All language subtitles for Mr._BAD_episode_07_[iQIYI_subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]

[Mr. BAD]

[Episode 7]

Selamat pagi.

Ada apa dengan kalian?

Di mana dokumennya?

Jangan melempar tanggung jawab.

Aku pergi

untuk rapat

dengan departemen promosi.

Jadi, meminta Yu Fan membantuku.

Yu Fan, katakan.

Lalu Nan Xing bilang

dia mau ke departemen komersial,

jadi sekaligus membawanya.

Di mana Nan Xing?

Sudah pukul berapa ini?

Mengapa belum datang?

Telepon dia.

Kak Jiao, aku di sini.

Di mana dokumen kemarin?

Aku pergi ke departemen komersial kemarin.

Mereka sedang rapat,

menyuruhku meletakkannya di meja

jadi kuletakkan di sana.

Dokumennya hilang sekarang.

Bagaimana ini?

Aku...

Kamu apa?

Kamu kira karena sudah

menjadi pegawai tetap,

kabar sebaik ini

tidak kamu beri tahu pada kami?

Selamat, Nan Xing.

Selamat, Nan Xing.

Selamat, Nan Xing.

Selamat, Nan Xing.

Sungguh hebat sekali.

Nan Xing, selamat.

Kamu tidak tahu.

Kamu adalah

Asisten presdir pertama

yang berhasi

lulus masa uji coba di perusahaan ini.

Kamu sungguh hebat.

Selamat.

Kak Jiao.

Kamu jangan antusias begini.

Apa aku bisa tidak antusias?

Aku sudah bersikap tulus

kepada setiap asisten presdir

sebelum kamu datang.

Namun akhirnya malah bersedih.

Terhadapmu,

aku terus mengendalikan

perasaanku

agar tidak terlalu baik padamu.

Tapi, kamu terlalu menggemaskan.

Sekarang,

kamu sudah sukses menjadi pegawai tetap.

Sudah, Kak Jiao, jangan berteriak lagi.

Nan Xing, aku punya pertanyaan.

Bagaimana caramu melakukannya?

Aku hanya bernasib baik.

Apakah Bos punya sesuatu terhadapmu...

Pagi, Bos.

Pagi, Bos.

Selamat pagi.

- Pagi, Bos. - Pagi, Bos.

Bos.

Terima kasih.

Apakah CEO Ye belum masuk kerja?

CEO Ye sedang rapat di perusahaan film.

Tidak datang pagi ini.

Kak Jiao.

Mau mengadakan pesta

untuk Nan Xing tidak?

Menurut kalian bagaimana?

- Mau. - Baik, mau.

Sekarang,

aku bisa mengadakan

pesta penyambutan dengan tenang.

Penyambutan?

Pesta penyambutan dan ucapan selamat menjadi satu.

Karena sudah mengadakan

pesta penyambutan untuk pegawai sebelumnya.

Kamu,

karena aku....

Aku mengerti.

Biar bagaimanapun,

selamat, Nan Xing.

Selamat, Nan Xing.

Selamat.

Aku tidak sedang bermimpi, 'kan?

[Nan Xing]

Tidak disangka,

impianku menjadi kenyataan.

Kamu jangan menyia-nyiakan

aku yang sudah menemanimu

semalaman.

Kak Jiao.

Itu...

Pesta penyambutannya bisa ditunda tidak?

Aku punya rencana malam ini.

Nan Xing, kenapa kamu menyimpan dendam?

Sebelumnya, aku sungguh takut kamu...

Bukan.

Aku mengerti.

Hanya saja, seorang temanku

sudah banyak membantuku.

Aku ingin mengucapkan

terima kasih padanya malam ini.

Baiklah.

Kita cari waktu lain saja.

Baik.

Kamu begitu sibuk

dan masih harus

pacaran.

Lu Zichen.

Bisakah jangan egois seperti ini?

Halo, Xiao Wudi.

Apakah kamu di rumah?

Tidak.

Aku pergi berkeliling.

Kebetulan.

Kemari dan cari aku.

Akan kukirimkan alamatnya.

Apakah aku bisa kamu panggil

dan usir sesuka hati?

Jika kamu tidak keluar,

aku akan berteriak meminta 'tolong'.

Kamu...

Jangan banyak bicara.

Cepat keluarlah.

Baik untukmu.

Waktunya sudah tiba, kita sedang...

Jalan yang cepat.

Waktu janjian kita

sudah hampir tiba.

Bisakah bekerja sama sedikit?

Permainan orang modern

sangat menarik.

Ini tidak pernah dimainkan

orang kuno.

Kamu pasti akan suka.

Permainan realitas virtual.

Bagaimana kamu tahu?

[Permainan Realistis Virtual]

Pernah melihat bukan berarti pernah memainkan, bukan?

Kamu akan suka...

Tidak mau.

Bodoh sekali jika memakai itu.

Coba sebentar.

Ayo, kamu lihat dulu.

Ayo.

Sulit sekali.

Lumayan.

Sungguh seru.

Coba kamu main.

Jika kamu merasa

babak ini terlalu mudah,

aku akan ganti dengan yang rumit.

Tidak mau.

Ini sangat membosankan.

Aku tahu.

Apakah orang kuno sepertimu

merasa terlalu sulit jika memainkan

teknologi tinggi ini?

Seharusnya kubawa

mendaki gunung saja,

atau...

Pilih yang paling sulit.

Ambil pistolnya.

Ambil pistolnya.

Ambil.

Kamu di mana?

Kenapa

ada pria di belakangku?

Kamu, bukan?

Tembak.

Di belakang.

Kenapa terhenti lagi?

Apa yang kamu tekan?

Aku tidak tahu.

Ini...

Bukan.

Aku...

Pukul kepala mereka.

Satu.

Xiao Wudi, ada banyak hantu di sini.

Minggir kamu.

Aku minggir.

Jangan menghalangiku.

Dia sudah kemari.

Di lantai.

Di belakang.

Di lantai.

Ia sudah kemari.

Ia mau...

Ia hampir tiba di depanku.

Minggir.

Jongkok.

Kamu menghalangiku.

Kamu sudah 'mati', merunduklah.

Jangan menghalangiku.

Hebat sekali.

Ini semua

adalah permainan anak kecil.

Memangnya apa masalahnya?

Yang penting seru.

Aku pergi dulu.

Xiao Wudi.

Kamu mau ikut main, tidak?

Tidak mau.

Ini sangat seru.

Begini saja.

Ayo kita main manusia laba-laba ini.

Berlomba siapa yang merangkak paling tinggi.

Kamu bodoh, ya?

Lihat, mereka hebat sekali.

Naik.

Naik kemari.

Keren sekali.

Xiao Wudi.

Mau main seluncuran?

Ini.

Bawa satu.

Kamu ini manusia, bukan?

Takut?

Tunggu.

Aku mempersiapkan mental dulu.

Kamu dorong pada hitungan ketiga.

Coba hitung.

Satu.

Dua.

Xiao Wudi!

Aku belum menghitung sampai tiga!

Takut tidak?

Akan kuhitung sampai satu saja.

Jangan banyak omong, cepat.

Satu.

Dua.

Tiga.

Sungguh tidak menyangka.

Apa?

Tidak menyangka

kamu cukup kekanak-kanakan.

Menggemaskan.

Maksudku adalah menggemaskan.

Menggemaskan?

Kalau begitu, senang.

Senang, oke?

Bagaimana kamu tahu

kesenanganku

tidak ada makna mendalamnya?

Makna mendalam bagaimana?

Bukan termasuk makna mendalam jika kamu bisa memahaminya.

Aku haus, ingin minum teh susu.

Ada toko teh susu di sana.

Kamu mau ke mana?

Aku mau ke toilet.

Aku akan beli teh susu.

Membeli teh susu saja lama sekali.

Halo, Tuan Lu.

Aku mau meretur ini.

Maaf.

Sudah membiarkan Anda kemari sendiri.

Jika boleh tahu,

apa alasan Anda melakukan retur?

Tidak perlu cemas.

Kami hanya ingin memperbaiki

produk dan pelayanan kami,

jadi bertanya sesuai prosedur.

Dia sudah memilikinya.

Seperti itu, ya?

Baiklah.

Aku akan mengurusnya.

Mohon ditunggu.

Direktur Lu.

Benar-benar kamu.

Mau membelikan hadiah untuk pacar?

Aku pernah membelikan

kalung untuk Ye Qing.

Katanya desain toko ini

sangat cantik.

Dia sangat suka.

Ini dia kalungnya.

Baru diberikan, mau dibeli lagi.

Apakah tidak bosan?

Itu adalah kalung.

Berbeda dengan cincin.

Cincin?

Benar.

Lebih baik membeli

yang seperti apa

jika ingin melamar?

Kalian baru pacaran tidak lama,

mau melamar?

Aku juga merasa seperti itu.

Tapi,

setelah berinteraksi dengannya,

kurasa dia

adalah orang yang kucari.

Aku ingin segera melamarnya.

Direktur Lu.

Kalian sudah lama bersama.

Pasti sudah sangat akrab.

Aku punya rencana.

Bagaimana jika kamu mendengarnya?

Aku berencana

membuat jalan kecil dari lilin.

Lalu, memakai mawar pink untuk membuat

dekorasi pintu.

Setelah

mengarahkannya ke sana,

aku akan berlutut dan melamarnya.

Menunggunya menjawab 'iya'.

Lalu, menyalakan lampu.

Dia akan dikelilingi rekan kerja

dan temannya.

Bagaimana menurutmu,

Direktur Lu.

Sangat romantis, bukan?

Sangat romantis.

Tapi, situasinya kurang tepat.

Ye Qing sangat mementingkan

sikap dalam bekerja.

Dia tidak akan menunjukkan

perasaannya di depan publik.

Jika ada banyak rekan kerja,

mungkin akan memberinya kejutan,

tapi juga

akan banyak membebaninya.

Jadi menurutku,

lebih baik jika lebih privasi.

Tuan Lu.

Hanya perlu tanda tangan di sini.

Bantu aku melihatnya.

Model mana yang lebih baik?

[Murni, Kokoh, Bercahaya, Abadi]

Terima kasih, Direktur Lu.

Aku traktir lain hari.

Wanita yang disukai dilamar orang lain.

Peluang sudah datang.

Kamu ada di sini, ya?

Teh susu.

Apa ini?

Ini hadiah undian

dari toko teh susu.

Untukmu.

Untukku?

Jelek sekali.

Aku tidak mau.

Jelek bagaimana?

Lihat, ia mirip sekali denganmu.

Aku sudah memikirkan namanya.

Panggil ia Beruang Wudi.

Kamu bisa

mengobrol dengannya

saat tidak ada orang di rumah.

Aku mengobrol dengannya?

Bagaimana mungkin?

Tidak ada pria

yang akan mengobrol dengan boneka.

Mengapa tidak bisa?

Seperti ini.

Beruang Wudi.

Apakah aku adalah pria

paling tampan di dunia?

Beruang Wudi akan mengatakan...

"Bukan".

Lalu, apakah Nan Xing adalah

wanita tercantik di dunia?

Beruang Wudi akan mengatakan...

"Benar".

"Kamu memang cantik".

Bukan.

Kamu jangan mengguncangnya.

Ia bisa gegar otak.

Cairan otaknya akan keluar.

Tidak boleh.

Tidak boleh dipengaruhi oleh si bodoh ini.

Semalaman ini,

kamu membawaku main

dan membelikanku hadiah.

Apakah kamu

punya rencana jahat?

Tentu bukan.

Kamu sudah membantu dalam masalah kali ini.

Jadi, aku tulus ingin berterima kasih padamu.

Berterima kasih padaku?

Ini hal sepele.

Paling tidak

kamu bekerja keras

untuk membalas budiku kelak?

Beruang Wudi, sudah dengar belum?

Dia menyuruhmu bekerja keras

untuk membalas budinya.

Kemari.

Bagaimana sikap Bos padamu

setelah menjadi karyawan tetap?

Cukup baik.

Baik bagaimana?

Itu...

Tidak mengatakan ingin memecatku lagi.

Tidak mengatakan mau memecatmu,

sudah termasuk baik?

Standarmu rendah sekali.

Aku bisa bagaimana lagi?

Aku selalu gugup

setiap bertemu dia.

Bahkan tidak bisa berkata-kata.

Jika kamu adalah Bos,

apakah kamu juga akan

merasa karyawan ini

tidak becus?

Pasti tidak akan.

Sungguh?

Karena kamu sama sekali

tidak pantas masuk ke Istana Hehuan.

Bagaimana mungkin aku menjadi Bosmu?

Baik, begini saja.

Masalah tentang Lu Zichen itu,

serahkan saja padaku.

Kamu sungguh mau membantuku?

Jika tidak, kamu akan

memanggilku

di hadapannya suatu hari nanti.

Aku tidak ingin hari itu tiba.

Ucapanmu masuk akal juga.

Kamu tidak menipuku, 'kan?

Apa yang bisa aku tipu darimu?

Menipu uangmu atau menipu kecantikanmu?

Apa keunggulanmu?

Aku punya keduanya.

Xiao Wudi.

Pekerjaan ini

sangat penting bagiku.

Kamu jangan

bertindak macam-macam.

Apakah kamu punya pilihan lain?

Ya sudah jika tidak percaya.

Tapi, kamu sungguh tidak boleh menipuku.

Ibu.

Kenapa minum teh susu larut malam begini?

Teh susu sangat tidak sehat.

Kamu tahu?

Banyak gula dan zat aditif.

Bisa menjadi tua dan jelek, mengerti?

Baik, aku mengerti.

Tidak akan kuminum.

Tidak minum lagi.

Susu segar ini lebih baik.

Bagaimana? Sudah menjadi karyawan tetap?

Sudah bertemu dengan Bos belum?

Sudah bertemu.

Tapi dia jarang melihatku.

Ada banyak karyawan di perusahaan.

Dia tidak mungkin mengawasi semuanya.

Dia tidak punya waktu.

Lakukan pekerjaanmu dengan baik.

Percaya pada diri sendiri.

Nan Xing adalah yang terhebat.

Silakan bekerja, aku tidur dulu.

Baik, selamat malam Ibu.

Selamat malam.

Cukup handal bermain trampolin.

Mataku tidak sekecil ini, 'kan?

Kamu tidak mirip denganku.

Kamu jelek sekali.

Aku harus segera memikirkan cara

agar dia menarik perhatian Lu Zichen.

Mulai dari penampilan.

Siapa?

Baik, aku ke sana.

Menyebalkan.

Untuk apa membangunkanku

pagi-pagi begini?

Ini untukmu, cobalah.

Ini untukku?

Untuk apa memberiku baju?

Aku tanya padamu.

Apakah kamu

sering merasa gugup saat

menghadapi Lu Zichen

biasanya?

Itu karena posisi kalian

yang terpaut jauh.

Punya aura yang berbeda.

Aku memberikan ini padamu

untuk membantumu meningkatkan diri,

membangun kepercayaan diri.

Ini tidak seperti gayaku.

Aku tidak cocok memakai ini.

Peningkatan macam apa

jika bergaya sepertimu?

Dengarkan aku.

Bawa pulang

baju-baju ini.

Pakai saja baju ini

untuk pergi bekerja mulai besok.

Bersenang-senang setiap hari.

Pergilah.

Terlalu aneh jika kupakai.

Sungguh tidak cocok denganku.

Tidak cocok bagaimana?

Coba kamu lihat.

Jika kamu pakai...

Ini bagus sekali.

Kelihatan intelek dan memesona.

Apakah kamu

sedang meragukan

seleraku?

Aku bukan meragukan seleramu.

Aku juga merasa

baju ini bagus.

Tapi, aku tidak pernah...

Aku tanya padamu.

Bukankah kamu ingin aku membantumu?

Benar.

Bukankah kamu merasa

pekerjaan ini penting bagimu?

Tentu saja.

Maka dengarkan aku.

Aku beri tahu padamu.

Perasaan

seseorang kepada orang lain,

tujuh puluh persen berasal dari

cara berpakaiannya.

Jadi,

jika kamu ingin

diperhatikan Lu Zichen,

maka harus mencoba dengan berani.

Melakukan perubahan dengan berani.

Coba pikirkan.

Apakah kamu pernah membayangkan,

kamu bisa menjadi asistennya sebelumnya?

Lihat sekarang.

Bukankah kamu sudah berhasil?

Kamu harus percaya pada diri sendiri.

Pasti tidak akan salah

jika memakai baju ini.

Kesannya padamu pasti akan berubah.

Tapi, aku merasa masih akan gugup

jika bertemu dengannya.

Bicaraku masih akan terbata-bata.

Bukankah kamu pernah mengatakan,

kamu pernah berkomunikasi

secara normal dengannya?

Bukan termasuk terlalu normal waktu itu.

Dia menerima ancaman pembunuhan

waktu itu.

Lalu, entah mengapa,

aku bertengkar dengannya.

Apa yang kamu pikirkan saat itu?

Tidak memikirkan apa pun.

Aku merasa sikapnya

sangat tidak masuk akal.

Seperti anak kecil.

Benar, mirip anak kecil.

Aku tahu.

Mungkin di dalam hatimu,

kamu merasa dia adalah idolamu,

merupakan orang hebat.

Seseorang yang serba bisa.

Tapi, aku sudah menyadari,

Lu Zichen

sebenarnya

sangat kekanak-kanakan.

Aku hanya asal bicara,

siapa sangka dia menganggap serius?

Kamu adalah Bosnya.

Mana mungkin dia tidak menganggap serius perkataanmu?

Ada banyak kekurangan.

Tidak bisa melakukan

banyak hal

dan butuh bantuanmu.

Seperti mengasuh

seorang bayi yang baru lahir.

Lagi pula,

aku

benar-benar tulus

ingin membantumu.

Awalnya aku berpikir

untuk memberikannya padamu

sebagai hadiah setelah menjadi karyawan tetap.

Tapi, kamu malah tidak mau menerimanya,

bagaimana aku bisa menerima pukulan ini?

Baiklah.

Aku akan mencobanya.

Ini baru benar.

Percaya pada dirimu, tidak ada masalah.

Pergilah.

Terima kasih.

Sebenarnya terkadang

kamu juga tidak terlalu jahat.

Untuk apa berterima kasih padaku?

Lakukan yang terbaik

di hadapan Lu Zichen.

Percaya pada diri sendiri, percaya padaku.

Selesai.

Dengan begini, aku bisa

kembali ke Istana Hehuan-ku secepatnya.

Siapa? Pagi sekali.

Tidak tahu.

Terima kasih.

Selamat pagi.

Selamat pagi, Nan Xing.

Selamat pagi.

Selamat pagi.

Nan Xing, kamu...

Aku mau ganti gaya.

Karyawan tetap.

Benar.

Bagus, semangat!

Cukup baik.

- Halo, Bos. - Bos.

Lu Zichen

sebenarnya

sangat kekanak-kanakan.

Ada banyak kekurangan.

Tidak bisa melakukan

banyak hal

dan butuh bantuanmu.

Seperti mengasuh

seorang bayi yang baru lahir.

Bos.

Selamat pagi.

Pagi.

CEO Ye, selamat pagi.

- CEO Ye. - Selamat pagi, CEO Ye.

Selamat pagi.

Pagi.

Lebih baik membeli

[Murni, Kokoh, Bercahaya, Abadi]

yang seperti apa

jika ingin melamar?

Ye Qing.

Apa kamu senggang?

Apakah kamu buru-buru?

Aku punya sedikit pekerjaan.

Aku...

Kak Jiao.

Apakah aku

menyapa Bos tadi?

Benar, kamu juga tidak terbata-bata sama sekali.

Meski ini adalah hal yang bisa

dilakukan orang biasa

pada hari pertama bekerja,

tapi akhirnya kamu berhasil melakukannya.

Nan Xing sangat hebat.

Ayo, bekerja.

Astaga, lihat ini.

Penggemar ini sudah gila, ya?

Mengapa jahat sekali?

Setumpuk ini juga.

Apa yang ditulis di sini?

Ada ribuan surat komplain

yang diterima setiap harinya.

Kepalaku sudah mau meledak.

Oh iya, Nan Xing.

Tolong rangkum

keluhan akun

selama dua hari ini.

Cetak dalam beberapa hari ini.

Baik.

Halo.

Akan segera aku antar.

Astaga.

Mengapa mereka masih mengirimnya?

Benar.

Terlalu gila.

Halo, Bos.

Jika Bos melihat surat-surat ini,

apakah masih bisa sesantai ini?

Apa boleh buat.

Semuanya sangat menyukai Su Yu.

Ini adalah proposal

buku baru kali ini.

Coba Anda lihat.

Apakah Song Jiaming sudah memberikan cincinnya?

Detailnya sudah dipastikan, belum?

Sudah dipastikan.

Jika tidak ada masalah,

silakan ditandatangani.

Tidak kelihatan.

Ada atau tidak?

Apa yang dilakukannya?

Apakah ingin masuk?

Bos.

Aku ingin mencarimu.

Itu...

Kontrak penulis kita

sudah selesai dibahas.

Termasuk semua detailnya.

Butuh tanda tangan Anda

untuk konfirmasi.

Baik.

CEO Ye.

CEO Ye.

Tidak apa-apa.

Berikan padaku.

Aku bekerja dulu.

Jika Bos membaca surat ini,

apakah dia akan menghidupkan

Su yu demi para pembaca?

Bagaimana mungkin?

Apakah tokoh yang mati

di tangan Bos, pernah hidup lagi?

Memang tidak pernah.

Kematian Su Yu

dalam cerita,

bertujuan agar

tokoh utama pria bisa menghadapi masa lalunya.

Tujuannya sudah tercapai sekarang.

Pembaca di internet

sebagian besar sangat tidak tenang.

Tapi kita

tidak boleh sama dengan mereka.

Tidak boleh dipengaruhi oleh mereka.

Lagi pula, kematian Su Yu

belum tertulis jelas

di dalam buku.

Mungkin

ini hanya

metode penulisan Bos.

Mungkin Su Yu sungguh belum mati.

Sebagai penggemar selama sepuluh tahun,

aku tetap percaya pada Bos.

Jika para penggemar ini

bisa tenang sepertimu,

maka akan baik sekali.

Bos.

Kamu kemari sebentar.

Ucapanmu tadi

adalah pemikiranmu sendiri

atau mendengar dari seseorang?

Pena ada di tanganku,

terserah mau ditulis seperti apa.

Bisa menulis dia mati, apa tidak bisa dihidupkan?

Bos.

Sebenarnya bukan itu maksudku.

Aku mau mengatakan pada semuanya

bahwa kamu bukan orang yang akan

membunuh tokoh sesuka hati.

Tapi, kamu tidak menjelaskannya.

Jadi, aku terpaksa...

Maaf, Bos.

Tidak masalah.

Penampilanmu hari ini...

Lupakan saja.

Sampaikan pada CEO Ye.

Aku sudah membacanya.

Boleh ditandatangani.

Anda

memberi tugas untukku?

Jika tidak?

Terima kasih, Bos.

Untuk apa berterima kasih?

Ini pertama kalinya

Bos memberiku tugas.

Meski aku adalah

seorang atlet dulu,

tidak punya pengalaman kerja,

tapi asalkan

kamu memberiku tugas,

aku bersedia melakukan apa pun.

Benarkah?

Tentu saja.

Kalau begitu, sekalian bantu aku

melihat bagaimana

suasana hati CEO Ye.

Baik.

CEO Ye.

Masuk.

Kamu baik-baik saja?

Tidak masalah.

Aku hanya belum terbiasa

berpakaian begini.

Penampilanmu ini

memang tidak seperti

penampilanmu biasanya.

Tapi dalam beberapa

momen pekerjaan kelak,

mungkin perlu

berpakaian begini.

Tidak masalah, lihat aku.

Sudah begitu lama,

tapi masih belum berbiasa.

Pelan-pelan saja.

Baik, terima kasih CEO Ye.

Ada urusan apa mencariku?

Bos bilang sudah membacanya.

Boleh ditandatangani.

Kenapa terus tersenyum?

Bos sudah memberiku tugas.

Begini saja.

Berikan ini untuk Bosmu.

Minta dia baca secepatnya.

Lalu mengatur

jadwal rapat kami.

Bagaimana?

Baik, tidak masalah.

Pergilah.

Bos.

Ini adalah dokumen

dari CEO Ye untukmu.

Apakah dia sedang bekerja?

Aku terjatuh saat masuk ke kantornya.

Aku tidak memperhatikannya.

Tidak memperhatikan?

Lalu, suasana hatinya bagaimana?

Suasana hatinya baik.

Dia tersenyum.

Dia tersenyum?

Apakah dia

tidak memakai aksesoris dan lainnya?

Aksesoris?

Misalnya,

di tangan kiri.

Tangan kiri?

Cin... cincin.

Seharusnya tidak ada.

Tidak ada?

Atau ada?

Ada?

Seharusnya tidak ada.

Tidak ada?

Baik, pergilah.

Jadi belum diberikan.

Tapi, ada satu hal yang pasti.

Bos.

Ada kotak aksesoris di mejanya.

Dia sudah memberikannya.

Setelah berinteraksi dengan Ye Qing,

kurasa dia

adalah orang yang kucari.

Aku ingin segera melamarnya.

Jangan mendesak lagi.

Aku sudah berangkat.

Sampai jumpa.

Kak Jiao.

Ini adalah isi kegiatan

Proyek Xinxing.

Sudah aku kategorikan.

Juga ada rapat tambahan

yang dibahas CEO Ye hari ini.

Aku juga sudah

menambahkan jadwal Bos.

Apakah ada yang kurang?

Aku bisa mengoreksinya.

Kamu memang pantas menjadi

Asisten presdir pertama

yang berhasil menjadi karyawan tetap.

Tugas sebanyak ini,

ini pertama kali

kamu melakukan pekerjaan formal.

Kamu bisa menyelesaikannya

dalam setengah hari.

Apakah berarti sangat cepat?

Biasa saja.

Tapi, ini pertama kalinya

kamu melakukan pekerjaan formal.

Ini sudah sangat baik.

Teruslah berjuang, Nan Xing.

Baik, terima kasih Kak Jiao.

Silakan bekerja.

Aku ada urusan, pamit dulu.

Sampai jumpa.

Pulang lebih awal.

Sampai jumpa, Kak Jiao.

Halo.

Bagaimana hari ini?

Ada kemajuan tidak?

Hari ini lumayan.

Dia memberiku pekerjaan.

Aku sudah bisa berkomunikasi dengannya.

Itu bagus.

Selamat.

Kamu sedang apa sekarang?

Aku sudah selesai kerja.

Akan segera pulang.

Apakah dia sudah pulang?

Sepertinya masih berdiam diri di kantor

sekarang.

Menurutku,

asisten tidak boleh pulang

sebelum Bos selesai kerja.

Kamu harus tinggal.

Tinggal?

Untuk apa aku di sini?

Dia tidak memberiku tugas.

Aku tidak tahu

apa yang harus kulakukan.

Dia memberimu tugas

untuk pertama kalinya hari ini, 'kan?

Dia sudah bicara denganmu, 'kan?

Benar.

Ini berarti ada gunanya.

Dia sudah memperhatikanmu.

Kamu harus memanfaatkan peluang.

Lagi pula, asisten harus bersiap

kapan saja.

Kamu harus menemaninya lembur.

Perkataanmu masuk akal.

Aku seharusnya di sini

dan belajar lagi.

Bantu aku sampaikan pada Nyonya An

aku tidak makan malam di rumah.

Tidak masalah.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Ada peluang.

CEO Ye.

Belum pulang?

Bos juga belum pulang.

Aku ingin tinggal

dan mempelajari proyek kerja.

Halo, Jiaming.

Reservasi atas namaku, pukul tujuh.

Aku akan segera tiba.

Baik, tidak masalah.

Xiao Wudi?

Mengapa kemari?

Aku makan di sekitar sini.

Jadi datang berkunjung.

Bosmu masih lembur?

Bagus.

Kamu di sini saja dengannya.

Tunjukkan niatmu.

Apa?

Hadiah untukmu.

Makan malam.

Terima kasih.

Ini juga.

Anggur?

Bantu aku membawanya pulang.

Aku mau main trampolin nanti.

Tidak bisa membawanya.

Baik.

Aku pergi dulu.

[Wujie Culture]

Bos.

Mengapa kamu masih di sini?

Aku berjaga-jaga

jika Anda butuh sesuatu.

Tidak perlu seperti ini kelak.

Kamu pulang saja.

Tunggu.

Mari aku antar Anda.

Aku tidak mabuk.

Aku tahu.

Kamu tunggu sebentar.

Bos, berdiri yang baik.

Aku akan menekan liftnya.

Pintunya belum terbuka.

Baik, ayo masuk.

Pelan sedikit, berdiri yang baik.

Aku akan memesankan

taksi untukmu.

Tidak perlu.

Tidak ada sinyal.

Bos.

Bos.

Kamu mau...

Apa yang terjadi?

Kenapa liftnya berhenti?

Coba aku periksa.

Halo, apakah ada orang di sana?

Kami terjebak di dalam.

Bisakah datang dan menolong kami?

Halo, ada orang tidak?

Halo.

Halo, apa ada yang bisa

menolong kami?

Bos.

Kita terpaksa harus

menunggu di sini sebentar.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.