Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Lift
Aku akan segera membawakan berkasnya kepadamu.
Selamat hampir Natal, Shelby.
Sama-sama, Vanessa. Kau datang lebih awal.
Ya, aku punya beberapa hal yang ingin kutangani.
Aku penasaran siapa pemberinya.
Tapi gadis kecil ini tak bisa menanti sampai awal tahun.
Aku pernah melihat keahlianmu untuk hal birokrasi sebelumnya.
Ayo, mari kita beri dia keluarga ini sebelum Natal.
Kau yang terbaik. Terima kasih banyak, Susan.
Ya, selamat berlibur.
- Hai, Vanessa. - Halo.
Apa alasan aku bisa bertemu kalian pagi ini?
Kami punya sedikit masalah.
- Apa semuanya baik saja? - Semuanya lebih dari sempurna.
Masalahnya adalah kau telah membantu kami dan anak-anak...
Sampai kami tidak akan pernah mampu membalasmu.
Aku hanya perlu melihat senyum kalian.
Kau telah bekerja sangat keras untuk kami...
Dan anak-anak ingin menunjukkan betapa berterima kasihnya kami.
Ini untukku?
Terima kasih.
Masih ada lagi. Kalian siap, Anak-anak?
Kami mengucapkan selamat Natal
Kami mengucapkan selamat Natal
Kami mengucapkan selamat Natal Dan Tahun Baru
Itu indah sekali dan merupakan hadiah Natal terbaik.
Jika kau tidak punya rencana, kami ingin kau datang untuk Natal.
Itu manis sekali, terima kasih.
Tapi sebaiknya kalian merayakan Natal sebagai keluarga baru.
Satu, dua, tiga! Senyum yang lebar!
Selamat Natal.
Selamat Natal.
Selamat Natal.
Hei, Teman. Apa kabar? Kau merindukanku?
Kau merindukanku? Kau ingin makan?
Kau bisa mendapat satu hadiah.
Bagaimana dengan... Kau mau yang ini?
Kau mau yang ini?
Apa itu?
DeeDee!
Terima kasih.
Kini pukul 20.30 dan aku tahu kau tidak perlu bekerja besok.
Kau sudah mengenakan piama?
Dee, seperti kau lihat, ini bukan piama.
Ini adalah pakaian olahraga.
Biar kutebak. Kau akan menonton film Natal bersama Mickey.
- Apa salahnya? - Tidak ada.
Jika Mickey punya ibu jari berlawanan dan berjalan dengan dua kaki.
Jangan tersinggung, Mickey.
Kau harus kembali keluar.
Maksudmu berkencan?
Siapa yang punya waktu untuk itu belakangan ini?
Jika kau punya waktu untuk menonton 30 film Natal dengan Mickey...
Kau punya waktu untuk seorang pacar.
Itu akan terjadi pada waktunya.
- Anggur? - Ya.
Jadi, apa ada alasan kau mampir?
Atau kau hanya ingin memberiku kesulitan?
Karena ada ruang di sofaku yang bisa kau gunakan.
Benar. Pertama, kau sudah mendapat hasilmu?
Hasil untuk...
Dari Tes Family Branch DNA yang kita lakukan.
Periksa surelmu. Aku dapat hasilku hari ini.
Ada yang menarik?
Ternyata aku kurang Asia Selatan dari dugaanku...
Tapi aku 4 persen orang Brasil.
Maksudku itu menjelaskan banyak hal.
Jadi, gunakan komputermu.
Rincian keturunan, Inggris dan Irlandia 27 persen.
Spanyol 16 persen.
5,5 persen Prancis.
Dan 1,5 persen Afrika Barat.
- Itu cukup keren. - Itu sangat keren.
"Lihat Sejarah Keluarga."
Kecocokan Dari Pihak Ayah!
Dikatakan aku punya kecocokan dari pihak ayah.
Seperti ayah biologis?
Astaga.
Inilah yang kau harapkan, bukan?
Ya, tapi...
Klik saja.
Aku tidak bisa melakukannya. Kau saja.
Sungguh? Baiklah.
Richard Hendricks. 54 tahun.
Barrington, Connecticut, AS.
Barrington? Itu berjarak satu jam.
Itu hal yang bagus, 'kan?
Aku tidak mengira akan menemukannya.
- Mari kita lihat... - Tunggu, apa yang kau lakukan?
Memeriksa apa dia punya media sosial.
Ketemu.
Dia punya keluarga.
Yang berarti kini kau punya keluarga.
Hei, kau baik saja?
30 detik lalu, aku tidak punya ayah atau saudara kandung.
Kau ingat perkataanmu padaku?
Ini akan terjadi saat tiba waktunya.
Aku membicarakan pacar, bukan keluarga.
Itu tetap berlaku.
Sebaiknya kau kirim pesan padanya.
Tidak mungkin.
Dia pasti melakukan tes DNA ini untuk menemukan sepupu ketiga...
Di Swedia atau semacamnya.
Kau tidak tahu itu. Bagaimana jika dia juga mencarimu?
Aku sangat meragukan itu.
Sebaiknya kau kirim pesan padanya sebelum terlalu banyak berpikir.
- Baiklah. - Baiklah.
- Apa yang kukatakan? - Baiklah.
Kurasa kau tidak perlu bertele-tele.
Kurasa kau sebaiknya mengatakan...
"Hai, aku putrimu."
Bagaimana jika dia tidak merespons?
Jika dia tidak merespons, itu kesalahannya.
Bukan kesalahanmu.
Kau benar.
Baiklah.
"Kepada Tn. Hendricks, selamat berlibur.
Namaku Vanessa Hall, dan aku tinggal di Kota New York.
Aku melakukan tes DNA...
Dan menemukan kecocokan dari pihak ayah.
Aku tahu hal ini mungkin mengejutkan...
Tapi sepertinya kau adalah ayahku."
- Anak-anak sudah berangkat sekolah? - Sudah.
Kau sudah memasang Sinterklas-mu di luar sana?
Ya.
Kini dia kebanyakan diberi lakban.
Mungkin sudah waktunya dia pensiun tahun ini?
Aku tidak bisa melakukan itu.
Dia praktis adalah bagian dari keluarga.
Bicara soal keluarga, aku sebenarnya tidak tahu bagaimana mengatakan ini.
Aku hanya tahu bahwa aku mencintaimu...
Dan ini tidak mengubah apa pun di antara kita.
Baiklah, kini kau menakutiku.
Kau ingat tes DNA yang kita ambil tahun lalu?
- Ya. - Ini...
Putrimu?
- Apa ini sungguhan? - Pasti.
Itu juga ada di akunku.
Dikatakan ada kecocokan dari pihak ayah.
Ini jelas 31 tahun lalu. Jauh sebelum aku bertemu dirimu.
Percayalah, aku sudah berhitung.
Di mana kau 32 tahun lalu?
Itu sebelum dinas militer keduaku.
Aku ingat mengencani wanita bernama Trish.
Lalu...
Lalu setelah dua tahun di Timur Tengah...
Aku tidak bisa menemukannya saat kembali.
Jadi apa yang akan kita lakukan?
Kita?
Ya, kita.
Richard, ini menyangkut kita semua.
Ya, kau benar.
Kurasa kau harus meneleponnya.
Halo, ini Vanessa.
Hai, Vanessa. Ini Richard Hendricks.
Kurasa aku adalah ayahmu.
Maksudku secara biologis.
Kurasa kau tidak punya orang lain yang kau sebut ayah.
Ya.
Tidak, aku tidak punya ayah lain sejauh yang aku tahu.
Maksudku, aku jelas tidak punya ayah lain.
Terima kasih sudah menelepon.
- Bagaimana kabarmu? - Kabarku baik.
- Bagaimana kabarmu? - Kabarku baik, terima kasih.
Jadi, ke mana saja kau selama hidupku?
Itu lelucon.
Aku membuat lelucon buruk saat tidak tahu harus bicara apa.
Tidak apa, aku juga. Itu bukti kuat bahwa aku adalah ayahmu.
Itu terdengar seperti bukti yang sangat kuat.
Ya.
Jika harus membuat daftar percakapan paling canggung dalam hidup...
Kurasa situasi kita cocok untuk itu.
Mungkin ini percakapan yang harusnya tidak kita lakukan lewat telepon.
Jika kau merasa nyaman, apa kau...
Apa kau ingin bertemu secara langsung?
Maksudku aku datang ke kotamu Hari Kamis.
Kurasa aku harus mengambil sesuatu.
Jika kau tidak sibuk setelahnya, mungkin kita bisa bertemu.
Hari Kamis? Sepertinya itu bagus.
Ada taman kecil di dekat rumahku yang mengadakan acara liburan.
Jika kau mau bertemu di sana...
Kita bisa bertemu di dekat pohon Natal yang besar?
Bagus. Sepertinya itu bagus.
Sekitar pukul 14.00?
Itu bagus. Aku akan kirim alamatnya lewat pesan.
Baiklah. Vanessa, aku menantikan bertemu denganmu.
Baiklah, terima kasih. Sampai jumpa.
Terima kasih, sampai jumpa.
- Hai. - Hai.
- Kau pasti... - Vanessa.
- Richard, senang bertemu denganmu. - Sama-sama.
Harus kukatakan, aku terkesan kau tahu lirik Good King Wenceslas.
Keluargaku adalah penyanyi kidung Natal.
Jadi, itu tertanam di benakku.
Kau ingin minum kakao panas?
Ya, aku mau itu.
Apa ibumu tahu bahwa kau...
Sebenarnya dia wafat beberapa waktu yang lalu.
Aku tidak tahu itu.
Aku ingat Trish sangat manis dan lucu.
Trish? Maksudmu Patty.
Dari yang bisa kuingat, dia punya selera humor yang baik.
Dia bahkan bisa membuat orang paling muram tersenyum.
Berapa usiamu saat dia wafat?
Usiaku 9 tahun saat dia wafat.
Satu-satunya keluarga lainku adalah nenekku...
Tapi dia berada di panti jompo.
Jadi, pasangan tua yang baik ini...
Mengasuhku sampai aku pergi untuk kuliah.
Apa ibumu pernah menyebutku?
Dari apa yang kuingat bertanya, dia selalu mengatakan...
"Ayahmu adalah pria yang sangat baik."
Kupikir dia akan lebih banyak memberitahuku tentang dirimu...
Saat aku bertambah dewasa, tapi kematiannya cukup mendadak.
Maafkan aku. Aku tidak tahu.
Tidak apa, tidak perlu minta maaf.
Masa laluku menjadikan aku seperti sekarang...
Dan kini aku bekerja di organisasi nirlaba...
Yang menempatkan anak-anak di keluarga asuh.
Itu sepertinya sangat bermanfaat.
Kau punya rencana untuk Natal?
Hanya makan malam bersama beberapa teman...
Tapi hanya itu.
Aku berpikir, jika kau tidak keberatan...
Apa aku bisa bertanya soal apa yang terjadi antara kau dan ibuku.
Aku dulu anggota AD, dan aku bertemu ibumu...
Sebelum aku pergi ke Timur Tengah.
Situasinya dulu cukup kacau.
Maksudku, kami saling menyukai.
Tapi kemudian aku pergi...
Dan aku berada di sana sangat lama.
Apa dia pernah menulis surat untuk memberi tahu bahwa dia hamil?
Jika itu benar, aku tidak pernah menerimanya.
Apa kau mencoba mencarinya saat kembali?
Benar, tapi itu dua tahun kemudian.
Itu sebelum era ponsel dan media sosial...
Jadi, lebih mudah untuk kehilangan kontak.
Tapi aku mencari.
Lalu akhirnya aku bertemu Pauline.
Istriku sekarang, dan di sinilah kami.
Jadi, kau punya keluarga. Seperti apa mereka?
Kau tahu? Bagaimana jika kau mencari tahu sendiri?
Bagaimana jika kau menghabiskan liburan Natal bersama kami?
Tidak, kau tidak perlu melakukan itu.
Tidak, kurasa ini waktu tepat untuk bertemu...
Saat seluruh keluarga besar akan hadir.
Jika kau datang hari Sabtu...
Kau bisa menghabiskan beberapa hari untuk mengenal anak-anak...
Lalu seluruh keluarga akan datang di Malam Natal.
Aku tidak punya mobil dan tidak bisa meninggalkan anjingku sendirian.
Tidak apa, kami punya teman keluarga, Kristopher, yang akan datang.
Kau bisa menumpang dengannya, dan bawa saja anjingmu.
- Apa kau sungguh yakin? - Ya, aku yakin.
Kurasa aku ingin kesempatan untuk lebih mengenalmu...
Saat jari kakiku tidak begitu mati rasa.
Ya, mari...
Mari melakukannya.
Baiklah.
Baiklah, aku akan hubungi Kristopher dan mengirim rinciannya padamu.
Baiklah.
Sampai jumpa hari Sabtu.
Hari Sabtu, ya.
Sampai jumpa.
Kurasa aku telah berkomitmen habiskan terlalu banyak waktu di sana.
Richard baik, tapi bagaimana jika keluarganya tidak menerima?
Kau akan baik saja.
Kau hanya perlu menenangkan pikiran dan menjadi diri sendiri.
Itu dia.
- Baiklah. - Baiklah. Jangan cemas.
Baiklah, ayo.
Hai. Apa salah satu dari kalian adalah Vanessa?
- Itu aku. - Senang bertemu. Aku Kristopher.
- Kau bisa memanggilku Kris. - Hai.
- Ini sahabatku, DeeDee. - Hei, DeeDee. Senang bertemu.
- Ini Mickey. - Hei, Mickey.
Aku bisa membawakan itu untukmu.
Terima kasih.
Apa yang kau bawa di sini? Emas?
Ya, beserta kemenyan dan mur.
Apa dia kerabatmu?
- Kurasa tidak. - Bagus, karena dia tampan.
Aku dulu bertanya pada ibuku kenapa Orang Bijak membawa...
Frankenstein ke bayi Yesus. Itu sepertinya hadiah yang aneh.
Frankenstein akan buat kelahiran itu menjadi jauh lebih menarik.
Benar, bukan? Ya.
DeeDee, kau ikut dengan kami?
Tidak, aku tetap di sini. Orang tuaku berkunjung.
Baiklah.
Selamat berlibur, dan kurasa kita bisa berangkat.
Telepon aku nanti.
- Selamat Natal. - Selamat Natal.
Baiklah. Ayo, Mickey.
Ayo.
Kurasa aku sudah bertemu dengan semua teman Richard dan Pauline.
Kenapa aku belum pernah mendengar tentangmu?
Richard tidak memberitahumu?
Tidak, dia hanya bilang kita akan punya pembahasan dalam perjalanan.
Ya, itu benar.
Baiklah.
Aku tidak percaya.
Richard punya putri yang tinggal di Kota New York...
Selama 31 tahun yang tidak pernah diketahuinya?
- Ini gila. - Bayangkan bagaimana perasaanku.
- Bagaimana perasaanmu? - Aku bahkan tidak tahu.
Semuanya tidak bisa dipercaya.
Aku baru saja mengetahui bahwa aku punya seorang ayah...
Dan kini, di sinilah aku.
Aku penasaran apa pendapat Pauline dan anak-anak soal ini.
Aku tidak tahu. Aku bahkan belum pernah bertemu mereka.
Ini bisa menjadi Natal yang sangat menarik.
Jangan membuatku menjadi lebih gugup.
Tidak, mereka anak-anak yang baik.
Dan mereka dapat kakak yang keren untuk Natal.
Mereka pasti akan menerima.
Kuharap begitu.
Ini sebabnya aku selalu datang kemari.
- Bagus, 'kan? - Sangat bagus.
Syukur kau menemukan tempat ini.
Baiklah, dua eggnog pepermin. Selamat menikmati.
- Terima kasih banyak. - Terima kasih.
Ini seperti Natal dalam cangkir.
Itulah yang akan dipesan Richard.
Kurasa kau memang putrinya.
Jadi, bagaimana kau bisa mengenal Richard?
Richard dan ayahku adalah anggota AD.
Pelatihan dasar, dua dinas.
Richard bilang ayahku menyelamatkan nyawanya...
Tapi aku tidak merasa itu dalam makna harfiah.
Sepertinya mereka mengalami banyak hal bersama.
Apa yang kau lakukan?
Aku hanya melihat apa ada kemiripan dengan Richard.
- Apa kau melihatnya? - Tidak juga.
Kau jauh lebih cantik darinya.
Jangan memberitahunya aku mengatakan itu, ya?
Jadi, apa pekerjaanmu?
Aku pengacara perusahaan.
Dan kau menikmati pekerjaanmu?
Pekerjaanku menafkahiku.
Sebaiknya kita berangkat.
- Ya. - Setuju?
Selamat Datang Di Connecticut Negara Bagian Konstitusi
Ini rumahnya?
Ya, kita sampai.
Entah apa kau perlu mendengar ini.
Tapi Richard salah satu orang terbaik yang kukenal.
Jika dia tahu bahwa dia punya seorang putri di suatu tempat...
Dia akan berusaha keras untuk menemukanmu.
Keluarga ini...
Hidupmu akan menjadi lebih baik dengan mengenal mereka.
- Hidupku sudah menjadi lebih baik. - Terima kasih.
Itu sebenarnya sangat menghibur untuk didengar.
Baiklah.
- Hei, selamat datang. - Halo.
Kuharap Kris tidak membuatmu bosan.
Kau tahu pengacara bisa menjadi seperti apa.
Aku sudah siapkan penyuara telinga, untuk berjaga-jaga.
Gadis cerdas.
Semuanya sudah siap menemuimu.
Kau siap?
Masuklah.
Emilia, kenakan mantelmu.
- Kalian! - Kris.
Kalian semua, senang bertemu.
Halo. Ya ampun.
Hei, Semuanya. Ini Vanessa.
Putri Ayah. Kakak Kalian.
Hai, Semuanya.
Aku Pauline. Hai.
- Kau cantik sekali. - Terima kasih. Kau juga.
Aku sangat senang bertemu denganmu.
Itu istriku dan dia suka memeluk.
Lalu dari sulung hingga bungsu, itu Caitlin.
Ini Aiden, dan Emilia.
- Senang bertemu denganmu. - Sama-sama, Aiden.
Dan ini adalah Mickey, yang akan menjadi keponakanmu.
Hei, senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu juga.
Aku selalu suka nama Caitlin.
Bagus.
Bagaimana kau bisa jadi kakak kami? Kau sudah dewasa.
Sebelum Ayah bertemu ibu kalian, Ayah bertemu ibu Vanessa...
Lalu Vanessa lahir.
Kenapa kita baru menemuinya sekarang?
Kami tidak tahu sebelumnya, sampai beberapa hari lalu.
- Karena tes DNA. - Aku tidak paham.
- Aku juga. - Penjelasan yang bagus.
Kalian semua, aku dapat sambutan yang lebih hangat daripada ini.
Vanessa itu hebat. Dia luar biasa.
Aku sudah memeriksanya. Dia sangat baik dan lucu.
Tapi tidak selucu aku.
Tapi, Ayah, kenapa Kris membawanya ke dokter hewan?
Ke dokter hewan? Bukan.
Maaf.
Mari kita masuk.
Semoga kau tidak keberatan tidur di sofa...
Karena Vanessa mendapat kamar tamu.
Ya ampun. Kutarik semua kebaikan yang kukatakan tentang dia.
- Rumahmu indah sekali. - Terima kasih.
Bahkan aromanya seperti Natal di sini.
Aku tahu dekorasinya berlebihan...
Tapi kebanyakan itu disiapkan oleh Richard.
Ini sungguh menawan.
Terima kasih.
Di situlah pohon Natal akan ditaruh.
Kami akan menebang itu besok. Biasanya kami menunggu Kris datang.
Mungkin kau bisa bergabung dengan kami.
Ya, dengan senang hati.
Biar kutebak, dia bilang tidak terlibat dengan dekorasi Natal.
Benarkah?
Jangan percaya dia.
Suatu waktu ada kontes lampu di lingkungan kami...
Dan dia membeli semua lampu Natal dalam radius 80 km.
Aku sedikit kompetitif.
Itu sebabnya aku senang dia selalu di sisiku seumur hidup.
Aku minta maaf soal Emilia.
Dia hanya butuh waktu untuk ramah...
Tapi begitu kau akrab, dia akan menjadi sahabatmu.
Ini buktinya.
Baiklah, kalian akan membuatku lelah untuk Natal.
Aiden, ajaklah Mickey untuk berkeliling di rumah.
Bagus, aku suka anjing.
Hati-hati, dia bisa menyulitkan.
Baik, pergilah.
Emilia, kau mau bermain dengan Mickey?
- Aku harus melatih laguku. - Ya, Emilia menyanyi solo.
Away in a Manger di kontes Natal gereja.
Menyanyi solo? Itu sangat mengesankan.
Itu bukan hal penting.
Maaf, biasanya dia sangat manis.
Aku mengerti. Ini sulit diterima seorang anak.
Kau seperti apa saat kecil?
Aku cukup pemalu.
Jelas bukan anak yang menyanyi solo di kontes Natal.
Bagaimana denganmu, Kris?
Kris hebat, tapi tenaganya besar. Dia tidak bisa diam.
Tapi berhati baik.
- Dan dia terobsesi dengan bisbol. - Hingga sekarang.
Richard mengajakku ke pertandingan Yankees pertamaku di usia 6 tahun.
Aku penggemar berat.
Tapi ayahku kurang suka. Dia penggemar Mets.
Kurasa aku harus memihak ayahmu untuk ini.
- Tidak. - Mets dan Jets harus didukung.
Kau harus mendukung tim yang tidak diunggulkan.
- Mets dan Jets! - Sudah kuduga.
Sudah kuduga aku suka gadis ini.
- Bantulah aku di dapur. - Baiklah, tentu.
Bisa aku tunjukkan kamarmu?
Itu akan menyenangkan.
- Kau punya keluarga yang indah. - Terima kasih.
Kami membuat foto keluarga besar di depan pohon Natal tiap tahun.
Kau akan ada di dalamnya, jika kau mau.
- Itu akan menyenangkan. - Baiklah.
Aku sangat senang kau di sini.
Kurasa waktunya bukan kebetulan. Makna hari raya adalah keluarga.
Kurasa banyak yang perlu kita bicarakan.
Ya, itu benar.
- Baiklah, ini kamarmu. - Bagus.
- Tidak perlu segan. - Baik, terima kasih.
Dee, kau tidak paham betapa semuanya luar biasa di sini.
Seperti terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Benarkah? Kenapa begitu?
Richard dan istrinya, Pauline, sangat baik.
Dan bisa dipahami anak-anak terkejut, tapi mereka tampak sangat baik.
Bagaimana pria yang mengantarmu ke sana? Apa urusannya?
Kristopher? Ya, sepertinya dia baik.
Dan tampan.
Kau yakin dia bukan sepupumu atau lainnya?
Ya, dia jelas bukan anggota keluarga.
Sudah dulu. Aku menyayangimu.
Masuk!
- Hei, bagaimana kabarmu? - Baik.
Bagus, aku harus memberitahumu bahwa makan malam sudah siap.
Baiklah, terima kasih.
Bagaimana perasaanmu dengan semuanya?
Kau benar tentang keluarga ini. Mereka luar biasa.
Dan kuhargai kau membantuku untuk dekat dengan anak-anak.
Meskipun aku tidak yakin kami sudah sangat akrab.
- Kau nanti akan akrab. - Kuharap begitu.
- Sampai jumpa nanti. - Baiklah.
"Kau nanti akan akrab." Baiklah.
Emilia, boleh kukatakan betapa aku suka rambutmu?
Itu bukan rambut aslinya. Tidakkah kau tahu?
Dia mengenakan wig, lihat?
Tidak!
Hei, kau.
Ini dia.
- Itu menarik. - Ini pinnekjott.
Pada dasarnya itu iga domba asap.
Masakan Norwegia yang populer saat liburan.
Seberapa sering kalian berkumpul untuk makan malam seperti ini?
Kami coba sesering mungkin dengan jadwal anak-anak.
Saat aku kecil, kami makan malam selama dua jam tiap malam...
Karena ibuku berasal dari Norwegia.
Dia mengajukan pertanyaan rinci tentang hari kami.
Kami pikir dia bersikap ketat...
Lalu kami sadari dia hanya melatih Bahasa Inggris-nya.
Caitlin, ponsel dilarang di meja makan. Kau tahu itu.
Vanessa, kau makan malam bersama siapa?
Kadang teman, tapi biasanya hanya aku dan Mickey.
Itu sebabnya makan malam ini sangat menyenangkan.
Di mana kau makan malam, Kris?
Di mana aku makan malam? Di mejaku, biasanya makanan bungkus.
Atau aku mampir ke Julia's dalam perjalanan pulang.
Apa Julia adalah pacarmu?
Bukan, Julia's Kitchen di Chelsea.
- Kau tahu tempat itu? - Ya, aku tahu tempat itu.
Itu salah satu tempat favoritku.
Selain Dapur Pauline, tentu saja.
Perkataan bagus. Itu bagus.
Baiklah, kita bisa mengucap syukur?
Kami ingin berterima kasih atas makanan indah ini...
Dan memberi kami hadiah istimewa tahun ini.
Vanessa.
Dan membawa orang-orang ke hidupnya yang mengurusnya dengan baik...
Dan membimbingnya pada kami tahun ini...
Supaya kami bisa merayakan Natal yang istimewa.
Jadi, dalam nama-Mu, amin.
- Amin. - Amin.
Lima, empat, tiga, dua, satu.
Lampunya tampak sangat indah.
- Menurutmu begitu? - Ya.
Entahlah, kurasa kita harus menambah tegangannya.
Meredupkan lampu di lingkungan ini.
Ide bagus. Mengalahkan saingan.
Apa itu... Tidak.
Gawat! Emilia, ambil plakban!
Plakban!
Hai. Tampaknya kau dan Mickey sangat akrab.
Ya, kami sangat akur.
Jadi, kau kelas berapa, Aiden?
Kelas 6, tapi aku sudah kelas 8 di tim hoki.
- Kau pasti sangat hebat. - Ya.
- Bisa kuberi tahu sebuah rahasia? - Ya.
Aku belum pernah bermain seluncur es.
Benarkah? Itu tidak sulit.
Itu butuh koordinasi, yang tidak aku miliki.
- Bisa kuberi tahu rahasia lainnya? - Baiklah.
Aku selalu ingin punya saudara.
Aku juga ingin punya saudara, karena aku sudah punya 2 saudari...
- Dan mereka bisa mengusik. - Benar.
Tidak buruk, bukan?
Ini cukup ajaib.
Jadi, Ayah, di mana Ayah bertemu dengan ibu Vanessa?
Providence.
Aku tidak tahu dia tinggal di Rhode Island.
Kalian bertemu di sana?
Dia punya apartemen di pusat kota, di dekat Bioskop Majestic.
Dia pasti pindah kembali ke New York sebelum kau pulang.
Mungkin itu sebabnya kau tidak bisa menemukannya.
Itu benar. Aku hanya mencari di Providence.
Tunggu.
Bagaimana kita bisa menjadi saudari jika ibu kita berbeda?
Dia saudari tiri kita.
Sebenarnya Ibu tidak suka istilah saudari tiri.
Ibu pikir keluarga adalah keluarga.
Dan kalian bersaudari, titik.
Ya ampun.
Itu akhir yang sempurna, tapi dingin untuk malam yang indah.
- Ayah mau membacakan cerita? - Ya.
Mohon hubungi kami mengenai masalah dengan hasil tes DNA Anda
Semuanya baik saja?
Ya, aku hanya sedikit lelah.
- Kurasa aku akan tidur. - Baiklah.
- Semoga tidurmu nyenyak. - Ya, kau juga. Selamat malam.
Selamat malam.
Kantor kami saat ini tutup.
Silakan hubungi kami kembali pada jam kerja reguler.
Selamat berlibur.
Masuk!
Selamat pagi.
- Selamat pagi. - Hai.
Pauline bilang kau mungkin ingin ikut mengambil pohon Natal bersama kami.
- Ya, dengan senang hati. - Baiklah, bagus.
- Baik, kenakan pakaian hangat. - Hangat? Baiklah.
Baiklah.
Aku tidak percaya para gadis melewatkan ini.
Pauline mengantar Emilia berlatih dan Caitlin punya urusan sendiri.
Tapi mereka akan bergabung dengan kita untuk menghias.
Jadi, pohon jenis apa yang kita cari?
Pohon Natal.
Maksudku pohon yang tinggi, lebat, atau ramping?
Kurasa kita akan tahu saat melihatnya.
Mari berpencar, Aiden dan aku akan pergi bersama-sama.
- Teriaklah jika kau melihat sesuatu. - Baiklah.
Ayah, kita bisa membeli pohon itu?
Aku harus bertanya.
Aku tahu kau dekat dengan keluarga ini.
Tapi kuyakin ada banyak hal lain yang bisa kau lakukan sekarang.
Kenapa kau memilih menghabiskan liburanmu di sini?
Kadang menyenangkan untuk keluar kota, kau tahu?
Aku merasakan ada lebih dari itu.
Aku...
Orang tuaku wafat.
Ada kecelakaan mobil.
Mereka pergi ke Michigan untuk mengunjungiku di sekolah hukum.
Saat itu usiaku 22 tahun.
Beberapa tahun berikutnya, aku tidak bisa menghadapi liburan.
Richard akhirnya membujuk aku mengunjungi keluarganya...
Dan aku kembali tiap tahun sejak saat itu.
Terima kasih sudah berbagi itu, Kris.
Aku turut berduka tentang keluargamu.
Terima kasih.
Kuhargai itu.
Apa pendapatmu?
Kurasa pohon itu sempurna.
- Beri jalan! - Kita mulai, Semuanya!
Baunya sangat wangi.
Ada dekorasi lainnya di garasi, andai ini tidak cukup.
Di mana Emilia? Apa dia masih berlatih?
Dia di ruang makan, merangkai karangan bunga berondong.
Terjadi sesuatu di tempat latihan hari ini...
Tapi dia tidak mau memberitahuku.
Kau keberatan jika aku bicara dengannya?
Silakan saja, dengan senang hati.
Itu terdengar merdu.
Aku belum pernah membuat karangan bunga berondong.
Menurutmu kau bisa tunjukkan padaku cara melakukannya?
Masih ada tali yang tersisa?
Caranya mudah, cukup merangkainya lewat bagian tengah berondong.
Jika mau, kau bisa menambahkan ini.
Kranberi, itu membuatnya menjadi sangat berbeda.
Jadi, bagaimana latihan hari ini?
Aku tidak mau menyanyi solo lagi.
Kenapa? Kau punya suara yang merdu.
Aku bisa menyanyi dengan baik di rumah...
Tapi saat aku berlatih di hadapan banyak orang...
Tenggorokanku menjadi kering dan aku terdengar buruk.
Kau tahu, banyak penyanyi terkenal yang mengalami demam panggung.
Adele, Katy Perry. Rihanna.
- Benarkah? - Tentu saja.
Aku bukan penyanyi, tapi saat harus memberi presentasi semasa kuliah...
Aku menjadi sangat gugup.
Aku bisa merasakan suaraku bergetar.
Tapi kemudian aku belajar untuk mengatasinya.
- Caranya? - Aku mengambil napas dalam...
Dan berpikir tentang bagaimana...
Teman sekelasku tidak ingin aku gagal.
Kita semua dalam situasi yang sama.
Begitu juga dengan penonton yang mendengarmu bernyanyi.
Coba fokus pada bagaimana perasaanmu saat bernyanyi...
Lalu biarkan mengalir dari hatimu...
Sama seperti yang kau lakukan saat bernyanyi di rumah.
Dan kadang merasa gugup, itu berarti kau sungguh peduli.
Itu masuk akal.
Bagaimana jika kita menghias pohon sekarang?
- Ayah. - Ya?
Vanessa dan aku membuat ini. Ayah bisa menggantungnya di pohon?
Tentu.
Fantastis.
Silakan.
Bagus sekali.
Vanessa, bagaimana kau dan ibumu merayakan Natal?
Selalu hanya kami berdua, jadi dia mencoba membuat Natal lebih istimewa.
Kami akan pergi ke kota, ke Plaza Rockefeller...
Dan melihat pohon Natal yang besar.
Lalu kami selalu pergi makan malam setelahnya.
Sepertinya menyenangkan.
Kami menemukannya.
Kalian butuh rumah lain untuk menyimpan semua dekorasi Natal.
Tidak mungkin.
- Ingat itu? - Aku ingat saat membuat ini.
- Ini sudah lama sekali. - Natal pertama Emilia.
Lihat pipi itu. Kau sangat imut.
- Aku masih imut. - Benar sekali.
Apa tulisannya?
Aku membuat ini dengan kakekku saat aku masih kecil.
Itu bahasa Norwegia untuk "Selamat Natal".
"Julekurvers?"
Julekurver. Ya, benar. Itu tradisi Norwegia lainnya.
Kau menggantungnya di pohon, lalu menambahkan permen dan kacang.
Sudah sekian lama, dan aku belum memilikinya.
Benar, Semuanya? Apa yang terjadi?
Mungkin kuambil saja milikmu tahun ini. Apa boleh?
Aku mengambil periku?
Bintang!
- Kau mau memasangnya? - Ya.
Baiklah.
- Hati-hati. - Kita mulai.
- Naik. - Sempurna.
Sudah terpasang?
Bagus sekali.
- Hei. - Hei.
Jadi, bagaimana menurutmu?
Kurasa aku mulai paham kenapa kau kembali kemari tiap tahun.
Rasanya seperti hadiah.
Tunggu, aku tidak punya hadiah untuk siapa pun.
Tidak apa. Beri saja kartu hadiah seperti yang biasa kulakukan.
Aku tidak bisa memberi mereka kartu hadiah.
Aku harus memberi mereka hadiah yang pantas.
Aku bersedia mengantarmu pergi besok jika kau mau.
Bukan pergi berkencan, tapi pergi berbelanja.
Berbelanja. Ya, aku paham.
Itu akan menyenangkan. Berbelanja, cukup jelas.
- Aku akan tidur. - Ya, mari kita tidur.
- Lewat sini. Selamat malam! - Selamat malam.
Jadi kau dan Kris akan pergi ke kota?
Ya, dia menawarkan mengantarku berbelanja.
Kris benci berbelanja.
Kubilang padanya aku harus membeli beberapa hadiah.
Bicara soal itu, apa hadiah Natal favoritmu?
Seluncur saljuku, tentu saja.
- Dan kau, Nn. Emilia? - Mungkin mesin karaoke.
Apa yang terjadi dengan benda itu?
- Kau merusaknya. - Emilia memakai benda itu tiap saat.
Bagaimana denganmu, Caitlin?
Kamera Polaroid-ku. Aku masih menggunakannya.
- Itu keren. - Aku suka Oven Easy Bake-ku.
Itu jawaban khas seorang ibu.
Bagaimana denganmu, Vanessa?
Mantel luar warna merah.
Suatu hari ibuku dan aku melihatnya di jendela sebuah toserba...
Dan aku terus merengek padanya untuk membelikan itu bagiku...
Dan dia terus berlagak seperti tidak paham maksudku.
Tapi kemudian, pada Natal itu, aku mendapat mantel itu.
Itu juga ternyata menjadi Natal terakhir kami bersama.
Jadi, akhirnya mantel itu kekecilan. Aku merasa...
Aku merasa sedih.
Mungkin kini mantel itu kekecilan, tapi kenangan itu abadi.
Kau seharusnya melakukan sebagian besar pekerjaan.
Kau tidak berolahraga hari ini, 'kan?
Kau telah menangani masalah Vanessa dengan baik.
Dia membuatnya mudah.
Tapi...
Apa?
- Bukan apa-apa. - Ada apa?
Jangan bilang aku mengatakan hal ini padanya, paham?
Tapi Vanessa tidak tahu ibunya tinggal di Providence.
Itu satu-satunya tempat di mana aku mengenalnya.
Wanita yang kukenal, semua orang memanggilnya Trish.
Kenapa putrinya hanya mengenalnya sebagai Patty?
Orang berubah, bukan? Orang mengganti nama panggilan.
Dia bilang tidak mengenal ibunya. Ibunya wafat saat dia masih kecil...
Jadi, dia mungkin tidak mengenalnya.
Ya, kau benar.
Kau benar.
Aku juga sudah melihat tes DNA dan kami jelas cocok.
Ayo.
Baiklah.
Kau pikir aku tidak perlu membeli kartu hadiah untuk semuanya?
Aku tidak bermasalah dengan kartu hadiah.
Mereka hanya perlu memiliki sentuhan pribadi.
Ambil contoh Emilia, apa yang dia sukai?
Dia suka teater, musik, akting.
Itu dia. Kartu hadiah untuk bioskop.
Tunggu, aku punya ide lebih baik.
Jika kau mau setuju denganku.
Ya, tentu.
- Baik, aku akan mengurusnya. - Baiklah.
Bagaimana dengan Aiden?
Aiden. Olahraga musim dingin.
Olahraga musim dingin.
Bagaimana dengan sertifikat hadiah untuk beberapa tiket lift?
Lalu tentu kartu hadiah toko kamera bagi Caitlin.
Kau pandai dalam hal ini.
Aku selalu ingin punya keluarga besar untuk berbelanja.
Kini kau punya itu.
Kau akan memberiku apa untuk Natal?
Aku bingung antara separuh bongkahan atau bongkahan batu bara utuh.
Mungkin kau butuh istirahat.
Membantumu membuat keputusan itu.
Entahlah.
Bagaimana orang baik sepertimu bisa berakhir di hukum perusahaan?
Kami tidak semua orang jahat.
Kau pernah mengisyaratkan bahwa kau kurang menikmati pekerjaanmu.
Aku selalu menjadi seseorang yang cukup pandai dalam banyak hal.
Aku murid yang cukup baik.
Aku pengacara dan atlet yang cukup baik.
Tapi ada satu hal yang sungguh aku kuasai.
Menganyam keranjang di bawah air.
Itulah masalahnya. Aku tidak hebat dalam apa pun.
Kau cukup hebat mengurus anak-anak.
Sejujurnya, aku selalu sulit bayangkan diriku dengan anak-anak.
Kenapa?
Hidupku seperti berubah setelah kecelakaan orang tuaku.
Aku menjadi berkomitmen untuk bekerja.
Jadi, tidak beruntung dalam menjalin hubungan?
Mendekati pun tidak.
Kurasa berkencan adalah satu hal yang tidak aku kuasai.
Kuharap kau mahir berseluncur es.
Melangkah.
- Baiklah. - Kita mulai.
Melangkah. Melangkah.
Meluncur.
Aku sudah beli hadiah untuk semuanya, kecuali Caitlin dan Richard...
Tapi kutemukan tempat secara daring yang memiliki hadiah untuk Richard.
Jika kau tidak keberatan membuat satu perhentian terakhir.
Sama sekali tidak.
Family Branch DNA
Semuanya baik saja?
- Ya, aku akan mengurusnya nanti. - Baiklah.
Ada apa, Semuanya?
Kami harus berpamitan dengan ikon lokal.
Tidak ada cukup plakban yang bisa memperbaikinya.
- Ya, kau bisa mengambilnya? - Akan kuambil.
Richard, aku ingin menunggu sampai Natal untuk memberi ini...
Tapi tampaknya saat ini adalah waktu tepat untuk hadiahmu!
- Ayo! - Lihat siapa penyelamat hari ini.
Ini akan besar.
Ya, kurasa itu lebih kecil.
Ya, tentu saja.
Waktunya untuk rumah kue jahe. Siapa yang mau bergabung?
- Kau mau? - Ya, tentu. Kau?
Anak-anak sudah siap? Ayo.
Aku harus menaburkan sedikit di atasnya?
Lihat? Buatan kita adalah badai salju besar.
Ya, tampak seperti diilhami Dada.
Kau memakai terlalu banyak lapisan gula.
Apa? Kupikir jika lapisan gula mampu menahan...
Maka banyak lapisan gula akan kuat menahannya, bukan?
Kau melakukan hal seperti ini dengan ibumu?
Kami akan membuat rumah kue jahe dari biskuit graham.
Bagaimana denganmu?
Tidak ada rumah kue jahe untuk kami.
Ayahku adalah musisi. Dia bermain gitar.
Hari libur adalah hari kerjanya.
Saat itulah dia melakukan semua pertunjukannya.
Ibuku dan aku akan pergi menontonnya.
Kami bahkan pergi ke pesta Natal pribadi yang mewah.
Apa ibumu juga musisi?
Tidak, dia adalah...
Dia adalah guru.
Mengajar kelas tiga.
Dia selalu menjadi orang terpintar di kelas.
Tapi dia tidak pernah bersikap seperti itu.
Ingatkan aku untuk tidak pernah mempekerjakan kalian...
Untuk melakukan konstruksi apa pun.
Lihat itu. Itu pada dasarnya gagal.
Tidak.
Sebenarnya ini sangat kukuh.
Hingga datang embusan angin.
Aku suka semua kegiatan Natal yang menyenangkan ini.
Bagus, karena masih banyak lagi.
Ada kontes Natal besok malam.
Dan saat Malam Natal, kau akan bertemu semua kerabat.
Kita akan membuat manusia salju, kue, dan menyanyikan kidung Natal.
Sangat menyenangkan.
Tapi aku tidak sabar kau bertemu dengan seluruh keluarga.
Aku juga, dari semua cerita yang kudengar...
Dan semua foto keluarga yang kulihat, mereka tampak sangat baik.
Kau punya foto lama ibumu?
Aku punya satu foto dia menggendongku saat bayi...
Yang dibingkai di apartemenku.
Tapi basemen orang tua asuhku mengalami banjir...
Jadi, semua foto lainku dan semua peninggalan ibuku menjadi rusak.
- Sayang sekali. - Ya.
Apa kalian sudah menyerah atau memang seperti itu?
Ya, kami ambil kebebasan kreatif.
Dan kami merasa itu mungkin yang paling bisa dimakan.
- Baiklah. - Tentu saja.
Bagus.
Kalian adalah pelukis dengan permen.
Anda memiliki satu pesan baru.
Hai, Vanessa. Ini Diana dari Family Branch DNA.com.
Kami sudah mencoba menghubungimu beberapa kali.
Tampaknya ada kesalahan dengan hasilmu.
Terdapat dua Vanessa Hall dalam sistem kami.
Itu kesalahan yang jarang dan tesmu tertukar dengannya.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Mohon menghubungi kami supaya kita bisa mengatasi ini.
Kami sedang melayani klien lain.
Silakan meninggalkan pesan dan kami akan menghubungi Anda.
Hei, Teman. Ada apa?
Entah aku harus berbuat apa. Aku agak ketakutan.
Apa yang terjadi?
Perusahaan Family Branch DNA meninggalkan pesan suara...
Yang mengatakan bahwa mereka melakukan kesalahan...
Dan mereka menukar hasil tesku dengan Vanessa Hall lainnya.
- Apa kau serius? - Ya.
Jadi, Richard bukan ayah kandungku. Ini bukan keluarga kandungku.
Aku tidak tahu bagaimana memberi tahu mereka.
Baiklah, aku akan menunggu sampai setelah Natal.
Aku tidak bisa melakukan itu.
Di luar sana, Richard memiliki putri yang bernama Vanessa Hall.
Kau sudah mencoba menelepon mereka kembali?
Tidak bisa tersambung.
Itu masuk akal, Richard bilang dia bertemu ibuku di Providence.
Aku tidak pernah ingat dia bilang dia tinggal di Rhode Island.
Sampai kau tahu pasti, tidak ada gunanya kau merusak Natal.
Sudah dulu, aku akan menghubungimu lagi.
Selamat pagi. Kubawakan kopi untukmu.
Itu manis sekali. Terima kasih.
- Sarapan sudah siap. - Aku akan turun dalam 2 detik.
Baiklah.
Kau melakukan ini dengan baik.
Pauline dipanggil untuk menggantikan sif di RS.
Dan Aiden telah memutuskan untuk mengambil alih.
Silakan.
- Kelihatannya lezat. - Terima kasih.
Kau baik saja?
Ya, aku hanya tidak tidur nyenyak.
Masalah bantal?
Hei, Ayah.
Ada dansa musim dingin di sekolah malam nanti...
Dan semua temanku akan hadir, dan aku berpikir apa aku bisa pergi.
Tapi kontesnya malam ini.
Aku bisa datang dan menontonmu menyanyi...
Lalu pergi ke acara dansa setelahnya.
Aku tidak akan melewatkan menyanyi solomu.
Tapi ini tahun pertama Vanessa.
Lupakan saja, aku tidak akan pergi.
Tidak, kau sebaiknya pergi ke acara dansa.
Sepertinya sangat menyenangkan.
Kau akan berada di sini sepanjang Malam Natal...
Dan menghabiskan Hari Natal bersama keluarga, 'kan?
Itu benar juga.
Jika tidak ada keberatan lain, maka Ayah setuju saja.
Tidak ada keberatan.
Baiklah, aku harus pergi.
Ibu nanti bisa membantu dengan kostumku, 'kan?
Ya, tentu.
Jangan stres. Penampilanmu akan hebat.
- Baiklah, sampai nanti. - Semoga harimu menyenangkan.
- Terima kasih. - Semoga berhasil.
Terima kasih untuk itu.
Aku tidak mengira dia akan mengizinkan.
Meskipun kini aku tidak tahu akan mengenakan apa untuk acara dansa.
Aku belum membeli hadiah Natal untukmu.
Apa kau mau berbelanja?
Ya.
Bagus.
Toko ini memiliki barang yang imut.
Benar sekali.
Jadi, apa kau punya pacar?
Tidak.
- Apa kau punya? - Tidak.
- Tapi kau menyukai seseorang? - Mungkin.
Namanya Eli, tapi kami hanya berteman.
Kami telah bersahabat sejak kecil.
Dia akan hadir malam nanti.
Memulai sebagai teman adalah pondasi yang baik.
Ini agak membingungkan.
Bagaimana aku tahu jika dia menyukaiku?
Malam ini, saat lagu lambat diputar...
Kau bisa mengajaknya berdansa, dan saat musik diputar...
Dan kalian saling menatap, coba lihat apa kau merasakan getaran.
Kau akan tahu.
Maksudmu seperti cara Kris melihatmu?
Aku tidak mengerti apa maksudmu.
Itu cukup jelas.
Aku mengenal Kris seumur hidupku, dan dia menyukaimu.
Kurasa kau juga menyukainya.
Kurasa sudah waktunya kau mencoba gaun ini.
Aku suka memiliki kakak.
Selamat Natal.
- Hai. - Hai.
Kau bisa percaya lampu ini? Beberapa lampu sudah hangus.
Aku tahu keluargamu akan datang besok...
- Tapi aku berharap kita bisa bicara. - Ya.
Aku juga ingin mengobrol denganmu.
Meskipun aku pria dewasa...
Aku sangat gugup untuk beri tahu ibuku tentang dirimu.
Apa yang dia katakan?
Awalnya dia terkejut dan itu bisa dipahami...
Tapi kemudian pikirannya lebih terbuka daripada dugaanku.
Kau mengingatkan aku padanya.
Kalian berdua wanita yang kuat dan ulet.
- Kurasa kalian akan akur. - Terima kasih.
- Dan aku menantikan bertemu dia... - Ini lampu yang kau cari?
Ya, seharusnya itu berfungsi.
Kau sudah menemukan sesuatu untuk Caitlin kenakan?
Ya, dia punya mata yang hebat dan gaun pilihannya sangat indah.
Semoga tidak terlalu indah.
Aku tidak siap untuk pelamar muda datang mengetuk.
Fakta kau masih menyebut mereka "pelamar muda"...
Jelas menunjukkan kau belum siap.
Aku akan masuk ke rumah.
Beri tahu aku jika kau butuh bantuan.
- Beres. - Apa bagus?
- Aku menyukainya. - Aku juga.
Tunggu, ada sesuatu yang mengganggu.
Kau keberatan jika aku butuh bantuan?
Emilia mengalami sedikit kehancuran.
Ada apa?
Pauline bilang dia akan membantunya untuk bersiap setelah bekerja...
Dan dia belum kembali.
Ya, aku akan segera turun.
Baiklah, terima kasih.
Kau tampak cantik.
Terima kasih sekali lagi untuk semuanya.
Tentu. Ingatlah saja untuk bergembira.
Ayah, kurasa bukan begitu caranya!
- Hai. - Hai. Aku dengar ada sayap.
Kurasa mungkin mereka dikenakan seperti ransel.
Satu tangan masuk ke sini.
Satu tangan masuk ke sini.
- Beres. - Baiklah, bagus! Ayo berangkat.
Ayo, kita akan menemui ibumu di sana.
Satu sentuhan terakhir, dan ini.
Baik, mari mengikat ini di sini.
Kau akan tampil hebat.
Ingatlah untuk mengambil napas dalam dan tahu bahwa semua penonton...
Terutama aku, akan mendukungmu.
Beres.
Itu cepat sekali.
- Baiklah. - Ayo berangkat.
Satu malaikat siap berangkat.
Sampai bertemu di sana.
- Emilia sudah menyanyi? - Belum. Dia sudah siap.
Tidak apa, kau tepat waktu.
Jangan takut.
Aku membawakan kabar baik yang akan menimbulkan sukacita...
Bagi semua orang.
Hari ini di kota Daud, seorang Juruselamat telah lahir.
Kau akan melihat bayi terbungkus kain yang berbaring di palungan.
Menurutku dia merasa nyaman di panggung, bukan begitu?
Kubantu dia memasang sayapnya.
Kau luar biasa hari ini.
Kelak kau akan tampil di Broadway, aku yakin.
Kupikirkan perkataanmu, dan aku tidak begitu gugup.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Aku akan pergi ke acara dansa sekarang.
Ya, selamat bergembira.
Selamat bersenang-senang. Beri tahu aku bagaimana situasinya.
Terima kasih.
Kerja bagus.
- Usaha si kakak berhasil. - Terima kasih.
Apa kau luang nanti?
- Kau mau yang hijau atau... - Tidak.
Aku sangat buruk untuk hal ini.
Itu sebabnya aku membeli kartu hadiah.
Entahlah, kurasa ada sesuatu yang menarik...
Tentang hadiah yang dibungkus dengan menarik.
Benarkah?
Beruntung hadiah ini diberikan untukmu.
Hadiah ini untuk Aiden.
Astaga, perlengkapan seluncur salju.
Dia butuh ini.
Kau membeli penggorengan udara?
Pauline bilang dia suka oven Easy Bake-nya saat kecil...
Jadi, kurasa penggorengan udara adalah versi dewasa dari itu.
Kau sangat perhatian.
Aku tahu betapa berartinya keluarga ini bagimu.
Ya, mereka...
Mereka sangat berarti.
Mereka menerimaku secara terbuka...
Dan itu hampir luar biasa.
Hei, percayalah. Mereka sangat senang kau di sini.
Jika aku sangat jujur soal itu...
Aku juga senang kau di sini.
Aku tidak percaya ini hampir Malam Natal.
Kau akan bertemu seluruh keluarga besok.
Baiklah.
Sebaiknya aku menyimpan ini dan tidur.
Baiklah.
- Selamat malam. - Sama-sama.
Hei, apa kabar?
- Apa yang kau lakukan? - Kupikir aku punya foto ibu Vanessa.
Aku ingin mengejutkannya dengan itu, tapi aku tidak bisa menemukannya.
Menurutmu aneh jika aku menyukai Vanessa?
Kau bertanya padaku untuk menjadi pelamar muda bagi putriku?
Ya, kurasa begitu.
Tidak ada yang bisa membuatku lebih bahagia dari itu.
- Itu bagus. - Baiklah.
Bagaimana perasaannya?
Mickey, apa yang akan kulakukan?
Hei.
Permisi.
Dia sudah bangun!
Hei, Semuanya, permisi!
Ini adalah putriku Vanessa.
Ini adalah keluargaku. Keluarga kita.
Mari melakukan ini dengan baik. Ini adalah Paman Dave.
- Halo. - Hai.
Ini saudariku. Bibimu Sandra.
- Senang bertemu denganmu. - Sama-sama.
Mereka punya dua anak, Sherry dan Mike di sana.
- Ucapkan salam, Sherry. - Hai!
Ini Sharon dan Peggy, mereka sepupuku. Sepupu keduamu.
Ini adalah Paman Terry.
- Senang bertemu denganmu. - Ini Bibi Judy.
Mereka punya dua anak, Alisha dan Adam...
Tapi mereka tidak datang hari ini.
- Lalu ini Bibi Candy. - Hai.
- Bibi Carol. - Halo.
Ini Judy Nomor Dua dan Paman Ron.
Judy, Ron. Senang bertemu kalian.
- Lalu itu Paul dan Kimmy, sepupuku. - Hai.
Dan yang terakhir, ini ibuku Helene.
Biar kulihat dirimu, Sayang.
Kau wanita muda yang paling cantik.
Terima kasih.
Mari kita sarapan, Sayang.
- Lihat itu. - Terima kasih.
Makanan panas disajikan di dapur kapan pun kau siap.
Terima kasih.
Sayang, terima kasih.
Itu manis sekali.
Kau sudah pernah makan lefse?
Tidak, aku bahkan belum pernah mendengarnya.
Lefse adalah roti Norwegia yang terbuat dari kentang.
Lefse-ku tidak seenak buatan ibuku, tapi tidak buruk.
Rasanya enak.
Kau pernah pergi ke Norwegia, Sayang?
Tidak, belum pernah.
Di sana indah. Makanannya juga unik.
Jika boleh, aku akan menyajikan ludafisk untuk makan malam Natal.
Tapi Richie tidak mengizinkanku.
Kenapa dia tidak mengizinkanmu menyajikan itu?
Karena itu membuat seluruh rumah bau seperti pasar ikan.
Datanglah ke rumahku lain kali dan aku akan membuatkan ludafisk.
Halo, Helene.
Aksen Norwegia-mu makin baik.
- Halo, Tampan. - Halo.
- Aku telah berlatih hanya untukmu. - Sudah kuduga.
Senang bertemu denganmu.
- Bagaimana acara dansanya? - Bagus sekali.
Aku berdansa dengan Eli tiga kali.
Itu bagus.
Baiklah, Semuanya. Waktunya membuat manusia salju.
Ayah, kini mereka disebut orang salju.
Disebut "orang salju".
Baiklah, waktunya membuat manusia salju. Ayo.
Semuanya, hanya butuh lima menit. Jangan cemas.
Bagaimana menurutmu? Mirip seperti Richard, bukan?
Kurasa itu tidak bisa disangkal.
Kau punya lelucon gaya ayah yang lebih baik dari ayahmu.
- Perang bola salju! - Kembali kemari!
Gawat.
Kau tahu kau bisa bergembira, 'kan?
It's A Wonderful Life adalah favoritku.
Itu favoritku juga.
Ini adalah Natal terbaik dan aku sayang keluargamu.
Semua orang menyayangimu.
Jadi, bagaimana kalian berdua bisa bertemu?
Aku dulu perawatnya.
Dia menjahitku saat pertama kali aku bertemu dengannya.
Sungguh, ada luka di atas mataku karena pertandingan hoki...
Dan dia menjahit lukaku.
Kukira dia bermain hoki dan terkena keping hoki.
Ternyata ayah Kris tidak sengaja menyikut dia...
Saat mereka menonton pertandingan hoki.
Jadi, ayah Kris adalah alasan kalian berdua bertemu?
Itu manis sekali.
Tiap romansa yang baik punya cerita yang bagus.
Ya, benar sekali.
Aku hanya ingin berterima kasih...
Karena sudah bersikap baik dan terbuka untuk menerimaku di sini.
Saat kau punya apa yang Richard dan aku miliki, itu mudah.
Lagi pula, semua miliknya adalah milikku.
Itu termasuk dirimu.
Aku akan membawa kukis ini masuk.
- Ini. - Terima kasih.
Masih hangat.
Richard, aku ingin bicara denganmu tentang sesuatu.
Bagaimana kau bisa bertemu dengan ibuku?
Aku tahu katamu kau tinggal di Providence.
Ya.
Aku ingat itu hari yang berangin, topiku terlepas dan dia mengambilnya.
Lalu dia mengejek gaya rambut tentaraku.
Berkat embusan angin itu, kau di sini hari ini.
Dan karena kita melakukan tes DNA secara kebetulan.
Tidak ada yang kebetulan.
Kau ditakdirkan berada di sini.
Sebenarnya...
Emilia menumpahkan cokelat panasnya.
Baiklah, siapa yang butuh teks? Kau butuh satu? Baiklah.
Ingat, kau penyanyi terbaik. Sangat mengesankan.
- Kris. - Aku tahu semua liriknya.
Kau tahu semuanya!
- Tunggu sebentar. - Ayo masuk, silakan.
Kau pernah menyanyikan kidung Natal?
Tidak dalam waktu yang sangat lama.
Kau penyanyi alto atau sopran?
- Apa yang bernada tinggi? - Sopran.
Kalau begitu aku jelas penyanyi alto.
Dengar, ada sesuatu yang perlu kuberi tahu padamu.
Apa yang ingin kau beri tahu padaku?
Bahwa...
Aku penyanyi yang sangat buruk.
Kau...
Penyanyi buruk itu tidak ada.
Hanya ada suara buruk dan itu tidak masalah...
Karena kita hanya ingin bergembira.
Bagus.
Beruntung kita punya lembar contekan ini.
Kunyanyikan lirik ini tiap tahun dan aku selalu lupa.
Menurutmu lebih baik tidak memiliki hal baik...
Jika kau akan kehilangan hal baik, karena begitu punya hal baik...
Kau menyadari betapa baiknya hal itu sebenarnya?
Kurasa aku tidak paham maksudmu.
Kurasa maksudmu...
Kau cemas tidak akan dapat Natal sebaik ini lagi?
Bagaimana bisa?
Aku merasakan hal yang sama.
Tapi keluarga ini membuatku sadar bahwa ada cara lain...
Untuk merayakan atau mencari kebahagiaan.
Ini baru beberapa hari...
Tapi kehadiranmu di sini telah memberiku perspektif baru...
Tentang makna menjadi keluarga.
Aku tahu bagaimana perasaanmu.
Apa kau mau pergi berkencan setelah Natal?
Mungkin menghabiskan Tahun Baru bersama?
- Maksudku... - Katakan ya.
Mengerti? Tidak perlu dipikirkan.
Ya.
Ya, dengan senang hati.
Baiklah.
Maaf, aku tadi bersikap bergaya pengacara.
Sebelum kita menyanyikan lagu berikut ini...
Aku ingin mengatakan...
Keluargaku diberkati dengan hadiah yang istimewa tahun ini.
Aku menemukan putriku setelah sekian lama...
Dan dia orang yang sangat baik.
Dia bagian yang hilang dari keluarga kami...
Yang bahkan tidak kami sadari hilang.
Saat aku berdiri di depan pohon Natal yang indah ini...
Aku tidak kuasa berpikir bahwa pohon paling penting...
Dalam seluruh kehidupan kami adalah pohon keluarga kami.
Jadi, terima kasih, Vanessa.
Dan selamat Natal, Semuanya.
Selamat Natal!
Baiklah, Semuanya. Jangan terlalu nyaman.
Kita harus membuat foto keluarga.
- Bagus. - Ini tahun pertama dengan Vanessa.
Udaranya dingin.
Aku tidak bisa terus melakukan ini. Kau bisa menjemputku?
Tentu saja. Aku berangkat sekarang!
Kau bisa merapikan rambutku untuk berfoto?
Tentu, Emilia.
Maaf aku bersikap kasar padamu saat kau pertama kali tiba.
Kurasa aku cemburu padamu.
Tidak apa.
Kurasa dalam banyak cara, sebenarnya aku cemburu padamu.
Kau punya banyak hal untuk disyukuri di sini.
- Bagaimana menurutmu? - Aku menyukainya.
Kurasa itu sangat bagus.
Cepatlah, semuanya sudah siap. Bahkan Mickey sudah siap.
Kurasa aku tidak bisa melakukan ini, Pauline.
Jangan konyol, kau tampak anggun.
Kita mulai.
Baik, semuanya sudah berkumpul.
Vanessa, berdirilah di sebelah Ibu. Di sebelah Nenek.
Jangan malu, Sayang.
Bagus, pengatur waktunya 10 detik. Semuanya siap?
Dan, mulai.
- Selamat Natal. - Selamat Natal!
Tunggu dulu. Jangan bergerak.
Kita akan membuat... Kalian tunjukkan wajah konyol.
Kecuali Kris, tentu saja.
Berpura-pura menjadi diri sendiri.
Itu bagus sekali, aku bisa melihat itu.
Kini kita akan menunjukkan wajah konyol, ya? Konyol.
Tunggu, aku tidak bisa ikut dalam foto ini.
Maaf, aku harus memberi tahu sesuatu pada kalian.
Aku bukanlah putri Richard.
Apa maksudmu? Tentu saja kau putriku.
Tidak, sebenarnya aku bukan putrimu.
Mungkin ini saat yang tepat untuk kakao panas.
Ada yang mau bergabung denganku? Baiklah.
Dengar, perusahaan tes DNA menelepon...
Dan mereka mengatakan bahwa hasil tesku tertukar.
Richard, kau punya putri bernama Vanessa Hall...
Tapi dia bukan aku.
Tunggu, sepertinya ini tidak benar.
- Ini benar. - Kau yakin soal ini?
Ya.
Itu menjelaskan kenapa aku tidak tahu ibuku tinggal di Providence.
Karena wanita yang kau kenal bukanlah ibuku.
Kau punya keluarga yang hebat.
Siapa pun Vanessa lainnya, dia gadis paling beruntung di dunia.
Aku sungguh minta maaf.
Vanessa, tunggu.
Vanessa, tunggu.
Kenapa kau tidak mengatakan sesuatu?
Aku ingin mengatakan sesuatu pada mereka.
Padamu.
Aku hanya tidak bisa mengatakannya.
Aku sangat bahagia di sini. Aku tidak mau memercayainya.
Kau tidak perlu pergi.
Mereka telah menerimamu sebagai keluarga mereka.
Tidak, mereka telah menerimamu sebagai keluarga mereka.
Tempatku bukan di sini.
Biar kutebak, kau putri yang asli?
Bukan, aku teman si putri palsu.
Aku akan merindukan kalian.
Terima kasih untuk keramahan kalian.
- Vanessa, tunggu... - Tidak, sebaiknya aku pergi.
Tapi kuharap Natal-mu menyenangkan.
Jadi, kini dia bukan kakakku?
Aku tahu hari ini sangat aneh...
Tapi faktanya adalah aku punya putri yang bernama Vanessa di luar sana.
Hanya saja dia bukan orang seperti dugaan kita.
Jadi, jika kalian bisa tetap berpikiran terbuka...
Itu akan bagus.
Tapi aku tidak mau Vanessa yang berbeda, Ayah.
Aku bahkan tidak peduli bahwa dia bukan kakakku.
Bisakah kita tetap bergaul dengannya?
Ini Natal dan dia tidak punya keluarga.
Dia diterima di sini, tapi biar dia yang memutuskan.
Kau tahu, kurasa waktunya untuk makan malam.
Sedikit makanan selalu membuat kita merasa lebih baik.
Ayo bantu aku.
Aku tidak bisa percaya ini.
Kau tahu ini bukan kesalahannya.
Dia ingin kita menjadi bagian dari keluarganya...
Seperti kita ingin dia menjadi bagian dari keluarga kita.
Apa yang harus kulakukan, Richard?
Ini tidak mengubah apa pun di antara kalian.
Kami semua melihat hubungan yang kalian punya.
Dia punya hubungan dengan semua orang.
Dia membeli hadiah untuk seluruh keluarga.
Dia membelikan aku hadiah.
Bukalah.
Bukalah.
Apa?
Apa itu?
Frankenstein dan mur.
Kau lihat? Dia membuat tertawa dan dia bahkan tidak ada di sini.
Itu bermakna.
Kurasa maknanya adalah aku peduli padanya.
Lalu kenapa kau di sini? Beritahulah dia.
Kurasa perasaannya tidak sama dengan aku.
Apa maksudmu?
Tentu saja dia peduli.
Dia ditempatkan dalam situasi yang canggung di sini.
Itu bukan diri sejatinya.
Pergilah!
Katakan meskipun dia bukan kerabat kita...
Dia selalu diterima di sini.
Terima kasih, Richard.
Baiklah, ayo masuk.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Kurasa aku kembali menonton film Natal.
Kau yakin tidak mau mampir?
Orang tuaku ada di sini dan mereka ingin bertemu denganmu.
Terima kasih, tapi kurasa aku ingin menenangkan diri.
Itu bisa dipahami.
Yang lucu adalah aku mulai melihat sebagian diriku...
Pada Richard dan anak-anak.
Itu menunjukkan kau melihat apa yang ingin dilihat, bukan?
Bagaimana dengan Kristopher?
Mungkin dialah hal positif dalam semua ini.
Kurasa hal itu sudah berlalu.
- Aku menyayangimu. - Aku juga menyayangimu.
Semuanya, kemarilah.
Ayo kemari!
Vanessa bilang nama ibunya adalah Patty.
Tapi nama aslinya adalah Patricia.
Patricia Hall.
Dan lihat.
Dia mirip seperti Vanessa.
Vanessa kita.
Dia memang putri Ayah.
Sudah kuduga.
Apa yang akan kita lakukan?
Siapa yang mau pergi ke New York?
Bagus.
Aku mau!
Apa yang kalian lakukan di sini?
Permisi.
Kurasa...
Matanya mirip sepertimu.
Itu ibuku.
Selamat Natal.
Bagus!
Kemarilah!
Masuklah.
- Masuklah, selamat datang. - Terima kasih.
Di mana Kris?
Aku pikir dia mungkin sudah ada di sini.
- Menurutmu dia baik saja? - Ya, kuyakin dia baik saja.
Kubawakan sesuatu untukmu.
Masuklah. Biar...
- Di sini, taruh di dekat perapian. - Baiklah.
- Kau memegangnya? - Kalian sampai lebih dulu di sini.
- Selamat Natal. - Selamat Natal.
Baiklah.
Kris, aku tahu seharusnya kukatakan sesuatu sebelumnya.
Tidak, aku paham kenapa kau tidak segera memberi tahu.
Hanya saja aku jatuh cinta dengan keluarga ini.
Bukan hanya kau yang jatuh cinta.
Kau tahu kau tidak bisa mudah menyingkirkanku.
Kami sudah mencoba sejak lama. Itu benar.
Tunggu, saat kau mengatakan...
Bahwa bukan hanya aku yang jatuh cinta...
Kau tidak mengacu pada dirimu sendiri, 'kan?
Tidak, aku mengacu pada Vanessa Hall lainnya.
Itu sangat disayangkan.
- Astaga! - Apa ini?
Kupon untuk hari istimewa di Kota New York...
Bersama Kris dan Vanessa yang termasuk trip ke salon...
Tiket pertunjukan Broadway, dan menginap!
Aku tidak sabar.
Aku juga.
- Untukku? - Ya.
Keluargaku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.