Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Mr. BAD]
[Episode 16]
Mari, ayo berfoto.
Cepat.
Cantik sekali.
Satu, dua, tiga.
Mari, ayo bersama.
Lihat, kembang apiku.
Bisa berubah warna.
- Benar. - Iya.
Aku juga mau.
Mari, ayo bersama.
Ayo bersama.
Ini bagus.
Cantik sekali.
Bagus sekali.
Sungguh indah.
Bagus, bagus.
Bos, turunlah dan main bersama.
Bos.
Kalian main dulu.
Bos, mari.
Sudah, sudah, jangan pedulikan.
Mari.
Bos sungguh tidak seru.
Berfotolah bersama mereka.
Aku juga ingin foto dari sudut ini.
Aku saja.
Foto dengan kembang api.
Tiga, dua, satu.
Sudah mulai kufoto.
Bagus sekali.
Apakah terlihat kembang api di belakang?
Bagian belakang terfoto.
Kembang api, lihat.
Aku sudah memikirkannya.
Ayo berpacaran.
Aku tahu,
sebelumnya aku terlalu lemah,
tidak berani menyatakan cinta.
Tapi aku tidak ingin begitu lagi.
Aku suka padamu.
Ayo berpacaran.
Kenapa kamu tidak menjawabku?
Kamu sungguh sudah memikirkannya?
Sudah.
Kali ini, semua konsekuensinya
akan kutanggung.
Ini bukan masalah yang
bisa kamu tanggung sendirian.
Kita berpacaran
atau tidak,
bukan urusanmu seorang diri.
Sejak kamu mengatakan hal ini,
kita tak bisa kembali ke dulu lagi.
Sebelumnya aku terus mengisyaratkan padamu,
aku tidak bisa
menyelesaikan masalah ini.
Tapi sekarang
kamu tetap mengatakannya.
Sekarang aku sungguh tidak tahu
harus bagaimana menjawabmu.
Jika aku berkata ya,
apakah kita harus berpacaran?
Romansa kantor, menikah?
Tapi aku tidak tahu
apakah aku bisa melakukannya.
Tapi jika aku mengatakan tidak,
apakah aku
akan kehilangan
teman terbaikku?
Apa pun jawabanmu,
kamu takkan kehilangan aku.
Tidakkah kamu merasa tokoh utama pria ini,
tindakannya kurang pertimbangan?
Dia tiba-tiba muncul
dan bisa menghilang kapan saja.
Dia begitu masih berani mengejar tokoh utama wanita?
Kamu tidak merasa dia sungguh egois?
Halo.
Halo.
Ini toko seni tembikar.
Karyamu sudah selesai dibakar.
Bukankah kamu mau datang dan mengambilnya sebelum malam?
Aku...
Tidak jadi mengambilnya hari ini.
Bukan yang hari ini
kamu dan pacarmu buat.
Tapi yang kamu
buat sendiri kemarin.
Begitu saja, terima kasih.
Xiao Wudi, tolong.
Ada orang jahat.
Xiao Wudi, cepat datang.
Ada orang jahat.
Kenapa?
Apa yang terjadi?
Di mana orang jahatnya?
Kamu orang jahat, 'kan?
Kenapa kamu
mendadak memanggilku?
Karena aku ingin berjumpa denganmu.
Aku ada urusan,
aku harus pulang.
Xiao Wudi, awas terkena kutukan.
Xiao Wudi.
Aku menyukaimu.
Aku tidak bisa bersama denganmu,
Nan Xing,
Kenapa?
Aku tidak punya identitas di zaman sekarang.
Aku muncul tiba-tiba,
dan kemungkinan bisa menghilang kapan saja.
Tapi kamu berbeda.
Nan Xing,
kamu butuh masa depan yang pasti.
Tapi jika kamu bersamaku,
tidak akan ada masa depan.
Dulu aku juga mengira
bisa membiarkanmu
menanggung semua ini dengan egois.
Tapi sekarang aku sadar,
aku bisa bertindak egois pada seluruh dunia,
tapi hanya padamu saja aku tidak bisa.
Jadi, aku tidak bisa bersama denganmu.
Hari-hari kelak...
Bukannya kamu punya gangguan kecemasan?
Tapi ini tempat manjur untuk menyatakan cinta.
Jadi,
aku ingin kumpulkan keberanian dan berkata padamu,
Xiao Wudi,
aku sudah kehilangan sekali.
Masalah kelak,
serahkan pada diri kita
di masa depan, oke?
Kali ini, aku hanya ingin saat ini.
Jika aku melewatkan saat ini,
kelak,
apa pun yang terjadi,
aku tetap akan menyesal.
Xiao Wudi,
jadilah pacarku.
Baik.
Cantik sekali.
Ayo cepat.
Baik.
Ayo cepat.
- Ayo. - Ayo.
Sudah selesai.
Kalau begitu,
maukah kita melanjutkan
yang tadi?
Dilanjutkan sekarang,
apakah sedikit...
Sepertinya iya.
Apa yang kamu tertawakan?
Aku kira kamu bisa.
Maksudmu, aku tidak bisa apa?
Katakanlah dengan jelas.
Aku Tuan Muda Hehuan,
apa yang tidak bisa kulakukan?
Aku hanya...
Baru hari pertama pacaran,
sudah ingin bertengkar denganku?
Apa pun yang kamu katakan,
kamu tidak akan kehilangan aku.
Kenapa kamu
berpikir begitu rumit?
Pikirkanlah dulu,
saat kita merintis usaha.
Bukankah hanya kita berdua?
Saat itu,
kita bersama selama 24 jam.
Jika sekarang kita pacaran,
akan tetap seperti itu,
bukankah sangat bagus?
Bagaimana kalau kita putus?
Jika kamu takut
kehilangan profesi ini,
aku berjanji,
setelah putus, aku yang pergi.
Bagaimana kamu bisa pergi?
Karyamu, impianmu,
semua identitasmu
ada di perusahaan ini.
Jika kamu pergi,
apa pandangan karyawan?
Aku tidak peduli.
Tapi aku peduli.
Kamu begitu tidak percaya padaku?
Anggaplah masalah hari ini
tidak pernah terjadi, oke?
Itu...
Tunggu aku sebentar di sini.
Ada apa?
Tunggu aku sebentar.
Jangan ke mana-mana.
Untukku?
Bukalah.
Ini adalah dirimu versi karyaku.
Untukmu.
Kuharap
saat kamu mendengar
suara lonceng ini,
kamu merasa seperti mendengar detak jantungku.
Aku akan terus menemanimu.
Kamu suka tidak?
Suka.
Kalau begitu,
istirahat lebih awal.
Aku pergi dulu.
Kamu pergi begitu saja?
Kalau begitu,
aku tidak pergi juga tidak apa-apa.
Bukan.
Maksudku,
tadi...
itu...
Baik.
Nan Xing, kamu sudah pulang?
Aneh.
Jelas-jelas tadi ada suara.
Kenapa tidak ada orang?
Sudah jam berapa, masih belum pulang?
Kenapa kamu lari?
Kamu yang lari duluan.
Kamu yang berlari sambil menarikku.
Kamu tidak apa-apa?
Tidak apa-apa.
Kak Jiao begitu suka bergosip,
kalau dia tahu
kita pacaran,
saat bangun besok pagi,
semua orang di perusahaan pasti akan tahu.
Jadi,
saat ada banyak orang,
lebih baik
kita jaga jarak.
Kalian para wanita
sungguh tak berperasaan.
Setelah mendapat tidak menghargai.
Apa-apaan?
Sudahlah.
Cepat kembali beristirahat.
Selamat malam.
Selamat malam.
Xiao Wudi.
Sampai jumpa.
Kamu sungguh tidak menungguku?
Bukannya ada yang bilang
mau menjaga jarak?
Xiao Wudi.
Xiao Wudi, mau mengobrol?
Sudah tidur?
Tahu begitu
aku tidak akan mengatakan mau menjaga jarak.
♫ Perlahan mengetuk kita ♫
♫ Proses pengenalan kita ♫
♫ Setiap kalimat dibuat dengan hati-hati ♫
♫ Bagaimana bab pertemuan menggambarkanku ♫
♫ Kapan kamu akan menyukaiku ♫
♫ Aku yang sedikit biasa ini ♫
♫ Berjalan di antara kata-kata ♫
♫ Meninggalkan jejak yang manis ♫
♫ Tebak siapa yang lebih menyukai siapa ♫
♫ Jika tidak menulis novel ♫
♫ Bagaimana jika ingatanku salah ♫
♫ Bagaimana menemukan yang telah hilang ♫
♫ Hanya cinta yang bisa menyimpulkannya ♫
♫ Mungkin sedikit monoton ♫
♫ Serahkan saja pada waktu ♫
♫ Pertimbangan setiap kata ♫
♫ Jemari kita tertaut ♫
♫ Elaborasi paragraf yang akan datang ♫
♫ Didedikasikan untuk luasnya cinta ♫
Ayo. ♫ Didedikasikan untuk luasnya cinta ♫
♫ Didedikasikan untuk luasnya cinta ♫
Apa mau dikatakan?
Tidak dikatakan lagi?
Kata ‘lagi’ ini sangat menyakitkan.
Tidak apa-apa,
kalau kamu tidak berani mengatakannya,
aku yang bilang pada Bibi.
Jangan, jangan.
Terlalu mendadak.
Kalau tidak,
tunggu setelah kita lebih stabil,
baru katakan padanya.
Apa maksudmu setelah lebih stabil?
Apa sekarang kita tidak stabil?
Kamu ini,
cepat sekali hatimu berubah.
Bukan.
Ibuku adalah orang tua.
Pengertian orang tua tentang stabil
berbeda dengan kita.
Apa bedanya?
Bukannya Bibi An biasanya berharap
kamu punya pasangan?
Kalau dia tiba-tiba
tahu kamu mendapat
pasangan yang begitu baik,
dia pasti senang sekali.
Kamu tidak mengerti.
Orang tua sekarang dan orang tua zaman dulu.
Sama saja
dalam hal ini.
Kalau kamu tiba-tiba
memberitahunya seperti ini,
Ibuku pasti akan...
Sudah pacaran?
Baguslah.
Xiong,
kamu kerja di mana?
Kamu orang mana? Tinggal di mana?
Sudah berapa lama kalian pacaran?
Baru sehari?
Kapan menikah?
Kuturuti kamu.
Masalah ini
memang
sebaiknya dikatakan setelah hubungan kita stabil.
Benar, 'kan?
Kamu juga jangan keceplosan.
Tenanglah.
Ibu, aku pulang.
Sudah pulang?
Bagaimana?
Acara pena lancar tidak?
Lancar.
Acara pena,
mana mungkin tidak lancar?
Semuanya bermain bersama.
Tempat itu sangat indah.
Lain kali kubawa Ibu ke sana.
Baik.
Kulihat kamu tidak mengunggah moment,
kukira tempat itu
tidak asyik.
Aku lupa karena sibuk.
Sedang membungkus pangsit?
Iya.
Ingin menyambut kamu dan Xiong.
Bukannya Xiong
pergi bersamamu?
Kenapa kamu pulang sendirian?
Dia juga sudah pulang.
Mana dia?
Di rumah.
Cepat panggil dia kemari.
Aku menyiapkan porsi tiga orang.
Tidak baik, 'kan?
Dia baru kembali,
aku mendadak pergi mengajaknya, tidak leluasa.
Kenapa tidak leluasa?
Juga bukan pertama kalinya.
Ada apa?
Apa terjadi sesuatu pada kalian?
Apa yang bisa terjadi pada kami?
Cepat panggil dia kemari.
Minta dia membantu.
Baik, aku pergi sekarang.
Bagaimana ini?
Kamu tidak bisa
tenang sedikit?
Bagaimana jika kubilang pada Ibuku,
kamu kelelahan,
dan sudah ketiduran?
Pergi ya pergi saja.
Lagi pula,
bukan pertama kalinya.
Apa yang aneh?
Benar.
Juga bukan pertama kalinya.
Apa yang aneh?
Tapi jika tidak pergi hari ini,
kita tidak bisa melewati malam ini.
Benar.
Jika tidak pergi hari ini,
malam ini pun rahasia sudah terbongkar.
Ayo.
Ada apa?
Peluk sebentar.
Nan Xing,
kusuruh kamu memanggilnya, kenapa...
Kenapa lama sekali?
Kalian berdua
sedang olahraga?
Sudah, jangan olahraga lagi.
Ayo Xiong,
cepat kemari.
Apa yang kamu lakukan?
Apa yang kamu lakukan?
Bersikaplah lebih wajar.
Kamu yang bersikap lebih wajar.
Xiong.
Kamu tidak bisa membungkus pangsit, 'kan?
Nan Xing
sudah bisa sejak kecil.
Dia pandai sekali.
Suruh Nan Xing mengajarimu.
- Dia tidak perlu... - Bagus.
Aku tidak bisa,
tapi aku belajar dengan cepat.
Jadi jika Nan Xing mengajariku,
pasti bisa.
Aku mengambil sedikit tepung lagi,
tekan ini.
Baik.
Kusuruh kamu menjaga jarak.
Kusuruh kamu bertindak lebih wajar.
Bibi.
Kami akan membawa ini semua
dan membungkusnya di luar.
Baik.
Mari.
Bagaimana membungkusnya?
Kuajari kamu.
Ambil adonan dulu.
Sekitar sesendok isiannya.
♫ Memutar beberapa belokan ♫ Sekitar sesendok isiannya.
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫ Sekitar sesendok isiannya.
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
Kemudian lipat kedua sisinya. ♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
Kemudian lipat kedua sisinya.
♫ Berlari bersamamu ♫ Kemudian lipat kedua sisinya.
♫ Berlari bersamamu ♫
♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫
Lipat? ♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫ Lipat?
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
Lipat yang rapi. ♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
Bagaimana caranya? ♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
Bagaimana caranya?
♫ Menemaniku bercanda ♫ Bagaimana caranya?
♫ Menemaniku bercanda ♫
♫ Sesekali kehilangan akal ♫
Begini. ♫ Sesekali kehilangan akal ♫
♫ Sesekali kehilangan akal ♫
♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
♫ Pahlawanku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
♫ Segala kerisauanku ♫
Orang ini.
Apa ini?
♫ Setiap sudut ♫ Apa ini?
♫ Setiap sudut ♫
Mirip kamu tidak? ♫ Setiap sudut ♫
♫ Setiap sudut ♫
Sama persis.
♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫ Sama persis.
♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫
Kubuat wajahmu.
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫ Kubuat wajahmu.
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
Aku sudah mengerti. ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
Sudah mengerti, 'kan? ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
Sudah mengerti, 'kan?
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ Sudah mengerti, 'kan?
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
Begini saja, 'kan? ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
Bagaimana? ♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
Sudah membungkus lumayan banyak.
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫ Sudah membungkus lumayan banyak.
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
Sudah siap beberapa. ♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
Coba kutebak. ♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
Coba kutebak.
♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫ Coba kutebak.
♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫
Pasti Xiong yang membungkus ini, 'kan? ♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫ Pasti Xiong yang membungkus ini, 'kan?
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
Aku yang membungkusnya, Bibi. ♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
Orang bilang, ♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
pangsit mirip dengan orang yang membungkusnya.
♫ Sekarang berangkat ♫ pangsit mirip dengan orang yang membungkusnya.
♫ Sekarang berangkat ♫
Bagus sekali. ♫ Sekarang berangkat ♫
Bagus sekali.
Terima kasih, Bibi.
Ibu, kamu menaruh
benda aneh
dalam pangsit ini, ya?
Kenapa kamu
selalu meragukan karyaku?
Ini namanya inovatif, mengerti?
Tidak mengerti seni.
Lihatlah Xiong.
Setiap masakanku
dia makan dengan lahap.
Masakan Bibi paling enak.
Lihat, Xiong paling mendukungku.
♫ Memutar beberapa belokan ♫ Lihat, Xiong paling mendukungku.
♫ Memutar beberapa belokan ♫
Aku masak dulu ♫ Memutar beberapa belokan ♫
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫ Aku masak dulu
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
yang ini. ♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
Baik. ♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
Kalian cepat bungkus, mari. ♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫
Baik.
♫ Berlari bersamamu ♫ Baik.
♫ Berlari bersamamu ♫
Baik. ♫ Berlari bersamamu ♫
♫ Berlari bersamamu ♫
♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫
Hati-hati dengan perkataanmu. ♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫ Hati-hati dengan perkataanmu.
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
Ada apa? ♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
Hati-hati dengan perkataanmu. ♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫
Hati-hati dengan perkataanmu.
♫ Menemaniku bercanda ♫ Hati-hati dengan perkataanmu.
Hati-hati dengan perkataanmu.
Nan Xing,
♫ Sesekali kehilangan akal ♫ Nan Xing,
♫ Sesekali kehilangan akal ♫
kalian ke kota tua, ♫ Sesekali kehilangan akal ♫
♫ Sesekali kehilangan akal ♫
♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
ada hal mengasyikkan apa? ♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
Kenapa tidak bercerita? ♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫
♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫ Kenapa tidak bercerita?
♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
- Lumayan asyik. - Biasa saja. ♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
Bagaimana sebenarnya? ♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫
Bagaimana sebenarnya?
♫ Pahlawanku ♫ Bagaimana sebenarnya?
♫ Pahlawanku ♫
Lumayan asyik. ♫ Pahlawanku ♫
♫ Pahlawanku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
Pasti memotret ♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
banyak foto bagus, 'kan? ♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
Perlihatkan padaku. ♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫
Perlihatkan padaku.
♫ Segala kerisauanku ♫ Perlihatkan padaku.
♫ Segala kerisauanku ♫
Aku cari dulu.
Tidak bisa.
♫ Setiap sudut ♫ Tidak bisa.
♫ Setiap sudut ♫
Ini semua foto bersama. ♫ Setiap sudut ♫
Ini semua foto bersama.
♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫
Cepat, cepat hapus. ♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫
Cepat, cepat hapus.
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫ Cepat, cepat hapus.
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
Katakan padanya, tidak ada. ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
Ibu, ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
entah kenapa ponselku ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫
entah kenapa ponselku
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ entah kenapa ponselku
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
tidak bisa diisi daya. ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
Dalam ponsel Xiong ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
pasti juga ada foto. ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫
pasti juga ada foto.
Buka dan perlihatkan padaku.
♫ Setiap terbenamnya matahari ♫
Lihat sebentar.
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫ Lihat sebentar.
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
Aku cari sebentar, Bibi. ♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫
♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫
♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
Kapan kamu ganti... ♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫
Kapan kamu ganti...
♫ Sekarang berangkat ♫ Kapan kamu ganti...
♫ Sekarang berangkat ♫
Tidak boleh. ♫ Sekarang berangkat ♫
Tidak boleh.
Gawat jika ibuku melihatnya.
Ganti.
Tidak boleh.
Besok kuganti kembali.
Mencari sebuah foto saja, begitu lama.
Sini, perlihatkan padaku.
Layarnya terkunci.
Buka kunci layar.
Astaga.
Di foto ini, kalian...
Benar-benar bagus.
Ibu,
lain kali kubawa kamu kemari.
Janji ya, bawa aku ke sana.
Baik.
Itu... sepertinya pangsitnya sudah meluap.
Panciku.
Ayo.
Kalian mau ke mana?
Kami mendadak terpikir
beberapa ide novel.
Harus cepat mencatatnya.
Itu... pangsitnya segera matang.
Jika sudah matang, antarkan ke sana.
Makanlah sedikit baru pergi.
Setelah pulang, baru makan.
Dia tidak ikut kemari.
Sepertinya tadi
hampir saja ketahuan olehnya.
Kelak kamu hati-hati saat di rumah.
Sikapmu jelas sekali.
Aku tahu.
Gawat.
Kelak tangga
juga sudah tidak aman.
Lubang intip juga bisa melihat dengan sangat jelas.
Di area komplek juga tidak aman.
Dia bisa saja lewat.
Tidak apa-apa.
Lebih baik aku pulang dulu.
Kalau begitu, kita komunikasi lewat Wechat ya.
[Nan Xing]
Aman. [Nan Xing]
[Nan Xing]
Baik.
[Xiao Wudi] Baik.
[Xiao Wudi]
[Xiao Wudi]
Besok pagi, kuantar kamu pergi kerja. [Xiao Wudi]
[Xiao Wudi]
[Nan Xing]
Bagaimana jika terlihat Nyonya An? [Nan Xing]
Bagaimana jika kamu jemput aku pulang?
[Nan Xing] Bagaimana jika kamu jemput aku pulang?
[Nan Xing]
[Xiao Wudi]
Boleh.
Cepat sekali sudah bisa mengajukan permintaan.
[Xiao Wudi]
Baik. [Xiao Wudi]
[Xiao Wudi]
[Nan Xing]
Selamat malam. [Nan Xing]
[Nan Xing]
[Nan Xing]
Aku merindukanmu. [Nan Xing]
[Nan Xing]
[Xiao Wudi]
Aku juga merindukanmu. [Xiao Wudi]
[Xiao Wudi]
Pengertian orang tua tentang stabil
berbeda dengan kita.
Xiong,
kamu kerja di mana?
Kamu orang mana? Tinggal di mana?
Sudah berapa lama kalian pacaran?
Baru sehari?
Kapan menikah?
Kuturuti kamu.
Jika menyelesaikan semua
masalah ini,
kelak tidak perlu
diam-diam lagi.
[Selamat pagi, Tuan Muda Xiao]
[Tuan Muda Xiao]
Ibu, aku pergi.
Aku menyuruhmu jangan mengantar,
kamu sungguh tidak mengantarku?
Patuh sekali.
♫ Mendadak teringat ♫
♫ Di dalam laci saat sekolah ♫
♫ Diari yang terkunci ♫
♫ Tulisan warna-warni ♫
♫ Menuliskan plot yang paling diinginkan ♫
♫ Yaitu berjumpa denganmu ♫
♫ Lemparkan koin ke kolam pengharapan ♫
♫ Memanggil takdirku ♫
Selamat pagi.
♫ Di ruang waktu yang jauh ♫
Selamat pagi. ♫ Di ruang waktu yang jauh ♫
♫ Di ruang waktu yang jauh ♫
♫ Kamu yang mendengar perintah ♫
♫ Ditakdirkan untuk bersamaku ♫
♫ Datang ke duniaku, tinggal di sampingku ♫
Aku sudah mau pergi bekerja. ♫ Datang ke duniaku, tinggal di sampingku ♫
♫ Datang ke duniaku, tinggal di sampingku ♫
♫ Kamu adalah masa kini dan masa lalu ♫
Sampai jumpa nanti malam. ♫ Kamu adalah masa kini dan masa lalu ♫
♫ Kamu adalah masa kini dan masa lalu ♫
♫ Nasib yang tidak berubah dalam hidup ini ♫
Sampai jumpa. ♫ Nasib yang tidak berubah dalam hidup ini ♫
♫ Datang ke sisiku, menemaniku selamanya ♫ Sampai jumpa.
♫ Datang ke sisiku, menemaniku selamanya ♫
♫ Berbalik satu kali dan penuhi hatiku ♫
♫ Tidak rela berpisah ♫
♫ Tak ingin lupakan ♫
♫ Malam kencan pertama ♫
♫ Langit dipenuhi bintang ♫
♫ Diam-diam menghela napas ♫
♫ Keromantisan dalam dongeng ♫
♫ Terjadi malam ini ♫
♫ Saat kembang api menerangi matamu ♫
♫ Matamu penuh cinta ♫
♫ Aku mendadak yakin ♫
♫ Tuhan telah memberikanku ♫
♫ Kebahagiaan terbaik dalam hidup ♫
♫ Datang ke sisiku, menemaniku selamanya ♫
♫ Aku sedang menanti ♫
♫ Juga sedih saat terpuruk ♫
♫ Datang ke sisiku, menemaniku selamanya ♫
♫ Saling menjaga hingga akhir hayat, saling berbagi dua baris perkataan cinta ♫
♫ Di sisiku ♫
♫ Dekati aku, peluk aku ♫
♫ Dekati aku, cintai aku ♫
♫ Di sisiku ♫
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.