Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Aku tidak bisa melakukannya sendirian. Hei!
- Apa kamu punya uang? - Tidak.
Aku akan membunuhmu jika menangkapmu!
Berhenti!
Kenapa kamu datang ke sini kalau kamu tidak bekerja?
Astaga.
Kamu mengejutkan aku.
So Mi, benarkah itu kamu? Aku tidak bisa mengenalimu.
Ayahku menghilang.
Anda satu-satunya orang yang bisa kumintai tolong.
Kamu menyelidiki ini dengan benar?
Penyidik DPO menghilang.
Kamu sudah berusaha?
Kamu ini... Apa yang kamu inginkan dari kami?
Ini bukan fail kasus orang hilang!
- Lama tidak berjumpa. - Siapa kamu?
Apa yang kamu pikirkan, menculik
penyidik Kantor Kejaksaan?
- Lepaskan! - Anda tidak boleh lewat.
Jung Gun!
Lee Ja Gyeong?
Dia kepala perencanaan dan koordinasi.
Cek bank senilai 10.000 dolar dalam amplop tidak bertanda.
Itu sangat mencurigakan sampai aku tidak bisa menyentuhnya.
Apakah kamu melakukannya?
Apa?
Pak Yoo Jung Gun.
Apa kamu membunuh dia?
Gula.
Kamu mau yang mana?
Aku tidak mau.
Apakah kamu melakukannya?
Apa?
Pak Yoon Jung Gun.
Apa kamu membunuh dia?
Bagaimana jika aku melakukannya?
Aku harus membunuhmu.
Tapi
kamu tidak mungkin melakukan itu.
Bukan begitu?
Aku tidak tahu kenapa ini terus menempel di tubuhku.
"Lee Ja Gyeong"
"Lee Ja Gyeong"
Ini akan menyenangkan, Deul Ho.
"Menjadi manusia lebih dahulu"
Bagaimana jika aku melakukannya?
Sialan.
"Kelap kelip bintang kecil"
"Betapa mengagumkannya engkau"
"Di langit yang begitu tinggi"
"Bagai berlian di langit"
"My Lawyer, Mr. Joe 2 Crime and Punishment"
Tolong aku.
Terima kasih.
Itu Kopral Shim Byung Woo.
Tolong aku.
20 tahun lalu,
keluarga tersangka yang dia tangkap
mengklaim dia tidak bersalah
dan membakar rumah Kopral Shim.
Dia kehilangan kedua kakinya karena kebakaran itu,
dan seluruh keluarganya tewas.
Pemerintah mencatatnya sebagai orang meninggal,
jadi, sulit untuk menemukannya.
"Februari 1982, Plaza Stasiun Incheon"
Hae Gyeong!
Ja Gyeong.
Kamu pasti kedinginan.
Ini. Makan ini.
Sepertinya lezat.
- Lezat? - Ya.
Bagaimana denganmu?
Aku sudah makan sepuluh.
Kamu bisa menghabiskannya.
Andai aku juga bisa makan sepuluh.
Aku akan membelikanmu sepuluh lain kali.
Sungguh? Janji.
Janji.
- Janji. - Janji.
Hei, Anak-anak, apa yang kalian lakukan di sini?
"Yoon Jung Gun"
Di mana ibu dan ayah kalian?
Ibu dan Ayah meninggal...
Tidak apa-apa. Aku polisi.
Aku akan membawa kalian pulang.
Kalian tinggal di mana?
"Kendaraan Pengawal Gelandangan Incheon"
Astaga. Hai.
Kamu cantik sekali. Baik.
Mari pergi ke rumah baru kalian.
Baik. Masuklah.
Baik. Bagus.
Hati-hati.
- Halo, Petugas. - Halo.
Astaga. Anak-anak ini manis.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Ini dari kami... - Ini sedikit...
Tidak, terima kasih.
- Ini tidak banyak. - Aku tidak bisa menerima ini.
Ayolah.
- Terimalah. - Aku tidak bisa.
Tidak apa-apa. Aku harus pergi.
- Akan kuhubungi nanti. - Hati-hati.
- Baik. - Tapi ini...
Sialan.
Sialan.
"Yoon Jung Gun"
Kerja bagus.
Halo, Pak.
Serahkan.
Tolong aku.
Tolong aku.
Apa yang harus kita lakukan?
Ayo pergi.
Pasti Pimpinan sudah menunggu.
Pak Pimpinan.
Anda baik-baik saja?
Tentu saja. Bagaimana mungkin aku tidak baik?
Kudengar ada insiden kecil.
Menurutku
manusia adalah makhluk yang paling menyedihkan.
Mereka tidak pernah memikirkan kesalahan mereka
walaupun hidup mereka bergantung padanya.
Ya. Kamu ingat, bukan?
Dia adalah kepala fasilitas kesejahteraan.
Dia melakukan semua kejahatan itu
dan mendekam di penjara,
tapi dia sama sekali belum berubah. Astaga.
Aku merasa kasihan pada keluarganya dan mengirim mereka
uang untuk bertahan hidup. Itu menjadi masalah.
Dia bersikeras aku menemukan keluarganya untuknya.
Astaga.
Yang benar saja...
Sebagian diriku
merasa kasihan pada pria itu.
Ada orang-orang yang menganggap kebaikan
sebagai hak.
Masalahku sudah cukup banyak.
Aku tidak perlu mencemaskan masalah orang lain.
Aku pria yang konyol.
Omong-omong,
aku dengar Jong Bok tidak mendengarkan
dan kabur lagi.
Itu salahku.
Seharusnya aku lebih perhatian.
Selama ini aku
lunak padanya.
Ambil
semua saham miliknya.
Begitu dia melihat
semua isi kantongnya hilang,
dia akan sadar.
Baik, Pak.
Hei. Bicaralah.
Sungguh?
Benarkah Ayah mengatakan itu?
Benar.
Hei. Dia akan memberikannya untuk siapa?
- Dia belum... - Hei.
Dasar bodoh.
Itu yang penting.
Fokuslah.
Aku bisa memecatmu kapan pun.
Aku yang membayarmu,
bukan ayahku,
dasar bodoh!
Pimpinan Goog Hyun Il dari Grup Googil
memiliki tiga anak.
Aku akan mulai dengan wanita di tengah.
Goog Jong Hee.
Dia menerima kebaikan terbanyak darinya.
Namun, dia sangat bodoh.
Walaupun demikian, dia menerima kebaikannya. Kenapa?
Dia hanya punya satu bakat.
Dia pandai berpura-pura baik padanya.
Kegiatannya hanya
merawat kuku, merawat kulit, pijat.
Dia menghabiskan lebih dari 100.000 dolar sebulan untuk itu.
Apa yang paling dia sukai?
- Pertama, uang. - Siapa yang tidak suka uang?
- Bukan begitu? - Kita tidak akan ada di sini
- jika kita tidak suka uang. - Benar.
Lanjutkan.
Kedua. Putra sulung.
Dia mengurus semua pekerjaan kotor grup mereka,
kesepakatan rahasia, penipuan valuta asing,
memikat dan menghibur orang. Itu adalah tugas-tugasnya.
Dia sudah punya masalah harga diri,
tapi itu memburuk.
Dia menikahi seseorang
dari keluarga konglomerat dan bercerai,
jadi, Dirut membencinya, yang malah makin membunuh
harga dirinya.
Baik, ketiga. Anak ini. Si bungsu.
Goog Jong Bok. Dia pembuat onar yang sesungguhnya.
Dia menghabiskan tujuh atau delapan botol sampanye
dalam sehari, masing-masingnya senilai 2.000 hingga 3.000 dolar.
Aku tidak mengerti.
Kenapa kamu tidak mendengarkan jika aku mengatakannya dengan baik?
- Maaf. - Apa?
Kenapa kamu minta maaf?
Maaf.
Bawakan padaku sekarang!
Dia pembuat onar nomor satu
Pimpinan Goog.
Dan orang yang paling menghabiskan waktuku
untuk kuselidiki. Siapa lagi kalau bukan
Lee Ja Gyeong.
Semua orang berpikir dia punya tiga anak,
tapi sebenarnya, dia anak keempat.
Tapi marganya berbeda.
- Benar. - Pertanyaan bagus.
Nama mereka Goog, dan dia Lee.
Tapi dia tinggal bersama mereka.
Yang lebih aneh adalah
dia menerima kebaikan terbanyak dari Dirut.
Jadi, bagaimana hubungan mereka?
Mereka musuh.
Mereka ingin sekali saling membunuh.
Secara pribadi, menurutku dia aneh.
Kamu ingat di pemakaman, bukan?
Dia memakai kacamata hitam dan stoking.
- Dan sarung tangan. - Tunggu.
Dan dia memberikan 10.000 dolar.
Apa dia mengenal Pak Yoon?
Atau dia mengenalmu?
Ya. Dia belajar di Institut Pelatihan.
Kamu mengenal dia?
Kalian berkencan?
- Benar. - Benar.
Bu.
Kamu menginginkan uangmu, bukan?
Ya.
Astaga.
Astaga.
Apa...
Apa yang terjadi?
Astaga. Akhirnya...
Dong Chool membawakan ini untukku.
Astaga.
Siapa aku?
Aku Jane Bond dari Mokpo.
Aku
Jane Bond dari Mokpo.
Astaga.
Hari ini, aku akan memakai ini
dan ini. Silakan pergi.
Ini sarapan Anda.
Astaga. Hei, kamu.
Apa yang kamu lakukan?
Maaf.
Lihat bocah ini.
- Hei! - Astaga.
Maaf.
Dari mana asalmu?
Mokpo...
Sulit kupercaya.
Lupakan saja. Pergilah.
Baik, Bu. Terima...
Maaf.
Maaf.
Maaf.
Hei, kamu.
Aku belum pernah melihatmu.
Siapa yang mempekerjakanmu?
Hei. Kenapa lama sekali kamu baru menelepon?
Apakah akhirnya ada produk baru?
Aku senang sekali!
Dalam warna apa?
Itu pasti terlihat sangat elegan.
Ya.
Indah?
Baik.
Astaga.
Kenapa lama sekali?
Aku sudah tidak sabar.
Lakukan sesuatu.
Ini tidak berhasil.
Bau sekali.
- Ada apa dengan ini? - Astaga.
Turunkan kakimu.
Kenapa aku tidak mendengar apa-apa?
Tidak berfungsi?
Sungguh...
Sialan.
Tidak berfungsi.
Lihat.
Apa?
Di sana.
Hei.
Minggir.
Menunduk. Ayo.
Apa dia ketahuan?
Kenapa mereka keluar dengannya?
Hei.
Kamu baik-baik saja?
Bagaimana?
Kamu baik-baik saja?
Astaga.
Kamu baik-baik saja?
- Masuk. - Ayo masuk.
- Masuk. - Masuklah.
- Minggir. - Baik.
Ayo pergi.
- Di mana? Tenanglah. - Ayo pergi.
- Apa mereka sudah pergi? - Ini.
- Ambil ini. - Astaga.
Tanganku gemetar.
Aku sangat gugup.
Apa yang akan kamu lakukan jika aku ketahuan?
- Tenanglah. - Berengsek!
Kamu harus meminjamkan uang kita.
Aku sudah gila.
Aku meminjam uangnya,
tapi dia yang menyuruhmu melakukannya!
- Dia yang menyuruhmu! - Aku sudah gila.
Dia.
Benar.
Kamu tahu seperti apa keadaannya di sana?
Kamu tahu seperti apa keadaannya di sana?
- Hei. - Apakah kamu tahu?
Hei. Tunggu.
Tunggu. Ini.
Dengarkan ini.
Jika kamu mendengar sesuatu,
kamu harus
memberitahuku. Itu saja.
Bagus.
Ya?
Untuk membantu orang-orang yang kurang mampu
mencukupi diri mereka, kami menyediakan
beberapa kelas untuk membantu mereka mendapat lisensi.
Kamu juga punya program untuk membantu mantan narapidana
beradaptasi kembali ke masyarakat.
Ahn Chang Hoon sudah datang.
Silakan duduk.
Silakan.
Aku Lee Ja Gyeong.
"Lee Ja Gyeong"
Kudengar kamu yang bekerja paling giat di sini,
jadi, aku ingin bertemu denganmu.
Mereka orang-orang yang sangat menakutkan.
Bagaimana...
Bagaimana mereka bisa melakukan ini pada manusia lain?
Sekelompok pria berpakaian hitam
mengelilingiku dan menyeretku...
Mereka mengancamku sebelumnya
bahwa mereka akan memaksaku membayar jika aku menimbulkan masalah.
Putriku yang malang.
Aku tidak tahu
betapa menakutkannya mereka.
Aku tidak tahu
anakku bekerja di tempat yang sangat menakutkan.
Ada kekacauan besar!
Hei, hei. Pak Joe.
Dengarkan ini, ya?
- Ya. Dengarkan, ya? - Baik.
Nyalakan. Lekas.
Kamu menyuruhku untuk diam saja dan melihat
apa yang dilakukan Jae Gyeong?
Kamu menyuruhku melihatnya menggila?
Silakan pergi. Terima kasih.
Hei.
Ja Gyeong tahu kapan pun kamu mengamuk.
Kamu pikir Ayah tidak tahu?
Kamu menghabiskan waktu di hotel alih-alih bekerja.
Dan kamu masih memakai jubahmu.
Kakak satu-satunya kakakku.
Kakak memihak siapa?
Siapa?
Memihak? Jangan kekanak-kanakan.
Berhentilah marah.
Kakak bercerai karena wanita marah membuat kakak takut.
Tapi Kakaklah
yang membuatku marah sekarang!
Dia pikir dia siapa?
Kenapa dia melindungi Jong Bok si pencandu narkoba itu?
Ayah menyuruhnya memberikan sahamnya untukku.
Bukan begitu?
Hei.
Kenapa
Ja Gyeong masuk dan keluar rumahku sesukanya?
- Maaf, Pak. - Maaf untuk apa?
Aku mengajukan pertanyaan.
Apa dia menandatangani cekmu?
- Tidak, Pak. - Tidak, bukan?
- Tidak, bukan? - Tidak.
Jika kamu mengambil uangku,
kamu harus melakukan tugasmu.
Ambilkan es untukku.
- Ambilkan es, Bu. - Baik, Pak.
Aku Joe Deul Ho, pengacara.
Jasku ada di penatu.
Itu belum siap, jadi...
Dan aku bermain sepak bola.
Aku tidak butuh pengacara.
Tolong pergi.
Aku dengar
kamu mengakui sebagian kejahatanmu.
Benarkah itu?
Googil menjanjikan untuk memberimu
pengacara yang mahal dan bagus,
bukan?
Tapi kamu belum mendengar kabar dari mereka sejak saat itu.
Ibumu terluka parah.
Ibuku?
Apakah dia terluka parah?
Para dokter mengatakan akan butuh delapan pekan untuk sembuh.
Dia harus dirawat di rumah sakit selama dua bulan.
Trauma psikologisnya akan berat.
Ibumu
yakin kamu dijebak.
"Anakku tidak mungkin mencuri dari perusahaan."
"Ji Woon dijebak."
Dia terus mengulangi itu.
- Bertukarlah denganku. - Kita bertukar sebelumnya,
tapi kamu tidak berterima kasih padaku.
- Hei. - Soon.
Man Soo!
Pergilah dahulu. Kita akan bertukar, ya?
Halo.
Hei.
Apa kabar?
Apa yang membawamu ke sini?
Apa saja tidak masalah.
Enak dan hangat.
Terima kasih.
- Panas. - Kamu belum berubah.
Apa yang membawamu ke sini?
Aku datang untuk memberimu kasus besar.
Kasus besar?
Kurasa Pak Joe sudah kembali bekerja.
Kamu akan membantu atau tidak?
Setelah aku mendengarnya dan memikirkannya.
Deul Ho. Semua orang di Kantor Kejaksaan
tahu itu tindakan Goog Jong Bok, bukan Yoo Ji Yoon.
Dan semua detektif tahu
bahwa dia pencandu narkoba.
Mereka tahu semuanya, jadi, mereka tidak bisa mengatakan apa pun.
Semua pendahulu Yoo Ji Yoon
juga dijadikan kambing hitam.
Dan Lee Ja Gyeong menutupi jejak mereka.
Mereka bisa memalsukan dokumen, dan semuanya beres.
Kita hanya perlu membuktikan
bahwa dia memakai uang itu untuk membeli narkoba.
Apakah Yoo Ji Yoon mengatakan sesuatu?
- Tidak. - Dia sangat dingin.
Ibunya dipukuli sampai hampir mati.
Mungkin karena itu dia tidak bisa bicara.
Bagaimana dengan sidangnya?
Bagaimana dengan apa yang kuminta?
Aku menyelidikinya, tapi
itu tidak akan mudah.
Apa?
Lewat sini.
Silakan masuk.
Kamu datang lagi tahun ini.
Bagaimana kabar Duk Pal?
Bagaimana kamu mengenal Duk Pal?
Aku menghubungkan dia dengan orang-orang hebat seperti dia
sejak dia menjadi penjual narkoba.
- Aduh! - Pak.
Sakit!
Bahkan wanita bisa tahan.
- Sudah selesai. - Sudah selesai?
Ya. Bagus.
Lenganku...
Lenganku...
Sakit.
Deul Ho. Pencandu narkoba
selalu menato tubuhnya di sini
untuk menyembunyikan bekas jarum mereka.
Semuanya merah.
Sakit.
Hei!
Apa yang kamu lakukan?
Kamu bilang harus dilakukan secara langsung,
jadi, aku membawanya jauh-jauh ke sini.
Abdul, duduk.
Maafkan aku, Pak.
Sungguh.
Alkohol membuat otak
bingung.
Orang-orang memanggilku
petapa.
Petapa dari negara bersalju.
Tapi aku tidak keberatan.
Aku menganggap itu sebagai permainan kata
orang-orang yang berasal dari dunia yang berbeda.
Sayang sekali. Sungguh sayang.
Tujuan kami adalah
memperlihatkan jalan sutra padamu.
Sayang sekali.
C'est la vie.
Kurasa jika takdir menyatukan kita lagi,
aku akan bertemu denganmu nanti.
Berapa yang kamu butuhkan?
Petapa
tidak membutuhkan apa pun.
Tampaknya kamu membutuhkannya.
Kamu tahu
aku hanya menerima uang tunai.
Ini.
- Anda ditahan - Apa?
- karena menjual narkoba. - Kamu ini...
Kemarilah.
Lepaskan aku.
Detektif Abdul, tangkap dia.
Kamu ini...
Berandal...
"My Lawyer, Mr. Joe 2 Crime and Punishment"
"Episode 6"
Apa ini? Benarkah kalian polisi?
- Jangan bergerak! - Apa?
Kamu akan mati!
Jika jatuh, kamu akan mati.
Berbaik hatilah padanya. Dia benar-benar akan jatuh.
Di mana kita?
Di mana lagi? Kita berada di Sungai Han untuk membunuhmu.
Kenapa kalian membawaku ke sini?
Tampaknya kedalamannya 40 meter.
Ada lapisan es di atasnya.
- Sempurna untuk mati. - Kumohon...
Berhenti! Biarkan aku hidup.
Dia ingin hidup. Aku kasihan padanya.
- Ya... - Dia hanya
menjual narkoba pada pencandu narkoba.
Ya, benar.
Aku ingin menghasilkan sedikit uang.
Benar. Dia murahan.
Dia hanya berusaha menghasilkan uang untuk modal.
Bukankah seharusnya hari ini dingin sekali?
- Lihat ikan-ikan itu. - Bukan begitu?
Aku tahu.
Kamu akan mengalami serangan jantung dan mati dalam tiga detik.
- Tidak! - Sungguh?
Kalian tidak sabar.
Biarkan aku hidup.
Hei, omong-omong. Kamu mengenal Goog Jong Bok, bukan?
Ya. Apa?
Tidak, aku tidak kenal.
- Jika tidak, matilah. - Tidak.
- Kita tidak punya waktu... - Tunggu.
- Ada yang ingin kukatakan. - Ada apa?
- Kamu menyebut Goog Jong Bok? - Benar.
Sejujurnya,
siapa yang tidak mengenal dia?
Begitukah? Kalau begitu, bagaimana jika kamu menyebutkan
salah satu pemasoknya?
Siapa? Perlu kuberikan nomor ponsel mereka?
Aku juga tahu alamat kantor mereka.
Apa ada beberapa? Beri aku satu saja.
Tunggu. Coba kuingat. 010...
Lalu... Kalau begitu...
Tunggu! 010...
- 01093... - Jatuhlah!
Aku tidak ingat sisa nomornya.
9494. 9494 5588.
5588.
- Sungguh? - Biarkan aku hidup.
Hei, Tuan-tuan!
Dia ingin menyerahkan diri!
Selamat bersenang-senang, Petugas.
Tolong.
- Tolong aku. - Lepaskan ikatannya.
- Siapa itu? - Kejar mereka.
- Hei! Tunggu! - Permisi.
- Di mana aku? - Apa ini?
Apa kamu penjual narkoba?
- Apa? - Siapa berandal ini?
Hei. Bawa dia masuk.
Tunggu. Lepaskan itu.
Jalan lurus.
- Ayo. - Di mana? Kamu yakin
kita bisa melakukan ini?
Terserah. Kita hanya mematuhi perintah.
Kalian membantu masyarakat menemukan keadilan.
Kita melakukan ini bersama!
Melakukan ini bersama!
- Hentikan itu. - Ayolah!
Bukankah kita melanggar hukum?
Jangan bergerak. Mobil ini sudah penuh.
Apakah ada masalah secara hukum?
Mungkin ada ke depannya.
Apa? Kenapa?
Dia bilang mungkin ada!
Kenapa? Kita hanya mematuhi perintah.
Omong-omong, kamu memakai apa?
- Kamu benar. - Apa kamu iri?
- Bersenang-senanglah. - Bersenang-senanglah.
- Nyalakan musiknya. - Ambil miknya.
Jangan berisik.
Kenapa ini mengeluarkan angin dingin?
Aku gugup.
Mari kita mendengarkan musik.
Sebentar lagi akan ada sidang.
Benar.
Penatu mengatakan jasku hampir kering.
Aku menemukan bukti bahwa Goog Jong Bok
mengonsumsi narkoba.
Dia menggunakan uang yang mereka klaim telah kamu gelapkan
untuk membeli narkoba, bukan?
Kamu tidak mau bicara?
Apakah kamu menyadari bahwa penggelapan uang akan memberimu
hukuman penjara yang lebih lama daripada menggunakan narkoba?
Kamu tahu apa yang terjadi
pada ibumu
karena dia berusaha menyelamatkanmu?
Ji Yoon. Jika kamu tidak mau bicara,
akan sulit untuk membelamu.
Aku adalah pelayan
di Resor Googil.
"Daftar Manajemen Pegawai"
Sekitar tiga tahun kemudian,
aku dipindahkan
ke departemen akuntansi Googil Produce.
Asisten Manajer?
Dia menjadi asisten manajer? Tiba-tiba?
Bukan begitu?
Sebelumnya dia pelayan di resor.
Pak Goog mempromosikan dia.
- Apa? - Pak Goog?
Tunggu. Apakah hal ini sering terjadi?
Dari sudut pandang orang luar,
itu tampak seperti perlakuan khusus.
Aku kuliah jurusan manajemen hotel.
Tidak bisa dikatakan itu benar-benar tidak adil.
Apa hubunganmu dengan Goog Jong Bok?
- Apa? - Aku merujuk
pada Direktur Pelaksana Junior Googil Produce.
Dia tidak berkaitan dengan masalah ini.
Aku serius.
Dia hanya atasanku di tempat kerja.
Benarkah?
Jika aku
mengatakan sesuatu,
apakah akan ada perbedaan?
Pasti ada.
Aku akan membuat perbedaan itu.
Aku berjanji.
Apa yang kamu lakukan
sehingga selalu sibuk?
Aku dengar Jong Bok
melakukan bisnis di luar negeri?
- Ya. - Siapa yang tahu apakah dia
melakukan perjalanan bisnis
atau kabur ke luar negeri?
Hei, Jong Hee.
Apa aku salah?
Kamu tahu apa kata orang-orang?
Bahwa kamu alasan
Jong Bok menjadi tidak berguna.
Lalu aku,
lalu Kak Jong Sup.
Bahwa kamu menempel di samping ayah kami
dan menutup mata dan telinganya,
dan bahwa kamu akan
mengusir kami bertiga.
Lalu?
Apa yang terjadi setelah kamu mengusir kami?
Apa?
Kamu akan mengambil alih Grup Googil?
Sungguh?
Apakah Grup Googil sesuatu
yang tidak bisa kumiliki jika aku menginginkannya?
Jadi, kamu menginginkannya.
Tentu saja.
Setidaknya kamu harus jujur.
Tapi
kurasa rumor tentang
ketiga anak pimpinan
akan diusir mungkin akan terwujud.
- Apa? - Pimpinan
benar-benar merenungkan siapa yang akan meneruskannya.
Tentu laporan kinerja
yang dibuat oleh departemenku bisa memainkan peranan besar.
Kamu keterlaluan...
Kamu mengambil saham Produce Jong Bok
yang telah dia rencanakan untuk diberikan padaku.
Sekarang apa?
Manajer bisnis yang ahli?
Dan ayah kami meninjau mereka?
Jangan membuatku tertawa.
Kamu mungkin berbisik ke telinganya lagi.
Apa salahnya anak-anak
mengambil alih bisnis orang tua mereka?
Coba tebak.
Ini adalah
rasa rendah dirimu karena berasal dari keluarga miskin.
Permisi. Aku punya rencana dengan Pimpinan.
Hei, Ja Gyeong.
Hei.
Hei!
Apakah sidangnya hari ini?
Ya, Pak.
Aku penasaran apakah mereka sudah mengendalikan semuanya.
Aku sudah menyiapkan cadangan untuk berjaga-jaga.
Benarkah?
Ja Gyeong,
aku bertanya-tanya apa yang kamu siapkan kali ini.
"Gedung Pengadilan"
Deul Ho.
Kamu di dalam, bukan?
Kamu baik-baik saja, bukan?
Hei.
Kamu tahu kamu yang terbaik, bukan?
Kamu pasti bisa.
Semangat, ya?
Aku akan pergi dahulu, ya?
Semangat.
Jangan gugup. Semangat.
Harap berdiri.
Silakan duduk.
Sekarang kita akan memulai sidang kedua
untuk kasus 14S2019
terkait
tersangka penggelapan dana
oleh Yoo Ji Yoon.
Jaksa, apakah Anda hadir?
Ya, Yang Mulia.
Pengacara, Anda hadir?
Ya, Yang Mulia.
Jaksa. Apakah ada
hal baru yang akan Anda tambahkan
pada hal-hal yang sudah disajikan?
- Tidak, Yang Mulia. - Pengacara.
Apakah Anda mengakui semua pernyataan fakta
yang diserahkan oleh Jaksa?
Kami tidak mengakuinya.
Pengacara.
Silakan berikan pernyataan pembuka Anda.
Hakim yang terhormat...
Kamu tahu apa?
Kamu tidak tahu apa-apa.
Kamu tidak tahu apa-apa.
Pengacara.
Silakan berikan pernyataan pembuka Anda.
Kamu tidak tahu apa-apa.
Kamu tidak melihat apa-apa.
Pengacara.
Silakan berikan pernyataan pembuka Anda.
Hakim...
Hakim yang terhormat...
Astaga!
- Deul Ho. - Astaga.
Panggil ambulans.
- Astaga. - Masuklah.
Celaka.
Astaga. Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
- Astaga. - Apa yang terjadi?
Astaga.
Tindakanmu sangat tepat.
Kamu bilang dia akan panik jika melihatku.
Dia tidak hanya panik, dia pingsan.
- Seung Hoon. - Ya?
Jangan tertawa.
Kamu tidak tahu ini gedung pengadilan?
Jika kamu hendak berpura-pura, lanjutkan.
Jangan asal bicara.
Tolong sampaikan salamku pada Anggota Majelis Baek.
Dia akan segera sadar.
Denyut dan napasnya sudah normal.
Dia tidak sarapan.
Seharusnya kita memberinya telur.
Dia mengeluh tentang makanan dan pergi begitu saja.
Tapi dia harus menjalani tes untuk berjaga-jaga.
Dites?
Sialan.
Astaga.
Apa yang harus kita lakukan tentang sidang sekarang?
Benar!
Sialan.
Kuharap dia baik-baik saja.
Aku hampir gila.
Anda sudah sadar?
Yang Mulia, dia tidak bersalah.
Yang Mulia, Yoo Ji Yoon...
Dia ditekan,
jadi, dia mengakui penggelapan itu,
tapi itu tidak benar.
Tampaknya Anda belum sepenuhnya sadar.
Apa maksud Anda? Aku baik-baik saja.
Aku bisa menghadiri sidang.
Ibunya Yoo Ji Yoon melakukan protes sendiri
untuk menyelamatkan dia, dan dia dianiaya.
Yoo Ji Yoon takut terhadap pembalasan,
karena itu dia memberikan pengakuan palsu.
Seharusnya Anda mengatakan itu selama persidangan.
Ya?
Jadi, jika kita melakukannya lagi...
Anda tahu, Pak Joe,
Anda sangat menjengkelkan. Bukan begitu?
Tidak, itu tidak benar. Aku baik-baik saja.
Seharusnya Anda terbuka tentang kondisi Anda.
Itu tugas Anda terhadap klien Anda.
Sebenarnya,
aku tidak sarapan tadi pagi...
Sidang hari ini
sudah dijadwalkan ulang, jadi, tidak apa-apa,
tapi ini tidak bisa diabaikan.
Ya? Apa...
Bagaimana jika ini terjadi lagi?
Kenapa ini terulang lagi?
Anda harus mengundurkan diri dari kasus ini.
Minta klien Anda mencari pengacara baru.
Kenapa Anda mengatakan itu?
- Tidak. Aku bisa melakukannya. - Hanya...
Jangan ikut campur.
Jika Anda meyakinkan diri Anda itu benar-benar
demi kebaikan klien Anda, Anda bisa melakukannya.
Paham?
- Tapi... - Atau aku akan memberitahunya.
Aku akan menggunakan otoritasku sebagai hakim
dan memberi tahu klien Anda untuk mencari pengacara baru.
Baiklah. Jaga kesehatan Anda.
Tapi... Hakim.
Hakim.
Deul Ho.
Kamu baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Kalian pergilah dahulu.
Bawakan tasku.
Kamu akan ke mana dengan kondisimu?
Aku harus mampir ke suatu tempat.
Deul Ho...
Halo, Pak Pimpinan.
Lalu? Bagaimana hasilnya?
Sungguh?
Sudah kuduga aku tidak perlu bertanya.
Baik. Kerjamu bagus.
Apa yang harus kulakukan dengan saham Googil Produce
milik Pak Goog Jong Bok?
Nona Lee.
Pak Joe Deul Ho datang untuk menemuimu.
Aku akan mengawal Anda. Silakan lewat sini.
Sikap kalian berubah.
Aku senang mendengarnya.
Baik.
Baik.
Baek Seung Hoon.
Apakah itu perbuatanmu?
Akhirnya. Kamu mengetahuinya setelah setahun.
Selamat.
Kenapa kamu kesal sekali?
Itu hanya lelucon. Kamu membuatku merasa tidak nyaman.
Lelucon?
Apakah hidup orang lain lelucon bagimu?
Seharusnya kamu memilih klienmu dengan hati-hati.
Kenapa kamu menciptakan situasi lain yang akan kamu sesali?
Itu sebabnya
aku tidak akan menciptakan penyesalan lagi.
Aku akan membuktikan bahwa kamulah yang membunuh
Yoon Jung Gun.
Kamu akan menyesalinya lagi.
Kenapa?
Aku akan memberitahumu sekali lagi.
Berhentilah di sini.
Apa hakmu menyuruhku berhenti?
Aku sudah memperingatimu.
Apa hakmu untuk memperingatiku?
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Mr Lawyer, Mr. Joe 2 Crime and Punishment"
Setelah aku memulai sesuatu, aku tidak pernah menyerah.
Itulah aku.
Kondisinya buruk.
Seharusnya kamu tidak bermain poker.
Kamu mudah dibaca.
Jangan kehilangan apa yang masih kamu miliki dan berhentilah di sini.
Dengan demikian, setidaknya kamu bisa impas.
Bagaimana mungkin pengacara datang ke pengadilan tanpa persiapan?
Untuk apa aku menggertak
jika aku tidak punya apa pun untuk dilindungi?
Seseorang yang tidak bisa kehilangan apa-apa
tidak memiliki ketakutan.
"Epilog"
Seung Hoon!
Seung Hoon!
Seung Hoon! Mari bicara!
Katakan padaku apa yang terjadi!
Seung Hoon! Apa salahku?
Seung Hoon!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.