All language subtitles for Last Samurai Standing e04 idcp

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili Download
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

PERTUNJUKAN AKROBAT WANITA PELEMPAR PISAU

Berhenti dan tuangkan aku minum!

- Itu benar! - Ya!

Kau akan melempar sampai kapan?

Kemari dan minum bersama kami!

Lagi pula, sudah tak ada yang melempar pisau!

Wajahmu cantik.

- Lepaskan pakaianmu dan bernyanyilah! - Benar!

Tunjukkan kulit cantikmu. Aku mohon!

PERADABAN DAN PENCERAHAN

Hebat!

Itu mengesankan!

- Aku mau yang besar. - Aku juga.

Kondisi terasa berat tanpa makanan layak.

Bisa kau tambahkan upahku?

Penonton tak suka, jadi, berhenti merengek.

Iroha.

Bagaimana kalau kau jual pisau-pisau itu atau mulai jual tubuhmu?

Aku tak keberatan membayarnya.

Apa?

Kenapa memasang wajah begitu?

Kenapa?

Kau lupa siapa yang memungutmu?

Hei.

Jadi, kau masih hidup.

Aku senang.

Aku tak menduga kau akan menjadi penghibur keliling.

Sulit menemukanmu.

Aku kaget kau tak marah.

Iroha yang dahulu pasti sudah menebas semuanya sampai mati.

Aku sudah terbiasa.

Bagaimana denganmu?

Ya…

Aku menarik becak setiap hari untuk memberi makan istri dan putriku.

Begitu. Kau punya keluarga sekarang.

Ya.

Kau sendiri? Apa yang kau lakukan setelah meninggalkan gunung?

Macam-macam.

Aku selalu berpindah-pindah, bersembunyi dari Gentosai.

Bagaimana yang lain?

Fugoro dan Shichiya dibunuh oleh Gentosai.

Dia terus mencari murid-murid Kyohachi-ryu yang masih hidup.

Iroha.

Jika kita tak bertindak, kita berdua akan dibunuh.

Aku sudah meyakinkan Shikura dan Jinroku.

Mereka kini menjadi tentara.

Apa tujuanmu ke sini?

Gunakan ini untuk memancing Gentosai dan membunuhnya.

Kecuali kita semua menyerang bersama, kita tak akan bisa membunuhnya.

Iroha.

Ini adalah takdir kita.

Maaf aku terlambat.

Baiklah, untuk menemukan identitas asli Kodoku,

waktunya ahli strategi hebat, Kyojin…

Langsung ke intinya.

Kita melakukan dua eksperimen.

Eksperimen yang pertama,

kita akan menyerahkan peserta dengan tanda kayu ke polisi.

Setelah ditahan, mereka akan ditahan sampai akhir permainan.

Bisa dibilang, mereka keluar.

Biasanya, kau tak bisa membunuh seseorang yang dipenjara.

Jadi, pertanyaannya adalah apakah Kodoku akan tetap bergerak?

Benar.

Apakah mereka akan menentang otoritas untuk membungkam seseorang

atau setidaknya, menghindari campur tangan polisi…

Ini akan menunjukkan seberapa serius penyelenggara Kodoku.

Dan eksperimen yang kedua,

kita akan mencari tahu ke mana mayat-mayat itu menghilang.

- Menghilang? - Ya.

Banyak orang saling membunuh di sepanjang Jalan Tokaido.

Pasti ada satu atau dua mayat tergeletak di sisi jalan.

Namun…

Kita belum melihat mayat yang tewas dalam pertempuran.

Tepat.

Kalian tahu bahwa Kodoku memantau para pesertanya?

Mereka tak akan mengikuti kita ke dalam.

Tapi Kodoku mengawasi kita.

Jadi, mereka orang yang membuang mayat-mayat itu?

Ya. Mereka pasti membawanya ke suatu tempat.

Itu berarti…

Ada personel dan persembunyian

untuk membuang mayat di tempat yang berbeda tanpa ketahuan.

Jawaban yang bagus.

Jika bisa menemukan ke mana mereka dibawa,

mungkin kita bisa mencari tahu dalang permainan ini.

Bagaimana? Aku ahli strategi hebat, bukan?

Jadi, kita mulai dari mana?

Pertama, kita berburu kandidat untuk diserahkan ke polisi.

Kenapa zaibatsu memperoleh lebih dari 100 senapan

dan membuat shizoku saling membunuh?

Sejak era Meiji dimulai,

mereka menghasilkan banyak uang melalui pemerintah.

Apa keuntungan bagi mereka dengan melakukan hal semacam ini?

Menggunakan uang sebagai umpan untuk memaksa shizoku saling membunuh…

Bukankah tujuan utama dari semua itu adalah pembantaian?

Dendam terhadap shizoku.

Mereka sudah lama tersiksa oleh pemerasan shizoku yang keterlaluan.

Menurut informasi dari zaibatsu,

keempat anggota yang dimaksud telah pergi sejak sepekan yang lalu.

Tak ada yang tahu keberadaan mereka dan mereka tak di rumah masing-masing.

Segera temukan mereka.

Siap, Pak.

Maaf, Tuan Okubo,

mengambil tindakan terhadap zaibatsu bisa memengaruhi ekonomi negara kita…

Shinpei.

Jika mereka dalang di balik hal ini,

ini adalah pengkhianatan tingkat tinggi.

Kita harus segera menangani ini.

- Kawaji. - Siap, Pak?

Bawa mereka ke sini.

Aku akan segera menemukan mereka.

- Aku akan mulai menganalisis telegram. - Lakukan.

KUWANA-JUKU

Ayo mampir!

Kerang bakar, makanan khas Kuwana!

Kemari dan beli kerang panggangmu!

Ada ikan kembung, kerang, cumi-cumi karang sirip besar, dan sake yang lezat juga!

Kalian pasti lelah bepergian.

Mau istirahat sebentar di sini?

Terima kasih banyak.

Pelanggan datang!

Selamat datang! Kelompok berisi empat orang masuk!

Silakan! Ada meja di belakang!

- Nona, bawakan kami teh dan satai. - Baik!

Teh dan empat piring satai!

Baik, satu mangkuk nasi campur!

Satu porsi cumi-cumi terbang!

Lihat pria itu.

Dia bahkan tak menyembunyikan tanda kayunya. Sungguh percaya diri.

Mereka juga peserta.

Mereka ada di Kuil Tenryuji.

Kita harus pilih yang mana?

Jangan main-main denganku.

Maaf!

Dasar tak berguna!

Aku benar-benar minta maaf! Maaf!

Diam!

Maaf…

Mari pilih siapa pun yang pergi terlebih dahulu.

Tidak perlu begitu.

Siapa kau?

Ternyata ada satu yang tak terlihat.

Satu lagi, ya?

Apa maksudmu?

Sebagian besar peserta melewati kedai teh ini.

Jadi, aku berani memasang jebakan.

Bukankah memberi tahu selain peserta melanggar aturan?

Tidak, jika aku mempekerjakan mereka tanpa membahas detailnya.

Ahli strategi apanya.

Ini bukan apa-apa.

Untuk gadis-gadis ini…

Kalian bebas melakukan apa pun kepada mereka.

Baiklah, selamat bekerja.

YOKKAICHI-JUKU

Keramik Banko yang terkenal dari Yokkaichi!

Silakan melihat-lihat!

Menengah ke bawah.

Seorang pemula.

Pra-menengah.

Hei, kau.

Kau peserta, bukan?

Apa kau melihat seorang pria bersama gadis kecil?

Tidak.

Sialan.

Apa ini yang aku dapat setelah bersabar selama bertahun-tahun?

Busur, ya?

Apa yang menyenangkan dengan melempar panah dari kejauhan?

Itu sama seperti senapan.

Alat ini digunakan untuk membuat persembahan kepada para dewa.

Jangan disamakan.

Persetan dengan para dewa.

Sungguh konyol.

Tidak… Buka matamu! Aku mohon!

Dasar monster… Aku mohon! Sadarlah…

Jika dewa benar-benar ada, dunia ini akan berbeda.

Bagus.

Ayo bermain.

Matilah, Bedebah!

Gadis-gadis itu! Incar gadis-gadis itu!

Upah tiga kali lipat untuk yang mendapatkan tanda kayu mereka!

Minggir!

Lihat siapa yang tertangkap?

Apa yang terjadi?

Ini tak sesuai perjanjian!

Jangan pergi. Aku membayarmu!

Hei!

Maju! Cepat maju!

Ayo, maju!

Mati!

Tolong! Panggil polisi!

Menyingkir!

Ini persembahan untuk para dewa.

Cukup.

Apa aku mengenalmu?

Polisi sedang menuju ke sini.

Begitu?

Memang kenapa?

Pihak penyelenggara memiliki harapan besar terhadap kalian.

Mengeliminasi kalian akan merusak permainan.

Kau pikir aku akan tertangkap?

Aku bisa memotongmu di sini.

Coba saja.

Jika kau pikir bisa menang melawan senapan sebanyak ini.

Aku sudah tak berminat.

Zaman telah berubah.

Tidak ada tempat bagi samurai untuk hidup.

Setelah perang, kehidupanmu bagai neraka, bukan?

Bukotsu Kanjiya?

Itu bukan urusanmu.

Baiklah. Yang mana, ya?

Kau ingin kami melakukan apa?

Salah satu dari kalian akan diserahkan ke polisi beserta tanda kayu kalian.

Apa?

Apa? Tunggu sebentar…

Jika kau melakukan itu…

Kodoku akan membunuhmu atau polisi akan melindungimu.

Entah yang mana.

Apa?

Dan yang tak diserahkan ke polisi?

Kami ambil tanda kayunya dan dia keluar di sini.

Serahkan aku ke polisi!

Aku akan pergi!

Apa?

Aku yang akan pergi. Tutup mulutmu!

Tampaknya, kau keluar dari sini, Anak Muda.

Tolong. Aku akan melakukan apa pun!

Terima saja. Kau juga sudah membunuh banyak orang.

Aku tak membunuh siapa pun!

Bahkan di Kuil Tenryuji, aku hanya mengambil tanda kayu yang jatuh.

Tentu… Jangan bohong.

Aku tak berbohong!

Pria ini mengancamku.

Dia berjanji akan menjagaku tetap hidup.

Berhenti berbohong!

Keluargaku miskin.

Aku ikut serta karena ingin membantu bisnis ayahku.

Tapi ternyata…

Ini permainan saling membunuh…

Dan aku tak bisa melakukannya.

Aku mohon.

Aku mohon…

Tolong ampuni nyawaku!

Kalian dengar ucapannya.

Sepertinya, kau menang.

Sebagai gantinya, kau akan membantuku, mengerti?

Terima kasih.

Terima kasih banyak!

Apa?

Tunggu sebentar.

Aku juga bisa membantu…

Shujiro, kalian pergi dan periksa ke mana mayat-mayat itu dibawa.

Baik.

Lalu kau, Iroha.

Ini.

Apa ini?

Ini bola asap.

Aku tak butuh ini.

Simpan saja.

Aku akan memanggil polisi.

Gunakan keributan itu untuk menyingkirkan para pengawas Kodoku terlebih dahulu.

Baiklah!

Mari kita jalankan misi ini.

Masuk.

Aku punya hasil analisisnya.

Seperti yang kau duga, mereka berkomunikasi lewat telegram.

CATATAN TELEGRAM DOMESTIK

Sejak 5 Mei, hari pelaporan insiden di Kuil Tenryuji,

korespondensi telegram meningkat drastis.

JUMLAH TELEGRAM 5 MEI: 156

Apa lagi?

Kami tak tahu isinya

karena korespondensi mereka bersandi.

Namun,

kami tahu dari mana asal telegram ini.

Dari mana?

- Tunjukkan petanya. - Siap.

Arah selatan kaki Gunung Fuji.

Peta menunjukkan tak ada apa-apa di sana.

GUNUNG FUJI KANTOR TELEGRAF SHIZUOKA

Benteng zaibatsu.

Kawaji. Segera ke sana.

"Bentrokan antara shizoku di Kota Yokkaichi di Jalan Tokaido…"

Tuan-Tuan.

Ada apa?

- Pemerintah telah mengambil tindakan. - Apa?

Aku tak mencemaskan itu.

Mereka tak mungkin menyentuh kita di sini.

Lagi pula, kita punya malaikat pelindung di pihak kita.

Ya. Kau benar soal itu.

Tepat sekali.

Terima kasih untuk sebelumnya.

Berapa usiamu saat kau mulai berlatih, Iroha?

Semua murid Kyohachi-ryu adalah anak-anak telantar.

Kami tak tahu usia kami.

Apa ada gadis lain selain dirimu?

Tidak.

Saat itu, aku masih kecil

dan yang paling lemah.

Kau yang paling lemah?

Itu sudah lama sekali.

Apa yang harus aku lakukan agar bisa sekuat dirimu?

Kau tak harus menjadi kuat

dan tak perlu menjadi kuat.

Tak peduli seberapa terampil kau menggunakan pedang,

itu tak membawa kebahagiaan.

Dia di sini.

Sakit. Hei!

Tidak perlu kasar!

Selamat siang, Pak.

Dia tersangka pembunuhan di kedai teh.

Kau salah paham.

Dia akan ditahan di sel.

Siap, Pak.

- Ayo jalan! - Sakit!

Aku menantikan kelanjutannya.

- Jangan! - Diam!

KANTOR CABANG KEPOLISIAN

Kau diam di sini. Kami akan menginterogasimu nanti.

Hei! Tunggu.

Permisi.

Mana penjaganya?

Bukankah seharusnya ada penjaga?

Kenapa? Apa kau takut hantu?

Mana mungkin.

Hei, tunggu! Tunggu!

Tunggu! Jangan tinggalkan aku sendirian!

Ayo pergi.

108

Kami dari Biro Kepolisian. Pak Kepala mengetahui kedatangan kami.

Sepertinya, mereka memakan umpannya.

- Apa? - Siapa namamu, Anak Muda?

Aku Shinnosuke Sayama.

Shinnosuke, jaga barang-barangku.

Apa?

Tunggu!

Waktu menunjukkan pukul 14.17. Nomor 108, Shujiro Saga.

Kami datang untuk memeriksa tersangka yang baru ditahan.

Siap, Pak. Dia di sel tahanan di ruang bawah tanah.

Mari aku antar.

Selamat siang, Pak.

Selamat siang.

Aku akan bergabung dalam pemeriksaan.

Siap, Pak.

Bukankah tempat ini…

Pukul 14.17 di Kuwana-juku, nomor 108, Shujiro Saga tereliminasi.

BANK MITSUI CATATAN SEMUA TRANSAKSI

BANK MITSUI PEMBUKAAN PINJAMAN DAN SIMPANAN

PANDUAN ESTIMASI PENGHAPUSAN PIUTANG

BANK MITSUI ATURAN INTERNAL

Tempat ini…

BANK MITSUI

Ini bank.

Pria itu…

Kalian akan menginterogasiku?

Dengarkan aku.

Aku tak membunuh siapa pun. Aku bisa menjelaskan semuanya.

Beberapa orang gila memerintahkan kami untuk saling membunuh.

Kami diancam dibunuh jika kabur.

Beri aku perlindungan polisi.

Aku mohon. Lindungi aku dari Kodoku…

Ada apa ini?

Tunggu! Jangan, tunggu…

Jadi, mayat 108 ada di sini?

Siap, Pak.

Tampaknya, ada tikus yang menyelinap masuk.

Siapa di sana?

Takayama dari Divisi Empat Biro Kepolisian.

Aku tak ingat memiliki bawahan dengan nama itu.

Ternyata, kau dari Biro Kepolisian juga…

Jangan berbohong.

Kyojin Tsuge.

Kau sungguh berpikir bisa kabur?

Kemarilah.

Jangan buang waktu dan tunjukkan dirimu.

Kokushu Saga.

Hanjiro Nakamura.

Sekarang, panggil aku Sakura.

Aku melihat bagaimana Ando ditebas di Kuil Tenryuji.

Aku curiga itu perbuatanmu.

Aku diam-diam mendukungmu.

Aku kira kau mati hari itu.

Hidup ini

ternyata tak terduga, bukan?

Aku…

Selalu mengagumimu.

Beri tahu aku satu hal.

Apa tujuan kalian semua?

Aku tak bisa menjawabnya.

Saat dua teman lama bertemu kembali, mereka berbagi minuman bersama…

Atau saling membunuh.

Hanya ada satu pilihan.

Analisis kami menunjukkan bahwa lokasi tempat mereka mengirim telegram bersandi

adalah Kantor Telegraf Nihonbashi.

Jadi, kami melacak orang yang menerima telegram tersebut

dan mencari tahu tujuannya.

Ke mana?

Tujuan akhir telegram itu adalah…

Biro Kepolisian Kementerian Dalam Negeri.

Tuan-Tuan. Maaf membuat kalian menunggu.

Kami sudah menunggu, Pak.

Cukup memakan waktu rupanya, Pak Penyelenggara.

Benar.

Pak Menteri.

Aku tak yakin harus mengatakan ini…

Ada apa?

Apa kita sungguh bisa memercayai Kawaji?

Sekali lagi, aku ingin berterima kasih karena kalian menyetujui permainan ini.

Ini semua demi kebaikan negara ini.

Jika masalahnya adalah uang, tak perlu ragu.

Terima kasih banyak.

Membasmi hantu-hantu ini adalah proyek besar bagi bangsa kita.

Jangan sampai tujuan yang mulai ini gagal.

Mari kita menjadi orang-orang yang memenuhi tugas ini.

Demi masa depan negara ini.

70 PESERTA TERSISA

Terjemahan subtitle oleh Nola Mardiana

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.