All language subtitles for Trap House 2025 1080p WEB-DL.x264.6CH-Pahe.in

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English Download
eo Esperanto
et Estonian Download
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew Download
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian Download
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ini adalah hubungan kerja yang kasar

Jadilah karaktermu.

Karakterku bakal membunuh karaktermu

Ah... oke deh. Oke.

Tapi mobilnya keren banget, kan? Kita bisa gitu.

Beli salah satu mobil keren ini, jalan-jalan keliling negara, aku sama Cody.

- Suatu hari nanti, semoga. / Cody gimana kabarnya?

Ya gitu, terus berharap waktu bakal menyembuhkan,

tapi dia malah makin menjauh.

Pagi ini aku harus nyita kunci mobilnya.

Reaksinya nggak enak banget.

- Bodoh! / Berhenti!

Yes, akhiri dengan kuat!

- Aku kenal dia. / Aku bawa makan siang buat kamu.

- Gombal banget. / Makasih.

- Overcompensating? / Terus-terusan. Khusus buat kamu.

- Wow! / Wow!

Berantakan banget!

Ehm... titipan dari Mama Padilla.

Ah...

Aku udah bilang jangan masak yang berat-berat

kalau lagi ada pertandingan...

Bilang aja aku suka banget dan terima kasih banyak.

- Hei... / Hai semua.

Halo keluarga. Wih, cupcakes.

Ayahmu pagi ini mood-nya gimana?

Jelek banget. Dia nyuri kunci mobilku.

Padahal aku nggak punya cadangan.

Kamu nggak kapok-kapok. Nanti dibunuh dia, bule.

Aku pulang sebelum dia.

Katanya sih dia lembur, jadi...

Mama aku kelihatan tegang banget.

Kayaknya hari ini ada sesuatu.

Mama aku doa ekstra tadi.

Dia selalu gitu sebelum razia.

Sekarang aku bakal khawatir seharian.

Guys, mereka pasti baik-baik aja.

- Iya. / Iya, selalu selamat kok.

Oke, itu dia. Ayo kita mulai.

Sip.

Waktunya beraksi.

Ayo kita mulai.

- Hei... / Hai, señor.

- Hai! / Bensinnya habis?

Habis.

- Tulisannya “ada bensin”. / Maaf, hari ini bensin habis.

Kalau bensin habis, tulisannya harusnya “bensin habis”.

Coba di pom sebelah, kami kosong total.

Jauh nggak? Aku mau ke toilet.

- Kencing di pinggir jalan aja. / Bukan kencing.

Aku mau ngelepasin kura-kura ke alam liar.

Ngerti kan maksudku?

Hei, bajingan.

- Santai. / Mending masuk lagi.

Aku cuma mau ke toilet doang. Santai aja.

Sip. Kerja bagus, Wash.

Waktunya beraksi.

Waduh…

Wah, kamu pakai baju favoritku.

Khusus buat kamu, Padilla.

- Pulang tepat waktu buat makan malam, ya? / Pasti!

Hei guys.

Buat jaga-jaga, HP kita vibrate aja, oke?

- Oke. / Sip.

Hei, selamat menikmati AP Calculus, si kutu buku.

- Oh, pasti seru banget. / Enak ya.

- Beasiswa ke Princeton. / Bye.

Hei, kamu cewek baru, kan?

Iya, makasih udah ngingetin.

- Aku Cody. / Teresa.

Kayaknya kamu sekelas kimia sama aku, kapan- kapan kita belajar bareng yuk.

Aku sebenarnya pengen lulus mata kuliah itu. Tapi makasih.

Kena tolak mentah-mentah!

Bukan ditolak sih.

Lebih kayak... lagi ngumpulin data dulu.

Dia nggak tahu apa yang dia lewatkan.

- Aku mau deh kencan sama kamu. / Oke.

Turunkan senjatamu.

Granad!

Maju.

Sini!

- Aman. / Aman.

Sampai Meksiko semua, ya, sayang?

Dalam dan kotor, kayak ibumu.

DEA nggak beruntung doang.

Ada tikus!

Dan Benito bakal membasminya!

DEA!

Aman.

Berhenti!

Sial, ada kabel jebakan! Mundur! Mundur semua!

Sialan!

Pindah ke kiri, orang tua!

Cepat, cepat!

Cepat!

Ayo!

Ayo!

Terus jalan!

Cepat, cepat!

Semua keluar!

Ayo keluar!

Cepat, cepat!

Aargh!

Sial, sempit banget kayak—

Penembak jitu! Penembak jitu!

Di seberang perbatasan! Seberang perbatasan!

Ada yang kena!

Manny.

Tembak! Tembak!

Cepat! Ayo!

Cepat!

Mohon Jesse Padilla segera ke kantor kepala sekolah.

Ada apa?

Pagi ini aku nggak sempat bilang selamat tinggal ke dia.

Maaf ya.

Jesse…

Aku nggak tahu harus ngapain.

Sialan, Cody. Serius? Udah aku chat berjam- jam.

Ngomong apa? Kan aku udah bilang mau ke mana.

Bukan itu masalahnya.

Malam ini bukan malam yang tepat buat ngilang gitu aja.

Ya Tuhan, Dad. Ayah baik-baik aja?

- Iya. / Ada apa?

Nggak apa-apa, aku baik-baik aja. Cuma…

Aku khawatir setengah mati sama kamu,

karena kamu nggak mau bales chat?

Aku lagi nemenin Jesse, oke? Dia lagi hancur banget.

Sekarang lagi nggak aman.

Kita nggak bisa terus gini. Oke?

Aku udah 18 sekarang. Ayah harus kasih aku longgar sedikit.

Aku cuma minta kamu lebih hati-hati.

- Kalau aku chat, kamu bales. / Oke, maaf.

Seharusnya aku bales chat ayah.

Dengar… aku tahu ini bakal berat,

tapi aku udah ngomong sama orang tua yang lain.

Kami rasa kalian nggak boleh ketemu dulu buat sementara.

- Serius? / Cuma sementara.

Kami paham kok aturannya.

Ada orang lain di sekitar, kita nggak ngomong apa-apa.

Sekarang ini cuma risiko doang. Oke?

- Iya. / Makasih.

Ayo, ayah masakin sesuatu.

Aku udah makan.

Manny adalah yang terbaik di antara kita.

Orang yang sangat peduli pada komunitasnya…

teman-temannya…

Terutama keluarganya.

Suami yang penuh kasih untuk istrinya, Lucy.

Aku sangat bangga pada anaknya, Jesse.

Dia adalah bintang utara kami

dan kami selalu berusaha mengikuti teladannya.

Sepertinya kita punya masalah yang sangat besar.

Di rumah ini.

Dan sepertinya kita lagi diserbu…

Tikus. Tikus. Tikus.

Ada tikus yang ngasih tahu DEA

…tentang terowongan kita.

Dan mereka nyuri keju kita.

Jadi keju kita di mana, hah?

Keju kita di mana?

Vasquez bunuh polisi buat aku.

Jadi dia bersih.

Tapi kalian semua para idiot ini…

Ada berapa tikus di sini?

Siapa tikusnya, bajingan-bajingan?

Kamu ya, temenku?

Kamu tikusnya?

Bukan, bos. Bukan, nggak pernah.

Bunuh dia.

Aku tahu dia sepupu kamu.

Aku yang kasih kalian kerjaan pertama bareng, inget?

Waktu kalian masih bocah.

Jangan, sepupu, jangan bunuh aku.

Jangan bunuh aku.

Kalau kita temukan tikusnya, mereka bakal bawa kita ke babi-babi itu!

Tikus sama babi, serius?

Pertunjukan yang hebat.

Kamu lega sekarang?

- Dia makin jadi, kan? / Nggak kok.

Ini bukan cara hidup.

Dia pernah selamat dari yang jauh lebih parah.

Kamu seharusnya nggak ada di sini.

Keliatannya kamu butuh bantuan.

Kamu membantu di El Paso.

Kamu kehilangan satu terowongan utuh.

Kerja berbulan-bulan sia-sia.

Menurutmu Papito bakal ngapain?

Membasmi tikus-tikusnya. Kayak yang lagi aku lakukan.

Papito beroperasi kayak bayangan.

Pekerjaan yang kamu lakukan di sana sangat penting.

Aku cuma bisa percaya sama kamu.

Ayo mulai. Hari ini kita praktikum lab.

Jadi semua cari pasangan ya. Jangan malu- malu.

- Aku? / Hm-hm.

Waktu kecil aku suka ngebom apa aja.

Kayaknya itu bukan tugasnya.

Yang 13 x 100, yang kecil.

Oh, kamu beneran ngerti? Bukan ngawur?

Sebagian besar ngawur sih, tapi kayak yang aku bilang,

dulu aku kayak ilmuwan gila.

- Dulu nakal banget. / Dulu?!

El Paso sejauh ini gimana? Keren, kan?

- Please bilang kamu bercanda. / Tentu aja.

Aku lagi berusaha suka. Ya mau nggak mau.

Kami nggak bisa balik lagi.

Aku punya hidup lengkap di San Antonio.

Semua temenku di sana.

Tapi sekarang harus mulai dari nol.

Pasti berat. Maaf ya.

Makasih.

Setidaknya aku punya temen praktikum.

- Mulai yuk? / Ayo.

- Cheers! / Siap?

Siap.

Waduh! Astaga!

Boom… ilmu pengetahuan.

Dia bersih.

Halo, saya mau ambil pesanan. Makasih.

Benito tahu itu aku.

Kalau dia tahu itu kamu, kamu nggak bakal ada di sini.

Aku nggak sanggup lagi. Aku nggak bisa bantu kalian lagi.

Aku keluar. Maaf.

Ya sudah keluar.

Itu kesepakatan kita.

Kasih aku beberapa hari buat urus perlindungan saksi.

- Terima kasih. / Ada kabar soal terowongan baru?

Belum.

Aku dengar adik Benito tinggal di El Paso.

- Aku nggak tahu dia punya adik. / Kayaknya namanya Natalia.

Pasti dia di sini pake nama palsu.

- Tahu dia ngapain di sini? / Nggak tahu.

Semua hal tentang dia dirahasiain banget.

- Makasih ya. / Sama-sama.

Ayo, gentlemen!

Hei, ada apa?

Kita kan nggak boleh ketemu.

Eh, aku mau pindah dan ganti sekolah.

Apa? Pindah jauh?

Kami pindah ke rumah tante di Abilene,

delapan jam dari sini.

Pilihannya itu atau ke Spanyol. Aku punya kakek-nenek di sana.

- Ya ampun. / Iya.

Tunjangan kematian DEA ternyata kecil banget,

dan tanpa ayah, kami nggak mampu bayar rumah.

Asuransi kesehatan mama juga mau habis.

Aku rasa aku belum sanggup ngomongin itu sekarang.

Nggak apa-apa.

Hei, sini. Nggak apa-apa.

…berita dari El Paso dan Juárez.

Kamu denger nggak Jesse sama ibunya harus pindah jauh?

Iya, aku denger. Kita bakal dateng. Roadtrip bareng.

Emang nggak ada yang bisa DEA lakuin buat bantu keluarganya?

Terus duit sitaan banyak itu dari razia kemarin kemana?

Masuk anggaran operasional kita.

Biar kita bisa ngejar kartel.

Tapi ayahnya Jesse mati gara-gara ngambil duit itu.

DEA nggak ngerasa berutang apa-apa sama keluarganya?

Iya, aku ngerti, bro, tapi emang gitu sistemnya.

Kita lagi bikin GoFundMe buat mereka. Kita bantu semampu kita.

Jadi kalo kamu mati, aku cuma dapet GoFundMe doang?

- Buat Manny. / Manny.

Aku selalu pengen bisa lebih kayak Manny.

Serius? Dia malah pengen kayak kamu.

- Nggak. / Iya.

Bukan soal kerjaan. Manny itu bapak yang luar biasa.

Eh, bro. Kamu juga bapak yang hebat.

Nggak, Wendy yang lebih tahu cara nemenin Cody.

Bahkan pas dia sakit,

dia tetep ngejaga kita semua… sampe akhir.

Dan sekarang…

Iya.

Aku nggak ngerti apa-apa kan? Aku nggak punya anak…

Lizzy sering bawa Deni ikut latihan.

Iya… Dia pengen Deni masuk juga.

Aku nggak mau Cody deket-deket kerjaan ini.

Anak itu terlalu nekat. Bisa mati nanti.

Aku tahu, aku ngerti, tapi…

Kayaknya dia cuma pengen quality time sama anaknya, kan?

Nggak ada paksaan, nggak ada agenda.

Nanti juga terbuka sendiri.

Kontrol pergelangan tangan. Pegang pergelangannya.

Kalo dia mundur, pegang dua tangan sekaligus.

Bebani badannya. Jatuhkan.

Nah, gitu.

Cara lain, kontrol tangan yang sama, underhook.

Masuk ke bawah terus tarik ke belakang.

Nah, gitu.

- Hai. / Hai.

- Cody kan suka gulat ya? / Iya.

Panggil dia ke sini. Kita lempar-lempar dikit.

- Hari ini cuma nonton aja. / Oke.

Ayo, guys. Lanjut pukul karung.

Hei. Cody ikut aku.

- Cody, apa kabar bro? / Yo Wash, baik.

Ray, aku baru aja nemu rumah jebakan di selatan.

- Mau lihat? / Udah aman?

Polisi udah di sini berjam-jam. Aman kok.

Gimana? Mau lihat rumah jebakan?

Keren tuh.

Nah, ini dia.

Oke…

- Apa kabar, Cody? / Hai. Baik.

- Hai. / Hai.

- Gimana mereka ketangkep? / Kasus susah.

Pemadat pingsan di trotoar.

Nggak ada yang mau bawa masuk.

Cuma mobil patroli lewat doang.

- Susah cari anak buah yang bener. / Iya.

Selamat datang di kehidupan glamor jualan narkoba.

- Jangan pegang apa-apa… / Iya, nggak bakal.

- Ada yang ngomong? / Belum.

Prajurit setia, rekaman penyadapan juga kosong.

Tapi kayaknya ada pusat distribusi di deket sini.

Iya, masuk akal.

- Wash… Reynolds. / Iya.

Adiknya, Natalia.

PFM juga denger rumor, tapi mereka nggak punya apa-apa soal dia.

Nggak ada berkas, nggak ada foto. Kosong.

Ayahnya mungkin udah hapus semua rekaman dia puluhan tahun lalu.

Pasti itu cara dia bolak-balik perbatasan.

Kalo dia emang di El Paso, pasti punya paspor AS,

identitas solid, semuanya terjamin.

Jadi kita nggak bakal nemu dia.

Kecuali dia mau ketemu kita.

Oke. Ayo pulang.

Cody, bentar lagi kita cabut.

Santai aja.

Coba jelasin kegilaan yang keluar dari mulutmu ini.

Kamu mau kita rampok kartel narkoba?

Bukan. Rumah jebakan punya kartel.

Aku baru aja ke salah satunya.

Percaya deh, amatiran banget.

Cuma satu jaga, satu bandar, orang-orang paling bodoh.

Beberapa pemadat tidur di pojokan. Udah gitu doang.

Mungkin dengan duit yang kita ambil,

Jesse sama ibunya bisa beli rumah,

- bayar utang rumah sakit. / Jesse bisa kuliah.

Aku cuma pengen tahu tugas aku apa.

Kyle, kamu bakal punya tugas penting banget.

- Bilang. / Jaga di luar.

Oke, aku jaga.

Kita beneran mau ngelakuin ini apa cuma bercanda?

Deni, aku nggak suka kamu diem aja.

Aku lagi mikir.

Kita berempat udah cukup buat semua.

Aku yang nyetir kaburnya.

Deni, ibumu sering bawa kamu latihan.

Jadi kamu tahu dasar-dasarnya.

Lebih bagus lagi, kamu tahu lokasi semua tempat latihan DEA.

- Jadi… / Kamu pinjem kunci ibumu

terus kita langsung punya akses

ke peralatan DEA kelas atas.

Semua perlengkapan standar, non-lethal, nggak ada yang luka.

Walaupun kita bisa rampok rumah jebakan, terus gimana?

Kita nggak bisa kirim paket duit narkoba ke Jesse lewat FedEx.

Harus bikin perusahaan cangkang di luar negeri

pakai laptop bersih

terus buka banyak rekening bank, tapi setorannya kecil-kecil

biar nggak kena laporan IRS.

Ayahmu dulu kerja pencucian uang, kan?

- Sialan. / Berarti kita aman.

Ini bakal kayak klub survival outdoor

yang kamu coba bikin dulu?

Aku serius. Bajingan-bajingan ini yang bunuh ayahnya Jesse.

Kalo orang tua kita yang mati

dan kita minta tolong Jesse, dia pasti mau bantu.

Kamu tahu dia bakal ngapain.

Aku nggak bilang kita harus lakuin,

tapi ini terdengar sangat benar.

Melakukannya pasti risiko gede banget.

Kita semua bilang mau bantu Jesse, kan?

Nah, ini caranya.

DEA seharusnya yang ngurus mereka, tapi nggak.

Jadi kita yang lakuin. Kita bisa, tapi harus semua ikut.

Aman.

Halo. Saya ambil pesanan.

Semua sudah siap. Pergi aja, nikmati hidup baru kamu.

Terima kasih.

Ada mobil mogok di pinggir jalan.

Senjata!

Semua tiarap! Tiarap di lantai!

Sial!

Gaspol!

Tiarap! Tiarap!!

Ray! Ray, Ray, ayo. Bagus.

Tiarap.

Lihat kamu, bro. Kamu beruntung banget.

Kamu beruntung, hombre.

Kelihatan bagus di kamu.

Natalia Cabrera, ceritain soal dia.

Oke, kami paham. Banyak orang nggak suka ngomong sama kami.

Mereka punya keluarga yang harus dilindungi.

Kamu nggak punya keluarga.

Kamu direkrut dari panti asuhan.

Kamu punya pilihan.

Kamu bunuh agen DEA di Texas.

Walaupun kita nggak bisa buktiin itu,

kita tangkap kamu gara-gara informan.

Orang-orang bakal berebut jadi juri

buat ngasih kamu kursi listrik.

Satu-satunya cara kamu selamat ya ngomong sama kami.

Natalia Cabrera. Kami tahu dia di El Paso.

Dia ngapain di sini?

Wah, oke deh, aku kasih tahu gratis, babi- babi.

Natalia Cabrera ada di El Paso buat kalian.

Dia mau bongkar identitas samaran

semua agen DEA kalian.

Dia lagi gali-gali. Sebar duit.

Mereka bakal nemuin kalian dan habisin

kalian sama seluruh keluarga kalian.

- Hai, Dad. / Hai, nak.

Ada urusan mendadak. Papa pulang malem.

- Oke, sip. Makasih infonya. / Hari ini seru?

Biasa aja. Nggak spesial.

- Jangan pulang kemaleman. / Oke.

- Kita tetep harus hati-hati. / Oke, sip.

- Bye. / Dadah.

Ya Tuhan, dia harus pipis kapan dong.

Kenapa sih ngomong gitu? Sekarang aku juga pengen pipis.

- Aku juga. / Aku juga.

Kalian semua bermasalah sama kandung kemih.

Mau nunggu berapa lama sih?

Aku ada esai yang harus dikumpul jam pertama.

Harusnya ngerjain PR lebih awal kalo malam ini malam kriminal.

- Nggak takut ya, Yvonne? / Takut banget.

Lagi-lagi, ini cuma nembak kartrid.

Kalo meleset, ujungnya tetep bisa dipake buat taser.

- Udah ngerti, udah. / Tugas kamu apa?

Duduk di mobil kayak pecundang

sementara kalian pada keren-kerenan.

Kalo kacau, aku telpon 911.

Aku nggak mau masuk penjara gara-gara kalian panik.

Aku nggak pernah panik. Aku dingin kayak es.

Kita nggak bisa masuk penjara. Kita masih di bawah umur.

Iya, tapi aku udah dewasa.

Paling parah, kita bertiga masuk penjara anak bentar.

Pas 18 tahun, semua catatan ilang.

Cody yang bakal kena tanggung jawab. Ini kan idenya dia.

Makasih ya.

Guys, kita nggak punya senjata asli tapi mereka pasti punya.

Mending aku pake rompi anti peluru juga?

Hei, kita jalan? Beneran mau lakuin?

- Sialan. / Iya.

- Iya. / Sialan.

- Have fun ya tanpa aku. / Mau tukeran?

- Nggak, bye. Keluar. / Mau masuk?

Oke.

- Buat Jesse. / Iya, buat Jesse.

Oke, rencana sama. Serbu bareng, jatuhin lilin,

ambil duitnya, kabur.

- Kita ngapain? / Nggak tahu.

Sini. Lari.

Sialan.

Astaga.

Ya Tuhan.

Aku nggak bisa lihat! Aku buta!

- Oke. Ambil duitnya! / Ayo pergi.

Ada apa sih?

Ayo, ayo, ayo, ayo.

Ini duitnya Cabrera! Kalian salah besar!

- Lari! / Ikut aku.

Sialan.

Sial!

Cody, aman!

- Kita! / Aku tahu kalian bakal selamet.

- Aku nggak telpon polisi! / Kerja bagus!

- Ya Tuhan, gila banget! / Sial.

Kalian baik-baik aja? Ayo pergi!

- Matanya gimana? / Udah mendingan. Mulai balik.

Total duitnya udah diitung. Mau denger?

- Iya. / Semuanya $497.

- Hah… / Hm-hm.

Ya Tuhan.

Kayaknya nggak cukup buat kirim Jesse ke Yale.

Kita orang paling bodoh di planet ini.

Hampir mati cuma buat kurang dari 500 dolar.

Obituari kita bakal menyedihkan banget.

"Remaja lokal dieksekusi. Seharusnya cari kerja paruh waktu."

- Tau nggak? Aku bangga sama kita. / Serius?

- Beneran. / Iya?

Kita beneran ngelakuin dan pas semua kacau,

nggak ada yang panik, kita tetep bareng

saling bantu.

- Itu adrenalin gila banget. / Hell yeah.

Tenang. Nggak usah panik.

Vasquez bakal bungkam. Dia bakal dipenjara. Lagian…

Itu cuma rumah jebakan.

Duitnya juga nggak banyak.

Bukan soal duit.

Ini bikin kita kelihatan lemah!

Pertama terowongan, sekarang ini!

Musim berburu kita.

Kita nggak boleh kelihatan takut.

Ini kejadian di kota kamu, kan?

Cari tahu siapa pelakunya dan bikin contoh.

Si gelandangan bilang rumah jebakan dirampok tadi malam.

Itu cuma smash and grab. Mayat-mayat ini kejadiannya belakangan.

Iya, Benito bukan tipe yang pemaaf.

Kita nemu helm dengan night vision.

Bajingan-bajingan ini bukan orang biasa.

Kelas militer. Aneh banget.

Bukan aneh. Itu DEA.

Mereka lagi bergerak sendiri.

Mereka kehilangan informan, kehilangan temen,

dan sekarang mereka mau balas dendam, itu aja.

Siapa yang bodoh sampe berani nyuri dari mereka?

Aku ragu mereka tahu punya siapa itu.

- Mungkin cuma sekali doang. / Semoga. Demi kebaikan mereka.

- Aduh! Lidahku. / Biar aku ambil.

Oh! Nggak apa-apa. Udah aku ambil.

Jujur, aku agak deg-degan.

Oh, aku… aku deg-degan karena kukira kamu nggak.

- Jadi… / Oh, iya.

…

Maaf, ibu gila ini ibuku.

Oh nggak apa-apa, percaya deh, aku ngerti banget.

- Iya, ibumu juga? / Uh, bukan, ayahku.

Ibuku udah meninggal, jadi…

- Ya Tuhan, maaf ya. / Oh, nggak apa-apa. Makasih.

Udah tiga tahun lalu. Leukimia, jadi…

Kamu sama orang tua kamu gimana? Masih bareng atau…?

Cerai. Ayah entah di mana.

Dia punya anak lagi terus mutusin, “punya anak kok gini amat”.

Kalau ditanya aku, ayah yang overprotektif malah kedengeran enak.

Jadi, ayahmu kenapa?

Dia dari dulu kerjaannya nomor satu.

Kerja di konstruksi, project manager.

Tapi sekarang tinggal dia doang, jadi harus jadi orang tua.

Kayak, siapa lagi yang jaga aku biar tetep hidup.

Maaf? Jaga kamu biar hidup?!

Kamu ngapain tiap weekend?

Kayak dia ngerasa berutang sama ibuku.

Cuma pekerjaan lain yang harus dia lakuin.

Keren ya keluarga kita.

Makanya kita cocok jadi partner lab.

Aku kasih misi buat diri sendiri.

Aku bakal bikin kamu seneng pindah ke sini.

Aku bakal bikin kamu jatuh cinta sama El Paso.

- Iya. / Cowok ini suka tantangan.

Iya, bentar, kita lagi dikasih info.

- Mama kamu gimana, Jesse? / Uh, baik-baik aja.

Cuma lagi cari kerja,

yang agak susah…

Ya Tuhan! Bisa diem nggak kalian semua, semute!

Hei, aku lagi telpon! Berhenti!

Aku keluar dulu ya ngurusin ini.

- Boleh telpon lagi nanti? / Iya, tentu aja!

Makasih!

Aku nggak bakal punya anak.

Kasihan Jesse.

Kita nggak dapet cukup dari rumah jebakan itu.

Gapapa. Kesalahan pemula. Nggak bakal keulang.

Iya, karena kita nggak bakal ngerampok rumah jebakan lagi.

Selanjutnya kita sasaran kurir duit Cabrera.

- Jadi sekarang gimana? / Kurir yang ngumpulin duit

dari bandar-bandar. Disebar ke bisnis cash

yang dikuasai kartel buat nyuci duit.

- Keren. / Iya.

- Cody! / Aku serius.

Ini kurir kita. Mereka panggil dia El Viejo Malhumorado.

- Kakek tua pemarah. / Keliatannya kayak gelandangan.

- Hm. / Lumayan cakep.

Idenya tetap low profile.

Tiap minggu dia muter rute yang sama di El Paso.

Laundromat, pegadaian, bar.

Vannya pasti penuh duit.

- Penuh apa? / Setengah juta. Minimal.

Itu udah cukup buat Jesse sama ibunya hidup nyaman.

Jadi, kalian pikir gimana?

- Aku ikut… / Yes.

Asal kita nggak asal-asalan lagi.

Kali ini kita beneran punya rencana.

El Viejo muter rute sama tiap minggu?

- Iya. / Mantap.

Berarti kita punya waktu buat bener-bener mikirin.

Kalo kali ini kita lakuin dengan cerdas, aku juga ikut.

- Berarti kita cerdas. / Aku juga ikut ya.

Jelas.

Jadi, mulai dari mana?

Aku tahu orang tua kita bakal mulai dari mana. Recon.

Recon sebanyak-banyaknya.

El Viejo selalu diikuti dua pengawal bersenjata

naik sedan.

Kita nggak mungkin jalan mendekat terus taser mereka.

Bener. Buat mereka kita butuh senjata berat.

- Shotgun kantong kacang. / Non-lethal.

Cuma bikin orang ambruk sementara.

Shotgun kantong kacang. Aku bisa pake itu.

Kyle, aku nggak tahu. Aku sama Deni dari kecil berburu. Kamu nggak.

Aku selalu ngalahin kamu di Fortnite. Jadi aku jagonya.

Kalo mereka tahu, kenapa DEA nggak langsung tangkap dia?

Dia bukan target utama mereka.

Mereka lagi ngumpulin info doang sekarang.

Mereka pasang GPS di van-nya, liat dia ke mana,

- sama siapa dia ketemu. / Kita lakuin hal yang sama.

Kita pastiin orang tua kita nggak ngikutin.

Ini tempat kita lakuin.

Daerahnya harusnya sepi

jadi nggak ada lalu lintas.

Gampang masuk-keluar cepet.

Pelanggan gimana?

Kita nggak mau ada yang lihat.

- Kyle, itu tugas kamu. / Kyle dapet tugas?

- Aku ikut! / Iya, dia ikut.

Hari H, HP kita tinggal di sekolah.

Biar history lokasi bersih.

Pas dapet van El Viejo, kita taruh di mana?

Rumah kakekku. Di luar kota.

Ada gudang tua. Sempurna.

Ayo jalan!

- Lepasin dia! / Kuterbilang jatuhin!

Oke.

Sial. Nggak, nggak, nggak.

Ayo, ayo, ayo.

Sial.

Aku dapet kuncinya!

Aku pegang dia! Ambil ini.

- Ayo. Cabut. / Kita kabur!

- Kurang ajar lu! / Yoo-hoo.

Coba kantong kacangku, brengsek! Fortnite kan kukatakan!

Keren!

Ayo, cabut. Gas, gas, gas!

Bagus banget, Kyle.

Gila! Liat tadi nggak? Kepala kamu oke, Deni?

Iya. Kamu oke?

Iya, dia jauh lebih cakep di dunia nyata.

- Bingo! / Whoa!

Dia masih ngejar! Belum selesai!

Kalo sampe dikejar polisi, kita habis,

jadi tetep pake masker!

Pintu!

Mundur, aku yang urus. Aku jagain kalian!

- Sial! Maaf! / Gapapa! Pintu kebuka!

Sekarang!

Kutangkap lu, bajingan tua.

Woo!

Fortnite!

Woo!

Ya Tuhan! Gila banget.

- Wow, liat tadi nggak? / Tunggu. Selfie dulu.

Iya, aku harus tutup. Hei, El Viejo. Kita dapet dia.

Iya? Tolong bilang kepalanya masih nempel.

Kali ini kita beruntung.

Dia langsung masuk ke kantor cabang.

Pintar.

Dia tahu Benito bakal bunuh dia karena kehilangan kiriman itu.

- Mau perlindungan saksi? / Kira-kira?

Aku lihat apa yang dia tawarin.

- Jadi tim ya? / Iya, ada empat orang.

- Dua cewek dua cowok. / Kamu liat wajahnya?

Nggak, mereka pake gas air mata.

Semua pake masker gas. Aku nggak bisa lihat.

- Kartel? / Ya Tuhan. Bukan. Bukan.

Kalo kartel aku nggak bakal di sini.

Ini berantakan, bukan profesional.

Bisa dibilang… mereka berhasil nyerang kita tiba-tiba.

Tapi dua pengawal aku, aku bisa ceritain semuanya.

Ya Tuhan. Orang-orang itu udah kabur jauh, kamu tahu.

Ayo, kasih sesuatu yang naik ke atas.

Aku… aku cuma ngurus bagianku—

Kamu tahu apa soal Natalia Cabrera?

- Ya, aku pernah denger namanya. / Tahu wajahnya kayak apa?

- Nggak, aku— / Ayo, bro.

Mau WITSEC harus kasih lebih dari itu.

Aku nggak bisa kasih Benito sama orang-orang atasannya, oke?

Aku bisa cerita lebih banyak soal cara mereka muterin barang.

Aku bisa cerita soal truk bir. Itu sesuatu.

Siapa yang ngerjain ini?!

Kenapa kalian belum nemu? Bilang!

Seluruh jaringan kita hancur.

Aku harus mulai dari nol lagi.

Aku bakal nemu mereka!

Ini babi-babi DEA.

Mereka lagi ngeledekin kita!

Pasti mereka lagi ketawa ngeliat kita. Pasti mereka!

DEA nggak operasi kayak gitu.

Oh iya? Terus apa?!

- Jangan paranoid. / Aku mau…

Aku mau nama-nama agen DEA, kamu harus buktiin ke aku.

Aku mau nama mereka. Aku mau wajah mereka.

Aku mau alamat mereka. Aku mau mereka mati…

Aku mau istri sama anak-anak mereka mati. Hewannya juga!

Pasang jebakan!

- Teresa. / Aku harus ke kelas.

Maaf aku jarang ada, beneran.

Cuma gulat lagi gila-gilaan.

Gapapa, aku cuma nggak butuh ini.

Aku mau tebus. Jalan-jalan hiking bareng aku yuk.

Aku tahu tempat keren, bakal epik.

- Nggak tahu. / Kalo kamu nggak mau…

aku bakal terlalu hancur buat belajar, terus kita berdua bakal gagal kimia.

- Ini pemerasan. / Ini sebenarnya pemerasan juga sih.

Oke.

- Wow! / Iya, tahu.

Dulu ibuku suka bawa aku ke sini. Dia suka banget gunung.

Ibunya kayak apa?

Lembut banget.

Selalu bercanda

nggak sabar jadi nenek-nenek kecil.

Tapi tetep punya sisi mama bear,

jadi jangan coba-coba macem-macem.

Pernikahannya bahagia? Mereka bahagia nggak?

Iya, bahagia. Aku nggak ngerti caranya gimana,

karena ayahku super tertutup dan ibuku super terbuka.

Aku kangen banget sama dia.

Nanti abis ini kamu balik cuek lagi nggak?

- Hah? Nggak. / Yakin?

- Yakin. / Oke.

Aku suka banget sama kamu.

Aku juga suka sama kamu.

Kalian pikir apa?

Kedua kalinya Cabrera kena.

- Nggak mungkin kebetulan. / Aku setuju sama Ellie.

Bisa jadi kartel saingan. Kita udah hancurin terowongan mereka.

Cabrera lagi lemah. Ada yang lagi gerak.

Beneran yakin ini kartel?

Harusnya lebih berdarah-darah.

Kita nggak denger apa-apa di sadapan

- soal kartel lain. / Mungkin dari dalam.

Beberapa orang tingkat menengah lihat situasi goyah,

mutusin ambil bagian sendiri.

Masalahnya sama. Mana darahnya?

Aku belum pernah lihat sicario pake peluru kantong kacang.

Oke, satu kemungkinan lain.

Dua tempat yang kena itu tempat yang lagi kita sadap.

Kamu mikir dari dalam?

Kita sadap banyak tempat, nggak berarti apa- apa.

Coba pikir. Pas ngerampok El Viejo,

perampoknya sempet-sempetnya cabut GPS tracker kita.

- Kayak mereka tahu itu ada. / Iya.

Atau mereka cukup pintar

cek tracker di mobil kartel.

- Aku juga bakal cek. / Jadi kamu pelakunya?

Iya, aku yang ngerampok El Viejo.

Tahu siapa yang pake peluru kantong kacang?

Aparat penegak hukum. Tahu siapa lagi? Nggak ada.

Iya, tapi nggak mungkin salah satu dari kita.

Nggak ada yang gila sampe ngelakuin itu.

Oke, jadi mungkin bukan kita tapi kantor ini gede.

Lihat-lihat sekitar.

Iya… oke.

Mulai sekarang semuanya lockdown.

Info soal Cabrera cuma buat orang dalam.

Yep.

Kita dapet sesuatu dari sadapan.

Mereka ngomongin terowongan baru. Kita dapet lokasinya.

SENYUM!

Masker! Masker!!

Mereka tahu kita sadap telepon itu.

Iya, kamu bener. Kita punya masalah besar.

Sial!

Kurang ajar!

Wow, lihat tempat ini. Kerja bagus.

Papito bakal bangga sama kamu.

Itu yang aku butuhin.

Berapa lama sampe kita operasional lagi?

Truk bir dateng hari Selasa.

Mm-hm. Iya, aku tahu.

Lihat.

Surprise! Lihat ini.

Foto hari ini.

Oh, lihat cowok ini.

Lihat, ganteng banget!

- Hei… / Hei.

Hei… aku harus kasih kamu jam malam.

Hah? Kenapa? Aku ngapain?

Bukan kamu. Aku nggak mau kamu keluyuran malam-malam sekarang.

Mulai sekarang pulang sebelum jam 9, oke?

Ayo dong… itu ngaco.

- Cody, jangan mulai. / Kalo kartel mau nembak kita,

pasti mereka bisa lakuin pas jam kerja.

Rencana kamu apa? Kerja sampe salah satu dari kita mati?

Kamu mau kurung aku di kamar

biar kamu bisa perang lawan narkoba?

Ngomong-ngomong, narkoba udah menang. Aku udah 18. Kamu nggak bisa ngatur aku.

- Cody… / Kamu mau ngapain?

Cody!

Cody!

Iya, nggak apa-apa. Lucy, tentu aja. Sama- sama.

Emang duitnya nggak segitu banyak kok.

Bisa ulang lagi?

Wow. Nggak, itu keren banget.

Kamu tahu kan kita semua sayang banget sama kamu? Sapa Jesse ya.

Itu tadi Lucy Padilla.

Dia nelpon buat ngucapin terima kasih ke semua orang atas duitnya.

Katanya di GoFundMe ada sekitar 80 ribu dolar.

Dalam beberapa minggu terakhir naik jadi 300 ribu.

- Uh, itu… / Iya…

Wash, kasih aku daftar semua staf yang udah dikasih tahu info.

Dudukin mereka, tanya alibi. Mereka bakal kesel,

- tapi kita lakuin aja. / Yep, lagi aku urus.

Oke, pasti viral atau apa gitu

soalnya donasi masuk banyak banget.

Oh… itu Cody.

- Hei, bro. / Hei.

- Bilang kabar baiknya. / Iya, oke.

Jadi GoFundMe-nya udah enam digit dan masih naik terus.

Hah?! Gila… seneng banget denger itu, bro. Keren.

Mukjizat beneran, bro.

Kita mungkin bisa beli rumah dan balik ke El Paso,

yang bakal luar biasa.

Ya Tuhan, rumah. Aku seneng banget buat kalian.

- Oh, kita harus tutup. / Oke, bye.

- Oh, kalo dia tahu aja. / Aku punya rencana buat yang berikutnya.

- Hah, apa tadi? / Aku dapet info bagus dari ayahku.

- Kita nggak bisa berhenti sekarang. / Kita udah berhenti.

Pas lagi untung. Itu saatnya berhenti.

Kali ini kita ambil sedikit buat kita sendiri.

Kamu udah hampir 18.

Kita bisa pergi jauh banget dari El Paso.

Kita bisa kuliah, buka usaha, jalan-jalan.

- Santai bro. / Kyle, ayo. Gimana?

- Um… / Sekali lagi?

Nggak tahu, mungkin kalo yang lain ikut, ya.

- Bukan, nggak semua ikut. / Iya, lagipula Jesse udah aman.

Kita udah selesai, bisa santai sekarang. Ini bukan kita.

Kamu tahu nggak kalau orang tua kita nggak peduli sama kita.

Besok mereka bisa ketembak, kita nggak punya apa-apa.

Aku bicara buat diri sendiri, aku bakal nggak punya apa-apa.

Aku udah kehilangan satu orang tua. Jesse juga.

Persetan sama kartel sama DEA.

Kita rampok truk bir, kita bebas dari semuanya.

Bro, aku nggak tahu kamu lagi dateng bulan apa…

tapi…

Deni, kamu oke?

- Ya Tuhan, Deni. / Sial. Aduh, sial.

- Deni? / Deni, kamu oke?

- Whoa… Deni… / Baringin, baringin.

Mau air?

Deni?

Hei… Hei, sayang. Deni, hei. Hei.

Obat biusnya tahan berapa lama?

Dia bakal sadar sebentar lagi.

- Hei. Kamu oke? / Iya.

- Beneran? / Dia gimana?

Mereka mau tes lagi,

tapi gegar otak.

Gejala tertunda katanya,

padahal aku pikir minggu lalu dia jatuh dari tangga.

Sampai hari ini dia baik-baik aja.

Seneng kamu ada di situ. Bisa lebih parah.

Iya.

Aku cuma nganter Lizzy, tapi aku harus balik kerja.

- Oke, ketemu di rumah. / Bye.

- Hei, Cody… / Iya.

Kapan kamu bilang Deni jatuh dari tangga?

Nggak pasti. Aku nggak ada di situ. Kayaknya minggu lalu.

- Oke. / Iya. Sampai jumpa.

Mama kamu bilang boleh kujenguk, kalo kamu mau ketemu aku.

Kamu gimana?

Capek banget.

Maaf. Aku lagi jadi brengsek banget dan…

Kamu nggak bikin aku gegar otak, tapi setuju soal brengseknya.

Ada yang bisa kulakuin? Aku mau tebus salahku.

Temenin aku di sini aja.

Makasih udah dateng. Aku tahu kamu nggak suka rumah sakit.

Gapapa kok.

Ada apa sih sama kamu, Cody?

Ayahku…

Sama aja. Aku males cerita.

Sayang banget, soalnya aku pengen ngomongin itu. Jadi…

Ayahmu tipe pelindung. Cowok klasik.

Dan pas mama kamu sakit, dia nggak bisa ngapa-ngapain.

Dia nggak bisa nyelametin mama. Nggak ada yang bisa.

Yang bisa dia lakuin cuma nonton.

Sekarang tinggal dia sama kamu dan dia takut banget

kehilangan orang terakhir yang dia punya.

Takut banget.

Jadi kalo dia jagain kamu ketat,

bukan karena dia nganggep kamu lemah atau masih kecil.

Karena dia sayang kamu. Ayahmu sayang kamu, Cody.

Itu cara dia nunjukinnya, karena dia nggak tahu cara lain.

Ya Tuhan, seneng banget dia udah oke. Sapa dari aku ya.

Iya, nanti aku sampaikan.

Biar nggak kaget, mama aku orang kolot.

Aduh.

Bukan, bukan yang jelek. Cuma dia pengen ketemu kamu.

Kamu mau dateng makan malam mungkin hari Kamis?

Aku bakal sangat berterima kasih.

Oh, kalo gitu mah.

Truk bir bakal isi bensin. Kita sikat di situ.

Diem! Ketemu Kamis ya.

Nggak tahu. Cuma dijadwalin berhenti sekali

dan pom bensin itu pasti terang benderang.

Kalo ada cara lain, kamu tahu aku ikut. Cuma…

aku nggak lihat caranya.

Oke, teman-teman. Aku nggak bisa stres ini cukup.

Detail operasi ini jangan sampai bocor dari ruangan ini.

Oke, truk bir bakal isi bensin di sini.

Pom bensin di Highway 62 pas gelap. Paham?

Abis isi bensin, dia bakal lewat jalan sepi ini

dan di situ kita sikat.

Hei, maaf, ada urusan mendadak. Kamis aku nggak bisa.

Jangan brengsek. Kamu nggak boleh batalin mama aku.

- Nanti aku ganti. / Kayaknya nggak.

Jumat… kamu sama mama kamu dateng ke sini.

Aku sama ayahku seneng masakin kalian. Gimana?

Sebenernya…

Iya. Itu manis banget. Mama aku pasti suka.

- Oke, mantap. / Tapi tetep brengsek.

Brengsek total.

- Hei. / Hei.

Boleh nanya sesuatu nggak?

Boleh. Apa?

Awalnya aku nggak mau bilang, tapi seharusnya aku bilang.

Aku lagi deket sama cewek di sekolah.

Dia ngajak makan malam sama mamanya.

Tentu aja aku bilang iya, tapi akhirnya aku batalkan, jadi…

Kenapa dibatalin?

Latihan gulat sama yang lain-lain.

Aku juga janji jenguk Deni.

Terus aku bilang ke dia

kalo dia sama mamanya boleh dateng Jumat buat makan malam.

Maaf. Aku tahu harusnya nanya kamu dulu, tapi—

- Mau aku bantuin kabur? / Iya.

Bro code, kan? Oke.

- Keren— / Hei.

Kamu denger soal GoFundMe buat Lucy sama Jesse?

Iya, Jesse nelpon aku

katanya meledak di TikTok atau apa gitu.

Gila sih. Iya.

Syukur deh ada TikTok, apaan sih itu.

Becanda doang.

Besok aku pulang malam, tapi kamu pulang sebelum jam 9.

- Pasti. / Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Bakal berhasil. Aku yakin.

- Kalo ramalan cuacanya salah? / Kita kabur aja.

Oke, aku kabur. Aku udah kabur.

Gapapa. Aku sama Kyle bisa sendiri juga bisa.

- Kalian bakal mati! / Kita bisa kok.

Ramalan bener. Anginnya kenceng banget.

Ayo.

Sudah di posisi.

Sudah di posisi.

Sudah di posisi.

Awasi truk bir.

Keliatannya ada pengawal.

Copy. Lihat truk bir.

Satu mobil pengawal, tiga orang di dalam.

Ayo!

- Oke. / Siap? Ayo kita lakuin.

Oke.

Sekarang!

Apaan sih ini?

- Ray, kita ngapain? / Wash, tahan posisi.

Albright, Matthews, kita sikat di situ.

Copy. Ayo.

Jangan biarin mereka balik ke jalan.

Ayo!

Sial! Kuncinya nggak ada! Sial! Cek sakunya!

Ini dia!

DEA, semua ke bawah! DEA, tiarap!

- Sial! / Kyle, cabut.

DEA!

Tiarap. Tiarap!

Sial, itu mama aku!

DEA, tiarap!

Jatuhin senjatanya!

- Kyle, ayo. / Oke, oke.

Ayo, ayo!

Wash, truk bir ke arah kamu.

- Aku kejar. Aku hancurin. / Batal. Batal.

Aku yang urus!

Aku cuma mau pulang. Maaf. Ini bukan yang aku daftar!

- Kita aman, aman! / Nggak, kita nggak aman!

Sial. Sial. Sial.

Aku yang urus!

Apaan sih?!

Wash, batal.

Cody, pelan!

Batal! Ini perintah!

Kurang ajar!

- Kamu oke? / Nggak! Aku nggak oke, Cody!

Maaf. Oke, maaf.

Aku cuma mau pulang, bro. Aku mau pulang.

Hei… hei! Tadi apa? Ada apa?

- Lihat wajahnya? / Aku bisa ngejar mereka!

Ray, aku tahu apa yang lagi terjadi!

Padilla, bukan salah kamu. Bukan salah aku, oke?

Kejadian. Dan dia pasti pengen kita lanjut.

Dia pasti pengen kita tetep ambil risiko. Kerjain tugas kita.

Iya, aku tahu kamu bener. Makasih.

Ya Tuhan.

Kalian ngapain sih?

Aku tahu. Tadi kelewatan banget.

- Kamu bilang kelewatan? / Yvonne, orang tua kita ada di situ.

Apa? Mereka oke?

Iya, mereka baik-baik aja. Berantakan banget.

Barangnya nggak dingin.

- Mustahil. / Duitnya mana?

Ya Tuhan.

Cody, berhenti! Berhenti! Nggak ada duit!

Ini nilainya, entah…

Satu juta. Puluhan juta dolar!

Duit yang kita curi dari kartel tadi apa-apa!

Mereka bakal cari ini!

Aku tahu!

Kalo ada tracker di dalemnya?

- Nggak ada! / Kamu tahu dari mana?

Karena kalau ada, kita udah mati sekarang!

Yvonne cerita ke aku. Kurang ajar, Cody!

Semuanya bakal baik-baik aja. Kita lagi bersihin sekarang.

Seharusnya kita berhenti setelah El Viejo.

Ini udah selesai, Cody. Harus selesai.

Iya, pasti selesai.

Hei. Jadi aku udah dudukin semua orang yang tahu soal Cabrera.

Semuanya punya alibi buat semua perampokan.

Iya, bagus. Sip.

Tapi bukan berarti mereka nggak bisa bocorin info.

Ke temen atau keluarga, bahkan.

Iya, bisa aja. Banyak kemungkinan.

Iya.

Ya, kalau kita nggak dapet mereka, kartel yang bakal dapet, kan?

Dan mereka nggak pernah lupa.

Cody, keluar sini.

Ya ampun, aku kira kamu lupa.

Aduh, sial.

- Hei. / Hai.

Hai!

Hai, eh, silakan masuk. Cantik banget.

- Makasih. / Iya, Dad, ini Teresa. Teresa, ini Dad.

Hai.

Pak Seale, senang banget ketemu Bapak.

- Iya, sama. Panggil Ray aja. / Ray, ini ibu saya.

- Hai Ray. / Apa kabar?

- Panggil Lydia aja. / Lydia…

- Cody, akhirnya ketemu juga. / Iya.

Teresa cerita terus soal kamu.

- Kan? / Mam…

Oke… ayo masuk.

Lihat, aku udah bikin dia malu.

Ya namanya juga orang tua, tugasnya gitu, kan?

Kita dulu lebih banyak komersial,

tapi sekarang fokus ke residensial.

Kayaknya semua orang pindah ke Texas.

Iya, bener.

- Di situ duitnya. / Kamu oke?

Iya.

Em… maaf, toiletnya di mana ya?

Lorong sana, pintu kedua kanan.

Oke.

Kamu yang masak? Enak banget.

Makasih.

- Ya ampun, tujuh jam. / Tujuh jam.

- Iya, sekitar tujuh jam. / Wow, lama banget.

Iya. Dulu sering mancing ke sana.

Jadi orang tua tunggal susah ya?

Gimana caranya ngatasin?

Aku harus lepasin ide soal “sempurna”.

Sempurna ikut pergi bareng ayahnya.

Aku puas sama yang terbaik yang bisa aku kasih.

Keliatannya kamu berhasil banget sama dia.

Eh… iya, semoga sih.

Nggak ada yang kasih tahu kalau kita jadi orang tua yang buruk, kan?

Iya, cari tahu sendiri.

Cody anak baik.

Hatinya besar.

Cuma kadang ambil keputusan buruk.

Maaf, aku nggak bermaksud nakutin anak kamu.

Tenang aja. Nggak bakal kabur kok.

Iya.

Keluarga itu susah. Percaya deh, aku tahu.

Iya.

Ada pepatah gitu kan? Teman bisa dipilih…

- Tapi keluarga nggak. / Iya.

- Betul, cheers buat itu. / Salud.

- Makasih banyak. / Makasih udah dateng.

- Senang banget. / Dadah, Cody.

- Semuanya oke? / Besok kita keluar kota yuk.

Mancing. Udah lama kita nggak gitu.

Biar kita bisa ngobrol.

Oke.

Bagus.

Mereka bakal bawa kita ke seluruh tim DEA.

Apa?

Hei, ada apa?

Hei, Cody. Makasih buat makan malamnya.

Teresa?!

Seneng bisa kenal kamu lebih dalam.

Kamu nggak bakal percaya lagi setelah ini, tapi beneran.

Sekarang kami mau truk bir kami balik, beserta semua isinya.

- Deni di mana? / Penting kamu tetep tenang.

- Penting buat Deni. / Biarin aku ngomong sama dia.

Oke.

Cody, jangan dateng ke sini!

Oke, cuma… bilang aja mau apa.

Aku kirim lokasi.

Dateng bawa truk bir kami dalam dua jam atau Deni mati.

Ayahmu muncul, Deni juga mati. Ngerti?

- Iya. / Sampai ketemu ya.

Cody! Tiarap!

Wash, aku diserang. Identitasku ketahuan. Panggil semua orang.

Sial.

Hei, semua oke?

Albright sama Reynolds baik-baik aja. Mereka lagi ngunci kantor sekarang.

- Syukur. / Alhamdulillah.

Dengar, kamu bilang Cody lagi jenguk Deni di rumah sakit,

aku udah di sini, dan Deni nggak ada di kamarnya.

Matthews lagi panik.

Lacak HP Cody. Cari lokasi dia sekarang.

Dan cek ID Lydia sama Teresa Flores.

Oke. Dengar, semuanya bakal baik-baik aja. Oke?

Lydia Flores… EPPD baru nyampe rumahnya. Rumahnya dibakar.

Nggak ada tanda-tanda dia atau anaknya.

Jalan pelan-pelan.

Dekati lokasi ekstraksi dengan sangat hati- hati.

Awasi tembak silang dan latar belakang.

Jangan tembak, aku bawa bom! Jangan tembak!

Jangan tembak, jangan tembak! Aku bawa bom!

Bom?

Kamu ilmuwan gila.

Bisa aja beneran, dia ngerti beginian.

Kita sekelas kimia bareng.

Bener nggak, Cody? Seru kan waktu itu.

Kamu tahu dari awal?

Kita tahu ada anak-anak DEA di sekolah, tapi nggak tahu siapa.

Aku lihat kamu nongkrong. Teman-teman aneh banget.

Bikin aku penasaran.

Terus setelah serangan terowongan, kami bertanya-tanya

apakah kami bikin anak yatim,

tapi aku baru yakin setelah kita tidur bareng.

Keren buat kamu.

Kamu menang.

Sekarang lepaskan Deni aja.

Lihat, bagus banget!

Truknya keliatan bagus.

Tapi kenapa mereka masih hidup?

- Aku bakal nyalain ini! / Enggak bakal.

Itu bukan bom.

- Lihat dia, cuma gertak sambal! / Lihat aku!

- Iya kami lihat! / Bunuh bajingan—

Sial.

Bunuh dia. Bunuh!

Bunuh bajingan itu!

Bajingan!

Sialan.

Ke sini!

Ayo!

Tiarap. Tiarap!

Ayo, ayo, ayo!

Bawa dia. Kita tukar.

Ikut kakakmu.

- Benito! / Nanti aku nyusul.

- Jagain adikmu! / Cepet!

Pergi!

Kurang ajar, Cody!

Hei!

- Sial! / Kurang ajar, Ray!

Ray!

- Benito gimana? / Mati.

Berhenti! Aku muak sama kamu, bocah!

Kamu gila apa gimana?

Natalia, belakangmu!

Tidak!

Tidak!

Ray, kamu di mana?

- Di terowongan depan kamu. / Deni.

Tidak.

Dad, maaf!

Maaf!

Diam.

Berhenti. Berhenti. Dad, tolong berhenti!

- Diam. / Tolong berhenti.

Ray!

Dengar. Mereka culik kamu sama Deni dari rumah sakit.

Mereka hajar kamu habis-habisan. Mereka bawa ke sini. Ngerti?

Mereka culik dan hajar kamu habis-habisan. Ngerti?

- Ray?! / Ngerti? Maaf.

- Kita baik-baik aja. / Baik?

Iya. Kita baik. Iya.

Deni! Kamu oke?

Ada apa?

Em… mereka em…

Mereka… hajar aku sama Deni habis-habisan.

Culin kami dari rumah sakit dan bawa ke sini.

- Kamu oke? / Iya, Mom, aku oke.

Aku sayang kamu, Cody. Aku sayang kamu, Nak.

Aku juga sayang kamu, Dad. Sayang banget.

Baik?

Iya.

Dia bakal oke. Dia kuat.

Mereka udah selesai, kan?

- Maksudnya? / Anak-anak itu, udah selesai…

jadi bodoh.

Mending mereka selesai.

Ayo.

Guys, mulai dari collar tie-up 50-50.

- Hei, Ray. / Iya.

Harus pelan-pelan sama anak bos?

Nggak, dia bisa jaga diri sendiri.

Nah gitu. Bagus. Guys, ganti pasangan.

Ayo, bro.

- Kamu sama aku, bro. / Oke.

Ini bukan cara hidup, Papito.

Selamat datang di rumah!

- Ya Tuhan. / Seneng ketemu kamu.

Kalian balik. Aku seneng banget.

Oh iya. Bawa makanan Meksiko?

- Eh… sushi. / Sushi? Mewah.

Em, ya, selamat datang di rumah baru kami.

- Boleh aku kasih tur? / Boleh.

- Iya, ayo. / Oke, sini.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.