All language subtitles for To.the.Moon.2025.S01E04.KOREAN.WEB-DL.VIU.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Apa yang terjadi? Ramai sekali.

Tapi di mana dia?

Apa?

Hei, Kim Ji Song!

Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak naik?

Kamu pengkhianat. Kamu bilang tidak akan pernah melakukan kripto!

Keadaan menjadi...

Itu sebabnya aku menyuruhmu naik saja.

Tidak mungkin.

Bagaimana jika itu lebih buruk daripada siksaan kita sekarang?

Apa yang lebih buruk daripada siksaan yang sudah kita alami?

- Tidak. Aku tidak mau pergi. - Ayo!

Kereta akan segera berangkat.

Semua penumpang, silakan duduk

- dan kencangkan sabuk pengaman. - Hei, keretanya akan berangkat!

Aku tidak mau pergi. Tidak!

Aku tidak mau pergi. Tidak!

Hei... Hei, Ji Song!

Selamat datang, Para Penumpang.

Kereta kita telah berangkat dari kenyataan menyedihkan

tempat nilai kerja kerasmu tidak dihargai.

Apa?

Eun Sang, apa ini? Kamu bermain kostum?

Ada sedikit risiko cedera selama perjalanan kita.

Cedera?

Aduh, perih!

Apa? Tanda dari kerugian 20 persen.

- Kamu sudah kehilangan? - Kehilangan?

Tetap saja, hidupmu mudah.

Lihat pria di sana?

Dia kehilangan 30.000 dolar.

Dan wanita di sana.

Dia kehilangan 40.000 dolar.

Dan aku...

Ada apa? Kamu baik-baik saja?

Lima puluh... Aku baru saja kehilangan 50.000 dolar.

Astaga!

Eun Sang, hentikan keretanya! Ada yang terluka di sini!

Tidak! Kita tidak bisa berhenti!

Tidak, benda ini tidak bisa berhenti. Teruskan saja.

Benar! Mari kita naiki ini sampai akhir!

- Ya, aku setuju. - Ya, aku setuju.

- Aku setuju. - Aku setuju.

- Aku setuju. - Aku setuju.

Kereta kita tidak akan meninggalkan siapa pun

dan akan pergi ke tujuan akhir kita, bulan.

Jadi, kusarankan kalian bersiap.

- Apa itu? - Kenapa lampunya mati?

Konsekuensi dari pilihan kalian adalah milik kalian sendiri.

- Astaga. - Apa ini?

- Kapan kita tiba di sini? - Hadirin sekalian.

Kalian pasti bisa! Ganbare!

Jiayou!

Mari kita teriakkan bersama.

Ke bulan!

Ayo! Ayo!

Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Yang benar saja! - Ke bulan!

- Lebih keras! Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Ke bulan!

- Ke bulan! - Bulan...

- Ke bulan! - Bulan!

- Ke bulan! - Bulan...

- Ke bulan! - Buka pintunya!

Bulan...

Da Hae!

Astaga, apa yang kamu lakukan? Ibu bilang buka pintunya! Pintunya!

- Hei! - Benar juga.

Aku lupa Ibu akan datang. Sial.

"Episode 4: Alasanku Ingin Menjadi Kaya"

Ibu, kemarilah.

Lihat.

Ini ambang pintu.

Ada ambang pintu!

Tidak mungkin. Benar-benar naik.

Apa yang kamu lihat?

Apa? Bukan apa-apa.

Bagaimana? Ini tidak terlalu buruk, bukan?

Ibu rasa ibu tidak terlalu buruk membesarkanmu.

Kamu pasti bekerja keras untuk tinggal di tempat seperti ini.

- Ibu sangat bangga padamu, Sayang. - Ayolah. Ini bukan masalah besar.

Ibu ikut makan malam, bukan?

- Buatkan saja sesuatu. - Baiklah.

Jadi, kotak-kotak apa ini?

Hanya barang-barang yang akan kubuang.

Hanya beberapa buku yang tidak kubaca lagi,

dan foto lama dari masa kecilku.

Apa? Kenapa kamu membuang foto?

Jika tidak ada tempat, gantung saja.

Baiklah.

Apa? Apa itu?

Tidak, Ibu, jangan! Jangan pakai paku!

- Tidak! - Kamu membuat ibu takut. Ada apa?

Apa yang Ibu lakukan? Ibu tidak bisa memalu paku di rumah sewaan.

Ini bahkan bukan rumahku.

Astaga. Ibu merusak permukaannya?

Ibu tidak berpikir tetangga mendengarnya, bukan?

Apa yang harus kulakukan? Astaga, kenapa Ibu...

- Jangan menjadi pengecut. - Apa?

Mari makan saja.

- Omong-omong. - Ya?

Bisakah kamu membuatkan ibu akun YouTube?

YouTube. Ibu memakai itu sekarang?

Ibu ingin memainkan musik sambil mengemudi.

Itu bagus dan membantu ibu tetap terjaga.

Bagaimana dengan foto profil?

Periksa album ibu. Ada banyak foto di sana.

Baiklah.

Apa? Bukankah ini hanya foto TV?

Kenapa semuanya foto seperti ini?

Sungguh? Ibu ingin memakai ini sebagai foto profil Ibu?

Ada apa dengan itu? Itu cantik.

Hei, jika kamu melihatnya sekilas, bukankah ibu seperti ada di sana?

Tidak sedikit pun.

Astaga, lihat yang ini. Ini dari saluran belanja rumah.

Ibu sibuk untuk pergi ke mana pun, jadi, senang rasanya seperti pergi.

Terlalu sibuk? Ya, benar.

Ibu, keluarlah dan cari udara segar.

Musim gugur ini, lihatlah dedaunan musim gugur atau semacamnya.

Yang benar saja. Hanya orang kaya yang punya waktu untuk itu.

Dengar, kamu harus hidup sesuai kemampuanmu.

Tidak ada gunanya serakah untuk hal yang tidak bisa kamu miliki.

Berikan ke ibu.

Gunung...

Gunung itu bagus.

Ya.

Astaga, cantik sekali.

Benar, bukan?

Pekerjaan sampingan? Di akhir pekan?

Kamu harus menggunakan waktu luangmu untuk menabung amunisi kripto.

Alih-alih buang uang untuk sampah, kamu harus cari pekerjaan sampingan.

Kamu dan Ji Song.

Pekerjaan sampingan? Ya, benar.

Dia mungkin pingsan sekarang.

Andai saja kamu tidak begitu cantik.

Aku tidak perlu menghadapi ini.

- Astaga. - Sial.

Sial!

Ini hari jadi ke-200 dia bersama pacarnya.

Artinya dia melintasi perbatasan saat ini.

Apa dia sedang tur dunia? Aku yakin bintang pop jarang bepergian.

Omong-omong, ada apa? Apa ada masalah?

Kamu terdengar agak sedih.

Aku hanya merasa tidak seperti diriku.

Minum dalam suasana hati begini adalah resep untuk bencana.

Jangan mabuk dan pura-pura "Aku tidak ingat".

- Pulang saja dan sudahi malam ini. - Kamu sopir yang ditunjuk?

Hei, pelangganku datang. Sampai nanti.

- Hai, kamu memanggil sopir? - Ya, ke Sangdo-dong.

Pak.

Maaf, aku tidak bisa mengendarai mobil seperti ini.

Kecelakaan berarti Tambang Batu Bara Aoji dan kerja seumur hidup bayar.

Ayolah, itu hanya...

Maafkan aku.

Dengar, aku akan membayarmu dua kali lipat!

Ayo pergi, Kamerad. Tutup pintunya.

Baiklah.

Kamu sudah bangun?

Astaga, ada apa dengan si bodoh ini?

Sial.

"Karaoke"

"Karaoke Koon"

Satu bir di bar karaoke tidak ada salahnya, bukan?

Astaga.

Aku tidak akan pernah mengendarai mobil asing lagi.

Aku sangat tegang, seluruh tubuhku sakit.

Astaga, pasti menyenangkan.

Beberapa orang bisa mengendarai mobil super,

sementara yang lain naik bus yang penuh sesak.

Aku tidak tahan!

Astaga, aku sangat membenci pekerjaanku!

Lalu bagaimana kamu akan menghasilkan uang?

Terutama karena kamu menolak berinvestasi dalam kripto.

Astaga, apa kripto satu-satunya jawabanmu? Aku muak sekali!

- Baiklah, lantas, jadilah kaya, ya? - Terima kasih.

Jadi, adakah yang akan kamu lakukan jika menjadi kaya?

Hei.

Saat menjadi kaya, kamu fokus untuk menjadi lebih kaya.

Makin kaya, makin banyak yang kamu inginkan.

Kamu hanya berpikir untuk menghabiskannya.

Kalau begitu, jawablah. Apa yang akan kamu lakukan?

Entahlah. Jika aku kaya,

aku akan membuang pasta gigi yang hampir kosong.

Sulit sekali meremas tabung kosong setiap pagi.

Aku merasa pembuluh darahku akan pecah.

Aku akan berhenti menjilat tutup cangkir yoghurt.

Itu ideku untuk pamer.

- Hei, kamu di sini. - Ya, hei.

Hei.

Hei. Apa yang kalian bicarakan?

Dia bertanya apa yang akan kulakukan jika aku kaya.

Bagaimana denganmu? Jika kamu kaya...

Apa?

- Ada yang mencium bau terbakar? - Apa?

Jika aku kaya,

hal pertama yang kulakukan adalah memaku dindingku.

Paku? Benar juga. Kamu menyewa.

Ya, kamu tidak bisa memaku dinding.

Sungguh? Hanya itu yang bisa kamu pikirkan jika menjadi kaya?

- Jadi, apa yang akan kamu lakukan? - Aku?

Aku...

Aku akan berada di griya tawang di Sungai Han,

menyesap sebotol Dom Perignon seharga 5.000 dolar.

Lalu aku akan menelepon ayahku, seperti ini.

Ayah, aku menolak perjodohan tanpa cinta.

Ayah harus membiarkanku menjalani hidupku sendiri!

Aku akan secara dramatis melempar tasku ke sofa kulit kerbau,

dan berkata...

Astaga, hidup benar-benar kosong.

Tapi sudah sedikit lebih hangat, bukan?

Ya, kamu benar. Kurasa musim semi akhirnya tiba.

Hei, berhentilah mengabaikanku.

Sekitar pukul 02.00 hari ini, ada kebakaran di motel Distrik Gwanak.

- Lebih dari 20 orang - Sepertinya ada kebakaran.

menghirup asap atau terluka saat kebakaran menyebar.

Kim So Young melaporkan.

Kebakaran terjadi di motel 9 lantai di Distrik Gwanak Seoul pukul 02.00.

Empat puluh tamu mengevakuasi gedung saat kebakaran dimulai,

dan tujuh orang dibawa ke RS karena menghirup asap.

Tiba-tiba, alarm darurat berbunyi.

Asap ada di mana-mana... Aku sangat terkejut

sampai tidak sempat ganti baju. Aku berlari keluar seperti ini.

Apa? Tunggu sebentar. Bukankah mata mabuk itu tidak asing?

Apa mereka tahu penyebab kebakaran itu?

Hei, bukankah itu Da Hae?

Hei! Apa yang kamu lakukan saat mabuk...

Aku tidak percaya ini.

Apa?

Ini kamu, bukan, Nona Gembil?

Benar, bukan?

Tidak, tapi bagaimana kamu...

Apa maksudmu, "bagaimana?" Sudah jelas kamu.

Jika mau mengaburkan wajah, setidaknya mereka harus lebih baik.

Apa ini? Ceroboh sekali.

Ini, lihat ini.

Aku bisa melihat wajahmu.

Lihat semua komentar ini.

"Pengkhianatan mosaik. LOL."

"Wajah gadis motel itu kini terekspos."

"Aku tahu perasaan seorang pekerja kantoran"

"yang ingin membakar semuanya."

Kamu tidak mau membakar semuanya karena aku, bukan?

Tidak, tentu saja tidak. Astaga.

Tapi Pak Ko, aku terkejut kamu bahkan menonton berita pagi.

Itu ada di papan pesan perusahaan.

Gigitan Hoppang mengunggahnya.

Apa? Papan pesan perusahaan?

Astaga, Gigitan Hoppang psikopat. Aku bersumpah akan memukulnya...

Jangan terlalu khawatir.

Administrasi sudah menghapusnya.

Kamu tidak bisa menghina orang seperti itu.

Lagi pula, itu hampir tidak ditonton.

Tapi kamu tahu, Da Hae, kamu harus menikah.

Apa? Kenapa?

Bagi seorang wanita lajang

wajahnya terpampang di mana-mana seperti ini.

Suruh pacarmu segera melamar. Mengerti?

Sebenarnya aku tidak bersama pacarku.

Lalu siapa?

Siapa itu?

Jadi, siapa?

Kenapa kamu pergi tanpa memberi tahu kami?

"Kesalahan Besar"

"Kesalahan Besar"

Dengan siapa kamu membuat "kesalahan besar" ini?

Kamu sungguh tidak akan memberi tahu kami?

Setidaknya beri kami petunjuk.

Tunggu, kamu terobsesi dengan "tipe" tertentu lagi?

Tipe? Tipe apa?

- Kaya? Terhubung? Atau masalah? - Pembuluh darah.

Benar juga.

Kamu benar-benar gila pembuluh darah, ya?

Aku bukan orang aneh.

Hei, bukannya aku suka sembarang pembuluh darah.

Aku suka pembuluh darah yang kamu dapatkan dari kerja keras.

Contohnya, seperti para pria di "Extreme Jobs".

Pria yang pembuluh darahnya menonjol pertanda betapa keras dia bekerja.

Bukankah itu seksi?

Kamu bisa melihat tekad yang tidak goyah

untuk tidak membiarkan keluarganya kelaparan.

Sial. Astaga, seksi sekali.

Aku setuju dengan seksi, tapi aku tidak yakin dengan "tidak goyah".

Hei, kamu tidak mengerti.

Karena ayahku, bagiku, bekerja keras sama dengan seksi.

Jika kamu sangat suka pekerja keras, kenapa bermain-main dengan kripto?

Kalau begitu, kamu juga harus mencari uang dengan cara yang sulit.

Idealisme dan kenyataan berbeda.

Bagiku, sekeras apa pun aku bekerja, itu selalu perjuangan ekstrem.

Itu sebabnya aku mengambil langkah drastis seperti kripto.

Jadi, pria semalam adalah tipe pekerja keras dan seksimu?

Benarkah?

Astaga, kalian.

Itu...

Privasiku.

Privasi? Aku harus mengoreknya darimu.

Baiklah, itu hanya kecelakaan saat mabuk.

Aku tidak akan pernah menemuinya lagi.

Aku tidak yakin soal itu.

Dengan adanya ini, urusan kalian belum selesai.

Sial.

"'Aku bahkan tidak sempat mengambil bajuku!'"

"Video Populer"

"Tapi kenapa hanya dia yang mereka wawancarai?"

"Dia mungkin terlalu malu untuk melakukannya. LOL."

"Maksudku, penampilannya... LOL."

"Kurasa dia baik."

Astaga, itu bahkan tidak banyak ditonton di pagi hari.

Ini yang disebut keajaiban algoritma.

Aku akan memberi mereka pelajaran.

- Apa yang akan kamu lakukan? - Apa? kamu ingin aku

membiarkan mereka bicara?

Aku akan mengunggah balasan.

Menilai penampilan atau tubuh orang bukanlah tanda orang dewasa.

- Terutama kehidupan seks mereka. - Hei.

Itu masalah yang sangat pribadi.

Jadi, tolong hentikan komentar yang melecehkan itu.

Itu dia.

Balasan!

"Enyahlah, Pak Tua."

"Pak Tua?" Apa maksudmu?

- Itu bahasa gaul untuk orang tua. - Anak nakal yang pintar.

"Setiap kali aku melihat orang terpicu seperti ini,"

"lobus frontalku langsung meleleh." Kenapa lobus frontal mereka meleleh?

Itu artinya menggodamu sangat lucu hingga melelehkan otak mereka.

"Dia marah, tekanan darahnya pasti tinggi"

"Dia marah, tekanan darahnya pasti tinggi." Dan yang ini?

Katanya mereka mengejekmu dengan fakta, dan tamat riwayatmu.

Aku bahkan tidak bisa...

Apa? Kenapa seseorang mengunggah foto Nenek Na Moon Hee?

Mereka bilang kamu sangat bodoh.

Astaga, para troll ini... Tunggu, kenapa balasannya cepat sekali?

- Suruh mereka pelan-pelan. - Berhenti!

- Tunggu sebentar. Di sini. - Garis berlanjut! Di sini!

Kamu benar.

Untuk apa garis berlanjut itu?

Itu artinya jangan dipasang di bawah ini.

Pada dasarnya, berhenti.

Tunggu, apa maksudnya?

Lupakan saja. Aku tidak mau tahu.

Benar.

Apa yang kamu harapkan dari era penyeranta?

Jangan khawatir. Aku akan mengurusnya.

Kamu?

Kamu bicara dengan Kim Ji Song,

yang dilatih keras di setiap jenis SNS untuk menjadi

pemalas profesional.

Kamu bangga dengan itu?

Pertama, aku akan mendapatkan informasi pemberi komentar.

Mari kita lihat apa yang kuhadapi.

Sumpah, aku hendak menyerang urat nadi...

- Kalau begitu, lakukanlah. - Melakukan apa?

Menikahlah. Menikah dua kali! Tiga kali!

Dasar gadis gila! Kamu sudah mencampakkan Wei Lin?

Mencampakkannya? Apa maksudmu?

Astaga! Benar-benar berubah drastis.

Kamu terus bicara soal menikah.

Tapi untuk apa aku mencampakkan Wei Lin?

- Jujurlah kepadaku. - Tentang apa?

- Wei Lin... - Ada apa dengannya?

- Dia tidak nyata, bukan? - Apa? Wei Lin.

Ibu, jangan bohong. Itu Ibu!

Nama penggunanya sungguh milik Ibu. Dan aku mengubah foto profil Ibu.

Lalu kenapa?

Putri ibu dikutuk di internet.

Ibu macam apa yang akan diam saja?

Para bedebah itu.

Jika putri seseorang pergi ke motel atau membangunnya,

apa urusan mereka?

Bisakah Ibu berhenti membicarakan motel?

Kenapa kamu begitu marah?

Aku akan menangani urusanku sendiri. Jadi, jangan ikut campur.

Baiklah.

Tapi bagaimana dengan semalam?

Aku bersama teman-temanku. Kami hanya berkumpul semalaman.

- Jangan berpikir macam-macam... - Kamu terluka?

Apa?

Ibu bertanya apa kamu terluka, Sayang.

- Tidak. - Bagus. Ibu tutup teleponnya.

"Ibu"

Tidak mungkin. Kamu bercanda?

Sudah berapa lama dia berdiri di sana?

Kenapa kamu tidak menjawab teleponku?

Ke mana perginya? Sial.

- Astaga, ke mana perginya? - Kamu menjatuhkan sesuatu?

Ya. Aku menjatuhkan sesuatu.

Aku tidak bisa menemukan barangku.

- Di mana itu? - Itu pasti sopan santunmu.

Apa?

Kamu tahu, sopan santun untuk menyapa bosmu.

Kurasa itu yang kamu jatuhkan.

Benar juga.

Selamat pagi.

Apa aku terlihat bersenang-senang?

Kamu babak belur. Bagaimana bisa?

Jadi, kamu seorang selebritas sekarang. Bagaimana bisa?

Ya? Kamu mau tanda tanganku?

- Kamu mengejekku? - Tidak ada tanda tangan.

Hanya ibumu yang memihakmu.

Kenapa kamu sangat marah kepadanya?

Kenapa kamu menguping percakapanku?

Ada sesuatu yang membuatku penasaran.

Boleh aku bertanya?

Astaga.

Dokter Ham.

Ini tempat kerja profesional.

Meski kamu atasanku, tolong jangan lakukan ini di kantor.

Dan mencampuri kehidupan pribadiku setelah jam kerja...

- Kamu memeliharanya? - Memelihara apa?

Apa ini?

Astaga! Ada padaku! Lepaskan!

Kehidupan pribadi?

Astaga. Ke mana perginya?

- Di mana? - Baiklah.

Ke mana perginya?

Sial.

Jadi, kamu pernah menangkap yang besar?

Begini... Mari kita lihat. Tuna mata besar.

Aku menulis untuk mengeluhkan segmen kebakaran motel pagi ini.

Wajah warga sipil diburamkan dengan buruk, melanggar privasi mereka.

Ini pelanggaran data serius. Apa ini sungguhan?

Jika kesalahan ini terus terjadi,

News Breed akan kehilangan kredibilitas. Terima kasih.

"Unggah"

Jika terus begini, aku akan berhenti berlangganan.

Fakta. Aku tidak bisa membantahnya. Benar, bukan?

Respons yang menyebalkan. Perbaiki secepatnya.

"Pilih fail"

"Serahkan, memproses"

"Penyerahan selesai"

"Rata-rata"

Aku baru saja mengunggah keluhan di papan pesan stasiun berita.

Kusuruh mereka mengaburkan ulang videonya dan mematikan komentar.

Kita tidak bisa membantu siapa yang sudah melihatnya,

tapi kita harus melakukan pengendalian kerusakan.

Eun Sang, aku mencintaimu.

Tinggalkan bedebah yang kemarin. Kenapa kamu yang disalahkan?

Pembuluh darah yang menonjol tidak ada artinya.

Benar sekali.

Ada lebih dari cukup pembuluh darah di dunia.

Kamu gila. Kamu tahu pembuluh darah siapa itu?

Mulai dari yang pertama, Seo Kang Jun, Jung Hae In,

Jung Yong Hwa, Lee Min Ki, dan Byeon Woo Seok.

Sebagai catatan, yang terakhir ini milik Wei Lin-ku.

"Kim Ji Song"

"Oleh Ji Song"

Lalu kenapa namamu tertulis di lengan Wei Lin?

Tentu saja aku harus menandai wilayahku.

Anggaplah itu seniman yang menandatangani mahakarya mereka.

Kamu tipe orang yang pergi berlibur

dan mencoret-coret grafiti di seluruh harta nasional.

"Kamu milikku"

Apa? Apa ini?

Ingatan apa itu?

Astaga.

Halo. Ini Kim So Young, reporter dari News Breed.

Aku menelepon soal pesanmu yang meminta tindak lanjut.

Jadi, kami sudah menghapus semua video yang diunggah di internet.

Kami akan menghubungi orang yang terlibat untuk meminta maaf.

Ya, aku menghargainya. Aku akan menganggap masalah ini selesai.

Aku akan menutup teleponnya.

- Maaf, apa kamu ibu Ji Sang? - Siapa?

Ini reporter Kim So Young. Dahulu aku mengerjakan "Press File".

Aku meliput kecelakaan bus tempat penitipan anak.

Aku masih menyimpan nomormu.

Ayahnya dan aku bicara beberapa kali selama wawancara lanjutan.

Kamu baik-baik saja?

Ya.

Aku

baik-baik saja.

Pembuluh darah kekasihku memang yang terseksi.

Kubilang aku tidak tahu. Wajahnya disamarkan.

Ayolah. Sudah kubilang, itu dia.

Tapi itu bukan Da Hae...

Ji Song, apa maksudmu?

Berita itu.

Bukankah kamu membicarakan wajah yang diburamkan?

Ya, benar.

Tentang skandal terbaru Chae Hee Gyu.

Tapi wajah aktrisnya buram, jadi, aku tidak tahu siapa dia.

Kukira maksudmu...

- Itu jelas Min Se Ra. - Apa?

Bukankah itu Park Se Mi?

Apa? Bukan.

Apa maksudmu bukan? Pakaiannya membuktikan itu dia.

- Kamu tahu apa soal itu? - Apa?

Tunggu, kamu menghina pengetahuanku tentang kencan selebritas dan mode?

Sekadar informasi,

aku sangat pandai mengenali pria, hanya melihat pembuluh darahnya.

Apa yang dia bicarakan?

Mau bertaruh sepuluh dolar?

Setuju.

Baiklah, Semuanya, lihat baik-baik.

Jika kalian melihat artikel ini, dia aktris dalam drama baru-baru ini.

Untuk drama yang baru berakhir, TV, TV kabel, dan serial web jadi enam.

Dari semua itu, hanya empat yang dibintangi aktris berusia 20-an.

Totalnya ada empat aktris dalam daftar tersangka kita.

Mari periksa bagian foto yang tidak diburamkan,

pergelangan tangan wanita itu.

Itu bukan gelang. Itu ikat rambut.

Kamu pikir itu gelang, bukan?

Itu kesalahan yang mudah dibuat.

Edisi terbatas oleh Bottega Veneta untuk produk musim ini

Itu artinya tersangka kita pasti orang yang bisa mengikat rambut?

Jadi, itu mempersempitnya menjadi dua.

Kini aku melihat bukti kuat.

Di sini. Cincin yang dia pakai. Yang ini.

Ini Cincin Opeuroom Perhiasan Roji.

Grup tempat Min Se Ra bergabung adalah untuk duta Perhiasan Roji.

Dia mungkin mendapatkannya secara gratis, bukan?

Jadi,

aku yakin orang dalam skandal ini adalah Min Se Ra.

Ji Song, kamu bisa melihatnya?

Ini barang impianku.

Kurasa karena aku sudah melihat banyak fotonya,

aku bisa melihatnya dari jauh.

Kurasa itu benar-benar Min Se Ra. Apa?

Lihat, foto yang tidak diburamkan baru saja muncul.

Astaga.

Astaga, Ji Song, kamu luar biasa.

Bagaimana kamu bisa tahu?

Bukan apa-apa.

Jadi, sepuluh dolar, bukan?

Astaga, cincin itu.

Bukankah itu sama dengan yang dipakai Min Se Ra?

Apa?

Benar.

Astaga, kamu benar. Aku bahkan tidak sadar memakainya.

Itu pasti sangat mahal.

Tentu saja.

- Bukannya aku tidak mampu beli. - Indah sekali.

Ji Song, kamu membuatku takut.

Bagaimana kamu bisa tahu banyak soal itu?

Ini.

"Asisten Manajer Oh Dong Gyu"

Dia tidak mengujiku. Dia jelas memiliki cincin itu sendiri,

jadi, kenapa berpura-pura dan membodohiku?

Dia benar-benar membodohiku!

- Itu bahkan tidak lucu. - Ji Song, tenanglah.

Jika itu konyol, tapi tidak lucu,

apa artinya itu? Apa?

Kenapa dia terus menggangguku?

Kenapa dia mencoba menggangguku?

- Dia menyuapimu? - Sial!

Seseorang yang memberimu makan adalah orang baik.

- Kenapa kamu marah? - Tidak, bukan itu maksudku!

Apa? Kamu di sini?

Ji Song, bisa kubantu?

Halo. Aku Oh Dong Gyu, rekan kerja Ji Song.

Kamu butuh penerjemah?

Halo. Kamu bisa bahasa Mandarin?

Asisten Manajer Oh, kamu bisa bahasa Mandarin?

Kedengarannya kamu juga sangat fasih.

Aku bekerja di cabang kita di Tiongkok sampai dua tahun lalu,

- jadi, aku belajar bahasa Mandarin. - Benar juga.

Tapi jangan salah paham.

Bukannya aku tidak bisa melupakanmu,

dan aku masih berusaha merayumu.

Aku hanya ingin membantu sebisaku.

Itu saja?

Kenapa singkat sekali?

Apa?

Bagaimana kamu bisa menyimpulkan rasa sakitku dalam beberapa kata?

- Begini... - Tidak apa-apa, Ji Song.

Tetaplah kuat.

Kenapa dia mengasihaniku sekarang? Apa itu tadi? Apa katamu?

Aku hanya bilang

karena kamu bangkrut, harga dirimu benar-benar hancur.

Itu versi singkatnya.

Begitu rupanya. Jadi, itulah intinya.

Kamu benar.

Harga diriku

benar-benar hancur.

Produk ini ramai dibicarakan daring, jadi, sayang sekali penempatannya.

Kamu benar.

Bisakah kamu meminta tempat di lorong utama?

Itu digeser untuk promosi lain,

tapi akan kunaikkan lagi pekan depan.

Kudengar ini perang untuk ruang rak. Itu pasti sulit.

Tapi Pepero Sticks laris, jadi, kita punya ruang bernapas.

Omong-omong, Da Hee, kamu mengencani Dokter Ham?

Apa?

Kenapa kamu tiba-tiba bertanya?

Seorang pegawai di kantor pusat melihat kalian bersama,

dan bilang kalian tampak serasi, jadi, aku hanya penasaran.

Tidak.

Lagi pula, aku tidak pernah berduaan dengan Dokter Ham.

Kami hanya rapat bersama, dan itu selalu dengan banyak orang.

Benar, bukan?

Ya...

Kalau begitu, begitu.

Kalian berdua sangat hebat

hingga hanya kalian berdua yang menonjol.

Seperti Kang Dong Won dan Jun Ji Hyun yang menutupi manusia biasa.

Astaga. Kamu terlalu baik.

Tapi Da Hee, kamu sungguh tidak tertarik sama sekali?

Kurasa kamu dan Dokter Ham akan sangat cocok.

Aku tidak yakin soal itu.

Ada banyak orang di perusahaan yang mengincar Dokter Ham.

Benarkah? Jangan bilang... Da Hae, kamu juga?

"Jangan bilang... Da Hae, kamu juga?"

Apa itu tadi? Seperti mengatakan, "Orang sepertimu?"

Maaf, tapi orang seperti Dokter Ham bukan tipeku.

Itu langkah cerdas. Pria sesempurna itu hanya masalah.

Da Hae, kamu baik-baik saja?

- Apa? Soal apa? - Soal perkataan mereka...

Maksudmu soal Dokter Ham?

Ayolah, aku baik-baik saja. Aku tidak berkhayal.

Aku tahu kami tidak sempurna. Kenapa aku harus terluka karena itu?

Orang yang serupa berkumpul bersama. Orang yang mirip saling tertarik.

- Aku paham. Kamu kira aku lugu? - Tidak, aku...

Bukan itu maksudku.

Maksudku daftar produk baru yang harus kamu selesaikan besok.

Aku bertanya apa kamu tidak apa-apa menanganinya sendiri.

Benar juga. Itu.

Kamu tahu kata orang soal terlalu banyak protes.

Jadi, mungkin kamu memang mengincar Dokter Ham.

Astaga, kubilang tidak.

Maaf. Aku hanya bercanda.

Tidak apa-apa, kamu tidak perlu minta maaf.

Lihat, kita di halte bus. Kamu harus pergi lebih dahulu.

Baiklah.

Jung Da Hae, yang benar saja. Ada apa denganmu?

Apa kita harus melakukan ini? Apa ini satu-satunya pilihan kita?

Dengar,

dahulu aku berpikir ingin kaya untuk griya tawang dan Dom Perignon.

Benar. Tapi bukan hanya itu, benar?

Aku juga harus membeli cincin.

Apa?

Aku akan membeli yang jauh lebih cantik dan berkilau

daripada milik Asisten Manajer Jo.

Lalu aku akan memamerkannya di wajahnya.

Memangnya kamu burung murai? Kenapa kamu selalu

terobsesi dengan hal-hal cantik dan berkilau?

Eun Sang...

Apa aku harus menceritakan kisah itu lagi?

Tidak apa-apa, tidak perlu.

Itu kembali ke masa laluku yang menyakitkan.

Sejak kecil, aku selalu agak berbeda.

Kami akan membeli ayam karena ini hari yang panas.

Jika kami menggeledahmu dan menemukan uang, kamu tahu bagaimana.

Apa ini?

Hei.

Sudah kuduga!

Hei, lepaskan aku!

Cincin ini,

Hyo Ri memakai ini di TV kemarin! Astaga. Cantik sekali!

Dari mana kamu mendapatkannya?

Berapa harganya? Apa ini emas asli? Atau berlapis?

Dasar psikopat!

Aku selalu menyukai hal-hal cantik. Kurasa aku terlahir bermata jeli.

Tapi ada alasan lain juga.

Saat itu, rumah kami sangat

kumuh.

Ayahku selalu pergi urusan bisnis, jadi, ibuku sendirian dan kesepian.

Akhirnya dia menemukan sesuatu untuk mencurahkan hatinya,

tapi dari semua hal,

itu malah kultus.

Kalau dipikir-pikir, moto hidupku terbentuk saat itu.

Aku bersumpah kepada diriku setiap hari.

Bahwa aku hanya akan memiliki hal-hal indah, bukan sampah bau,

tapi barang mahal yang harum.

Tidak ada yang lain.

Aku akan mengisi hidupku dengan itu.

Ji Song.

Tapi kemudian...

- Ibu... - Ibuku meninggalkanku

- Ibu! - untuk pemimpin kultusnya.

Ibu!

Ayahku satu-satunya keluargaku yang tersisa,

dan dengar ini...

Dia juga mengkhianatiku.

Kenapa Ayah berhenti bekerja?

Kenapa Ayah menyumbangkan semuanya?

Abu kembali menjadi abu, debu kembali menjadi debu.

Kita datang ke dunia tanpa apa pun, dan mati tanpa apa pun. Itu hidup.

Kita bahkan meninggalkan tubuh ini.

Kalau begitu, tinggalkan kartu kredit Ayah.

Setidaknya tinggalkan rumah!

Tetaplah bersamaku, Ayah!

Jangan pergi!

Ayah!

Cerita latar yang tragis, bukan?

Masa kecilku hanya satu bekas luka besar.

Ini sungguh mengharukan.

Aku bisa mendengarkan tanpa menangis.

Ini kisah sedihmu setiap kali kamu mabuk.

Kamu berharap aku selalu menangis?

Kamu tidak berperasaan!

Tolong satu lagi.

Itu sebabnya kamu harus menghasilkan uang.

Mungkin menghasilkan uang akan bantu menyembuhkan luka itu, bukan?

- Mau melakukan kripto bersama... - Itu kultus!

- Apa? - Sejauh yang kutahu,

kripto tidak ada bedanya dengan kultus.

Kamu tidak bisa melihat atau menyentuhnya.

Kamu bahkan tidak tahu apakah itu nyata.

Orang yang tersedot ke dalam hal-hal yang bahkan tidak nyata

tidak ada harapan, sungguh.

Hei.

Lantas, cincin 1.250 dolar yang kamu lihat bukan tidak ada harapan?

- Apa sesuatu semahal itu sepadan? - Cincin itu.

Tapi itu sangat cantik.

Aku tidak tahan lagi.

Aku tidak bisa menahannya.

Benda kecil itu, kurasa itu ditakdirkan menjadi milikku.

Aku harus memasangnya di jariku.

Ayo beli cincinnya.

Aku akan membeli cincin itu!

Ayo! Ayo beli cincinnya.

- Hei! - Ayo!

Kamu gadis yang mustahil, duduklah. Duduk! Duduk saja!

Duduklah. Maaf soal itu.

Sudah kubilang duduk!

Kalian pergi minum?

Akan kulihat apa aku bisa datang.

Ayolah! Datang saja, meski sudah larut.

Astaga, gadis ini. Dia mengamuk karena cincin itu.

Aku tidak bisa menanganinya sendirian.

Benar sekali.

- Lebih baik tidak serakah. - Apa?

Tapi itu benar. Saat kamu mau hal yang tidak bisa kamu miliki,

egomu hanya akan terluka,

dan perasaanmu terluka, bukan?

Tunggu. Kamu membicarakan Ji Song atau dirimu sendiri?

Apa terjadi sesuatu denganmu?

Berapa nomornya? Katakan. Aku akan menuliskannya.

Baiklah.

Apa itu tadi?

Baiklah.

- Ingatan apa ini? - Apa? Apa katamu?

Bukan apa-apa. Lupakan saja.

Tunggu sebentar.

Kamu sudah selesai bekerja, bukan? Jadi, aku boleh mengganggu sebentar?

Kita harus bicara. Bereskan dan temui aku satu jam lagi.

Ini sebuah mahakarya. Karya seni sejati.

Sesuatu sebagus ini pantas mendapat tanda tangan.

"Klaim! Genius artistik, harta nasional, sangat seksi"

"Klaim! Genius artistik, harta nasional, sangat seksi"

Dia tidak bisa mencuci ini!

Dia tidak boleh melepas perbannya.

- Tidak mungkin. - Apa?

Apa yang tidak boleh kamu lepaskan?

Dengar, aku harus pergi. Aku akan meneleponmu kembali.

Tetap di sana. Jangan mandi. Aku akan ke sana.

Tunggu! Permisi, maafkan aku.

Permisi, maaf. Sopir! Berhenti!

Pak, tunggu! Tolong hentikan busnya!

Hei, Da...

"Kim So Young, News Breed"

Kamu baik-baik saja, Bu?

Kabarmu baik? Tidak.

Bagaimana mungkin bisa baik?

Ini dia!

Bagaimana menurutmu? Cantik, bukan?

Tampak nyata, bukan?

Aku mungkin tidak "baik",

tapi hidup memang tidak masuk akal.

Kamu memang hebat. Kamu benar-benar punya masalah!

- Hei, Berandal! - Astaga.

Kenapa kamu merobek kupon diskonnya?

Ini diskon 20 persen untuk bir.

Diskon apanya? Bagaimana kita bisa menggunakannya sekarang?

Tolong isi Formulir Pendaftaran Pengunjung.

Pendaftaran pengunjung?

"Pendaftaran pengunjung"

Tapi aku hanya akan naik sebentar.

Tidak akan lama untuk mengisi ini.

Baiklah.

"Ham Ji Woo, Kamar 3701, Kolega Perusahaan"

Ini.

Tolong tuliskan pelat nomormu.

Aku naik kereta bawah tanah.

Tunggu sebentar.

Ya. Aku menelepon untuk verifikasi pengunjung.

Kamu sangat baik. Aku bisa pergi sendiri.

Lift ini hanya untuk penghuni. Kamu butuh kartu akses.

Begitu rupanya.

Aku diberi tahu lokasinya di lantai 37.

Dapatkan kartu akses di lantai 20, lalu pindah lift.

Apa? Aku harus mampir lagi?

"Permohonan pengunjung"

Kamu melewatkan pelat nomornya.

Kereta bawah tanah jalur sembilan.

Kubilang aku naik kereta bawah tanah jalur sembilan.

Baiklah.

Aku merasa seperti melewati imigrasi.

Apa tempat ini Fort Knox?

Astaga.

- Kurasa ini sepadan repot-repot. - Kamu benar-benar datang.

Kubilang kita bisa bertemu di luar, tapi kamu harus jauh-jauh kemari.

Benar.

Kamu mau mandi sekarang? Butuh bantuan?

Bagaimana kamu bisa mengatakan hal sekasar itu di depanku?

- Biar kubantu. - Tidak, aku baik-baik saja.

- Tapi itu pasti tidak nyaman. - Kubilang aku baik-baik saja.

- Ayolah, lenganmu... - Aduh! Sakit!

Syukurlah.

Bapa di Surga, terima kasih. Aku akan menjalani hidup baik sekarang.

Tolong jaga aku.

- Apa yang kamu lakukan? - Apa?

Bukan apa-apa. Kurasa aku salah.

- Ini? - Itu Sungnyemun.

Apa?

Kesalahanmu.

Harta Nasional Nomor Satu adalah Sungnyemun.

Bukan, "Klaim! Genius artistik, harta nasional, sangat seksi."

Tunggu, kenapa itu ada di lenganmu? Hapus itu.

- Tidak, aku tidak mau. - Kubilang hapus sekarang!

Tidak mungkin. Aku berusaha keras menjaga bukti ini.

Memangnya kamu polisi? Kenapa kamu menjaga bukti?

Jika aku tidak menyimpannya, kamu akan pura-pura lupa, bukan?

Kamu hanya mau membuatku tampak bodoh?

Tidak, hanya saja...

Apa hanya aku yang berpikir malam itu panas?

Apa maksudmu?

Malam itu...

Kita hanya mabuk, itu saja.

"Semalam"

Lalu?

Jika dicampur, itu bisa menjadi lagu andalan untuk album kedua.

Mari makan tunanya saja.

Terima kasih.

Reaksi macam apa itu?

Apa maksudmu?

Kamu mendengarkan lagunya. Setidaknya katakan baik atau buruk.

Ini responsku.

Mengisi wajahmu dengan tuna adalah responsmu?

Apa kamu benar-benar harus menjalani hidupmu

memberikan tanda tangan untuk dibingkai di dinding?

Kamu paling keren saat mentraktirku makan dan meneken slip kartu kredit.

Itu jawabanku.

Ju Man. Karena kamu hanya menyukai metal,

folk rock bukan keahlianmu, benar?

- Apa kamu semacam masokis? - Apa?

Ini bukan percobaan pertamamu. Kamu pernah gagal total.

Kenapa kamu sangat ingin bermusik? Kamu suka gagal?

Apa terluka memberimu semacam sensasi?

Dengar...

Ada orang yang masih ingat dan menyukai musikku.

Hei, dengan penggemar seperti itu, meski aku terluka lagi,

bukankah sepadan untuk mencobanya lagi?

Ji Woo.

Baik, ulangi ucapanku.

Apa?

Pesiar gratis? Tidak tertarik. Vila? Aku tidak mau.

- Apa maksudmu? - Apa hubungannya...

Jadi, kamu pikir orang itu mencoba menjual sesuatu kepadaku?

Atau mungkin mereka berusaha menyelamatkan jiwamu.

- Aku hanya... - Sebagai temanmu,

aku hanya mengatakan ini karena tidak mau kehilanganmu.

Jadikan musik sebagai hobi saja.

Koki. Bisa pesan sepiring tuna perut berlemak lagi?

"Ibu"

Ya, halo?

Maaf, tadi aku bekerja.

Tidak, aku tidak menghindari telepon Ibu.

Apa? Kencan buta?

Kencan buta apa? Aku tidak mau pergi.

Aku tidak mau menemui putri CEO farmasi.

Tidak, aku sungguh tidak mau. Aku serius.

Tunggu, jika Ibu akan memutuskan hubungan denganku, kenapa telepon?

Ibu,

aku akan berhenti bekerja di akhir tahun.

Aku sudah cukup lama bekerja di sana, bukan?

Aku...

Aku akan mulai membuat musik lagi.

Aku akan mengambil kesempatan ini menginvestasikan semua ke musik.

Atau begitulah menurutku.

Apa gunanya mengatakan semua itu pada telepon mati?

"Karaoke"

"Karaoke Koon"

"Aku bahagia hari ini"

"Karena kamu di sini, aku bahagia hari ini"

"Karena kamu di sini, aku bahagia hari ini"

"Hatiku yang hampa kini penuh bintang"

"Setiap langkah yang kuambil untuk mengejar impianku"

"Suara semua orang di sekitarku"

"Tolong sinari aku sedikit cahaya"

"Seperti sihir"

"Wujudkan keinginan ini"

"Hari yang indah"

"Bahkan matahari dan bulan ada di sisiku"

"Bersinar hanya untukku"

- "Kumohon cintai aku" - "Kumohon cintai aku"

- "Di hatiku yang hampa" - "Di hatiku yang hampa"

- "Penuh bintang" - "Penuh bintang"

- "Setiap momen terasa bak takdir" - "Setiap momen terasa bak takdir"

- "Aku ingin percaya" - "Aku ingin percaya"

"Bahwa suatu hari nanti"

- "Hariku akan datang" - "Hariku akan datang"

"Jadilah keajaibanku"

- "Hari yang indah" - "Hari yang indah"

"Bahkan matahari dan bulan ada di sisiku"

"Bersinar hanya untukku"

- "Datang dan selamatkan aku" - "Datang dan selamatkan aku"

- "Di hatiku yang hampa" - "Di hatiku yang hampa"

- "Penuh bintang" - "Penuh bintang"

Tidak mungkin.

Tidak mungkin. Seseorang tahu laguku.

Bagaimana dia bisa tahu laguku?

Mungkin aku akan melihat siapa dia.

Ya, aku akan melihatnya.

Permisi. Aku dari ruangan sebelah.

Apa?

Maaf soal tempo hari.

Aku cenderung mudah marah.

Aku juga tidak sepenuhnya tidak bersalah.

Bukan begitu cara memperlakukan penggemar.

Penggemar?

Kamu penggemarku, bukan, Jung Da Hae?

Aku bukan penggemarmu, Dokter Ham.

Begini, saat masih kecil,

aku tampil di acara berjudul "Echo of Love".

Keluargaku kehilangan segalanya.

Dan saat itu,

setelah segmen tentang kisah keluargaku ditayangkan,

kamu menyanyikan sebuah lagu, Dokter Ham. Kamu ingat itu?

- Penampilan itu? - Itu benar-benar kacau, bukan?

Itu bukan kekacauan. Aku hanya sangat gugup.

Aku tampil setelah TVXQ. Pasti itu.

Semua penggemar mereka sangat dingin kepadaku saat itu.

- Aku menyukainya. - Benarkah? Sungguh?

Usiaku 18 tahun saat itu.

Harus menunjukkan wajahku di TV karena keluargaku bangkrut...

Sejujurnya, itu sangat memalukan.

Tentu, mereka mengaburkan wajahku,

tapi tetap saja...

Aku sangat khawatir seseorang akan mengenaliku.

Aku merasa hidupku sudah berakhir.

Tapi hari itu,

aku merasa lebih baik setelah melihatmu, Dokter Ham.

Rasanya seperti,

"Kurasa bukan hanya aku yang mempermalukan diriku di sini."

"Pria di atas sana pasti merasakan hal yang sama."

Seperti rasa persahabatan.

Sejak saat itu,

keluargaku bangkrut dua kali lagi.

Setiap kali, aku mendengarkan lagumu untuk melaluinya.

Seperti saat aku belajar untuk mengikuti ulang ujian masukku,

dan saat aku putus dengan pacar pertamaku.

Dan

aku mulai menyukai lagu itu.

Itu agak norak, tapi mengharukan.

- Jika itu menyinggungmu, maaf... - Aku menyukainya.

Apa?

Sudah lama aku tidak dipuji seperti itu.

Itu membuatku sangat bahagia.

Astaga. Ada apa dengan matamu?

- Astaga. - Fakta bahwa musikku

benar-benar menyelamatkan seseorang

membuatku sangat bahagia.

Menyelamatkan?

Itu agak norak...

Aku tahu, tapi aku sangat bahagia

Meski begitu, aku tidak boleh membuat kesalahan seperti ini,

bukan?

Kamu bisa.

Tidak apa-apa membuat kesalahan itu.

Omong-omong,

jika kamu mencoba menjual kasur ajaib kepadaku...

Apa?

Baiklah, aku akan membelinya.

Sebagai catatan, aku tidak melakukan kesalahan dalam kekacauan ini.

Berita mendukungku. Cedera ini karena menyelamatkanmu...

Kamu melakukan wawancara itu sendiri saat aku diobati.

Aku bergegas datang setelah selesai, tapi kamu mengabaikan teleponku.

- Kamu tidak menghindariku, bukan? - Tidak, tentu saja tidak...

Sepertinya kamu akan memalu paku.

Apa?

Ya.

Sebuah bingkai foto jatuh.

Ini maksudku.

- Apa maksudmu? - Kamu, Dokter Ham,

adalah "punya" yang bisa memaku dindingmu kapan pun kamu mau.

Tapi aku...

"tidak punya" yang akan bermasalah besar karena memaku dindingku.

Jadi, tolong, pikirkan saja.

Jika orang tahu gadis sepertiku,

gadis tanpa uang dan koneksi,

tidur denganmu, menurutmu apa kata orang?

Aku beruntung jika mereka tidak menyebutku wanita mata duitan.

Aku ragu mereka akan bilang begitu.

Hei, kamu tidak pernah tahu.

Benar.

Jika aku menunjukkan minat, Dokter Ham, orang lain hanya akan anggap

aku serakah. Itu saja.

Jadi,

anggap saja malam itu kesalahan.

Ini yang terbaik.

Asal kamu tahu,

jika kamu berjalan di jalanan

dan wanita yang tampak menakutkan menjambakmu,

pikirkan saja, "Akhirnya ini terjadi."

Apa?

Ibuku mampir tadi.

Saat kubilang akan kembali bermusik,

dia mau tahu itu salah siapa, lalu dia menghancurkan tempat ini.

Tunggu, apa kamu...

Maksudmu itu salahku?

Tidak. Maksudku aku iri padamu.

Kamu punya ibu yang selalu memihakmu,

dan keberanian melakukan ini pada lengan bosmu.

Itu cukup keren.

- Hei, soal itu... - Jung Da Hae.

Kamu punya lebih banyak daripada aku.

Jadi,

jangan menghindariku.

Aku terus menginginkan lebih.

Aku ingin menjadi kaya.

Saat kaya,

aku ingin memiliki hal yang lebih baik daripada sekarang.

Dan

aku ingin merasa layak menikmati semuanya.

"Ham Ji Woo"

Aku ingin serakah tanpa menahan diri.

"Enderium"

"10.000 dolar"

"Beli"

"Konfirmasi beli pesanan"

"Pesanan ditempatkan"

Aku tidak mau berhenti lagi.

Mari kita mulai.

Tapi menjilat tutupnya murni naluri.

Baik, kamu mengerti?

Siapa pun yang bertahan paling lama menang.

Yang kalah membayar karaoke.

Baiklah, bersiap.

Mulai!

Baiklah.

Omong-omong, kamu sungguh tidak akan memberi tahu kami?

- Memberi tahu apa? - Kesalahan besarmu itu.

Maksudku, dua orang dewasa tidur bersama,

jadi, kenapa itu rahasia besar?

Benar, bukan?

Aku berterus terang soal ibuku ikut kultus dan ayahku biksu pemalas.

Kamu harus memilih sesuatu untuk dipercaya.

Ada banyak hal untuk disembah.

- Queen B, The Rock, atau ayam... - Dokter Ham.

Hei, dari mana asal Dokter Ham?

Dokter Ham?

Kamu tidur dengan Dokter Ham?

Sungguh? Benarkah?

Tidak mungkin. Bagaimana bisa kamu...

Bagaimana itu bisa terjadi?

- Kamu mabuk? - Ya.

Aku hampir sadar di tengah-tengah.

Astaga, tapi dari semua hal, harus pembuluh darah di lengannya.

Jadi, apa yang akan terjadi sekarang?

Apa maksudmu?

Maksudku, apa bab berikutnya untuk kalian berdua?

Apa ibunya akan muncul, melempar amplop uang kepadamu,

dan menyiram air ke wajahmu menuntut kalian putus?

Atau cinta pertamanya yang ada di Paris sekarang

akan kembali ke Korea?

Gadis 168cm, 48kg dengan rambut panjang dan lurus...

Apa cinta pertama Dokter Ham akan muncul?

Hei, apa cinta pertama ini Jun Ji Hyun?

- Dia sangat kacau. - Tidak.

Aku akan mengobrol dengan Jun Ji Hyun dan kami akan menyelesaikannya.

Ada apa dengan sikap bersemangat ini?

Kamu bahkan tidak bicara soal menyerah.

- Apa itu cinta? - Kamu jatuh cinta?

Bukan begitu.

Aku...

- Kumasukkan 10.000 dolar ke kripto. - Apa?

Apa?

Aku memaksimalkan batas kreditku.

Aku akan mempertaruhkan semuanya.

Begitu aku kaya,

aku akan memaku dindingku sendiri

dan membawa ibuku ke Gunung Geumgang.

Aku akan pergi sejauh uangku membawaku tanpa pernah berhenti.

Jika aku melakukan semua itu,

bahkan orang seperti Dokter Ham tidak akan di luar jangkauanku.

Kamu tidak pernah tahu.

Kamu tahu, tidak heran.

Kamu tampak sangat besar hari ini.

Itu karena kamu membuat keputusan besar ini.

Bukankah kamu hanya kembung? Sepertinya berat badanmu bertambah.

Ji Song, mau jalan-jalan denganku?

Lampu jalan itu sepertinya tempat yang bagus untuk memukuli orang.

Aku akan pergi ke bar karaoke.

Kamu kalah! Hore, karaoke!

Sial.

Hei, Eun Sang juga menjilat miliknya.

Dia sudah lama melakukan itu.

Benar juga. Ya, kamu menjilat punyamu tadi.

Apa?

Kapan aku menjilat ini?

Perjalananmu masih panjang.

Kita terlalu pelit untuk memenangkan hadiah utama.

Tidak mungkin.

Sudah kubilang, kita belum siap.

Lihat ini!

Apa?

"Selamat! Kamu memenangkan hadiah gratis"

- Hadiah utama. - Hadiah utama.

Tidak mungkin! Aku tidak percaya ini!

Membawa udara segar ke dunia musik tahun 2004.

Mari kita sambut penyanyi amatir Ham Ji Woo.

"Echo of Love"

"Epilog"

"'Shooting Star' oleh Ham Ji Woo"

"18 tahun dengan banyak mimpi"

"Di sudut langit fajar"

"Taedongbyeol tiba-tiba muncul"

"Bintang lain muncul di hutan yang menangis"

"Deras seperti hujan"

"Hari yang indah"

"Bahkan matahari dan bulan ada di sisiku"

"Bersinar hanya untukku"

"Tolong cintai aku"

"Di hatiku yang hampa"

"Penuh bintang"

"Da Hae menghela napas berat lagi hari ini"

Itulah penampilan penyanyi pemula,

Ham Ji Woo.

Ya

untuk gadis pemberani kita

- yang mengejar impiannya, - Ya.

- tolong dukung Da Hae dan keluarga. - Benar.

Hei, Kawan-kawan! Kalian di sini?

- Tonton "Echo of Love" kemarin? - Tentu saja!

- Benarkah? - Itu liar.

Tapi bukankah itu sangat payah?

Sedikit? Ya, benar.

- Sangat menggelikan! - Apa? Menggelikan?

Seperti, "Air mata menggenang di mataku" yang buruk.

Bagaimana dia bisa menunjukkan wajahnya setelah itu?

Bukankah suara itu gila?

- Benar sekali. - Aku kasihan kepada mereka.

- Aku tahu. - Aku akan terlalu malu.

- Aku bahkan tidak bisa menontonnya. - Astaga, yang benar saja.

Apa yang akan mereka lakukan?

- Apa jam pelajaran pertama? - Matematika.

Kamu sudah mengerjakan PR?

- Tentu saja belum. - Belum.

"SMA Putri Cheongan"

"To the Moon"

Kamu mau berhenti?

Aku tidak mengharapkan apa pun dari mereka

yang bahkan tidak menambahkanku ke obrolan.

Aku akan menambahkanmu, Ji Song.

Dia berhati-hati.

Dia tahu dia dikucilkan.

Tim kita?

Kenapa kamu serius sekali soal makan malam perusahaan?

Jadi, apa yang harus kulakukan jika mau berhubungan singkat?

Bukankah kamu mengincar Dokter Ham?

Kudengar ada pesta besok.

Itu hari yang sempurna untuk transformasi total.

Dokter Ham juga akan berada di Meja Satu.

Siapa yang harus menjadi bintang di kursi ini?

Aku akan duduk di samping Dokter Ham di acara besok.

Berjanjilah kamu akan duduk di sampingku.

Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menghapus namaku?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.