All language subtitles for Shin No Nakama S02E11

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ada sebuah reruntuhan peninggalan elf kuno di pegunungan Zoltan,

gadis itu adalah senjata berbentuk manusia yang dibuat di sana.

Seperti yang kau lihat, ada laporan investigasinya.

Selama ia bukan musuh manusia, kita tidak perlu tinggal di sini.

Ayo segera pergi.

Tidak bisa.

Kenapa?

Apa pun yang terjadi, kita harus bergerak sesuai dengan anugerah.

Kita belum boleh pergi.

Aku tidak bisa menyeretmu pergi dari sini.

Kuharap anugerah itu akan meminta kita untuk segera pergi.

Sepertinya ini cobaan dari Dewa Demis.

Cobaan?

Aku juga tidak tahu alasannya, tapi anugerah yang mendorongku terus bergerak

kini sudah menghilang.

(Tantangan Untuk Pahlawan)

Enaknya.

Teh yang diseduh oleh Red punya khasiat menenangkan, ya.

Aku turut senang mendengarnya.

Lalu, bagaimana dengan keadaan Van?

Ia sedikit aneh sejak ikut bersama Red dan teman-teman.

Ia mengurung diri di kamar, berdoa sepanjang hari,

dan mulai jarang berbicara.

Ada kemungkinan ia akan berbuat onar lagi,

saat ini aku bergantian dengan Tuan Ljubo untuk mengawasinya.

Halo.

Selamat datang. Ada apa?

Sebenarnya, ada yang ingin kudiskusikan.

Ada permintaan untuk mencari seorang anak yang menghilang di hutan,

tapi aku dan Nona Ruti tidak bisa pergi karena Van.

Kabarnya petualang lain tidak menerima permintaan ini karena bukan kasus yang besar.

Apa yang sebaiknya kulakukan?

Kalau begitu, biar aku yang pergi.

Kau yakin?

Ya. Serahkan padaku.

Namun...

Karena aku petualang dari Zoltan, aku kenal daerah hutan sekitar sini.

Selain itu, aku tak menganggap hal ini bisa menghapus seluruh dosaku,

tapi aku ingin melakukan apa saja yang kubisa.

Albert...

Aku bukan pahlawan atau semacamnya,

tapi sekarang, aku bisa ikut bersama Esta.

Itu saja sudah membuatku bahagia, dan sebuah kebanggaan.

Kalau bisa, aku ingin lakukan perbuatan yang sesuai sebagai rekan Esta.

Se-Sebuah kehormatan untukku.

Apa, sih?!

Kita bisa tenang kalau ada Albert.

Ya, kau benar.

Poin pentingnya tertulis di kertas ini.

Mohon bantuannya.

Baik.

Hei, sudah kosong, nih.

Tolong bawakan yang baru.

Tuan Ljubo, sedang apa di sini?

Esta, ya? Duduklah dan ikut minum.

Tuan Van di mana? Penginapan?

Tidak, dia pergi meninggalkanku.

Kenapa bisa?

Aku tidak tahu pastinya.

Saat mendengar ada anak yang hilang di hutan,

ia pergi bersama Lavender untuk menyelidiki.

Ia sama sekali tidak mendengarkan perkataanku.

Kenapa ia bisa jadi seperti itu?

Apa yang terjadi pada pahlawanku?

Namun, masih bisa diperbaiki. Benar, 'kan?

Apakah pertemuanku dengan pahlawan bukan berasal dari petunjuk Dewa?

Aku tidak menyangka ada Ogre di hutan ini...

Apa anak itu baik-baik saja?

Maaf, aku tidak sengaja.

Kurukururu!

- Jangan bunuh dia! - A-Aku baik-baik saja...

Aku petualang yang datang untuk mencarimu.

Mencariku?

Ya. Orang tuamu cemas karena mengira kau tersesat di hutan.

Aku sedang main dengan Kurukururu.

Lalu, monster itu muncul...

Semua sudah baik-baik saja.

Kau yang sudah melindungi anak ini, ya?

Betul. Kurukururu yang sudah melindungiku.

Masih ada yang menyeramkan.

Semuanya ketakutan.

Apa?

Ketemu.

Tuan Pahlawan.

Apa anak itu terluka?

Tidak.

Syukurlah.

Aura intimidasi macam apa ini?

Rasanya ada yang tidak beres.

Aku akan antarkan dia ke rumah sekarang.

Nah, ayo berangkat.

Sebelum itu, aku harus membunuh penjahat utamanya.

Penjahat utama?

Dia yang sudah membawa anak itu ke hutan, 'kan?

Aku harus memusnahkan penjahatnya.

Tu-Tuan Pahlawan, tolong tenang dulu!

Fairy Dragon bukan monster yang jahat!

Sama seperti Lavender, ia masih termasuk ras peri.

Mereka ramah kepada manusia.

Kau bermaksud meminta ampun dengan melibatkanku, ya?

Albert. Aku tunggu sampai 10 detik, menyingkir dari sana.

Kalau menghalangi, kau juga penjahat yang harus kukalahkan.

Kabur! Biar aku yang tahan dia!

Ta-Tapi...

Sudahlah, cepat pergi!

Apa kau kenalan peri itu?

Tidak, kami baru bertemu.

Apa kau merasa bisa mengalahkanku?

Tidak.

Kalau begitu, kenapa kau bermaksud mati di sini?

Pertanyaan bagus.

Sebenarnya aku sangat takut sampai ingin muntah.

Namun, aku tidak bisa membiarkan orang tak bersalah mati.

Tentu saja, aku tidak boleh kabur!

Perasaan macam apa ini...?

Aku tidak paham, tapi aku merasa ingin membunuhmu.

Lavender, kau bisa kejar mereka?

Tentu saja!

Apa yang kau lakukan?

Jangan... bunuh.

Kenapa kau berbuat seperti ini demi seekor peri?

Karena aku juga... rekan pahlawan...

Aku harus jadi lelaki yang pantas...

Lepaskan.

Lepaskan, lepaskan, lepaskan.

Lepaskan, lepaskan, lepaskan!

Aku ini seorang pahlawan! Sialan!

Van!

Kau sudah bertarung dengan baik.

Regenerate.

Albert, kau adalah pahlawan sesungguhnya.

Aku sangat bangga padamu.

Esta, pria itu menggangguku yang ingin mengalahkan penjahat...

Van, apa aku terlihat bisa berpikir jernih?

Sekarang, aku...

sedang marah besar!

Kenapa?!

Padahal aku sangat menghormatimu!

Bisa jadi kau yang sudah berbuat salah.

Menyingkir dari Van!

Ia tetap cerdik meski sedang marah besar.

Kau sendiri kenapa?

Bukankah kau tidak bisa serius jika di depan Van?

Berisik!

Aku sudah membencimu sejak dulu!

Sudah cukup, semuanya.

Archfay air sepertimu beraninya menghalangiku!

Ya ampun, wajah manismu jadi menyeramkan.

Apa kau mau identitasmu terbongkar?

Kau akan kubunuh!

Van.

Tangan penyembuh.

Akhirnya aku bisa mencapai gadis itu.

Dengan begitu, aku...

Apa Kakak Petualang baik-baik saja?

Lukanya sudah pulih.

Ia sedang tertidur karena kelelahan.

Syukurlah anak itu baik-baik saja.

Semuanya berkat Albert.

Apa dia akan membuka mata?

Ya. Dia pasti sudah berjuang melawan Van sampai kelelahan.

Dia butuh waktu untuk istirahat.

Aku paham.

Meskipun begitu, kau hebat bisa sadar.

Hanya intuisiku saja. Aku merasakan bahaya.

Van sudah kehilangan kendali.

Karena dorongan anugerah pahlawan sangat kuat,

biasanya ia tidak akan bisa bertarung menggunakan emosi saja.

Ia pasti sangat kebingungan sampai dorongan anugerah tak bisa menahannya.

Karena aku juga pernah merasakannya.

Mungkin ada keraguan yang membuat Van merasa bingung.

Aku memang berniat membetulkan pola pikirnya...

Ini bukan salah Red.

Kami yang ada di samping Van-lah yang harus bertanggung jawab.

Esta.

Aku mau mendinginkan kepala dulu.

Kakak.

Ya.

Hari ini adalah pertama kalinya dalam hidupku, aku marah hingga lupa diri.

Saat melihat Albert yang sekarat...

Kau tak bisa menahan diri, ya?

Aku takut kehilangan Albert.

Memikirkan itu sekarang membuat hatiku terasa dicabik-cabik.

Aku memang pernah nyaris membunuhmu

karena ingin membuat Ruti terus menjadi Pahlawan.

Perubahan ini sangatlah mengerikan.

Apa aku akan membuat kesalahan lagi suatu hari nanti?

Apa aku akan lupa diri hingga melakukan hal yang tak bisa diperbaiki lagi?

Saat membayangkan itu...

Jadi, kau mau melupakan perasaanmu pada Albert?

Tidak.

Aku tidak bisa melupakannya.

Aku tidak ingin melupakannya.

Kalau begitu, biarkan saja.

Perasaan itu tidak berhubungan dengan anugerah, tapi sesuatu yang muncul dari hati.

Menurutku, itu hal yang sangat berharga.

Perasaan yang tak berhubungan dengan anugerah, ya?

Setelah bertemu dengan Red,

rasanya aku mulai berhenti jadi biarawati yang teladan.

Red, Esta!

Siapa?

Ljubo. Ini aku.

O-Oh, Van. Silakan masuk.

Aku datang untuk melapor.

Aku akan pergi meninggalkan Zoltan.

Oh! Akhirnya kau paham!

Kalau begitu, mari segera bersiap.

Sebelum itu, aku akan pergi ke kediaman Undine.

Apa?

Aku akan membunuh semua peri yang ada di sana.

Mungkin ada Esta dan Gideon juga di sana, aku akan bunuh mereka.

Kau ini bicara apa?

Dengan begitu, gadis itu akan muncul, jadi aku akan bunuh dia juga.

Kalau tidak, aku akan menghancurkan Zoltan sampai ia muncul.

Tenangkan dirimu, Van.

Kau ini seorang Pahlawan!

Itu bukan tindakan yang pantas dilakukan Pahlawan...

Van, kenapa...?

Aku sudah tidak merasakan dorongan "Pahlawan" lagi.

Anugerah tak lagi memberiku petunjuk soal apa yang harus seorang pahlawan lakukan.

Karena itu...

Aku akan lakukan tujuan terakhir dari anugerah "Pahlawan".

Aku akan bunuh gadis itu, dan semua penjahat yang menghalangiku.

Tunggu...

Van akan datang sebentar lagi.

Lavender juga pasti akan ikut dengannya.

Aku tidak bisa menghentikan peri itu sendirian.

Jika ia lebih kuat dari archfay air...

Siapa sebenarnya Lavender?

Aku merasa tidak enak karena sudah membocorkan identitasnya,

tapi apa boleh buat.

Identitas aslinya adalah sebuah malapetaka.

Malapetaka?

Nama aslinya adalah Archfay, Ketu.

Ia sosok yang menguasai kehancuran serta kekuatan.

Archfay yang selalu menyebarkan bencana sejak dunia ini terbentuk.

Bersama dengan perkembangan zaman, elf kuno dan naga membantai mereka semua.

Saat ini, hanya tinggal Lavender sendiri.

Kukira, ia akan hidup dengan tenang di tengah hutan...

Jadi, ia bukan hanya legenda, tapi sebuah mitos.

Jadi, kita harus apa?

Archfay dalam mitos dan Pahlawan terkuat umat manusia

sedang dalam perjalanan mau menyerang tempat ini.

Mungkin ini kesempatan terakhir untuk negosiasi dengan Van.

Negosiasi? Sepertinya ini bukan waktunya untuk itu.

Aku yakin kita tak akan bisa menghindari pertempuran.

Namun, berbeda dengan dulu, sekarang kita punya kesempatan.

Maksudmu, menghadapi Van yang kehilangan kendali?

Ya, dia sedang lepas kendali.

"Pahlawan" yang tak pernah ragu itu sedang ragu-ragu.

Saat ini, kata-kataku akan sampai pada Van.

Aku bisa mengubah pola pikirnya yang ekstrem itu.

Aku percaya pada Red.

Jika terjadi sesuatu, aku akan turun tangan.

Karena itu, tolong percayalah pada Kakak.

Jika kalian berkata begitu...

Jadi, kau akan bertarung dengan cara seperti apa?

Aku akan selesaikan dengan duel melawan Van.

Duel melawan Van?

Kau terlalu gegabah!

Van itu kuat, tapi tidak ada yang pasti dalam pertarungan.

Karena itu, aku tidak akan menjanjikan kemenangan...

tapi aku akan menang.

Aku akan memasang pelindung untuk mengurangi kerusakannya.

Apa ada yang bisa membantu?

Aku bisa bantu.

Aku juga akan bantu.

Aku ingin meminta bantuan memasang pelindung di kediaman juga...

Biar aku dan Ugeuge yang lakukan.

Sip. Kuserahkan sisanya pada kalian.

Waktunya menghadapi pertarungan terakhir.

- Ya! - Oke!

Kakak.

Berjuanglah.

Terima kasih.

Akhirnya ketemu.

Jika aku membunuhmu, aku pasti akan kembali menjadi Pahlawan.

Gideon, akhirnya aku paham.

Gadis itu Pahlawan Ruti, bukan?

Ini adalah takdir yang Dewa Demis berikan padaku.

Demi menjadi Pahlawan yang sesungguhnya, aku harus membunuh Pahlawan yang lama.

Aku akan mewarisi kekuatan Pahlawan Ruti, dan Pahlawan Van akan menyelamatkan dunia!

Itu hanya alasan saja, 'kan?

Kau tidak tahu harus berbuat apa,

dan mencari-cari alasan untuk membenarkan perbuatanmu.

Itu tidak benar!

Oh, ya?

Apa yang "Pahlawan" dalam dirimu katakan padamu?

Ia menyuruhku mengalahkan Ruti!

Kau sebenarnya tak merasakan dorongan itu, 'kan?

Semuanya terjadi setelah aku bicara dengan Gideon...

Keraguan ini menyiksaku.

Aku merasa sudah kehilangan diriku sendiri!

Manusia mana pun pasti merasa ragu selama mereka masih hidup.

Pahlawan tidak pernah ragu-ragu!

Ia tidak boleh merasakan keraguan!

Aku pernah merasa ragu.

Aku sering ragu saat bertarung melawan tentara Raja Iblis.

Apa ini benar-benar cara yang terbaik?

Aku pernah ragu pada keputusanku dan menyesal karenanya.

Saat Kakak menghilang, aku tidak tahu harus percaya apa.

Tanpa sadar,

teman-teman yang kupercaya pun menjauh dariku.

Sekarang, teman-teman itu pula yang menolongku.

Saat ini,

kami akhirnya menjadi teman yang sesungguhnya.

Aku tidak akan percaya!

Pahlawan tidak bisa merasa ragu!

Itu adalah peran yang Dewa berikan pada kita!

Jangan kabur, Van!

Jika kau ingin jadi pahlawan yang sesungguhnya,

kau tidak boleh kabur dari rasa sakit karena keraguan itu.

Kau harus berani menghadapinya.

Berani?

Ya.

Tak peduli betapa menyakitkannya perasaan itu, kau harus maju dan tidak kabur.

Orang-orang menyebut itu sebagai keberanian.

Pahlawan punya imunitas terhadap rasa takut.

Itu saja sudah cukup.

Sebagai Pembimbing, aku akan menunjukkan jalannya padamu.

Aku menantangmu untuk duel. Ambil pedang itu.

Pedang tembaga?

Inilah pertarungan antara Pembimbing dan Pahlawan.

Cobalah lewati aku, Van.

Dengan begitu, kau pasti tidak akan ragu lagi.

Baiklah.

Van, jangan tertipu!

Mundur, Lavender.

Jangan ganggu atau kau akan kubunuh!

Kita tidak berhak mengganggu mereka.

Berisik, berisik!

Orang-orang yang mengganggu orang terkasihku harus mati!

Aku juga tidak akan biarkan siapa pun mengganggu orang terkasihku.

Entah itu peri dalam mitos, pahlawan, atau bahkan Dewa...

Jika ada yang berani mengganggu, aku akan hadapi mereka!

Ini bukan duel yang akan berakhir kalau kau menahan tebasanku, 'kan?

Tentu saja. Kita akan bertarung serius sampai salah satu tidak bisa bergerak lagi.

Syukurlah!

Aku tidak akan berhenti sampai bisa melampiaskan amarah ini!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.