All language subtitles for Godaan Setan Yang Terkutuk 2025 1080p WEB.AAC.x264.MSM

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam Download
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Segala penghormatan, keberkahan, salawat, dan kebaikan adalah milik Allah.

Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah padamu wahai Nabi.

Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh.

Assalamualaikum warahmatullah…

Assalamualaikum warahmatullah…

Astaghfirullah hal'adzim.

Pak Ahmad?

Ada yang ingin bertemu, Pak.

Salat itu lebih baik daripada tidur

Yasmin?

Nak, sudah bangun?

Sudah, Ayah.

- Iya. Siap-siap, ya. - Iya.

Nayla?

Nayla?

- Bangun, ya. Siap-siap. - Iya.

- Asalamualaikum. - Wa'alaikumsalam.

Kak?

Kak?

- Yuk. - Ayo.

Assalamualaikum warahmatullah…

Asalamualaikum…

Assalamualaikum warahmatullah…

Asalamualaikum…

Seperti yang diterangkan dalam surat Al-A'raf,

"Iblis berjanji,

karena Engkau telah menyesatkan aku

"maka aku akan menghalangi umat Adam dari jalan-Mu yang lurus."

"Aku akan mendatangi mereka dari depan,

dari belakang, dari kanan dan dari kiri."

"Dan Engkau tidak akan mendapatkan mereka sebagain besar bersyukur kepada-Mu."

Kita lanjut, ya.

- Pagi, Pak. - Pagi.

Pagi.

- Sudah siap semuanya? - Sudah.

Maaf, ya, Nak.

Sarapannya cuma bisa ini dulu.

Alhamdulillah, Nak.

Masih ada yang bisa dimakan.

Iya, terima kasih.

- Ibu. - Yah, cobain.

Bismillah.

Kakak pasti suka, nih.

Langsung.

Masya Allah.

Singkong yang paling enak yang pernah Ayah makan.

- Masya Allah. - Ayo Dek, ambil.

Cobain.

Enak loh, masih panas.

- Masih hangat, nih. - Ayo.

- Coba. - Bismillah.

- Alhamdulillah. - Bismillah.

Sekarang Ibu cobain yang panas.

Panas.

Alhamdulillah, enak sekali, ya, Yah.

Alhamdulillah.

Ibu.

Ibu.

- Ibu. - Rani…

Ibu…

- Nak, makan dulu, ya. - Bu…

Tolong Rani, Bu.

Kita tunggu Bapak.

Dia lagi cari pertolongan.

Sabar, ya.

Tapi Rani sakit, Bu.

Rani nggak salah apa-apa, kenapa Rani dikurung?

Ini bukan salah kamu.

Kamu nggak salah.

Makan sedikit, ya, Nak.

Bu, tolong Rani, Bu.

Lepaskan Rani.

Sakit.

Tolong Rani, ya, Bu?

Kenapa berhenti, Bu?

Kenapa berhenti, orang tua bodoh?

Tolong buka!

Tolong!

Tolong buka! Tolong!

Tolong buka! Tolong!

Ibu.

Rani?

Rani!

Rani!

Rani!

Rani!

Bu?

Rani!

Astaghfirullah hal'adzim.

Ibu!

Tolong selamatkan anak saya, Ustaz.

Insya Allah, anak Bapak akan selamat.

Pak, bawa keluar istri Bapak.

Bawa keluar, keluar.

Rani…

Iblis yang terkutuk, keluar dari tubuh anak ini!

Saya nggak pernah takut!

Aku berlindung kepada Allah…

Berhenti! Manusia terkutuk! Berhenti!

Ahmad!

Dan rahmat bagi orang-orang mukmin,

sedangkan bagi orang-orang zalim

hanya akan menambah kerugian.

Allah Maha Besar…

Alhamdulillah.

Bu, maafkan Rani, ya, Bu.

- Nggak apa-apa, Nak. - Sejak anak saya

sering mengalami kejadian yang aneh-aneh,

kami terpaksa memasungnya di pabrik tempat bos saya, Pak.

Iya, iya.

Ini saya mau ucapkan terima kasih banyak, Pak Ustaz,

sudah menyelamatkan anak saya.

Dan saya sangat meminta maaf,

pakaian Pak Ustaz rusak.

Nggak apa-apa…

Terima kasih sama Allah saja, Pak.

Saya ini cuma perantara.

Sebentar, Pak.

Saya ada sesuatu buat Pak Ustaz, mohon diterima.

- Kenapa? - Nggak usah, Pak.

- Nggak apa-apa, Pak. - Saya iklhas. Lillahi Ta'ala.

- Bapak urus saja anak dan istri Bapak. - Baik, Pak.

- Saya pamit dulu. - Iya.

- Asalamualaikum. - Wa'alaikumsalam.

- Terima kasih banyak, Pak Ustaz. - Iya.

- Kamu nggak apa-apa, Bu? - Nggak apa-apa, Pak. Sudah.

Bu, Rani takut, Bu.

Nggak usah takut, Nak.

Di sini ada Ibu…

Ada Bapak.

- Ya? - Nggak apa-apa, Nak.

- Jadi, ini berapa? - Buat Ibu,

Rp. 75.000 saja, bisa.

- Rp. 75.000? - Iya, bisa.

Bahan tipis kaya gini, Rp. 20.000 saja ini.

- Jangan Rp. 20.000, dong, Bu. - Ya, ini. Lihat, nih.

Tipis banget bahannya, setipis kesabaran saya.

Tapi ini bahannya bagus, Bu. Halus.

Gampang sobek ini.

Nggak jadi.

Coba lihat yang lain.

Asalamualaikum.

Wa'alaikumsalam.

Astaghfirullah hal'adzim.

Ini baju kenapa sampai sobek begini?

Aduh…

Ayah tadi ngerukiah, cuma luka sedikit.

Ayah.

Ayah nggak apa-apa?

Alhamdulillah, nggak apa-apa.

Nggak apa-apa.

Ada makan malam.

Iya.

Ibu kenapa mukanya begitu?

Ayah tolak uang lagi, ya?

Ibu 'kan tahu.

Rukiah itu kemuliaan dari Allah, Bu.

Ayah nggak bisa pakai untuk keperluan pribadi.

Bismillah…

Ya, bukan begitu, Yah.

Penjualan kita itu lagi menurun.

Kebutuhan juga banyak, Ayah tahu.

Yasmin sebentar lagi mau masuk SMA.

Nayla juga sebentar lagi lulus sekolah.

Mesti kuliah juga, 'kan, Yah.

Ibu bingung saja, harus bagaimana.

Kita bersabar, ya, Bu.

Kalau kita yakin sama Allah…

Allah pasti akan kasih rezeki.

Iya.

Bagaimana, tehnya enak, 'kan?

Enak.

Bisa pas.

Ya Allah, berkahilah kami dengan rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami…

Dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.

- Amin. - Bismillah.

Yuk, kita makan.

Iya.

- Adek mau apa? Tahu, mau? - Aku mau tahu.

Ini sambalnya enak loh, coba.

- Ke kantin, yuk? - Ayo.

Cabut.

Eh, Semuanya!

Hai, Nay.

Sendiri saja?

Nggak, kok, di sini ramai.

Ya, nggak salah, sih.

Kamu kenapa, sih, Nay?

Setiap diajak pulang bareng, kamu selalu nggak bisa.

Maaf Farhan, bukannya aku nggak mau,

tapi aku nggak bisa naik motor berdua sama kamu.

Kita bukan muhrim.

Sok cantik banget itu cewek.

Sekali saja, Nay. Aku 'kan nggak ngapa-ngapain.

Cuma mau antar kamu pulang, kok.

Maaf, Farhan…

Tapi aku pulang sendiri saja. Asalamualaikum.

- Aduh. - Astagfirullah.

Astagfirullah.

Maaf, ya, Shinta. Shinta, aku nggak sengaja.

- Mati. - Aduh.

Aduh. Shinta, aku nggak sengaja. Aku minta maaf.

Apa?

"Maaf"?

Kamu nggak tahu berapa harga ponsel ini?

Nggak sengaja.

Jangan minta maaf saja. Ganti, dong.

Maaf kamu nggak bisa bikin ponsel ini jadi nyala, 'kan?

Aku nggak mau tahu, ya.

Kamu harus ganti ponsel ini,

atau kamu berurusan dengan polisi.

Ngerti?

- Aku minta maaf… - Sudah dengar, 'kan?

- Ganti itu ponsel. - Ganti!

Ponsel kaya begini, berapa harganya, Nak?

Tadi, sih, Nayla cek,

harganya belasan juta, Yah.

Astaghfirullah hal'adzim…

Ayah, maafin Nayla, ya. Nayla tahu Nayla salah.

Nayla teledor, Nayla minta maaf.

- Bu… - Nggak apa-apa, Nak.

Nggak apa-apa.

Yah, memangnya ini nggak bisa diservis?

Seharusnya, sih, bisa, ya.

Shintanya nggak mau, Bu.

Katanya kalau nggak diganti, aku bakal dibawa ke polisi.

Ya Allah…

Astagfirullah.

Maafkan Nayla, Yah.

Maafkan Nayla, Bu.

Sabar.

Kenapa?

Ibu?

Yasmin juga dapat peringatan dari sekolah.

Kalau ujiannya nggak cepat dilunasi

nanti Yasmin nggak bisa ikut ujian.

Iya…

Ya sudah, nggak apa-apa…

Sudah.

Ibu tenang, ya.

Ibu tenang.

Insya Allah, akan ada jalan keluar, Bu.

Kita bisa melunasi semua ini.

Terus, jalan keluarnya bagaimana, Yah?

Toko lagi sepi, dan kebutuhan makin banyak.

Astaghfirullah hal'adzim.

Sabar, Bu.

Yakin sama Allah.

Allah itu Maha Kaya.

Apa kita cari pinjaman uang saja, Yah?

Jangan, Bu.

Utang itu dibawa mati.

Kalau kita nggak bisa bayar, gimana?

Ya, terus, gimana?

Asalamualaikum.

Wa'alaikumsalam.

Siapa, Yah?

Ayah lihat dulu, ya.

Wa'alaikumsalam.

Pak Anhar, ada apa, Pak?

Maaf Pak Ustaz.

Ini ada Pak Timur, bos saya. Dia ada perlu sama Pak Ustaz.

Pak Ustaz,

tolong anak saya, Pak.

Sudah beberapa ustaz mencoba menolong anak saya, Pak…

Tapi semuanya tidak berhasil.

Ada apa, Pak?

Mari masuk, Pak.

Asalamualaikum.

- Mas. - Gimana Ratna?

- Kamu nggak buka kamarnya, 'kan? - Nggak, Mas.

Tolong anak saya, Pak Ustaz.

Iya. Insya Allah, saya coba, Bu.

- Silakan, Pak. - Iya, bismillah…

Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan atas kami dan atas hamba-Nya yang saleh.

Ahmad…

Astaghfirullah hal'adzim.

Kau sudah terlalu banyak ikut campur.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Bismillahirrahmanirrahim.

Pergi kamu ke jahanam!

Pak, buka, Pak.

Allah Maha Besar…

Tidak ada Tuhan selain Allah…

Aku…

Tidak ada Tuhan selain Allah…

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Bismillahirrahmanirrahim.

Anak ini milikku.

Beraninya kau, Ahmad!

Siapa kamu?

Keluar dari tubuh anak ini!

Tolong!

Tolong!

Ahmad!

Aku bersumpah

akan membinasakanmu!

Mati!

Masuk ke Neraka Jahanam!

Timur.

Aku berjanji

akan menagih janjimu!

Pergi, lepaskan anakku!

Sesungguhnya surat ini dari Sulaiman, dan sesungguhnya isinya…

Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku

dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.

Dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.

Astagfirullah…

Aku bersumpah…

Akan menghancurkanmu.

Dan keluargamu.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Bismillahirrahmanirrahim.

Ratna.

Ayo Sayang, bangun.

Ayo.

Bapak…

Pak.

Kalau boleh saya tanya…

Apa maksud dari perkataan setan tadi, Pak?

Dia menagih janji ke Bapak.

Bukan apa-apa, Pak.

Seperti yang Bapak tahu…

Setan itu selalu bicara tentang hal-hal yang menyesatkan.

Tapi saya dan keluarga sangat berterima kasih kepada Bapak.

Iya.

Semua itu atas pertolongan Allah, Pak.

Saya ini cuma perantara saja.

Iya.

Tapi sebagai sesama mukmin,

kita harus saling mengingatkan, Pak.

Jangan sampai terjerumus dalam godaan setan.

Iya.

Kalau begitu, saya pamit dulu, Pak.

Tunggu sebentar, Pak Ahmad.

Ini…

Dari saya sebagai tanda terima kasih kepada Bapak.

Nggak perlu, Pak. Terima kasih.

Saya ikhlas Lillahi Ta'ala.

Ayah nolak lagi?

Ibu 'kan tahu…

Rukiah itu bukan untuk mencari uang, Bu.

Ya, tapi itu uang halal, Yah.

Itu uang rasa terima kasih mereka ke Ayah.

Lagi pula, nggak ada yang salah, kok.

Kita juga 'kan lagi butuh, Yah.

Iya, Bu.

Bu…

Kalau kita tolong orang tanpa pamrih,

ikhlas,

Ayah yakin, Bu…

Allah pasti akan kasih jalan keluar untuk masalah kita.

Allah itu sudah kasih jalan ke Ayah,

tapi Ayah nggak pilih jalan itu.

Astaghfirullah hal'adzim.

- Bu… - Sudah, ah.

Ibu mau ke toko dulu.

- Asalamualaikum. - Wa'alaikumsalam.

Ya Allah…

Ya Razzaq, Maha Pemberi Rezeki…

Marilah kita dirikan salat

Bu, Ayah berangkat, ya.

- Bu… - Tadi siang ibunya Shinta datang ke toko.

Minta ganti rugi ponsel, kasih waktu cuma satu minggu saja, Yah.

Iya.

Insya Allah, malam ini akan ada rezeki, Bu…

Dari pengajian anak-anak.

Tapi nggak cukup, Yah.

Ayah ngajar ngaji berapa orang, sih?

Itu paling cuma cukup buat ujiannya Yasmin saja, Yah.

Insya Allah,

masalah akan segera selesai, Bu.

Iya.

Insya Allah, masalah akan segera selesai.

Kalau Ayah bisa menerima uang-uang hasil pemberian yang rukiah ke Ayah.

Kalau Ayah nggak terima, ya, gimana?

Kita bayar pakai apa?

Bu…

Ayah mau kasih uang dari mana?

Insya Allah. Istighfar, Bu.

Allah Maha Kaya.

Ibu harus yakin.

Nayla. Yasmin.

Kita berangkat, ya.

Ya, jalan.

Bu, asalamualaikum.

- Wa'alaikumsalam. - Bu, pergi dulu, ya.

Wa'alaikumsalam.

Astaghfirullah hal'adzim.

Dikisahkan dari para ulama terdahulu.

Pada suatu masa, ada setan bertanya kepada iblis,

"Bagaimana caranya merusak iman keluarga orang-orang yang bertakwa?"

Lalu iblis menjawab,

"Rusak dulu ibunya."

"Beri dia rasa lelah yang bertubi-tubi."

"Dan pada saat dia lemah

dan kehabisan seluruh energinya,

ambil rasa bersyukurnya,

"dan berikan dia jalan buntu."

"Maka, perlahan engkau akan menyaksikan…"

Iman keluarga orang-orang bertakwa itu akan rusak.

"Melalui pintu seorang ibu."

Astaghfirullah hal'adzim.

Siapa?

Ada apa, ya?

Benar ini rumahnya…

Pak Ustaz Ahmad?

Iya, betul.

- Ibu dengan… - Istrinya.

Saya Ratna, Bu. Anaknya Pak Timur.

Yang kemarin ditolong sama Pak Ustaz.

Astaghfirullah hal'adzim…

Kita berdoa, ya.

Semoga ujian yang seperti itu…

Kita tidak mengalaminya.

Amin…

Insya Allah.

Alhamdulillah, Mbak, kalau sudah kembali baik, sudah sehat.

Iya. Makanya saya ke sini mau berterima kasih, Bu.

Saya nggak tahu nasib saya bakal gimana kalau kemarin nggak ada Pak Ustaz.

Sama-sama, Mbak.

Nanti saya pasti sampaikan ke Bapak.

Sekalian…

Saya mau kasih ini untuk Ibu Sri.

Semoga uang ini dapat membantu.

Diterima, ya, Bu.

Tanda terima kasih dari saya dan keluarga.

Saya langsung pamit, ya, Bu.

Terima kasih, Mbak.

Iya.

Sama-sama.

Masya Allah.

Banyak banget, Bu?

Iya, dong.

Sekali-sekali, biar anak Ibu sekolahnya semangat.

Asyik.

Makan enak kita hari ini.

- Asalamualaikum. - Wa'alaikumsalam.

Masya Allah.

Iya.

Ya Allah, makanan sebanyak ini dari siapa, Bu?

Ya, ternyata Ayah sudah benar sekali, Yah.

Benar gimana?

Allah itu Maha Pemberi Jalan Keluar.

- Maksud Ibu? - Pak Haji Sanusi sama sama tim travelnya,

memborong semua baju muslim kita untuk jamaah umrahnya. Alhamdulillah.

Alhamdulillah. Semuanya, Bu?

- Alhamdulillah. - Iya.

Makanya semalam, Yah, Ibu ditelepon. Sudah ditelepon, lalu langsung ditransfer.

Ibu izin Yah, siang ini mau ajak ibu-ibu

datang ke rumah untuk bantu kemas untuk urus pengiriman.

Iya, silakan Bu. Benar, 'kan?

Kalau kita yakin sama Allah,

pasti ada jalan keluar.

Iya.

Bu, nanti Ayah hubungin Pak Sanusi, ya? Mau bilang terima kasih.

Sudah Ibu sampaikan, Yah.

Ibu bilang pas waktu ditelepon,

"Aduh, Pak Sanusi terima kasih banyak, ini saya mewakili keluarga".

Sudahlah, Yah. Lagi pula Pak Sanusi 'kan mengurus administrasi di Makkah.

Jadi, sudah aman.

Berarti, urusan Nayla sudah selesai, 'kan, Bu?

Insya Allah, selesai.

Uang ujian Yasmin?

Alhamdulillah.

Kita makan, yuk? Yuk, makan.

Ayo…

- Ayah mau ikan? - Mau, mau…

Sayur, kamu nggak suka sayur?

Ada sup buntut.

Iya?

- Ini sup kaki. - Itu?

Sama, ini yang kecil.

Kayaknya harus dibuat rutin kita seperti ini.

Baik Pak Ustaz, kebetulan teman-teman sudah datang.

Iya. Iya, Alhamdulillah.

- Fatih, nanti tolong dibantu, ya. - Iya, Pak.

Pak Ustaz.

Ada apa, Pak?

Pak Ustaz tolong ikut saya.

- Kenapa, Pak? - Ayo, ayo.

Soal Pak Timur ini, Pak. Ayo. Cepat, Pak.

Joko, saya tinggal dulu, ya.

Semuanya, asalamualaikum.

- Wa'alaikumsalam. - Ayo, Pak.

Bismillah…

Astaghfirullah hal'adzim.

Pak, ada ambulansnya, Pak?

Iya, Pak.

Kenapa ini?

Ayo, Pak Ustaz.

Ayo, masuk.

Permisi, ya, Pak.

Ayo, Pak Ustaz.

Asalamualaikum.

Astaghfirullah hal'adzim.

Mikroorganisme dan pergerakan Laut Timur.

Dicatat dan dimengerti, ya.

Baik, Anak-Anak. Jam pelajaran sudah selesai.

Tapi ingat, sebentar lagi akan ada ujian akhir.

Kalian harus lebih semangat dan lebih giat belajar.

Mengerti, Pak.

Baik kalau begitu, saya sudahi pelajaran hari ini.

Selamat siang, Semuanya.

Siang, Pak.

Jangan langsung balik, dong.

Nih.

Masalah kita sudah selesai.

Asli apa nggak, nih?

Dapat uang dari mana?

Kirain kamu jualan pakaian saja.

Ternyata jual diri juga.

Pantesan saja bisa dapat Farhan.

Ternyata cewek gampangan.

Nayla…

- Yuk, ah. - Yuk.

Asli nggak, nih?

Tahu deh, palsu mungkin.

Nayla.

Adek sudah pulang.

Jangan tiduran begitu, nanti asarnya lewat, gimana?

Ibu mau keluar dulu, ya. Mau antar barang.

Nanti ayah juga pulang.

Siap.

- Dadah. - Dadah, Ibu. Hati-hati.

Akhirnya aku bisa antar kamu pulang juga, Nayla.

Kamu mau, 'kan, jadi pacar aku?

Kamu kok nggak jawab, sih?

Kalau kamu nggak jawab…

…kata orang…

…artinya kamu mau.

Nanti malam kita jalan yuk, Sayang?

Hei…

Kalau kamu diam lagi, artinya kamu setuju, dong.

Asar masih panjang.

Tidurlah.

Tidurlah.

Yasmin.

Yasmin.

Ibu!

Ibu, tolong!

Ibu, tolong!

Ibu, tolong!

Ibu, tolong!

Ibu!

Tolong!

Ibu!

Tolong!

Ibu!

Ibu! Ibu, tolong aku!

Ibu…

Ibu…

Ibu…

- Astaga, Yasmin? - Ibu!

Ya Allah…

Kenapa?

Ibu…

Ibu…

- Yasmin mimpi? Iya? - Iya, Bu.

Takut…

Yasmin takut…

Ada Ibu.

Asalamualaikum.

Wa'alaikumsalam.

Ayah.

Yah, tadi Yasmin teriak-teriak mimpi buruk sampai cekik leher sendiri.

Aduh, Ibu jadi takut.

Ayah kenapa?

Ibu tahu Pak Timur?

- Iya. - Pak Timur dan istrinya

meninggal dua hari yang lalu.

Begitu juga dengan Ratna, anaknya.

Meninggal gantung diri.

Saya mau kasih ini untuk Bu Sri.

Dan mayat mereka baru ditemui siang ini, Bu.

Ibu kenapa?

Kasihan.

Ayah.

Ayo.

Kalau Ratna sudah meninggal,

jadi yang semalam kasih uang itu siapa?

Nayla…

Rayu dia dengan kecantikanmu.

Farhan.

Yuk.

Ayo.

Serius kita mau ke sini?

Kak, mau berangkat bareng nggak?

Nanti aku terlambat, nih.

Aku duluan, ya.

Asalamualaikum.

Hai, Sayang.

Terima kasih, ya. Semalam kamu hebat.

Ngapain lo?

Shinta.

Kenapa?

Takjub, ya, sama aku? Lihat aku?

Aku lebih cantik dari kamu

dan Farhan udah jadi pacar aku.

Jadi…

Jangan macam-macam!

Apaan, sih?

Dasar murahan!

- Kamu bilang apa? - Murahan.

Murahan?

Kamu yang murahan.

- Dasar cewek gila! Gila! - Sudah, Shinta. Sudah.

Sudah, Shin.

Lo nggak apa-apa?

Aman, 'kan?

Kenapa aku diskors?

Kenapa rok aku jadi pendek begini?

Nayla…

Nayla…

Bangunkan adikmu.

Yasmin?

Bangun.

Salat, yuk?

Iya, Kak.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah,

dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Kak, sakit.

Kak, sakit!

- Sakit, Kak! - Dek? Kenapa?

Ibu! Ini telunjuk Yasmin didorong kakak, Bu.

Sakit.

Nayla, kenapa?

Aku 'kan salat, Dek.

Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan

atas kami dan atas hamba-Nya yang saleh.

Tidak ada Tuhan selain Engkau,

Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.

Gimana, Yah?

Ayah nggak ngerasain apa-apa, Bu.

Terus maksud Ayah, Yasmin bohong?

Nggak, Nak. Ayah nggak bilang kamu bohong.

Kalau ada setan di rumah ini,

insya Allah, Ayah bisa merasakan.

Takut…

Takut…

Nak,

bagaimana kalau Ayah buka mata batin kamu?

Kamu tunjuk

di mana setan itu berada, Nak.

Kamu berani?

- Nggak apa-apa, Yah? - Bismillah…

Insya Allah.

Bismillah…

Ya Allah segala puji bagi-Mu,

hanya kepada-Mu kami mengadu atas kesulitan yang kami hadapi…

Dan Engkaulah penolong kami.

Ada Ayah sama Ibu.

Itu, di situ setannya, Yah! Ada di situ!

Itu Kakak.

Itu Kakak, Nak. Itu Kakak.

Tutup lagi, Ayah.

Allah Maha Besar…

Kak, tolong ambil minum. Kak.

Nak, itu Kakak.

Itu Kakak, nggak mungkin, Nak.

Kak, cepat ambil minumnya.

Ayo, sekarang minum.

Nak, nggak mungkin. Itu kakak kamu, nggak mungkin.

Nggak mungkin gimana, sih, Yah?

Ayah sendiri loh yang buka mata batin Yasmin. Itu setannya ada di Kakak.

Yasmin takut, Bu.

Takut…

Dek.

Kamu jalan duluan saja.

Iya.

Ya sudah, aku duluan, ya.

- Asalamualaikum. - Wa'alaikumsalam.

HARI INI, 29 FEBRUARI

Aku hamil.

Kapan?

Kamu kok nggak jawab, sih?

Duluan, ya.

Aku juga.

Dah!

Nay, kamu sakit?

Iya, mungkin masuk angin saja.

Kamu sudah minum obat apa belum?

Yah, Bu, Nayla ke kamar dulu, ya.

- Yah. - Yasmin.

Ayah perhatikan kamu sekarang jarang salat, kenapa Nak?

Yasmin takut setan itu gangguin lagi, Yah.

Ya Allah.

Nak,

kalau kamu salat, justru Allah akan lindungi kamu.

Ya?

Iya. Ya sudah, Yasmin pergi sekolah dulu, ya.

Bu. Asalamualaikum.

Wa'alaikumsalam.

Ibu juga, nih.

Bu.

Tolong perhatikan ibadahnya anak-anak.

Kenapa, sih, Yah? Kok jadi marahnya ke Ibu?

Anak-anak juga sudah besar.

Lagi pula, mereka juga tahu, dong.

Mana yang wajib dan mana yang nggak.

Lagi pula kalau memang mereka melewati, ya, dosanya juga ditanggung masing-masing.

Kok Ibu ngomongnya begitu?

Bu, kita sebagai orang tua, harus mengingatkan.

Sebelum mereka menikah, dosanya kita yang tanggung, Bu.

Iya, Ibu paham.

Sudah tahu.

Asalamualaikum!

Asalamualaikum!

Asalamualaikum, Pak Ustaz!

Wa'alaikumsalam.

Pak Iman, ada apa?

Tolong anak saya, Pak Ustaz.

Fira tidak ada di sini!

Kami menolak bahaya dari setiap penjuru dengan-Mu.

Kenapa, Pak Ustaz?

Bacaanmu sudah tidak mempan lagi, Pak Ustaz.

Yang melempari mereka…

- Kenapa, Pak Ustaz? - Dengan batu dari tanah yang terbakar.

- Dia jadikan mereka seperti daun yang… - Kamu sudah tidak didengar lagi.

Kau tidak akan bisa mengganggu bangsa kami lagi!

Doamu sekarang sama seperti doa orang-orang kafir!

Astaghfirullah hal'adzim.

La ilaha illallah.

Ya Allah, ya Rabbi…

Astaghfirullah hal'adzim…

Asalamualaikum, Pak Ustaz.

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Baru saya mau ke rumah Pak Ustaz, mau kasih makanan.

Alhamdulillah, saya sudah bebas, Pak.

Silakan, Pak.

Tenang saja, Pak. Saya beli pakai uang halal.

Alhamdulillah.

Saya terima, ya, Pak.

Biar berkah, Pak…

Kalau beli makanan pakai uang yang halal.

Memangnya kalau kita makan pakai uang yang haram, imbasnya apa, ya, Pak?

Kalau Allah mengharamkan sesuatu, pasti ada hikmahnya, Pak.

Dan ini yang akan terjadi kalau kita beli makanan itu pakai uang yang haram…

Ini maaf, ya, Pak.

Dan semua makanan yang kita makan

itu tidak akan menjadi daging.

Tapi malah menjadi api neraka yang ada di dalam diri kita.

Dan yang terakhir, Pak,

doa kita tidak akan diterima.

Asalamualaikum, Ustaz.

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Pak Ustaz, saya pamit dulu, ya.

- Ya. - Asalamualaikum.

- Wa'alaikumsalam warahmatullah… - Wa'alaikumsalam warahmatullah…

- Pak Ruslan, terima kasih, ya, Pak. - Iya, sama-sama, Pak.

Baru pulang dari Makkah, Pak?

Nggak, Pak.

Waktu itu…

Bapak borong semua baju muslim dari toko saya?

Mungkin orang lain, ya, Pak.

Saya masuk dulu, ya, Pak.

Allah Maha Besar.

La ilaha illallah…

Sri?

Kenapa, Yah?

Di mana ibu kamu?

Nggak bisa manggil baik-baik, Yah?

Manggil sampai teriak begitu?

Apa yang kamu lakukan, Sri?

Maksud Ayah apa?

Dari mana semua uang yang kamu dapatkan itu?

Uang untuk ganti rugi Nayla.

Untuk sekolah Yasmin.

Untuk beli makanan kita.

Uang untuk beli ponsel baru kamu.

Dari mana?

- Jawab, jangan diam saja! - Itu…

Apa itu? Jawab aku!

Asalamualaikum.

Jawab, Sri.

Kakak? Kakak!

Kakak!

- Kak? - Nak?

- Nak? - Nayla?

- Bangun. - Yah, angkat. Ayah.

Iya. Tolong, Bu.

- Adek, cepat ambil minum. - Iya, Bu.

Nay.

Nak.

Bu,

ikut Ayah keluar.

Ibu belum jawab pertanyaan Ayah.

Aku minta maaf, Yah.

Uang yang aku terima bukan dari Pak Haji Sanusi.

Ibu terima dari Ratna, Yah. Ibu minta maaf.

Maafkan Ibu. Maaf.

Maafkan Ibu.

Maaf.

Ayah maafkan, Bu.

Ayah maafkan Ibu.

Maaf, Yah.

Ayah harus pergi.

Ada yang harus Ayah selesaikan.

- Yasmin. - Iya, Ayah?

Kamu jaga kakak kamu.

- Jaga ibu kamu. - Iya. Iya, Ayah.

Kamu jaga anak-anak, ya.

- Asalamualaikum. - Wa'alaikumsalam.

Kak.

Bu?

Kak… Kakak…

Ibu? Ibu, Kakak, Bu.

- Bu… - Ibu.

Kakak.

- Nayla. - Bu…

Iya?

Maafkan Nayla, Bu.

Kenapa?

Nayla…

Nayla hamil, Bu.

Kakak…

Kakak…

Maafkan Ibu.

Nayla, maafkan Ibu.

Maafkan Ibu, Nak.

Asalamualaikum.

Pak Anhar, Pak!

Astagfirullah…

Ya Allah.

Pak Ustaz…

Tolong…

Pak Anhar.

Pak?

Ini semua salah saya, Pak.

Bagaimana, Pak?

Semua kekacauan ini salah saya.

Dari awal saya kerja dengan Pak Timur…

Saya sudah tahu, Pak.

Keluarga Pak Timur mendapat semua

kekayaannya lantaran perjanjian dengan setan.

Sebagai bayarannya, setan itu akan mengambil anak mereka

ketika anak mereka menginjak usia 18 tahun.

Saya tidak tahu,

ternyata uang yang saya terima berimbas pada keluarga saya.

Sama seperti keluarga Pak Timur.

Allah Maha Besar…

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Selanjutnya kamu dan keluargamu, Ahmad.

Karena istrimu sudah menerima uang Timur.

Mereka semua saya bunuh.

Semua pantas mati!

Termasuk kamu.

Dan keluargamu.

Dengan nama Allah

yang bersama Nama-Nya

- tak ada sesuatu pun di bumi dan langit… - Mati!

…yang membahayakan, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Doamu tidak didengar, Ahmad.

Ya Allah, ampuni hamba-Mu yang lalai ini, ya Allah.

Ampuni hamba-Mu yang lalai ini, ya Allah.

Wahai Allah,

- Berhenti! - Aku sudah kalah,

maka berilah pertolongan.

Maka hiburlah

- hati yang telah… - Berhenti!

…hancur ini.

Cukupkanlah bagiku,

dan aku adalah Hamba yang sangat membutuhkan bantuan-Mu.

Dan cukuplah sudah Allah sebagai yang diandalkan.

Dan cukuplah sudah Allah sebagai penolong…

Dan cukuplah sudah Allah sebagai penolong…

Dan cukuplah sudah Allah sebagai penolong…

Pergi dari sini, makhluk terkutuk!

Allah Maha Besar!

Allah Maha Besar…

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Allah Maha Besar…

Yasmin.

Kakak minta maaf, ya.

Kakak pembawa masalah.

Kakak berdosa.

Maafkan Kakak, ya.

Iya, Kak. Nggak apa-apa.

Ini semua salahmu, Sri.

Munafik!

Kak…

Kenapa, Kak?

- Sini. - Ayo, Dek.

Bismillah…

Bu?

Ibu ngapain, Bu?

Yasmin.

Nayla.

Hari ini adalah hari kematian kalian!

Kakak!

Dek.

Kakak!

Ayo, Kak!

Kakak!

Kak!

Kak, ayo. Kak.

Ayo!

Nggak bisa.

- Pintu sana! - Ayo!

Ayo!

Tolong!

Ibu…

Ibu…

Pelacur sepertimu tidak pantas memanggilku ibu!

Ibu… Ibu sadar, Bu.

Mati kau, Yasmin!

Ibu…

Nayla…

Ibu?

Ibu kalian sudah mati!

Kakak!

Kakak!

Bismillahirrahmanirrahim.

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia",

Raja manusia, sembahan manusia

dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi,

yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia…

"Dari golongan jin dan manusia."

Jangan khawatir.

Kamu tidak akan mati sekarang.

Aku masih membutuhkan kamu.

Astagfirullah.

Nak…

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Siapa yang melakukan ini, Nak?

Setannya…

Ayah!

Ayah, itu Ibu!

Ayah!

Itu Ibu!

Itu Ibu!

Itu Ibu!

Sri…

Sri…

Sri…

Ibu…

Ibu…

Ibu…

Terdakwa telah terbukti melakukan pembunuhan, divonis 20 tahun penjara.

Pak Ahmad.

Ada yang ingin bertemu, Pak.

Silakan, Pak.

Waktu berkunjung Anda, sepuluh menit.

- Terima kasih, Pak. - Ya.

Ayah. Ayah sehat?

Alhamdulillah.

Alhamdulillah.

Kamu kurusan.

Nggak, kok.

Mungkin karena Yasmin pakai baju kakak.

Yah.

Sekarang Yasmin sudah SMA.

Dan hari ini pertama kali Yasmin sekolah.

Ayah minta maaf, ya, Nak.

Ayah nggak bisa antar kamu di hari pertama sekolah.

Insya Allah,

kamu kuat, ya, Nak.

Iya.

Nggak apa-apa, Yah.

Yasmin juga tadi sudah punya teman-teman baru.

Ayah minta maaf, ya.

Ini karena kesalahan Ayah,

keluarga kita hancur.

Ini karena kesalahan Ayah,

kamu hidup sendiri sekarang.

Ayah minta maaf, Nak.

Nggak…

Nggak, Yah.

Nggak cuma Ayah, tapi Yasmin juga.

Yasmin yang kurang bersyukur waktu keluarga kita masih lengkap, Yah.

Tapi Ayah nggak usah khawatir.

Yasmin selalu ingat apa yang sering Ayah bilang.

Allah bakal selalu melindungi dan menjaga umat-Nya…

Jika kita bertaqwa dan menjaga-Nya, Yah.

Insya Allah…

Yah.

Kapan, ya, kita bisa bareng-bareng lagi?

Kamu baik-baik, ya, Nak.

Ayah harus kembali.

Asalamualaikum.

Wa'alaikumsalam.

Ahmad.

Bagaimana rasanya hancur dan kalah?

Dibiarkan membusuk sendirian di sini.

Tiada daya dan upaya kecuali dengan

kekuatan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Bismillah…

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.