All language subtitles for Shin No Nakama S02E05

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Maaf mengganggu malam-malam.

Kami tidak apa-apa.

Apa ada hal yang penting?

Apa kau ingat dengan kardinal Ljubo?

Aku pernah bertemu di benteng suci Last Wall.

Dia mencari pesawat raja iblis sebelumnya.

PRIA YANG TIDAK BISA PAHAM ARTI HIDUP SANTAI

Kesatria Bertopeng Eskalata.

Mengalahkan salah satu dari Empat Raja Langit Altra, pasukan raja iblis,

dan memaksa mereka mundur.

Aku ingin tahu dia kesatria dari mana, ya?

Gereja? Atau...

Sepertinya dia pasukan bayaran.

Begitu?

Hei, yang dikatakan Tisse kemarin mengenai pesawat raja iblis sebelumnya.

Jika diberikan ke gereja, apakah tidak apa-apa?

Daripada dibiarkan di Zoltan, bukankah lebih baik jika difungsikan di sana?

Jika akan dibuat untuk kejahatan, tentu saja harus dicegah.

Untuk sementara, kita lihat kondisinya.

Begitu, ya.

Untuk sementara, kita usahakan supaya mereka tidak menemukan Ruti.

Sepertinya Cold Mold-nya sudah tidak apa-apa, ya.

Tanaman obatnya juga tumbuh dengan baik, ya.

Ya. Berkat ajaran dari Kakak.

Selain itu, karena bersama Tisse, sehingga semuanya lancar.

Ya, mengurus kebun bersama Nona Ruti sungguh menyenangkan.

Sudah waktunya kita serius menciptakan pasar.

Untuk awal, di tokoku.

Jika sudah panen, biarkan aku membelinya.

Ya.

Guild penjual, lalu klinik di Zoltan...

Mungkin kita coba bicara ke para penjual keliling yang ada di sekitar desa.

Kakak juga akan membantu?

Ya, aku anggota guild penjual.

Senior dari orang-orang yang ingin hidup santai di Zoltan.

Senior kakak.

Senior kakak...

Kata-kata yang bagus.

Kondisimu terlihat sehat, ya.

Begitulah.

Yah, sisanya tinggal bertarung saja.

Jika sudah keluar dari rumah sakit, apakah akan pergi dari Zoltan?

Aku akan kesepian.

Kalau begitu, ayo pergi bersama.

Kita hancurkan pasukan raja iblis!

Tidak, aku sudah memutuskan untuk jadi penjual obat di sini bersama Rit.

Begitu, ya? Sayang sekali.

Setidaknya, ayo kita minum untuk yang terakhir.

Ya.

Namun, sebelum berpisah denganmu, aku harus melakukan sesuatu.

Apa itu?

Gideon.

Bertandinglah denganku.

Terus kamu terima permintaannya?

Ya. Dia memohon untuk melakukannya sebelum pergi dari Zoltan.

Harus segera berlatih. Staminaku sudah turun jauh.

Apakah bisa menang?

Jujur saja, aku tidak yakin menang.

Anugerah Danan itu "Seniman Bela Diri".

Anugerah yang umum,

tapi tidak ada orang yang secinta itu pada anugerahnya seperti yang dia lakukan.

Ya...

Sedangkan aku adalah "Pembimbing".

Hanya punya skill biasa untuk memandu pahlawan yang tidak punya pengalaman.

Sebelum bertarung sudah jelas hasilnya.

Meski begitu, apakah tetap dilakukan?

Ya.

Kalau begitu, apa mau melakukannya denganku?

Eh?

Lagi pula, kita berdua belum pernah melakukan pertandingan sekali pun.

Selama kita pakai sihir Merciful, tidak akan ada masalah.

Saat bertanding dengan Danan juga akan pakai, 'kan?

Ya, memang jika menggunakan sihir, maka lawan tidak akan terluka dan cedera.

Namun, rasa sakitnya tetap ada.

Kalau aku, tidak bisa.

Apa?!

Sudah lelah, ya.

Kalau cuma begini, Danan akan kecewa.

Ini, kau harus tetap terhidrasi, ya.

Terima kasih.

Red!

Katanya mau bertarung melawan Danan, ya?

Tidak bisa disembunyikan, ya.

Kalau begitu, ini giliranku, ya.

Berlatih denganku untuk mendapatkan kembali stamina primamu.

Namun, Yarandrala pengguna sihir roh, 'kan?

Meski penampilanku seperti ini, aku adalah penemu teknik tongkat aliran Renge.

Eh?! Bukankah itu adalah teknik tongkat yang sangat terkenal?

Bukan hanya itu.

Rangkuman teknik-teknik militer dalam satu buah buku

bernama "Hakusaku Ryouran Hyakka" dikompilasi oleh Yarandrala.

Hebat!

Supaya hidupku yang panjang jadi berguna.

Jadi, kembali ke masalah awal.

Menurutku yang dibutuhkan Red sekarang adalah mempertajam pikirannya.

Untuk mengasah lagi kemampuan yang tumpul tidaklah mudah.

Namun, hati seharusnya bisa mendapatkan kekuatan yang berbeda dari yang dahulu.

Benar juga.

Sejak datang ke Zoltan telah dapat banyak hal.

Kalau begitu, ayo kita berlatih untuk mendapat kekuatan sebagai Red.

Semangat bagus!

Kalau begitu, mari kita mulai rencanakan kamp pelatihannya.

Kamp?

Tentu saja Rit juga ikut.

Kakak menunggu lama?

Tidak, aku baru saja datang.

Nona Ruti sangat ingin melakukan percakapan yang barusan, ya.

"Menunggu lama?"

"Aku baru saja datang", begitu.

Begitu, ya? Imutnya memikirkan Kakak.

Kakak, menunggu lama?

Tidak, aku baru saja datang.

Kakak, menunggu lama?

Tidak, aku baru saja datang.

Kakak, menunggu la...

Meski begitu, apakah tidak apa-apa berlatih bersama Nona Ruti?

Yang mengajarkan Ruti pakai pedang itu aku.

Tidak mungkin guru dan murid tidak bisa berlatih bersama.

Aku sangat menantikan berlatih bersama Kakak.

Berlatih itu adalah untuk membuat kita menjadi lebih kuat,

juga sebagai hiburan yang terbaik.

Danan! Apa kau sudah keluar dari rumah sakit?

Ya, kalian seharusnya sudah tahu kalau aku suka berlatih.

Jadi, aku juga akan ikut!

Kau memang begitu, ya.

Kalau begitu, ayo pergi bersama.

Oke!

Sip, sekarang tinggal mengumpulkan kayu bakar.

Anu...

Hei! Jangan terlalu merusak alam!

Sip, ayo kita kumpulkan kayu bakar sekali lagi!

Tidak, bukan begitu, 'kan?

Makanan pertama dalam kamp adalah bento khusus buatan Red.

Ah, iya. Bagian Danan tidak ada.

Jatahku untukmu saja.

Ah, jangan begitu...

Tidak apa-apa.

Lapar dan lelah adalah perasaan yang baru bagiku.

Nona Ruti, ayo kita bagi dua.

Kalau begitu, aku juga akan memberikan setengah.

Setengah dan setengah jadi utuh.

Itu jadi aneh.

Tunggu, tunggu.

Begini saja.

Jika begini, jadi bisa saling berbagi.

Kakak hebat!

Maaf, ya.

Namun, karena mumpung jadi, aku tidak akan segan, ya!

Bilanglah sesuatu.

Sudah lama party pahlawan tidak kumpul seperti ini, ya.

Meskipun tidak ada Theodora dan Ares, sih.

Iya.

Omong-omong, apakah sudah lihat koran?

Salah satu Empat Raja Langit, pasukan raja iblis,

Altra Air telah dibuat mundur oleh kesatria misterius.

Kesatria Bertopeng Eskalata?

Itu Theodora.

Aku tidak bisa berpikir ada kesatria lain yang bisa kalahkan musuh seperti ini selain dia.

Lalu, Eskalata juga punya seorang ahli pedang yang menggunakan tangan palsu.

Itu pasti Albert.

Dia, ya!

Aku masih belum berterima kasih karena sudah diselamatkan.

Setelah keluar dari Zoltan, aku bermaksud untuk bertemu dengan Theodora.

Jika dia mau menghabisi Altra Air,

maka aku juga akan ikut dengan senang hati.

Aku masih belum makan dagingnya.

Tidak peduli!

Enak.

- Ruti! - Ruti!

Ayo mulai!

Kami juga?

Iya.

Aku ada hal lain yang ingin dilakukan.

Nona Ruti...

Ini ternyata berbeda dari yang kupikirkan.

Apa iya? Menurutku ini sesuai yang kupikirkan.

Begitu?

Memang seharusnya seperti apa?

Baunya enak.

Sepertinya Rit dan Yarandrala sedang memasak untuk makan malam.

Aku menantikannya.

Aku melihat musuh dari pedangmu.

Musuh?

Ya, dalam satu serangan itu, aku bisa lihat musuh seperti apa yang kau lawan.

Yah, aku membuat asumsi.

Manusia, Elf, Monster, Demon.

Setiap wujud musuh, aku bisa melihat dengan jelas.

Begitulah solidnya teknik ini.

Aku tidak sabar untuk segera bertanding.

Aku juga.

Mau aku gosok punggungnya?

Kalau begitu, tolong, ya.

Hari ini, aku berlatih bersamanya, dan memang Danan itu kuat.

Selain Ruti, menurutku Danan adalah manusia terkuat saat ini.

Ya. Aku juga merasakannya.

Tapi pertarungan melawan Danan tidak untuk saling membunuh atau untuk kontes.

Ada alasan lain dari hanya sekadar kalah atau menang.

Alasan lain?

Danan adalah seorang pejuang sejati yang tidak ada hubungannya dengan hidup santai.

Aku ingin menyampaikan padanya jalan hidupku melalui pertarungan.

Karena dia adalah rekan yang dulu pernah berkelana bersama, ya.

Semoga bisa tersampaikan.

Ya!

Baiklah, aku akan beri sihir Merciful, ya.

Meskipun tidak ada luka, tapi sakitnya tetap terasa, berhati-hatilah.

Masing-masing tidak ada dendam.

Dimulai!

Jurus Bela Diri!

Abare Makyaku!

Jurus Bela Diri, Hasai Ken!

Ternyata memang pedang biasa, ya.

Padahal seharusnya aku jauh lebih kuat.

Semua seranganku bisa dihindari, dan pedangmu bisa mengempaskanku.

Menarik sekali, Gideon.

Kau memang orang yang menarik.

Kau sudah tahu bagaimana caranya menang, 'kan?

Begitulah.

Alasanmu menghindari seranganku

karena mengantisipasi serangan macam apa yang akan kugunakan, bukan?

Jika tidak begitu, aku tidak akan sempat untuk bertahan.

Kalau begitu, jika aku pakai teknik yang tidak biasa, akan bisa menang.

Mungkin aku harus lebih rileks sedikit.

Kau benar.

Jadi, apakah mau sedikit rileks?

Tidak, dong.

Ini bukan ajang saling bunuh, melainkan pertandingan.

Aku akan bertarung melawanmu dengan kondisi terkuatku!

Tentu saja!

Ayo, Gideon!

Jika kau ingin melihatku mengerahkan sekuat tenaga,

maka perlihatkan dirimu yang lebih daripada ini!

Majulah, Danan, aku membawa hidupku untuk bersaing denganmu!

Gideon!

Danan.

Aduh, duh, duh.

Ternyata memang tidak bisa menahan serangan secara langsung.

Kalau tidak ada sihir Yarandrala, aku bisa mati.

Memang kau ini kuat, ya, Gideon.

Aku harap tidak mengecewakanmu.

Tentu saja tidak.

Aku tidak paham dengan hidup santai.

Karena itu, aku ingin bertarung melawanmu seperti ini.

Aku tidak ada bakat lain selain bertarung.

Jadi, apa yang kau tahu dari hidup santai?

Tidak, aku tidak mengerti.

Namun, Gideon...

Bukan, Red.

Aku mengerti dalam pedangmu ada kekuatan yang teguh.

Kau adalah orang kuat yang kuhormati yang mengambil jalan berbeda.

Hidup santai itu salah satu kekuatan juga, 'kan?

Hiduplah dengan bahagia sampai mati.

Terima kasih, Danan.

Kalau aku setiap ingin bertarung, maka akan bertarung.

Itulah jalan hidupku.

Iya, aku juga menghormati dirimu yang mempunyai kekuatan yang tak terpatahkan.

Danan, selanjutnya adalah giliranku.

Apa?!

Aku bisa melawan pahlawan yang terhebat?!

Sesuai maumu!

Sial... Bagaimana cara menangnya?

Terlalu rapuh.

Maaf.

Rupanya Albert.

Lama tak jumpa.

Aku terkejut.

Apa kau kembali ke Zoltan?

Aku baru saja sampai.

Syukurlah Tuan Red dan Nona Rit terlihat sehat.

Tuan Red, ya? Belum terbiasa, ya.

Tolong jangan membahas diriku yang waktu dulu.

Apa kau bersama Theodora?

Kali ini aku datang sendiri.

Dia sekarang berganti nama menjadi Eskalata.

Aku membawa pesan darinya.

Pesan?

Pahlawan baru telah muncul.

Namanya, Van of Flamberg.

Untuk mendapatkan pesawat raja iblis sebelumnya,

mungkin mereka akan datang ke Zoltan.

Ramai sekali, ya.

Mereka terlihat bersenang-senang, ya.

Lavender, jangan jauh dariku.

Bahaya.

Namun, Van akan melindungiku, 'kan?

Tentu saja aku akan melindungimu sekuat tenaga.

Waduh. Demi Van, aku akan melakukan apa pun.

Kau! Dari tadi senyum-senyum terus!

Dengan begini, namanya pembelaan diri!

Kalau aku tidak membunuh orang, maka anugerahku tak akan berkembang!

Apa tidak ada temannya?

Apa tidak ada yang ingin menyerangku untuk membalas dendam?

Hei, seranglah aku!

Anugerah jahat, ya.

Ayo, cobalah bunuh aku!

Kejahatan telah musnah.

Sebenarnya ada apa ini?

Van hanya menyingkirkan orang aneh saja.

Ya, karena dia membunuh, maka aku bunuh.

Jelaskan dengan benar.

Kenapa ada pertengkaran ini?

Ya? Apa itu perlu?

Alasan untuk membunuh tentu diperlukan.

Bagimu seharusnya bisa dengan mudah menyelesaikan tanpa membunuh.

Seharusnya setelah melihat kondisi, barulah memutuskan.

Kenapa harus seperti itu?

Dia mempunyai anugerah jahat.

Namun, yang ada di sini adalah manusia.

Manusia tidak hidup hanya karena dorongan anugerah saja.

Di situ ada juga keinginan manusia.

Tidak boleh melupakan itu.

Esta sepertinya salah paham.

Apa?

Ah, tidak, bukan salah paham soal itu.

Bukannya aku membencinya atau ingin mencegah dia membunuh seseorang.

Tidak baik menggunakan pedang pahlawan untuk keuntungan pribadi,

dan pertarunganku selalu didedikasikan kepada Dewa Demis.

Kalau begitu, kenapa membunuh?

Habisnya, orang dengan anugerah jahat,

nantinya pun untuk dikalahkan oleh seseorang juga.

Jadi, aku hanya membunuhnya untuk memenuhi perannya.

Saat yang bersamaan, ketika membunuhnya, aku merasakan pertumbuhan sebagai pahlawan.

Aku mencintai dan merayakan hidupnya.

Pertumbuhan anugerahku karena dirinya pasti akan berguna untuk dunia.

Van, kau...

Itu sudah selayaknya pahlawan.

Ah, tidak...

Aku hanya pahlawan pemula yang belum pernah melawan raja iblis.

Pasti Pahlawan Ruti adalah seorang penganut yang lebih hebat.

Ayo, kita menuju Zoltan!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.