All language subtitles for S.Line.S01E05.2025.1080p.friDay.WEB-DL.H264.AAC-ADWeb.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SOSIAL

SEKS

RAHASIA

JALUR SEKS

GARIS S

GARIS MERAH YANG MENGHUBUNGKAN PASANGAN SEKSUAL

Bangun, Om.

Ayo.

Bangun.

Biarkan aku sendiri.

Kang Seon-a.

Aku tidak pernah menginginkan banyak hal dalam hidup.

Yang kuinginkan hanyalah kebebasan. Itu saja.

Tapi hal-hal yang ingin kulepaskan

justru datang padaku seperti tugas.

KACAMATA ITU

Kapan mereka...

Tak terduga.

Hei. Sini.

- Kenapa? - Sini saja.

Tundukkan kepalamu sedikit.

Kenapa?

Ada apa ini?

Kapan kamu bertemu istrimu lagi?

Waktu kuliah.

Bagaimana sebelumnya? Kamu nggak punya pacar?

- Tentu saja punya. - Berapa?

Satu.

Kita berbeda sekali.

Itu bukan hal baru.

Kenapa pakai kacamata baru?

Apa kamu mencoba melihat dunia dari sudut pandang tersangka?

Nggak cocok sama sekali buatmu.

Aku juga tahu.

Ada yang bisa kubantu?

SMA Bangju?

Ya.

Ikut saya.

- Sini. - Apa-apaan ini?

Apa hak detektif melakukan ini?

Bawa surat perintah.

Surat perintah apaan.

Aku tidak menangkapmu.

Aku hanya ingin kau mengunjungi teman.

Aku perlu memeriksa sesuatu.

Teman apa?

Dan memeriksa apa?

Ikut dan lihat saja sendiri.

Berdiri di sini sebentar.

Sialan.

Apa aku boleh pergi sekarang?

Tunggu.

Kamu tahu Seon-a punya pacar?

Pacar?

Kang Seon-a?

Kalau pacar aku nggak tahu,

tapi aku tahu dia punya seseorang yang dia benci.

Mungkin itu kamu.

Jangan bercanda.

Kamu tahu kan apa yang selalu dia katakan.

"Akan kubunuh bajingan itu suatu hari nanti."

Kayaknya dia lebih benci orang itu daripada Kim Hye-yeong.

Bukannya minggu depan ulang tahun Hyeon-heup?

Tanggal berapa?

1 November.

Kita adakan pesta, yuk!

Aku nggak mau.

Kenapa?

Aku belum pernah merayakannya.

Maaf, tapi kau tidak punya pilihan.

Mau bertemu sebelum pesta,

hanya kita berdua?

NOMOR TAK DIKENAL

1 NOVEMBER. KAU DIUNDANG KE PESTA ULANG TAHUN.

1 NOVEMBER. KAU DIUNDANG KE PESTA ULANG TAHUN.

Gimana warna ini? Aku baru beli.

- Jelek sekali. - Apa?

- Hapus sana. - Nggak mau.

- Sebaiknya hapus. - Lihat, Ji-na datang.

Hei.

Nggak latihan hari ini?

Tumben ke sekolah?

Nggak ada apa-apa.

Kenapa kamu diam sekali hari ini?

Entahlah.

- Dia kenapa? - Aneh.

Ji-uk.

Sepertinya ada kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Su-min bisa menanganinya.

Kurasa akan lebih baik jika kamu membantunya.

Siapa korbannya?

Seminggu yang lalu...

aku pergi ke rumah anak laki-laki ini dan kami minum bersama.

Kami dulu sama-sama trainee idola K-pop jadi kami dekat.

Kami sedang minum...

dan aku tidak sadar untuk sesaat.

Saat aku bangun...

aku sadar celana dalamku

terpasang terbalik.

Bagaimana dengan anak laki-laki itu?

Dia mengirimiku pesan kalau dia sedang pergi keluar.

Apa kau pernah melakukan hubungan seksual sebelum kejadian itu?

Tidak.

Kenapa dia berbohong?

Maksudmu?

Hah?

Bukan apa-apa.

Besok kita temui anak laki-laki itu.

- Cepat. - Kita harus buru-buru.

Anak-anak zaman sekarang...

Aku saja waktu SMA tidak seperti itu.

Kamu menggerutu apa?

Kubilang aku muak mengunjungi sekolah.

Aku sudah lulus bertahun-tahun lalu.

Aku tahu.

Sepertinya akhir-akhir ini banyak kasus yang berhubungan dengan sekolah.

Detektif.

Halo.

- Halo. - Halo.

Seorang perawan?

Tidak ada seks sebelum menikah?

Senang bertemu denganmu lagi.

Kecuali...

Kehadiranmu di sini pasti bukan kabar baik.

Bagaimana keadaan Seon-a?

Dia masih di rumah sakit.

Aku ingin menjenguknya bersama para murid. Apa boleh?

Masih terlalu dini untuk itu.

Begitu ya.

Kamu memakai kacamata baru.

Terlihat bagus untukmu.

Ya, tentu saja.

Telingamu merah.

Apa kamu kenal Seo Han-yu di kelas 7, tahun kedua?

Han-yu? Ya.

Seo Han-yu.

Bagaimana kau kenal Yoon Ji-na?

Dia hanya...

seorang gadis yang kukenal.

Kami dulu trainee bersama.

Pada malam tanggal 20 September,

apa kalian minum bersama di tempatmu?

- Ya. - Di mana orang tuamu?

Mereka di luar negeri.

Aku datang ke Korea untuk menjadi penyanyi

dan sekarang aku tinggal sendiri.

Menurutmu tidak apa-apa anak SMA sepertimu minum-minum?

Kamu kelihatannya sombong sekali.

Maaf, Detektif.

Aku stres karena tugas sekolah.

Kau di sini sebagai tersangka dalam kasus kekerasan seksual.

Apa kau sadar akan hal itu?

Apa itu yang Ji-na katakan?

Aku tidak pernah tidur dengannya.

Aku tidak mau.

Anak-anak zaman sekarang benar-benar luar biasa.

Dengan wajah sepolos itu pula.

Kita akan dapat sesuatu kalau kita mulai menggali.

Sudah selesai menatapku?

Aku tadinya mau memberitahumu lebih dulu.

Berikan padaku.

Ini barang bukti dari sebuah kasus. Aku tidak bisa begitu saja memberikannya padamu.

Dan tidak apa-apa kamu memakai barang buktinya?

Aku perlu mengujinya.

Bukankah itu tugas tim forensik?

Ya. Kamu benar.

Begitu aku memakai kacamata ini,

aku sadar kamu mengatakan yang sebenarnya dan langsung merinding.

Melegakan, kan?

Aku percaya padamu, dan kamu percaya padaku.

Aku tidak percaya padamu.

Singkirkan kacamata itu sekarang.

Tenanglah.

Detektif, haven't you learned anything from Seon-a's case?

Dan ingat tetanggaku?

Kamu bilang kamu menemukan kacamata itu di TKP.

Kamu tidak mengerti?

Setiap kasus berhubungan dengan mereka.

Memakainya itu berbahaya.

Kamu cukup meyakinkan.

Justru karena itu aku harus mencobanya.

- Dan bagaimana bisa berbahaya... - Aku tidak bilang kacamatanya yang berbahaya.

Kamu tidak tahu bagaimana kacamata itu akan mengubahmu.

Ada apa di sini?

Apa ada masalah?

Tidak ada masalah. Dia tinggal di lingkungan sekitarku.

Hyeon-heup itu anak yang spesial.

Maukah kamu makan malam denganku kapan-kapan?

Maaf?

Aku akan meneleponmu.

Halo. Anda datang pagi sekali.

Silakan duduk.

Yoon Ji-na.

Saya sendiri yang menemukannya.

Tapi dia tidak berusaha keras.

Jadi saya bilang padanya untuk berhenti jika tidak sungguh-sungguh.

Saya bukan tipe orang yang memaksa orang melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan.

Seperti apa Ji-na itu?

Saya malu mengatakannya,

tapi dia tidak begitu berbakat.

Seharusnya dia berusaha lebih keras untuk menutupi itu.

Tapi dia tidak memaksakan diri.

Selain itu, dia terlalu suka bergaul dengan teman-temannya.

Dia selalu mengajak trainee lain minum-minum dengannya

atau bertemu anak laki-laki.

Tidak heran dia tidak berhasil.

Kita tidak boleh mengesampingkan kemungkinan itu adalah tuduhan palsu.

Jangan berasumsi dulu.

Kepalaku pusing. Aku benci kasus semacam ini.

Maksudmu apa?

Tipe "katanya dia, katanya dia".

Ditambah lagi, mereka berdua di bawah umur,

dan kasusnya sensitif, jadi kita tidak bisa benar-benar menginterogasi mereka.

Kita butuh sesuatu seperti

pendeteksi kebohongan yang akurat.

Aneh.

- Apanya? - Rasanya tidak masuk akal.

Kamu bicara apa?

Bukan apa-apa.

Ngomong-ngomong,

kamu naksir wali kelasnya Seon-a?

Apa?

Dari mana datangnya omongan itu?

Lupakan saja kalau tidak.

Dia menyebalkan.

Selalu meneleponku, ingin menemuiku.

Aku akan segera jadi senior

dan bukan lagi seorang trainee.

Boleh aku lihat pesan teksmu?

Silakan.

JI-NA: AKU LELAH. BOLEH AKU KE SANA?

SEKARANG? JI-NA: YA. KAMU SIBUK?

SEDIKIT...?

JI-NA: AKU TIDAK AKAN LAMA. AKU SANGAT DEPRESI.

KAMU DATANG SEKARANG? UNTUK MINUM? JI-NA: YA!

Kau hapus pesanmu,

mencuci pakaiannya

dan celana dalam bernoda darah yang kau pakai hari itu,

dan baru melapor setelah seminggu berlalu.

Pernahkah terpikir olehmu

bahwa keadaan ini tidak akan menguntungkanmu?

Aku sudah bilang.

Aku tidak mau percaya apa yang terjadi itu benar.

Kau bisa dituntut dengan tuduhan palsu.

Detektif.

Akulah yang mencuci pakaian Ji-na.

Itu bukan salah Ji-na.

DONG-SIK: TIDAK BANYAK PETUNJUK DI SINI. AKU PULANGKAN HAN-YU SEKARANG.

Permisi.

Yoon Ji-na.

Aku bertanya padamu untuk terakhir kalinya.

Apa kau dipaksa untuk...

Maksudku...

Apa benar-benar terjadi sesuatu antara kau dan Seo Han-yu?

Jangan serahkan kasus ini ke Kejaksaan.

Apa?

"Hei, Kacamata."

Hari ini tidak memanggilku begitu?

Kapan memangnya aku begitu?

Ini untukmu.

Ini bukan hadiah, tapi anggap saja begitu.

Aku sudah membaca berkas kasusmu.

Apa yang terjadi pada orang tuamu bukan salahmu.

Siapa tahu itu yang kamu pikirkan.

Jadi seperti itu rupanya dia.

Dia terlihat berbeda dari yang kuingat.

Kamu mau mencarinya?

Seon-a bilang

jika dia masih hidup, dia pasti akan menemuiku.

Seperti yang kamu bilang, kacamata ini

mungkin berbahaya,

tapi aku yakin mereka bisa membantu seseorang.

Sama seperti kamu menyelamatkan wanita di apartemen 204.

Siapa yang sedang kamu selamatkan sekarang?

Kamu kenal Yoon Ji-na? Dia sekelas denganmu.

Ya.

Dia melaporkan seseorang atas kekerasan seksual.

Kasusnya sudah ditutup.

Aku memakai ini.

Tidak ada Garis S di antara mereka berdua.

Yoon Ji-na bilang dia tidak punya pengalaman seksual,

tapi dia punya empat Garis S.

Aku tahu kamu nggak akan berhasil jadi idola K-pop.

- Rasakan. - Rasakan.

Yoon Ji-na

bisa jadi mengatakan yang sebenarnya.

Seminggu yang lalu, dia tidak punya Garis S sama sekali.

Halo?

Apa kamu sudah melimpahkan kasus Yoon Ji-na?

Belum, aku sedang mengerjakannya.

- Tunggu sampai aku ke sana. - Kenapa?

Kita akan mulai lagi dari awal.

Rasanya ini tidak benar.

Seo Han-yu.

Ini polisi. Apa kau di rumah?

Seo Han-yu.

- Kau... - Halo, Detektif.

Boleh kami masuk?

Tentu, silakan.

Rumahmu rapi sekali.

Ya.

Aku sedikit gila kebersihan.

Apa kalian minum

di sebelah sini malam itu?

Kami mulai di sana, tapi dia pingsan,

jadi aku membaringkannya di tempat tidur.

Oke.

Apa botol yang kalian minum masih ada di sini?

Tidak. Aku tidak menyimpan barang-barang seperti itu.

Detektif.

Besok aku ada urusan pagi-pagi.

Bolehkah aku tidur?

TUTUP

MOTEL MISEONG

Aku kembali ke TKP untuk berjaga-jaga

dan menemukan kacamata itu di bak mandi.

Bagaimana jika seseorang sengaja

agar kamu mengambil kacamata itu?

Mustahil.

Bagaimana mereka bisa tahu aku akan kembali?

Kamu tidak bisa berharap semuanya masuk akal.

Seperti fakta bahwa aku melihat Garis S

atau kacamata itu.

Aku tahu seseorang sengaja meletakkan kacamata itu di TKP.

Siapa kira-kira?

- Bagaimana kamu... - Aku hanya...

Aku melihatmu saat lewat.

Aku penasaran ada apa, lalu mengikutimu,

tapi kamu menghilang di sekitar sini.

Teleponku tidak kamu angkat.

Kenapa kamu kembali ke sini?

Ada barangku yang tertinggal saat aku piket.

Kamu tidak takut? Di sini menyeramkan.

Ingat?

Aku bilang aku bisa melihat hal-hal aneh.

Ya.

Ada sesuatu

di atas kepalamu...

Hentikan.

Jika aku mendapatkan

sebuah Garis S,

kurasa tidak apa-apa jika aku melihat hal-hal...

Apa?

...selama aku bersamamu.

Memulai hari dengan kerja keras. Pagi yang melelahkan.

Ini sepertinya tidak apa-apa.

Ketemu.

Oke. Terima kasih.

Berapa lama pemeriksaan forensiknya?

Paling cepat satu hari.

Bagaimana kamu bisa kepikiran mencari sprei itu?

Sprei itu...

Warnanya menggangguku.

Tidak cocok dengan interiornya.

Dia membuang sprei yang masih bagus

bukan di tempat sampah, tapi di kotak donasi pakaian.

Dia punya sesuatu yang disembunyikan.

Kecuali...

Ada sesuatu yang tidak bisa kumengerti.

Manusia memperoleh penyimpangan dari interaksi dengan orang lain.

Seo Han-yu.

Sini.

Cepat!

Apa aku tidak boleh makan? Aku lapar sekali.

Aku akan bertanya lagi padamu.

Kenapa kau membuang sprei itu?

Aku gila kebersihan.

Aku tidak bisa tidur di sprei bekas.

Sudah kubilang sekitar lima kali.

Bagaimana darah Ji-na bisa ada di sprei?

Aku tidak tahu.

Mungkin dia mimisan.

Atau sedang menstruasi.

Han-yu.

Dengar...

Aku tahu kau tidak melakukan apa-apa.

Aku percaya penuh padamu. Mau tahu kenapa?

Pria tampan seperti kita tidak bisa menjauhkan para gadis.

Yoon Ji-na yang mendekatimu duluan, kan?

Meskipun kau tidak begitu tertarik.

Aku sudah mengatakan yang sebenarnya sebelumnya.

Dia bukan tipeku.

Ada orang yang bilang dia seksi,

tapi bukan aku.

Dia memaksa datang, jadi aku izinkan.

Aku punya sisa wiski,

so I gave her that and she drank all of it.

Kau punya wiski di rumah?

Merek apa?

Aku sendiri peminum wiski.

Glenfiddich.

Lalu apa?

Dia menghabiskan botolnya,

mabuk, dan bilang tidak mau pulang.

Dia bahkan minta minum lagi.

Jadi aku membelikannya bir dari minimarket.

Dia pingsan setelah itu.

Mencampur minuman adalah pilihan yang buruk.

Bagaimana kau bisa membeli birnya?

Minimarket itu tidak pernah memeriksa KTP.

Lihat saja sendiri.

Glenfiddich apaan.

Ji-uk.

Satu-satunya rekaman kamera pengawas yang bisa dipakai adalah dari tempat parkir.

Dengan jumlah penghuni gedung, lalu lintasnya padat.

Waktu Ji-na masuk gedung,

waktu Han-yu keluar dan kembali,

dan waktu dia pergi di pagi hari semuanya cocok.

Berapa lama dia pergi membeli bir?

Lima, sepuluh menit?

Jika seseorang menyusup selama waktu itu,

Garis S itu bisa dijelaskan.

Itu artinya dia sudah pingsan sebelum minum bir.

Garis apa?

Bukan apa-apa.

Hei, berhenti di sana.

Kapan berandalan ini masuk?

Sekitar satu jam yang lalu.

Itu.

Bukankah ada kamera di belakang gedung?

Tidak ada.

Putar ulang.

Satu, dua, tiga...

Satu, dua, tiga, empat, lima...

Dari enam jadi tujuh garis.

Empat jadi lima garis.

Satu, dua, tiga...

Berandalan sialan.

Jadi itu Ji-na?

Bawa mereka bersamamu.

Kamu punya rokok?

- Tidak. - Jangan lagi.

Kamu pasti bercanda.

DETEKTIF HAN

KACAMATA

Sial. Aku tidak punya waktu untuk ini.

Aku mau pengacara.

- Kamu mengetik apa? - Hei.

Tolong, bisakah kau biarkan aku pulang?

Aku tidak melakukan apa-apa.

Lepaskan aku. Tolong.

Ibuku akan membunuhku.

Tolong.

Oke, aku antar kamu pulang. Ayo.

Detektif.

Rumahku di arah sebaliknya.

Ya, aku tahu.

Kita mau ke mana?

Bagaimana menurutmu mobil ini?

Mulus, kan?

Bisa beritahu aku kita mau ke mana?

Ya Tuhan, lampu merah ini lama sekali.

Kenapa kita di sini?

Apa tempat ini familier?

Detektif Oh, ikut aku.

Oke.

Kita makan malam apa? Mungkin minum soju?

Ji-uk.

Kita tidak punya banyak waktu.

Kita harus segera melepaskan Seo Han-yu.

Lagipula, kita tidak punya alasan untuk menahan anak itu.

Bagus. Teruslah bicara.

Tapi coba tetap pasang wajah cemberut.

Untuk apa?

Bukankah sudah jelas?

Dia sudah mau kencing di celana.

Yang perlu kita lakukan hanyalah menunggu dengan wajah sangat serius.

Kubilang

dia akan mengaku dalam sepuluh menit.

Hei, Beom-ju. Keluar dari mobil.

- Apa? Aku tidak... - Keluar saja sebentar.

Kau mau membawaku ke mana?

Tidak jauh. Tidak akan lama.

Kita mau ke mana?

Bisakah kau antarkan aku pulang saja?

Kita akan lihat-lihat TKP,

dan kita akan kembali...

Sialan.

Nah, itu baru pengakuan.

Bajingan.

Dia pelari yang sangat cepat, ya?

Ya.

- Detektif. - Ya?

Aku benar-benar ingin pulang.

Aku akan mengantarmu. Tapi kita kembali ke kantor polisi dulu.

Kenapa? Bagaimana dengan yang lain?

Aku sudah memulangkan mereka.

Kenapa begitu?

Aku tidak punya banyak bukti atas mereka.

Bagaimana denganku? Kenapa aku tidak bisa pulang?

Kau...

Kurasa aku punya cukup bukti untukmu.

Tidak mungkin.

Kau tidak bisa melakukan ini!

Kau tidak bisa melakukan ini!

Sialan!

Tenang. Kau akan terluka.

Bajingan.

Detektif.

Aku tidak akan ditahan jika aku benar-benar jujur, kan?

Yah,

itu tergantung pada apa yang kau katakan.

Aku memang melakukannya,

tapi bukan hanya aku.

Ini bukan salahku, sialan.

Si brengsek Han-yu yang merencanakan semuanya.

Aku selalu membicarakan betapa seksinya Yoon Ji-na,

dan suatu hari teman-temanku menelepon.

Mereka bertanya berapa yang akan kubayar untuk melakukannya dengan Yoon Ji-na.

Aku ke sana hanya karena ingin minum dengannya.

Dia pingsan karena Han-yu membiusnya.

Detektif, itu Han-yu. Dia yang menyuruh kami.

Bukan...

Bukan hanya aku. Kami semua terlibat.

Bisakah kau lepaskan aku sekali ini saja?

Si brengsek Han-yu yang merencanakan semuanya.

Aku melakukannya hanya karena teman-temanku menyuruh!

Han-yu duduk di sana mengawasi kami sepanjang waktu, si mesum itu.

Ini milikmu, kan?

- Apa itu? - Aku menemukannya di kamarmu.

Seolah-olah. Itu ada di lemari pemadam api.

Apa kau menggunakan ini untuk membius Ji-na?

Apa kau punya bukti aku melakukannya?

Aku punya ini hanya untuk bercanda.

Mari kita lihat apakah hakim menganggapnya lucu, ya?

Anak-anak yang lain sudah mengaku.

Ada empat saksi yang melawanmu.

Aku bukan pemerkosanya.

Merekalah para brengsek itu.

Tentu, kau benar.

Tapi kau biang keladinya.

Dasar kau aneh.

Detektif.

Akankah mereka dihukum?

Aku sudah melakukan semua yang kubisa.

Pengadilan yang akan melakukan sisanya.

Memakaikan kacamata ini pada hakim pasti akan berhasil.

Memakai kacamata

tidak membuatmu melihat kebenaran.

Kurasa begitu.

Jika aku mendapat banyak Garis S sepertimu,

aku mungkin akan menjadi lebih acuh tak acuh.

Apakah ini penghinaan?

PANTI JOMPO

Kamu bisa jalan pulang dari sini, kan?

Ada urusan mendadak.

Tentu.

YOO JUN-SEON

Kapan dia menghilang?

Ini bukan pertama kalinya. Apa Anda yakin dia tidak di sini?

Saya... Saya pikir...

Terakhir kali saya menemukannya di atap.

Sepertinya Anda perlu datang dan melihat ini.

Kami belum pernah melihatnya sebelumnya,

dan kami tidak tahu bagaimana dia bisa masuk.

Wali kelas Seon-a?

NOMOR TAK DIKENAL

Dong-sik.

Cek latar belakang Lee Gyu-jin.

Ayah...

Bagaimana kau bisa sampai di sini?

Seon-a...

Apa yang sebenarnya terjadi?

Ini kacau sekali.

Lepaskan tanganmu darinya.

Lepaskan!

Apa yang kau lakukan pada Seon-a?

Bicaralah, brengsek!

Ji-uk...

Kau... sialan...

Bagaimana bisa kau...

pada Seon-a!

Apa yang telah kau perbuat?

Bagaimana dia bisa hidup dengan ini?

Detektif...

Aku butuh bantuanmu.

meminta bantuanmu.

Kamu boleh menolak jika mau.

Apa kamu menyukaiku?

Jika aku harus bersama seseorang,

aku ingin orang itu adalah kamu.

KAMU BICARA DENGAN SIAPA? APA KAMU MENGABAIKANKU?

MELAPORKANKU TIDAK AKAN MENGHAPUS VIDEO-VIDEONYA

TAMATLAH RIWAYATMU, JALANG

Kurasa

tadi kamu menjatuhkan ini.

Detektif...

Aku butuh bantuanmu.

Aku sudah memeriksa latar belakang wali kelasmu,

tapi tidak ada hasil.

Lee Gyu-jin tidak ada.

Garis-garis di atas kepala orang.

Kau tahu apa artinya, kan?

Tidak akan lama lagi

sampai seluruh dunia bermandikan warna merah.

GARIS MERAH YANG MENGHUBUNGKAN PASANGAN SEKSUAL

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.