All language subtitles for EP15__Mr._Bad_[WeTV_Subindo]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[Mr. BAD]

[Episode 15]

Dia hanya punya cinta pertama,

dan selalu dikeluhkan.

Dia punya cinta pertama?

Aku mengira dia tidak pernah pacaran.

Cinta pertamanya gagal,

makanya melajang terus.

Lalu, siapa cinta pertamanya?

Siapa lagi?

Nan Xing ceroboh

sejak kecil.

Sangat ramah.

Bocah tengik kami ini,

memang pintar,

tapi suka berlagak keren.

Mereka berdua

sering bertengkar karena ini.

Tidak masalah, Nan Xing.

Nanti,

pura-pura menabraknya secara tidak sengaja.

Lalu, menyapanya

dengan alami.

Kebetulan.

Kebetulan.

Kebetulan.

Mengapa kamu di sini?

Aku memakai penyuara telinga

bukan penutup mata.

Aku bisa lihat

kamu mulai mengejarku

sejak di stasiun bus.

Siapa yang mengejarmu?

Aku hanya sedang

latihan.

Aku katakan lagi padamu.

Jangan berlagak

mengenalku di sekolah kelak.

Jangan bicara denganku juga.

Aku tidak berlagak mengenalmu.

Aku memang mengenalmu.

Jika tidak mengenalku,

untuk apa memberiku tugasmu?

Aku adalah orang yang tahu aturan.

Tidak akan menyalin tugas orang asing.

Ini adalah buku tugasmu.

[Nama: Nan Xing]

Untuk apa mengambil buku tugas orang lain?

Melihatnya juga tidak bilang sejak awal.

Tiga poin, bagus.

Xiaojun, cepat buka pintu.

Mao Xiaojun.

Pintunya tidak dikunci.

Aku akan masuk sendiri.

Bibi An.

Nan Xing.

Aku mencari Mao Xiaojun.

Mau bertanya soal matematika.

Xiaojun, jelaskan dengan baik.

Dia pasti akan mengajariku dengan baik.

Jelaskan.

Kamu mau bertanya soal,

atau mau orang lain mengerjakan tugas?

Kepalaku selalu kamu tepuk

hingga menjadi bodoh.

Jelaskan padaku mulai dari

soal nomor satu.

Baik.

Kamu kumpulkan seperti ini saja besok.

Aku mohon jelaskan padaku.

Boleh dijelaskan.

Tapi,

kamu harus makan malam di sini.

Ibu, ada makanan untuk Nan Xing tidak?

Butuh waktu lama menjelaskannya.

Tentu saja ada.

Aku sengaja

memasak lebih untuk kalian.

Belajar yang baik, waktu makan hampir tiba.

Bibi.

Aku sudah hampir selesai.

Aku akan pulang.

Dia begitu tidak menyukainya?

Benar.

Bibi, apakah putra Anda

mengetahui Nan Xing menyukainya,

jadi ingin dia menyerah?

Kami juga tidak tahu.

Mereka masih muda waktu itu.

Kami merasa cukup menggemaskan.

Juga tidak ingin ikut campur.

Nan Xing tidak mengatakannya.

Xiaojun tidak mengungkitnya juga.

Akhirnya,

kecelakaan terjadi,

semakin tidak tahu jadinya.

Setelah kebakaran itu,

Nan Xing mengalami gangguan panik.

Tidak pernah menyukai siapa pun lagi.

Selama masa remajanya,

dia baru pacaran satu kali,

bahkan gagal.

Dia punya inspirasi apa jika disuruh

menulis cerita romantis?

Dia tidak punya pengalaman soal asmara.

Hanya cinta pertama

dan selalu dikeluhkan.

Tahun ini

adalah hari ulang tahun

ke-50 SMA Sujiang.

Aku percaya, Anda pasti

[Perjamuan Reuni Sekolah]

ingin membagikan banyak hal [Perjamuan Reuni Sekolah]

[Perjamuan Reuni Sekolah]

saat ini. [Perjamuan Reuni Sekolah]

[Perjamuan Reuni Sekolah]

Bolehkah mewakili [Perjamuan Reuni Sekolah]

[Perjamuan Reuni Sekolah]

para alumni [Perjamuan Reuni Sekolah]

[Perjamuan Reuni Sekolah]

untuk memberikan ucapan selamat [Perjamuan Reuni Sekolah]

[Perjamuan Reuni Sekolah]

untuk SMA Sujiang? [Perjamuan Reuni Sekolah]

[Perjamuan Reuni Sekolah]

Baik, dipersilakan. [Perjamuan Reuni Sekolah]

[Perjamuan Reuni Sekolah]

Terima kasih untuk para Guru

dan teman-teman.

Memberiku kesempatan berdiri di sini

untuk mewakili semua alumni terbaik,

memberikan ucapan

selamat ulang tahun bagi sekolah kita.

SMA Sujiang adalah

tempat istimewa bagiku.

Karena tempat ini bukan hanya

mementingkan nilai

di kertas ujian.

Ia memotivasi setiap orang

untuk memiliki impian

dan berjuang demi itu.

Bertahun-tahun lalu,

aku dan rekanku

juga karena memiliki

impian kecil,

sehingga membawa kami

masuk ke universitas,

berjalan menuju dunia.

Oleh sebab itu, untuk selanjutnya,

X-Culture kami

akan terus memeluk rasa syukur

untuk bekerja sama dengan sekolah,

menciptakan kejayaan.

Baik, terakhir,

kita akan mempersilakan

kepala sekolah untuk naik ke panggung.

Dia menjadi cantik sekali.

Putri kembarnya itu

juga menggemaskan.

Aku juga ingin anak kembar.

Sungguh menggemaskan.

Kamu pergi dulu saja.

Aku akan pergi ke ruangan peralatan.

Baik, sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Mao Xiaojun.

Ada yang mau kamu katakan padaku?

Aku su...

Mengapa ceroboh sekali?

Mao Xiaojun, kamu tahu tidak?

Aku sudah menyukai seseorang lagi.

Tapi, aku masih belum berani memberitahunya.

Aku takut diriku kurang baik.

Aku takut dia akan mengeluhkanku.

Bagaimana kamu bisa ada di sini?

Ibumu menyuruhku

mengantarkan barang untukmu.

[Mao Xiaojun]

Bagaimana kamu tahu

aku ada di sini?

Aku tidak pernah mengataimu bodoh.

Apa?

Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya.

Intinya aku tidak pernah mengataimu bodoh.

Tentu saja, bukan tidak pernah.

Tapi, setidaknya sekarang tidak.

Lagi pula, memangnya kenapa

jika kamu bodoh?

Setiap orang

juga tidak harus pintar.

Aku sudah mengantar barangnya.

Kamu

berhati-hatilah.

Aku pergi dulu.

Nan Xing, berani sedikit.

Jangan melewatkan kali ini lagi.

Xiao Wudi.

Pergilah ke acara pena bersamaku.

Novel berikutnya akan diterbitkan.

Zichen juga akan menambah

kegiatan beasiswa.

Ini cukup baik.

Sepertinya perusahaan kalian

akan semakin sibuk tahun ini.

Benar.

Mari, minum.

Aku sendiri saja.

Terima kasih.

Mengapa kamu datang?

Sudah mengingatnya.

Zichen.

Ye Qing, silakan mengobrol.

Aku akan menyapa mereka.

Baik.

Junior, kamu hebat.

- Zichen, sampai jumpa nanti. - Hebat.

Sampai jumpa nanti.

Siapa mereka?

Mereka adalah Senior kita.

Kamu pernah bertemu mereka.

Lalu,

kenapa mereka

memujiku?

Bukankah kamu bilang sudah ingat?

Ye Qing.

Kepala Sekolah.

Zichen juga datang.

Bukankah kamu sedang sibuk bekerja?

Menyisihkan waktu untuk kemari.

Zichen.

Aku harus berterima kasih mewakili sekolah.

Kamu sudah banyak membantu.

Bahas saja

tentang merenovasi perpustakaan tua.

Jika bukan karena bantuan X-Culture,

kami tidak mungkin bisa

mendapatkan biaya secepat ini.

Benar.

Kepala Sekolah Zhao.

Jangan memujinya lagi.

Kepalanya akan membesar jika masih dipuji.

Direktur Lu, tapi ini adalah faktanya.

Meski sekolah kami

mendidik banyak

unggulan di masyarakat,

tapi yang membantu sosial

dan merealisasikan rencana

seperti Zichen ini,

tidak banyak.

Bukan uang

yang dibutuhkan sekolah kami.

Tapi orang yang punya

kemampuan bekerja sepertinya.

Jika Zichen tidak

meminta Ye Qing untuk membantu,

tidak akan berjalan lancar seperti ini.

Jika suka membantu,

boleh pulang dan membantuku.

Aku sudah tua.

Sudah mau pensiun.

Bukankah kamu ikut

berinvestasi di X-Culture?

Jika dikatakan,

semuanya adalah keluarga.

Semoga seperti itu.

Direktur Lu, mari kita minum teh.

- Baik, silakan. - Silakan.

Sudah.

Ini juga bukan pertama kalinya.

Jika dia tidak suka

dengan hal yang kita lakukan,

kenapa saat itu

dia mau berinvestasi?

Ayahmu memang seperti itu.

Biar bagaimanapun,

dia adalah Ayahmu.

Terima kasih.

Sudah berbuat banyak untukku.

Dulu, aku mengira

hanya perlu menyumbang saja.

Ternyata perlu melakukan

banyak hal.

Kita berdua

punya keunggulan masing-masing.

Aku melakukan hal yang aku kuasai,

kamu melakukan hal yang kamu kuasai.

Itu sudah cukup.

Kamu selalu bilang begini.

Sebenarnya aku tahu,

kamu sedang

meringankan bebanku.

Terutama saat menghadapi Ayahku.

Ada apa?

Apakah aku salah bicara?

Tidak.

Hanya saja aku berharap,

pikirkan lagi

saat kamu membuat

keputusan di luar pekerjaan kelak.

Ada beberapa hal

yang tidak bisa aku urus.

Misalnya?

Senior.

Pacarku adalah penggemarmu.

Sangat menyukaimu.

Bolehkah berfoto bersama?

Boleh.

Apakah boleh

berfoto di lokasi acara, Senior?

Baik.

Terima kasih.

Terima kasih.

Pergilah.

Kabarnya sekolah kita

mengadakan pameran sejarah sekolah, ya?

Benar, dibuat dengan sangat baik.

Boleh bawa aku ke sana?

Baik.

Mereka cukup berusaha.

Bukankah aku

sudah memberi kalian jawaban?

Mengapa kamu datang lagi?

Ini proposal

yang aku buat setelah pulang.

Menurutku,

Anda akan berubah pikiran

jika memiliki pemahaman lebih

mengenai industri ini.

Putraku saja tidak bisa meyakinkanku.

Atas dasar apa kamu merasa

aku akan berinvestasi untukmu?

Karena ini?

Novel original Zichen

sudah memiliki

banyak penggemar di awal.

Ini bisa diwujudkan

dengan hak

kekayaan intelektual nantinya.

Aku yakin tiga tahun ke depan,

industri budaya

pasti akan berkembang pesat.

Paman.

Anda cukup jelas akan hal ini.

Apakah kamu merasa aku akan setuju?

Itu karena Paman

tidak memercayai putra Anda.

Waktu itu,

Anda bilang dia terlalu lugu,

aku tidak membantah hal ini.

Tapi menurutku,

keistimewaan ini

merupakan hal paling berharga

bagi seorang pencipta karya.

Aku akan

berjuang bersamanya di kemudian hari.

Aku akan menanggung

semua risiko.

Mohon Anda mempertimbangkannya.

Lalu, kenapa kamu

ingin mencariku untuk berinvestasi?

Tidak pernah mencari

investor lain?

Karena aku ingin

kalian bisa saling memberi kesempatan.

Putraku memberiku kesempatan?

Apakah ini penting?

Bukankah Anda berharap

dia bisa mewarisi perusahaan Anda?

Tapi, jika Anda

melakukan hal ini dengan paksa,

berdasarkan sifatnya,

apakah Anda merasa

dia akan bersedia mengurus

perusahaan ini dengan baik?

Lalu, apa yang kamu dapatkan?

Impian yang dia rencanakan,

juga merupakan impianku.

Baiklah.

Aku akan berinvestasi.

Tapi, kamu jangan senang dulu.

Aku punya satu syarat tambahan.

Kamu dan Lu Zhichen tidak boleh berpacaran.

Jika suatu hari nanti,

aku menyadari

kalian berpacaran,

maka aku akan menarik

semua investasiku.

Boleh?

Aku berjanji.

Aku juga punya satu syarat.

Katakan.

Jangan beri tahu dia bahwa aku datang hari ini.

Baik.

Nan Xing.

Sudah larut, masih belum tidur?

Akan tidur sebentar lagi.

Apa yang kamu lakukan?

Memadankan pakaian.

Ada acara di luar ya?

Acara pena.

Bukankah acara pena itu minggu depan?

Benar.

Apakah aku terlalu buru-buru?

Benar.

Harus memadankan baju untuk acara pena.

Coba kulihat.

Ini tidak bisa.

Rok jeans terlalu terkesan santai.

Kamu adalah penulis sekarang.

Harus memakai baju yang sedikit berbobot.

Ini tidak boleh dipakai.

Ini baju pria.

Terlalu tomboi.

Tidak boleh.

Kalau yang ini?

Lumayan, harus dipadankan dengan rok.

Coba kulihat.

Rambutmu ini juga.

Rambutku kenapa?

Rambut juga bisa memberi kesan.

Sangat penting.

Ini...

Ini juga seperti ini biasanya.

Pasti ada banyak pria

yang ikut ke acara pena.

Xiong juga pergi, bukan?

Coba kita ganti modelnya.

Berbeda dengan biasanya.

Seperti ini?

Apa ini bagus?

Menggemaskan.

Masih ada waktu

sebelum acara pena.

Mari kita beli

pakaian yang bagus.

Tidak boleh kalah, tahu?

Baik, kamu juga istirahatlah lebih awal.

Baik, selamat malam, Ibu.

Selamat malam.

[Kota Tua]

[Kota Tua Kota Air, Ciri Khas Jiangnan, Pengembangan Tim, Pertunjukan Kembang Api, Tempat Suci Menyatakan Cinta]

Ini kota tua yang akan dikunjungi.

Tempat mengungkapkan perasaan.

[Kota Tua Kota Air, Ciri Khas Jiangnan, Pengembangan Tim, Pertunjukan Kembang Api, Tempat Suci Menyatakan Cinta]

Mengungkapkan perasaan.

Nan Xing.

Aku menyukaimu.

Jadilah pacarku.

Harus berkata seperti itu padanya?

Aku akan baik-baik saja asalkan

tidak melihat api saat gugup.

Misalnya jangan meniup lilin

saat ulang tahun.

Jangan melihat kembang api.

Tidak bisa.

Tidak boleh

mengungkapkan perasaan saat acara kembang api.

Bagaimana jika penyakitnya kambuh?

Xiao Wudi.

Aku menyukaimu.

Jadilah pacarku.

Mengungkapkan perasaan seperti ini?

Aku akan merencanakan dengan baik.

Memberimu pernyataan cinta yang sempurna.

Xiao Wudi.

Xiao Wudi.

Mengapa tidak ada di rumah?

Kamu pergi ke mana?

Aku membelikan sarapan untukmu.

Aku gantung di pintu.

Ingat dimakan.

♫ Memutar beberapa belokan ♫

♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫

♫ Berlari bersamamu ♫

♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫

♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫

♫ Menemaniku bercanda ♫

♫ Sesekali kehilangan akal ♫

♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫

♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫

Apa sudah mau tidur?

[Nan Xing] Apa sudah mau tidur?

♫ Pahlawanku ♫ [Nan Xing] Apa sudah mau tidur?

[Nan Xing] ♫ Pahlawanku ♫

♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫ [Nan Xing]

♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫

[Xiao Wudi] ♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫

Belum, kamu? [Xiao Wudi] ♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫

♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫ Belum, kamu?

♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫

♫ Segala kerisauanku ♫

[Nan Xing]

Belum. [Nan Xing]

[Nan Xing]

♫ Setiap sudut ♫

[Nan Xing] ♫ Setiap sudut ♫

Harus bangun pukul enam besok. [Nan Xing] ♫ Setiap sudut ♫

[Nan Xing] Harus bangun pukul enam besok.

[Nan Xing]

♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫ [Nan Xing]

♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫

[Xiao Wudi] ♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫

Aku sudah mengatur alarm. [Xiao Wudi] ♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫

[Xiao Wudi] Aku sudah mengatur alarm.

♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫ [Xiao Wudi] Aku sudah mengatur alarm.

[Xiao Wudi] ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫

♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫

[Nan Xing] ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫

[Nan Xing]

♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ [Nan Xing]

Selamat malam, sampai jumpa besok. ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ [Nan Xing]

♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ [Nan Xing]

[Xiao Wudi] ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫

Sampai jumpa besok. [Xiao Wudi] ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫

[Xiao Wudi] ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫

[Xiao Wudi]

♫ Setiap terbenamnya matahari ♫

♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫

♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫

♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫

♫ Sekarang berangkat ♫

Xiao Wudi. ♫ Sekarang berangkat ♫

Xiao Wudi.

Kamu

mengenakan rok hari ini?

Kamu

memakai parfum?

Baik, terima kasih.

Lu Ruiqin.

Taruh barang bawaannya, terima kasih.

Chen Qian.

Hadir.

Masukkan barang bawaannya.

Pak Shi.

Gao Yaqin.

Nan Xing.

Kamu memakai rok?

Bagus.

Nan Xing.

Kak Jiao, ada apa?

Ada yang perlu aku bantu?

Aku hanya menyapamu.

Kamu jangan terlalu gugup.

Kamu

adalah penulis

yang menjadi fokus kami hari ini.

Tenang.

Halo, Pria tampan.

Kamu juga datang.

Apa kamu masih ingat aku?

Tentu ingat.

Kak Jiao.

Orang yang mengganggu

makan siangku dengan Nan Xing waktu itu.

Aku belum membuat perhitungan denganmu.

Pria tampan, kamu bukan hanya tampan,

daya ingatmu juga baik.

Daya ingatku biasa saja.

Aku juga pendendam.

Dia tidak terlalu pandai bicara.

Ayo, kita taruh barang bawaannya.

Pria tampan, sampai jumpa nanti.

CEO Ye.

Bagaimana? Semuanya sudah datang?

Sudah.

Baik.

CEO Ye.

Ayo, jalan.

Sudah siap belum?

Mari berangkat.

Kubantu menaruhnya.

Baik.

Halo, kamu juga datang?

CEO Ye?

CEO Ye, kenapa Bos tidak datang?

Dia tidak pernah

ikut kegiatan ini.

Bukankah dia sudah datang?

- Bos. - Bos.

Bos, mengapa kamu datang?

Aku ikut dengan kalian.

Ayo.

Silakan, Bos.

Ayo jalan.

Mengapa kamu tidak

memberi tahu lebih dulu?

Supaya yang lain bisa menyiapkan mental.

Mereka

perlu mempersiapkan mental apa?

Kamu tidak suka

bersosialisasi dengan orang asing, bukan?

Mencari penulis baru

memang penting

bagi kita.

Baiklah.

Silakan bersosialisasi

dengan semuanya dua hari ini.

Selanjutnya, Chu.

Kamu sekamar dengan Pak Shi.

- Baik. - Baik.

Yu Fan.

Kamu satu kamar dengan Qian.

Baik.

Kamu ambil kuncinya dulu.

Nan Xing.

Kamu sekamar denganku.

Baik.

Lalu, Bos...

Sungguh maaf.

Kamar di penginapan ini terbatas.

Jadi, mungkin kamu dan Xiao Wudi harus...

Mungkin kamu harus

sekamar dengan Xiao Wudi.

Aku bisa mencari hotel

di sekitar sini.

Benar, dia bisa.

Baik.

Aku membantumu mencari

hotel di sekitar sini.

Tidak perlu repot.

Kamu harus ingat identitasmu.

Kamu adalah penulis.

Bukan asisten.

Jangan menganggap Direktur Lu

sedangkal itu.

Dia bukan anak usia tiga tahun.

Ada banyak hal

yang bisa dia lakukan sendiri.

Benar tidak?

Aku bisa sendiri.

Tidak masalah, tidak merepotkan.

Aku membantumu mencarinya.

Kamu sekamar dengan Xiao Wudi saja.

Lagi pula, memang harus bekerja sama.

Pengenalan dulu.

Aku boleh saja.

Teman-teman sekalian.

Kamarnya sudah selesai dibagi.

Mari kita meletakkan barang

di kamar.

Kita berkumpul

di gerbang kota tua nanti

untuk makan siang bersama.

Mari menjelajahi kota tua bersama sore ini.

Tepuk tangan.

Baik.

Sudah.

Cepat bubar.

Letakkan barangnya.

Ayo.

Sampai jumpa nanti.

Siapa suruh kamu datang

tanpa pemberitahuan?

Nikmati hasil ini dengan baik.

Ayo, cari kamarnya.

Kita sedang apa?

Kita menunggu Bos.

Bos.

- Bos. - Bos.

Semuanya.

Bos sudah datang.

Mari berangkat

dan berkeliling.

- Baik. - Ayo, berkeliling.

- Ayo jalan. - Ayo.

Kamu yakin tidak mau istirahat di kamar

dan mau ikut dengan mereka?

Aku...

Aku dan kamu...

Aku ikut dengan kalian...

Itu...

Aku tahu sebuah toko cincau yang sudah

ratusan tahun.

Mau mencobanya tidak?

Baik.

Hidangan sebelum makan siang.

Bagaimana?

Lezat sekali.

Sudah kubilang padamu, 'kan?

Bagaimana kamu bisa tahu toko ini?

Ini...

Aku pernah melihatnya

di internet.

Aku mau satu mangkuk lagi.

Kamu masih mau makan?

Kamu tidak makan nasi lagi nanti?

Baiklah.

Pak.

Satu mangkuk lagi.

Baik.

Tambah ini.

Baik.

Mari.

Terima kasih.

Hari ini kamu...

Halo, Nan Xing.

Pria tampan.

Apa yang kalian makan di sini?

Cincau, aku juga mau.

Aku traktir saja.

Bos bermurah hati.

Tambah osmanthus untukku.

Baik.

Pak, buatkan lima mangkuk.

Baik.

Rasa osmanthus.

Nan Xing.

Pak Shi.

Kamu mau rasa apa?

Dua kali lipat.

Ayo makan es krim.

Baik.

Bos.

Halo.

Ini.

Pesan waffle ini.

Pakai es krim butiran cokelat.

Es krimnya mana?

Bos.

Dingin sekali.

Ini menarik.

Ini.

Aku beli satu untukmu.

Masih ada banyak yang menarik di depan.

Permen wijen.

Apa ini?

Lihatlah.

Bisa membuat tembikar di sini.

Mau mencobanya, tidak?

Ternyata dia adalah...

Mau main tidak?

Aku pandai membuatnya.

Aku akan mengajarimu.

Mari, masuk.

Apa yang mau kamu buat?

Aku mau membuat

Menara Eiffel.

Mau membuat yang sesulit itu

dalam percobaan pertama?

Bukan seperti itu.

Bisa patah jika seperti itu.

Biar aku ajari, lihat.

Lihatlah.

Tambah airnya, ini sedikit kering.

Kamu harus memulai dari bawah ke tengah.

Cukup tidak?

Sudah, sudah cukup.

Sudah boleh.

Apakah kamu

menginjak tombolnya?

Pelan sedikit.

Ini menjadi...

Apa yang mau kamu buat?

Aku mau membuat

hadiah yang bisa

mengenang kita

mulai hari ini.

Apa maksudnya?

Kamu akan tahu setelah selesai.

Karena adalah untuk kita,

mari kita buat bersama.

Baik.

Asalkan kamu tidak mengacaukannya.

Apa yang perlu aku bantu?

Kamu buat kerangkanya saja.

Aku bantu menambah airnya.

Baik.

Kedua sisinya jangan terlalu tipis.

Tidak bisa begini.

Bisa retak jika begini.

Dari tengah sedikit.

♫ Memutar beberapa belokan ♫

♫ Sinar mentari mendatangkan hari yang baru ♫

♫ Berlari bersamamu ♫

♫ Kamu adalah hadiah dari Tuhan ♫

♫ Melewati jembatan yang aku lewati sendiri ♫

♫ Menemaniku bercanda ♫

♫ Sesekali kehilangan akal ♫

♫ Dalam senyumanmu yang indah ♫

♫ Mungkin saja suasana yang tepat ♫

♫ Pahlawanku ♫

♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫

Itu terlalu tinggi. ♫ Selalu saja datang tepat waktu mengusirku ♫

Itu terlalu tinggi.

♫ Segala kerisauanku ♫ Itu terlalu tinggi.

♫ Segala kerisauanku ♫

- Sepertinya layak juga... - Tambahkan sedikit air lagi.

♫ Setiap sudut ♫ - Sepertinya layak juga... - Tambahkan sedikit air lagi.

♫ Setiap sudut ♫

sudah datang lebih dulu kemarin. ♫ Setiap sudut ♫

sudah datang lebih dulu kemarin.

[Kue Kering Mu Chui Su]

♫ Berubah menjadi tanah cinta ♫ [Kue Kering Mu Chui Su]

[Kue Kering Mu Chui Su]

♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫ [Kue Kering Mu Chui Su]

♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫

Boleh membawa teman kemari ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫

♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫

dan membuatnya bersama tidak? ♫ Sangat peduli, sedikit trik ♫

dan membuatnya bersama tidak?

♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫ dan membuatnya bersama tidak?

♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫

Boleh, bagaimana? ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫

♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫

Baik. ♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫

♫ Mungkin saja mewakili isi hatiku ♫

♫ Setiap terbenamnya matahari ♫

Apa ini sulit dibuat? ♫ Setiap terbenamnya matahari ♫

Apa ini sulit dibuat?

Tidak sulit.

♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫

Mau mencobanya tidak? ♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫

♫ Pernah berjanji akan terbit lagi esok ♫

♫ Tidak mudah didekati, foto bersama yang kompak ♫

♫ Suka, sehingga menjadi pahlawanmu/pahlawanku ♫

♫ Sekarang berangkat ♫

CEO Ye.

Ini ayam gorengnya.

Terima kasih.

- Apakah masih mau yang lain? - Terima kasih.

Sudah cukup.

Kita sedang membahas

arah berkarya.

Mari ikut membahasnya.

- Baik, baik. - Baik.

Lanjutkan pembahasan.

Kita sedang membahas

arah karya novel kita

selanjutnya.

Ada misteri, percintaan.

Apa pendapat kalian?

Dan juga melintasi ruang dari masa kuno.

Untuk apa begini?

Kamu benar sekali.

Kamu sedang bicara denganku?

Tokoh utama pria

yang populer dalam novel sekarang kira-kira...

Aku menjadi kasihan padamu.

Persoalan cinta ini

memang terlalu sulit bagimu.

Aku sudah membaca novel kalian.

Aku punya sedikit pendapat.

Apa pendapatmu?

Tokoh utama pria ini

bahkan tidak mampu

untuk membahagiakan tokoh utama wanita.

Dia saja berani mengejar cinta.

Lalu,

untuk apa aku merasa takut?

Tunggu.

Apa maksudnya

tidak mampu membahagiakan

tokoh utama wanita?

Aku...

Ada apa dengan tokoh utama pria ini?

Orang yang unggul.

Penuh bakat.

Ahli bela diri.

Mengapa tidak bisa

membahagiakan tokoh utama wanita?

Berdasarkan alur cerita novel kalian,

jika tokoh utama pria ini

berpacaran dengan tokoh utama wanita,

maka berarti

mewujudkan kisah cinta

yang diidamkan sejak lama.

Lalu, harapan

yang dibuat di depan Peri

akan terkabul.

Tugas si pria selesai.

Dia akan pulang.

Bukankah berarti akan meninggalkan

tokoh utama wanita di dunia ini sendirian?

Ini sama dengan dipisahkan oleh maut.

Tapi, akhir yang menyedihkan

cukup bagus.

Akhir yang menyedihkan?

Bukankah seperti itu?

Apa kamu tidak merasa tindakan

tokoh utama pria kurang pertimbangan?

Dia muncul begitu saja.

Dan mungkin akan hilang kapan saja.

Tapi, dia masih berani mengejar tokoh utama wanita.

Kamu tidak merasa dia sangat egois?

Tapi, dia memang

adalah seorang yang egois.

Poin ini tidak

melenceng dari karakternya.

Kamu jangan terlalu memikirkannya.

Aku memang lebih suka

cinta yang menyedihkan.

Kalian tidak perlu melakukan revisi.

Seperti kataku,

kalian sudah memberiku insprirasi besar.

Aku harus berterima kasih pada kalian.

Lihat, tokoh utama pria seperti ini

bahkan bisa menyatakan cinta.

Apa yang aku takutkan?

Benar, tidak?

- Nan Xing. - Aku beli makanan sebentar.

Mengapa kamu

duduk sendirian di sini?

Ini untukku?

Coba cicipi.

Tidak mau bergabung dengan mereka?

Ayo, ke sana.

Baik.

Mari, semuanya.

Kita sudah cukup saling kenal

setelah kegiatan di kota tua.

Jangan terlalu tegang.

Mari menjalin

komunikasi dalam pembuatan karya selanjutnya.

Sebagai editor, aku bersulang dulu.

Mari.

Baik, terima kasih, Editor.

- Terima kasih, Editor. - Terima kasih, Editor.

Hebat.

Oh iya, teman-teman.

Bagaimana jika kita menyaksikan

kembang api setelah makan malam?

- Baik. - Baik.

Pria tampan.

Mengapa kamu terlihat tidak bersemangat?

Tidak.

Aku hanya sedikit lelah.

Tidak ingin menyaksikan kembang api.

Aku tidak bisa melihat kembang api.

Aku juga tidak ikut.

Karena kalian berdua tidak ikut,

bagaimana

jika berkeliling lagi?

Kak Jiao, makan.

Kita juga ikut

menyaksikan kembang api saja nanti.

Baik, pergi bersama.

Lagi pula, aku sangat menantikan

acara kembang api

malam ini.

Aku juga.

Kita harus saling berfoto nanti.

Baik.

Kamu harus memotretku

hingga hasilnya

terlihat trendi untuk diunggah.

Nan Xing, Pria tampan.

Kalian pergi saja.

Kami akan melihat kembang api.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Ayo, jalan.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Kamu mau ke mana nanti?

Aku sudah merasa lelah.

Ingin kembali dan istirahat.

Aku juga akan kembali dan istirahat.

Baik.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.