Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ini kisah nyata
Jade, aku butuh kau untuk mulai bersihkan kamar mandi.
Joslyn, tolong keluarkan semua telur, adonan, patty dan McMuffin dari freezer, ya?
Nanti aku bantu setelah menyalakan semuanya.
Selamat pagi, tim.
Tidak.
Jangan takut.
Lakukan saja apa yang kukatakan, tak ada yang terluka, ya?
Tidak, lihat.
Kuarahkan ke bawah.
Sekarang, aku akan bilang dengan sopan
dan ceria, โSelamat pagi,โ lalu kalian jawab, ya?
Selamat pagi.
Tidak... Duane, setelah aku bilang.
Begitu caranya. Paham?
Sekarang, selamat pagi, tim.
Selamat pagi.
Ya. Sempurna.
Aku bilang apa yang harus dilakukan, kalian lakukan. Baik.
Sekarang pakai lagi mantel kalian.
Duane, ambil mantelmu.
Ambil mantelmu.
Aku tidak punya, Pak.
Kau tidak punya mantel? Bagaimana bisa?
Aku hanya lupa.
Ya sudah, berarti kau harus tahan dingin hari ini.
Baik, ayo.
Silakan duluan. Wanita dulu.
Sekarang dengarkan aku.
Kalian tidak akan mati di sini.
Begitu aku keluar dari sini, aku akan hubungi polisi
dan mereka akan lepaskan kalian.
Mungkin kalian malah libur hari ini.
Jangan, jangan.
Jangan lihat aku begitu.
Duane, hentikan.
Ini salahmu.
Dingin.
Kau serius?
Sial.
Entah orang bodoh mana yang datang kerja tanpa mantel.
Nah? Puas sekarang?
Telingaku dingin.
Ini bagian cerita di mana aku harap kau bertanya
bagaimana orang sebaik aku bisa jadi penjahat.
Halo?
Ini nyala?
Halo?
Sial!
Ayo, Duane.
Selamat pagi. Selamat datang di McDonald's.
Akan kutahan sebentar, ya.
Apa-apaan, Duane?
Bukan salah orang tuaku.
Masa kecilku baik-baik saja.
Aku hanya tak pandai di sekolah atau bersikap baik.
Tapi aku pandai dalam hal-hal yang sangat berguna bagi militer.
Tapi setelah keluar,
aku tak tahu harus ke mana atau melakukan apa
atau bagaimana memberi anakku apa yang dimiliki anak lain.
Jadi aku membuat pilihan buruk yang menghapus pilihan lain.
Dan semua itu dimulai dua tahun lalu
di pesta ulang tahun putriku yang keenam.
Ayo, buat permintaan besar.
Sekali lagi.
Sudah buat permintaan? Apa yang kau inginkan?
Sepeda./ Sepeda?
Entahlah, mungkin sepeda tak muat di kotak ini, bukalah.
Aku akan menantangmu balapan. Ya.
Bagaimana menurutmu?
Keren, 'kan? Itu set Erector lamaku.
Ayo kita buka.
Ada 200 bagian di sini.
Tidak!
Lihat, ada mesin, roda gigi, katrol, roda, lampu, saklar.
Kita bisa buat hampir apa saja dengan ini.
Apa pun yang kau bayangkan, kita bisa buat, ya?
Kau dan aku. Bagaimana?
Bisa buat sepeda dengan itu?
Bisa.
Bisa.
Tidak kusangka teman lamaku dari pasukan 82 tak mampu beli sepeda.
Lalu, ceritakan kenapa kau bisa sukses?
Begini saja.
Minggu ini aku bantu dua orang Jepang dapat paspor.
Lima ribu per orang.
Lima ribu untuk paspor palsu?
Bukan, paspor asli./ Bung...
Bisa aku bantu?
Tentu tidak. Kau tak bisa bantu apa pun.
Kau gila?
Kau tak bantu aku lakukan apa pun.
Aku tak butuh bantuanmu.
Lagi pula, kita tahu melakukan hal dengan benar bukan kelebihanmu.
Terserah. Itu...
Baiklah, lalu katakan, apa kelebihanku?
Coba cerahkan aku, Buddha.
Berapa laju aliran pada selang itu?
12 galon per menit.
Berapa rumah di jalan ini?
Dua puluh delapan.
Dari semua itu, berapa yang punya cerobong?
Garasi?
Berapa yang pakai pompa panas bukan AC biasa?
Kau mau aku jual sistem HVAC atau apa?
Bukan, bung. Aku mau tunjukkan sesuatu.
Kalau begitu langsung saja.
Pengamatan.
Detail.
Kau lihat hal yang orang lain tak lihat.
Seolah kau punya penglihatan tembus pandang.
Kau pikir mereka mengirimmu ke Amerika Tengah karena kau penembak jitu?
Kau pikir begitu? Tidak...
Mereka mengirimmu karena cara pandangmu.
Andai aku punya otak sepertimu,
aku pasti sudah menguasai dunia.
Kau orang paling pintar yang juga paling bodoh yang pernah kukenal.
Gila.
Kau bisa hentikan isi kolam itu sekarang.
Tak ada yang mau berenang di situ.
Airnya terlalu dingin.
Jadi, Mama pasti ingin tahu
bagaimana pestanya, dan, ya, kami sudah berusaha sebaiknya.
Menurutmu bagaimana?
Mungkin sebaiknya tak usah sebut soal kolam.
Yang penting sudah mencoba, 'kan?
Mama!
Hai, gadis ulang tahun.
Bagaimana pestanya?
Semua sudah berusaha sebaiknya.
Kau siap untuk pesta satunya lagi?
Hai.
Apa kabar?
Hei, boleh aku bicara sebentar?
Sebentar saja, sungguh.
Aku tahu beberapa bulan ini tidak mudah,
dan kita tak punya apa yang benar-benar dibutuhkan,
dan itu salahku. Aku mengakuinya.
Ya? Tapi kurasa sekarang aku tahu solusinya.
Aku cuma harus gunakan kekuatan superku dan
fokuskan otakku pada tujuanku./ Kekuatan supermu?
Kekuatan supermu?/ Ya.
Aku tak bisa begini lagi, Jeff./ Dengar. Tidak.
Aku selesai./ Tolong, jangan begitu.
Selamat tinggal.
Baiklah, si kepala pisang.
Ucapkan selamat tinggal.
Sayang Ayah!
Tunggu!
Aku tak menyalahkannya karena menertawakanku.
Karena menganggapku lelucon.
Tapi ada hal-hal yang tak dia ketahui tentangku.
Hal-hal yang tak lucu.
Steve tahu apa yang bisa kulakukan.
Aku memang melihat hal-hal yang orang lain tak lihat.
Seperti sekarang, aku lihat anak itu memanjat tangga,
dan aku tahu di bawah atap tipis itu
ada mesin yang mengubah daging sapi cincang dan kentang jadi uang.
Dengan ruang makan yang sama,
penggorengan yang sama dengan lampu merah berkedip,
mesin pembuat shake yang sama dengan dua rasa yang sama,
dan brankas yang sama berisi uang burger akhir pekan
yang tak akan ada yang periksa.
Mereka buka brankas itu pada waktu yang sama
setiap Senin pagi di semua McDonald's.
Hai. Selamat datang di McDonald's.
Sudah tahu mau pesan apa?
Ya.
Ya, aku sudah tahu.
Terima kasih.
Ada lebih dari 10.000
McDonald's yang hampir identik di seluruh Amerika Serikat.
Pertanyaannya: Berapa yang harus kau rampok
agar bisa beli rumah sungguhan,
membelikan anak barang bagus dan memenangkan keluargamu kembali?
Ternyata, jawabannya 45.
Roofman beraksi lagi,
melubangi atap McDonald's
di sudut Madison dan Jewell, Fayetteville.
Bisa dibayangkan, itu pengalaman menakutkan.
Dia masuk, mengurung kami di freezer,
dan memberiku jaketnya.
Dia memberimu jaketnya?/ Ya.
Ya, dia tak ingin aku kedinginan.
Dia sebenarnya sangat baik.
Polisi yakin pelakunya sama
yang meneror komunitas lokal
dengan 45 insiden tahun ini saja
Kami punya sketsa Roofman.
Dia selalu memakai topeng.
Tingginya sekitar 190 sentimeter dengan tubuh atletis.
Apa?/ Roofman juga menyerang
Burger King, Kentucky Fried Chicken...
TV-mu bagus, Jeff.
Besar juga.
Bagaimana kau bisa beli barang seperti itu?
Ada 15 anak lapar di luar sana yang sudah tak sabar menunggu kue.
Kita harus pergi.
...semua insiden berani ini...
Kita harus pergi./ Tunggu sebentar.
Kita harus pergi sekarang./ Biar kulihat...
Kalau dia tak dapat hadiahnya sekarang juga dia akan marah.
Aku ingin tahu apa yang terjadi dengan tersangkanya. Boleh?
Baiklah./ Kenapa kau matikan?
Tunggu. Jangan dulu...
Ayo.
Cepatlah.
Astaga.
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun, bandida
Selamat ulang tahun.
Ayo!
Baiklah.
Tarik napas dalam, buat permohonan. Ayo.
Baiklah, tahun ini kita mulai dari yang ini dulu.
Hal besar dalam kotak kecil.
Apa ini?
Pembuka pintu garasi?
Kenapa kau beri aku pembuka pintu garasi?
Entahlah. Aku tak tahu di mana lagi harus menaruh...
macan bertaring tajam itu, jadi...
Tak mungkin aku taruh di dapur, 'kan?
Jadi, di mana itu?
Ayah yang terbaik di dunia!
Sekarang, ayo naiklah.
Aku suka sekali.
Apa kabar?
Kami mencari Jeffrey Manchester.
Ini soal registrasi?
Ya, ada di sini. Tunggu sebentar.
Berhenti.
Kau ditangkap!
Diam! Kau ditangkap!
Tn. Manchester, berdirilah.
Negara telah membuktikan tanpa keraguan
bahwa kau melakukan perampokan bersenjata.
Aku ingin mempertimbangkan
jasamu bagi negara sebagai anggota militer,
dan dampak bagi anak-anakmu yang kehilangan ayah.
Aku tahu kau menipu semua orang
dengan berpura-pura baik, tapi aku tahu kau berbahaya.
Meski kau hanya diadili untuk satu perampokan,
kami tahu kau telah melakukan banyak lagi.
Dan pihak jaksa meminta
agar aku menambahkan satu dakwaan penculikan berat
untuk setiap korban yang kau kunci di freezer.
Catatan menyatakan bahwa pada 4 Februari 2004,
kau dijatuhi hukuman 180 bulan
untuk masing-masing dari tiga korban,
dengan total 540 bulan atau 45 tahun
di Departemen Koreksi North Carolina.
Tn. Sheriff, dia dalam tahanan Anda.
Sidang selesai.
Hai, Ayah.
Aku sangat merindukan Ayah.
Ayah juga. Ayah rindu sekali padamu.
Hei, kau sudah terima surat dengan gambar rumah besar itu?
Belum.
Mungkin belum sampai. Tanya Mama.
Kata Mama, semua suratnya disimpan.
Nanti kalau aku sudah besar, aku bisa membacanya.
Tidak, itu tidak benar.
Surat-surat itu untuk sekarang.
Bilang padanya kita harus memutus sambungan.
Mereka bilang kami harus memutus sambungan.
Tidak, kita tidak akan memutusnya.
Siapa yang bilang begitu?
Kami ikut pertemuan keluarga dengan ayah di penjara.
Baiklah, itu bagus.
Bagus sekali. Apa yang mereka katakan di sana?
Katanya bukan salahku, tapi salah Ayah.
Dan aku harus melepaskan Ayah,
karena Ayah takkan pulang, meski Ayah bilang akan pulang.
Dengar, bagian terakhir itu salah besar.
Waktu bicaramu tersisa 60 detik.
Bisa panggil ibumu sebentar?
Ayah ingin bicara pada Ibu.
Tidak. Bilang padanya kau harus tutup telepon.
Gary akan bantu kau mengerjakan PR.
Ibu tidak mau bicara dengan Ayah.
Kata Mama, aku harus tutup dan kerjakan PR.
Gary yang akan bantu aku.
Gary? Siapa Gary?
Teman Mama.
Jadi Mama punya teman baru bernama Gary.
Bagus juga.
Tak apa, Sayang. Kau boleh bilang padanya.
Baiklah, Ayah akan meneleponmu besok di jam yang sama, seperti biasanya, ya?
Mereka bilang tak boleh menelepon lagi.
Tidak. Siapa yang bilang begitu? Tidak.
Tutup teleponnya.
Tak apa, Becky.
Kau boleh tutup sekarang./ Tutup?
Itu Gary? Suruh dia bicara sekarang juga.
Tutup. Tutup.
Suruh Gary atau ibumu bicara sekarang, Becky, dengar?
Aku harus tutup./ Hei.
Dengar Ayah akan pulang.
Bilang pada saudaramu, Ayah akan pulang.
Dan kita tak bilang selamat tinggal, karena selamat tinggal artinya pergi,
dan pergi berarti melupakan, dan kita...
Kita... Halo?
Halo?
Becky?
Kenapa kau masih memikirkan mereka?
Kau harus merelakannya.
Tak ada yang bisa keluar dari sini.
Buang jauh pikiran itu.
Setiap narapidana menginginkan hal yang sama:
keluar dari penjara.
Dan mereka pikir jalan keluarnya lewat tembok atau pagar.
Tapi para penjaga sudah mengawasinya.
Jalan keluar dari penjara adalah lewat orang-orangnya.
Penjara hanyalah bangunan lain
penuh sistem dan rutinitas.
Ikuti rutinitas, maka para penjaga tidak curiga.
Jika kau cukup ramah, jika kau berguna,
mereka lupa kau di sana karena alasan tertentu.
Dan saat mereka berhenti mengawasi,
kau bisa mulai mengawasi mereka.
Kau cium itu?
Bau seperti bocor.
Coba kau periksa buatku.
Ya, Pak./ Lihat apakah ada yang bocor.
Ya.
Belum terlalu parah.
Entahlah, kurasa masih bisa membawamu kembali.
Baiklah. Keluarlah./ Baik.
Ya, sebaiknya bilang ke bagian perawatanmu.
Kau mungkin butuh gasket baru.
Terima kasih, kawan./ Ya, Pak.
Semoga harimu baik./ Kau juga.
Ya. Lurus ke belakang.
Dua kotak./ Ya.
Dua bangku./ Ya, Pak.
Baiklah.
Tutup.
Semua sudah beres, Tn. Cummings./ Terima kasih, bung.
Hei, baunya seperti sudah beres.
Kerja bagus.
Baiklah, hati-hati di jalan./ Ya, semoga harimu baik.
Ya ampun.
Ya.
Ya, kayuh.
Halo?
Steve. Ini aku.
Jeff, kenapa kau meneleponku?
Namamu tersebar di berita.
Aku harus keluar dari negara ini.
Kupikir, ke Brasil atau Venezuela.
Negara pantai tanpa ekstradisi.
Astaga, kau terdengar gila.
Aku tahu. Maaf.
Jangan lakukan hal bodoh, seperti menemui keluargamu.
Sembunyilah, paham? Baik. Aku sembunyi.
Jangan menelepon lagi selama sebulan.
Baik, aku akan meneleponmu sebulan lagi.
Dan jangan hubungi ponselku lagi.
Kau paham? Baik.
Steve?
Steve...
Kau./ Banyak.
Banyak? Kita punya... Apa yang kau mau?
Monyet./ Monyet?
Tunggu dulu.
Kura-kura./ Kura-kura.
Dan kau mau apa?/ Permen.
Permen?
Kita punya banyak permen.
Pak, kami tutup sepuluh menit lagi.
Pak?/ Ya, tak masalah.
Kutangkap kau.
Nol, tiga, enam, lima, sembilan, delapan, dua.
Kamar mandi aman.
Perhatian, para pelanggan Toys "R" Us.
Toko kami akan tutup dalam lima menit.
Jadi, jika kau bukan mainan atau karyawan,
harap bawa belanjaanmu ke kasir depan.
Baik kau anak-anak, orang tua,
paman, atau teman yang ingin mewujudkan mimpi,
saatnya mengambil pilihanmu
dan temui kami di kasir depan.
Jika kau belum bisa memutuskan malam ini, jangan khawatir.
Kami janji akan tetap di sini besok,
asal kau janji tak akan pernah tumbuh dewasa.
Jeffrey Manchester, alias
Roofman, melarikan diri dari Penjara Brown Creek hari ini.
Malam ini, ia masih berada di luar sana.
Pihak berwenang menemukan bahwa Manchester,
yang menjalani hukuman 45 tahun karena perampokan bersenjata dan penculikan,
hilang sore ini saat pemeriksaan rutin.
Petugas tidak tahu cara
atau waktu pasti Manchester melarikan diri...
Mereka masih tak tahu bagaimana aku bisa keluar.
...tapi diduga ia masih berada di daerah Charlotte.
Tidak. Aku sudah jauh./ Kami yakin dia kabur
antara pukul 12:00 dan 4:00 sore tadi.
Ia orang yang sangat cerdas. Luar biasa pintar.
Mungkin selevel jenius.
Tapi juga benar-benar bodoh.
Kami percaya tersangka bisa bersenjata.
Dan dia punya sejarah berperilaku kasar.
Apa?/ Polisi meminta
jika melihat seseorang yang mirip Manchester,
harap hubungi pihak berwenang dan jangan mendekatinya.
PANDUAN CCTV
Baiklah.
Baik.
Ya.
Kata sandi: satu, dua, tiga, empat, lima, enam.
Ya.
Kebanyakan orang, saat kabur,
tertangkap dalam hitungan jam.
Mereka pergi sejauh mungkin secepat mungkin.
Dan itu tak pernah berhasil.
Rahasianya adalah berhenti.
Temukan tempat yang tak akan dicari orang.
Terkadang, tempat persembunyian terbaik ada di depan mata.
Tempat di mana orang terlalu sibuk untuk memperhatikanmu.
Jadi aku diam seperti tikus.
Tapi bukan saat malam.
Karena malam adalah milikku.
Pencarian terhadap Roofman memasuki hari ketiga.
Orang mudah bosan.
Setelah beberapa saat, mereka kehilangan minat.
Kupikir aku harus diam sekitar sebulan, kira-kira.
Masih belum ada petunjuk polisi soal keberadaan
napi buronan Jeffrey Manchester,
saat pencarian memasuki hari kedelapan.
Dulu, saat aku di Divisi 82,
aku pernah 30 hari di hutan,
bertahan hidup dari air hujan dan serangga.
Tubuhmu tak butuh banyak untuk bertahan.
Yang harus kau jaga adalah pikiranmu.
Jika kau bisa membayangkan tempat yang lebih baik,
kau bisa melewati apa pun.
Pilih saja tempat mana pun, asal bukan di sini.
Seperti pantai di tepi laut.
Tempat anak-anakmu bisa datang
saat semua orang telah melupakanmu.
Hampir dua minggu
sejak Jeffrey Manchester melarikan diri
dari Penjara Brown Creek.
Polisi memasang pos pemeriksaan,
karena khawatir Manchester masih di sekitar sini.
Sersan, saya dari Channel 6 News.
Jeffrey Manchester masih buron.
Apakah mungkin ia di Charlotte?
Mungkin dia terus bergerak,
tapi kami tak akan menyerah pada kemungkinan
dia masih bersembunyi di sini,
di Mecklenburg County.
Dan saat dia mencoba kabur, kami siap.
Semoga beruntung.
Satu pertanyaan singkat.
Ya.
Baik. Aku cuma ingin membicarakan jam kerjaku.
Aku butuh libur dua minggu sekali.
Aku bingung.
Kau baru saja memintaku memberimu pekerjaan,
dan sekarang kau minta waktu libur.
Kau tahu,
aku orang yang bekerja sama.../ Ya.
...tapi, aku juga seorang ibu.
Aku tahu.
Baik. Ya.../ Aku tahu.
Kau sudah mengingatkanku.
Aku bercerai enam bulan lalu, jadi...
sulit bagiku menyeimbangkan semuanya
antara pekerjaan, anak-anakku, dan mantanku.
Ayolah./ Masalah hak asuhnya begini:
Mereka, yah, satu akhir pekan dengannya, satu denganku.
Aku tak ingin membosankanmu dengan masalah pribadiku.
Bagus. Karena aku tidak mau bosan dengan masalah pribadimu.
Kalau ini masalah Toys "R" Us, baru aku tertarik.
Tapi masalah pribadi harus diselesaikan di waktu pribadi.
Terima kasih, Leigh. Aku harus kembali ke penggajian.
Kerja, kerja, kerja.
Senang bertemu denganmu.
Dasar bajingan./ Terima kasih, Mitch.
Baik.
Tidak bisa dipercaya.
Ya, kau memang bajingan yang tak bisa dipercaya.
Aku tahu kau seorang ibu. Kau sudah bilang sebelumnya.
Kartu ibu. Tak bisa dipercaya.
Tanda dolar, U,
C, C, E,
tanda dolar, tanda dolar.
Itu kata sandi paling bodoh yang pernah kudengar.
"$ucce$$."
Kami menemukan Leigh.
Sabtu.
Selamat tinggal.
Sekarang kau libur.
Voilร .
Berita dimulai sekarang.
Lebih dari 30.000 orang diperkirakan akan memadati kota.
...mencetuskan ide "Babe Wash."
Dan bikini memang menarik pelanggan.
Perayaan terbesar Empat Juli
terjadi di langit tepat di belakangku.
Orang mudah bosan dengan berita minggu lalu.
Tak lama kemudian, mereka bahkan lupa kenapa mengenal wajahmu.
Bahkan polisi kehilangan minat kecuali kau benar-benar membuat mereka marah.
Semua orang akhirnya melupakanmu.
Kecuali orang-orang yang benar-benar mencintaimu.
Aku tak bisa mendekati orang-orang yang kucintai sekarang tanpa menyakiti mereka.
Satu-satunya tempat di mana aku bisa melihat mereka lagi adalah di tempat lain...
dan waktu yang lain.
Langkah pertama adalah keluar dari sini...
untuk sampai ke sana.
Halo?
Hai.
Apakah aku bisa bicara dengan Steve?
Tolong?/ Maaf, ini siapa?
Ini temannya.
Maksudku, aku Oliver. Sepupunya.
Aku sedang... melakukan perjalanan kecil
perjalanan lintas negara dan
dia sudah menungguku. Aku seharusnya berkunjung.
Dia tak bilang apa pun soal kunjungan.
Dan aku tak tahu dia punya sepupu.
Mungkin dia lupa menyebutkannya.
Dengan siapa aku bicara?
Aku pacarnya.
Sebenarnya ini tentang apa?
Karena aku sedang sibuk sekarang, jadi...
Pacarnya, baiklah.
Bisa aku bicara dengan Steve sekarang?
Dia tidak di sini.
Baik, apakah aku harus menelepon lagi sekitar...
satu jam lagi?
Dia tidak akan kembali sampai 1 Desember.
Siapa yang pergi selama itu?
Dia di Afghanistan.
Dia tidak di Afghanistan.
Kami sudah kembali dari sana dua tahun lalu.
Dia mengambil kontrak enam bulan.
Dan dia memintaku menerima pesan untuknya.
Ada sesuatu yang ingin kau sampaikan
kalau dia menelepon?
Ya...
bilang padanya kalau Sepupu Oliver akan tinggal
dengan keluarga di sekitar sini sampai dia kembali
pada 1 Desember untuk pertemuan penting.
Baik, akan kusampaikan.
Dan, aku juga akan bertemu denganmu nanti, sepertinya.
Sepupu Oliver.
Dah.
Halo?
Berhenti menggelitikku. Tunggu sebentar.
Halo?
Gary itu gila.
Gary!
Siapa ini? Halo?
Gary!
Halo?/ Gary.
Siapa ini?
Ini Jeff, ya?
Kalau kau menelepon lagi, aku akan lapor polisi.
Kau dengar?
Kami sudah melupakanmu.
Kau juga harus melupakannya.
Jangan telepon lagi.
Geli rasanya.
Aduh, geli sekali.
Elmo ingin bermain.
Ayo bermain.
Aduh, geli sekali.
Elmo sayang padamu.
Elmo ingin bermain. Kau kesayangan Elmo.
Geli rasanya. Ayo bermain.
Elmo sayang padamu.
Aduh, geli sekali.
Ayo bermain.
Elmo sayang padamu.
Elmo suka huruf ABC...
Hai, Leigh./ Otee-Otee-Otis.
Hai.
Hai, Mitch.
Kau orang yang ingin kutemui.
Bagus.
Kau...
kau suka Peanut M&Ms, 'kan?
Ya./ Ya?
Ya.
Karena banyak yang hilang
Peanut M&Ms-nya. Kau tahu kenapa?
Tidak.
Ada apa?/ Tak ada apa-apa.
Kau tampak gugup./ Tidak.
Tidak.
Tidak?/ Tidak. Tidak mungkin.
Kau tak bisa bicara padanya seperti itu.
Baiklah. Kita kehilangan setengah lusin kotak di luar sana.
Dan kupikir...
pasti tersembunyi di suatu tempat.
Maafkan aku.
Ya ampun./ Dia tak boleh bicara begitu padamu.
Sekarang aku yang jahat.
Hei. Kau harus membela dirimu.
Kalau tidak, dia akan semakin menjadi-jadi.
Aku tak suka berkonflik, jadi...
Ya./ Baiklah, nanti kita latih.
Baik.
Dengar, Mitch, kau benar-benar membuat Otis sedih,
dan sebaiknya kau minta maaf.
Maafkan aku.
Itu awal yang baik.
Baik./ Kau tahu,
orang menghargai kebaikan pada seorang pemimpin.
Dengan pemikiran itu,
aku ingin mengundangmu ke gerejaku.
Gereja Crossroads.
Letaknya di seberang jalan raya.
Kau pernah ke sana?
Aku tidak terlalu suka gereja.
Baik, aku yang mengurus penggalangan mainan di sana,
dan aku berpikir, aku ini kerja di toko mainan,
tapi kau belum menyumbang satu mainan pun ke acara itu.
Kami menjual mainan di sini. Bukan memberikannya gratis.
Lalu bagaimana dengan mainan yang dikembalikan itu?
Masih bagus tapi tak bisa dijual.
Kita ini bisnis, Leigh.
Baiklah. Tapi kau tetap bisa datang.
Semua orang diterima.
Meski mereka jahat atau belum siap sepenuhnya.
Jadi, datanglah bawa kantong besar berisi mainan, atau tidak.
Kau tetap diterima.
Tapi kalau bawa mainan, kau bisa jadi orang baik sekali ini.
Tidak mau jadi orang baik?
Ayo, Mitch! Jadilah orang baik!
Baiklah.
PERJALANAN GRATIS KE SURGA DETAIL ADA DI DALAM
Itu sampah?
Kau mau aku buang?
Ini cuma mainan untuk...
Aku dengar ada penggalangan mainan.
Benar, lewat sini.
Tak apa, aku taruh di sini saja.
Aku tak mau jalan sejauh itu pakai sepatu hak tinggi ini.
Itu sangat baik darimu.
Ini dia.
Terima kasih.
Ini terlalu berat bagiku.
Bawa saja ke dalam.
Ayo, kutunjukkan tempat mainannya.
Kau mau kutaruh di mana?
Bawa saja ke dalam sini.
Ibadah akan segera dimulai.
Siapa pun yang merasa sendiri di luar sana...
mari ke sini.
Karena kau diterima di sini.
Kita semua pendosa di sini,
karena itu kadang aku meminta istriku bernyanyi lagu ini.
Di saat putus asa
Aku teringat hal baik yang telah kau lakukan
Meski kau tak di sini
Kadang aku bertanya
Adakah yang peduli?
Ya
Sulit jadi manusia
Dengan semua beban
Yang tampak di depan
Tapi entah kenapa
Aku tahu, aku tahu, aku tahu
Semuanya akan baik-baik saja
Hei, ya
Tapi entah kenapa aku tahu
Semuanya akan baik-baik saja
Hei, tapi entah kenapa aku tahu
Semuanya akan baik-baik saja
Haleluya.
Seseorang sangat lapar, ya?
Nafsu makan besar, ya?
Maaf./ Silakan.
Sudah lama aku tak makan seenak ini.
Bagus. Porsi besar untuk pria besar.
Ya./ Ya.
Kau tak boleh pergi diam-diam
tanpa menyapa pendeta dan istrinya.
Tentu./ Aturan gereja.
Tidak, tentu tidak. Aku tidak akan begitu.
Aku Eileen.
John. Zorin. John Zorin.
Ya, aku belum pernah melihatmu di sekitar sini.
Aku perhatikan kau tadi di barisan kursi.
Dari mana asalmu? Pendatang baru, ya?
Ya, aku...
Aku baru di tempat ini dan, yah, di semuanya juga.
Kau tahu, ini...
Semua ini benar-benar terasa...
Semuanya terasa baru bagiku.
Aku datang dari New York City.
Kota yang ramai pejalan kaki,
kalau boleh dibilang begitu.
Kota yang ramai pejalan kaki./ Ya, betul sekali.
Kau pasti sering mengganti sepatu, ya?
Semua orang begitu. Kau juga, 'kan?
Ya./ Ya ampun , kau...
Kakimu kecil sekali untuk tubuh sebesar itu.
Tidak, kakiku sebenarnya besar. Hanya saja, aku salah pakai sepatu.
Sepertinya ini ukuran sembilan untuk perempuan.
Dan maaf, aku biasanya tak pakai sneakers ke gereja.
Aku benar-benar minta maaf.
Aku ingin mengenalkanmu pada seseorang.
Aku ingin kenalkan kau pada Leigh Wainscott.
Dia yang mengurus penggalangan mainan di sini,
dan kudengar kau memberi sumbangan yang sangat besar.
Aku yakin dia ingin berterima kasih langsung.
Dia sedang sibuk, sepertinya, Eileen.
Sedang bicara serius dengan putrinya.
Sekarang?
Ya./ Ayo.
Baiklah./ Kau penyumbang besar.
Baik. Ya, tentu./ Ya, ayo.
Baik./ Leigh. Hei, Leigh.
Leigh. Hei, Leigh.
Kemari, sapa dulu tamu misterius kita.
Baik./ Ayo.
Ya./ Ya.
Ini Leigh, bintang kami.
Dia adalah tulang punggung
segala hal baik di gereja ini.
Dia urus kegiatan sosial, bagi-bagi makanan,
dan penggalangan mainan.
Aku tak tahu bagaimana dia sempat, tapi dia bisa.
Dan ini John...
Zorin? Zorin dari New York.
New York.
Jauh juga dari sini. Ya, lumayan.
Jadi, John ini menyumbang banyak mainan.
Itu sangat baik darimu.
Datangnya juga di waktu yang pas.
Tidak, aku memang suka Natal dan ulang tahun,
dan waktu berbagi hadiah.
Entahlah.
Aku suka anak-anak./ Kau punya anak, John?
Kau punya keluarga, atau masih sendiri?
Aku baru resmi bercerai.
Turut bersedih, John.
Tidak semua pernikahan berjalan baik, ya?
Itu benar.
Tapi menjawab pertanyaanmu, aku punya anak.
Dua bocah laki-laki
dan satu gadis kecil yang jadi sahabatku.
Manis sekali./ Ya.
Tapi mereka di New York, sementara aku di sini bekerja.
Lalu, apa pekerjaanmu?
Aku bekerja untuk pemerintah,
tapi aku tak bisa bicara detailnya.
Itu rahasia dan semacamnya.
Baiklah, John Zorin dari New York, mata-mata kami dari New York.
Jangan! Jangan itu.
Tentu saja bukan itu. Tapi aku suka.
Baiklah.
Boleh kutanya, bisakah kami mengandalkanmu datang lagi Minggu depan?
Ya. Dan juga Rabu ini.
Ya./ Hari Rabu ada apa?
Aku mengadakan makan malam untuk para lajang,
dan minggu ini di Red Lobster.
Aku suka Red Lobster.
Bukan hanya seafood-nya. Biskuit kejunya itu...
Ya.
Kau akan datang?
Leigh?
Kau akan ikut di makan malam lajang pertama kami?
Aku tak pernah menganggap diriku seorang lajang,
tapi tentu, ya, aku akan datang.
Baik. Aku akan datang.
Hitung aku./ Baiklah.
Senang bertemu denganmu./ Terima kasih banyak.
Terima kasih sudah bergabung hari ini. Aku sangat menghargainya.
Aku lebih suka jadi John daripada jadi Jeff.
Sampai jumpa Rabu./ Rabu. Ya, Bu.
John orang yang baik.
Orang-orang menyukainya.
Leigh juga sepertinya menyukainya.
Tapi tak mungkin gadis seperti dia benar-benar jatuh cinta
pada pria yang memakai sepatu lari wanita dan kaus Spider-Man.
Selain itu, aku benar-benar butuh ke dokter gigi.
Hidup dari permen berat untuk gigi.
Selamat siang./ Apa kabar?
Baik, Pak. Kau sendiri?
Lihat berapa yang bisa kau beri untuk ini.
Bagaimana kalau sepuluh per satu? 300.
Ya, aku ambil 300.
Baik, kita sepakat./ Ya, Pak.
M.O.D. di nomor 29.
14 gigi berlubang. Banyak juga untuk orang dewasa.
Ya, maaf.
Aku memang agak...
secara alami suka yang manis,
dan aku punya banyak akses ke permen yang enak.
Hanya saja belum sempat.../ Bukalah mulutmu lebih lebar.
Lihat itu.
Halo.
Halo, nona-nona./ Hai!
Hai./ Hai.
Bagaimana semua?/ Baik.
Baik.
Kupikir ini sarapan siang untuk lajang,
bukan sarapan siang supermodel.
Kau bisa duduk di sini bersama kami.
Kami ingin menyambutmu, John.
Ya./ Selamat datang.
Aku satu-satunya pria di sini?
Ya./ Benar.
Ternyata memang begitu./ Baiklah.
Semoga kami tidak membuatmu kewalahan.
Tidak, aku malah sangat menikmatinya.
Baguslah./ Aku senang punya banyak teman baru,
terutama yang cantik.
Manis sekali.
Jadi, John, kudengar kau bekerja untuk pemerintah. Bidang apa?
Aku ingin sekali menjelaskan, tapi aku sedang menyamar, jadi...
Terdengar misterius.
Tidak, sebenarnya tidak semisterius itu.
Sebenarnya cukup membosankan.
Aku tak tahu kalau di Charlotte ada unit intelijen.
Apa kau aparat hukum?
Sekarang sudah pensiun, tapi dulu iya.
Luar biasa.
Apa aku...
Aku ditangkap? Bagaimana ini?
Aku tak ingin membuatmu kesal.
Kau mempermalukan semua orang, Sally.
Dia datang bukan untuk diinterogasi.
Tidak, aku malah suka.
Aku merasa lebih aman dengan dia di sini.
Tapi, ya...
Intelijen ada di hampir setiap kota besar.
Kami hanya tidak banyak beriklan.
Kalau dia menyamar, kenapa dia datang ke makan malam lajang di Red Lobster?
Pertanyaan bagus.
Begini...
Pertanyaan bagus./ Aku bisa...
Itu pertanyaan yang tidak rahasia.
Aku ke sini mungkin sedang mencari calon Ny. John Zorin berikutnya.
Tolonglah. Tolonglah.
Tapi ada satu masalah.
Masalahnya, terlalu banyak pilihan cantik di sini yang harus kupilih.
Tidak, maaf. Aku seharusnya tidak mengatakannya.
Ibuku selalu bilang jangan memuji kecantikan wanita
karena itu bisa membuatnya merasa canggung.
Selalu mulai dari sepatunya.
Omong-omong soal itu. Tunggu sebentar.
Aku mau lihat di bawah meja ini.
Permisi.
Sepatu boot tinggi, ya.
Stiletto saat makan siang. Keren juga.
Baik.
Rasanya makin panas.
Tidak, tidak, tidak.
Itu menyenangkan.
Aku jarang keluar, jadi ini seru bagiku.
Aku juga.
Kau membuat mereka senang.
Mereka juga membuat hariku.
Ini mobilku./ Aku belum pernah...
Ini punyamu? Subaru./ Ya.
Ya.
Aku suka.
Baiklah, aku sedang mengumpulkan keberanian.
Aku mau tanya dua hal.
Dua? Hanya dua?
Ya. Baiklah. Ayo dengar.
Drumroll. Pertanyaan pertama.
Kau gay, 'kan?
Apa? Aku apa?/ Kau gay.
Gay? Tidak./ Ya.
Apa?
Kau bercanda?/ Tidak, aku...
Aku tidak masalah dengan orang gay.
Aku suka mereka, tapi aku... tidak, tentu tidak.
Kenapa kau berpikir aku gay?
Kau seperti salah satu dari kami para perempuan.
Atau mungkin karena kau suka sepatu wanita.
Tidak, bukan itu maksudku.
Baiklah.
Kalau begitu, langsung ke pertanyaan kedua.
Baiklah. Tanya saja.
Kau mau kencan denganku?
Kencan?
Baik.
Kau orang yang berani, ya.
Aku...
Ya, aku mau. Sungguh, aku mau sekali pergi berkencan denganmu.
Ya. Jawabannya itu.
Baiklah.
Aku luang Sabtu pagi depan.
Bagus.
Aku jemput kau. Kau tinggal di mana?
Aku tinggal di gedung pemerintah rahasia yang membosankan.
Tidak bisa diakses publik.
Bagaimana kalau begini?
Kita bertemu di Freedom Park.
Sabtu pagi, pukul 8.
Kedengarannya seperti janji kencan.
Ya, kencan.
Baiklah. Sampai jumpa./ Sampai jumpa.
Baik. Maaf./ Hei.
Kau gemetar, dan aku...
Hati-hati, ada mobil. Astaga.
Baik./ Baiklah. Ya.
Itu canggung./ Baik.
Sampai jumpa./ Dah!
Panas sekali.
Panas.
Tubuhmu bagus sekali.
Terima kasih, sayang.
Mantan pacarku, Jeffrey, dia.../ Ya?
Apa?/ Kau bilang Jeffrey.
Ya. Itu nama mantanku, Jeffrey.
Baiklah./ Ya.
Namanya Jeffrey?
Ya. Dia sangat tidak bugar.
Kami sama sekali tidak...
Tidak apa...?/ Sudah lama sekali.
Baiklah./ Tapi kami sangat berbeda.
Bagus./ Ya, aku suka orang.
Dia tidak banyak bicara.
Dia hanya membaca novel sejarah perang di toilet.
Apa?
Tidak, Jeffrey, itu menjijikkan.
Benar?
Dia suka baca buku, tapi saat waktunya untuk anak-anak,
pekerjaan rumah, atau latihan menyetir, dia tidak pernah datang.
Melelahkan.
Menurutku kau butuh lebih banyak hiburan dalam hidupmu.
Jujur saja.
Baik.
Kau mau ikut ke rumahku dan bersenang-senang sekarang?
Apa?
Benarkah?
Ya. Tentu saja, ya. Aku sangat mau.
Baik. Sekarang?
Ya./ Baiklah.
Sudah kubilang aku bukan gay.
Diamlah.
Ceritakan tentang anak-anakmu.
Nama mereka Dee dan Lindsay.
Dee berusia 11 tahun.
Dia cukup sensitif dan kreatif.
Dia seperti... entahlah.
Dia tidak mau rambutnya dipotong sejak masih bayi.
Dia anak yang seperti itu.
Dan Lindsay berumur 16 tahun.
Dia memasang tulisan di pintunya,
โSecara emosional tidak tersedia.โ
Dia juga baru saja dapat izin belajar mengemudi,
tapi menolak menyetir, meski ingin kebebasan.
Jadi, begitulah keadaannya./ Begitu?
Aku pengemudi yang baik.
Kalau kau mau, aku bisa mengajarinya dengan senang hati.
Kita baru saja bertemu.
Itu poin yang bagus./ Ya...
Aku tahu.
Aku hanya suka anak-anak, jadi...
Baiklah, mungkin... kau bisa bertemu mereka nanti.
Mungkin kau bisa datang untuk makan pizza akhir pekan?
Kita buat pesta pizza, ya?
Seperti Sabtu pizza?
Aku sudah lama tak keluar rumah, apalagi berkencan, tahu?/ Ya.
Sudah lama sekali.
Aku tidak tahu apakah anak-anakku siap
melihat ibunya mulai berkencan.
Aku mengerti.
Kita tetap bisa buat pesta pizza kok,
buat saja suasananya santai.
Aku cuma teman dari gereja,
yang kebetulan seorang mata-mata pemerintah.
Yang bukan gay.
Ya, mata-mata pemerintah yang bukan gay, yang hanya ingin datang
dan makan pizza bersama kau dan anak-anakmu.
Buat saja terasa biasa./ Baik.
Kau itu tidak biasa, John,
tapi...
aku menyukaimu.
Kau tahu yang tidak biasa?
Kau selalu terlihat menarik seperti ini?
Sungguh menggoda.
Dia datang. Ya?
Halo.
Silakan masuk.
Makanannya banyak sekali.
Anak-anak, ini temanku, John.
John, ini anak-anakku.
Hai, anak-anak.
Hai. Aku John Zorin.
Aku teman baik ibumu dari gereja.
Kau pasti Dee.
Kependekan dari Delia?
Ya. Benar.
Kau pasti Lindsay, dan itu kependekan dari...
Sebenarnya, bukan kependekan dari apa pun.
Aku sudah banyak dengar tentang kalian.
Dan salah satu yang kudengar,
kau, Dee, katanya penggemar berat Zelda sepertiku.
Benarkah?
Ya./ Begitu?
Bagus, karena aku bawakan boneka Link untukmu.
Dan satu lagi pertanyaan:
Kau sudah main Four Swords?
Belum./ Itu luar biasa, dan ada kontroler khusus
yang akan kuajari kau gunakan nanti,
sampai kau bisa mengalahkanku,
mungkin cepat, karena kudengar kau ahli Zelda.
Terima kasih./ Ya. Zelda berhasil.
Satu beres.
Lindsay, untukmu,
aku bawakan kumpulan musik remaja yang cukup galau, untuk kau dengarkan.
Terima kasih?
Tidak, terima kasih padamu.
Senang bertemu denganmu, John Zorin,
teman Ibu dari gereja.
Kau mau ke mana?/ Aku ada PR.
Tak apa.
Mungkin lain kali.
Ya?
Baik? Jangan khawatir.
Aku juga sudah siapkan sesuatu, untukmu, Leigh.
Semua ini sungguh manis.
Maaf soal Lindsay.
Aku sudah duga ini akan sulit baginya.
Ya. Tak apa, aku mengerti.
Yang ini harus di atas.
Ya, bagian paling atas.
Dan yang ini harus di...
Tapi tunggu, mana lampunya...
Tunggu, harus disambungkan dulu.
Bunyi kliknya.
Aku suka bunyi klik itu.
Dan ini harus ke situ./ Dee?
Ya.
Sudah jam sebelas. Lewat sebelas.
Ayolah, biarkan kami selesaikan ini. Ya?
Kumohon? Dia pembangun terbaik.
Tinggal sekitar dua puluh bagian lagi.
Ya, kumohon, Bu.
Sudah hampir selesai./ Lain kali saja, ya?
Baiklah.
Aku senang sekali bisa main denganmu.
Ya?/ Ya.
Boleh aku menemuimu lagi?
Aku mau.
Ya?
Jadi kalau malam, aku datang dan mengetuk jendelamu?
Aku tak tahu apakah aku...
tipe gadis yang disamperin lewat jendela, John.
Tidak?
Kalau begitu bagaimana kalau aku mengetuk pintu depan saja?
Baik.
Aku akan pulang
Aku akan pulang
Saat malammu gelisah
Dan kau merasa sendiri
Saat kau merasa sedih
Saat kau butuh simpati
Saat tak ada siapa pun
Yang menemanimu
Ingatlah, sayang
Kau selalu bisa
Andalkan aku
Aku akan pulang
Aku akan pulang
Aku akan pulang
Aku akan pulang
Ke mana pun kau pergi
Ke mana pun kau mengembara
Kau kembali
Aku akan menunggumu di sini
Aku di sini
Untuk menghiburmu
Dan menemanimu
Aku akan pulang
Selamat tinggal, Halloween./ Aku akan pulang
Waktunya Thanksgiving.
Jangan kena lampunya./ Tidak akan.
Ya, mungkin tahun depan kita beli Otis tiup saja.
Hei. Kali ini aku tak ikut campur.
Kau yang harus lakukan. Kau sendiri.
Kau harus pukul si pembuli itu, kau tahu?
Temanku, Otis./ Ya.
Ya. Aku harus bilang sesuatu, Mitch.
Baik./ Ya.
Maksudmu apa?
Apa?
Katakanlah.
Tidak, maaf. Aku hanya.../ Apa?
Aku cuma.../ Katakan.
Otis, ayo./ Aku...
Katakan saja.
Aku ingin bilang kalau aku.../ Apa?
Aku sudah bersihkan gudang, seperti kau bilang.
Cuma itu?/ Ya.
Tidak. Bukan itu.
Ibuku dulu bilang, hati-hati dengan apa pun yang kau sentuh.
Katanya, memindahkan sebutir pasir saja bisa mengubah segalanya
di seluruh alam semesta.
Orang menyebutnya efek kupu-kupu.
Katanya, kepakan sayap seekor kupu-kupu
bisa menimbulkan badai di sisi dunia lain.
Dan tanpa sadar, kita saling bersinggungan dan mengubah jalan hidup.
Kau yakin mau poni?
Yakin.
Itu perubahan besar.
Masalah poni itu,
hanya satu dari seribu orang
yang benar-benar cocok,
tapi kabar baiknya, kurasa kau salah satunya.
Ya Tuhan.
Tidak ada yang menyadari kepakan sayap kupu-kupu
hingga semua orang merasakan badainya.
Aku tahu badai itu akan datang.
Aku tahu kalau aku terlalu lama di satu tempat,
cepat atau lambat seseorang akan mengenaliku.
Aku tahu aku harus pergi.
Aku hanya tak ingin pergi sendirian.
Kau pernah terpikir untuk pindah?
Ke pantai, mungkin? Memulai hidup baru di tempat lain?
Entahlah, John.
Aku harus kembali ke sini, kau tahu?
Kita bisa ajak anak-anak.
Kemas saja barang dan pergi.
Itu...
Tidak, aku tak bisa.
Aku tak bisa lakukan itu.
Hidupku di sini, John.
Kau melepaskan
Dan jika ini nyata
Aku tak ingin tahu
Jangan bicara...
Jangan bicara
Aku tahu apa yang kau...
Kenangan kita
Bisa saja menggoda
Tapi sebagian Menggairahkan berlebihan
Menulis
Saat kita mati
Kau dan aku...
Berhenti menjelaskan
Jangan katakan Karena itu menyakitkan
Tidak, tidak, tidak
Apa-apaan ini?
Apa? Ya Tuhan!
Ya Tuhan!
Ya Tuhan, ada banyak dari mereka.
Dia besar. Dia telanjang!
Dia menyerangku.
Tuan, apakah dia masih di sini?/ Aku tidak tahu.
Aku dengar... alarm pintu luar berbunyi.
Jadi mungkin dia keluar?
Ya./ Polisi Charlotte!
Polisi Charlotte!
Departemen kepolisian!
Departemen kepolisian!
Alarmnya berbunyi.
Saat kami kembali, pintunya terbuka,
jadi kami yakin dia keluar lewat sini.
Kita bisa lihat semuanya, Pak,
karena aku tahu cara menekan "putar" di alat ini.
Mitch?/ Ya?
Kabar baiknya, kau punya kamera pengawas di seluruh toko./ Ya.
Kabar buruknya...
tak satu pun dari mereka merekam.
Kau harus memperbaikinya.
Selain pria telanjang itu, apa kau perhatikan
hal aneh lain yang terjadi di sini?
Yah, kami kehilangan banyak stok permainan.
Berapa banyak?
Cukup banyak.
Kau harus pasang pengamanan sungguhan di sini, Mitch.
Pegawai Toys "R" Us ini bersiap menghadapi musim liburan,
tapi manajer toko, Mitch Haggin,
tak menyangka akan melihat apa yang ia lihat pagi ini:
seorang pria telanjang, tinggi, dan kuat.
Ada pria telanjang berlari ke arahku.
Kukira dia akan membunuhku, jadi aku kabur,
mengunci diri di kantor.
Saat kutanya apakah pria telanjang itu
akan menakuti pembeli,
Tn. Haggin bilang dia akan mempekerjakan keamanan 24 jam.
Sekarang kami punya sistem keamanan yang sangat baik di sini.
Keluarga bisa merasa aman.
Tempat ini aman untuk datang saat Natal.
Menurutku terlihat bagus.
Hai./ Hai.
Hai.
Kami hampir siap berangkat.
Tuhan, kami berterima kasih
atas makanan yang luar biasa ini,
dan kami berterima kasih atas anugerah keluarga. Amin.
Amin.
Selamat hari Thanksgiving.
Jadi, Leigh./ Ya?
Kenapa tidak kau ceritakan soal pria telanjang itu?
Itu bukan apa-apa.
Saat itu dingin di luar,
dan ada tunawisma yang butuh mandi.
Ya, tapi bagaimana kalau dia juga pembunuh?
Dia... Jangan berlebihan.
Dia bukan pembunuh.
Ibumu benar sekali.
Dia jelas bukan pembunuh.
Kau tak tahu itu, John.
Kalau dia pembunuh, dia pasti sudah membunuh, 'kan?
Koran hari ini bilang ada $10.000 dalam bentuk video game yang dicuri.
Aku tak tahu itu kebetulan atau tidak.
Itu banyak sekali.
Entahlah, Bu.
Mungkin Ibu harus berhenti.
Ibu punya gelar magister,
dan menurutku itu tak sepadan dengan risikonya.
Kelihatannya menakutkan di sana.
Maksudku, itu bukan ide terburuk juga, sih.
Aku suka pekerjaanku./ Tunggu dulu.
Tadi kau bilang itu tidak berbahaya.
Kalau tidak berbahaya, kenapa dia harus berhenti mendadak?
Ya. Entahlah. Maaf.
Apa aku bilang dia harus berhenti?
Sepertinya tidak.
Aku hanya setuju dengan Lindsay di sini.
Aku hanya bilang kalau Lindsay
sebenarnya punya ide bagus.
Kalau dia mau berhenti,
dia akan punya lebih banyak waktu bersama anak-anaknya.
Ya./ Sekarang, semua orang, jangan terlalu serius, karena...
aku hanya merasa ini lucu.
Bayangkan orang itu, sedang bekerja seperti biasa,
lalu melihat pria telanjang lari-lari di toko mainan.
Membuatku ingin bekerja disana.
Kami, Tuhan memberkatimu.
Ya, menurutku itu lucu saja.
Aku tak menganggapnya lucu, Ron.
Aku malah sedih.
Maksudku, seseorang begitu putus asa
sampai harus mandi di wastafel toko mainan,
sementara kita makan dan menertawakannya?
Mungkin kita bukan orang yang baik.
Mungkin kau juga tak membuat keputusan yang baik.
Maaf, apa?
Memilih bekerja di sana saat aku dan Dee sendirian di rumah,
menunggu seseorang menjemput kami?
Seperti, kami.../ Tunggu dulu.
Kalau mau jujur, kau cukup umur untuk menyetir sendiri.
Aku tak punya SIM.
Ibu sudah bilang akan mengajarkanmu. Tahu?
Aku bahkan tak bisa duduk di mobil dengan Ibu.
Dan sekarang, setelah Ayah tak ada, Ibu bawa orang aneh ini,
dan kami harus menerimanya begitu saja?
Kuharap seksnya sepadan.
Hei.
Lin...
Maaf.
Gereja kita./ Ya.
Halo?/ Hai.
Ini Oliver, sepupunya.
Aku ingin bicara dengan Steve.
Sekarang jam tujuh pagi.
Ya, dan ini juga tanggal 1 Desember,
kita sempat bicara beberapa bulan lalu
kalau aku harus menelepon hari ini.
Ya, kau sudah menelepon. Dia sedang tidur.
Bisa tolong bangunkan dia?
Bilang saja ini Oliver. Penting.
Baik? Ini darurat.
Sayang.
Sepupumu. Oliver.
Bilang aku sedang tidur.
Dasar brengsek.
Dia bilang.../ Kita bisa Minggu.
...dia sedang tidur dan
kau datang saja Minggu depan.
Minggu depan. Baik. Dia masih di Fayetteville?
Tidak. Di Twin Pines Motel.
Twin Pines. Baik.
Kamar 204.
204. Siap./ Dan jangan jadi bodoh dan naik bus.
Dia bilang jangan jadi bodoh dan naik bus.
Dia tanya apa kau punya mobil.
Ya. Bilang ke sersan, akan kuurus,
dan aku akan menemuinya Minggu seperti rencana.
Hai. Pagi.
Kau tak bilang kalau harus bepergian.
Kau seharusnya tak mendengarnya.
Baiklah.
Tenang saja, tak apa.
Aku hanya perlu pergi dan melapor sebentar.
Itu saja./ Baiklah.
Selamat pagi, Lindsay.
Selamat pagi, Leigh. Selamat pagi, Dee.
Semua mau bilang "selamat pagi"?
Pagi, John.
Baiklah, siapa yang mau minta maaf dulu?
Tidak? Kau?
Ayolah, semuanya.
Tidak ada yang mau bicara satu sama lain?
Keluarga memang bertengkar.
Itu wajar, tapi mereka juga harus berdamai.
Ayo.
Maaf atas sikap Ibu belakangan ini, Lindsay.
Bagus sekali.
Aku tidak seharusnya mengatakan soal itu di depan Dee.
Ya.
Dan...
Dan? Lanjutkan.
Aku butuh tumpangan ke rumah Doug.
Tidak. Bukan itu maksudnya.
Kau tidak akan dapat tumpangan ke mana pun.
Kau tahu seberapa besar kau mempermalukan Ibu tadi malam?
Aku mempermalukan Ibu?
John, mau antar aku?
Kau tak bisa memanfaatkannya lalu minta tolong lagi.
Tidak apa-apa. Aku tak keberatan mengantar.
Tidak, jangan ikut campur, John./ Lihat, dia tidak keberatan.
Kalau dia mau pergi, dia bisa belajar menyetir.
Aku tidak akan naik mobil itu bersama Ibu dan koplingnya.
Kalau begitu, kau tak akan pergi lagi!
Baik, hentikan dulu. Hentikan./ Tidak akan pernah!
Apa aku tak boleh minta tolong pada ibuku karena dia ibuku sendiri?
Cukup, hentikan.
Aku punya ide.
Dengar dulu. Ini ide bagus.
Kita butuh mobil bekas.
Mobil bekas?
Mobilnya bagus, 'kan?
Klasik tahun 1999, kilometernya masih rendah.
Ya?/ Warnanya juga bagus.
Mobil keluarga yang keren.
Transmisinya otomatis.
Benar, otomatis. Harganya juga bagus.
Kalian mau coba?/ Ya.
Kuncinya di sini. Lihat?
Kursinya nyaman, ya?
Mobil zaman sekarang tak senyaman ini.
Ini masa keemasan.
Era '90-an.
Sekarang sudah tidak ada mobil seperti ini lagi, tahu?
Ya./ Kursinya empuk seperti sofa.
Sudah pasang sabuk?/ Sudah.
Ada polisi di sekitar sini?/ Tidak.
Tak ada yang akan menghentikanmu.
Aku gas sedikit saja.
Baiklah.
Baiklah.
Tenaganya besar juga. Baiklah.
Baik.
Mesin V-6 yang bagus...
Baik.
Hei!
Pak!
Awas!/ Ini dia!
Sial!
Sial! Pelan-pelan!
Pelan-pelan! Ini mobil bekas!
Pelan-pelan!
Pelan-pelan!
Kalian baik-baik saja?
Bangsat!/ Ya?
Baiklah, bagus.
Apa yang salah denganmu?
Tenanglah./ Tidak, keluar!
Aku yang bawa mobilnya pulang./ Lindsay! Tenang.
Lindsay, sini. Kau menyetir. Kau di belakang.
Tidak, sebaiknya jangan dia yang menyetir, John.
Tidak. Dia masih anak-anak! Dia tak boleh menyetir!
Tempat ini ramai./ Tidak apa. Biar dia belajar.
Berikan kuncinya sekarang juga./ Tidak.
Berhenti, tenang dulu.
Bagaimana cara ajar anak berenang? Lempar ke air.
Benar? Kalau mau dia bisa nyetir,
kita harus biarkan dia menyetir./ Ayo, Lindsay.
Dia punya SIM?
Punya izin belajar./ Tidak.
Tidak boleh uji coba pakai izin belajar.
Dengar, aku akan beli mobil ini
kalau gadis ini setuju, dan aku bayar tunai.
Bagaimana menurutmu?
Kau boleh pegang uangnya.
Ayo.
Ya.
Naik ke sini. Kau yang menyetir.
Baiklah.
Baiklah.
Pakai sabuk pengaman. Utamakan keselamatan.
Baik, ini bukan transmisi manual.
Ini otomatis, jadi jauh lebih mudah.
Kau bisa lupakan kaki kirimu.
Gunakan kaki kanan saja.
Letakkan kaki kananmu di rem, yang besar itu.
Tekan sampai habis. Kuat.
Sekarang pegang tuasnya dengan tangan kananmu,
tarik ke arahmu dan turunkan ke โDโ.
Sempurna. Lepaskan.
Tangan kembali di posisi jam dua.
Baik. Tak usah pikirkan gasnya dulu.
Lepaskan perlahan kakimu dari rem,
dan kita akan bergerak maju, itu saja.
Baik? Tarik napas dulu.
Kau bisa.
Kau bisa. Ayo.
Kau bisa. Jalan.
Ya, bagus.
Bagus./ Hebat.
Baiklah, keluarga.
Aku selalu suka memotret pelanggan bahagia.
Kalau kalian tak keberatan.
Baiklah.
Senyum lebar.
Sekali lagi.
Sekarang pura-pura ayahmu hampir menabrak mobilnya.
Baiklah.
Hebat. Bagus sekali.
Terima kasih banyak.
Kau lebih pandai menyetir darinya.
Itu benar. Aku merasa aman bersamamu. Bagus sekali.
Senang mendengarnya.
Terima kasih, John. Selamat, ya.
Kalian tunggu di mobil sebentar, aku ingin bicara dengan John.
Hanya sebentar. Ini.
Baiklah.
Baik.
Kita dapat mobil bekas.
Ya, mobil bekas. Ya.
Aku harus bilang sesuatu.
Aku tak suka cara menyetirmu tadi.
Maaf. Aku tahu.
Aku tak seharusnya melakukannya.
Ya.
Tapi Lindsay menyetir sangat bagus untuk pertama kali.
Benar, โkan? Hebat sekali dia.
Ya, hebat.
Dan... kurasa...
Dia mulai menyukaiku.
Mereka berdua menyukaimu.
Mereka sungguh menyukaimu, ya?
Aku pun menyukaimu.
Hanya saja... pelan-pelan sedikit, ya?
Baik.
Dan kita tak butuh banyak hal, John.
Yang kami mau hanya kau.
Jadilah dirimu. Biasa saja.
Aku janji, akan jadi yang paling normal./ Baik.
Pergilah berlibur, dan saat kau kembali,
kita akan punya beberapa malam normal, ya?
Tak ada lagi aksi ngebut, aku janji.
Baiklah.
Ya ampun.
Aku cinta John./ Ya ampun.
Mobilnya. Aku cinta mobilnya.
Mobil yang sempurna./ Sampai jumpa di rumah.
Baiklah.
Hai./ Hai.
Sepupu Oliver.
Untuk Steve./ Agak terlalu pagi.
Hei, Steve?/ Ya?
Sepupu Olivermu datang.
Halo, anjing bodoh.
Aku tahu kau akan datang pagi-pagi karena aku tak beri jamnya.
Selamat datang, Sersan.
Baiklah, kau.../ Bung...
Ya, sudah cukup./ Ya.
Kau tampak rapi untuk buronan.
Aku berusaha.
Kau sembunyi di mana, di gereja?
Kau tahu aku tak bisa bilang.
Serius, di mana kau bersembunyi?
Aku tak bisa bilang. Kau tak ingin tahu.
Kau tak berhubungan dengan siapa pun, 'kan?
Kau tak bicara dengan siapa pun?/ Tidak.
Baik, sebab kalau iya, aku tak bisa membantumu.
Tidak, untuk apa aku lakukan itu?
Kau baik-baik saja?/ Aku baik-baik saja.
Tatap aku, kalau begitu.
Kenapa matamu terus bergerak?
Tidak, aku menatapmu kok.
Kau yakin baik-baik saja?/ Lihat.
Baiklah.
Kita harus ubah gaya rambutnya sebelum difoto.
Sayang, bagaimana? Pakai wig? Diwarnai?
Untuk rambutnya.
Kupikir pakai wig saja.
Ya. Tenang saja, Jeff. Kau tetap dirimu sendiri.
Tapi lebih manis. Seperti Brad Pitt.
Brad Pitt versi jelek.
Astaga.
Sayang, kau serius?
Aku...
Ini pemikat wanita.
Astaga, ayolah.
Baiklah.
Kau pasti bercanda, Sayang.
Senyum, Sayang.
Sayang, itu bagus.
Bagus, 'kan?/ Ya.
Yang ini terasa pas?
Ya? Rasanya kau bisa jadi orang ini untuk sementara?
Kau siap?
Tunggu. Berhenti senyum begitu.
Apa yang kau lakukan?
Cukup... wajah normal./ Serius.
Ini foto paspor.
Kau tak boleh tersenyum.
Satu, dua, tiga.
Baca ini. Pelajari.
Semuanya.
Baik? Ini akan jadi dirimu yang baru.
Kau adalah Kenneth Owen Griffin.
Lahir 7 Juli 1974, dari Lumberton, North Carolina.
Aku akan urus semua dokumenmu.
Jangan khawatir.
Transfer, catatan, semuanya. Aku urus dari A sampai Z.
Baik. Berapa? Lima ribu?
Tidak. Jauh lebih banyak dari itu.
Lebih banyak? Seberapa banyak?
Kau pikir aku tak tahu apa yang kau lakukan?
Kau pasti punya pacar, ya?
Apa? Tidak.
Ya, punya. Kau punya.
Kau tak pandai dalam hal ini.
Hal apa?/ Menjadi penjahat, bodoh.
Dengar ini.
Penjahat yang baik itu dingin dan terhitung.
Kau paham?
Kau sudah bisa menghitung,
tapi kau... terlalu konyol.
Harganya... 50 ribu.
Ya?
50?/ Ya.
Hei, risikonya besar, kawan. Kau bisa bayar?
Baik. Ya.
Bagaimana caramu?
Aku akan dapatkan. Akan kuurus.
Kalau kau berpikir pakai senjata, tolonglah...
jangan sampai muncul di TV.
Roofman, kau paham maksudku?
Jangan lakukan hal bodoh.
Baik.
Sial.
Apa...?
Sial!
Sial!
Sial!
Bodoh!
90% dari penjualan tahunan kita terjadi dalam dua minggu ke depan.
Pikirkan itu.
Akan ada banyak uang masuk,dan kita harus siap.
Mengingat masalah terakhir kita,
aku rasa kita cukup baik.
Kalian harus bangga. Ayo.
Ayo, semuanya. Ayo,
Tapi permainan sesungguhnya baru dimulai.
Kita akan perketat keamanan agar toko tetap aman
dan keluarga merasa nyaman saat berbelanja.
Tepat waktu.
Karena kalau pelanggan kita punya Natal yang baik,
kita juga begitu.
Kau sangat tepat waktu, temanku. Aku suka itu.
Tugasmu menjual mainan.
Kali ini bebannya akan sedikit lebih berat.
Ya, belakangan ini banyak sekali begini.
Bagus buat otot lenganmu.
Kita akan buka lebih awal
dan tutup lebih malam setiap hari selama musim Natal ini,
termasuk malam Natal.
Aku sudah pasang jadwal baru.
Aku tahu beberapa dari kalian
akan dapat giliran yang tak kalian suka,
tapi tak ada pengecualian atau perubahan.
Datanglah sesuai nama kalian di jadwal.
Sekarang, mari kita rayakan Natal.
Lakukan ini demi anak-anak.
Ayo. Kembali bekerja.
Topi bagus.
Kau kelihatan seperti penjahat Natal.
Ya, aku memang penjahat Natal.
Tapi kau yang menyetir.
Aku menyetir?/ Kau yang menyetir.
Baiklah.
Astaga, kau bawa banyak sekali barang.
Ibu pasti panik.
Ya, dia akan panik karena senang.
Hai, Bu./ Hai, Bu.
Baiklah.
Pas waktunya.
Semua sudah siap berangkat.
Hai, semuanya.
Aku tak bisa pergi ke gereja malam ini./ Kenapa?
Aku harus bangun sangat pagi.
Aku kerja besok.
Kalau begitu, aku punya kabar baik.
Mitch menelepon, katanya dia baik hati
dan membiarkanmu tidur lebih lama.
Mitch menelepon?/ Ya.
Katanya jam 10.30.
10.30?/ Ya.
Dari 10.30 sampai 4.30, sepertinya begitu katanya.
Kenapa?
Aku tidak tahu.
Mungkin dia tahu kau punya keluarga
dan ingin kau bisa habiskan liburan bersama mereka.
Hai, Bu./ Hai.
Aku sayang Ibu./ Ibu juga sayang kamu.
Aku sayang Ibu.
Ayo ke palungan.
Katanya tak ada tempat
Tak ada tempat
Tak ada tempat di penginapan
Waktu telah tiba
Bagi sang Juruselamat lahir
Tapi mereka bilang Tak ada tempat
Tak ada tempat
Tak ada tempat di penginapan
Hei, hei, hei
Menurut firman-Nya/ Oh ya
Ada seorang gadis perawan
Hei, hei/ Oh ya
Ibunda Yesus/ Oh ya
Berjalan malam itu/ Oh ya
Mencari tempat
Bagi sang Juruselamat lahir
Tapi mereka bilang Tak ada tempat
Tak ada tempat
Tak ada tempat di penginapan
Kata mereka tak ada tempat
Tak ada tempat
Tak ada tempat di penginapan
Sekali lagi, tak ada tempat
Tak ada tempat
Tak ada tempat di penginapan
Waktunya telah tiba
Bagi sang Juruselamat lahir...
Otis, kembali kerja. Ayo. Bersihkan kamar bayi, ya?
Seperti yang kubilang./ Baik.
Halo, Pak./ Halo.
Tn. Manusia Uang.
Selamat pagi, para pegawai Toys "R" Us!
Halo. Ini polisi.
Kalian tahu ada alarm berbunyi di belakang?
Semua, ke arah sini.
Ikut aku. Cepat sedikit.
Ya ampun. Dia bawa pistol.
Hei, hei, hei!
Tolong jauhkan tanganmu dari senjata, Pak.
Berbaring tengkurap.
Kalian berdua, ke sini.
Tak ada yang akan terluka kalau semua patuh.
Tengkurap. Otis, sini.
Ikat semua orang dengan zip-tie.
Otis, ayo.
Astaga. Mitch, ikat mereka semua.
Baik? Tengkurap, pandangan ke bawah.
Baik. Apa yang kubilang?
Ayo. Tengkurap.
Cepat berbaring.
Jangan lakukan ini sekarang.
Hei, hei.
Apa yang kubilang?
Sial.
Sial.
Itu bukan salahku.
Dia memang susah diatur.
Ini tidak mungkin terjadi.
Semua, tarik napas dulu.
Mitch, beri aku satu itu.
Terima kasih, Pak.
Maaf. Maaf.
Baiklah.
Maaf./ Ayo, Mitch.
Cepat sedikit. Ayo.
Semua akan baik-baik saja. Maaf.
Kawan-kawan.
Semua tenang dulu. Maaf soal ini.
Mitch, ambil kuncinya. Ayo.
Kita ke brankas. Tidak, tak ada uang di sini.
Tak ada brankas. Kau kira aku tak tahu
kalau setiap Selasa kau setor uang ke bank?
Ayo, cepatlah.
Kau tak apa-apa.
Tundukkan kepala. Ayo.
Maaf, semuanya. Ini akan segera selesai.
Ayo. Kau sudah biasa. Tenangkan diri.
Ayo, sini. Bagus.
Tundukkan kepala.
Cepat... cari kuncinya.
Ya Tuhan.
Tundukkan kepala yang di luar!
Ya. Baik, masukkan.
Baik./ Masukkan ke brankas dan buka.
Keluarkan tasnya. Letakkan.
Keluarkan tinta pelacaknya.
Kalau kulakukan, tintanya akan meledak.
Tidak kalau kau cepat.
Segera tutup lagi, cepat.
Baik.
Bagus.
Ya ampun.
Sialan.
Dia butuh ambulans!
Kau bilang tak akan melukai siapa pun, tapi kau melukainya!
Dia butuh ambulans!
Dasar pengecut!
Kau cuma pengecut!
Otis?
Aku tak bisa lihat.
Dia butuh... ambulans.
Kupikir jelas aku ini penurut, ya?
Baiklah, Otis. Aku akan telepon 911.
911. Ada keadaan darurat apa?
Sial.
Sialan!
Polisi Charlotte!
Polisi!
Polisi Charlotte!
Ya ampun. Baik. Tunggu dulu.
Kau tadi mengejeknya.
Dia bawa senjata, dan kau memanggilnya pengecut.
Astaga.
Apakah kau melihat kulitnya atau pakaiannya?
Aku yakin dia pria kulit putih.
Kau lihat matanya?
Tidak.
Hebat sekali, Jeff.
Kau gila, tahu?
Sempurna. Sayang, lihat ini.
Ya.
Baik, mari lihat.
Ini SIM North Carolina milikmu.
Ini paspor dan akta lahir yang sudah dilegalisasi.
Ini slip gaji dari pekerjaan terakhirmu.
Dan ini tiketmu.
Kau berangkat jam 11 malam dari Charlotte.
Kau akan transit di Miami, lalu terbang ke Barranquilla.
Dari sana naik bus kecil,
dan kau sudah di Venezuela sebelum akhir pekan.
Kelihatannya semua sudah siap kalau aku memutuskan berangkat besok.
โMemutuskanโ?
Kau sudah memutuskannya, Jeff.
Maksudmu apa?
Kau tak bisa harap aku pergi saat Natal, 'kan?
Bisa kutunda sedikit? Aku sembunyi dulu.
Itu bukan pilihan, Jeff.
Kau harus pergi besok.
Ada orang yang menunggumu.
Petugas keamanan di Miami.
Dia akan di jalur tiga.
Kau cuma punya satu kesempatan. Jam 11 malam besok.
Jangan sia-siakan. Paham?
Sayang, pasangkan rambut palsunya.
Tentu.
Ada satu hal lagi.
Kulihat di TV ada berita perampokan bersenjata.
Aku tak tahu apa-apa soal itu.
Aku butuh sidik jarimu.
Kau tahu, kau harus hapus jejakmu, Jeff.
Ya. Semua yang kau sentuh.
Pikir baik-baik siapa yang kau ajak bicara,
siapa yang bicara padamu, siapa yang tahu suaramu.
Aku sudah berisiko besar demi kau, paham?
Ya.
Jadi, tak ada apa-apa?
Tidak ke dokter?
Aku ke dokter gigi, menambal beberapa gigi berlubang.
Itu saja.
Baik. Tidak rontgen?
Ada, tapi aku pakai nama palsu.
Nama palsu tak berguna kalau mereka punya data gigimu, Jeff.
Baiklah, ya.
Tenang saja, akan kuurus.
Apa pun yang berantakan, bereskan sendiri.
Lalu langsung ke bandara
dan tunggu penerbanganmu.
Jangan muncul di berita.
Jangan ucapkan selamat tinggal pada siapa pun.
Tak ada kartu pos, tak ada telepon, tak ada apa pun.
Kita sudah punya masa yang bagus.
Kau tahu?
Kalau nanti semuanya tenang dan aku sudah menetap di sana,
apa kau bisa bilang ke beberapa orang
di mana aku berada biar mereka bisa menjengukku?
Tidak.
Tak ada begituan, Jeff.
Tak ada yang akan datang menemuimu.
Kau mulai hidup baru.
Kau sendirian sekarang.
Ya.
Halo?
John.
Aku baru saja mau meneleponmu.
Semuanya baik-baik saja?
Aku sudah mencoba menghubungimu.
Kau di mana?
Aku sedang mengemudi.
Tapi baru saja menepi.
Kau datang ke makan malam Natal?
Anak-anak menanyakanmu.
Ya, tentu saja.
Ya, aku tak akan melewatkannya.
Jam lima, ya?
Di rumah?
Jam lima? Ya, itu cocok.
Ya, aku akan datang.
Kau masih di sana? Kau baik-baik saja?
Aku bisa dengar napasmu.
Aku mencintaimu, John.
Aku juga mencintaimu, Leigh.
Sampai jumpa jam lima.
Leigh?
Selamat Natal...
Polisi! Tiarap!
Tiarap! Cepat!
Ke tanah! Sekarang!
Tiarap! Cepat, cepat!
Jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Bagus. Jangan bergerak.
Ikuti perintah kami dan kau tak akan terluka. Paham?
Aku pegang dia. Tidak.
Jangan bergerak, bajingan.
Jangan bergerak! Pertunjukannya selesai.
Siapa namamu?
Siapa namamu?
Kau tahu namaku.
Siapa namamu?
Jeffrey Manchester.
PID. Target./ Kami mendapatkannya.
Kami tangkap Roofman.
Dia hampir berhasil.
Kita berangkat.
Ayo.
Periksa dia. Orang ini licik sekali.
Lewat sini. Ayo.
Periksa baik-baik.
Mungkin aku memang membiarkan diriku tertangkap.
Atau mungkin aku tak bisa pergi tanpa berpamitan.
Mereka menjatuhkan hukuman berat padaku.
Menambah 384 bulan lagi.
Artinya, saat aku bebas nanti,
aku sudah jadi orang tua.
Waktu panjang untuk memikirkan hidupku.
Semuanya.
Saat aku di luar sana,
aku tak pernah memikirkan
hal-hal atau orang-orang yang kupertaruhkan.
Sekarang, hanya itu yang kupikirkan.
Kita semua suka membayangkan
bagaimana jadinya
kalau kita membuat pilihan lain.
Seperti sekarang ini.
Kubayangkan seperti apa jadinya
kalau aku tak pernah melakukan kejahatan itu
dan kehilangan keluargaku.
Atau kalau aku bisa terus hidup bersama Leigh dan anak-anaknya selamanya.
Tentu, mereka akan menyuruhku ini-itu
dan memaksaku pergi ke gereja.
Tapi mereka juga akan tertawa pada lelucon bodohku
dan memaafkanku kalau aku bersikap dingin dan perhitungan.
Atau semacam itu.
Aku mulai sadar, orang-orang yang kucintai
tak butuh banyak hal dariku.
Mereka hanya butuh aku.
Waktuku.
Dan kini hanya itu yang kupunya.
Waktu./ Aku dapat empat A.
Kau dapat semua A?
Ya.
Bahkan di matematika?/ Ya.
Becky, Ayah bangga padamu.
Semuanya bisa saja berakhir berbeda, tapi tidak. Berakhir seperti ini.
Hai, kawan.
Dan aku tak apa dengan itu.
Karena di sini, aku...
Aku tak bisa melukai siapa pun lagi.
Ya. Aku...
Aku ada di tempat yang seharusnya.
Pernah terpikir?
Apa?
Kau tahu, melarikan diri dari sini.
Tidak.
Aku...
Ini rumahku sekarang.
Harus kuakui, saudaraku,
bagian kisah cintanya bagus sekali.
Aku penasaran. Kau pernah bertemu Leigh lagi?
Hai./ Hai.
Apa aku harus memanggilmu Jeffrey?
Satu lagi Jeffrey brengsek dalam hidupmu, kurasa. Ya.
Bagaimana Lindsay dan Dee?
Mereka baik-baik saja.
Ya.
Apa Dee masih mempertahankan poninya?
Ya.
Ya.
Aku minta maaf.
Aku sungguh menyesal telah menyakitimu.
Maaf aku tak bisa melindungimu.
Kau tak perlu minta maaf, Leigh.
Tidak perlu.
Kau tak menyakiti siapa pun.
Kau hanya mengatakan yang sebenarnya.
Ya.
Aku dulu sangat marah padamu.
Paling marah karena kau menyakiti perasaan anak-anak itu.
Tapi sekarang aku tak berpikir begitu lagi.
Ya?
Sekarang kupikir, itu seperti sebuah petualangan.
Kita bersenang-senang, kok.
Kami bersyukur.
Yah...
mungkin aku akan datang menjengukmu nanti.
Mengetuk jendelaku?
Mungkin aku akan mengetuk pintu saja.
Terjemahan oleh Dust
Jeffrey Manchester mencoba kabur dari penjara dua kali lagi pada 2009 dan 2017.
Leigh, yang kini menikah lagi, baru menemuinya setelah lebih dari 10 tahun.
Jeff bisa bebas bersyarat pada 2036.
Sekarang ia pustakawan penjara dan bilang tak akan kabur lagi.
MASIH ADA ADEGAN TAMBAHAN
Roofman kembali beraksi,
menebas atap McDonald's ini tengah malam tadi
di persimpangan Wilkinson dan Main.
Melihat dari caranya,
tampak jelas dia sangat cerdas.
Hanya saja dia juga suka melakukan kejahatan.
Lubang dibuat di atap,
pekerja disuruh masuk ke lemari pendingin,
tapi tak ada yang terluka.
Bahkan pelaku disebut sopan.
Orangnya sangat sopan.
Dia selalu memastikan sebelum membawa pegawai masuk ke kulkas,
mereka sudah memakai jaket agar tetap hangat.
Ini sketsa lama Roofman,
selalu mengenakan topeng.
Pemilik tempat ini menolak berkomentar
tentang rincian perampokan,
dan mengarahkan pertanyaan ke McDonald's pusat.
Tapi dia juga pernah merampok Burger King dan Blockbuster...
Polisi menangkapnya dengan uang tunai $9.000,
diduga hasil dari dua McDonald's,
satu di Gastonia, satu lagi di Belmont.
Pelaku hampir lolos,
tapi seorang pegawai McDonald's di Belmont
melihat arah larinya dan menelepon polisi.
Aku menangani kasus perampokan McDonald's di Belmont yang melibatkan Jeffrey.
Sepanjang waktu, dia berkata,
"Maaf, kalian orang baik.
Akulah orang jahatnya."
Dia orangnya baik.
Ya, dia benar-benar baik.
Dia tidak pernah bersikap kasar.
Tidak banyak bicara, tidak marah.
Tak pernah bilang, "Kenapa aku di sini?"
Dia benar-benar orang baik.
Dia pembohong ulung,
ya, hampir soal semua hal.
Semua orang berpikir, โOh, dia pahlawan
karena dia memberikan mainan untuk anak-anak.โ
Padahal mainannya hasil curian.
Tentang apakah aku pernah merasa curiga,
tidak, aku tak pernah merasa ada sesuatu.
Dia orangnya baik. Dia ikut aktif di gereja kami.
Tapi sekarang pendeta tahu
John sebenarnya adalah Jeffrey Manchester,
napi buron yang dituduh merampok Toys "R" Us
dan membakar klinik gigi, bagaimana perasaan sang pendeta?
Menurutku, sebagai gereja,
kau harus tetap mendampingi seseorang.
Bukan berarti kau menyetujui apa yang dia lakukan.
Soal Roofman, atau si Perampok Atap,
aku tak pernah dengar apa pun tentang itu.
Aku benar-benar tak tahu apa-apa
sampai hubunganku dengan Jeffrey sudah berakhir, dan dia tertangkap.
Setelah itu, semuanya muncul di mana-mana.
Tak pernah terpikirkan itu akan terjadi di klinikku,
dia mencoba membakarnya untuk menutupi rekam jejaknya.
Seluruh bagian depan hancur total.
Awalnya kupikir dia orang yang normal.
Tapi ternyata, ini contoh sempurna bagaimana keserakahan dan uang
serta pengaruh buruk dalam hidup bisa mengubah nasib seseorang.
Pendeta Smith berkata dia sudah menjenguk Manchester di penjara.
Dia tak percaya aku datang menemuinya,
bahwa kami tak sekadar marah dan menjauhinya.
Padahal justru anggota gereja yang melaporkannya.
Polisi menangkapnya saat keluar dari apartemen Leigh Wainscott,
pacar barunya yang dia temui di acara gereja untuk lajang.
Aku berbicara dengan putri sulungku tentang semua ini,
dan aku memintanya mengingat kembali hal-hal yang bisa dia bagikan,
dan dia hanya berkata,
โYa, aku sangat ingat.
Dia orangnya hebat, tahu.
Kami bersenang-senang dengannya.โ
Dan...
Mereka tak punya satu pun hal buruk untuk dikatakan.
Sama sekali tidak ada.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.