Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
KOMEDI SPESIAL NETFLIX ORIGINAL
Acara Aziz Ansari: RIGHT NOW!
Aziz Ansari!
Terima kasih banyak!
Terima kasih.
Terima kasih banyak.
Silakan duduk.
Terima kasih banyak.
Sambutan yang menyenangkan.
Omong-omong, pria ini bersamaku.
Dia punya izin.
Dia bukan penjual ilegal lancang
yang tak peduli.
"Kau bilang jangan ada ponsel, tetapi bagaimana dengan kamera menyala?"
Kami syuting acara-acara ini,
jadi, kalian mungkin tampil di acara
saat tayang, di mana pun kuputuskan.
Kalian akan berkata "Astaga. Aku di sana!"
Kami syuting beberapa acara,
jadi, jika kalian penonton buruk, kami tak akan memakai rekamannya.
Aku senang ada di sini karena sudah lama berada di jalan.
Aku baru kembali ke New York, kampung halamanku, beberapa hari lalu,
lalu, ya...
Aku sedang jalan-jalan tempo hari
dan orang ini mendatangiku di jalanan dan dia berkata,
"Bung. Aku suka acara Netflixnya!" Lalu kubalas, "Terima kasih banyak."
Dia berkata "Aku suka sekali episodemu tentang baju merek Supreme!"
Aku membalas, "Apa?
Aku tak lakukan episode soal Supreme."
Lalu aku sadar dia bicara soal Hasan Minhaj.
Patriot Act.
Acara yang berbeda.
Pria beda.
Lalu dia merasa buruk, bukan?
Dia segera menyadari kesalahannya, dan ingin memperbaikinya.
Dia berkata, "Tidak, Aziz, bukan?" Aku berkata, "Ya. Itu aku."
"Master of None!" "Ya. Itu aku."
"Parks and Rec." "Ya. Itu aku."
"Treat yo' self." "Ya. Itu aku."
"Lalu kau alami masalah tahun lalu, pelanggaran seksual?"
"Tidak!
Itu Hasan."
Aku belum banyak bicara soal itu,
tetapi aku sudah membahasnya di tur ini
karena kalian di sini dan itu sangat berarti bagiku.
Aku yakin sebagian dari kalian ingin tahu perasaanku soal situasi itu.
Itu hal yang sulit untuk dijawab
karena aku merasakan banyak hal di tahun lalu, jadi...
Kadang aku merasa takut.
Ada masa aku merasa dipermalukan.
Ada masa aku merasa malu.
Lalu akhirnya,
aku merasa buruk bahwa orang ini merasa seperti ini.
Setelah setahun, aku berharap melangkah maju.
Keadaan berkembang bagiku dan membuatku pikirkan banyak hal.
Kuharap aku jadi orang yang lebih baik.
Aku selalu memikirkan dialog dengan salah satu temanku
yang berkata, "Kau tahu, Kawan?
Semua itu membuatku berpikir soal setiap kencan yang pernah kulalui."
Lalu aku berpikir, "Itu cukup luar biasa.
Bukan cuma aku, tetapi orang lain menjadi lebih bijak,
dan itu hal baik."
Itulah perasaanku tentang hal ini.
Aku tahu...
ini bukan cara terlucu untuk memulai acara komedi.
Namun penting bagiku bahwa kalian tahu perasaanku tentang semua itu
sebelum kita berbagi malam ini bersama.
Tadi itu cukup intens.
Apa lagi yang sebaiknya kita bicarakan?
Amerika?
Semua orang amat khawatir sekarang.
Banyak orang yang kecewa.
Orang berkata, "Astaga. Keadaan semakin kacau."
Aku tidak khawatir.
Tahu kenapa? Sebab ini Amerika.
Situasi tidak berubah menjadi kacau, memang selalu kacau, paham?
Tak pernah ada keadaan bersih di luar sana.
Selalu ada masalah.
Setiap generasi orang Amerika punya masalah.
Mereka bertahan dan kita juga akan baik-baik saja.
Beberapa generasi itu bahkan bermasalah lebih gila dari kita, bukan?
Hal seperti Masa Depresi,
Vietnam, wajib militer...
Bisakah kalian bayangkan jika kita punya wajib militer?
Dengan orang masa kini?
Aku tak bisa pergi perang. Perusahaanku baru.
Sepatu ramah lingkungan kacang mede (cashew).
Disebut "cashoes" (kreditor, cashew + shoes, homofon).
Cuma beberapa generasi sebelumnya, orang itu diberi senapan,
"Ayo, tembak orang Asia!"
Kini dia di kantor bilang,
"Ini tak diucapkan 'pho', Valerie, tetapi 'faa'."
Kakeknya...
Namun aku janji kita akan baik-baik saja
karena terlepas bagaimana tampaknya,
kita masih punya kapasitas untuk mendengarkan dan memahami.
Aku beri contoh, ya?
Ada cerita yang kubaca. Soal gadis pergi ke pesta dansa SMA.
Gadis kulit putih memakai garmen Asia.
Ada anak Asia di sekolah yang merasa tersinggung.
Dia lakukan sesuatu yang sangat keren.
Dia menghampiri gadis itu untuk berdialog.
Dia menjelaskan kekhawatirannya tentang penyalahgunaan budaya.
Gadis itu meyakinkannya bahwa dia melakukannya dengan hormat dan kekaguman.
Mereka berdua saling belajar perspektif.
Itu sungguh... Bercanda! Tak satu pun hal itu terjadi.
Untuk apa hal seperti itu terjadi?
Tidak, dia langsung kirim Tweet foto dan menulis,
"Budayaku bukan gaun pesta dansamu!"
Lalu ini menjadi berita global!
Ada artikel, komentar, dan Tweet.
Aku baca semuanya.
Hal favoritku adalah pergi ke forum ini
dan melihat orang berdebat, mencoba mengalahkan satu sama lain.
Kalian tahu maksudku?
Satu orang berkata,
"Aku tak percaya dia mencuri dari budaya Cina begitu."
Pria lain bilang, "Sebenarnya, Cina mencuri dari Malaysia."
Aku berpikir, "Astaga!
Kau baru diserang telak!
Kau pikir matamu terbuka,
pria lain ini bahkan tak punya dahi,
bola matanya terus berputar...
semata-mata agar kita bisa lihat semua ketidakadilan."
Dengar, Kawan. Aku lihat foto-fotonya.
Sepertinya niat orang ini tak keliru.
Dia tak buat Tweet, "Semuanya, lihat gaun ching chong bing bong milikku!"
Itu yang buruk.
Apa aku tak punya semua fakta?
Apa dia turun limo...
"Konnichi wa, Jalang!"
Di mana pesta dansanya?"
Baik, itulah problematik.
Dewasa ini, kadang-kadang bahkan saat sesuatu rasis
aku minta, "Bisakah kita bicarakan hal lain?
Kurasa kita tak bisa memperbaikinya saat makan brunch ini.
Kurasa ini bukan kru yang akan memecahkan kasus ini."
Katakan sesuka kalian tentang orang rasis, tetapi mereka biasanya amat ringkas.
Orang kulit putih yang diskriminatif baru melelahkan!
"Apa statistiknya? Di mana kau baca artikel itu?"
Chin cha cha cha cha.
"Aziz, kau sudah lihat episode The Simpsons ini?
Ada karakter India dan dabu do dabee dabade dabado.
Materi berpikir, materi payah Aku baru baca materi berpikir
Kini akan kukatakan yang kubaca kepadamu
Ini poin utama untuk masalah ini
Badoo badoo badoo badoo badoo doo doo"
Bisakah kalian panggil aku Apu saja dan biarkan aku sendiri?
Ya!
Aku tahu.
Aku tahu, Candice. Aku melihatnya 30 tahun lalu.
Itu pria kulit putih dengan suara India.
Kuhargai dukungannya,
tetapi keadaan tak sekadar jadi rasis saat orang kulit putih memahami sesuatu.
Jangan salah sangka, aku juga tak suka orang Simpsons itu.
Mereka bilang, "Kenapa tak bicara 30 tahun lalu?
Kami menang penghargaan, tak ada yang katakan apa pun."
Sebab orang India baru bisa angkat suara, empat tahun lalu, paham?
Budaya kami lambat berkembang.
Kalian tahu siapa orang India pertama yang aku lihat di MTV?
Aku!
Perlu waktu sebentar.
Baik, jujur, sebenarnya itu pemain bas No Doubt,
tetapi kalian tahu...
dia main bas di belakang!
Dia tak punya platform untuk bicara soal ini!
Ditambah kita semua tahu dinamika di band itu.
"Gwen, ada beberapa masalah di komunitas India-Amerika dan..."
Don't speak! (Diam)
"Baik. Astaga, maaf."
Waktu yang menarik
bagi orang kulit putih.
Aku mengamati kalian.
Aku melihat yang terjadi.
Kalian berusaha keras bersikap baik kepada kaum minoritas...
dengan cara yang belum pernah kulihat.
Melibatkan waktu dan usaha.
Keluar sana. Menonton Crazy Rich Asians.
Orang kulit putih berbondong. Sangat keren.
Ada orang kulit putih di sini nonton?
Angkat tangan, Semuanya. Ya?
Benar.
Kau, pria, di depan. Kau nonton?
Ya. Itu 97% di Rotten Tomatoes.
Menurutmu itu bagus, 97%?
Mungkin lebih sedikit? Berapa angka yang akan kau berikan?
Delapan puluh lima.
Delapan puluh lima?
Dua belas persen lebih sedikit.
Apa ada hal khusus yang kau tak suka
sehingga memotong 12 poin, Kawan?
Apa kau gugup sekarang?
Aku hanya bercanda.
Tak peduli apa pendapatmu soal filmnya.
Senang buat orang kulit putih merasa bersalah.
Lalu...
Amat menggemaskan.
Lihat betapa jauhnya kita maju
dalam dua generasi saja.
Nenekmu bahkan tak sebut film itu Crazy Rich Asians.
Dia menyebutnya "film yang terlalu banyak orang Timur."
Kini kau duduk di sini, "Delapan puluh lima? Sial. Ganti lagi, 97.
Apa yang harus kukatakan agar tak bermasalah?"
Ini berasal dari niat baik, tetapi beberapa orang bertingkah aneh.
Aku tanya seorang wanita ini, "Kau nonton Crazy Rich Asians?"
Dia bilang, "Ya!" Kutanya, "Kau suka?"
Dia berkata, "Sebenarnya tak kutonton, maaf!"
Kutanya, "Untuk apa kau bohong?"
Menurutmu aku akan memberimu kue?"
Namun, hal favoritku, saat aku tanya seseorang,
"Suka Crazy Rich Asians?"
Katanya, "Kau tahu, Aziz? Aku harus jujur kepadamu.
Pertama kali melihatnya, aku tak begitu menikmatinya.
Namun aku menontonnya lagi dengan salah satu teman Asiaku,
dan kulihat betapa berartinya baginya
melihat dirinya terwakili di layar, itu membuatku sangat suka filmnya."
Aku bilang, "Itu tak berarti kau suka film itu.
Itu hanya perkataan aneh, merendahkan, dan buruk."
Bisakah bayangkan kutonton Paul Blart: Mall Cop...
lalu kubilang, "Aku tak begitu suka,
tetapi kutonton lagi dengan salah satu teman putih gemukku...
sangat mengubah perspektifku."
Namun, kuberikan pujian di saat perlu.
Aku sudah ada 36 tahun.
Tak pernah kulihat orang kulit putih sebaik ini pada minoritas.
Aku tahu ada orang yang tak berusaha sama sekali,
dan ada orang bergerak agresif ke arah lain,
tapi secara umum, menurutku edisi orang kulit putih ini mencoba paling kuat.
Menurutku itu keren dan aku menghargainya.
Namun terkadang aku sedikit curiga.
Minoritas, kalian paham maksudku?
Bukankah terkadang agak aneh?
Bukankah tampak agak aneh?
Hampir seperti orang bermain gim
yang mengumpulkan poin karena melakukan hal baik?
Apa ada Candy Crush progresif rahasia
yang tak kita ketahui?
Tidakkah terbayangkan orang kulit putih kumpul secara rahasia,
"Mari hitung skor kita. Apa yang semua lakukan demi kesetaraan hari ini?"
Mari kita dengarkan. Brian, ceritakan harimu."
"Aku memberi tahu salah satu teman Afrika-Amerika,
Black Panther seharusnya menang Film Terbaik.
Lalu aku beri Tweet dukungan
untuk film dokumenter baru oleh pembuat film lesbian.
Aku beri sedikit cinta via Instagram untuk Colin Kaepernick.
Lalu aku menyeberangi jalan saat melihat pria kulit hitam.
Sial! Aku perlu lebih banyak poin. Apa yang bisa kulakukan?
Menulis kritik diri panjang di Instagram karena hak khusus kulit putih
berdasarkan perbuatanku tahun 2015."
Ding ding ding ding ding!
"Katakan yang dimenangkannya, Kawan-kawan!"
"Brian memenangkan banyak tanda suka Instagram
dari orang kulit putih lain yang memainkan gim sama!"
Kutahu ada orang duduk di sini berkata,
"Ayolah, Aziz. Apa-apaan ini?
Aku putih, aku tak lakukan ini, paham?
Aku di sini, mengawasimu. Mendukung kaum minoritas dalam seni!"
Ini waktu yang aneh untuk membuat lelucon.
Harus berhati-hati dengan ucapanmu, bukan?
Kulihat orang dengan kerja biasa bermasalah belakangan ini.
Baru-baru ini kulihat beberapa orang bermasalah
karena ucapkan "niggardly (ada unsur niggar)".
Kata ini, tenang saja, tak ada kaitan dengan ras.
Artinya cuma pelit atau kikir.
Kalian bisa cari etimologinya, itu kata yang murni sekali.
Namun orang bermasalah karenanya.
Ini gila.
Namun mereka bisa saja bilang pelit atau kikir, bukan?
Entah kenapa mereka ambil risiko untuk yang satu ini.
"Aku tahu seperti apa kedengarannya.
Namun aku ingin memakai kata-kata besarku!
Apa maksudmu mendapatkan tiket reguler?
Ayo raih tiket jalur cepat. Hentikan sikap niggardly (pelit)!"
Salah satu orang yang dapat masalah, seorang senator dari Ohio.
Namanya Sherrod Brown.
Mereka ada rapat anggaran militer.
Dia menemui legislator,
"Kalian semua, terkait pembelian senjata dan perang,
mau habiskan banyak uang,
tapi saat para veteran pulang, mulai bertingkah amat kikir (niggardly)."
Mereka bilang, "Apa katamu?"
"Kubilang, kalian bertingkah amat kikir (niggardly)."
"Ulangi kata terakhir, Sherrod?" "Aku bilang niggardly."
"Keluarkan dia dari sini!"
Lalui dia alami bermacam masalah.
Setelah itu, mereka mencari tahu di kamus,
dan dia baik-baik saja.
Namun saat pertama kali baca artikel itu, aku benar-benar bingung
karena aku membaca namanya Sherrod Brown.
Aku berpikir, "Tampaknya Sherrod Brown seharusnya baik-baik saja di sini, bukan?
Apa aku melewatkan sesuatu di sini, Sherrod Brown?
Apa aku tak punya semua fakta?
Dia pria kulit putih? Keluarkan dia dari sini!" Tidak.
Itu kata yang sepenuhnya murni. Tak ada yang salah dengan itu.
Jadi, pria kulit putih di depan,
jika kau ingin memakainya sesekali, lakukan saja.
Tak ada yang salah.
Aku baru jelaskan kepadamu tak ada salahnya kata itu, 'kan?
Benar? Kau mengerti.
Kenapa kau tak teriak saja ke mik sekarang?
Mari kita lakukan. Ini dia. Ayo.
Ini dia akan mulai! Kalian percaya itu, Kawan? Ayolah, Pak!
Itu tidak keren.
Itu ujian dan kau gagal!
Kau tak bisa menyebutnya begitu saja.
Mungkin jika muncul dalam hidupmu secara organik,
kau bisa menimbang memasukkannya.
Aku tak tahu skenario apa, mungkin...
Mungkin makan malam dengan bos Afro-Amerikamu.
Dia mengambil tagihan dan kau melihat tipnya,
lalu kau bilang, "Pak, tampaknya kurang (niggardly)."
Seperti itu tidak apa-apa.
Kau harus berhati-hati dengan ucapanmu.
Termasuk apa yang telah kau ucapkan, bukan?
Sebab orang akan menggali Tweet lama.
Mereka akan temukan klip lama.
Kalian tahu yang aneh tentang semua itu?
Seperti, kau hanya menonton hal utama yang populer
dari belum lama ini?
Ada sesuatu di sana, Kawan-kawan!
Aku menonton The Hangover tempo hari.
Ini salah satu film terbesar, bukan? Tidak selama itu.
Ada adegan film saat Bradley Cooper pergi begitu saja,
"Paging Dr. Faggot!"
Itu dalam film!
Kalian menulis surat? Aku tak menulis surat.
Tidak hanya di film, itu ada juga di trailer untuk filmnya!
Kalian tahu kenapa ada di trailer?
Sebab mereka lakukan tes bacaan
dan kapan pun Bradley Cooper bilang, "Paging Dr. Faggot,"
semua bilang, "Film ini hebat! Aku suka kata itu! "
Kau bisa menonton hal yang tak selama itu
dengan 2019 mata dan keadaan bisa terasa aneh sekarang.
Aku menonton tayangan ulang The Office.
Kisah terbesar apa?
"Kuharap Jim dan Pam bersatu!"
Namun menontonnya sekarang, rasanya, "Entahlah...
Wanita ini bertunangan. Dia menggodanya selama empat musim.
Entah apa ini keren di tempat kerja.
Jika mereka rekam kembali The Office saat ini,
itu akan berakhir dengan Pam memenangkan kasus pelecehan seksual.
Lalu di akhir seri kalian akan tahu bahwa itulah dokumenternya,
mereka hanya kumpulkan bukti melawan Jim!
Aku bahkan menonton acara sendiri. Tayangan ulang Parks and Rec.
Aku suka Parks, keluarga Parks milikku.
Namun aku menonton beberapa musim tayangan ulang dan merasa, "Entah.
Kami punya adegan di acara
saat karakterku Tom dapat hadiah untuk karakter Rashida Jones.
Aku membelikannya boneka Teddy Bear.
Namun boneka beruang punya kamera pengasuh di dalamnya.
Aku merasa jika terima skrip hari ini, aku akan bilang,
"Ya, aku tidak melakukan ini.
Tom pasti akan masuk penjara karena itu."
Namun saat itu, kupikir,
"Aku mengerti. Kini aku bisa lihat ke dalam rumahnya."
Itu sangat menarik. Apa artinya?
Apa itu artinya aku dan orang yang membuat Parks itu orang jahat? Tidak.
Itu konteks budaya yang beda.
Kau tak bisa menilai semua dengan standar 2019.
Tentu saja, beberapa hal, tetapi tidak semuanya.
Kurasa maksudku, "Kita semua orang menyebalkan, bukan?"
Kita punya kelemahan.
Kita jadi sadar dan perlahan membaik.
Semua dalam perjalanan.
Jika kau duduk berpikir,
"Aku tak menyebalkan. Tahu semua grup tersisih."
Kau lebih buruk, mengerti?
Sebab kau arogan.
Milikilah kerendahan hati.
Tidakkah kau sadar dalam 50 tahun
kita semua akan melihat ke belakang dan merasa seperti orang bodoh?
Seperti, bukankah itu mimpi,
via cara tertentu?
Bahwa 50 tahun lagi, kilas balik,
kita tak bisa benarkan diri kepada cucu kita.
Kita hanya duduk berpikir, "Ya, aku tak tahu apa yang terjadi.
Hanya ada tunawisma di mana-mana dan tak ada yang peduli.
Kau cuma hindari kontak mata, jalan mengitarinya,
berharap itu bukan salah satu yang akan mengejarmu.
Sesekali mereka ulurkan cangkir dan kau akan membuka dompetmu
berkata, "Maaf, uangku 20 semua."
Lalu kau melompat ke salah satu skuter aneh
dan bergegas pergi dari sana!
Waktu yang aneh, tahun 2019.
Kita penjarakan setiap pria kulit hitam.
Setiap pria kulit hitam pernah dipenjara
kecuali Drake, LeVar Burton dan anak kecil dari Stranger Things.
Selain mereka, kami tempatkan setiap pria kulit hitam di penjara
akibat sedikit ganja.
Lalu kita membuat ganja legal dan membiarkan mereka di sana.
Entahlah, sepertinya kita bisa menelepon beberapa kali.
Konteks budaya, memang benar, mengubah segalanya.
Lihat semua hal tentang R. Kelly.
Semua informasi ini ada di masa lalu, bukan?
Ada masalah Aaliyah, rekamannya,
dan semua orang melihat saja ke arah lain, bukan?
Namun sekarang, budaya telah mencapai titik puncaknya.
Sebab sekarang ada film dokumenter enam jam penuh,
kita semua berpikir, "Adalah satu hal semua informasi ada di luar sana
di bacaan 20 halaman,
tetapi sekarang sudah dikemas secara menghibur, tak perlu lagi!"
Aku sudah menontonnya.
Intens.
Hanya ingin tahu, kalian, tepuk tanganlah jika selesai menonton R. Kelly.
Banyak orang.
Ya. Itu karya sangat menarik.
Banyak pernyataan orang dan hal lain.
Orang yang dulu bekerja dengannya.
Orang seperti Lady Gaga, Chance the Rapper.
Kalian tahu dari siapa belum kulihat pernyataan?
Pria ini di sini. Tak ada apa-apa darimu, Pak!
- Pak, siapa namamu di sini? - Dan.
- Dan, apa nama belakangmu? - Greenblatt.
Dan Greenblatt,
aku tak lihat apa pun dari Dan Greenblatt.
Untuk apa kulihat, Dan?
Tidak ada dokumentasi dukunganmu kepada R. Kelly, bukan?
Kau sangat beruntung dalam hal itu. Bukankah itu akan memalukan?
Bagaimana jika kau lihat film dokumenternya,
dan kau bilang, "Rekamannya keluar"
Pada titik ini, kau harus tahu ada sesuatu yang tidak benar.
Namun orang tidak peduli.
Ini rekaman Dan Greenblatt seminggu setelah rekamannya dirilis.
Ini remix untuk pengapian Kudapatkan baru dari dapur
Aku dapat rekamannya
Ini rekaman Dan dua minggu kemudian,
mengemudi ke kantor.
Aku minum kola dan rum
Aku berkata, "Lantas kenapa? Aku mabuk" Ini adalah...
Kau beruntung tak ada rekaman itu, Dan. Kau tahu kau menyukai lagu-lagu itu.
Bukankah itu akan buruk sekali?
Bagaimana jika ada rekamanmu sejak 18 tahun lalu?
Mungkin, kau membicarakan konser R. Kelly.
Tentang betapa kau bersenang dan keadaan menggelikan sekali.
Bukankah itu buruk? Kau tahu mereka ada rekaman siapa begitu?
Aku!
Inilah akhir stand up spesial pertamaku,
yang kutujukan diri sendiri.
Aku punya bagian di akhir stand up spesial pertamaku,
"Aku pergi ke konser R. Kelly. Itu gila!"
Aku tak lakukan itu sekarang, tapi masih ada di luar sana.
Kutonton film dokumenter ini, ketakutan!
Kupikir, "Sebaiknya mereka tidak menarik klipnya!
Aku sudah mengalami tahun yang sulit."
Sebab kudengarkan tempo hari, dan bagian itu tak baik seiring waktu.
Semua kata yang kugunakan adalah kata-kata seburuk mungkin.
Aku membayangkan Wendy Williams atau siapa pun pergi ke salah satu klub
saat aku di panggung, "Kawan-kawan, musisi favoritku R. Kelly!"
"Musisi favoritnya adalah R. Kelly.
Ini tak berakhir di sini.
Mari lihat klip dari stand up spesial kedua Aziz
yang baru keluar dua tahun kemudian."
"Dalam spesial terakhir, aku bicara soal R. Kelly.
Kuputuskan tak perlu lakukan itu kali ini,
tetapi ini masalahnya, R. Kelly terus melakukan hal luar biasa!
Hal-hal luar biasa!
Hal-hal luar biasa!
Hal-hal luar biasa!
Hal-hal luar biasa!"
Anehnya aku menonton spesial itu,
dan ada banyak lelucon di sana yang kulupakan.
Sudah sepuluh tahun, kalian tahu?
Ada bagian stand up, "Entah apa aku akan katakan itu kini."
Aku merasa bersalah. Lalu, "Tidak apa-apa."
Itu sudah seharusnya, bukan?
Jika kau sama dengan sepuluh tahun lalu, kau payah!
Seharusnya kau berubah.
Namun ada lelucon di sana, "Tak akan kulakukan sekarang."
Seperti bagian stand up saat kubicarakan sepupu kecilku Harris,
dan... terima kasih, apa pun.
Lalu...
Ada lelucon di sana saat aku akan berbicara dia menonton acara TV aneh
dan dia sedikit gemuk.
Ada lelucon aku bilang, "Kau tahu?
Tidak banyak anak India gemuk! Itu jarang.
Seperti melihat bintang jatuh, hanya saja gemuk, cokelat, dan di tanah."
Tak apa-apa, terserahlah,
tapi kurasa jika kupikirkan lelucon itu kini, aku bilang,
"Mungkin tak ada alasan mempermalukan sepupuku dalam skala global.
Mungkin aku akan menepis itu."
Namun saat itu usiaku 25 tahun.
Aku merasa, "Aku harus isi jam ini, tak peduli apa pun!"
Kulempar Harris kecil ke bawah bus (mengorbankannya).
Dia agak gemuk, jadi, secara teknis kusempilkan dia.
Dia baik-baik saja.
Dia magang dan semacamnya berkat bagian stand up itu.
Orang-orang berkata, "Apa? Kau Harris itu?"
Dia tak gemuk lagi.
Dia super berotot, dan sering ke gym.
Mungkin karena dia terluka untuk seumur hidup.
"Aku bukan bintang jatuh!"
Aku menonton film dokumenter Michael Jackson.
Aku tak tahu apa kalian sempat menonton ini,
tapi katakanlah secara hipotesis kalian lakukan
dan sama yakinnya seperti tentang R. Kelly.
Tepuk tangan jika selesaikan Michael Jackson.
Apa yang terjadi dengan tepuk tangan untuk R. Kelly?
Itu jauh lebih sedikit orang.
Kalian secara kolektif menyatakan,
"Entah harus bilang apa, Aziz, musiknya lebih baik, maaf. Aku...
Aku siap kehilangan Kelly, tetapi Michael aku tak berani.
Aku punya pernikahan bulan depan, mari serius! "
Dan, tak ada apa-apa darimu?
Dan berpikir, "Aku dengar itu dua anak. Aku tak peduli.
Maaf, Aziz, aku akan pulang dengarkan Thriller,
aku menonton The Cosby Show, lalu tidur. Hadapilah!"
Baiklah. Namun, Dan.
Katakanlah ada dokumenter lain keluar yang lebih buruk.
Sekarang mereka bilang
seribu anak.
Kini kau muak dengan Michael Jackson?
Benar. Lihat?
Dan orang yang berprinsip.
Pikirnya, "Dua anak itu satu hal, tapi aku harus tarik batas
dan Dan menarik batas di seribu anak-anak!"
Bukankah aneh kita menonton ini sebagai hiburan?
Bukankah itu aneh? Teman-temanmu berkata
"Astaga. Apa kau lihat acara itu
saat dua orang itu jelas menggambarkan tentang dilecehkan selama empat jam?"
"Tidak."
"Kau harus menontonnya!"
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Namun menurutku hal aneh terjadi
dan Michael seperti pria sakit.
Kuharap orang di sekitarnya berbuat lebih banyak untuk membantunya.
Kalian tahu?
Dia mengajak anak-anak ini untuk tur.
Aku pernah tur dan tahu rasanya. Ada banyak orang lain di sekitar.
Aku punya manajer tur, komedian pembuka,
ada staf lokasi acara.
Andai aku muncul hari Jumat dan berkata,
"Kawan-kawan, ini Justin. Dia bersamaku sepanjang pekan."
"Aziz, Justin berusia enam tahun."
"Namun dia temanku."
"Mungkin kau butuh teman seusiamu."
"Namun aku tidak punya masa kecil. Aku Peter Pan."
"Tidak, kau mungkin pedofil. Ayo Justin.
Mari diantar ke orang tuamu.
Bicaralah dengan ibumu tentang prioritasnya."
Berdirilah sebentar.
Aku tak kenal anak ini.
Kau bisa saja memainkan Justin.
Ini temanku Justin. Dia akan bersamaku...
Kenapa kau duduk di barisan depan acara ini?
Apa yang kita punya, ayah dan dua putra?
Kalian tahu...
Jika itu berakhir di acara spesial, Ibu tak akan senang.
Bagus sekali, Ayah!
Siapa namamu?
Aku Tyler.
- Tyler. Lalu nama anak yang lain? - Dylan.
Tyler dan Dylan. Baiklah. Berapa usiamu, Tyler?
- Sepuluh. - Sepuluh?
Sial!
Rekrut yang sempurna!
Astaga.
Siapa namamu, Ayah?
- Ben. - Ben, baiklah.
Kau membuat keputusan aneh membawa anak-anak ini.
Hal lain yang rumit tentang kasus Michael,
aku tak tahu harus berpikir apa karena aku punya internet,
dan internet bisa mengonfirmasi apa pun yang kau mau percaya, bukan?
Di sana aku bisa mengetik, "Michael Jackson bersalah."
Pikiranku, "Apa?
Michael itu bencana. Aku tidak percaya dia lakukan itu."
Lalu aku bisa ke sana,
aku bisa masuk YouTube ketik "Michael Jackson tak bersalah"
dan berkata, "Apa?
Anak-anak itu yang menjebaknya!"
Aku tak tahu harus percaya apa
karena video YouTube bisa meyakinkanmu tentang apa pun!
Aku menonton video YouTube satu kali, dan berkata,
"Apa aku di Illuminati?
Ini adalah bukti menarik yang mereka kumpulkan."
Aku menonton video, "Aziz Ansari: Illuminati.
Lihat namanya. Bagaimana mengejanya?
Dua A. Apa yang dimiliki A di atasnya? Segitiga.
Apa lagi yang dia punya di namanya? Dua I.
A-Z-I-Z, A-N-S-A-R-I.
Dua I, dua segitiga.
Ada apa di kepalanya? Dua mata.
Aziz Ansari: Illuminati."
Jika Michael melakukan ini,
itu menciptakan, teka-teki budaya aneh bagi kita.
Kalian tahu, akibat musik sangat mendalam. Itu menjadi bagian hidupmu.
Kenangan pertamaku tentang musik itu sendiri
adalah saat aku mungkin tak lebih muda dari Tyler.
Lalu aku ingat...
mendengarkan kaset Michael Jackson, Thriller.
Ingatan pertamaku soal musik.
Apa ingatan pertamamu soal musik?
Lagu pertama yang kau ingat dan dengarkan, kau ingat?
- Mungkin "Thriller". - Mungkin Thriller?
Lagu apa?
Apa maksudmu?
Lagu mana dari Thriller? Maksudmu, lagu "Thriller"? Baiklah.
Bagaimana kau menghapus itu dari hidupmu, Tyler?
Itu menjadi pola, bukan?
Kalian tahu apa yang selalu kukira menjadi teka-teki tergila?
Bagaimana jika tahun 1999
Osama Bin Laden mengeluarkan
album Jaz yang luar biasa?
Orang berkata, "Ini karya berpengaruh besar.
Ini Miles Coltrane Bin Laden," bukan?
Lalu hari itu.
kau menonton berita dan pembawa acaranya berkata,
"Tampaknya pelaku penyerangan itu...
Legenda jaz, Osama Bin Laden?
Pemain saksofon. Apa orang yang sama?
Astaga, kami sangat terkejut di studio.
Saat ini ada perwakilan dari label rekamannya di telepon.
Ini Darren dari Bop Boppity Bop Bop Records.
Darren, bagaimana ini menurutmu?"
"Aku masih sangat syok. Aku tak percaya.
Aku bersamanya beberapa minggu lalu, dia tak mungkin orang lebih baik."
"Sungguh? Orang baik? "
"Dia membantuku pindah ke apartemenku.
Biasanya aku selalu dijemput di bandara.
Sial. Mungkin aku harus memberi tahu FBI soal itu.
Namun aku sungguh tidak percaya."
"Bagaimana dengan musiknya, Darren?"
"Ya, kau tahu, kami baru...
merekam album Natal ini dengan Michael Bublรฉ, dan...
Aku harus jujur.
Itu bagus sekali.
Namun...
kita mungkin harus batal merilisnya."
"Mungkin kita harus mengesampingkannya.
Kurasa ini pertanyaan banyak pencinta musik jaz kini.
Apa kita masih akan bisa menikmati musik ini?
Mari lihat pemikiran pemirsa. Ayo ke telepon.
Ada telepon pria dari Brooklyn, New York.
Ini Dan Greenblatt. Dan, bagaimana menurutmu?"
"Itu bukan ribuan gedung."
Aku tak tahu apa yang akan terjadi pada Michael, tetapi...
Aku rasa R. Kelly dalam posisi sulit.
Sepertinya dia dituntut.
Semua perusahaan telah meninggalkannya, RCA, Sony, semua tempat itu.
Dewasa ini, kau punya perusahaan besar,
meski satu pegawai lakukan sesuatu, seluruh perusahaan dikritik.
Nyaris seperti masalah Pizza Hut, bukan?
Orang memesan piza pepperoni.
Dia menerima piza,
pepperoni disusun agar terlihat seperti swastika.
Namun sekarang beberapa orang mengatakan bahwa itu tak seperti swastika.
Mereka bilang ini seperti piza biasa.
Jadi, internet terpecah.
Aku melihatnya. Tampaknya seperti piza biasa bagiku.
Entah. Apa yang kalian pikirkan? Tepuk tangan jika kalian pikir swastika.
Tepuk tangan jika terpikir tampak bak swastika.
Pasangan di belakang.
Tepuk tangan jika kalian pikir ini seperti piza biasa.
Ya. Kau, Pak, yang di sini?
Menurutmu ini seperti piza biasa?
Ya. Apa menurutmu, pria ini hanya berbohong untuk mendapat perhatian
atau semacam itu?
Kau ingat tempat melihatnya?
Sebab ada di New York Times dan Washington Post,
tetapi Washington Post tak sengaja memasang
foto yang diubah secara digital, kalian ingat tempat melihatnya?
- Washington Post. - Kau lihat di Washington Post?
Baiklah, menariknya...
Aku mengarang semua, tak ada yang terjadi.
Aku tak berusaha mempermalukanmu, tapi kau dan semua yang tepuk tangan tadi,
kalian masalahnya, paham?
Apa yang kalian lakukan?
Di sinilah kita sekarang.
Menurut kalian opini kalian sangat berharga,
kalian perlu berpihak pada hal yang bahkan tak ada?
Aku lakukan ini setiap malam, setiap malam orang bertepuk tangan.
Pertama, grup pertama bertepuk,
"Ya, itu swastika. Itulah negara ini.
Trump mungkin menaruh pepperoni sendiri! "
Lalu grup lainnya bertepuk,
"Tak mungkin. Negeri terlalu sensitif. Kebijakan ketepatan politik. Orang peka!"
Apa yang orang-orang ini tidak sadari
adalah meski mereka percaya hal yang sama sekali beda,
mereka sebenarnya orang yang sama.
Sebab mereka tidak sungguh peduli belajar, menjelajah, dan berdiskusi.
Mereka hanya ingin mengikuti reaksi terprogram kecil mereka.
Mereka sudah tahu apa yang mereka pikirkan.
Sisanya, yang tak bertepuk tangan,
kalian tidak lolos.
Aku lihat wajah kalian.
Tak ada yang duduk bilang, "Tidak. Pria malang. Semoga tak terjadi."
Tidak, kalian semua duduk di sana
dengan pikiran sama melewati kepala kalian.
"Bagaimana kulewatkan masalah Pizza Hut ini?
Kau melihatnya?
Aku banyak menonton berita. Kulihat CNN seharian!
Aku di ponsel sepanjang sisa waktu,
masalahku terkurung di kantong bodoh ini selama sejam
dan aku sudah tertinggal!"
Omong-omong, kalian harus sedikit skeptis terhadap ini
karena jika ini terjadi, itu bukan Pizza Hut.
Itu akan terjadi di Papa John's.
Keren.
Seorang wanita berteriak, "Lucu!"
Tak perlu, tetapi dihargai.
Inilah alasannya asyik menonton siaran langsung.
Kau tak pernah tahu yang terjadi, ya?"
"Lucu!" Itu tak pernah terjadi dalam 18 tahun melakukan komedi.
Mari kita bicarakan Alzheimer sebentar.
Nenekku menderita Alzheimer.
Aku baru melihatnya di India saat libur Natal.
Kalian tahu,
aku tak tahu apa kalian dikelilingi pengidap Alzheimer,
tetapi itu penyakit amat menyedihkan.
Dia punya perawat sekarang. Wanita ini bernama Fatima.
Fatima menjelaskan kepadaku caramu bergaul dengan orang Alzheimer.
Sebab, kalian tahu, mereka punya hal-hal kecil yang harus dipertimbangkan.
Satu hal yang dilakukan nenekku
adalah menanyakan hal sama berulang kali.
Satu hal yang terus dia tanyakan,
"Apa Aisha di dalam membuat samosa?"
Lalu Fatima akan pergi, "Ya, dia ada di dalam!"
Ini sangat aneh bagiku karena Aisha saudarinya
yang sudah meninggal.
Dia jelas tidak di dapur membuat samosa.
Aku bertanya kepada Fatima,
"Kenapa kau katakan itu? Kenapa bohong?"
Dia bilang, "Kadang lebih mudah begitu."
Kataku, "Itu tampak kejam."
Namun aku ada di sana bersama pacarku, wanita Kaukasia.
Lalu sesekali,
kami akan duduk dan nenekku berkata,
"Siapa wanita kulit putih ini?"
Aku akan berkata, "Ini pacarku, Nek."
"Apa itu berarti ini istrimu?"
"Tidak. Kami cuma kencan.
Sangat mencintai, mungkin menikah di masa depan,
tapi dia amat penting bagiku, kumau kau ketemu."
"Baiklah." Bla, bla, bla.
"Siapa wanita kulit putih ini?"
"Ini pacarku, Nek."
"Apa itu istrimu?"
"Tidak, cuma kencan, mungkin nikah.
Saling mencintai. Dia orang penting.
Kuingin kau bertemu dia. "Baiklah.
Siapa wanita kulit putih ini?"
"Orang Inggris kembali, Nek.
Kami akan perlu melihat dokumenmu."
Hal paling menyedihkan yang terjadi bila nenekku berkata,
di satu titik, memintaku tinggal bersamanya lebih lama.
Dia bilang, "Kenapa tak tinggal beberapa malam,
habiskan waktu dengan Nenek."
Aku berkata, "Aku tak bisa, Nenek. Aku harus balik untuk bersiap turku."
Dia balas, "Baiklah...
Kenapa kau tak tinggal selama beberapa hari,
habiskan waktu dengan Nenek?"
Kupikir, "Tak bisa, Nek.
Aku harus terbang balik besok, bersiap tur."
"Baiklah."
Dia terus bertanya. Aku terus mengatakan perihalku.
Itu menyiksaku karena...
aku tahu itu tidak benar.
Aku punya penerbangan keesokan harinya,
tetapi bisa atur ulang beberapa hal dan tinggal lebih lama.
Namun aku bukan orang sebaik itu.
Satu malam tak mengapa, sementara dua malam tidak bisa.
Dia bertanya lagi, dan aku akan masuk ke dalam omonganku,
lalu Fatima menepuk pundakku, dan berkata,
"Katakan saja kau tinggal."
Aku berpikir, "Astaga...
Aku cucu yang buruk, tetapi...
kau seperti iblis atau semacamnya.
Aku tak melakukan itu! Kejam!"
"Ya, Nek, aku di sini seminggu!
Tebak siapa lagi yang ada di sini? Aisha, bawa keluar samosa itu!"
Sulit melihat nenekku seperti itu
karena aku ingat dia saat masih muda, kalian tahu?
Itu hal menakutkan saat mencapai usiaku.
Aku 36 tahun, jadi,
kulihat orang jadi tua.
Kulihat apa yang bisa dilakukan usia tua.
Saat kau lebih muda dan bertemu orang setua itu,
kau hanya mengenal mereka dalam kondisi memburuk, bukan?
Misal, jika kau bertemu nenek buyutmu,
pertama kali kau bertemu dia, dia seperti...
Kau bilang ,"Hai, Nenek buyut Carol."
Kau tak tahu dia, saat lompat tali atau apa pun,
kau hanya mengenalnya sebagai orang tipe penjahat Star Wars.
Namun kini kau lihat perubahan itu.
Ini sangat menakutkan
karena kau sadar bahwa itu akan mendatangi kita semua.
Itu mendatangi kita.
Itu mendatangi orang tua kita.
Itulah saat aku jadi takut.
Kau mulai memikirkan orang tuamu.
Aku sangat beruntung,
kedua orang tuaku masih hidup dan sehat penuh energi.
Aku benar-benar menerimanya sebagai hal biasa saja.
Aku tak cukup menelepon dan menemui mereka.
Kalian cukup bertemu orang tua?
Seberapa sering kalian melihat mereka, dua atau tiga kali setahun?
Berapa yang tersisa bagi mereka?
Mungkin 20 tahun?
Itu...
sebanyak 60 kali lagi untuk melihat mereka.
Itu dia.
Enam puluh kali lagi.
Enam puluh kali lagi berkumpul.
Kau memanfaatkan pertemuan ini?
Apa kau membuat kenangan?
Tahu tidak? Semua tutup mata sebentar.
Ayolah. Tutuplah! Kau satu-satunya.
Pikirkan saja akhir pekan lalu kalian bertemu orang tua, bukan?
Pikirkan semua yang kalian lakukan.
Kumpulkan kenangan yang paling berharga.
Saat dapat ingatannya, angkatlah tangan.
Ada lima tangan sekarang.
Tahu kenapa? Sebab kita semua punya akhir pekan menyebalkan yang sama.
Aku tahu kegiatan kalian karena aku melakukan hal sama.
Kalian datang terlambat Jumat,
"Aku sebaiknya membongkar barangku dan tidur."
"Baik, sampai jumpa besok pagi." Hari pertama selesai.
Lalu, kau bangun pagi hari berikutnya pada... pukul 11.30,
masuk dapur, membuat kopi. "Kalian punya mesin kopi baru."
"Ya, kami suka."
Percakapan selesai.
Sisa hari, semua orang di ponsel, komputer,
lakukan apa pun untuk hindari kontak mata
atau percakapan mendalam.
Pada titik tertentu, rasa bersalah kolektif muncul.
Seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang tamu.
Tak ada yang tahu apa yang harus dikatakan.
Lalu entah kenapa,
kau dan seluruh keluargamu menonton film Speed bersama.
Lalu saatnya makan malam.
Salah satu orang tuamu bilang, "Ayo ke restoran yang kau suka. Pilihlah."
Kau pikir, "Aku tak tinggal di kota sial ini. Kau pilih!"
Mereka berkata, "Ayo ke restoran kesukaan kami
dan tak menyadari itu sebenarnya rangkaian resto!"
Kalian datang, pesan jalapeno popper dan bawang bombai goreng.
Kalian makan semua dan pulang,
kau buang air terbesarmu selama berbulan-bulan.
Bangun keesokan pagi, kemasi barangmu,
membawanya keluar.
Saat kau pergi,
salah satu orang tuamu akhirnya menatapmu.
Mereka bilang,
"Apakah hidupmu baik-baik saja?"
Tak pernah.
Namun kau bilang, "Ya!"
Sebab kita sama sekali tak mampu
bercakap-cakap benar
dengan orang-orang ini yang sudah kita tahu sepanjang hidup kita.
Kita menjalankan rutinitas lama
sebanyak 59 kali lagi...
lalu mereka wafat.
Bagaimana jika aku mengakhiri acara di sana?
Omong-omong, Tyler yang malang. Semua ini tak berlaku untukmu.
Dia duduk di sana berpikir, "Ayahku akan wafat dalam 20 tahun!"
Keadaanmu baik, Kawan. Kau bersama ayahmu sekarang.
Semua baik-baik saja.
Dia akan pulang dan memeluk ibunya,
"Ibu, pria itu bilang kau akan wafat dalam 20 tahun!"
Aku tak mengatakan semua ini agar kita sedih.
Aku mengatakannya agar semoga menginspirasi kita
untuk bicara dengan mereka, mengenal mereka, bukan?
Sebab saat mereka wafat, kita yang ceritakan kisah mereka, ya?
Kita penulis biografi mereka.
Aku yakin mereka jauh lebih menarik daripada kita.
Jadi, lain kali di rumah, kutantang kita semua,
duduk bersama orang tua, bicara kepada mereka.
Duduklah dengan ibumu dan katakan, "Kau tahu?
Singkirkan telepon dan semua.
Aku mau bicara denganmu. Ceritakan hidupmu.
Ceritakan kisahmu."
Dia akan tersentuh.
Tatap matanya dan tanya dia, lakukan optimal.
Katakan, "Ibu...
Kau pernah bercinta dengan pria kulit hitam?
"Kenapa kau menanyakan sesuatu seperti itu?"
"Aku cuma mau belajar soal hidupmu, entah, dan tahu banyak hal."
"Tampaknya itu tempat yang sangat aneh untuk memulai!
"Entahlah. Aku mencoba."
Baiklah, saat itu tahun 98 dan Bulls di masa puncaknya.
Tyler, kau bisa lakukan bagian itu jika kau mau.
Tyler, berjanjilah kau akan melakukannya.
Kau mau melakukannya?
Kau mau melakukannya?
Ya!
Aku sedang menjalin hubungan.
Wanita yang luar biasa.
Kami pasangan antar ras.
Sebagian besar orang tak peduli soal itu. Namun ada orang yang tak suka.
Kami menerimanya dari dua sisi saat ini, kalian tahu?
Satu sisi, kami seperti buku klasik kuno,
"Kalian sama sekali tak cocok!"
Lalu juga dapat hal baru, "Aziz, kau di dunia hiburan,
seharusnya kau tak berkencan di luar etnismu,
terutama kulit putih
karena menyebarkan ide keindahan putih ditaruh di atas tumpuan!"
Itu hanya cara unik mengatakan, "Kalian sama sekali tak cocok!"
Sebab dengar, Kawan, aku mengerti. Aku mengerti argumennya.
Namun aku pernah kencani orang India, aku kencani banyak etnis.
Namun ini orang yang sangat dekat denganku.
Itu sangat sulit ditemukan.
Aku minta maaf warna kulit kami tidak sama.
Namun aku juga lelah
kepada orang yang memberitahuku ras apa yang boleh kukencani.
Itu terjadi seumur hidupku, kalian tahu? Bahkan saat aku masih kecil.
Aku ingat berada di Kelas Satu, setiap anak di kelas berkulit putih,
kecuali aku dan gadis Asia mungil ini.
Bahkan saat itu, orang-orang sering berkata,
"Baiklah, Aziz!
Ada apa denganmu dan Christine Li?
Aku melihat kalian berdua, apa yang terjadi?
Ayo, Kawan. Kau terlihat aneh. Dia tampak aneh...
Ayo lakukan ini!"
Lalu 20 tahun kemudian kumasuk bisnis pertunjukan,
itu sama saja, bukan, "Baik, Aziz,
kau aktor komedi India,
Mindy Kaling aktor komedi India, apa yang terjadi?"
Pacarku orang Denmark.
Jadi, dia bahkan tak paham sejumlah rasisme yang kadang kami hadapi.
Sebab mereka tak punya rasisme yang sama di Denmark
karena secara budaya beda.
Mereka tak punya ras lain.
Orang Denmark saja.
Hal terdekat yang mereka punya untuk kaum minoritas adalah roti gandum.
Jadi, kadang aku harus menjelaskan kepadanya, kalian tahu?
Kubuat suaranya untuk bagian stand up berikut.
Ini bukan suaranya, ya?
Aksennya agak sulit
karena dia tinggal di tempat berbeda di dunia.
Kukatakan saja karena tak mau lakukan suara ini
dan orang berkata, "Aziz mengencani orang bersuara Mary Poppins."
Dia datang kepadaku suatu hari, berkata,
"Sayang, kulakukan sesuatu yang agak nakal.
Aku pergi ke beberapa forum internet
dan melihat orang mengunggah foto paparazi kita.
Aku ingin tahu,
kenapa orang-orang ini mengira namaku Becky?"
Aku harus menjelaskan kepadanya, "Tak ada yang menganggap namamu Becky.
Itu hanya slang internet yang mengolok gadis kulit putih.
Seperti lagu Beyoncรฉ, "Panggil Becky dengan rambut yang bagus."
"Jadi, itu semacam hinaan?
Tak seburuk itu, hanya menyebutku dengan nama lain."
Lalu dia buka payungnya dan terbang ke langit.
Suatu kali,
kami berkeliling di New York.
Kami cuma pegangan tangan, peduli urusan sendiri.
Seseorang menunjuk kami, berkata,
"Taruhan kau akan sering naik taksi gratis dengan dia!"
Sebelum aku bisa katakan apa pun, pacarku bilang,
"Maaf, Pak. Aku membayar bagianku dari taksi, terima kasih banyak!"
Lalu mulai berjalan tegak seperti mendominasi interaksinya.
Aku bahkan tak sempat marah kepada pria ini
karena aku sangat bingung.
Aku akhirnya berkata, "Kenapa kau mengatakan itu?"
Dia berkata, "Pria ini jelas menyiratkan
bahwa aku mengencanimu demi kekayaanmu dan aku semacam penggali emas."
"Menurutmu itu yang baru terjadi?"
Tidak.
Dia mengolokku karena orang India. Dia bilang aku mengemudi taksi."
"Kau tidak mengemudi taksi."
"Tidak, dia tahu itu.
Dia hanya katakan
bahwa sering kali kau naik taksi itu pria cokelat.
Itu stereotip. Ini pekerjaan dari banyak orang India."
"Banyak orang India juga dokter,
dia bisa bilang, "Taruhan kau bisa cek gratis dengan dia."
"Kurasa secara teknis ya, tapi untuk apa dia bilang begitu?
Bukan itu yang dia tuju di sini, ya?
Dia berusaha merendahkan.
Dia tak mencoba mengejekku karena berpotensi menjadi dokter.
Dia hanya bilang saat kau naik taksi, seringnya orang India berwarna cokelat."
"Seseorang kirimkan dia memo.
Hanya karena cokelat bukan berarti orang India.
Mereka bisa juga Pakistan, Bangladesh dan etnis lain..."
"Ya, dia tahu semua ini!
Sial, Becky, inilah rasisme."
Untuk alat kontrasepsi, pacarku memakai spiral.
Ada penggemar di sini!
"Ada satu di kemaluanku juga!"
Dua orang yang duduk berdekatan,
ada kelompok kecil.
Namun, pacarku punya satu dan dia sangat terkejut
banyak orang di Amerika tak memakai KB spiral
karena amat populer di Eropa, di sini tak terlalu.
Di sini, orang lebih suka pil.
Dipikir-pikir, aku paham kebingungannya
karena pil itu benar-benar produk gila.
Pil seperti kau dan pasanganmu, Lisa dan David,
pergi ke dokter, berkata,
"Ya, kami khawatir soal kehamilan, tapi kami tak mau pakai kondom,
ada yang bisa kami lakukan?
Dokter bilang, "Ya. Aku punya rencana sempurna.
Lisa, aku akan memberimu pil ini.
Pil ini akan berdampak negatif untukmu.
Itu akan menaruh banyak hormon di tubuhmu, yang akan jadi aneh,
tapi aku mau kau minum pil setiap hari pada waktu sama.
Setiap hari, waktu yang sama.
Jangan lupa. Kau lupa sekali saja kau akan hamil hari ini, mengerti?
Setiap hari, waktu yang sama.
Jangan kacaukan ini, Lisa!
Baiklah, David, ini yang harus kau lakukan.
Tak ada. Kau aman, langsung saja. Masukkan. Selamat bersenang.
Aku bahkan tak tahu kenapa kau datang ke pertemuan. Kau manis."
Cara kerja KB spiral...
Cara kerja KB spiral adalah
tembaga kecil yang dokter masukkan sangat dalam
dengan prosedur amat sakit.
Ada tali-tali di luar
agar dokter bisa mengeluarkannya jika kau memutuskan ingin anak
atau kurasa, setelah tujuh tahun harus diganti.
Suatu saat, kita melakukan hal-hal dan aku mengenai tali
dengan penisku.
Itu sangat sakit.
Astaga...
sulit untuk kembali ke sana dengan antusiasme sama
setelah suatu serangan.
Aku mencoba memikirkan analogi. Ini seperti...
Katakan kau makan sekantong keripik.
Semua baik-baik saja, kau menyantap keripik
lalu suatu saat, kau meraih keripik dan sesuatu menggigit kemaluanmu, paham?
Lalu lain kali kau meraih keripik, kau tak akan...
Kau akan berkata, "Tunggu, jangan pindahkan tasnya.
Aku masuk. Jangan geser kantongnya."
Ini berbeda.
Jadi, ini akhirnya menjadi masalah, bukan?
Pacarku bilang, "Kita harus melakukan sesuatu.
Aku tak suka ini. Mungkin aku harus kembali minum obat."
"Apa pun tindakanmu tak masalah bagiku.
Rasanya bukan tempatku untuk mengatakannya."
Dia bilang, "Aku tahu, tapi aku tak begitu suka pil."
Kujawab, โKenapa tidak?โ
Dia bilang, "Kau tahu. Kau jadi gusar, murung,
sangat mudah tersinggung, sensitif.
Kukira aku bisa melakukannya."
Aku menimpali, "Apa?
Ini kedua pilihannya?
Antara aku berisiko memar kemaluan,
atau kau pasrah saja menjadi orang yang lebih buruk?
Pasti ada cara lain."
Tentu saja,
dia pergi ke dokter, menemukan ada merek KB spiral pria baru
dan satu dimasukkan ke dalamku hingga kini kami baik-baik saja.
Jadi, cara ini berfungsi...
Tidak ada KB spiral pria.
Lihat betapa senangnya orang!
Wanita di depan baru keluarkan ponselnya,
"Aku menelepon untuk membuat janji bagi pacarku.
Pukul berapa kau buka? Pukul delapan?
Dia akan tiba pukul 07.15.
Ayo kita letakkan dua di sana
berjaga jika salah satu rusak, dan selipkan tali itu dengan rapi,
aku tak mau apa pun menyodok kemaluanku.
Namanya? Dan Greenblatt. Ya, benar."
Dan, aku senang kau datang malam ini.
Aku senang kalian semua datang malam ini.
Ya.
Aku bersungguh-sungguh.
Aku sangat berterima kasih kalian datang.
Sebab aku banyak lakukan acara di karierku.
Di akhir acara, aku selalu akan berkata,
"Selamat malam. Terima kasih banyak."
Namun sebenarnya,
aku tak pernah serius.
Aku hanya mengatakannya karena itu yang dikatakan di akhir acara, bukan?
Aku memang berterima kasih. Aku bukan orang berengsek.
Namun aku tak cukup bersyukur.
Aku tak terlalu memikirkan apa artinya kalian semua datang,
tetapi saat kulihat kalian di sini, itu berbeda.
Aku memikirkan apa artinya bahwa kalian semua,
kalian mengemudi kemari,
berbaris dalam antrean.
Kalian melakukan semua ini
hanya untuk mendengar aku bicara di mikrofon selama satu atau dua jam.
Itu sangat berarti bagiku
karena aku melihat dunia
dan mungkin tak pernah bisa lakukan ini lagi.
Rasanya seperti aku akan mati.
Dalam hal tertentu, memang begitu.
Aziz lama yang berkata, "Jamu diri," apa pun, dia sudah tak ada.
Namun aku senang
karena dia selalu memandang ke depan
apa pun selanjutnya.
"Aku akan lakukan tur lagi? Apa aku akan tampil di musim lain acara?"
Aku tak berpikir seperti itu lagi.
Sebab aku sadar
itu semua fana.
Segala macam hal itu,
bisa hilang begitu saja...
Hal yang benar-benar kita semua miliki...
adalah momen kita saat ini
dan orang yang bersama kita.
Aku membicarakan nenekku tadi dan itu sedih.
Namun yang tak kukatakan adalah saat aku bersamanya,
dia tersenyum, tertawa, dia ada bersamaku.
Dia hadir dengan cara
yang belum pernah kulihat pada orang di sekitarku belakangan ini.
Aku berusaha membawa itu bersamaku.
Granny, nenekku,
tak punya banyak pilihan dalam hal ini.
Namun aku punya.
Begitulah aku memilih hidup,
momen yang kujalani dengan orang-orang bersamaku.
Sekarang ini, momen kita.
Aku, kalian, Dan...
Wanita acak yang berteriak, "Lucu!"
Tyler muda yang ternoda seumur hidup.
Itu kita semua.
Ini momen kita sekarang. Jadi, kalian tahu?
Kenapa kita tak merasakannya saja sebentar.
Dengan itu, aku ucapkan selamat malam.
Terima kasih banyak.
Terima kasih.
Terima kasih banyak, Brooklyn.
Kuharap kita bisa bertemu lagi.
Terjemahan subtitle oleh Rosidah Abidin
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.