Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pegang! Jangan sampai lepas!
Pegang!
Baca! Saya tahu kamu bisa baca ini.
Baca!
Sayang, tenang, ya.
- Sebentar lagi semuanya selesai. - Ibu!
Sayang!
Polisi!
Buka pintunya! Sekarang!
Kamu baca terus saja ini!
Ini harus dibuka sekarang.
Baca!
Tulisannya akan muncul, kan?
Mulai!
Baca!
Cepat!
Mereka yang berdiam...
di alam gaib.
- Ayah! - Lanjut baca!
- Ayah, cepat! - Lanjut.
Sambutlah kami...
Jangan berani ucapkan kata-kata itu!
Baca!
Ibu!
Polisi! Angkat tangan!
Sudah!
Linda.
Jangan terlalu capai, ya?
Sampai jam berapa kamu semalam?
Biasa, Bu Siska, jam 9 malam.
Memang itulah jam kerjaku.
Semester depan, kalau nilaimu belum ada perubahan, Ibu harus lapor ke Pak Danang.
- Ini, Pak. - Nanti kamu lembur.
Hannah izin.
Matikan ponsel.
Dilarang main ponsel di tempat kerja.
Kamu selalu pakai ponsel!
Ada apa, Ayah?
Ya?
Saya sampai malam.
Ayah jangan sampai kecapaian.
Jangan lupa minum obat.
Baik.
Sampai jumpa.
Linda.
Bilang hai.
Kau sedang apa?
Membuat live stream.
Banyak sekali yang suka.
Sudah kubilang wajahmu itu populer.
Aduh!
Berengsek! Aku tak terima.
Lihat!
Ira, anak kelas 11, adik kelas kita, pengikutnya lebih banyak dariku.
Sudah kubilang, Jess.
Kalian mau kalah dengan adik kelas?
Kita harus lebih viral.
Kau sudah bilang begitu sejak sebulan yang lalu.
- Buat video di gedung itu, kan? - Benar.
Kita buat live stream di sana, lalu jadikan viral.
Masa cuma swafoto saja? Coba bayangkan.
Sponsornya pasti banyak sekali.
Semua menghasilkan uang!
Tidak semudah itu.
Kau beruntung, tak perlu kerja seperti ini.
Apa kubilang? Kau tak mau kubantu.
Kau juga tak mau kupinjamkan uang.
Aku akan merasa tak enak.
Maaf, tadi ini jatuh.
Terima kasih, Kak.
Kau Linda, 'kan? Anak kelas 11?
Hei!
- Kak Erik, 'kan? - Panggil Erik saja.
Berapa lama bekerja di sini?
- Sebulan. - Begitu.
Kenapa, Kak? Erik?
Biasanya minuman ini ditaruh di sini, bukan di sini.
Maaf, Kak.
Aku minta maaf.
Santai saja.
Maaf sekali. Aku tak sengaja. Maaf, ya.
Aku tak seharusnya ganggu orang yang bekerja.
Ya sudah, biar aku bayar yang ini.
Kak?
Tak apa-apa. Daripada kau dimarahin manajer.
- Tetapi... - Satu lagi, jangan panggil "Kak".
- Tetapi itu bukan salah... - Tak apa, santai saja.
Apa-apaan?
Ini live! Ayo masuk!
Ini yang katanya gedung berhantu?
Keren sekali.
- Ayo kita naik. - Sabar. Tunggu aku.
Hei, akhirnya...
Keren sekali.
- Hei, kabur! - Seram, ya?
Mereka masuk ke dalam?
Jelas tidak.
Mereka bodoh, tak naik.
Kita akan lakukan berbeda.
Kita masuk, naik ke sana, lakukan live stream...
Itu pasti akan menyeramkan.
Pasti banyak yang menonton live, itu menambah pengikut.
Begitu!
Masih bahas rencanamu, Ben?
Setidaknya dapat satu orang.
- Hei, Erik! - Apa?
- Kenapa ganti baju? - Tadi terciprat.
Hei, Rik!
Ini Jumat kliwon.
Aku sudah ajak yang lain.
Kita live stream di gedung itu. Bagaimana? Kau mau?
Kau serius?
Aku juga ajak yang lain, seperti Alex. Ayo ikut!
Hei, kalian tahu siapa aku, 'kan?
Macam-macam. Berikan ponselmu.
Gigit ini!
Aku yakin Erik akan ikut kita.
Tetapi kalau Alex, lihat saja sendiri, dia bisa gila.
- Sudah. - Tunggu, Erik.
Biar kuambil dahulu.
Mereka junior. Ayolah, jangan terlalu emosional.
Kau berani melihatku.
- Jangan coba melihat-lihat! - Tenanglah.
Kau yakin Linda mau ikut?
Jess...
Linda kenal penjaga gedung itu.
Coba sogok atau beri dia jaminan supaya dia pasti ikut.
Kurasa orang akan suka yang seram.
Gedungnya juga legenda.
Cukup sering dibahas orang.
Kemarin aku dapat berita soal gedung itu.
- Ada? - Ya.
Ada anak diculik di lantai enam.
Polisi menyelamatkannya.
Ada baku tembak dan akhirnya anak itu selamat.
Tetapi aku tak tahu ini benar atau tidak.
Posting tahun 2008.
Kini gedungnya kosong.
Wah, ini pasti bakal seru! Ayo kita jalan!
- Oke? - Serius kita jalan?
Sial!
- Kau lakukan! - Pasti!
Ikut apa?
Rencana ke gedung itu.
- Yang itu? - Ya.
Aku pasti ikut! Ayo!
Lin, pikirkan dahulu ucapanku.
Mudah saja...
Kau kenal penjaga di situ, jadi...
Kami butuh bantuanmu.
Jadi aku harus berhenti kerja?
Aku bisa tamat.
Kau bisa minta izin.
Ben...
Pak Eep sudah bilang,
aku salah sekali lagi, tak akan bisa bekerja di sini.
Aku butuh pekerjaan ini.
Aku harus bagaimana?
Sekali saja, Lin.
Kau bisa minta digantikan.
Aku bisa tidak kuliah lagi.
Aku bantu.
Linda, 'kan?
Tenang saja.
Giwang ini cukup mahal.
Ini jaminanku.
Sisanya kukirimkan sepulang nanti, jadi kau tak perlu di sini lagi.
- Terima kasih, Pak. - Sama-sama.
Hati-hati, ya?
Kami sedang di apartemen blok D.
Lihat di belakangku.
Ada kawat berduri sepanjang jalan.
Seram tempatnya, aku takut.
Alex konyol.
Ini Ibu Dian...
Kenapa sibuk sekali?
Kenapa gedungnya kosong?
Pasti ada alasannya.
Seram sekali.
Begitulah.
Kita langsung masuk saja?
Hei, Rik...
ayo ikut.
Rik.
Kutunggu di sini saja.
Kita hanya iseng di sini.
Mari bersenang-senang sebentar,
sesudahnya pulang. Ya?
- Ayo cepat, Erik! - Ya!
- Erik, ayo. - Ayo.
Alex...
Beni...
Dian...
Kalian di mana?
Erik, ada apa ini?
Kenapa kita hanya berdua?
Baik, kami sudah di atas.
Lantai paling atas.
Gedungnya sudah sangat tua.
Di sini juga gelap.
- Erik, mana yang lain? - Jess!
- Belakangmu! - Apa?
Apa itu?
Erik, kau dahulu.
Jalan dahulu.
Sungguh, tadi ada di sini.
Rik, aku takut.
Mana yang lain?
Beni? Lex?
Benar, kan?
Aduh! Rik!
- Live-nya putus! - Maaf.
Maaf, seharusnya aku tak di tengah.
Sial, Lex!
Sial, seharusnya tidak jatuh.
Aku sudah lama menunggu.
Live-nya tidak jadi?
Tidak jadi.
Kita bubar?
Ayo cari tempat lain saja.
Coba lihat ini!
Ada 500 orang menonton live stream.
Seharusnya tak berdiri di tengah. Bisa lebih banyak lagi.
Tetapi pengikutnya bertambah, kan?
Gara-gara kau!
Begini saja.
Kita ulang lagi saja.
Sinyalmu juga buruk.
Kita coba di koridor...
di situ.
Kak Heri sudah bilang
kita boleh main di sini,
tetapi jangan...
melewati koridor bergaris polisi.
Tetapi kalau sinyal lebih bagus, kenapa tidak?
Kita hanya tayang live.
Tak masalah, kan?
Lampunya bisa menyala. Berarti di situ aman.
Ayo.
Ayo, Ben.
Ayo, Ben.
Kotor sekali, Ben.
Ayo kita pergi.
Kotor sekali.
Kalian mendapat sinyal?
Jijik.
Jess?
- Kabari keluarga. - Ada garis polisi.
Rumit sekali!
Ayo kita masuk saja.
Siapa tahu ada yang seram, jadi...
Pasti menarik dibuat live.
Ya.
Ada sinyal lagi, ayo!
Tunggu, ada garis polisi di sini.
Pegang saja tidak boleh.
- Kalian yakin mau masuk? - Justru seru, Rik. Itu intinya.
Lex, sabar! Serius!
Ini sudah larut.
Kita live stream sambil turun saja.
- Ya? - Sobat,
kau tampan tetapi pengecut!
Kenapa lama sekali? Sinyalnya bisa lenyap!
Begini saja.
Kita coba masuk dahulu.
Jika beres, kita lanjutkan.
Jika tidak, kita turun.
Permisi!
Apa-apaan, Lex?
Ada apa? Mau masuk atau tidak?
- Bukan begini caranya! - Lalu bagaimana?
Dari mana kau dapat itu?
Baik, coba dahulu.
- Bisa pakai ini. - Hati-hati!
Lex.
Lex.
- Kau masuk dahulu, Lex. - Ayo.
Wanita lebih dahulu, 'kan?
Kau cium sesuatu?
Rik!
Bangkai ular.
Rik, bahaya!
Apa itu?
Apa ini?
Kau sedang apa, Alex?
Apa?
- Hanya begini saja. - Tapi jangan pegang.
Kini sudah benar.
Kami masuk ke apartemennya.
Ruangannya seram.
Sempit dan ada bau aneh.
Lihat saja.
Ada banyak kertas.
- Apa ini? - Lex!
- Apa-apaan? - Sinyal lenyap lagi!
Kenapa lenyap lagi?
*
Pegang kepalanya!
Pegang! Baca!
Sebentar lagi semua berakhir.
Tolong!
Tulisannya akan muncul, 'kan?
Pegang kepalanya!
Kau kenapa?
Sinyalnya...
Aku tidak tahu.
Rasanya aku pernah kemari.
Maksudmu?
Entahlah.
Begitu kita masuk...
rasanya...
aku pernah melihat semua barang ini.
Cari di mana kita?*
Baik, ada sinyal.
Jess, sebaiknya kita pergi!
- Ya? - Rik, diam!
Hei!
Jess, Lex, lihat ini, besar sekali.
Apa itu?
Sial!
- Jangan konyol. - Ada kulit ular,
pasti ada ularnya.
Hati-hati saja!
- Alex. - Lex.
- Jijiknya. - Baunya dari sini.
- Pasti. - Baik.
Kami menemukan sesuatu.
Pak Alex, tolong jelaskan.
Begini, pemirsa.
Kami menemukan
bangkai ular.
Ya, ular.
- Seram. - Ularnya mau keluar,
tetapi kepalanya tersangkut, lihat.
Hati-hati, Lex.
Cepat buka.
- Hati-hati. - Ya.
Kami mau membukanya.
Hati-hati.
Coba lihat, Lex.
Apa itu?
Coba.
Hati-hati, Alex!
Yang serius!
Sakit, Rik!
Serius, Alex!
- Serius. - Ya.
Tak bisa dibuka. Lihat.
Ini komik apa?
Ya, komik apa?
Ada banyak. Coba digelar.
*
Ini tulisan cakar ayam.
Bukan cakar ayam.
Ini...
Bahasa Sanskerta.
Aksara Jawa, tetapi...
agak berbeda.
Tahu dari mana? Kau terlalu sering membuka Google.
Ini untuk apa?
Gambarnya sama seperti yang di sana.
Gambarnya sama seperti di lantai.
Sebentar.
Lihat ini.
Benar sama, Lin.
Lin.
Kau kenapa?
Kita akan segera keluar?
Ya, sebentar.
Jess.
Mati!
Payah!
Jess, ponselmu mati, kan?
Kita turun sesudah ini.
Coba difoto lagi.
Kirimkan...
- Ada lagi? - Foto satu per satu.
Sambut kami ke kehadiranmu.
Lin, kau kenapa?
Ada apa, Lin?
- Ada apa, Lin? - Kau kenapa?
Lin!
- Kau lihat? Ada tulisan. - Lihat apa?
Ada tulisan saat difoto.
Tulisan apa?
Difoto, ada tulisannya.
Tulisannya menyala, Rik.
- Yang ini kosong, Linda. - Ada tulisan di kertasnya.
Apa ada tulisannya?
Foto yang lain, Lex.
Tulisan menyala saat difoto.
Ada tulisannya, Rik!
Lex, Ben, Rik, Jess, ada tulisannya, kan?
- Lihat! - Tak ada apa-apa, Linda.
- Ini menyala! - Kulihat dahulu.
Aneh, kosong.
Bisa dibaca, 'kan?
Kalian tak bercanda, 'kan?
- Tak ada apa-apa. - Tak ada tulisan.
Kalian tak mengerjaiku?
Untuk apa?
Kenapa aku bisa melihatnya?
Aneh sekali.
Kalian yang berdiam di dunia gaib.
Bukalah gerbangmu.
Sambut kami...
di kehadiranmu.
Apa itu?
Ada apa ini?
Lex, ada apa ini?
Kita harus pulang, Jess.
Pulang sekarang!
Teman-teman?
Alex, Erik!
Dian!
Beni!
Ben, cepat!
Mana Jessica dan Linda?
Jess.
Erik!
Erik!
- Mana Jessica? - Dia bersama Linda?
Kolamnya tak berdasar!
Dalam sekali.
Awas! Cepat!
Kak Heri!
*
Lantainya terbuka dan penuh air.
Ya, Pak.
- Teman kami tenggelam di atas. Tolong! - Sebentar.
- Tenggelam? - Benar.
Kalian gila?
Sudah kularang melewati garis polisi.
Kalian melewatinya?
Lalu temannya mati tenggelam?
Tenggelam di rusun?
Aku yang mabuk atau kalian...
Wajah kalian kenapa?
Benar itu kejadiannya.
Hei kalian!
Jangan begitu!
Tak ada kolam di rusun.
Pak! Lihat saja sendiri!
Saya minta tolong, Pak!
Jessica dan Linda masih di kolam.
Diam!
Aku tak mau dipecat hanya karena cerita kalian!
Tidak akan!
Kalian dilarang keluar sampai aku tahu kejadiannya. Titik!
Tolong kami.
- Tolong, Pak! - Sial!
- Sekarang apa, Rik? - Dia tak mau bantu.
Ayo, katanya mau tunjukkan?
Ayo!
- Ayo! - Aku tak mau ikut!
Assalamualaikum.
Assalamualaikum.
Kita...
akan bermain sekarang.
Tetapi sebelumnya,
kita rapikan rambutmu.
Jess!
Bangun, Jess!
Jess, bangun!
Kau tak apa-apa?
Kau tak apa-apa, kan?
- Kita di mana, Lin? - Tak tahu, tempatnya lain.
Lin.
- Kenapa aku pakai baju ini? - Aku tak tahu.
- Kita di mana? - Diam, Jess!
Aku juga tak tahu.
Kulihat dia mengganti bajumu, tetapi tak tahu dia siapa.
Kita harus pergi dari sini.
Kita harus pergi.
Kau juga mau main?
Kenapa kau di sini?
Kau bersamaku selamanya!
Jess!
Pipanya bocor.
Teman kalian mati tenggelam.
Kalau pipanya bocor, airnya tak menggenang begini.
Lagi pula ini lantai enam.
Mana ada kolam pusaran begini?
Ya.
Berarti tersangkut.
"Tersangkut" bagaimana?
Itu aneh.
Pasti ada yang tak beres.
Aku bingung.
Ada yang dapat sinyal?
Kalau ada, aku sudah menelepon.
Rik!
Kemari, Rik.
Ada yang tak beres, Rik.
Kita harus pergi!
Minta kuncinya, lalu kita pergi!
Jessica dan Linda bagaimana?
Mereka sudah hilang!
Hei!
Kalian mau pergi?
Pikirkan!
Kalian akan yang pertama dicurigai.
Teman kalian mati tenggelam.
Aku tak mau jadi masalah.
Jika mati tenggelam, mayatnya pasti mengapung.
Aku sudah terjun, tetapi kolam ini tak berdasar!
Kolam pusaran, Pak!
Kalau mayatnya muncul,
bagaimana kau mau jelaskan?
Sial!
Mereka semua mati!
Biar kucoba!
Cari tahu.
Ini artinya apa?
Juga ada air seperti di sini.
Dia memegang keris.
Keris?
Ini...
Ada wanita...
dan dia kelihatannya
diserang oleh banyak orang.
Tampaknya semua orang di kertas ini
mati.
Lihat.
Yang selamat hanya yang di depan.
- Ya, 'kan? - Ya.
Dia mau dibawa keluar dari dunia itu.
Kolam dan rumah.
Ben, lihat ini.
Ini maksudnya
ada rumah di pinggir kolam?
Ya, kan?
Ada rumah, dan di alam lain?
Rumahnya sama.
Ini air, berarti...
Berarti...
Sepertinya kolam itu pintunya.
Seharusnya kita tak masuk pintu itu.
Jadi semacam portal?
Mungkin Jessica dan Linda ada di alam itu.
Jess!
Jess, bangun!
Jess!
Jess, bangun!
Kau tak apa-apa?
Kau tak apa-apa?
Aku pusing sekali.
Masih bisa jalan?
Ayo kita keluar dari sini.
Jess, ayo.
Mana ponselku?
Sudahlah, Jess.
Ayo cepat!
Jessica!
Tak ada sinyal.
Sudahlah, ayo kita keluar.
Ayo keluar sekarang!
Kau bunuh adikku!
Pergi!
Cepat, Jess.
Kemari, Jess.
Ikut aku!
Lewat sini.
Lewat sini!
Jess!
Jess!
Jess!
Tenang, Di.
Mereka pasti masih hidup.
Pak, berikan kunci gerbangnya!
Tidak akan.
Kalau benar temanmu mati tenggelam,
kalian harus ambil jasadnya dan bertanggung jawab!
Alex benar, Pak.
Aku kenal orang yang tahu hal begini, jadi...
Jadi kami pergi dari sini.
Kami minta bantuannya, Pak!
Tidak akan.
- Jangan sampai kejadian ini... - Ben, kuncinya!
Alex!
Diam!
Jangan buat malam ini makin kacau.
Linda!
Angkat dia.
Lin, kau tak apa-apa?
Lin, tak apa-apa?
Jessica? Masih hidup?
- Jessica di dalam air? - Mana dia?
Jessica masih di dalam.
Minggir.
Harus kutolong.
Jangan gila. Mau terjun lagi?
Rik, kau saja. Ayo, Rik!
Apa itu, Ben?
*
Rik, di situ.
Ini Jessica!
Jessica!
Jess!
Jessica!
Jess?
Kenapa dia pakai baju ini?
Aku bertemu dia.
- Tetapi dia sudah ganti baju. - Ganti baju di dalam air?
Jess, bangun!
Jess, bisa dengar aku?
Dia pingsan.
Tak ada denyutnya.
- Jess, bangun! - Jess!
Cepat, lakukan!
Jess, kau tak apa-apa?
Jessica!
- Jessica, bangun! - Jess!
- Kau tak apa-apa, Jess? - Apa yang terjadi?
Kenapa dia?
Jess?
Itu bukan dia.
Jess, sadarlah.
Aku teman kalian...
"Aku teman kalian."
Sial!
Itu bahasa buyutku dahulu.
Kau ambil milikku.
Kini kalian akan mati!
Jess, bangun! Ini bukan kau!
- Baca sesuatu! - Baca apa?
Sial, aku lupa sisanya!
*
Nona.
Ini hanya ujian.
Nona, tenanglah!
Nona, tenanglah!
Jess!
Lepaskan aku.
Kita
ada di mana?
Jess?
Mana kerisnya?
Jess, jangan!
Sadarlah, Jess!
Jessica!
Erik!
Bangunlah, Jessica!
Kembalikan Jessica!
Teman-teman?
Lex?
Di?
Tolong kami, Lin.
Tolong kami, Lin!
Agar tidak terlalu pusing, Lin.
Entahlah kenapa
mereka kesakitan
kalau terkena lampu blitz ponselku.
Pasti karena energimu, Lin.
Kau bisa melihat yang tak bisa kami lihat.
Itu semacam bakat.
Sepertinya bakat itu
kudapat dari ibuku, Di.
Jadi...
Cerita yang kulihat itu
benar-benar kau, Lin?
Kau tahu siapa penculikmu?
Teman-temanku sudah tak ada, Lin.
Aku tak tahu harus bagaimana.
Di, lihat aku.
Kalau berhasil menemukan Jessica
dan kubawa kembali kemari,
aku sangat yakin
teman-temanmu masih hidup.
Kita akan bawa mereka kembali.
Mereka pasti masih hidup.
Berarti...
cerita di gambar-gambar itu
sungguh terjadi?
Semua yang kita alami
tergambar semua di sini.
Ada orang membaca.
Kolam hitam muncul.
Rumah ini tempat aku dan Jessica bertemu.
Ini si kebaya merah.
Dia mengejar kami
dan aku yakin dia yang merasuki Jessica.
Keris.
Mana kerisnya?
Keris.
Keris ini harus dikembalikan.
Lin, bagaimana mengembalikannya?
Tidak lihat ini sudah tertutup?
Apa kita buka lagi?
Dengar.
Kita bawa keris ini pada orang yang lebih paham.
Kau ini kenapa, Ben?
Sepertinya dia minta keris ini.
Mungkin jika diberikan, semua akan beres.
Kau tak berpikir, Lin?
Kalau memang beres.
Kalau tidak?
Kalau dia minta nyawamu?
Percayalah padaku.
Kita pergi dari sini sekarang.
Kita bawa keris ini pada orang yang lebih paham, Lin.
Pergi bagaimana, Ben? Kau lupa?
Gerbangnya dikunci Pak Heri.
Sial!
Aku lupa.
Kunci?
Apa tak ada cara lain?
Tak ada cara lain, Lin.
Temboknya tinggi dan berkawat duri.
Kunci gerbang ada di tangan Pak Heri.
Tangan?
Linda, ayo!
Kerisnya, Lin! Cepat!
*
Mana kerisnya, Beni?
*
Jess, bangun!
Jess, bangun!
- Jessica! - Jessica, bangun!
Ben, berikan padanya!
Lewat sini!
Kau tak apa-apa, Lin?
Ben, lihat.
Ben, lihat.
Aman, Lin.
Baik.
Jangan lakukan!
Lepaskan dia!
Dian!
Sial!
Jess!
Dian!
Erik!
Kau...
Kau mengambil milikku.
Kau tak pantas kemari.
Lepaskan mereka.
Mereka tidak salah.
Kau akan bergabung.
Inilah akibatnya bila kau ke duniaku.
Kau akan selamanya di sini.
Menyerahlah.
Akhirnya ditemukan, Lin.
Ayo keluar, Lin.
Ayo, Lin.
Ke mana dia, Ben?
Portalnya tertutup, Lin.
Portalnya tertutup!
Lin, kita harus pergi.
Kita harus pergi. Cari cara keluar.
Di sini mengerikan. Pergi sekarang.
Kita mau ke mana?
Sekarang apa? Pergi, Lin!
Sebelum dia kembali! Ayo cari jalan!
- Tunggu, Ben. - Tunggu apa lagi?
- Temanmu masih di dalam, Beni. - Teman apa?
Kau lebih penting dari mereka, Linda.
Ben, temanmu masih hidup di dalam.
Tugasku menyelamatkanmu, Linda.
Ben.
Aku sudah sejauh ini.
Jangan merusak
semua yang direncanakan keluargaku. Paham?
Ini demi perkumpulanku.
Hanya kau yang bisa buka portalnya.
Mungkin kau ingat, Lin.
Dahulu kami meminta ibumu membaca kertas itu.
Ayahku...
ditembak demi mendapat keris ini.
Kalau ibumu cepat membacanya, mungkin ayahku masih hidup.
Tugasku mendapat keris ini.
Sekarang kau buka portalnya.
Buka portalnya!
Ben!
Linda.
Lin, Ben!
Rik, Di.
Kalian tak apa-apa?
Rik, kau tak apa-apa?
Tanganku kenapa?
Tanganku kenapa?
Aman, Pak?
Mana Jessica?
Apa?
Mana Jessica?
Jessica?
Jess!
Jess!
Jessica!
Jess! Mana Jessica?
Mana Jessica?
Lihat itu!
Lin.
Jess!
Lin!
Kenapa kita di sini lagi, Lin?
Ini kau, 'kan, Jess?
Jessica!
Kau sadar, Jess?
Kau tak apa-apa, Jess?
Ayo keluar! Cepat!
Ayo cepat!
Kita di mana?
Erik! Ikut aku.
Ikut aku sekarang.
Ayo ke sana.
Awas! Belok di sini.
Cepat!
Cepat lewat sini!
*
Kemari.
Dian!
Tolong!
Tolong aku!
Tolong!
Tolong!
Lin!
Ayo cepat!
- Itu Dian! - Lin!
Tolong!
Di!
Di!
Di!
Di!
Ayo, Di!
Di!
Tolong!
Di!
Ada pocong, Ben!
Ayo, Ben!
Lari, Ben!
Mana dia?
Berhenti!
*
Kita harus pergi!
Ada pocong!
Apa ini?
Kenapa merah?
Ya Allah!
Mereka akan kembali.
Cepat bantu aku!
Kita dikutuk!
Kita harus cari cara lain.
Lin, bagaimana ini?
- Cepat baca perkamennya. - Baca, Lin.
Lin, cepat baca!
Mereka yang berdiam di dunia gaib.
Buka gerbangmu. Sambut kami di kehadiranmu.
Ayo, Lin!
Baca, Lin!
Lin, ayo!
Sambut kami di kehadiranmu.
Agar kami...
hidup...
di duniamu.
Alex, Beni! Ayo!
Ayo!
- Ayo! - Ayo!
Ayo cepat!
- Cepat! Kau mau apa? - Ayo, Lex!
Sial!
Dingin!
Lex, cepat!
Ayo, Di!
- Aku dahulu? - Ya, ayo!
Aman!
Sial!
Ayo siapa lagi?
Ayo, Pak.
- Aduh, sakit! - Kau dahulu!
Maaf, kau di sini.
Jaga mereka. Aku menolong Pak Heri.
Sebentar!
- Kita serius terjun ke situ? - Kau tak mau pulang?
Tarik napas, Pak.
Satu, dua, tiga!
- Jessica. - Aku dahulu.
- Mana kerisku? - Tidak tahu.
Kau simpan? Mana tasmu?
Apa-apaan, Ben?
Sial!
Ben!
Jess!
Ya!
Kau mau ke mana?
Jess!
Waktunya telah tiba.
Kau akan mati di sini.
Tidak sekarang!
Jess!
Jess!
Jess, bangun!
Kita harus pergi, Jess!
- Jess! - Kita di mana?
Ayo, Jess.
Kita harus pergi.
Linda!
Angkat dia!
Mana Beni, Lin?
Mana Beni?
Mana Beni?
- Lin, baca lagi. - Baca lagi, Lin.
Kita harus menolong Beni.
Lin, bacalah.
Mereka yang berdiam di dunia gaib.
Buka gerbangmu.
Sambut kami di kehadiranmu,
agar kami hidup di duniamu.
Lin, coba baca lagi.
Mereka yang berdiam di dunia gaib.
Buka gerbangmu.
Sambut kami di kehadiranmu,
agar kami hidup di duniamu.
Tak mau terbuka.
Mana Beni?
Ben...
Coba dengar.
Sudah fajar.
Pintu tak terbuka lagi.
Ben!
Ada yang mau ambilkan tanganku?
Sabar, Pak Heri.
Ibu...
Tolong Ben, Bu. Aku sendirian.
Terjemahan subtitle oleh Froellen (Ellen) Tjandra
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.