All language subtitles for Shin No Nakama S02E10

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Keluarkan Esta.

Tenang dulu.

Aku tenang!

Syukurlah.

Aku tidak menyangka, Esta bakal berkhianat.

Sampai membangunkan aku dari tidur, kukira akan mengatakan hal apa.

Jika bukan rekanku, mungkin sudah kucambuk karena sesat.

Rit.

Aku tahu kau berhubungan dengan Esta dan bermaksud untuk menyembunyikannya,

tapi percuma!

Karena aku sudah tahu segalanya!

Hei, apa itu tidak apa-apa?

Mereka duluan yang bergerak.

Mempersiapkan di sini juga bukan ide yang buruk.

Sarapannya belum, ya?

Apakah sudah boleh kembali?

Tidak boleh, lah!

Apa boleh buat, ya.

Karena sudah di sini, coba langsung saja cek ke dalam.

"PAHLAWAN DAN PEMBIMBING" Aku tak menyangka bisa ketahuan secepat ini.

Tuan Red, apa yang akan Anda lakukan?

Jadi, Esta...

Sekarang buatlah pengakuan,

"Aku adalah seorang pengkhianat, jadi tidak apa-apa jika harus dibunuh oleh Van!"

Sungguh keterlaluan jika mengira aku mengkhianati kalian.

Yang kuinginkan dari mereka adalah mencari tahu identitas musuh Van.

Benar, 'kan, Tuan Ljubo?

Ya, begitulah.

Karena Rit adalah mantan petualang yang tinggal di Zoltan,

jadi, aku minta dia untuk mencari informasi.

Lavender.

Apa?

Aku akan memperkenalkan pacar yang sudah kuceritakan sebelumnya.

Kau adalah pendekar pedang yang mengambil perisaiku!

Tidak mungkin, Gideon dan Danan kenapa ada di sini?

Hah, siapa yang mana katanya?

Mereka adalah rekan Pahlawan Ruti.

Namun, kenapa mereka di sini?

Seperti yang kalian lihat, aku kehilangan kesadaran.

Kenapa bisa?

Alasan aku ingin bertukar informasi secara langsung adalah ini.

Sebagai yang pernah bertarung dengan pasukan raja iblis,

kurasa wajar jika aku datang untuk menghormati mereka.

Begitu, ya.

Namun, kenapa kalian menyerangku?

Hah?

Itu karena kau membahayakan orang-orang di sana.

Membahayakan?

Meskipun kami sudah keluar dari party pahlawan,

tapi kami tetap ingin mencegah orang-orang di Zoltan menderita.

Menderita? Kau salah paham.

Aku hanya menyelamatkan mereka dari kebingungan,

dan membuat mereka hidup sesuai tuntunan anugerah.

Salah paham, ya.

Kau memengaruhi hati orang dengan menggunakan sihir.

Lalu, membuat Salt Dragon menyerang kota.

Bukankah itu adalah masalah yang seharusnya diselesaikan oleh pahlawan,

bukannya menciptakannya?

Aku adalah pahlawan.

Aku berlaku sesuai dorongan anugerah, dan melakukan hal yang benar dengan itu.

Aku sebagai seorang pembimbing, merasa harus berbicara kepadamu.

Pembimbing?

Jadi anugerah Tuan Gideon adalah pembimbing, ya?

Satu-satunya utusan dewa yang berperan membimbing para pahlawan.

Tapi peran itu sudah selesai, sih.

Karena itu, sekarang aku hidup seperti ini.

Peran anugerahmu sudah selesai?

Jika begitu, kau jadi tidak tahu tujuan hidupmu, ya?

Namun, aku hidup seperti ini.

Berhenti menipu Van!

Lavender.

Rit, aku tidak akan membiarkan cintaku diganggu oleh siapa pun!

Kami tidak berniat untuk mengganggu cintamu.

Aku ingin kau mengerti cintaku kepada Red.

Aku cinta padanya.

Pada kehidupan sehari-hari di Zoltan bersamanya juga.

Hari ini telah menjadi pertemuan yang berarti untuk kedua pihak.

Kalau begitu, kita sudahi saja, bagaimana?

Ah, ya...

Kalau begitu, apakah kita bisa menyiapkan waktu untuk berbincang di lain waktu?

Ya, menurutku bukan hal baik bagi kita untuk berbincang dalam keadaan bingung seperti ini.

Apa tidak apa-apa mereka pulang?

Apa tidak sebaiknya diselesaikan saat mereka sedang kebingungan?

Meskipun kita meyakinkan pada saat itu, pasti langsung berubah pikiran.

Yang harus kita lakukan adalah mengubah nilai-nilai yang dianut oleh Van.

Yang kita perlukan untuk itu adalah negosiasi, bukannya dikte.

Merepotkan sekali.

Van perlu mendapatkan jawaban yang benar-benar bisa diterima.

Apakah ada?

Entah, ya.

Bagi seorang penganut taat anugerah sepertinya,

adanya pembimbing sepertiku pasti tidak bisa dia abaikan.

Jadi kupikir jika aku berbicara dengan membawa anugerah besar, kemungkinan dia mau dengar...

Enak.

Aku memasukkan sedikit madu susu.

Bagus.

Dengan asumsi masalah sudah membaik, selanjutnya bagaimana?

Iya, ya.

Kita perlu melanjutkan negosiasi dengan hati-hati,

tapi menurutku peluangnya tidak besar.

Dia perlu waktu untuk mengambil keputusan.

Apakah tidak ada sesuatu yang bisa kita lakukan dengan lebih cepat, ya?

Aku akan pergi keluar sebentar.

Selamat datang, Kakak.

Kau belum makan siang, 'kan?

Makanan dari Kakak, senangnya.

Ini hanya sandwich, kok.

Aku menantikan makan malam juga.

Masalah itu...

sebaiknya aku menghindari datang ke sini untuk sementara waktu.

Kenapa?

Karena kemampuan Lavender?

Iya.

Aku tidak menyangka kemampuan mendeteksi keberadaannya melebihi ekspektasiku.

Kapan keberadaan Ruti bisa diketahui pun kita tidak tahu.

Aku mengerti.

Lalu, hari ini kami bertemu dengan Van dan yang lain.

Begitu?

Ruti?

Ternyata Tuhan memang tidak mengampuniku, ya.

Tentang aku yang hidup dengan biasa.

Ya memang,

sepertinya Dewa Demis ingin pahlawan baru

untuk mengalahkan seorang pahlawan yang tidak menuntaskan perannya.

Namun, dengan tidak membiarkan para pahlawan bertarung dengan satu sama lain,

aku merasa sudah membalas dendam pada Dewa Demis.

Bukankah lebih baik berpikir begitu?

Kakak memang hebat.

Apa Nona Ruti dan Nona Tisse ada?

Ah, Megria.

Silakan masuk.

Tidak, tidak perlu repot-repot.

Aku hanya mampir menyampaikan pengumuman karena kebetulan lewat dekat sini.

Pengumuman?

Iya.

Kami sudah bisa menerima tanaman obat yang kalian buat.

Syukurlah. Dengan begini kami bisa merawat tumbuhan baru lagi.

Terima kasih sudah menyempatkan ke sini.

Tidak apa.

Pas sekali. Aku berencana untuk mengunjungi guild petualang.

Eh? Kenapa?

Untuk menanyakan apakah ada misi yang bagus.

Misi bagus?

Ya. Mungkin yang ada sedikit eksplorasi dan juga pertarungan.

Karena di sini adalah Zoltan, misi yang seperti itu mungkin...

Wah, pas sekali!

Oh, ada?

Telah muncul monster yang berbahaya.

Namun, jika berkelompok, tidak ada yang menanganinya.

Tolong ceritakan lebih detail.

Kalau begitu, aku akan ceritakan lebih lanjut,

jadi bisakah ikut sampai ke guild petualang?

Aku akan mengajukan misi resmi.

Jadi, aku telah menerima misi dari guild petualang.

Seabogie, ya? Jarang-jarang, ya.

Aku benci dengannya, bentuknya aku tidak suka.

Sepertinya tidak ada yang suka juga dengannya.

Karena itu adalah monster yang membuat manusia menderita.

Iyakah?

Tiap muncul langsung kuhabisi.

Memancarkan aura ketakutan yang mengganggu jiwa dan menguras jiwa lawan.

Masalahnya mereka ini mengincar dan memakan anak manusia.

Tidak bisa dibiarkan, ya.

Menurut Megria, ada yang melihat jumlahnya ada beberapa.

Tapi aku ingin langsung menghabisinya.

Boleh saja, tapi Van bagaimana?

Sebenarnya aku berencana mengajaknya.

Apa?!

Kau mau bertarung bersamanya?

Red! Kau serius?

Daripada menyelamatkan orang, Van lebih memprioritaskan menaikkan level anugerahnya.

Aku jadi khawatir akan terjadi masalah.

Namun, menurutku ini ide yang bagus.

Akan lebih baik jika memperlihatkan Lavender caraku dan Red melakukan sesuatu.

Mungkin ini adalah kesempatan yang bagus.

Lavender, ya?

Aku juga ingin memahami kemampuannya.

Begitu, ya!

Jika bertarung bersama, mungkin bisa tahu sesuatu, ya.

Kalau begitu, ayo kita lakukan.

Tidak, aku dan Rit berdua saja yang pergi.

Haduh!

Kau menyuruhku jaga rumah?!

Maaf, ya.

Aku terkejut Tuan Danan bisa bereaksi seperti itu.

Begitu?

Kenapa?

Padahal aku ingin bisa membantu Kakak, tapi tidak bisa.

Itu terasa sedikit membuat frustrasi.

Nona Ruti...

Terima kasih sudah mau bekerja sama.

Aku kira akan ditolak.

Karena membasmi kejahatan adalah tugas pahlawan.

Di depan sana adalah pantai yang ada dalam laporan.

Bersiaplah.

Kapan saja tidak masalah.

Pahlawan selalu siap sedia bertarung kapan saja.

Bagimu pertarungan adalah makanan sehari-hari, ya.

Semua yang hidup di dunia ini juga begitu, 'kan?

Selama ada anugerah, pertarungan tidak bisa dihindari.

Seharusnya begitu.

Kau bicara apa, Van? Ayo kita cepat pergi.

Benar.

Tidak apa-apa jika aku dan Tuan Gideon bertarung di depan, ya?

Ya, Rit dan Lavender tolong dukungannya dengan sihir.

Serahkan padaku, Red.

Kenapa aku harus mendengarkan perintahmu?

Seperti yang terlihat, jumlahnya banyak,

tapi ada juga yang bersembunyi di belakang batu.

Cukup banyak, ya.

Meskipun musuh lemah, tapi jangan sampai lengah, Van.

Kenapa kau memakai pedang tembaga?

Untuk orang yang sudah berhenti bertarung untuk dunia,

aku tidak perlu senjata yang bernilai tinggi.

Namun, selama masih hidup perlu bertarung, 'kan?

Ya,

karena itu aku membawa pedang tembaga seperti ini.

Aku tidak mengerti kenapa kau membawa senjata yang lemah, tapi...

Tuan Gideon muncul di hadapanku sebagai seorang pembimbing

apakah sebuah petunjuk dari Dewa Demis?

Tidak, aku...

Sepertinya mereka menyadari kita.

Ya sudah, ayo!

Bukan musuh yang besar, tapi meski begitu pahlawan akan basmi kejahatan!

Lihat ini!

Van!

Kau tidak apa-apa?

Tuan Gideon, aku tidak apa-apa.

Gaya bertarungmu sepertinya didasarkan pada premis penyembuhan,

tapi apa kau tak menggunakan pertahanan?

Daripada begitu, bukankah akan lebih cepat langsung kalahkan saja?

Lebih baik tidak mendapat luka yang tidak perlu.

Saat melawan kejahatan, aku tidak akan diam saja.

Ini adalah cara bertarung pahlawan.

Mengubah cara bertarung berdasarkan pada lawannya tidak termasuk bisa dikatakan diam saja.

Hah?

Sudahlah. Ayo lanjutkan.

Ya!

Van, apa kau menghitung sudah mengalahkan berapa?

Jumlah musuh yang kau kalahkan.

Apakah itu perlu dipikirkan?

Yang penting bagi pahlawan adalah mengalahkan kejahatan.

Tidak ada hubungannya dengan jumlah.

Seabogie semuanya ada 45.

Aku 26, kau 18, Rit 1.

Lalu kenapa dengan itu?

Fakta bahwa telah mengalahkan lebih banyak dari yang lain,

itu artinya sudah menuntaskan peran penting dalam pertempuran.

Itu...

Seorang pahlawan yang mempunyai kekuatan terkuat,

kondisi seperti ini harus diperbaiki.

Pembimbing adalah anugerah untuk membimbing pahlawan.

Iya.

Jadi jika pahlawan belum melampauiku, berarti artinya pahlawan itu belum sempurna.

Menurutku begitu, menurutmu bagaimana?

Mungkin seperti yang dikatakan Tuan Gideon.

Van!

Kau!

Aku hanya mengatakan yang kupikirkan.

Hei, Van?

Tetap jadi Van yang sekarang tidak apa-apa, kok.

Seorang pacar yang menerima segala kekurangan apa pun itu, ya?

Jika terus bersama malah tidak bagus.

Apanya?!

Tidak, tidak, bukan apa-apa.

Pokoknya, kejahatan sudah dibasmi.

Ayo pulang.

Tunggu!

Seabogie-nya masih tersisa!

Apa katamu?

Entah apa yang sebenarnya terjadi, aku tidak mengerti.

Ada jejak kaki yang pergi ke desa lalu kembali lagi.

Ke desa?

Gerakan untuk mengambil anak kecil.

Sepertinya anak kecil itu sudah diambil.

Para Seabogie yang melihat anak itu mungkin juga pergi ke desa.

Kita harus segera menyelamatkannya.

Van, apa kau bisa melacak jejak kakinya?

Tidak bisa.

Aku tidak mengambil kemampuan itu.

Karena tidak diperlukan saat bertarung.

Ya, kalau begitu, aku dan Rit akan cari cara.

Anugerahku mahir dalam melacak jejak, jadi tenang saja.

Pahlawan jangan murung begitu.

Sekarang kita hanya perlu bersyukur bisa mengejar jejaknya.

Iya.

Tunggu, jangan pedulikan Van-ku!

Tidak apa-apa, Van!

Tanpa melacaknya,

aku bisa melihat makhluk hidup apa pun yang ada dalam jangkauan angin!

Seabogie tidak langsung memakan anak kecil, dia akan makan setelah rasa takut hilang.

Semoga masih sempat...

Aku merasakan keberadaan Seabogie.

Aku akan maju duluan.

Seabogie tidak peka terhadap suara.

Jadi, tidak apa-apa.

Tapi sebaiknya kita tetap bergerak dengan senyap.

Apakah anak kecilnya terlihat?

Dari sini tidak terlihat.

Di depan ada dua, di dalam ada tiga.

Aku akan maju!

Kau tidak terluka?

Tidak.

Begitu, syukurlah.

Ayo kita berpencar mencari anak kecilnya.

Kau tidak apa-apa?

Aku adalah Pahlawan Van!

Aku datang untuk menyelamatkanmu!

Tuan Pahlawan?

Iya, benar!

Tuan Pahlawan!

Tunggu! Menyingkirlah!

- Hei! Menyingkir... Menyingkir dari Van! - Aku takut! Tuan Pahlawan!

Terima kasih!

Entah bagaimana caranya aku berterima kasih...

Jika tidak ada Tuan Pahlawan, anak ini...

Anak ini...

Tidak perlu berterima kasih.

Tuan Pahlawan.

Terima kasih sudah menyelamatkanku!

Begitu, ya? Van itu?

Bisa mendengarkan apa kata orang.

Yah, kadang hal seperti itu terjadi.

Rit juga bisa berkomunikasi dengan baik dengan si Lavender itu, ya.

Eh?

Eng, kami itu...

Itu, lo, ada kesamaan dalam urusan cinta.

Tidak sesuai rencana, ya.

Apanya?

Saat dalam perjalanan, aku ada beberapa kali kesempatan bicara pada Van dan Lavender,

tapi pemikiranku tidak bisa memengaruhi mereka.

Lalu, Red dan yang lain bisa menyelesaikannya dalam waktu singkat,

aku jadi kehilangan percaya diri.

Itu tidak benar!

Keadaan sekarang ini berkat Nona Esta!

Apa iya?

Iya!

Karena Nona Esta menyuruhku pergi ke tempat Tuan Red-lah

kondisinya menjadi seperti sekarang!

Begitu, ya?

Memakai topeng dan menyembunyikan identitas diri juga,

aku dan semuanya tahu betapa berusahanya Nona Esta!

Iya.

Selama Albert mengetahuinya, aku tidak masalah.

Ya!

Pasangan yang cocok, ya!

Jangan bicara bodoh!

Bodoh?

Tidak, bukan begitu!

Itu bukan berarti aku tidak suka berpartner denganmu, ya.

Itu...

Iya, ya. Aku juga masih perlu belajar.

Aku akan lebih berusaha!

Salah!

Tidak, tidak salah!

Tidak...

Ah, entahlah!

Rasanya aku puas.

Iya, ya.

Aku tidak mau dikatai oleh kalian!

- Kenapa? - Memang kenapa?

Eh?!

Kalian ini selalu begini, 'kan?

- Tidak juga! - Ah, tidak!

Pahlawan tidak bimbang.

Tidak akan bimbang.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.