Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Mr. BAD]
[Episode 3]
Api...
Tolong...
Tolong...
Tolong.
Tolong, tolong.
Tolong.
Tolong, tolong.
Kenapa...
Kenapa... mana dia?
Sudah tidak apa-apa.
[Polisi]
Ayo, sini.
Bawa pergi semua.
Baik.
Berdiri.
Ayo.
Jangan macam-macam.
Ayo.
Kamu tidak apa-apa?
Cepat pergi.
Ayo, kupapah kamu berdiri.
Ayo.
Pelan-pelan.
Hati-hati.
[Ye]
Cobalah roti ini.
Aku sangat menyukainya.
Baik.
Bagaimana?
Lumayan.
Tuan Lu.
Enak.
Tempat yang Anda pesan di sana.
Direktur Lu.
Apakah dua orang?
Zichen, kenapa kamu datang?
Direktur Lu.
Sebelumnya
hanya melihatmu di TV,
hari ini akhirnya bisa bertemu langsung.
Song Jiaming.
Halo.
Dari perusahaan mana?
Dia pacarku.
Halo, aku Song Jiaming.
Direktur Lu mau makan bersama?
Aku sudah memesan tempat,
kalian makan saja.
Baik, kamu makanlah pelan-pelan.
Sepertinya Direktur Lu agak pemalu.
Dia pemalu?
Kamu belum melihat
saat dia emosi.
Galak sekali.
Sungguh?
Tuan Lu.
Apakah Anda sendirian?
Saya bereskan alat makannya.
[Sudah direservasi]
Ye Qing.
Selamat ulang tahun.
Bagaimana kamu tahu
aku berulang tahun hari ini?
Aku pakaikan, oke?
Baik.
Maaf,
aku mungkin harus pergi sekarang.
Bagus tidak?
Bagus.
Terima kasih.
Bagaimana? Apakah sudah baikan?
Apa perlu
kutambahkan teh panas lagi?
Tidak perlu, aku sudah baikan.
Jika dipikirkan, sungguh berbahaya.
Kaki depanmu baru melangkah dari tempatku,
kaki belakangmu sudah bertemu mereka.
Iya.
Tadi katamu,
orang yang menyelamatkanmu
berbadan tinggi,
sekitar 180 cm?
Benar.
Apa kamu bisa mendeskripsikan
proses kejadiannya?
Saat itu, aku sangat ketakutan.
Tangan dan kakiku lemas, aku berjongkok di tanah.
Tidak bisa berdiri.
Kukira saat itu
aku akan celaka.
Lalu dia tiba-tiba muncul
dan menyelamatkanku.
Dia sangat terampil.
Dalam sekejap, dia menaklukkan
beberapa orang itu.
Katamu, dia sangat terampil?
Baik, lihatlah
catatan ini,
ada masalah tidak?
Jika tidak ada tambahan,
tolong kamu tanda tangan.
Baik.
Kutanya lagi.
Kamu sungguh tidak melihat jelas
bagaimana wajah orang itu?
Tidak.
Tenang saja.
Kami para polisi
pasti akan menemukannya untukmu.
Menemukannya untukku...
Tidak perlu.
Mungkin dia hanya ingin
berbuat baik secara anonim?
Aku lebih harus menemukannya lagi.
Karakter sebaik itu,
sangat pantas dicontoh oleh
masyarakat.
Kumohon,
jangan sampai ditemukan.
Aku sudah tanda tangan.
Baik.
Baik.
Sekarang aku akan
mengaturkan seorang polisi untuk mengantarmu pulang.
Tidak apa-apa,
aku bisa pulang sendiri.
Jangan sungkan.
Sungguh tidak apa-apa.
Rumahku sangat dekat.
Terima kasih.
Hati-hati di jalan.
Baik.
Kenapa dia mendadak muncul lagi?
Dia ke mana sekarang?
Mana kunciku?
Kenapa kamu lambat sekali?
Kenapa kamu sudah kembali?
Kamu mengambil kunciku lagi?
Kalau tidak, aku harus menunggumu
di depan pintu rumahmu?
Kamu tidak terluka, 'kan?
Mereka hanya orang kecil,
mana mungkin aku terluka?
Baguslah.
Lalu kamu ke mana?
Aku kembali ke mal mengambil barang.
Kuperingatkan kamu.
Lain kali jika memanggilku,
pilihlah waktu yang tepat.
Jika barang-barang ini hilang,
kamu bisa menggantinya?
Kamu merampok uang?
Kamu sungguh hanya menggadaikan giok
dan tidak merampok?
Meski aku tidak peduli
dengan polisi di tempat kalian,
tapi dengan kondisi sekarang ini,
jika bukan karena terpaksa,
aku juga tidak akan menarik perhatian mereka.
Bagaimanapun,
aku belum punya
identitas resmi di sini.
Baguslah, mengagetkanku saja.
Kalau begitu...
Kamu ingin tanya,
bagaimana aku bisa muncul
dan menyelamatkanmu sekali lagi?
Kukatakan dengan jelas,
aku bukan sedang menyelamatkanmu,
tapi mengawasi sanderaku.
Lagi pula,
dalam dunia persilatan,
hanya ada aku yang mengalahkan orang lain,
tidak ada yang pantas mengalahkanku.
Jadi, aku
yang memanggilmu lagi?
Aku ingat aku pernah memberitahumu.
Sebelum aku dipanggil olehmu,
aku mendengar suaramu.
Tolong, jangan mengumbar kemesraan lagi.
Bisakah membantuku?
Tolong, tolong.
Kali ini, aku mendengarnya lagi.
Tapi, apa hubungan kedua hal ini?
Meskipun
perkataanmu tidak berhubungan,
tapi keadaan keduanya
sangat mirip.
Yaitu saat
kamu perlu diselamatkan
oleh seorang pahlawan.
Seorang pahlawan?
Kalau tidak?
Mengandalkan dirimu sendiri?
Dalam kedua keadaan ini,
apa kamu bisa menyelamatkan diri?
Dia benar-benar
diutus Peri untuk menyelamatkanku.
Aku kelak
bisa bertindak sesuka hatiku.
Hanya perlu memanggilnya
di saat kritis.
Kuperingatkan kamu,
kamu dilarang bertemu
masalah apa pun lagi kelak.
Aku bisa bertemu masalah apa?
Dengan otakmu ini,
mungkin saja
bertemu masalah apa pun.
Yang penting kukatakan dulu,
jika kamu memanggilku lagi,
apa pun yang terjadi,
aku tidak akan menolongmu lagi.
Dan jika kamu terus
bertemu masalah,
aku terpaksa
membereskanmu, si pembuat masalah ini.
Tidur.
Tunggu.
Ada apa lagi?
Cepat katakan.
Aku pasti akan menyesal.
Ikut aku.
Ayo.
Masuklah.
Ini rumah siapa?
Tentu saja punyaku.
Kuberi tahu dulu,
tempat ini
adalah tempat tinggalmu sementara.
Aku tidak meminta uang sewa.
Tapi kamu harus berjanji
suatu hal padaku.
Berjanji soal apa?
Kamu tidak boleh
mencariku sesuka hatimu.
Terutama
setelah Ibuku kembali.
Jika terlihat olehnya,
bagaimana aku menjelaskannya?
Maksudmu,
aku harus memperhatikan perasaanmu,
jangan merepotkanmu?
Benar.
Tapi kenapa aku
harus memperhatikan perasaanmu?
Kamu...
Perhatikan identitasmu.
Sekarang kamu seorang sandera.
Akulah yang mengancammu.
Boleh saja jika ingin aku menghindari Ibumu,
tapi kamu harus memberiku sedikit keuntungan.
Kamu ini,
benar-benar jahat sampai ke tulangnya.
Kalau tidak,
aku juga boleh pindah kembali.
Kasurmu juga lumayan nyaman.
Tunggu.
Katakanlah,
apa syaratmu?
Aku butuh sebuah
ponsel pintar.
Kamu tahu ponsel pintar?
Ponsel pintar
seperti sebuah komputer manusia.
Punya ruang pengoperasian yang independen,
punya program yang independen,
pengguna bisa menginstal sendiri
software, game, penunjuk arah,
program lainnya yang disediakan
penyedia layanan pihak ketiga.
Ponsel yang bisa
mengakses internet
dari mana saja.
Kamu...
Jangan terkejut.
Aku tidak mudah lupa.
Aku punya sebuah
ponsel pintar cadangan.
Aku perlu
meneliti tentang
cara kembali ke zaman dulu.
Informasi di internet
jauh lebih banyak dari buku.
Pembaruan informasinya juga lebih cepat.
Jadi dalam kurun waktu ini,
jangan ganggu aku.
Menurut teori,
seharusnya makananku 3 kali sehari
dan semua kegiatanku
adalah tanggung jawabmu.
Tapi melihatmu
yang ceroboh,
kamu hanya perlu memesankan makananku
untuk 3 kali sehari dengan tepat waktu.
Aku mana punya uang sebanyak itu?
Jika sudah habis, beri tahu aku.
Banyak sekali.
Malam ini,
letakkan barangku
di ruang tamu.
Jangan ganggu tidurku.
Kalau begitu, kamu...
Aku mau tidur.
Kamu mau tidur bersama?
Tidak perlu.
Tunggu.
Kenapa kamu takut api?
Saat SMP,
aku pernah mengalami kebakaran.
Sejak saat itu,
aku mengalami trauma.
Begitu gugup,
aku akan kehilangan kendali saat melihat api.
Kata dokter,
itu sebuah gangguan mental.
Sudah bertahun-tahun,
terkadang tetap akan kambuh.
Dokter zaman ini juga tidak bisa mengobatinya?
Kata dokter,
masalahnya hanya bisa diselesaikan oleh orang yang terkait.
Tapi orang yang bisa melepas belenggu hatiku
sudah tiada.
Tapi,
asalkan aku tidak melihat api
saat gugup, maka tidak ada masalah.
Misalnya saat ulang tahun
jangan meniup lilin,
jangan melihat kembang api,
jangan gunakan gas di rumah,
dan lainnya.
Asal bisa menghindari hal itu,
maka tidak ada masalah.
Aku tahu satu kelemahanmu lagi.
Sudah kubilang kamu akan direkrut.
Kapan kamu bilang begitu?
Bukankah aku selalu
berkata begitu?
Nan Xing paling hebat.
Benar, 'kan?
Kalau saja aku ada di sana,
kita pasti akan keluar merayakannya.
Sepertinya pertunjukanku baru bisa berakhir
besok lusa.
Bagaimana jika aku kembali dulu sendirian?
Tidak perlu.
Maksudku,
uruslah pekerjaanmu dulu.
Aku sendirian di rumah, tidak masalah.
Kalau saja
ada ayahmu dan lainnya bagus sekali.
Kita berempat sekeluarga
keluar makan besar.
Kita berdua
juga bisa keluar makan besar,
benar?
Benar, tunggu aku pulang.
Kita pergi makan
Restoran Michelin Bintang 3 yang sesungguhnya,
bagaimana?
Baik.
Yang penting selama tidak makan di rumah,
makan apa pun di luar semuanya enak.
Bukankah kamu bilang
masakanku paling enak?
Kamu keceplosan ya.
Apa ini?
Ayah.
Aku sudah menemukan pekerjaan.
Ini bukan pekerjaan biasa.
Aku akan menjadi asisten
idolaku.
Setelah pulang nanti malam,
aku ceritakan lagi
kondisi pekerjaan hari ini.
Mao Xiaojun,
beri aku semangat.
Baik.
Aku pergi dulu.
Sampai jumpa.
Hampir melupakan
Xiao Wudi, si pembuat masalah ini.
Lebih baik memeriksanya sebentar.
Xiao Wudi.
Xiao Wudi.
Apa kamu sudah bangun?
Apa dia kabur?
Astaga, tolong.
Kenapa kamu...
Bukankah sudah kubilang?
Jangan ganggu aku.
Turunkan aku.
Aku...
Keluar.
Tapi aku...
Itu...
Kenapa sarapanku masih belum datang?
Aku datang untuk memberitahumu,
makananmu
sudah kupesan.
Drivernya akan meneleponmu.
Apa sudah bisa memakai ponselmu?
Dia tidak meneleponku.
Cepat sekali sudah bisa pakai.
Baiklah,
hubungi aku dengan telepon.
Aku pergi.
Sampai jumpa.
Sudah bisa bicara bahasa Inggris.
Apa selanjutnya dia akan
menyatukan dunia?
Halo.
[Lu Zichen] Aku datang melapor hari ini,
[Lu Zichen]
namaku Nan Xing. [Lu Zichen]
[Lu Zichen]
Kamu departemen mana? [Lu Zichen]
[Lu Zichen]
Kantor Presdir.
Kantor Presdir ya?
Duduk dulu di sana.
[Wujie Culture] Duduk dulu di sana.
[Wujie Culture]
Dari Kantor Presdir [Wujie Culture]
[Wujie Culture]
tidak ada yang angkat telepon. [Wujie Culture]
[Wujie Culture]
Aku mencari mereka dulu. [Wujie Culture]
Aku mencari mereka dulu.
Baik, terima kasih.
Tolong bantu aku.
Baik.
Aku saja.
Baik.
Terima kasih.
Tolong bantu kami
memindahkan ini.
Baik.
Terima kasih.
Nan Xing.
Nan Xing ya?
Ini adalah area kerja
Kantor Presdir.
Kuperkenalkan,
aku adalah Pengurus Kantor Presdir.
Namaku Hu Jiaojiao,
panggil saja Kak Jiao.
Ini adalah Chu,
ini adalah Yu Fan.
Halo Kak Jiao,
halo Kak Yu Fan,
halo Kak Chu.
Namaku Yu Fan.
Dan juga, jangan panggil aku Kak.
Aku adalah Chu,
panggil saja Chu.
Kuperkenalkan sedikit
masalah pekerjaan padamu.
Cakupan pekerjaan Kantor Presdir
sangat luas.
Misalnya, merencanakan konferensi pers,
sesi tanda tangan,
berhubungan dengan media,
kita akan terlibat dalam semua ini.
Tapi,
yang kita layani
hanya satu.
Yaitu Presdir kita.
Lu Zichen,
Tuan Lu.
Kamu akan
familiar dengan hal ini nantinya.
Aku bawa kamu melihat
ke departemen lain.
Ikut aku.
Sini.
Departemen perusahaan kita
lumayan banyak.
Ini adalah Departemen Distribusi.
Sebentar.
Kak Hai Tao.
Kuperkenalkan sebentar.
Dia adalah
Kepala Departemen Distribusi,
Kak Hai Tao.
Dia adalah anggota Kantor Presdir,
asisten baru Presdir, Nan Xing.
Halo, Kak Hai Tao.
Bagus.
Semangat.
Semangat.
Itu, ayo.
Ini adalah
Departemen Promosi.
Bertanggung jawab
promosi di berbagai media
setelah buku baru diterbitkan,
dan lainnya.
Kak Shan.
Kuperkenalkan,
ini adalah Kepala Departemen Promosi,
Kak Shan.
Halo.
Ini adalah asisten baru
Kantor Presdir, Nan Xing.
Halo, Kak Shan.
Kerja baik-baik.
Halo, halo.
Aku Lin.
Tadi pagi, terima kasih padamu.
Kelak panggil saja aku Tong.
Kak Jiao,
dia sangat kuat,
kelak saat memindahkan buku,
bisakah meminjamkan dia pada kami?
Kirimkan padanya, lihat balasan mereka.
CEO Ye.
Nan Xing.
Ini adalah Ye Qing,
CEO kita.
Ini adalah...
Panggil saja aku Pak Shi.
Penanggung jawab Departemen Editorial.
Terapkanlah.
Baik.
Aku bekerja dulu.
Nan Xing ya?
Ikut aku.
Mari.
Aku tidak akan memakanmu.
Pergilah.
[Ye]
Masuk.
Duduk.
Kamu bukan tamatan bidang ini,
juga tidak punya pengalaman kerja, benar?
Tapi kamu adalah pembaca Lu Zichen.
Aku sudah melihat CV-mu
dan catatan wawancaramu.
Sebenarnya kamu tidak cocok
dengan kriteriaku
terhadap posisi asisten presdir.
Tapi aku tetap menyuruh mereka
merekrutmu,
kamu tahu kenapa?
Karena kamu pernah bilang,
tidak pernah menyerah.
Aku adalah seorang atlet.
Kehidupan atlet mengajarkanku
jangan menyerah sebelum menang.
Tidak pernah menyerah.
Jika kamu bisa
melakukan hal ini,
aku yakin
kamu bisa menjabat posisi ini.
Apa kamu bisa?
Kamu bisa berbicara. 'kan?
Bisa.
Hanya saja aku terlalu gugup.
Kamu menghadapiku saja
sudah begitu gugup,
bagaimana kamu menghadapi Lu Zichen?
Bagaimana bisa menjadi asistennya?
Asisten Bos
adalah posisi paling bagus untuk belajar.
Jika kamu berusaha,
akan ada pertumbuhan besar.
Dulu aku adalah asistennya.
Aku tahu.
Aku pernah melihatnya di internet.
Semua rumor itu,
selain tentang
aku punya hubungan dengannya,
sebagian besar rumor itu benar.
Dia juga membaca rumor?
Tentu saja,
dia adalah aset terbesar perusahaan.
Jadi, memperhatikan opini publik tentangnya
juga termasuk dalam pekerjaanku.
Aku sudah menjadi asistennya selama 10 tahun.
Hari ini aku ingin melemparkan
beban ini padamu.
Bisa?
Seharusnya bisa.
Asisten presdir adalah posisi dengan tingkat
eliminasi tertinggi di perusahaan.
Meskipun gagal,
itu adalah hal yang biasa.
Kamu juga sudah bergabung dengan perusahaan.
Bisa dibilang, berhasil mengejar idolamu.
Hasilnya tidak penting,
nikmati saja prosesnya.
Bekerjalah.
[Ye]
Tahun ini tetap sama,
kubawa kamu belajar ice skating.
Selamat ulang tahun.
Kak Jiao.
Aku pergi dulu.
Aku segera ke sana.
Kak Jiao.
Bunga itu pemberian
rekan-rekan kerja, ya?
Bunga itu?
Seharusnya asisten sebelum kamu
lupa membawanya saat meninggalkan tempat ini.
Masih segar, ya?
Asisten presdir adalah posisi dengan tingkat
eliminasi tertinggi di perusahaan.
Kak Jiao.
Apakah Bos kita sangat galak?
CEO Ye yang memberitahumu?
Jangan khawatir,
Bos kita sangat sopan.
Dia tidak pernah memarahi orang.
Benar.
Saat bertemu dengannya
di Sesi Tanda Tangan,
aku juga merasa begitu.
Jika dia tidak puas pada seseorang,
akan langsung dipecat,
tidak akan marah padamu.
Kamu juga jangan terlalu gugup.
Bos
tidak sering muncul di perusahaan.
Dia kebanyakan ada di rumah,
menulis naskah.
Kadang dia datang untuk
rapat atau semacamnya.
Dengan kata lain,
dia jarang muncul di perusahaan,
tapi juga mungkin
muncul di perusahaan kapan saja.
Aku harus melakukan persiapan apa?
Tidak perlu menyiapkan apa-apa,
- hanya perlu menyiapkan mental. - Kak Jiao.
Semuanya sudah tiba.
Segera.
Aku rapat dulu.
Kamu bekerjalah.
Yu Fan.
Aku lupa membawa gelas hari ini.
Perusahaan kita
adakah gelas lebih
yang bisa aku pinjam dulu?
Kamu tidak mungkin belum minum
dari pagi sampai sekarang?
Tidak minum seharian,
apa kamu tidak haus?
Ikut aku.
Ada apa?
Ini adalah
gelas cadangan perusahaan.
Ambillah, lalu minum.
Selesai minum, cuci,
letakkan kembali.
Baik, terima kasih.
Menurut kalian,
Penyambutan karyawan baru malam nanti,
perlu membawa Nan Xing tidak?
Kamu lupa
dengan asisten-asisten sebelumnya?
Baru saja penyambutan, langsung dipecat.
Canggung sekali.
Kurasa, kata-kata Yu Fan masuk akal.
Ayo, jangan lihat lagi.
Semuanya, pulanglah.
Aku pergi dulu.
Nan Xing, sampai jumpa. Pulang lebih awal.
Kak Jiao.
Itu...
Besok aku perlu
mempersiapkan apa?
Besok?
Itu, Chu.
Besok
kamu punya dokumen yang mau dicetak...
Baik, baik.
Aku pulang ya.
Sampai jumpa.
Baik, sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Nan Xing.
Sampai jumpa.
Yu Fan, sampai jumpa.
Nan Xing.
Ada apa denganmu?
Hari pertama bekerja, tidak senang ya?
Tidak.
Jangan berpikir banyak, Nan Xing.
Hari pertama terjun di masyarakat,
seharusnya mencari teman untuk merayakannya.
Benar.
Jangan sedih lagi.
Oh ya,
besok ada setumpuk buku yang mau dipindahkan,
kamu bisa membantu kami?
Tentu bisa, tidak masalah.
Sungguh?
Terima kasih.
Kami pergi dulu, Nan Xing.
Baik.
Jangan sedih lagi.
Baik.
Semangat.
Sampai jumpa.
Mencari orang untuk merayakannya?
Baik.
Mencari siapa ya?
Nyonya An tidak ada di rumah, kalau begitu...
Xiong Sisi.
Halo, Sisi.
Halo, Xing.
Bagaimana perasaanmu
di hari pertama bekerja?
Bagaimana rasanya bertemu idola?
Sangat mendebarkan, 'kan?
Aku tidak bertemu dengannya.
Hari ini Bos tidak ada.
Dengar-dengar, dia tidak datang setiap hari.
Kamu tidak tahu,
aku sangat gugup hari ini.
Aku tidak tahu
apa yang harus kulakukan.
Oh ya,
ini hari pertamaku bekerja,
maukah keluar makan
untuk merayakannya?
Malam ini tidak bisa.
Gara-gara Hao,
malam ini
dia berjanji kepada pelatih
untuk melakukan latihan khusus.
Maaf, Xing.
Tidak bisa menemanimu.
Bagaimana jika besok?
Baik.
Tidak apa-apa, kamu latihan saja.
Begitu saja.
Aku tutup ya, Xing.
Aku bahagia untukmu.
Semangat.
Baik, aku tahu.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Letakkan baik-baik airnya.
Sisi juga tidak bisa.
Mencari siapa lagi?
Xiao Wudi?
Tidak bisa.
Xiao Wudi tidak bisa.
Lebih baik aku rayakan sendiri.
Hawking juga berpikir bahwa perjalanan waktu
tidak mungkin bisa terealisasi.
Bagaimana aku bisa kembali?
Mana mungkin aku terus di sini
menjadi penjaga si bodoh itu?
Kenapa makan malamku masih belum tiba?
Si bodoh ini
tidak lupa pesan, 'kan?
Mau satu pangsit goreng,
satu ikan sup asam,
satu kacang arcis tumis sosis.
Berapa orang?
Aku sendiri.
Bisa habis tidak?
Bisa.
Satu telur kukus,
sup tahu ikan,
lalu satu acar mentimun.
Itu saja.
Yakin bisa habis?
Jika tidak habis, aku akan membawanya pulang,
Bos.
Tunggu.
Halo.
Mari.
Mari, minumlah.
Terima kasih.
Ini sayur andalan kami.
Makan ikan dan minum sup ikan
sangat membahagiakan.
Silakan menikmati.
Terima kasih.
Lumayan enak.
Coba satu lagi.
Baik.
Baik.
Sekarang aku sudah
menjadi asisten selama sehari.
Aku juga sudah
mewujudkan impianku.
Aku sudah melakukannya dengan baik.
Jangan berpikir terlalu banyak.
Mulai besok,
aku akan lebih proaktif.
Tidak memesan untukku, aku keluar makan sendiri.
Jika aku besok masih saja begitu gugup,
bagaimana?
Sudut bibirmu juga ada.
Tolong.
Kamu juga ada.
Kapan aku juga punya
orang yang mengelap bibirku?
Bagaimana rasanya?
Tolong.
Kapan aku juga punya
orang yang mengelap bibirku?
Bagaimana rasanya?
Aku memanggilmu lagi?
Kapan aku juga punya
orang yang mengelap bibirku?
Bagaimana rasanya?
Kamu mendengarnya lagi?
Masalah apa ini?
Bukankah hanya tidak ada yang membantumu mengelap bibir?
Kecilkan suaramu.
Waktu itu sudah kubilang,
lain kali,
apa pun alasanmu
memanggilku lagi,
aku tidak akan membantumu.
Apalagi soal mengelap bibir.
Ada apa dengan mengelap bibir?
Hanya mengelap bibir, aku bukan...
Kapan aku juga punya
- orang yang bisa mengelap bibirku? - Aku sendiri saja.
Bagaimana rasanya?
Xiao Wudi.
Lihat, ada apa dengannya?
Kamu tidak apa-apa, 'kan?
Ada apa?
Begitu banyak orang,
lepaskan.
Aku... cepat, cepat.
Tidak perlu lap.
Tidak perlu kamu lap.
Sudah bisa, 'kan?
Jodoh yang buruk.
Xiao Wudi, kamu...
Kamu gila ya?
Tidak tahu berterima kasih.
Tiba-tiba berbalik
dan memegang mulutku,
lalu mengelap sembarangan.
Aku masih harus minta maaf padanya.
Sungguh memalukan.
Pertama kali dipanggil,
dia tersangkut di jalan.
Kedua kali, dia dalam bahaya.
Ketiga kali, dia hanya sedang makan.
Tapi jika tidak membantunya,
aku seakan dikutuk,
membuat kepalaku sakit.
Ini semua sangat aneh.
Pasti ada sebuah aturan
yang tidak kuperhatikan.
Atau,
dia tidak berbicara jujur padaku?
Utusan Peri apanya?
Dia adalah iblis besar.
Aku menyediakan makan dan tempat tinggal.
Aku masih harus menerima dimarahi olehnya.
Bagaimana aku bisa hidup?
Sakit sekali.
Kenapa aku
bahkan tidak punya
bahu yang bisa disandari?
Tolong, aku sungguh tragis.
Kamu...
Mendengar perkataanku lagi?
Kamu jangan main fisik.
Bicaralah baik-baik.
Jangan bunuh aku.
Aku tidak akan berpikir apa pun.
Aku tidak akan memikirkannya lagi.
Kumohon.
Aku akan baik-baik...
Aku...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.