All language subtitles for To.the.Moon.2025.S01E02.KOREAN.WEB-DL.VIU.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Drama ini berdasarkan pasar mata uang kripto 2018"

"Semua orang, peristiwa, dan latar belakang"

"Dalam drama ini fiktif dan tidak berkaitan dengan kenyataan"

Apa ini sungguhan?

Kita sudah sampai di sini melewati semua es itu

hanya untuk melewatkan kereta terakhir.

Kamu bercanda?

Taksi akan segera datang.

Kubilang kita seharusnya berjalan saja.

Apa kamu gila? Suhunya minus 20 derajat Celsius.

Kalian berdua harus menabung.

Uang yang kalian habiskan

untuk taksi dan pengiriman adalah pembunuh sebenarnya.

Siapa yang tahu masa depan?

Kenapa kamu membuang uangmu seperti itu?

Bagaimana dunia akan berubah?

Dunia keuangan

yang terdesentralisasi!

"Keuangan menyenangkan di dunia tanpa kontak"

Tidak lama lagi, hanya dengan satu dompet virtual,

kamu akan bisa melakukan transaksi dengan bebas

di mana pun kamu mau.

Semua orang akan sangat ingin memiliki aset digital.

Kamu masih tidak mau berinvestasi?

- Kamu ingin ditinggalkan? - Eun Sang.

"Yang tersisa setelah berjudi adalah isolasi sosial"

Kamu yang akan ditinggalkan.

Ini bukan judi!

Jadi, itu yang kamu maksud dengan "kartu as".

Dengar, apa pun sebutannya, jangan mengejar hal yang sia-sia.

Jika kita tidak akan berhenti di sini,

setidaknya kita harus melindungi sedikit yang kita miliki.

Apa yang harus kamu lindungi?

- Apa? - Apa?

Kamu bilang lindungi milikmu. Jadi, apa yang kamu miliki?

Masa muda? Kecantikan?

Pikiran brilian kita?

Kulit kita yang bagus?

Aku... Aku punya rekening tabungan,

- dan ketekunan! - Baiklah.

Integritas dan kerja kerasku.

Aku punya aset sendiri. Seperti etos kerjaku.

- Hapus air matamu sebelum bicara. - Aku tidak menangis.

Sungguh, apa yang akan kalian lakukan? Apa rencanamu?

Baiklah. Katakan saja.

Apa?

Itu...

Kripto itu... Bagaimana cara kerjanya?

Baiklah, begini masalahnya.

"Episode 2: Antara Rajin dan Rendah Diri"

Semangka.

Tepuk tangan.

Handuk.

Kesehatan.

Anak anjing.

Anak anjing? Tunggu...

- Peta? - Kota.

Apa setelah kota?

Ibu tidak bisa memikirkan satu kata pun.

- Tunggu sebentar. - Cepat, pikirkan kata.

Kota...

- Ibu tidak mau! - Apa?

Kamu akan pergi.

Ini kali pertamamu dalam mimpi ibu,

dan jika kita menyelesaikan permainan ini,

kamu akan pergi, bukan?

Jangan pergi.

Sudah ibu bilang, ibu belum bisa memikirkannya.

Setelah kota...

Kota...

Benar, kata yang bisa muncul setelah...

Astaga. Jam, pasar, sungai, modal.

- Lihat? Ada banyak. - Apa yang terakhir itu?

Ini bukan saatnya menangis.

Ibu sudah mengumpulkan modal?

Waktu masuk Ibu lumayan.

Bagaimana dengan teman-teman Ibu? Mereka belum datang?

Ibu harus naik kereta kripto selagi masih rendah.

Apa maksudmu?

Saat Ibu membeli,

waktu adalah segalanya.

Begitu mencapai titik tinggi,

aku akan membekukan semuanya untuk Ibu. Jangan khawatir.

Ayo, cepat. Di sinilah awalnya.

Berita selanjutnya. Dengan pasar keuangan yang kesulitan,

mata uang kripto mendapat perhatian sebagai investasi alternatif.

KOSPI dan tarif won-dollar telah jatuh bersamaan,

dan KOSPI telah berfluktuasi sekitar 2.400 poin,

tetap terjebak dalam rentang perdagangan yang sangat sempit.

Dalam iklim ini, beberapa kripto, termasuk Enderium,

memicu antisipasi untuk awal yang baru.

Harapannya adalah ini menandakan perubahan di pasar stagnan.

Ini awalnya.

Dan sekarang untuk olahraga.

Lee Sang Hwa di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018...

Bangun, bangun. Bukankah sudah ibu bilang perbaiki pintu ini?

Kenapa kamu membiarkan pintunya seperti itu

dan mungkin tidur tanpa khawatir?

Baiklah, sakit. Kenapa Ibu membuat keributan pagi-pagi sekali?

Sial, aku terlambat. Aku sangat terlambat. Tunggu sebentar.

Yang benar saja.

Astaga.

Tempat ini seperti kandang babi.

Tenanglah.

Aku harus bersabar.

Dia bukan hewan liar.

Aku memberinya makan tiga kali sehari

dan menyekolahkannya. Dia putriku.

Memangnya kamu gagak?

Kamu di sana selama dua detik dan sudah keluar?

Kamar mandinya tidak memiliki ambang pintu yang layak.

Jika aku mandi terlalu lama, akan banjir.

Kenapa kamu tidak pernah bersih-bersih?

Pintu depan tidak memiliki ambang pintu.

Debu dari luar masuk.

Kamu lupa cara kerja sampah?

Kenapa Ibu muncul tiba-tiba dan mulai mengomeliku?

Ibu tidak akan lama.

Ibu hanya mampir dalam perjalanan ke dokter.

- Janji temu dengan dokter? - Astaga.

Untuk punggung Ibu?

Astaga.

Berhentilah disuntik pereda nyeri dan jalani pengobatan sungguhan.

Apa kamu akan menikah?

Kenapa tiba-tiba bilang begitu?

Ibu, kenapa setiap pembicaraan dengan Ibu berakhir ke pernikahan?

Kamu harus segera menikah sebelum Byeong Jun melihat hidupmu.

Kunci dia dan nikahi dia.

Ibu...

Ibu, apa kita punya warisan rahasia yang tidak kuketahui?

Apa?

Atau pispot tua di gudang penyimpanan keluarga.

Apa itu barang antik yang bisa membuat kita kaya?

Apa hanya aku yang tidak tahu?

Apa maksudmu?

Seseorang butuh uang untuk menikah.

Siapa yang mau menikahiku jika aku tidak punya uang?

Dia mencampakkanmu?

Dia dicampakkan.

Bedebah tidak berguna itu.

Beraninya dia mencampakkan putriku.

Tidak ada yang salah dengan putriku!

Uang. Aku kekurangan uang.

Si berengsek itu...

Makanlah sesuatu sebelum kamu pergi.

Lagi pula, ini hari ulang tahunmu. Kamu harus makan sup rumput laut.

Tapi tetap saja, jangan sampai berakhir seperti ayahmu.

Meski bukan yang terbaik, kamu hanya perlu bekerja keras.

Mengerti?

Ayahmu punya penyakit yang tidak bisa disembuhkan.

Dia tidak akan pernah sembuh, tidak dalam sejuta tahun.

Ayahku punya penyakit.

"Demam jackpot."

Itu dia.

Aku akan beternak sapi.

Tanpa pekerjaan dan apa pun, ayahku terobsesi dengan bisnis.

Selalu bermimpi mendapatkan jackpot.

Suatu hari,

dia menyatakan akan memelihara sapi.

Ini yang dia katakan.

"Produk yang tumbuh sambil mendengarkan musik klasik"

"dijual dengan harga mahal."

"Itu sebabnya aku akan memelihara sapi"

"yang tumbuh mendengarkan K-pop."

Dia bilang penggemar akan mengantre untuk daging sapi

yang dibesarkan dengan musik idola mereka.

- Tapi kemudian... - Tidak mungkin.

Sulit dipercaya!

Setelah penangkapan narkoba idola mereka,

mereka mempertanyakan kewarasan ternak

yang dibesarkan dengan musiknya,

yang memicu boikot

dari semua produk yang terkait dengannya.

Bisnisnya gagal total.

Tapi ayahku tidak berhenti di sana.

Itu dia. Kita akan ke luar angkasa.

Setelah tahu kerabatnya

bekerja di Pangkalan Luar Angkasa Nasional Tiongkok,

dia sekali lagi terhanyut dalam mimpi baru.

Dia akan membangun karavan

yang terbuat dari bahan eksterior untuk roket.

Tapi kemudian...

Tidak mungkin! Sulit dipercaya!

Tapi saat roketnya disiarkan langsung meledak

beberapa detik setelah peluncuran,

bisnisnya bangkrut sekali lagi.

Aku akan kembali saat berhasil.

"Dari Ayah"

Di mana Jung Yong Jik?

- Di mana dia? - Tunggu sebentar.

Apa yang akan kamu lakukan soal ini?

Ayahku terus gagal sampai tidak ada ruginya lagi.

Setelah ayahku pergi dari rumah untuk mengejar impiannya,

- kami berjuang bertahan hidup. - Ini birmu.

- Birku? - Ya, ini birmu.

Ini.

- Ya, terima kasih. - Hati-hati dengan itu.

Hei, Jalang!

Saat itu, aku hanya memikirkan satu hal.

Aku tidak akan pernah berakhir seperti ayahku.

Aku akan menghindari skema cepat kaya seperti kripto.

Tunggu sebentar!

Aku berhasil.

Aku tidak percaya membelinya padahal aku sangat menentangnya.

- Dasar gadis gila. - Kamu memanggil Maxbi?

Astaga, kamu membuatku takut.

Aku tidak memanggilmu.

"Enderium"

Aku harus bergegas dan menjual ini.

"Anda yakin ingin menjualnya? Konfirmasi untuk menjual"

- Terima kasih, Ayah! - Baik, pulanglah lebih awal.

Baik, hati-hati di jalan.

Da Hae!

Senang bertemu denganmu di sini.

Selamat pagi.

- Pagi yang indah, bukan? - Apa?

Pagi yang "indah" dalam perjalanan ke kantor?

Tidak, kecuali kamu tertembak di kepala.

Aku membawakanmu kopi. Ini untukmu.

- Terima kasih. - Ayo cepat masuk.

- Hentikan pemecatan tidak adil! - Hentikan sekarang!

- Lindungi mata pencarian kami! - Lindungi sekarang!

- Jamin keamanan pekerjaan kami! - Jamin sekarang!

Nona Gembil.

"Masijokko"?

Ya.

Untuk menarik perhatian orang-orang dari segala usia,

nama camilan kita harus sederhana dan intuitif.

Dan untuk menekankan bahwa itu camilan berbahan dasar ayam,

"Masijokko".

Nama apa yang lebih baik untuk menyampaikan arti

"Camilan rasa ayam yang lezat?"

Apa itu terlalu berlebihan?

Bukankah itu agak hambar?

Ada intuitif, lalu tidak menginspirasi.

Kurasa kita harus lebih kreatif dan artistik, bukan?

Aku merasa ada yang lebih baik di luar sana.

Jangan hanya mengkritik. Kalau begitu, tawarkan solusi.

Apa ada yang punya saran lain?

Bagaimana jika kita membuat perubahan kecil?

- Perubahan? - Ya.

Itu permainan kata dalam bahasa Korea,

jadi, dengan mengubah satu partikel kecil,

itu berubah dari "rasanya enak",

menjadi menyiratkan, "Rasanya enak, dan membangkitkan semangatmu."

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

- Hanya mengubah satu partikel... - Aku menyukainya.

Ya, mengubah partikelnya

membuatnya terasa jauh lebih segar, bukan?

Ya. Itu lebih berarti daripada "rasanya enak".

Da Hee, instingmu bagus.

Astaga, siapa genius di angkatan perekrutan kita ini?

Itu angkatan pemula ke-14.

Ke-14! Kita cepat! Ayo!

Ayo menang!

"Tiga tahun lalu"

- Ya. - Ya!

- Ayo, ke-14! - Ayo, ke-14!

"Selamat datang Pegawai Marron Confectionery!"

Da Hae, apa yang kamu lakukan di sana?

Kamu angkatan perekrutan berapa? Kamu di sini sebelum kami?

Ke-12? Atau ke-13?

Aku...

Kurasa aku tidak melihatnya saat orientasi.

Maafkan aku. Kakiku agak menggangguku.

Aku akan beristirahat di sana.

- Ya. - Baiklah.

Para eksekutif dan pegawai yang terhormat,

di hari musim gugur yang indah ini,

senang melihat kalian semua berkumpul di sini.

Permisi. Bolehkah aku duduk di sini?

Kursi ini dipesan untuk angkatan kami.

Waktu untuk melihat kembali jalan yang kita lalui bersama...

Hei, ini kursiku.

Dan untuk membuat rencana baru untuk masa depan.

- Bagaimana dengan di sini? - Maaf.

Hei, kamu! Kenapa kamu masih berdiri?

Cepat duduk!

Apa ini?

Dia menciptakan kursi begitu saja.

Ahli kreativitas sejati.

Tidak ada yang istimewa. Ini cukup sederhana.

Aku hanya bertahan dan terus bertahan. Begitulah caraku bertahan.

Bertahan selama tiga hari berturut-turut.

Bertahan sampai kamu merasa akan mati.

Bertahan sampai kamu hampir menangis,

- Apa yang akan dia lakukan? - dan bertahan

sampai air matamu kering.

Kamu menahan dan terus menahannya.

Begitulah caraku bertahan.

Hari itu, duduk di kursi yang tidak terlihat itu,

aku meramalkan masa depanku yang buram,

masa depan menyedihkan yang menanti pegawai swasta.

Entah kenapa, firasat buruk tidak pernah salah.

Baiklah, mari tambahkan nama hari ini ke daftar kandidat.

- Baiklah. - Terima kasih atas kerja kerasmu.

Da Hee dan Nona Gembil...

Untuk proposal Hari Anak...

Kedua proposal kalian telah terpilih sebagai finalis.

Astaga, benarkah?

Jika ini berjalan lancar, ini jalur cepat ke Asisten Manajer, bukan?

Apa? Aku sudah mendaftar selama tiga tahun terakhir

dan selalu ditolak. Aku benar-benar terpilih?

Aku mendorong kalian berdua.

Kesempatan seperti ini datang kepadaku?

Apa ini sungguhan?

Nona Gembil? Kenapa kamu diam saja?

Kamu senang soal ini?

Nona Gembil?

Begini...

- Jackpot! - Ini jackpot, bukan?

Baiklah, mari kita akhiri ini.

Kerja bagus, Semuanya.

Pak Ko!

Sulit kupercaya. Sulit kupercaya.

Kurasa memang benar setiap orang punya masa kejayaan.

Baiklah. Semangat!

Promosi untuk Jung Da Hae. Ayo mulai!

- Ji Song! - Ya?

- Bisa ambilkan salinanku? - Baiklah.

- Hei, Ji Song? - Ya!

Bisa bawa ini ke Departemen Penjualan?

- Tentu. - Ji Song?

- Ya? - Bisakah kamu menyiapkan

- ruang rapat? - Tentu.

- Ji Song, bisa ambilkan kopi? - Tentu.

"- Itu cantik sekali. - Milik siapa itu? Kirimi aku pesan"

"Wei Lin"

Sepatumu cantik, kamu juga, Sayang.

Ini sebabnya aku suka membeli barang baru.

Sepertinya kamu membeli sepatu baru, Ji Song.

Benar! Cantik, bukan?

Ya.

- Kamu bisa bekerja memakai itu? - Apa?

Aku tahu aku tidak akan bisa bekerja memakai itu.

Lagi pula, kamu tidak melakukan banyak hal di sini.

Apa maksudmu?

Ada banyak tanda terima yang harus kutempel untuk pengeluaran.

Dan ini lebih nyaman daripada kelihatannya.

Benar, tapi tidakkah kamu gelisah

hanya melakukan pekerjaan kasar seperti itu?

Bahkan aku khawatir, dan aku pegawai tetap.

Kamu pasti banyak pikiran.

Mungkin itu sebabnya

aku tidak terlihat seperti usiaku.

Karena aku tidak khawatir.

Apa?

Begini...

Khawatir menyebabkan keriput, bukan?

Suatu hari, sepertimu, Asisten Manajer Jo,

waktunya akan tiba saat aku harus mulai khawatir.

Astaga, memikirkannya saja sudah menakutkan.

Apa yang harus kucemaskan?

Keriputmu.

Bukankah itu maksudmu?

Astaga.

Maafkan aku. Kukira itu maksudmu...

Bukan begitu.

Maafkan aku.

- Maafkan aku. - Gadis ini...

Apa aku punya keriput? Apa itu buruk?

Lihatlah.

Astaga!

Nona Eun Sang, kamu tidak boleh masuk ke bilik itu.

Apa-apaan ini?

Sudah seperti itu sejak kemarin.

Sungguh, kupikir sapi menggunakannya.

Tapi kenapa mereka membiarkannya seperti itu?

Staf kebersihan sedang mogok, ingat?

Itu bukan pekerjaan bersih-bersih. Itu harus diperbaiki.

Aku kehilangan selera makan.

Aku belum makan sejak makan siang kemarin.

Aku juga. Aku bahkan tidak bisa memikirkan makanan.

Ini mengerikan.

Nona Eun Sang, apa yang kamu lakukan?

Hei, jangan lakukan itu, Nona Eun Sang.

- Apa yang kamu pikirkan? - Jangan!

Apa yang kita punya selain makan siang?

Aku tidak akan membiarkan sumbatan ini merusaknya.

- Nona Eun Sang! - Nona Eun Sang!

Apa pun yang kamu dengar, jangan panik. Mundur saja.

- Astaga. - Baiklah.

Apa-apaan ini? Astaga!

- Turun! Turun saja! - Nona Eun Sang!

Turun!

- Apa itu meluap? - Kamu baik-baik saja?

- Kamu baik-baik saja? - Mundur! Sial!

Silakan urus urusanmu.

Astaga, apa yang akan kami lakukan tanpamu, Eun Sang?

- Yang benar saja. - Kamu yang terbaik! Yang terbaik!

Yang terbaik!

Kapan kalian tiba di sini?

Kamu memang hebat. Bagaimana kamu bisa memperbaiki itu?

Aku mual sekali.

Aku hampir memuntahkan formulaku.

Ayolah, kalian semua bersikap dramatis. Ayo makan saja.

Bagaimana kamu bisa memikirkan makanan sekarang?

Aku yang traktir.

Beri jalan. Orang yang membayar mau lewat.

Ya!

Beri jalan.

Mari makan!

- Terima kasih atas makanannya! - Terima kasih atas makanannya!

Ada apa denganmu?

Orang kikir kita yang membayar.

Ayolah, ini bukan masalah besar.

Kaki siapa itu?

- Kaki siapa yang ada di pangkuanku? - Apa?

Maaf. Aku hanya mencoba peregangan.

Yang benar saja...

Kakiku sakit sekali. Sepatu baruku belum nyaman.

Sepatu baru? Kamu membeli sepatu baru?

Koleksi edisi terbatas FW.

Sepatunya cantik.

Hei, berapa harganya?

Bukankah itu aneh? Kenapa barang baru turun di hari sewa?

Maksudmu itu menghabiskan uang sewa sebulan?

Itu harga yang konyol untuk seseorang dalam situasimu.

Dengar, jika aku hidup sesuai kemampuanku,

aku akan menjadi gelandangan di Stasiun Seoul dengan pria

bernama Pak Kim dan hidup dari makanan gratis di gereja.

Kalau begitu, hiduplah seperti itu, Berandal.

Aku tidak bisa. Aku bersekolah di TK Buddha.

Hei. Jika kamu tidak mau itu menjadi kemewahan,

kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?

- Apa? - Bagaimana caranya?

Kamu harus menghasilkan lebih banyak uang.

Benar sekali. Bagaimana caraku menghasilkan lebih banyak uang?

Jangan ini lagi.

Ya. Kita membicarakan kripto lagi.

Kamu tampak sangat siap untuk melompat. Jadi, apa yang terjadi?

Aku? Begini...

Hei!

Kamu sungguh berpikir Da Hae sepertimu?

Dia tidak akan tertipu kekayaan instan

dan berinvestasi dalam kripto.

Benar, Da Hae?

Ya... Benar.

Aku sedikit lebih rentan.

- Ya. - Aku akan gila

jika tidak diuntungkan. Tapi aku untung.

Beginilah aku bisa mentraktir kalian.

Sekarang, berkumpul.

Kalian pernah dengar sesuatu yang disebut Kurva-J?

- Kurva-J? - Bahkan saat terjun bebas,

pada akhirnya akan mengenai kurva ke atas. Itulah Kurva-J.

Itu semacam pola. Dan saat ini, trennya adalah

seperti ini.

Jadi, ini seperti diet, bukan?

Kamu mungkin berpikir sudah mencapai titik stabil,

tapi jika kamu tetap diet dan berolahraga,

berat badanmu akan turun, bukan?

Benar sekali.

Lihat? Lihat saja.

- Kita bisa menghasilkan uang. - Itu J?

"Enderium"

- Tapi harganya anjlok. - Apa?

Astaga!

Kamu tahu apa artinya ini?

Itu artinya mencapai titik terendah, dan kini hanya bisa naik.

J sejati.

- Yang benar saja. - Apa?

E Rin, apa yang kamu rencanakan?

Ji Song, kamu mengerti, bukan? Ji Song. Kim Ji Song!

Hei, kamu mengerti, bukan?

Kapan seharusnya menjadi J?

Tidak, lupakan saja.

Aku tidak punya waktu untuk ini.

Aku harus kembali bekerja. Bekerja.

- Da Hae, kamu sudah makan siang? - Ya.

Sepertinya kamu bersiap untuk terapi fisik.

Omong-omong, siapa yang menilai PT kali ini?

Direktur eksekutif dan dokter Ham.

Dokter Ham?

Aku menyukainya.

Apa? Kamu tidak menyembunyikannya, ya?

Aku pusing hanya dengan memikirkan pria tampan.

Maaf, tapi siapa dokter Ham?

Benar juga. Kamu pemagang, Ye Jin, jadi, kamu tidak akan tahu.

Anggap saja

dia direktur eksekutif kita dan legenda hidup.

Kamu tahu Choco Cup, bukan?

Itu produk terlaris perusahaan kita sekarang,

tapi kita khawatir sebelum peluncurannya.

Produk baru pertama sejak lama. "Bagaimana itu pasti terjual?"

Atau, "Bagaimana kita membuatnya lebih laris?"

Semua wakil presdir mengadakan rapat yang intens dan kejam,

tapi tidak ada kemajuan.

- Tunggu! - Saat itu,

dokter Ham, yang diam saja selama ini, berkata...

Bagaimana kalau kita membuat batasan?

Sebut saja

Garis Hati Nurani.

Di era penipuan dan peniruan, kamu tidak tahu yang ada di kantong.

Di mana benda itu? Di sini.

Ada garis di kantong. "Kami janji camilan sampai garis ini."

- Alias Garis Hati Nurani. - Itu ide dokter Ham?

Ya.

Dan ide ini, sekeren dokter Ham,

menyebabkan sensasi besar begitu dirilis.

Tapi yang membuat kampanye ini sukses besar adalah

kejadian baru-baru ini.

Hadirin sekalian.

Ya, lawannya kurang rotasi, tapi tidak ada poin yang dikurangi.

Ini jelas kasus penilaian bias.

- Ya. - Tapi kemudian

skandal doping muncul.

Itu medali emas!

Medali emas untuk Korea Selatan!

Berkat itu, peraih medali perak kita dapat kembali medali emas.

Kalian semua menonton ini? Hati nurani kita telah menang.

Saat ini, alam semesta memihak dokter Ham.

Seolah-olah dia turun ke Bumi, diberkati dengan energi kosmik.

Jadi...

Jadi, ini seperti mitos penciptaan, seperti dia menetas dari telur.

Aku hanya bilang dia di tingkat itu. Dia pria yang luar biasa.

Tapi kenapa kamu memanggilnya "Dokter"? Dia punya gelar doktor?

Itu dan hal lainnya.

Bahkan saat menjadi pegawai tetap, dia buat banyak produk populer.

Jadi, CEO mulai memanggilnya, "Astaga, dokter Ham kita"

dan memanjakannya seperti cucu.

Saat dia dipromosikan menjadi direktur

dia tidak ingin menjadi bagian dari hierarki perusahaan

nama "dokter Ham" melekat begitu saja.

Dia sungguh pria yang luar biasa.

Tapi Da Hae, bukankah kamu bilang kamu bertemu dengannya

selama wawancara kerjamu?

Ya.

Tapi aku ragu dia akan mengingatku.

Kurasa begitu. Penampilanmu memang cukup umum.

Astaga, aku tidak menduganya. Yang itu sakit.

- Kamu baik-baik saja? - Ya.

Tapi tetap saja, dia tampak cukup luar biasa.

Kedengarannya dia tidak tersentuh.

Ini saatnya rapat semua orang.

"Aku ingin pulang dan berbaring. Aku mau tidur. Aku ingin pulang"

Sepertinya suasana hatimu sedang baik.

- Kamu bersenandung sepanjang pagi. - Benarkah?

Benar.

Kurasa begitu. Itu... Lagu apa yang terngiang di kepalaku?

Keabsurdan!

Apa ini? Bukankah ini daftar inventaris kita?

- Ini dari Asisten Manajer Oh? - Sepertinya begitu.

- Telepon Asisten Manajer Oh. - Baiklah.

Dia tidak menjawab. Dia juga meninggalkan laptopnya.

Di mana Asisten Manajer Oh? Cari dia sekarang.

Dia tidak mungkin jauh. Aku akan...

Ji Song.

- Ya? - Ji Song, kejar dia.

Ayo, kamu memakai sepatu yang nyaman!

Aku?

Asisten Manajer Oh! Tunggu!

Tunggu!

Permisi. Beri jalan! Maaf soal itu.

Baik, terima kasih. Asisten Manajer Oh!

Asisten Manajer Oh!

Tunggu!

Sial.

Asisten Manajer Oh!

Tunggu!

Asisten Manajer Oh!

Tunggu!

Asisten Manajer Oh...

Ji Song.

- Ini... - Apa?

Kamu meninggalkan ini...

Ji Song, kamu mengikutiku sampai ke sini?

Kamu...

Sebentar.

Halo?

- Halo? - Ji Song.

Aku baru saja bertelepon dengannya. Dia bilang berkasnya ada di tasnya.

Jadi, kamu bisa kembali ke kantor.

- Ji Song, kamu baik-baik saja? - Ya.

Dalam perjalanan ke sini,

- kurasa jari kakiku patah. - Apa?

Bisa bantu aku mencarinya?

Sepatuku...

Dia pikir dia siapa, bertingkah seperti itu?

Kenapa kamu membiarkan orang seperti dia mengganggumu? Sial.

- Satu, dua, tiga! - Satu, dua, tiga!

Ayo, berdiri yang benar.

Aku tidak bisa bertumpu pada jari kakiku.

Da Hae, tolong panggilkan taksi untukku.

Rumahmu sudah dekat. Kita tidak akan memanggil taksi.

Aku tidak bisa melangkah lagi.

- Kamu berat sekali! - Sakit!

Hei!

- Apa? - Itu dia.

Lihat para wanita tua itu. Lucu sekali!

Kamu bohong soal "makan sekali sehari", bukan?

Lebih seperti "makan daging sekali sehari", bukan?

Simpan napasmu. Itu hanya membuat ini lebih sulit.

Sopir, tolong sedikit lebih lembut.

Suspensi benda ini mengerikan.

Permisi, Bu. Apa nyawamu bisa menutupi ongkosnya?

Ini akan menjadi kenangan, jadi, mari berfoto. Ayo.

Baik! Satu, dua, tiga! Senyum!

Mati saja kamu.

Bisakah kamu sadar? Mau kucampakkan?

Tidak! Kenapa kamu mencampakkan Ji Song?

Kamu yang terbaik! Aku sangat terharu.

- Dia harus masuk kripto bersama. - Menyebalkan sekali.

Kripto ini, kripto itu. Kenapa kamu tidak melakukannya sendiri?

- Kenapa terus mendorongku? - Aku tidak bisa sendiri.

- Kenapa? Kenapa tidak bisa? - Hei!

Astaga. Aku harus bagaimana?

Eun Sang! Apa yang kulakukan? Maafkan aku!

Maafkan aku!

Eun Sang!

Kamu baik-baik saja?

Aku tidak sanggup melihat

kalian berdua pingsan.

Jika kita terus seperti ini,

apa lagi hasilnya?

Hanya ada kehancuran.

Apa ada cerita lain yang bisa kita tulis?

Aku tahu apa yang akan terjadi, dan aku tidak bisa mengabaikannya.

Aku tidak akan membiarkan itu terjadi kepada kalian berdua!

Hati-hati. Tolong hati-hati.

Tolong hati-hati.

- Eun Sang. - Ayo.

"Marron Confectionery"

"Marron Confectionery dan Sahara Trading Menandatangani MOU"

Dia menantikan kemitraan kita.

Kami tidak sabar bekerja denganmu.

Dengan senang hati.

- Kami akan melakukan yang terbaik. - Terima kasih.

Permisi, tunggu sebentar. Pak, tunggu sebentar.

Pak Cheon, restoran kita menelepon.

Kulkas mereka rusak,

dan mereka bertanya apa kita bisa menunda pemesanan satu jam.

Apa? Apa rencananya? Cepat cari restoran lain di dekat sini.

Aku berusaha, tapi mereka Muslim.

Butuh waktu untuk menemukan restoran halal.

Restoran barbeku Korea?

Di restoran barbeku, pembuangan asap membuat kita sulit berbincang.

Apa yang harus kita lakukan sekarang?

- Maaf, Pak. - Apa yang akan kita lakukan?

Jadi...

Silakan lewat sini.

Apa ini restorannya?

Aku ingin menawarkan hidangan pembuka.

- Hidangan pembuka? - Ya.

Menggunakan produk Marron,

aku ingin membuat hidangan pembuka yang unik

khusus untukmu.

Dengan produk Marron?

Maksudmu dengan camilan? Apa itu mungkin?

Tentu saja bisa.

Pertama, ada salah satu produk Marron yang paling populer,

Tarte Susu.

"Tarte Susu"

Di atasnya, kita tambahkan selai persik yang diluncurkan tahun ini.

Lalu masukkan ke microwave selama tepat 40 detik...

Ini dia, Tar Persik Tarte Susu sudah selesai.

Bar es ini, Bar Kkeukkeuryu,

terjual lebih dari 100.000 pada hari pertamanya.

"Bar Kkeukkeuryu"

Buka dan masukkan ke segelas air soda penuh es.

Di sana ada koktail nonalkohol lezat

yang bahkan bisa kamu nikmati di kantor.

Dia bilang itu cukup lezat.

- Lezat, katanya. - Bukankah itu memesona?

Sekarang, untuk penutupnya.

Ke dalam es krim kukis dan krim, kita tambahkan Stik Ppeppe Marron,

Bencheu Bencheu,

dan senjata rahasia yang akan segera dirilis!

- Marshmallow Cokelat kami... - Berhenti!

Bukankah marshmallow menggunakan gelatin daging babi?

Klien kita tidak makan daging babi.

Sekarang kita harus bagaimana?

Di Marron Confectionary, kami memakai gelatin sapi bersertifikat halal.

Kita harus pergi ke restoran. Sudah siap untuk kita. Mau pergi?

- Waktunya makan siang. - Lewat sini.

Ya, lewat sini. Nona Eun Sang.

- Assalamualaikum. - Saudaraku!

- Eun Sang, kamu hebat. - Terima kasih.

Pembeli memujimu.

Dia berencana berkunjung lagi tahun depan,

dan dia bertanya apa kamu masih di sini.

Tentu saja...

- Sebenarnya, tidak. - Apa?

Aku bahkan tidak yakin soal besok. Bagaimana bisa janji tahun depan?

Jadi, kamu mungkin akan pergi?

Sayang sekali.

Perusahaan membutuhkan orang sepertimu.

Aku tidak tahu soal itu.

Semua orang bisa digantikan.

- Lindungi mata pencarian kami! - Lindungi sekarang!

- Jamin keamanan pekerjaan kami! - Jamin sekarang!

- Nona Eun Sang, kamu harus pergi. - Lain kali saja.

Benar.

Jika akhirnya kamu pergi, kamu punya rencana lain?

- Ke bulan. - Apa?

Aku akan pergi ke sana.

Ke mana?

Ke atas sana.

Sampai ke bulan.

Semangat!

Mari sukseskan Hari Anak ini, musim puncak industri ritel!

Choco Cup terlaris Marron, dan pahlawan anak-anak, Yongki.

Yongki, karakter yang dicintai, dan Choco Cup kita bekerja sama.

Sial.

Menampilkan mutiara putih khasnya dan sentuhan cokelat putih.

Ini Edisi Khusus Yongki.

Ditambah edisi khusus.

Hari Anak...

Permisi.

"Proposal Promosi Hari Anak"

Da Hee, sedang apa kamu di sini?

Bukankah kamu sudah pulang?

Aku lupa payungku. Menyiapkan presentasi?

Ya. Sedikit saja.

Tepat waktu.

Aku membawakan kopi untuk semua orang yang bekerja lembur.

Ini untukmu, Da Hae.

Terima kasih.

Tentu saja. Semoga berhasil dengan presentasimu.

Kamu bisa!

Tapi tunggu.

Kamu terdengar seolah-olah tidak mengerjakannya juga.

Tentu saja, aku juga bekerja keras.

Tapi aku sudah melakukan yang terbaik,

jadi, aku tidak akan menyesal jika tidak mendapatkannya.

Selalu ada lain kali. Benar, bukan?

- Pasti menyenangkan. - Apa?

Kemewahan untuk mencoba lagi meski kamu gagal

membuatku iri.

Lupakan saja. Kamu kembali untuk mengambil payungmu.

Benar! Aku harus pergi.

Sampai jumpa besok.

Baiklah. Mari kita lakukan.

Mari sukseskan Hari Anak ini, musim puncak industri ritel!

Produk terlaris Marron Confectionery...

Tepat waktu untuk Hari Anak, musim puncak industri ritel,

Choco Cup terlaris dari Marron Confectionery

dan pahlawan Yongki

- telah bekerja sama. - Ibu sudah mengambil paspornya?

- Tentu saja. - Musim ramai pasar ritel...

Saat ibu Yu Jin mendengar aku akan pergi ke Da Nang, dia sangat iri.

Kamu memberitahunya soal itu? Tentu saja.

- Ayo cepat. - Astaga, cantik sekali.

Kamu butuh uang untuk menikah.

Siapa yang mau menikahiku jika aku tidak punya uang?

Hai, Ibu.

Ibu sudah makan?

Tidak, aku hanya ingin tahu apa punggung Ibu sudah diperiksa.

Rasanya lebih baik saat ibu bangun, jadi, ibu melewatkannya.

Apa? Kenapa Ibu melewatkannya? Sejak kapan Ibu menjadi dokter?

Sudah kubilang obati dengan benar.

Lupakan saja.

Ibu rasa ibu tahu tubuh ibu sendiri.

Ibu harus bekerja. Ibu akan tutup teleponnya.

Ibu, dengarkan saja. Halo? Ibu.

Hei, diam!

- Astaga! - Kubilang diam, sial.

Sulit dipercaya.

Apa masalahnya?

"Naskah Presentasi Promosi Hari Anak"

Hampir selesai. Baiklah.

Yongki dan Choco Cup telah bersatu.

Mungkin aku harus menambahkan sedikit gema?

Telah bersatu...

Hei, kamu!

Apa? Siapa di sana? Apa yang kamu lakukan?

Hei, buka!

Astaga.

Tadi kamu menatapku.

Buka pintunya!

Apa yang kamu lakukan? Pergilah.

Buka.

Kamu menatapku, bukan? Kenapa tatapanmu kotor?

Kubilang pergi! Kumohon, pergilah.

- Buka. - Laptopku...

Bukalah.

"Marron Confectionary"

- Semua failku ada di sana. - Buka.

Ayo, buka pintunya.

Bukalah.

Astaga.

Tidak, ini tidak mungkin terjadi.

Buka pintunya!

Bagaimana jika laptopku rusak?

Jika failku hilang, aku tidak bisa mempresentasikan apa pun.

Jika aku tidak bisa presentasi, tidak ada promosi!

Tidak ada promosi berarti tidak ada kenaikan gaji.

Bagaimana aku bisa membayar pengobatan Ibu? Tidak, tunggu.

Aku bahkan tidak mampu memperbaiki ponselku.

Mungkin aku bisa memperbaikinya secara gratis?

Tunggu sebentar. Ponselku?

- Dasar gadis gila. - Kamu memanggil Maxbi?

Ponselku!

Ayo, buka.

Hei, Maxbi! Hubungi 112 untukku.

- Menghubungi 112. - Buka pintunya.

"Panggilan darurat 112"

Panggilan Darurat 112. Apa keadaan daruratmu?

Tolong aku!

Baik, untuk saat ini, semua orang bisa pulang.

Kami akan menghubungimu besok.

Pastikan bedebah itu diadili.

Atau aku akan mengurusnya sendiri.

Baik, Bu.

Dia serius.

Dia akan mencabik-cabik seseorang.

Ya, kami akan melakukan yang terbaik.

Baiklah, kalau begitu.

- Baik, Pak. - Terima kasih.

Kamu baik-baik saja?

Berkas yang kukerjakan hilang. Aku harus mulai dari awal.

Si berengsek itu...

Si berengsek itu. Menghancurkannya akan terlalu bagus untuknya.

Apa yang kamu kerjakan?

Menangis tidak akan menyelesaikan apa pun.

Kita harus mengulangnya dengan cepat.

Fon Gungseo atau Myeongjo? Bagaimana menurutmu?

- Myeongjo. - Fon Myeongjo?

Kamu tidak tahu betapa takutnya aku.

Bukankah meratakan ini ke kiri lebih mudah dibaca?

- Taruh di tengah. - Tengah?

Aku harus mengulanginya lagi. Si berengsek itu!

Apa ini terlihat lebih baik dengan warna biru?

Astaga.

Ya, kurasa biru lebih baik.

Pilih sikap dan pertahankan.

Aku tidak tahu apa kamu frustrasi, jadi, agak membingungkan bagi kami.

Baiklah. Kalau begitu, sikapku

akan menjadi kurva-J.

Apa?

Kamu mengatakannya sendiri.

Bahkan saat terlihat terjun bebas, pada akhirnya akan naik kembali.

Itu kurva-J.

Itu aku.

Di akhir kesulitan ini,

pasti ada akhir bahagia yang menungguku.

Aku bisa merasakannya.

Untuk itu, kamu harus belajar cara berdagang kripto dengan benar.

Aku akan bekerja sangat keras.

Aku akan berusaha maksimal.

Jangan gugup.

Baik, bernapaslah.

Aku akan melakukannya. Aku bisa melakukan ini.

Baiklah, kamu pasti bisa. Tarik napas dan embuskan.

Aku bisa melakukan ini.

Tarik dan embuskan. Buang napas. Teruslah bernapas.

"Sentuh gadis gila yang tinggal di sini, dan kamu akan mati!"

Para bedebah itu!

"Marron Confectionary"

Sekarang kita akan memulai presentasi untuk promosi Hari Anak.

Pertama, ada Nona Jung Gembil...

Nona Jung Da Hae akan mempresentasikan.

Keabsurdan?

Apa?

Direktur Ham? Ada yang ingin kamu katakan lebih dahulu?

Tidak. Silakan mulai.

Ya.

Untuk merayakan Hari Anak, musim puncak industri retail,

Choco Cup terlaris dari Marron

bekerja sama dengan Yongki tercinta.

Untuk Hari Anak, kami persembahkan Edisi Khusus Yongki.

Sekarang aku akan menjelaskan detailnya.

"Kolaborasi Choco Cup dan Yongki"

Edisi Khusus Yongki, perilisan terbatas Hari Anak...

Sekian presentasiku.

Apa itu tadi?

Itu berjalan lancar atau aku benar-benar gagal?

Aku tidak bisa membaca wajah mereka sama sekali.

Berikutnya, Nona Jung Da Hee akan mempresentasikan.

Tunggu.

Apa itu untukku? Begitu saja?

Jika kamu tidak keberatan,

boleh aku minta masukan?

Jika ada yang bisa kuperbaiki, aku bekerja keras menyiapkan ini.

Aku yakin begitu.

Aku mewawancaraimu tiga tahun lalu, bukan?

Ya.

Pantas saja kamu tampak tidak asing. Kini aku ingat alasannya.

Terima kasih. Aku akan melakukan yang terbaik.

Aku berjanji akan bekerja sangat keras.

- Permisi. - Ya?

- Kamu harus ke rumah sakit. - Aku akan bekerja keras.

Sepertinya kamu terus "bekerja keras" sejak itu.

Terima kasih.

Tapi sekarang,

bukankah ketekunan seharusnya menjadi proses, bukan hasil?

Jika kamu hanya perlu menunjukkan, "Aku bekerja sangat keras,"

- itu hanya... - Kamu pikir kamu siapa?

- Umpan balik? Itu mengerikan. - Itu... Bagaimana bilangnya, ya?

- Itu... - Kembali ke kursimu. Cepat.

Belajarlah membaca situasi.

Da Hee, selamat! Selamat, Da Hee!

"Cerialah, Sayang"

"Bertahanlah sebentar lagi"

"Seorang gadis tidak boleh memberikan hatinya semudah itu"

"Agar kamu makin jatuh cinta kepadaku"

"Aku akan bersikap acuh tak acuh seperti tidak peduli sama sekali"

"Agar kamu tidak tahu perasaanku"

"Kendalikan dirimu"

"Lalu, Sayang, bersemangatlah"

Dia cantik sekali.

Baiklah, baiklah. Ayo, Semuanya, minumlah.

Untuk Tim Pemasaran kita!

- Bersulang! - Bersulang!

Nona Gembil! Giliranmu menyanyi. Ayo!

Pak Ko!

Kamu sungguh berpikir Da Hae sedang ingin melakukan itu?

Ayolah, ini hanya bagian dari pekerjaan, bukan?

Kadang menang, kadang kalah.

Hanya karena satu kemunduran,

apa dia akan membuat semua orang tidak nyaman

dan membuat kita semua berhati-hati di dekatnya?

Baiklah.

- Aku akan menyanyikan sebuah lagu. - Baiklah! Tepuk tangan!

"Di sudut langit sebelum fajar"

"Bintang jatuh tiba-tiba muncul"

"Dalam sekejap mata"

"Tepat di atas kepalaku"

"Menghujaniku seperti cahaya"

"Hari yang indah"

"Matahari dan bulan ada di sisiku, bersinar hanya untukku"

"Tolong cintai aku"

"Ke dalam hatiku yang hampa"

"Kini penuh dengan bintang bersinar"

Kamu sudah melalui banyak hal.

Kamu juga bekerja sangat keras, Ye Jin.

- Menjadi pemagang itu sulit, bukan? - Tidak lebih dari penderitaanmu.

Setelah kesulitan yang kamu lalui,

kamu ditolak karena tidak menjadi pegawai tetap.

Kurasa aku samsak yang bagus.

Semua orang benar-benar memukulku di bagian yang sakit hari ini.

Tapi, Ye Jin...

- Bukan karena pegawai temporer... - Tidak, aku mendengar sesuatu.

Mereka bilang seluruh presentasi ini dicurangi untuk perekrutan langsung.

Kita hanya di sana untuk membuat mereka tampak bagus.

Tampaknya, semua orang tahu kecuali kami.

Aku akan berhenti setelah magang.

Tidak mungkin aku bisa bekerja di sini

sebagai pegawai temporer.

Maaf. Itu bisa terjadi.

Jika kamu menyesal, ikutlah dengan kami.

Ayo, mari kita bersorak! Kamu harus minum dengan grup.

Aku akan pulang lebih awal.

Baiklah, Ayah.

Baiklah.

Da Hae. Apa yang kamu lakukan di sini?

Kenapa kamu melakukannya?

Apa?

Mengatakan "semoga berhasil" sehari sebelum presentasi,

apa kamu hanya mengejekku?

Karena kamu tahu aku tidak punya kesempatan.

Da Hae, kamu sudah banyak minum. Kamu baik-baik saja?

Tidak, aku tidak mengatakan ini hanya karena aku mabuk...

Baiklah.

Karena aku mabuk, sebaiknya aku terus mengoceh.

Kenapa hanya aku yang memesan Americano?

Semua orang memesan Frappe dan Latte.

Kamu membelikan apa pun yang mereka inginkan dari menu,

tapi kenapa kamu selalu...

menipuku dengan kopi "beli sepuluh, gratis satu"?

Aku membawakanmu kopi. Ini untukmu.

Aku membawakan kopi untuk semua orang.

Ini untukmu, Da Hae.

Astaga, maafkan aku.

Kamu tidak pernah bilang apa pun saat kuberi Americano, jadi...

Tapi kamu selalu menanyai orang lain apa yang ingin mereka minum.

Kamu bertanya kepada mereka.

Entah kenapa aku melakukan itu...

Tapi aku tahu.

Aku tahu alasanmu melakukannya.

Itu karena

aku tipe orang yang tidak apa-apa diperlakukan seperti itu.

Karena itulah

presentasinya...

Semua orang

meremehkanku.

Mereka memperlakukanku seolah-olah aku bukan apa-apa.

Maafkan aku.

Tapi kupikir kamu suka Americano.

Aku sungguh tidak bermaksud apa-apa.

Ya, aku bisa melihatnya.

Menjadi tipe orang yang menyimpan dendam,

atau getir...

Hidupmu sepertinya tidak cukup sulit untuk itu, Da Hee.

Tapi sebenarnya itu membuatku lebih kesal.

Ini hanya karena alkohol.

Lupakan saja perkataanku.

Da Hae. Tapi kamu sudah bekerja keras.

Mari kita berusaha lebih keras mulai sekarang.

Kita bisa!

- "Lebih keras?" - Kamu baik sekali!

Meski bukan yang terbaik, kamu hanya perlu bekerja keras.

Hentikan.

Selesaikan presentasinya pekan ini. Itu jalur cepat menuju promosi.

Kubilang hentikan.

Setelah kesulitan yang kamu lalui,

kamu ditolak karena tidak menjadi pegawai tetap.

Ketekunan...

Aku tidak bisa.

Mari kita berusaha lebih keras mulai sekarang.

Aku tidak mau melakukannya lagi.

Kubilang aku tidak mau melakukannya lagi.

Aku hampir memukul Da Hee yang polos.

Selama tiga tahun, aku bertahan dengan pekerjaanku,

merasa semangatku menurun setiap hari.

Pada akhirnya, ketekunanku telah menjadi rasa rendah diriku.

Jung Da Hae, kamu benar-benar

terpuruk sekarang.

Kang Eun Sang!

Tidak ada yang berjalan lancar.

Tidak satu pun. Tidak sama sekali.

- Aku bisa melihatnya. - Tapi...

Ternyata ada satu hal yang berjalan sesuai keinginanku.

Lihat itu, kurva-J.

Astaga, apa ini?

Eun Sang. Aku...

Aku berharap karierku akan mencapai kurva-J.

Tapi kurva-J sialan itu malah muncul di sini.

Sementara hidupku benar-benar terpuruk.

Bahkan di saat tragis seperti ini, satu-satunya yang naik adalah itu.

Kripto sialan ini.

Kamu hanya memasukkan sepuluh dolar?

Hei, itu pengeluaran besar bagiku. Astaga.

Pasti.

Hei.

Aku tidak tahu lagi.

Aku harus senang atau marah soal ini?

Berbahagialah, tentu saja. Uang diberikan ke mereka yang suka.

Aku menghasilkan 50 sen. Inikah alasan orang suka kripto?

Itu karena kamu hanya memasukkan sepuluh...

Berapa uang yang kamu punya sekarang?

Aku punya 1,50 dolar.

Aku bahkan tidak bisa membeli sebotol soju pun.

Itu sesuatu yang bisa dibanggakan. Sungguh.

Jadi, kamu menghasilkan 50 sen dari kripto.

Jadi, sekarang kamu punya dua dolar, bukan?

Dengar, aku mengerti.

Tidak ada yang berjalan sesuai keinginanmu, dan kamu kesal.

Jadi, kamu pikir bisa melampiaskan ke orang tidak bersalah.

Sadarlah, Nona!

Astaga, kamu mengagetkanku.

Presentasi tidak bisa mengubah hidupmu.

Ini, makanlah.

Kamu butuh uang.

Entah itu 50 sen atau 5.000 dolar.

Itu satu-satunya cara hidupmu akan berubah.

Tapi tetap saja dengan sedikit uang ini?

Mau mencari udara segar?

Lihat apakah uang ini bisa mengubah apa pun.

"Tteokbokki, dua dolar"

Enak?

Ya.

Kamu tahu, ini benar-benar...

Makan ini membuatku merasa lebih baik.

Kurasa aku belum terpuruk.

Itulah kekuatan uang untukmu. Mengerti?

Ya.

- Apa yang kamu lakukan? - Aku kenyang, berusaha sadar.

Aku benar-benar marah kepada Da Hee. Apa yang harus kulakukan sekarang?

Aduh. Kenapa dahiku sakit?

Kamu melakukan hal bodoh?

"Dua jam sebelumnya"

Astaga, kamu mengagetkanku!

Aku...

Aku hanya ingin menanyakan sesuatu.

Lagu yang tadi...

Bagaimana kamu tahu lagu itu?

Apa?

Lagu apa?

Yang baru saja kamu nyanyikan di bar.

Bagaimana kamu tahu?

Itu hanya lagu yang kusukai.

Benar, tapi bagaimana? Itu bukan lagu terkenal. Jadi, bagaimana bisa?

Aku bisa menyukainya jika mau. Apa aku tidak boleh menyukainya?

Bukan itu maksudku, hanya saja...

- Kamu pasti mengidap hipsteritis. - Apa? Apa?

Atau ini karya seniman yang hanya diketahui olehmu?

Jika bukan itu,

apa menurutmu selera musikku buruk?

Tidak.

Jadi, sekarang kamu akan mengkritik selera musikku juga?

- Tidak, bukan begitu. - Yang benar saja.

Lihat.

- Apa? - Maaf, tapi bisa lakukan ini nanti?

Seperti yang mungkin kamu tahu,

aku mengalami hari yang berat hari ini.

Kamu bisa berusaha lebih keras lain kali.

Aku hanya ingin tahu bagaimana kamu tahu lagu itu...

Berusaha lebih keras?

Ya, berusahalah lebih keras.

Ada apa dengan matamu?

Matamu agak

gila.

Kamu tampak tidak waras. Kenapa kamu mendekat?

Kenapa kamu mendekat? Astaga, ada apa?

Aku sudah berusaha lebih keras!

"To the Moon"

Seberapa mabuknya aku semalam?

Aku tidak melakukan hal bodoh, bukan?

Dokter Ham, kenapa kamu kemari?

- Bukankah kita harus bahas sesuatu? - Ini dia!

- Kamu masih bersikeras ke Beijing? - Aku hanya merasa ada yang janggal.

- Kudengar dia sulit dihubungi. - Dia selingkuh, kuberi tahu!

Kamu pasti bercanda. Kamu dapat sebanyak itu secepat itu?

- Tambahkan sedikit ke kripto. - Aku tidak boleh melakukannya.

Tidak, Pak...

Pantas saja.

Semua masalah itu karena sedikit uang.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.