All language subtitles for S.Line.S01E02.2025.1080p.friDay.WEB-DL.H264.AAC-ADWeb.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

(Ini adalah karya fiksi. Karakter, tempat, organisasi, peristiwa, dan latar belakang sepenuhnya fiktif.)

(Aktor anak-anak dan hewan difilmkan dengan persetujuan dan pengawasan wali mereka, sesuai dengan pedoman keselamatan.)

(Lee Soo-hyuk, Arin)

(dan Lee Da-hee)

"S LINE"

"S LINE" (Garis merah yang menghubungkan orang-orang yang pernah memiliki hubungan seksual)

-Bagaimana ini bisa terjadi? -Cepat...

Cepat... Pak Guru, kita akan terlambat.

Ayo... Ayo pergi.

Kita duluan saja, ini tidak akan berhasil.

-Kami pergi! -Semangat, Pak Guru!

-Kami pergi sekarang! -Anda pasti bisa!

Anak-anak, hati-hati. Kalian bisa terluka.

Aku akan terlambat.

Pak Guru.

Ini.

Oh, ingatanku.

Terima kasih, Jun-seon.

Hei.

Ketua kelas.

Makan siang hari ini apa?

Mana kutahu?

Lagipula,

kau bahkan tidak sekelas denganku. Kenapa terus memanggilku ketua kelas?

Memangnya kenapa?

Kau kan sudah jadi ketua kelas sejak SMP.

Jadi, makan siang hari ini apa?

Menyebalkan sekali.

Ayolah, kasih tahu.

-Kasih tahu. -Aku tidak tahu.

Kasih tahu!

Kau ini pasti psikopat.

Pergi sana, dasar bodoh.

Kau yang pergi.

Kenapa tidak dijawab?

Ada apa lagi sekarang?

Akhir pekan ini kita mau ke mana?

Ke mana pun kamu mau.

Oke.

Tahun lalu, tingkat pengalaman seksual di kalangan remaja adalah 5,9%.

Menurut Badan Pusat Statistik, populasi terdaftar untuk kelompok usia tersebut...

...berjumlah 3.096.947 orang.

Jumlah remaja yang benar-benar pernah melakukan hubungan seksual...

...diperkirakan lebih dari 170.000.

Hanya 170.000?

(Dunia Hewan)

(Nomor Diblokir: Aku juga bisa melihat dunia yang kau lihat. Datanglah ke SMA Ark.)

(Dasar jalang Kang Seon-ah. Si penyihir gila Kang Seon-ah.)

Hei, gambarmu terlalu bagus.

Buat lebih jelek lagi.

(Aku sudah lama menyukaimu, meskipun kau tidak tahu... Menjijikkan.)

-Gambarnya bagus. -Apa mirip dengannya?

Itu agak keterlaluan.

Tapi itu tidak salah juga.

Seon-ah marah. Bagaimana ini?

'Untuk Ji-won.'

'Halo.'

'Meskipun kau tidak mengenalku...'

'...aku sudah lama menyukaimu.'

Sialan.

Kembalikan.

Semuanya.

Semuanya...

Seon-ah.

Bagaimanapun juga, kekerasan itu salah.

Kalau kau main serbu begitu saja, aku tidak bisa membelamu.

Akan kubunuh dia.

Apa?

Pak Guru, aku mau pulang sekarang.

(Profil: Oh Jeong-min)

(Foto TKP)

Pak, Anda keterlaluan.

Memangnya aku melakukan apa lagi?

Tidak, Anda menyuruh saya sendirian ke rumah orang itu.

Kenapa Anda begitu terlambat?

Saya hampir mati.

Aku benar-benar ada urusan darurat. Maaf.

Dan sekarang saya harus menulis laporan karena menembakkan pistol.

Ugh, menembakkan pistol untuk menyelamatkan seseorang berarti harus menulis laporan.

Tidak menembakkannya demi melindungi hak penjahat malah dihujat media.

Sama-sama menyebalkan.

Tapi kenapa kau melihat ini lagi?

Bukankah pembunuhnya sudah kita tangkap?

Ada yang terasa aneh.

Apa yang aneh?

Aku tidak bisa menemukan alasan kenapa dia membunuh mereka.

Bukankah mereka semua wanita yang pernah punya hubungan dengannya?

Dia mungkin cuma salah satu psikopat...

...yang punya kompleks inferioritas aneh terhadap wanita yang sudah putus dengannya.

Lagi pula, dia punya catatan kekerasan dalam pacaran.

Karena itu, dia dikeluarkan dari SMA dan mulai mengajar di bimbingan belajar.

Itu tahun lalu.

Kenapa harus sekarang?

Hmm...

Karena kepanasan?

Orang itu terus-menerus bicara tentang keselamatan.

Kau yakin dia tidak religius?

Benar. Menurut orang-orang di sekitarnya...

...dia adalah orang yang paling jauh dari kata religius.

Seorang guru matematika dan agama...

Keduanya tidak terlalu cocok.

Apa ini garisnya?

Sial.

Apa-apaan ini?

Kang Seon-ah, kau sudah makan?

Hei, mau ke mana malam-malam begini?

Ada apa?

Ada apa ini semua?

Kang Seon-ah, masuk ke mobil.

Aku akan mengantarmu ke sekolah.

Sialan.

Cepatlah.

Sudah kubilang kita kehabisan waktu.

-Ini membuatku gila. -Yang ini?

-Aku sudah seharian mengerjakannya. -Cepat kemari.

Apa?

Jadi wali kelas belum pernah pacaran.

Tunggu sebentar, Seon-mi.

Kalau begitu, yang terakhir selesai makan yang bayar.

Ugh, menjijikkan sekali.

(Ruang Guru)

Ini gawat.

Semuanya, harap tenang.

Hari ini kita kedatangan murid pindahan baru di kelas kita.

Namanya Shin Hyeon-seub.

Hyeon-seub, silakan perkenalkan dirimu.

Baiklah kalau begitu,

tolong akur dengan teman-teman sekelasmu.

Jika ada pertanyaan, tanyakan saja pada ketua kelas, Jun-seon.

Kau boleh duduk di kursi kosong di sana.

Silakan duduk.

Bersiaplah untuk jam kelima.

-Baik... -Sialan.

Kenapa dia tidak bicara? Apa dia bisu?

(Matematika - Oh Jeong-min) (Bimbingan Belajar Jeonil)

(Matematika - Oh Jeong-min)

Kacamata itu...

(Kasus Percobaan Pembunuhan Apt. Wanseong 204 - Barang Sitaan dari Oh Jeong-min)

Kacamata... kacamata...

Maaf.

Kenapa terburu-buru?

Bukan apa-apa.

Mau bertemu setelah ini?

Akan kukirimi pesan.

(Kantor Utama - Dept. Perencanaan Pendidikan)

(Lee Gyu-jin)

Ada yang bisa saya bantu?

Saya Detektif Han Ji-wook dari Kantor Polisi Ark.

Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan.

Anda ayahnya Seon-ah, kan?

Saya bukan ayahnya, saya pamannya.

Pantas saja.

Anda terlihat sangat muda.

Seon-ah sedang mengalami masa sulit akhir-akhir ini.

Saya yakin Anda tahu.

Saya terlalu sibuk, jadi tidak memperhatikan...

Maaf. Saya belum merawatnya dengan baik.

Jangan berkata begitu.

Tapi saya ke sini bukan karena Seon-ah.

Saya di sini untuk menyelidiki sesuatu yang berhubungan dengan kasus pembunuhan.

Kasus pembunuhan?

Ya. Anda tahu tentang pembunuh berantai yang ditangkap...

...di Apartemen Wanseong, kan?

Saya tidak tinggal di sekitar sini, jadi...

Kalau begitu, apa Anda kenal Tuan Oh Jeong-min?

Dia adalah guru matematika di SMA Ark sampai tahun lalu.

Saya kenal Pak Oh.

Jangan-jangan...

Apa maksud Anda Pak Oh sudah meninggal?

Ya, tapi dia bukan korbannya.

Dia pelakunya.

Bagaimana mungkin?

Maksud Anda Pak Oh membunuh seseorang?

Jadi saya ingin bertanya...

...ini mungkin terdengar sedikit aneh...

...apakah Oh Jeong-min biasanya memakai kacamata?

Kacamata?

Ya.

Yah...

Sepertinya saya belum pernah melihatnya memakai kacamata.

Kau pakai narkoba?

Aku tidak punya uang untukmu, jadi berhenti menggangguku.

Apa ini? Kau sudah ingin mati sekarang?

Sial, kau sudah tidak punya malu lagi, ya?

Seharusnya kau yang malu.

Apa?

Kenapa aku harus malu?

Katakan. Apa yang harus membuatku malu?

Berhenti.

Ada apa lagi ini?

Kalian satu tim?

Apa sekarang? Sialan, kau mau melompat?

Tidak. Kita lompat bersama.

Sialan, lepaskan aku!

Pegang aku! Sial!

Janjilah kau tidak akan mengganggu kami lagi.

Aku mengerti... Lepaskan!

Dasar jalang gila.

Hye-yeong, kau tidak apa-apa?

Kenapa kau ikut campur?

Apa ada yang minta bantuanmu?

Apa kau... masih marah padaku?

Kenapa aku harus marah padamu?

Mulai sekarang jangan ikut campur urusanku.

Apa yang kau lakukan? Kemari.

Mau bertemu Seon-ah sebelum pulang?

Pelajaran sebentar lagi selesai.

Tidak, tidak apa-apa.

Dia mungkin akan panik kalau tahu aku datang ke sekolah.

Baiklah, jika aku teringat hal lain, akan kuberitahu.

Baik.

Omong-omong, ini...

Apa?

Bagaimana ini bisa...

Sialan, sedang apa dia di sini?

Permisi.

Saya dengar pria ini sering ke sini. Apa Anda mengenalinya?

Saya kenal. Apa ada masalah?

Saya Detektif Han Ji-wook dari Kantor Polisi Ark.

Saya di sini untuk menyelidiki sesuatu.

Bapak ini adalah salah satu pelanggan tetap kami.

Meskipun akhir-akhir ini dia jarang datang.

Apa ada yang aneh tentangnya?

Yah...

Dia selalu minum sendirian dengan tenang lalu pergi.

Tapi suatu saat, dia mulai sering bicara sendiri.

Saya kira dia hanya mabuk.

Tapi saat dia pergi, dia selalu tampak sadar sepenuhnya.

Bicara sendiri?

Dia terus-menerus menyebutkan angka.

Seperti sedang menghitung sesuatu.

1, 2, 3...

Seperti itu.

Akhirnya, dia berkelahi dengan pelanggan lain.

25, 26, 27.

Bukan, ulangi lagi...

1, 2...

Pak, orang itu agak aneh.

Pak, apa ada yang ingin Anda katakan padaku?

Wow, banyak sekali.

Apa yang dia bicarakan sekarang?

Orang ini pasti sakit.

Oh, dan juga orang itu...

...sepertinya dia memakai kacamata.

Terima kasih.

Siapa yang masih membawa buku catatan zaman sekarang?

Lucu sekali.

Tunggu sebentar...

Apa bisa menggaet cewek dengan buku catatan?

Tapi kenapa tadi kau pura-pura tidak kenal aku di sekolah?

Dengan begitu banyak murid yang lewat, bagaimana aku harus menyapamu?

Astaga.

(Motel Miseong)

(Kang Seon-ah mengirim foto)

Dasar jalang gila.

Ada apa?

Bukan apa-apa.

Apa karena kau sangat lelah akhir-akhir ini?

Kau terlihat sangat lelah akhir-akhir ini, kan?

Benarkah? Kurasa tidak.

Pak Guru.

Kalau orang-orang tahu aku pacaran denganmu...

...apa yang akan kau lakukan?

Yah, apa yang harus kulakukan?

Aku harus kabur bersama Hye-yeong kita.

Apalagi yang bisa kulakukan?

(Motel Miseong)

(Kau sepertinya lupa kita masih di bawah umur. Guru bahasa Korea dihukum, tapi aku tidak. Dasar bodoh.)

Kau sepertinya lupa kita masih di bawah umur.

Guru bahasa Korea dihukum, tapi aku tidak. Dasar bodoh.

Kalian lihat berita kemarin?

Seorang guru wanita di SMA Jeongil punya hubungan seksual dengan murid laki-laki.

Ya ampun, dunia ini sudah jadi apa...

Meskipun gurunya juga salah...

...aku benar-benar tidak mengerti apa yang dipikirkan anak-anak zaman sekarang.

Bu Guru, Anda sangat cantik.

Apa tidak ada murid laki-laki yang mendekatimu?

Ya ampun, kenapa kau bicara seperti itu? Konyol sekali.

Pak Guru, itu pelecehan seksual.

Oh, begitu ya?

Maaf.

Tidak, tidak apa-apa.

Kalau begitu boleh dikatakan pada laki-laki, kan?

Guru bahasa Korea kita juga sangat tampan.

Hati-hati.

Kalau tidak hati-hati, Anda bisa terlibat dengan murid aneh dan dapat masalah.

Orang tua sepertiku...

...apa mungkin anak-anak tertarik padaku?

Ayo pergi.

(Pesan dari Pengirim Tak Dikenal)

Pak Guru.

Anda tidak masuk kelas?

Aku... aku harus pergi...

(Siapkan uang tunai 20 juta won)

Apa 20 juta won cukup untuk uang jaminan?

Aku tidak yakin.

Aku benar-benar ingin kabur dari rumah yang sangat membosankan ini.

Kau mau pindah?

Kenapa?

Tidak ada alasan, aku hanya muak.

Rumah ini, lingkungan ini...

...dan orang-orang di sini.

Lagipula aku tidak punya keluarga.

Suatu saat nanti aku harus hidup sendiri.

Bukankah detektif itu keluargamu?

Hei.

Bagaimana bisa seorang paman disebut keluarga?

Dia juga tidak peduli padaku.

Tapi setidaknya kau punya dia.

Bagaimana denganmu?

Apa menurutmu ibumu masih hidup?

Aku tidak tahu.

Benar juga.

Kalau dia masih hidup, mungkin dia sudah menghubungimu.

Makanlah pelan-pelan, kenapa terburu-buru?

Ugh, baiklah.

-Astaga... -Enak sekali.

Kenapa kau makan banyak sekali?

Bu, dia memanggilku babi lagi.

-Sungguh, kenapa kalian berdua selalu bertengkar saat makan? -Foto-foto perjalananku.

Lucu, kan?

Yang ini setelah aku jatuh ke air.

Hei, Kim Hye-yeong.

Apa kau akan terus tidur di kelas dan lari ke kamar mandi?

Begitukah?

Sikapmu benar-benar tidak ada harapan.

Ada apa denganmu sekarang? Apa maumu?

Katakan padaku.

Tadi itu apa? Apa kau sengaja membentakku?

Apa kau tahu sesuatu?

Seperti ada yang mengancam?

Ah.

Jadi kau sudah dapat fotonya.

Kang Seon-ah yang melakukannya.

Kang Seon-ah?

Kang Seon-ah dari kelasmu?

Bagaimana dia tahu tentang kita? Apa kau yang memberitahunya?

Mana kutahu?

Aku juga korban.

Kenapa kau malah marah padaku? Sialan.

Kim Hye-yeong!

Apa begitu caramu bicara dengan guru?

Pak Guru...

...saya minta maaf.

Saya akan kembali ke kelas sekarang.

Bodoh.

Bagaimana bisa Kang Seon-ah...

Tapi bagaimana caranya dia tahu?

Foto apa? Di mana fotonya diambil?

Makanya kubilang hati-hati.

Apa yang kau lakukan?

-Ada apa? -Kau tanya ada apa?

Apa kau bisa mengatakan itu sekarang? Katakan.

Apa kau putus dariku hanya untuk main-main dengan sampah seperti itu?

Memangnya kita pernah pacaran?

Hei!

Maksudmu aku yang memberitahunya?

Pasti kau, kalau tidak bagaimana aku bisa dapat fotonya?

Bukan aku! Pasti kau, coba pikirkan!

-Apa itu aku? -Aku sudah memikirkannya, makanya aku bilang begini!

-Aku dapat fotonya pagi ini. -Hei, bukankah itu kau?

Kecilkan suaramu, ini sekolah.

-Hei, mungkin kau keceplosan waktu mabuk? -Apa aku gila?

Kacamata ini.

Memangnya kenapa?

Apa kau sebelumnya pakai kacamata?

Ah.

Penglihatanku memburuk saja.

Apa yang kau lakukan? Hentikan.

Kau bisa melihat sesuatu kalau memakai kacamata ini, kan?

Omong kosong apa yang kau bicarakan?

Garis-garis merah itu.

Kau juga...

...bisa melihatnya?

Kalau begitu,

ada berapa garis di atas kepalaku sekarang?

Satu.

Choi Da-hye punya lima, Kim Hye-yeong punya dua.

Salah satunya dengan guru bahasa Korea.

Choi I-seul punya lebih dari sepuluh.

Guru olahraga dan guru matematika berselingkuh.

Perlu kuberitahu lagi?

Bagaimana kau...

Dari mana kau dapat kacamata ini?

Aku hanya menemukannya.

Sungguh.

Kacamata ini ada di lokerku.

Kembalikan.

Ini berbahaya.

Apa berbahayanya sepasang kacamata?

Kau tahu tentang kejadian di rumah tetanggamu, kan?

Pria itu juga memakai kacamata ini.

Dia melihat S-Line.

S-Line?

Jadi ada namanya.

Lalu kenapa?

Aku tidak penasaran sama sekali...

...siapa pemilik aslinya.

Ini milikku.

Pak Guru.

Ya?

Di kelas Anda ada murid bernama Seon-ah, kan? Kang Seon-ah.

Ya, apa ada masalah dengan Seon-ah?

Bagaimana keadaannya?

Sikapnya di kelas agak aneh akhir-akhir ini.

Benarkah?

Dia tidak punya masalah apa-apa belakangan ini.

Perlukah saya bicara dengannya?

Begitu ya?

Tidak, tidak apa-apa. Biar aku yang bicara dengannya.

Kau sedang melihat S-Line-ku, kan?

Tidak, kok.

Tapi apa kau tahu cara menghilangkan S-Line?

Yah...

Apa orangnya harus mati saja?

Kacamata itu...

...akan terus kau bawa?

Tentu saja.

Aku akan membuat mereka tahu...

...betapa tidak berharganya mereka semua.

(Siapkan uang tunai 20 juta won)

(Awas Kepala)

Ini pertama kalinya?

Bukan.

Tidak apa-apa?

(Guru Bahasa Korea: Aku sudah siapkan 20 juta won. Datang ke atap sekolah tengah malam ini.)

Siapa itu?

Sponsor-ku.

Kau mau pergi ke mana?

Kau bilang apa?

Hanya...

...mau pergi karaoke?

(Life Four-Cut) [Photo Booth]

Seperti ini.

Sedang apa kau?

Sepertinya yang ini rusak.

Ayo kita cek yang di sana.

-Ah... -Ini kuat sekali.

-Apa-apaan ini? -Aku serius.

Ini milikku.

Jadi kau tutup mulutmu juga.

-Fotonya bagus sekali. -Apa ini? Ekspresinya...

Tapi yang di atas bagus sekali.

Wow...

Ah, sialan.

Ada apa?

Yang ini bagus.

Apa-apaan?

Permisi.

Apa tadi Anda melihat kacamata di sebelah sana?

Hei.

Itu kau, kan?

Kau yang mengambilnya, kan?

Kau bicara apa?

Kacamata itu.

Kacamataku hilang.

Kacamata?

Apa maksudmu?

-Ah, matilah aku. -Kau di mana sekarang?

Aku sedang menuju ke sekolah sekarang. Nanti kita bicara lagi.

Sekolah? Kenapa kau ke sekolah jam segini...

Hei...

Hei!

Sudah lama aku tidak ke atap sekolah.

Bagaimana kau tahu itu aku?

Ah, jadi Kim Hye-yeong yang memberitahumu.

Tidak ada yang melihatmu waktu datang, kan?

Kenapa kau menanyakan itu?

Di mana uangnya?

Kau tidak bisa hidup seperti ini.

Kenapa kau tiba-tiba bilang begini?

Apa lebih baik hidup sepertimu?

Kau kan dikucilkan, bukan?

Tidak lagi.

Tolong, Seon-ah.

Aku punya anak.

Istriku akan melahirkan anak kedua kami.

Kalau aku dipecat...

...apa yang akan terjadi pada keluargaku?

Dan dengan gaji guruku yang kecil...

...bagaimana aku bisa mendapatkan 20 juta won sekaligus?

Kau tahu betul kalau Kim Hye-yeong dan Choi I-seul menindasku.

Tapi kalian semua pura-pura tidak melihat apa-apa.

Hanya karena orang tua Choi I-seul.

Seon-ah.

Untuk itu, atas nama semuanya, aku minta maaf.

Aku benar-benar minta maaf, ya?

Jangan membuatku tertawa.

Seon-ah, untuk sekarang ayo kita lakukan ini.

Pertama, hapus foto-foto itu dari ponselmu.

Lalu besok, aku...

Aku akan melakukan sesuai keinginanmu.

Entah bagaimana, aku akan mendapatkan uangnya...

(Istri)

(Jelaskan ini. Apa kau masih manusia?)

Apa kau yang mengirim ini?

Kau sudah mengirimnya?

Kau bicara apa?

Kenapa? Kenapa!

Seon-ah.

(Lee Soo-hyuk)

(Arin)

(dan Lee Da-hee)

Kau sedang mencari bukti, kan?

Kau siapa?

Aku Lee Gyeong-jin dari Kelas 5.

Kau pikir itu bunuh diri, kan?

Permisi, apa Anda tahu kacamata ini milik siapa?

Coba pakai.

Kurasa akan cocok untukmu.

Kudengar kau akan segera menikah.

Kenapa kau tiba-tiba putus?

Sebelum pernikahan, aku melihat...

...dia tidur dengan temanku.

Kalau bisa mengetahui hal seperti itu sebelum menikah, itu yang orang sebut...

...berkah dari leluhur, kan?

Pak Guru.

Kalau... Anda mengetahui orang terdekat Anda selingkuh...

...apa yang akan Anda lakukan?

Kalau aku...

...aku ingin mengungkap segalanya...

...dan melihat semuanya hancur dengan mataku sendiri.

"S LINE"

"S LINE" (Garis merah yang menghubungkan orang-orang yang pernah memiliki hubungan seksual)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.