Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pada perjalanan yang menjemukan, aku merasakan kehadiran dari sesuatu
yang ternyata berasal dari mitologi Yunani.
Yang menegaskan teori arketipe Jung.
Ada semacam ingatan tentang leluhur. Melalui gen dan kromosom,
mereka mengirim waktu mereka dan bukan waktumu.
Terbit lah gagasan labirin, mitos Theseus dan Minotaur.
Tapi aku melihat sebaliknya. Aku melihat penyair pada Minotaur,
orang bebas, berbeda dan oleh karena itulah,
orang yang dikurung oleh masyarakat, oleh sistem.
Terkadang berada di RSJ dan terkadang di labirin.
Theseus, pada sisi lain, adalah pembela ketertiban.
Berandalan raja yang membunuh penyair, prosedur sempurna secara fasis
dan membunuhnya dengan segera.
Terinspirasi dari kisah nyata.
PENERJEMAH Cereal-Killer
Aku bermimpi yang sama sejak aku masih kecil.
Tiba-tiba, aku menjadi seekor anjing.
Aku berlumuran darah.
Entah apa karena aku kabur atau ribut dengan anjing lain.
Tapi aku yakin itu luka.
Aku sangat terluka.
Aku cuma bisa melihat jalan.
Aku tahu aku akan mati,
namun aku merasa baik-baik saja.
Manusia Kerbau
Sial!
Dia menerbitkan Invisible Network, yang mana itu adalah artikel
tentang pelacuran wanita dan anak-anak.
Dia tidak ada akhir-akhir ini, dia berhenti menulis, sampai...
baru-baru ini dia muncul dan berkata kalau dia akan
kembali dan dia butuh uang serta mobilku.
Jadi, aku berikan.
Katanya kau menyetir seperti pembalap!
Tidak, cuma 65km per jam.
Ya, rasanya tergantung pada apa yang kau makan?
Sungguh?
Aku pikir begitu.
Tapi, apa itu?
Yang mana ialah kau keluarkan dari keberadaanmu
ketika mencapai ekstase kehidupan.
Sebagai laki-laki.
Begitu pun wanita.
Tentu, rasanya jadi seperti puding hitam.
Jorok! Puding hitam!
Omong kosong!
Tiga puluh empat.
Terima kasih.
Berapa usiamu ketika hilang keperjakaan?
Cukup dewasa.
Sungguh? Berapa?
Enam belas tahun.
Kau pikir itu tua?
Dibanding dengan referensi dari apa yang aku miliki, aku sudah tua.
Lima belas tahun.
Hampir sama. Pada hari jadi 15 tahun?
Hal gila terjadi kepadaku, aku merasa seolah tertekan
karena aku tidak merasakan apa-apa, secara harfiah.
Aku sadar kalau aku di sana dan aku melihatnya semuanya.
Aku cuma begini: "Sungguh? Itu saja?"
Tentang apa semua ini?
Aku merasa semua sangat mengejutkan.
Kau menghancurkan hidupnya.
Tidak, dia masih di sana, bersikeras.
Jadi, itu tidak terjadi pada hari jadi ke 15-mu?
Tidak, tapi dia pendamping.
Para pendamping itu berbahaya.
Jika aku punya putri. Tidak ada pendamping!
Aku katakan kepadanya: "Tidak boleh, Nak."
Tapi hari jadi ke-15 adalah pesta untuk memberitahu masyarakat
kalau kau sudah dewasa.
Aku mengemas kantong dari toko kelontong.
- Ya? - Ya, dia kasir.
Entah kenapa aku mengikuti orang ini.
Dia bahkan tidak mengingatku.
Aku bisa mengeluarkan pistol dan menembaknya.
Siapa namamu?
Namaku Jonah, dan aku berandalan. Itulah pekerjaanku.
Kau mengerti, kan?
Tidak.
Sejujurnya, aku berpenghasilan besar.
Dan...
Begitulah cara kerja negara ini.
Jika aku tidak membunuh, orang lain akan membunuhku.
Aku tahu kalau aku berandalan, aku dedikasikan hidupku untuk itu.
Kau baru tahu, bukan? Kau tahu apa panggilanmu
dan sejak aku kecil, aku bodoh. Aku tidak punya nama panggilan.
Aku akan berakhir melakukan ini.
Misalnya saudaraku.
Dia bekerja sebagai mekanik mobil dan dia bekerja sangat keras.
Aku bilang kepadanya: "Kenapa harus bekerja keras?
Kau harus hidup, Bajingan!
Kau harus hidup, Brengsek!
Kau harus menjalani hidup yang baik!"
Ceritakan tentang Eric.
Di kepalanya sudah terukir jelas, bukan?
Dia ditandai sejak dulu.
Karena kami tahu dia akan menerbitkan sesuatu yang baru.
Apa maumu?
Bicara.
Bicarakan apa, Nona?
Apa yang mau kau tahu?
Kepala besar butuh topi besar.
Aku tertimpa musibah dan aku kehilangan istriku,
namun aku tidak mundur.
LINK KHUSUS PEMENANG!!! MANTULXXX.NET MANTUL NIH BOS, MAIN DONG!!!
BONUS JUTAAN SETIAP HARI BONUS LEBIH DARI 100%
Eric dan aku punya hubungan terbuka dan kami rekan kerja.
Aku bertemu dengannya di koran tempat dia bekerja.
Sampai suatu hari dia berhenti tanpa alasan.
Pernah suatu hari, dia di rumahku,
duduk di pagar teras.
Minum bir.
Ketika dia terus minum, dia condong ke arah jalan.
Hal pertama yang terlintas di benak ku:
"Orang ini ingin mati."
Begitu aku meraih lengannya untuk aku tarik ke bawah,
dia menatap kepadaku dan berkata, sambil mabuk:
"Aku merasakan sesuatu di bawah kulitku yang membuatku ingin muntah."
Masih mengelik.
Ya.
Aku melihat truk trailernya.
Aku punya sepupu yang mengendarai itu.
Dia punya cerita yang keren.
Aku bisa bayangkan.
Cerita kesukaanku adalah kisah yang menakutkan.
Wanita berbaju putih.
Mereka sering menceritakannya, bukan?
Semua orang menceritakan kisah itu.
Di mana mereka mengangkut seorang wanita...
Wanita itu begitu cantik dan tiba-tiba jadi tengkorak.
Seseorang harus membuat filmnya. Komedi pengemudi truk trailer.
Tentang sopir trailer memberi tumpangan wanita cantik yang berubah jadi tengkorak.
Aku menghormati mereka, sungguh.
Aku tahu. Mereka bekerja keras.
Ya.
Namaku Juliet.
Minggu depan dia kembali ke pasar dan ingin aku makan taco dengannya.
Aku jawab: "Baik, mari pergi kalau kau mengajakku."
Jadi kami dan dia mengatakan kepadaku
kalau dia bertemu dengan pria yang merawatnya
karena dia sendirian, dia mengatakan kepadaku
kalau pria itu setengah manusia, dan setengah kerbau.
Dia berkata kepadaku terkadang ia muncul lagi.
Aku suka itu.
Ketidakhadiran orang tua ini membuatku terhubung dengannya.
Kami pergi minum bir dan itu kali terakhir
kami saling berjumpa sampai aku mencarinya.
Aku dulu profesor Fisika.
Mereka melenyapkannya.
Suatu malam dia tidak pulang.
Aku pergi keluar mencarinya.
Polisi bilang mereka mengoceh kepadanya
dan dia menjadi tersangka pesuruh kriminal.
Ibumu tersangka!
Aku pikir aku ingin dia tidak menulis apapun.
Aku pergi mencarinya ke mana-mana.
Di tempat pembuangan.
Mereka tahu kalau amarahmu terlalu besar,
kalau kematian akan datang menimpamu.
Biarkan mereka berteriak apa pun yang merek suka!
Kau lihat?
Kau tak bisa menahannya.
Kau pengecut.
Karena kau tidak tahan dengan pemukulan itu.
Aku beri Ibumu surat, tunggu dua jam baru kau pergi.
Tapi biar aku beritahu kau.
Jika kau menulis ini lagi, bukan cuma pemukulan lagi.
Aku sendiri yang bakal menghajarmu.
Aku yakin aku tahu. Aku tidak radikal.
Aku rasa itu tidak mungkin.
Bersama satu orang saja.
Itu penis dan vagina.
Semua yang lainnya ada di benak kita
dan dalam keinginan yang aneh itu kita memaksakan hubungan.
Benar?
25 tahun aku makan paprika dan tortilla.
Aku mungkin percaya kalau aku bisa memakannya seumur hidupku.
Aku yakin bisa.
Tapi ketika kau mencoba steik dan keju...
Kau cuma bilang: "Oh!"
Entahlah. Manusia semakin aneh.
Tidak ada jalan di mana para bajingan itu hidup.
Kau kelelahan?
Ada anggota keluarga lain?
Tidak ada.
Cuma Helen dan aku.
Bukankah Eric anakmu?
Aku tidak punya anak.
Pergi!
Pergi!
Ayo!
Pergi!
Ketika aku bicara dengan Eric, aku pikir kalau dia itu gila,
dia ingin aku menemaninya ke Oaxaca untuk melakukan penyelidikannya.
Aku tidak takut. Aku bisa melindungi diriku.
Aku pikir dia orang pemalas, tapi dia tidak seperti itu.
Aku pikir dia ingin melakukan sesuatu hal yang berarti
dan hal yang membuatnya menderita,
itu membuatnya merasa kalau dia tidak berdaya.
Kenapa kau klaustrofobia?
Seperti itulah,a ku.
Aku sewaktu masih kecil tidak dikurung atau dikasari.
Aku tidak bisa naik kereta bawah tanah dan tinggal di dalam kamar.
Ya, itu sempat hilang.
Berlalu, begitu saja.
Bagaimana kau menemukan Eric?
Biar aku ingat-ingat.
Aku tidak ingat, tapi itu beberapa hari setelah aku mengobrol dengan Eric.
Ketika aku kecil, aku juga bertemu Manusia Kerbau.
Aku habiskan waktuku sendirian dan terkadang ketika malam tiba
dan Ibuku belum kunjung pulang,
Aku melihat ke arah jendela, dan aku dapat melihat
gedung di seberang ku, dan ada binatang itu.
Ia menatapku.
Ia tidak membuatku merasa takut. Ia membuatku merasakan
kalau bukan cuma aku seorang yang menunggu sendirian.
Tapi kini kami berdua.
Karena itulah aku putuskan untuk mencari Eric.
Aku harus mengakui Manusia Kerbau juga muncul
pada hari yang sama begitu Eric dibunuh.
Aku bertanya apa itu. Aku juga bertanya tentang Eric.
Terkadang aku sering berpikir apa yang akan menimpaku
kalau aku tidak memberinya artikel.
Kebetulan aku temukan artikel yang menurutku pas untuk Eric.
Dia tidak berkata apa-apa, jadi aku berikan kepadanya.
Awalnya, dia menolak.
Ketika aku memaksanya menulis, dia mengaku padaku kalau dia di incar
dan jika dia menulis lagi, mereka akan membunuhnya.
Karena itulah dia berhenti menulis.
Hari itu, kami pergi tidur dan melakukan rutintas biasa.
Lalu aku tidak pernah melihatnya lagi.
Dia sering menghilang. Jadi aku pikir itu normal.
Mungkin aku harus berhenti menjadi jurnalis, jadi Ibu saja.
Tapi aku tidak bisa.
Mereka akan membuang mayatku dan aku akan membusuk.
Aku tak bisa berhenti menulis.
Aku tak peduli sekalipun dibunuh
Persetan kalian semua!
LINK KHUSUS PEMENANG!!! MANTULXXX.NET MANTUL NIH BOS, MAIN DONG!!!
BONUS JUTAAN SETIAP HARI BONUS LEBIH DARI 100%
Ketika dia menyelidiki, dia berubah, bersemangat.
Dia tampak seperti pria tanpa masa lalu yang menindasnya.
Alasanku membuat film dokumenter ini adalah sebagian karena rasa bersalahku.
Aku ingin menunjukkan kepada pria yang hilang
oleh sesuatu yang tidak tampak,
oleh orang jahat yang tampak tidak terlihat orang siapa pun
dan semuanya seperti menghindar ketika melihatnya.
Karena jika kau melihatnya, ia akan melahap mu.
Kami punya perangkat lunak yang memperingatkan ketika mereka aktif
agar kami tahu dengan cepat.
Begitu cepat sampai kami mengetahui dia sedang apa,
apa yang sedang dia selidiki,
tentang perusahaan pertambangan.
Ternyata ada beberapa orang Indian
membuatnya berantakan
dan dia sedang menyelidiki itu.
Bisnis pertambangan melibatkan banyak hal, ada banyak pemain
berjudi dan mempertaruhkan uang, tak ada dari mereka yang suka
ketika uangnya dikacaukan. Permasalahan dengan bos
adalah kau bisa berkata apa saja.
Tetapi ketika kau menghambat uang mereka, maka celakalah kau.
Benar?
Ketika dia menyelidikinya dan terlibat secara lebih
dengan perusahaan pertambangan,
ketika itulah mereka mengirimku.
Tapi aku cuma dikirim untuk menakut-nakutinya.
Bukan aku yang membunuhnya. Aku tak tahu siapa pelakunya.
Aku baru kembali dari cuti.
Aku sakit, entah karena apa, pada awalnya...
Aku pikir itu refluks perut
yang terkadang kambuh.
Tapi aku tidak tahu pasti, makanan terasa tidak enak.
Pahit.
Daging terasa buruk. Semua terada tidak enak.
Terasa seperti kotoran.
Aku tidak bisa makan.
Aku pergi ke dokter, mereka tak temukan apa-apa
jadi aku mulai berhenti makan, kehilangan berat badanku.
Dan aku merasa lelah.
Kau terbiasa dengan itu, bukan?
Kami terbiasa dengan semua hal.
Bahkan pada makanan yang rasanya seperti kotoran.
Awalnya itu gurauan ketika kami berhubungan badan.
Dia menggambar indah.
Dia menggambar sesuatu.
Ketika melakukannya,
dan awalnya, itu sensasi yang baru.
Sensasi yang kami berdua suka.
Entahlah, itu berbeda, lucu.
Aku tidak tahu.
Namun setelah beberapa saat...
tiba-tiba dia mulai menggambar hal lain.
Mr. Potato Head di punggung bawahku.
Di bagian rendah?
Ya.
Maksudmu, di situ?
Ya.
Bagaimana dia menggambarnya?
Selagi kalian berhubungan badan.
Dengan spidol, pena, apa saja yang ada.
Jika dia tidak menggambar, dia tidak akan bisa ereksi.
Astaga! Dia meniduri Mr. Potato Head saat itu?
Tidak! Aku tidak suka berpikir seperti itu.
Aku berpikir, sementara aku merasakan seperti adanya
pukulan di punggungku, karena dia mau ereksi.
Itu bukan karena dia mau ereksi.
Itu keren. Tapi kenapa Mr. Potato Head?
Kehilangan ingatan ialah tindakan pengecut.
Ayahku adalah pengecut.
Dia bilang tidak ingat.
Dan dia tidak mengenalku. Tapi aku pikir dia main-main.
Aku seorang jurnalis.
Tapi aku bisa saja menjadi teroris.
Sama saja.
Beberapa mencari satu hal dan satunya mencari hal lain.
Tapi itu sama.
Ibuku pergi.
Dia terbunuh, tetap saja dia pergi.
Itu yang dia putuskan.
Dia menempatkan dirinya di posisi itu.
Aku membenci Ibuku dan aku membenci Ayahku.
Tapi aku lebih membenci orang-orang yang brengsek.
Mungkin karena itulah aku menjadi jurnalis.
Kebenaran pasti ada di suatu tempat.
Aku ditabrak ketika kecil.
Benarkah? Di mana?
Di perumahanku, ketika usiaku 6 tahun.
Apa?
Kau tertabrak begitu usiamu 6 tahun?
Apa yang terjadi?
Ada dua bekas luka di kepalaku. Dia sudah menabrak satu wanita
di jalan lain, dia menyetir dalam keadaan mabuk.
Ini serius!
Ya, mereka tidak bisa menangkapnya.
Ketika menabrakku, dia sudah dikejar.
Tapi masih berhasil melukaiku dan mereka tidak menangkapnya.
Sial, malang sekali!
Ya.
Lucunya, saudaraku datang ke rumahku...
Ibu mengatakan kalau dia masuk...
Ibuku sedang menjahit, dia ke dapur,
menuang segelas air, lalu duduk di ruang tamu
dan setelah beberapa saat dia berkata "Ya! Itu benar!"
Ibuku langsung berpikir: "Apa?" "Eric tertabrak."
Kemudian Ibuku berlari keluar.
Sejak itu, dia bilang aku tidak sehat. Kalau aku tidak memikirkan bahaya
dan aku pergi begitu saja dan melakukan hal gila.
Ketika dia membereskan reportase, kami sepakat bertemu di Universitas.
Tapi aku tidak datang karena aku diberhentikan polisi.
Eric hidup dalam paradoks karena dia enggan mengikuti
takdir Ibunya, tapi pada saat bersamaan
dia tidak bisa berhenti menulis, dia tidak mau.
Sayang sekali artikel barunya tidak tercetak.
Eric sepupu jauhku, dia datang untuk tinggal bersama keluargaku
ketika usiaku sekitar 7-8 tahun.
Ibunya hilang, yang juga jurnalis.
Partai yang berkuasa menculiknya, pada tahun 80-an, dan Ramon,
Ayahnya, menjadi gila karena terus mencarinya.
Dia mulai berhenti tidur di rumahnya dan mendatangi
kamar mayat dan rumah sakit untuk mencari mayatnya.
Dia berhenti mencuci dan makan, dia selalu seperti itu.
Pakaiannya penuh noda.
Dia jadi terbiasa dengan jalanan dan miras.
Ketika itu terjadi, Eric berusia sekitar 12 tahun
dan sebelum dia tinggal bersama kami, dia sudah tinggal sendirian.
Ayahnya meninggalkannya buku cek.
Dia ke bank setiap kali kehabisan uang.
Lalu Eric pergi untuk makan apa yang dia suka di pasar.
Lalu berjalan kembali ke Coapa.
Kau tahu betapa jaraknya itu?
Sekitar 10 mil.
Aku memikirkan itu sambil merinding, aku rasa pada saat usia itu
aku bahkan tidak bisa tidur dengan lampu mati.
Dia pernah bercerita Manusia Kerbau?
Apa itu?
Kelinci itu enak. Sudah mencobanya?
Ya.
Kau suka?
Cuma yang dimasak oleh pamanku.
Namanya Victor, tatapannya nyaman.
Karena itulah diberi nama Victor.
Dia punya teori kalau itu reinkarnasi.
Itu menyeramkan!
Tapi kelinci itu tumbuh besar dan terlihat sangat lezat
jika disembelih untuk hari Natal.
Aku tak ingat, tapi ada acara kartun, ada seekor sapi dan itu reinkarnasi
dan bermata seperti manusia, jadi saudaraku berkata:
"Lihat? Itu mungkin?"
Lalu kami semua kenyang memakan Victor, puas.
Ia kelinci yang besar, gemuk.
Seperti daging kucing.
Itu yang mereka katakan, bukan? Memberi kucing alih-alih kelinci?
Sungguh?
Tentu.
Mereka bilang rasanya mirip.
Seorang pengemudi Uber bilang dan aku percaya dia.
Jadi Manusia Kerbau menyuruhmu kemari.
Manusia Kerbau menyuruhku untuk menemukanmu.
Untuk tidak membawamu.
Selain itu, aku takut datang sendirian.
Untung aku datang.
Ya.
Kenapa kau datang?
Karena kau mengundangku dan aku suka pergi keluar
dan aku harus menemukanmu, bukan?
Kau tak bisa berbahasa Zapotec, tongkat di kepala.
Guru, dia berbicara Zapotec.
Jangan memarahi kami.
Tapi sekarang bagus. Zapotec.
Di atas bukit itu adalah Sand Pedro.
Cajonos.
Di sisi ini, San Francisco Cajonos.
Dan di depan itu ialah San Miguel Cajonos.
Jadi, kau akan turun di sana?
Ya, di tepi sungai.
Mereka jelek?
Cambang mereka.
Tidak, tapi beberapa orang suka cambang.
Cuma beberapa, tidak semua orang.
Nona Muda, cambang tidak bagus.
Tapi bagus ketika berciuman.
Cambang.
Cambang, itu bagus.
Tuhan kita, Yesus, janggutnya.
Dia juga punya, kan? Begitu mereka gambarkan.
Mereka suka jenggot.
Tetapi kita botak, mereka tidak mau kita botak.
Ada untuk semua orang.
Ya, ada untuk semua orang.
Gadis ini suka yang botak.
Benarkah?
Di sini, tolong.
Agak lebih jauh.
Teman-temanku, berapa?
Jangan cemaskan itu. Tidak usah.
Terima kasih. Tuhan memberkati dan menjagamu.
Tuhan yang akan membayarmu.
Baiklah, sampai jumpa. Selamat jalan.
LINK KHUSUS PEMENANG!!! MANTULXXX.NET MANTUL NIH BOS, MAIN DONG!!!
BONUS JUTAAN SETIAP HARI BONUS LEBIH DARI 100%
Aku juga melihatnya menyala. Seolah dia sedang terbangun.
Lalu, selama tujuh bulan, aku tak tahu apa-apa tentang dia.
Aku memang memikirkannya, tapi aku tak ingin mengganggunya.
Jika dia tidak mencariku, itu karena dia tidak mau
aku di dekatnya, bukan?
Aku tidak pergi ke kota ini, ada terlalu banyak kematian.
Baik.
Sampai jumpa.
Eric ditemukan tewas dengan dua peluru di perut.
Sejak tahun 200, ada sedikitnya 113 jurnalis yang tewas di negara itu.
Meksiko dinilai oleh kelompok jurnalis
sebagai negara paling berbahaya untuk mempraktikkan jurnalisme.
Di bawah Afghanistan dan Suriah.
LINK KHUSUS PEMENANG!!! MANTULXXX.NET MANTUL NIH BOS, MAIN DONG!!!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.