangimu,

tapi kau mendatangiku.

Baiklah kalau begitu, nikmati kesenanganmu sedikit lebih lama.

Lihat apa nanti kau masih bisa begini.

Ibu,

aku kembali.

Akhirnya kau kembali.

Kau berkeliling sepanjang hari.

Aku harus kirim orang

menjemputmu kalau mau bertemu.

Aku tertahan sesuatu beberapa hari lalu.

Tolong maafkan aku, Ibu.

Apa terjadi hal baik?

Sudah lama tak lihat ibu senang.

Karena kau selalu berusaha menjadi lebih baik,

aku tidak mencemaskan bisnis sedikit pun,

kecuali satu hal.

- Kau tahu itu. - Ibu.

Kenapa kau membahasnya lagi?

Aku punya rencanaku sendiri

tentang pernikahanku.

Kira-kira apa rencanamu?

Berhentilah membuatku kecewa

dengan membuat alasan.

Ini sudah bertahun-tahun.

Bahkan Fan Lianghan tidak berguna itu menikah sebelum kau.

Bagaimana aku bisa damai?

Aku tahu kau punya aspirasi tinggi.

Waktu ayahmu masih hidup,

dia mau kau menikahi wanita dari keluarga sarjana.

Karena kau sudah setuju, kau akan memenuhi janjimu.

Tenanglah. Harapan itu akan terpenuhi

paling lambat tahun depan.

Kenapa begitu?

Kemarin aku bertemu orang tua kekal dalam perjalanan keluar.

Dia bepergian ke semua tempat,

hanya demi mengumpulkan uang untuk memperbaiki kuil Tao.

Selama aku mendonasikan uang,

kau akan bisa menikah tahun depan.

Ibu, orang kekal harusnya ada di kuil.

Sejak kapan lihat mereka berkeliling di jalan?

Kenapa kau mulai

percaya penipu jalanan?

Jalanan ramai

dengan manusia biasa.

Dia tak mungkin orang kekal.

Dia benar-benar kekal.

Bahkan sebelum aku bicara, dia tahu harapanku

dan situasi keluarga kita.

Semua yang dia katakan tepat.

Aku tidak peduli.

Aku berjanji donasikan uang

untuk membangun kuil itu.

Aku sudah membuat donasi.

Memberikan kekayaan adalah suatu berkat.

Jika kau mau donasi demi kedamaian batin, biarlah.

Oke.

Berapa yang kau sumbangkan?

Aku mau menyumbang lebih,

tapi dia tak mau mengambilnya.

Aku tidak donasi banyak. Cuma 180 untai.

RESTORAN PAN

Tuan.

- Putri Ketiga itu mengirim pesan. - Apa itu?

Dia berterima kasih atas sumbanganmu yang murah hati.

Hanya butuh 100 koin untuk berterima kasih pada orang kekal.

Sisa uangnya dikembalikan penuh.

Dia mau kau ingat

bahwa sepintar apa pun dirimu,

selalu ada yang lebih pintar.

- Harusnya jangan… - Jangan apa?

Harusnya kau jangan bersikap sombong dan arogan,

yang menjadikanmu orang berpikiran sempit.

Mendekatlah.

KEDAI SIFU

Nona,

mereka kembalikan uangnya pada kita,

katanya ini hanya sedikit uang,

dan tidak berarti.

Mereka bahkan bilang jika kau suka,

kau bisa beli bunga dengan ini.

Itu kurang ajar.

Mereka tak mengaku kalah,

malah mengejek kita.

Ini adalah sarkasme tentang keluargaku yang miskin.

Kita tak bisa ambil sekeping pun harta yang didapat secara tidak sah.

Jika tidak, untuk yang kau ambil hari ini,

nantinya mereka akan ambil kembali darimu

seratus kali lipat.

Kemarilah.

- Kemari. - Nona Muda!

- Nona Muda! - Terima kasih, Nona Muda!

- Ada cukup untuk kalian. - Oke.

- Jangan berebut uang. - Terima kasih!

Nona Muda, kau punya hati Bodhisattva.

Terima kasih!

- Terima kasih! - Terima kasih!

Baiklah.

Mereka bagikan uang kita, Tuan.

Ayo pergi. Cepat.

Ayo beli makanan enak.

Tuan Muda!

Apa? Kau bisa menipu dia,

tapi dia tak bisa menipumu?

Lagi pula, aku yang berikan uangnya.

Selain itu, Ibu mau uang itu

dipakai untuk perbuatan baik.

Bukankah mereka baru melakukan perbuatan baik?

Itu saja? Kau takkan berbuat apa pun?

Sebagai wanita dari ruang dalam,

dia tahu untuk tidak menyentuh harta yang tidak sah.

Aku jadi lebih mengaguminya.

Tapi,

bertindak gegabah dan terburu-buru akan menyebabkan

kerugian besar baginya di masa depan.

Tuan Chai.

Tuan Chai.

Aku pergi ke Jalur Dongji menemui Lu Yanyan.

Aku memohon dan meminta,

menawarkan segala macam perhiasan,

brokat, dan kasa halus.

Akhirnya dia setuju

untuk menghadiri perjamuan di Pan.

Kau perlu traktir aku miras untuk setengah tahun.

Tuan muda, Tuan Yang datang lagi.

Dia mengutuk tiga atau empat temannya

dan minum dua kendi anggur dengan tenang.

Kira-kira apa dia akan buat masalah.

YANG XIAN

Biarkan dia.

Tuan Chai.

Tuan Chai.

Tuan Chai,

saat Pertengahan Musim Gugur tiba…

Tolong dengar aku.

Aku mengerti. Aku ada urusan hari ini. Ayo bicara lain hari.

Tuan Chai.

Tuan Chai.

Apa yang terjadi?

Waktunya sangat tidak pas.

Suasana hati tuanku sedang buruk.

Dia tidak bisa keluarkan amarah dari dadanya.

- Apa yang terjadi? - Tuanku itu murah hati.

Dia tidak merendahkan diri bertengkar dengan wanita.

Lupakan saja.

Kau tak dengar aku bicara apa pun.

Ceritakan padaku. Kau tidak pernah tahu.

Aku mungkin bisa bantu hilangkan kemuraman ini.

Itu dia lagi.

Aku masih bisa meraskan

tamparan itu.

Dendam itu belum selesai.

Benar sekali.

Bahkan jika cari di seluruh Bianjing,

kau takkan temukan orang kedua yang secerewet dia.

Itu tidak sepenuhnya benar.

Ada enam harimau betina di keluarga Li. Itu warisan keluarga yang hebat.

Apa yang kau nyanyikan?

Nyanyianmu tidak ada tenaganya. Pergi.

Jangan buru-buru. Aku akan lihat.

Deqing.

Ya, Tuan?

Berikan perintah ini.

Aku mau pertemuan anggur baru

sebelum Pertengahan Musim Gugur megah dan semarak.

Aku mau seluruh Bianjing datang dan melihat

agar kesombongan Kedai Sifu hancur.

Oke.

KEDAI SIFU

HARI PERTENGAHAN MUSIM GUGUR HARI KE-15 BULAN LUNAR KEDELAPAN

Ini sudah dicuci bersih.

Bisnis kita baru mulai tampak menjanjikan.

Kita harus lebih perhatian selama Festival Pertengahan Musim Gugur.

Hati-hati.

Lebih hati-hati.

Semuanya, yang cepat.

- Ini. - Kami tahu, Ibu.

Ayo. Lebih cepat.

- Hati-hati. - Takkan ada kesalahan.

- Baiklah. - Tenang saja.

Chunlai,

taruh yang rapi di tempatnya.

Area ini perlu dibereskan.

Oke.

Jiang.

Kau perlu memangkas pohon dan bunga.

- Pangkas agar terlihat lebih bagus. - Oke.

Area ini sudah selesai.

Ini perlu diurus.

Jangan turunkan lukisan ini.

Banyak orang datang untuk melihat barang asli ini.

Hari ini Festival Pertengahan Musim Gugur.

Orang terpelajar akan terinspirasi menulis puisi setelah minum anggur.

Kita bisa tawarkan kuas dan tinta murah,

agar mereka bisa

menulis puisi atau menulis syair di dinding kosong ini.

Waktu Ujian Musim Semi tahun depan,

jika seseorang di antaranya jadi Sarjana Nomor Satu atau semacamnya,

dinding ini akan jadi Dinding Sarjana Nomor Satu.

Jika siapa pun mau menulis puisi di sini lagi,

mereka perlu jadi terkenal atau sarjana berbakat.

Itu ide bagus.

Mereka berlagak pada hari biasa.

Sekarang aku mau lihat mana yang punya bakat asli.

Akan kuambil jadi menantuku.

Putriku sayang, kau sangat cerdas.

Aku akan mendengarkanmu.

Kau sedang apa?

Aku akan bantu simpan lukisan ini.

Ibu, kita perlu kembalikan lukisan ini.

Yah, dia terang-terangan mencuri bisnisku.

Bagaimana kalau kusimpan lukisannya?

Ibu, kita tak bisa simpan lukisan ini.

Ibu.

RESTORAN PAN

RESTORAN PAN

Ini pemandangan langka.

Kita sudah benar datang ke sini.

Benar sekali.

Sungguh memanjakan mata.

Itu benar.

Ini sangat berbeda.

Semua ini berkat Tuan Chai

- yang punya ide ini. - Ya.

Kita sudah lama menunggu.

Naikkan papannya.

Gerakan yang bagus.

Benar-benar mengesankan.

- Bravo! - Bravo!

YANG TERBAIK DI BIANJING

Gerakan yang bagus.

Keahlian yang bagus. Sangat berbakat.

Aku penasaran apa anggurnya enak.

Benar. Bagaimana anggurnya?

Hadirin sekalian, tuan rumah

tidak membual tentang apa anggurnya enak.

Kalian bisa cicipi dan cari tahu sendiri.

Tahun ini, sebagai pemilik baru Restoran Pan,

aku tidak hanya undang kalian mencicipi anggurnya,

tapi aku juga undang semua orang di Bianjing

datang dan coba Anggur Giok

untuk tahu itu enak atau tidak.

- Bravo! - Bravo!

Kita sambut wanita penghibur terbaik.

- Bravo. - Itu wanita penghibur terbaik.

Dia di sini.

Lu Yanyan!

- Lu Yanyan! - Wanita penghibur terbaik.

- Lu Yanyan! - Lu Yanyan!

- Lu Yanyan! - Lu Yanyan!

Dia melihatku.

- Dia melihatku. - Lu Yanyan!

- Dia cantik sekali. - Lu Yanyan!

Ayo. Pergi.

Ayo pergi.

Sebelah sini.

Hari ini Restoran Pan meluncurkan anggur baru.

Ayo.

Datang ke Restoran Pan dan coba anggur yang baru.

Metode ini tidak buruk.

- Bau anggurnya cepat menyebar. - Anggur baru Pan!

Restoran Pan luncurkan anggur baru.

Datang dan cicipi.

- Datang dan cobalah. - Ayo.

- Restoran Pan luncurkan anggur baru. - Ini. Cobalah.

Ini. Cobalah.

Pan luncurkan anggur baru.

Pan luncurkan anggur baru hari ini.

Semuanya, datang dan tunjukkan dukungan.

Restoran Pan meluncurkan anggur baru hari ini.

Semuanya, datang dan cobalah.

- Lihat. - Cobalah.

Ini. Cobalah.

- Cobalah. - Oke.

- Ini, cobalah. - Terima kasih.

Semuanya, datang dan cobalah.

Kalian dipersilakan datang dan mencoba!

Restoran Pan luncurkan anggur baru.

Datang dan cobalah.

Tuan Wang, kau datang.

- Ada satu kendi Anggur Giok untukmu. - Bagus sekali.

- Kami menunggumu. Masuklah. - Selamat.

- Selamat. - Selamat.

Selamat datang.

- Itu sangat megah. - Ayo keluar dan lihat.

Tidak heran mereka sangat royal.

Tuan, kau selalu punya ide bagus.

Dengan parade keliling kota,

- seluruh kota dengar beritanya. - Selamat.

Silakan masuk.

Deqing.

Turunkan papan anggurnya pada siang hari.

Beri tahu tamu Anggur Giok hari ini terjual habis

besok mereka bisa datang pagi.

Oke.

Ibu, berhenti menonton. Ayo kembali ke bisnis kita.

Sama sekali tidak ada bisnis.

Kita bangun sebelum fajar dan sudah sibuk sampai sekarang

semua untuk bisnis hari ini.

Semua orang di jalan ini

sudah dibujuk pergi olehnya.

Tidak ada bisnis sama sekali.

Liang benar.

Dia mirip dengan potretnya.

Hanya saja dia terlalu jauh.

Tidak jelas.

Haode dan Leshan keluar bermain lagi.

Kangning,

kau tinggal urus bisnis.

Aku akan cari mereka berdua.

Chunlai, pergilah dengannya.

Silakan.

Selamat.

- Silakan. - Selamat.

Silakan masuk.

Tuan muda,

Tuan Liu dari Prefektur Daming

memesan 200 guci Anggur Giok.

Dia sangat mau mendapatkannya.

Kurasa kita tak bisa berdebat dengannya.

- Aku akan pergi lihat. - Oke.

Deqing.

Ibuku juga akan datang.

Tunggu di pintu.

Kalau dia datang, ajak ke paviliun, agar tak kewalahan dengan kerumunan.

Mengerti. Tenang saja, Tuan.

- Silakan. - Lewat sini.

Ide bagus. Kau yang paling cerdik.

- Cepat minta koki siapkan. - Oke.

Toko kami siapkan permainan shuanglu baru.

Tidak, terima kasih.

Tuan Wang, bagaimana kalau main shuanglu?

Ayo minum di depan.

Minum anggur terlalu banyak bahaya untuk kesehatanmu.

- Sudah lama. Kenapa tak… - Tidak. Aku ke Restoran Pan.

Datanglah ke tempatku. Kami punya permainan shuanglu.

Aku juga mau ke Restoran Pan.

Tidak banyak di Restoran Pan.

Kami sudah siapkan permainan shuanglu di tempat kami.

Kami siapkan permainan baru shuanglu di tempat kami.

Ayo, bergabung dengan kami di Sifu…

Tidak, aku mau ke Restoran Pan.

Apa bagusnya itu?

Itu dia. Dia menipu uangku.

Ini buruk.

Bawa dia ke pejabat.

Apa yang kau lakukan?

Ada apa? Apa yang kau lakukan?

- Apa yang kau lakukan? - Apa?

Teman sesama warga, datang dan lihatlah.

Mengandalkan uangnya,

seseorang di sini merundung kami

karena kami bukan orang lokal

yang tidak punya dukungan atau sokongan.

Apa yang terjadi?

Siang bolong, bagaimana bisa kau rundung dia?

Ya, benar sekali.

Dengar. Jangan main fisik.

Biar aku jelaskan padamu.

Belum terlambat lakukan tindakan fisik jika kata-kata gagal.

Benar sekali.

Kau wanita vulgar tak tahu malu dan penipu pembohong!

Tutup mulutnya!

Siapa yang penipu?

Cepat tutup mulutnya.

- Kau bilang aku penipu? - Ada apa?

Aku bukan penipu.

Katamu aku penipu?

Aku bukan penipu.

- Cepat, hentikan. - Aku bukan penipu.

Siapa yang kau sebut penipu?

Katamu aku penipu?

Siapa yang penipu, ha?

Katakan.

Siapa yang penipu, ha?

Siapa yang kau panggil penipu?

Siapa yang kau panggil penipu?

Kau bilang aku penipu?

- Ibu! - Katamu aku penipu?

- Ibu! - Ibu!

- Ada apa? - Tak apa.

- Ayo pulang. - Pergi.

Dengarkan aku.

Aku memang galak.

Meski sepuluh anak buahmu datangi aku,

waktu aku terprovokasi,

aku akan membuatmu

berubah jadi kepiting tanpa capit satu per satu.

- Siapa yang penipu, ha? - Minggir.

- Siapa yang penipu? - Cukup, Ibu.

Apa yang kau lakukan? Ayo kembali.

- Ibu! - Berhenti berkelahi.

Ibu!

Ibu, berhenti berkelahi.

Tenang, Ibu.

Maafkan aku.

- Jangan tersinggung, Putri Ketiga. - Ya.

Berhenti berkelahi.

- Ibu, ayo kembali. - Tenanglah.

Putri Ketiga, bawa ibumu kembali.

Urus urusanmu sendiri.

- Cukup. - Ayo ke paviliun.

Kembali dulu ke paviliun.

Ini belum selesai!

Ayo ke paviliun dulu.

Ibu, bisnis kita sendiri lebih penting.

Dia benar.

Ayo pergi.

- Bubar. - Ayo pergi.

- Pergi. - Bubar sekarang.

Berhenti melihat.

Kau membuatku takut.

Ayo pergi.

Ayo pergi.

Ada trik baru lagi.

Ayo.

Hari ini adalah Festival Pertengahan Musim Gugur.

Restoran Baifan, Restoran Taiping,

dan Restoran Chunfeng semua menjual anggur baru.

Seperti kata pepatah,

"Secangkir anggur, dan harimau ganas berbaring di pegunungan,

dua cangkir, dan naga tidur di kedalaman laut."

Jika kalian minum tiga cangkir

aku jamin perut kalian

akan jadi mulas.

Bagi mereka yang lewat,

minumlah semangkuk sup pengar dari toko kami.

Aku jamin kalian akan dapat lebih sedikit omelan ketika sampai rumah.

Sup pengar dengan plum hitam dan osmanthus

hilangkan dahaga dan menyegarkan dengan aroma harum.

Harga satu mangkuk cuma tiga koin.

Ini murah sekali.

Baunya enak. Aku mau satu mangkuk.

- Aku juga mau satu. - Silakan lewat sini.

Ini tiga koin per mangkuk.

- Ini murah sekali. - Hanya tiga koin per mangkuk.

Nyonya Li,

kau sembunyikan putri yang sangat cantik.

Biarkan dia keluar dan sajikan minuman

kau pasti hasilkan banyak sekali kekayaan.

Benar sekali.

Jika kau terus bicara omong kosong,

aku akan mencungkil mata kodokmu itu

dan menaruhnya di sup pengar

untuk direbus bersama.

- Aku bercanda. - Putri Ketiga.

Sup pengar!

Sup pengar yang sangat aromatik!

Sup pengar osmanthus!

Ada cukup untuk semua orang. Sabar.

Itu terlihat buruk sekali di tengah jalan.

Ibu.

Ibu, ayo.

Duduk di sini.

Ya.

Beraninya kau berbisnis injak-injak kami?

Cepat kirim beberapa orang

untuk jatuhkan wanita vulgar itu.

Ibu, itu bukan hal besar.

Lakukan itu akan buat kita terlihat buruk. Biarkan.

Aku jalani sebagian besar hidupku

sebagai orang baik dan terhormat.

Hari ini, karena wanita bebal dan vulgar itu,

aku kehilangan seluruh harga diriku.

Jika kau putraku,

cepat kirim orang keluar

- hancurkan tokonya… - Ibu.

dan langsung bawa dia ke pejabat

untuk melampiaskan amarahku.

Ibu, kau lupa? Hari ini Festival Pertengahan Musim Gugur.

Pejabat merayakan festival itu. Duduklah.

Tidak ada alasan melibatkan

pejabat atas hal sepele ini, 'kan?

Nyonya Li sudah jadi janda bertahun-tahun,

membesarkan beberapa putri sendirian.

Katanya dia dirundung kerabat

di pedesaan Luoyang.

Makanya dia harus menjual tanahnya

lalu datang ke Bianjing.

Jika kau berselisih dengannya,

seolah keluarga kita menindas mereka dengan kekuatan kita.

Selain itu, keluarga Li adalah besan Lianghan.

Pertimbangkan dia dan keluarganya.

Jika kau buat mereka ditangkap,

bagaimana perasaan Bibi Fan soal itu?

- Tapi dia… - Ibu.

Waktu melihat dia, aku jadi

ingat tahun-tahun waktu ayahku baru meninggal

dan bagaimana kau bertahan dalam kesulitan

membesarkanku dan mengelola urusan keluarga.

Jadi, aku selalu merasa sedikit kasihan padanya.

Dia orang dengan sikap yang kasar,

sementara kau orang berpendidikan dan santun yang dikenal luas.

Mengingat kesulitan janda dan anak-anak perempuannya,

jangan berselisih dengannya.

Ya?

Ya, Ibu.

- Dia punya putri yang menunggu menikah. - Benar.

Dia tak kumpulkan kebajikan demi mereka.

Dia kasar, galak, dan tidak senonoh.

Dalam dua hari, semua orang di Bianjing akan tahu.

- Ya, kau benar. - Jika itu aku,

aku lebih baik mati tanpa pewaris daripada cari menantu seperti itu.

Kau benar. Tenanglah, Ibu.

‪Antar ibuku pulang.

- Aku pulang setelah selesai di sini. - Ya.

Tenang saja.

Jangan marah lagi, Ibu.

Jangan marah lagi.

Berhenti di sana.

Di bawah kaki Kaisar, di zaman bebas dan beradab,

siapa kalian bajingan berani menggoda wanita terhormat?

Kaisar?

Kebetulan, yang duduk di atas takhta

adalah saudara iparku.

Katakan, "bajingan" macam apa aku?

Abaikan dia. Ayo pergi.

- Kau… - Jangan takut, Nona Muda.

Wanita bukanlah kesukaanku.

Bahkan wanita paling cantik

hanya potongan kayu di mataku.

Aku taruhan dengan seseorang

dalam sepuluh hari, aku harus temukan orang di lukisan ini.

Jika tidak, aku akan kehilangan tanahku.

Nona Muda, biarkan aku melihatmu.

Aku takkan buat masalah. Sebaliknya aku akan beri sepuluh tahil emas.

‪- Kemarilah. ‪- Apa yang kau lakukan?

- Diam. - Lepas.

- Dia punya uangnya. - Nona Muda!

- Apa yang kau lakukan? - Apa yang kau lakukan?

- Jangan sentuh. - Sedang apa?

Singkirkan tangan kotor kalian.

- Kalian sedang apa? Tuan Muda! - Singkirkan tanganmu!

- Kalian sedang apa? - Kalian semua buta?

Apa kalian tahu aku siapa?

- Jangan sentuh aku. - Lepaskan!

- Hati-hati, Tuan. - Ini barang bagus.

‪- Aku mau liontin giok itu! ‪- Ikat pinggang itu juga milikku!

- Ikat pinggangku! - Sekarang ini milikku.

- Sekarang ini milikku. - Ikat pinggangku.

Berhenti.

- Hati-hati, Tuan Muda. - Kalian merobek bajuku.

Kak, ayo pergi.

Kalian semua, mundur. Kejar dia.

- Jangan sentuh aku. Singkirkan tanganmu. - Ambil bajunya.

- Tuan Muda! - Jangan sentuh aku.

Ayo pergi. Cepat.

Tuan Muda, kau baik-baik saja?

Tuan?

Apa yang kau tertawakan? Berhenti melihat.

Pergi.

Kau yang pakai tudung, berhenti di sana.

Cih!

Berhenti melihat.

Apa yang kau lihat? Berikan bajumu.

Berhenti melihat.

- Cepat. - Tuan.

Kalian semua, pergi.

Berhenti tertawa, kalian semua.

Apa yang kau tunggu? Cepat kejar dia.

Cepat.

Aku selalu jadi yang merundung orang lain.

Keluarga Li, aku akan mengingat kalian.

- Pelan-pelan. - Malam ini sangat indah.

- Aku mau duduk di pinggir. - Kalau begitu aku duduk di sini.

Hari ini aku yang potong.

- Aku akan potong. - Terakhir kali, kau yang potong.

Jangan berebut dengan kakakmu.

Aku akan memotongnya.

Kalau begitu lakukan.

Kau mau bagian apa?

Aku mau makan isian di dalamnya.

Lalu siapa makan kulitnya?

Kau yang makan.

‪Aku tak mau kulit.

- Aku mau isinya. - Cepat potong.

Keras sekali. Aku tidak bisa potong. Kau saja.

Pada akhirnya harus aku.

Leshan, apa gaya baru di kepalamu itu?

Kudengar di dalam istana,

Istri Shang dan Istri Yang mereka paling disayang.

Dan mereka bersaing satu sama lain secara terbuka dan diam-diam.

Istri Shang suka dekorasi mutiara di riasannya.

Baru-baru ini, itu sangat populer di kota.

Bagaimana? Apa terlihat bagus?

Katakan. Dari mana kau dapat mutiara sebagus itu?

Ibu, kau diam-diam menyubsidi dia lagi.

Aku juga mau mutiara.

Akan kucabut beberapa darimu.

Kau… Buka mulutmu.

Di mana mutiaranya?

Kau yang terburuk.

Ibu.

Fuhui.

Bukankah katamu, mau habiskan Festival Pertengahan Musim Gugur

dengan keluarga Fan dan kembali besok?

Kakak Kedua.

Adik kecil kelima tersayang kita

menyinggung Tuan Yang yang tidak patuh hukum itu.

Bahkan kakak iparmu tak bisa menyelamatkanmu.

Cepat bangun. Berkemas di lantai atas.

Aku akan mengirimmu pergi untuk menjauhi masalah.

Kakak, kau juga harus pergi.

Bianjing sangat berbeda.

Siapa pun yang kau temui di luar, pasti kaya atau bangsawan.

Jadi, Tuan Yang berasal dari keluarga terhormat.

Bagaimana jika dia pejabat?

Jika dia berani datang ke pintu kita,

aku akan mengusirnya dengan palang pintu.

Ibu.

Dia jauh lebih menakutkan dari pejabat mana pun.

Kakak perempuannya

adalah Istri Yang, dia paling disayang Yang Mulia.

Di istana, dia bahkan lebih bergengsi dari Permaisuri.

Yang Mulia baru saja menunjuk kakeknya sebagai gubernur Guizhou

bahkan mau beri Tuan Yang jabatan resmi tambahan.

Jika dia terluka dalam cara apa pun,

Istri Yang akan marah.

Mereka pasti akan minta tanggung jawab seluruh keluarga kita.

Ibu, demi saudari-saudariku

berjanjilah kau tidak boleh bertindak gegabah.

Apa sungguh seserius itu?

Kini bukan waktunya bertanya.

Leshan, aku akan bantu kau berkemas. Pergilah untuk menghindari masalah.

Jika dia mau balas dendam,

aku takut sudah terlambat untuk pergi sekarang.

Fuhui, apa kau lihat sekitar sebelum masuk?

Tiga puluh.

Empat puluh.

Beberapa hilang.

Tuan Yang,

kau bersikeras

kehilangan kantongmu di toko kami,

tapi kantongnya di sini.

Dan tak ada yang menyentuh satu mutiara pun di dalamnya.

Pastikan kau hitung dengan baik.

Awalnya, ada seratus mutiara besar di kantong ini.

Sekarang, setengahnya hilang.

Jika tidak diambil oleh tokomu,

apa ini bisa terbang?

Kau butuh bukti untuk mendukung kata-katamu.

Bukti?

Kata-kataku adalah buktinya.

Kau…

Tepat di depan mata semua orang,

kau ambil setengah kantong mutiaraku.

Kedai Sifu-mu jelas toko mencurigakan.

Ayo kita sampaikan pada pihak berwenang.

Tapi aku menerima negosiasi.

Bawa wanita muda itu padaku

yang merampokku hari itu.

Suruh dia bersujud padaku. Mungkin aku akan senang

dan membiarkanmu lolos.

Jika tidak, kita bertemu di pengadilan.

Begitu gugatan ini dimulai,

itu bisa berjalan tiga sampai enam bulan.

Kau akan dikurung, dan toko ini akan ditutup untuk investigasi.

Sebaiknya kalian pikirkan baik-baik.

Siapa dari kami yang kau cari, Tuan?

Putri Ketiga, Jangan pergi.

Siapa izinkan kau keluar? Cepat kembali.

Bukan kau. Panggil orang yang dari jembatan hari itu.

Apa? Bukan aku yang kau cari?

Kalau begitu itu salahku.

Atau mungkin kau salah alamat?

Ini topi kanopinya. Itu kau. Tidak salah.

Sebenarnya apa maumu?

Putrimu menelanjangi aku di depan umum dan mencoreng reputasiku.

Dia bisa bergabung ke rumahku

atau minta maaf dengan kematiannya.

Bagaimanapun juga, itu nyawa.

Kuputuskan ambil dia jadi selirku.

- Ini adalah hadiah pertunangan. - Kau…

Ibu.

Kau lupa yang dikatakan Fuhui?

Aku akan anggap ini "ya" darimu.

Kesepakatan lisan bukan jaminan.

Ayo ambil rok ini sebagai bukti.

Tiga hari lagi, aku akan kirim hadiah pertunangan tepat waktu.

Nona Muda, kau harus menungguku.

Ayo pergi.

Apa…

Di mana Leshan?

Aku mengunci dia.

Kak, jika kau lakukan ini untukku,

aku tidak akan pernah tidur nyenyak lagi.

Aku tidak mau kau cemas.

Aku akan bicara padanya.

Jika kau datangi dia, aku takut akan ada pertumpahan darah.

Jika melangkah keluar pintu ini, kau meninggalkan ibumu

dan kakak-kakakmu.

Kau sudah janji menahan amarahmu.

Apa kau coba membuatku marah?

Kalau begitu aku akan ke kantor pemerintah.

Aku akan menuduh dia memaksa gadis sipil jadi selir.

Sekarang keluarga Yang berada di puncak kekuasaannya,

siapa yang berani terima gugatan ini?

Bahkan jika seseorang menerimanya,

itu akan ditunda dan disembunyikan.

Bagaimana bisa selamat dari bahaya mengancam ini?

Yang Xian tak berperasaan itu mengambil rokmu.

Jika itu dibawa ke pengadilan,

kepolosanmu bisa dikesampingkan.

Putri Ketiga, kita harus apa?

Jangankan sekantong mutiara,

meski jika itu gunung emas,

kita tidak bisa setujui

permintaan bajingan macam itu.

RESTORAN PAN

Aku sudah beri tahu semua detail masalahnya.

Tolong lakukan apa pun sebisamu

untuk menghilangkan niat jahat Yang Xian.

Terima kasih, Sepupu.

Kau mau aku bantu dia?

Akankah Putri Ketiga menghargainya?

Ibuku berselisih dengan Nyonya Li.

Aku takut dia mungkin pikir

aku pergi untuk menghinanya. Dia mungkin mengusirku.

Kecuali dia secara pribadi minta tolong padaku,

maka aku akan berusaha sekuat tenaga membantunya.

- Jika mau bertemu dia… - Tidak, tak suka ketidakadilan

dan mau membantunya.

Sebelumnya dia sombong dan tidak hormat.

Sekarang dia dalam masalah, dia harus cari bantuan darimu.

Jika tanya aku, sebaiknya jangan terlibat urusan ini.

- Biarkan mereka menangis. - Diam.

Dia ipar sepupuku, jadi dia juga terkait denganku.

Jika tidak bantu dia di saat krisis,

lalu aku orang macam apa?

Waktu bertemu dia nanti,

bersabarlah

dan bicara yang baik.

Jangan bersikap keras kepala lagi dan membawa masalah padaku.

- Kau dengar aku? - Tentu.

Terjemahan subtitle oleh Dwi Retno Wati

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.