Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
MEMPERSEMBAHKAN
FILM KARYA ROBERT RONNY
♪ Malam ini aku sendiri ♪
♪ Menghitung hati yang sepi ♪
♪ Mengenang kisah cinta kita ♪
♪ Apakah masih ada asa? ♪
Bagaimana? Aman, 'kan?
Tapi lain kali jangan seperti ini ya, Pak Monty.
Masa mau rekaman, tapi liriknya baru jadi hari ini?
Itu justru yang membuatnya jadi hal baru.
Aku sendiri yang membuat liriknya.
Bahkan bait keduanya banyak aku bantu dengan ide-ideku.
Bagus, 'kan?
Yah, tapi Pak Monty juga tahu
kalau lagunya besok sudah harus dikirim ke PH untuk proses mixing.
♪ Hatiku remuk bagai ditabrak ♪
♪ Kendaraanmu yang sudah rusak ♪
♪ Sekarang aku harus ke mana? ♪
♪ Bengkel yang bisa menambal asa ♪
Teman-Teman, sori.
Sepertinya aku tidak bisa menyanyikan lagu ini.
Tapi besok lagunya sudah harus dikirim ke PH, Teh.
Sudah tenggat waktu.
Aduh, tapi ini bagaimana ya? Liriknya terasa absurd.
Musiknya seperti itu, tapi liriknya seperti ini.
Cha, coba kau resapi dulu lagunya. Kau rasakan.
Belum pernah ada yang memakai analogi seperti itu sebelumnya.
Kalau begitu, kalian saja yang nyanyikan. Aku tidak sanggup.
- Teteh. - Lo?
Hei, kau jujur sama aku. Menurutmu, liriknya bagus tidak?
Lo? Bagus, 'kan? Kau sampai tidak bisa berkata-kata.
Teh, lagunya benar-benar tidak bisa dinyanyikan, ya?
Hei, Pop, nadanya sudah enak, tapi liriknya hancur banget.
Masa "kendaraan menabrak hati, bengkel menambal asa".
Mana ada yang seperti itu? Aku tidak mau.
Yah, buat Monty romantis kali, Teh.
Yandy, sudah, kau fokus menyetir saja.
Tapi bagaimana, Teh?
Kita harus kirim lagunya besok ke PH.
Aku tidak enak ke Pak Andi
kalau lagunya terlambat dikirim ke Flagship Pictures.
Bagaimana ya?
Teh Ocha.
Aku ada satu lagu oke.
Coba kau putarkan.
Sebentar ya, Teh.
♪ Maka aku pun baik saja ♪
♪ Berharap rasa sakit ini kan mereda ♪
♪ Meski perlahan ku melupakan ♪
♪ Bunyi suaramu yang pernah ada ♪
♪ Saat ku masih ♪
Poppy, ini bagus lo.
Liriknya bagus dan sangat jarang ditemui.
Ini lagu siapa, Yan?
Ini yang menulis temanku.
Kawidra, namanya.
Tapi…
Ceritanya panjang, Teh.
Aduh, Yandy, jadi, kau mau bantu atau tidak?
Tapi ada satu temanku, Sekar.
Dia orang yang lebih bisa cerita tentang lagu ini.
Ya sudah, dia ada di mana sekarang?
Sekarang dia di tokonya, di BSD.
Ya sudah, kita ke BSD saja.
Dekat juga, 'kan?
Oke, Teh.
Sekar.
Yandy?
Tumben malam-malam mampir.
Bukan aku.
Halo.
Teh Ocha?
Jadi, begitu, Kar.
Teh Ocha ini ingin menggunakan lagu K buat rekaman besok.
Ya.
Kenapa tidak kita temui langsung saja pencipta lagunya?
Masa mereka tidak mau lagunya aku nyanyikan?
Jadi, ceritanya seperti ini, Teh.
Pencipta lagu itu Kawidra dan Clarissa,
atau yang lebih dikenal dengan nama K dan Cream.
Cream? Yang penulis lirik lagu-lagu dari Rise Records itu?
Ya.
Rise Records? Sepertinya aku kenal, 'kan?
Mending kita ketemu langsung sama mereka.
K sudah meninggal dunia, Teh.
Dan kita semua tidak tahu Cream ada di mana.
Maksudmu bagaimana?
Aku dan Yandy sudah kenal sama K lumayan lama.
Dan K ceritakan semuanya sebelum dia meninggal ke kami berdua.
Kau lari seperti dikejar setan saja.
Lelah?
Ini minum.
Hei!
Kalian kenapa tidak di kelas?
Berani-beraninya ya kau merokok di sekolah.
Sori.
Sudah bolos kelas, merokok lagi.
Mau jadi apa kau?
Kami paham kau sedang berduka
karena kehilangan ayah dan ibumu dalam waktu berdekatan.
Tapi bolos kelas
dan merokok di sekolah
itu bukan jawabannya.
Kalau kau perlu bicara dengan psikolog,
sekolah bisa membantu.
Izin ya, Pak. Menurutku, sebelum ke psikolog…
Hei!
Kau marah ya?
Ya, aku hampir dihukum gara-gara kau.
Kau bolos dari kelas bukan salahku.
Aku tahu kau tidak akan dihukum karena kau baru jadi yatim piatu.
Karena aku juga baru jadi yatim piatu.
Makan mi ayam, yuk.
Aku traktir. Kau yatim piatu dan tidak punya uang, 'kan? Ayo!
Cobalah. Ini mi ayam terenak sedunia. Kau harus coba.
Makanya aku mengajakmu ke sini.
Sejak saat itu, Clarissa jadi satu-satunya temanku
di sekolah, maupun di luar sekolah.
♪ Bersamamu kita akan taklukkan dunia ♪
♪ Arungi samudra ♪
Kami sama-sama tidak punya siapa-siapa.
Dan hobi kami sama.
Aku bilang juga apa.
Kalau anak populer sedang sedih, pasti banyak yang peduli.
Simpati.
Kita yang otaku begini mana ada yang peduli?
Kau beruntung ada aku.
Es krim!
- Boleh, Kak, es krimnya. - Ya, Mas.
- Ya. - Kau mau juga, 'kan?
Tidak usah, aku tidak bawa uang.
Ini!
- Ini, Mas. - Terima kasih ya, Kak!
Terima kasih.
- Terima kasih. - Sama-sama, Kak.
Yah… Ramuannya habis. Aku minta.
Ya, sebentar.
Cepat!
- Buruan! - Ini.
♪ Bersamamu kita akan berbagi semua ♪
Kau lama banget dari tadi bikin lagu.
Nadanya sudah dapat, tapi memang sulit bikin liriknya.
Kenapa tidak bilang? Sini, aku buatkan.
- Kau bisa? - Tentu saja bisa.
Aku setiap hari menulis curhatan berlembar-lembar di diari.
Menulis lirik ini mudah.
Mau sambil mendengar nadanya?
Boleh.
♪ Ku akan memberikan cintaku ♪
♪ Bersamaku kamu tak akan sendu ♪
♪ Yakinkan kamu aku yang terbaik ♪
Ini.
Coba lihat.
Kau suka liriknya tidak?
Wah!
Kau tidak mau jadi penulis lirik profesional saja?
Kita terus menulis lagu bersama saja.
Boleh.
Oke!
Aku coba ya.
Coba.
Mulai sekarang, semua momen penting di hidup kita
harus di foto pakai kamera polaroid.
Oke? Ayo!
Dengan adanya Clarissa,
SMA terasa cepat berlalu.
♪ Yakinkan kamu aku yang terbaik ♪
Kasihan anjing-anjing lucu begini tidak ada yang merawat.
Kalau bukan kita, yang muda, peduli dan jadi relawan,
mau berharap siapa lagi?
Terima kasih ya. Aku ke sana dulu ya.
Oke, Dok.
Hei, kau mau kuliah jurusan apa?
Belum tahu.
Sudah ikut aku saja, marketing.
Kenapa?
Biayanya murah, mudah lulus, lalu bisa langsung cari kerja.
Kenapa tidak langsung bekerja saja?
Jangan bodoh.
Gaji S1 saja, sekarang cuma berapa?
Lulusan SMA dapat gaji di bawah UMR, tahu!
Hari ini, kita akan membahas tentang segmentasi pasar.
Dari kalian semua yang hadir di sini,
adakah yang bisa mencontohkan segmentasi pasar yang baik?
Silakan tunjuk tangan.
Sut!
Cabut, yuk!
Poin pertama.
Manajemen operasional dapat diartikan
sebagai rangkaian kegiatan atau aktivitas yang…
Manajemen operasional
dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau aktivitas yang…
Sudah kuliah mahal-mahal, bolos juga.
Tidak usah drama!
Kita kuliah di sini hanya untuk gelar S1-nya saja.
Memangnya kau mau bekerja di marketing?
Makanya.
Hei, mau ke mana?
Ulang tahunmu seminggu yang lalu, 'kan? Tanggal 18 Oktober?
Ya. Ulang tahunmu minggu depan, 'kan? Tanggal 31 Oktober?
Mulai sekarang, kita rayakan ulang tahun bersamaan supaya hemat.
Kau maju seminggu, aku mundur seminggu.
Di tanggal 25 Oktober. Tepat di tengah!
Ya, tapi bukannya pamali ya ulang tahun dimajukan?
Zaman sekarang masih percaya hal seperti itu?
Jadi, mau atau tidak?
Begitu dong!
Mau aku bantu?
Boleh.
- Sudah. - Oke.
Kita buat harapan.
Hore!
Selamat ulang tahun!
Selamat ulang tahun.
Kita potong ya.
- Dua ya, Kak? - Ini berapa?
- Totalnya dua puluh ribu. - Dua puluh ribu.
- Terima kasih, Kak! - Terima kasih, ya.
Sini, aku buka.
Aduh…
Berteduh sebentar, yuk.
- Mas, terima kasih ya. - Ya, terima kasih.
- Aduh, deras sekali. - Ya.
Apartemenku dekat dari sini. Mau ke sana saja?
Boleh.
Ayo, sini.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Jorok sekali apartemenmu.
Aku tinggal sendiri.
Tidak ada waktu beres-beres.
Lalu, masih banyak
barang milik Mama dan Papa.
Kenapa tidak dibuang saja? Lagi pula, sudah tidak ada yang pakai.
Masih belum rela?
Aku punya ide!
Kau punya dua kamar di sini, 'kan?
Ya.
Bagaimana kalau aku jadi teman serumahmu?
Maksudnya?
Aku tinggal di sini.
Aku mengerti.
Kita harus bisa memanfaatkan sesuatu.
Kita belum bekerja,
hanya mengandalkan warisan dan tabungan saja.
Jadi, harus hemat!
Ya, tapi…
Aku jual rumah keluargaku, lalu uangnya aku masukkan ke deposito.
Nanti aku akan dapat bunganya.
Lalu, aku kos di sini dan bayar sewa bulanan kepadamu.
Dapat penghasilan pasif! Sama-sama untung!
- Tapi… - Kau mengerti tidak hukum ekonomi?
Di kelas tidak pernah dengar ya?
Aku diajak bolos terus.
Kau mau tidak aku jadi teman serumahmu?
Satu lagi!
Apa lagi?
Namamu jelek sekali!
Kawidra.
Apa coba?
Itu nama yang diberikan ayahku.
Kalau tidak salah, artinya "orang dengan jiwa seni".
Ya, artinya bagus, tapi aku selalu bingung panggil kau apa.
Kawi? Dra?
Aneh.
Sudahlah. Mulai sekarang, namamu "K".
Kay?
Bukan "Kay", "K".
- K? - Ya.
Huruf K.
Oke.
Biar adil, aku juga ganti nama.
Sekarang namaku "Cream".
"Cream"?
- Ya. - Kenapa Cream?
Karena aku suka es krim.
Kenapa bukan "Es"?
K, tolonglah.
Namaku Cream. Senang bertemu denganmu, K.
K.
K dan Cream.
Bagus, 'kan, apartemenmu sekarang?
Apartemen kita.
K, kalau tidak ada aku, kau akan jadi apa?
- Mati kali. - Sut!
Jangan sembarangan.
Kenapa kau tidak lagi menulis lagu?
Aku yatim piatu, miskin, tidak ada koneksi,
mau berkarier di musik?
Tidak mungkin.
Bercita-cita saja rumit.
Bukan rumit, tapi realistis.
Hidup sehari-hari saja susah,
tapi mau mimpi seperti itu.
Malu.
Hei, mimpi itu gratis! Mimpi saja setinggi-tingginya.
Ya sudah kalau kau tidak berani.
Nanti aku saja yang jadi penulis lirik lagu.
Kalau sudah terkenal, aku akan ajak kau.
Kita buat lagu bersama
Foto dulu yuk!
Semua momen penting di hidup kita harus difoto dengan polaroid.
Oke?
Kenapa polaroid?
Karena kejadian dalam hidup itu cepat berlalu, tapi memori itu selamanya.
Seperti kamera ini.
Prosesnya cepat, tapi hasilnya selamanya.
Seperti memori kita.
Kau memang pandai berkata-kata.
Aku yakin kau akan jadi penulis lagu terkenal.
Amin.
DIREKTUR PROGRAM
Jadi, bagaimana menurut kalian tentang album baru Taylor Swift?
Beda sekali ya dibandingkan album dia sebelumnya.
Lagu-lagunya lebih berat.
Tapi, menurutku, Swifties tidak akan keberatan.
Jadi, kita lanjutkan?
Kita semua jadi Swifties saja kali ya?
Yandy tolong buatkan rencananya ya.
Oke.
Oke.
Sekar.
Bagaimana kabar dengan ayahmu?
Masih sama.
Beliau bilang
berkarier di bidang musik di Indonesia tidak ada masa depannya.
Tapi aku bingung, kenapa dia tidak pernah mengerti aku?
Padahal sejak kecil aku suka musik karena koleksi vinil miliknya.
Kalau aku boleh beri saran,
coba sesekali ajak beliau menonton konser band kesukaanmu atau gantian.
Kau ajak dia ke toko vinil, lalu tunjukkan lagu-lagu kesukaanmu.
Bawa dia ke duniamu.
Tunjukkan musik di era sekarang sudah beda dengan era dia dulu.
Soalnya tidak ada yang abadi di dunia ini.
Jangan sampai menyesal kalau mereka sudah tiada.
K!
Dinner, yuk!
Hai, Cream!
Aku kira kau masih rekaman.
Sudah selesai, penyanyinya hebat.
- Penyanyinya yang hebat atau kau? - Dua-duanya.
Ya sudah, aku ambil tas dulu.
Kukira makan di mana. Ternyata di rumah juga.
Ini supaya hemat, tahu.
Seolah-olah gajimu besar, makan di luar terus.
Hei.
Tapi kau bilang "dinner".
Buatlah sesuatu yang spesial. Ini malah mi saja.
Ini sudah sangat spesial.
Buatan aku memangnya tidak spesial?
Spesial.
Tapi lain kali jangan bahas gaji.
Kenapa? Tersinggung?
Memang gaji di radio kecil.
Disuruh kerja di marketing P&G tidak mau.
Aku minatnya di musik. Kenapa jadi marketing?
Tapi disuruh jadi pencipta lagu purnawaktu juga tidak mau.
Tidak berani. Apa maumu?
Aku bekerja di radio saja uangnya pas-pasan.
Bagaimana bisa aku hidup dari menciptakan lagu saja?
Buktinya aku bisa.
Jadi penulis lirik lagu purnawaktu di Rise Records.
Gajinya lumayan lagi.
Ya deh, Cream.
Penulis lirik lagu terbaik Indonesia saat ini.
- Apa-apaan kau ini? - Aduh.
Belum! Tapi akan!
Sudah kenyang.
Sangat percaya diri.
Hei, kita harus percaya diri di industri ini.
Kalau tidak, akan diremehkan oleh penyanyi-penyanyi itu.
Aku bisa membayangkan
kau menulis lirik lagu legendaris, lalu jadi warisan sepanjang masa.
Kenapa sudah membahas warisan segala?
Aku masih muda! Sudah seperti mau mati saja.
Bukan begitu, kok mati?
Maksudnya begini, banyak tokoh legendaris yang meninggal muda.
Contoh Kurt Cobain, Janis Joplin, Tupac.
Malah keren
Karena menurutku, hidup pendek, tapi berkesan
jauh lebih baik daripada hidup lama, tapi tidak pernah buat apa-apa.
Kok kau bicara seperti itu? Sini!
Awas kau mati muda dan tinggalkan aku sendirian!
- Aduh, tidak. Apa-apaan, Cream? - Kau tak boleh tinggalkan aku sendirian!
- Kau harus mati setelah aku mati! - Tidak bisa diatur.
Sakit!
Dasar kebiasaan! Enak tidak?
Awas kau!
Jangan tinggalkan aku sendirian! Awas!
Jangan mengambek.
Kanker?
Aku sudah bilang sejak dulu
kau punya riwayat genetik kanker.
Itu sebabnya kau harus sering cek kesehatan.
Kalau keadaannya seperti ini,
ini sudah stadium empat.
Stadium akhir.
Kanker jenis ini langka.
Adenokarsinoma pankreas yang telah bermetastasis
ke sarkoma jaringan lunak.
Biasanya kemoterapi untuk jenis kanker ini tidak efektif.
Namun, kau masih muda.
Kita coba, ya.
Berapa lama lagi?
Yah, secara medis…
Satu tahun.
Ada yang bisa dibantu?
Begini, Pak Aldy,
membuat seorang penyanyi menjadi terkenal tidak mudah.
Butuh proses.
Begini.
Berapa biayanya?
Untuk Momo, berapa pun aku bayar.
Ini bukan masalah uang, Pak.
Namun, kita semua butuh proses.
Kita tidak bisa memaksakan orang untuk suka lagu apa
dan penyanyi baru siapa.
Begini.
Setelah lagunya dibuat,
lalu diputar terus-menerus di radio,
pasti akan laku, bukan?
- Tapi tidak bisa seperti itu, Pak. - Oke, sudah cukup.
Pak Aldy, bisa kita coba. Ya?
Tapi seperti yang kusampaikan,
membuat album dengan Rise Records itu tidak murah.
Tidak masalah.
Aku bayar semuanya!
Terima kasih ya, Sayang.
Kau memang terbaik!
♪ Kau ghosting aku ♪
♪ Perasaanmu palsu ♪
♪ Padahal situ yang maju ♪
♪ Merayu diriku ♪
♪ Kau buat aku "Gamon" ♪
♪ Beneran gagal move on ♪
♪ Bikin aku jadi cegil ♪
♪ Seluruh badan menggigil ♪
Stop!
Ada apa?
Sabar ya, Pak.
Kenapa distop?
Mengapa liriknya jadi seperti ini?
Oh. Ya, ada beberapa bagian lirik yang aku ganti.
Lebih sesuai dengan kepribadianku.
Coba lihat!
Hei, begini ya.
Kalau kau mengganti liriknya jadi lebih baik, tidak apa-apa.
Jadi payah seperti ini.
Yang malu aku.
Nama penulis liriknya adalah aku.
Ini kekinian!
Kau saja yang tidak tahu selera Gen-Z seperti apa.
Kalau begitu, tulis saja sendiri liriknya. Tidak usah pakai namaku.
Ada apa ini?
Aku sudah bayar mahal semuanya.
Ya, Pak. Sabar ya.
Penyanyi baru kritik lagu segala!
Lagi main petak umpet, ya?
Cream ke mana, ya?
Tidak terlihat.
Ini masih kelihatan tahu.
Hei.
Kau kenapa?
Sini, cerita dulu.
Kenapa?
Aku bertengkar di kantor.
Ada penyanyi baru mengganti lirikku seenaknya.
Momo?
Kok kau tahu?
Tadi Rizal menelepon.
Dia bilang kau kabur saat rekaman.
Hei, sudah.
Tidak usah dipikirkan.
Namanya juga penyanyi baru, belum mengerti.
Tapi kau harus hati-hati sama pacarnya.
Karena katanya dia gangster.
Benar-benar gangster?
Tapi besok kau harus berdamai dengannya,
lalu lanjut menulis bersama.
Tidak mau. Tidak sudi.
Katanya musik adalah minatmu.
Masa baru begini saja sudah menyerah?
Peluk?
Aku minta maaf ya, Cream.
Ya, Mo. Aku juga minta maaf, kemarin emosi.
Tidak, justru aku yang sok tahu.
Oh ya, omong-omong, aku sudah dengar lagu-lagu yang kau tulis.
Bagus sekali!
Tapi belum banyak lagu yang aku tulis.
Ya, tapi aku suka sekali.
Liriknya terasa sangat menyentuh!
Terima kasih.
Seperti begini. Damai-damai saja.
Jangan bertengkar terus. Kepalaku pusing melihatnya!
Mas Aldy, bisa aja!
K?
K?
Episode kehilangan kesadaran seperti ini akan makin sering.
Jadi, kau harus berhati-hati.
Tapi…
Masih setahun lagi, 'kan, Dok?
Kau yakin
tidak mau terus terang kepadanya soal kondisimu saat ini?
Tidak bisa.
Cream sama sepertiku. Yatim piatu.
Dia tidak punya siapa-siapa lagi.
Aku takut, kalau memberitahunya,
dia tidak bisa terima.
Tapi seandainya
terjadi sesuatu sama kau…
Bagaimana?
Sudah aku pikirkan.
Harus ada yang menjaga dia setelah aku pergi nanti.
K?
Kau kenapa?
Tidak apa-apa, cuma anemia saja. Benar, 'kan, Dok?
Ya, hanya anemia biasa.
Nanti aku beri suplemen, dan kau makan lebih teratur.
Anemia penyebabnya apa ya, Dok?
Kalau ini karena kekurangan gizi.
Ya. Kurang gizi.
Kok aneh? Apa yang kau makan, aku juga makan.
Kenapa aku tidak terkena anemia?
Semua jatah makananku diambil olehmu!
Jangan percaya dia, Dok!
Badannya memang kecil, tapi makannya seperti kuli!
- Jangan bicara sembarangan! - Sakit!
Sudah, aku pusing.
Ini, aku belikan daging sapi premium untukmu.
Supaya tidak anemia!
Tapi kebanyakan daging merah juga tidak baik bagi kesehatan.
Rewel!
K.
Apa keinginan terbesarmu dalam hidup?
Aku ingin kau ketemu pria yang baik,
menikah,
dan bahagia selamanya.
Aku pacar saja tidak punya.
Makanya dicari.
Kenapa bukan kau saja yang menikahiku?
Aku bilangnya pria yang baik.
Memangnya kau tidak baik?
Maksudku, pria yang sempurna.
Apa kriterianya?
Mapan,
kaya, supaya bisa beli apa pun yang kau mau,
dan sehat supaya bisa temani kau sampai tua nanti.
Cari di mana pria seperti itu?
Banyak kok.
Kau cantik.
Asalkan jangan jutek.
Ini dagingnya.
Sendok.
Yuk, berdoa.
Bagaimana lagunya?
Terbaik, 'kan?
Bang Aldy,
bukannya tidak ingin membantu,
tapi untuk menjadi unggulan di Enlight Radio itu
harus melewati proses dulu.
Taylor Swift baru keluarkan album saja masih harus dibahas dulu
akan diputar atau tidak.
Jadi, tidak mudah.
Itu Taylor Swift.
Ini penyanyi Indonesia. Kau harusnya mendukung musisi lokal.
Bagaimana ini? Kalau tidak, nanti…
Single pertamaku ini yang tulis Cream, lo!
Masa Mas K tidak bisa bantu?
Ayolah, K, bantu Momo.
Oke.
Untuk single, aku coba putar beberapa kali.
Tapi kalau untuk album,
aku tidak bisa berjanji.
Hore! Tidak apa-apa, Mas K. Terima kasih ya.
Pokoknya sekarang, lagu Momo yang ini harus viral!
Mo.
Kau serius jalin hubungan dengan Pak Aldy ya?
Kenapa tiba-tiba bertanya itu?
Hanya penasaran.
Pasti karena usianya jauh lebih tua, ya?
Hei, aku tidak bermaksud begitu. Penasaran saja.
Tidak apa-apa.
Sudah banyak yang bilang kalau Mas Aldy sudah tua.
Tapi Mas Aldy benar-benar baik.
Dia menyayangi dan sangat mencintaiku.
Daripada sama yang muda.
Hanya modus, selingkuh sana-sini.
Mokondo lagi!
Apa itu "mokondo"?
Modal… doang.
Paham, 'kan?
Jadi, perlu uang ya untuk bahagia?
Uang itu bukan segalanya,
tapi segalanya butuh uang.
K itu pacarmu, ya?
Bukan. Kita hanya teman serumah.
Masa?
Tapi aku lihat kalian sangat dekat.
Karena kami berteman sejak SMA
Oh…
Terus kalian belum pernah pacaran?
Tidak.
Aku sebenarnya sangat nyaman dengannya, tapi dia belum pernah menyatakan apa-apa.
Masa aku yang maju duluan?
Zaman sekarang itu tidak masalah perempuan duluan.
Dia bahkan menyuruhku mencari jodoh laki-laki yang mapan.
Mapan, ya?
Aku baru ingat!
Malam ini ikut aku ke reuni SMA aku, yuk!
- Halo, Momo. - Hai!
- Hei, Mo. Apa kabar? - Perkenalkan temanku, Cream.
- Halo, Cream. - Hai.
Bagaimana? Sudah ada belum?
Oh, dia?
Namanya Armand.
Tajam juga matamu.
Dia memang tampan.
Tapi bukan cuma tampan,
dia juga dokter gigi dan ayahnya punya banyak sekali klinik di Jakarta.
Cocok untukmu.
Sana, ajak dia mengobrol.
Hai!
Kenapa sendirian saja di sini?
Ya, aku menunggu teman.
Teman? Mana?
Aku juga tidak tahu kenapa belum datang.
Kau dulu kelas berapa?
Aku bukan alumni. Aku diajak Momo.
Oh, Monica.
Maaf, itu gelas aku.
Bekas kau, ya?
Berarti kita berciuman secara tidak langsung.
Hei, kau dokter gigi, ya?
Gigiku sudah lama terasa tidak enak. Kau bisa bantu periksa?
Ya, bisa.
Ini kartu namaku. Di sana tertera alamat kliniknya.
Oke, besok aku ke tempatmu, ya!
Hei, harus buat janji dulu!
Sepertinya sudah ada.
Ada apa?
Kandidat cowok sempurna, seperti yang kau bilang.
Siapa?
Ada, dokter gigi.
Nanti aku ceritakan lagi soal dia.
Silakan berkumur.
Tadi gigimu sudah aku scalling.
Yang berlubang juga sudah ditambal.
Keseluruhan gigimu kondisinya baik.
Kita ini cepat sekali, ya.
Pertama kali ketemu sudah "ciuman" secara tidak langsung.
Kedua kali ketemu, kau sudah mengorek-ngorek mulutku.
Malam ini ada acara?
Temani aku minum, yuk. Lagi ingin mabuk.
Begini, Cream.
Aku ke sini mau menjelaskan kepadamu
kalau aku sudah punya tunangan.
Waktu acara reuni itu,
aku menunggunya, tapi dia tidak datang.
Tunangan?
Coba lihat cincinnya.
- Cream. - Pinjam.
Aku juga ingin punya cincin tunangan
Waktu SMA…
Papa, mama, dan kakakku pergi ke Bandung.
Kecelakaan.
Dan semuanya meninggal di tempat.
Sejak saat itu, aku tidak punya siapa-siapa lagi.
Aku ingin sekali
mencintai dan dicintai seutuhnya.
Tanpa syarat.
Aku temani kau minum malam ini.
Ayolah, Bung K.
Masih kurang kau putarkan lagu Momo di radiomu.
Bang.
Untuk penyanyi baru, itu sudah termasuk banyak.
Tapi, maaf, traksinya juga kurang.
Ya sudah.
Kalau begitu, single kedua kau putarkan!
Oke.
Aku bantu, tapi Bang Aldy bantu aku juga.
Nah…
Aku suka ini.
Kita mainkan.
Sebut saja.
Apa pun itu, aku pasti bisa bantu.
Bang Aldy bisa cari tahu
latar belakang seseorang secara lengkap?
Kenapa laguku tidak juga viral, ya?
Sabar, Mo.
Butuh waktu untuk mengejar momentum.
Sabar, ya.
Omong-omong, kau bagaimana dengan Armand?
Dia sudah punya tunangan.
Serius?
- Sebenarnya aku… - Kau suka sama K, 'kan?
Kenapa tidak bilang saja ke dia?
Kalau dia suka sama aku, kenapa dia menyuruhku mencari suami?
Ya juga, ya…
Atau tidak apa-apa?
Yang penting dia bahagia?
Sebenarnya bukan begitu konsep cinta.
Tidak logis.
Kalau cinta bisa di logikakan,
tidak ada orang yang menderita karena cinta.
Itu oke buat lirik lagu.
Tulis!
Hai, Caster.
Mau ajak jalan Snoopy?
Ya. Mau pacaran.
Omong-omong, kemarin bagaimana sama dokter gigi?
Masih jalan bersama.
Oh…
Kau benar-benar suka sama dia?
Bukankah kau yang suruh aku cari pria seperti dia?
Dia sudah memenuhi kriteriamu.
Oke. Ya sudah, aku jalan dulu.
Ayo, Sayang.
Beres!
Aku bilang juga apa.
Apa yang Aldy tidak bisa?
Armand Suryadi ini orang baik-baik. Tidak ada cacat hukum.
Bapaknya, Charles Suryadi.
Kaya raya sekali.
Ada sepuluh lebih klinik dokter giginya di Jakarta.
Itu tunangannya, Vero Solaya.
Fotografer muda yang lagi naik daun di Jakarta.
Sebentar, tunangan?
Tenang, tanpa kau tanya pun, sudah aku cek tentang Vero.
Perempuan ini player.
Senin sama laki-laki lain.
Rabu sama om-om.
Sama om-om.
Vero ini.
Sebentar, tapi Armand tahu tentang ini?
Sudah aku bilang, Armand ini orangnya terlalu baik.
Maka dimakan sama perempuan seperti Vero ini.
Foto ini boleh aku simpan?
Buatmu saja semuanya. Tidak ada gunanya bagiku.
Hei, jadi bagaimana?
Single kedua kau putar, 'kan?
Aman.
Bagus.
Armand.
Mana Laporan Keuntungan dan Kerugian kuartal ini?
- Belum, Pa. - Belum?
Kau itu Managing Director di sini. Apa saja yang kau lakukan di sini?
Sibuk pacaran terus.
Papa tidak mau tahu, laporan itu harus selesai hari ini.
Dok!
Maaf, Dok.
Ada orang yang menitipkan ini untuk dr. Armand.
- Dari siapa ya, Sus? - Tidak ada namanya, Dok.
Permisi.
Kau anggap aku bodoh?
Aku selalu bilang aku perlu kebebasan untuk profesiku ini.
Kau kira gampang fotografer semuda aku bikin pameran tunggal?
Kau tidak mau aku biayai.
Apa bangganya pameran dibayari oleh pacar sendiri?
Lalu, kau harus minta sama om-om itu?
Hei, dia itu filmmaker yang aku hormati karya-karyanya.
Jangan bicara sembarangan.
Kau punya otak tidak?
Sori.
Kau punya hati?
Kau tahu tidak
kalau selama ini aku tidak bahagia?
Kau bahkan tidak tahu kalau hubungan kita ada masalah.
Dan itu masalahnya.
Oke, aman.
Apa-apaan ini? Stop!
Kau siapa? Kau salah orang!
Kau yang kirim, 'kan?
Siapa kau sehingga ingin merusak hidupku?
Vero…
Kau siapa?
- Biar aku jelaskan. - Tidak usah!
Sakit jiwa kau!
Vero…
Kau tidak apa-apa, K?
Kau yakin ini ide yang bagus, K?
Aku memang salah.
- Kau akan temui dia lagi? - Aku harus minta maaf.
Vero.
- Mau apa kau? - Tenang, jangan main pukul lagi.
Jadi, aku ke sini karena ingin meminta maaf kepadamu
kalau telah membuat semuanya hancur atau berantakan.
Tunggu. Kau siapa dan mau apa?
Aku Kawidra.
Aku ke sini mau meminta bantuanmu.
Astaga.
Aku punya sahabat,
namanya Cream.
Dia mencintai tunanganmu, Armand.
Awalnya, aku ingin Cream mundur,
tapi setelah melihat foto-foto itu, aku pikir kau tidak mencintainya.
Jadi, tolong,
biarkan Armand bersama Cream.
Seenaknya kau menentukan hidupku!
- Bukan menentukan hidup… - Hei…
Aku pacaran dengan Armand dari SMA.
Lagi pula, kenapa aku harus mengalah dengan wanita itu? Aku tidak peduli.
Aku sekarat.
Maksudnya?
Hidupku tidak akan sampai setahun lagi.
Aku menderita kanker pankreas stadium empat.
Ini diagnosisnya.
Jadi, sebelum aku pergi,
aku ingin Cream menikah dengan laki-laki yang baik.
Kalau ada pilihan lain, yakinlah aku tidak mungkin melakukan ini.
Oke. Sekarang kalau aku jawab ya, apa untungnya bagiku?
Ini hanya untung buatmu. Aku tidak peduli.
Ada. Sebentar.
Ini hasil tabunganku beberapa tahun ke belakang.
Awalnya ingin aku berikan kepada Cream.
Tapi kalau Cream bersama Armand,
ini lebih berguna untukmu.
Memang nominalnya tidak banyak,
tapi itu semua yang aku punya.
Oke.
- Terima kasih. - Dengan satu syarat.
- Apa? - Jadilah objek foto pameranku berikutnya.
Kenapa aku?
Tema pameran fotoku berikutnya itu "Kematian dan Kerusakan".
KEMATIAN DAN KERUSAKAN KARYA VERO SOLAYA
Aku ingin interviu dan memotret orang sekarat.
Sepertimu!
- Tidak begitu caranya. - Tidak apa-apa.
Apa pun demi Cream.
Kenapa kau tidak pernah ceritakan hal ini kepadaku?
Aku tahu kau akan khawatir.
Kenapa, K?
Memangnya aku bukan temanmu?
Teman.
Kenapa tidak langsung memberi tahu Cream?
Kau yakin ini yang dia inginkan?
Harus ada yang menjaga Cream
setelah aku pergi.
Sebesar itu cintamu kepada Cream?
Apakah dia tahu tentang perasaanmu?
Tidak penting dia tahu.
Yang penting, aku tahu.
Terima kasih ya, sudah membawa makanan malam-malam begini.
Kau pernah bilang
selalu pulang malam dan tinggal sendirian.
Jadi, siapa lagi yang akan menyiapkan makanan untukmu?
Seumur hidupku,
belum ada yang memikirkan aku seperti itu
Aku memang berbeda.
Memang kau yang terbaik!
Kita putus.
Kau tidak perlu lagi memikirkan soal pernikahan kita.
Karena foto itu?
Aku sadar kita sudah berpacaran sejak lama,
tapi banyak hal yang sudah berubah.
Aku egois.
Bahkan memaksamu menikah denganku.
Aku juga baru sadar
bahwa ternyata
aku juga butuh dicintai.
Sejak bertemu dengannya,
orang yang tidak pernah ragu mengungkapkan isi pikirannya.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku,
ada orang yang benar-benar peduli padaku.
Baguslah
kalau kau menemukan cinta dalam hidupmu.
Aku memang tidak mau menikah denganmu.
Aku tahu.
Tapi kita masih bisa berteman, 'kan?
Demi kenangan-kenangan kita.
Selamat tinggal, Armand.
Terima kasih untuk segalanya.
Terima kasih
sudah menemani aku selama ini.
Kau sering menjadi relawan di sini, ya?
Ya, sejak SMA.
Kalau memang menyukai anjing,
kenapa tidak pelihara saja daripada menjadi relawan di sini?
Apartemenku tidak memperbolehkan memelihara anjing.
Tempat penampungan hewan seperti ini selalu butuh bantuan tenaga dan uang.
Kau mau menyumbang?
Boleh.
Film tadi bagus, ya.
Tumben kau tiba-tiba mengajakku menonton.
Ya, ingin ketemu kau
Kangen ya?
Cream,
aku sudah putus dengan Vero
karena aku sadar
aku menyukaimu.
Kau mau tidak jadi pacarku?
Aku resmi pacaran sama Armand.
Bagus untukmu.
Halo?
Ponselku habis baterai.
Sebentar lagi aku hubungi kembali. Dah.
Pinjam ponselmu, ya!
Hei, kau tidak mengerti arti privasi, ya?
Apa?
Aku sedang menunggu telepon.
Aku cuma pinjam sebentar.
Halo?
Ya sudah. Aku ke tempatmu, ya.
Siapa?
Aku akan pulang malam.
Tidak perlu menungguku.
Aku membawa kunci.
Aku tidak habis pikir ada orang sebodoh kau.
Kenapa? Tidak terima? Memang kau bodoh.
Kau suka sama Cream.
Kenapa tidak langsung bilang saja?
"Aku mencintaimu".
Malah repot-repot mencarikan laki-laki untuk menikahinya.
Orang bilang cinta itu rumit.
Sebenarnya tidak.
Yang membuatnya rumit adalah orang-orang bodoh sepertimu.
- Aku tidak bodoh! - Kau bodoh! Kenapa tak langsung katakan?
- Tidak semudah itu. - Kenapa tidak? Tinggal bilang, selesai.
- Tidak bisa. - Kenapa tidak bisa?
Karena sebentar lagi aku akan mati.
Lalu, buat apa aku memberitahunya?
Agar aku merasa lega?
Cinta itu tidak egois.
Cinta yang sesungguhnya
tidak memikirkan diri sendiri.
Cream yang mengajarkan itu kepadaku.
Saat aku tidak punya siapa-siapa,
Cream yang selalu ada untukku.
Saat aku tidak percaya diri, Cream yang selalu percaya kepadaku.
Dari dulu, mimpiku adalah hidup bahagia bersama Cream.
Menikah.
Menua bersama…
Tapi kenyataannya…
Sekarang aku harus bangun dari mimpiku
dan melakukan apa yang harus kulakukan untuk Cream.
AKU MENCINTAIMU, CREAM
- Album ke depannya. - Ya, beres.
Sori, aku terlambat.
Perkenalkan, ini Armand.
- Halo, Semuanya. - Halo.
Armand, ini K.
K, akhirnya kita bertemu juga.
Cream selalu cerita tentangmu.
Sebaliknya juga begitu.
Terima kasih ya
karena selama ini kau sudah menjaga Cream.
Kita tahu Cream tidak punya siapa-siapa lagi.
Tapi sekarang ada kau, 'kan?
Kau jaga dia dan buat dia bahagia terus.
Ya, pasti.
Aku janji.
- Halo, Monica. Apa kabar? - Halo, Armand. Baik.
- Halo. - Aldy.
- Armand. - Sekar.
- Yandy. - Armand.
Maaf ya, Semuanya, kami datang terlambat.
Ya, biasa. Jakarta macet.
Tidak apa-apa. Kami juga baru tiba. Baru juga minum.
Mas Aldy, jadi, aku dulu satu sekolah dengan Armand.
Kudengar kini kau jadi penyanyi?
Ya, aku baru akan merilis single.
- Dan lagu itu yang tulis Cream. - Oh, ya?
Ya, kau tidak tahu ya?
Belum dengar ya? Nanti aku perdengarkan.
Semuanya.
Maaf, sepertinya aku harus ke kantor. Ada pekerjaan yang tertinggal.
- K, mau kutemani? - Tidak usah.
Mau ke mana? Mereka baru datang.
Minumlah dulu. Bersenang-senang dulu.
- Kenapa memikirkan pekerjaan? - Lain kali saja.
Kalian bersenang-senang saja.
Lupakan aku.
Semuanya, Cream, Armand, duluan ya.
Ya sudahlah. Kalian tidak pesan makan?
Ya, ini mau pesan.
Cream.
K.
Hei.
Kau tidak apa-apa?
Tidak apa-apa. Hanya kurang enak badan.
Sepertinya hari ini aku tidak akan ke kantor.
Mau temui dr. Joko.
Mau aku temani?
Tidak usah.
Aku tidak mau merepotkanmu.
Kenapa, Cream?
Kau mencintaiku, 'kan?
Sangat.
Kau rencananya akan menikah dengan Vero tiga bulan lagi, 'kan?
Sebelum akhirnya batal.
Kau sudah menyiapkan semuanya, bukan?
Kita nikah, yuk.
Aku tidak pernah bertemu seseorang sepertimu, Cream.
Aku sangat mencintaimu.
Ya. Ya, mari kita menikah.
Aku tidak menyangka bulan depan, di bulan Oktober,
kalian menikah.
K.
Aku tahu kau sangat dekat dengan Cream.
Kalian sudah seperti keluarga.
Tapi jika boleh,
setelah aku menikah dengannya,
aku ingin kau mengurangi frekuensi bertemu dengan Cream.
Bukan apa-apa,
aku merasa aku butuh lebih banyak waktu dengan Cream
agar bisa mengenalnya lebih dalam.
Tenang,
aku tahu diri kok.
Aku senang melihat kalian berdua bahagia.
- Maaf, aku tidak bermaksud… - Sudah, tenang saja.
Aku mengerti.
Oh, ya.
Tapi Cream bilang dia ingin memilih baju pengantin bersamamu.
Tidak apa-apa, 'kan?
Aku sudah menyetujui.
Karena katanya pamali
jika melihat calon istri memakai baju pengantin sebelum hari H.
Tolong ya.
Oke.
Kau baik-baik saja?
Sangat baik.
Ini wangi kopinya sangat enak.
Oh, ya?
Sepertinya enak sekali.
- Terima kasih ya. - Ya.
Bagaimana?
Bagus, tidak?
Wah!
Bagusan yang ini atau yang tadi?
Agak bingung soalnya…
Cantik semua.
Lebih bagus yang mana, Mbak?
Wah, susah.
Harus dipadukan dengan baju mempelai prianya.
Coba Mas, dikenakan jasnya, lalu kita sandingkan
untuk melihat cocok atau tidak.
Maaf, Mbak, aku bukan mempelai prianya.
Tidak apa-apa, K. Coba saja. Ini cuma untuk perbandingan.
Katanya kau di sini untuk bantu aku cari baju pengantin terbaik.
Baiklah.
Wah, ganteng sekali.
Sepertinya sudah pas. Aku langsung ganti saja.
Sebentar.
Foto dulu, yuk.
Sini!
Mbak, minta tolong fotokan, ya!
- Boleh. - Tekan yang ini.
Oke.
Coba lihat ke sini dulu.
Ganteng.
Ayo.
Oke.
Satu, dua, tiga.
Terima kasih, Mbak.
Mau coba gaun yang lainnya?
Boleh.
- Kau tunggu di sini, ya. - Ya.
Aku ganti dulu.
K, Foto lagi yuk!
Kau dari mana?
Kenapa tadi tinggalkan aku sendiri?
Tadi di radio ada penyiar yang tidak bisa siaran.
Jadi, aku yang menggantikan.
Ini, makan dulu. Aku buatkan mi untukmu.
Tapi mungkin tidak seenak buatanmu, ya.
Beruntung sekali suamimu nanti.
Hei, bantu aku, yuk.
Latihan untuk pemberkatan nikahnya.
Buat apa?
Aku gugup.
Tinggal bilang "aku bersedia" saja.
Tukar cincinnya bagaimana?
Tinggal ditukar,
gampang.
Pokoknya mau latihan!
Baiklah.
Saudari Clarissa…
Sebentar.
Saudari Clarissa,
apakah Anda menerima pria di hadapan Anda sebagai suami Anda
dalam suka dan duka,
sehat maupun sakit,
hingga maut memisahkan?
Saya bersedia.
Dengan nama Tuhan Yesus Kristus,
saya menyatakan kalian berdua resmi menjadi suami dan istri.
Memang begitu ya pendeta mengucapkannya?
Sekarang Anda boleh mencium pengantinnya.
Sampai sini saja ya latihannya.
Kita foto dulu, yuk.
Setelah K meninggal dunia,
kami menemukan diari Cream di kamarnya.
Terus bagaimana selanjutnya?
Aku sudah tahu semuanya, K.
Dari awal…
Wid, sebentar.
- Wid… - Aku tidak mengerti, Dok.
Kata Dokter, Mama tidak apa-apa.
Sebenarnya, Wid,
hepatitis ibumu itu bisa disembuhkan.
Yang aku tidak sangka,
tubuh ibumu tidak melawan penyakitnya.
Seolah-olah dia sudah pasrah.
Menyusul ayahmu.
Jadi, Mama…
Memilih untuk meninggalkanku?
Kau tidak bisa berkata begitu, Wid.
Ibumu mungkin sudah sulit mengontrol perasaannya.
Yang aku takjub,
orang bisa begitu sedihnya hingga memilih mati.
Cinta memang luar biasa.
Sekarang kau sendirian.
Kau harus jaga diri baik-baik.
Kau punya keturunan genetik kanker dari ayahmu.
Kau harus rajin memeriksakan dirimu.
Sejak hari itu, aku tahu kita ditakdirkan untuk bersama.
Kita menjadi yatim piatu dalam waktu bersamaan.
Aku tidak tahu mana yang lebih menyakitkan.
Keluargaku yang seketika mati mendadak karena kecelakaan atau K.
Setelah ayahnya lama menderita kanker
dan ibunya yang juga sakit, kemudian meninggal dunia.
Aku yakin aku akan hidup bersama K selamanya.
Dia tidak pernah bilang dia mencintaiku.
Terkadang cinta tak perlu diucapkan, tapi bisa kita rasakan.
Penyanyi baru pakai kritik lirik segala.
Tidak mengerti selera Gen-Z?
Akan kutulis lagu yang paling Gen-Z!
Aduh!
K, pinjam komik-komikmu ya buat inspirasi.
Sampai hari itu. Hari yang mengubah segalanya.
Ini obat kanker, juga obat pereda nyeri dan sakit.
Biasanya yang minum kombinasi obat seperti ini
sudah terkena kanker stadium lanjut
dan sudah tidak dapat dikemoterapi lagi.
Jangan tinggalkan aku.
Stop!
Jangan tinggalkan aku!
Jangan tinggalkan aku!
K!
Aku tak tahu harus bagaimana.
K merahasiakan penyakitnya pasti ada alasan.
Episode kehilangan kesadaran seperti ini akan makin sering.
Jadi, kau harus berhati-hati.
Jangan lupa minum obat.
Tapi masih setahun lagi, 'kan, Dok?
Kau yakin
tidak mau terus terang kepadanya soal kondisimu saat ini?
Tidak bisa.
Cream sama sepertiku. Yatim piatu.
Dia tidak punya siapa-siapa lagi.
Tapi seandainya terjadi sesuatu sama kau… Bagaimana?
Sudah aku pikirkan.
Harus ada yang menjaga dia setelah aku pergi nanti.
Ternyata itu alasan K merahasiakan penyakitnya dariku.
K.
Kau kenapa?
Tidak apa-apa, cuma anemia saja.
Malam itu aku mencoba membuatnya berterus terang.
Dan mungkin kami bisa bersama sebelum dia meninggal dunia.
K, apa keinginan terbesarmu dalam hidup?
Aku ingin kau ketemu pria yang baik,
menikah,
dan bahagia selamanya.
Ternyata itu rencana K.
Di akhir hidupnya, dia ingin ada orang yang menjagaku.
Sepertinya sudah ada.
Kandidat cowok sempurna, seperti yang kau bilang.
Penderita kanker cepat menyebar jika penderitanya stres.
Karena itu, aku mau mengikuti rencana K.
Siapa?
Ada, dokter gigi.
Dan berharap penyakit kankernya tidak akan makin parah.
Awalnya, aku mencoba membuat K cemburu.
Tapi ternyata tekadnya sudah bulat.
Malam itu, di kepalaku cuma ada K.
Aku sedih mengapa aku tidak bisa bersama K?
Mengapa takdir kejam sekali?
Semua orang yang aku cintai pergi meninggalkanku.
Armand, sepertinya aku harus pergi dulu.
Aku baru ingat ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini
untuk rekaman besok.
Tidak bisa ditunda nanti?
Takut tidak sempat.
Kau tidak masalah temani yang lain dulu?
Semuanya, aku juga pamit ya.
Selamat bersenang-senang.
Oke.
♪ Walau dalam masa ♪
Malam itu aku sangat khawatir dengan kondisi K.
Sebenarnya, malam itu aku bertekad.
Jika K membalikkan badannya dan melihatku di sana,
Aku akan berlari ke arahnya dan memeluknya.
Aku akan bilang bahwa aku tahu semuanya
dan dia tidak perlu khawatir lagi denganku.
♪ Semua indah ♪
Tapi malam itu, K tidak pernah menoleh ke belakang.
♪ Jangan berakhir ♪
♪ Tunggu aku ♪
Aku tahu waktu K tidak lama lagi.
♪ Yakinilah ini ♪
♪ Kan s'lalu berarti ♪
♪ Menjagamu ♪
Aku harus segera mewujudkan keinginan K.
♪ Walau hanya bayangmu ♪
♪ Yakinilah kasih ♪
Kita menikah, yuk.
Ya, mari menikah.
♪ Tak berhenti ♪
Mau coba gaun yang lainnya?
Boleh.
- Kau tunggu di sini, ya. - Ya.
Aku ganti dulu.
♪ Mungkin ada s'dikit harap ♪
♪ Bayang yang sirna ♪
♪ Tapi hati ini tetap cinta ♪
♪ Biarlah kisah ini jadi sebuah koma ♪
♪ Jangan berakhir ♪
Kami benar-benar sudah menikah
di hadapan Tuhan dan alam semesta.
Tidak perlu ada yang tahu, tapi kami tahu.
♪ Kan s'lalu berarti ♪
Aku sungguh berharap K akan menciumku.
Tapi aku tahu K bukan orang seperti itu.
Sampai di sini saja ya latihannya.
Ini adalah foto pernikahan kami.
Hari itu, aku berharap K yang menungguku di depan altar.
Bukan dia yang mengantarku untuk menikah dengan laki-laki lain.
♪ Dan pulang ke hatiku ♪
♪ Jangan berakhir ♪
Kau tidak usah pikirkan aku.
Dari awal kita selalu berdua.
Sekarang
dan selamanya.
Dan selamanya.
Aku takut.
Cream, aku takut.
Aku tidak mau tinggalkan kau.
Aku tidak mau pergi.
Aku tidak mau pergi.
♪ Takkan berhenti ♪
Sekarang kita bisa berdua di sini.
Tidak ada lagi rahasia.
Dan kita sudah menikah, 'kan?
Selamanya.
Selamanya.
Clarissa.
Terima kasih.
Terima kasih.
K…
Terima kasih.
Terima kasih untuk semuanya, K.
Ya ampun.
Aku boleh tidak untuk menyanyikan lagunya?
Aku sangat ingin menyanyikan lagu mereka.
Boleh, Teh.
Mereka pasti bangga sekali lagunya dapat dinyanyikan Teteh.
Tapi nanti
biaya hak cipta dan royaltinya bagaimana?
Sumbangkan saja biayanya, Teh.
K dan Cream selalu menjadi relawan
untuk tempat penampungan hewan di dekat sini.
Kami yakin
mereka akan sangat bahagia
kalau uang dari lagu ciptaan mereka
bisa digunakan untuk mendukung penampungan hewan itu.
Terima kasih, Teh.
♪ Lagu ini untukmu ♪
♪ Dan untuk hati yang kau tipu ♪
♪ Kau bilang dunia ♪
♪ Baik-baik saja ♪
♪ Maka aku pun baik saja ♪
♪ Berharap rasa sakit ini ♪
♪ Kan mereda ♪
♪ Meski perlahan ku melupakan ♪
♪ Bunyi suaramu yang pernah ada ♪
♪ Saat ku masih ♪
♪ Baik saja ♪
♪ Lagu ini tentangmu ♪
♪ Dan tentang hati yang tertipu ♪
♪ Bahwa dunia ♪
♪ Baik-baik saja ♪
♪ Maka aku pun baik saja ♪
♪ Berharap rasa sakit ini ♪
♪ Kan mereda ♪
Aku pernah bilang ke K kalau dia bodoh.
Cinta itu seharusnya bukan hal yang rumit.
Tinggal ungkapkan saja kepada Cream.
Tapi ternyata aku yang bodoh.
Tidak paham arti cinta.
Cinta itu butuh pengorbanan.
Dan ternyata
kebahagiaan terbesar K itu
melihat Cream bahagia.
Dan Cream…
Dia rela melakukan apa saja agar K bahagia
dan tenang sebelum meninggal dunia.
Orang bodoh sepertiku mana mungkin memahami cinta yang seperti itu.
♪ Maka aku pun baik saja ♪
♪ Meski kau telah lama tak ada ♪
♪ Maka aku pun baik saja ♪
♪ Berharap rasa sakit ini ♪
♪ Kan mereda ♪
BERBAHAGIALAH ORANG YANG SUCI HATINYA KARENA MEREKA AKAN MELIHAT ALLAH
♪ Bunyi suaramu yang pernah ada ♪
Selamanya.
K.
♪ Baik saja ♪
♪ Saat ku masih ♪
♪ Baik saja ♪
DITULIS UNTUK LAYAR LEBAR DAN DISUTRADARAI OLEH ROBERT RONNY
Nah, ini liriknya sudah pas.
Coba kau nyanyikan.
Kok aku?
Ya, kau.
Suaraku tidak bagus.
Ya sudah, ini hanya untuk demo.
Lagi pula, ini lagu kita.
Nanti orang-orang akan mengenang kita lewat lagu ini.
Suatu saat, kalau ada yang mendengarkan lagu ini,
mereka akan ingat bahwa pernah ada yang bernama
K dan Cream.
Oke?
Rekam ya?
Satu, dua.
♪ Lagu ini untukmu ♪
♪ Dan untuk hati yang kau tipu ♪
♪ Kau bilang dunia ♪
♪ Baik-baik saja ♪
♪ Maka aku pun baik saja ♪
♪ Berharap rasa sakit ini kan mereda ♪
♪ Meski perlahan ku melupakan ♪
♪ Bunyi suaramu yang pernah ada ♪
♪ Saat ku masih ♪
♪ Baik saja ♪
Hore, bagus!
- Sekarang sama kau. - Tidak!
- Ayo! - K!
- Tiga, dua, satu. Mulai. - Berdua!
♪ Maka aku pun baik saja ♪
♪ Berharap rasa sakit ini kan mereda ♪
♪ Meski perlahan ku melupakan ♪
♪ Bunyi suaramu yang pernah ada ♪
♪ Saat ku masih ♪
♪ Baik saja ♪
Makanya aku bilang, aku tulis lirik saja!
Ayo, sekali lagi. Saat ku masih…
PENAMPILAN KHUSUS OLEH ROSSA
♪ Ku memutar waktu ♪
♪ Teringat ♪
DIADAPTASI DARI FILM MORE THAN BLUE KARYA WON TAE-YON
♪ Ada di sampingku setiap hari ♪
♪ Jadi sandaran ternyaman ♪
♪ Saat ku lemah saat ku lelah ♪
♪ Tersadar ♪
♪ Ku tinggal sendiri ♪
♪ Merenungi semua yang tak mungkin ♪
♪ Bisa kuputarkan kembali s'perti dulu ♪
♪ Ku bahagia, tapi semuanya hilang ♪
♪ Tanpa sebab ♪
♪ Kau hentikan semuanya ♪
♪ Terluka dan menangis, tapi kuterima ♪
♪ Semua keputusan yang telah kau buat ♪
♪ Satu yang harus kau tahu ♪
♪ Ku menanti kau tuk kembali ♪
♪ Jujur ku tak ingin engkau pergi ♪
♪ Tinggalkan semua usai di sini ♪
♪ Tak tertahan air mata ini ♪
♪ Mengingat semua yang t'lah terjadi ♪
♪ Ku tahu kau pun sama s'perti aku ♪
♪ Tak ingin cinta usai di sini ♪
♪ Tapi mungkin inilah jalannya ♪
♪ Harus berpisah ♪
♪ Terluka dan menangis, tapi kuterima ♪
♪ Semua keputusan yang telah kau buat ♪
♪ Satu yang harus kau tahu ♪
♪ Ku menanti kau tuk kembali ♪
♪ Tinggalkan semua usai di sini ♪
♪ Ku tahu kau pun sama s'perti aku ♪
♪ Tak ingin cinta usai di sini ♪
♪ Tapi mungkin inilah jalannya ♪
♪ Harus berpisah ♪
♪ Berharap suatu saat nanti ♪
♪ Kau dan aku kan bertemu lagi ♪
♪ S'perti yang kau ucapkan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.