Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ayo sini, semua!
Ayo, mampir dan lihat aula kami penuh makhluk aneh dan keanehan!
Si Kembar Lee, terlahir menyatu karena kejamnya permainan Tuhan!
Hati-hati.
Dan si anak berwajah anjing,
lebih mirip anjing daripada anak manusia.
Si Pria Tulang,
lebih mati daripada hidup.
Slorak, si manusia kera,
lebih mirip kera daripada manusia.
Ayo. Mereka semua udah di sini.
Ayo, sini...
masuklah ke dalam kumpulan horor yang mengerikan, lebih buruk dari bayangan tergelapmu.
Ayo, lihatlah.
Nah, itu dia.
Ayo, maju!
Ayo, maju!
Terus maju.
Halo, Nak.
Mendekatlah.
Jangan takut. Mendekatlah.
Ayo, sini. Lebih dekat lagi.
Ya, benar begitu.
Sekarang kamu lihat kan!
Whoa, whoa, whoa.
Nah, ketemu juga.
Astaga, demi Tuhan!
Jangan jadi banci, Francis.
Ayahmu memenangkan sesuatu untukmu.
Ayo.
- Ayo, maju. - Terima kasih.
Ayo.
Tuhan.
Aduh, karnaval itu benar-benar menguras uang Ayah.
Ambilkan air buat Kita.
Satu, tolong.
Ayo, buruan.
Harganya lima sen.
Itu semua uang yang Aku punya.
Itu ketapel, ya?
Di mana ketapel itu?
Tunggu! Francis! Jangan! Kembali! Tunggu!
Francis! Kembali!
Apa maumu?
Tinggalkan aku sendiri!
Halo.
Ayo lari!
Cepat.
Dia makin dekat!
Jangan lihat ke belakang!
Lihatlah kemacetan itu.
Yippee!
Nyonya. Bainbridge.
Senang bertemu Anda lagi.
Saya sudah meningkatkan dosis klorpromazin Lilly,
tapi kalau dia kambuh lagi,
Kita mungkin perlu diskusi soal rencana pengobatan yang lebih ketat.
Di mana dia sekarang?
Musim panas lalu, Lilly jadi dekat sekali dengan kepala staf kebersihan Kita.
Dia ingin pamit dulu sebelum pergi.
Lipat dan masukin aja.
Semuanya akan baik-baik aja, Sayang.
Kamu gadis yang pintar Pasti akan menemukan jalan keluarnya.
Iya, cuma...
Itu salahku sampai ayahnya masuk penjara.
Kita bahkan nggak terlalu kenal satu sama lain.
Dan kalau Aku bilang yang sebenarnya tentang apa yang Aku lihat waktu itu, maka...
Kamu mungkin bakal balik lagi ke sini.
Apa yang bakal Kamu lakukan jika Kamu jadi Aku?
Ayahku dulu sering bilang, hidup itu soal perjalanannya.
Tapi menurutku, yang lebih penting itu siapa yang nemenin Kamu di perjalanan itu.
Dan kalau si Ronnie itu memang sepenting yang kelihatannya buat Kamu,
Kamu pasti akan menemukan cara buat memperbaiki semuanya.
Entah apa pun caranya.
Dengarkan.
Kalau Kamu bilang ke Aku kalau Kamu sudah melihat hal yang mustahil...
maka Aku percaya Kamu.
Kebanyakan orang, ya...
Mereka cuma percaya dengan apa yang bisa mereka lihat...
dengan mata kepala mereka sendiri.
Tenanglah, kawan.
Aku datang dengan niat baik.
Ada apa, bukan seleramu?
Aku lebih suka Embassy Golds.
Benarkah? Embassy Golds.
Di sini sih nggak terlalu populer.
Bayangkan, Aku menganggapmu sebagai manusia Pall Mall,
James Coburn yang biasa aja.
Lee Marvin.
Pall Mall, iklannya Lee Marvin.
Wah, kamu memang ngerti banget soal bintang film ya, Hank. Ya wajar sih, udah bagian dari dunia kamu, kan?
Kau tahu apa yang aku tahu, Apa... keahlianku itu?
Pembohong.
Aku bisa nyium mereka dari jarak satu mil.
Di mana Kamu malam saat pembunuhan itu terjadi, Hank?
Aku sudah bilang, Aku sedang di rumah saat itu.
Lalu mengapa Aku memiliki saksi mata yang menyatakan Kamu berada di Jalan Jackson pukul 11:30?
Iya, ada saksi yang lapor, bilang dia liat foto Kamu di koran.
Coba cocokkan semua petunjuk soal orang itu.
Katanya dia lihat orang itu menyelinap di kegelapan malam itu.
- Dia nulis pernyataan sumpah. - Ya, tapi itu nggak berarti itu bener.
Ya, dia lumayan kesal waktu itu.
Jadi, Kami ke sana, lihat-lihat sebentar, dan...
Kami nemuin ini di Lokasi kejadian.
Jangan bohong, Hank.
Kamu tahu apa yang mereka lakukan dengan pembunuh anak di Shawshank?
Aku tidak melakukan apa pun ke anak-anak itu.
Dan Aku sama sekali nggak ada di dekat teater itu.
Jadi, Kamu di mana waktu itu, Hank?
Dan jangan kasih Aku omong kosong lagi soal Kamu di rumah, tidur di ranjang.
Jangan anggap Aku bodoh.
Baiklah.
Kami akan merindukan Kamu di sini, Hank.
Setidaknya Kita masih punya kenangan.
Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Tunggu dulu.
Aku... Aku nggak melakukan ini! Aku nggak melakukan ini!
Kembali! Kembali!
Bayangin aja kalau ternyata bokap Lo pembunuh psikopat?
Maksud Gue, pasti mereka punya bukti kalau sampai nangkep dia, kan?
Ini Amerika, Loh. Nggak bisa asal jeblosin orang ke penjara tanpa alasan.
Kita ngomongin negara yang sama, nggak sih?
Dia tuh nggak kelihatan kayak orang yang seperti itu.
Yang dibesarkan sama pembunuh? Nggak kelihatan kayak gitu.
Itu aja.
Hei.
Gue ambil ini dari ruang perawat. Harusnya bisa bantu ngilangin itu.
Lo orang terakhir yang Gue butuh bantuan.
Untung aja Gue nggak hajar Lo gara-gara apa yang Lo lakuin ke bokap Gue.
Udah, Lo keluar dari sini.
- Udah pergi aja. - Gue bakal kasih tahu mereka, oke?
Apa yang sebenarnya Gue lihat.
- Seriusan Lo bakal lakuin itu? - Gue bakal ngelakuin apa aja buat benerin semuanya.
Kejadian itu terulang lagi di toko swalayan.
Gue liat bokap Gue.
Mereka ngirim Gue balik ke Juniper Hill.
Sekarang semua orang mikir Gue masih gila, atau...
Gue nggak tahu, mungkin malah keliatan makin gila. Jadi meskipun Gue bilang yang sebenarnya...
Nggak bakal ada yang percaya.
Orang cuma percaya sama apa yang mereka lihat sendiri.
Percuma Kita ngomong apa pun ke mereka kalau nggak bisa nunjukin buktinya.
Terus gimana caranya Kita dapetin bukti?
Lo beneran mikir dia akan diam
Terus dia bakal bergaya buat difoto?
Kita nggak punya apa-apa buat kehilangan sesuatu. Patut dicoba lah.
Buat buktiin kalau Gue nggak gila, dan bokap Lo bukan pembunuh.
Oke.
Misalnya Kita coba ini, dan Kita beneran dapet sesuatu.
Terus Kita mesti ngapain?
Kirim aja ke Keene's buat dicetak?
Kita nggak bakal dapet lagi foto-foto itu.
Dan Gue juga nggak tahu gimana cara nyetak film gulungan.
- Lo bisa? - Nggak.
Tapi pasti ada seseorang yang Kita kenal yang bisa.
Kita bongkar tuh Caddy sampai ke baut-bautnya.
Kalau emang ada yang disembunyikan di dalam, Kita pasti udah nemuin. Bersih.
Cuma ada noda darah dan lubang peluru.
Kita bahkan udah ngecek area sekitar lokasi penggalian.
Kita pasti udah ngegali setengah hektar. Tetep aja nggak nemu apa-apa.
Ya jelas nggak lah.
Yang Kita cari itu dikubur di Derry 300 tahun yang lalu.
Bahkan sebelum mobil ditemukan.
Tapi mobil itu pasti ngasih sinyal atau sesuatu biar Halloran bisa menemukannya.
Itu bagian dari siklus tahun 1935.
Pembantaian Geng Bradley
Sekelompok peniru Dillinger.
Warga kota ngamuk dan nembakin mereka habis-habisan.
Laporan saksi mata waktu itu bilang mereka sempat lihat sosok itu.
Dalam salah satu wujudnya.
Semua yang udah Kita gali sejauh ini
dan Kita masih belum juga menemukan targetnya.
Dan Kita semakin kehabisan waktu.
Kemampuan psikis Halloran udah terbukti.
Tapi dia cuma bisa ngelakuin sebatas itu, terjebak di markas sambil nunjuk-nunjuk peta.
Kita harus bikin dia lebih dekat ke target.
Kalau bisa, langsung di atas targetnya.
Tepat di atasnya, Pak?
Tempatkan dia ke udara.
Halloran adalah kunci dari seluruh operasi ini.
Kalau sampai terjadi sesuatu sama diaโฆ
Sekarang Kita punya Mayor Hanlon buat jagain dia.
Dengan segala hormat, Pak, tapi...
Bagiamana Kita tahu Halloran bakal lebih berhasil di lapangan?
Mungkin dia cuma butuh sedikit bantuan tambahan buat nuntun dia.
Sesuatu yang ninggalin jejak di makhluk itu
sejak lama sekali.
Nggak mungkin.
- Omong kosong. Omong kosong. - Nggak mungkin banget.
Nggak mungkin. Nggak mungkin banget.
Lo nggak pernah berhasil sama Aretha Franklin.
Demi Tuhan!
Kita ketemu di Detroit. Di sebuah klub.
Kita habisin malam bareng. Gila, dia bahkan nulis lagu tentang Gue.
Iya, "Won't Be Long."
Astaga, Bro.
Sial!
Kirain Lo punya hak istimewa.
Terus kenapa?
Jadi, Lo nggak bisa kasih Kita sedikit peningkatan?
Halloran. Sudah waktunya.
Kita ingin upgrade itu!
Masters, anak Lonte Gue pengen banget ngalahin dia.
dan teman-temannya juga, sumpah.
Sayang benget, karena Masters dan gengnya
- Kemarin udah dikirim, jadi beres. - Iya, coba bilang itu ke bahu kanan Gue.
Lo harus jadi lebih tegas, Pauly.
- Jadi lebih tegas? - Iya.
Gue lagi ngejatuhin dua orang itu, sementara Lo masih
ngumpet di bawah ranjang nyari rahang Lo, "Ayo, jadi laki dong."
Gue nggak inget Lo pernah ngejatuhin siapa pun.
Gue inget Lo digebukin kayak bayi.
Gue ini orangnya suka damai, bukan tukang berantem.
- Iya? - Ya.
Terus kenapa Lo masuk militer? Kenapa gabung?
- Gue keliatan keren pake seragam. - Oh ya?
- Jangan, jangan rambutnya. Jangan rambutnya. - Brengsek Lo.
Pegang itu, mampus Lo. Lo tahu kan.
- Mayor. - Kolonel.
Penerbang Halloran, ini Mayor Hanlon.
Kapten Russo. Mereka bakal jadi kru Kamu buat penerbangan intai hari ini.
Apa kabar, Bro?
Pak, sebenarnya apa yang akan Kita awasi sore ini?
Panel kendali kamu.
Anggap aja Halloran ini kompas hidup.
Kamu ikut aja ke mana pun yang dia bilang.
- Kedengerannya oke. - Ayo Kita buat kamu terbang ke udara.
- Jadi, Halloran. - Ya?
Ada apa dengan cerutu itu?
Nggak ada cerutu di sini.
Ya, terus apa isinya?
Kamu tak akan ngerti.
Kamu... Kamu harus belok ke timur.
Timur. Sekarang!
Siap. Kita ke timur.
Kenapa... kenapa kamu berhenti? Kita harus segera pergi dari sini.
Kita aman sekarang. Lihat.
Itu nggak keluar dari hutan.
Itu tadi apa?
Aku nggak tahu.
Berhenti, tolong.
Kenapa itu nggak keluar dari hutan?
Bisakah kamu simpan rahasia?
Aku nggak tahu mereka pikir lagi ngapain di luar sana.
Tanah upacara Kita selalu terlarang.
- Kalau mereka mau tanah itu... - Mereka selalu mengincar tanah itu.
Ya, setidaknya kasih Kita harga yang adil.
Supaya Kita bisa beresin semuanya di sekitar Rawa.
Dia benar. Kita, apa ya, sekitar sejam dari Derry?
Kita udah kayak di planet yang berbeda.
Uang pajak yang mereka dapet buat ngaspal jalan mereka.
Mobil yang mereka gali itu?
Ini bukan soal ngungkit-ungkit masalah lama...
Itu punyanya Al Bradley.
Dari '35.
Pembantaian itu.
Kalau kamu mau wakilin kepentingan Kita...
Kita harus ngelakuin sesuatu sekarang, Bibi.
- Sebelum mereka makin dekat... - Nggak.
Dan mereka juga begitu.
Kamu dan teman-temanmu jangan ikut campur.
Bukan dalam persoalan ini.
Kamu dibutuhkan.
Kamu ngerti?
Ini tentang yang kamu lakukan di mana kamu telah dipilih untuk melakukannya.
Jika ada yang punya usulan, sampaikan sekarang.
John, Kita harus ngelakuin sesuatu. Sekarang.
Aku udah minta ketemu,
minta ada penghubung khusus buat komunitas.
Kita nggak dengar apa-apa, jadi kamu nyaranin apa?
Yang lebih kuat.
Kita mulai dengan surat peringatan berhenti dan jangan lanjut.
- Itu omong kosong. - Kasih mereka waktu buat jawab,
dan kalau Kita masih nggak dengar apa-apa, Kita ajukan keluhan resmi.
lewat pemerintah pusat.
Kamu tahu mereka bakal mengabaikan aja.
Kamu mau hentikan mereka?
Aku nggak.
Belum, sampai Aku tahu dulu
Apa sebenarnya yang sedang mereka lakuin di luar sana.
Hei, Halloran, Kamu baik-baik aja kan?
Halloran!
Apa sih yang dia lakuin?
Lo pikir Gue tahu apa yang lagi terjadi sama dia?
Halloran!
Manusia kompas? Lihat nih orang gila.
Kelihatan kayak manusia kompas menurut Lo? Dia lagi ngamuk gila-gilaan.
Oh Yesus Kristus.
Ground, ini USAF-KC135.
Gue punya teman di Fort Bragg, dia bilang mereka lagi ngelakuin, kayak...
kontrol pikiran pada kambing atau semacamnya.
Jadi ini maksudnya? Ini urusan kambing, Lee?
Kayaknya ada yang salah sama Halloran. Nggak ngerespons.
- Meminta izin untuk kembali. - Itu negatif, Mayor Hanlon.
- Teruskan jalur sekarang. - Aku kasih tahu lagi. Dia nggak ngerespons.
Meminta izin untuk kembali.
Aku kasih tahu kalau Penerbang Halloran nggak ngerespons!
Meminta izin untuk kembali!
Halloran!
Hei! Halloran!
Siapa kamu?
Nenek.
Dia datang, Dickie.
Keluar dari sini. Sekarang!
Halloran! Mundur, Halloran!
- Halloran! Halloran! - Jangan! Jangan!
- Hei! Hei! - Kalian berdua aman?
- Bagaimana kabarmu, prajurit? - Aku baik-baik aja, Pak.
Jadi...
Kamu lihat itu.
Lebih tepatnya, dia yang lihat Aku.
Seperti apa rasanya?
Dingin.
Kamu sudah bagus di atas sana hari ini.
Kalau ada yang bisa
Kita lakukan untuk membuat waktumu di sini lebih mudah,
Kamu bisa kasih tahu Aku.
- Kini setelah Anda menyebutkannya.. - Itu berlangsung dengan cepat.
Aku sama teman-teman di pangkalan, agak susah cari tempat buat ngilangin penat.
Kalau Bapak bisa cariin tempat buat Kita
yang nggak kehujanan di kepala, Aku tahu anak-anak akan berterima kasih.
Paham. Aku akan coba apa yang bisa Aku lakukan.
Pak.
Seharusnya dia tidak melihat Kita.
Seharusnya dia tidak mengetahuinya.
Aku punya firasat.
kalau Kita terus begini, akan ada sesuatu yang buruk datang.
Mungkin Kita sebaiknya membiarkannya saja.
Istirahatlah.
Silahkan, Tuan-tuan
Perjalanan ini seharusnya singkat,
tapi peluncurannya tertunda lebih dari tiga jam.
setelah Shepard naik ke roket.
Jadi Shepard nanya, boleh nggak dia keluar buat pipis.
dan mereka bilang nggak boleh, tapi mereka terpaksa untuk sementara
mematikan dulu bagian listrik di pakaiannya
supaya dia bisa pipis di celananya tanpa kesetrum sendiri.
Jadi Lo bilang orang pertama
yang ke luar angkasa itu berangkat dengan pipis di celananya?
Iya.
Bisa aja lebih parah.
Bro, udah cukup!
Kena di muka Lo tuh.
Gue mau nanya nih.
Menurut Lo siapa yang punya toket paling oke di kelas?
Apa?
Di tempat asal Lo, orang nggak nyebut "toket" gitu?
- Nggak, mereka juga nyebut gitu. - Kalau Gue sih, Delores.
Walaupun muka Marge Truman lebih cakep.
Ronnie Grogan?
Apa sih yang dia mau dari Lo?
- Gue bisa apa? - Nyuci film.
Maksud Gue, cara Lo ngomong soal bom bau itu,
Kirain Lo tahu jenis bahan kimia apa
yang Lo butuhin di kamar gelap.
Kenapa nggak Lo kirim aja ke lab?
Nggak. Jadi Lo bisa bantu Kita apa nggak?
Mungkin aja, tapi kenapa?
Lo juga nggak bakal percaya kalau Kita ceritain.
Coba aja ke Gue.
Jadi, menurut Lo gimana?
Kenapa sih Gue setuju sama ini?
Gue nggak bisa bantu dia.
Jadi, Lo percaya sama dia?
Gue percaya dia emang yakin sama itu.
Tapi pas dia nanya Gue, rasanya otak Gue langsung kosong.
- Cinta emang bisa bikin Lo gitu. - Iya.
- Hah? Apa maksud Lo? - Ronnie. Lo naksir dia.
- Gue tahu tandanya. - Nggak ada tanda-tanda.
Ya jelas ada.
Cinta bisa bikin Lo ngelakuin hal-hal gila, Bro.
Kayak manjat balkon atau... atau...
Atau nulis puisi di bagian dalam sepatu Lo
jadi nggak ada yang bakal tahu soal itu.
Siapa sih yang nulis puisi di dalam sepatunya?
Cuma seseorang aja.
Seseorang yang lagi jatuh cinta.
Oke, tapi Gue nggak jatuh cinta sama Ronnie.
Terserah Lo aja, Romeo.
Beritahu Saya apabila Anda memerlukan bantuan.
Apakah Anda sedang mencari sesuatu yang istimewa hari ini?
Baiklah, Saya tidak tahu.
Apa yang Anda miliki seharga satu koin lima sen?
- Francis Shaw. - Serius sudah 50 tahun berlalu?
Sepertinya tidak mungkin
Tidak, memang tidak.
Ini adalah hal yang paling ganjil.
Sebelum Saya tiba di sini, Saya... sama sekali tidak mengingat Anda.
- Anda benar-benar tahu cara membuat seorang wanita merasa tersanjung. - Maksud Saya, Saya sama sekali tidak mengingatnya.
- Anda. Kota ini. - Anda bukan yang pertama.
Derry memang ganjil dengan caranya sendiri.
Tak peduli berapa lama Anda berada di sini, semakin jauh Anda pergi,
semakin tampak bahwa semuanya seolah memudar.
Sebagian orang akan mengatakan bahwa itu memang yang terbaik.
Saya tidak tahu.
Memang memiliki pesonanya sendiri.
Apa yang Anda ingat?
Tidak banyak.
Ayah Saya, hidup tinggal di pangkalan, tetapi yang paling Saya ingat adalah Anda.
Itu terjadi pada musim panas, Francis. Saat itu Kita berusia dua belas tahun.
Saya meragukan bahwa Anda bahkan mengingat nama Saya.
Saya tidak.
Baru minggu ini.
Apakah Anda yang bertanggung jawab atas penggalian itu?
Apa yang sedang Anda lakukan di luar sana, Francis?
Survei tanah.
Kami sedang berusaha menentukan di mana pipa akan dipasang
untuk membawa masuk air dari Kenduskeag.
Dan komunitas kami merasa prihatin
bahwa penggalian Anda akan mengganggu peninggalan suci.
Kami tidak dapat mengizinkan tanah pemakaman yang tidak bertanda untuk dimusnahkan.
Kalau begitu, mari Kita bekerja sama.
Anda dapat menunjukkan dengan tepat area mana yang harus kami hindari.
Saya tahu mungkin hal ini tidak terlalu berarti jika datang dari seorang pria dalam posisi Saya,
namun Anda dapat mempercayai Saya.
Saya ingin mempercayai hal itu.
Saya akan berbicara dengan Dewan Kota.
Tidak janji.
Saya akan tetap menghubungi Anda
Senang bertemu dengan Anda, Rose.
Anda juga.
Ada apa? Kenapa kamu terlihat begitu sedih?
Ayahku menerima surat penugasan ulang.
Kami akan berangkat pada pagi hari.
Aku tadinya berniat menunggu untuk mengembalikan ini padamu, tapi...
Aku rasa Kamu saja yang sebaiknya memilikinya. Sesuatu untuk mengingat Aku.
Kamu harus berjanji kepadaku, Oke?
Berjanjilah kamu tidak akan pernah melupakanku, pada musim panas ini,
tentang pertemanan Kita.
Francis, kamu belum tahu soal ini, tetapi...
tempat ini punya cara bikin orang lupa,
meski mereka tidak menginginkannya.
Astaga! Tempat ini gokil banget, Bro!
Gimana sih Lo bisa tahu soal ini?
Ini tempatnya temen-temen Gue. Jadi basecamp mereka.
Atau dulu begitu.
Seriusan! Gue suka banget yang kayak gini!
Jadi, gimana cara Kita dapetin foto ini?
Yah, Gue rasa Kita bisa aja nungguin itu,
buat ngejar Kita lagi atau... entahlah, mungkin Kita bisa mancing itu keluar?
Selama ini, apa aja caranya dia ngejar Lo?
Matty, bokap Gue.
- Nyokapnya Ronnie. - Iya, tapi itu bukan mereka.
Sesuatu itu pura-pura jadi mereka, buat nakutin Kita.
Pertanyaan yang bener tuh, sebenernya apaan sih itu?
- Itu orixรก. - Hah? Ap tuh?
Lo tau kan, semacam roh jahat.
Yah, nggak semuanya jahat, tapi yang satu ini kedengarannya parah banget.
Gimana Lo bisa tahu?
Yah, Gue nggak terlalu yakin, tapi om Gue dulu seorang babalao.
Dulu di Kuba, seorang pendeta Santerรญa.
Dia bilang, tiap kali ada orang yang ngibul sama dia,
Lo tau kan, kayak nggak bayar utang dan hal-hal gitu,
dia bakal manggil orixรก itu dan ngirimin buat ngejar mereka.
Dan yang bener-bener jahat
selalu ngambil wujud leluhur mereka yang udah meninggal.
Lo tau kan, biar mereka bener-bener ketakutan.
Dan dia bisa langsung manggil mereka gitu aja?
Iya, tapi dia harus pergi ke kuburan, nyalain lilin.
Itu ribet banget, pokoknya gede urusannya.
Gila banget, kan?
Ayo! Ayo! Ayo!
Ah, sial! Angin kampret!
Rich...
Dia pernah ngasih tau Lo gimana caranya?
Selamat malam, Nyonya.
- Terima kasih. Silakan masuk. - Ya, Nyonya.
Mayor.
- Jangan merendahkan diri Anda. - Apakah Anda menambahkan saffron Spanyol ke dalam hidangan ini?
Di daerah ini nggak banyak terdapat masakan Cajun, Saya khawatir.
Semua yang ada di sini memang berbeda.
Saya akui hal itu.
Kami mulai terbiasa dengan hal ini, bagaimanapun.
Mulai terasa seperti rumah.
Anda tidak begitu menyukai berada di sini, bukan, Nyonya Hanlon?
Oh, Saya menyukainya dengan baik.
Anda tahu, sulit untuk tidak merindukan hal-hal yang telah ditinggalkan.
Kita nggak perlu membicarakan semua hal tersebut.
Saya pernah menjadi guru sejarah.
Sekolah untuk murid-murid kulit berwarna?
Apakah ada jenis sekolah lain di sana yang akan mengizinkan Saya untuk mengajar?
Baiklah, itu cukup adil.
Kami telah berusaha menemukan sesuatu di sekolah di sini.
namun yang tersedia hanyalah pekerjaan administratif. Beliau terlalu berkualifikasi tinggi.
Ada hal-hal lain. Pertemuan, pawai.
- Silahkan. - Pergerakan.
Mayor merasa cemas terhadap aktivitas Saya.
Hal itu akan mencerminkan buruk pada dirinya di hadapan rekan-rekannya.
Menghambat kenaikannya dalam jenjang karier militer.
Saya memahami bahwa hal tersebut bisa menjadi perhatian, Bu.
Menjadi warga kulit hitam dalam dinas militer saja sudah merupakan tantangan tersendiri.
dan jika Anda memiliki ambisi yang sungguh-sungguh, Anda akan menginginkan
kehidupan pribadi yang lebih tertata daripada seragam dinas Anda.
Baik, Saya tidak terkejut kalian berdua, para penerbang, saling mendukung satu sama lain.
Maaf, saya akan mulai menyiapkan hidangan penutup.
Jadi, di mana putramu berada malam ini?
Will?
Nanti juga kamu akan ketemu dengannya.
Tapi sekarang ia lagi ada di rumah kawannya.
Kamera ini keren banget.
Wah, gila. Gue belum pernah lihat yang kayak gini sebelumnya.
Will.
Muka Lo kenapa tuh?
Nggak apa-apa.
Hei, Ronnie.
Jangan buang-buang roll filmnya.
Kita butuh semua foto yang bisa kita dapet.
- Oke deh, maaf ya. - Kelihatan oke nggak?
- Kita udah lakuin semua kayak yang Lo bilang. - Iya, mantap. Nilai A-plus deh.
Oke.
- Kita mulai aja, ya? - Iya, ayo.
Kenapa nggak? Ayo dong.
Hidangan yang luar biasa, Mayor.
Istrimu sangat piawai di dapur.
Saya nggak pernah memberi tahumu kalau kami punya seorang putra.
Dengar dari orang di pangkalan.
Apa yang terjadi di atas sana?
Maksud saya, menutup mata
untuk mencari sesuatu.
Apa itu?
Nenek saya bilang itu seperti...
Itu seperti melihat sesuatu tanpa benar-benar melihatnya.
Ya, saya tahu. Kedengarannya agak nggak masuk akal, bukan?
Di tempat saya tumbuh besar, setiap orang mengenal seseorang yang mengenal orang lain yang seperti itu.
Saya sendiri belum pernah menyaksikannya secara langsung.
Aneh rasanya, baru saja sebelumnya,
Saat Kamu menanyakan tentang putra Saya, Saya merasakan sesuatu.
Ya, sepertinya ada di sudut benak Saya.
Sulit untuk dijelaskan, selain bahwa itu adalah hal yang paling ganjil.
Hal paling luar biasa yang pernah Saya rasakan sepanjang hidup Saya.
Dan Saya hanya pernah merasakan hal itu satu kali sebelumnya.
Malam saat Saya diserang...
Kamu berada di sana.
Bukan Kamu yang memegang pipa itu, namun saya tahu apa yang saya rasakan.
Jangan coba-coba membaca pikiran saya. Sudah jelas?
Saya akan melakukannya. Saya berjanji. Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.
Apa sebenarnya maksud dari pernyataan itu?
Saya telah melihat apa yang ada dalam benak para pria saat mereka menghadapi kematian.
Mereka memikirkan keluarga mereka. Mereka memikirkan penyesalan mereka.
Tapi Kamu?
Moncong senjata mengarah ke kepala, jari telah bersiap di pelatuk.
Kamu sedang melakukan analisis.
Kamu tadi hanya..
sedang mengumpulkan informasi.
Seolah-olah bagian dari otakmu yang seharusnya merasakan ketakutan,
seolah-olah bagian itu bahkan tidak ada.
Jadi, Kamu bukanlah
jenis pria yang kemungkinan besar akan saya hadapi, Mayor.
Tetapi Kamu telah menyelamatkan nyawa saya saat berada di dalam pesawat itu.
Jadi saya tentu tidak akan keberatan memiliki Kamu bersama saya di dalam parit itu.
Baiklah.
Siapa yang sudah siap menikmati hidangan penutup?
Kue lumpur hampir selesai disiapkan.
- Saya sangat ingin mencicipi kue lumpur itu. - Baiklah.
Ayo, Lee.
Rich, kamu cuma ngulang-ngulang aja.
Itu apaan? Kamu ngomong apa sih?
Santa Maria?
Doa buat orang yang udah meninggal?
Ya udah, sekarang kita tunggu.
Kayaknya kita harus saling membelakangi biar bisa lihat ke luar, ya?
Iya, itu yang Omku bilang harus dilakukan.
Iya. Iya, ide bagus tuh.
Maaf.
Gue harus pipis dulu.
Nggak. Tunggu, tunggu, Gue kira lo bilang...
kita nggak bisa keluar dari lingkaran sampai semuanya selesai.
Nggak kok, kamu bisa. Cuma harus cepet balik aja.
Sepupuku yang bilang.
Lo bilang Om kamu lo ngelakuin itu.
Ya sih, tapi aku mostly dengarnya dari sepupuku, jadi...
Lo nggak dengar langsung dari dia?
Ya nggak semuanya sih.
- Ini kacau banget. - Oke, Kita pergi sekarang.
Tunggu dulu, guys, dia cuma lagi berusaha bantu.
Ngarang semua omong kosong ini?
Ayolah. Monster, hantu, itu semua cuma omong kosong."
Jadi, Lo masih nggak percaya sama Gue?
Lo pikir ini cuma imajinasi Gue?
Gue... Gue percaya Lo memang percaya itu.
Maaf ya, oke? Gue... Gue nggak..
- Ro... Ron! - Tunggu, Ronnie!
Bikin teman itu emang susah.
- Lo tahu, kan? - Iya, Bro. Gue tahu.
Lo nggak apa-apa?
Gue gak mau bahas itu.
Ayo, Rich! Kita harus nyusul!
Lo lihat ini, nggak?
Kayaknya ada yang nggak beres.
Eh, Ron, pelan-pelan dong. Ron, tungguin!
Whoa!
Apa yang lagi terjadi sih?
Ayo, ayo, ayo!
Kita hampir sampai!
tรญo?
Bukan, tรญo!
Apa yang lagi terjadi sih?
Ini nggak mungkin nyata. Ini nggak mungkin nyata.
Dapet! Dapet!
Jeruk dan lemon Kata lonceng Gereja St. Clement.
Rich! Ambil kameranya, cepetan!
Gue lihat itu!
Dapet! Dapet!
Senter
Aduh, sialan!
Aduh, sialan! Whoa!
- Rich? - Will, ambil kameranya!
Ya Tuhan, itu barusan apaan sih?!
Will di mana? Guys, guys! Eh, guys, berhenti dulu!
Will ke mana? Dia tadi persis di belakang gue!
- Ayo! - Buruan!
- Ayo dong! Ya ampun! - Cepetan, keluar dari situ!
Ayo!
- Harusnya Gue percaya sama Lo. - Ya jelas lah!
Lo butuh bantuan?
Sial, kayaknya Gue baru aja matahin dua tulang paha Gue.
Oke, jadi pertama kita bakal nyiapin tiga nampan.
dan satu wadah air.
- Isi satu nampan pakai cairan pengembang. - Baunya mirip Fizz-A-Lot.
- Ini bisa diminum nggak? - Nggak.
Satu pakai cairan pencampur, yang satu lagi pakai cairan penghenti.
Rich, jangan pegang itu.
Lampu merah.
Pengatur waktu.
Ya udah, sekarang kita tunggu.
Astaga, gila banget.
Aku yang motret itu.
Ayo dong, guys.
Nih.
Teddy!
Kita berhasil.
- Kita beneran berhasil. - Ya ampun.
Ayo lanjut yang berikutnya Ayo. Tunggu, ini caranya, benar?
- Bukan, arah satunya. - Oke. Nih.
Susie!
Yes! Ya ampun.
Yes.
- Ronnie. - Gue dateng.
Itu foto yang Gue ambil di ruang bawah tanah.
Apa tuh?
Itu badut.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.