All language subtitles for Dan only.Love.E17-E18.HDTV

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-= Angel's Last Mission: Love | Subtitles by VIU =- Follow IG: Banana_nim

Aku ingin tinggal di sisinya.

Terlebih lagi,

sekarang aku meninggalkan dia.

Jika ada satu alasan

bagiku tetap di sini,

maka kumohon

bantulah aku menemukannya.

Aku tidak peduli ke arah mana jalan itu menuntunku.

Aku bersedia menempuh jalan itu.

Kau bilang akan berhasil.

Kau bilang akan menunjukkan penggambaran bagus soal "Giselle".

Apa ini?

Aku hanya mengikuti hatiku.

Ada orang yang tidak bisa kau benci

meski kau berusaha keras membenci mereka.

Ini masih soal Kim Dan?

Dia masalahnya?

Sadarkan dirimu.

Aku juga pernah putus cinta.

Aku harus berpisah dengan orang yang kusayangi

dan pernah menggila.

Aku juga mengalaminya.

Semua emosi yang kau rasakan saat ini

bukanlah hal yang istimewa.

Maka, kau pasti memahami ini.

Aku yakin ini benar.

Meski marah dan membenci dia,

pada akhirnya aku merindukan dia.

Itulah sebabnya aku sedih./ Kau tidak bisa

menyelesaikan apa pun dengan kesedihan!

Kaui Giselle dan Albrecht sungguh jatuh cinta,

seharusnya mereka akhirnya mati bersama.

Pasti dia.

Orang yang dimakamkan di kuil.

Balerina.

Tidak perlu membahas itu.

Itu tidak berkaitan dengan pertunjukan.

Kumohon

jangan mengecewakanku lagi.

[KIM DAN]

[PANGGILAN TAK TERJAWAB DARI "BERISIK"]

[PANGGILAN TAK TERJAWAB DARI "BERISIK"]

Hei, Berisik.

Sekarang kau bebas.

Mulailah menari

dan luapkan rasa marahmu.

[PANGGILAN TAK TERJAWAB DARI "BERISIK"]

Berani sekali kau menyimpan namaku sebagai "Berisik"?

Baiklah, datanglah.

Fokuslah padaku.

Anggaplah di dunia ini

hanya ada kita berdua.

Baik?

Hidungmu berair.

Sudah kuduga. Aku tak bisa tidur nyenyak

setiap kali tidur di tempat berbeda.

Aku ingin pulang.

Bukankah ini terlalu larut?

Sekretaris itu berhenti atas keinginannya

dan perasaan bos sangat terguncang.

Hidupku yang malang.

Kenapa?

Ada apa?

Kau sudah tahu orang-orang yang kau pekerjakan

membersihkan tempat ini saat pagi dan malam.

Kenapa kau mengacaukan tempat ini?

Kembalilah tidur.

Aku bisa melakukan ini sendiri.

Kau memimpikan pria yang namanya tidak boleh disebut?

Sulit kupercaya.

Kupikir kau baik-baik saja selama beberapa hari.

Aku memang bermimpi,

tapi ini bukan seperti itu.

Bersihkan lagi.

Hingga semua debu dan penyesalanmu hilang,

gunakan pengisap ini sepuasmu.

Bukan begitu.

Aku memimpikan masa kecilku.

Masa kecil? Kapan?

Kenapa?

Benar.

Kenapa dia muncul dalam mimpiku?

Aku sudah lupakan dia.

Mungkin karena kau kesulitan.

Tidak ada yang bisa kau andalkan.

Kau harus cari udara segar.

Kenanglah masa lalu yang indah.

Jika memungkinkan, temui juga teman lamamu.

Audisinya sebentar lagi.

Itulah sebabnya kau harus segera sadar.

Siapa yang tidak sadar?

Bagaimana bisa kau bilang begitu

padahal menyiksa dirimu selarut ini?

Setiap kali kau kesulitan,

tempat itu memberimu kedamaian.

Siapa yang tahu? Mungkin kau secara ajaib

kembali menemukan solusi di sana.

Di mana kau?

Aku sudah menelepon kantor.

Aku akan libur hari ini.

Di mana kau?

Ayo bicara. Aku akan jelaskan semuanya.

Soal alasan cerita itu harus tragedi

dan alasan harus kau orangnya.

Aku berharap bisa punya mimpi yang sama denganmu.

Tapi, kau paham.

Kita tidak bisa memaksakannya.

Aku akan memulai dari awal.

Jadi, pertimbangkan kembali tentang tarianku.

Kau belum menjawabku. Di mana kau? Aku akan ke sana.

Sampai jumpa.

Aku akan lewat jalan ini.

Jalan yang membuatmu tampak menyedihkan?

Maka, wanitamu akan melarikan diri.

Dia akan merasa risi.

Kupikir kau sangat bertekad, ternyata sebenarnya kau ragu-ragu.

Apa yang harus kulakukan?

Haruskah aku membakar semuanya

atau menenggelamkan semuanya?

Siapa kau? Dari mana asalmu?

Kau mudah marah.

Hei, kau mengenalku?

Kau tidak boleh asal mengajak bertengkar.

Sadarlah.

Aku kemari untuk mencari tahu.

Sia-sia dia merasa cemas.

[LEE YEON SEO, YOO SEONG WOO]

Kenapa

Kau ada di sini?

Aku ingin mencari sesuatu.

Jadi, aku berdoa.

Aku ingin tahu alasannya.

Lalu,

aku menyadarinya.

Hal itu menyakitkan bagiku.

Apa maksudmu?

Tentang itu...

Itu.../ Lupakan.

Kau tak usah memberitahuku.

Jangan ikuti aku.

Berdoa atau lakukan kepentinganmu.

Aku akan melakukan kepentinganku.

Dia benar-benar tidak mengikutiku?

Baiklah.

Aku juga tidak mengenalmu.

Kita orang asing.

[LEE YEON SEO, YOO SEONG WOO]

Selamat datang. Kau butuh kamar?

[PENGINAPAN]

Aku ingin bertanya.

Kau tahu rumah berpagar biru?

Karena sudah lama berlalu, aku tidak tahu jalannya.

Ada banyak rumah berpagar biru.

Dahulu, sekitar sepuluh tahun lalu,

seorang anak laki-laki tinggal di sana.

Omong-omong, kau tampak akrab.

Siapa kau? Kau selebriti?

Bukan, aku balerina.

Aku pernah kemari.

Kau berkunjung beberapa tahun lalu.

Kau menari di hadapan warga desa.

Juga ada anak-anak.

Aku mencari orang yang dahulu kutemui.

Katakan secara detail.

Maka, aku bisa membantu.

Aku bertemu dengannya

saat hujan.

Ada hujan saat siang selama hari pertamaku di sini.

Aku keluar karena suaranya seperti musik.

Lalu, aku melihat dia.

Dia berdiri

di tepi tebing.

Aku ingin mati.

Kupikir lebih baik jika aku mati.

Usiaku baru 12 tahun.

Hei, kau!

Hati-hati!

Lalu,

aku bertemu denganmu.

Aku Yeon Seo. Lee Yeon Seo.

Kau?

Namaku

Seong Woo. Yoo Seong Woo.

Tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.

Aku akan mencarimu!

Di mana kau?

Kaget!

Bukankah sekarang lebih jelas?

Kau selalu terjatuh

karena ponimu menutupi wajahmu.

Terima kasih.

Hei!

Apa itu aku? Kau payah dalam menggambar.

Ini bukan kau.

Sudah semuanya?

Kalian bermain selama beberapa hari?

Aigoo.

Ada apa?/ Apa yang terjadi?

Dia mencari orang sesudah sepuluh tahun.

Dia anak laki-laki bernama Seong Woo yang dahulu

tinggal di rumah berpagar biru.

Apa ini hari istimewa?

Apa ada semacam pencarian harta karun?

Jika benar, anak laki-laki itu mungkin tidak akan mengingatmu.

Tidak. Kecuali mengalami hilang ingatan,

dia akan mengingatku.

Astaga. Kenapa kau sangat yakin?

Tidak! Aku tidak mau!

Aku mendadak disuruh pindah ke Rusia.

Aku tidak akan pernah pergi.

Aku tidak mau.

Aku juga akan berhenti balet. Aku benci semuanya.

Anak remaja tahu apa?

Aku tidak mau berpisah dengan orang tuaku.

Aku tidak mau berpisah dengan teman pertamaku.

Jadi, aku bersembunyi.

Hidungmu berair.

Luar biasa. Sulit kupercaya kau akan menari di luar negeri.

Kau dengar aku?

Aku tidak akan pernah pergi.

Kau bilang suka menari.

Kau ingin menjadi balerina terbaik di seluruh dunia.

Jika pergi ke sana, aku tidak akan kembali.

Kau mungkin tidak akan bisa melihatku seumur hidupmu.

Aku akan kirim surat.

Bagaimana bisa kau belum pernah melihat pelangi?

Aku akan menunjukkan pelangi.

Kenapa kau menangis?

Kau kecewa?

Cantik sekali.

Itu hal terindah yang pernah aku lihat.

Untuk kali pertama sesudah bertemu denganmu,

aku ingin hidup.

Kau sangat indah.

Aku ingin melihat lebih banyak keindahan dalam hidup.

Dia memahami hal yang ingin aku sampaikan dengan tarianku.

Dia mengajariku

bagaimana tarianku bisa menyentuh

hati seseorang.

Aku ingin menjadi orang dewasa.

Orang dewasa yang gagah dan kuat.

Aku ingin melindungi dia sebagai pria.

Aku

sangat ingin bertemu lagi dengannya.

Benar dia. Dia pria dari rumah berpagar biru.

Dia bermata hitam besar dan bersinar.

Benar. Kau kenal dia?

Namanya Seong Woo. Yoo Seong Woo.

Bukankah sudah sepuluh tahun sejak rumah itu kosong?

Dia pindah? Ke mana?

Kau tahu nomor teleponnya?

Aku tidak tahu.

Saat itu dia menghilang begitu saja.

Kau sangat pelupa.

Harus berapa kali kukatakan.

Anak itu sudah meninggal.

Bukankah dia anak itu?

Benar.

Apa maksud kalian?

Kenapa dia meninggal?

Tidak.

Kenapa?

Kenapa?

Apa ini?

Aku terjatuh.

Dulu ayahnya memukuli dia.

Itulah sebabnya dia melompat ke laut.

Lalu, polisi datang untuk menangkap ayahnya.

Tapi ayahnya

mengemasi barang, lalu meninggalkan pulau ini.

Benar. Anak yang malang.

Tidak./ Kuharap aku salah.

Itulah sebabnya aku selalu melupakannya.

Aku melupakannya karena terlalu mengerikan.

Berandal!

Dasar berandal.

Kembali kemari. Aku akan memberimu pelajaran.

Berandal sialan!

Ke mana kau?

Sesuai perintahmu, aku memeriksa keluarga dan keuangan tiap penari.

Terima kasih.

Kau memang bisa diandalkan, Park Siljang.

Kenapa kau mendadak butuh ini?

Wajar bagi direktur umum perhatian kepada para penarinya.

Setiap suara dari penari sangat berharga.

Aku harus memperhatikan dan menjaga mereka.

Kau berencana membeli

suara mereka untuk audisi?

Kenapa kau bilang begitu? Aku hanya mendukung mereka.

Menakutkan.

Kau sangat membantuku.

Belakangan ini aku tidak memperhatikanmu, bukan?

Apa ini?

Kudengar anak keduamu akan mulai bersekolah di musim gugur ini.

Sudah lama kalian tidak bertemu.

Bagaimana jika kau pergi ke Inggris dan menemui anak-anakmu?

Ayo kita lihat.

Tiga bulan cukup, bukan?

Tentu saja ini liburan berbayar.

Jangan cemas.

Jika aku pergi,

Kau akan menyingkirkan aku sebelum orang lain tahu?

Seperti Moon Ji Woong tiga tahun lalu?

Park Siljang.

Kenapa membahas dia?/ Danjang-nim.

Bahkan lalat pun bisa marah

dan tikus menggigit kucing saat terpojokkan.

Park Siljang./ Kumohon

berhentilah mengancamku.

Aku serius!

Omo...

Apa perbuatanku kepadanya?

Apa menawarkan bonus

dan liburan berbayar dianggap salah?

Kenapa dia tidak ada di sini?

Dia sudah pergi.

Kenapa kau tidak ada di sini, Seong Woo?

Sedang apa kau di sini?

Dia

sudah meninggal.

Sesudah aku pergi,

dia meninggal.

Dia bahkan tidak membalas suratku.

Aku sangat membenci dia.

Sesudah itu,

aku benar-benar lupakan dia.

Tapi,

dia...

Bukan salahmu.

Kenapa aku tidak tahu?

Dia bahkan tidak memakai sepatu

dan berdiri di sana saat ombak datang.

Rambutnya panjang dan tidak rapi

serta tubuhnya dipenuhi memar.

Ini bukan salahmu.

Tidak.

Ini salahku.

Semuanya adalah tanda,

tapi aku tidak memahami tanda itu.

Saat dia sangat bertekad untuk jadi orang dewasa,

aku

mentertawai dia dan menggodanya.

Kubilang menjadi orang dewasa adalah hal alami bagi anak-anak

dan dia tidak harus berusaha menjadi orang dewasa.

Tapi bagi dia,

itu...

Jangan menyalahkan diri sendiri.

Mungkin

itulah takdirnya.

Takdir?

Takdir itu sederhana dan kejam.

Dia pasti cemas dan ketakutan seumur hidupnya.

Aku tidak bisa membayangkan

betapa ketakutannya dia hingga momen terakhirnya.

Memikirkannya saja membuatku gila.

Takdir?

Bukan, Seong Woo...

Anak itu

mungkin memikirkanmu

di momen terakhirnya.

Hingga momen terakhir,

dan napas terakhirnya.

Bagaimana

kau bisa tahu?

Aku hanya berpikir mungkin itulah yang terjadi.

Satu-satunya kenangan indahnya mungkin adalah momen bersamamu.

Dia pasti memikirkanmu.

Aku yakin.

Benarkah?

Dia pasti berterima kasih atas hari ini karena hanya kau

yang mengingat dia.

Maaf aku terlambat, Seong Woo.

Aku tidak tahu.

Aku tidak bisa membayangkan itu terjadi. Aku sungguh...

Aku sungguh menyesal.

Kenapa kau tidak berdoa?

Bisakah kau menanyai Tuhan yang sangat kau sukai?

Kenapa Dia memberikan rasa sakit yang hebat

dalam kehidupan anak remaja?

Jika Tuhan sungguh ada,

dia pasti tidak mungkin

sendirian hingga akhir.

Benar.

Kenapa Dia

begitu kejam?

[EPISODE 18]

Maaf.

Untuk apa?

Untuk segalanya.

Untuk bilang kejam dan menyakitimu pada hari itu.

Untuk saat ini.

Untuk segalanya.

Artinya

kau tidak akan ikut denganku.

Kau juga tidak bisa

melakukan ini kepadaku.

Ibu dan ayahku, serta Ajeossi,

bahkan Seong Woo.

Semua orang yang kusayangi

meninggal lebih dahulu dan meninggalkanku sendirian.

Aku bahkan tidak bisa berpamitan.

Kau tahu rasanya ditinggalkan?

Aku serasa ditinggalkan sendirian di gurun pasir yang tidak berujung.

Jadi,

tidak bisakah

kau tetap di sisiku?

Kau ingat

bagaimana kau akan mengabulkan permintaanku?

Kabulkan permintaanku. Hanya ada tiga.

Kau harus melakukan

perintah dariku tanpa membantah.

Aku akan memakai permintaan kedua

sekarang juga.

Kenapa kau mendadak membahas permintaan?

Tunggulah aku.

Sebentar saja.

Jika kau menungguku sebentar saja,

aku akan menyelesaikan semuanya, lalu kembali.

Jangan menanyakan apa pun sekarang.

Apa yang harus kau selesaikan?

Ada apa?

Aku harus tahu masalahnya agar bisa bertindak.

Ada apa?

Ini

benda yang kau berikan

agar aku baik-baik saja tanpamu.

Aku berjanji kepadamu.

Tidak akan lama.

Aku akan kembali.

Hingga saat itu tiba, makanlah dengan baik,

giatlah berlatih,

dan bersikaplah berani.

Itulah permintaanku.

Kau bisa melakukannya?

Gamdok-nim, bagaimana...

Berhentilah menangisi bedebah itu.

Apa yang kau lakukan?

Cukup.

Jangan menyia-nyiakan perasaanmu demi pria yang terus melarikan diri.

Aku tahu kau mengandalkan dia

saat sakit dan lemah,

tapi sekarang tidak.

Aku tidak akan membiarkanmu menangisi pria seperti dia.

Memangnya kau siapa?/ Andalkan aku saja.

Aku tidak akan melarikan diri

atau menghilang.

Biar kuperjelas.

Aku tidak nyaman jika kau terus begini.

Aku tahu kau membantuku

tampil kembali dan menjadikanku seperti ini.

Aku berterima kasih.

Tapi kau melakukan itu sebagai direktur.

Jangan melampaui batas.

Siapa pun yang kupilih untuk kuandalkan atau kutangisi,

itu keputusanku.

Kau tidak berhak mencampuri perasaanku.

Kuharap

Hal semacam ini tidak akan terjadi lagi.

Maaf jika aku mengejutkanmu,

tapi aku tidak bisa berjanji ini tidak akan terjadi lagi.

Aku serius soal menyuruhmu mengandalkan aku.

Gamdok-nim./ Hari ini

Aku akan berhenti.

Ayo.

Terima kasih atas tumpangannya.

Selamat malam.

Yeon Seo.

Sampai jumpa saat latihan.

[CHOI SEOL HEE]

Kau pernah bilang hidup ini penuh kejutan.

Aku tidak menyangka

hari ini akan tiba.

[CHOI SEOL HEE]

Kupikir

aku akan selalu bebas

seperti hantu,

tidak hidup

atau mati.

Sepertinya aku juga menjadi

manusia biasa.

Tunggulah aku.

Aku berjanji kepadamu.

Apa ini

jawaban-Mu atas doaku?

Kenapa Engkau hanya mengawasiku?

Kenapa Engkau membuatku mati saat menderita?

Kenapa Engkau membiarkan aku

dilahirkan?

Kenapa Engkau membiarkan aku

mengingat semuanya?

Aku menemukan sekretaris baru untukmu.

Aku berencana mengadakan wawancara pekan depan.

Batalkan.

Aku tahu kau begitu memercayaiku,

tapi aku sungguh tidak bisa tinggal di sini.

Dan

akan kembali.

Namanya sudah boleh disebut?

Boleh aku menyebutkan, "Kim Dan"?

Tunggu. Dia meneleponmu?

Dia bilang akan kembali.

Dia berjanji kepadaku.

Sulit dipercaya. Kapan?

Kapan dia akan kembali?

Aku tidak tahu soal itu.

Pokoknya, aku tidak butuh sekretaris baru.

Aku akan menunggu dia.

Lihatlah dia.

Solusi itu yang kau dapatkan?

Kita harus bicara.

Jagalah sikapmu.

Apa?

Hanya karena penari sudah kembali, bukan berarti mereka memihakmu.

Aku tahu. Aku bisa merasakannya selama latihan.

Maka, bersikaplah lebih hati-hati.

Kau meninggalkan latihan

dan menemui Gamdok-nim secara pribadi.

Apa pendapat mereka tentangmu?

Apa? Maksudmu kami berdua berpacaran?

Jika benar begitu, Jujur saja...

Jangan konyol.

Bukan begitu.

Kau tidak memberi kami pilihan.

Kami mogok karena Gamdok-nim

sangat gigih untuk memilihmu.

Kau hanya perlu berhati-hati.

Jika kau merusak hubungan antara penari dan Gamdok-nim...

Geum Ni Na.

Kau menyukai dia?

Apa katamu? Menggelikan.

Aku hanya sangat menghormati dia.

Kau payah

dalam menyembuyikan perasaan.

Jangan salah paham hanya karena kau kesal.

Aku hanya...

Benar.

Aku melakukan ini karena tidak bisa

membiarkan rumor sekotor itu tersebar di Fantasia.

Maka, bagaimana jika kau berhenti mengoceh di depanku

dan mencari para penyebar rumor itu?

Aku tidak pernah melakukan siasat atau melakukan hal memalukan.

Aku tidak perlu melakukannya.

Ada apa?

Bukan apa-apa. Kami hanya...

Ada rumor bahwa aku dan kau berpacaran.

Kurasa kau cukup menuruti permintaanku.

Kau ingat, bukan?

Sudah kubilang aku tidak bisa melakukannya.

Pisahkan emosimu dengan pekerjaan. Ayo bersikap profesional.

Jangan cemas.

Siapa penyebar rumor konyol itu?

Soal itu...

Baiklah. Ayo segera mulai.

Turunkan bahumu.

Ayah, kenapa ada di luar?

Ayah menunggumu.

Belakangan ini, ayah tidak bisa menemuimu.

Ayah.

Minumlah kaldu.

Tubuhmu harus hangat agar bisa diberi energi.

Terima kasih.

Sulit, bukan?

Jangan menyiksa dirimu karena Yeon Seo.

Dia anak yang malang.

Ayah selalu bilang itu.

Dia tidak malang.

Dia cantik, kaya, dan berbakat.

Tuhan pasti hanya menyayangi dia.

Kaui sungguh begitu menyayangi dia,

Tuhan tidak mungkin mengambil orang tuanya secepat itu.

Apa gunanya cantik, kaya, dan berbakat?

Dia mengalami hal mengerikan.

Dia wanita yang malang dan menyedihkan.

Jadi, Ni Na,

Kau harus menjaganya.

Ayah memihak siapa?

Ayah selalu memihakmu.

Jadi, ayah ingin kau memihak dia.

Tidak mau.

Ini kali pertamaku melawan dia. Dalam kompetisi yang sesungguhnya.

Aku tidak bisa memihak dia.

Ada alasan karma berlaku.

Apa pun yang kau lakukan,

Entah itu baik atau buruk, hal itu akan kembali.

Kau dan Ru Na

harus aman.

Apa maksud Ayah?

Kalian harus baik hati seperti sekarang.

Ibu menginginkan mereka semua?

Jumlah penari tidak banyak.

Tiga hingga empat hari sudah cukup, bukan?

Ini merepotkan.

Andai ada cara yang lebih mudah dan efektif.

Ibu mempertimbangkan untuk menunjuk hakim baru,

tapi kita terdengar percaya diri di hadapan penari.

Mendapatkan suara mereka satu per satu lebih cepat dan efektif.

Ibu akan minta tolong kepada direktur asosiasi ibu.

Baiklah, Danjang-nim.

Ayo menargetkan Hwang Jung Eun dahulu.

Sebagai penari tertua, jika kita bisa mendapatkan dia,

makin banyak penari akan ikut.

Lalu, Soo Ji.

Dia wanita miskin yang mengajar murid untuk penuhi kebutuhan hidup.

Jika kita mendapatkan pasangan pria sang Pemimpin,

situasinya apa pun akan mudah.

Kabarmu baik, Dan?

Kau tidak bisa tidur?

Tidak. Di luar hujan.

Kau mau teh juga?

Saat malam seperti ini,

sup kue ikan dan soju akan sangat nikmat.

Mau minum-minum?

Aku suka minum-minum sendirian.

Masuklah.

Jibsa-nim, jika seorang pria

menyuruhmu menunggunya dan bilang bahwa dia butuh waktu,

apa artinya?

Agassi, kau menyukai seseorang?

Tidak.

Temanku meminta pendapatku.

Kau lebih berpengalaman daripada aku dalam bidang ini.

Aku hanya ingin memberi dia pendapat yang lebih baik.

Dia sudah menikah?

Belum.

Atau sudah?/ Dia akan melarikan diri.

Apa maksudmu?

Pria

tidak pernah ragu dalam hal cinta.

Dia butuh waktu?

Dia akan masuk ke guanya?

Omong kosong.

Dia sungguh tampak putus asa

menurut temanku.

Dia memberinya saputangan yang sangat dia hargai.

Itu bukti janjinya kepadanya.

Bagi Wanita, mungkin itu bukti janji.

Tapi bagi Pria, mungkin itu hanyalah sampah.

Agassi.

Aku tidak tahu siapa pria itu,

tapi lupakan saja dia.

Itu tentang temanku.

Aku tahu kau tidak punya teman.

Aku punya teman.

Kau tidak percaya kepadaku.

Aku harus mencari sekretaris lain.

Dia sangat tanggap.

Dan.

Di mana kau dan apa yang kau lakukan?

[SANATORIUM]

[KAMAR 105, YOO JONG CHEOL, PRIA, TAHUN]

Berandal.

[YOO JONG CHEOL]

Kemari!

Dasar berandal.

Berani sekali kau membantahku.

Dasar bodoh.

Mereka yang menganiaya anak-anak

dan menindas hidup seseorang

akan tersambar petir.

Kenapa?

Mau memukulku lagi?

Silakan.

Pukul aku tanpa ampun seperti saat itu!

Kenapa kau melakukannya?

Kenapa?

Aku putramu.

Aku

baru berusia 12 tahun.

Bagaimana kehidupanmu sesudah melarikan diri?

Bagaimana bisa kau di sini?

Bagaimana dengan hidupmu?

Bagaimana dengan hidup putramu?

Lihatlah posisimu sekarang.

Maaf.

Ayah bersalah kepadamu.

Maaf.

Ayah bersalah kepadamu.

Hentikan.

Hentikan.

Hentikan!

Maafkan

Ayah.

Permintaan maafnya tidak akan membuat perbedaan.

Seharusnya sejak awal dia tidak melakukan dosa.

Aku geram.

Aku sangat geram.

Begitulah manusia.

Mereka melakukan kesalahan,

Menyesalinya, dan bertobat dari kesalahan mereka.

Pria itu menjalani hidupnya dengan bertobat dari dosa-dosanya.

Dia menyumbangkan semua tabungannya

untuk kepentingan anak-anak.

Dia bekerja sukarela di rumah sakit ini selama 13 tahun.

Karena dia tidak merawat dirinya sendiri,

tubuhnya mulai sakit lima tahun lalu.

Itu tidak akan

membangkitkan mendiang anak laki-laki itu.

Tapi dia bisa menyelamatkan anak yang bisa saja meninggal.

Kurasa perbuatan baiknya membuahkan hasil.

Pada akhirnya,

dia bisa meminta maaf

yang menurutnya itu mustahil.

Apa

yang kau inginkan dariku?

Anggaplah begitu.

Aku manusia.

Hidupku nahas sesuai rancangan-Nya

dan menghadapi kematian yang nahas.

Seharusnya aku tidak pernah tahu.

Kenapa Dia membiarkan aku mengingat ini?

Kenapa Dia membuatku

bertemu dengan Yeon Seo jika aku tidak boleh mengungkap identitasku?

Kau pasti tahu.

Tuhan selalu menyiapkan jawaban.

Hanya saja kita terlalu buta untuk melihat jawaban-Nya.

Ayo pergi ke gereja dahulu.

Ayo berdoa bersama.

Aku tidak mau kembali./ Kim Dan.

Dia memberiku teka-teki baru.

Aku akan mencari jawabannya sendiri.

Jaga dirimu, Seonbae.

Jangan bilang kau...

Selama ini kau pasti kesulitan

mengurus pembuat onar sepertiku.

Terima kasih atas setiap momen.

Aku menghormatimu.

Masih ada urusan yang belum selesai di bumi?

Kim Dan. Bukan.

Dan Cheonsa-nim.

Jangan terkejut.

Aku akan memberimu kejutan besar.

Kau bertindak semaumu, dasar malaikat gegabah.

Siapa kau?

Bagaimana bisa manusia mengetahui rahasia alam kami?

Ayo selesaikan ini dahulu.

Apa misimu?

Kenapa kau mendatangi Yeon Seo?

Lupakan saja.

Jangan pernah muncul lagi.

Jika kau muncul di sekitar Yeon Seo lagi,

Yeon Seo

akan mengetahui keberadaan duniamu yang aneh dan menyeramkan.

Kau mengancamku?/ Ini peringatan.

Bukankah tempo hari

kau memintaku untuk membahagiakannya?

Aku akan melakukannya.

Aku akan selalu menemani dia

dan membuat dia jatuh cinta dan bahagia.

Jangan cemas

dan pergilah.

Rekaman?

Kau yakin, bukan?

Bagus.

Kurasa dia juga akan mencurangi audisi.

Aku akan mengumpulkan bukti.

Baiklah.

Park Siljang-nim.

Danjang-nim mengutusmu kemari?

Tidak.

Dahulu kita kemari saat kau banyak pikiran.

Seharusnya kau menjawab teleponku.

Kembalikan.

Benarkah kau akan menjadi pengadu?

Kau pernah bilang

bahwa kau merasa terjebak.

Aku memutuskan untuk turun dari gunung ini.

Perjalanannya mungkin sulit dan butuh waktu lama.

Kau paham, bukan?

Kenapa kau melakukan ini?

Jangan begini.

Gwang Il, sekali saja...

Maukah kau membantuku sekali saja?

Audisi Ni Na akan segera usai

dan pertunjukannya bersama Gamdok-nim

adalah kesempatan seumur hidupnya.

Kau juga tahu

putriku tidak bersalah dan sangat polos.

Dia sungguh tidak berbuat salah.

Tentu aku tahu.

Aku tahu Ni Na terlalu baik.

Tunggulah sebentar lagi.

Sesudah semua ini usai, sesudah pertunjukan perdana "Giselle",

Kau tidak perlu bertindak. Aku akan menyerahkan diri.

Aku akan menanggung hukumannya.

Kumohon, Gwang Il.

Kau juga seorang ayah. Kau paham perasaanku, bukan?

Maaf. Di mana kita?

Kau anggota tim pencahayaan tiga tahun lalu, bukan?

Moon Ji Woong?

Astaga.

Aku serius. Aku kenalan Ji Kang Woo

dan ini darurat.

Kau bilang tidak tahu nomor kamarnya.

Ada hal penting di dalam sana.

Aku hendak menelepon polisi, tapi memutuskan membiarkan dia...

Cukup. Pergilah.

Hanya sepuluh menit. Tidak, tujuh, lima menit.

Jika kau terus begini, aku akan menelepon polisi.

Kumohon.

Halo.

Halo, Pak. Kau kenal pria ini?

Dia terus bersikeras mengenalmu.

Soal itu.../ Dia temanku.

Aku permisi. Sampai jumpa./ Baik.

Aku bisa menjelaskan.

Lupakan. Aku tidak butuh penjelasanmu.

Mataku sakit.

Seonbae./ Ikuti aku.

Astaga.

Terima kasih, Seonbae.

Entah kenapa aku melakukan ini.

Sepertinya aku ketularan kau.

Ji Kang Woo jelas menyimpan rahasia.

Dia bukan orang biasa.

[49O 1863]

Halo.

[GEUM KI CHUN, CHOI YEONG JA, GEUM NI NA]

[PENARI UTAMA GEUM NI NA, LEE YEON SEO]

Apa ini?

[DONASI KORNEA, PENGLIHATAN PULIH]

[WASTU IVY, 3 TAHUN LALU, 'SWAN LAKE']

Apa lagi?

Maafkan aku.

Bukankah dia Si Berisik?

Bukan.

Dia

bukan Yeon Seo.

Lalu, siapa?

Sekarang kau mengabaikan semuanya dan asal masuk?

Kenapa kau menipuku?

Mereka berdua mirip.

Itu alasanmu terobsesi dengannya?

Diam./ Kupikir

kau rusuk Yeon Seo yang hilang.

Aku percaya kau adalah jodohnya.

Begitu Yeon Seo jatuh cinta dengan rusuknya

dan menemukan kebahagiaannya,

kupikir aku bisa kembali ke surga dengan tenang.

Sudah kubilang, aku akan melakukannya.

Semua sudah beres. Misi berhasil.

Aku tidak butuh bantuanmu.

Jangan ikut campur.

Aku menunggu memberitahumu bahwa orang yang harus

Berhenti mengintai dia adalah kau, bukan aku.

Dengarkan perintah malaikat

dan patuhilah.

Lalu, apa tindakanmu sekarang?

Kau

akan menjadi rusuknya?

Bukan urusanmu.

Jika aku menjadi debu atau lenyap, itu urusanku.

Kau akan sangat beruntung jika langsung lenyap.

Kau tidak bisa membayangkan seperti apa hukumannya.

Hal yang mengerikan akan terjadi.

Dia akan datang.

Dia tidak akan datang.

Dia akan datang.

Dia tidak akan datang.

Apa ini? Lupakan. Ini tidak seru.

Aku akan mulai dengan "Dia tidak akan datang". Dia tidak akan datang.

Dia tidak akan datang.

Dia akan datang.

Dia tidak akan datang.

Bunga sialan!

Kau datang.

Maaf aku terlambat.

Kau sudah selesai?

Kau tidak akan pergi lagi, bukan?

Jika kau bilang akan berhenti lagi

atau menghilang tanpa memberitahuku,

aku akan membunuhmu. Mengerti?

Kau juga tidak boleh sakit tanpa memberitahuku.

Kau tidak boleh mati saat aku tidak ada.

Mengerti?

Kenapa kau diam saja?

Berjanjilah.

Kau tidak bisa membayangkan seperti apa hukumannya.

Hal yang mengerikan akan terjadi.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu,

Yeon Seo.

[ANGEL'S LAST MISSION: LOVE]

Terlalu cinta bukanlah kejahatan,

tapi punya terlalu banyak rahasia adalah kejahatan.

Yeon Seo!

Agassi.

Jibsa-nim!

Yeon Seo, dengarkan baik-baik yang akan kukatakan.

Kau tahu soal malaikat pelilndung?

Hal terbaik yang bisa kau lakukan adalah meninggalkan dia sekarang.

Pasti ada cara agar malaikat bisa menjadi manusia.

Aku berharap Yeon Seo mati.

Yeon Seo!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.