All language subtitles for The Goldsmiths Secret 2025 BluRay

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish Download
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dan sekarang buletin berita kita.

Dikhawatirkan tibanya tahun 2000

bisa menimbulkan lebih banyak kekacauan

pada sistem komputer daripada virus siber terburuk sekalipun.

Organisasi, perusahaan, dan lembaga

mungkin terdampak oleh apa yang disebut "bug milenium".

Aku sudah menutup toko.

Itu untuk pameran?

Kupikir kau sudah mengemas semuanya.

Ini untuk sebuah pesanan.

Aku ingin menyelesaikannya sebelum pergi.

Halo?

Ya.

Ya, tapi aku tidak akan di sini.

Aku bisa minta pamanku.

Ya... Ya, pamanku Eloy.

Ya, dia juga seorang pandai emas.

Tapi aku tidak akan kembali untuk sementara.

Karena aku akan ke New York.

Ya.

Baik, terima kasih.

Oh, Juan Pablo...

Jika murid melampaui guru, itu adalah pencapaian sang guru.

Dia cukup menyebalkan.

Semoga beruntung menyingkirkannya.

Aku mau nonton pertandingan di bar Paula.

Ikut? Tidak, aku harus menyelesaikan ini.

Sebegitu mendesakkah?

Maaf, aku belum bilang. Aku pergi besok.

Besok? Ke New York?

Tidak, ke Oneira, tapi aku terbang dari sana hari Minggu.

Oneira? Ya.

Kenapa?

Ada pembeli untuk apartemen orang tuaku.

Seharusnya aku memberitahumu, tapi aku terlalu sibuk.

Entah kenapa aku bilang iya untuk pameran ini.

Itu akan jadi hebat.

Dan New York selalu layak dikunjungi.

Aku selalu bermimpi bepergian: Venezuela, Argentina...

Tapi akhirnya, aku tetap tinggal di Barcelona.

Kau akan singgah di Vilasanta?

Kau belum pernah kembali sejak musim panas itu, kan?

Kurasa aku tidak ketinggalan banyak.

Indah sekali.

Itu bisa jadi bagian pameran.

Mungkin saja.

Rasanya aku hanya melakukan hal yang sama berulang-ulang.

Lebih baik jangan bilang itu ke pemilik galerimu.

Tidak, tentu saja. Kita bertemu sebelum kau pergi?

Tentu.

Juanito, lihat kau sudah besar! Aku hampir tak mengenalimu!

Juan!

Hai! Duduklah.

Bagaimana kabar kalian? Baik.

Sangat baik. Ya?

Senang sekali bertemu kalian. Kau menginap di mana?

Di rumah kakek-nenekku.

Aku magang di El Heraldo.

Magang apa?

Jurnalistik, di koran. Wah!

Dia memang tukang gosip!

Ah, sudahlah! Ayo main foosball.

Alberto ada? Sebentar!

Datang!

Juan?

Wah, lihat kau sudah tua sekarang! Benar-benar sudah besar.

Jose!

Hai!

Kau tahu ini siapa?

Asisten baruku musim panas ini dan anaknya Julio.

Lihat? Juga keponakan Eloy. Dia masih di Barcelona, kan?

Yang ini juga belajar di sana. Filsafat malah!

Wah!

Kita tak bisa punya filsuf yang anti-minum. Tuangkan untuk dia juga.

Aku lebih suka bir. Bir? Kenapa?

Satu bungkus rokok blond, ya. Baik segera.

Terima kasih, Fabian.

Dan itu Penelope.

Sekarang kita semua saling kenal.

Itu nama aslinya?

Itu nama aslinya? Tidak, namanya Celia.

Aku memanggilnya begitu karena lagu. Kau tidak suka Serrat?

Sudahlah, Alberto...

Kenapa?

Kisahnya layak jadi novel.

Dia ditinggal di altar dan mungkin jadi gila,

karena dia berdandan seperti di film.

Jangan jahat begitu.

Dia penjahit, jadi dia memang suka fesyen dari tempat lain.

Aku yakin kau sudah lihat hal yang lebih aneh di Barcelona.

Novel lain bisa tentang hidupnya paman buyutmu yang hilang di Kuba.

Namanya siapa? Pablo.

Pablo Fernandez, benar.

Ayahku bilang dia mata-mata Uni Soviet.

Kau bisa menulis buku tentang itu.

Nenekku punya dokumen di rumahnya. Aku melihatnya kemarin.

Jadi kau ingin jadi penulis?

Don Angel, semoga tenang di sana, dulu sering datang ke sini.

Sebenarnya, aku ingin jadi guru.

Atau jurnalis.

Lebih baik jangan repot-repot.

TERJADI DI NEW YORK

Halo.

Bisa saya ambilkan apa? Kopi dan kue krim.

Tentu. Segera.

Mau pesan sesuatu, Celia?

Filsuf, kita mau pergi ke pesta desa setelah kerja.

Jiménez, soal UFO ini keterlaluan.

Jadi ikut atau tidak? Tentu, ayo.

Bagus!

Kau terlihat seperti penguin.

Manolito!

Apa kabar?

Kupikir aku kenal ayahmu.

Siapa namanya?

Julio.

Julio? Julio Saavedra.

Kami dijuluki si Penggiling.

Umurmu berapa?

19.

19?

Siapa nama kakekmu?

Juan, sama seperti aku.

Tapi nama lengkapku Juan Pablo.

Dan dia asalnya dari mana?

Dari sini. Dari sini? Kau yakin?

Ya, dari sini, tapi aku lahir di Oneira.

Hanya saja kau benar-benar mirip dengan seseorang yang kukenal.

Benar-benar mirip.

Kau sudah pesan? Belum.

Apa yang kau tunggu?

Dua gelas anggur.

Manolito sekarang punya empat anak. Satu umur dua, satu umur lima,

dan dua lainnya umur tiga.

Empat? Bisa kau percaya?

Tak pernah kubayangkan dia punya anak. Ya...

Dia dulu jiwa bebas seperti aku.

Ini rusak.

Letakkan saja di kursi.

Di sini?

Kau bilang namamu Juan Pablo, kan?

Boleh aku tanya sesuatu?

Bisa kau angkat bajumu?

Tolong.

Usus buntu?

Ya.

Bagaimana kau tahu tentang bekasku?

Sulit dijelaskan,

tapi rasanya seolah aku sudah mengenalmu sejak lama.

Seperti déjà vu?

Tidak.

Ini sesuatu yang lain.

Tapi aku mengenalmu.

Seseorang pernah membacakan aku sebuah puisi.

"Aku bertemu denganmu saat kecil, di antara mimpi-mimpiku yang indah.

Itulah sebabnya, ketika aku melihatmu, aku mengenali takdirku."

Jadi aku ini takdirmu?

Saat aku masih kecil, kami pergi ke bioskop untuk melihat kemewahan.

Apartemen itu, gaun-gaun, perabotannya...

Benda-benda yang hanya bisa kami impikan.

Fifth Avenue,

Rockefeller Center, Empire State, Midtown...

Film-film sekarang tak lagi banyak menampilkan kemewahan.

Hidup mereka bahkan tak terlalu berbeda dengan hidupku.

Tapi nama-nama jalan di New York itu

masih terdengar seperti puisi bagiku.

Apa kau pernah berpikir tinggal di New York?

Kenapa kau tertawa?

Kau akan lebih cocok di sana daripada di Vilasanta.

Aku anggap itu sebagai pujian.

Kau tahu apa yang ingin kulakukan?

Membuatkanmu sebuah kemeja. Yang elegan.

- Apa salahnya dengan yang ini? - Tidak ada.

Kebiasaan kerja. Abaikan saja aku.

Juan Pablo?

Apa itu?

Itu nama lengkapku.

- Tapi kau belum pernah memakainya. - Belum.

Belum, tapi rasanya nama itu punya lebih banyak... entahlah.

Kau tak perlu menjelaskan padaku, Juan Pablo.

Kalau kau nyaman dengan itu, aku juga tak masalah.

Pejamkan matamu.

Apa yang kau cium?

Aroma anggur.

Bukan.

Ini aroma tanah tempatmu berpijak.

Dan musim panas.

Tapi bukan hanya yang ini.

Baunya seperti semua musim panas yang telah lewat dan yang akan datang.

Dan aroma ragi yang memfermentasikannya

serta kayu yang melindunginya.

Tapi juga berbau lemon.

Dan madu serta bunga jeruk, rumput, adas manis, dan thyme.

Anggur adalah bentuk lain dari kenangan.

- Lihat ini? - Ya.

Itu tak terbatas selama kau bisa melihatnya.

Seperti ini.

Apa yang akan terjadi?

Kapan?

Dalam dua minggu, saat aku pergi.

Aku tidak tahu.

Ikutlah denganku.

Ikutlah denganku ke Barcelona.

Di sana, kita bisa bersama tanpa harus sembunyi-sembunyi.

Untuk berapa lama?

Apa maksudmu?

Menurutmu butuh berapa lama

sampai kau merasa tak nyaman bersama wanita yang lebih tua, Juan Pablo?

Aku cukup tua untuk jadi ibumu.

Aku tak peduli.

Tidak sekarang.

Masih ada dua minggu lagi. Itu waktu yang lama.

Terlalu lama untuk cemas.

Apa kau sudah belajar Nietzsche?

Kau kenal Nietzsche?

Apa?

Terlihat aneh untuk seorang penjahit?

Bukan itu maksudku.

Lalu apa?

Aku tak berani membacanya.

Aku rasa aku takkan mengerti.

Menurutku kau akan mengerti.

Kupikir itu akan membosankan, tapi ternyata memberi dampak positif padaku.

Ketemu.

Kau menggambar dengan baik.

Siapa ini? Laki-laki yang kau bilang mirip denganku?

Ya.

Ini dia.

Dan siapa dia?

Seorang teman lama.

Apa kau punya janji?

Tidak.

Sayang sekali.

Kupikir Celia sudah punya pacar.

Itu hal terakhir yang kubutuhkan!

Itu benar.

Ayo kita ke Negresco, minum.

Kau lihat cara Penelope menatapmu?

Mungkin dia jatuh hati padamu.

Cheers!

Sekalian bicara...

Apa yang terjadi dengan si penjahit?

Kudengar kau sedang dekat dengannya.

Itu bukan urusanmu...

Benar, bukan.

Baiklah, kalau begitu.

Nikmati saja, tapi jangan terlalu terikat.

Dia sudah jadi milik orang lain, Nak.

Aku takkan terikat.

Ayo pergi.

Filsuf, kau harus belajar minum.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Celia?

Dia tak cerita padamu?

Hanya desas-desus, karena dia lebih tua dariku,

tapi orang bilang dia dulu agak terlalu berani.

Dia jatuh cinta pada orang asing yang mempermainkannya.

Dia berjanji akan menikahinya, tapi lalu menghilang.

Dia ditinggalkan, menunggu dalam kesia-siaan.

Tapi mungkin dia sempat menepati janjinya, lihat saja gaun-gaunnya...

Aku tahu dia penjahit, tapi...

Kau mabuk! Ayo pulang.

Ini rusak.

Aku tahu hari itu kau merasa malu padaku.

Aku lebih tahu dari siapa pun betapa kejamnya kota kecil.

Jangan tidak adil.

Kau yang tidak mau punya masa depan denganku,

- yang menyembunyikan sesuatu... - Aku tidak menyembunyikan apa pun.

Jangan biarkan imajinasimu berkeliaran, Juan Pablo.

Kau tak pernah cerita apa pun soal masa lalumu.

Apa yang ingin kau ketahui?

Kenapa kau tidak menikah?

Haruskah aku melakukannya?

Aku ingat nenekmu. Dia sangat baik.

Apakah ini berfungsi?

Mau kita coba?

Takdirmu sama seperti takdirku

Aku tak percaya.

Jika kau layar, maka aku angin

Jika kau aliran sungai, maka aku arusnya

Jika kau luka, maka aku yang merasakan sakitnya

Tak ada yang bilang tentang jatuh cinta

Tapi Tuhan menghendakinya begitu

Dan hanya dari saling bicara

Lahir sebuah janji

Takdirmu sama seperti takdirku

Jika kau layar, maka aku angin

Jika kau aliran sungai, maka aku arusnya

Jika kau luka, maka aku yang merasakan sakitnya

Tak ada yang bilang tentang jatuh cinta

Tapi Tuhan menghendakinya begitu

Lagu apa ini?

Kenapa kita berdansa dengannya?

Kenapa kau memelukku begitu?

Aku sudah tahu...

Karena alasan yang sama kau tak mau pergi denganku.

Barusan kau memikirkannya, bukan?

Jawab aku. Aku benar, kan?

Ya.

Tidak.

Tidak.

Kau bilang begitu supaya aku pergi.

Tapi kau tidak mengerti.

Kau tak mengerti aku tergila-gila padamu.

Bahwa aku ingin mencintaimu secara terbuka,

bukan di sini, sembunyi-sembunyi.

Kenapa kau tak mengerti itu?

- Kau harus tenang. - Aku tidak mau tenang.

Tak ada yang bilang ke wajahmu, tapi kau tahu mereka memanggilmu apa?

Penelope.

Penelope.

Orang-orang menertawakanmu, Celia.

Kau terjebak di masa lalu dengan cara yang tak dipahami orang.

Tapi aku paham.

Aku tahu itu alasanmu untuk tidak hidup nyata.

Karena jauh di dalam hati, kau pengecut.

Tidak.

Aku bukan pengecut.

Aku tak pernah begitu.

Oh, ya?

Lalu apa, kalau begitu?

Kau pikir dia akan kembali?

Dia tidak akan kembali.

Dia tidak akan kembali.

Kau sudah menua menunggunya.

Aku tak mau melihatmu lagi.

Kau dengar?

Jangan pernah lagi.

Celia.

Celia.

Pemberhentian berikut: Vilasanta.

Pemberhentian berikut: Vilasanta.

VILASANTA

HOTEL

- Aku tak mengira ada tamu. - Selamat malam.

Untung kau masih sempat. Aku hampir pergi.

Air ketuban istriku baru pecah. Bayangkan itu!

- Selamat ya. - Hari yang indah untuk lahir.

- Berapa lama kau menginap? - Belum tahu. Sehari, mungkin dua.

Kau pedagang keliling?

Pedagang keliling?

Aku seorang pandai emas.

- Pandai emas? - Ya.

Kebetulan ada satu kamar kosong.

Jangan khawatir, kau bisa bayar besok.

Kamarnya di lantai satu, yang pertama di kanan.

Kalau begitu, aku pergi dulu menemui bayi kecil Dimas.

Sampai jumpa besok.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Kau tahu di mana Dimas?

- Istrinya melahirkan semalam. - Akhirnya!

Anaknya lama sekali memutuskan kapan mau lahir.

- Apa di sini ada sarapan? - Tidak.

- Kau harus pergi ke Negresco. - Negresco...

Ngomong-ngomong, kau punya uang kecil untuk 500?

Tidak.

Kalau begitu aku harus bayar Dimas bulan depan,

karena kau tahu hal-hal seperti ini dimulai,

tapi tak pernah tahu akan berlangsung berapa lama.

Aku harus pergi. Sampai jumpa lagi, Tuan.

18 JULI 1953

CAFE NEGRESCO

SENIN, 20 JULI 1953

Fabian, tolong tagihkan kopi dan kuenya.

Tentu.

Sepertinya akan ada badai besar.

Mau pesan sesuatu, Tuan?

Satu kopi dan satu kue krim.

Segera.

Ayo, kita sarapan.

- Ini dia. - Terima kasih.

- Siapa itu? Dia di meja kita. - Tak masalah.

Kita duduk di sini?

Warna apa itu?

Hijau dengan sentuhan biru.

Dan ada sedikit putih juga.

Tuan.

Maukah Anda pindah meja?

Soalnya ini tempat kami biasanya duduk.

Kami cukup banyak dan agak sempit di sana.

Karena Anda sendirian...

- Jangan ganggu dia. - Tak apa.

- Sini, teman-teman. - Maafkan saya.

Terima kasih.

Duduk sini, Pilar.

Dia meninggalkan mantel hujannya.

- Onofre, apa yang kau lakukan? - Maaf...

- Aku tak lihat lingkarannya... - Jangan khawatir, ini Amerika.

Aku akan jahitkan untukmu.

- Tak perlu. - Tidak...

- Benar-benar tak perlu. - Tak masalah, aku penjahit.

Ya, hampir.

- Sungguh... - Aku akan jahitkan dan mengantarnya ke...

Kau menginap di mana?

Dia tak di penginapan.

Kau di El Sandalio, kan?

Aku akan antar besok, seperti baru lagi.

Sekarang mari berhenti ganggu pria ini.

Dan kopimu sudah dibayar.

Atas nama Onofre.

Tentu, aku yang bayar.

Kami jarang sekali melihat orang asing di Vilasanta.

Rasanya cukup seru.

Benar.

- Fabian, aku yang bayar untuk dia. - Terima kasih.

Kau lihat bagaimana dia berpakaian?

- Siapa dia? - Aku tak tahu...

Permisi, Tuan.

- Semuanya baik-baik saja? - Ya, baik.

- Kami punya bayi yang cantik. - Aku senang mendengarnya.

Hanya satu hal, kalau tidak keberatan.

Kemarin Anda lupa menandatangani buku tamu

dan aku juga butuh kartu identitas Anda.

Anda tak akan percaya yang terjadi...

Dompetku dicuri dengan kartu identitas dan uangku.

Apa? Anda dirampok di sini?

Tidak. Di kereta, kurasa.

Aku baru sadar pagi ini.

Kupikir begitu. Hal seperti itu tak pernah terjadi di sini.

- Benar... - Jika aku bisa lihat laporan polisi,

itu sudah cukup.

Dan jangan khawatir soal pembayaran.

Kita bisa urus nanti. Anda terlihat orang yang terhormat.

Aku belum sempat melapor.

Kantor polisi hanya dua blok dari sini.

- Aku bisa tunjukkan jalannya. - Anda benar.

Aku akan pergi dan segera urus sekarang.

Terima kasih.

Halo?

Halo?

Ada orang?

IDENTITAS PRIBADI

PABLO FERNANDEZ, 31 TAHUN, DARI MONTECAIN. 17 SEPTEMBER 1942

Ada yang bisa saya bantu?

Aku mencari dokter.

Anda salah tempat. Dokter ada di ujung desa yang lain.

Ya, aku salah. Maafkan aku.

Anda baik-baik saja?

Ya.

Sekarang aku akan mendapat gaji.

Kita bisa bicara dengan Don José dan minta tanggal di bulan Mei.

Kau setuju?

Celia.

Kau terlihat tidak begitu senang.

Aku baru saja bilang kita bisa menikah di bulan Mei.

Ya, tentu, tapi pertama-tama kita harus

bicara dengan Don José dan lihat apa kata orang tuaku.

Ya, benar juga.

- Dan soal yang lain? - Soal apa?

Bukankah kabar baik soal gajiku?

- Ya. - Aku akan mendapat 500 peseta sebulan.

Dan mereka bilang setahun lagi, kalau aku bekerja dengan baik,

aku akan dijadikan kepala bagian pesanan.

- Dan aku akan bekerja dengan baik. - Aku yakin kau bisa.

Kau bisa berhenti ikut kelas sekarang, kalau mau.

Berhenti ikut kelas?

Yah...

Kalau kau mau lanjut juga boleh.

Selalu berguna bagi seorang gadis untuk tahu cara menjahit.

Tapi sekarang kita punya jaminan kau tak perlu bekerja...

Apa?

Kau tak percaya padaku?

Ayahku bilang aku mungkin bisa mewarisi pekerjaan Eulogio kalau dia pensiun.

Bukan berarti aku tak percaya padamu, tapi aku benar-benar suka menjahit, Onofre.

Dan aku merasa aku cukup berbakat, terutama dalam desain pola.

Tentu saja kau berbakat.

Kau memang hebat dalam segalanya.

Aku sudah bisa membayangkan kau membuat pakaian untuk anak-anak kita.

Supaya mereka tampak seperti pangeran.

Apa?

Berapa banyak yang kau inginkan?

Apa yang kau gambar?

Kau begitu fokus, tak mendengar aku bicara.

Lehernya terlalu sempit.

Sekarang modelnya memang begitu.

Di mana?

- Wah, cepat sekali. - Seseorang menemukan dompetku.

Tapi tentu saja tanpa uangnya.

Ngomong-ngomong, apa aku bisa membayarmu dengan dolar?

Dengan dolar?

Ya. Aku tadinya mau bepergian ke New York.

- Wah, New York! - Ya.

Sayangnya kami tidak menerima dolar.

1000, 2000, 3000,

4000, 5000, 6000,

6500, 7000, 7400...

Tunggu sebentar.

Dan 25. Kalau Anda ingin berinvestasi,

kami bisa memberikan saran.

Atau Anda bisa menyimpan sebagian uang di bank kami.

Tidak, terima kasih. Aku tidak akan lama di sini.

- Jumlahnya besar. - Jangan khawatir.

Perlu amplop?

BANK TABUNGAN PROVINSI

Apa pedulimu

Bahwa aku mencintaimu, kalau kau sudah tak mencintaiku lagi?

Cinta yang telah berlalu, tak seharusnya dikenang.

Aku pernah jadi getaran

Dalam hidupmu, satu hari yang kini begitu jauh.

Hari ini aku hanya masa lalu,

Aku tak bisa menerima itu.

Kapan kereta berikutnya ke Oneira?

Sayang sekali Anda kurang beruntung.

JALUR KERETA TERPUTUS

Untungnya ada bus nyaman yang ke sana tiap Rabu.

Tapi agak lambat.

Tidak, harus kereta.

Kurasa butuh setidaknya seminggu.

Biasanya tak pernah ada apa-apa di sini

dan tiba-tiba, semua terjadi sekaligus.

...satu hari yang kini begitu jauh

Hari ini aku hanya masa lalu

Aku tak bisa menerima itu

Jika semua yang diinginkan seseorang

PENJAHIT

Bisa diperoleh...

- Sampai besok. - Dadah.

Kau akan mencintaiku sama seperti 20 tahun lalu

Dengan begitu sedih kita menyaksikan

Cinta yang meninggalkan kita

Dan itu adalah sepotong jiwa kita, yang tercabut tanpa belas kasih

Apa yang orang Amerika itu katakan padamu?

Tidak ada, dia tidak ada di sana.

Aku menitipkannya di resepsionis untuknya.

Dan itu adalah sepotong jiwa kita

Yang tercabut...

Lihat, kira-kira begini.

Dari perak dan emas, dengan berlian kecil di sini,

dan batu lapis lazuli.

- Aku seorang pandai emas. - Oh, begitu?

Apa kau bekerja di sekitar sini?

Di Barcelona. Aku belajar pekerjaan itu di sana dengan pamanku.

Lalu apa yang membawamu ke sini?

Aku datang untuk menyelesaikan urusan keluarga.

Aku mengerti.

Di sini orang lebih suka memakai mutiara. Mode agak lambat sampai ke sini.

Aku yakin orang memakai apa yang kau katakan di Madrid atau Barcelona,

tapi tren itu di sini, mungkin baru lima atau enam tahun lagi...

Setelah orang melihatnya di film.

Ini mungkin terlalu terus terang, tapi...

bolehkah aku memakai bengkelmu?

Tentu saja aku akan membayar untuk bahan dan ketidaknyamanannya.

Eloy!

Tunjukkan bengkel padanya.

Kalau itu bermanfaat bagimu, aku tak akan menagih biaya penggunaan.

Kau bisa ajari anak itu sesuatu.

Cukup bayar bahan-bahannya saja.

Terima kasih.

Kita bisa pakai ini.

- Lapis lazuli, perak...? - Ya, di sini.

Di sini?

Kurasa aku akan pakai mutiara.

Jadi, kau ingin jadi pandai emas.

Sebenarnya aku bahkan tak yakin apa itu.

Aku di sini untuk belajar menjadi pembuat jam.

Pembuat jam?

- Kau suka itu? - Ya, tidak masalah.

Kupikir kau akan lebih suka jadi pandai emas.

Nanti kau akan lihat.

Aku ingin emigrasi.

Entahlah, pergi ke...

Ke Venezuela.

Atau Argentina.

Aku tak terlalu peduli ke mana.

Di sini tidak banyak harapan.

Kau tinggal di mana?

Di Barcelona.

Barcelona!

Apa bisa hidup layak di sana?

Ya.

Kau bisa berhasil di sana.

Aku yakin.

- Kau punya saudara? - Ya, kakak laki-laki.

Dia di mana?

Sedang wajib militer di La Coruña.

- Kapan dia pulang? - Musim dingin.

Dia punya pacar di Oneira dan mereka akan menikah.

Apa itu untuk istrimu?

Tidak...

Aku belum menikah.

Itu hadiah untuk teman lama.

Baiklah...

Lihat.

Buat bentuknya sama seperti sketsa.

- Coba kau lakukan. - Tentu.

Tapi dengan yang ini.

Sandarkan pada kayu.

Dan letakkan lengan ini di sini.

Aku tadinya mau buat kroket dari sisa makanan,

tapi kurasa cukup untuk nasi.

Jadi, apa yang akan kita makan malam ini?

Kita bisa buat omelet

dan simpan nasi untuk besok.

Dan kita harus rendam ikan cod.

Pernah dengar Nietzsche?

Belum.

Dia seorang filsuf.

Dia menulis buku tentang "eternal return".

Apakah itu seperti reinkarnasi?

Hampir.

Idenya lebih dalam dari itu.

Itu menuntut adanya tindakan,

agar kemungkinan kembali tanpa akhir

tidak terasa menakutkan.

Kau mengerti maksudku?

Kurasa tidak.

Maksudnya, jika seseorang dipaksa hidup kembali seumur hidupnya

berulang kali, berulang kali,

dia bisa melakukannya tanpa rasa takut.

Sekarang aku mengerti.

Ada satu ide yang tidak ada di Nietzsche.

Bayangkan "eternal return" itu benar-benar ada.

Kau tahu apa yang akan terjadi karena kau sudah pernah menjalaninya.

Dan, dalam hal itu, kau bisa ikut campur untuk mengubahnya.

Apakah itu benar untuk dilakukan?

Atau seharusnya kau biarkan saja semuanya terjadi sama persis?

Aku akan campur tangan.

Pasti.

Kita bisa ke bioskop.

Ada film Cary Grant dan Ingrid Bergman.

- Kapan? - Besok. Setelah misa.

Aku tidak bisa. Onofre mengajakku makan churros.

- Hanya kalian berdua? - Ya.

Dia tidak akan menculikku.

- Apa? - Kau bisa dicap genit.

Pilar, kami akan menikah.

Lalu apa yang akan kau simpan saat menikah nanti?

Ibuku akan membunuhku kalau melihat aku dan Manolo berduaan.

Aku akan simpan hal lain untuk saat menikah nanti.

- Lihat? Kau memang genit! - Selamat sore.

Selamat sore.

Selamat sore.

Senang bisa bertemu kalian.

Aku ingin berterima kasih atas mantel hujanku.

Tidak perlu.

Itu masih seperti baru.

Aku perlu memperbaiki beberapa kemeja sebelum pergi,

- tapi aku tidak tahu... - Bawa saja ke bengkel.

Kau tahu di mana tempatnya?

- Tidak. - Akan kuberitahu.

Aku tidak tahu apakah itu kebiasaan di sini, tapi aku ingin...

Entahlah...

...mengajakmu minum, kalau tidak apa-apa.

Tentu saja tidak apa-apa!

Kelihatan dia orang yang berpengalaman. Menyenangkan sekali.

- Katanya dia jutawan. - Ah, masa!

Serius! Ayahku bilang dia menukar dolar

dan membawa uang dalam jumlah besar.

Benar-benar sangat banyak.

Ayahmu pasti melebih-lebihkan! Kenapa jutawan datang ke sini?

Di Amerika berbeda. Aku juga akan ke sana suatu hari.

Kau benar-benar tukang melamun, ya?

Dan dia bukan orang Amerika. Itu cuma omong kosong Dimas.

Tertawalah sesukamu, nanti juga kau lihat.

- Apa yang Onofre pikirkan soal rencanamu? - Kalau dia menyadarinya...

Aku rasa dia tidak sanggup.

- Biarkan Onofre urusan denganku. - Tentu saja!

Ciao!

Dengar itu!

- Katanya mau ke Amerika! - Sungguh...

- Bisa kau bayangkan dia di Amerika? - Tidak.

Lagi pula, dia tak bisa bahasa Inggris. Mau apa di sana?

Spanyol memang sangat tertinggal soal itu, tapi di Amerika tak ada yang meragukan

perempuan yang berjuang demi mimpi dan kebebasannya.

Di sana, seorang wanita bisa buka bengkel sendiri,

menciptakan lini pakaiannya sendiri...

Itu mustahil di sini.

Kenapa?

Karena tidak semudah itu bagi perempuan.

Kalau suaminya tak mengizinkan...

Kau selalu bisa tetap lajang.

Seakan itu akan menyelesaikan masalah.

Kalau aku tidak menikah, ayahku yang harus memberiku izin.

Aku tahu apa yang akan ayahku katakan kalau aku datang dengan ide begitu.

Kau tahu kenapa aku di sini?

Aku datang karena dorongan hati.

Dulu...

Dulu sekali, aku mengalami musim panas terbaik di sini.

Atau terburuk, tergantung bagaimana kau melihatnya.

Musim panas itu aku bertemu seorang wanita. Seseorang yang sangat istimewa.

Dan saat lewat sini, aku berpikir...

Kenapa tidak mampir dan katakan apa yang dulu tak sempat kukatakan.

Lalu?

Aku belum menemukannya.

Oh, betapa mengecewakan.

Boleh kutanya, apakah kau jatuh cinta padanya?

Ya.

Tapi kau tak perlu bersikap formal padaku.

Aku menceritakannya karena,

jauh di lubuk hati, aku lega dia tak ada di sini.

Kota ini tak baik untuknya.

Terlalu kecil. Terlalu tertutup.

Ada tembok. Dan lebih jauh lagi, gunung.

Tepat sekali.

Bukan tempat terbaik untuk seseorang dengan sayap sebesar dia.

Atau sayapmu.

Ada sesuatu dalam dirimu yang sangat mengingatkanku padanya.

Dia sangat berbakat, sepertimu.

- Tidak, aku tidak... - Ya, kau memang begitu.

Mungkin kau tak percaya, tapi memang begitu.

Saat aku bertemu denganmu, aku pikir mungkin dorongan hati itu,

atau sebut saja takdir, membawaku ke sini untuk mencegahmu

mengulangi kesalahan yang pernah dia lakukan.

Apa yang terjadi?

- Dengan siapa? - Dengannya.

Bukan sekarang, tapi musim panas itu. Apa yang terjadi?

Hidup yang terjadi. Tak lebih.

Kau menikah?

- Kau punya anak? - Tidak.

Karena dia.

Yah...

Aku terbiasa hidup sendiri.

Banyak orang mencibir, tapi tak seburuk itu.

Itu cerita yang romantis sekali.

Itu bencana.

Oh, aku harus pergi!

Tidak, habiskan kopimu dulu. Jangan khawatir.

Lagi pula, aku lebih cepat sendiri.

Terima kasih untuk kemejanya. Kau tak perlu repot-repot.

Bukan repot.

Ya?

Lain kali, bisakah kau ceritakan

tentang mode di Barcelona, atau New York?

Aku tak tahu bisa atau tidak, tapi akan kucoba.

Apa ini?

Dengan kemampuanmu ini tak bisa diterima.

Ini benar-benar ceroboh, Celia.

Itu gara-gara Onofre, dia membuatnya stres!

Aku melihat kalian, anak-anak!

Celia!

Agar aku bisa menggambar semua ceritamu.

Mau kita berfoto?

Ya.

Kau mau foto?

Pernah dengar Nietzsche?

Belum.

Halo.

Siapa dia?

Seorang filsuf dengan pemikiran yang menarik.

Geser sedikit ke arah sini.

Aku melihatmu keluar dari Negresco kemarin.

Lalu?

Aku masuk setelahnya. Aku haus.

Dan tahu siapa yang ada di sana? Orang asing dengan mantel hujan itu.

Perlu kuingatkan kita akan menikah?

Tidak.

Tentu saja tidak.

Tapi aku tidak mengerti...

Apa yang tak kau mengerti?

Kita akan menikah. Itu tidak pantas.

Siapa pun akan menganggap begitu.

Aku tidak suka kau berkeliling dengan pria lain.

Aku tidak berkeliling dengan pria lain.

Pablo bisa jadi ayahku. Dia hanya bercerita padaku...

Dia tak perlu cerita apa pun padamu.

Apa yang kukatakan sudah lebih dari cukup.

Kau tak bisa seenaknya memerintahku.

Yang tidak bisa berlaku seperti perempuan jalang itu kau.

Apalagi dengan pria tua yang seharusnya membuatmu jijik.

Aku tidak melakukan hal buruk.

- Kupikir kamu berbeda. - Bedanya apa?

Seorang gadis baik-baik.

Aku gadis baik-baik.

Tidak terlihat begitu.

Dan kalau kamu bertemu pria itu lagi, anggap saja aku pergi dari hidupmu.

- Mau ke mana? - Apa urusannya denganmu?

- Tunggu, tunggu. - Biarkan aku lewat.

Kita harus bicara dengan Don José.

- Hentikan omong kosong ini. - Ini bukan omong kosong. Minggir.

Jangan keras kepala. Kamu tahu aku benar.

Jangan bodoh.

Aku tergila-gila padamu dan kamu tahu itu.

Tidak pantas kamu membuat orang bergosip.

Aku tidak peduli apa kata orang.

Aku tak akan biarkan siapa pun mengatur hidupku

kalau aku tidak menyakiti siapa pun.

Dan, omong-omong, aku belajar menjahit bukan untuk menjahitkan kancingmu.

Kamu pergi?

Celia, kamu yakin?

Kalau kamu pergi, anggap saja kita putus, dengar?

Sialan!

Ibuku akan membunuhku.

Ibu-ibu selalu mengerti hal seperti ini.

Memang klise, tapi waktu menyembuhkan segalanya.

Segalanya?

Tidak.

Andai aku bisa punya kisah cinta besar

yang melintasi waktu dan lebih besar dari kehidupan itu sendiri.

Itu tidak ada.

Tidak?

Tidak.

Jangan buang hidupmu memikirkan dia.

Sekarang tidak ada lagi yang mengikatmu di Vilasanta.

Apakah ini bagus?

Indah.

Aku hanya menggambar apa yang kamu ceritakan, itu saja.

- Ini cat air? - Hanya sesuatu yang sepele.

Ide-ide bodoh yang muncul sesekali.

Aku antar kamu pulang.

Sudah agak larut.

- Tagihannya? - Ya, tolong.

- Dua peseta lima puluh sen. - Ini uangnya.

Kamu menunggu kereta ke Oneira, kan?

- Ya. - Jalurnya sudah beroperasi lagi.

Kurasa sudah waktunya aku pergi.

Untuk perjalananmu ke New York?

Ya, untuk perjalanan itu juga,

tapi terutama karena...

Kurasa aku sudah lakukan apa yang harus kulakukan di sini.

Kamu menemukannya?

Ya.

Ini untukmu.

Untukku?

Cantik sekali.

Takdirmu seperti takdirku

Kalau kamu layar, maka aku angin

Kalau kamu aliran sungai, maka aku adalah airnya

Kalau kamu luka, maka akulah yang merasakan sakitnya

Tak ada yang bicara soal jatuh cinta

Tapi Tuhan menghendakinya.

Dan hanya dari saling bicara...

Sebuah ikatan pun lahir

Kamu menggambar dengan baik.

Siapa ini? Pria yang katanya mirip aku?

Ya.

Takdirmu sama seperti milikku

Jika kau adalah layar, maka aku anginnya

Jika kau adalah dasar sungai, maka aku adalah alirannya

Ini tidak benar.

Tak seorang pun mengatakan apa-apa tentang jatuh cinta

Tapi Tuhan menghendakinya demikian

Dan hanya dengan saling berbicara

Sebuah ikatan pun lahir

Sebuah ikatan

Apakah kau marah?

Tidak, tentu saja tidak.

Dia seperti apa?

Apakah dia sangat cantik?

Ya, sangat cantik.

Dan apakah aku juga mirip dengannya?

Banyak sekali.

Menurutmu aku juga cantik?

Secantik dia?

Lalu, kenapa kau tidak menciumnya?

Apakah kau masih mencintainya?

Tidak, bukan begitu.

Tapi ini tidak akan berhasil.

Ini tidak akan berhasil.

Seharusnya aku tidak di sini.

Mungkin aku bahkan tidak ada di sini.

Justru itu alasannya...

Aku tidak mengerti apa yang begitu kau takuti.

Jangan takut.

Ada sebuah puisi,

dari seorang penyair Kuba:

"Aku bertemu denganmu saat kanak-kanak, dalam mimpi-mimpiku yang terindah.

Itulah sebabnya, ketika aku melihatmu, aku mengenali takdirku."

Ternyata itu benar.

Jadi, akulah takdirmu?

Kau tak tahu betapa besar iya.

Bawalah aku bersamamu.

Ke New York. Ke Barcelona. Aku tak peduli.

Keluarkan aku dari sini.

Kau butuh akta baptis dari kedua mempelai.

Kau bisa memintanya di parokimu.

Apakah mempelai wanita dari sini?

Ya, dia dari sini.

Dengar...

Apakah akta baptis itu wajib?

Aku akan segera pergi dan kami ingin menikah secepat mungkin.

Hal-hal seperti ini tidak bisa terburu-buru, Nak.

Ingat pengumuman pernikahan harus dipublikasikan selama tiga minggu

di kedua gereja kalian.

Kau dari paroki mana?

Don Pablo.

Ada yang mencarimu di resepsionis.

Ada apa?

Lebih baik kita bicara di tempat lain.

Jadi?

Aku melihatmu keluar dari katedral

dan aku rasa kau bukan orang yang rajin ke gereja.

Aku sering pergi, tahu.

Aku baru saja mengobrol sangat menarik dengan Don José.

Dia adalah pastor paroki di Vilasanta ini,

tapi dia berasal dari Montecain.

- Apakah kau tahu Montecain? - Tidak, aku tidak tahu.

Tidak?

Baiklah...

Lucu juga,

karena di Montecain, Don José pernah belajar

dengan seseorang yang memiliki nama persis sama denganmu:

Pablo Fernandez.

Dia adalah pamannya Eloy, si tukang jam.

Dia pindah ke Kuba bertahun-tahun lalu.

Namaku memang umum, ya.

Apa maksudmu?

Aku tidak tahu siapa dirimu, dan aku tidak peduli.

Tapi aku tahu kau bukan seperti yang kau katakan

dan itu mungkin menarik bagi Guardia Civil.

- Apa maumu? - Kau harus pergi.

Naiklah kereta sore ini dan aku tidak akan bilang apa-apa.

- Jangan lakukan ini. - Oh, tidak?

Tidak.

Jadi aku harus membiarkan pacarku ditipu oleh seorang penipu?

Aku bukan penipu.

Lagi pula, dia tidak akan kembali padamu.

Kami baik-baik saja sebelum kau datang,

menggodanya dengan omong kosong tentang New York dan jadi penjahit.

Kami akan menikah, sampai kau datang dan menghancurkan semuanya,

menaruh ide-ide konyol itu di kepalanya.

Aku minta maaf, percayalah.

Tapi aku pergi pun tidak akan menghentikannya merindukan hidup yang berbeda.

Kau bajingan.

Aku jujur, pekerja keras dan aku adalah diriku sendiri.

Pasti ada alasan kenapa kau punya identitas orang lain.

Apakah itu hidup yang kau tawarkan padanya? Lari seperti pencuri?

Aku bisa menjadi ayah anak-anaknya, bukan kakeknya.

Dalam satu jam, aku akan memberi tahu Guardia Civil apa yang kutahu.

Aku lebih suka menyelamatkan Celia dari rasa sakit hati,

tapi kalau itu yang kau mau, itu yang akan kau dapat.

Permisi, kau tidak boleh di sini.

Celia, duduklah, tolong.

Aku harus bicara dengannya. Hanya sebentar saja.

Tolong tunggu di luar.

Lima menit.

Kembali bekerja kalian semua.

Pablo!

Apa yang terjadi?

Aku harus pergi.

Sendirian?

Bagaimana dengan aku?

Pablo, aku tidak bisa tinggal di sini...

Kau bilang di Amerika perempuan bisa menjalani hidupnya sendiri.

- Aku tidak meminta apa-apa darimu. - Ini.

Apa ini?

Pablo, aku tidak mau ini.

Dengar, ada sesuatu yang belum kukatakan padamu.

Aku seorang Republikan. Kalau aku tertangkap, aku akan ditembak.

Aku tidak peduli. Aku akan ikut denganmu.

Kita tidak bisa terus berlari.

- Aku tidak peduli. - Kita tidak bisa, Celia.

- Kenapa tidak? - Aku sudah ketahuan. Aku harus pergi.

Kalau begitu, kita pergi bersama.

Kalau kita pergi bersama, kita bahkan tidak akan sampai ke stasiun berikutnya.

Selain itu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi saat aku naik kereta itu.

Kau bisa pergi ke New York dengan uang ini

dan membuka studiomu sendiri.

Lihat aku.

Aku tidak akan kembali ke sini.

Tidak akan pernah.

Kau harus berjanji kau juga akan pergi dari sini.

Pablo, aku tidak bisa pergi ke New York sendirian.

Janji padaku.

Tapi kau akan ada di sana?

Ya.

Aku tidak tahu kapan, tapi aku akan pergi.

Di mana aku harus menunggumu?

Di Empire State, seperti di *An Affair to Remember*?

Mungkin itu tidak terlalu praktis.

Lalu di mana?

Di Chelsea Hotel. Pergilah ke Chelsea Hotel.

- Chelsea Hotel? - Ya.

Pergilah.

Tapi jangan menungguku.

Tinggalkan Ithaca.

Laut itu milikmu juga.

Celia, demi Tuhan!

Anting-antingmu.

Jangan ganggu aku lagi.

Kapan kereta berikutnya ke Vilasanta?

Besok jam 8:30.

Satu tiket, tolong.

Pulang-pergi?

Sekali jalan.

DIJUAL

VIDEO KLUB PARADISO Rental film. Video. DVD. Video Game

Permisi.

Dulu di tempat toko video, ada penjahit pakaian.

Apakah kau tahu sesuatu tentang pemiliknya?

Tidak tahu.

Terima kasih.

Selamat siang, Pak. Ada yang bisa dibantu?

Apa masih ada kamar kosong?

-Biar saya bantu cek ,harap tunggu ya... -Terima kasih

Ada kamar kosong, tapi kecil. Bagaimana?

Pak... pemandangannya bagus

Siapa wanita itu?

Patti Smith atau Celia San Juan

Perancang busana, Orang Eropa Anda kenal?

Aku kenal, apa masih hidup?

Tentu masih,dulu tinggal disini tapi sudah tidak lagi

Kebetulan sekali anda datang. Beliau tiap Malam Tahun Baru selalu ke sini

Apa....??

HOTEL CHELSEA New York

NEW YORK 1999

INI PABLO. AKU TELAH MELINTASI WAKTU.

RAHASIA TUKANG EMAS

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.