All language subtitles for Gyeongaheui.Ddal.2022.720p.WEBRip.x264.AAC-[YTS.MX].ind

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

(Putriku)

Ibu!

Aku potong rambut.

Kapan?

Sore ini.

Bagaimana penampilanku? Bagus?

Kau lebih cocok berambut panjang.

Kau sudah membereskan barang-barangmu?

Tentu saja.

Coba tunjukkan sekitarmu.

Ta-da!

Ini tampak cantik, 'kan?

Indah sekali!

Maaf, Ibu tak bisa mengunjungimu. Karena pekerjaan.

Aku juga ingin melihat sekolahmu.

Ibu tidak perlu datang ke tempat kerjaku.

Kau sendirian, jadi, Ibu khawatir.

Apa kau benar-benar sendirian?

Ibu pikir aku bersama seseorang?

Coba lihat toilet-mu.

Mulai lagi!

Sekarang!

Aku akan ke sana.

Lihat?

Tak ada siapa pun, 'kan?

Coba keluar.

Aku tidak percaya ini.

Jadi?

Ibu puas sekarang?

Mau aku buka lemarinya?

Permisi.

Ada orang di sana?

Tolong buka.

Ibu percaya kepadamu!

Aku tahu.

Aku harus pergi.

Baiklah. Nanti kita mengobrol lagi!

Selamat malam! Aku sayang Ibu!

Selamat malam! Ibu juga menyayangimu!

(Gyeong Ah's Daughter)

Bagaimana tidurmu?

Di luar dingin.

Saat malam dingin, ya?

Apa kau baik-baik saja?

Jangan merokok lagi hari ini, ya?

Kunjungan yang mengejutkan!

Ada yang harus kulakukan di dekat sini.

- Apa dia baik-baik saja? - Masih sama.

Ayahmu ada di ruangan ini.

Maaf. Biar aku saja.

Ini Yoon Sang-soon.

Apa tanggal persidangannya sudah ditetapkan?

Apa kata pengacara Yoon?

Beri tahu mereka, aku akan segera menyerahkan pernyataan itu.

Oke, sampai jumpa.

Apa dia merokok?

Tidak, dia tidak merokok.

Mungkin...

ada orang di luar sana yang merokok.

Sedang apa kau?

Jika Ayah terus merokok,

aku akan berhenti memberikan uang saku.

Jangan minta pengasuh untuk membeli rokok!

Aku tidak keberatan dengan itu.

Kenapa Ayah tak boleh meminta istri Ayah melakukan itu?

Dia bukan istri Ayah!

Beri aku makan!

Apa? Baiklah.

Kau belum makan?

Putrinya datang, jadi aku tidak makan di sana.

Kurasa dia rutin mengunjungi ayahnya.

Tidak seperti para putranya.

Tapi putrinya itu tidak membantu.

Dia terus mengomelinya.

Putrinya tampak tangguh.

Mungkin karena itulah dia menjadi pengacara.

Mungkin karena itulah dia tidak menikah.

Menjadi pengacara bukanlah hal yang sulit.

Putriku seorang guru.

Baiklah, dasar sok pintar!

Putraku hanya mengenal dirinya sendiri. Dia jahat.

Setelah kini dia dapat kerja, dia akan bersikap baik kepadamu.

Aku iri kepadamu, punya anak perempuan seperti Yeon-su.

Bukankah dia baik kepadamu?

Senang rasanya punya anak perempuan.

Apa yang akan kau lakukan ketika dia menikah?

Aku akan senang untuknya.

Apa dia punya pacar?

Tidak.

Aku yakin dia punya.

Dia tidak punya waktu.

Dia selalu sibuk mengajar siswa dan mengerjakan tugas kantor.

Seperti aku, dia naif soal itu.

Jangan membuatku tertawa.

Apa yang lucu?

Kau sama sekali tidak naif.

Bagaimana kau tahu apa aku naif atau tidak?

Bagaimana?

Entahlah. Aku tidak tahu.

Lebih seperti itu, setelah kelas campuran tahun ini.

Apa ada banyak siswa yang berpacaran di kelas kalian?

Tidak ada.

Ini akhir semester, jadi pekerjaan kami banyak.

Kau menyuruhku menindak tegas siswa yang berpacaran?

Pagi ini, petugas kebersihan memberiku ini.

Aku sangat malu.

Gadis-gadis zaman sekarang tidak tahu malu.

Tapi...

Bukankah kita beruntung, hasilnya bukan dua garis?

Apa katamu?

Kalian sedang apa?

Kalian kelas berapa?

Aku di kelas olahraga, tapi aku keram.

Kau, pergi ke kelasmu, dan kau, ke sini.

Apa kau...

ganti pacar lagi?

Ya.

Siapa yang menyatakan perasaan lebih dulu?

Tentu saja.

Aku yang menyatakan lebih dulu.

Apa kau takkan ikut ujian?

Aku akan belajar.

Jika kau tidak ada kelas lagi,

bisakah kau pergi ke kantin bersamaku?

Ini jam pelajaran.

- Kau bohong bahwa kau sakit? - Tidak.

Aku hanya ingin makanan pedas.

Kau pedas!

Kau sudah terlihat mabuk.

Kurasa dia masih tinggal di lingkungan ini.

Halo.

Apa kau sibuk?

Aku sedang rapat. Kenapa?

Kenapa kau tidak pulang besok? Ini akhir pekan.

Entahlah. Sebentar lagi ujian.

Kau tidak menelepon Ibu akhir-akhir ini.

Maaf. Aku sibuk.

Sudah dulu, ya.

Nanti aku telepon lagi.

(Lee Sang-hyun)

Kenapa tidak kau jawab?

Hanya saja...

Mantan pacar?

Ya.

Astaga!

Bersikaplah tegas kali ini.

Jangan bersikap lunak kepadanya lagi.

Yeon-su!

Astaga! Itu pacarnya?

Wah!

Pacar membawa seikat bunga!

Aku tidak ikut ujian.

Setelah putus denganmu...

aku tidak bisa berkonsentrasi.

Aku tidak bisa melakukan apa pun.

Bisakah kau memberiku kesempatan lagi?

Kau...

merasa ini romantis?

Aku sangat takut kepadamu.

Takut kepadaku?

Kau meneleponku dan mengirimiku pesan.

Kini kau ke tempat kerjaku tanpa memberitahuku!

Kau tidak mengikuti ujian karena kau tidak siap.

Kenapa kau bicara begitu?

Kenapa kau memutuskan hubungan denganku?

Tidak ada alasan lain.

Hatiku meninggalkanmu.

Aku tidak punya penyesalan lagi.

Sebaiknya kita tidak bertemu lagi.

Kau yakin takkan menyesali ini?

Ke mana?

Kau mau pulang?

Pak, antar ke apartemen Cube di Bongcheon-dong.

Baik, tidak masalah.

- Terima kasih, Pak. - Sama-sama.

Dia khawatir aku akan menculikmu.

Dia pasti pacar yang bisa diandalkan.

Pak!

Ayo pergi ke In-cheon.

Kota In-cheon?

Ya.

(Lee Sang-hyun)

(Hapus Kontak)

Terjadi kejahatan lagi terhadap seorang wanita saat mau pulang.

Seorang pria memaksa wanita masuk ke mobilnya dan menghilang.

Siapa itu?

Ini aku.

Berapa banyak kunci yang Ibu butuhkan?

Apa kabar?

Katamu kau tidak bisa datang.

Aku datang untuk menemui Ibu.

Aku putri yang baik.

Kau sudah makan malam?

Apa kau baru saja pulang kerja?

Kamar ini dingin.

Seharusnya kau menelepon Ibu lebih awal.

Sekarang tengah malam.

Kau naik taksi lagi?

Kadang-kadang saja. Jangan khawatir.

Jangan naik taksi di malam hari. Itu berbahaya!

Aku lelah, jadi aku naik taksi.

Sesuatu yang buruk bisa terjadi padamu.

Ada berita bahwa seorang gadis

berusia 20-an ditemukan tewas lagi.

Dunia ini gila. Ibu sangat cemas...

Mencemaskanku?

Blusmu tembus pandang.

Kau harus berpakaian sopan.

- Kau potong rambut lagi? - Ibu!

Aku lelah. Beri aku waktu.

Selalu berhati-hati.

Saat kau menyesalinya, sudah terlambat.

Jangan keluar sendirian di malam hari.

Bu, cukup!

Apa?

Haruskah aku di rumah sepanjang waktu?

Ibu, ada apa?

Ibu sakit?

Itu karena Ibu sudah menopause.

Ambil obatnya dari laci itu.

Cepat sembuh.

Cepat sembuh.

Ibu.

Kenapa dulu Ibu tinggal dengan Ayah?

Ibu mengalami masa sulit karena dia.

Ibu juga kasihan pada ayahmu.

Berjuang sepanjang hidupnya untuk menghidupi keluarga...

dia pergi terlalu cepat.

Dia terlalu lelah bekerja...

jadi dia minum dan melampiaskannya kepada Ibu.

Ibu bukan wanita yang suka bersantai.

Ibu juga bekerja keras.

Kita tinggal di rumah ini berkat ayahmu.

Aku tidak suka rumah ini.

Sungguh menyesakkan berada di sini.

Ibulah yang tidak kau sukai.

Ibu marah?

Untuk apa aku membenci Ibu?

Gyeong Ah!

Sudah lama kita tidak bersama.

Pergi sana!

Kau bukan main!

Apa rencana Ibu besok?

Karena kau di sini, ayo kita ke suatu tempat bersama.

Ke mana?

Pegang tangan Ibu!

Inikah tempat yang ingin Ibu kunjungi?

Kau tidak datang pada peringatan kematian ayahmu.

Saat itu aku sibuk.

Mempunyai karier itu bagus,

tapi kau harus memikirkan pernikahan.

Apa kau sedang punya pacar?

Tidak.

Apa Ibu punya pacar?

Tidak mungkin.

Hanya kau milik Ibu.

Berhentilah datang ke sini dan temui seseorang.

Carilah seseorang yang baik kepadamu.

Jangan hidup seperti Ibu, menderita tanpa alasan.

Kemarin Ibu membela Ayah.

Ibu selalu merasa semua salah Ibu. Kalau tidak, Ibu takkan tenang.

Ibu juga satu-satunya yang kumiliki.

Mari kita bersenang-senang bersama.

Ayo kita lakukan itu.

Yeon-su, kau mau makan kimchi?

Tidak, masih ada sisa.

Ibu sudah memberikannya kepadamu sejak tadi.

Kau sedang apa?

Hanya membersihkan barang.

Aku akan membuang ini di luar.

Jika Ibu sakit, pergilah ke rumah sakit.

Baiklah.

Jaga diri.

Tentu.

Sampai jumpa!

Sampai jumpa!

Apa aku seksi?

Ya.

Kemarilah.

Kau juga seksi.

Kini aku di tempatmu bersamamu, rasanya luar biasa.

Bagaimana kalau kita?

Berhenti merekam sekarang.

- Kenapa? - Berhenti merekam!

Apa kau tidak lelah?

Enak sekali!

Halo.

Yeon-su!

Ga-eun, ada apa?

Tadi malam, aku mendapat pesan aneh.

Apa maksudmu?

Aku rasa kau harus memeriksanya.

Baiklah.

Mau lihat?

Baiklah.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Panggilan Anda akan terhubung

ke kotak pesan suara setelah bunyi bip.

Permisi.

Aku mendapat pesan teks dari nomor yang tidak dikenal.

Maaf, tapi aku tidak bisa memberitahumu nomornya

karena Undang-Undang Informasi Pribadi.

Tapi bisakah kau membantuku?

Jika kau serius, kau harus mendatangi polisi.

Apa?

Coba aku lihat ponselmu.

Tidak perlu. Terima kasih.

(Lembaga Ujian Nasional Willbes)

(Lee Sang-hyun)

Permisi, apa kau melihat orang ini hari ini?

Entahlah. Akhir-akhir ini aku tidak melihatnya.

(Yeon-su, sudah setahun kita tidak bertemu)

(Selamat atas pembukaannya!)

Pesananmu akan segera siap.

Apa Sang-hyun bilang dia akan datang?

Ya.

Suruh dia datang sekarang dan membantu kita di sini.

Ini kopimu.

Bisakah aku...

berbicara denganmu sebentar?

Denganku?

Kenapa?

Kau kenal Yeon-su, 'kan?

Yeon-su?

Maksudmu Yeon-su, pacar putraku?

Kau ibunya?

Ya.

Seharusnya kau memberitahuku lebih dulu.

Sekarang aku mengerti kenapa Yeon-su begitu cantik.

Itu karena ibunya.

Sayang!

Kemarilah!

Senang bertemu denganmu.

Ini ibunya Yeon-su.

Senang bertemu denganmu.

Biar aku bawakan makanan.

Kau duduklah di sini.

Aku membuka kafe ini setelah aku pensiun.

Saat aku tidak bisa mengatasinya dengan baik,

Yeon-su banyak membantuku.

Mereka sudah cukup lama berpacaran?

Sudah lebih dari 2 tahun.

Dua tahun?

Kau tidak tahu?

Apa terjadi sesuatu?

Belakangan ini aku tidak bertemu Yeon-su. Aku merindukannya.

Kurasa mereka bertengkar lagi.

Aku suruh Sang-hyun memperlakukan Yeon-su dengan benar.

Apa ada masalah dengan mereka berdua?

Itu dia putraku.

Astaga...

Mau ke mana dia?

Oh...

Apa kau tahu apakah video tersebut telah disebarkan

di internet atau di tempat lain?

Aku tidak tahu.

Adakah orang yang kau curigai?

Mantan pacarku.

Cepatlah dan tangkap orang itu.

Kami akan berusaha maksimal...

tapi mungkin tidak ada manfaat nyata bagimu.

Apa maksudmu?

Dalam banyak kasus, tersangka berpura-pura

kehilangan ponsel mereka atau diretas.

Apa yang harus aku lakukan?

Tunggulah hingga kami menghubungimu.

Omong-omong...

Apakah video tersebut direkam berdasarkan kesepakatan bersama?

- Pergilah sekarang. - Terima kasih.

- Selamat pagi! - Selamat pagi!

Yeon-su!

Apa kau baik-baik saja?

Ya, aku baik-baik saja.

Kau tidak terlihat baik-baik saja.

Beristirahat sangat membantu. Aku baik-baik saja.

Jaga dirimu, saat kau masih muda.

- Selamat pagi! - Selamat pagi!

'Kekotoran' dan 'kesombongan' adalah...

lawan kata dari 'kepolosan', benar?

Jadi, kita harus...

Apa kau di sekolah?

Pulanglah malam ini.

Ibu sakit. Pulang saja setelah bekerja.

Ibu!

Aku sudah datang.

Apa Ibu kesakitan?

Aku sudah meminta Ibu untuk ke rumah sakit.

Ada apa?

Apa kau senang membodohi ibumu?

Aku tidak bermaksud begitu.

Setiap kali aku bertemu seseorang, Ibu selalu mengomel, jadi...

Bisa-bisanya kau menyembunyikannya dari Ibu selama bertahun-tahun.

Kami sudah putus.

Ibu tidak perlu tahu tentang dia.

Lantas apa yang telah kau lakukan dengannya?

Apa?

Bagaimana kau bisa bertemu dengan orang seperti itu?

Bagaimana Ibu bisa tahu tentangnya?

Kenapa kau merekam video seperti ini?

Ibu!

Ibu!

Apa kau tahu bahwa saat itu kau direkam?

Park Yeon-su, jawab Ibu!

Kau tahu atau tidak?

Aku tahu.

Apa kau sudah gila?

Aku tahu Ibu kecewa.

Tapi...

Bisakah Ibu abaikan saja?

Aku sangat kesakitan.

Kurasa Ibu salah membesarkanmu.

Semuanya salah Ibu.

Tidak!

Video itu hanya...

Ibu tidak ingin mendengarnya!

Kau seperti pelacur.

Apa?

Jika kau tidak bisa bersikap baik, kembalilah.

Ibu sama seperti Ayah.

Yeon-su, ada apa?

Apa yang terjadi?

Ada apa?

Kau baik-baik saja?

Siapa yang tidak mematikan ponselnya?

Siapa dia?

Kau takkan dapat nilai jika tidak mematikan ponsel.

Kurasa... itu ponselmu.

Tadi aku sedang di kelas.

Kami menginterogasi Tn. Lee Sang-hyun beberapa hari yang lalu.

Awalnya dia menyangkal tuduhan itu,

tapi akhirnya mengakuinya.

Kami telah mengamankan buktinya.

Dia menyebarkan video itu

bukan hanya kepada teman-temanmu.

Siapa lagi?

Bukan hanya kenalanmu,

tapi video itu sudah disebarkan di internet.

Kemungkinan besar video itu telah tersebar ke tempat lain.

Kau harus bertindak sebelum menyebar lebih jauh.

Ini Ibu.

Buka!

Yeon-su, kau...

Siapa kau?

Aku ibu dari penyewa tempat ini.

Dia sudah pindah.

Kapan?

Baru beberapa hari yang lalu.

Dia sudah mengambil semua uang jaminan.

Di mana alamat kau?

- Di mana tempat tinggalmu? - Aku mau rokok.

Pak, kami tidak menjual rokok di sini.

Kenapa kau tidak menjualnya?

Pergi ke minimarket di sana.

Rokok...

Maaf. Dia menderita demensia.

Tidak apa-apa.

Ayo pulang, oke?

Ayo.

Pulang. Ayo.

Nomor yang Anda tuju tidak aktif.

Silakan periksa nomornya dan coba lagi nanti.

(Yeon-su, kau di mana?)

(Apa kau akan mengakhiri hubungan dengan Ibu?)

Yeon-su?

Ada apa? Diamlah.

Jangan melawan.

Aku tidak mau. Menyingkirlah dariku.

Dasar jalang!

Menyingkirlah dariku! Aku tidak mau!

Paket!

(Smart Clean Data Corp)

Halo.

Nona Park Yeon-su?

Ya.

Kami sudah menghapus semua video yang disebarkan.

Kami telah mengirimkan detailnya melalui email.

Jadi, semuanya sudah dihapus?

Sejauh ini, ya.

Tapi lebih baik terus memantau.

Apa kau ingin memperpanjang kontraknya?

(Pencarian kata kunci 'Bekerja di rumah')

(Sekolah Daring Wise Perekrutan Guru Daring)

Aku minta maaf terus mengganggumu seperti ini.

Beri tahu aku di mana dia.

Atau setidaknya kau bisa memberitahuku nomor barunya?

Dia tidak meneleponku selama berbulan-bulan.

Aku khawatir dia melakukan sesuatu yang disesalkan.

Aku juga punya anak perempuan.

Aku mengerti perasaanmu.

Kau pasti kaget dan khawatir.

Tapi Yeon-su adalah orang yang paling menderita.

Bagaimana jika kau tunggu sampai kondisinya membaik?

Dia sedang mengalami masa sulit.

Dia sudah cukup lama tidak masuk kerja.

Kudengar biaya untuk menghapus video di internet, mahal.

Omong-omong...

Apakah sesulit itu untuk menghapus video-video tersebut?

Siapa yang harus aku hubungi untuk melakukan itu?

Aku tidak seharusnya menunjukkan datanya kepadamu.

Tapi kau ibunya.

Video itu paling banyak diunggah di situs-situs porno.

Meskipun ada peraturan pemerintah,

mereka entah bagaimana lolos dari hukum.

Setelah selesai, kami akan mengirimkanmu laporan akhirnya.

Apa putriku datang ke sini?

Kami jarang sekali bertemu langsung.

Kami biasanya berkomunikasi melalui telepon atau email.

Dia baru saja mengajukan perpanjangan kontrak.

Bukankah kasusnya sudah berakhir?

Tidak bisa berakhir. Video itu bisa diunggah lagi.

Jadi, sebaiknya itu dipantau terus-menerus.

Lalu berapa biayanya?

Memang agak mahal,

tapi kami melakukan yang terbaik dengan rasa tanggung jawab.

Seorang wanita berusia 39 tahun

yang dituduh membunuh suaminya Januari lalu

setelah menderita KDRT selama 12 tahun,

dijatuhi hukuman 7 tahun penjara.

Itu sangat menakutkan.

Bagaimanapun situasinya,

bagaimana bisa dia membunuh suaminya?

Gyeong Ah!

Kau masih belum mendengar kabar dari Yeon-su?

Ada apa?

Katakanlah sesuatu agar aku bisa membantumu!

Aku tak butuh bantuanmu, jadi jangan repot-repot.

Ya ampun...

Jahat sekali kau bilang begitu kepadaku.

Lupakan saja.

Aku tidak akan mengganggumu lagi!

Tidak ada foto di resume-mu?

Aku yakin para siswa dan orang tua akan menyukaimu.

Sesuai iklan lowongannya, kau bisa mengajar daring dari tempatmu.

Anggap ini seperti bimbingan belajar privat secara daring.

Jadi...

Apa aku harus menunjukkan wajahku di layar?

Biasanya, ya.

Awalnya mungkin agak canggung,

tapi kau akan segera terbiasa.

Atau sebaiknya aku tanyakan manajer tim-ku?

Silakan.

Lama tak berjumpa.

Murid-muridku baik-baik saja, 'kan?

Ya.

Bagaimana kabar guru-guru?

Mereka baik-baik saja.

Semua orang merindukanmu.

Kau akan kembali ke sekolah?

Entahlah.

Aku...

ingin kau kembali...

dan bertemu orang-orang seperti sebelumnya.

Begitulah cara agar kau bisa melanjutkan hidup.

Kumohon.

Begini...

mungkin...

Bisakah kau meminjamkanku uang?

Berapa banyak?

Sekitar 2 juta won.

Aku bisa meminjamimu uang,

tapi kenapa kau tak meminta bantuan dari ibumu?

Dia terus datang ke sekolah,

bertanya tentangmu.

Aku tidak merasa nyaman.

Ini dengan manajer dari Sekolah Daring.

Aku bertanya kepada pemimpin tim tentang ucapanmu itu.

Dia mengatakan tidak apa-apa sampai kau terbiasa.

Benarkah?

Kalau begitu, kau siap memulai?

Halo!

Hai!

Namamu Gang Ha-na?

Ya.

Nona Park!

Aku tidak bisa melihat wajahmu.

Itu... hanya sementara.

Baiklah, tapi aku penasaran.

Nanti kita selesaikan soal itu.

Nona Park!

Boleh tanya sesuatu yang tidak aku tahu selain pelajaran kelas?

Baiklah, kirimi aku catatan.

Baiklah.

Bisa kita mulai?

Itu merujuk pada bentuk yang terlintas dalam pikiran

atau ide yang terlintas dalam pikiran.

Sederhananya,

jika kau mendengar kata forsythia,

apa yang terlintas di benakmu?

Kuning?

(Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk kelas)

Tentang cara menentukan prioritas...

Lihat wajahku!

Aku baru saja mengirimimu jawaban dan penjelasan.

Periksa emailmu jika ada waktu.

Aku punya pertanyaan, jadi aku mengirimimu catatan.

Benarkah?

Bisakah kau menunjukkan wajahmu sekarang?

Ini menyebalkan.

Tidak mau?

Guru-guru lain bertukar nomor telepon dengan siswa

dan mengikuti mereka di Instagram.

Nona Park, tunjukkan wajahmu.

Kumohon?

Astaga! Kau berbeda dari yang kubayangkan.

Ini akun Instagram-ku, jadi tolong ikuti aku!

Baiklah, aku akan mengikutimu.

Sampai jumpa lagi!

Baik itu jumlah atau seberapa besar kerugiannya.

Maaf sudah membuatmu menunggu begitu lama.

Tidak apa-apa.

Tanggal persidangan telah ditetapkan.

Kami rasa dia bisa dihukum penjara.

Tapi apakah kau...

bersedia untuk berdamai?

Berdamai dengannya?

Terdakwa datang dan meminta damai.

Aku tidak mau.

Berdamai tidak selalu buruk.

Kau bisa mendapatkan permintaan maaf

dan uang penyelesaian yang sesuai.

Apa kau tidak mau melanjutkan hidup?

Aku bahkan tidak bisa membantumu dengan gugatan perdata.

Baiklah.

Aku akan segera menyerahkan pernyataan ini ke pengadilan.

Bisakah kau menulis petisi

untuk hukuman berat dan mengirimkannya kepadaku?

Petisi dari korban dapat menguntungkan kita.

Akan bagus jika kau mendapatkannya dari kenalan-kenalanmu.

(Yang Mulia)

(Saya Park Yeon-su, korban kasus Lee Sang-hyun)

(yang dahulu berpacaran dengan saya.)

(Dia telah melecehkan saya bahkan setelah putus.)

(Dia melakukan tindak pidana yang tidak tahu malu)

(yakni menyebarkan video seksnya dengan saya)

(Setelah hari itu, saya...)

Halo!

Siapa...

Aku dengar cara mengajarmu bagus.

Bolehkah aku ikut kelasmu juga?

Aku mau.

Hei, apa yang kau lakukan?

Aku hanya menonton.

Keluar sekarang.

Bolehkah aku ikut kelas denganmu?

Tidak, keluar!

Siapa dia?

Dia kakakku.

Kakakmu?

Benar! Kenapa kau tak mengikutiku di Instagram?

Aku kesulitan menemukan akunmu

dan aku gagal.

Kenapa kau mencarinya?

Karena aku penasaran.

Materi pelajaran hari ini banyak.

Mari kita mulai.

Halo, Nyonya. Ada apa?

Pengadilan?

Dia memintaku untuk menulis petisi untuk hukuman berat.

Kudengar...

dia akan meminta petisi kepada temannya

yang menerima pesan itu lebih dulu.

Kurasa dia butuh lebih banyak bantuan.

- Bersulang! - Bersulang!

Kenapa kau hanya menelepon Ga-eun?

Apa kau tidak merindukan kami?

Bagaimana mengajar di sekolah?

Aku sedang cuti.

Apa?

Kenapa?

Kudengar sekolahnya sangat sulit.

O ya! Aku mendapat telepon dari ibumu.

Hatiku masih berdebar saat ibumu meneleponku.

Kau tahu Yeon-su dan Nam-gyu dahulu berpacaran.

Dia berbohong bahwa dia menginap di rumahku,

padahal dia ke rumah Nam-gyu.

Tapi tiba-tiba ibunya menelepon

dan memintaku untuk menghubungi Yeon-su.

Jadi, saat pagi buta dia ke rumahku dengan taksi.

Astaga! Itu agak ekstrem.

Hei!

Kau tidak tahu apa-apa.

Kau hidup di dunia yang berbeda.

Pria juga punya banyak kesulitan.

Apa kau pernah bertugas di militer?

Untuk apa?

Hati-hati dengan ucapanmu saat bersama Yeon-su.

Apa?

Ada rumor bahwa video seks Yeon-su dengan mantannya

tersebar di internet.

- Yeon-su? - Ya.

Tidak mungkin!

Sungguh! Kudengar itu memang dia.

Aku tidak percaya itu Yeon-su.

Dia tidak pernah berhubungan dengan siapa pun.

Lupakan saja!

Itu tidak mungkin dia.

Bagaimana orang waras bisa merekam sesuatu seperti itu?

Aku tak habis pikir dengan orang-orang seperti itu.

- Kau mabuk? - Tidak.

- Ya, kau mabuk. - Aku tidak mabuk.

- Ayo minum lagi! - Benarkah?

Biar aku traktir minuman.

Kalian mau minum apa?

Tidak, terima kasih.

Aku juga tidak.

Seharusnya hanya kau dan aku.

Saat aku bilang akan bertemu denganmu, mereka mau ikut.

Bagaimana kabarmu?

Baik.

Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?

Begini...

Yeon-su!

Aku sangat senang saat kau meneleponku.

Sejak saat itu kau tak pernah meneleponku lagi...

Aku benar-benar mencemaskanmu.

Aku minta maaf tanpa alasan.

Pesan itu...

Andai aku tidak memberitahumu tentang itu...

kau bisa hidup dengan nyaman tanpa mengetahuinya.

Itu bukan aku.

Apa?

Itu hanya orang yang mirip.

Benarkah?

Kau salah lihat, jadi tidak usah dihiraukan.

Yeon-su!

Yeon-su!

Bisa-bisanya kau tak menelepon Ibu sekali saja!

Ibu amat mencemaskanmu, kau tahu itu?

Apa kau habis minum miras?

Dengan siapa kau minum sampai selarut malam ini?

- Yeon-su! - Lepaskan!

Apa aku harus memberi tahu hal-hal seperti itu?

Aku muak dan lelah!

Aku tidak ingin hidup sebagai putri Ibu.

Apa?

Ibu hanya memikirkan masa-masa sulit Ibu.

Pernahkah Ibu memikirkan...

betapa beratnya hari-hariku...

dan bagaimana perasaanku tentang hidupku?

Apa Ibu ingat...

ucapan Ibu kepadaku terakhir kali?

Aku tak mau menemui Ibu lagi.

(Nona Park, ini Instagram-ku)

(Tanggal hari peringatan pertama Ha-na dan Su-ho)

Halo.

Ini Ha-na!

Ha-na?

Aku tidak enak badan hari ini.

Bisakah kita menunda kelas sampai minggu depan?

Kau mau minum apa?

Diam!

- Kenapa? - Astaga.

Apa kau berkata jujur?

Ya.

Bolehkah aku menelepon orang tuamu dan bertanya?

Orang tuaku?

Apa kau bersama pacarmu?

Apa kabar?

Masa magangmu sudah berakhir.

Pengajar lain akan ditugaskan.

Kau mempersiapkan kelas dengan saksama.

Semuanya baik-baik saja.

Tapi umpan balik positif dari murid kami

adalah yang terpenting.

Itu sebabnya pengajar lain sering berhubungan dengan murid

dan bertemu mereka sebulan sekali untuk bersenang-senang.

Bukan karena mereka punya cukup waktu,

tapi mereka mencoba untuk lebih berkomunikasi dengan para murid.

Begitulah cara mereka terus mendaftar untuk kelas kami.

Itulah sebabnya...

kau memberikan nomorku kepada seorang murid tanpa seizinku?

Itu muridmu. Ada masalah apa?

Seharusnya kau meminta izinku dulu.

Kenapa kau tiba-tiba jadi sensitif?

Aku...

mengundurkan diri.

Apa?

Selamat datang!

(Tubuhnya seksi!)

(Aku akan langsung memerkosanya jika bertemu di jalan)

(Lihat dia tertawa terbahak-bahak)

Maaf.

Halo.

Apakah ini dengan Nn. Park Yeon-su?

Aku penggemarmu.

(Video Park Yeon-su)

Kapan kau datang?

Kau ada di sini?

Tidak ada jawaban,

jadi kupikir kau tidak ada.

Kurasa kau bisa meluangkan waktu.

Bolehkah aku membawakan rokok untuk ayahmu?

Kenapa kau begitu tulus merawat ayahku?

Apa?

Itu pekerjaanku.

Aku tidak bisa melakukan itu meskipun aku putrinya.

Aku sangat sibuk sampai beberapa tahun yang lalu,

jadi aku jarang mengunjunginya.

Ibuku harus merawatnya sendirian.

Setelah ibuku meninggal,

aku menyalahkan ayahku tanpa alasan.

Kau punya anak perempuan, 'kan?

Ya.

Aku tidak ingin menikah,

tapi aku agak iri dengan yang punya anak.

Karena mereka ada di pihak kita.

Maaf, tapi...

bisakah kau mengenalkanku...

kepada pengacara yang bagus?

Ada sesuatu yang terjadi?

Kau di mana?

Biar aku saja.

Kau tahu aku populer di antara karyawan wanita.

Saat aku mendekati, mereka tak bisa menolakku.

Sedang apa kau sendirian?

Ini...

mengingatkanku akan masa lalu.

Setiap kali aku dipukuli oleh suamiku,

dulu aku selalu berdiri di sini seperti ini.

Kau ada masalah apa?

Si berengsek itu menggila saat dia mabuk.

Semuanya sudah berlalu.

Ayo masuk dan minum.

Semua orang di lingkungan ini mengumpatku.

Mereka mengarang rumor bahwa aku berselingkuh dengan seorang pria.

Mereka asal bicara.

Aku bahkan tidak bisa pergi ke klinik kebidanan dengan nyaman.

Yeon-su selalu di sisiku.

Saat aku menangis di sini,

dia datang untuk menenangkanku

dan mengobatiku.

Aku masih hidup berkat dia.

Bagaimana mungkin aku...

mengucapkan kata-kata yang buruk itu kepadanya?

Gyeong Ah!

Apa yang membawamu ke sini?

Aku baru saja berbicara dengan sang pengacara.

Katanya dia ada urusan di tempat lain.

Dia sibuk akhir-akhir ini jadi dia salah ingat tanggalnya.

Dia minta maaf.

Apakah pernyataannya sudah diserahkan?

Itu akan diserahkan minggu ini.

Bagaimana dengan petisi untuk hukuman berat?

Belum.

Tanggal persidangannya mungkin akan ditunda sedikit.

Kenapa?

Selamat siang! Silakan makan ini.

- Silakan makan ini. - Permisi.

Bisakah kau memberikan ini kepada pengacaranya?

Nyonya, sang pengacara tidak ada di kantor hari ini.

Bisakah kau setidaknya memberikan ini kepadanya?

Tidak perlu.

Yeon-su!

Bisakah aku bicara sebentar?

Kau terlihat tegang.

Tak ada yang perlu kukatakan.

Tunggu!

Kau dan aku...

memiliki hubungan yang baik.

Bisakah kau...

memaafkan Sang-hyun demi aku?

Akan sangat tidak tertahankan jika dia masuk penjara.

Mari kita selesaikan dan akhiri ini.

Aku akan mengurus uang penyelesaian sebisa mungkin.

Berapa?

Jadi...

Berapa yang kau inginkan?

Bisakah kau memberiku semua uangmu?

Apa?

Aku tidak sakit hati denganmu.

Kau memang baik kepadaku.

Tapi...

Dia harus bertanggung jawab atas kesalahanmu.

Kau juga menyukai Sang-hyun!

Katamu kau tahu bahwa kau direkam!

Paket!

Nona Park Yeon-su!

Nona Park Yeon-su?

Siapa kau?

Aku Yoon Sang-soon.

Ibumu yang memintaku.

Bisakah kita bicara?

Tidak.

Aku baik-baik saja.

Sebentar saja.

Apa kau tidak sakit kepala, seharian ada di dalam kamar?

Sudah lama sekali.

Dulu aku tinggal di kamar kecil sepertimu,

belajar untuk ujian advokat.

Kudengar kau seorang guru.

Kau pasti juga giat belajar.

Semuanya tidak berguna sekarang.

Kau bisa melakukannya lagi.

Mari kita persiapkan gugatan bersama.

Mereka meminta berdamai.

Entahlah. Aku hanya ingin semuanya segera berakhir.

Jika kau berdamai, dia mungkin akan dapat masa percobaan.

Dia masuk penjara atau tidak,

apa pengaruhnya itu pada hidupku?

Lantas untuk apa aku melakukannya?

Ini petisiku untuk hukuman berat.

Aku seharusnya bertemu Yeon-su di dekat sekolah,

tapi kami tidak bisa.

Aku harap ini membantu.

Terima kasih banyak.

Tidak apa-apa.

Aku harus pergi.

Halo.

Apa kau sudah bertemu Yeon-su?

Apa?

Silakan baca dengan saksama.

Jika kau setuju, tanda tangani di bawah ini.

(Penyelesaian Damai)

(Ibumu sedang berada di RS wanita)

(Kurasa kau perlu tahu)

(Ini alamatnya. Dari Yoon Sang-soon)

(Ha-na Apa kau berhenti karena aku?)

(Maaf aku berbohong)

Halo.

Hai.

Kau kemari naik apa?

Naik bus.

Bagaimana denganmu?

Aku juga.

Kau terlihat jauh lebih baik secara langsung.

Kau lihat Instagram-ku, 'kan?

Ya.

Kukira kau takkan melihatnya.

Jika kau ingin berbohong, lakukan dengan benar.

Jadi, apakah kau bersenang-senang dengan pacarmu hari itu?

Kami bertengkar.

Kenapa?

Orang tuamu mengatakan sesuatu?

Bukan itu.

Jadi, kapan...

saat pertamamu?

Apa?

Apakah dia ingin melakukannya?

Apakah kau...

ingin melakukannya?

Entahlah.

Saat pertamaku...

ketika aku berusia 20 tahun.

Aku berpacaran dengan seorang senior di jurusan yang sama.

Suatu hari...

kami menonton film dan minum bersama...

di rumahnya.

Entah bagaimana, suasananya menjadi aneh.

Kami tak banyak bicara.

Perasaan berujung pada ciuman...

lalu kami melakukannya untuk pertama kalinya.

Bagaimana rasanya?

Aku minta maaf...

kepada ibuku.

Apa kau sungguh menyukai pria itu?

Jika aku melakukannya dengannya,

aku khawatir gosip itu akan menyebar.

Nanti...

apakah aku akan menyesalinya?

Kapan kau sampai di sini?

Kau tidak perlu datang.

Aku tahu.

Apa kau...

benar-benar berdamai dengan si berengsek itu?

Jangan memkirkan urusanku.

Kenapa kau diperlakukan seperti orang bodoh?

Ibu tak berhak bilang begitu.

Aku...

merasa sangat kasihan kepada Ibu.

Ibu tak punya tempat bersandar selain aku.

Betapapun menyebalkannya, aku selalu berusaha memahami Ibu.

Bagaimana dengan Ibu?

Apa Ibu pernah mengizinkanku bersandar pada Ibu sekali saja?

Kau benar.

Semua ini karena Ibu.

Bukan itu yang kukatakan!

Aku tidak akan berdamai.

Jadi, kumohon...

Berhentilah menyalahkan diri sendiri.

Kuharap Ibu bisa menjalani hidup Ibu sekarang.

Itu bukan salah Ibu.

Dan itu juga bukan salahku.

(Mahkamah Agung)

Aku akan mengumumkan putusannya.

Ketika korban yang berpacaran

ingin putus hubungan,

dengan tujuan balas dendam,

terdakwa menyebarkan video seks

yang direkam saat mereka berpacaran,

sehingga menghancurkan kehidupan sosial sang korban

dan kerusakannya parah.

Selain itu,

mengingat korban belum berdamai dengan terdakwa,

terdakwa Lee Sang-hyun dijatuhi hukuman

satu tahun dan enam bulan penjara dan diwajibkan

menyelesaikan 40 jam program penanganan kekerasan seksual.

Ayo pulang.

- Sampai jumpa! - Sampai jumpa!

Gyeong Ah!

Bagaimana kabarmu?

Ya.

Aku bawa ini, jadi cobalah makan.

Bagaimana dengan restorannya?

Pabrik tutup hari ini, jadi restorannya tutup.

Jangan khawatir.

Ini sup rumput laut.

Ini. Cobalah.

Enak sekali!

Aku tidak tahu kau masih memikirkan kejadian itu.

Itu sudah lama sekali.

Ada banyak rumor di lingkungan ini.

Maaf.

Tidak apa-apa.

Seperti yang kau katakan, semuanya sudah berlalu.

Aku akan meninggalkan kota ini.

Kenapa tiba-tiba?

Ke mana?

Aku akan segera menghubungimu.

Lega rasanya dia mendapat hukuman penjara.

Mereka mungkin akan mengajukan banding.

Jika kau ingin mengajukan banding, silakan hubungi aku secepatnya.

Terima kasih.

O ya, ini.

Ini salinan petisi untuk hukuman berat.

Ibumu mengirimiku ke kantor kami sebelum persidangan.

Kau belum membacanya, 'kan?

Aku pergi dulu.

(Nama aku Lee Min-hee, rekan korban dan sesama guru.)

(Pemohon, Kim Gyeong Ah)

(Setelah aku menerima video itu)

(beberapa bulan lalu,)

(aku menyalahkan putriku)

(dan menghinanya)

Yeon-su!

Apa kabar?

Aku tidak bisa hadir karena harus hadiri sidang kasusku tadi pagi.

Jadi, dia dijatuhi hukuman penjara 18 bulan?

Ya.

Apa rencanamu mulai sekarang?

Aku akan mencoba sampai akhir.

Diri adalah sesuatu yang bersifat internal.

Sebaliknya, dunia bersifat eksternal.

Hal-hal yang kita alami dan pikirkan

terjadi secara internal.

Subjek internal ini menjadi diri.

(Praktik Mengajar)

Bolehkah aku melihatnya?

Baiklah.

Keren!

Nona Park!

Kenapa kau berhenti dari sekolah?

Apa gajimu terlalu kecil?

Aku takut.

Apa?

Saat aku di kelas,

semua murid melihatku di seluruh kelas.

Tapi kita tidak bisa membaca pikiran orang lain.

(Foto Wisuda)

(Tanpa Judul)

Kita harus membersihkan kamar mandi bersama.

Aku terlalu lelah untuk membantumu.

Hati-hati!

Bisakah kau berhenti merekam dan membantuku?

Bagaimana?

Ta-da! Selesai!

Aku beli ini!

Aku bebas!

Aku mencintaimu.

Hai!

Aku Park Yeon-su, wali kelasmu tahun ini.

Senang bertemu denganmu.

Ini pertama kalinya aku menjadi guru.

Aku akan berusaha menjadi guru yang baik

yang dapat kau percaya dan andalkan.

Aku tak sabar untuk mengajarkanmu.

(Lamaran Guru)

(Smart Clean Data Corp)

(Apa kau akan memperpanjang kontrak?)

Yeon-su?

Terima kasih sudah menjawab telepon Ibu.

Ibu akan...

pergi dari sini.

Ibu akan pindah ke tempat baru.

Yeon-su.

Ibu minta maaf.

Selama ini Ibu tak ada di sisimu.

Maafkan Ibu, Putriku.

Nanti...

saat kau sudah merasa lebih baik...

maukah kau berkunjung ke tempat Ibu?

(Kim Jung-young)

(Ha Yoon-kyung)

(Ditulis dan disutradarai oleh Kim Jung-eun)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.