Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku menjadi kuat.
Gadis itu pasti akan kubunuh!
Lalu...
Aku akan menjadi pahlawan yang sebenarnya!
MEMBIDIK PERI CINTA DAN KARDINAL YANG SERAKAH
Alasanku mengumpulkan kalian semua, tidak ada yang lain.
Aku ingin membicarakan tentang Van.
Aku baru saja mendapat info dari Nona Esta
bahwa dalam waktu dekat, Van akan kembali ke sini.
Dia sedang menaikkan level anugerah di selatan
dan telah mendapatkan kepercayaan diri yang cukup.
Dia sudah merasa kuat, ya.
Van terkadang bilang akan membunuh Nona Ruti sambil tertawa.
Menjijikkan, ya.
Jadi?
Bagaimana caranya menghajar si pahlawan itu?
Jika melakukannya, masalahnya akan menjadi besar.
Akan lebih baik jika menyingkir dari Zoltan tanpa perlawanan.
Begitulah.
Jadi, aku sedang berpikir untuk mengambil tindakan sekarang.
Karakteristiknya tertulis dengan baik.
Siapa yang menggambarnya?
Aku.
Tisse hebat dalam hal ini.
Jadi, tolong jelaskan ulasan dan juga informasinya.
Baik.
Pertama, Van.
Dia adalah pangeran ke-8 dari Kerajaan Flamberg,
dibesarkan di sebuah biara sejak kecil.
Beberapa keluarga kerajaan tampaknya malu untuk merawat anak sendiri.
Memang ada kecenderungan seperti itu, ya.
Namun, kalau aku ingin merawat anak sendiri!
Ya, kalau itu aku juga sama.
Itu bagus.
Itu...
Jadi, keyakinan Van ditumbuhkan di biara itu, ya.
Ya, setelah itu Van mengunjungi Benteng Suci Last Wall
dan mengaku sebagai pahlawan.
Ya.
Lalu, setelah mendapat pengakuan dari gereja,
dia berburu monster untuk menaikkan level anugerahnya.
Masalahnya di situ, ya.
Saat Van memburu monster banyak, rekannya banyak yang mati terbunuh.
Padahal sesungguhnya anugerah pahlawan
seharusnya tidak akan membiarkan untuk menelantarkan rekannya.
Mungkin Van berpikir, untuk menaikkan level anugerah pahlawannya
juga dibutuhkan nyawa dari para rekannya.
Karena itu, dia bisa menelantarkan rekannya.
Malah tambah bikin kesal!
Apa boleh pahlawan seperti itu?
Danan, tenanglah!
Hanya ini saja informasi untuk Van.
Aku masih tidak mengerti.
Sebenarnya apa yang Van pikirkan?
Dunia Van itu sempit.
Dunia dia hanya berkutat dia dan dewa saja.
Tidak ada orang tua, teman,
ataupun orang yang dicintai.
Maka dari itu, dia tidak ragu pada keyakinannya.
Tidak bingung dan tidak menyerah.
Untuk Ljubo dan Lavender...
Untuk Lavender, Nyonya Mystorm memberitahuku.
Lavender.
Dulu sebelum pindah ke Zoltan, aku pernah melihatnya.
Mungkin wujudnya tidak seperti itu, tapi kekuatannya tidak akan lupa.
Berbeda wujud? Apa maksudnya?
Yang aku lihat adalah bayangan hitam besar dengan petir yang menempel pada dirinya.
Sangat disesalkan,
tapi untuk seseorang yang sudah pensiun sepertiku, dia bukanlah lawan yang sepadan.
Maaf, tapi bisakah aku melimpahkan tanggung jawab ini pada kalian?
Mengingat kerusakan di area sekitar,
aku ingin menghindari pertarungan langsung dengan Lavender.
Namun, sepertinya untuk bernegosiasi juga bukan pilihan.
Biarkan aku yang meyakinkan Lavender!
Lawanmu adalah makhluk yang tidak diketahui.
Apa tidak apa-apa?
Kurasa aku orang yang paling tepat.
Karena aku sedang jatuh cinta.
Ha?
Itu, mungkin Lavender berbeda dengan manusia,
tapi urusan cinta, mungkin kami ada persamaan.
Jadi mungkin itu bisa dinegosiasikan...
Itu saja?
Itu saja.
Namun, tidak ada orang lain lagi yang punya peluang menang, 'kan?
Iya, ya.
Danan, maukah kau mendampingi Rit?
Aku?
Apa tidak lebih baik kau saja?
Aku akan bernegosiasi dengan Ljubo.
Kelihatannya menarik! Aku juga ikut.
Kalau begitu, masalah Rit serahkan padaku.
Mohon bantuannya, ya, Danan.
Kardinal Ljubo terlahir sebagai rakyat jelata
dan naik pangkat hanya dengan mengandalkan anugerah kardinal.
Seseorang yang melakukan penyuapan, penggelapan untuk kepentingan pribadi.
Bukankah wajahmu sudah diketahui?
Aku akan menyamar.
Kalau Ruti tetap akan terus bersembunyi.
Tisse tolong untuk membantu Ruti.
Baik.
Semua demi melindungi Zoltan dan Ruti.
Tolong, ya.
Ya!
Serahkan padaku.
Semuanya, terima kasih.
Dengan begini rapatnya selesai.
Ayo makan.
Sudah kutunggu!
Tisse, ada apa?
Tuan Red.
Tidak, anu...
Aku berpikir apa tak ada hal yang bisa dilakukan sampai Van kembali ke Zoltan?
Kau khawatir karena terlalu santai, ya?
Iya.
Pahlawan Van lebih tepat disebut menakutkan daripada kuat.
Anugerah yang ada dalam diriku
merasakan kalau dia akan susah untuk dibunuh.
Jika kau merasakan seperti itu, berarti itu tidak salah.
Kalau Tuan Red apa yang dirasakan?
Padahal sama-sama pahlawan, tapi kenapa Van dan Nona Ruti sebeda itu?
Iya, ya.
Pertama-tama, cara bertarung mereka berdua sangatlah berbeda.
Cara bertarung?
Kalau Ruti, dia mengejar sebuah kekuatan tak terkalahkan siapa pun lawannya,
yaitu "pahlawan yang tak bisa kalah".
Kalau pahlawan Van?
Sepertinya dia ingin menang dengan serangan terkuat tanpa mengantisipasi lawannya.
Dia adalah "pahlawan tak terkalahkan".
Pahlawan yang tak bisa kalah dan pahlawan tak terkalahkan.
Ruti selalu mengantisipasi musuhnya,
sementara kalau Van tidak.
Yah, kalau cara Van, aku juga tidak akan memilihnya.
Aku juga tidak.
Pedangku juga punya cara menang sendiri.
Jika selalu mengandalkan itu saja, suatu saat pasti akan kalah.
Itu juga adalah kelemahannya.
Intinya, Van yang mengandalkan anugerah,
dan Ruti yang menganggap anugerah itu bukan segalanya.
Begitu, ya.
Sekarang aku tahu perbedaan keduanya.
Kekuatan Nona Ruti itu berkat bimbingan dari Tuan Red juga.
Yah, kalau aku, sih, hanya ingin Ruti bisa melindungi dirinya sendiri saja.
Aku sangat bersyukur Tuan Red yang membimbing Nona Ruti.
Namun, Van tidak ada orang seperti itu di sekitarnya, ya.
Begitu, ya. Dunia Van sempit.
Perasaanku sekarang jadi lebih tenang.
Syukurlah.
Tuan Ljubo.
Mau seberapa pun menaikkan level anugerah,
tidak ada garansi untuk menang dari gadis itu.
Apa ada artinya mempertaruhkan nyawa pahlawan di negara terpencil seperti ini?
Mau bagaimanapun, pertama kita harus mengumpulkan informasi dahulu.
Carilah informasi tentang gadis yang mengalahkan Van, lalu laporkan kepadaku.
Dasar. Ini hal yang merepotkan.
Kali ini apa yang akan mereka lakukan?
Aku sudah bilang sebelumnya,
serahkan saja pada Red dan yang lainnya.
Yang bisa kita lakukan hanya memastikan warga tidak bingung ataupun kesal.
Benar juga, baiklah kalau begitu.
Aku perkenalkan.
Ini pelayanku, Albert.
Tuan-tuan, perkenalkan. Mohon bantuannya.
Aku sudah dengar tentangmu.
Apa kau ingin bekerja dengan baik demi pahlawan?
Aku merasa terhormat.
Tuan Pahlawan, bagaimana rasanya bepergian dengan memakai pesawat?
Enak sekali.
Karena di pulau di daerah selatan banyak monster yang membunuh manusia,
sangat cocok untuk menaikkan level anugerah.
Ya, selanjutnya pasti bisa menang!
Aku harus mencari gadis itu.
Tidak.
Kami yang akan mengumpulkan informasi tentangnya.
Kau tidak punya kemampuan untuk melacak seseorang, 'kan?
Van lebih baik istirahat sedikit.
Di sini serahkan pada kami.
Van!
Tidak apa-apa.
Karena ada aku yang akan mengikutimu.
Wah. Ada serangga, ya.
Hei, serangga yang mengendap-endap di situ!
Ah, ketahuan.
Mau kuhajar?
Iya, ya.
Sekarang karena tidak ada Van, kau bisa mengeluarkan kekuatan sebenarnya, 'kan?
Apa katamu?!
Anugerahku bisa mengerti yang ada di balik tubuh kecil itu.
Sebenarnya ada kekuatan yang besar dan juga liar.
Untuk makhluk yang memandang rendah manusia,
kenapa kau sampai menyembunyikan kekuatan dan pura-pura menjadi peri kecil?
Apakah itu karena kau jatuh cinta pada Van?
Karena kau sadar wujud aslimu cukup mengerikan bagi manusia.
Supaya Van bisa mencintaimu,
kau harus berubah jadi wujud peri seperti yang dibayangkan oleh manusia.
Kalau bicara lagi, akan kubunuh!
Aku juga jatuh cinta.
Karena itu aku ingin berbicara mengenai cinta denganmu!
Aku adalah Rizlet of Loggervia.
Panggil saja Rit.
Oh, Rit, ya.
Jadi, apa dia adalah orang yang kau cintai?
Bukan. Beda orang.
Sudah kuduga!
Kalian tidak terlihat ada hubungan cinta.
Cerita buatan yang payah tidak akan bisa digunakan ke Lavender.
Tidak ada cara selain mengekspos diri sendiri dan mencapai titik temu.
Aku adalah seorang putri dari negara Loggervia yang ada di sebelah utara dari sini.
Oh, tuan putri, ya?
Jadi apakah pasanganmu pangeran atau kesatria?
Atau...
Pasanganku adalah kesatria kerajaan.
Sekarang tinggal bersama di Zoltan sebagai rakyat biasa.
Jangan bilang kawin lari?
Hebat juga!
Memang untuk urusan cinta rela untuk mengorbankan apa saja, ya!
Ya, aku juga berpikir seperti itu.
Aku ingin terus hidup bersamanya sampai akhir hidupku.
Ya, kau lulus!
Aku pesan madu dan salad!
Jadi...
Ada waktu di mana aku terpisah darinya.
Tapi karena itu kami berkembang bersama.
Jadi lebih menyukainya.
Jadi, saat masih di Loggervia, kau masih belum menyukainya, ya?
Tidak begitu!
Dahulu juga aku sudah sangat menyukai Red!
Kau bicara apa?
Berkembang itu bukan cinta.
Cinta itu indah, bahagia, sesuatu yang sempurna.
Saat jatuh cinta, waktu akan berhenti,
dan akan lebih baik tetap seperti ini selamanya.
Yang tidak seperti itu bukanlah cinta.
Lavender sepertinya tidak ingin Van berubah, ya?
Tentu saja!
Tambah lagi madunya!
Lavender tidak ingin Van berubah, ya?
Tapi itu hanya memaksakan rasa cintanya sendiri.
Demi perasaan ini, meski menghancurkan dunia pun tidak apa-apa.
Itulah cinta yang sebenarnya.
Namun, bagaimana jika kau juga ikut hancur?
Karena katanya pasukan raja iblis itu sangat kuat, 'kan?
Meskipun pahlawan, belum tentu bisa menang melawannya.
Kalau pacar pasti akan khawatir, ya.
Aku memprioritaskan Van menjadi Van di atas segalanya.
Jika dengan itu Van mati sekalipun,
aku akan mati bersamanya.
Aku akan mencintai Van sampai aku mati.
Tidak ada cerita bahagia yang lebih daripada ini, ya.
Jadi kau berpikir begitu, ya.
Kau berbeda, ya?
Lavender, aku punya permintaan.
Permintaan?
Tidak bisa, aku hanya akan mendengar apa kata Van saja.
Tapi ini demi Van juga.
Hm, kalau begitu coba katakan.
Aku ingin kau bilang ke Van untuk menjauhi Zoltan.
Tidak ada manfaatnya bertarung di sini dengan mempertaruhkan nyawa.
Yang didapat hanyalah menaikkan level anugerah saja.
Bukankah pahlawan punya pertarungan yang lain?
Ya, memang benar katamu.
Kalau begitu...
Tentu saja aku menolak.
Sudah kuduga!
Ah, syukurlah.
Sedikit saja kau memaksa, bisa kubunuh.
Wah, jangan, dong!
Kalau begitu, sebelum kita berpisah...
Aku berharap bisa mengobrol seperti ini lagi dengan damai.
Aneh, padahal ini bukan janji maupun doa.
Bersulang!
Maju! Maju, maju!
Ayo lari!
Aku berdiri di sini!
Jangan lambat, aku di sini!
Apa?
Kenapa berhenti di situ?
Lari! Larilah!
Sialan! Yang benar saja!
Kembalikan uangku!
Pengaturan pertandingan!
Bukankah ini namanya pengaturan pertandingan?
Tuan Ljubo.
Sekarang sedang liburan.
Bicaranya lain hari saja.
Ada informasi yang ingin kusampaikan.
Aku tidak akan membiarkanmu kecewa.
Nomor 5 terlalu gemuk.
Ini Zoltan, tidak ada yang normal.
Kau bertaruh berapa?
Red...
Apa tidak apa-apa?
Jika ini gagal, maka tidak bisa bernegosiasi, lo.
Tentu saja, aku punya rencana.
Wah.
Wah, itu sungguh menakjubkan.
Dia melompat dengan cepat dari posisi akhir untuk menang.
Karena Anda menang banyak...
Tuan Ljubo, aku tahu tempat wine yang enak.
Asal tahu saja, aku cukup rewel soal wine.
Menenangkan dan menyenangkan, rasanya seperti sutra berkualitas tinggi.
Rasa buah yang kuat dan mewah perlahan menyebar.
Begitu, ya.
Ini juga punya kesan liar seperti wanita yang anggun.
Rasanya liar seperti berlarian di hutan dengan liar.
Tak kusangka ada wine yang seenak ini di Zoltan!
Silakan menikmati hidangan ikan ini!
Ini hidangan ikan dari mananya?
Badan ikan dibelah dua lalu diasap,
lalu dipanggang dengan minyak zaitun kualitas tinggi.
Lagi-lagi hal yang mengacak.
Yang begini hidangan ikan?
Apa yang bar ini pikirkan?
Ini...
Rasanya menjungkirbalikkan akal sehat!
Rasa yang sangat dalam!
Tuan Ljubo, ada yang ingin dibicarakan sedikit.
Dasar sialan kau, sudah kuduga, ya.
Apa urusanmu?
Mau berbicara soal kerjaan?
Hal yang berkaitan dengan Tuan Van.
Tutup matamu pada sedikit ketidaknyamanan.
Dia itu pahlawan yang akan menyelamatkan dunia.
Sepatah kata tentang betapa bahayanya gadis yang sedang dicari Tuan Van.
Apa kau tahu tentang gadis yang menyerang Van?
Ya.
Jadi dia itu siapa?
Warisan elf kuno.
Hah?
Jangan bodoh.
Warisan elf kuno itu adalah jarum jam mekanis.
Jika omongan saja memang tidak bisa dipercaya,
maka silakan sebelah sini.
Ogrekin, ya?
Ini huruf elf kuno, apa maksudnya?
Ogrekin ini beda dari yang biasa, ia cerdas dan bisa menggunakan senjata.
Tampaknya itu adalah senjata biologis yang dibuat di reruntuhan elf kuno.
Apa katamu?
Di dalam gunung bagian utara Zoltan ada reruntuhan elf kuno.
Di sana ada senjata biologis yang lain termasuk yang berbentuk manusia.
Jadi yang menyerang Van adalah warisan elf kuno.
Memang benar itu adalah kekuatan yang bisa melumpuhkan Van.
Jauh melampaui kemampuan manusia.
Laporan dari guild pencuri di Zoltan mendukung hal ini.
Begitu, ya.
Jadi itu diciptakan untuk melindungi warisan elf kuno?
Jika pasukan raja iblis sampai tiba di Zoltan,
para warisan elf kuno ini seharusnya akan melawan.
Maksudnya, demi umat manusia, Van harus mundur dari pertarungan ini?
Ya.
Siapa pun yang mati entah itu Tuan Van atau warisan elf kuno,
merupakan sebuah kerugian bagi umat manusia.
Itu benar.
Aku akan meminta Van untuk meninggalkan Zoltan.
Silakan.
Aku akan berbicara padanya.
Namun, akhir-akhir ini Van tidak mengindahkan perkataanku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.