Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kunjungi kalengpoker.com Poker Online Aman dan Terpercaya
Bonus New Member 100%
Turnover 0.5% cashback 0,5%, Menangkan Iphone terbaru
Hei, berhenti bercanda.
Hei, Kayu.
Diam, aku di babak final.
Aku hanya perlu mengumpulkan senjata,
Melempar bom asap, membunuh bosnya,
Tembakan kepala, penyelamatan helikopter,
Lalu aku menang.
Cepat, simpan ponselmu. Jangan buat aku terlibat masalah.
Tunggu, tunggu, tunggu.
Layarnya membeku?
Penerimaan sinyal di kamp ini sangat buruk.
Ayo kita pergi.
Kopral Tan Kayu, Kopral Tazan.
Astaga, apa yang kau lakukan?
Bahkan Ibumu tahu jika semua orang harus berdiri tegap...
...saat mendengar lagu kebangsaan!
Kalian justru mengobrol selama tugas jaga.
Apa ini?
Bermain gim? Kerja bagus!
Perintah resimen Sersan Mayor,
Seluruh ponsel dilarang selama kamp pelatihan ini.
Sobat, tenanglah. Kami bukan rekrutan lagi.
Siapa yang kau panggil "Sobat"?
Apa ini?
Tidak menghormati istrimu?
Kau mau aku melaporkanmu?
Aku sudah bilang sebelumnya,
Tubuh bagian atasku tidak kuat untuk bertugas. Aku tak bisa pegang senapan.
Bahkan, aku bukan prajurit tempur.
Aku tak seharusnya melakukan tugas jaga.
Jika tubuh bagian atasmu lemah,
Jangan sampai aku mendapatimu makan, minum,
Atau mengelap bokongmu dengan tanganmu, mengerti?
Membawa senapan membuat tanganku perih dan itu akan gemetar.
Tan Kayu, kau adalah prajurit termalas,
Paling tidak bugar, dan terlemah yang pernah aku kenal selama pelatihan dasar!
Kau menghitung pelurumu?
Lima peluru./ Kau sebaiknya jangan kehilangan itu.
Kau akan dilaporkan.
Tugas jaga adalah satu-satunya waktu kau membawa senjata berpeluru.
Kau harus mengurus benda properti keluaran standar, mengerti?
Di mana emblem dan kalung identitasmu?
Kalung identitas apa?
Jangan berlebihan, hanya rekrutan baru yang memiliki kalung identitas.
Kami veteran. Itu sudah lama hilang.
Bagaimana kau akan bertempur di perang tanpa kalung identitas?
Bagaimana Ibumu akan mengenalimu saat kau gugur di medan perang?
Mungkin sesuatu harus terjadi kepadamu,
Agar kau bisa mengerti apa yang terjadi, begitu?
Negara kita sangat aman, kenapa akan terjadi perang di sini?
Jika sesuatu terjadi, dengan satu bom nuklir...
Seluruh pulau akan hancur.
Biarkan kami pulang.
Jika aku membiarkanmu pergi, lalu siapa yang akan tugas jaga?
Seluruh unit telah turun ke lapangan.
Biar kuberitahu padamu, misi kita yaitu untuk melindungi kamp.
Astaga, kau mau bermain-main denganku?
Cepat push-up.
Sersan, kami pasukan cadangan. Kami tidak perlu push-up lagi.
Astaga, kau berani macam-macam denganku?
Naik ke tiang chin-up,
Sekarang!
Hei, sobat.
Chin-up sudah tak lagi termasuk tes kebugaran.
Bagaimana kami menguji kekuatanmu tanpa chin-up?
Mari lihat seberapa bugar kau setelah selama ini.
Kopral, kau bahkan tak bisa selesaikan satu chin-up.
Bahkan Ibumu bisa melakukannya lebih baik darimu, mengerti?
Ayahmu!
Ada apa dengan ayahku?/ Ayahmu di sini!
Sersan Lee!
Merangkak di medan pertempuran membuat rumput-rumput menari!
Sama sekali tidak taktis!
Kenapa anak buahmu tak menjaga gerbang dengan benar?
Beberapa orang kembali dari lapangan,
Dan memberi kita setumpuk alasan.
Patah kaki, patah tangan,
Sakit kepala, sakit perut, diare!
Pastikan kau menghitung semua orang.
Iya, ayah./ Sudah kubilang padamu,
Selagi di kamp, panggil aku "Pak"!/ Ya, Pak!
Kemarin ada biang onar yang memakai celana dalam seperti helm...
...dan menari seperti monyet.
Ada video yang diambil, dan itu tersebar di Internet!
Pastikan kau mengambil ponsel mereka,
Dan kunci semuanya rapat-rapat!
Ini kamp rahasia tinggi.
Semua berandalan ini kembali untuk tugas tentara cadangan setiap tahun.
Mereka tak tahu apa-apa!/ Ya, Pak!
Aku akan pergi sekarang.
Seluruh batalion berada di lapangan.
Pastikan kau melakukan tugasmu dan menjaga kamp.
Jangan permalukan aku.
Ya, Pak, aku akan pastikan orangku melakukan tugasnya!
Apa delapan nilai inti militer?
Setia terhadap negara,
Kepemimpinan, disiplin, profesionalisme,
Semangat juang, etika, keselamatan...
Penindas prajurit!
Sersan Lee Siao On ini sangat menakjubkan.
Terbaik di kompinya untuk pelatihan dasar.
Sersan pimpinan, Bayonet Emas,
Separuh maraton militer tes kebugaran, lari halang rintang.
Dia memegang seluruh rekornya.
Dan juga, aku mendengar Operasi Burung Biru-nya sangat menakjubkan.
Yang benar Jembatan Biru.
Seluruh operasi ini tak berguna. Itu hanya untuk pertunjukan.
Tipe orang seperti ini, mereka hanya tahu cara merekrut tentara....
...dan mengikuti sistem.
Jika mereka bekerja di dunia nyata, mereka takkan bertahan.
Dia mau aku memanggilnya Sersan? Tidak sudi!
Apa ini benar-benar jalan pintas menuju pusat medis?
Ya.
Kau mengenal kamp ini dengan baik.
Jika kau tak turun ke lapangan, kau tak ingin orang melihatmu.
Aku selalu bergerak keliling secara taktis,
Khususnya dari sini ke kantin untuk memakan burger.
Kamp ini sangat besar, aku belum selesai menjelajah.
Tapi aku tak yakin. Bagaimana jika kita tertangkap?
Bertindak kabur, hidup lebih lama.
Bertindak bodoh, hidup selamanya.
Kurasa aku takkan melapor sakit.
Aku akan tetap di sini dan bersantai, itu lebih baik.
Beristirahat dari tugas siangku.
Kenapa kau tidak pergi melapor sakit bersamaku?
Kita bisa pergi ke kantin bersama.
Di sana ada gadis-gadis cantik, 'kan?
Bagaimana dengan senjatamu?
Kau tak bisa membawa senjata ke pusat medis.
Aku akan sembunyikan di sini.
Kau benar-benar berpikir seperti prajurit.
Itu Nathan dan Tony.
Mereka sedang tugas patroli.
Jika kita tak berpura-pura sakit.../ Kita takkan dapatkan kebebasan.
Ayo pergi!
Wow.
Kurasa kita terlambat.
Sudah banyak yang melapor sakit dan menghindari latihan lapangan.
Chua.
Kami ingin melapor sakit.
Tan Kayu Si Pemalas!
Chua Si Playboy.
Kau akhirnya menunjukkan wajahmu.
Kupikir kau selalu sembunyi di barak.
Tidak, aku tidak sembunyi...
Kami diberikan tugas jaga.
Itu melelahkan.
Tak seperti dulu, saat kami tugas jaga,
Kami sering tetap didalam ruang operasi dengan pendingin udara.
Menjawab telepon, minum kopi dan menonton TV.
Begitu menenangkan!
Jika kita tidak pura-pura sakit...
Kita takkan mendapat kebebasan.
Bisa kau biarkan kami melewati antrean?
Apa masalahmu?
Aku dibebastugaskan karena bagian tubuh atas yang kelelahan,
Tapi komandan memaksaku melakukan chin-up,
Lalu aku terjatuh dan melukai diriku sendiri.
Aku juga terkena demam dan diare semalam.
Wow.
Bagaimana denganmu?
Aku mengalami depresi.
Kalian harus mengantre.
Itu tidak mudah untuk mendapat izin medis.
Lihatlah orang-orang di belakang.
Cedera tubuh bagian atas, Cedera tubuh bagian bawah,
Terjatuh, demam, diare, depresi.
Aku juga ingin meminta izin untuk habiskan waktu bersama keluargaku.
Lihatlah putriku,
Dia ada resital piano hari ini.
Ahli Senapan Chua, kau orang yang beruntung.
Kau bicara tentang istrinya atau putrinya?
Maksudku, Chua sangat beruntung secara keseluruhan.
Kami hanya bercanda. Kenapa begitu serius?
Kau sebaiknya jangan membuat masalah dengan Kapten Yap.
Jika dia mengeluh pada ayahnya, aku tak bisa pulang.
Siapa ayahnya?
Ayahnya orang penting.
Semacam Menteri Senior yang bekerja di parlemen...
...dan bertugas mengurusi pertahanan.
Aku tak tahu apa tepatnya yang dia kerjakan.
Jangan berurusan dengan dia.
Dia satu-satunya di kamp yang bisa parkirkan mobilnya didalam sini.
Aku bahkan tak bisa parkir di sini.
Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau sakit?
Tidak demam, dan kau terlihat bugar.
Tidak, aku di sini untuk temanku.
Tubuh bagian atasnya cedera.
Apa?/ Meski kau tidak tampan,
Kau anak baik.
Singgahlah kapan-kapan ke kantin. Aku akan traktir kau minum.
Atau bahkan bir!
Terima kasih, Bibi. Maksudku, Susie...
Panggil aku Susie. Jangan lupa,
Aku pernah ikut Miss Singapore, Miss Universe,
Miss Tourism, dan juga Miss Chinatown./ Miss Chinatown.
Jangan pernah lupa!
Mau mau membawa kotak-kotak ini ke mana? Butuh bantuan?
Tak apa, putriku di sini.
Apa kau malu?
Astaga, kamp bodoh. Ada banyak nyamuk di sini.
Kau terlalu banyak memakainya. Losion ini sangat efektif!
Kita kehabisan stok.
Tetangga kita...
Di mana tetangga kita yang manis?
Orang menyebalkan yang mana?
Kenapa kau begitu kasar? Tak heran kau tak punya pacar.
Ayolah, yang ada di sini hanya pria tua dan paman-paman,
Aku tidak tertarik. Aku akan keluar sebentar.
Kau selalu memberi alasan saat Ibu meminta bantuan.
Kau tahu jika saat kau di sini, bisnis Ibu sangat ramai.
Kita bisa menjadi kaya.
Dalam hidup, kita tak boleh hanya memikirkan diri sendiri.
Aku punya kehidupan di luar. Oke?/ Tunggu,
Bawa ini ke kuda putih Kapten Yap.
Minta dia tanda tangani fakturnya. Ibu akan berada di kantin.
Tetanggamu?/ Ya.
Kenapa kau tak bilang sebelumnya? Ayo pergi ke tempatmu minggu depan.
Hai.
Apa maumu?
Xiao Ling, aku pinjam ini, terima kasih!
Hei!
Gosok ini ke mata kita, lalu mata kita akan menjadi merah.
Kita akan terlihat sangat sakit. Mereka akan membuat kita tak mengantre.
Apa kau yakin? Kau tak hanya akan mendapat izin sakit,
Tapi langsung diberhentikan dari militer!
Aku sangat yakin.
Bisa kau bantu aku melepas kacamataku?
Astaga!
Apa-apaan ini? Apa yang kalian lakukan?
Pak, jangan terperdaya dengan triknya.
Aku mau melaporkan dia karena berpura-pura sakit.
Ini terlihat serius.
Konjungtivitis.
Baik, aku akan memberimu izin sakit.
Silakan pulang dan istirahat./ Terima kasih, Pak.
Tapi, pak, anak ini.../ Sersan.
Apa kau sadar jika kornea...
...terhubung melalui saraf optik ke otak,
Yang kemudian tersambung ke sumsum tulang belakang?
Infeksi mata seperti ini bisa berujung pada tumor otak, aneurisma,
Atau bahkan kelumpuhan seluruh tubuh.
Pak, menurutku dia pura-pura sakit.
Sersan, kau mengira, aku berpikir, siapa yang memastikan.
Sersan, apa kau tahu...
...jika Kopral Tan mengalami cedera tubuh bagian atas?
Dan dia mengalami permasalahan dengan anggota tubuh bawahnya,
Cedera pergelangan kaki, dan dia punya masalah punggung.
Kenapa kau harus menghukum dia?
Apa kau tidak tahu jika sudah ada infeksi viral...
...yang menyebar di sekitar kamp?/ Ya, aku tahu. Virus DL.
Virus DL?/ Virus Dipastikan Lelucon.
Sersan, tugasku untuk memastikan...
...bahwa semua orang menyelesaikan kamp pelatihan dengan selamat.
Kita semua memiliki kehidupan di luar.
Tak ada yang ingin habiskan waktu mereka di sini.
Tak peduli apakah kau prajurit,
Komandan atau kapten.
Chua, apa aku benar?/ Ya, Pak.
Jangan biarkan sersan ini mengabaikan perintahmu.
Terserah, aku tak peduli siapa yang tak mengindahkan perintah,
Atau siapa yang pura-pura sakit.
Ini pesananmu. Bisa kau tanda tangani ini untukku?
Ini area terlarang.
Kalau begitu tuntut aku!
Pak, ada keadaan darurat!
Seorang prajurit terluka, Pak!
Pak, dia hanya yang berpura-pura lainnya.
Ada yang tahu cara melakukan CPR?
Medis, lakukan CPR sekarang!
Aku?/ Tentu saja kau.
Kau memakai lengan ban medis.
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Satu, dua, tiga, empat, sepuluh.
Satu, dua...
Pak, aku lupa cara melakukannya./ Napas bantuan! Lanjutkan!
Napas bantuan! Cepat!
Astaga.
Minggir!
Kayu?
Kayu!
Xiao Ling, kau tak apa?
Masuk ke sana!/ Tidak, itu terlalu sempit!
Cepat masuk!
Maaf, maaf!
Dasar sialan!
Kopral! Jangan hanya berdiri dan melihat!
Bantu aku!
Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu...
Apa kau melihat Tazan barusan?
Tidak...
Hei! Kenapa kau tadi tidak membantuku?
Xiao Ling masih di lemari.
Kenapa mereka mulai menggigit orang?
Apa kau digigit?/ Tidak. Mungkin kau yang digigit.
Matamu merah.
Itu karena losion pengusir nyamuk...
Bukan, maksudku...
Aku mengalami konjungtivitis... Aku sudah beritahu dokter medis.
Kopral, cepat push-up.
Apa kau gila? untuk apa? Aku bukan rekrutan lagi.
Oke, kau normal.
Apa yang kau lakukan?/ Isolasi hitam. Melindungi diriku.
Berikan juga padaku.
Itu sudha habis.
Di mana perlengkapan keluaran standarmu?
Kenapa kau tak pakai milikmu sendiri?/ Aku tak membawanya sekarang.
Dia terinfeksi.
Prajurit, tenang.
Kopral!
Bantu aku!
Aku punya tali!
Berikan itu padaku.
Ini khusus untuk komunikasi internal.
Tak ada sambungan.
Kamp bodoh.
Kau punya ponsel?/ Punya.
Berikan itu padaku./ Kau sudah menyitanya.
Sial. Aku menyimpan seluruh ponsel di pos jaga.
Aku hanya mengikuti perintah RSM.
Aku mengerti, kau hanya mengikuti perintah.
Kupikir kau membuka toko ponsel.
Apa yang kita lakukan sekarang?
Itu tidak mungkin.
Mereka berubah menjadi...
Menjadi apa?/ Berubah menjadi...
Berubah menjadi apa?/ Berubah menjadi zombie.
Kita harus mencari tahu apa yang terjadi.
Ikuti protokol, hubungi seluruh personil kunci.
Tapi RSM tidak di sini.
Seluruh petugas lainnya berada di hutan lapangan.
Siapa personil kunci yang tersisa?
Sial. Kurasa itu aku.
Berarti mimpimu jadi kenyataan, kau bisa menjadi RSM pengganti.
Ada sebuah virus.
Virus zombie.
Kopral, hitungan ketiga,
Kita pergi keluar sana dan selamatkan Xiao Ling!
Tunggu.
Ke mana kita bisa pergi setelah kita selamatkan dia?
Kurasa kita sebaiknya tetap di sini dan menunggu bantuan.
Halo? Aku Sersanmu! Kau ikuti perintahku, paham?
Jangan bertindak ceroboh
Aku punya ide.
Apa kau gila? Apa yang kau lakukan
Apa kau melihat Tazan?
Bagaimana menurutmu?
Kita pergi ke blok kantor pusat.
Ke kantin!
Kita tamat.
Land Rover.
Cari kuncinya.
Tak ada kunci mobil.
Xiao Ling, kau di gigit?
Bagaimana denganmu? Mungkin kau yang menggigitnya.
Wow, ada apa dengan...
Aku tidak digigit!
Tapi aku terkena pukulan di wajah oleh seseorang.
Ini, aku punya perban.
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Kita harus menunggu pemerintah datang menyelamatkan kita.
Saat aku bermain gim,
Mereka selalu mengirim helikopter untuk selamatkan kita.
Bisa kau bersikap realistis?
Menurut protokol, kita harus menghubungi kantor pusat.
Bisa kau berhenti mengikuti protokol dan menggunakan otakmu?
Ibuku masih di kantin. Aku tak tahu jika dia baik-baik saja.
Aku harus temukan dia.
Mungkin temanmu juga melarikan diri ke kantin.
Apa yang kau lakukan?
Menyalakan mesinnya./ Kau tahu apa yang kau lakukan?
Mereka selalu melakukan ini di film.
Bodoh.
Petugas toko...
Aku harus mencari Ibuku.
Tidak, kita harus pergi ke kantor pusat terlebih dulu.
Tunggu, kita harus membuat rencana sebelum bertindak.
Oke, kita selamatkan wanita itu terlebih dulu, lalu ke kantor pusat.
Wanita siapa?/ Ibumu. Susie.
Ayo kita pergi!/ Tunggu!
Saat aku bermain gim, mengetahui peta sangat penting.
Kita harus tahu di mana kita bisa sembunyi,
Di mana mencari sumber tenaga, di mana amunisi,
Dan di mana senjata.../ Di mana senjata kalian?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kita lakukan di sini?
Untuk mencari senjataku.
Kau sebaiknya tak kehilangan senjatamu, atau aku akan melaporkanmu.
Aku akan temukan itu.
Ini jalan pintas menuju kantin.
Oke. Bentuk barisan. Pergerakan taktis.
Ikuti perintahku.
Apa yang dia katakan?
Dia hanya bergaya. Abaikan saja.
Kopral, tepat di depan berjarak 20 meter!
Kami bisa melihatnya.
Jangan berisik. Kupikir kau meminta kami untuk taktis.
Itu aneh.
Mereka masih mengikuti rutinitas hariannya.
Kenapa mereka masih patroli setelah terinfeksi?
Apa maksudmu?
Maksudku, mereka masih ingat rute patroli setelah terinfeksi.
Otak mereka pasti sudah diprogram.
Itu ingatan otot.
Sialan!
Cepat, ambil magasinnya!
Apa itu magasin?/ Tempat yang menyimpan peluru!
Kopral!/ Oke, oke, oke!
Aku mendapat magasinnya!/ Isi senjatanya!
Oke!
Senjata terisi!
Tembak!
Senjatanya macet!
Berikan senapannya padaku!
Kau salah tembak. Kau bisa dihukum untuk itu!
Kau tidak merawat senjatamu!
Lari! Cepat lari!
Lari! Kayu! Lari lebih cepat!
Kopral.
Mereka berbaris untuk halang rintang.
Ingatan otot.
Ikut aku.
Kita sebaiknya melalui halang rintang. Ayo!
Mereka akan mengikuti kita, kita bisa menjauh dari mereka!
Kopral, cepat! Kau bukan di pelatihan dasar lagi!
Cepat!
Kopral! Jangan malas!
Cepat! Mereka terjebak!
Cepat! Mereka datang!
Pintu depan dikunci, ayo lewat pintu belakang.
Ibu!
Aku tahu kau bisa lari sangat cepat,
Tapi tak semua orang secepatmu.
Ibu?
Putriku!/ Pintunya terbuka.
Hei, masuk!
Kau tak apa?/ Cepat!
Masuklah, Kayu, cepat!
Sersan!/ Susie.
Pak./ Hei!
Prajurit!
Chua, tutup gerbangnya!
Cepat, tutup gerbangnya!
Kau tak apa?
Prajurit...
Tunggu, aku tak apa!
Sial!/ Prajurit!
Jangan bergerak.
Chua, apa yang kau lakukan?
Tenanglah./ Bagaimana bisa aku tenang?!
Dia akan berubah.
Pak...
Pak, bantu dia!
Cepat!
Ke dalam!
Hei!
Jangan coba-coba jadi pahlawan.
Oke, oke.
Kau...
Dia juga digigit!
Hei, tenanglah!
Aku tidak digigit!
Pak, dia tidak terinfeksi./ Itu luka terbuka.
Setiap luka yang terekspos dan kotak dengan darah itu berbahaya.
Tidak, dia baik-baik saja!
Kau pikir aku tidak tahu?
Dengar kita tak tahu apa-apa tentang virus ini.
Tiap orang memiliki reaksi berbeda.
Beberapa berubah dengan cepat, beberapa butuh waktu lebih lama.
Kau seharusnya tidak ke sini!/ Aku tidak digigit!
Kau seharusnya tidak ke sini! Sekarang lihat apa yang terjadi!
Dia digigit dan ditembak!
Sekarang kita semua akan mati./ Hei, sudah cukup!
Kami sudah mengatakannya, aku sama sekali tak terinfeksi.
Ada apa denganmu?
Chua, Pak...
Dia akan segera berubah.
Pak, demi keselamatanmu sendiri,
Kurasa kita sebaiknya kurung mereka semua.
Aku memegang senjata sekarang,
Kita bisa pergi ke mobilmu.
Oke.
Kawan, ikut dengan kami. Oke?
Keluarkan aku!/ Kopral!
Putriku baik-baik saja. Tolong keluarkan dia!
Kayu bodoh, hei!
Buka pintunya!
Dasar bajingan... Keluarkan kami!
Chua./ Dasar berengsek!
Dia baik-baik saja. Biarkan dia keluar!
Chua, kerja bagus.
Jika kita tak pura-pura sakit, kita takkan mendapat kebebasan.
Kayu... Kayu./ Sialan!
Ibu!
Hei!
Saat ini prioritas kita adalah untuk memastikan keselamatan Kapten Yap.
Mengerti?/ Jika kau begitu penting,
Kenapa kau tak tunggu bantuan untuk datang menyelamatkanmu?
Buka pintunya!/ Jangan mendekati aku.
Teleponnya hanya untuk panggilan internal. Siapa yang menyetujui kebijakan bodoh ini?
Ini juga berkat Sersan Lee yang menyita seluruh ponsel kita.
Tak ada yang mengangkat telepon...
Kenapa tak ada yang mengangkatnya?/ Pal.
Siapkan kunci mobilmu.
Benar.
Kunjungi kalengpoker.com Poker Online Aman dan Terpercaya
Bonus New Member 100%
Turnover 0.5% cashback 0,5%, Menangkan Iphone terbaru
Tempat ini terlalu terpencil.
Saat seseorang tahu apa yang terjadi kepada kita,
Kiat semua sudah mati.
Dia berpura-pura.
Chua.
Alihkan perhatian mereka.
Ibu!
Anakku!
Tolong keluarkan putriku!/ Ibu!
Anakku! Keluarkan dia!
Keluarkan aku!
Pak, berikan kunci mobilmu padaku sekarang.
Kunci mobil!/ Apa yang kau lakukan?
Putriku baik-baik saja. Keluarkan dia!
Anakku!
Anakku!
Chua.
Chua! Jangan tembak! Oke? Jangan tembak!
Kawan, apa kau gila?
Kau sebaiknya berpikir dua kali!
Chua. Chua!
Kawan.
Mari lihat siapa yang ingin kau selamatkan sekarang.
Chua!
Maafkan aku.
Kopral, lari bolak-balik!
Kopral, bahkan Ibumu berlari lebih cepat darimu!
Kayu, cepat!
Ayo! Cepat!
Cepat!
Bisakah kau berhenti menyebutkan Ibuku!
Apa kau berusaha selamatkan kami atau dirimu sendiri?
Jika aku ingin selamatkan diriku sendiri, aku pasti sudah kabur bersama mereka!
Hentikan!
Kenapa mereka tidak menggigitmu?
Mungkin mereka menganggap Xiao Ling temannya.
Susie, suruh dia mencobanya./ Hei!
Jangan macam-macam!
Kita tamat.
Surga, tolong selamatkan kami.
Sersan, di mana ayahmu? Di mana RSM Lee?
Dia sudah pergi.
Seandainya dia di sini. Dia pasti bisa membantu kita.
Kau tahu apa julukan mereka untukku dulu?
Anjing Gila Lee, Pak!/ Benar!
Jika aku Anjing Gila Lee, pastikan kau bukan Pengecut Lee!
Apa yang kalian lakukan? Temukan jalan keluar!
Kopral, ini jam penurunan bendera.
Ruang operasi akan memutar lagu kebangsaan secara otomatis.
Mereka berdiri dengan tegap.
Lagu kebangsaan?/ Ingatan otot.
Nak, hati-hati. Tetap dekat.
Apa tanganmu baik-baik saja?/ Aku tak apa!
Ayo ke gerbang utama.
Ya Tuhan.
Sialan. Itu mobilnya Kapten Yap.
Mereka menabrak.
Di mana Chua?
Cepat!
Ya, Pak!
Mereka sudah bangun!
Sial!
Cepat!
Tazan?
Kayu, mundur! Cepat!
Lari!
Apa yang kau lakukan? Begitu lelah hingga tak bisa berpikir?
Bu, kau akan baik saja!
Kau akan baik saja!
Ibu pikir mereka takkan menggigit wanita cantik.
Ibu...
Nak, Ibu akan baik saja.
Bukankah kau seharusnya bugar dan tangguh?
Kenapa kau tak bisa selamatkan Ibuku?
Ibu, kenapa kau menyelamatkan si pecundang itu?
Nak, didalam hidup, kita tak boleh hanya memikirkan diri sendiri.
Kau harus keluar dari sini.
Ikut dengan kami...
Mari pergi bersama.
Kau harus bawa dia.
Bawa dia pergi ke tempat aman.
Ibu.
Apa yang kau lakukan?
Kau sebaiknya sadar, mengerti?
Kau ingin dilaporkan?
Tak semua orang setangguh dirimu!
Itu sebabnya kita harus membantu mereka!
Tazan dan aku di sini hanya untuk pasukan cadangan!
Kau hanya tahu cara untuk kabur dari tanggung jawab!
Kita harus mengikuti protokol!/ Kau terus mengikuti protokol!
Tapi kita masih terjebak di sini!
Berhenti!
Kenapa kau tak bisa berhenti bertengkar...
Kenapa kau tak bisa selamatkan ibuku?
Salah satu dari kalian pemalas pengecut,
Dan satunya hanya penindas yang angkuh dan egois.
Memaksa orang untuk ikut perintahmu!
Kalian tentara, tapi kau bahkan tak bisa menembakkan senjata.
Jika kau tak bisa selamatkan kami, lalu siapa lagi?
Ibu!
Ibu!
Ibu?
Ibu!
Ayo!
Kita pergi!
Ibu...
Ibu...
Setiap aku pura-pura sakit atau menghindari tanggung jawab,
Aku justru membuat masalah bagi orang lainnya.
Bukannya menghadapi masalahku,
Aku selalu berusaha temukan jalan keluar termudah.
Aku yang membawa Tazan untuk melapor sakit bersamaku.
Saat dia terinfeksi di pusat medis, itu salahku.
Dan sekarang...
Aku juga tak pantas menjadi komandanmu.
Aku tak pandai dalam hal apapun.
Aku takkan pernah sehebat RSM.
Jika kita mengikuti protokol,
Kita harusnya sudah mencapai ruang operasi di blok kantor pusat.
Ada radio CB di sana,
Kita bisa menghubungi kantor pusat militer.
Aku gagal mencapai tujuan misiku.
Aku petugas jaga di ruang operasi.
Lagu kebangsaan bisa diputar dari sana.
Saat zombie itu mendengar lagu kebangsaan, mereka akan membeku.
Ingatan otot.
Tapi bagaimana kita sampai ke blok kantor pusat?
Kamp ini dipenuhi oleh zombie terinfeksi.
Kenapa zombie-zombie itu tidak menggigitmu?
Zombie itu juga tidak menggigitku di pusat medis.
Itu losion anti nyamuk!
Kami berdua memakai losionnya,
Itu sebabnya mereka tidak menggigit kita.
Mereka tak bisa mencium kami! Aroma kami tersamarkan.
Losion anti nyamuk? Yang benar saja.
Sial.
Kopral. carilah losion anti nyamuk!
Cepat!
Di mana ruang operasinya?
Blok kantor pusat, lantai dua, pintu ketiga.
Sial, mereka benar-benar kehabisan stok.
Kau bisa temukan semuanya di sini kecuali losion anti nyamuk.
Kecuali...
Kita menggosokkan tubuh kita ke Xiao Ling.
Bagaimana kita bisa pastikan..
...jika losion anti nyamuk bisa samarkan aroma kita dari para zombie?
Kita harus mengujinya.
Di mana Xiao Ling?
Xiao Ling!/ Kau mau ke mana dengan senapan?
Cepat mundur!
Kalian tidak berguna.
Aku akan pergi memutar lagu kebangsaan di ruang operasi.
Lalu kau bisa bergabung denganku.
Tapi kau sudah berkeringat!
Xiao Ling! Ini perintah!
Helikopter...
Mereka benar-benar mengirim helikopter ke sini.
Apa itu ke sini untuk selamatkan Kapten Yap?
Menteri Senior Parlemen,
Bekerja di parlemen, mengurusi pertahanan...
Aku tak tahu apa tepatnya yang dia lakukan.
Kopral, ada radio CB di ruang operasi.
Mungkin kita bisa berkomunikasi dengan helikopter.
Setelah Xiao Ling memutar lagu kebangsaan,
Kita akan bergabung dengannya di ruang operasi.
Kopral, bersiap untuk bergerak.
Bersiap untuk pertempuran lengkap!
Ikuti taktik permainan gim-ku.
Saat bertemu zombie, jangan jadi pahlawan.
Jika bisa dihindari, itu yang terbaik. Jika tidak bisa, pukul mereka.
Jika kau tak bisa kalahkan mereka, larilah.
Baik, Kopral. Hindari, pukul dan lari!
Operasi Zombie, dimulai!
Mereka sangat ketinggalan zaman. Masih menggunakan CD.
Apa kau serius?
Apa itu?
Zombie gila.
Ayo, semuanya.
Xiao Ling.
Chua...
Ada yang selamat lainnya.
Kenapa mereka tidak menggigitmu?
Beritahu aku.
Hei!
Sial.
Apa yang terjadi?
Kontak!
Kenapa mereka tidak menggigitmu?
Batu isolasi hitam.
Xiao Ling!
Berhenti bermain-main!
Chua.
Dasar bajingan!
Ruang operasi kantor pusat, apa kau mendengarku? Ganti.
Kami mencari yang selamat.
Apa ada Petugas Medis Kapten Yap?
Ruang operasi kantor pusat?
Ini Kapten Yap yang bicara...
Kapten Yap, Pak!
Kami sudah memberi kabar helikopter penyelamat.
Mohon bersiap di Gerbang Jembatan Biru.
Area aman untuk helikopter mendarat. Ganti.
Dimengerti.
Helikopter...
Karena kau kebal, kau ikut denganku untuk melindungiku.
Ikut denganku!
Sial, gunakan bom asap!
Bersiap ledakan!
Latihan memotong.
Ikut aku. Arah jam 12!
Cepat!
Panjatlah!
Cepat! Mereka tak bisa mengikuti kita!
Panjatlah itu seperti halang rintang!
Sial!
Jangan memegang bokongku!
Mereka menarikku!
Kopral, panjat!
Jika sesuatu terjadi kepadaku, kau harus selamatkan Xiao Ling!
Tidak! Kita akan selamatkan dia bersama!
Jika sesuatu terjadi kepadaku, kau harus selamatkan Xiao Ling!
Kopral, kau bahkan tak bisa selesaikan satu chin-up!
Bahkan Ibumu bisa berbuat lebih baik dibandingkan kau! Mengerti?
Berhenti menyebutkan Ibuku!
Ibuku sudah meninggal.
Kayu, maaf.
Ayo, kita jemput Xiao Ling.
Kapten Yap, silakan ke Gerbang Jembatan Biru sekarang, ganti.
Xiao Ling...
Cepat! Bahkan.../ Aku bisa lari lebih cepat darimu!
Bagus!
Chua, apa yang kau lakukan?
Bangun!
Kawan, aku sudah memanggil helikopter.
Chua, dengarkan aku.
Menjauh dariku!
Jangan menguji kesabaranku!/ Tak ada yang mengujimu, oke?
Chua.
Kita bisa pergi bersama-sama.
Itu tak harus menjadi seperti ini, oke?
Kau pikir aku bodoh?
Bangun!
Kawan, aku sama sepertimu.
Aku hanya ingin pulang.
Istriku, putriku...
Mereka menungguku!
Aku mengerti, sungguh...
Kau tidak mengerti!
Dan kau! Kenapa mereka tidak menggigitmu?
Tenanglah, Chua!
Kenapa?
Lepaskan aku!
Jangan mengujiku!
Kubilang, berhenti menguji kesabaranku!
Jangan paksa aku menembakmu!
Lima, empat, tiga, dua, satu!
Senapan itu hanya punya lima peluru!
Sersan! Sersan! Sersan!
Kupikir kita teman!/ Aku juga berpikir begitu!
Kau mengira, aku berpikir, siapa yang memastikan?
Kau mengira aku berpikir, siapa yang memastikan?
Sersan!
Sersan!
Aku tak apa./ Kayu! Sersan baik-baik saja!
Kayu, dasar pemalas!
Jika aku tak bisa selamat dari sini, begitu juga dengan kalian!
Kita semua bisa mati bersama-sama!
Kayu!
Menunduk!
Hei, cepat!
Di mana petugas medis?
Di mana Kapten Yap?
Aku di sini untuk anakku!
Xiao Ling.
Maaf.
Pak!
Aku tak bisa selamatkan seluruh orang kita.
Setidaknya kau baik-baik saja!
Ayah.
28 Jam Kemudian
Ini merupakan layanan pemberitahuan militer.
Untuk Bahasa Inggris, tekan satu.
Untuk Bahasa Mandarin, tekan dua.
Untuk Bahasa Melayu, tekan tiga.
Untuk mendengarkan pesanmu,
Silakan masukkan tujuh digit nomor identitasmu.
Diikuti dengan tanda pagar.
Kau telah ditugaskan.
Personil dengan kata sandi...
"Lucky Strike," "Dead Meat," "Out Break," "Top Prize,"
Dimohon melapor ke pusat penugasanmu sekarang juga.
Untuk melanjutkan, tekan satu. Untuk mengulangi...
Kopral./ Sersan.
Ini operasi sungguhan, Bukan misi latihan pemalas. Mengerti?
Ya, Sersan./Bahkan Nenekku bisa melakukannya lebih baik darimu.
Kenapa kau tak tanyakan nenekku?
Apa kau bicara tentang Ibuku?/ RSM, Pak!
Merangkak memasuki medan tempur membuat rumput menari-nari!
Sama sekali tidak taktis!
Kau sebaiknya bangun!/ Ya, Pak.
Kopral, kudengar kau mengalami cedera bagian atas tubuh,
Cedera bagian bawah tubuh, cedera pergelangan kaki,
Dan kau punya masalah punggung?
Ya, Pak. Tapi aku sudah pulih./ Sangat bagus.
Setelah misi ini, aku akan melaporkanmu!
Pak, kontak!
Kita di sini untuk selamatkan semua penyintas.
Tak ada orang yang ditinggalkan!
Siap!
Kunjungi kalengpoker.com Poker Online Aman dan Terpercaya
Bonus New Member 100%
Turnover 0.5% cashback 0,5%, Menangkan Iphone terbaru
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.