Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Se Yun, kamu
tidak boleh menemui Gyung Hye.
Tidak boleh.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
"Episode 4"
Bagaimana pergelanganmu?
Tidak apa-apa. Tidak parah.
Tampaknya begitu.
Kurasa kamu tidak perlu dirawat inap, bukan?
- Itu karena... - Tinggallah selama yang kamu mau.
Aku juga akan membayar ganti rugi begitu kamu dipulangkan.
Aku tidak mau dirawat inap...
Bersyukurlah sudah mendapatkan melebihi harapanmu.
Aku yakin itu maumu.
Aku hanya membantumu karena kamu dalam bahaya.
Aku tidak mengincar uang ganti rugi.
Membantu?
Yang benar saja.
Kuharap tidak ada kesalahpahaman.
Lebih baik seperti ini.
Aku tidak bisa bernapas.
Ini membuatku gila.
Kamu mau ini?
Tidak.
Aku benci jus.
Kamu pasti sangat takut saat itu.
Tas yang tadi kamu bawa
adalah tas Chagnel yang kamu beli dari toko kami, bukan?
Itu satu-satunya
yang diimpor ke Korea dan kami menjualnya.
Polanya berani.
Jadi, aku tahu pembelinya pasti berselera tinggi.
Pola bunga gargantua.
Aku suka karena merasa seperti membawa buket.
Aku suka pola hewan.
Aku suka cara pola itu membuat tas terasa hidup.
Terutama tas sehari-hari Girelle Libra.
Polanya berlanjut sampai ke bagian bawah tas.
Jadi, aku sangat menyukainya.
Polanya berlanjut bahkan sampai ke jahitannya.
Aku mendapatkan beberapa barang FW
di toko Isetan di Shinjuku.
Garis-garis adalah pola utama merek itu.
Tapi pola hewannya sangat bagus...
Tasku.
Kamu melihatnya?
- Apa? - Di hotel. Tasku.
Ya.
Kamu ingat apa aku memegang tasku
saat aku berlari menuruni tangga?
Kamu menyelempangkannya di bahu kanan.
Kamu yakin, bukan?
Aku yakin.
Aku mungkin tidak mengingat wajah orang,
tapi aku tidak pernah melupakan pakaian, sepatu,
atau tas mereka.
Bahkan setelah pria yang mengancamku pergi,
aku masih memegang tasku, bukan?
Bisakah kamu memberitahukan itu kepada yang lain?
Jika itu bisa membantu menangkap pria itu,
aku bisa bersaksi untukmu.
Terima kasih atas apa yang kamu lakukan di hotel.
Aku minta maaf
atas kejadian di toko.
Itu
tidak apa-apa sekarang.
Aku akan mulai
merubuhkan barikade
yang mengelilingi pria tua itu, Pimpinan Eun.
Gyung Hye cukup baik
untuk memberiku pisau.
Ya.
Mari berkumpul untuk merayakannya
saat kondisinya sudah tenang.
Hong Kong?
Tampaknya kamu menikmati perjalanan waktu itu.
Aku merindukanmu. Kamu senggang besok?
Baiklah, bagus.
Baik.
Kapan kamu masuk?
Aku khawatir karena kamu tiba-tiba keluar.
Kamu pasti terkejut,
melihat caramu memberiku kebohongan yang memuakkan itu.
Itu panggilan bisnis penting.
Sadarlah.
Jangan memasukkanku ke dunia ilusimu.
Ilusi?
Aku akan menyebutnya "kebingungan", jika itu membuatmu tersinggung.
Jangan perlakukan aku seperti wanita gila. Aku tidak tahan lagi.
Kamu harus mengakuinya.
Dokter Kim juga bilang begitu.
Hanya itu caramu berkembang.
Itu bukan penjambretan.
Jika bukan,
apa dia meminjam tasmu tanpa izin?
Jika mau berkata omong kosong,
jangan mengeluh dibilang gila.
Tahukah kamu siapa yang baru saja kutemui?
Ikut aku.
Akan kubuktikan kepadamu
entah aku gila atau kamu berpura-pura.
Di mana kamar Hong Se Yun?
Ada apa, Bu? Sikap Ibu aneh.
- Apa ada masalah? - Kamu harus bergegas.
Aku akan pulang dengan Ibu.
Jadi, tolong katakan ada apa.
Akan ibu beri tahu nanti. Kamu tidak boleh berada di sini.
- Ibu kenapa? - Dengarkan ibu!
Ibu.
Ayo cepat. Cepat!
"Hong Se Yun"
Tanyakan sendiri, dia menjambret atau mengancamku.
Dia menyaksikannya.
Saksi?
Buka pintunya.
Aku tahu ini sulit diterima,
tapi orang normal takut denganmu.
Saat mereka tahu kamu tidak normal,
mereka menurutimu saat kamu ada
dan menjauh saat kamu tidak ada.
Kamu seharusnya belajar dari pengalaman.
- Biar aku saja. - Baik.
- Sudah. - Baik.
Aku sudah selesai.
Kamu hebat, Woong!
Akankah kamu juara satu lagi di kompetisi matematika?
- Ya. - Ibu senang ibu menyusuimu.
Aku pasti akan mendapatkan pialanya.
- Putra ibu yang berharga. - Kak Sun Hee.
Bukankah Woon minum susu formula, bukan ASI?
- Chul Soo. - Ya?
- Chul Soo. - Apa?
Jangan menikahi gadis cantik ataupun gadis kaya.
Kamu harus menikahi gadis yang sangat sabar.
Hanya itu caramu bisa hidup dengan nyaman.
Baiklah. Aku menyukai gadis yang cantik dan baik.
- Sun Hee. - Detektif.
- Halo. - Hai.
- Paman. - Hai, Woong.
Apa? Kalian sudah tutup?
Aku mau membeli camilan malam.
Sungguh?
Kami sudah mematikan gas.
Astaga. Duduklah. Kamu mau apa?
Kamu yang terbaik.
Aku mau pesan empat porsi ayam kecap dan pedas, dicampur.
Hei. Kenapa kamu butuh empat porsi untuk dua orang?
Memangnya kenapa?
Kamu mau mentraktirku?
Aku ada pengintaian mulai malam ini.
Aku akan memakannya untuk dua hari.
Akan segera kubuatkan. Akan kutambahkan porsinya.
Tunggu di sini.
Kak Se Yun pulang dari rumah sakit.
Kami sudah hampir tiba di rumah.
Bukankah dia dipulangkan besok?
Benar, bukan?
Aku tadi menjenguknya di rumah sakit.
Dia tidak cedera parah.
Dia sudah bisa pulang.
Sayang. Se Yun.
Apa yang terjadi?
Bagaimana kalian berdua bisa...
Se Yun, ikutlah dengan ibu.
Ada apa? Katakan kepadaku.
Kita bisa bicara nanti.
Ada apa, Bu?
Ibu tidak bicara sama sekali di taksi.
Ibu khawatir aku cedera parah?
Begitu?
Ibu.
Dengar.
Kamu ingat
saat ibu memukulmu
waktu kamu SD?
Tentu. Itu pertama kalinya aku dipukul.
Aku melukis untuk putri direktur di sebuah kontes
demi diberi imbalan cat mahal.
Apa yang ibu lakukan saat itu?
Ibu menemui mereka, mengembalikan catnya,
dan mengambil lukisanku kembali.
Kamu masih belum mengerti alasan ibu menyeretmu
pulang dari rumah sakit?
Ibu tidak bisa memberimu pakaian bagus
atau menyekolahkanmu di sekolah mahal,
tapi ibu mengasuhmu dengan benar.
Itu satu-satunya kebanggaan ibu.
Ibu tidak tahu bagaimana kamu menolongnya,
tapi berlebihan jika bermalam di RS untuk luka bakar ringan.
Jangan tamak untuk hal-hal yang tidak seharusnya kamu terima
atau hal-hal yang tidak seharusnya kamu miliki.
Ibu tidak mengenalku?
Aku tidak berniat agar diberi ganti rugi.
Aku tidak bermalam di RS mahal itu untuk memanfaatkan mereka.
Aku hanya membantu mereka.
Membantu?
Pelanggan toko kami yang kutolong
diserang di hotel.
Diserang?
Bagaimana?
Apa yang terjadi kepadanya?
Ibu.
Katakan kepada ibu.
Ibu memaksa Kak Se Yun pulang tanpa mengatakan alasannya.
Ibu bertingkah aneh hari ini.
Kak Se Yun tidak berbuat salah, bukan?
Nanti bawakan ini untuk Se Yun.
Ini bagus untuk luka bakar.
Jadi, suruh dia memakannya sebelum tidur.
Bagaimana menurut Ayah? Ibu bertingkah aneh, bukan?
Ibumu tidak pernah salah.
Dia pasti punya alasan.
Bersaksi?
Kamu tahu betapa bahayanya dunia ini?
Bagaimana jika penyerangnya kembali?
Dunia ini tidak semudah dan senyaman itu
untuk orang-orang yang melanggar hukum.
Jangan khawatir, ya?
Membantunya saat dia dalam bahaya sudah cukup.
Jangan bersaksi
dan menemui dia lagi.
Tidak boleh.
Kenapa kamu tidak menjawab ibu?
Ibu, sejujurnya,
aku merasa kasihan kepadanya.
Apa?
Dia sangat kaya sampai punya uang lebih banyak dari yang bisa dipakai,
tapi dia selalu marah.
Tapi aku merasa dia sebenarnya tidak marah.
Dia tampak sedih.
Aku kasihan kepadanya.
Kamu tahu apa tentangnya sampai bilang...
Ibu.
Tahukah kamu
apa yang dipikirkan orang kaya?
Dengarkan baik-baik. Selama 20 tahun,
ibu memasak dan berbenah untuk keluarga
yang dikenal semua orang di negara ini.
Tapi orang-orang itu
menatap ibu dahulu bahkan jika satu mangkuk hilang.
Mereka takut rumor terkecil tersebar.
Jadi, mereka membungkam pegawai dengan duri-duri.
Tidak bisakah kamu melihatnya
dari cara ibu tidak memberitahumu di mana ibu bekerja?
Ibu.
Walaupun dijahati, ibu tidak bisa mengeluh ke siapa pun.
Tidak ada yang memercayai ibu
dan jika bicara, ibu akan dipecat.
Keluarga konglomerat
semenakutkan dan sejahat itu.
Sangat menakutkan.
Se Yun. Jangan pikir mereka berterima kasih atas bantuanmu.
Orang-orang itu
tidak menganggap kita sama dengan mereka.
Di mata mereka,
kita pelayan mereka,
atau musuh yang mengincar uang mereka.
Se Yun.
Kamu
adalah putri kesayangan ibu.
Ibu tidak ingin kamu tidak dihargai
dan terluka karena orang-orang seperti itu.
Kamu paham?
Aku akan segera sukses,
jadi, Ibu tidak menderita lagi
dan memulai hidup bahagia selamanya.
Berjanjilah kepada ibu
kamu tidak akan bersaksi
atau menemuinya lagi.
Aku sudah berjanji akan bersaksi soal penyerang itu.
Katakan saja kamu turut prihatin.
Kamu tidak boleh melakukan itu.
Kamu mau membuat ibu cemas
dengan melakukan hal yang tidak perlu?
Baiklah.
Astaga.
Jika tidak bisa menginap, tidak bisakah kamu lebih lama?
Se Yun baru pulang dari rumah sakit.
Keluarga itu juga mengalami insiden.
Kulihat Se Yun baik-baik saja, jadi, aku harus pulang.
Tapi ada apa?
Kenapa kamu mengeluarkannya dari rumah sakit seperti itu?
Dia menerima sesuatu yang tidak seharusnya
dari orang asing.
Kamu pasti salah paham.
Kamu tahu Se Yun tidak akan melakukan itu.
- Kamu sudah memastikannya? - Sayang.
Dia mungkin terlihat teliti di mata kita,
tapi dia melakukan kesalahan juga.
Aku mengenal putriku lebih baik dari siapa pun, jadi, hentikanlah.
Sayang.
Kamu tidak pernah menganggap
Sun Hee dan Chul Soo bukan anakmu, bukan?
Aku tidak pernah menganggap
Se Yun bukan anakku bahkan satu kali pun.
Bukan itu maksudku. Kamu tahu itu.
Aku akan menunggu sampai Se Yun tertidur,
tapi aku harus pergi.
Tolong jaga dia.
Baiklah.
Ibu memarahi Kakak?
Dia tidak memarahi kakak.
Ini enak.
Kamar seharga 1.900 dolar menjadi sia-sia.
Tetap saja itu kamar rumah sakit. Kamar rumah sakit.
Tempatmu menginap karena terluka atau sakit.
Tapi bagi orang-orang itu,
ribuan dolar terasa sangat kecil, bukan?
Benar. Itu sebabnya kita menyebutnya si Kaya Manja.
Apa?
Jaga mulutmu, Gang Hee.
Maksudku, dia selalu ceria ke mana pun dia pergi.
Itu maksudku.
Baiklah.
Cucu Grup Winner yang Kakak selamatkan
terkenal di industri permodelan.
Setiap ke peragaan busana, dia membeli semuanya.
Dia bukan sekadar membeli,
tapi mengambil semua yang dia lihat
tanpa menyisakan apa pun.
Bukankah orang-orang di toko desainer mengenalnya?
Astaga. Gang Hee.
Jangan mencemaskan orang lain.
Cemaskan saja dirimu sendiri.
Berhentilah memukulku.
Karakternyalah yang harus diperhatikan.
Orang tua, anak, penyakit...
Perhatian.
"Orang tua mencemaskan penyakit anak mereka"
Orang tua
mencemaskan penyakit anak mereka.
Jantungku berat,
jadi, aku tidak bisa mengingat peribahasa yang kutahu.
Apa Nona Gyung Hye baik-baik saja?
Dia tidak terluka parah.
Dia hanya sangat ketakutan.
Aku mau ke rumah sakit...
Myung Hwan ada di sana.
Kamu harus mengemas sesuatu untuknya
dan pergi esok hari.
Baik, Pak.
Baiklah. Bagaimana keadaan ibunya?
Belum ada tanda-tanda kemajuan?
- Belum, Pak. - Masih tidak menanyakan Gyung Hye?
Tidak, Pak.
Meski dia hilang ingatan,
bagaimana bisa dia tidak mengingat anaknya sendiri?
Demi kebaikan Gyung Hye,
lebih baik
katakan kepadanya bahwa ibunya sudah tiada.
Terima kasih atas apa yang kamu lakukan di hotel.
Aku minta maaf
atas kejadian di toko.
Beraninya kamu mempermainkanku?
Dasar.
Aku tidak akan memaafkanmu.
Dokter akan segera kemari.
- Jika Anda pergi sekarang... - Minta dia datang ke rumah.
Pak Lee akan segera kemari.
Dia pulang karena Pimpinan menyuruhnya.
Saat dia kembali, Anda bisa...
- Berani sekali kamu menyentuhku? - Maaf.
Pak Choi.
- Siapkan mobilnya. - Ya?
Tenanglah.
Kamu tampak menyedihkan di depan para pekerja.
Jika aku sungguh gila
dan merelakan semuanya,
kamu akan
berada dalam bahaya besar.
Jangan macam-macam denganku.
Nomor yang Anda tuju...
Mungkin seharusnya aku meneleponnya semalam.
Pak Lee. Ini Hong Se Yun dari Toko Luxe Designer.
Aku harus memberitahu Anda sesuatu soal bersaksi di depan polisi...
Kamu tidak perlu bersaksi di depan polisi.
Aku akan menghubungimu jika situasinya berubah.
Baiklah.
Nona.
Apa terjadi sesuatu di rumah sakit?
Kurasa dia trauma dengan insiden penculikan itu.
Dia terlalu gundah dan tidak bisa tidur.
Aku menenangkannya semalaman,
tapi tidak bisa.
Hubungi Dokter Kim.
- Baik, Pak. - Pak Lee menemukan Kim Dong Man.
Wakil Presdir yang akan mengurusnya,
jadi, pastikan polisi tidak berkata apa pun
- atau membuat rumor. - Pak.
Tolong percayakan kepadaku insiden perusahaan cat
yang terjadi 20 tahun lalu ini.
Ini di luar kemampuan Wakil Presdir.
- Dia harus bertanggung jawab... - Pak Jang.
Ya, Pimpinan.
Wakil Presiden masih berguna.
Pak.
Nyawa Gyung Hye dalam bahaya.
Kamu boleh pergi.
Apa itu bubur kacang pinus?
Kakakmu tidak berselera makan
dan pergi tanpa sarapan. Antarkan ini kepadanya.
Suruh dia meminumnya
ketika lapar saat bekerja.
- Antar ke toko desainer? - Ya.
Jangan memikirkan ide konyol.
Jangan coba-coba
meminta diskon karyawan miliknya untuk membeli baju.
Tidak akan.
Tidak akan!
Aku memberimu sesuatu
untuk membantumu mengontrol emosi.
Apa kamu merasakan ingin meneriaki atau menyerang
orang lain?
Jika merasakan itu, jangan ditahan.
Keinginan berbelanja sama dengan keinginan menyerang.
Aku tidak diobati untuk mengontrol keinginan itu?
Hasrat itu seperti mata air.
Makin kamu tahan akan makin membendung kuat.
Kuresepkan obat untuk mencegah itu.
Jadi, istirahatlah dan turuti emosimu.
Jika tidak?
Kamu akan menunjukkan gejala lebih parah dari sekadar keinginan.
Kamu akan mendengar suara dan menjadi delusi juga histeris.
Mungkin akan muncul satu per satu, atau sekaligus.
Kamu sangat sensitif setelah kejadian di hotel.
Aku mengurangi dosis obat yang kamu minum.
Aku juga menambahkan obat untuk perutmu,
jadi, pastikan kamu minum obat, meski tidak makan.
Aku permisi.
Desain yang sangat unik.
Kamu boleh mengambilnya jika mau.
Tidak usah. Aku tidak begitu suka perhiasan.
Jangan lupa perkataanku.
Jangan menahan emosi apa pun.
Jangan ditahan atau disembunyikan. Lakukan apa pun semaumu.
Hanya itu yang bisa membuatmu nyaman.
Nona!
Pimpinan khawatir.
Anda baru saja pulang dari rumah sakit.
- Jika pergi berbelanja... - Minggir.
Nona.
Dia tidak akan menemui Se Yun, bukan?
Tidak mungkin.
Anda sudah pulang dari rumah sakit?
Jawab pertanyaanku jika kamu masih ingin bekerja.
Aku benci orang yang banyak bicara.
Sudah 30 menit.
Tolong hentikan dia.
Aku yakin dia akan segera selesai.
Lebih tinggi.
Haruskah kami pakaikan itu ke patung agar Anda bisa melihatnya?
Itu akan memudahkan Anda melihat.
Maafkan aku.
Beraninya kamu menyela?
- Silakan nikmati waktu Anda. - Hei!
Apa yang kamu lakukan?
Gang Hee. Tunggu di luar.
Kamu pasti bercanda.
Kamu pikir kakakku rak pakaian?
Siapa wanita ini?
Young Ae, bawa dia keluar.
Aku juga ingin meninjunya, tapi aku menahannya.
Jika melakukan ini, kamu dan kakakmu akan terlibat masalah.
- Ayo keluar. - Bisa-bisanya kamu membuat masalah?
Keluar sebelum aku panggil polisi.
Keluar!
Lihat dirimu, kamu menjilatnya karena dia kaya.
- Gang Hee! - Kakak juga sama buruknya.
Kakak harus berhenti melakukan perintahnya.
Ini bukan karena dia menyuruh kakak.
Kakak melakukan ini karena memang sanggup.
Tolong pergilah.
Tunggu.
Tunggu. Wanita ini...
Bukankah dia cucu pimpinan Grup Winner?
Dari hotel...
Benar. Ini si Manja Eun Gyung Hye.
Apa? Manja...
Keluarkan dia dari sini!
- Maafkan aku. - Nona.
Aku akan membawa adikku keluar.
- Ayo. - Lepaskan aku.
Aku membaca buku anak-anak.
Serangga pun tahu caranya berterima kasih.
Aku kehabisan kata-kata.
Kamu menghamburkan uang dan memasukkannya ke RS mewah.
Astaga.
Ayo. Sudahlah.
Sudahlah...
Dasar gila! Jangan kabur! Minta maaf kepada kakakku!
Katakan sekali lagi.
Aku menyebutmu gila. Memangnya kenapa?
Bawakan aku gunting.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
"Mysterious Personal Shopper"
Jika memikirkan ibu, yang bekerja keras untuk kita,
yang kulakukan tidak ada apa-apanya.
Kamu pergi menemui wanita itu?
Dia mempermainkanku. Berani sekali dia?
Hentikan sebelum ini tersebar di tabloid.
Belakangan ini, kamu membuatku senang.
Kamu malang sekali.
Kamu ingin membuat pakaian, tapi malah menjualnya.
Aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.