Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Mr. BAD]
[Episode 14]
Kamu dan beberapa teman timmu
bermain seru sekali.
Melihat kalian
makan, minum dan mengobrol
tanpa kekhawatiran.
Aku memandang mereka
sama seperti aku memandang Sisi.
Bisa menceritakan segala hal?
Bukan.
Itu...
Mereka semua adalah teman baikku.
Kami berlatih bersama,
berkeringat bersama,
jadi aku memandang mereka
sama seperti aku memandang Sisi.
Tidak ada kekhawatiran.
Apa pandanganmu terhadapku?
Memandangmu?
Juga seperti
pandanganmu terhadap Sisi dan lainnya?
Tentu saja berbeda.
Apa yang berbeda?
Kamu bukan teman sekolahku.
Siapa aku bagimu?
Kamu adalah...
Aku dipanggil olehmu.
Aku juga tetanggamu.
Aku menulis novel bersamamu.
Aku...
Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi
saat kamu bersamaku,
tidak terlihat
bahwa kamu tidak ada kekhawatiran.
Kamu juga ingin jadi teman baikku?
Siapa yang ingin jadi teman baikmu?
Karena kita
menulis novel bersama,
kamu adalah
mitra kerja samaku.
Mitra kerja sama?
Bagaimana?
Satu-satunya mitra kerja samaku saat ini.
Berbeda dengan yang lain.
Sudahlah.
Setidaknya aku masih yang satu-satunya.
Masih saat ini?
Ada aku,
kamu masih ingin mencari orang lain?
Bagaimana
perkembangan novelmu?
Sudah mulai menulis?
Sudah menulis pembukaan.
Kamu mulai menulis,
kenapa tidak memberitahuku?
Kurasa kamu takkan menyukainya.
Apa yang kamu tulis?
[Pria Berbaju Hitam: Bukan urusanmu, cepat pergi. Xiao Wudi: Urusannya adalah urusanku.]
Yang akan datang akhirnya datang juga.
Tertawa saja jika ingin menertawakanku.
Aku katakan dulu,
bagian setelah Xiao Wudi mengalahkan
pria berbaju hitam,
semua itu hanya fiksi.
Bukannya aku ingin berimajinasi tentangmu.
Tentu saja aku tahu.
Kamu tahu?
Baguslah.
Menurutmu, bagian belakang bagaimana?
Lumayan.
Dari semua novel yang kubaca,
ini termasuk yang menarik.
Tapi tokoh utama pria
dunia persilatanmu ini
terlalu irasional.
Sungguh tidak realistis.
Tapi tidak apa-apa,
bagian ini,
aku akan membantumu memperbaikinya.
Sungguh?
Aku juga merasa
bagian ini terlalu irasional.
Jangan senang dulu.
Ini hanya permulaan.
Kamu...
Begini saja.
Kelak setiap malam,
kamu kemari
rapat denganku.
Kita rapikan dari garis besarnya.
Ceritamu ini terlalu asal-asalan.
Garis besar?
Sejak kapan
kamu begitu profesional?
Aku sudah berjanji
akan membantumu,
tentu saja harus serius.
Satu lagi.
Nama tokoh
dalam novelmu ini
memakai nama asli?
Lu Zichen ini...
kali ini dia adalah penjahat.
Benar katamu.
Lu Zichen,
ganti jadi apa?
Hapus namanya.
Lagi pula, semua orang
memanggilnya Bos, 'kan?
Untuk apa mempertahankan nama itu?
Baik.
Tokoh utama wanita tetap bernama Nan Xiaoxing,
boleh?
Boleh.
Xiao Wudi ganti jadi apa?
Panggil saja aku Tuan Muda Hehuan.
Baik, Tuan Muda Hehuan.
Masih ada yang perlu diubah?
Kalau tidak, aku pulang.
Tidak ada, 'kan?
Tunggu.
Sampai jumpa besok.
Sampai jumpa besok.
Sudah kubilang,
kesan dia terhadapku
sudah berubah.
♫ Mendadak teringat ♫
♫ Laci saat sekolah ♫
♫ Diari yang terkunci ♫
♫ Tulisan warna-warni ♫
♫ Menuliskan plot yang paling diinginkan ♫
Benar, benar.
♫ Yaitu berjumpa denganmu ♫
Benar, 'kan?
Dia memiliki seni bela diri itu.
♫ Lemparkan koin ke kolam pengharapan ♫
♫ Memanggil takdirku ♫
Mari.
♫ Di kejauhan ♫
♫ Kamu yang mendengar perintah ♫
♫ Ditakdirkan untuk bersamaku ♫
Sudah mengerti?
♫ Datang ke duniaku, tinggal di sampingku ♫
Sudah.
Digunakan oleh orang zaman dulu.
Ada satu jurus lagi, ada satu jurus lagi.
♫ Kamu adalah masa kini dan masa lalu ♫
Satu jurus.
Aku catat dulu.
♫ Nasib yang tidak berubah dalam hidup ini ♫
[Pertama ke rumah sakit, lalu ke kantor polisi membuat catatan rekaman, tidak berhasil menghadiri sesi tanda tangan]
♫ Datang ke duniaku, tinggal di sampingku ♫
♫ Berbalik satu kali dan memenuhi hatiku ♫
Nan Xiao-mu ini...
Nan Xing saja,
kenapa
menambahkan kata Xiao?
Menambahkan Xiao lebih imut.
♫ Tidak rela berpisah ♫
Lalu, dinamakan apa?
Nan Daxing?
♫ Datang ke sisiku, menemaniku selamanya ♫
Aku juga mau bernama...
Kamu Xiao Wudi.
Mana ada nama tokoh utama pria
yang ada kata Xiao?
Aku juga ingin menjadi lebih imut.
♫ Aku sedang menanti ♫
Kamu tidak boleh imut.
♫ Juga sedih saat terpuruk ♫
Xiao Wudi.
Xiao Wudi, boleh.
♫ Datang ke sisiku, menemaniku selamanya ♫
Sekali lagi.
Aku preman yang sangat sembrono.
♫ Saling menjaga hingga akhir hayat, saling berbagi dua baris perkataan cinta ♫
Wanita cantik,
bermainlah denganku.
Berhenti.
♫ Hidup ini panjang ♫
Dia adalah tawananku.
♫ Dekati aku, peluk aku ♫
Mulai sekarang,
kamu adalah tawananku.
♫ Dekati aku, cintai aku ♫
♫ Selamanya ♫
Xiao Wudi, bagian...
ini...
♫ Sedang menunggu, menunggu siapa yang sedang menantikan ♫
♫ Kutebak, hatimu juga tergerak saat ini ♫
♫ Sudah mendekat namun masih sedikit tidak tenang ♫
[Tetangga Iblisku]
♫ Alur cerita berada di luar dugaan ♫
♫ Sedang menunggu, membuat permohonan dan menantikan ♫
[Tuanku, Sang Pahlawan]
♫ Kutebak, kamu juga bersedia saat ini ♫
♫ Menambah kebiasaan dan ketergantungan setiap harinya ♫
♫ Detak jantung yang bertambah cepat terdengar ♫
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
♫ Kamu selalu di sisiku ♫
[Tuanku, Si Antagonis]
♫ Mungkin ini adalah takdir ♫
♫ Saat aku menatap matamu ♫
♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫
♫ Adalah cinta ♫
♫ Beri tahu padaku, kenapa ♫
♫ Kamu selalu di sisiku ♫
[Pahlawanku Si Antagonis]
♫ Mungkin ini adalah takdir ♫
♫ Saat aku menatap matamu ♫
♫ Cahaya yang melewati ruang dan waktu itu ♫
♫ Adalah cinta ♫
[Pacar Antagonisku]
Selesai!
Akhirnya selesai.
Menurutmu,
apa mereka akan suka
hal yang kita tulis?
Tentu saja.
Aku sudah turun tangan,
mana mungkin tidak suka?
Jika aku punya setengah saja
dari kepercayaan dirimu maka lebih baik.
Tapi menurutku,
ada satu bagian
yang tidak terlalu bagus.
Bagian mana?
Kita pergi berkencan.
Maksudku,
bagian tokoh pergi berkencan.
Ada apa dengan bagian itu?
Rasanya tidak terlalu realistis.
Tidak ada perasaan
momen mendebarkan saat kencan.
Tapi sekarang
juga sudah sangat bagus.
Begini sudah bagus.
Aku ke toilet.
Detail otorisasi
ketiga platform
akan kuteliti lagi
dan evaluasi,
lalu memungut suara.
Oh ya, Nan Xing.
Setelah pengecekan ketiga,
aku akan langsung sinkronisasi denganmu,
lalu berikan pada Bos untuk diperiksa.
- Oke? - Baik.
Masih ada masalah?
Tidak ada lagi.
Aku juga tidak ada.
CEO Ye.
Sudah kembali?
CEO Ye sudah kembali.
Sedang rapat?
- CEO Ye. - CEO Ye.
Sudah merepotkan kalian.
Tidak.
CEO Ye juga.
Kami bekerja dulu.
CEO Ye pulang lebih awal?
Urusanku sudah selesai, jadi langsung pulang.
Bagaimana?
Akhir-akhir ini banyak kerjaan,
apa bisa mengerjakannya?
Bisa.
Rekan-rekan bersedia membantuku.
Aku bisa belajar hal baru setiap hari.
Tentang lisensi buku audio,
aku sudah mencari banyak data.
Jadi,
apa pendapatmu?
Menurutku...
Apa kamu masih ingat
ada sebuah platform
yang sangat baru yang mencari kita?
Meski skala platform ini sangat kecil,
biaya hak ciptanya juga tidak tinggi,
tapi perencanaannya
sangat baru.
Hanya berdasarkan hal ini,
tidak bisa meyakinkanku.
Kalau itu aku,
aku akan mempertimbangkan,
meski skalanya kecil,
tapi saat
investasi putaran pertama,
dia sudah mendapat
investasi dari perusahaan ternama.
Meski biaya hak ciptanya rendah,
tapi persentase bagi hasilnya di akhir
sangat tinggi.
Dengan begini, maka bisa
menutupi semua biaya.
Jadi ini adalah
investasi jangka panjang.
CEO Ye,
kapan aku
bisa sehebat dirimu?
Kamu tidak perlu menjadi sepertiku.
Semua ini
dikumpulkan perlahan
dari pengalaman.
Kelak kamu hanya perlu
sedikit berpikir lebih dalam pekerjaan,
sedikit lebih giat untuk maju,
kamu akan segera
mendapat pengakuan dari semuanya.
Berusahalah.
Kembali bekerja.
Baik.
Masuk.
CEO Ye,
kulaporkan sebentar
perkembangan Proyek Bintang Baru.
Baik.
Daftar nama orang terpilih sudah keluar?
Sudah.
Secara keseluruhan, lumayan bagus.
Nan Xing juga menyerahkan naskah, Anda tahu?
Karena ini pemilihan buta,
[Daftar nama yang terpilih: 2. Pacar Antagonisku, Nan Xing, Xiao Wudi]
kami juga tidak tahu
naskah mana yang ditulisnya.
Tapi cerita ini
lumayan unik.
Tokohnya menarik,
topiknya juga kreatif.
Gaya penulisannya juga ringan dan ceria.
Bisa dibilang
ini karya paling potensial
di pertandingan ini.
Sepertinya kali ini
kita mendapatkan harta karun.
Perlukah kupanggil dia masuk untuk mengobrol?
Tidak perlu.
Ikuti prosedur saja.
Kirim email secara bersamaan,
suruh semua peserta
datang untuk wawancara.
Mengerti.
Sore ini aku akan aturkan
agar mereka mengirimnya.
Baik, cepat kerjakan.
[Karya Anda "Pacar Antagonisku" terpilih juri dan lolos ke babak final]
Terpilih.
Di sini tertulis,
kita disuruh datang wawancara besok.
Aku senang.
Sudah kubilang,
kalau aku turun tangan,
mana mungkin tidak terpilih?
Terima kasih.
Kalau mau momen yang mendebarkan,
ayo berkencan besok.
Selamat pagi.
Dari gaya menulis,
dapat terlihat masih banyak
bagian yang kurang matang.
Tapi justru karena kalian orang baru,
belum membentuk
pola menulis dan gaya bahasa
yang permanen.
Ini malah membuat
orang merasa ini sangat segar.
Yang patut dipuji adalah
kalian melampaui
penentuan karakter dan
garis cinta yang biasanya.
Ini juga alasan
mengapa cerita kalian
bisa terpilih.
Di novel romansa pada umumnya,
wajar jika tokoh utama pria sedikit jahat,
tapi di sini,
tokoh utama pria langsung ditetapkan sebagai penjahat.
Ini sebuah hal yang
jarang ditemui.
Meskipun pengalaman menulis kalian
masih belum banyak,
tapi di bagian
dunia persilatan
dan detail sejarah
yang terkait
sangat terperinci.
Pasti kalian melakukan banyak penelitian.
Tidak juga.
Hanya
meneliti sedikit saat biasanya.
Perpaduan kalian ini
sangat luar biasa.
Dalam buku ini, tokoh pria dan wanita
dituliskan memiliki
pertumbuhan perasaan,
momen yang mendebarkan,
dan juga
percikan interaksi mereka...
seluruh staf redaksi tersenyum
setelah membacanya.
Ini berkat Nan Xing.
Karena banyak hal yang kamu katakan itu
berasal dari ide dia.
Selanjutnya,
kita lihat kontrak.
Oke?
Lalu, kalau bisa,
beri ruang untuk kelanjutan cerita.
Baik.
Dalam waktu setengah bulan,
kutunggu kabar baik kalian.
Semangat.
Oke?
Baik.
Bos.
Bos.
Kenapa kalian ada di sini?
CEO Ye menyuruh mereka datang
untuk membahas kontrak novel.
CEO Ye?
Dia sudah kembali?
Dia kembali lebih awal.
Baik.
Baik.
Aku tidak antarkan kalian lagi.
Sampai jumpa.
Sudah, tidak perlu mengantarku lagi.
Cepat kembali bekerja.
Aku pergi.
Tunggu.
Nanti kujemput saat pulang kerja.
Ye Qing, kamu sudah kembali?
Ada apa?
Ada masalah apa?
Kamu pulang, aku datang melihatmu.
Apa yang perlu dilihat dariku?
Aku sudah membaca naskah
yang kamu minta aku baca.
Ternyata Nan Xing juga bisa menulis novel.
Bagaimana menurutmu?
Sangat berpotensi.
Tapi menurutku,
cerita cintanya bermasalah.
Masalah apa?
Tokoh utama pria novel ini,
meski dia berasal dari zaman kuno
dan melintas ke zaman ini,
tapi dia pintar dan bisa bela diri,
sedangkan tokoh utama wanita ini,
selain staminanya yang sedikit lebih kuat,
tapi dalam hal lain, dia biasa saja.
Jadi, kenapa tokoh utama pria ini
bisa menyukai
tokoh utama wanita ini?
Tapi cinta memang
tidak punya logika.
Aku hanya berbicara kenyataan.
Harus berbicara sesuai logika realita.
Kenyataannya, pria yang begitu hebat
hanya akan menyukai wanita hebat juga.
Sudahlah.
Persoalan cinta
adalah hal yang sangat sulit bagimu.
Kamu adalah penulis kesukaan Nan Xing.
Penilaianmu
akan memengaruhi semangatnya.
Masalah ini,
serahkan pada bagian editor kelak.
Waktu itu, kamu mau tanya apa padaku?
Menurutmu, apakah aku akhir-akhir ini...
Apa?
Aku mengirim pesan,
juga tidak kamu balas.
Aku ingin tanya padamu,
apa akhir-akhir ini kamu ingin mengejarku?
Bukan aku yang mengatakannya.
Orang lain yang tanya padaku.
Kalau begitu,
bagaimana kamu menjawabnya?
Kujawab, tidak mungkin.
Bertahun-tahun ini,
kita hanya mitra kerja sama,
kelak juga akan seperti itu.
Benar, 'kan?
Halo.
Baik.
Besok ya?
Kulihat sebentar agendaku.
Baik.
Hanya mitra kerja sama?
Persoalan cinta ini
apakah sesulit itu?
Kita pulang dengan jalan kaki?
Kamu tidak merasa pemandangan malam ini
sangat indah?
Tidak perlu, aku tidak merasa dingin.
Pakai saja.
Sebagai jaga-jaga.
Kenapa hari ini kamu begitu perhatian?
Aku sedang membantumu menulis.
Menulis?
Bukannya kamu bilang tidak pernah berkencan?
Menulis cerita seperti ini,
sangat tidak realistis?
Jadi hari ini
kuajak kamu mengalaminya.
Jadi, kita ini termasuk berkencan?
Kamu...
jangan anggap aku sebagai diriku.
Anggaplah saja
aku sebagai Xiao Wudi.
Kamu memang Xiao Wudi.
Maksudku,
anggaplah aku
Xiao Wudi dalam buku.
Benar, 'kan?
Apa yang ditulis
dalam ceritamu?
Tokoh utama pria dan wanita
makan bersama,
nonton film bersama,
jalan bersama,
kencan bersama.
Tokoh pria memakaikan jas pada toko wanita,
lalu
bergandengan tangan untuk pertama kali.
Ingin mencobanya?
Seharusnya seperti ini rasanya.
Ayo jalan.
Apa ini rasanya berdebar?
Seperti tersengat listrik.
Katakan sekali lagi.
Katakan sekali lagi.
Dalam hidupku,
pertama kali ada yang menyatakan cinta padaku.
Aku bahkan menolakmu.
Katakan sekali lagi.
Keluar.
Katakan sekali lagi.
Apa tadi katamu?
Bersedia menjadi pacarku?
Ingin berpacaran denganku?
Keluar.
Tidak benar.
Awalnya
aku hanya ingin dia menemaniku.
Kenapa yang kuinginkan semakin banyak?
Apa aku
sungguh ingin menjadi pacarnya?
Halo, aku Xiao Wudi,
Tuan Muda Hehuan, ahli bela diri.
Kamu mau menjadi pacarku?
Tidak boleh.
Bagaimana aku bisa berkata begitu?
Mana mungkin
aku berkata begitu?
Bagaimana jika dia setuju?
Bukankah aku
harus bersamanya setiap hari?
Bukankah aku
harus menurutinya dalam segala hal?
Bukankah aku
harus menikah?
Punya anak?
Apa aku benar-benar terjebak?
Tidak boleh, tidak boleh.
Tidak boleh terjebak.
Meskipun terjebak, lalu kenapa?
Tidak bisa, tidak bisa.
Masuk.
CEO Ye.
Duduklah.
Kontraknya,
kamu dan Xiao Wudi sudah melihatnya?
Apa ada masalah?
Sudah.
Seharusnya tidak ada masalah.
Berdasarkan kemampuanmu,
kamu bisa menulisnya sendiri.
Kenapa
harus menambahkan Xiao Wudi?
Xiao Wudi memberiku
banyak sumber bahan.
Tanpa dia,
aku tidak bisa menulis novel ini.
Baik.
Jalan di depan masih panjang.
Harus terus berusaha.
Ini adalah kingkong kecil.
Lucu sekali, beli di mana?
Ini adalah kenanganku dengan
seorang teman.
Kejadiannya sudah sangat lama.
Pergilah bekerja.
Baik.
Kenapa menghela napas?
Apakah persoalan cinta
sangat sulit bagiku?
Pantas saja sudah lama mengejarnya,
tapi belum berhasil.
Jadi, kamu pernah pacaran?
Apa yang sulit dari pacaran?
Pacaran
artinya dua orang
bersama setiap hari.
Menuruti semua perkataannya.
Lalu,
kedua orang menikah,
punya anak.
Cinta
butuh partisipasi dua orang.
Apa sangat sulit?
Setelah naskah dikumpulkan,
kita akan mengadakan acara pena
dengan semua peserta.
Pak Shi,
Departemen Editorial yang akan bertanggung jawab.
Baik.
Masih ada masalah lain?
Tidak.
Rapat dibubarkan.
Ye Qing.
Aku sudah memikirkannya.
Apa?
Setelah pulang, aku berulang kali
melihat novel Nan Xing.
Kurasa penilaianku terhadapnya sebelumnya
memang ada sedikit kesalahan.
Lihat,
dalam novel misteri,
seorang penjahat
mungkin butuh alasan.
Tapi alasan ini
tidak perlu sangat kuat.
Asalkan kejahatan ini menjadi kenyataan,
maka cerita ini juga sah.
Apa hubungannya
dengan novelku?
Jadi, cerita cinta
juga punya teori yang sama.
Dalam sebuah hubungan,
meski ada pihak
yang merasa hubungan mereka
tidak akan ada hasil,
tapi asal hubungan ini menjadi kenyataan,
maka cerita ini sah.
Jadi jangan
pedulikan...
Aku tahu.
Temanmu itu.
Nan Xing.
Beritahu Xiao Wudi
isi rapat hari ini.
Baik.
Bagaimana penilaianku tadi?
Lumayan.
Jadi, kamu tidak marah lagi?
Aku tidak marah padamu.
Kamu ada waktu besok?
Kamu lupa
besok hari apa?
[Acara Pena]
Acara pena.
Dua hari satu malam.
Pria dan wanita lajang.
Tidak bisa, ini sungguh memalukan.
Nan Xing.
Ada apa denganmu?
Aku...
Kenapa telingamu merah sekali?
Apa kamu demam?
Coba kupegang.
Tidak, tidak.
Kak Jiao, itu aku...
Pakaianku terlalu tebal, aku panas.
Aku bekerja dulu.
Panas?
[Bersambung]
Rencana akhir sudah kukirim padamu.
Aku sedang melihatnya.
Perlukah mengajaknya?
Perbaikanmu lumayan.
Kalau tidak ada masalah,
aku cocokkan
lalu besok kirim ke perusahaan.
Baik.
Masih belum larut.
Kamu lapar, 'kan?
Aku masak untukmu.
Baik.
Mari kubantu.
Ingin makan apa?
Pancake sosis telur.
Baik.
Kamu tahu
bagaimana cara membuka sosis
dalam satu detik?
Hebat, hebat.
Itu...
Sekarang
novelnya juga sudah selesai,
selanjutnya...
Novelnya tidak masalah,
selanjutnya
kita sudah bisa istirahat.
Istirahat?
Kelak kamu
tidak perlu datang kemari lagi.
Jika tidak ada urusan,
aku memang tidak perlu datang kemari.
Kecuali kamu
perlu bantuanku.
Aku perlu
bantuan apa?
Dia benar-benar tidak akan kemari?
Lebih baik aku mengajaknya.
Xiao Wudi.
Masukkan sosisnya.
Tambahkan penyedap rasa.
Bagaimana ini?
Lebih baik mengatakan atau tidak?
Jangan katakan.
Lagi pula, juga tidak cocok.
Katakanlah.
Katakan langsung.
Tidak bisa.
Dia akan bertanya padaku,
kenapa tidak langsung mengatakannya tadi?
Bagaimana aku menjelaskannya?
Tolong.
Sungguh merepotkan.
Apa dia tidak bisa bertanya padaku?
Aku memanggilmu lagi?
Jelas sekali.
Tadi kamu menyuruhku bertanya langsung padamu,
♫ Perlahan mengetuk kita ♫
bertanya apa?
♫ Proses pengenalan kita ♫
Ada yang ingin kamu katakan padaku?
♫ Setiap kalimat dibuat dengan hati-hati ♫
Tidak.
♫ Bagaimana bab pertemuan menggambarkanku ♫
Jangan berpura-pura lagi.
Katakan.
♫ Kapan kamu akan menyukaiku ♫
♫ Aku yang sedikit biasa ini ♫
Perusahaan kami
akan mengajak semua penulis yang terpilih
untuk mengikuti acara pena.
♫ Berjalan di antara kata-kata ♫
Dua hari satu malam.
♫ Meninggalkan jejak yang manis ♫
Apa kamu ingin pergi?
♫ Tebak siapa yang lebih menyukai siapa ♫
Dua hari satu malam, bersama terus?
♫ Jika tidak menulis novel ♫
Tidak apa-apa jika kamu tidak ingin pergi.
♫ Bagaimana jika ingatanku salah ♫
Aku hanya asal bertanya.
Asal bertanya.
♫ Bagaimana menemukan yang telah hilang ♫
Aku mau pergi.
Akhir-akhir ini aku membantumu menulis novel,
♫ Hanya cinta yang bisa menyimpulkannya ♫
sangat melelahkan.
Tentu saja harus bersantai sejenak.
♫ Mungkin sedikit monoton ♫
♫ Serahkan saja pada waktu ♫
Baik.
Kamu pergilah.
♫ Pertimbangan setiap kata ♫
Kamu tidak ikut?
♫ Jemari kita tertaut ♫
Aku...
♫ Elaborasi paragraf yang akan datang ♫
belum memutuskan.
♫ Didedikasikan untuk luasnya cinta ♫
Bukan.
Kamu menyuruhku pergi, kamu sendiri...
Aku ingin tidur.
Pulanglah.
Bukan.
Kamu tanya aku pergi tidak,
kamu sendiri tidak ikut?
Nan Xing, suara apa itu?
Tidak ada.
Ibu.
Nan Xing,
suara apa itu? Keras sekali.
Kucing liar datang ke jendela kita
dan bermain.
Huang?
Sudah lama ia tidak datang.
Aku ingin melihatnya.
Dia hanya bermain sebentar, lalu pergi.
Sudah pergi?
Jika ia datang lagi, panggil aku.
Baik.
Sudah mengantuk?
Ngantuk sekali.
Cepat tidur.
Selamat malam, Ibu.
Selamat malam.
Apa maksudmu belum memutuskan?
Pulanglah dulu.
Tidak baik jika dilihat Ibuku.
Pergilah.
Tunggu.
Ayo.
Cepat pikirkan baik-baik.
Tahu?
Baik.
Apa yang dia lakukan besok?
Seharusnya aku tahu.
Aku tanya dia sekali lagi.
Dia sudah memutuskan belum?
Dia pergi tidak?
Selamat pagi.
Xiong?
Bibi.
Kenapa banyak sekali bawaannya?
Kubantu, Bibi.
Baik.
Kenapa Nan Xing tidak membantumu
mengambilnya?
Nan Xing sudah keluar pagi-pagi.
Dasar licik.
Kubantu, Bibi.
Baik.
Maaf sudah merepotkanmu.
Tidak apa-apa, Bibi.
Ini memang seharusnya kulakukan.
Nanti,
saat mengantarkannya,
lumayan berat naik turun tangga.
Ada masalah apa, panggil saja aku.
Mana mungkin aku
selalu merepotkanmu?
Aku sendiri
membawa beberapa kali saja.
Sungguh tidak apa-apa.
Begini saja sudah bisa, 'kan?
Iya.
Tanganmu sungguh terampil.
Jauh lebih bagus dari Nan Xing.
Dia ke mana hari ini?
Katanya, SMA-nya berulang tahun, dia ke sekolah.
Ulang tahun SMA?
Setiap orang harus hadir?
Tidak semua orang akan datang.
Jika semuanya datang,
sekolah mana bisa menampung?
Nan Xing berhati baik.
Setiap tahun dia akan ke sana membantu.
Menurutku,
bagus juga dia ke sana membantu.
Mari.
Letakkan balon di kedua sisi.
Guru Chen.
Hai, Nan Xing.
Lama tak bertemu.
Kalian masih mendekorasi?
Tahun ini kamu datang lebih awal.
Sekolah masih belum selesai didekorasi.
Tidak masalah.
Aku akan berkeliling dulu.
Ada yang perlu kubantu?
Kalau begitu, merepotkanmu.
Antarkan ini pada Guru Zhang.
Baik, tidak masalah.
Jangan lupa,
ulang tahun kali ini
dilaksanakan di area sekolah baru.
Jangan salah jalan.
Baik, sampai jumpa nanti.
Sampai jumpa.
Mari, sini.
Benar.
Bola bawa kemari, susun di sini.
Apa kamu sadar?
Nan Xing
selalu tidak fokus akhir-akhir ini.
Apa ada hubungannya dengan
novel itu?
Begitu menulis novel,
dia akan menghela napas.
Seharusnya karena plot cerita novelnya
tidak terlalu lancar.
Plot apa?
Katakanlah.
Siapa tahu
aku bisa membantu kalian.
Cerita cintanya
kekurangan ide.
Ini harus bertanya padaku.
Aku punya pengalaman.
Dia hanya punya cinta pertama,
dan selalu dikeluhkan.
Dia punya cinta pertama?
Aku mengira dia tidak pernah pacaran.
Cinta pertamanya gagal,
makanya melajang terus.
Lalu, siapa cinta pertamanya?
Siapa lagi?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.