All language subtitles for My Lawyer, Mr. Joe 2 ep 1 -2

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

"Materi berikut mungkin tidak sesuai dengan pemirsa di bawah 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"3 bulan sebelumnya"

"My Lawyer, Mr Joe 2: Crime and Punishment"

Hei.

Nomor satu! Di mana nomor satu?

Aku tidak bisa melakukannya sendirian. Hei!

Tembak. Cepat.

- Tembak. - Hei!

Aku mati!

Tadi aku bermain dengan baik.

Kamu punya uang?

Tidak punya.

Kamu punya kembalian?

Bukankah itu tetap uang? Aku tidak punya.

Sungguh. Ayolah.

Kita harus bekerja sama...

Hei. Apa yang kamu...

Itu dompetku.

Sialan.

Kenapa kamu tidak menghabsikan sosismu?

Aku sedang berdiet.

Kamu membeli celana baru?

Ini celana musim panas.

Ini sudah lama.

Aku belum pernah melihatnya. Coba kulihat.

Aku belum pernah melihatnya.

- Ini masih baru. - Bukan! Kenapa...

Hei! Sungguh, pria itu...

Berhenti!

Hei!

Aku akan membunuhmu saat kamu kutangkap!

Aku sungguh akan membunuhmu!

Berhenti!

Berhenti!

Apa ini?

Bagus.

Kenapa kamu kabur dengan uangku?

Sialan.

- Apa? - Sialan.

Jadi, kenapa kamu lari?

Dasar pelit.

Pelit?

Kenapa kamu mengatakan itu?

Hanya karena kamu punya uang...

Kamu punya masalah, Kawan.

Sialan!

Apa masalahmu?

- Kamu tidak berhak! - Berandal itu.

Apa yang akan kamu lakukan?

Kamu terlambat membayar tagihan listrik dan air,

dan sewamu. Pemilik rumah menelepon setiap hari,

menyuruhku mengosongkan kantor.

Dasar berandal pelit.

Kami menarik uang jaminannya dua pekan lalu.

Kamu berandal yang pelit.

Mari pergi dan minta kepadanya

untuk mengasihani kita.

Hanya demi dua dolar.

Aku hampir gila.

Orang butuh pekerjaan.

Hanya makan tidak menjadikanmu manusia.

Bekerja lalu makan.

Apa yang terjadi padamu hari ini?

Kenapa kamu datang ke sini jika tidak ingin bekerja?

Aku berolahraga. Lalu apa?

Satu, dua, satu, dua.

Aku tidak tahan denganmu. Aku tidak tahu kenapa...

- Astaga. - Kamu menakutiku.

Siapa itu? Kenapa dia tidur di sini?

- Kamu mengenal dia? - Tidak.

Permisi.

Halo.

"Pengacara, Joe Deul Ho"

So Mi, benarkah itu kamu?

Astaga.

Kapan kamu menjadi sebesar ini?

Aku sama sekali tidak mengenalimu.

Ini, pakai ini juga.

Ini.

Astaga. Di luar dingin. Kenapa...

Apa yang terjadi? Ada apa?

Bagaimana...

Minumlah teh.

Minum ini.

Minum ini.

Dingin.

Panas!

- Panas. - Apa itu membakarmu?

- Astaga. - Kakiku.

Panas sekali.

Ini, minum ini.

Aku bisa membersihkannya.

Minumlah.

Apakah kamu terbakar?

Kenapa kamu tidur di sana?

Tolong aku.

Apa?

Dengan apa?

Ayahku...

Ayahku menghilang.

Ayahmu menghilang?

Sudah 10 hari.

Dia tidak menjawab teleponnya,

dan aku tidak bisa menghubunginya.

Tolong aku.

Hanya Anda yang bisa kumintai bantuan.

Selama 10 hari?

Aku memohon pada Anda. Tolong aku.

"Acara wisuda, 2001"

"Institut Penelitian dan Pelatihan Yudisial."

"Sertifikat ini diberikan kepada Joe Deul Ho,

yang telah menyelesaikan semua pelatihan

di Institut Penelitian dan Pelatihan Yudisial

dengan nilai memuaskan."

"18 Januari 2001."

"Kim Jung Gil, Menteri Hukum."

Lihat ke sini.

Satu, dua, tiga.

Hei, Deul Ho.

Aku dengar kamu ditugaskan di Incheon DPO.

Selamat.

Sebentar lagi kamu akan ditugaskan di Seoul Pusat.

Selamat.

- Halo, Bu. Lihat ke sini. - Ya.

- Ya. - Satu, dua, tiga.

Satu, dua, tiga.

Itu tampak bagus.

- Terima kasih. - Baik.

Senyum.

Tegakkan bahumu.

Baik, satu, dua, tiga.

Jangan menangis.

Aku turut berbahagia untukmu.

Kerjamu bagus.

Baik, senyum.

Satu, dua, tiga.

Deul Ho.

Joe Deul Ho.

Astaga, Kawan.

Apa ini?

Kamu mempermalukan aku.

- Astaga. - Kerja bagus.

Mari makan jjajangmyeon.

- Steik hamburger. - Steik hamburger?

- Ya. - Baik, steik hamburger.

Senyum.

- Senyum. - Baik.

Senyum.

"Institut Penelitian dan Pelatihan Yudisial"

Apakah rusak?

Apa?

Aku yakin tidak terjadi apa-apa.

Tentu saja.

Kuharap tidak terjadi apa-apa.

"2004"

Ayo.

- Apa? - Berdiri.

Pergi ke mana?

Kita harus pergi. Kamu tidak bisa makan itu sekarang.

Kenapa?

Aku akan memastikan kamu bisa menghabiskannya

besok pagi,

- jadi, berdirilah. - Tapi...

- Tapi itu sudah siap dimakan. - Ayo.

- Kita tidak punya waktu. - Tapi ramen-ku...

Mau ke mana kita?

Astaga.

Apa ini?

Ini ulang tahunmu.

Kamu harus makan sup rumput laut.

Tapi...

"Selamat ulang tahun"

Apa yang kamu lakukan?

"Selamat ulang tahun"

Hentikan itu.

"Selamat ulang tahun, Deul Ho sayang"

"Selamat ulang tahun"

Kamu membunuhku.

Ayah.

Astaga.

Apa kami membangunkanmu?

Astaga. Baik, baik.

Dia

jaksa yang bekerja dengan ayah

di kantor.

Kamu harus menyapanya, So Mi.

Hai, So Mi.

Tidak?

So Mi.

Hai.

Aku tidak melihatmu.

Aku melihatmu.

Hai, So Mi.

Ini tempatnya, bukan?

Kamu pernah ke sini sebelumnya?

Kurasa sudah lebih dari 10 tahun.

Itu saat kamu menjadi jaksa.

Aku ingat berpikir rumah ini besar.

Apa kamu tinggal di sini saat menjadi jaksa?

Apa yang terjadi di sini?

So Mi!

So Mi! Ada apa?

Kamu baik-baik saja?

Pegang dia. Tolong aku.

- Kemarilah. Duduk. - Ayo.

Kamu baik-baik saja?

Ada apa?

Telepon polisi lebih dahulu.

Kamu baik-baik saja? So Mi.

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa.

Permisi.

Aku harus bicara dengan siapa?

Aku.

Kami sudah menyerahkan laporan.

Nama penghuni di sini adalah Yoon Jung Gun

dan Yoon So Mi, benar?

Tapi Yoon Jung Gun telah dilaporkan menghilang.

Ya.

Jadi... Dia...

Begini,

dia adalah teman dekatku.

Kami harus menjaga TKP,

jadi, dia harus tinggal di motel.

Tunggu sebentar. Tunggu.

Aku akan membersihkan ini. Kenapa ini ada di sini?

Ini.

Kenapa wajan ada di sini?

Kemarilah. Tolong bersihkan, ya?

Masuklah.

Bukankah sekarang lebih bersih?

Masuklah.

Masuklah.

Duduklah.

Hei. Celana dalam.

Kamu mau air?

Tidak, tidak. Itu sudah lama.

Baik.

Gelas.

Di mana gelasnya?

Ini. Minumlah.

Itu menjijikkan. Bersihkanlah.

Lihat siapa yang bicara. Tunggu.

Apa yang kamu lakukan di kamarku?

Apa? Kamarmu? Kenapa ini kamarmu?

Ini ruang kerjaku.

Kamu mau membersihkan ini dan menyuruh dia tidur di sini?

Tentu saja. Kenapa? Agar kamu bisa tidur di sini?

- Bagaimana denganku? - Tidurlah di luar.

Kenapa aku harus tidur di ruang duduk?

Kita tidak bisa menyuruh dia tidur di luar sana!

Kenapa orang luar itu harus tidur di kamarku?

Kenapa dia orang luar?

Kamu yang tidur di luar, bodoh.

Bodoh? Kamu ini...

Masuklah.

Kamu bisa tidur di sini.

Ini meja. Ini losion.

Kamu bisa memakai ini.

Kamu bisa membaca apa pun yang kamu inginkan.

Ini selalu seperti ini.

Beri tahu aku jika kamu membutuhkan sesuatu.

Ini keras sekali.

Aku tidak bisa tidur di lantai yang keras.

Tidurlah.

Akan berantakan mulai besok.

- Apa? - Seorang wanita dewasa

tiba-tiba datang ke rumah berisi dua pria.

Orang-orang akan bertanya apakah dia istri rahasia,

putri, pacar kita. Apa yang harus kukatakan?

Diam dan tidurlah.

Matikan lampunya!

Kamu saja yang mematikannya!

Sungguh.

Aku tidak tahan menghadapimu.

Sungguh.

Kamu ini... Hentikan itu.

Dia tidak menghasilkan uang, tapi membuat masalah.

Kamu akan memasak dan memberi dia makan apa?

Aku membencimu.

- Sungguh. - Tidurlah.

Aku kedinginan.

Sudah 10 hari.

Dia tidak menjawab teleponnya,

dan aku tidak bisa menghubunginya.

Tolong aku.

Hanya Anda yang bisa kumintai bantuan.

Kenapa aku harus bertemu berandal itu?

Dia tidak melakukan apa pun.

Dia menyuruhku memasak sarapan.

Kenapa dia seperti itu?

Jika kamu lebih muda, aku akan membunuhmu.

Joe Deul Ho.

Astaga.

Aku harus memanggilnya apa? So Mi. Nona.

Bu. Astaga.

Permisi. Ayo sarapan.

Tampak luar biasa.

Tunggu. Biar kuambilkan sumpit dan sendok.

Ini.

Lihat. Makanlah dengan nyaman.

Aku tidak tahu apa yang kamu sukai,

jadi, aku memanggang ham,

dan aku membeli hidangan ini.

Aku tidak tahu apa yang kamu sukai.

Tapi aku membuat sup ini sendiri.

- Cobalah. Rasanya lezat. - Tapi

Pak Joe mana?

Jangan mencemaskan dia. Dia selalu pergi.

Jangan cemas dan makanlah.

"Dilarang Lewat"

So Mi. Kali terakhir kamu bertemu Deul Ho...

Maksudku, Pak Joe, saat usiamu tujuh tahun?

Ya. Dia jaksa saat itu.

Pak Joe, si jaksa,

dan Pak Yoon Jung Gun, penyidiknya.

Bisakah kamu melakukan itu jika ada di posisinya?

Bagaimana dia bisa mengambil seseorang yang bukan keluarga

dari panti asuhan,

dan membesarkannya dengan baik? Dia membiayai sekolahnya,

dan menjadikannya jaksa.

Ayahmu menakjubkan.

Aku sungguh...

Sekalipun itu ayahku,

aku tidak bisa memahaminya.

Dia luar biasa.

Mungkin dia mulai mencari dari sini.

Dia mungkin membuat kekacauan.

Lalu... Dia pergi ke mana?

"Yoon Jung Gun"

Pak Yoon.

Apa itu?

Dokumen?

Rekaman?

Kenapa?

Apa itu?

"2004"

Sepatu dalam ruangan So Mi.

Piama.

Kaus kaki

Pak Joe.

Buku.

"27 Desember, Plaza Stasiun Incheon"

"27 Desember, Plaza Stasiun Incheon"

"Februari 1982, Plaza Stasiun Incheon"

"Rumah Sakit Universitas Myungil"

Boleh aku bertemu Kapten Seo Tae Yoon?

Kapten!

Apa?

Aku sudah memberi tahu Anda semuanya lewat telepon.

Kenapa Anda datang ke sini?

Anda sudah menyelidiki ini dengan baik?

Seharusnya Anda tahu lebih baik. Ayolah.

Anda mempermalukan aku.

Saat Anda melihat keseluruhan kasus ini,

ini bukan kasus orang hilang yang sederhana.

Dengar, Pak Joe.

Dia bukan anak kecil. Dia sudah lama bekerja,

dan akan segera pensiun.

Dia orang dewasa yang tahu cara kerja dunia.

Jika seorang dewasa tidak bisa dihubungi selama 10 hari?

Anda tahu polisi menganggap itu pelarian.

Hanya karena ada tanda-tanda penerobosan,

maka kami melaporkannya sebagai orang hilang.

Kami bukan detektif swasta.

Hanya karena ada tanda-tanda penerobosan?

Seorang penyidik DPO menghilang.

Ini tidak bijaksana.

Anda ini...

Pak Yoon sedang cuti.

Dia cuti tiga bulan dan menghilang.

Apa yang Anda inginkan dari kami?

Ini bukan fail kasus orang hilang!

Baik, Pak. Baik.

Aku mengerti, jadi, tolong pergilah.

Pak Joe Deul Ho, pengacara.

Jangan ikut campur dalam penyelidikan polisi.

Kami berusaha bersikap sopan dan baik

pada seorang mantan jaksa,

jadi, hentikan sikap Anda ini.

Ini catatan kasus Pak Yoon.

Ini berakhir pada tanggal 27 Desember. Sisanya kosong.

Apa artinya ini?

Sudah jelas... Ini...

Instingku...

Anda dan insting Anda!

Satu orang saja sudah cukup.

Setahun yang lalu, Anda mengikuti insting Anda

dan seseorang berakhir mati. Jangan lakukan itu lagi.

Siapa yang hendak Anda bunuh kali ini?

Hei! Telepon restorannya.

Di mana makanan kita?

Setiap Rabu, kami mengundang seseorang

yang menarik perhatian publik.

Hari ini, kami kedatangan pengacara lokal,

yang lebih dikenal sebagai "Pengacara Jalanan".

Kami akan berbincang dengan Pak Joe Deul Ho.

Halo, Pak Joe.

Ya, halo.

Halo.

Kami akan menunjukkan beberapa foto untuk memulainya.

"'Kamu seksi.' Bagaimana mungkin seorang guru mengatakan ini?"

"TIDAK kami bukan berarti YA!"

"Lindungi hak asasi murid!"

Anda mewakili murid-murid yang melawan

sebuah sekolah karena pengusiran yang melanggar,

yang menyebabkan kegaduhan di dalam masyarakat kita.

Apakah Anda mengharapkan efek seperti itu?

Aku melakukan itu bukan karena aku mengharapkan sesuatu.

Kita mengatakan anak-anak adalah masa depan kita, bukan?

Bukankah kita tahu apa arti "masa depan"?

Aku bertemu para guru itu kemarin,

dan mereka tidak... Tampaknya mereka tidak tahu

apa arti "masa depan". Sama sekali tidak tahu.

Bukankah seharusnya sekolah merupakan tempat

yang aman untuk murid-murid?

Bukankah itu tempat yang harus aman?

Ya, terima kasih atas kata-kata bijaksana Anda.

Itu mengakhiri acara kami.

Apa yang mengakhirinya?

Jika mengundang seseorang, kalian harus membiarkan dia bicara.

Kalian tahu apa yang dikatakan para guru kotor ini?

Mereka bertanya kenapa murid-murid tidak menolak.

Kenapa mereka tidak mengatakan mereka tidak menyukainya?

Apa itu masuk akal?

Kalian ingin mereka memberontak melawan guru-guru

yang berperan besar dalam penerimaan mereka ke universitas?

Kalian bergurau, bukan?

Terima kasih sudah menonton.

Kenapa Anda terus mengatakan "terima kasih"?

Biar kuselesaikan kalimatku!

Apa katamu? Aku tidak mendengar apa pun!

- Lewat sini. - Baik.

Jangan bersikap buruk.

Tidak seorang pun yang pernah kita temui bisa menandinginya.

Dia akan memberi kita berkat yang menakjubkan.

Jaga sikapmu.

Kita ada di gereja?

Kamu harus menjaga sikapmu.

Cemaskan dirimu saja.

Apa dia sudah gila?

Astaga.

Anda politisi dari TV itu.

Pak Joe.

Nona.

Aku di ruangan yang salah.

- Tidak. - Nona.

Tolong dengarkan situasiku.

- Kenapa Anda melakukan ini? - Masuklah.

- Tapi... - Masuklah.

- Masuklah. - Tapi...

Apa ini?

Tolong baca itu.

Jadi,

putraku berada di Lembaga Pemasyarakatan Cheongdeungpo.

- Begitu rupanya. - Anak yang tidak tahu apa-apa ini

terlibat dengan seorang gadis yang buruk.

Jadi, dia mengalami kesialan.

Aku sudah mengabdikan diriku pada politik,

jadi, aku tidak memperhatikan anak-anakku.

Pembuat onar itu

mempermalukan namaku, aku tahu itu,

tapi dia tidak bermaksud melakukan itu.

Permisi. Aku terus menerima

- pesan teks. - Tentu saja.

Dia bilang itu tidak adil,

dan dia belum pernah melakukan itu.

Aku bahkan menyewa

firma hukum top yang terkenal untuknya.

Tapi dia malah dipenjara,

dan saat ini mendekam di lapas.

Begitu rupanya.

Aku harus mengurus sidang besok.

Pak.

Kenapa Anda melakukan itu?

Pak Joe, Anda juga punya anak,

jadi, Anda tahu bagaimana perasaan seorang ayah.

- Ya. - Pak.

Tolong bantu putra

pecundangku itu sekali saja!

Kumohon, Pak.

Aku berlutut

- memohon pada Anda. - Ya, Pak.

Tapi kakiku mati rasa.

- Kumohon tolong aku. - Aku bahkan tidak bisa duduk.

- Bantulah putraku! - Ini gila.

Terima kasih.

- Terima kasih. - Tidak perlu berterima kasih.

Tentu aku tidak sopan karena sudah makan, tapi...

Man Soo, kamu akan mati.

Kakiku...

Sialan.

Itu memalukan.

Haruskah aku bertindak sejauh itu?

Yang dibutuhkan Seung Hoon sekarang

adalah citra yang baik.

Pak Joe adalah orang yang bisa memberinya itu.

Jika dia menerima kasus ini,

semua akan terpecahkan secara otomatis.

Kamu bisa mengetahui hal itu, bukan?

Katakan pada dirimu sendiri bahwa putramu

akan segera bebas.

Aku tidak punya pilihan selain memercayaimu, Nona Lee.

Hai.

Ya.

Semuanya baik-baik saja?

Aku hanya memeriksa.

Aku hanya ingin tahu apakah kamu, suamimu,

dan keponakanku baik-baik saja.

Bagaimana kabar Ibu?

- Kemari. - Katakan padanya aku merindukannya.

- Kemari. - Aku akan meneleponmu kembali!

Sampai jumpa!

- Mari mengobrol nanti. - Keluar.

- Keluar! - Sampai jumpa!

- Keluar. - Apa kamu marah?

Lepaskan!

- Lepaskan! - Tunggu.

- Sialan! - Keluar!

Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?

Kemari!

Kemari! Kamu ini...

Berani-beraninya kamu!

- Matilah kamu. - Tenangkan dirimu.

Kamu ini... Keluar.

Aku akan ke belakang.

Kamu...

Hei!

Apa yang dia lakukan?

Deul Ho.

Deul Ho!

Kamu baik-baik saja?

Kamu baik-baik saja?

Deul Ho! Sialan.

Kurasa lenganku patah.

Lenganmu patah?

Lenganku...

Sungguh. Cobalah menggerakkannya. Biar kulihat.

- Bawa aku ke UGD. - Apa?

- Kemari. - Apa ini?

Sialan!

Hei, kamu!

Tolong beri tahu Dirut Kook bahwa aku mampir.

Kerjamu bagus hari ini.

Terima kasih.

"Penguasa

tidak membeberkan niatnya."

"Jika penguasa membeberkan niatnya,

bawahannya akan

mengubah dirinya seperti keinginan sang penguasa."

"Penguasa

tidak boleh membeberkan pemikirannya."

"Jika penguasa membeberkan pemikirannya,

bawahannya akan mencoba memberikan pendapat

yang berbeda dari orang lain."

Pecundang! Kamu ini... Seharusnya kamu mati saja!

Kenapa suaramu lemah sekali?

Mendekatlah.

Kemari!

Kalian benar-benar tidak berguna.

Sialan!

Berikutnya, Jong Hee.

"Karena itu, dia mengatakan ini."

"Jika penguasa mengabaikan apa yang dia sukai

dan apa yang dia benci,

bawahannya akan menunjukkan perasaan asli mereka."

"Jika penguasa mengabaikan kebijasanaan

dan pengalaman masa lalu,

bawahannya akan mempersiapkan diri sendiri."

"Apa kamu membaca puisi?"

Apa ini puisi?

Benarkah?

Astaga.

Ayah...

"Han Feizi"

Sialan.

Aku sudah kembali, Pak Dirut.

Kamu!

Berdiri.

Berdiri!

Pindah ke sana.

Cepat!

Ja Kyung.

Mulai sekarang kamu duduk di sini.

Ayah, kenapa dia duduk di sana?

Berikutnya, Jong Bok!

Di mana?

"Penguasa

memberi tahu..."

"Tampaknya tidak ada di takhta."

"Dia persis..."

"Tidak ada..."

"Tidak ada yang bisa memahami materialnya..."

Pak Baek Seung Hoon.

Ya.

Anda menyatakan Anda tidak bersalah?

Benar.

Memang benar aku menyerang Soo Jin

saat berkelahi dengannya hari itu,

tapi kami langsung berbaikan,

dan yang kami lakukan sesudahnya atas dasar suka sama suka.

Baik.

Anda dinyatakan bersalah dalam sidang awal.

Aku terlalu kesal hari itu,

jadi, aku memukul Soo Jin,

tapi aku juga terkejut, dan sudah minta maaf.

Dan dia memahaminya.

Semua hal setelah itu memang atas dasar suka sama suka.

Aku bahkan menjalani tes detektor kebohongan.

Kenapa orang-orang tidak memercayaiku?

Pak, ini kesalahan besar.

- Begitu rupanya. - Dengar. Anda tahu,

aku berpacaran dengan Soo Jin selama lima tahun.

Aku tidak tahu kenapa dia mendadak melakukan ini padaku.

Aku ingin mati.

Begitu rupanya.

Pak.

Anda ingin menjadi terkenal, bukan?

Anda ingin menghasilkan banyak uang.

Tolong aku.

Benar. Ya, itu benar.

Menurutku seseorang yang lebih mengetahui hal ini

harus menerima kasus ini.

- Apa? - Spesialisasiku

adalah kejahatan ringan.

Pak. Pak!

Tolong aku. Kumohon.

Bodoh. Singkirkan kakimu!

Apa masalahmu?

Apa gunanya membawa kasus bagus?

Kamu menolak semuanya!

Kapan kamu akan menghasilkan uang?

Setidaknya aku konsisten.

Apa kamu lupa? Kita harus membayar uang sewa,

air, dan tagihan lainnya!

Jadi, bayarlah.

Tempat ini kotor, begitu pula dengan sifat pemarahmu.

Hei. Berhentilah melakukan hal-hal bodoh,

dan temui orang-orang tidak berdaya yang membutuhkan bantuan kita.

Kenapa kamu melempar tisu kotor ke lantai?

Masukkan ke kantong!

Bersihkan ini dahulu. Sudah berapa hari?

Bersihkan ini dahulu sebelum kamu mengeluh.

Kamu mau makan itu? Itu sudah sekitar dua bulan.

Kamu hanya punya komik.

Aku membacanya hanya karena kamu meminjamnya.

Kamu suka sekali mengomel.

Kita tidak cocok.

Hei. Mana ponselnya?

- Berikan itu padaku. - Apa lagi sekarang?

- Di mana? - Kenapa kamu bertanya padaku?

Astaga!

Di mana ponselku?

Kenapa kamu ada di sini?

Halo?

"Pusat Medis Darurat"

Kenapa kamu melakukan itu?

Dia menyebutku pemerkosa.

Aku tidak pernah melakukan itu.

Aku sungguh tidak pernah.

Kenapa tidak ada yang memercayaiku?

Kamu berpikir

ini akan membuat orang-orang memercayaimu?

Pengacara, sampaikan argumen penutup Anda.

Standar bukti kasus kriminal

adalah tanpa keraguan yang beralasan.

Itu standar yang sangat tegas.

Beban bukti terdapat di pihak penuntut.

Karena itu, sekalipun diperkirakan ada kesalahan, terdakwa

harus diberikan praduga tidak bersalah.

Aku berbuat salah

dengan memukul Soo Jin.

Lihat aku. Kamu tidak apa-apa?

Tapi seks itu...

Mana mungkin aku memaksakan diriku kepadanya?

Aku meminta maaf padanya dengan tulus

dan dia sudah memaafkan aku.

Maafkan aku.

Aku sungguh menyesalinya.

Aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku tidak bermaksud begitu.

Maafkan aku, Soo Jin.

Kami mengonfirmasi

cinta kami pada satu sama lain. Kenapa mereka...

Karena perkataannya,

aku menjadi

predator seksual dalam semalam.

Satu-satunya bukti mengenai kejahatan ini

adalah pernyataan korban.

Namun, waktu kejahatan,

lokasi kejahatan, tindakan,

dan fakta lain yang diberikan oleh korban bertentangan

dengan situasinya.

Jika Anda mengabaikan

pertentangan ini sebagai masalah ringan,

dan menganggap bahwa pernyataan korban

tepercaya,

alih-alih membela terdakwa

saat timbul keraguan, Anda akan

mencurigai terdakwa lebih karena keraguan.

Seung Hoon.

Ya?

Apakah kamu jujur?

Ya.

Bisakah kamu

berjanji padaku

dengan semua milikmu?

Ya.

Pernyataan korban

tidak tepercaya.

Itu berarti tidak ada bukti

atas kejahatan yang dituduhkan ini. Karena itu,

menurut KUHP pasal 325,

saya meminta pengadilan menyatakan dia tidak bersalah.

- Apa mereka datang? - Benarkah itu?

Kerjamu bagus.

Terima kasih banyak.

Pak Joe!

Bagaimana perasaan Anda mendapatkan pembebasan?

Apakah rumor bahwa Anda akan terjun ke dunia politik itu benar?

Anda menerima kasus putra Anggota Majelis.

- Kenapa begitu? - Benarkah?

- Tolong beri tahu kami. - Benarkah itu?

- Beri tahu kami! - Pak Anggota Majelis!

- Ya? - Tolong sampaikan pernyataan Anda.

- Anda mengharapkan kemenangan? - Bagaimana perasaan Anda?

Aku yakin kebenaran selalu terungkap.

Akankah Joe Deul Ho bergabung dalam partai Anda?

Itu tergantung kepadanya.

Tolong berkomentar lagi!

Tolong beri tahu kami bagaimana perasaan Anda.

Apa... Kamu baik-baik saja?

Kamu... Tahu... Apa?

Tidak ada...

Kamu... Tidak tahu apa pun.

Kamu

tidak tahu apa pun.

Tolong...

Tolong.

Tolong!

Tolong!

- Ada kecelakaan! - Apa yang terjadi?

- Telepon ambulans! - Kemari.

- Apa yang terjadi? - Ambil foto yang jelas.

- Cepat potret. - Minggir!

- Apa yang terjadi? - Tunggu.

- Apa yang terjadi di sini? - Potret ini!

- Apa yang terjadi? - Anda baik-baik saja?

Beri tahu kami apa yang terjadi.

Maaf.

Maaf!

Tolong!

Lihat.

Itu penguin.

Terima kasih, Ayah.

Ayah.

Kapan aku bisa bertemu Ayah lagi?

Begini...

Kapan pun kamu menginginkannya.

Aku ingin bertemu Ayah setiap hari.

Ayah juga ingin bertemu denganmu setiap hari.

Ayah harus meneleponku setiap hari, ya?

Baik. Kamu juga.

Ya?

Baik.

Kamu harus makan dengan lahap.

- Ya? - Ya.

Dan telepon setiap hari.

Baik.

Sampai jumpa, Ayah.

Sampai jumpa.

"Februari 1982, Plaza Stasiun Incheon"

"208 San, Gajwa-dong, Incheon"

"Kantor Kesehatan"

Lama tidak berjumpa.

Siapa kamu?

Siapa kamu

sehingga membawaku ke sini?

Kamu tidak ingat siapa aku?

Sayang sekali.

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

"My Lawyer, Mr Joe 2: Crime and Punishment"

Membuka kembali kasus itu atau semacamnya,

kamu tahu.

Semuanya! Lihat penjahat ini!

Keluar dan lihatlah.

Bagaimana cara kalian menjelaskan bunuh diri?

Aku pikir izin praktiknya dicabut.

Aku dengar wanita itu meninggal.

Siapa yang memberikan 10.000 dolar di pemakaman?

Lihat ini!

Ambil uangmu!

Ini bukan sekadar tamparan sederhana.

Orang ini

menghajarnya dengan niat untuk membunuhnya!

Kamu pelakunya?

Kamu membunuh

Pak Yoon Jung Gun?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.