Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dar
Subtitle oleh: ~ Dark
Subtitle oleh: ~ DarkS
Subtitle oleh: ~ DarkSm
Subtitle oleh: ~ DarkSmu
Subtitle oleh: ~ DarkSmur
Subtitle oleh: ~ DarkSmurf
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfS
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSu
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub I
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub In
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Ind
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indo
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indon
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indone
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indones
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
- = The Deal =-
Halo!
Halo!
Loyalitas!
Det. Sin, ini berkas yang Anda minta.
Iya, kali ini juga tidak ada jejak sama sekali.
Sialan, cepat jawab teleponnya!
Dasar kunyuk!
Dengan Kantor Polis Gyeongdong.
Halo? Halo? Bukan di sini Jaksa.
Sudah budek ya kuping orang-orang ini?
Angkat teleponnya!
Harusnya kita makan jjampong, bangsat.
Min Tae Soo, kau kurang kerjaan ya?
Belum mau bergerak?
Bangsat ini masih bisa tidur?
Bangsat, kenapa kalian masuk?
Ada yang dicari?
Bukan, hujan terlalu deras. Jadi istirahat sejenak.
Istirahat?
Sudah kuperingatkan, sebelum petunjuknya berhasil kau temukan, jangan pernah punya pikiran untuk pulang.
Cepat tangkap pelaku kejahatannya!
Siap!
Anu, mana boleh kau bersikap acuh tak acuh begini?
Loyalitas!
Kali ini jika kalian masih juga gagal memecahkan kasus,
aku akan membuat kalian menghabiskan seumur hidupmu di tahanan.
Sudah mengerti?
Dasar, tua bangka taik anjing! Benar-benar keterlaluan.
Memangnya dengan membelalakkan mata penjahat akan tertangkap?
Bagian monitoring saja tidak berhasil menemukan jejak apapun.
Kita mau cari bagaimana?
Sepertinya korban kali ini adalah yang ke delapan.
Atasan sudah pada panik.
Hari ini sepertinya tidak bisa pulang.
Kita pergi main biliar saja. Yang kalah bawa bir.
Dasar! Barusan tadi kau tidak lihat seperti apa anjing gila itu?
Bagaimana kalau kita ke tempat di mana korban dinyatakan hilang dan ambil beberapa foto?
TKP kosong dan tidak terlihat apapun, kunyuk!
Hujannya benar-benar deras.
Pernikahan hyeongnim mu itu penting sekali apa?
Maaf.
Siapa yang tidak menepati janji baru begitu?
Kenapa bank hari Sabtu juga masuk kerja?
Ayo cepat pulang dan temani aku.
Kau masih berniat kerja atau tidak?
Boiler rusak dan aku sudah panggil orang untuk reparasi.
Tidak ada komentar... tidak ada komentar.
Pergilah!
Sudah selesai sibuknya?
Bagaimana ya? Representatif Kim ada penting. Aku tidak bisa pulang sebelum kerjaan selesai.
Kalau begitu kau tidak pulang sebelum jam makan malam?
= Berani sekali hari ini. =
Aku tidak seberani itu. Satu jam lagi seharusnya sudah bisa selesai.
Oke, sudah lama kita tidak makan malam bersama.
= Iya, aku sudah tahu. =
Aku sudah beli semua bahan sup hidangan laut. = Sudah lama tidak mencicipi masakanmu. =
Oke.
= Lagipula aku punya hal penting yang ingin kuberitahukan. Nantikan ya! =
Hal penting apa? Tidak bisa kasih tahu sekarang?
Kalau penasaran, cepat selesaikan pekerjaanmu dan pulang ke rumah.
Leherku.
Apa-apaan kau, bangsat?
Kau cari gara-gara dengan orang yang salah.
Bangsat, cepat turun!
Kunyuk, berhenti!
Coba lihat kaus kakiku itu nempel di kaki seperti permen karet.
Kenapa buka kaus kaki di dalam mobil?
Jendela mobil tidak bisa dibuka karena hujan.
Kunyah saja permen karet.
Dasar!
Cepat singkirkan!
Dasar!
Beri aku kaus kaki.
Nih!
Tidak ada persamaan, tidak ada jejak juga.
Sepertinya bangsat itu sudah memperhitungkan akan turun hujan. Benar-benar pintar.
Yang pasti, begitu berhasil menangkap bangsat ini kita akan naik pangkat.
Kau itu.
Tunggu sebentar.
Mari kita lihat ada apa yang menarik.
= Kecelakaan lalu lintas! Kecelakaan lalu lintas! Harap segera meluncur ke jalan Yongsan. Butuh backup polisi.=
Coba dengar! Lokasinya ada di depan kita.
Kita coba cek ke sana.
Kenapa harus ikut campur urusan orang lain?
Sekarang kita sedang menyelidiki kasus menghilangnya pelaku kejahatan.
Apa maksudmu ikut campur, kunyuk?
Siapa tahu kan? Mana tahu kita ketemu sesuatu.
Hari ini dipenuhi oleh 'power'.
Supir Kim, ayo tancap gas!
Ayo cepat! Dasar!
Lagi enak-enaknya nyetir tiba-tiba dia pindah jalur.
Ini kan membahayakan orang.
Ajussi ini, kalau bicara yang jelas.
Barusan kucek, bekas ban di aspal terlihat serius.
Ditambah puing-puing yang berceceran di situ.
Yang selip juga mobil Ajussi.
Sekalipun begitu, bukankah ada yang namanya jarak aman?
Pokoknya, ini tetap kasus tabrak lari.
Tapi kenapa orang yang terluka kabur?
Siapa orang itu?
Ditinjau dari kondisi TKP, tidak terlihat seperti kasus tabrak lari.
Ditambah, di TKP ditemukan ponsel milik wanita yang rusak terbanting.
Pasti dikarenakan membawa sesuatu makanya kabur.
Sudah pasti itu tabrak lari.
= Ini adalah pengemudi mabuk yang kabur. =
= Jangan memperumit masalah. =
Sudah ah!
Pertama-tama, sudah kabur lebih kurang sejam. Mobil van warna hijau.
Terlalu mencolok mata lewat jalan besar. Hitung jaraknya dan cari bantuan. Sudah dulu ya.
Tancap!
Jalan ke Daemosan hanya ada ini satu. Bagaimana? Mau mampir ke sana lihat-lihat?
- Sebelah sini! - Tunggu! Berhenti sebentar.
Jejak ban mobil.
Ada apa?
Ada sebuah mobil setelah naik ke gunung turun lagi.
Dilihat dari jejak bannya sepertinya masih baru.
Tancap gas!
Tunggu apa lagi? Cepat injak gasnya!
Iya, iya.
Bukan tabrak lari biasa. Di sini jalan cuma ada satu. Bisa kita ringkus.
- Lampunya sudah ganti. Cepat berhenti! - Oke, oke, oke.
Cepat berhenti.
Turunkan ini!
Turunkan!
Aku adalah polisi.
Coba turun sebentar.
Sebentar saja.
Sebentar saja.
Turun dulu.
Bawa dia ke dalam mobil dulu!
Baik.
Ayo jalan!
Kenapa?
Sekarang kau adalah tersangka pelaku tabrak lari.
Di dalam mobil terdapat bekas noda darah.
Sepertinya tidak hanya satu atau dua orang.
Senang, ya?
Bagus!
Antenaku langsung berdiri.
Kenapa kok rasanya agak aneh ya?
Setelah semuanya selesai, kutraktir kau minum segelas.
Mana cukup segelas?
Telah menyusahkan.
Beres-beres habis itu pulanglah!
Ada apa adik ipar meneleponku?
Hari ini Soo Kyeong ada telepon?
Tidak tuh! Sebentar ya.
Maaf, maaf.
Hari ini aku luar biasa sibuk karena menangkap kriminal.
Tidak sempat menjawab telepon. Kenapa?
Hari ini dia telepon katanya ingin makan malam bersama Hyeong.
Setelah itu dia tidak dapat dihubungi. Juga tidak ada di rumah.
Habis batere mungkin.
Baiklah. Aku coba telepon dia lagi.
Iya, silakan bicara.
Pemilik ponsel, Min Soo Kyeong?
No KTP-nya? 871018-2380-718?
Ada lagi yang lain? Oke.
Terima kasih.
Min Soo Kyeong... Min Soo Kyeong...
Sialan, sedang apa kau sekarang?
Hyeongnim, kenapa begitu?
Hyeongnim! Hyeongnim!
Mau ke mana?
Tidak boleh begitu.
Tunggu dulu!
Kau... kau ini apa sebenarnya?
Bukan, kan? Aku salah dengar kan?
Bedebah!
Kenapa kau?
Kenapa? Apa yang kau perbuat?
Hyeongnim, ada apa ini?
Pergi cari.
Apa? Apa? Bedebah!
Lepaskan aku, bajingan!
Lepaskan aku, bajingan!
Bangsat!
Hyeong!
Seung Hyeon! Seung Hyeon!
Hyeongnim. Hyeongnim, kantor polisi telepon. Apa maksudnya ini?
Ada apa dengan Soo Kyeong?
Hyeongnim! Hyeongnim!
Sedang apa, Hyeong?
Hyeongnim!
Dengarkan aku. Sekarang masih belum pasti.
Jangan putus asa.
Hyeongmu adalah seorang polisi.
Aku akan menyelidiki sampai tuntas. Percaya pada Hyeong kan?
- Bukan, kan? - Ini...
Coba lihat! Di rumahmu ditemukan sebuah mayat.
= Kau masih tidak tahu keadaan sekarang ini seperti apa? =
= Sekarang tuduhanmu bukan tabrak lari tapi pembunuh. Ditangkap karena tuduhan membunuh. =
Lagipula aku punya hal penting yang ingin kuberitahukan. Nantikan ya!
Sebelah sini! Sebelah sini!
Sayang, sedang apa kau?
Anak kita sudah lapar nih! Kakinya dijulurkan terus.
Potongkan aku buah dong!
Anak kita suka buah persik.
Dia juga pemilih dalam hal makanan.
Apelnya terlihat enak sekali.
Sayang! Sayang! Cepat ke mari! Sepertinya anak kita menjulurkan kaki lagi.
Sepertinya sedang mencari sesuatu.
Tidak ketemu apapun? Lanjutkan pencarian!
Ketemu! Ketemu!
Cepat katakan! Di mana kau sembunyikan mayatnya?
Bangsat! Kenapa di halaman rumah bisa ada 3 mayat?
Oh itu. Aku hanya merasa sudah seharusnya dikubur.
Bajingan.
Baiklah! Di halaman rumahmu ditemukan 3 mayat, berarti kau juga mampus.
Karena itu, mayat yang lain dan Soo Kyeong kau kubur di mana?
Katakan!
Kenapa aku harus?
Hei, jika kau itu manusia
setidaknya kau punya perasaan bersalah. Bukankah begitu?
Kalau begitu aku harus bilang aku sangat sedih?
Anjing jahanam!
Hyeong, kau mau apa sekarang? Ada apa?
Hyeong! Hyeong!
Tae Soo, sungguh keterlaluan bangsat ini.
Muncul dari mana dia?
Hyeong!
Katakan! Di mana Soo Kyeong?
- Menurutmu aku akan buka mulut? - Bedebah!
Maaf, aku telah bersalah. Kumohon tolong beritahu aku.
Dongsaeng-ku... di mana dongsaeng-ku?
Beritahu padaku. Kumohon beritahu padaku.
- Bukankah sudah pernah kuberitahu? - Apa?
Kusuruh kau cari sendiri.
Tae Soo Hyeong. Tidak ada untungnya kau berbuat begitu.
Akan semakin susah menemukan korban-korban yang lain.
Hyeong!
Sudah ada hasil dari NFS.
Dari sampel darah yang mereka temukan,
DNA adikmu sesuai dengan DNA salah satu korban yang hilang.
Tapi bagaimana ya? Forensik juga butuh waktu.
Kau istirahatlah beberapa minggu dan tenangkan pikiranmu.
Kubunuh kau!
Kembalikan putriku! Kembalikan putriku!
Tanggalkan topimu, bangsat!
Jo Kang Cheon yang dibawa ke TKP,
masih belum sanggup menunjukkan posisi yang akurat.
Polisi mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melakukan investigasi penuh
terhadap lima korban yang belum ditemukan
Hei Jo Kang Cheon, kau berniat mau begini terus?
Tidak bisa, kita turun saja.
Pelan-pelan! Pelan-pelan!
Anggota keluarga korban yang mengamuk terhadap tersangka ditahan oleh polisi.
Ayah, Soo Kyeong... Soo Kyeong.
Tersangka pelaku Jo Kang Cheon dengan sengaja menghabisi nyawa 3 wanita.
Cara pembunuhan yang dilakukan sangatlah kejam.
Pada saat diperiksa, tidak menunjukkan sikap kerja sama.
Dalam proses pemeriksaan ketujuh korban, menyangkal menggunakan senjata untuk membunuh.
Iya.
Menurut KUHP pasal 160 ayat 1 dan pasal 250 ayat 2,
terdakwa Jo Kang Cheon dijatuhi hukuman maksimal.
Oke, berikan padaku. Mantap, kan?
Ayah kami adalah orang yang pintar sekali memasak.
Sekalipun sudah menikmati masakannya lebih dari 30 tahun tetap tidak bisa masak.
Sudah lama sekali tidak makan bersamamu, Seung Hyeon.
Hebat! Lain kali kita masak sup hidangan laut bagaimana?
Sepertinya rasanya akan jauh lebih enak daripada yang dijual di restoran.
Hyeongnim, kelak kita jangan bertemu lagi.
Seung Hyeon...
Begitu melihat Hyeongnim, aku selalu teringat akan Soo Kyeong.
Menderita sekali.
Aku masih ingin hidup.
Baik. Benar katamu. Ayo makan!
-= Tiga tahun kemudian =-
Di mana Soo Kyeong? Kata-kata yang ingin diucapkan kapan saja bisa diucapkan.
Masuk akal tidak ini?
Bajingan seperti itu masih juga dikasih makan dengan uang pajak. Bedebah!
Begitu melihatmu Hyeong, aku merasa tidak seharusnya menghalangimu waktu itu.
Bagaimanapun juga mungkin waktu itu, masih belum punya keberanian seperti itu.
Hei, jika bajingan itu kubunuh saat itu juga,
sekarang mungkin aku harus melewatkan seumur hidupku di penjara.
Bagaimana ya? Bajingan! Aku juga harus hidup.
Ah, sepertinya aku sudah kebanyakan minum.
Sudah omong-kosong. Maaf.
Duduk! Duduk!
Oppa sibuk?
Hyeong adalah polisi. Aku akan menyelidikinya sampai tuntas.
Carilah!
Ini adalah Oh Yeong Seok, bos klan Taeseong di sekitar sini.
Dibunuh jam 4 pagi subuh pada saat naik tangga.
Saksi matanya mana?
Kata Oppa, bersamaku hokinya membaik.
Setiap bulan dia pasti main ke sini.
Walaupun Oppa adalah orang yang melakukan hal seperti itu,
tapi orangnya benar-benar baik.
Tidak lihat wajah pelakunya?
Pada saat itu...
Karena pada saat itu kejadiannya terlalu mendadak makanya panik sekali.
Sepertinya oppa sudah ditargetkan.
Karena mengenakan masker dan topi,
jadi tidak kelihatan wajahnya.
Dari mulai lobi tempat Oh Yeong Seok dibunuh hingga melarikan diri dengan mobil,
semuanya dilakukan dengan rapi dan bersih.
Kalau begitu, ada kemungkinan ini adalah perbuatan yang sudah direncanakan.
Tapi satu-satunya saksi mata yang ada di lobi dibiarkan hidup.
Mungkin karena tidak sempat.
Tidak tahu kapan teriakan minta tolongnya.
Pertama-tama, coba cek CCTV di sekitar sini.
Cek ulang lagi rekaman yang ada di lobi.
Di situ ramai sekali, harusnya susah kalau mau bunuh orang, kan?
Bagaimanapun juga,
sepertinya muncul lagi seorang sampah masyarakat.
Lakukan tugasmu dengan baik. Ketemu nanti di markas.
Siap! Loyalitas!
Dilihat dari informasi yang kita dapatkan,
korban adalah Oh Yeong Seok yang berusia 45 tahun.
Bos klan Taeseong.
Lima tahun yang lalu bos Taeseong Song Myeong Soo lengser dikarenakan kasus pembunuhan dengan kekerasan.
Sehingga posisinya menjadi kosong.
Semenjak itu, Taeseong mendepak Song.
Kekuasaan mereka berkembang pesat hingga ke Gangnam dan daerah-daerah sekitar Hannam.
Kabarnya Song Myeong Soo dari klan Taeseong beberapa tahun yang lalu diam-diam telah ditangkap polisi.
- Jadi sekarang kau sedang curiga... - Iya.
Setelah Oh Yeong Seok tewas, yang paling diuntungkan adalah penguasa kedua Taeseong.
Kim Min Seok.
Alias Galchi.
Setelah Song Myeong Soo lengser ditambah kejadian ini,
sisanya tinggal Galchi yang akan naik tahta.
Aigoo, hubungan di dalam organisasi mafia ini memang kacau balau.
Ketua Tim Min adalah veteran klan Taeseong, kau beresi masalah ini dengan baik.
Iya.
Sudah lama aku dengar tentang Tae Soo Hyeong.
Luka yang kau rasakan pasti dalam sekali. Pasti sangat menderita.
Galchi jadi jauh lebih dewasa sekarang.
Masih ingat dulu rokokmu dipotong oleh Myeong Soo?
Cuma sekali kejadiannya. Orang mana bisa ingat seiring waktu?
Oh Yeong Seok, duri dalam dagingmu.
Perbuatan siapa?
Sudah terbiasa tidak ambil pusing. Kau masih belum berubah.
Hyeongnim, bos besar tewas otomatis aku jadi tersangka?
Jika aku masih seperti ini, kau kira aku bodoh?
Saling bunuh memperebutkan siapa jadi hyeongnim atau dongsaeng, bukankah sesuatu yang lazim dilakukan oleh kalian?
Jujur saja, posisi bos tidak cukup untuk membuatku membunuh orang.
Kali ini bukan aku. Bukan ya.
No 1217, ada tamu.
Ternyata mimpiku semalam adalah mimpi indah.
Sampai kedatangan tamu segala.
Lama tidak berjumpa.
Oh Yeong Seok tewas.
Oh ya?
Reaksimu begitu ambigu.
Bangsat tidak berguna. Hidup atau mati tidak ada bedanya.
Bagaimanapun juga Mi Woon dan Woo Woon adalah dongsaeng.
Dongsaeng seperti apa?
Detektif, ke depannya hidupku hanya ada 2 pilihan.
Kalau tidak mati di sini,
ya mati tua di tempat yang sempit ini.
Tapi bagi aku yang seperti ini, moral ataupun saudara
tidak ada gunanya sama sekali.
Coba lihat...
Dalam kurun waktu 5 tahun, yang datang membezuk bangsat ini sepertinya satupun tidak ada.
Oh ya?
Iya.
Myeong Soo dulunya adalah bos lho!
Di luar adalah tuhan, begitu masuk ke sini jadi taik anjing itu membutuhkan waktu hanya sekejab mata.
Lama tidak ke sini, aku ingin sekalian melihat Kang Cheon.
Sudahlah. Untuk beberapa waktu ini tidak memungkinkan.
Teman satu selnya, kurang kerjaan mengusik dia.
Jo Kang Cheon menggigit kupingnya hingga copot.
Sejak kemarin dia dipindahkan ke sel isolasi dengan pengawasan khusus.
Apa gunanya hukuman mati? Sudah lebih dari 17 tahun tidak pernah dilaksanakan.
Melihat bangsat-bangsat seperti itu, aku tidak merasa jika ini adalah hal yang baik.
No. 4866.
Sudah jamnya lampu dimatikan. Cepat tidur!
Bangsat, kau tidak dengar kata-kataku?
Bedebah, jangan bergerak kau di situ!
Kenapa? Mau masuk ke sini?
Jangan diteruskan lagi. Cepatlah tidur!
Dasar sampah.
Lihat apa begitu serius?
Minum kopi dulu baru dikerjakan.
CCTV internal TKP sepertinya sudah lama tidak dikalibrasi.
Tidak terekam apapun.
Menghilang dari tempat situ pastinya girang sekali.
Yang di luar akan sedikit lebih mendingan.
Coba cari kotak hitam yang ada di sekitar situ.
Padahal tadinya kukira dengan adanya kejadian ini para mafia bisa kita sapu bersih.
Bukan hal yang gampang.
Tae Soo Hyeong.
Rindu sekali dengan masa lalu.
Apanya?
Sekarang ini kau bagaikan mayat hidup. Hyeong, kau dulu...
Rindu sekali.
Kunyuk!
Telah menyusahkan.
Lutut terasa nyeri dari pagi.
Ternyata turun hujan.
Kabarnya Yeong Seok mati.
Hidup itu begitu menakutkan.
Apa gunanya jadi bos? Begitu ditikam, mati juga.
Iya tuh!
Song Myeong Soo masuk penjara.
Yeong Seok dibunuh Galchi.
Bisa-bisa ini juga menjadi suratanku.
Masih ingat dulu waktu di Kooping.
Dihajar oleh anggota Taeseong sampai terguling-guling di lantai?
Mana mungkin lupa, bangsat.
Waktu itu ada apa antara Song Myeong Soo dan Oh Yeong Seok?
Sebenarnya, Yong Seok dan Galchi adalah pengikut setia Song Myeong Soo.
Tanpa Yeong Seok, tidak mungkin Myeong Soo bisa menduduki posisi tersebut.
Tapi apa gunanya itu?
Ujung-ujungnya mati ditikam oleh orang yang dia bimbing.
Apa maksudnya ini?
Masa kau tidak tahu?
Yeong Seok yang membuat Song Myeong Soo masuk penjara.
Rumor ini sudah tersebar luas.
Beberapa hari lagi saya akan mengunjungi Anda.
Informasi yang didapatkan oleh Ketua Tim Min akurat sekali.
Song Myeong Soo masuk penjara karena dilaporkan oleh Oh Yeong Seok.
Tidak jelas juga berkasnya dapat dari mana.
Hukuman mati sudah jelas.
Song Myeong Soo setelah masuk penjara masih belum tahu siapa yang melapor.
Jika dia sampai tahu dikhianati oleh orang yang selalu berada di sisinya,
wajar sekali jika orang itu dibunuh.
Pertama-tama, cari motif pembunuhan Song Myeong Soo.
Kenapa harus begitu?
Harimau yang taringnya telah dicabut sudah mendekam di dalam penjara.
Iya tuh! Siapa tahu dia keluar saat liburan?
Hei, mau ke mana kau?
Setelah aku memastikannya sendiri, baru kuberitahu nanti.
Walaupun banyak karangan bunga,
tapi yang datang mengucapkan belasungkawa hanya ada beberapa.
Bagaimana tepatnya ya? Kelihatannya seperti orang kaya zaman dulu.
Sepertinya begitu.
Oppa... Oppa...
Angkat tanganmu!
Seung Hyeon! Bangsat!
Seung Hyeon!
Seung Hyeon, keluarlah kita bicara.
Apa yang sedang kau lakukan?
Benarkah kau yang bunuh Oh Yeong Seok?
Bukan kau, kan?
Cepat jawab aku bilang bukan kau!
Kenapa kau berubah jadi begini?
Kau bukanlah orang yang seperti itu.
Kau pikir hanya kau sendiri yang lelah?
Semenjak hari itu, nafasku sesak bagaikan mau mati rasanya.
Tidur pun tidak bisa pulas. Sekalipun begitu, harus tetap hidup.
Aku ingin tetap hidup, dasar kau bajingan.
Tetap hidup?
Apa artinya tetap hidup?
Iya. Apapun itu.
Aku tidak tahu kenapa kau jadi begini. Tapi...
...dengan berbuat seperti ini kau pikir Soo Kyeong akan bahagia?
Aku ingin mati tapi tidak sanggup.
Seung Hyeon, ayo kita bicara!
Seung Hyeon!
Harus dibunuh! Harus dibunuh!
Bangsat yang malang.
= Ketua Tim, di mana kau? Sedang apa? =
Tolong,sadarkan dirimu!
Kotak hitam CCTV di sekitar rumah Oh Yeong Seok
Setelah dikumpul dan diperiksa, ditemukan ada seseorang yang dicurigai.
Memotret Oh Yeong Seok dengan kamera dari jarak jauh.
Siapa? Sudah kau konfirmasi?
Topinya terlalu ke bawah.
Sudutnya terlalu buram.
Jika mau cari tahu siapa orang itu, butuh sedikit waktu.
Baiklah. Nanti kita kontak lagi.
Sebenarnya, Yong Seok dan Galchi adalah pengikut setia Song Myeong Soo.
Tapi apa gunanya itu?
Ujung-ujungnya mati ditikam oleh orang yang dia bimbing.
Siapa lagi yang memanggil-manggil namaku?
Sialan bajingan ini. Dasar!
Aigoo, ada urusan apa Hyeongnim?
Dengar baik-baik kata-kataku!
Cepat! Cepat!
Bangsat mana sebenarnya yang akan datang mencariku?
Jangan banyak bacot! Jaga dirimu baik-baik!
Iya, aku tutup ya.
Bajingan ini!
- Hei! Jangan lari! - Keluar kau!
Hei! Bajingan!
Keluar kau, bajingan!
Tangkap dia! Hajar!
Mundur!
Mundur!
Minggir kalian semua!
Mau apa bangsat itu?
Hyeongnim! Hyeongnim!
Hyeongnim, sadarkan dirimu!
Bajingan, apa yang kau lakukan?
Sekretaris Jenderal Choi, fotonya sudah jadi.
Setidaknya kau jelaskan padaku.
Dengan begitu aku baru bisa menanggulanginya.
Lee Seung Hyeon kenapa bisa berada di situ?
Kenapa kau menembak dan menimbulkan kepanikan?
- Maaf. - Ini bukan situasi yang akan berlalu begitu saja dengan hukuman.
Bukankah kau yang bilang?
Baiklah.
Aku mau tanya.
Kau benar tidak tahu keberadaan Lee Seung Hyeon di situ?
Iya.
Baiklah, aku percaya jawabanmu.
Tapi, lepaskan kasus ini sekarang juga.
Serahkan pistolmu sekarang juga!
Tae Soo...
Bukannya aku tidak mengerti perasaanmu.
Tapi sebelum itu kau harus ingat jika kita adalah polisi.
Kau tidak boleh lupa apa tugas kita.
Musuh bukanlah mata yang dipenuhi kebahagiaan dan bintang-bintang.
Akhirnya tibalah waktunya bagiku untuk membalas dendam.
Menjerit mencari, tapi tidak ada orang yang bisa membantuku.
Aku hanya percaya pada kedua tanganku.
Kemarahanku telah mendorongku sejauh ini.
Siapa kau?
Dasar si gila Song Myeong Soo.
Kalau memang segila ini, bunuh saja bajingan ini dengan satu tusukan.
Mana dia adalah orang hebat senegara dalam hal memainkan pisau.
Jo Kang Cheon bagaimana?
Katanya sih lukanya tidak mengancam nyawa.
Loyalitas!
Bajingan, tahan juga kau.
Datang juga sekarang.
Percayalah padaku. Sekarang aku bisa menceritakan yang sebenarnya padamu.
Tunggu sebentar!
Dengarkan aku, bajingan!
Menurutmu aku akan tertarik dengan perseteruan internal kalian?
Dengarkan kata-kataku dengan seksama!
Apa yang kau ceritakan pada Seung Hyeon?
Siapa kau?
Kau belum lupa orang yang akan kau bunuh itu, kan?
Sepertinya kau salah tempat.
Silakan pulang setelah selesai makan.
Walaupun kedua belah pihak sangat yakin,
tapi kabarnya tidak ditemukan adanya bukti.
Si bangsat Oh Yeong Seok klan Taeseong...
...menggunakan uang untuk menyuap jaksa.
Meminta supaya Song Myeong Soo dimasukkan ke dalam penjara Anyang.
Dan juga, aku butuh informasi lebih lanjut atas keputusan.
Ini adalah informasi putusan hukum Song Myeong Soo
Oh Yeong Seok telah mempersiapkan dan mengantarkan semua informasi.
Hukuman mati Song Myeong Soo sudah diputuskan.
Secepatnya dia akan ditransfer ke penjara Anyang.
Semuanya adalah foto yang diambil di depan mata.
Foto yang terekam oleh CCTV adalah kenyataan yang tidak mungkin berubah.
Jika bilang bukan Oh Yeong Seok yang bunuh,
sama sekali tidak mungkin.
Laporan penyelidikan keuangan jaksa yang bertanggung-jawab atas kasus ini juga terlampir.
Bisa kelihatan di situ ada nama Oh Yeong Seok sebagai pengirim dana.
Hanya percaya pada omongan orang...
sungguh bodoh.
Sebelum aku memastikan dengan kedua mataku,
sekalipun ini adalah sebuah fakta yang sudah nyata, tetap saja bisa disangkal.
Bantu aku habisi sampah-sampah ini.
Kalau begitu aku...
...aku harus melakukan apa?
Bunuh dia?
Aku hanya melakukan sebuah transaksi jahat.
Jangan bicara sembarangan!
Aku telah menceritakan apa yang kutahu.
Transaksi.
Ini sudah semuanya.
Bajingan keparat.
Transaksi apa?
- Bajingan, kau manusia atau bukan? - Tae Soo! Tae Soo, sedang apa kau?
Tolong tenangkan dirimu.
Tenang! Dasar!
= Pemberitahuan darurat, sekarang ini sedang terjadi kebakaran. Pasien dan keluarga... =
Apa?
- Nanti kau bertanggung jawab... - Sekretaris Jenderal!
- Katanya ada kebakaran di R.S. Yongsan. - Apa?
- = Coba cek langsung tahanan yang sedang rawat inap di sana. = - Baik.
Sialan! Dasar bajingan.
Lee Seung Hyeon!
Hei! Hei!
Seung Hyeon! Berhenti!
Bajingan, kusuruh kau berhenti!
Dasar si gila Song Myeong Soo.
Kalau memang segila ini, bunuh saja bajingan ini dengan satu tusukan.
Mana dia adalah orang hebat senegara dalam hal memainkan pisau.
Kalau begitu aku...
...aku harus melakukan apa?
Bunuh dia?
Cukup sampai dia dalam keadaan hampir putus nafas.
Aku begitu ingin mati, tapi masih belum boleh mati.
Soo Kyeong dia...
Sekarang masih belum...
Ketua Tim Min
bergerak lagi.
Saat menangkap Jo Kang Cheon
di hutan Pudong
masih ingat, kan?
Iya.
Segera ke sana!
Dengar baik-baik!
Mau itu Jo Kang Cheon
ataupun Lee Seung Hyeon,
harus kita ringkus!
Dengan begitu
Tae Soo baru bisa hidup.
Mengerti?
Mengerti.
Cepat tunjukkan jalan!
Kasih tahu!
Di mana?
Cepat bicara!
Di mana?
Jika aku mati,
bagaimana dengan wanita itu?
Kesempatan terakhir.
Jika kau masih bungkam, kubunuh.
Jika kuberitahu di mana perempuan itu, aku juga akan mati.
Menurutmu kau akan kuberitahu?
Sampah sepertimu
tidak dibutuhkan di dunia ini.
Cepat katakan di mana Soo Kyeong berada!
Nyawamu akan kuampuni.
Oh ya?
Kata-kata yang terdengar merdu di kuping,
setidaknya harus dipercaya sekali-kali.
Iya.
Posisinya sudah dikunci dengan akurat.
= Dasar kunyuk! =
Kau kira ini pembalasan atas dendam pribadi?
Jika tidak bisa dibereskan, mau itu polisi
atau penegak hukum lainnya,
= sudah pasti akan mampus semua. =
Secara teoritik memang begitu.
= Sampai sekarang masih belum sadarkan diri? =
= Sekalipun harus menembakkan senjata api, juga harus bisa dicegah. =
= Mengerti? =
Iya, mengerti.
Di mana?
Cepat tunjukkan jalan!
Di sini?
Cepat gali!
Gali terus!
Sedang apa?
Wanita yang kau cari
kuhabiskan dengan menggunakan ini.
Soo Kyeong...
Soo Kyeong ada di mana?
Oh itu...
Sepertinya ada di sebelah sana.
Seung Hyeon!
Seung Hyeon!
Seung Hyeon!
Sadarkan dirimu, Seung Hyeon!
Seung Hyeon!
Hyeongnim.
Soo Kyeong dia...
Soo Kyeong berada di sana.
Bajingan!
Aku sudah tahu, karena itu
tunggulah aku sejenak.
Hyeong...
Maaf.
Seung Hyeon!
Hei, bajingan!
Seung Hyeon!
= Bergerak sesuai dengan perintah. Sebelum memantai, waspada jalan di depan. =
Seung Hyeon!
Hentikan!
Cepat letakkan batunya!
Jika tidak, kau akan mati dikarenakan ini.
Ngomong apa kau?
Kau bilang aku akan mati?
Apa yang sudah diperbuat oleh bajingan ini?
Hyeong!
Hyeong, jangan!
Kami adalah polisi.
Hyeong, dengan berbuat begitu
apa bedanya kau dengannya?
Dia akan mati. Tanpa kau bunuh pun dia akan mati.
Tae Soo Hyeong!
Jadi...
...sekarang polisi berubah jadi pembunuh?
Aku...
Aku sudah menyerah.
Hyeong!
Tae Soo Hyeong!
Hyeong!
Di mana?
Bajingan itu pelakunya!
Seharusnya penjahat yang kalian tembak! Kenapa malah ke polisi?
Hei!
Tunggu apa lagi kau?
Gi Seok...
aku juga ingin hidup dengan benar.
Para wanita yang dibunuh oleh pembunuh berantai Jo Kang Cheon 3 tahun yang lalu...
Ketujuh mayat korban yang belum ditemukan hingga kini membuat polisi membuka kembali pencaharian.
Bulan lalu anggota keluarga korban dibunuh.
Insiden ini menuai perhatian media.
Aku sudah mengerti.
Sini coba kulihat.
Hei!
Sini coba kulihat!
Tidak usah.
Kenapa?
Wah!
Orang-orang ini berani pacaran di depan Ayah?
Bukan seperti itu.
Oppa.
Tolong foto kami berdua dong!
Foto?
Tidak usah.
Foto apa?
Ya sudah, ya sudah.
Oke, oke.
Kubantu foto, kubantu foto.
Sudah.
Yang rapat sedikit.
Ayo.
Siap-siap.
Satu, dua, tiga.
Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
DarkSmurfSub Indonesia Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/DarkSmurfSubIndo
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan nantikan karya kami berikutnya. ~
Kunjungi blog DarkSmurfSub Indonesia di: ~ http://dssindonesia.blogspot.com ~
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.