Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Nanti obatnya diminum ya, Bu.
Obat dokter tidak akan bikin aku sembuh, Pak.
Dingin, Pak.
Dingin, aku tidak kuat.
- Bu. - Bu?
Bu.
Pakai minyak kayu putih ya, Bu.
Bu?
Aku tidak bisa kayak gini terus, Pak, tiap malam.
Ini pasti dikerjai orang.
Kenapa, Bu?
Bu!
Sudah.
Bu, sadar! Bu?
Bu!
Bu!
Bu. Astagfirullahaladzim.
Bu.
Bu?
Bu?
Bu! Bu, jangan!
- Ibu! - Ibu!
Bu, jangan.
Bu!
- Bu! - Bu…
- Sakit! - Bu!
- Bu! - Ibu, sakit!
- Ibu, sakit! - Lepaskan, Bu!
Ibu sakit, lepaskan!
Ayo, Yul, masuk.
Yuli.
Yuli tunggu sini, ya?
Bapak akan kembali setelah urus Ibu. Ya?
- Ya Allah, Bu. Bu? - Sakit, Pak.
- Sakit. - Sakit, Pak!
Jangan!
Lebih baik aku mati, Pak!
- Istigfar, Bu! - Tolong. Sakit, Pak.
Bu, kenapa? Jangan, Bu!
Ibu!
Bapak?
Bapak? Ibu?
Bapak?
Dik?
Dik, bangun.
Awas.
Awas, hati-hati.
Yuk.
Bapak? Ibu?
Ibu?
Ibu!
- Maaf, Ibu tidak boleh masuk. - Itu suamiku, Pak.
Ibu! Bapak!
- Pak! - Bapak!
- Tenang ya. - Ibu.
Bapak.
Sudah, sabar.
Ibu.
Dasar kau anak selingkuhan.
Ini masakan baru jadi, Yul?
Sudah jam segini lo. Dari tadi melakukan saja?
Nasinya, Yuli!
Ya, Teh, sebentar.
- Ke mana, Ka? - Ke surau.
Duluan ya, Pak.
Untuk apa mengaji setiap hari? Oma lagi sakit lo.
Tidak mau di rumah saja?
Tapi Tika sudah janji sama Abuya.
Yuli? Tika bantu.
Ibu?
Bu.
Yuli, kau belum membuat sambal ya?
Ya, setelah ini, Teh.
Aa Rudi tidak bisa makan kalau tidak ada sambalnya.
Masih panas.
Adik kok belum mandi?
Masih panas, bego!
Maaf, Bu.
Tika?
Hati-hati.
Yah, Bi. Oma tidak suka.
Minum dulu, Bu.
Oma, Tika duluan ya.
Adik, jaga Oma ya.
Dean, kau belum ganti baju dari tadi?
Cium sini coba. Anak Ibu sini, cium.
Bau perengus. Sudah, sana.
Tika!
Yuk.
- Sudah lama menunggu? - Tidak, baru aja.
- Baru? - Ya.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Di dalam Al-Qur'an surat Al-Muthafiffin,
Allah SWT berfirman,
"Kalla inna kitabal-fujjari lafi sijjin."
Bahwa setiap perbuatan durhaka dicatatkan di dalam sijjin.
Wa ma adraka ma sijjin.
Apakah itu sijjin?
Ya, selanjutnya dikatakan,
"Kitabum marqum."
Kitab yang mencatat setiap perbuatan durhaka kita.
Tapi kalau untuk amal saleh, perbuatan baik kita,
akan dicatatkan oleh malaikat
di dalam kitab yang namanya adalah illiyyin.
Lihat itu.
Rumahnya sudah lama kosong.
Ya juga. Itu gelap banget.
Apa? Bekas apa?
- Hantu! - Astagfirullahaladzim.
Roh-roh yang ada di sini,
di sini ada sajen.
Hadir dan beri tahu aku.
Hadir dan beri tahu aku.
Hadir dan beri tahu aku.
Hadir dan beri tahu aku.
Asalamualaikum.
Adik, Teteh sudah bilang, jangan main gituan.
Kata teman Dean, kalau kita pakai ini,
kita bisa bicara sama orang yang sudah mati, Kak.
Mana ada orang yang sudah mati bisa diajak bicara?
Oma kenapa?
Aduh. Tika tambahkan bantalnya ya?
Lehernya angkat dulu.
Bi Yuli mau coba bicara sama orang mati juga?
Dulu mau.
Tiap kangen sama Almarhum Bapak dan Ibu.
Oma?
Kenapa?
Bi, tolong ambil oksigen. Oma kenapa?
- Bi Yuli, titip ya? - Ya.
- Tika panggil Ibu dulu. - Ya.
Kak Tika, cepat!
Bapak dan ibumu layak mati!
Bu?
Ibu? Kak, bantu.
- Bangunkan. - Bangunkan saja.
- Inhaler. - Inhaler?
Inhaler atau obat saja?
- Oma. - Bu?
Bu?
- Oma? - Bu? Ibu.
Ibu kenapa?
Oma…
Ya ampun.
Ibu…
Oma?
Bangun, Bu.
- Bu? - Bu, sudah tidak ada.
Oma…
- Bu. - Oma.
- Oma. - Bu, bangun.
Oma.
- Ibu. - Oma.
- Oma. Oma! - Ibu…
Asalamualaikum.
Tika, turut berduka cita ya.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, sabar ya.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
Yang bukan muhrim, silakan keluar dulu.
Sedang apa kau di sini?
Sana, keluar.
Siapkan kafan buat Ibu.
Sebelum kita salatkan dan kuburkan bersama,
siapa yang ingin mencium, silakan,
tapi jangan sampai kena air mata, ya?
Goblok!
Makan tidak?
Makan!
- Goblok! - Ampun, Bu!
Sudah dikasih makan, dasar anak selingkuhan!
Makan!
Bu.
- Ini! - Tidak mau, Bu, ampun!
Ampun, Bu.
Ampun apaan?
Ibu sudah mati.
Ibu sudah mati.
Mati kau!
Yuli!
Yuli!
Astagfirullahaladzim.
Kau senang ya Ibu meninggal?
Sudah bagus dari kecil Ibu mengurusmu.
Sekarang di depan Ibu, kau malah bertingkah.
Tidak tahu di untung kau, Yul.
Dasar anak selingkuhan!
Bu Laras. Sabar, Bu.
Tidak boleh kita seperti itu di depan jenazah.
- Pegangi Ibu. - Ya.
- Aduh. - Bu…
Bu, ayo.
Bu, Bapak kok tidak pulang-pulang?
Masuk yuk.
Tidak mau. Laras mau tunggu Bapak.
Bapak ke mana, Bu?
Si Yuli itu anak selingkuhan.
Lihat itu. Mukanya saja beda sama Bu Laras.
Ya, Bu, beda banget mukanya.
Aa Rudi, bukan di sana.
Bukan di sana tempatnya.
Bukan di sana tempatnya.
Kau sudah dua bulan tidak pintar-pintar.
Sudah, di sana.
Lihat, sudah ditaruh di sana semuanya.
- Tapi katanya di atas. - Tidak, di sini.
- Ya. - Bagaimana ini?
- Sini, Mas? - Ya.
Ini.
- Terima kasih Pak. - Ya, sama-sama.
Hei.
Jangan atuh.
Semuanya harus dikumpulkan, kasih ke Teteh.
Yuli?
Apa ini?
Memangnya masih kurang ya yang dikasih Ibu kepadamu?
- Bukan, barusan si Yono… - Kau ini jadi orang…
Kau selalu merasa kurang.
- Mau dikasih ke Teteh. - Ini kenapa kau dapat dari Yono?
Apa yang kau lakukan dengan Yono?
Tidak ada apa-apa, Teh.
- Apa yang kau lakukan dengan Yono? - Tidak ada, ini…
Dasar perempuan murahan ya! Sama saja kayak ibumu!
Apa? Kenapa maju?
Berani kau sekarang sama aku, ya?
Jangan mentang-mentang sekarang Ibu sudah tidak ada,
lalu kau berani sama aku. Mau melawan, ya?
Sudah, biarkan saja, Aa, biar semua orang tahu dia siapa.
Sudah. Ya?
Sudah, kau ke sana.
Mari, Bu.
- Mencari apa? - Gula.
Gula?
Aa Rudi!
Sebentar ya.
Makan dulu, Yul.
Yon.
Tolong aku, Yon.
Kau tunggu di sini.
Aku sendiri saja.
Permisi.
Aba?
Neng Yuli?
Masuk.
Aku ingin keluarga ini hancur,
seperti mereka menghancurkan hidupku.
Yang kemarin sudah mati?
Kau mau mereka buta, cacat,
atau mati?
Aku ingin…
Semuanya mati.
Kau sudah siap dengan risikonya?
Mataku di alam semesta.
Batinku di alam gaib.
Aku mohon maaf kepada semua makhluk.
Aku mohon petunjuk yang ada di sana.
Ada satu santet yang bisa mewujudkan keinginanmu.
Santet itu sangat berbahaya dan mematikan.
Santet itu butuh mayat yang segar
dan belum 40 hari.
Kalau…
Jenazahnya masih satu keluarga, bagaimana, Ba?
Itu lebih baik.
- Sebentar. - Satu, dua, tiga.
- Lagi. - Dua, tiga.
- Ayo. - Dua, tiga.
Ayo cepat.
Yon, ayo.
Sebentar.
Satu, dua, tiga.
- Tunggu di luar aja. - Ya, siap.
Darah bertemu darah.
Darah bertemu darah.
Kulit bertemu kulit.
Kulit bertemu kulit.
Daging bertemu daging.
Daging bertemu daging.
Sungsang terhalang oleh sungsang.
Sungsang terhalang oleh sungsang.
Langit hitam, bumi hitam.
Langit hitam, bumi hitam.
Aku dikendalikan oleh nenek moyangku.
Aku dikendalikan…
Aku dikendalikan oleh nenek moyangku.
Semua orang hancur di hadapanku.
Hancur, hancur, hancur.
Aku meminta kepada Ratu Santet di gunung tinggi.
Aku tahu Ratu selalu menginginkan sesuatu.
Aku bawakan sesajen kesukaan Ratu.
Terimalah perintahku
untuk menghancurkan semua orang ini.
Kematian mereka semua ada di tanganmu.
Kau harus menyelesaikannya sebelum mayat ini membusuk.
Kau harus melakukan ritual ini sampai selesai.
Kalau tidak,
semua santet itu akan berbalik kepadamu.
Jin sangat menyukai orang-orang yang berdosa dan sesat.
Kau pastikan mereka itu pendosa dan pantas mati.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Kenapa kau, Tik?
Tadi ada Oma, Bi, di sana.
Di kasur, Bi. Tadi sungguh ada!
Perasaanmu saja.
Sudah, sana tidur. Sudah malam.
Kenapa tidak hati-hati, Kak?
Tapi Tika sungguh merasa ada yang tidak beres, Bu.
Masa tidak ada apa-apa, foto bisa jatuh sendiri?
Aneh, 'kan?
Jangan-jangan itu Oma?
Kemarin, Dean coba bicara sama Oma.
Lalu, Oma menjawab.
Kata Oma,
"Sakit."
Hei!
Sudah, jangan bicara seperti itu.
Kau juga kenapa masih main gituan?
Dean serius.
Kalo Oma sungguh kesakitan, bagaimana?
Bu, nanti malam, kita jadi tiga harian untuk Oma?
Tahlilan itu buat apa, Kak?
Kau sendiri yang bilang Oma sudah meninggal.
Justru seharusnya kita yang didoakan, Kak.
Biar ikhlas.
Ya, tapi mengirim doa buat Oma juga tidak ada salahnya, 'kan, Bu?
Biar Oma juga tenang di sana. Ya?
Kau atur sajalah ya?
Yuli.
Aku memanggilmu dari tadi, tapi kau baru muncul.
Lihat itu.
Masa harus aku sendiri yang bereskan itu semua?
Nanti buat tiga hariannya Oma, kalau kau butuh apa-apa,
suruh Bi Yuli saja.
Biar dia yang mengurus.
Ya.
Aku tidak bisa hari ini.
Mau ke mana kau?
- Tidak ke toko? - Ada urusan.
Ada apa denganmu, Yul?
Kau kerja tidak mau,
mengurus tahlilan tidak mau.
Benar-benar melunjak sejak Ibu tiada.
Yuli.
- Malah pergi lagi, hei. - Bu, sudah.
Sudah, nanti biar Tika saja yang belikan.
Sekalian ke surau.
Duluan ya, Aa.
Hati-hati.
Tasmu, Dik.
Semalam,
aku merasa ada yang tidak beres, Abuya.
Aku merasa ada sesuatu yang berusaha masuk ke dalam rumahku.
Terus aku juga dengar suara Oma.
Tapi apa mungkin ya, Abuya,
kalau arwah yang baru meninggal itu bisa datang ke orang terdekatnya
sebelum 40 hari?
Islam itu tidak mengenal konsep arwah gentayangan.
Manusia, begitu dia wafat, masuk di dalam kubur,
dia sudah sibuk menjawab pertanyaan dari malaikat.
Untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatan
yang dilakukan dia di dunia.
Jadi, kalau Tika melihat ada sosok
yang mirip dengan orang yang Tika kenal yang sudah meninggal,
itu sudah pasti kerjaannya jin.
Ya-Sin.
Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah,
sungguh engkau, Muhammad, adalah salah seorang dari rasul-rasul,
yang berada di atas jalan yang lurus,
sebagai wahyu yang diturunkan oleh Allah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,
agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum
yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
Sungguh, pasti berlaku hukuman terhadap kebanyakan mereka,
karena mereka tidak beriman.
Bapak?
Ibu?
Dean?
Bu…
Oma…
Dean kangen.
Oma masih di sini, 'kan?
Darah bertemu darah.
Kulit bertemu kulit.
Daging bertemu daging.
Sungsang terhalang oleh sungsang.
Langit hitam, bumi hitam.
Aku dikendalikan oleh nenek moyangku.
Semua orang hancur di hadapanku.
Hancur.
Hancur.
Hancur.
Aku meminta kepada Ratu Santet di gunung tinggi.
Aku tahu Ratu selalu menginginkan sesuatu.
Aku bawakan sesajen kesukaan Ratu.
Terimalah perintahku
untuk menghancurkan semua orang ini.
Oma mau bilang apa lagi sama Dean?
I…
K…
U…
T…
O…
A…
A…
Ikut Oma?
- Terima kasih, Pak. - Terima kasih.
Terima kasih, Bu.
Kak Tika!
Ibu! Bapak! Tolong!
Dean?
Dean?
Dean?
Kak Tika! Ibu!
Bapak! Tolong!
Dean?
Ibu! Bapak!
Ada apa?
Dean?
- Dean! - Dean?
Tika, kenapa adikmu?
Kenapa?
- Dean? - Dean!
Astagfirullah.
Terima kasih.
Ini semua bukan gara-gara ke dukun itu, bukan, Yul?
Keponakanmu meninggal bukan karena hal yang kita lakukan waktu itu, 'kan?
Dia bukan keponakanku.
Aku membantumu karena aku tahu kau dijahati orang.
Tapi tidak kayak gini juga, Yul.
Sudah gila kau, Yul.
Kau ikut semuanya dari awal.
Berarti kau terlibat.
Dan balasan yang mereka terima sekarang adalah karma.
Bukan karena aku.
Semuanya salah aku, Abuya.
Aku seharusnya bisa lebih menasihati Dean.
Seharusnya aku ambil saja papannya.
Seharusnya aku langsung cek kamarnya untuk tahlilan.
Istigfar, Tika.
Astagfirullahaladzim.
Astagfirullah.
Aku merasa ada sesuatu yang jahat sama keluargaku.
Tapi aku tidak mengerti itu apa.
Aku harus bagaimana, Abuya?
Rasulullah saw pernah disihir
oleh seorang perempuan menggunakan buhul yang diikat.
Lalu, buhul tersebut disimpan di bawah batu.
Di dasar sumur Dzarwan.
Lalu, Rasulullah memerintahkan sahabat untuk datang melihat sumur tersebut.
Dan bertepatan dengan itu…
Turunlah wahyu Al-Mu'awwidzatain.
Yaitu surah Al-Falaq dan An-Naas.
Saat itu dibacakan oleh Rasulullah.
Lalu, tali yang mengikat buhul tersebut,
sebelas tali itu, putus satu demi satu.
Nanti malam kau salat tahajud.
Ambil wudu, salat,
mohon ampun kepada Allah.
Aku niat salat sunah Tahajud dua rakaat karena Allah ta'ala.
Allahu Akbar.
Lalu, setelah itu, kirim doa.
Minta perlindungan kepada Allah.
Ya Allah.
Lindungilah kedua orang tua hamba,
Rudianto dan Larasati,
dari segala mara bahaya dan tipu daya.
Amin.
Neng.
Tunggu.
Neng.
Laras.
Kau mau ke mana?
Toko.
Toko?
Kau punya perasaan tidak?
Anak kita baru meninggal.
- Kau mau kerja? - Lalu, aku harus apa?
Anakku habis meninggal.
Ibu aku juga.
Lalu, aku harus apa, Aa?
Yah, jadi seperti ibunya, Laras.
Belum satu hari lo.
Tidak ada yang jaga, Aa.
- Suruh aja Yono. - Tidak bisa atuh.
Berkali-kali sudah dibilangin ya.
Kalau menaruh sesuatu, hati-hati, Aa Rudi.
Ini jadinya kejadian.
Sayang itu pecah.
- Kenapa itu? Sini, diobati. - Tidak usah.
Ya sudah kalau tidak mau ditolong.
Biarkan saja.
Diperban dulu biar bisa lanjut kerja.
Terima kasih, Yul.
Ditinggal saja.
Nanti aku yang bereskan.
Apalagi ini?
- Ini, Teh. - Astaga, Yuli.
Kau bekerja tidak pernah benar.
Dari dulu kerjaannya cuma bisa menyusahkan hidupku saja.
- Gara-gara kau… - Sudah, Ras!
Kok kau malah belain dia?
Ini juga seharusnya kerjaanmu.
Kau yang keterlaluan.
Bisa ya sekarang kau bicara kayak gitu sama aku?
Diguna-guna ya kau sama dia?
Aku cuma bicara jujur, Ras.
Dari dulu Yuli tidak pernah melawan.
Kalian jadiin dia kayak pembantu.
Padahal dia keluargamu, 'kan?
Dia bukan keluarga aku.
Kalo gitu, berhenti suruh-suruh.
Kau cuma bisanya merintah orang.
Bahkan kau menikahiku karena itu, 'kan?
Karena aku lebih miskin.
Bodoh.
Bisa kau suruh-suruh.
"Aa, itu angkat.
Mengapa ditaruh di sana?
Kok tidak pintar-pintar?"
Aku tidak begitu.
Rudianto, kau tega sama aku!
Anak aku baru meninggal!
Anak kita, Ras.
Bukan cuma kau yang merasa kehilangan.
Aku…
Sabar ya, Aa.
Aku mengerti.
Dia tidak pernah mengerti.
Nomor yang Anda tuju sedang…
Mau tutup sekarang, Bu?
Antar aku pulang ke rumah.
Aa.
Kalau Aa Rudi bisa memilih…
Mau tidak sama aku terus?
Tinggalkan saja atuh Teh Laras, Aa.
Kalau Aa Rudi memilihku…
Kita akan bisa hidup bahagia berdua.
Selamanya.
Aku tidak bisa, Yul.
Aku masih punya keluarga.
Kau pikir Teh Laras mau menerimamu lagi kalau dia tahu soal ini?
Kau yang goda aku.
Ternyata Laras benar.
Kau seperti ibumu.
Berengsek kau, Rudi.
Jangan pernah bawa-bawa ibuku. Ibuku tidak seperti itu.
Gila kau, Yul.
Tika.
Tolong jangan bilang Ibu ya.
Biar Bapak yang jelaskan.
Tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya.
Milik-Nya segala kerajaan dan pujian.
Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tidak ada…
Tidak ada tuhan selain Allah,
satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya.
Milik-Nya segala kerajaan dan pujian.
Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Darah bertemu darah.
Kulit bertemu kulit.
Daging bertemu daging.
Tidak ada tuhan selain Allah.
Tidak ada tuhan selain Allah.
Tidak ada tuhan selain Allah.
Sungsang terhalang oleh sungsang.
Langit hitam, bumi hitam.
Aku dikendalikan oleh nenek moyangku.
Semua orang hancur di hadapanku.
Hancur, hancur, hancur.
Tidak ada tuhan selain Allah.
Tidak ada tuhan selain Allah.
Tidak ada tuhan selain Allah.
Tidak ada tuhan selain Allah.
Tidak ada tuhan selain Allah.
Tidak ada tuhan selain Allah.
Aku meminta kepada Ratu Santet di gunung tinggi.
Aku tahu Ratu selalu menginginkan sesuatu.
Aku bawakan sesajen kesukaan Ratu.
Astagfirullahaladzim.
Tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya.
Terimalah perintahku untuk menghancurkan…
Milik-Nya segala kerajaan dan pujian.
Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
…semua orang ini.
Tika…
Aa?
Tika! Tolong!
Tolong, Tika!
Tolong!
Tolong!
- Aa? - Tolong!
Tolong. Tika!
Laras!
Salat jenazah ini akan ada empat takbir,
lalu masing-masing takbir tidak ada ruku dan sujud.
Diakhiri dengan salam, ya?
Kita mulai.
Aku niat salat jenazah atas mayat ini, empat takbir…
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Assalamualaikum warahmatullah.
Assalamualaikum warahmatullah.
Assalamualaikum warahmatullah.
Assalamualaikum…
Astagfirullahaladzim.
Tika?
Tolong ambilkan minum.
Ambilkan minum ayo.
Astagfirullah…
Astagfirullahaladzim, Tika.
Istigfar, Tika.
Astagfirullahaladzim.
Allah…
Tika, ayo.
Tika…
Bu.
Ini tidak mungkin kebetulan, Bu.
Bapak, Dean, Oma.
- Abuya juga bilang ke Tika… - Sudah.
Cukup.
Tidak usah bicarakan hal-hal yang tidak masuk akal.
Sudah.
Tapi kita dijahati sama orang, Bu.
Kita harus melakukan sesuatu.
Tika mohon.
Sekali ini saja percaya sama Tika ya, Bu?
Tika…
Tika tidak mau merasakan kehilangan lagi, Bu.
Tika tinggal cuma punya Ibu.
Tika tidak punya siapa-siapa lagi.
Tika takut.
Memang…
Kalau kita mengaku beriman,
pasti Allah akan uji keimanan kita.
Dengan perasaan takut, perasaan khawatir…
"Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan,
kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan."
Bahkan Allah akan uji kita dengan kekurangan harta.
Allah uji kita dengan kehilangan orang-orang yang kita sayang.
Orang tua, adik, kakak.
Kau yang sabar, ya.
Ingat.
Allah tidak akan menguji hamba-Nya
melebihi batas kemampuan hamba-Nya.
Amin.
Yul?
Kenapa ini bisa ada di sini?
Bisa mikir sendiri, 'kan?
Rudi itu tidak pernah cinta sama kau.
Dia cuma takut.
Kurang ajar kau, Yul.
Pasti kau, 'kan? Kau yang goda dia?
Jangan-jangan kau yang buat semua keluargaku meninggal.
Dasar kau.
Anak selingkuhan.
Perempuan murahan sama saja kayak ibumu!
Berani kau sekarang sama aku, Yul?
Berani kau sama aku sekarang, Yuli?
Ya. Ya, aku berani sama kau.
Kenapa aku harus takut? Kau siapa?
Kau yang anak selingkuhan, bukan aku.
Apa?
- Sampah kau. - Kau yang sampah.
- Anak haram. - Kau yang anak haram!
Kau ambil semua kebahagiaan aku, Yuli.
- Kau hancurkan hidup aku. - Itu harusnya hidupku!
Harusnya kau yang mati!
- Pergi kau dari sini! - Kau yang pergi!
- Pergi kau dari sini. - Ini masih rumah aku!
- Pergi kau dari sini! - Ini rumah aku!
Ibu sama anak sama saja!
Laras, buka.
Laras, buka!
Kalian jahat!
Dari dulu kalian jahat sama aku.
Mau sampai kapan kalian kayak gini?
Ras, dengar aku.
Kau itu tidak sadar.
Kau yang membuat semua keluargamu mati!
Hidup kita sama sekarang, Ras.
Sama.
Sama-sama hancur!
Yono.
Bicara apa kau sama si Tika?
Tidak bicara apa-apa kok.
"Tidak bicara apa-apa kok".
Bicara apa? Cepat.
Aku sudah tidak mau ikut-ikut lagi, Yul.
Dikasih apa kau sama si Tika?
Kau laporkan aku?
Bilang kalau semuanya aku yang lakukan?
- Mengaku kau. - Aku tidak bicara apa-apa, Yul.
Tidak semua orang tega kayak kau, Yul.
Hancur, hancur, hancur.
Aku meminta kepada Ratu Santet di gunung tinggi.
Aku tahu Ratu selalu menginginkan sesuatu.
Aku bawakan sesajen
kesukaan Ratu.
Terimalah perintahku untuk menghancurkan semua orang ini.
Siapa itu?
Siapa?
Jangan bercanda!
Tolong!
Tolong!
Bu Laras!
Itu, Bu, Pak Yono!
- Bu, Pak Yono. - Di tokonya, Bu.
- Astagfirullah. - Tolong mundur ya.
Tolong ya, mundur.
Di belakang garis polisi ya.
Permisi, punten.
Punten.
Punten.
- Bu, jangan masuk. - Aku yang punya toko, Pak.
Ya, silakan, Bu.
Astagfirullah!
Ibu? Ibu!
Ibu.
Ibu…
- Kasihan banget Pak Yono. - Tidak menyangka ya.
Ya, kepalanya itu…
Ibu?
Bu?
Bu?
Bu?
Jangan, Bu!
Kalian semua
akan mati.
Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia,
Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya.
Tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.
Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.
Dia mengetahui apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka.
Dan mereka tidak mengetahui apa pun tentang ilmu-Nya
kecuali apa yang Dia kehendaki.
Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.
Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya.
Dan Dia Maha Tinggi, Maha Agung.
Mana lagi doa-doamu yang lain?
Abuya?
Abuya tolong Tika, Abuya.
Ibu…
Ibu!
Ibu, jangan!
Ibu!
Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya,
tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan.
Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Kita bawa ibumu ke surau.
Ayo.
Ayo, hati-hati.
Ayo.
Jangan terburu-buru bawanya.
Astagfirullahaladzim!
Oma…
Jangan sebut nama tuhanmu di sini.
Bi Yuli?
Kenapa, Tika?
Ya.
Aku yang bunuh semua keluargamu.
Mereka semua pantas menerima semua ini.
Dean, Bi?
Bapak?
- Ibu sekarang juga karena Bibi? - Semuanya.
Keluargamu itu jahat, Tika.
Dari aku kecil,
aku tidak pernah mendapatkan perlakuan yang sepantasnya dari keluargamu.
Aku selalu dibilang anak selingkuhan.
Aku bukan anak selingkuhan.
Omamu yang memutarbalikkan fakta.
Dia ambil semua yang aku punya, Tika.
Dia santet orang tuaku sampai mati!
Dia ambil rumahku dan orang tuaku.
Hidupku hancur!
Bapak dan ibumu layak mati!
Aku tidak pernah menyesal melakukannya.
Dengan tanganku sendiri.
Kenapa Bibi tidak pernah bilang ke Tika?
Bi, kita ini satu keluarga, Bi.
Anak baik.
- Aku keluargamu? - Tentu saja!
- Ya, Bibi… - Tiap hari kau lihat aku disiksa.
Aku dihina sama ibumu, sama omamu.
Apa yang kau lakukan?
Jawab aku, apa yang kau lakukan?
- Tika tidak punya pilihan. - Sok paling beragama.
Tapi kau tidak pernah membela aku!
Munafik kau.
Kau dan keluargamu itu pantas untuk mati.
Bibi tega!
Itu rasanya jadi aku.
Tika tidak bakal kayak Bibi.
- Hancur, 'kan? - Tidak.
Ibu…
Ibu…
Ayo, lanjut.
Kau mundur, kau gabung di sana.
Astagfirullahaladzim.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dan dari-Mu-lah datang keselamatan,
dan kepada-Mu-lah kembali segala keselamatan.
Maha Suci Engkau, wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Dengan nama Allah, aku membacakan rukiah untukmu
dari segala sesuatu yang menyakitimu,
dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dengki.
Semoga Allah menyembuhkanmu.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah Muhammad, "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan,"
Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki,
dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki
dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki.
Di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.
Engkau masukkan malam ke dalam siang
dan Engkau masukkan siang ke dalam malam.
Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati,
dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau berikan rezeki
"kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan."
Bismillahi Allahu Akbar.
Ibu!
Darah bertemu darah.
Kulit bertemu kulit.
Daging bertemu daging.
Sungsang terhalang oleh sungsang.
Aku dikendalikan oleh nenek moyangku.
Semua orang hancur di hadapanku.
Jangan ikut campur atau kalian akan hancur!
- Hancur, hancur! - Innahu min Sulaimana wa innahu
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Astagfirullahaladzim!
Hancur.
Hancur.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah Muhammad, "Telah diwahyukan kepadaku
bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan."
Aku meminta…
Aku meminta kepada Ratu Santet di gunung tinggi.
Lalu mereka berkata,
"Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan, Al-Qur'an,
yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar.
Aku meminta kepada Ratu Santet di gunung tinggi.
Lalu, kami beriman kepadanya.
Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan
sesuatu pun dengan Tuhan kami.
Aku tahu…
Dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami,
"Dia tidak beristri dan tidak beranak."
Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu
selalu mengucapkan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah,
dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin itu
tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah,
dan sesungguhnya ada beberapa manusia
yang meminta perlindungan kepada beberapa jin,
tetapi jin menjadikan manusia bertambah sesat.
Bismillahi Allahu Akbar.
Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pengatur urusan.
Ibu?
- Astagfirullahaladzim. - Ibu?
Ibu?
Ayo bantu, dipapah.
Tolong dibantu doa.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah Muhammad, Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Allah tempat meminta segala sesuatu.
Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh
dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dan dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul,
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,
Raja manusia,
sembahan manusia,
dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi,
yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia,
dari golongan jin dan manusia.
Sudah, Tika, sudah.
Ambil air minum.
Sudah, Tika.
Tika.
Doakan Ibu.
Ikhlas.
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku,
dan sayangilah mereka
sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.
Ampun!
Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan namaMu kami menolak musuh-musuh dari segala arah.
Dengan nama Allah kami melempari mereka jauh dengan keceraiberaian.
Engkau adalah tempat aku berharap, Ya Tuhanku.
Engkau adalah tempat aku berharap, Ya Tuhanku.
Bila mereka bermaksud jahat kepadaku, maka mendidihlah mereka.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Bismillahi Allahu Akbar!
Ya Allah…
Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosanya.
Ibu?
Ibu…
Ibu, ini Tika.
Ini Tika.
Bu Laras?
- Istigfar. - Ibu.
Astagfirullahaladzim.
Astagfirullahaladzim.
As… Astag…
Astagfirullahaladzim.
- …firullahaladzim. - Astagfirullahaladzim.
Astagfirullahaladzim.
Astagfirullahaladzim.
Tidak apa-apa.
Astagfirullahaladzim.
Astagfirullahaladzim.
Astagfirullahaladzim.
La ilaaha illallah Muhammadurrasuulullah.
Ibu?
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Ibu?
Ibu!
Ibu!
Ibu, jangan tinggalkan Tika!
Ibu, bangun!
Ibu, bangun!
- Tika? - Ya?
- Abuya pamit dulu ya. - Ya.
Terima kasih ya, Abuya.
Yang sabar, ya?
Ya.
Asalamualaikum.
Alaikum salam.
- Duluan ya, Tik. - Terima kasih ya.
- Duluan. - Ya.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
Semoga Allah memberi Tika kekuatan untuk menjalani ini semua.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.