Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Episode "21 Jump Street" sebelumnya.
Kau kutu buku.
Kau beruntung bisa lulus.
Sial!
- Kau mahir berkelahi, ya? - Ya.
- Kau mahir dalam pelajaran. - Ya.
Mau berteman?
Pistolmu kosong, kan?
- Sentuh saja. - Aku takut.
- Sentuh saja. - Baiklah.
Kau tertembak untukku.
Kau menembak kemaluanku!
Bum, berengsek!
Kalian berdua akan kuliah!
Yin melambangkan lambat, lembut, pasif...
...dan berkaitan dengan air dan kewanitaan.
Sebaliknya, Yang adalah cepat dan kuat dan...
Ini omong kosong. Kupikir kita kuliah sungguhan, bukan kuliah online...
...mencari pesan-pesan rahasia dalam ceramah.
Apa maksudmu? Lihat sekelilingmu.
Ini kota kita. Buat apa kita masuk kuliah?
Kau benar.
Rekan seumur hidup.
Di Metro City Port, air pasang datang pukul 10.30 pagi. Lalu kembali ke laut.
Metro Port. Satu jam lagi.
Ayo kita lakukan.
Kejutan. Ada dua tangan lagi.
Sial! Itu Si Hantu.
Jรถste Nillsen, penyelundup barang ilegal terbesar di Metro City.
Dia bekerja sama dengan kartel Meksiko untuk menyelundup lewat pelabuhan.
Kita membeli apa?
Entahlah.
Kau sedang apa?
Aku punya identitas baru yang keren.
Aku akan berinteraksi denganmu agar terlihat asli.
Baiklah.
Kau harus berimprovisasi.
Aku tak mau.
Kau harus berimprovisasi.
Aku tak pandai berimprovisasi.
Aku butuh ketenangan saat menjiwai karakter.
Aku butuh ketenangan saat menjiwai karakter.
- Bisa beri tahu aku lebih dulu... - Aku butuh ketenangan.
- Apa kau bisa... - Ketenangan.
Kau serius?
Aku benci bila orang terlambat.
Kami mau lihat produknya.
Sial!
Hei, Sleepy! Apa kabar, Bung?
Kau kenal sepupuku, Sad Boy.
Kurasa kau salah orang.
Itu omong kosong! Kau Sleepy!
Semua orang di lingkungan bilang, "Sleepy bagaikan Wolverine Meksiko."
Rekanku mau lihat produknya.
Kenapa dia tak bicara?
Namaku Jeff.
Namanya Jeffe, Bung.
Ceritakan tentang ulang tahun Mousie. Ceritakan tentang pengalaman gilamu.
Aku tak mengerti maksudmu.
Semalam kau menceritakannya dengan terperinci!
Perinciannya sangat banyak! Banyak perincian!
Ceritakan dengan sangat terperinci agar kami semua tahu.
Oh, ya.
Ada Dora dan Diego...
...dan Swiper.
Swiper?
Siapa yang kaucekik? Dia pantas menerimanya! Siapa orangnya?
Boots.
Bukan Boots! Boots bukan nama asli! Ceritakan kepada mereka.
Mulai dari awal.
Itu nama karangan.
Sulit dipercaya aku harus menghadapi berandalan semacam ini sekarang.
Membuatku rindu tahun'90-an...
...ketika banyak orang profesional.
Kau mau periksa barangnya?
Periksalah...
...dan diam. Paham?
Di mana kautemukan orang ini, di konser Mumford and Sons?
Apa isinya? Senjata? Narkoba?
Menjijikkan!
Dia buang tinta di mulutku!
Akan kulepaskan.
Lengannya memakanku!
Kuat sekali! Benar-benar menempel.
Dia menggigit wajahku!
Sial!
Pasar gelap hewan eksotis, seperti dugaan kami.
Logat kalian hilang, ya?
Bunuh mereka. Mereka polisi.
- Apa itu? - Aku tidak tahu!
Kurasa kita bergerak.
Kita benar-benar bergerak!
Ada burung dan hewan lain di sini!
Apa-apaan?!
Ada naga di sini!
Sial!
Apa itu?
Itu mobil kita. Kita banyak kenangan di mobil itu!
Kutembak wajah mereka untuk itu! Itu mobil kita!
Kau sedang apa?
Jangan berakrobat di truk! Jangan tinggalkan aku!
- Naiklah kemari! - Tidak bisa!
Berputarlah dan memanjat.
Ayo. Kau bisa.
Ini menakutkan!
Tembak dia!
Jangan tinggalkan aku!
- Peluruku habis! - Dasar kau bodoh!
Bagus. Ayo.
Naik kemari.
- Kau baik saja? - Ya!
Kau hanya perlu berjalan.
Sial!
Kau sedang apa? Naik kemari!
Tidak bisa!
Baik, kuseret saja kau.
Aku akan mati!
Kau takkan mati. Naik saja kemari!
Tariklah dirimu kemari.
Gunakan otot perutmu! Kerahkan otot perutmu!
Kau bisa, kau bisa, dan... ya!
- Bisa berdiri sendiri? - Ya!
Kurasa kita lolos.
Sial!
Dia Terminator!
Itu berbahaya!
Kau... di... tahan!
Hentikan truknya!
Kubilang hentikan truknya sekarang!
Kau utang mobil dan kau harus ganti dengan Lamborghini!
Aku berhasil!
Kau berhak untuk diam.
Sial!
Astaga!
Sial.
- Apa yang terjadi? - Mereka kabur.
Itu bekas cupang?
Ini ada kaitannya dengan insiden gurita.
Kubuka petinya dan...
...guritanya melompat ke...
...wajahku. Ternyata tangan mereka banyak.
- Mereka punya delapan tentakel. - Ya, dan...
Dengar, nona-nona... tak ada yang peduli...
...untuk mengulang kembali Jump Street saat pertama kalian datang.
Semua orang bodoh, termasuk aku, yakin program itu akan gagal total.
Tapi kalian beruntung. Maka departemen ini...
...memberikan banyak uang agar Jump Street terus berjalan.
Kami gandakan dananya.
Seolah-olah menggandakan uang menjamin untung ganda.
Seolah-olah itu akan berhasil.
Komisaris yakin bencana ini terjadi...
...karena kau tak menyamar jadi siswa seperti yang pertama kali.
Dia tak paham bahwa yang kedua selalu lebih buruk.
Kau dapat peran usang. Yang satu jadi posesif, satunya lagi kabur.
Kau mulai penyingkapan yang lambat dan menyakitkan, dan hal-hal baik sebelumnya...
...dihancurkan oleh mesin penggencet kesedihan.
Kedengarannya bukan kami.
Aku mau bercerai.
Kami tak mau melakukan hal yang sama.
Kami ingin menembus atap kami.
Cari atap lain dan tembus lagi.
Kau terus menembus atap.
Bagaimana kalau kami jadi Dinas Rahasia dan melindungi Gedung Putih?
- Kurasa... - Kurasa takkan berhasil.
Kuminta kau berhenti bicara.
Itu ide bagus.
Lakukan hal sama seperti terakhir kali... semua senang.
Aku tak percaya orang Korea membeli kembali gereja mereka.
Untung ada gereja kosong yang lebih besar di seberang jalan.
- Itu bagus. - Ya, benar.
Mungkin tahun depan kita akan kembali ke seberang jalan.
KONDOMINIUM 23 JUMP STREET
- Jangan mendahului. - Tidak. Kita berdampingan.
Ini keren. Jauh lebih mahal tanpa alasan.
Lihat kantor Dickson. Seperti kubus es raksasa.
Kalian suka Jump Street sekarang?
Kalian lihat semua ini?
22 Jump Street butuh dana besar.
Dan gajiku naik untuk mengurus kalian berdua lagi.
Kurancang sendiri. Ada meja espresso.
- Aku mau pasang tangki hiu di situ. - Aku suka hiu.
Lupakan 21 Jump Street, dan lupakan Yesus Korea.
Kap, Yesus Korea ada di situ.
Itu Yesus Vietnam. Ini gereja Vietnam...
...dasar kau rasialis dan bejat.
Lihat itu. Yesus Vietnam berpakaian mentereng.
Kita juga dapat pekerja magang baru. Hei! Semangatlah!
- Teman-teman. - Hei, Jenko.
Hei, Schmidt!
Jangan lakukan itu.
Mereka mau cara yang sama, maka di sinilah kita.
Identitas yang sama.
Tugas yang sama.
Kami kembali ke SMA?
Wajahmu seperti umur 50 tahun.
- Kau masuk M.C. State. - Kami kuliah sungguhan?
Ada yang memproduksi narkoba baru.
Obat Adderall dicampur Ekstasi dicampur entah apa.
"Wipey"?
Bukan, bodoh. "WhyPhy".
Artinya "Kerja Keras? Ya. Senang-senang? Ya."
Mereka minum obat ini dan mereka bisa empat jam fokus belajar...
...lalu berpesta seperti tahun 1999.
Siapa ini?
Cynthia Watson, murid di M.C. State. Dia minum WhyPhy...
...tak bisa masuk asrama, dan akhirnya jatuh dari atap.
Sekarang dia mati.
Itu dia sedang membeli narkoba di kampus. Dan itu pengedarnya.
Temukan dia dan kita temukan bandarnya.
Pak, boleh aku mengatakan...
...senang sekali dapat kasus dengan korban kulit hitam.
Kami lebih peduli karena dia kulit hitam.
Kurasa yang dia maksud kepedulian kami setara.
Kepedulian kami seri.
Tidak. Jika korbannya kulit putih, aku takkan peduli.
Satu lagi kulit putih yang tak perlu dicemaskan.
Kenapa setiap kali kau bicara aku ingin muntah?
Dapatkan pengedarnya, temukan bandarnya.
Kau baik saja?
Ya.
Hanya saja...
...aku orang pertama di keluargaku yang pura-pura kuliah.
Untungnya, kita melakukannya bersama.
Halo, kampus.
Apa kabar? Lupakan SMA.
Lupakan SMA.
Keren sekali!
Kamar ini yang terbaik!
Ranjang... Sial.
Kelihatannya itu air mani.
Itu air mani. Baiklah.
Sudah ada air mani di ranjang.
- Selamat datang di kampus. - Asyik.
Keranjang lipat.
Kotak sabun.
- Piring panas. - Kursi kantong buncis.
Kaos konyol yang menandakan kita minum alkohol.
Tiga spons mandi.
Mesin dendeng dari ibuku.
Aku tak tahu cara kerjanya.
Benda ini.
Q-tips.
Kursi kantong buncis.
- Selimut yang takkan kucuci 6 bulan. - Benar.
Perlengkapan canggih polisi.
Hak penuh mengatur dana.
Aku menolak poster itu. Itu sentuhan kekanak-kanakan.
Apa hubungannya Lamborghini dengan menyentuh anak-anak?
Lamborghini payah.
Aku punya satu pilihan. Aku dapat satu hal yang...
Kita harus sepakat.
Apa kabar? Kami tetangga di ruang seberang.
Hei, kalian berdua.
Kami Yang Bersaudara. Kenny Yang. Apa kabar?
Keith.
Katamu Yang Bersaudara?
- Ya, Ayahku Tionghoa. - Ibu kami bukan Tionghoa, dia kulit hitam.
Dia benar-benar hitam.
- Sehitam Wesley Snipes. - Tepat.
Kami juga bersaudara.
Dia tak bercanda.
Benarkah? Salah satu dari kalian lebih tua?
Karena ada keriput di bawah matamu. Terutama kau.
Umur kami normal untuk kuliah.
Walau kau lebih tua, tak apa-apa.
- Gadis-gadis di sini suka pria lebih tua. - Benar.
Ada gadis-gadis gemar bercinta di sini, terutama saat liburan musim semi.
Aku suka liburan musim semi. Tapi aku harus bilang...
...aku sudah bercinta dengan seribu gadis,
tapi pada akhirnya, kau ingin hubungan lebih dalam.
Ya, testikel lebih dalam. Bersamaan. Belikan aku Coke.
Sial, kita masih bicara bersamaan.
Ini hebat! Wortel. Roti gandum hitam. Tongkat menyala. Kembar!
Itu keren.
Itu gila. Kami juga punya hubungan saudara seperti itu.
- Siap? - Ya.
- Bajak laut, Kaki bayi! - Penjepit kertas! Pisang!
- Matahari! Marah! - Aku tidak tahu! Kata-kata!
- Pasir isap! - Sepatu!
Bum!
- Itu hebat. - Mengagumkan.
Itu bagus.
Ini akan menyenangkan. Sama seperti terakhir kali.
Jika seperti terakhir kali, kau akan bersenang-senang dan aku tidak.
Tidak. Kau juga akan bersenang-senang. Akan kupastikan. Kau tertembak untukku.
Benar, itu sakit, tapi aku siap mengulanginya.
Tidak. Ini giliranku. Aku utang nyawa kepadamu.
Kamar mandi umum.
Sial.
Aku tak mau buang air selama di sini.
Aku tahu.
- Hei, apa kabar? - Apa kabar?
- Apa kabar? - Apa kabar?
Aku lelah karena menciptakan Facebook
atau situs apa pun yang digunakan seumuran kita.
Mereka masih punya buku? Kupikir mereka menaruh buku di komputer.
Anak-anak menumpuk buku untuk sembunyi dan bercinta.
Kita pergi ke semua kelas dan kegiatan Cynthia,
cari tahu tentang narkoba dan siapa pengedarnya.
- Seperti terakhir kali. - Persis seperti terakhir kali.
Di kelas Seksualitas Manusia,
kau boleh bercinta atau hanya menonton orang bercinta?
Tidak dua-duanya.
Lalu kenapa kuambil?
KELAS/KEGIATAN CYNTHIA WATSON Psikologi 101
Kita pernah dengar pernyataan, "Kesan pertama penting."
Aku punya kesan pertama untukmu.
"Oh, kalian suka psikologi?" Tracy Morgan.
Tidak ada yang suka?
Kerja keras dan bersenang-senang, benar?
- Kau mencari WhyPhy? - Ya, itu akan menyenangkan.
Pergi ke markas polisi dan minta kaptenmu untuk...
periksa ruang bukti, karena kau seorang polisi.
Kurasa kau salah.
Kau memakai lencanamu.
Kau sudah periksa lencanamu? Dia polisi.
Aku tak melihat ke bawah.
Sejarah 135 - Perihal Pemerintahan
"Profesor Jacobs, bukankah sejarah terjadi tempo dulu?"
Sejarah terjadi setiap hari.
Kelas ini membosankan.
Kalian suka futbol?
Tidak, ini laptopku. Aku sedang buat catatan.
Aku bercanda. Ini bola.
Tn. McQuaid?
Ikatan kovalensi.
Apa hasil dari Perang atas Narkoba?
Kenapa tanya aku? Aku bukan polisi.
Karena ini seminar kuliah dan beginilah cara kerjanya.
Profesor berkomunikasi dengan murid-murid.
Gesekan menimbulkan api. Itu mengarah kepada pembelajaran.
Semakin sulit menemukan narkoba, kujamin.
Harga kokain turun 70% dalam 30 tahun terakhir.
Berarti pengedarmu menjual barang tidak bagus.
Tn. McQuaid, kuliah bisa menjadi tempat indah.
Tempatmu menentukan jati dirimu...
...bukan berpura-pura menjadi orang lain.
Yang bisa dilihat semua orang.
Kau harus memutuskan, "Apa aku terus melakukan hal sama...
...atau memilih jalan berbeda dan...
...pertanyakan pendirianku?"
Aku tak punya pendirian sebelumnya.
Kenapa kau bicara seperti ini?
Itu jawaban yang kuinginkan, Tn. McQuaid!
Aku ingin kau pertanyakan kata-kataku!
Itulah dasar dari seluruh pelajaran ini!
Itu keindahan dari kuliah... kau boleh bicara sesukamu.
Menjadi siapa pun yang kau mau!
Aku punya masa jabatan. Aku boleh bicara sesukaku.
"George Washington lesbian kulit hitam."
"Menara Eiffel terbuat dari mainan seks."
Mereka tak bisa memecatku. Aku tak bisa disingkirkan.
"Aku tidur dengan dua muridku." Sungguhan.
Seperti yang kaulakukan sebelumnya, aku ingin kau...
...bicara sesukamu.
Bicaralah sesukamu.
Fieto.
"Fieto". Bukan sebuah kata, tapi kuterima!
Kau boleh berbuat sesukamu dengan hidupmu, Tn. McQuaid.
Kau akan gagal di kelas ini jika kau tidak menjadi dirimu sendiri.
Tolong jawab SMS-ku.
Kontes puisi "Malam Panggung Umum".
Kita punya waktu hanya untuk satu pertunjukan improvisasi lagi?
Untuk satu ini, kita butuh banyak saran.
Tolong isi bagian kosong dalam kalimat, seperti ini:
"Aku lapar, andai aku punya..."
Tampon!
Baiklah, tapi kami mau makanan agar masuk akal. Lebih menyenangkan begitu.
Kita coba sekali lagi. "Aku harus pulang agar bisa beri makan..."
Ereksi!
Lupakan, mainkan saja.
Gadis itu di kelas psikologiku.
Dia cantik. Bicaralah kepadanya.
Ikut aku.
Jangan penakut dan bicaralah kepadanya.
Berikutnya yang naik ke panggung ialah...
Kurasa kita satu kelas psikologi.
Oh, ya. Hai.
Pil! Pil! Rekening! Pil!
Rekening! Pertanda waktu yang berirama.
Amanda Bynes.
Akhiri sirkus Raggedy Andy Komplotan tak bermoral!
Kalian kelompok improvisasi, kan?
Kau orang yang punya saran buruk.
Ya. Terima kasih kembali.
Teman-teman, berikutnya Lady J.
Cynthia, gadis yang tewas itu. Dulu dia sering kemari, kan?
Tempat ini bernama "Areolas."
Kau kenal dia?
Ya. Kamarnya di seberangku.
Kenapa kau peduli?
Aku menulis...
...tangan-tangan orang serakah!
...puisi untuk menghormatinya. Baru mulai.
- Benarkah? - Ya.
Bukankah lebih baik buat persiapan dulu...
...memastikan agar lucu dan tidak malu?
Itu yang dilakukan orang. Itulah komedi spontan.
Itu yang harus kaulakukan, karena itu lucu.
Puting cokelatku akan menghasilkan Susu putih ketika menyusui
Apa pendapatmu?
Kurasa puisinya sangat kuat.
Baguslah kau bilang begitu, karena menurutku juga kuat...
...ketika gadis itu bicara tentang putingnya.
Baik. Ada lagi yang ingin berbagi?
Kita lihat kemampuanmu.
Kau bisa berpuisi?
Bisa, dan akan kulakukan.
Ada yang bersedia!
Baik, ada yang bersedia. Beri tepuk tangan.
Naiklah ke sana.
- Jangan tegang. - Lihat saja, puisinya bagus.
Puisi ini masih dalam proses.
Jadi...
Kontes puisi!
Berteriak!
Marah!
Banyak melambaikan tangan!
Sudut pandang spesifik pada suatu hal!
Cynthia!
Cyn-thee-uh!
Yesus mati untuk Sin-thee-uh!
Yesus menangis.
Kawin lari.
Julia Roberts!
Julia rob...
...sakit.
Cynthia!
Cynthia.
Kau mati. Kau sudah mati.
Kau sudah mati!
Puisi ini untuk Cynthia... yang sudah mati.
Aku tak dapat petunjuk.
Aku dapat. Kudengar kau bisa dapat WhyPhy di kampus, di mana saja, kapan saja.
Maksud mereka obat WhyPhy atau Wi-Fi untuk Internet?
Dasar otak bodoh.
Kenapa terakhir kali kita menemukan pengedar dengan mudah?
Nomor teleponnya ada di stiker.
Ayo cari stikernya.
Kurasa orang ini tak punya stiker.
Kita butuh bantuan. Kita butuh saran dari pakar.
Kau menembak testikelnya!
- Kutembak testikelnya. - Ya!
"Tembak testikelnya."
Ternyata Turner dan Hooch!
Astaga, kau terlihat bugar!
Hei! Kau harus minta saran darinya!
Lihat otot dada itu. Seperti itulah yang harus kaumiliki.
Apa kabar, Eric?
Tn. Walters, kami harus...
...atau aku harus minta maaf untuk...
Menembak testikelku?
Jangan khawatir. Aku dibebaskan! Sungguh!
Mereka memberiku kemaluan wanita.
Keren. Mau lihat?
Tidak! Tidak, tidak.
Eric sudah lihat. Eric sudah merabanya! Benar, Eric?
Keluarkan aku dari sini.
Coba tebak? Aku pelampiasan Eric.
Itu tidak benar.
Ya! Benar!
Aku pelampiasanmu!
Astaga. Maafkan aku, sayang.
Aku tak bermaksud. Kau tahu itu.
Aku menyebalkan ketika Bibi Flo datang.
Aku berdarah banyak, gila sekali!
Seperti adegan lift dalam "The Shining".
Kemaluanmu tak berfungsi.
Berfungsi untukmu semalam!
Jelas kau memaksa Eric dalam hubungan ini.
Eric, apa aku memaksamu?
- Ya. - Benar, kan?
Kami menyamar di kampus untuk mencari pengedar obat baru.
Tak ada yang mau bicara.
Karena kau tampak seperti polisi. Anak kuliah tidak bodoh seperti Eric.
Mestinya aku masuk di Berkeley.
Mereka memberi kami sebuah foto.
Itu petunjukmu, bodoh! Mulailah dari situ!
Tapi kami tak bisa lihat wajahnya untuk mengenalinya.
"Kami tak bisa mengenalinya."
"Aku Schmidt. Celanaku penuh kotoran."
Itu kau.
Tidak terdengar seperti aku.
Kedengarannya memang kau.
Tidak terdengar seperti aku.
Itu bukan bukan kau.
Tidak terdengar seperti aku!
Eric! Tutup matamu dan katakan siapa yang bicara!
Schmidt sedang mengejek.
Itu bukan tiruan yang bagus.
Kalian memang hebat. Kau perhatikan fotonya tidak?
Ada pantulan.
Orang yang kau cari punya tato.
Temukan tatonya, kau dapat pengedarnya.
Entahlah. Aku buat banyak tato bodoh untuk anak teler.
Kau ingat tato bodoh itu?
Bazoka? Rasanya kubuat untuk seorang pemain futbol.
Pria dengan Mohawk merah. Entah, mereka semua mirip.
Kurasa aku tahu siapa yang dia maksud.
Enyah kau! Enyah, pemain figuran!
Sulit berjalan kalau memakai ini.
Aku suka hari uji coba!
Hebat.
Waktu yang aneh untuk menggunakan Q-tip.
Kalian semua payah!
Kau tak perlu melakukan ini.
- Aku tak mau kau terluka. - Tidak akan.
Maafkan aku.
- Tak usah khawatir. - Kau yakin?
Tak apa, akan kuambil.
Kuambil.
- Biar kuambil. - Tidak, aku saja.
- Tidak, kuambil. - Biar kuambil.
Maaf. Q-tipku ada di dagingmu.
Tidak, dagingku ada di Q-tipmu.
Ini jadi roti isi model baru.
Ini Q-tip daging.
Ini Q-daging.
Kalian mau roti ini? Ini roti Q-daging.
Aku dan orang ini makan roti Q-daging.
Kau lucu. Siapa namamu?
Brad. Tunggu...
Ya, namaku Brad.
- Aku Zook. Senang bertemu denganmu. - Sama-sama.
Biru 20!
Biru 20!
Sekarang kau suka uji coba?
Tanganmu baik saja? Mau lepaskan penutup lenganmu?
Tidak apa-apa.
Astaga. Tangkapan yang bagus.
Lemparan bagus.
Jika kau lihat pertahanan sejauh itu dariku, oper bolanya lebih cepat.
Aku tak tahu kau bisa lari secepat itu, Bang.
Itu aneh, karena dia abangku.
Kami ada pesta perkenalan di Zeta.
Entah apa kau suka, tapi kau bisa mampir dan bertemu yang lain. Pasti asyik.
Mungkin kami datang.
- Kalian akrab? - Ya.
Ini adikku.
Itu lucu. Kau lucu.
Benarkah? Wah.
Ya, tentu. Kau juga boleh datang.
Lihat saja nanti.
Kau mengabaikan kata-kataku tadi.
- Tangkapan bagus. - Ya. Baiklah.
Bisa jawab itu? Ada apa dengannya?
Kita hanya perlu tinggal cukup lama untuk memastikan Rooster punya tato bazoka.
Menurutmu sebaiknya kau ikut?
Dia hanya mengajakku. Aku tak mau salah mengawali persahabatan dengan orang ini.
Kau berlebihan. Kita selalu melakukan semua bersama.
Tapi singkirkan kerang puka itu.
Keadaan sudah berbeda sejak kau tidak kuliah.
Hei, Brad!
Apa kabar, kawan?
Puka yang sama, kawan!
- Bros puka. - Astaga!
Baju kita sama.
Celana juga?
Sudah kuduga kita akan akrab.
Sekalian ikat kemaluan kalian jadi satu dan menikah.
Apa kabar, kawan?
Kau kelihatan hebat.
Apa kabar, Rooster?
Aku suka pukanya.
Terima kasih. Aku tak percaya ini sama...
Apa kabar, Rooster?
Rooster mau ambil minum. Awasi dia.
- Kau merasa prima? - Sangat prima!
Apa kabar?
Apa kabar? Aku Rooster.
Oh. Ya, kita bertemu tadi.
Masa? Aku tak ingat. Wajahmu pasti biasa saja.
Ya. Mereka memanggilku Si Wajah Biasa.
Mereka memanggilmu begitu?
Kau punya seni tubuh atau tinta yang bisa kulihat?
Itu pertanyaan yang acak.
- Senang mengobrol denganmu. - Senang bertemu denganmu.
- Apa yang kaulakukan? - Kau serius?
Kau bersikap aneh.
Kau bersikap aneh.
Kubilang, "Apa benar yang kudengar?"
Si peramal bilang begitu kepadamu? Gila sekali.
Kau mau melihat atap?
Ya, aku mau lihat. Ayo.
Ayo ke atap!
Ayo! Kau bisa! Ayo!
Aku sangat rindu memanjat! Ayo!
Baiklah...
Sekali lagi.
Aku mau pulang. Aku tak bisa parkur, jadi...
Baiklah.
Hei, Maya Angelou!
Puisi... aku mengerti.
Tertawakan jurusan puisi.
Kurasa kau tak tertarik punya pekerjaan serius nanti.
- Benar-benar tidak. - Tidak. Benar, kan?
Bagaimana denganmu?
Aku jurusan seni.
Kau tak bisa bicara macam-macam karena...
Tidak bisa.
...kau takkan dapat banyak uang juga.
Aku takkan dapat uang banyak. Jadi jangan beri tahu orang tuaku.
Saat bicara dengan orang tuamu nanti malam,
takkan kuberi tahu tentang jurusanmu.
- Terima kasih. - Kembali.
Baiklah, jurusan seni...
...apa pendapatmu tentang itu?
Menurutku...
...dua makhluk ini...
...saling bersandar dengan seimbang. Jika yang satu jatuh...
...mereka berdua jatuh, jadi...
...pahatan ini tentang...
...dukungan.
Kau tak bisa akui pahatan itu mirip testikel.
Persis seperti itu.
Jadi... ada orang yang mendukungmu?
Tidak, aku tipe orang yang suka sendirian.
Kita sama. Aku suka sendirian.
Aku paling ahli sendirian.
Aku suka duduk di sebuah ruangan...
...dan hanya berpikir, dan terlintas,
"Aku sendirian dan apa ada yang akan mencintaiku?"...
...atau apalah, dan,
"Apa ada yang peduli jika aku keluar dari ruangan ini?"...
...atau apalah, dan...entahlah, pokoknya tenang sekali. Aku suka.
Kalau tak mau sendirian malam ini,
kami berkumpul di gedung seni, kalau mau ikut.
Baiklah. Baik.
Baiklah. Baik.
Malam ini pasti berjalan di luar dugaanmu.
Aku tak menduga malam ini berjalan tak seperti dugaanmu.
- Mengerti maksudku? - Sangat.
Kalian sering di sini?
Ya. Kami tak suka pesta asrama.
Kami suka duduk-duduk, minum anggur dan membahas hal-hal penting.
Bercinta dan teler sepanjang hari.
Itu dua hal favoritku.
Lukisanmu seperti versi kurang menarik dari...
Picasso?
- Kau membaca pikiranku. - Banyak yang bilang begitu.
Itu kamar Cynthia Watson.
Baru pukul 2. Kupikir sudah larut. Mau masuk?
Baru pukul dua? Biasanya aku makan malam pukul 2 pagi.
Tentu. Kenapa tidak?
Aku akan melakukannya. Hanya butuh sudut yang tepat.
Kawan, hentikan.
Tiang gawang bodoh!
Itu mustahil. Kau takkan bisa.
Penggemar suka berlarian ke lapangan
usai menang untuk merubuhkan tiang gawang...
...maka Pelatih menyemen tiangnya.
Mereka masih mencobanya, tapi tidak berhasil.
Lupakan tiang gawang ini. Kalian diam saja di situ...
...karena tiang ini akan rubuh!
Apa itu?
Tatomu. Apa itu di sana?
Ini?
Ini regu SMA-ku dulu, Plainview Red Herrings.
Lihat caranya berenang.
Sial.
Apa?
Itu benar-benar maskot SMA yang unik.
Tunggu, teman-teman.
Datanglah ke latihan hari ini.
Kau cukup baik untuk bergabung dengan regu.
Aku tak boleh main futbol di sini.
Aku hanya di sini untuk menyelesaikan tugas dan pergi.
Ya, sekolah memang penting, tapi...
...saat aku mengoper bola ke arahmu...
...seolah aku tahu kau akan ada di mana sebelum kau ke sana.
Dan aku dapat penglihatan tentang diriku...
...melempar bola touchdown kepadamu.
Lalu para penggemar mulai...
McQuaid! Zook!
Mereka menyanyi dan menyanyi...
...lalu tiang gawangnya rubuh.
Kawan?
Aku punya penglihatan yang sama seumur hidupku.
- Kawan. - Kawan.
- Saudara. - Saudara.
- Kawan. - Saudara.
Kawan!
Kita bisa wujudkan. Kau hanya perlu bergabung.
Ya. Kenapa tidak?
Bagus!
- Asyik, kawan. - Asyik, kawan.
- Apa itu? - Tatoku.
Ya! Lihatlah.
Itu aku. Zook. Punya lengan bazoka. Paham?
Aku senang kau bergabung dengan regu ini!
Apa kabar?
- Apa kabar? - Hai. Baik.
Bagaimana...
Bagaimana seksnya? Bagiku menyenangkan. Saat yang menyenangkan.
Ya, benar.
- Aku menikmatinya. - Ya.
Ini sebabnya aku tak minum alkohol.
Hei, apa kabar?
Baik. Aku tak mendengarkan kalian berzina semalaman.
Menusuk dan memompa.
Kurasa pinggulmu patah.
Aku hanya bilang,
semua asyik sampai kau bangun dan di sampingmu ada siswa baru umur 40.
Umurku 19, jadi...
19 menit terlambat untuk main kartu?
Tempatmu bertemu teman-teman tuamu di taman?
Ya, itu maksudku.
Maya, lihat. Dia belum pikun. Mengagumkan.
Ceritakan tentang perang... yang mana saja.
Suara klimaksmu terbesar yang pernah kudengar.
Seperti penyiram air berumur 30 tahun yang menyala pertama kalinya.
Baiklah...
Senang mengobrol denganmu.
Kau orang yang menyenangkan.
Senang bertemu denganmu.
Astaga!
Kelihatannya dia ramah.
Dia menyebalkan.
Tadinya dia teman sekamar Cynthia.
Aku kasihan kepadanya, maka kutawarkan sekamar.
Mungkin kau banyak urusan hari ini.
- Benar? - Tidak.
Oh. Baiklah.
Aku ingin kau tahu, aku bukan lelaki yang bercinta lalu pergi.
Aku lelaki yang bercinta, terus bercinta...
...secara fisik dan emosi.
Kau akan bersikap aneh soal ini?
- Kau terima kita sekadar bercinta? - Ya.
Aku senang kau mengatakan sesuatu.
- Entah apa aku menyukaimu saat tidak teler. - Aku tahu! Dan aku tidak sakit hati.
Baiklah, jadi...
...aku akan pergi. Nanti aku kirim SMS.
Seksnya luar biasa. Kau pandai.
Aku kirim SMS dalam 3 sampai 5 menit?
Baiklah.
Apa ini?
Ini omong kosong! Kalian macam-macam lagi di sekolah?
Kita harus membayar program ini! Kita butuh hasil!
Tidak. Kami mencari tato ini dengan agresif.
Atau mungkin tato itu jalan buntu.
Apa-apaan?! Ini kasus yang sama! Lakukan hal yang sama!
Ini bukan kasus yang sama, karena...
...salah satu dari kami bercinta semalam.
Schmidt?
Jangan bangunkan kemaluanku. Habis begadang, belum tidur.
Hebat!
Kita bicara posisi "missionary"!
Kita bicara posisi "missionary"! Kita bicara soal...
...aku di atas dan dia berbaring.
Dia cerdas. Dia jurusan seni.
Dia tidak begitu cerdas. Dia jurusan seni.
Ayolah.
- Aku akan memberimu tos, Schmidt. - Beri aku tos!
Ayo!
Kelas seksualitasku membuatku kagum.
Kau tahu aku mengejek homo di SMA?
Ya. Kepadaku.
Aku menyesal bersikap membenci homoseksual.
Kenapa kau begitu aneh dengan Dickson?
Kurasa tatonya tak seperti yang kaupikir. Banyak orang bisa punya tato itu.
Tato ini?
Tato yang spesifik ini. Sebut satu orang lain yang punya tato ini.
Sebagai awal, Zook punya tato itu.
Zook punya tato ini?!
Kurasa tatonya populer.
Apa-apaan?! Sudah lama kita mencari tato ini!
Berarti Zook pengedarnya.
Aku ingin kalian bertemu.
Sudah! Dia tidak menganggapku!
Maaf, tapi kita harus menyelidiki teman barumu.
Kita pasang kamera dan awasi kegiatannya.
Kita tak bisa masuk begitu saja ke asrama Zeta dan pasang kamera.
Ada banyak orang. Rencanamu bodoh.
Rencanaku bodoh. Itu menarik.
Jadi kau akan mengawasi kameramu sepanjang waktu.
- Oh, aku yang bodoh. - Itu bodoh.
Berbeda pasti menyulitkan.
Persis sama membuat semuanya jadi lebih mudah.
Bisa tinggalkan kami?
Kami sedang cari jalan keluar dan kami harus berfokus.
Kau takkan sulit berfokus.
Ya, ada WhyPhy di dalam Krispie itu.
Kami membuatnya untuk seluruh asrama.
Aku makan 6 buah.
Kau akan sangat berfokus, dan dalam 4 jam, kau akan teler.
Kau akan baik saja.
- Siapa yang menjual WhyPhy kepadamu? - Bukan siapa-siapa.
Cynthia memberi kami banyak dan kami buatkan dia makalah logika.
Baik, sampai nanti. Nikmati makanannya.
Mungkin ini hal baik.
Karena kita akan sangat berfokus, ayo gunakan untuk masuk asrama Zook.
- Kau merasakan sesuatu? - Tidak. Kau?
Tidak, tapi aku punya daya tahan kuat.
Aku berfokus sekali.
Aku juga sangat berfokus!
- Kau tak perlu di atasku. - Aku perlu.
- Kenapa? - Menyamar.
- Jalan! - Baik.
Ayo.
Tidak mungkin.
Jadi, tidak.
Hapus.
- Tepat. - Bagus.
Helm itu jelek sekali.
Tahu apa yang tidak jelek?
Keamanan.
- Kau sedang apa? - Memotong kaca.
Itu laser penunjuk, tak bisa memotong kaca.
Itu tidak menyenangkan.
- Aku berfokus sekali. - Ayo kita lakukan.
- Aku berfokus sekali. - Ayo kita lakukan.
- Berikan satu lagi. - Tidak ada kamera lagi.
Kau tak perlu mengebor banyak lubang.
Sempurna. Kau boleh pasang yang itu.
Kameranya habis. Sudah kukatakan 5 kali.
Baiklah, itu bagus.
Waktunya membuktikan Zook adalah pengedar.
Atau bukan pengedar.
Berikutnya ialah Brad McQuaid.
Jelas, kan? Orang ini mengagumkan.
Dia membuka kaleng bir dengan bola matanya.
Dia sangat baik.
Jadi Brad diterima.
Doug McQuaid.
Dia payah!
Dia adik Brad.
Dia selalu mengikutinya, jadi aku ragu kita bisa dapat Brad tanpa Doug.
Itu tak benar. Aku punya pacar serius.
- Aku punya firasat buruk tentang dia. - Kenapa?
Tadi aku bicara dengannya. Dia bermulut besar.
Dia bisa merusak semuanya.
Lihat, kan? Kau merusak. Kau terlalu banyak bicara.
Dia tak berbahaya. Lihat dia... dia baik.
- Wajahnya seperti anak SMP umur 30 tahun. - Dia akan baik saja.
Aku hanya bilang, anak itu payah.
Brad cocok untuk jadi rekan kita.
Dia bisa jadi bagian dari operasi kita.
"Operasi kita"?
Aku mau dengar mereka bicara baik tentang aku.
Ini omong kosong. Sial!
Ada orang di atas?
- Sudah kunci pintunya? - Sudah. Aku sudah periksa. Dua kali.
Aku benar-benar berfokus.
Sial!
- Apa dia melihat kita? - Kau ketakutan karena kita mau teler.
- Aku ketakutan karena ini bisa berbahaya! - Kita baik saja. Kita berhasil.
Sial! Tunggu!
Sial! Jangan perkosa aku!
Tolong! Apa yang terjadi?!
Apa-apaan ini?!
Aku tak bisa bernapas.
Mereka tahu siapa kita!
Mereka akan membunuh kita!
Jenko!
Kau mau ke mana?!
Kurasa kita sedang teler.
Sial! Ini teler yang buruk! Kita dapat teler yang buruk!
Kurasa kita teler, tapi...
Bukankah ini hebat?
- Telerku lebih menakutkan darimu. - Telermu seram.
- Kemarilah. Jauh lebih baik. - Baik.
Ini semacam kaca pemisah yang aneh!
Hai bola.
Jenko!
Jenko!
Akhirnya aku dapat Lambo!
Hei, Schmidt, lihat!
Lihat! Lihat!
Kakiku lelah.
Tolong! Hentikan musiknya!
Kau akan selalu sendirian.
Hei, Jenko.
- Kau mau ke mana? - Ke atas sebentar.
Jangan pergi!
Tidak. Aku terbang. Ini hebat.
Jangan pergi!
Astaga.
- Jangan pergi! - Hentikan!
Kau menarikku! Jangan menarikku!
- Jangan pergi! - Aku terbang.
Turun!
Bangun dan keluar dari mobil! Keluar!
Berlutut di tanah! Cepat berlutut!
- Kau sudah tahu, ya? - Apa?
- Ada yang ingin kaukatakan?! - Jangan bunuh kami.
Kalau tak ada yang ingin kaukatakan...
...bukalah mulutmu!
Apa-apaan?
Itu vodka?
Selamat datang di Zeta, orang baru!
Orang baru...
...malam ini...kita memisahkan yang lemah...
...dari yang kuat.
Kalau malam ini kalian gagal...
...kau sudah mati bagi kami!
Rooster...
...nyalakan obornya!
Demi Zeta!
Minum, berengsek! Minum!
Minum, berengsek! Minum!
Minum, berengsek! Minum!
Apa pun yang terjadi, kau harus menyamaiku.
Aku mau muntah.
Diam. Minum.
Mulai!
Ini dia. Ini dia.
Satu... dua...
Aku tidak sanggup lagi!
Rekornya 20 detik!
...33, 34...
...67...
...100! Astaga!
Kau pasti bisa.
Tak bisa. Ini menjijikkan. Aku tak sanggup lagi!
Sekarang, untuk bagian favoritku.
Lupakan. Aku tak mau melakukannya. Sudah cukup.
- Apa-apaan? - Apa masalahmu?
Kau yang mau ikut. Kita harus melakukan ini agar dipercaya mereka.
Ini menyenangkan! Hanya minum dan permainan yang mengikat hubungan.
Bagimu menyenangkan, bagiku tidak.
Entahlah. Mungkin kita harus...
Mungkin kita harus menyelidiki orang yang berbeda.
Kau serius mengatakan itu?
Kau mengatakan itu? Kau mau menyelidiki orang berbeda.
Entahlah. Mungkin.
Mungkin kita perlu coba hal lain.
Lebih berani dan ceroboh.
Lebih berani sebagai polisi. Dengar, aku punya akses dengan Zook.
Kami punya koneksi, dan itu bagus. Mungkin aku perlu tetap mendekatinya.
Dan kau bekerja dengan koneksimu dan kenalanmu...
...dengan teman sekamar Cynthia. Periksa apa dia tahu siapa yang jual obatnya.
Aku tidak...
...suka kita bekerja secara terpisah.
Kita masih bisa menyelidik...
...bersama.
Tapi sekarang ini penyelidikan terbuka.
Kau mau penyelidikan terbuka.
Entahlah.
Paham? Kurasa sehat bagi kita untuk mencobanya.
Baiklah.
Setuju?
Tentu.
Baiklah, sampai bertemu nanti.
Kau baik saja?
Kau tak boleh memelukku sekarang.
- Butuh uang untuk taksi? - Tidak.
Baiklah.
Aku tak tahu di mana aku sekarang.
Hei, Lauren.
Aku hanya ingin masuk ranjang dan menonton "Friends" seharian.
Beri tepuk tangan untuk Statesmen dari Metropolitan City State!
Statesmen berlari ke lapangan untuk pertandingan pembukaan...
...melawan Universitas Kampus Umum.
Kejutan hari ini... pemain uji coba Brad McQuaid...
...yang terlihat tua untuk siswa tahun pertama.
Itu karena ada hormon di susu, Bob.
Haythe mundur...
...disambung oleh McQuaid!
Yang memukul pertahanan Will Glock
bagai putih telur di resep meringue-ku yang terkenal.
Astaga, dia hebat.
Jangan ada yang bilang kepada McQuaid dia hebat.
Jika ada, dia akan meninggalkan program buruk ini.
Waktu berjalan dan kita punya waktu untuk satu permainan terakhir.
Satu lagi kerja sama bagus antara Haythe dan McQuaid.
Bahkan perayaan mereka di zona akhir terlihat kompak.
Seolah mereka punya satu otak.
Benar. Masing-masing punya setengah otak.
Penonton memasuki lapangan untuk merubuhkan tiang gawang.
Tidak akan rubuh.
Semoga berhasil.
Tampaknya M.C. State punya pasangan baru yang kuat, Zook dan McQuaid!
Aku harus melewatimu. Tak bisa melompat. Pergelangan kakiku patah.
Jenko Kau di situ?
- Apa itu? - Bukan apa-apa.
Ayo!
Fokus!
- Ayo! - Lakukan!
Aku benar-benar semangat!
Ada kaus kaki di pintu... jangan masuk!
Aku sedang bercinta dengan manusia wanita!
- Lihat dirimu! - Sedang apa di sini?
Ini Pekan Orang Tua!
Sial.
Itu bagus. Kau mengencani seseorang.
Terima kasih, Ibu. Dengar, kami sedang menyamar.
Doug!
Maya!
Ini orang tuaku.
Jadi ini pacarmu! Hai, aku Annie. Aku ibu mertuamu yang baru.
Senang bertemu denganmu.
Itu kata-kata terburuk.
Senang bertemu denganmu. Orang tuaku juga di sini.
Maya! Cepat.
Ibumu dapat meja yang dia inginkan.
Dari mana kau kenal dia?
Ayah, ini Doug, pacarku.
Apa-apaan?!
Bagaimana kelasmu, "Doug"?
Kebetulan kami di dekat sini...
Ayo kita duduk bersama. Pasti menyenangkan.
Ya. Terima kasih.
Kau suka cuacanya?
Kalian saling kenal?
Tidak.
Sulit dipercaya mengenai...
...murid dan orang tua.
Potensi saksi mata.
- Bagaimana kalian bertemu? - Aku suka pertemuan yang manis.
Kami bertemu di kontes puisi dan dia mengikutiku ke kamar asrama.
- Mengikutinya? - Oh, indah sekali.
Lalu apa yang terjadi?
Kami mengobrol dan menonton film.
Kami menontonnya dua kali.
Ini omong kosong! Berengsek... Pelayan!
Di sini kulit hitam harus berbuat apa agar dapat air?!
Beri dia air! Dia hitam, dia melewati banyak kesulitan!
Demi kebaikan putrimu, kendalikan dirimu.
Aku butuh crepe sebelum jadi gila.
Aku segera kembali.
Dari mana asalmu?
Aku lahir di Compton.
Tapi suamiku dari Northridge.
Ayo, cepat berikan.
Kalian sedang apa, menjatahkan makanan? Tambah lagi. Dua kacang panjang?
Berikan kacang panjangnya!
Aku mau telur rebus. Aku suka buah. Kau tak suka buah?
Aku suka buah.
Kotoran babi?!
Dia melampiaskannya di meja omelet.
Makanan jorok!
Dia banyak tekanan di kantor.
Menonton film? Akan kupatahkan kakimu!
Kupatahkan kakimu!
Apa kabar, Tn. Tanaman? Masuk ke sana!
- Mau bir lagi? - Ya, mau.
Kau tahu kau bisa ceritakan apa saja agar kau lega.
Kau tahu aku mendukungmu, kan?
- Apa maksudmu? - Tidak apa-apa.
Dengan semua kejadian Cynthia dan WhyPhy...
...aku tak mau kau buat kesalahan.
Pikirmu aku tak tahu yang kulakukan?
Aku tahu persis apa yang kulakukan.
Baik.
Kuberi tahu sesuatu.
- Kau bisa dipercaya? - Tentu.
Aku punya teman yang punya kenalan di UMC.
Dia pencari bakat. Divisi I.
Pemain gelandang mereka payah. Mereka tak senang. Mereka minta aku buat rekaman.
Aku ingin kau direkam bersamaku.
Tidak ada hal lain?
Lima pemain mereka masuk liga tahun lalu.
Ini bisa jadi kesempatan kita.
Kita bagaikan Dynamic Duo. Bagaikan Batman dan Robin, tapi kita berdua Batman.
Kau mau jadi apa, makelar saham? Atau polisi?
Kawan, atapmu...
...sangat tinggi.
Dan kau bisa menggapai...
...menembusnya.
Menembusnya. Menembusnya.
Menurutmu aku bisa berhasil di UMC?
Kau bisa masuk Hall of Fame.
Tidak, itu kau. Kau akan masuk sejarah futbol.
Kau juga bisa masuk sejarah futbol!
Kita akan mengguncang sejarah!
- Bagus. - Kita akan guncang!
Hanya rekaman, kan?
Aku benci ayahku!
Kau tahu rasanya selalu diperintah oleh orang semacam itu?
Aku bisa bayangkan.
Aku tak mengerti apa masalahnya denganmu.
Dickson - Apa kabar, "Doug"? Aku akan membunuhmu, "Doug".
Kau orang yang baik. Kau jujur, ramah.
Kau akan mati.
Mengapa ayahku dapat nomormu?
Entah. Mungkin dari daftar siswa.
Ayo lakukan sesuatu yang bisa mengalihkan kita...
...agar tak perlu memikirkan dia lagi.
Baiklah...
Maya...
...boleh kita mengobrol saja?
Baik. Ayo mengobrol.
Masa?!
Aku jadi Peter Pan, tapi aku terlambat.
Tampaknya kau akrab dengan saudaramu.
Ya.
Kau jenius!
- Tidak berlebihan? - Tidak!
Siswa Atlit.
Hebat!
Sepanjang malam, kawan.
Kerja keras kita takkan sia-sia. Kau tahu rekaman ini butuh apa?
Transisi bintang lagi.
Bersamaan. Traktir aku bir.
Tanggapan bagus. Pada apa?
Aku tak percaya kita bicara semalaman.
Astaga, pukul delapan! Aku ada kelas.
Kalau butuh sesuatu, ambil saja, dan...
Maaf. Sampai jumpa...
Sampai nanti.
Ini malam terbaik! Baiklah. Dah!
Sudah berapa lama di situ?
Jumlah waktu terlama yang bisa kaupikirkan.
Percakapan kami bukan untukmu. Itu privasi.
Aku harus duduk di sini dan pura-pura tak dengar semua masalahmu?
Kau punya 99 masalah. Tapi menjadi muda bukan salah satunya.
Kau cemburu karena aku dan Maya punya hubungan.
Aku juga akrab dengan kakekku.
Kau lebih kacau dari Cynthia,
padahal dia menemui psikiater sekolah tiga kali seminggu.
- Kenapa? - Entah. Tapi ia memberinya banyak pil.
Mungkin ia bisa berikan sesuatu untuk wajah tuamu yang aneh.
Baiklah.
Kau terlambat.
Aku sibuk dengan penyelidikan.
Ini kantor ahli terapi Cynthia. Ini penyelidikan kita.
Awasi pintu.
Hanya itu keahlianku, mengawasi pintu?
Dapat.
"Pasien menunjukkan paranoid akibat obat."
Zook - kau di mana? Aku segera datang.
Pintu, pintu.
Aku tak tahu ada janji temu pukul 9.
Ya, kami janji temu jam sembilanmu.
Dan kami sudah sembuh. Terima kasih. Kau dokter yang hebat.
Pikirmu kau pasangan pertama yang kemari mencari pertolongan...
...dan kabur begitu berhadapan denganku?
Tahu dari mana kami pasangan?
Dia tidak tahu.
Kuduga kalian pasangan.
Hubungan perlu dibina terus-menerus.
Kupikir kami belajar itu di SMA.
Jadi kalian pasangan sejak SMA. Sudah kuduga. Silakan lanjutkan.
Dok...
...kadang aku merasa ia tak berusaha lagi. Seolah tak ada yang perlu diperjuangkan.
Kadang aku merasa kami harus seperti Yang Bersaudara.
Atau aku lebih mirip Zook.
- Diam kau. - Kau yang diam.
Kau egois.
Kalian banyak bicara kasar.
Kadang aku ingin pasienku melakukan kontak fisik.
Cobalah berpegangan tangan.
- Baik. - Aku tidak mau.
- Benar, kan? - Ulurkan tanganmu.
Dia sedang menjangkaumu.
- Dia tak mau berpegangan. - Aku tak mau.
Aku ingin kau melakukannya.
Dia tak mau pegang tanganku.
Kau harus genggam. Jika tidak, itu bukan pegangan tangan.
Atau kita berteman saja, bukan pasangan.
Terasa baik, kan?
Kau lihat ini? Ini kuat.
Inilah yang aku ingin miliki.
Ini.
Aku ingin memiliki hal yang sama...
...tanpa harus melakukannya.
- Kau malu akan pasanganmu? - Sama sekali tidak.
Lalu kenapa kalian mengeroyokku? Keroyok dia.
Serius. Dia selalu menempel.
Dia takut menjadi dirinya sendiri.
Aku tahu Zook temanmu dan kau tak mau dia bersalah, tapi dia orangnya!
Dia bukan orangnya. Aku pasti tahu.
Kadang kita menempel pada sesuatu karena terasa akrab dan nyaman.
Aku mengajar sebuah prinsip bernama pelekatan.
Lihat faktanya! Zook punya tato itu! Dia kenal Cynthia!
Pertama kalian bertemu, kaujatuhkan roti di kakinya dan dia tersenyum kepadamu...
...tapi kau tak mau menerima fakta...
Apa itu pelekatan?
Pelekatan adalah...
...kecenderungan kita menerima
sebagian informasi pertama yang kita terima...
...dan mengabaikan informasi yang berlawanan.
Diam. Aku sedang berpikir.
Menurutmu ada kemungkinan...
...kita melekat?
Seperti ketika kita teler?
Baik. Kusarankan...
Kau boleh pergi. Enyahlah.
Keluar. Kau dengar dia.
Sesi ini ada perubahan.
- Satu, dua... - Sesi yang bagus.
Pertama kita melihat foto Cynthia membeli WhyPhy...
...Dickson bilang, "Orang ini pengedar."
Itu dasar penyelidikan kita, tapi bagaimana jika Dickson salah?
Kita abaikan semua petunjuk lain?
Bagaimana jika Cynthia bukan pembeli? Bagaimana jika dia pengedarnya?
Kapten, ada hal penting yang ingin kami katakan.
Kapten?
Kau memakai Kevlar?
Tuan-tuan, kita takkan duduk di sini...
...dan pura-pura tak ada gajah besar di ruangan ini.
Apa yang terjadi?
Inilah yang terjadi.
Sial! Sial!
Sial! Tidak!
Itu tidak terjadi! Tidak!
Dengar, semuanya. Dia bercinta dengan putri Kapten!
Setiap kali ia mengatakan itu...
...berarti satu tendangan lagi di bokongmu.
Schmidt, ini berita terbaik!
Schmidt bercinta dengan putri Kapten!
Schmidt bercinta dengan putri Kapten!
Schmidt bercinta dengan putri Kapten!
Sial!
Kau bercinta dengan putri Kapten Dickson?!
Kau menyombongkannya di depan dia!
Benar-benar di depan dia. Kau paham...
...kau menyombongkannya di depan wajah ini?
Kau beri tos kepada Schmidt untuk bercinta dengan putrimu.
Astaga!
Astaga! Ini...
Ini tidak lucu.
Aku hanya ingin bilang...
...rasanya aneh...
...kau tak bilang putrimu kuliah di M.C. State.
Rasanya aneh aku belum memotong testikelmu.
Bagaimana kalau Kapten meninju wajahmu...
...sekali saja, benar-benar keras?
Tidak.
Aku punya hukuman yang lebih baik.
Kau pikir Cynthia pengedarnya?
Bagaimana kita bisa menahan pengedarnya jika dia sudah mati?
Kita harus berhenti menangani kasus ini seperti yang terakhir kali.
Kita punya masalah lebih besar... tidak ada dana lagi.
Apa? Kukira kita punya Cate Blanchett.
Cate Blanchett?
Kukira Cate Blanchett mengurus dana.
Maksudmu "carte blanche".
- Yang itu. - Selamat datang, bodoh.
Tadinya kita punya hak mengatur dana. Tidak lagi.
Kau dapat kejar-kejaran yang mahal itu...
...perlengkapan mahal, kantor ini...mirip tempat...
...milik Iron Man. Itu mahal!
Aku pakai sepatu senilai $800 dan kau tak bisa melihatnya!
Sekarang kalian akan diawasi.
Kuperingatkan, temukan bandarnya, tapi jangan gunakan uang kepolisian lagi.
Aku minta maaf tentang Zook. Kau benar, dia bukan pengedarnya.
Bagus. Kau minta maaf. Apa gunanya?
Kita tak punya petunjuk. Sekarang bagaimana?
Pekerjaan polisi.
PENYELIDIKAN POLISI
Jangan lempar mainan seks orang mati kepadaku! Kita sedang bekerja.
Anak-anak tak suka baca buku lagi, kan?
Kurasa mereka tak tahu caranya membaca.
- Perpustakaan! - Tempat buku!
Perpustakaan.
Bandar menaruh narkoba di buku perpustakaan,
tempat yang tak dikunjungi orang lagi.
Dan pengedar memeriksa bukunya.
Kita akan menangkap bandarnya!
Tunggu.
Ada apa, kawan?
Kau di mana? Kami sedang pemanasan. Pertandingan akan dimulai.
Baiklah. Aku datang.
Apa? Jangan buat aku menunggu.
Aku harus pergi atau samaranku terbongkar.
Kau bisa sendirian. Aku akan kembali dalam 2 jam. Kau pasti bisa.
Kau membuatku cemas.
Sebut nama! Nomor! Sebut nama! Nomor!
Warna, warna! Nomor!
Kupikir jika seseorang ingin menunjukkan operasi
mereka, setidaknya mereka tepat waktu.
Lihat sampah ini!
Aku rindu masa-masa...
Kenapa dia di sini?
...saat orang menjual narkoba biasa.
Ghost di sini.
Apa ini? Permen jeli? Sampah!
McQuaid melintasi pertahanan.
Ini tipuan! Kedua pemain ini benar-benar saling melengkapi!
McQuaid mengumpan jauh ke dalam ke arah Haythe.
Dan dia menciptakan Touchdown!
Keduanya buncis dalam satu kelopak,
tapi alih-alih bola hijau, mereka pemain futbol manusia.
Kau mengabaikanku?
Beri tepuk tangan lagi, MC State, untuk Dynamic Duo!
Sial, saudaraku butuh aku lagi.
Kau tahu, kesetiaan memang bagus...
...dan aku mengaguminya, dan aku tahu dia saudaramu.
Tapi jangan biarkan dirimu dibebankan oleh orang yang tak mau melepaskanmu.
JENKO! KUMOHON!
Aku mau buang air kecil.
Anak ini tak sopan membuat kita menunggu.
Kau bisa diam?
Ada apa dengan narkoba klasik tahun'90-an? Heroin, kokain.
Aku di sini. Senang?
Ghost ada di situ. Dia mau bertemu pengedarnya.
Periksa itu.
Jangan berisik!
Diam.
Ada apa ini?
Kau sedang mengganggu oral seks.
Oh, kemaluanku mengeras!
- Ada apa? - Tak apa. Hanya sepasang homo.
Apa katamu? Kau sebut kami homo?
Dia bilang kau mengisap kemaluannya.
Ini tahun 2014. Kau tak bisa pakai kata "homo".
"Gay" boleh. "Homoseksual," mungkin.
Mungkin "homoseks" kalau mereka punya selera humor. Tapi aku tidak.
Dia ikut kelas seksualitas, dia pikir dirinya Harvey Milk.
Astaga! Bisa dukung aku sekali saja?
Sesekali gunakanlah kepalamu.
Gunakan kepalaku? Baik.
Apa kabar, berengsek? Ingat aku? Aku mimpi buruk terbaik...
Aku mimpi burukmu yang terseram.
Ingatanku bermasalah. Belakangan ini memburuk.
Kau polisi itu?
Benar. Dan kalian ditahan.
Mana pistolmu?
- Apa? - Kau punya pistol?
Tidak. Tidak punya.
Karena kami punya.
Kenapa tidak jatuhkan pistolmu dan berkelahi dengan jantan?
Karena...
...kami punya pistol.
- Schmidt, lari! - Tangkap mereka!
Sial!
Seberapa sulitnya? Tembak mereka!
Sial!
Tembak mereka!
Lewat sini lebih cepat.
Schmidt!
Cepatlah!
Cepat!
Berhenti berteriak! Kau menggangguku!
Ayo!
Aku tak bisa lompat! Aku bukan Spider-Man!
Aku akan ambil mobil!
Tangga jauh lebih cepat.
- Itu mobil yang kaudapat?! - Maaf bukan Lambo. Naik.
- Mereka masih mengejar kita? - Ya, masih!
Kenapa kaulakukan itu tadi? Kita hampir menangkap bandarnya.
Jika kau diam saja, orang akan terus merendahkanmu!
Kau bisa berbuat sesuatu agar kereta ini lebih cepat?
Sial.
Awas, awas!
Dia di dalam helm bermesin.
Kita tak boleh merusak lagi! Tak bisa buang-buang uang kepolisian lagi!
Awas mesin uang kontan!
- Lewat mana?! - Mana pun yang murah!
Kau ke kanan?!
Kau lewat taman pahatan dan bukan tempat parkir? Kau tahu berapa mahalnya?
Mereka menabrak semuanya!
Itu keren, tapi buang-buang uang!
Mereka menghancurkan semuanya!
Kapten akan membunuh kita!
Apa yang harus kita lakukan?
- Kita hindari mereka di lab robotika. - Apa?
Kita sudah merusak semuanya!
Ada banyak barang mahal di dalam!
Sial!
Mereka ke stadion!
Ada yang perlu kukatakan.
Aku ditawarkan bea siswa untuk main futbol di sini tahun depan.
Zook bilang aku bisa sekamar dengannya. Jadi...
...kupikir aku akan melakukannya, mungkin.
Kau tak bisa jadi polisi dan main futbol di sini.
Aku tahu. Tapi tak ada gesekan antara aku dan Zook. Kami persis sama.
Jika kau mau keluar, bilang saja.
Aku tidak mau keluar.
Tapi saat aku di lapangan futbol dan aku
lompat untuk menangkap, aku merasa bisa terbang.
Saat bersamamu, rasanya kau menarikku turun.
Kuharap kau bisa terbang bersamaku.
Statesmen menang, 34-14.
Para penggemar berlari ke lapangan!
Jenko!
Astaga!
Remnya blong! Minggir!
Kau harus lompat! Lompat!
Sial!
Ayo, Bos. Kita harus pergi.
Kau ditahan.
Aku polisi. Bawa saja aku dan nanti kujelaskan.
Tidak, dia pelajar. Dia tak berbuat apa-apa.
Tunggu. Apa yang kaulakukan?
Aku buat keputusan untukmu.
Tetaplah bermain futbol.
Aku tak bisa memberimu perasaan yang sama seperti mereka.
Mungkin persahabatan kita hanya sesaat saja.
Kawan, ini saat terbaik dalam hidupku!
McQuaid! McQuaid! McQuaid!
Hai Maya Angelou!
Terima kasih sudah membohongiku.
Lam-bros! Ya!
Brad McQuaid! Brad McQuaid! Brad McQuaid!
- Apa kabar, Tuan? - Baik, terima kasih.
Masih menunggu orang lain atau hanya Anda?
Mungkin ada yang datang, tapi aku bisa pesan tanpa mereka.
Kami telah mengenali dan menangkap Dr. Karl Murphy...
...yang ditemukan dengan residu WhyPhy di kantornya...
Omong kosong.
...dan punya kaitan dengan almarhum.
Persis seperti kasus baru-baru ini di sebuah SMA.
Persis sama.
Kasus ini ditutup.
Kau tahu tujuanmu setelah lulus dari sini?
Kau tak boleh melempar batu.
- Apa? - Kau tak boleh melempar batu.
MC STATE "WHYPHY" - DITUTUP
Lobster untuk satu orang. Cukup untuk satu orang saja.
- Kutemukan sesuatu di kasus WhyPhy. - Keluar dari kantorku.
- Pak, kau... - Kita menangkap pelakunya!
Kau mau melakukan hal lain selain olahraga?
Misalnya?
Ini hanya lobster. Jangan takut.
Lobster ini akan mencapit wajahmu.
Kita akan seperti ini seumur hidup, kawan!
Sedang apa di sini?
Aku hanya mau lihat keadaanmu.
Aku baik saja. Aku amat bahagia. Aku bersenang-senang sendirian.
Aku senang kau bahagia.
Aku juga artis solo sekarang, seperti Beyoncรฉ.
Dulu ada Destiny's Children yang lain, tapi sekarang aku...
...seorang bintang tunggal.
Aku turut senang.
Putri berkulit terang dengan impian dan suara yang indah.
Itu bagus.
Apa kabar?
Aku sangat baik.
Aku santai-santai saja.
- Kau tahu seberapa santai Zook. - Dia orang yang santai.
Bagaikan es.
Itu membuatku turut senang untukmu.
Aku hanya ingin bilang...
...aku memikirkan kasusnya dan aku takut mereka salah tangkap orang.
Aku juga berpikir bukan dia pelakunya.
Aku memeriksa latar belakang Ghost.
Aku lihat ia membayar uang kuliah untuk seorang siswa di MC State.
- Pikirmu Ghost ayah si bandar? - Mungkin.
- Itu informasi bagus. - Terima kasih.
Kudengar WhyPhy kembali dalam jumlah besar.
Ada yang membawanya ke Puerto, Meksiko, untuk liburan musim semi.
Jika itu terjadi, WhyPhy akan tersebar.
Akan tersedia di seluruh kampus di negeri ini.
Informasiku lebih kuat.
Kalau kau mau...
...kita bisa ke sana.
Bersama?
Tak usah dibesar-besarkan.
Hanya sekali ini saja.
Tanpa komitmen atau stres. Hanya sekali, untuk mengenang masa lalu.
Bagaimana dengan sekolah dan futbol dan hidup barumu yang indah?
Aku sedang libur.
Aku sedang liburan musim semi.
Terasa geli dan dingin.
Masih ada ruang untuk ini.
Granat. Kenapa kau taruh di situ?
Itu tidak bersih.
Terasa nyaman.
Ada yang terlewat.
Kau tahu ini hanya sekali waktu saja, kan?
Aku tahu.
Kau takkan bersikap aneh tentang hal ini, kan?
Sempurna.
Liburan musim semi, berengsek.
Kau tak lihat aku masuk duluan?
- Kau tidak permisi. - Kau mau duluan?
Astaga! Aku berkeringat.
Kau makan di sini?
Itu gila.
Simpan kemaluanmu. Simpan kemaluanmu!
Ke atas. Ayo.
Begini rencananya.
Kita temui semua anak-anak di liburan musim semi ini...
...buat kecanduan WhyPhy. Lalu kaubawa ke wilayahmu...
...dan jual sebanyaknya.
"Jual sebanyaknya." Lihat?
Jika kau mengkhianatiku?
Kujebak profesor psikologi karena memberiku B-.
Dia di penjara sekarang, jadi jangan macam-macam denganku.
Kita akan bangun jaringan nasional.
Jangan berisik.
Kenapa kau tak menjual narkoba klasik...
...dari tahun'90-an, seperti kokain, heroin?
Itu narkoba untuk orang tua.
Itu yang mereka pakai dalam "The Golden Girls".
Blanche memakai heroin.
Baiklah, Ayah duduk di sini saja dan diam.
Blanche tak pernah pakai heroin.
Baik, Yang Bersaudara, kau gantikan posisi teman sekamarku yang mati.
Bagus.
Yang Bersaudara, kalian teler?
- Tentu. - Ya, aku teler.
Pernah dengar, "Jangan teler dengan persediaanmu sendiri?"
Kami tidak. Aku tak melakukan itu.
Kupakai punya dia dan dia punyaku.
Aku harus jadikan kalian contoh.
Itu pistol.
Siapa yang mau pertama?
- Kau mau duluan? - Aku tak mau mati.
- Mau suit? - Itu yang akan kita lakukan.
Kami tak bisa tentukan.
- Kutembak kalian berdua. - Sayang!
Kalau mau ikut bisnis keluarga, kau butuh catatan kejahatan yang bersih.
Karena itu ada mereka yang membunuh untuk kita.
Sial. Bersamaan!
Kita harus bertindak.
Belikan aku Coke di surga. Bersamaan lagi!
- Letakkan senjatamu! - Letakkan senjatamu!
Doug?
Namaku bukan Doug, tapi Schmidt. Coba tebak? Kami polisi.
Bum.
Astaga! Semua orang tahu.
Kau mirip bintang dalam film tentang polisi berjudul "Hawaiian Dads."
Baik, cukup. Anak-anak, masuk!
Ada tamu?
- Jatuhkan senjatamu. - Kau dulu.
Senjata kami lebih banyak. Jatuhkan!
Benar juga.
Wah.
Ini rencana kalian? Kemari tanpa bantuan?
Atau mungkin kami punya rencana yang lebih besar.
Mungkin rekanku punya alat pelacak di kantongnya.
Kau yang bawa, bukan aku.
Itu satu hal yang harus kau ingat.
Kau yang cerdas. Kau yang bawa alat pelacak. Aku bagian fisik.
Mungkin aku menarikmu turun...
...tapi setiap kali ada kesempatan berbuat bodoh, kau melakukan yang terbodoh.
Tidak, yang paling bodoh ialah membiarkan dua polisi mengoceh...
...sementara polisi lain siap menyerbu.
Jadi aku yang bawa pelacaknya.
Sekarang mau apa?
Kelihatannya seperti sungguh bertengkar.
Itu improvisasi.
Selamat liburan musim semi.
Kami menembak testikel di Jump Street.
Kami juga di sini.
Kami adalah Jump Street, dan kami akan menendang kalian.
Persis di tengah bokong.
Jangan lakukan, Muka Kulit.
Dia bawa obatnya!
Ini membosankan. Tak ada yang tertembak.
Astaga! Kau tertembak setelah aku mengatakan itu?
Boleh minta senjatamu? Lebih besar.
Berhenti! Kutembak bokongmu!
Ayah?
Maya?
Sedang apa di sini? Ini baku tembak.
Kau tahu apa yang terjadi dalam baku tembak... mereka selalu menculik gadis.
- Tidak selalu. - Mercedes?
- Kau ikut aku. - Aku tak mau ikut denganmu.
Sekarang.
- Apa yang harus kulakukan? - Itu baju mandiku?
Kau hanya perlu minta. Itu sopan.
Kau menembak kakiku! Tunggu!
- Lebih cepat! - Tak bisa buru-buru. Kau menembak kakiku!
Doug? Doug!
Mercedes menculik ayahku!
Baik, akan kami kejar!
Kalau aku mati, aku akan membunuh kalian berdua, berengsek!
Sial. Bagaimana cara menangkap mereka?
Lambo.
- Polisi! - Enyahlah.
Itu Ghost!
Apa yang harus kita lakukan?
Kita harus berpencar.
Kau tidak keberatan?
- Ya, aku bisa. - Kau yakin?
Aku akan mengemudi. Kau lebih cepat berlari.
Aku tidak mengendarai Lambo?
- Tidak. - Tapi...
Siapa yang peduli soal Lambo?
- Lepaskan kuncinya. - Tak bisa. Ambillah.
Jaga dia. Dia pasti luar biasa, aku berjanji.
Bagaimana cara mengemudikannya?
Biarkan dia yang mengemudi.
Aku tak bisa masuk.
Dasar gila!
Membingungkan!
Pelan-pelan! Tanganku sakit.
Tahu siapa yang di belakang kita? Salah satu pengemudi terbaik kami.
Sial!
Sial.
Ini rumit sekali. Apa ini?
Astaga!
Gara-gara kau, aku gagal mengendarai Lamborghini!
Enyah kau, merpati!
Puerto, Meksiko, ayo semuanya berpesta!
Ini seperti mobil Batman!
Ayo, Schmidt!
Orang tua mau lewat!
Permisi!
Brad! Brad, tunggu!
- Liburan musim semi! - Aku tidak bisa.
Aku harus pergi. Nanti kujelaskan.
Sudah cukup. Kau harus melepaskanku dan hentikan semua ini.
Minggir!
Tokyo Drift!
Itu terlalu cepat, dan terlalu garang.
Cepat kemari! Aku diborgol!
Menyerahlah! Caramu parkir bagus!
Sial!
Aku segera kembali! Maaf!
Itu perintah langsung! Kemari!
Kau sangat tua dan lemah!
Jatuhkan senjatamu!
Jauhkan tanganmu yang keriput dariku!
- Dari mana kau?! - Mencarimu!
Aku berlarian seperti orang gila!
Mau berkelahi seperti lelaki? Sebaiknya kau berkelahi seperti dua lelaki.
Serius? Ada kembaran lagi?
Bangun, Pak Tua.
Pukul aku! Bangun dan pukul aku, pengecut!
Aku tak mau memukul wanita, hentikan!
Kalau kau anggap aku sebagai orang dan bukan wanita,
kau takkan keberatan memukulku.
Pukul aku!
- Aku siap. - Ayo berkelahi.
Perkelahian wanita.
- Astaga! - Apa ada darah di mataku?
Kau baik saja?
Belajarlah memukul!
Itu lebih baik, berengsek!
- Tidak! - Apa?
Apa yang kaulakukan?
- Aku?! - Kenapa kau coba menciumku?
- Aku tidak coba menciummu! - Ya, kau mencobanya.
Kau aneh sekali!
Kau meniru adegan film "Mr. and Mrs. Smith"!
Aku tidak menirunya denganmu! Ini bukan perkelahian seksi!
Dari dulu kau ingin menciumku!
Aku tak pernah ingin menciummu! Tidak pernah!
Kau melakukannya lagi!
Kau tidak seksi bagiku!
- Aku tak mau menciummu! - Maka berhentilah mencobanya!
- Kau terus mencobanya! - Aku tidak coba menciummu!
Matamu berkata "cium aku"!
Itu mata yang habis ditinju, bukan mata "cium aku"!
- Aku tidak suka kau! - Aku juga tidak, jadi berhentilah menciumku!
Baik!
Kau bersandar lagi!
Kita mau meninju atau ciuman?
Ini perkelahian yang paling tidak nyaman bagiku!
Kuberi jalan keluar dengan meninju wajahmu.
Lalu kita kembali berkelahi dan pura-pura ini
tak pernah terjadi, karena aku merasa canggung.
Ayo gila-gilaan!
Aku benci liburan musim semi!
Sial!
Kau bercanda? Itu plastik. Itu tidak sakit.
Bukan liburan musim semi yang kaubayangkan?
Bagaimana kalau ini? Mau bersenang-senang?
- Basah-basahan, sayang! - Banyak pelumas di wajahku!
Ada pelumas di wajahku!
Kau sadis sekali!
Menjauhlah kecuali mau bercinta denganku!
- Aku tak mau bercinta denganmu! - Kita mau bercinta?
- Tidak! - Itu yang sedang terjadi?
Aku tak mau bercinta denganmu!
Kau mau apa?
Mencekikku dengan tangan tuamu? Memukulku dengan tongkat jalanmu?
Aku kagum kau bisa mengejarku. Mungkin kau belum pernah...
...lari secepat itu sejak main bola tongkat di belakang toko permen Pop Wiggleby.
- Jangan bergerak. - Oh, syukurlah.
Lihat siapa yang lepas dari borgol. Kini siapa yang butuh bantuan?
Kurasa dia.
- Aku tak dapat bidikan, Schmidt. - Kalau begitu jangan menembak!
Aku mau tembakan kotor, seperti yang kaulakukan kepada putriku.
Aku tak menembak kotor putrimu.
Kami banyak mengobrol dan saling sayang!
Aku bisa merasakan semua kualitas baikmu di dalam Maya.
- Aku akan menembak. - Jangan!
Aku bisa menembus bahumu dan mengenai dadanya.
- Jangan tembak. - Aku akan menembak.
- Aku yang akan tembak. - Tak boleh ada yang menembak sebelum aku.
- Kita menembak bersamaan? - Tak boleh ada yang menembak.
Tunggu, tunggu!
Sekarang, Maya!
Astaga! Kau berhak untuk...
Biar kutangani. Kau urus Ghost. Dia di atap.
Aku saja.
Kau lihat apa?
Kau mahir dengan borgol, sayang.
Sumpah aku tidak akan mau lewat tangga lagi.
Ini aku! Ini aku!
Kau berhasil! Kau menangkap Mercedes?
- Ya. Sendirian. - Benarkah?
- Sebagian besar sendirian. - Baik.
Kau benar. Lambo itu...
Aku tak mau dengar itu sekarang.
Itu mobil yang jelek.
Ayo. Berapa sisa pelurumu?
Habis.
Pura-puralah punya peluru.
Kita harus pergi!
Kita harus menunggu Puding!
Jenko!
Ayo, Bos!
Ini, ambil.
- Kucoba menerima peluru untukmu. - Tapi kau gagal.
Kucoba. Yang penting niatnya.
Tidak, bukan niat yang penting, tapi menerima pelurunya.
Lindungi aku. Aku akan lari jauh.
Oke.
Selamat tinggal, Terminator!
Turun dari helikopterku!
Bisa jatuhkan dia?
Aku akan menangkapmu, berengsek!
Goyangkan saja tuasnya maju mundur!
Dia hanya punya satu tangan.
Aku hanya perlu satu tangan untuk menghajarmu.
Jatuhkan dia!
Jangan pengecut! Lakukan saja!
Astaga!
Aku berhasil!
Aku terlihat sangat hebat!
- Astaga, kau terbang! - Ini gila!
Kau melompat!
Kenapa kaulakukan itu?
Aku tak bisa biarkan kau menggantung!
Apa maksudmu? Aku baik saja! Peganganku kuat!
- Aku memegangmu! - Sial! Schmidt!
- Aku memegangmu! - Kau menyelamatkan nyawaku!
Aku baru menyadari sesuatu!
Kau tak menahanku, kawan. Kau mengangkatku.
Secara lisan dan kiasan!
Aku tahu. Maksudku keduanya.
Kau juga tak menarikku turun.
Kecuali sekarang. Kau menarikku turun... kau benar-benar berat.
Ada granat di celanaku. Bisa ambil?
Masuk dari bawah!
Sial!
- Inikah? - Itu kemaluanku!
- Kalau yang ini? - Itu juga kemaluanku!
- Kenapa tegang? - Adrenalinku sedang memacu!
- Yang ini? - Tanganmu menggelitik!
- Aku tak bisa menemukannya! - Itu dia! Ambillah!
Oh, tidak. Ada di mulutku!
Katakan sesuatu yang keren saat melemparnya!
Satu, dua, tiga!
Sesuatu yang keren!
Mereka hilang!
Aku merasa begitu hidu...
- Kita berhasil! - Kawan, aku... Aahh!
Sial, maaf.
- Kawan, aku sangat merindukanmu. - Aku juga merindukanmu.
Kau bagai benih bunga yang kecil dan kau berada dalam kepalanku.
Tapi bunga tak bisa bertumbuh dalam kepalan.
Sebuah benih harus terbang bebas dan menemukan tanahnya.
Aku tahu. Kucoba mencari tanahku sendiri dan aku tak suka.
Aku ingin hubungan tanpa gesekan, tapi butuh gesekan untuk buat api.
Itu yang kita punya. Api.
Kawan, aku benar-benar ingin berteman denganmu.
Syukurlah.
Ini yang selalu kuinginkan. Hanya kau dan aku. Aku menyayangimu.
Aku juga. Aku menyayangimu.
Kau tahu? Dia memang harus bersama dengannya.
Apa?
- Kau bilang apa saat melempar granat? - Kubilang, "Sesuatu yang keren."
Kau bilang apa?
- "Sesuatu yang keren." - Bukan, maksudku kau bilang apa?
Kubilang, "Sesuatu yang keren."
Aku tak menduga liburan musim semi sebau ini.
Ini menjijikkan.
Kita terlalu tua untuk hal semacam ini.
Dari awal kita sudah terlalu tua untuk ini.
Kau tidak bohong soal itu.
Kawan, kita impas soal lengan, kan?
Apa yang ingin kaulakukan?
- Lakukan saja. - Jangan bergerak.
- Satu... - Buat goresan. Jangan kenai tulang.
...dua...
...tiga
Sial!
- Sial! - Astaga, kau baik saja?
Kenapa aku selalu terluka di dekatmu?!
Kau sedang apa?
- Kau berengsek, Schmidt. - Berhenti main-main.
Selamat. Kalian membereskan situasi yang kalian kacaukan.
Terima kasih.
Kuharap kau bisa bereskan soal putriku, tapi kubiarkan itu berlalu.
Untuk tugas berikutnya, kalian akan masuk sekolah medis!
Apa?
23 JUMP STREET SEKOLAH MEDIS
- Kali ini, pertukaran murid asing. - Keren.
Di Rusia.
Apa?
- Selamat tinggal. - Vodka soda.
24 JUMP STREET PERTUKARAN MURID ASING
Tugas kalian berikutnya. Satu semester di laut!
25 JUMP STREET SATU SEMESTER DI LAUT!
26 JUMP STREET SEKOLAH SENI
Kalian berdua masuk sekolah masak.
Ada mikrochip di dalam panada ini.
Resep keluarga. Sebaiknya tetap dirahasiakan.
Sial!
27 JUMP STREET SEKOLAH MASAK
28 JUMP STREET SEKOLAH DOKTER HEWAN
Tugas baru...
Apa Schmidt terlihat berbeda?
Tidak. Itu Schmidt.
Apa maksudmu? Dia terlihat persis sama.
Aku punya kacamata baru.
Mungkin karena dia pakai kacamata baru.
Tak ada yang akan perhatikan.
Ayo kita lakukan, Schmidt.
Sama seperti biasa, Jenkins.
- Namaku Jenko. - Oh, sial, maaf.
29 JUMP STREET SEKOLAH MINGGU
Aku senang kau kembali, Schmidt.
Masalah kontrak apa? Dari dulu aku di sini.
Diam. Bagaimana kalau akademi penerbangan?
30 JUMP STREET AKADEMI PENERBANGAN
Tugas menyamar jadi lebih seksi.
31 JUMP STREET AKADEMI NINJA
32 JUMP STREET SEKOLAH PEMADAM KEBAKARAN
Kau anggota Jump Street.
Tahu dari mana?
Aku Booker.
Astaga! Kau seorang legenda.
JUMP STREET GENERASI
34 JUMP STREET KEMBALINYA GHOST
Sekolah lalu lintas!
35 JUMP STREET SEKOLAH LALU LINTAS
Sekolah militer!
36 JUMP STREET SEKOLAH MILITER
Kelas menyelam!
37 JUMP STREET KELAS MENYELAM
Akademi menari!
Bagus! Akhirnya sesuatu yang aku kuasai.
38 JUMP STREET AKADEMI MENARI
Kalian berdua akan masuk video game.
- Ayo hancurkan semuanya. - Dengan gaya Jump Street.
JUMP STREET TOKOH MAINAN
Bersiaplah untuk menjadi polisi keren.
Dia buang tinta di mulutku!
Jangan bercinta dengan putriku.
JUMP STREET Serial Kartun
39 JUMP STREET PERMAINAN MEMBIDIK ELEKTRONIK
JANGAN TEMBAK KEMALUANKU!
Baiklah. Tugas baru.
Rias wajah enam jam?
Kita terlalu tua untuk hal semacam ini.
40 JUMP STREET RUMAH PANTI JOMPO
41 JUMP STREET SEKOLAH SULAP
42 JUMP STREET SEKOLAH KECANTIKAN
43 JUMP STREET SEKOLAH MARIACHI
Sesuatu yang keren!
Eric.
Eric, kau masih bangun?
Tidak.
Aku terlambat datang bulan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.