Afrikaans
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SETELAH 950 TAHUN SEJAK KEMUNCULAN SAMURAI PERTAMA
DENGAN SATU PERTEMPURAN,
MEREKA HILANG DARI SEJARAH
Serang!
Serang!
Perang berakhir!
Serukan teriakan kemenangan!
Kirim sinyal asap!
Apa itu tadi?
Apa yang terjadi?
Hentikan! Perang sudah berakhir!
Perang berakhir! Hentikan serangan!
Berhenti…
Hentikan!
Berhenti!
Shino.
- Biar aku gantikan. - Maaf aku membangunkanmu.
Toya, ambilkan handuk.
Baik.
Ini.
Ayah…
Sakit.
Rin.
Tidak apa-apa. Kau akan segera sembuh.
Maaf. Aku sudah berusaha agar tak tertular.
Jangan menyalahkan dirimu.
Terima kasih.
FUCHU, KANAGAWA
Hentikan!
Perang berakhir!
Berhenti!
SEPULUH TAHUN SEJAK PERANG BOSHIN
DI BAWAH KEBIJAKAN MODERNISASI PEMERINTAHAN BARU,
SAMURAI MENJADI "SHIZOKU",
HAK ISTIMEWA DAN PEKERJAAN MEREKA DILUCUTI
SEMENTARA ITU, BANYAK NYAWA MELAYANG
AKIBAT PENYEBARAN WABAH KOLERA YANG MELUAS
Ibu!
Pak Saga.
Kau terus membawakanku barang tak berguna. Aku harus apa dengan semua barang ini?
Maafkan aku, tapi tolong…
Jangan lakukan ini kepadaku.
Sudah dua tahun sejak Dekret Penghapusan Pedang disahkan.
Kau tahu hari-hari pedang berjaya sudah lama berlalu.
Pak Saga, jangan mempersulit situasi.
Berapa pun boleh.
Setelah kolera berlalu, aku bersumpah akan membalas kebaikanmu.
Jadi…
Aku mohon.
Shino dan Rin…
Apa sakitnya parah?
Ambilkan gula dan garam untuknya.
Tentu.
Aku tak butuh pedangmu.
Bawa kembali.
Terima kasih.
Zaman sudah gila.
Kenapa bisa jadi seperti ini?
Itu tak ada kemarin.
PEGADAIAN
Katanya di Kyoto.
"Kesempatan memenangkan 100.000 yen."
- Seratus ribu yen? - Omong kosong.
Apa itu sungguhan?
Mustahil turnamen bela diri akan membayar 100.000 yen.
Tetap saja, 100.000 yen?
Sepuluh generasi bisa hidup dalam kemewahan.
Turnamen seni bela diri, ya?
- Hei, berikan. - Aku juga.
DICARI PESERTA BERKUMPUL DI KUIL TENRYUJI DI KYOTO
"Mereka yang unggul dalam seni bela diri."
"Kuil Tenryuji."
"Hadiah
seratus ribu yen."
Ini bukan turnamen bela diri biasa.
Aku penasaran.
Hei!
Apa yang terjadi?
Ada apa?
- Dilarang berkumpul! - Hei, apa ini?
Apa kami bisa memenangkan 100.000 yen?
Bagaimana caranya?
- Bukan urusan kalian. - Serahkan.
Mengambil tanpa izin juga salah!
Rin!
Rin!
Rin!
- Rin! - Rin!
Rin!
Rin!
Ayah…
Aku tak bisa…
Melindungi Ibu dan Toya.
Maafkan aku.
Rin!
Rin!
Rin…
Rin…
Maafkan aku.
BERKUMPUL DI KUIL TENRYUJI DI KYOTO PADA TENGAH MALAM TANGGAL 5 MEI
Shujiro?
Shino.
Maaf, aku harus pergi sebentar.
Aku menemukan pekerjaan dengan bayaran bagus.
Jika mendapatkan uang ini, aku bisa menyelamatkanmu
dan seluruh warga desa.
Apa kau akan menghunus pedangmu lagi?
Tidak akan.
Jangan cemas.
Jaga dirimu.
Aku berjanji akan kembali.
Aku tahu.
KYOTO
Selamat datang!
Silakan beli bunganya!
Silakan beli bunganya!
- Silakan beli bunganya! - Belilah selagi masih ada!
Berita dalam surat kabar itu malam ini?
Ya. Kudengar, itu bagian dari perburuan pedang pemerintah.
Ada apa? Apa kita bisa menonton?
Itu berbahaya. Jangan mendekati Kuil Tenryuji hari ini.
Kenapa tak boleh?
Itu berbahaya.
Selamat datang.
Silakan masuk.
Tuan Saga?
Yahei, lama tak berjumpa.
Sudah terlalu lama.
Apakah…
Kau juga?
Apa ada orang lain sepertiku?
Ya.
Kami kedatangan beberapa tamu dengan tujuan serupa.
Kau tahu sesuatu soal ini?
Mereka yang selamat dari pasukan syogun lama
mengumpulkan rekan dan membalas dendam.
Tapi itu hanya rumor. Aku tak yakin.
Begitu rupanya.
Tuan Saga, bolehkah aku masuk?
Silakan.
Apa kau akan pergi?
Ya.
Kyoto malam ini,
entah kenapa terasa berbeda.
Sama seperti saat itu…
Bau darah memenuhi udara.
Waspadalah.
KUIL TENRYUJI
Ada yang datang.
Apa itu pedang?
Kau datang untuk ikut serta?
Buka pintunya.
Silakan masuk.
Sungguh kacau.
Mereka dibutakan oleh kekayaan.
Mereka mungkin mulai bertarung bahkan sebelum ini dimulai.
Maafkan aku.
Aku terlalu banyak bicara saat merasa gugup.
Aku mantan samurai dari wilayah Kaga. Kouemon Tachikawa.
Wilayah Kaga?
Beritanya sampai ke Kanazawa?
Aku mencari tahu tentang itu hari ini.
Tampaknya, berita tersebar sampai pelosok, dari Hokkaido sampai Ryukyu.
Melakukan upaya yang begitu besar…
Mungkin hadiah 100.000 yen itu memang benar.
Sudah waktunya.
Sekarang, mari kita mulai.
Pertama-tama, terima kasih telah bersedia datang ke sini hari ini.
Namaku adalah Enju.
Mulai sekarang,
kalian akan menguji pikiran, keterampilan, dan tubuh
untuk melakukan sebuah permainan.
Kalian mungkin akan meragukan hadiah besar dari sebuah permainan.
Kalian mungkin penasaran apakah uang sebanyak 100.000 yen itu benar-benar ada.
Guci apa itu?
Dengan emas sebanyak ini,
kalian bisa hidup mewah selama satu dekade.
Tapi jumlah yang akan kalian menangkan,
jauh melampaui ini.
Namun, bagaimana kalian bisa mendapatkan itu?
Sebentar.
Masalahnya,
setelah kalian mendengar caranya,
kalian tak bisa mundur dari permainan apa pun alasannya.
Apa maksudmu?
Sekarang, aku akan menghitung mundur dari 30.
Jika kalian mengurungkan minat,
silakan pergi sebelum aku selesai berhitung.
Tiga puluh.
Dua puluh sembilan.
Dua puluh delapan.
Dua puluh tujuh.
- Aku ikut! - Dua puluh enam.
Dua puluh lima.
Cukup.
Tetap di tempat.
Aku Ando dari Divisi Empat, Kepolisian Prefektur Kyoto.
An-Jin Sang Angin Kencang.
Divisi Empat?
Tapi karena kau berdiri di sini, kau juga peserta.
Tampaknya, kau tak tahu siapa aku.
Tentu aku mengenalimu, An-Jin Sang Angin Kencang.
Jika kau lahir lebih awal,
para pembunuh dan Shinsengumi tak akan punya kesempatan.
Itu berdasarkan pernyataanmu.
Itu memang benar.
Kalian ditangkap atas pelanggaran dekret.
Jangan terlalu serius. Ini hanya permainan.
Siapa penyelenggaranya? Di mana mereka?
Entahlah.
Angkat tanganmu. Atau aku akan menebasmu.
Jadi, kau tak akan ikut serta?
Sayang sekali.
Cukup.
Hadirin sekalian, maaf atas gangguannya.
Baiklah,
aku akan melanjutkan berhitung.
Dua puluh empat.
Dua puluh tiga.
Dua puluh dua.
- Aku pasti ikut. - Dua puluh satu.
- Ini buruk. - Dua puluh.
Sembilan belas.
- Kau tetap di sini? - Delapan belas.
- Aku tak sanggup! - Tujuh belas.
- Jangan menyerah sekarang! - Enam belas.
- Aku akan bermain! - Lima belas.
Aku juga!
- Empat belas. - Jika menyerah dan pulang…
- Tiga belas. - Ini demi uang!
Dua belas.
Sebelas.
Sepuluh.
- Sembilan. - Aku tak mau mati!
Delapan.
Tujuh.
Enam.
Lima.
Empat.
Tiga, dua, satu.
Luar biasa.
Keberanian kalian sungguh mengagumkan.
PETA JALAN TOKAIDO KUIL TENRYUJI
Kalian akan ikut serta dalam permainan yang disebut
"Kodoku."
Dan setiap permainan memiliki aturan.
Tulis namamu di sini.
Tulis namamu.
Aku akan menjelaskan detail aturannya.
Kenakan ini di lehermu.
Aturan pertama.
Tempat tujuan kalian adalah Tokyo.
Aturan kedua.
Ini gerbang utama Kuil Tenryuji.
Seki, Provinsi Ise.
Chiryu, Provinsi Mikawa.
Hamamatsu, Provinsi Totoumi.
Shimada, Provinsi Suruga.
Hakone, Provinsi Sagami.
Shinagawa, Provinsi Musashi.
Kalian harus melewati tujuh pos pemeriksaan ini.
Tulis namamu.
Kenakan tanda kayu ini.
Aturan ketiga.
Jika kalian tak punya cukup poin,
kalian tak bisa melanjutkan ke kota berikutnya.
108
Aturan keempat.
Dilarang membicarakan tentang permainan ini pada siapa pun.
Aturan kelima.
Kalian harus tiba di Tokyo
paling lambat tanggal 5 Juni.
Aturan keenam.
Dilarang mundur dari permainan.
Jika tanda kayu kalian terlepas selama sepuluh hitungan,
kalian akan dianggap mengundurkan diri.
Aturan ketujuh.
Bagi yang melanggar aturan…
Keluarkan aku!
Sepuluh.
Sembilan.
Delapan.
Tujuh.
Enam.
Lima.
- Empat. - Buka gerbangnya!
Tiga.
Dua.
Satu.
Aturan ketujuh.
Bagi yang melanggar aturan
akan diberi hukuman setimpal.
Ini gila.
Tidak ada yang bilang kami akan terbunuh!
Harap tenang!
Bukankah aku sudah memastikan niat kalian untuk ikut serta?
Kalian semua
yang memilih untuk ikut serta atas kemauan sendiri.
Demi memenangkan 100.000 yen.
Sekali lagi, 292 orang berkumpul di sini hari ini.
Setiap orang telah diberi tanda kayu yang bernilai satu poin.
Berarti masing-masing sudah punya satu poin.
Untuk melewati Kuil Tenryuji, kalian butuh setidaknya dua poin.
Untuk mencapai pos pemeriksaan terakhir, Tokyo,
dibutuhkan 30 poin.
Jadi, bagaimana cara mendapatkan poin?
Sepertinya, beberapa dari kalian sudah mengerti.
Tidak mungkin. Apa dia serius?
Gunakan cara apa pun.
Bertarunglah dan kumpulkan tanda kayu.
Aku melihat banyak di antara kalian yang selamat
dari era pergolakan sebagai samurai.
Orang seperti kalian memang layak untuk mendapatkan kekayaan ini.
Jadi, aku meminta kalian menunjukkan
kebanggaan dan kekuatan samurai.
Hei, apa kau mau bekerja sama?
Beberapa dari mereka datang bersama teman-teman mereka.
Lebih baik daripada sendirian, bukan?
Lagi pula, aku cukup mahir menggunakan pedang.
Setelah hitungan kesepuluh,
permainan akan dimulai.
Kenapa ada anak kecil di sini?
Sepuluh.
Sembilan.
Delapan.
Tujuh.
Enam.
Lima.
Empat.
Tiga.
Dua.
Satu.
Aku akan menunggu kalian di Tokyo.
Atau lebih tepatnya…
Di kota yang telah lama menghilang,
aku menunggu kalian di Edo.
Permainan dimulai!
Maju!
Aku dapat satu poin.
Matilah!
Matilah!
Sakura.
Apa ini membuatmu terkenang
akan masa lalu?
Tidak.
Selamat.
Tunjukkan tanda kayumu.
Ukyo Kikuomi.
Kau yang pertama.
Tidak heran mereka memanggilmu Dewa Pelindung Bangsawan Istana.
Apa gunanya semua ini…
Aku akan menunggumu di Tokyo.
Cocok.
Kalau begitu,
semoga perjalananmu lancar.
Ayah!
Aku… Terima kasih, Pak.
Apa kau berniat bertahan?
Aku ingin hidup.
Aku ingin hidup untuk menyelamatkan ibuku.
Aku akan menjagamu sampai kita keluar.
Tetaplah di sisiku.
Baik.
Dia bersama anak-anak! Berhenti di situ!
Ayo.
Aku dapat satu!
Di sana!
Aku dapat!
Kembalikan!
- Dapat! - Berikan kepadaku!
- Sepuluh. - Berikan!
Sembilan.
Delapan.
Tujuh.
Enam.
Kembalikan!
Lima.
Empat.
Tiga.
Dua.
Satu.
120
Pegangan.
Itu tanda kayuku!
Pegangan!
Kembalikan!
Ayo pergi.
Ternyata bukan kau juga.
Permisi.
Ada satu peserta yang berhasil lolos.
Nomor 19,
Ukyo Kikuomi.
Dia benar-benar sesuai dengan namanya, "Dewa Pelindung Bangsawan Istana".
"Mantan" Dewa, tepatnya.
Tampaknya, hidupnya berat.
Ilmu pedangnya tetap mengesankan.
Benar-benar pertunjukan yang layak ditonton.
Tapi permainan ini baru saja dimulai.
Hiburan sesungguhnya baru akan dimulai.
Siapa namamu?
Futaba Katsuki. Nama bapak siapa?
Shujiro Saga.
Apa?
Kini kau hanya perlu sampai ke gerbang.
Bagaimana dengan tanda kayumu?
Hei, tenang saja.
Aku tak berniat melawanmu.
Biarkan aku mengambil ini.
Jangan menyerangku tiba-tiba.
Ini. Ambil.
Apa yang kau inginkan?
Kenapa kau ragu-ragu?
Kokushu si Pembunuh Manusia.
Gangguan psikologis?
Insomnia. Jantung berdebar. Tangan gemetar…
Banyak yang menjadi gila setelah Perang Boshin.
Tapi jika kau berencana untuk bertahan dengan gadis itu,
kau sebaiknya mulai membunuh.
Tapi itu keputusanmu.
Tunggu.
Terima kasih banyak.
Bertahanlah. Aku mendukungmu.
Kita langsung ke gerbang.
Baik.
Kau pergi lebih dahulu. Cepat!
Pergi!
Dasar bajingan.
Bajingan!
Selamat.
Tunjukkan tanda kayumu.
Terima kasih atas bantuannya.
Kita akan ke penginapan temanku. Tetap waspada.
Cocok.
Semoga perjalananmu lancar.
Hujan mulai turun.
Benar sekali.
Nomor 108, Shujiro Saga,
dan nomor 120, Futaba Katsuki, berhasil lolos.
Shujiro Saga,
Kokushu si Pembunuh Manusia, ya?
Dengan seorang anak di belakangnya.
Sekarang, ini semakin menarik!
Bisa minta waktunya sebentar, Tuan-Tuan?
Ada apa? Situasi baru mulai memanas.
Surat dari penyelenggara telah tiba.
Izinkan aku membacakannya.
"Aku berterima kasih kepada kalian semua yang menyetujui Kodoku ini."
Para samurai
hanya mampu mengayunkan pedang.
Mereka salah mengartikan
hak istimewa sebagai kekuatan.
Mereka tetap buta terhadap kenyataan bahwa dunia terus berjalan tanpa mereka.
Mereka menyia-nyiakan hidup sebagai orang bodoh yang kehilangan arah.
Sekarang,
mari kita nikmati permainan ini dan mari enyahkan
"hantu-hantu yang masih menyebut diri mereka samurai."
Berhenti!
Lama tak berjumpa,
Kokushu.
Bukotsu Kanjiya.
Sudah sepuluh tahun, ya?
Aku ingin bertemu denganmu selama ini.
Aku yakin kita akan bertemu jika aku ke sini.
Ayo maju…
Kokushu si Pembunuh Manusia!
128 PESERTA TERSISA
Terjemahan subtitle oleh Nola Mardiana
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.