Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
NEW STUDIOS MEDIA GROUP
PERFECT WORLD PICTURES
GUANGDONG JY MEDIA
PAIGE MEDIA
ONDAX
BEIJING PINEAPPLE TECHNOLOGY
terjemahan broth3rmax
Kak Kera.
Apa kau capek? Hentikan saja berkelahinya, kita minum dulu.
Ups, maaf, sudah kuminum semuanya.
Monyet, jika kau pinjami aku air
akan kuingat kebaikanmu.
Bila kau tak beri aku air, akan kuhancurkan gunung monyetmu ini.
Banteng tua, jangan salahkan kalau aku pelit.
Sudah lama tak turun hujan di Gunung Huaguo kami.
Bila kuberikan air padamu,
kera-kera kami pasti kehausan nanti.
Apa kau mau mengembalikannya?
Monyet, sudah 7 hari tak ada air di goa bantengku.
Pokoknya aku mau bawa pulang airnya.
Tak peduli kau bersedia atau tidak,
kau harus pinjami aku air!
Sudahlah,
buat apa kau geram begitu?
Minumlah, mengapa kalian bengong saja?
Bikin malu saja di depan putramu.
Minum saja cepat, ada ayah disini.
Tapi kita tak diijinkan... sama paman Sun.
Ayah pernah bilang harus bersikap sopan
saat bertamu ke orang lain.
Sekarang ini saat genting, tak usah mikir sopan-santun.
Kalau aku suruh minum, minum saja! Sekarang!
Tolong jangan pukuli ayahku!
Jangan berkelahi lagi, mari kita pulang ayah.
Aku sama sekali tak haus,
dan aku tak butuh minum air.
Banteng tua!
Kak Kera...
Ayo ambil! / Aku tak ingin kau mati di Gunung Huaguo.
Jika kau berikan airnya padaku, bagaimana dengan kalian?
Ini adalah Goa Tirai Air,
pasti ada air disini, bawa saja!
Terima asih banyak.
Sampai jumpa lagi.
Terima kasih paman Sun.
Bocah pintar, bawa saja.
Baiklah...
Apa yang terjadi? Dimana airnya?
Cuma itu air yang kita punya.
Kenapa tak kau bilang dari tadi?
Kau bisa cegah aku! / Aku terus kasih isyarat padamu.
Berapa hari air ini bisa bertahan?
Paling lama 10 hari. Kalau tak ada hujan 10 hari ke depan,
kita juga mesti pinjam air ke orang lain.
10 hari. / Ya, memang apa yang terjadi dengan Dewa Raja Naga? (pengatur hujan)
Setelah berhari-hari kekeringan, tak kunjung turun hujan juga.
Sepertinya aku harus pergi ke Istana Naga untuk menanyakan alasannya
atau bisa kekeringan berhari-hari lagi.
Kau mesti bawa tangan-kanan yang pintar, ganteng,
seperti aku ini,
Kak Kera. / Kau panggil aku apa?
Kak Kera. / Lebih keras lagi.
Kak Kera!
Sudah kubilang ribuan kali,
panggil aku raja,
bukan kak kera.
Aku ini raja Gunung Huaguo, bisanya kau panggil aku kak kera?
Kekeringan dimana-mana, pasti ada...
yang tak beres dengan Laut Timur.
Kuharap raja bisa lebih berhati-hati dalam perjalanan ini.
Aku punya tameng sakti, dan mereka cuma siluman laut yang kecil.
Kita tak tahu siapa yang takut pada siapa?
DA NAO LONG GONG
3 BULAN LALU
Akhirnya kau ke sini juga.
Apa semua sudah siap?
Yang Mulia akan kubebaskan sekarang.
Lama tak jumpa, Raja Naga Laut Timur.
Setelah bertahun-tahun,
kau masih saja tak sabaran.
Bila begitu,
jangan salahkan bila aku bertindak kejam.
Kapan kau menunjukkan rasa sayang padaku?
Ayah!
Kenapa ayah?
Kakak! / Tak ada tempat bagimu bicara!
Kau...
Long Jiu, dengarkan aku,
kau masih ada urusan yang harus kau kerjakan.
Ramalan 300 tahun lalu sudah terbukti
begitu cepat.
Kau pergilah ke Istana Zhenhai, carilah dia.
Ayah, cari siapa?
Pergi!
Ayah! / Cepat pergi!
Ayah!
Kak Kera, sudah berhari-hari ini kekeringan.
Siluman kayak kita ini tak bisa tahan,
tak perlu sebut-sebut mereka itu. / Siapa yang siluman? Kamu?
Akhirnya kita sampai.
Ayo! / Kak Kera, tunggu sebentar!
Ada apa? / Airnya agak dalam.
Lalu?
Bagaimana kalau kau sendiri yang ke sana, aku menunggu saja disini.
Kau mau dipukul?
Bila kera tua tak menyuruhku mengajakmu ke sini, harusnya sudah lama aku tiba disini.
Ayo! / Mataku mau buta!
Yang Mulia, para pemberontak sudah dibasmi
dan lainnya diserahkan pada Yang Mulia.
Bagus sekali.
Apa kau sudah temukan Long Jiu? / Hamba memang tak berguna, sudah kucari di seluruh Istana Naga
namun tak menemukan Tuan Puteri Ke-9.
4 Token laut telah dibagi menjadi timur, selatan, barat, dan utara.
Semuanya diamankan secara terpisah oleh ayahku dan ketiga paman lainnya.
Keempat Token itu memiliki energi yang dahsyat
untuk mengendalikan pasang surut 4 laut.
Konferensi Kompetisi Benda-pusaka sebentar lagi tiba,
bila kita tak bisa menemukan Long Jiu
kita butuh 100 tahun lagi
untuk bisa merebut keempat Token itu.
Ya, Yang Mulia.
Lega rasanya bisa kayak bernapas.
Kering?
Aku jatuh rasanya mau mati!
Kak Kera, di Istana Naga ini juga tak ada airnya.
Istana Naga ada di sana.
Mulai sekarang Konferensi Kompetisi Benda-pusaka
Raja Naga menolak bertemu siapapun, harap maklum.
Para dewa silahkan masuk istana jam 11 - 13 siang
pada hari berikut melalui kartu undangan.
Apa yang mesti kita lakukan sekarang, Kak Kera? Kita tak punya kartu undangan.
Entahlah.
Tentu saja
tak masuk akal bagi Raja Naga
mengundang siluman kecil kayak kalian.
Hanya siluman besar kayak kami yang memenuhi syarat.
Kau benar, saudaraku.
Coba periksa Chi. Bawalah.
Mana kartu undanganku?
Mana kartu undanganku?
Kak Kera, apa yang harus kita lakukan
jika Raja Naga tak mau menemui tamu apapun hari ini?
Aku kesini mencari dia, maka tak mungkin Raja Naga menolak menemuku.
Tak peduli dimanapun dia
pasti aku bisa temukan.
Karena dia Raja Laut Timur
dan kita ingin meminta bantuannya, bisa tidak kita cari tempat
untuk beristirahat dulu malam ini
kemudian...
Kak Kera, tunggu!
Berhenti...
Berhenti...
Berhenti...
Apa-apaan kau ini? Lancang sekali kau menghalangiku menangkap kriminal yang kabur.
Kau yang kriminal. Hampir saja kau melukai temanku.
Memang kenapa? Lepas!
Dasar tak sopan!
Awas kupukul dia nanti, kurang ajar!
Kurang ajar!
Kak Kera, gadis itu nyelonong pergi.
Kau tak apa-apa?
Berkat keberuntunganku.
Hey!
Sungguh mengecewakan!
Mana... kita harus menangkapnya!
Mengapa kau bikin mereka gusar?
Mereka itu prajurit
maka sebaiknya kita begitu.
Ayo cari tempat sembunyi!
Dimana?
Ayolah, Istana Naga ke arah sana.
Kau mau kemana? / Tentunya, sesuatu yang lebih penting.
Sesuatu apa?
Cari wanita siluman. / Yang benar saja!
Kak Kera, dengarkan aku,
Istana Naga ada di depan kita,
jadi Raja Naga tak bisa kemana-mana. Selain itu, prajurit berusaha menangkap kita
lalu kenapa tak istirahat disini saja sementara?
Setelah para prajurit itu pergi kita segera cari Raja Naga
lalu menghajarnya.
Ayolah.
Kak Kera, bisa tidak kau pakai uangmu untuk menghasilkan uang?
Apa? / Oh bukan, maksudku bisa tidak rubah bulumu jadi uang?
Mengapa? / Karena kalau kita tak punya uang tak ada yang mau bicara sama kita.
Gedung ZuiHong.
Hey kalian.
Gedung ZuiHong ini...
kau lihat, disini bukan untuk pengemis.
Dasar pengemis! Sana cepat pergi!
Sebentar.
Rupanya kalian berdua dewa ya.
Silahkan naik.
Hati-hati.
Hati-hati naik tangganya.
Kak Kera, duduklah.
Tunggu sebentar ya dewa.
Para gadis segera kemari.
Ya baik, panggilkan.
Hey, ngapain kau disini?
Cepat sana temui tamu kita.
Aku bukan... / Ayo cepat.
Kak Kera, pasti kau pertama kali kemari ya.
Biar kuberi pendalaman teori.
Bocah nakal, kau pasti sering kemari ya.
Aku cuma dengar-dengar saja
gadis-gadis disini
suka cerita kehidupan sedih mereka
agar kau merasa kasihan,
yang berarti mereka hemat energi untuk menghasilkan uang.
Kita sudah beri merek uang yang cukup,
jadi apapun yang mereka katakan nanti
ingatlah, kau minta saja pelayanan penuh.
Naga pelayanan penuh? / Layanan penuh.
Layanan penuh.
Dewa, anggap saja rumah sendiri.
Ayo cepat sini!
Ayo.
Kak Kera, jangan lupa ya, layanan penuh.
Maaf mengganggumu...
Layanan penuh.
Naga layanan penuh?
Siapa yang naga disini?
Aku? / Baik, kamu temanilah dewa ini.
Naga layanan penuh.
Kalian pergi.
Terima kasih atas bantuanmu.
Aku adalah Raja Kera dari Goa Tirai Air.
Ksatria budiman Gunung HuaGuo yang berkelana
kebaikan macam itu tak perlu diungkit-ungkit. / Kau si Raja Kera?
Apa kau tahu si kera batu?
Apa yang kau cari?
Sudahlah. Selamat tinggal.
Hey! Bila kau tak katakan, kau tak boleh pergi.
Lepaskan!
Kau tahu tidak? Ini tak sopan
memperlakukan cewek kayak begini!
Tak usah bicara soal cowok atau cewek.
Aku pendukung kesetaraan pria dan wanita.
Biasanya kuperlakukan sama antara pria dan wanita. / Kukasih tahu ya
Aku bukan gadis kayak disini. Hey!
Dari mana asalmu kalau begitu?
Lepaskan!
Jangan salahkan Puteri Ke-9 kalau tak memaafkanmu.
Tuan Puteri?
Pandai juga kau berbohong. / Kak, maafkan aku.
Maaf.
Aku janji nurut apapun yang kau katakan.
Maaf. / Baik, kita mulai saja dari...
naga layanan penuh.
Lancangnya kau menghina Puteri Ke-9.
Nih kuberi naga layanan penuh!
Kau hebat.
Dari mana kau memperoleh kekuatan saktimu?
Tak usah ngomong ngawur dan tak usah macam-macam!
Asalmu dari mana?
Kubilang tak usah ngomong. Aku bisa lihat mulutmu.
Kenapa tubuhmu keras sekali? Kau ini terbuat dari batu?
Apa kau ini si kera batu?
Memangnya mau kau apakan kera batu?
Ganti posisi sini pakai kekuatan yang tadi, ayo.
Kau si kera batu yang bisa menyelamatkan Istana Naga kami.
Kau...
apa sekarang jadi bloon?
Dewa, dengarkan aku.
Aku ini putri terkecil dari Raja Naga Laut Timur
bernama Long Jiu, klan naga asli.
Katamu kau ini Puteri. Sekarang kau bilang dari bangsa naga.
Ya, ayahku adalah Raja Naga,
jadi aku ini tuan Puteri Istana Naga.
Istana Naga kami dalam masalah.
Tolong bantu kami meredakan bencana di Laut Timur.
Ayah mengapa mengkhawatirkan Jarum-Pasak Neptune ini?
Long Jiu
kekuatanku tak seperti dulu.
Jadi, ada sesuatu yang harus kukatakan padamu.
Ayah, tolong jangan bilang begitu. Bila perlu sesuatu, katakan saja.
Apa kau masih ingat kakakmu?
Kakak Kelimaku?
Ya.
Long Jiu, kakak kelimamu
ada di bawah Jarum-Jarum-Pasak ini.
Jika dia kembali
tak seorangpun di Istana Naga ini bisa menandinginya.
Pada saat itu
carilah seseorang yang disebutkan dalam ramalan naga.
Bawalah dia ke Balai Zhenhai
bila perlu
dengan bantuan klan naga
keluarkan Jarum-Jarum-Pasak ini
untuk bisa selamat dari bencana ini.
Siapa yang sekuat itu
yang bisa memindahkan Jarum-Jarum-Pasak ini?
Kera batu.
Ya.
Jadi, kau ini Tuan Puteri Laut Timur.
Ya.
Apa buktinya?
Perhiasan ini hadiah dari ayahku.
Dan ini juga sebuah peta Istana Naga.
Bila kumasuki kekuatan-ajaib ke dalamnya akan membuka ilusi
dan orang sekitarku akan masuk ke lingkunganku.
Aku tak percaya kalau perhiasan kecil ini
punya kekuatan ajaib sebesar itu.
Kita sekarang berada dalam ilusi.
Apa waktu terhenti?
Bukan begitu.
Kelihatannya waktu terhenti.
Namun sebenarnya kita telah memasuki ilusi perhiasan ini
yang hanya bisa diketahui oleh klan naga kami.
Naga, aku tanya,
sudah 3 bulan di Bagian Timur belum turun hujan.
Apa ada hubungannya dengan klan nagamu itu?
Tak mungkin, ayahku tak akan berbuat itu.
Kurasa, pasti ini ulah kakak kelimaku, Ao Luan, yang merencanakan sesuatu.
Kakak kelima? Klan Naga?
Apel.
Ini tempat kerja ayahku
balai utama Istana Naga.
Ini Raja Naga? / Ya.
Ini Balai Zhenhai.
Yang itu Jarum-Jarum-Pasak
ayo lewat sini, ini penjara bawah air.
Kakak kelima?
Token 4 laut? Apa yang dia rencanakan?
Ayo ke tempat lain!
Tempat lain?
Besok taruh obat ini
ke dalam anggur dan makanan semua tamu,
tak peduli siapapun mereka,
mereka akan tak berdaya,
dan kehilangan kesaktian.
Hahaha...
Ini Jarum-Jarum-Pasak
dalam ramalan naga
sang kera batu memakainya
untuk menyelamatkan Istana Naga.
Apa ini sebuah senjata? / Ya.
Senjata?
Katanya ini batu ajaib
dari N-Wa yang memenuhi langit di jaman kuno
dan kemudian dipakai oleh Dayu untuk mengendalikan pasang surut.
Sekarang disimpan disini.
Ini dulu dipakai untuk menahan kakak kelimaku.
Kau boleh mencobanya. Cobalah kau tarik ini.
Ayo.
Coba lebih kuat.
Gunakan kesaktianmu.
Ayo!
Lebih kuat lagi.
Lebih keras lagi!
Balai Zhenghai.
Ayo kita lihat.
Kenapa kau lemah kayak belum makan?
Aduh, kau bodoh sekali, monyet bau, tambahlah energimu!
Diamlah!
Sudah cukup!
Jangan ngomong lagi. Kenapa aku mesti percaya sama kriminal buronan?
Apa mutiara di tanganmu itu?
Siapa tahu itu hasil curian?
Kenapa kau kayak begini? Tak punya kemampuan, nuduh orang seenaknya.
Aku juga curiga kalau aku sudah menemui orang yang keliru.
Bila kau tak bisa mencabutnya
masih ada monyet lain yang bisa membantu mencabutnya! / Siapa yang percaya omonganmu?
Bukankah kau yang menyeretku ke sini dari Rumah-bordil Zuihong?
Kau ini... / Siapa yang berisik ini?
Itu kakak kelima!
Bukankah pak tua ini raja naga?
Aku berniat bicara denganmu.
Halo. Aku sedang bicara denganmu.
Aku tanya, Bagian Timur belum hujan
selama 3 bulan. Sebenarnya apa yang terjadi?
Masalah di wilayah bagian timur
yang kekeringan berhari-hari
aku yang bersalah.
Namun ada yang tersembunyi disini,
perkenankan aku lebih mendekat.
Dewa mohon majulah untuk bicara.
Dewa, ini adalah lambang hujan
perintah hujan rutin.
3 bulan lalu, lambang hujan ini dicuri oleh gadis penyihir
untuk mengganti pilar
hari ini dia memperdayamu untuk kesini lagi
pasti ada persekongkolan.
Tak usah panjang-panjang ceritanya
soal gadis penyihir itu. Aku pikirkan hanyalah...
kapan hujan turun. / Jangan khawatir.
Sekarang lambang hujan ini akan kuberi mantra sakti agar hujan turun.
Untuk membuktikan padamu.
Cepatlah kalau begitu.
Hujan...!
Terima kasih Dewa!
Raja Naga, apa hujan itu di Gunung Huaguo?
Tentu saja. Lihat.
Baguslah.
Baik.
Atas nama kera di gunung Huaguo
kuucapkan terima kasih.
Sama-sama, kau datang kemari
dan memohon hujan untuk kehidupan di Timur
sungguh kebaikan yang luar biasa. / Biasa saja.
Aku tak peduli soal kebaikan.
Sekarang sudah larut malam. Selamat tinggal.
Secepat itu pergi?
Apapun yang akan terjadi kelak nanti
aku akan berusaha membantumu.
Maka aku tak sabar untuk memberitahu yang sebenarnya.
Aku juga penguasa di Bagian Timur.
Aku Raja Kera dari Gunung Huaguo
dan jago bertarung.
Aku cuma cemas karena kurangnya senjata yang ampuh.
Apa maksudmu?
Apa Raja Naga akan
mengadakan Konferensi Kompetisi Benda-pusaka besok?
Baik, cukup sekian dulu. Tak perlu antarkan aku.
Sampai jumpa besok.
Dari mana memangnya si monyet liar itu datangnya?
Mana hujannya?
Mengapa berhenti?
Kenapa Yang Mulia?
Tak masalah tanpa Token Laut Timur.
Aku tak apa-apa.
Dimana Long Jiu? / Mohon maaf,
hamba kehilangan Puteri ke-9.
Mengapa Yang Mulia begitu mencemaskan monyet itu?
Kemampuannya sama seperti diriku
dan aku khawatir bila dia menjadi musuhku kali ini
Konferensi Kompetisi Benda-pusaka
akan ditunda
Terus awasi dia besok
jangan sampai monyet bau itu membocorkan recanaku.
Sekarang yang paling mendesak
adalah menangkap Long Jiu
dan merebut Token Laut Timur darinya,
sehingga dia tak bisa mencampuri rencanaku.
Apa dia memang gadis penyihir?
Membingungkan.
Apa yang dia inginkan dariku?
Mengapa dia membohongiku?
Dasar tolol.
Kera.
Si Kera...
Kejutan.
Hey, bangun.
Aku sungguh mengagumimu, bisanya kau makan yang bermiyak begitu?
Bangun!
Ayo pergi!
Kalian pergi sekarang?
Jangan lupa sering-sering mampir ya?
Monyet.
Naga layanan penuh?
Kau tak bosan juga ya? Masih berani mencari-cariku.
Apa kau percaya aku akan menangkapmu untuk bisa ketemu Raja Naga?
Kau memang bodoh, tadi itu bukan ayahku.
Aku tak peduli! Bila dia memberi hujan di Gunung Huaguo
dialah Raja Naga. / Kau bilang apa, dia bisa menurunkan hujan?
Jangan ganggu aku. Aku ini bukan si kera batu
dan aku tak mau terlibat keluhan apapun di Istana Naga.
Kuperingatkan kau sebelum aku berubah pikiran
sebaiknya kau enyah sekarang!
Baiklah.
Karena kau tak percaya padaku
bisa tolong simpan ini?
Apa ini?
Berjanjilah, jangan berikan benda ini pada siapapun
dan Konferensi Kompetisi Benda-pusaka itu sangat berbahaya
kumohon jangan datang
dan tinggalkan Laut Timur ini secepatnya!
Kak Kera,
cuma semalam saja kau sudah dapat wanita dan punya tanda cinta.
Ah, pria tampan tetaplah tampan.
Simbol janji. / Diam kau, tanda cinta apaan!
Ini cuma gelang.
Kakak. / Ya.
Kakak, aku kemari untuk menemuimu. / Bagus, saudara keempatku.
Apa kabarmu?
Tak buruk. / Bagus kalau begitu.
Kakak, kau...
Paman, kemana saja kau?
Apa kau masih ingat aku?
Ao Luan, bagaimana kau bisa keluar? / Ayo.
Mana kakakku?
Gawat!
Aku akan beritahu kedua pamanku yang lain.
Ao Luan, lancang sekali kau menyerangku!
Orang itu menyerangku.
Apa maumu?
Apa kau mau membunuh paman keduamu?
Bagaimana mungkin, pamanku?
Yang ingin kulakukan
kau akan segera tahu.
Ao Luan, apa yang kau rencanakan?
Ao Luan!
Yang Mulia, Raja Naga Laut Barat lambat datang.
Hamba khawatir dia tak datang sebelum Konferensi.
Bagus.
Mari kita perlakukan mereka dengan baik
pada Konferensi Kompetisi Benda-pusaka.
instagram: @broth3rmax
Mana kartu undanganmu?
Kak Kera, apa kita harus berdiri disini?
Kita duduk di sana.
Monyet itu duduk di situ! Dasar tak tahu aturan!
Tidak besar ataupun kecil.
Siapa kau?
Ini singgasananya Raja Naga.
Bukan tempat dudukmu di situ.
Ini Istana Naga, bila kau sudah disini kau harus patuhi aturan disini.
Aku sudah diundang ke sini, dan tak membuat malu Raja Naga.
Tak ada tempat buatmu
untuk memberiku pelajaran,
kura-kura kecil.
Beraninya kau kurang ajar disini!
Pengawal!
Tunggu dulu!
Karena ini undangan persaudaraan
jadi tak perlu formal.
Senang berjumpa denganmu.
Senang berjumpa denganmu.
Selamat datang di Istana Naga Laut Timur
Konferensi Kompetisi Benda-pusaka Laut 100-tahunan
sekarang kunyatakan konferensi ini dibuka!
Mari kita mulai.
Sekarang, mempersembahkan senjatanya.
Senjata ini bagus.
Beratnya bikin ngeri.
Senjata ini beratnya 1900 kilogram.
Hadirin sekalian
perlu orang kuat untuk mengangkatnya.
Tak terlalu banyak gerak.
Bila ada yang merasa kuat
silahkan maju ke depan.
Kalau tak ada
akan memalukan rasanya
kami menghadirkan senjata ini.
Aku bisa!
Raja Babi Liar, silahkan.
Ayo semangat!
Ayo semangat!
Raja Babi Liar, mungkin kau bisa coba lagi.
Kalian... ketawa apa? Tak usah sok bisa. Coba saja!
Siapa lagi yang berani maju ke dapan.
Siapa yang ketawanya paling lebar tadi?
Berani tidak kemari mencobanya?
Dia memanggilmu. / Cobalah.
Enteng banget!
Cepat angkat!
Siapa lagi yang ingin mencobanya?
Kak Kera, jangan lupa urusan utamanya.
Raja Naga terlambat datang, tapi kera di Gunung Huaguo
sedang menunggu hujan.
Aku sudah ketemu dia tadi malam,
dan aku melihat sendiri si Raja Naga tua itu
menurunkan hujan deras di Bagian Timur.
Pada saat ini, kera-kera kita sudah punya air yang cukup.
Tadi malam? Tadi malam 'kan dirimu menemani si naga itu?
Apa aku bohong?
Tenang saja, bersamaku
Gunung Huaguo tentu akan tenang dan damai.
Selanjutnya akan kuperkenalkan sebuah senjata pada kalian.
Senjata ini amat hebat.
Mengapa membicarakannya? Karena ukurannya besar...
Mengapa kau lagi? Tak bosan juga ya?
Sudah kubilang jangan kemari,
mengapa kau masih tetap kemari? Apa kau sudah kemas barang yang kuminta kau simpan?
Pergilah sekarang!
Pergilah sekarang, turuti aku.
Paman Ketiga, ini aku! / Kau ini...?
Long Jiu.
Apa yang kau lakukan?
Paman, situasinya gawat.
Ayahku dan perdana mentri itu sebenarnya...
Raja naga sudah datang!
Penyihir kurang ajar! Beraninya kau menyamar jadi Puteri Ke-9 di balai ini.
Omong kosong!
Kakak, ada apa ini?
Saudaraku, si penyihir ini telah mencuri token Laut Timur-ku.
Dan sekarang dia berniat mencuri token Laut Barat-mu.
Pengawal, tangkap penyihir ini!
Paman, dengarkan aku!
Aku ini Long Jiu!
Paman!
Dia itu iblis! Paman, dengarkan aku!
Kera, tolong aku!
Kau...
Lepaskan aku!
Aku ini Puteri, paman! Paman!
Baiklah.
Hari ini adalah Konferensi Benda-pusaka 100-tahunan
Istana Naga Laut Timur.
Terima kasih adikku karena telah menangkap si penyihir itu.
Pengawal telah menyingkirkan penyihir itu.
Baguslah kalau begitu.
Tuangkan anggur.
Hadirin, mari kita habiskan cangkir kita.
Bersulang untuk semua yang telah hadir di Konferensi ini.
Bersulang!
Bersulang!
Kak Kera...
anggur ini keras sekali...
Hahahaha...
Bukankah dia kakaknya Long Jiu?
Siluman Ikan, sebentar lagi aku bisa membalaskan dendammu.
300 TAHUN LALU
300 tahun lalu, ketika aku lahir
aku dianggap membawa sial
semua orang sembunyi dariku
dan tak ada yang mau berteman denganku.
Mengapa kau cuma sendirian?
Sedang apa kau disini? Mengapa sendirian?
Mana teman-temanmu?
Kalau tak ada yang diajak main
ikutlah main sama kami saja.
Pada saat itu
hanya siluman ikan dan siluman kerang
yang mau bicara denganku.
Bagus sekali dilihatnya.
Ayo.
Seru sekali!
Suatu hari, aku ke pinggiran Laut Timur bersama siluman ikan
hanya ingin melihat dunia daratan.
Tanpa diduga
kami bertemu makhluk darat yang jahat.
Bagaimanapun aku berusaha membujuk dia
Ayah, tolong selamatkan siluman ikan. / ...dia tak bertindak sedikitpun.
Siapapun yang menyuruhmu pergi ke lautan dangkal
hidup dan mati bergantung pada penciptanya.
Aku yang salah mengajaknya pergi ke laut dangkal.
Dia ikut karena aku.
Ketika aku pergi ke desa nelayan itu lagi
satu-satunya temanku terikat di tiang kayu.
Aku hanya bisa menyaksikan dia disiksa
dan terbunuh oleh orang-orang daratan
tapi tak bisa menyelamatkannya.
Lepaskan aku! Apa salahku?
Lepaskan aku!
Temanku satu-satunya disiksa sampai mati oleh mereka.
Lepaskan aku!
Tapi ayahku malah mengurungku di penjara bawah air.
Lepaskan aku!
Yang kulakukan hanya demi membalas kematiannya temanku.
Namun ayahku terus mengurungku di penjara selama 300 tahun.
300 tahun!
Akhirnya hari yang kutunggu tiba.
Aku akan balas semua makhluk hidup di daratan!
Tak turun hujan selama 3 bulan,
apa kalian kehausan?
Hari ini, akan kukembalikan air hujan pada kalian
yang terkumpul selama 3 bulan itu!
Hahaha...
Rupanya kekeringan ini adalah ulahmu.
Akan ku...
Mengapa kau tak mempercayaiku, memang ada yang tak beres? Ayo!
Tunggu!
Cepat!
Tangkap mereka!
Ini adalah Dongsheng Shenzhou
di depan itu Gunung Huaguo. Ayo kuantar kau ke sana.
Baiklah.
Tak disangka, kau masih bisa lari
sejauh ini dengan menahan racun itu.
Kau memang tak sembarangan.
Dasar bajungan tengik, tak tahu malu.
Bertindak seenaknya saja.
Long Jiu, serahkan token Laut Timur itu.
Kalau tidak, jangan salahkan aku kalau kasar padamu.
Aku akan melawanmu! / Kera!
Raja Kera!
Karena kau ingin mati, akan aku bantu!
Hentikan!
Akan kuserahan token Laut Timur, tolong lepaskan dia.
Biarkan saja dia pergi. Biarkan dia hidup beberapa hari lagi.
Kau memang Tuan Puteri dari klan naga.
Kakak, apa kau pantas melakukan tugasnya ayah?
Ayah?
Bila dia peduli sedikit saja terhadapku
aku akan memohon padanya untuk membantuku.
Bila dia memikirkanku sedikit saja
dia tak akan menanggung akibat seperti sekarang.
Sejak aku lahir
semuanya menganggapku jelek.
Dia juga percaya gosip
bila aku akan membahayakan Laut Timur, bahkan ketika temanku satu-satunya terbunuh
dia tetap bersikap masa bodoh!
Mengurungku di penjara selama 300 tahun!
Apa pantasnya dia menjadi ayahku?
Kau sama sekali tak mengerti penderitaanku!
Lihat
tak akan butuh waktu lama sebelum daratan terbenam banjir
agar kau bisa melihat bagaimana para makhluk hina ini
makhluk daratan tenggelam oleh banjir.
Long Jiu, kau masih harus membantuku.
Hahahaha...
broth3rmax
Aku akan menyelamatkanmu...
Kak Kera, akhirnya kau siuman.
Kau tidur selama 2 hari.
Kukira kau tak akan bangun lagi.
Mengapa aku disini?
Kita jatuh ke perangkapnya Ao Luan,
berkat Long Jiu yang menyerahkan token Laut Timur itu kita bisa pulang
kalau tidak kita bisa mati!
Dimana dia? / Dia dibawa lagi ke Istana Naga oleh Ao Luan.
Tapi kita semua mampus sudah.
Hujan badai terus menerus siang dan malam beberapa hari ini
dan seluruh duni sudah tergenang air.
Tak lama lagi Gunung Huaguo kita ini habis sudah.
Pintu goa Goa Tirai Air sudah tenggelam.
Bila kau tak bisa hentikan ini
kita semua bisa tenggelam disini.
Jangan cemas, aku bisa gunakan kesaktianku untuk mengeluarkan kalian.
Rajaku, begitu banyak kera
meski kau mengeluarkan kesaktian, aku khawatir itu tak akan berhasil.
Selain itu, banjirnya begitu luas.
Tak ada yang bisa ditinggali di luar sana.
Goa Banteng sudah terendam banjir.
Banteng cilik ini juga tenggelam dalam air.
Banteng cilik...
Jangan pukuli ayahku lagi!
Akan kukorbankan nyawaku untuk melawan Ao Luan!
Saudaraku, aku kubalaskan dendammu.
Kak Kera, ayo kita pergi sama-sama.
Kak Kera, apa yang mesti kita lakukan sekarang?
Tidak, kita pergi ke Balai Zhenhai lebih dulu.
Kera, aku tahu kau akan menyelamatkanku.
Naga, bagaimana dirimu?
Kesaktianku sudah disedot oleh keempat token laut dari Ao Luan.
Sekarang aku tak bisa berbuat apa-apa.
Kak Kera, keempat token laut itu.
Naga, bagaimana cara menghentikan keempat token laut ini?
Sia-sia, keempat Token Laut ini
selama ini dijaga oleh ayahku.
Aku tak tahu menahu soal ini.
Kera, hanya ada satu cara yang bisa kau lakukan.
Cabutlah Jarum-Pasak dan hancurkan papan ajaibnya.
Jarum-pasak.
Selama ini
kita telah diinjak-injak dan dihinakan oleh makhuk daratan.
Kita tetap diam dan makhluk darat rendahan ini
memang mengira kita ini hina!
Sekarang, daratan mereka perlahan lenyap.
Dan tak lama lagi, seluruh daratan Timur akan musnah keberadaannya.
Pada saat itu, akan kuberitahu pada mereka...
siapa penguasa dunia sesungguhnya!
Yang Mulia, Istana Naga berguncang!
Pasti si monyet bau ini lagi.
Berani sekali kau kembali untuk cari mati.
Aku tak mau bicara ngawur.
Andai aku tak keracunan anggurmu
siapa yang menang atau kalah?
Kuperingatkan kau!
Kau harus hentikan keempat token laut ini!
Atau aku akan menghajarmu biar kapok! / Dasar kau...
Lindungi Long Jiu.
Kau memaksaku...
monyet bau, bagaimana mungkin kau bisa menandingiku?
Keluar dari sini!
Kau monyet hina yang berani muncul.
Kak Kera, aku hanya bisa menemanimu sampai disini.
Bukankah menyakitkan untuk disaksikan?
Teman baik mati dihadapanmu,
dan kau merasa tak berdaya.
Apa kau ingin membalaskan kematian temanmu?
Hahahaha...
Kera, kau harus bertahan!
Pada saat itu, gunakanlah kekuatan klan naga untuk mencabut jarum-pasak.
Kekuatan klan naga apa?
Kekuatan klan naga adalah Pil Naga
yang efeknya membangkitkan kematian
sumber kehidupan klan Naga kita.
Bila kau ingin mendapatkan Pil Naga itu, kau harus membunuh seekor naga.
Pil Naga?
Hey monyet bau, Istana Naga mengandalkamu.
Apa kau sudah gila?
Aku masih belum mengalahkannya.
Apa aku sudah mati?
Kak Kera.
Paman Sun!
Teman-teman.
Mengapa kalian ada disini?
Karena kami benci berpisah denganmu.
Apa sebelumnya aku pergi agak kejauhan dari kalian?
Kita semua sudah bersaudara sejak kecil sampai dewasa.
Memang kau ngomong apaan?
Jangan usik Paman Sun.
Nak, jangan ganggu Paman Sun.
Sebaiknya kita pergi sekarang.
Kalian mau kemana?
Tentu saja pergi ke tempat kami yang semestinya.
Aku ikut.
Yang benar saja, Kak Kera? Masih ada urusan lebih penting yang mesti kau lakukan.
Aku...
Aku takut tak bisa menyelesaikannya.
Kak Kera, ini bukan seperti dirimu.
Jangan lupa, yang lainnya sedang menunggumu.
Jangan kecewakan mereka.
Paman Sun, berjuanglah!
Berjuanglah!
Monyet bau!
Bagaimana mungkin?
Mengirimmu ke neraka dan sampaikan salamku!
Wu Kong.
Guru?
Pria jahat ini telah membahayakan dunia. Akan kubunuh dia sekarang!
Hentikan!
Membunuhnya hanya akan menambah karma
dan menebar bibit kejahatan
yang akan berakibat buruk.
Jika kau membunuhnya, kau akan terperangkap dalam Asura.
Dan tongkat Emas sakti itu tak bisa kau gunakan lagi.
Tapi dia banyak berbuat jahat, meracuni makhuk hidup, Guru!
Tunggu aku untuk menyampaikan beberapa pesan padanya.
Tak usah bicara!
Memang kesaktianku tak sama seperti lainnya.
Namun aku harus membalaskan kebencianku, sehingga aku mati tanpa penyesalan.
Kematian Siluman Ikan adalah malapetaka bagi kehidupannya.
Apa kau harus membalas demi keegoisanmu sendiri
dan membakar makhluk hidup menjadi arang?
Diam kau! Aku tak mau dengar apapun!
Tak usah banyak omong!
Kau patuhi hukum langit pada hari itu
dosa mereka kapan berakhir
adalah permintaan ayahmu pada Kaisar Giok untuk melindungimu dari kematian.
Putraku.
Jangan salahkan ayahmu
kau adalah putraku.
Cara terbaik bagiku adalah memenjarakanmu
daripada menyaksikanmu dihukum mati.
Tapi hari ini, kau berbuat kesalahan besar.
Aku merasa bersalah pada dunia.
Tuan, demi aku, untuk memperbaiki kesalahan ini
aku rela menukar nyawa putraku dengan nyawaku
untuk menebus penderitaan dunia ini.
Apa kau mengasihani aku? Aku tak butuh!
Putraku
aku sudah kehilangan putriku.
Aku tak bisa kehilangan dirimu lagi.
Kesalahanku, biarlah aku yang menanggung.
Mengakui kesalahan adalah separuh perbaikan.
Akan kutukar Pil Naga demi nyawa Long Jiu.
Mohon jangan tekan para bawahanku.
Sudah mereda!
Sudah jangan ikuti aku! / Monyet bau, aku ikut denganmu.
Kuperingatkan, jangan panggil aku monyet bau lagi!
Panggil kau apa? Raja monyet bau!
Panggil saja kau Kak Kera. / Tunggu!
Kalau aku memanggilmu Kak Kera, aku boleh ikut denganmu 'kan?
Kau ini membosankan sekali!
Monyet bau, aku tahu kau suka padaku 'kan?
Kau membopongku, itu berarti kau perhatian sama aku, iya 'kan?
Kau berlebihan, kau tak akan suka pria lebih tua darimu.
Usia 300 tahun tak masalah bagiku.
Jangan mengikutiku! / Tidak!
broth3rmax, 14 Juni 2019
NO RESYNC/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 14 Juni 2019
follow instagram: @broth3rmax
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H MOHON MAAF LAHIR & BATIN
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.