Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan: Ariel F. a.k.a ELRIELZ
ELRIELZ
Ya...
ayo, jatuhlah!
Mereka pasti sangat menyukaimu.
Sampai dikirimi belut mahal.
Bukan karena mereka suka aku.
Mereka mau memeras keringatku lebih keras.
Orang-orang Amerika itu juga
pasti tau belut bikin pria lebih "kuat".
Dikirim pas ulang tahunmu pula.
Anak-anak bisa dengarkan!
Aku butuh belut! Belut!
Ayo makan!
Ayah kepanasan memanggang ini.
Aku ke sana.
Ular?
Ular rasanya tak seenak ini.
Kantor Ayah kirim ini karena kinerjanya bagus.
Padahal bukan hari raya.
Kenapa tidak kasih daging sapi saja?
Ri-one.
Makan malam!
Ayo. Kita makan.
Biarkan selo-nya istirahat.
Apa ini?
Sayang!
Pasti mahal!
Yah, aku sanggup beli sepatu dansa yang bagus.
Sepatu Ibu cantik, kan? -Makanlah.
Aku pasti bisa menari secara lentur pakai ini.
Katanya jangan hadiahi sepatu ke kekasih.
Kenapa?
Kenapa?
Nanti mereka lari pakai sepatu itu.
Sepertinya ayahmu percaya diri.
Ayo.
Kita harus latihan selagi bisa.
Siap, Mulai!
Satu dua tiga,
dua dua tiga, tiga dua tiga...
Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi bertahun-tahun di Solar Paper.
Kertas sialan...
Sayang, sini.
Kenapa?
Ayolah.
Ayo, Ri-one.
Tiga menit lagi saja.
Satu menit...
Tau apa yang kurasakan sekarang?
Aku punya segalanya.
Kalian membeli Solar Paper,
tempatku mengabdi selama 25 tahun.
Tapi begitu ambil alih, kalian bilang
akan memangkas 20% lini produksi?
Dan kau minta daftar nama untuk dipecat?
Nama para veteran yang mengajariku keahlian mereka?
Nama anak-anak muda yang tumbuh dewasa di pabrik ini?
Pekerja polos yang merawat mesin-mesin ini dengan penuh kasih,
kau mau aku menodongkan pistol ke kepala mereka?
Aku tak bisa.
Pistol itu untuk diarahkan ke musuh!
Aku tak bisa berikan daftar itu.
Kalian orang Amerika bilang
dipecat itu 'di-kapak'?
Tau apa istilahnya di Korea?
Penggal kepala!
Jadi dipecat itu...
sama saja kepala ditebas putus pakai kapak!
Kalo tak bikin serikat pekerja,
kami jamin kerja seumur hidup.
Tradisi yang indah itu...
dibuang seperti sepatu bekas!
Bagi kalian orang Amerika...!
Sial, tenggorokanku...
Sudah kubilang lakukan di gudang.
Semua karena kau ingin merokok.
Berhenti, sialan!
Kau sudah berusaha keras untuk ini.
Dia bisa saja bilang, lupakan saja.
-Tapi dia bertindak seolah nasibnya dipertaruhkan. -Memang iya!
Kalo kalian dipecat, aku kerja sama siapa?
Solidaritas yang nyata...
Sial.
Berhenti!
Halo, Pak.
Dia ingin bicara sesuatu.
Di Amerika, kalo dipecat, kalian bilang kena 'kapak'.
Maaf, tak ada pilihan lain.
Tau apa yang kami katakan di Korea?
Penggal kepala!
- Jadi dipecat itu... - Kembalikan helmnya!
...sama saja kepalamu ditebas putus!
Tunggu!
Buat apa dia bawa helm itu?
Mereka tidak...
memberimu belut itu, kan?
Tidak mungkin, kan?
Sayang.
Apa?
Katanya kau mau bicara sesuatu...
Katanya kau mau bicara sesuatu...
Aku lupa.
Kau tidak berangkat kerja?
Benar, benar.
Itu benar.
Si-two Ri-two, masuk!
Belajar yang rajin.
Ri-one, ayo berangkat. - Ri-one!
Semoga harimu menyenangkan.
Semoga berhasil!
Aku banting tulang selama 25 tahun!
Tarik napas dalam.
-Aku adalah... - Aku adalah...
Orang baik.
Orang baik.
Man-su!
...orang.
- Kehilangan pekerjaan! - Kehilangan pekerjaan...
- Kehilangan pekerjaan! - Kehilangan pekerjaan...
bukan pilihanku!
bukan pilihanku!
- Keluarga tercintaku... - Keluarga tercintaku...
Keluarga tercintaku...
akan mendukungku sepenuhnya saat aku mencari peluang baru.
...saat aku mencari peluang baru.
Keluarga tercintaku akan mendukungku sepenuhnya
...saat aku mencari peluang baru.
Sayang.
Bisa pakai earphone?
Sebentar.
Dapat kerja dalam 3 bulan.
Jadi kau pasti tak bisa tidur semaleman?
Kau menangis?
Di mana bujangan pemberani itu
yang melamar seorang ibu tunggal?
Aku bisa memulai hidup baru, kau juga bisa.
Kau pasti bisa!
Ambil semua harapan dan mimpimu,
dan rapalkan mantramu sendiri.
Siap?
Mulai!
Awal yang baru...
Awal yang baru... Awal yang baru...
Awal yang baru.
Awal yang baru.
Aku kepala keluarga
Aku akan terlahir kembali...
Demi memberi makan keluargaku...
tak ada yang takkan kulakukan.
Dalam tiga bulan,
aku akan dipekerjakan lagi!
Aku merasa hebat!
3 Bulan Kemudian
13 Bulan Kemudian
Hai Namgu, aku tau.
Nanti jam 5 sore.
Bosku sangat penasaran denganmu.
Maaf mendadak,
tapi bisa datang siang ini?
Dengar, aku...
sedang di toko ritel, sama istriku.
Bos tiba-tiba pesan tiket jam 5 sore kembali ke China.
Terlalu mendadak?
Tidak tidak, tunggu.
Tunggu.
Aku akan bujuk istriku.
Benar. Datanglah sekarang.
Tapi ada pertanyaan yang selalu dia ajukan.
"Apa kelemahanmu?"
Kelemahan?
Itu isu yang krusial-luar biasa sensitif, oke.
Oke, makasih.
Kelemahan?
Maaf, aku tau ini mustahil untuk dijawab.
Apa kelemahanku?
Menurutmu apa? Kau terlalu suka tanaman.
Kau seperti sayuran.
Semalem kau sebut aku binatang.
Namgu memberiku tips hebat ini.
Kalo saja aku bisa jelaskan kelemahanku dengan baik.
Itu isu yang krusial-luar biasa sensitif.
Jika diterima,
Anda akan bekerja di bawah mantan bawahan Anda, Namgu.
Bagaimana perasaan Anda soal itu?
Saya memang manajer, benar.
tapi saya selalu menganggap diri saya sebagai pekerja kasar.
Jadi, dalam hal itu...
Saya rasa Anda tak paham pertanyaannya.
Namgu...
Tidak, tentu saya paham, maksud saya...
Namgu masuk Papyrus duluan.
Jadi Anda akan belajar darinya, kan?
Tentu saja!
Saya selalu belajar.
Saya bekerja setelah lulus SMA.
Tapi sambil bekerja, saya meraih gelar kimia...
Tentu saja itu dari universitas terbuka.
Tentu saja setelah itu pun, saya terus... belajar.
Dan tentu saja, manajemen keselamatan.
Saat saya terima penghargaan 'Pria Bubur Kertas Tahun Ini' 2019,
aspek itulah
yang mereka soroti dalam rekam jejak saya.
Dan tahun yang sama...
Saya akhirnya membeli rumah sendiri.
Rumah tempat saya dilahirkan.
Tentu saja...
Saya kebanyakan bilang "tentu saja", ya?
Bukan karena saya gugup.
tapi... kepercayaan diri? Keyakinan?
Itulah sebabnya.
Tentu saja!
Kalo tak keberatan,
bisa beritau saya kelemahan Anda?
Tidak.
...adalah satu hal yang tak bisa saya katakan.
itulah kelemahan terbesar saya!
Sudah coba Moon Paper?
Moon?
Katanya Moon Paper berhasil tembus
pasar Jepang, coba cek.
Pacific Paper juga restrukturisasi musim dingin ini...
Benarkah?
Pergilah ke dokter gigi.
Pergi saja, oke?
Kalo sudah bekerja, kau bakal terlalu sibuk.
Tidak, aku baik-baik saja.
Kumat lagi keras kepalanya!
Pokoknya, dapatkan kerja sebelum musim dingin.
Perusahaan akan segera menghubungimu.
Terima kasih.
Jangan lupa, Moon Paper!
Aku laki-laki. Aku orang baik.
Didirikan oleh tokoh kertas legendaris Moon Changho,
- Moon paper adalah... - Pak Choi!
Ya?
Kita sepakat bicara soal cara pembuatan kertas.
Itu yang sedang...
Simpan promosi perusahaan buat kanal lain.
6 jam 17 menit kemudian...
Banyak orang mengira pabrik kertas
membabat habis seluruh hutan, kan?
Itu tidak benar.
Apa?
Pertama, kabar baiknya.
Aku dapat kerja paruh waktu.
Ibu akan bekerja sekarang!
Kalian selalu menyalahkan kami karena membunuh kariermu.
Selamat, Bu!
Selamat, Bu!
Terima kasih.
Di mana? Klinik gigi?
Dokter Oh Chin-ho. Dokter Auw Chin-ho?
Dilarang melucu.
Aku ingin kita semua menyadari fakta bahwa kita sedang krisis.
Hindari aktivitas yang terdaftar
sampai Ayah dapat kerja.
Kecuali les Ri-one,
semua yang tak penting harus dihapus.
Contohnya,
Contohnya, daging di sup.
Ada kok, cari lebih teliti.
Contohnya,
mobilku.
Kita tukar mobilmu dengan yang lebih kecil.
Dan rumah kita.
Kalo kita jual rumah ini,
kita bisa lunasi utang dan sewa apartemen.
Kau bilang akan dapat kerja dalam 3 bulan.
Jadi kita hidup seperti biasa,
memakai uang pesangonmu.
Sekarang sudah habis.
Penyitaan Rumah dalam 3 Bulan.
Sayang.
Rumah ini...
Aku punya banyak kenangan masa kecil di sini.
Sejak umur 9 tahun, rata-rata aku pindah setiap 10 bulan.
Aku bekerja keras untuk beli kembali rumah ini.
Maksudku, kita.
Dengan tanganku sendiri,
kurobohkan lumbung tua, bangun rumah kaca...
dan ayunannya.
Setiap sudut rumah ini...
Sayang.
Kalo kita bangkrut, mereka akan menyitanya juga.
Piano,
meja ruang tamu,
dua kursi,
TV,
gorden,
karpet...
semua sudah dijual.
Raketku juga.
Tak ada tenis lagi.
Ayo berhenti les dansa juga.
Majalah bonsaimu.
Majalah bonsaimu.
Dan aku akan hentikan langganan Netflix.
Hei!
Sebelum dibatalkan, aku harus nonton satu acara lagi.
Jadi kawan-kawan, sekarang kabar buruknya.
Ada yang lebih buruk?
Ada yang lebih buruk?
Dalam keadaan begini,
kita tak sanggup memberi makan banyak mulut.
Maksudnya 'banyak' itu apa?
Jangan pergi, Ri-two. - Ri-one.
Si-one.
Kita akan segera bertemu mereka, oke Ri-one?
Ayo.
Kau boleh jenguk mereka di rumah kami. Oke?
Si-two Ri-two akan kembali.
Segera setelah Ayah dapat kerja.
Bulu anjing itu parah sekali.
Maafkan aku, Ayah.
Hati-hati di jalan.
Ayo masuk.
Ayolah.
Aku akan segera bawa mereka pulang.
Aku janji.
Halo, Bu!
Anda datang awal sekali!
Calon pembelinya orang goblog itu?
Lumayan untuk rumah usia 50 tahun.
Liat gordennya.
Mereka memperbaiki rumah bobrok ini dengan sangat baik.
Seperti terlahir kembali.
- Tau townhouse saya di dekat sini? - Ya...
Tanah itu tadinya bagian dari peternakan babi ayahnya...
Wah, andai dia masih punya tanah itu...
Kalo kita robohkan rumah kaca itu,
bisa jadi lapangan latihan golf yang bagus.
Babi menjijikkan.
Anda cukup ahli bertukang, You Man-su...
Cukup untuk hari ini.
Para ibu bersahabat.
Anak-anak bersahabat.
Pria Bubur Kertas Tahun Ini!
Pistol ayahmu masih terliat bagus...
Oh, liat ini!
Bayangkan bangun tidur meliat pinus merah yang kokoh itu!
Itu pinus putih.
Pinus putih.
Liat-liatlah. Saya mau mampir ke binatu.
Mengambil baju untuk wawancara...
Kau Jantan! Su! Semangat!
Mau liat kamar anak?
Anak cuma satu, kita pakai ini buat lemari pakaian...
Saya juga berpikir begitu!
Kasurnya bagus.
Itu dijual juga, beli saja.
Kalian mau pindah ke mana?
Harus jual rumah dulu.
Semoga tak pindah jauh...
Kalo kita pergi, Si-two Ri-two takkan bisa menemukan kita.
Kata siapa?
Kita takkan pergi...
Ayah janji.
Si-one Ri-one Si-one Ri-one...
Si-two Ri-two Si-two...
Biarkan saya lewat!
- Saya terlambat rapat. - Tolong dengarkan.
Istri saya kerja paruh waktu,
kami menjual rumah kami
- membatalkan langganan Netflix... - Apa?
Pak?
Choi Sun-chul!
Ada apa ini? Siapa ini?
Dia dipecat dari Solar.
Sebentar.
Keluarlah.
Saya minta maaf.
Mau rapat?
Saya ingin bicara dengan Anda.
Tentu, silakan.
Coba kuliat...
Astaga, kau kuat sekali.
Kalo punya rasa malu,
jangan lakukan ini di tempat orang berak dan kencing.
Pak!
Sudah kubilang mampirlah ke tempatku!
Kita pesta barbeque enak.
Baiklah kalo begitu.
Ya ampun.
Dengar.
Di bukit seberang sana...
ada bar wiski bagus bernama Moon Shine.
Minumlah di sana saat perjalanan pulang...
( Saya baru pindah ke Pulau Hoi. )
Indah sekali di sini.
Terungkap untuk pertama kalinya! Ayo teriak!
Barbeque di atas kayu bakar sendiri
rasanya luar biasa!
Mati kau!
Setiap tetes keringat, setetes wiski!
Itulah hidupku.
[ Nyonya Istri ]
Hai sayang.
Dengar, guru selo menelepon...
Kau di mana? -Hah?
Kau di bar? - Tidak, tidak.
Yah, memang benar.
Benar, tapi tidak.
Liat.
Aku sendirian.
Kau gila, ya?
Aku minum ini, sungguh. - Wiski?
Ini...
Kau ke bar buat minum jus apel?
Sayang, kau percaya padaku, kan?
Tentu saja.
Kenapa guru selo menelepon?
Saya tak bisa mengajar Ri-one lagi.
Apa?
Bakat Ri-one terlalu...
luar biasa?
Tapi Bu,
bagaimana saya bisa percaya?
Dia tak pernah main di depan kami...
Kami cuma pernah dengar beberapa nada.
Benar.
Menurut Ibu kenapa saya rela serahkan
uang les saya ke guru lain?
Guru lain?
- Ri-one harus belajar dari profesor musik sekarang.
Tapi Ibu harus tahu,
biayanya beda level dengan saya.
Ibu bilang ingin Ri-one
bisa hidup mandiri.
Jika begitu, investasi level ini...
Akan saya katakan dua hal.
Banyak orang mengira pabrik kertas
membabat habis seluruh hutan, kan?
Itu tidak benar.
Pohon untuk kertas ditanam terpisah, ditebang,
ditanam lagi, tumbuh, dan ditebang lagi.
Dan bukan cuma itu. Ada penggunaan kembali.
Kita kumpulkan kertas bekas, daur ulang,
lalu kumpulkan lagi dan...
Kau nonton apa?
Satu-satunya yang sukses sekarang cuma Moon Paper.
Mereka tembus pasar Jepang.
Dia manajer lini kertas khusus.
Pekerjaan sempurna buatmu.
Kau juga pintar bahasa Jepang.
Korea negara paling maju dalam daur ulang kertas.
Daur ulang tanpa batas!
Daur ulang tanpa batas, sialan!
Dibanding suamiku, dia bukan apa-apa.
Bisakah dia tersambar petir?
Payung runcing di tengah badai petir...
Tentu, luar biasa!
Cobalah tinggal di sana seminggu saja.
Apartemen tak ada apa-apanya.
Ayolah, kapal feri sering lewat kok!
Sudah kubilang.
Aku tau, tapi di sana sangat tenang.
Udaranya bersih, luar biasa...
Lebih luar biasa lagi saat malam.
Benar.
Tidak, tak ada ular!
Kalau takut, kita pelihara ayam.
Mereka makan ular.
Apa?
Dengar, sayang.
Sekali ini saja, datanglah untuk barbeque!
Babi! Siapa yang panggang ular?
Tanpa alkohol, tentu saja.
Angkat beban?
Sayang! Sayang!
Biarpun orang ini menghilang,
belum tentu aku bisa menggantikannya.
Benar, kan?
Apa bagusnya posisi itu?
Persaingan untuk posisi itu pasti ketat.
Sebenarnya, posisinya lumayan bagus.
Banyak matahari, angin sepoi sepoi.
Benar...
Berapa banyak kandidat lainnya?
Sepuluh orang?
Lima?
[ Moon Paper ]
Empat?
Jual ini padaku. Berapa harganya?
Ini Pulp Men.
Ini divisi periklanan?
Hei!
Setidaknya berikan piyamanya untuk dicuci.
Dan mandilah untuk abad ini!
Dan kau biarkan pohon pir kita mati?
Hama mengerubunginya.
Hei! Kau ingin aku mati juga?
Terlalu mabuk sampai tak terasa sakit?
Kau hampir lumpuh!
Itu karena hama-hama itu.
Jadi permintaanku...
Kaulah hamanya!
tolong beri aku setetes obat.
Aku akan pulang terlambat.
Ada rapat setelah audisi!
Kertas adalah hidup kami!
Dibutuhkan gelar master di bidang kertas
atau teknik kimia.
Diutamakan yang bisa bahasa Jepang.
Kami di Red Pepper Paper,
Kami di Red Pepper Paper,
bersama perusahaan Eropa dan Jepang
meluncurkan usaha patungan tiga perusahaan di Korea.
Target kami menjadi pabrik butik teratas
dalam kertas keamanan khusus.
Kami mencari keluarga, bukan sekrup mesin.
Ceritakan hobi, kepribadian, dan keluarga Anda.
Berikan foto sebesar dan seterbar mungkin.
Kirim ke Kotak Pos 76,
Kantor Pos Pusat Kota Gujong.
Kami tegas menolak lamaran via internet.
Kalo bukan kami yang pakai kertas, siapa lagi?
Nama saya Gu Bummo.
Sebagai orang yang sangat analog,
saya dengar musik hanya dari piringan hitam,
memotret hanya dengan film,
dan menulis surat hanya di atas kertas.
Ikatan saya dengan kertas,
setangguh kertas sintetis bertulang,
dimulai bahkan sebelum saya lahir.
Didorong oleh paman saya,
generasi pertama pekerja kertas,
saya mendaftar jurusan manufaktur kertas
di Universitas Kangwon.
Setelah wamil di Marinir,
saya bergabung dengan Namsum Paper tahun 1999.
Di 2013, saya mengawasi lini kertas bertulang
dengan sebagian besar pelanggan
berasal dari industri pertahanan.
Memenangkan 'Pria Bubur Kertas Tahun Ini' 2018.
"Kepada HR Red Pepper Paper"
...adalah puncak karier saya,
tapi di 2023 Kementerian Pertahanan
mengubah strategi,
menyebabkan lini produksi kami tutup.
Namsun Paper merger dengan Mori Paper,
dan semua personel kertas khusus seperti saya
harus meninggalkan perusahaan.
Saya sudah 8 bulan menganggur.
dan saya rasa baterai saya sudah terisi penuh.
Selama waktu luang yang panjang ini,
saya...
[ Pria Bubur Kertas Tahun Ini ] [ Sertifikasi Keselamatan Kebakaran ]
[ Bekerja 2 tahun di Ishii Paper Jepang. ]
Satu,
dua,
tiga orang...
Bagaimana harimu?
Hari Ayah berat.
Ada rumah dengan pohon pir yang indah,
tapi dimakan habis oleh hama.
Ayah jadi sedih.
Dalam keadaan begini,
kita tak sanggup memberi makan banyak mulut.
Ah, sialan!
Makan sembarang jamur lagi.
Kau berhenti minum, sekarang makan apa saja?
Punggungku bakal sakit tanpa selimut.
Kenapa kau berbaring?
Tidak takut ular?
Mereka belum memanggil untuk wawancara.
Mereka akan menelepon.
Lakukan sepertiku.
Apa?
Bungkus sinar matahari dalam angin lalu gigit.
Dengan sesendok dedaunan.
Aku setidaknya selalu dapat wawancara.
Bagaimana denganku?
Aku gagal audisi lagi!
Kulitku terlalu kencang
untuk memerankan wanita yang menangisi kematian suaminya.
Tapi senang rasanya berada di
Pusat Seni setelah sekian lama.
Ingat malam itu saat mati lampu?
Drama pertama yang kita tonton bersama.
Di Babak 2, tiba-tiba lampu mati...
Orang panik, dan wanita menjerit.
dan aku hampir kena serangan panik,
ketika kau muncul.
Tiba-tiba entah dari mana,
bagaikan lampu jalan yang menyala,
wajahmu...
[ Tolong nyalakan api ]
[ Di hatiku yang sepi... ]
Tersenyum,
kau menuntunku ke pintu...
"Ara, ikuti aku. Hanya aku."
"Hati-hati melangkah."
"Kau tak apa-apa?"
Aku sangat polos waktu itu.
Montok dan cantik.
Kuberikan ciuman pertamaku padamu.
Ingat apa katamu?
"Ara, bibirmu lembut
daripada kertas kalkir Okamoto
kualitas tertinggi."
Akimoto.
Okamoto itu merek kondom.
"Ara, bibirmu
lebih lembut daripada kertas kalkir
Akimoto kualitas tertinggi."
Tak ada pesan, tak ada email.
Kertas, kertas! Kertas sialan!
Ayahku terus menawarkan untuk buatkan kafe buatmu,
tapi tidak, harus kertas!
Biarpun mereka menerimamu,
kau akan pensiun 6-7 tahun lagi. Lalu apa?
Di zaman orang hidup sampai 100 tahun?
Kau punya sistem audio bagus,
kau bisa dapat lebih banyak dari kafe musik!
Tau rasanya akhir-akhir ini?
Aku ingin lari ke gunung,
menjerit seperti orang gila!
Aku seperti salah satu mesin kertas berhargamu.
Abaikan aku, dan aku akan rusak!
Cepat lumuri aku dengan oli pelumas itu!
Atau aku akan merobekmu sampai hancur. Seperti kertas kalkir!
Kertas sudah memberiku makan 25 tahun...
Sayang.
Memang beginilah takdirku, tak ada pilihan lain.
Kau juga makan dari uang
yang kuhasilkan dari kertas.
Uang itu dicetak di kertas buatanku,
dan filter rokok yang kau hisap itu juga kertas.
Kalo bukan kita yang pakai kertas, siapa lagi?
Apa?
Mereka takkan kirim SMS atau email...
Kotak surat! Kotak surat!
Hei!
Aku sudah muak denganmu!
Kau...
Sama tak bergunanya seperti kertas bekas!
Maaf membuat Anda menunggu.
- Saya periksa dulu sebelum dokter datang. - Ya.
Anda perawat?
Ahli kebersihan gigi. Itu beda.
Bukannya Anda ada kelas dansa?
Gigi saya sakit sekali.
Kalo begitu bilang "aa"
Tapi Anda akan datang ke pesta dansa, kan?
Bagaimana bisa? Saya sudah berhenti les...
Masih boleh datang kok! Tanya saja gurunya.
Bu Lee, pulanglah.
Anda harus jemput Ri-one.
Baik.
Kau dulu murni, mulia, jujur, tanpa noda!
Dan sekarang... oh!
Saat kupikir aku jadikan pria sepertimu idealku!
Astaga! Ideal hidupku!
Ular bajingan!
Apa kepalanya berbentuk segitiga?
Itu ular viper kanibal.
Dia memakan ibunya sendiri.
Atau polanya hitam putih?
Itu mamushi 7 langkah.
Kau akan mati sebelum melangkah 7 kali.
Kurasa aku dengar bunyi kerincing juga.
Jaga luka gigitan lebih tinggi dari jantung.
Bukannya harus lebih rendah?
Jangan khawatir. Aku pernah lakukan ini di drama.
Lakukan apa?
- Sayang, tau tidak? - Dengar...
Baru saja ular menggigitku.
- Apa? - Mungkin berbisa, nanti kutelepon lagi.
Usir ular dengan cara ini.
[ 1. Jaga gigitan lebih rendah dari jantung. ]
[ 2. Jangan iris atau hisap racunnya. ]
Astaga!
Kau tidak ke rumah sakit?
Tak apa-apa.
Kalo berbisa, aku pasti sudah mati sekarang.
Ada apa denganmu?
Soal pesta dansa itu...
Sebaiknya kita tak pergi, kan? Kita sudah berhenti les.
Apa? Tapi kita sudah berlatih keras.
Itu dari mixtape pertama yang kau berikan.
Untuk pria yang cuma dengar rock 80-an.
Aku buta karena cinta...
Kurasa aku paling cantik waktu itu.
Biarpun aku janda dengan anak satu.
Hei, jangan bicara begitu.
Tentu saja, gajiku lebih besar darimu.
Apa?
Kau pikir aku melamar karena gajimu?
Siapa tau? Aku punya gelar sarjana juga.
-Aku juga. - Tidak waktu itu.
Kau jahat sekali. Lupakan.
Kau sibuk dengan kuliah
jarak jauh sambil kerja.
Aku ingin sekali bersenang senang denganmu dulu.
Minta maaflah, bisa? Sekarang.
Kau benar.
Ayo bersenang-senang 10 kali lipat sekarang.
daripada buang waktu buat ngeluh.
Kapan kita harus beritau Si-one?
Beritau apa?
Kita sepakat memberitaunya
saat dia sudah cukup umur untuk bercukur.
Tapi haruskah kita memberitaunya?
Aku jadi ayahnya sejak dia umur 2 tahun, jadi aku ayahnya.
Maafkan aku, Miri.
Kau pasti butuh oli pelumas juga. Aku terlalu...
Oli pelumas?
Bukan itu.
Aku cuma sibuk akhir-akhir ini
dengan wawancara kerja.
Haruskah kertas?
Bagaimana kalo pekerjaan lain?
Apa?
Seperti kafe?
Kenapa kafe?
Kertas sudah menghidupiku 25 tahun, sayang.
Memang beginilah takdirku.
Pikirkan,
apa kau akan suruh ular viper kanibal itu
hidup makan daun pir?
Takdirnya adalah memakan ibunya.
- Begitu ya, Pak You? - Ya.
- Pak You. - Ya?
Anda penari yang lumayan.
Ikuti saya. Hanya saya.
Sepertinya Anda terlalu banyak vibrato.
Ini akan jadi wawancara kerja terbaik.
Habisi mereka semua!
Oke, akan kuhabisi mereka semua.
Lampu hijau!
Chun-oh!
Chun-oh!
Main di tempat tidur Anda enak, Nyonya.
Bahkan tidak berdecit.
Jangan panggil aku Nyonya!
Beritau suami Anda jangan berhenti.
grup berhenti minum itu. Ini bagus.
Halo, ini Red Pepper Paper.
Oh. halo!
Hei, jangan! - Apa?
Ya? Halo? Apa itu?
Saya susah mendengar Anda.
Saya dengar jelas.
Saya dengar jelas dari tempat Anda pertama jawab.
Saya mengerti! Saya ke sana sekarang.
Berhenti!
Tempat itu bagus.
Bisa dengar jelas dari sini?
Ya, saya dengar dengan jelas sekarang.
Apa kebetulan Anda di rumah Anda di Kota Minsan?
Benar.
Bos saya ingin bertemu Anda.
Dia sangat penasaran dengan Anda, Pak Gu.
-Namun... - Ya?
Bos saya kembali ke Zurich dengan penerbangan jam 5 sore.
Maaf, tapi kalo Anda berangkat dari Minsan sekarang,
Anda seharusnya buru buru.
Sekarang?
Terlalu mendadak, ya?
Baik, saya bilang Anda tidak...
Tidak, tidak!
Saya bisa pergi.
Tentu saja! Saya pergi.
Saya akan SMS Anda sekarang.
Alamat kantor kami
jadi tolong berangkat sekarang.
Tentu saja, ya.
Saya ganti baju sebentar lalu pergi.
SMS alamatnya!
Tidak, tidak! Anda sudah rapi...
Goblok...
[ Tidak Ada Pesan Baru ]
Tolong angkat...
Ayolah, angkat.
Hei, apa kabar? Sibuk?
Sinyalnya jelek?
Tidak mungkin! Sinyalnya paling bagus di sini.
Kau dengar aku, kan?
Begini, aku pergi ke pertemuan
tak sadar kalo acaranya batal.
jadi aku pulang cepat.
dan sekarang bosan sekali.
Istriku?
entahlah.
Mungkin dia pergi keluar!
Mau ngobrol sambil minum?
Aku sudah berhenti, tapi sekarang terkendali.
Aku bisa minum secukupnya. - Tepat sekali.
Sampai jumpa di tempat ayam goreng.
Datanglah setelah pulang kerja, aku tunggu.
[ Klinik Gigi Oh Chin-ho ]
- Halo. - Ya.
- Hai Ri-one. - Ayah terlambat
Akan kubuang.
Terima kasih.
Saya menunggu untuk menyapa Anda. Saya Oh Chin-ho.
Sakit gigi Anda parah?
Ya.
Mampirlah kapan-kapan.
Bisa turunkan jendelanya? - Saya baik-baik saja.
Saya sangat baik-baik saja, Pak Oh Chun-oh.
Terima kasih, Dokter Oh. Chin. Ho.
Makasih!
Pulang sekarang.
Memalukan sekali...
Ri-one, sudah tidak apa-apa.
Ayah bukan sopir yang halus, itu saja.
Dia masih muda. Jarak umurnya lumayan...
Jarak umur?
Dengan siapa?
Kuharap Ayah tak bicarakan aku dengan orang itu.
[ Mungkin saja ]
[ Aku masih anak anak ]
[ Sepertinya begitu ]
[ Ibu, mengapa aku ]
[ Terus menunggumu? ]
[ Ibu, mengapa aku ]
[ tiba-tiba sangat merindukanmu? ]
[ Mungkin saja ]
[ bahwa aku masih anak anak ]
[ Sepertinya begitu ]
[ Ibu, mengapa aku ]
[ Terus merasa sedih? ]
[ Ibu, mengapa aku... ]
kita berdua tak bisa hidup di bawah langit yang sama.
Mau akhiri ini dengan duel?
Apa Ara tau kau begini,
aktor pendatang baru Lee Chun-oh?
Siapa?
Kau sedang memanggang?
lalu tiba-tiba,
memutuskan ingin memiliki Ara sendirian?
Tepat sekali!
[ Dengan hatiku yang diselimuti kesepian ]
[ Aku menatap ke langit, ]
[ Dan awan mengalir lewat ]
[ Membuatku pusing ]
[ Membuat kepalaku berputar ]
[ saat capung merah terbang pergi... ]
Maaf.
tapi kau harus menghilang
agar aku bisa hidup.
Tau dirilah.
Pria yang dicintai Ara itu aku!
Kau yakin?
Apa!
Pria pengangguran tak boleh mencintai?
Bukan itu!
Bukan itu sama sekali, tapi...
Kau...
sama sekali...
tidak mendengarkan
saran masuk akal istrimu!
Sial, tenggorokanku!
Apa salahnya kafe musik?
Dia bahkan cerita soal itu?
Kalo tak bisa cari uang, jual rumahnya!
Kerja di toko ritel angkat kardus!
Aku ini insinyur!
Seorang ahli!
Rumah itu...
punya ayah Ara, jadi tak bisa kujual.
Kardus kardus itu...
bikin punggung sakit, aku tak kuat angkat!
Kau bangga dengan itu?
Kalo kau tau, bilang padaku!
Kenapa diam saja?
Kalo aku bilang?
Kau akan kembali?
Hah?
Digigit ular! Goblok!
Sayang!
Brengsek kau!
Pistolnya!
Berikan pistolnya!
Aku mantan Marinir!
Kehilangan pekerjaan
bukan pilihanku.
Berapa kali harus kukatakan?
Kehilangan pekerjaan bukan masalahnya!
Masalahnya adalah cara kau menghadapinya!
Oh, ayolah...
Kau akan mati cuma karena dua peluru?
[ Nyonya Istri - 10 panggilan tak terjawab ]
Apa-apaan...
...ini!
Ini laku dijual mahal.
Ya?
Kenapa ibumu tak angkat telepon?
Tak tau.
- Ibu di rumah? - Tidak.
Dia tinggalkan pesan?
Ayahmu akan menyesali ini!
Ayahmu akan menyesali ini!
Kenapa? Ke mana dia pergi?
- Apa Ibu tinggalkan kostum buatku? - Ya.
Bisa jawab dengan kalimat lengkap?
Semoga berhasil, Ayah!
Terima kasih!
Ayo menari.
Kau tak tau tariannya.
Tentu aku tau.
Aku menghafalnya, sambil menonton.
Katamu kau banyak berlatih.
Harus pamer sedikit.
Salam. Lewat sana.
Kau tak percaya padaku?
Tidak!
Aku matador hari ini,
jadi banteng cantik... bukan, sapi.
Bagus!
Mau koktail?
[ Selamat Datang di Kota Gujong ]
Kau berhubungan seks di mobil?
Kau suka di mobil,
Kau pakai celana dalam jaring hitam? Renda mawar?
Aku cari dan itu hilang.
Apa yang kau lakukan?
Kau sedang memakainya!
Kau pakai! Lepaskan.
Kalo kucium baunya,
aku akan tau kau bercinta dengannya atau tidak.
Cuma sebentar!
Kalo kau tak salah, kenapa takut?
Kau minum?
Tidak boleh!
Kita tak bisa lalui itu lagi!
Sembilan tahun!
Kau menahan diri sembilan tahun, mengertakkan gigi.
Apa lenyap begitu saja?
Muntah saat tidur, hampir mati tercekik!
Mabuk dan...
memukuli anakku yang umur 5 tahun.
Bilang dia cemburu pada putrimu!
Sudah kubilang jutaan kali.
Si-one anakku juga.
Benar juga.
Kau tak membeda bedakan.
Kau jadi anjing ke semua orang kalau mabuk.
Apa yang kau pikirkan?
Mencocokkan kostummu dengan Dokter Auw.
Mendandaniku jadi Nutcracker sialan!
John Smith!
Laksamana Inggris John Smith
dan Pocahontas, bodoh!
Kartun favorit Ri-one!
Kau lupa? Kita nonton jutaan kali bersamanya!
Saat kubilang Dokter Oh aku jadi Pocahontas,
satu klinik memutuskan jadi Suku Indian Amerika!
Perawat di sana juga pakai kostum sama!
Kau dan aku seharusnya berpasangan!
Kau pikir aku orang macam itu?
Bagaimana bisa kau curiga?
Tentu aku bisa curiga!
Kau cantik! Kau cantik sekali, sialan!
Kau juga tampan!
Apa ini? Siapa yang lakukan ini?
Aku sedang berperang, demi keluarga kita.
Jadi kita harus bersatu dan saling percaya.
Kesetiaan.
Kepercayaan.
Lalu kenapa mengunci diri di rumah kaca?
Rumah kaca sialan itu!
Dan menyetir 3000 km sebulan.
Kenapa bawa celana karet?
Bagaimana bisa digigit ular saat wawancara kerja?
Sebodoh apa aku menurutmu?
Katakan! Siapa dia?
Wanita yang kau ajak memancing dan makan ayam,
bercinta berlumuran oli pelumas!
Sayang, jangan begini.
Wawancara kerjaku,
itu wawancara yang sangat sulit.
Menatap mata seseorang langsung...
Melakukan itu sungguh berat.
Kau tak menyangkalnya?
[ Minum dengan kolega, bicara kerja ]
Bagaimana ini?
Ini bahannya lebih lembut.
Tidak juga.
Tunggu sebentar.
Yeni, ada apa?
Boleh aku main sama teman habis les seni?
- Ayah Min akan mengantarmu? - Ya.
Ini juga tidak bagus.
Ya, sebentar.
Aku punya sepasang yang kau suka.
Pergilah!
Ini barang baru, jadi...
Lupakan saja, Pak.
Tunggu.
Sebentar saja.
Jangan pergi dulu.
Pusat hanya kirim beberapa pasang.
Tunggu sebentar.
Saya segera kembali.
Pak!
Pria yang tadi sudah pergi?
Sepertinya begitu.
Maaf membuat Anda menunggu.
Sepatu untuk Anda sendiri?
Atau hadiah?
Saya punya anak perempuan juga.
Berapa umurnya?
Masuklah.
Anda rindu itu, kan?
Minum dengan kolega, bicara soal kerja?
Sudah setahun lebih buat saya,
jadi saya langsung kenali sesama pengangguran.
Anda tak terliat seperti orang yang pas kerja ini.
Sepuluh tahun.
Putri Anda!
Sepatu jenis apa?
Bot? Sandal?
- Sepatu enamel. Yang berkilau. - Ya.
Saya kerja di industri kertas.
Kertas khusus.
Kami buat uang kertas, tiket lotere...
faktur, paspor, pembungkus es krim,
kertas pelapis pembalut, filter rokok...
Orang tertawa saat saya bilang ini,
tapi bagi kami pembuatnya,
kertas putih adalah sejenis seni.
Kenapa tertawa?
Perasaan saat menyentuh kertas halus
sangat menenangkan.
Indra Anda tajam rupanya.
Putri saya jarang sekali bicara.
Sekalinya bicara, cuma meniru bicara orang.
Dia lahir begitu. Dia cuma main selo.
Gurunya bilang dia berbakat.
Mungkin bisa terkenal sedunia.
Tapi dia tak mau main di depan kami.
Sebagai orang tua, kita harus dukung bakatnya,
karena tanpa musik dia takkan pernah mandiri.
Gurunya bilang dia harus
main pakai selo seharga $50.000.
Dia akan pentas Natal ini,
tapi dia cuma punya sepatu bot hujan.
Saya tak bisa belikan instrumen,
setidaknya saya belikan sepatu.
Tunggu.
Lesnya sebentar lagi selesai.
Mungkin saya akan bawa dia ke sini buat coba.
Kapan tutup?
Bisa datang kapan saja sebelum jam 7.
Lesnya belum selesai jam 7.
Butuh satu jam buat beres-beres.
Saya tunggu kalo begitu.
Jam 8!
Saya cuma dapat komisi kalo Anda beli lewat saya.
Baik.
Tak ada pilihan lain.
Tak ada pilihan lain.
Tak ada pilihan lain.
Tak ada pilihan lain.
Tak ada pilihan lain.
Sedang apa di sini?
Anda belum bisa menjemput putri Anda?
Sepertinya harus diderek.
Tapi mahal sekali biayanya.
Lalu, uang buat sepatunya.
[ Saya tukang servis mesin... ]
Mari kita liat apa keahlian saya berguna.
Elantra tersayang rupanya!
Wah, tanpa kacamata, Anda mirip model.
Apa masalahnya di sini?
Jadi ini searah jalan pulang Anda.
Jadi ini dia!
Coba nyalakan...
[ Akan berjalan ke mana langkah membawaku ]
[ dan biarkan hujan membasuh perasaan ini ]
[ Tanpa henti, tanpa tujuan ]
[ hatiku mengapung ke sana kemari dalam hujan ]
[ Boneka beruang tertawa, ]
[ Lampu toko tertawa, ]
[ Tak bisa kulupa kekacauan hari-hari yang lalu ]
[ seperti isi tas yang dibuang ]
[ Akan berjalan ke mana langkah membawaku, ]
[ dan biarkan hujan membasuh perasaan ini ]
[ Tanpa henti, tanpa tujuan ]
[ hatiku mengapung ke sana kemari dalam hujan ]
[ Orang yang lewat tak tau, ]
[ Lampu jalan yang sepi tak tau, ]
[ Tumpukan pusing hari-hari yang lalu ]
[ bagai taman bunga mekar sembarangan ]
[ Akan berjalan ke mana langkah membawaku, ]
[ dan biarkan hujan membasuh perasaan ini ]
[ Tanpa henti, tanpa tujuan ]
[ hatiku mengapung ke sana kemari dalam hujan ]
Sayang.
Sayang.
Sayang!
Polisi datang.
Kita harus bagaimana?
Jangan panik, oke?
Aku harus ganti baju.
Aku akan jelaskan di kantor polisi.
Ini semua salah...
You Si-one.
Kau bilang apa tadi?
Ini semua salahku karena jadi ayah yang buruk.
Kau sendiri yang bilang jangan panik!
Masuk!
Pintunya...
Apa ibu Dongho sengaja tak angkat telepon?
Tega sekali Dongho mengadukan temannya seperti itu.
Tak mungkin ide Si-one.
Itu toko ayah Dongho. Jadi Dongho yang usul.
Sudah jelas, kan?
Dia pasti kesepian dan ketakutan, bayiku.
Ini semua salahmu!
Permisi!
Sebentar! Tunggu!
Tunggu sebentar!
Dengar, ibunya sedang parkir mobil.
Boleh kami masuk bersamanya? Dia masih anak-anak.
Baiklah.
Terima kasih.
Angkat kepalamu. Liat Ayah.
Dongho menyeretmu dalam masalah ini, kan?
Dongho?
Kenapa dia menyeretku...
Hei, dengar...
Melakukan kejahatan sendirian
itu sangat sepi dan menakutkan.
Itu bayanganku.
Ayah takkan biarkan kau merasa sendiri.
Jadi, Ayah butuh kerjasamamu.
Karena kita tim.
Sebenarnya, yang usul itu...
Hei, hei, tunggu. Tunggu!
Sadarlah.
Dengarkan Ayah.
Keluarga kita sedang berperang sekarang.
Apa?
Tidak, bukan saling berperang.
Kau dan aku, dalam perang ini,
kita harus lindungi wanita kita, kan?
Kau tau pistol Kakek?
Kakekmu membengkokkan jari Viet Cong yang sudah mati.
dan mengambil pistol itu, menurutmu kenapa?
Untuk mengingat kalo dia tak menembak duluan,
musuh akan menembaknya dengan pistol itu.
Kau paham maksud Ayah?
Semua pria...
Apa yang akan kau lakukan, hah?
Ayo cuci tanganmu.
Ayo naik!
Dongho bilang Si-one mau jual ponsel-ponsel itu
dan bantu ibunya. Sial!
Itu tokomu sendiri.
Lupakan saja masalah ini.
Kalo kau tak berdamai, dia bakal dihukum setahun.
Seorang ibu takkan membiarkan itu terjadi pada anaknya.
Benar, kan?
Hei, Man-su.
Wonno.
Bagi rokok.
Tentu.
Sedang apa?
Aku merokok lagi.
Sayang, boleh aku bicara sebentar dengan temanku?
Bicara saja.
Kau tak keberatan, kan?
Yah...
Dongho menyeret Si-one.
Itu kesaksian Dongho nanti.
Si-one cuma berdiri di dekatnya.
Omong kosong!
Dongho mematikan CCTV,
tapi bukan yang satu lagi.
Dia tak tau cara matikan sistem keamanan.
Bagaimana kalo istrimu tau.
kau pakai toko itu malam malam.
sebagai tempat bercinta dengan wanita?
Dan kalo dia dengar kau menyombongkannya
ke semua pria di lingkungan ini?
Dasar pengangguran sialan!
Kubunuh kau!
Satu lagi.
Kau tak jadi beli rumahku.
Miri, ayo pergi.
Lupakan soal membelinya.
Sayang, hati-hati.
Apa mereka di atas sana?
Apa mereka di atas sana?
Apa ada banyak?
Berapa banyak?
Masih ada lagi?
Dasar bocah...
Dua, empat, enam...
Tak perlu dikembalikan?
Kita hilangkan saja.
Wonno pasti tak mau menutupinya.
Benar?
Tentu saja.
Mau tanam pohon apa?
Saat apelnya matang, ayo buat selai.
Akarnya bakal tumbuh di atas ponsel?
Yang paling enak tumbuh di kotoran.
Pupuk kan dibuat dari tai dan air kencing.
Oke, terima kasih.
Soal Kakek itu benar?
Dia gantung diri di sini?
Tau peternakan babinya?
Semuanya kena wabah penyakit,
jadi dia harus musnahkan 20.000 ekor.
Caranya?
Dia kubur semuanya hidup-hidup.
Mentalnya memang agak terganggu.
Sejak perang Vietnam.
Di lumbung tua itu, dia...
Yah, begitulah... tapi aku tak meliatnya.
Hei.
Duduklah.
Sini mendekat.
Ibu tidak tau.
Jangan liat, jangan diliat!
Aku berhenti.
Kau buang saja sendiri.
Papyrus...
Kau wawancara di sana?
Aku ditolak.
- Namanya, Go Sijoโ - Tak pernah dengar.
Dan Gu Bummo?
Kurang tau...
Kami mendatangi peserta wawancara.
Ada kejadian aneh belakangan ini?
Merasa dalam bahaya?
Dua pria itu menghilang.
Mungkin terdengar jahat,
tapi setelah dengar mereka mati
yang terlintas di pikiranku cuma,
siapa orang beruntung yang diterima?
Tadi kubilang "menghilang".
Berikan itu.
Dan barusan,
Pak You, kau bilang "mereka mati".
Kenapa kau pikir mereka mati?
Zaman sekarang, kalo orang hilang,
biasanya sih...
Zaman sekarang,
kalo orang hilang, biasanya...
Istri Go Sijo lapor dia hilang.
Setelah ponselnya dilacak,
kami temukan mobilnya ditinggal begitu saja.
Katanya setelah dipecat,
dia depresi berat.
Astaga.
Ponsel isinya seluruh hidup orang, kan?
Siapa yang diajak bicara,
dan siapa yang tak bisa diajak bicara.
[ 9 panggilan tak terjawab ]
Apa-apaan!
Nomor itu! Panggilan tak terjawab.
Payung.
Akhirnya diangkat juga.
Anda menelepon ponsel pria
yang sedang hilang.
Maaf, ini dengan siapa?
Saya kepala HR Papyrus.
Pak Go wawancara di tempat kami,
saya telepon untuk bilang dia diterima.
Ini seperti kutukan.
Apa?
Awalnya kami mau rekrut kandidat lain,
tapi dia juga tak bisa dihubungi.
Siapa nama pria itu?
Pria itu... sebentar, namanya...
Nilainya paling tinggi.
Gu... Gu... Gu...
Bummo.
Rasanya pernah liat nama itu.
[ Gu Bummo ]
Liat ini, nak!
Mereka saling kenal?
Jadi, ada dua manusia kertas.
Mereka saling kenal.
Dan menghilang di saat bersamaan.
Kami geledah area sekitar mobil.
Kami temukan bekas darah Pak Go.
Darah...
Kira-kira apa penyebab darah Pak Go
muncrat dari pembuluhnya?
Pistol.
Pistol genggam.
Buatan Korea Utara.
Selongsong peluru ditemukan...
Olehku.
Selongsong peluru!
Ngeri sekali.
Sampai pelakunya tertangkap,
kau harus sangat hati-hati.
Ri-one.
Anak mana yang dengar lagu begini?
Nanti kuhubungi kalo aku hilang.
Jangan bercanda soal itu.
Hati-hati di jalan!
Ri-one!
Kau kenapa?
Kenapa?
Ri-one sayang...
Jangan menangis...
Jangan menangis. Aku akan bawa mereka kembali, oke?
Cuma satu lagi.
[ 25 tahun ]
Setelah kau tinggalkan aku,
lubang di dada ini sakit sekali!
Kupikir aku akan mati, aku berdoa.
Tolong angkat rasa sakit ini...
Siapa itu?
Pak Choi Sun-chul?
Kau kira aku rusa?
- Astaga. - Aku menunggu seharian.
Aku You Man-su.
Manajer kertas khusus di Solar
sampai mereka memecatku.
Pria yang di toilet?
Aku punya banyak waktu luang.
dan aku sangat iri padamu,
aku pantau Instagram-mu setiap hari.
Wah.
Maksudmu aku dikuntit?
Mau minum denganku?
Sepertinya kau sudah minum.
Baiklah.
Setelah membanting tulang 25 tahun,
mereka beri waktu 25 menit untuk pergi.
Aku keluar dari kantor,
dan satpam sialan itu
sudah masukkan barangku ke kotak
dan berdiri di sana, memegangnya.
Mereka melarangku lewat lorong
yang selalu kulewati.
Disuruh lewat pintu belakang?
Tepat sekali.
Para bajingan!
Cepat habiskan.
Jangan lagi!
Kalo tak dimakan, kuambil kertasnya!
Harus makan biar lenganmu kuat,
biar gesekan biolamu makin bertenaga.
Kenapa para pria di rumah ini
menyembunyikan sesuatu dariku, Ri-one?
Kenapa, ya?
Mereka mau cari mati?
Rasio kualitasku 96%.
Pakai mesin Bumin tua itu.
Mereka tak berikan penghargaan
Pria Bubur Kertas ke sembarang orang.
Hei, makanlah. Makan ini.
Benar.
Kalau orang bodoh bisa dapat,
aku pasti dapat.
Hei, bukan itu maksudku!
Maaf, sialan.
Sialan, minum saja.
"Sialan"?
Bukan, aku...
Hei! Liat dirimu.
Aku suka sekali, sialan!
- Minum yang banyak, sialan! - Ayo mabuk, sialan!
Hei, pelan sedikit.
Persetan, aku mau minum cepat.
Mereka mau cari mati?
Kau meliatnya, atau cuma perasaanmu?
Bisa mati kalo kerja begini terus.
Kerjaan sebanyak ini, aku butuh manajer lagi.
Benar.
Sekelas dirimu!
Itu maksudku!
Man-su sobatku, kau menangis?
Kasian padaku?
Kenapa hatimu lembut sekali?
Minta ke atasan.
Minta apa?
Minta mereka rekrut orang lain!
Si pelit pantat kencang itu?
Kalo kau diam saja, mereka makin pelit!
Tuntut hakmu!
Pingsan saja di tempat kerja!
Kau butuh cuti sakit! Produksi berhenti!
Mereka pasti sadar nanti.
Sadar apanya? Mereka bakal memecatku.
Rekomendasikan aku.
Kita bakal jadi tim hebat!
Saling melengkapi.
Tim A, Tim B.
Boleh juga.
Akan kucoba bicara.
Ya ampun.
Cuma ini kemampuanmu?
Aku tau, bercak air.
Ini resep selulosa silang
milik idiot di Bumin itu.
Tapi kau tau...
Aku tak punya pilihan lain.
Biarpun pakai mesin mereka,
tak perlu pakai resep mereka juga.
Mana sanggup kau beli rumah ini sebagai manajer lini?
Dan mobil itu?
Orang bisa mengira
kau menggelapkan uang perusahaan.
Bukan aku yang berpikir begitu.
tapi orang lain mungkin berpikir begitu.
Aku sungguh tak berpikir begitu. Ini.
Habiskan.
Kau tak apa-apa?
Matilah kau sekarang.
Minum oplosan, ya?
Tak ada pilihan lain...
Tak ada pilihan lain...
Cepat sedikit, sialan!
Dingin sekali...
Kepalaku...
Di mana kau simpan...?
Syukurlah!
Aku butuh udara!
Ayo keluar.
Mabuk depan api unggun
itu impian seumur hidupku!
Kau memang hebat.
Vodka,
kau punya lagi?
Man-superman
kau yang terbaik!
Aku pindah ke sini 6 bulan lalu
dan ini api unggun pertamaku, sialan.
Kukira bakal bakar-bakar tiap hari.
Saat kau dapatkan yang kau mau,
begitulah jadinya.
Istriku benar.
Aku sungguh tak ingin lakukan ini.
Apa?
Tapi kalo tidak,
kematian dua orang itu jadi sia-sia.
Mati konyol.
Tidak...
Jangan panggang anjing!
Maaf, tak bisa nyalakan video.
Tak apa. Liat aku saja.
Aku tak mau kau terlalu berharap,
tapi aku di tempat teman dari Moon Paper.
Kerjaannya banyak sekali,
perusahaan butuh manajer lini lagi.
Ingat kata detektif?
- Soal peserta wawancara. - Ya.
Bahwa mereka mati.
Ya?
Lalu?
Aku khawatir.
- Kau keluyuran larut malam... - Hei, aku baik-baik saja.
Kok bisa yakin begitu?
Karena aku...
aku?
Hei, bisa tidak tinggalkan itu dan pulang?
Tak enak bilang begini, tapi tidak.
Jangan tanggung beban sendirian.
Lembar kertas pun lebih ringan diangkat bersama.
Itu pepatah favorit di industri kami.
Kalo kita berempat bersatu, kita bisa lalui ini.
Enam.
Aku tau, Si-two Ri-two
Aku akan bawa mereka kembali.
Kau juga berbakat berkebun atau bonsai.
Orang hidup sampai 100 tahun, masih ada waktu.
Ini wawancara terakhirku.
Selama ini aku menggali tanah,
sekarang saatnya tanam pohon.
Kalo kau lakukan kejahatan,
aku ikut menanggungnya, oke?
Hei, jangan khawatir.
Sepertinya temanku bangun.
- Pipimu... - Besok kutelepon lagi, ya?
Honey!
Si-one, Si-one!
Tak apa-apa.
Aku gali tanahnya.
Di sana?
Ternyata memang ada isinya.
Dia potong babi?
Seperti waktu dia panggang babi untuk kita tahun lalu?
Dia kubur babi utuh di tanah
untuk pupuk pohon.
Pasti berat sekali kerjanya.
Jadi itu isinya,
babi...
Wawancaranya lancar?
Ya.
Tidurmu nyenyak?
Satu menit lagi.
59, 58, 57...
Hitung maju, jangan mundur.
1, 2, 3, 4...
Jadi akhirnya kau minum.
Ya.
Kau bau asap juga.
Kami pesta barbeque di tempat temanku.
Dia baru 6 bulan tinggal sendiri,
tapi sudah kesepian.
Cerai?
Mereka pisah gara gara rumah.
Dia mau hidup di alam, tapi istrinya menolak.
Apa itu bisa jadi alasan?
Berpisah cuma karena itu?
Aku minta maaf.
Saat aku kuliah dulu,
aku tak bisa bersenang senang denganmu.
Kau tak seharusnya hidup sekeras itu.
Berapa detik? 30?
59
60
Pasti berat sekali bagimu.
Jadi yang kusadari saat lalui cobaan itu
kau butuh rencana kreatif.
Yang penting itu ubah sudut pandang.
Dalam tahap eksekusi,
harus gigih dan berani.
Bila perlu,
kapan pun kau harus bisa bilang tidak.
Kami pakai "sistem padam".
Baru-baru ini kami bangun pabrik otomatis penuh.
Sistem padam?
- Karena AI tak butuh lampu menyala. - Benar.
Zaman ketuk gulungan pakai tongkat sudah lewat.
Ya, tentu saja.
Pokoknya, kami sangat butuh Anda
untuk mengawasi uji coba.
Maksud Anda otomatis penuh, para pekerja...
...pasti dikurangi, kan?
Itulah inti sistemnya.
Tak ada pilihan lain.
Anda keberatan?
Kalo tak suka, Anda boleh menolak.
Sama sekali tidak.
Bagaimana bisa melawan zaman?
Tapi bagaimanapun,
butuh satu orang untuk mengawasi semuanya, kan?
Jadi 5 tahun lalu, ada tender rahasia
di Perusahaan Percetakan Uang?
Ya, persaingannya ketat sekali waktu itu.
Solar, tempat saya bekerja
adalah satu dari tiga perusahaan yang ditunjuk.
Kami bahkan tak pernah terpikir ikut tender.
Lalu siapa yang ikut?
Dua orang saling berhadapan mewakili
dua perusahaan kertas terbesar.
Siapa saingan di perang tender berdarah ini?
Gu Bummo dan
Go Sijo!
Hari dia kembali
dari perjalanan dinas ke Daejeon...
Igauannya membangunkan saya
di tengah malam.
Dia mulai menangis dan merengek,
bilang "Ini tidak adil".
dan "Jangan hina aku!"
Lalu setelah itu,
tau tidak...
Dia jelas sedang tidur,
tapi dia kumpulkan dahak di mulutnya dan...
Dia meludahi wajahnya sendiri.
Dia kaget sendiri, lalu terbangun.
Hari dia kembali dari Daejeon?
"Ini sangat tidak adil"?
Anda tau kan,
Peruri letaknya di Daejeon.
Apa itu awalnya?
Dia cuma dengar musik di sini,
menolak tidur dengan saya.
Setelah dipecat, dia minum seharian,
kena depresi...
Ya ampun.
Dia tak bawa obatnya.
Sayang.
Di mana kau sebenarnya?
Apa suamimu punya pistol?
Kenapa lama sekali jawabnya?
Kalo punya senjata api, harus lapor, kan?
Dia tidak lapor
Lagi pula,
pistol itu lenyap bersama suami saya
Dia bisa saja...
bunuh diri dengannya.
Tolong cepat temukan dia.
Apa salah satu dari ini?
Yang ini?
Istri Gu Bummo beneran bilang begitu?
Jadi waspadalah pada Gu Bummo.
Ingat wajahnya.
Gu Bummo bunuh Go Sijo lalu kabur?
Wah, ini...
Sayang!
Ada yang mau dibicarakan?
Selamat atas hari pertama kerjamu.
Akhir pekan ini, mau panggang babi?
- Tidak. - Jangan!
Sekarang terlalu dingin.
Keluar dari klinik dan main tenis lagi.
Kubelikan raket baru.
Aku tak mau main lagi.
Aku akan hemat uang.
Si-two Ri-two, rumah!
Rumah!
Ri-one, ke sini! Jangan main di sana.
Siput! Ada siput!
Aku telepon agen properti
Bilang kita tak jadi jual rumah.
Oh.
Kita tanam pohon apel di sini, mana bisa dijual?
Benar juga.
Ri-one!
Ri-one!
Sampai nanti.
Habis dimakan hama.
[ ...akan reda pagi ini. ]
[ Setelah hujan semalam ]
[ Yang seakan meratapi kepergian musim gugur, ]
[ suhu pun turun drastis, ]
[ membawa kita selangkah lebih dekat ke musim dingin. ]
Sudah mau ke sekolah?
Aku dan Dongho janjian lebih awal.
Kalian masih berteman?
Bahkan setelah kejadian...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.