Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Yth. Tn. Raymond Garraty, Selamat! Pendaftaran sukarela Anda untuk mengikuti The Long Walk telah diterima melalui undian.
Kini Anda mendapatkan kehormatan langka untuk mewakili negara bagian Anda sebagai lambang harapan di tengah masa-masa ekonomi yang sulit ini.
Seluruh negeri akan menyaksikan siaran langsung ini dengan penuh kekaguman dan rasa takjub.
Jika Anda menang, kekayaan yang tak terbayangkan dan satu permintaan menanti.
sebuah kesempatan untuk terbebas dari kesulitan keuangan saat ini dan menginspirasi bangsa.
Mohon lapor ke garis start di tempat kalian sampai paling lambat pukul 08.00 pagi.
...semangat negara kita.
Warga sekalian, hari ini, di peringatan 19 tahun perang
yang memecah belah bangsa kita, upaya pemulihan nasional terus berlanjut.
Saat seluruh negeri menyaksikan 50 pemuda terbaik kita bersiap untuk tantangan ini,
mari kita bersatu dalam renungan dan harapan.
Kita berterima kasih pada negara dan kesempatan yang diberikannya.
Atas tatanan yang diciptakan demi kebaikan masyarakat,
semoga kita semua kembali makmur.
Kita berdoa bagi yang miskin, yang lapar, para penganggur, dan tunawisma.
Bantu kami ubah kesulitan jadi harapan,
kelangkaan jadi kelimpahan, dan perpecahan jadi persatuan.
Aku... aku masih tidak mengerti.
Kurasa kau masih bisa berubah pikiran.
- Kurasa tidak... - Batas waktu cadangan kemarin.
Dia takkan mengizinkanmu.
Aku tahu.
- Mayor akan... - Mayor akan apa?
Kau tahu apa kata Mayor nanti.
Ini keputusanku, oke?
Bukan keputusanmu.
Ini cara terbaik.
Ini satu-satunya cara.
Seandainya ayahmu ada.
Ya, tapi dia tidak ada!
Identitasnya, tolong.
Kau bawa bola bisbolnya?
Aku hanya... entahlah.
Ibu buatkan kue oatmeal chocochip, kesukaanmu.
Makasih, Bu.
Sini, sayang.
Ibu sayang kamu.
Aku juga sayang Ibu.
Jadi anak baik, ya?
Iya, Bu.
Oke.
Oke.
Sudah.
Aku lebih sayang Ibu.
Ah, masa.
Itu fakta.
Oke.
Sudah.
Aku sayang Ibu.
Dah.
Billy!
Tunggu!
Bu, aku tidak bisa.
Aku tidak bisa.
Ibu tahu.
Semua akan baik-baik saja.
Semua akan baik-baik saja.
Bu, ini hanya beberapa hari.
Beberapa hari lagi kita bertemu.
Ibu tahu.
Ibu tidak sanggup.
Ibu tidak sanggup.
Aku harus pergi sekarang, Bu.
Baiklah, Bu.
Oke.
Oke.
Dah.
Aku sayang Ibu.
Hei, aku Ray Garraty.
Pete. Peter McVries.
Senang bertemu denganmu.
Sudah siap?
Agak gugup.
Mungkin itu bagus.
Hei, beratmu berapa?
178.
Aku 177.
Katanya yang lebih berat cepat capek.
Sial.
Lihat si Superman itu.
Iya, badannya kekar.
Tak ada lemak di tubuhnya, gila.
Bakal susah dikalahkan.
Hei, siapa namamu?
Stebbins.
Astaga, Stebbins?
Kau gila olahraga, ya?
Kayaknya dia tidak mau bicara.
Ya, sudahlah, aku tak peduli.
Masa bodoh.
Hei, namaku Olson.
Jago jalan.
Aku Ray Garraty.
Panggil saja aku Ray.
Peter McVries.
Panggil saja dia McVries.
Aku Art Baker.
Senang bertemu kalian semua.
Benar-benar menakutkan, ya?
Ya.
Aku tak mau terlalu memikirkannya.
Cuma mau jalan dan cari teman saja.
Hei. Hei, kau baik-baik saja?
Aku?
Ya, kau mondar-mandir. Kau baik-baik saja?
Aku hanya pemanasan.
Ya, nanti juga pemanasan ratusan mil kalau sudah mulai jalan.
Siapa namamu?
Curly.
Oke, Curly.
Berapa umurmu?
18.
Ya, anak itu bohong agar lolos.
Nak, kalau umurmu lewat 16 sehari saja, kutelan sepatuku ini.
Lihat saja dia.
Kasihan, dia tidak tahu sedang apa dia di sini.
Nah, kalau aku?
Aku tahu persis apa yang kulakukan di sini.
Harus agresif.
Aku sudah riset soal si Mayor.
Dia bilang kalau mau menang,
kau harus siap tancap gas.
Kawan, aku siap tancap gas.
"Kawan, aku siap tancap gas."
Sialan kau.
Omonganmu aneh sekali.
Siap tancap gas.
Kayak makan "meemaw" di pagi hari.
Benar, 'kan?
Apa itu "meemaw"?
Sialan.
Aku cuma bercanda.
Dia datang.
Sialan.
Itu si Mayor.
Duduk, kawan-kawan.
Ingat-ingat nomor 13.
Ingat nomor 13.
Hemat energi sebisa mungkin.
Diam, Olsen.
Aku sudah baca buku peraturannya.
Saat kupanggil namamu, maju dan ambil nomormu.
Kalungkan di lehermu.
Lalu kembali ke tempatmu sampai ada perintah selanjutnya.
Ewing, James.
Nomor satu.
Smith, Patrick.
Nomor empat.
Barkovich, Gary.
Nomor lima.
Baker, Arthur.
Nomor enam.
White, Curly, Adam.
Nomor tujuh.
Sanders, Rank.
Nomor 19.
McVries, Peter.
Nomor 23.
Stebbins, Billy.
Nomor 38.
Semoga berhasil, nak.
Olsen, Hank.
Nomor 46.
Garraty, Raymond.
Nomor 47.
Parker, Colley.
Nomor 48.
Harkness, Richard.
Nomor 49.
Nah, kawan-kawan, berbaris lima-lima.
Tidak perlu berurutan.
Anak-anak, butuh nyali yang sangat besar untuk ikut kompetisi ini.
Dan kalian semua memilikinya.
Kalian pria sejati sekarang.
Seperti yang kalian tahu, negara kita mengalami kesulitan finansial sejak perang.
Dan kita adakan Lomba Jalan Jauh pertama
untuk menginspirasi dan menanamkan kembali nilai etos kerja.
Tiap tahun setelah acara ini, ada lonjakan produksi.
Kita punya cara untuk kembali ke kejayaan kita dulu.
Masalah kita sekarang adalah wabah kemalasan.
Kalianlah jawabannya.
Lomba Jalan Jauh ini jawabannya.
Saat ini disiarkan ke semua negara bagian,
inspirasi kalian akan terus meningkatkan produk nasional bruto kita.
Kita akan jadi nomor satu di dunia lagi!
Yeah!
Aku takkan jelaskan seluruh peraturannya, tapi intinya begini.
Berjalanlah sampai hanya tersisa satu orang.
Jaga kecepatan tiga mil per jam.
Kalau kecepatanmu turun, kau dapat peringatan.
Jika tak kembali cepat dalam 10 detik, kau dapat peringatan tambahan.
Tiga peringatan, dan kau selesai.
Jalan satu jam dengan kecepatan normal, satu peringatan dihapus, dan seterusnya.
Kalau kau keluar dari jalan aspal, kau langsung selesai tanpa peringatan.
Tujuannya adalah bertahan paling lama.
Hanya ada satu pemenang, dan tidak ada garis finis.
Siapa pun dari kalian bisa menang.
Kalian semua bisa, jika berjalan cukup jauh dan stabil.
Jika kalian menolak untuk menyerah.
Aku melihat kalian semua satu per satu, dan aku melihat harapan.
Nah, semuanya! Siapa yang siap menang?
Yeah!
Kubilang, siapa yang siap menang?
Yeah!
Semoga berhasil, dan ingat, siapa pun bisa menang.
1.6 km
Hei, Pete.
Sepi sekali di sini.
Oh, sial.
Kukira bakal lebih ramai.
Mayor tidak mengizinkan penonton sampai tahap-tahap akhir.
Kecuali penduduk lokal.
Hei!
Senyum, kawan!
Kalian masuk kamera tersembunyi.
Itu sama sekali tidak tersembunyi.
Kalau kuludahi, apa kameranya pergi?
Menyeramkan sekali.
8 km
Apa itu?
Ladang gandum?
Terbaik di dunia.
Hei, kau orang sini?
Ya, aku dari bagian selatan.
Jadi kaulah orangnya.
Orangnya apa?
Tn. Garraty ini peserta dari negara bagian tuan rumah.
Peringatan.
Peringatan.
Nomor 38.
Cerdas.
Apanya yang cerdas?
Menerima peringatan selagi masih segar.
Dia jadi tahu di mana batasnya.
Ya, tapi menurutku dia bodoh sekali.
Orang besar sepertinya takkan kesulitan
jalan sejam tanpa dapat peringatan lagi.
Lalu peringatannya akan dihapus, dan catatannya bersih lagi.
Itu strategi yang bagus.
Hei, menurutmu cerdas makan roti selai
sebanyak itu sepagi ini?
Persetan.
Baiklah.
Olsen, itu menjijikkan.
Apa-apaan ini?
Apa?
Apa yang kau lakukan?
Ini permen karet, sialan.
Ini tidak bisa terurai.
Tak mau buang sampah sembarangan.
Ya Tuhan.
Hank, kau sadar 'kan seluruh jalan ini pada dasarnya adalah sampah besar?
Ya, kau benar.
Sial.
Ya Tuhan.
Ada kerikil di sepatuku.
Whoa.
Apa yang dia lakukan?
Sialan.
Apa-apaan?
Peringatan nomor lima.
Peringatan kedua.
Dia masih di bawah sana.
Apa yang dia lakukan?
Gila.
Bangun.
Ya Tuhan.
Bangun, kawan.
Hentikan.
Peringatan nomor lima.
Peringatan ketiga.
Cepat bangun, sialan.
Persetan dengan kalian.
Tolol.
Idiot.
Bodoh.
Jangan sampai tersandung, bodoh.
Kalian semua tidak tahu.
Aku baru saja membeli waktu istirahat.
Yang kulihat kau dapat istirahat 30 detik.
Sekarang kau harus jalan tiga jam penuh tanpa dapat peringatan.
Memangnya kau butuh istirahat untuk apa?
Kita baru saja mulai.
Kita lihat siapa yang selesai duluan, brengsek.
Ini semua bagian dari rencanaku.
Ya, rencanamu itu mirip sekali
dengan kotoran.
11 km
Bagaimana pendapat kalian soal permintaan dan hadiah utamanya?
Ya, aku tak bisa berhenti memikirkan uang sebanyak itu.
Orang kaya takkan masuk Kerajaan Surga.
Oh, wow.
Baiklah, haleluya, Saudara Garraty.
Akan ada minuman setelah pertemuan.
Hei, kau orang yang religius, Garraty?
Tidak juga, tapi aku juga bukan penggila uang.
Oke.
Dengar, aku orang yang religius.
Aku tak malu mengakuinya.
Aku di sini demi uangnya.
Kau tahu, mudah saja meremehkan uang
kalau kau tidak tumbuh miskin di Baton Rouge.
Percayalah.
Tumbuh miskin di Baton Rouge itu sama sekali tidak menyenangkan.
Benar-benar kacau dan menyiksa.
Dengar, aku tak keberatan punya uang, tapi ada hal yang lebih penting.
Lomba ini tidak penting, dan hadiahnya jelas lebih tidak penting lagi.
Apa?
Itu omong kosong, Garraty.
Oke.
Baiklah, coba lihat dari sisi ini.
Saat sistem menyudutkan orang, lalu menunjuk jalan keluar,
dan berkata, "itu satu-satunya jalan," tentu kita semua akan mencoba melewatinya.
Kita dibuat percaya itulah satu-satunya cara, cara yang terhormat.
Maksudku, meski hanya 50 dari kita yang terpilih dalam undian,
semua anak laki-laki di negara ini mendaftar.
Aku tidak melebih-lebihkan.
Semua orang mendaftar.
Meskipun tidak diwajibkan.
Karena kita semua sangat putus asa.
Apa artinya itu?
Apa?
Tidak ada yang sengaja mendaftar.
Tidak sepenuhnya.
Tidak bijak menjelek-jelekkan Lomba Jalan Jauh.
Itu pembangkangan, dan hukumannya... Tangkap saja aku.
Kau akan menangkapnya?
Sudah kuduga.
Tidak, tidak, tidak.
Kau ada benarnya, Garraty.
Mereka bilang kita punya pilihan untuk ikut undian ini.
Tapi apa ada dari kalian yang kenal seseorang yang tidak ikut?
Tepat sekali.
Aku tidak setuju denganmu soal uang.
Baker benar.
Mungkin bukan hal terpenting, tapi itu ada di urutan teratas.
Orang yang tepat bisa berbuat banyak kebaikan dengan jumlah uang yang tepat.
Ya, tapi berapa banyak orang yang kau tahu
punya banyak uang dan berbuat kebaikan?
Itu takkan terjadi saat aku menang.
Justru untuk itulah aku mau uangnya.
Rokok?
Tidak, terima kasih.
Ya, aku juga tidak merokok.
Ambil dan belajarlah.
Hei.
Hei, petunjuk sepuluh.
Jaga napasmu.
Kalau kau biasa merokok, cobalah untuk tidak melakukannya di sini.
Bisa diam tidak?
Tapi ini memang payah.
Sangat payah.
Benar-benar jelek.
Ada lagi yang mau ini?
Aku tidak merokok.
Sini, kawan.
Oh, jadi orang religius merokok, ya?
Hei, tidak ada larangan soal tembakau di dalam Alkitab.
Lihat jalanmu, brengsek.
Apa masalahnya orang itu?
Hei, aku Harkness.
Hei, Harkness.
Kau Ray Garraty, jagoan lokal, nomor 47.
McVries nomor 23.
Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku mencatat nama dan nomor semua orang.
Tidak, sebenarnya aku tidak penasaran.
Mungkin karena kau mata-mata.
Aku?
Bukan, bukan, bukan.
Aku sedang menulis buku.
Buku tentang Lomba Jalan Jauh.
Oh, begitu.
Buku tentang Lomba Jalan Jauh dari sudut pandang orang dalam?
Bisa membuatku kaya.
Tidak, kalau kau menang, kau tak butuh buku untuk jadi kaya.
Ya, kurasa tidak, tapi aku tetap akan membuatnya.
Akan jadi buku yang menarik.
Ah!
Ah!
Aku kuda yang gembira!
Aku kuda yang gembira!
Ah!
Ah!
Baiklah, Curly.
Oke, jalan perlahan saja, tapi tetap cukup cepat.
Oke.
Oke?
Ayo, topang badanmu padaku.
Itu yang kupikirkan.
Kau akan terus berjalan.
Dengarkan aku.
Teruslah berjalan.
Kau bersama kami.
Dia bersama kami.
Benar sekali.
Kita di sini hanya bersenang-senang.
Kau akan baik-baik saja, oke?
Ototnya mulai lemas.
Ya, aku janji kau akan terus berjalan melewati ini.
Kau janji?
Oke?
Kau baik-baik saja, 'kan?
Kau baik-baik saja?
Ayo.
Ayo.
Tetap bersamaku.
Tetap bersamaku.
Ya, begitu.
Tetap bersamaku.
Begitu, Nak.
Tetap bersamaku.
Kecepatan kita pas.
Kecepatan kita pas.
Tetap bersamaku.
Oke?
Teruslah berjalan.
Benar.
Teruslah berjalan.
Satu, dua, tiga, empat.
Begitu.
Kau bisa.
Ayo, anak muda.
Terus berjalan.
Kau bisa.
Kita hanya perlu menjaga kecepatan ini.
Kita hanya perlu menjaga kecepatan ini.
Ayo, Nak.
Kau pasti bisa.
Ayo, Curly.
Ayo, Curly.
Hanya kau dan aku.
Ayo.
Ayo, Curly.
Ayo, Curly.
Ayo, Curly.
Ayo, Curly.
Bangun!
Oh, ini tidak adil!
Oh, ini tidak adil!
Ini benar-benar tidak adil!
Berhenti!
Peringatan, nomor 47.
Garraty?
Nomor 7.
Nomor 6.
Nomor 23.
Kita tak bisa menghentikannya.
Anak ini sudah melewati batas.
Hajar dia.
Salah satu rekan kita telah gugur.
Mari kita kenang dia dan rayakan keberaniannya.
Akan ada banyak lagi, tapi takkan ada yang semegah yang pertama.
Dan yang terakhir.
Hari ini, kita berjalan untuk Curly.
Mari kita dengar, kawan!
Untuk Curly!
Tepat sekali!
Hei, ada apa?
Kau dan Mayor.
Kantin, 47 memanggil Kantin.
Hei, kenapa kau sentuh karabin itu?
Buang sial, kurasa.
Kau akan mati, Ray.
27 km
Hei.
Mulai lelah?
Tidak.
Sudah lelah sejak tadi.
Maksudmu kau tidak?
Begini, Ray.
Seperti kata Mayor.
Tidak ada garis finis.
Itu bagian paling mengacaukan pikiran.
Kau setuju?
Aku setuju.
Hanya saja, aku sudah mulai merasakannya.
Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa... - Tidak, tidak.
Ray, Ray.
Ayolah.
Itu yang dipikirkan semua orang.
Tapi kita... kita harus berpikir beda.
Jangan pikirkan untuk sampai ke akhir.
Kita pikirkan momen.
Hanya...
bertahan sampai momen berikutnya.
Ya.
Sekarang kita pikirkan apa?
Itu mudah.
Kita hanya perlu melewati panas ini!
Ya Tuhan!
Indah sekali.
Tentu saja.
Hei, Ray.
Apa yang kau katakan tadi soal Lomba Jalan Jauh?
Dan bagaimana sebenarnya tak ada yang sukarela?
Ya.
Dari mana kau dengar itu?
Ayahku yang bilang.
Ayahmu orang yang sangat cerdas.
Ya, menurutku juga begitu.
Teruslah menari bersamaku seperti ini, kawan, dan aku takkan pernah lelah.
Kita akan gesekkan sepatu di bintang dan bergelantungan terbalik di bulan.
Kau baik-baik saja?
Oh, Pete.
Dulu sekali, aku ingin menjadi penulis lagu.
Tapi sekarang bukan zamannya, jadi aku terjebak di sini mengoceh untukmu.
Tidak terlalu buruk.
Tidak terlalu buruk.
Tapi kau Raymond Garraty, 'kan?
Aku Pearson.
Kurasa kau punya penggemar rahasia di sana.
Aku cinta padamu!
Ayolah.
Umurnya paling 14 tahun.
Aku cinta padamu, Ray!
Mungkin dia cuma mau tanda tanganmu.
Kukira penonton tidak boleh berisik karena kita disiarkan di TV.
Pergilah.
Jangan cemberut terus, Olsen.
Anak itu punya penggemar.
Biarkan dia senang-senang.
Makasih, Pete.
Hei, jangan berterima kasih dulu.
Aku menyukaimu.
Tapi kalau kau jatuh, aku takkan menolongmu.
Kita semua senasib di sini, 'kan?
Tak ada salahnya saling menghibur.
Tapi tahu tidak?
Kutarik kata-kataku.
Katanya jangan berteman di lomba ini, tapi persetan.
Aku cukup suka kalian bertiga.
Termasuk kau, Olsen.
Persetan.
Tidak, aku serius.
Hei, hei, hei.
Persahabatan singkat lebih baik daripada tidak sama sekali, 'kan?
Itu yang kukatakan dari tadi.
Itu yang kukatakan dari tadi.
Ayolah.
Mari kita jadi musketeer.
Bagaimana kita bisa jadi musketeer?
Kita berempat.
Ayolah.
Kita tetap bersama sampai akhir.
Bagaimana?
Satu untuk semua!
Semua untuk satu.
Tidak, ulangi lagi.
Aku mau dengar lebih keras.
Satu untuk semua!
Dan semua untuk satu.
Bagus sekali.
Ya, kau tidak termasuk.
Kalian terdengar seperti sekelompok homo.
Oh, kau mau mengisap penisku, Barkovitch?
Sepertinya kau mau makan dagingku, dasar gila.
Sial!
Kakiku terasa aneh.
Ototnya seperti jadi kendor.
Tenang saja.
Aku juga mengalaminya beberapa mil lalu.
Nanti juga hilang.
Peringatan.
Nomor satu.
Sial.
Hei, itu si Ewing.
Dia gemetaran.
Peringatan.
Nomor satu.
Peringatan kedua.
Dia pasti punya masalah medis yang tidak dia laporkan.
Hei, Barkovitch!
Hei, Barkovitch.
Urus saja kertas-kertasmu, anak kecil.
Pergi.
Peringatan.
Peringatan ketiga.
Nomor satu.
Kenapa tidak mereka akhiri saja?
Hei, kalian semua harusnya tersenyum.
Peluang kita baru saja meningkat.
Ya?
Ya.
Aku terus berharap bagian ini jadi lebih mudah.
Justru itu yang kutakutkan.
40 km
Sepertinya tempat tinggal yang bagus.
Ya.
Banyak tempat tinggal yang bagus.
Tahu tidak, kalau aku selamat dari sini, aku akan bercinta sampai penisku membiru.
Oke.
Seumur hidup aku tak pernah sesange ini seperti sekarang.
Aneh, bukan?
Aneh sekali.
Ya.
Sedikit aneh, 'kan?
Uh-huh.
Aku bahkan bisa sange padamu, Ray.
Oh.
Hei.
Beri aku kesempatan.
Beri aku kesempatan.
Tak bisa memasukkan penisku ke mulut.
Ya Tuhan.
Baunya enak sekali.
Yo, Long John Silver.
Itu aku.
Bagaimana aku bisa menyeberangi tujuh lautan?
Hmm.
Bukan, Sinbad.
Apa?
Yang kau maksud itu Sinbad.
Kau tahu, Sinbad dan Shayla.
Dialah si penjelajah tujuh lautan.
Kau tidak dengar?
Aku tidak peduli.
Aku mau bercinta.
Long John Silver itu tinggal di Pulau Harta Karun.
Itu ucapan seorang kutu buku.
Apa?
Aku kutu buku karena membaca buku?
Kurasa begitu.
Sial.
Hei, hei.
Menurutmu si brengsek itu sudah menghapus peringatannya?
Kurasa sudah.
Dalam berapa jam?
Tiga jam, mungkin?
Ya.
Peringatanku sudah bersih.
Brengsek.
Oke.
Senang mendengarnya.
Hei, apa itu?
Ini daging rusa giling mentah.
Energinya bagus.
Ya Tuhan.
Tawarkan pada teman musketeer-mu?
Tentu.
Nanti muntah di mana-mana.
Hei.
Di Prancis, ini disebut steak tartare.
Makanan mewah.
Mmm.
Oh.
Ya, di Prancis, mereka tidak begitu pintar.
Ya.
Di Roumour dan Camus, tidak begitu pintar.
Aku tak tahu soal Camus sialan itu,
tapi aku tahu mereka makan kaki kodok di sana.
Itu menjijikkan sekali.
Hei.
Menjijikkan.
Rasanya seperti ayam di sana.
Kau benar.
Oh, hei.
Jaga kecepatan.
Jaga kecepatan.
Jaga kecepatan.
Terus berjalan.
Ayo.
Ya, ya, ya.
Aku baik-baik saja.
Ini karena kaki lemas sialan itu.
Oke.
Rasa lemasnya sempat hilang, tapi sekarang kembali lagi.
Aku tak tahu apa lagi yang harus kulakukan.
Hanya...
Kenapa kau tidak berhenti banyak bicara?
Berapa kecepatanmu, Olsen?
Oke.
Tentu.
Karena itu yang perlu kita lakukan.
3,4.
Ya, aku juga.
Kurasa kalian juga.
Ayo kurangi 0,3.
Baiklah.
Oh, sial.
Oh, gila.
Ya, ya, ya.
Ya, ya.
Ini bagus.
Aku benar-benar merasakan perbedaannya.
Hei, aku juga.
Aku juga.
Aku juga lebih baik.
Jangan terlalu lama di kecepatan ini.
Sementara itu, Pete...
Mau cerita soal bekas lukamu?
Baker benar.
Mungkin sebaiknya kita diam saja.
Dan...
Aku juga tidak menyukainya.
Makasih, Rank.
Senang melihatmu.
Hei, aku ingin bertanya padamu.
Rank, apa itu singkatan dari Ranklin?
Seperti Ranklin Delano Roosevelt atau semacamnya?
Bukan, namaku Rank.
Ya, tapi singkatannya apa?
Maksudku... - Hanya Rank.
Jadi ibumu menamaimu Rank?
Ya.
Tidak mungkin.
Kau pasti bercanda.
Namamu benar-benar Rank.
Ya Tuhan, tidak mungkin!
Oh, ibumu pasti gagal dengan gantungan baju itu,
dan dia melampiaskannya padamu dengan cara lain.
Peringatan, nomor lima.
Ayo, brengsek, kau mau aku injak kepalamu?
Akan kulakukan.
Oh, sial.
Pisahkan mereka.
Ayo, Rank, jangan biarkan dia membunuhmu.
Brengsek, jangan ganggu anak itu
atau kucopot hidungmu dan kusuruh kau memakannya.
Oke, Dungu.
Ayo, banci.
Tidak bisa diajak bercanda?
Sial.
Oke, oke.
Baiklah, satu hal lagi.
Jangan terpancing, Rank.
Kurasa ibumu membagikan kupon untuk fellatio di 42nd Street.
Aku berpikir untuk menerimanya.
Bagaimana menurutmu?
Peringatan kedua, nomor 19.
Bangun, Rank.
Bangun, Rank.
Ya Tuhan.
Ya Tuhan.
Bangun, Rank.
Bangun.
Bangun.
Cepat bangun.
Cepat bangun, sialan.
Hei!
Sial.
Barkovitch, kau brengsek.
Hei, Barkovitch.
Hei, Barkovitch!
Kau bukan lagi sekadar pengganggu.
Sekarang kau pembunuh!
Kau tak boleh bilang begitu.
Tidak, tidak, tidak.
Nomor lima, kau membunuh orang itu!
Aku tidak melakukannya.
Aku tidak menyentuhnya.
Dia yang menyerangku!
Tutup mulutmu.
Hei, lihat.
Kau membunuh orang itu!
Kalian lihat 'kan?
Apa yang harus kukatakan?
Aku tahu.
Kau suka bicara, akan kubiarkan kau bicara.
Tidak sepertimu, keparat.
...Persetan, oke?
Persetan denganmu.
Kalian semua.
Kenapa kau tidak kembali dan menari di atasnya?
Bergoyang sedikit di punggungnya.
Hibur kami.
Aku tahu kau punya mulut bau bensin, Scarface.
Jangan macam-macam denganku.
Aku tak sabar melihat otakmu berceceran di beton, Barkovitch.
Kau tahu aku akan bersorak saat itu terjadi.
Kau benar-benar brengsek.
Hai, Mark.
Lihat gagak di sana itu.
Sial.
Sesuatu yang menyeramkan.
Hei, hei, hei.
Apa kalian sudah ada yang buang air besar?
Mengatur porsi.
Mencoba menghindarinya.
Cerdas.
Peringatan.
Nomor 45.
Apa ada hal buruk yang terjadi di depan?
Ini sangat menjijikkan.
Kurasa aku tak bisa menuliskannya di internet.
Bisa membunuh nilai jualnya.
Nilai jual?
Ya.
Potensi penjualan secara keseluruhan.
Kau tahu, orang-orang.
Ya, kami tahu artinya.
Oh, oke.
Baiklah, dengar.
Kabar yang beredar adalah si Ronald nomor 45.
Dia mencret.
Parah sekali.
Peringatan.
Nomor 45.
Peringatan kedua.
Oh, sial.
Ayolah.
Tidak.
Keluarkan.
Peringatan.
Nomor 45.
Peringatan ketiga.
Hei, idiot.
Naikkan celanamu dan jalan.
Lebih baik kotor daripada mati.
Biarkan saja mengalir di kakimu.
Sialan.
Kita takkan bisa menghindarinya, kawan.
Kecuali kau cepat gugur.
Tutup mulutmu, Stebbins.
20 orang terakhir selalu harus buang air besar.
Apa bedanya?
Semoga saja itu terjadi dengan cepat.
Aku bangga pada kalian.
Kalian punya nyali.
56 km
Nyali kalian besar selagi menempuh mil demi mil.
Besar dan panjang.
Di mana lagi di dunia ini kau punya kesempatan seperti ini?
Tidak ada!
Itulah jawabannya.
Menangkan hadiah itu.
Malam pertamamu akan segera tiba.
Bagi sebagian dari kalian, ini bukan yang terakhir.
Tapi bagi sebagian lagi, ingat, dengan tekad, kebanggaan, dan ambisi,
kalian akan melihat fajar.
Kau baik-baik saja, kawan?
Ya.
Aku baik-baik saja.
Dengar, kita hanya...
harus bertahan sampai pagi, oke?
Itu akan jadi...
momen kita.
Tepat sekali.
Oke.
Oke, jadi...
Di kota Dublin, di mana para gadis begitu...
...cantik, pertama kali kulihat... Pagi.
Pagi.
Pagi.
Oh, bangun, bangun, kawan.
Kau bangkit dengan kuat.
Jam berapa ini?
Jam 3:45.
Tapi aku... - Kau sudah terlelap selama berjam-jam.
Itu milikku.
Aku memperhatikanmu.
Memperhatikan langkahmu.
Aku juga tidur.
Aneh, 'kan, kita bisa begitu?
Sama sekali tidak masuk akal, 'kan?
Maksudku, aku bahkan bermimpi.
Oh ya?
Ya.
Mimpi apa?
Aku bermimpi tentang ibuku.
Ya.
Dan dia menyanyikanku lagu nina bobo yang sangat merdu.
Ya.
Ya.
Lihat, hal-hal seperti itulah yang akan membuat kita bertahan.
Ya.
Ayo.
Ceritakan tentang ibumu.
Siapa namanya?
Uh, Ibu.
Ayolah, kau tahu maksudku.
Um, Ginny.
Gin.
Ginny.
Gin.
Ginny, seperti, gin, kau tahu, yang dibuat untuk martini.
Pasti dia juga cantik.
Akan kutinju wajahmu.
Itu lucu sekali.
Lucu sekali.
Dia wanita yang cantik.
Kuharap kau dapat tiga peringatan.
Astaga.
Berhenti bicarakan ibu orang.
Terima kasih, Harkness.
Baiklah.
Tahu tidak, dia tidak lagi menyanyikan lagu itu.
Ya.
Pete, aku merindukannya.
Aku tak sadar betapa aku sangat merindukannya.
Kau tahu kau harus memakai segelnya, 'kan?
Kurasa kami di Freeport, karena kami tinggal di sana,
tapi, kurasa aku hanya perlu bertahan sampai di sana.
Ya.
Ya.
Kau punya pacar, 'kan?
Um, ya.
Ya, um, dulu punya.
Aku harus mengakhirinya karena ini, jadi begitulah.
Sayang sekali, tapi cerdas.
Ya, kurasa juga begitu.
Ya.
Bagaimana denganmu, Pete?
Kau punya pacar?
Tidak, Ray.
Aku tidak punya.
Sialan.
Uh-oh.
Kau mimpi penis pacarmu ada di mulutmu?
Hah?
Kau cemburu, Barkovitch?
Hanya bokong kecilmu yang ketakutan.
Itu saja.
Oh, sial.
Oh, sial.
Ayolah.
Hanya tiga jam.
Tiga jam lagi dan catatanmu akan bersih.
Ayo, terus berjalan.
Diam, Pete.
Diam!
Diam!
Berhenti pura-pura kau tak ingin aku selesai.
Aku tahu kau sama seperti yang lain.
Berhenti berpura-pura kau tak ingin melihatku
dengan peluru di belakang kepalaku!
Aku hanya mencoba membantu.
Ayo, hadapi, kawan!
Dan kau mencoba mengacaukanku!
Diam, dasar aneh!
Sialan aku.
Sialan aku!
Banyak dari kalian akan mati di bukit ini.
Mungkin lebih dari setengah.
Itu pernah terjadi enam tahun lalu.
Totalnya dua puluh delapan orang.
Kita mulai.
Ayo, si mata empat.
Kau akan mati malam ini.
Kau akan mati malam ini.
Peringatan terakhir.
Nomor 41.
Nomor 30.
Ayo, Olsen!
Kau akan...
...mati malam ini, Garraty.
Aku bisa merasakannya.
Kau akan mati malam ini!
Aku bisa merasakannya.
Itu.
Kau akan menyerah, 'kan?
Ini mulai merasuki kepalamu, Garraty!
Tidak bagus.
Aku merasa pusing.
Ayo.
Kau pasti bisa.
Siramkan kantinmu ke atas kepala.
Bagus.
Bagus.
Sekarang terus langkahkan kakimu.
Begitu.
Sekarang, isi ulang.
Kantin 47, kantin.
Puncak bukit.
Kau berhasil.
Tidak, tidak, tidak.
Jangan melambat.
Jangan melambat.
Terus bergerak.
Napasmu akan kembali normal.
Hei, aku tidak serius dengan ucapanku tadi, oke?
Lupakan saja.
Tidak, aku berutang spageti padamu.
Oh, Pete, aku banyak berutang padamu.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Kau tahu aku tidak serius, 'kan?
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Jangan bodoh.
Jaga kecepatan.
Jaga kecepatan.
Jaga kecepatan.
Bagaimana dengan yang lain?
Para musketeer.
Para musketeer baik-baik saja.
Terus berjalan.
Terus berjalan.
Kau bisa.
Kau bisa.
Dia hanya kurang garpu taman.
Bicara padaku, Pete.
Aku gagal.
Kau pikir kau akan menang, 'kan?
Uh... aku...
Aku harus.
Kita semua harus.
Ya, untuk bertahan hidup.
Aku mengerti, tapi...
Aku harus menang karena alasan lain.
Oke.
Tapi kau pikir kau akan menang.
Tidak, Pete.
Tidak, kurasa tidak.
Bagaimana denganmu?
Aku berhenti berharap punya peluang sekitar jam 11 tadi malam.
Aku sempat berpikir saat orang pertama jatuh, para tentara mengarahkan senapan mereka
dan saat mereka menarik pelatuknya,
kertas kecil bertuliskan "dor" akan keluar.
Mayor akan bilang "April Mop!" dan kita semua akan pulang.
Kau mengerti maksudku?
Ya, Pete, aku mengerti.
Ya.
Butuh waktu lama bagiku untuk menyadari kebenaran dari semua ini.
Ini adalah berjalan atau mati.
Sesederhana itu.
Bukan soal siapa yang fisiknya paling kuat.
Kalau begitu, aku punya peluang bagus, tapi...
Ada para ibu yang bisa mengangkat mobil jika anaknya terjepit di bawahnya.
Otak, Garraty.
Bukan manusia atau Tuhan.
Ada sesuatu di dalam otak.
Aku tidak punya itu.
Aku tidak begitu ingin mengalahkan orang lain.
Dan aku bersyukur karena kurasa saat waktunya tiba, saat aku cukup lelah,
kurasa aku akan duduk saja.
Kuharap itu tidak benar, Pete.
Tapi setidaknya aku mau bertahan lebih lama dari Barkovitch.
Setidaknya itu bisa kulakukan.
Kita berdua bisa melakukannya.
Berapa orang yang tersisa?
Berapa?
Kita kehilangan 14 orang tadi malam.
Berarti tersisa 18 orang.
Peluangnya ada, Ray.
Peluangnya lebih dari 5% sekarang.
107 km
Kau sudah hapus peringatanmu?
Ya, sudah.
Ray, kau punya dua peringatan sekarang.
Kau mau memberitahuku?
Betapa payahnya negara bagian ini.
Hanya ada pohon dan kota-kota kecil di mana-mana.
Apa ada kota di tempat sialan ini?
Lucu sekali, Parker.
Kami suka menghirup udara segar, bukan kabut asap.
Tidak ada kabut asap di Sioux Falls, dasar kampungan.
Baiklah, tidak ada kabut asap.
Hanya banyak... apa itu, omong kosong?
Sudah, sudah, kawan.
Kita harus bersikap baik.
Yang kepalanya pecah duluan harus traktir bir, ya?
Bagaimana?
Aku tidak suka bir.
Dasar bodoh.
Dia mulai aneh.
Kau juga terlihat aneh, Ray.
Sial, apa semua orang jadi aneh pagi ini?
Kutaruh Olsen juga aneh.
Hei, Olsen!
Hei, hei!
Ayolah, McVries.
Hei, jangan ganggu dia.
Malamnya tidak begitu baik.
Dia tidak baik-baik saja.
Hei, bagaimana tidurmu?
Hah?
Karena aku tidur sangat nyenyak.
Hei, Olsen!
Kau mau jalan-jalan?
Pergi ke neraka.
Ayolah, apa?
Apa katamu?
Pergi ke neraka!
Hanya mencoba membuatku tetap tertarik.
Mm-hmm.
Peringatan.
Peringatan, 49.
Pergelangan kakiku.
Pergelangan kakiku terkilir.
Peringatan.
Peringatan kedua, 49.
Ayo, Harkness.
Terus saja bergerak.
Satu kaki di depan yang lain.
Kau pasti bisa.
Hei, pergi dari sini!
Ya, kau, pergi dari sini!
Kau takkan melihat ini.
Pergi!
Peringatan.
Peringatan ketiga, 49.
Akhirnya.
Aku akan pergi.
Pulang.
Ini gila.
Semua ini gila.
Semua ini gila.
Kau terlalu emosional, Garraty.
Itu akan menghancurkanmu pada akhirnya.
Kau jarang bicara, tapi saat bicara, ucapanmu hanya sampah.
Harkness.
Kasihan Harkness.
Kenapa tidak kau tuliskan dia puisi saja?
Sebenarnya... Tahu tidak?
Kau harusnya menuliskan lagu untuknya, penulis lagu.
Kenapa tidak kau cium pantatku, pembunuh?
Hei, jangan bilang begitu.
Kau salah mengatakan itu.
Aku tidak salah.
Kau salah besar.
Oh ya?
Kau mau apa?
Aku punya rencana untukmu, keparat.
Oke?
Hei.
Kau baik-baik saja?
Maksudku, aku...
lebih baik dari Harkness, kurasa.
Bagus, Nak.
Ingat, kau tidak bisa mendapatkan keduanya.
Hei, Hank!
Maaf sudah mengganggumu.
Aku benar-benar minta maaf.
Maaf sudah mengganggumu.
Berikan pujian pada diri kalian, kawan.
Dengarkan.
Kalian berhasil menempuh 100 mil.
Itu pencapaian yang hebat.
Itu pencapaian yang hebat.
Teruslah berjalan.
Hadiahnya menanti.
Hadiahnya menanti.
Hei, bagaimana kau bisa selalu terlihat segar?
Apa kau manusia?
Ini bukan trik.
Mayor tidur di malam hari.
Setelah makan malam.
Dia bahkan mandi.
Itu tidak adil.
Ini bukan soal adil.
Dasar keparat.
Sialan kau.
Kau mulai sakit, Stebbins?
Oh, kau pasti suka, 'kan, Garraty?
Hanya alergi.
Oh, astaga.
Aku kena setiap musim semi.
Oh, sial!
Dia mencoba kabur!
Ayolah!
Sial!
Itu baru saja membangunkanku.
165 km
Aku rela melakukan apa saja demi pijat kaki sekarang.
Jika aku menang, aku bersumpah, aku mungkin tergoda
menggunakan permintaanku untuk pijat kaki di jalan ini.
Kau serius, Baker?
Tentu saja tidak.
Aku akan meminta salah satu...
apa namanya?
Salah satu roket luar angkasa itu.
Hah?
Ya, roket luar angkasa yang membawaku ke bulan.
Ya.
Aku selalu ingin pergi ke bulan.
Di mana pun lebih baik dari sini.
Itu permintaan yang bagus, Baker.
Ingat anak yang... dia meminta, uh...
seekor gajah peliharaan?
Ya.
Ya, dan mereka memberikannya.
Mereka membawanya dengan hiasan kepala dan dia menungganginya pulang.
Ya.
Mereka benar-benar memberimu apa pun.
Itulah sebabnya aku meminta pergi ke bulan.
Aku akan meminta sepuluh wanita telanjang.
Oh, sial.
Itu dia.
Kukira kami kehilanganmu.
Aku baik-baik saja.
Mau kau apakan sepuluh wanita telanjang?
Ya, kau bilang akan bersikap baik, McVries.
Itu permintaan yang bodoh, Olsen.
Kenapa itu permintaan yang bodoh?
Kau homo atau apa?
Bukan itu intinya, Olsen.
Maksudku, saat kau menang, kau dapat uang triliunan.
Kau bisa membayar sepuluh wanita telanjang datang ke rumahmu kapan pun.
Hanya saja...
Saat kau menang, kau harus meminta sesuatu yang tidak bisa kau beli.
Oh, tidak.
Aku tidak mau membayar untuk wanita telanjangku.
Itu menjijikkan.
Hei, kau sadar 'kan kalau permintaanmu terkabul, seseorang harus
membayar sepuluh wanita itu untuk telanjang di depanmu?
Mm-hmm.
Oke, aku tak pernah memikirkan itu.
Tidak, kau tidak memikirkannya.
Oh, sial.
Apa permintaanmu, McVries?
Aku punya satu permintaan sejak lama.
Sudah bertahun-tahun, tapi...
Aku mengubah permintaanku beberapa hari terakhir.
Mulai sekarang, aku akan berharap Lomba Jalan Jauh punya dua pemenang.
Karena dengan begitu, di tahun-tahun mendatang, orang-orang bisa punya
harapan bahwa mungkin teman mereka bisa selamat.
Aku takkan pernah mengizinkan itu.
Yah, aku akan tetap mencobanya.
Itu indah sekali, Pete.
Persetan.
Tidak, aku tidak bercanda.
Aku serius.
Itu benar-benar sangat indah.
Yah, menurutku sepuluh wanita telanjang tetap pilihan yang mudah.
Ya Tuhan.
Bagaimana denganmu, Garraty?
Ah, tidak, aku takkan bilang.
Ini seperti harapan ulang tahun.
Ayolah.
Aku tak mau membawa sial.
Ayo, Garraty, ayo.
Peluangmu, atau peluang kita semua, sangat kecil.
Apa salahnya?
Peluangnya semakin besar.
Dan, tahu tidak, aku merasa cukup baik hari ini, jadi...
Lihat dirimu.
Bagus sekali.
Tapi, aku tak tahu berapa banyak dari kita yang tersisa.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam... Sekitar 15 orang, mungkin.
Aku tak tahu.
Itu peluang yang lumayan bagus.
Ini sama sekali tidak nikmat lagi.
Rasanya sudah hambar.
Kau bicara soal permen karet?
Aku punya firasat di lubuk hatiku.
Selama permen karet ini bertahan, aku pun bertahan.
Saat rasanya hilang, aku juga hilang.
Kami harus melewati ini bersama-sama, aku dan permen karet ini.
Itu indah sekaligus menjijikkan, Olsen.
Tidak, tidak.
Jangan ganti topik sekarang, Garraty.
Tidak.
Kau di sini bukan demi uang, 'kan?
Beri kami sedikit bocoran.
Kau di sini untuk apa?
Dengar, akan kuberitahu ini.
Aku ingin permintaanku mengubah keadaan.
Mungkin menghentikan semua ini sepenuhnya.
Kau tak bisa meminta hal yang mengubah kebijakan dan prosedur negara.
Ya Tuhan, Olsen, bukan itu maksudku.
Aku tidak meminta sesuatu untuk berubah.
Jika aku mendapatkannya, mungkin bisa memicu perubahan.
Secara tidak langsung.
Apa yang kau sembunyikan, Garraty?
Bukankah mereka ini seharusnya sahabatmu?
Hei, diam kau, pembunuh.
Hah?
Cari temanmu sendiri.
Hati-hati mengatakan hal seperti itu dengan keras.
Mayor akan menembakmu karena membicarakan ide seperti itu.
Tidak, aku tahu.
Hanya saja...
Entahlah.
Kuperkirakan dalam dua hari ke depan, aku akan mati atau jadi pemenang.
Sebaiknya aku bicara selagi bisa.
Hei, dia benar.
Tidak, kau benar, Garraty.
Persetan Lomba Jalan Jauh.
Bagus, Pete.
Hei, persetan si Mayor.
Bagus.
Persetan Lomba Jalan Jauh.
Benar, Baker.
Persetan si Mayor.
Ayo, Baker, katakan sesuatu.
Persetan dengan lomba ini.
Oh, ayolah, Olsen.
Jangan jadi pengecut.
Mayor bukan target yang cerdas.
Persetan si Mayor.
Oh, sial, Stebbins.
Dia harus menembakku.
Itu yang akan kau lakukan?
Persetan Lomba Jalan Jauh.
Persetan si Mayor.
Persetan tentara-tentara itu.
Persetan Lomba Jalan Jauh.
Persetan Lomba Jalan Jauh.
Persetan Lomba Jalan Jauh.
Persetan Lomba Jalan Jauh.
Persetan Lomba Jalan Jauh.
Persetan si Mayor.
Persetan si Mayor.
Persetan Lomba Jalan Jauh!
Itu dia.
Ya, persetan Lomba Jalan Jauh!
Persetan kau!
Oh...
Hei.
Apa?
Kau mau tidur?
Ayolah.
Uh... Itu yang kita butuhkan.
Makasih, Pete.
Makasih, Pete.
231 km Hari ke 3
Baiklah.
Tetap di sana, Pete.
Oke, jangan jatuhkan, ya?
Kau main bisbol?
Siap?
Lempar.
Bagus.
Whoa, Art.
Whoa!
Astaga.
Jangan lama-lama.
Ayo.
Kau harus pergi.
Bagus.
Nomor enam.
Ayo, Art.
Menjijikkan.
Cepat selesaikan, kawan.
Tidak mudah dengan...
Apa?
Kau butuh todongan senjata untuk bangun dari buang air?
Astaga.
Sialan.
Buang air tercepat yang pernah kulakukan.
Seharusnya kau bawa majalah New Yorker.
Tak pernah bisa lama tanpa buang air.
Kebanyakan orang...
buang air sekali seminggu.
Aku tipe yang sekali sehari.
Kalau aku tidak buang air sekali sehari,
aku minum pencahar.
Ada tiga kebenaran besar di dunia.
Makanan enak, seks enak, dan buang air yang enak.
Ya, itu saja.
Olsen orang yang cerdas.
Tapi dia terus bilang "buang air".
Kenapa begitu?
Terdengar lebih sopan bagiku daripada kata-kata kasar lainnya.
Aku tak pernah dengar Alkitab melarang kata "sialan".
Bagaimana denganmu, Ray?
Aku juga tidak.
Ya, ini bukan soal peraturan.
Hanya saja, idenya adalah Alkitab.
Alkitab mengatakan... Maaf, bisa menjauh?
Kau bau.
Dengar, ini bukan salahmu.
Kau tak punya waktu untuk cebok.
Tapi kami semua harus menanggungnya, mengerti?
Maaf, Ray.
Aku sayang padamu.
Ya, kami sayang padamu.
Terima kasih.
Hanya saja, kau tahu...
Jalan saja dua mil di depan kami, oke?
Baiklah, Ray, tinggal kita berdua.
Bagaimana?
Ini harus tetap di antara kita, Pete.
Kau pegang kata-kataku, Pete.
Dan itu ada artinya.
Um...
Ayahku, uh... Kau tahu...
Ayahku adalah pahlawanku.
Dan, um...
Dia selalu ingin menunjukkan padaku hal-hal
yang jujur saja bisa membuatnya dipenjara.
Dia ingin menunjukkan buku-buku karya, kau tahu, Nietzsche dan Kierkegaard,
Mark Twain dan Camus, dan menunjukkan musik, musik bebas yang keren sekali.
Ya.
Begitulah dia orangnya.
Dia orang yang bebas.
Dan, uh...
Entahlah.
Aku ingin tahu cara-cara lama.
Jadi dia menunjukkannya padaku.
Aku tahu hal itu legal sekarang.
Ya, kurasa dia pikir dia punya sistem.
Dia pikir dia sudah berhati-hati, tapi...
Ayah,
bisa tolong ambilkan bola bisbolnya?
Ada di sebelah mesin jahit.
Terima kasih.
Hei.
Oh.
Ayah?
William, apa yang kau lakukan?
Ayah?
Apa yang terjadi?
William!
Dia bicara hal yang bukan maksudnya!
Dia bicara hal yang bukan maksudnya!
Tuan William Garraty, Anda telah dituduh dan dihukum atas kejahatan berat
atas kepemilikan dan pengajaran materi serta ide-ide buruk.
Apa Anda bersumpah setia kepada negara, sistem, dan pasukan di sini sekarang,
di jalan, di hadapan keluarga Anda, atau dinonaktifkan segera?
Masih ada waktu untuk menjadi contoh bagi putramu.
Masih ada waktu bagimu untuk membuat pilihan terhormat.
Ini keputusanmu.
Tidak, Pak
Ya Tuhan.
Aku tak akan bersumpah setia.
Ya Tuhan!
Ya Tuhan!
Semoga berhasil, Tuan Garraty.
Tidak!
Semoga Tuhan menunjukkan belas kasihan.
Jangan pernah lupakan siapa dirimu, Ray.
Sial.
Aku turut berduka.
Tidak apa-apa.
Aku baik-baik saja.
Oh, Ray, ini tidak baik-baik saja.
Ya, kau benar.
Memang tidak.
Dan karena itulah aku akan membunuhnya.
Tidak.
Ya.
Bagaimana?
Ray, kau tak bisa berharap... Ya, aku punya satu permintaan.
Permintaan yang akan memberiku kemampuan untuk melakukannya
setelah aku menang, setelah aku cukup dekat dengannya.
Apa?
Aku akan meminta karabin.
Senjatanya?
Mereka harus memberikannya padamu.
Ya, dan begitulah caraku melakukannya.
Tepat di sana, brengsek.
Tapi kau harus menang dulu.
Ya, tapi, Pete, akan kuberitahu.
Tak ada yang lebih menginginkannya dariku.
Tak ada orang di sini yang lebih menginginkannya dariku.
Aku tak meragukan tekadmu.
Dengar, ayahku adalah orang baik sejati terakhir di planet ini.
Aku bersumpah demi Tuhan.
Dan dia rela mempertaruhkan segalanya untuk menunjukkan cara lama padaku.
Ini kesempatanku untuk melakukan bagianku.
Mengubah keadaan seperti yang dia inginkan.
Ini kesempatanku untuk memenggal kepala naga sialan itu.
Ray.
Dia memilih untuk meninggalkanmu.
Apanya yang baik?
Gary, apa kau tahu betapa sulitnya membunuh orang?
Aku membunuh rusa saja sudah cukup sulit.
Membunuh orang itu hanya mudah bagi orang jenis tertentu.
Aku akan menjadi orang seperti itu.
Tidak, aku akan sangat sedih.
Orang seperti itu tak bisa melihat keindahan di dunia ini.
Keindahan apa, brengsek?
Langit, pohon, burung, sial, kawan, semuanya.
Kau tahu apa lagi yang indah?
Kita.
Karena kita teman sejati.
Pete, apa bedanya?
Entah kita punya tiga jam, tiga hari, atau tiga dekade.
Momen ini.
Momen sialan ini.
Katakan.
Ini penting.
Momen ini penting.
Ya.
Tentu saja. Ayo kembali padamu.
Tapi itu tak terlalu penting, 'kan, Pete?
Karena saat momen ini berakhir, aku akan tetap pergi membunuhnya.
Masuk akal.
Tapi sadarlah, bahkan jika kau berhasil, mereka akan membunuhmu.
Kau tak tahu apa-apa.
Aku akan jadi pemenangnya.
Itu wilayah tak terpetakan.
Bagaimana dengan ibumu?
Jangan bawa-bawa ibuku, Pete.
Bagaimana dengan ibumu?
Apa dia tahu?
Tidak, dia tak tahu.
Ini lebih besar dariku dan ibuku.
Pete, lihat para babi itu.
Mereka ingin melihat otak kita berceceran di beton, kawan.
Mereka juga ingin melihat otakmu.
Oh, begitukah caramu melihatnya.
Lihat lebih teliti.
Lihat itu?
Itu sebuah keluarga, dan mereka saling menyayangi.
Kita tak bisa marah pada mereka karena terkondisi untuk
berpikir ini wajar saat kita juga sama saja.
Kau tahu, Ray?
Permintaan tak ada artinya jika kau tak percaya pada keluarga di sana itu.
Jika kau tak percaya mereka layak diselamatkan, lebih baik kau duduk sekarang juga
dan biarkan mereka membereskanmu dengan peluru, karena
balas dendam, Ray, balas dendam saja tidak cukup.
Lihat itu?
Itu adalah sesuatu yang patut disyukuri.
Kau pernah punya saudara, Ray?
Tidak.
Tidak pernah.
Kau mau berjalan bersamaku sebentar?
Ya.
Ya, aku mau, Pete.
273 km
Tolong!
Tolong, kakiku, tolong!
Kakiku, tolong!
Tunggu!
Siapa itu?
Itu Dressler, dan ini orangnya.
Anak dengan radio itu.
Peringatan ketiga, 24.
Sial, kawan!
Aku mau pulang.
Tuhan, aku mau pulang.
Sial.
Aku mau pulang.
323 km
Kau lelah, Gary?
Apa aku lelah?
Ya, aku sedikit lelah.
Aku kelelahan.
Dan mencari kerja?
Tidak.
Kau tidak kelelahan.
Belum.
Entah kenapa aku repot-repot bicara denganmu, kawan.
Seperti bicara dengan asap.
Olsen yang kelelahan.
Dia sudah hampir selesai sekarang.
Berani sekali kau bicara soal Olsen dengan penampilanmu itu.
Dia buang air di celana.
Kau mencium baunya?
Bahkan aku pun tak bisa.
Apa maksudmu, kawan?
Kenapa tidak tanya teman kampungmu, Art Baker?
Bagal tak suka bajak, tapi sangat suka rasa wortel.
Perhatikan Olsen.
Dia belum sadar, tapi dia sudah tak bernafsu pada wortelnya.
Olsen.
Hank.
Olsen.
Olsen, bicara padaku, kawan.
Ada apa?
Hei, hei.
Bicara padaku.
Jika tadi hanya bicara tentang wortel dan
keledai, aku tak tahu apa yang terjadi, tapi...
Kau baik-baik saja?
Kau tak apa?
Bicara padaku.
Taman Tuhan...
penuh dengan gulma.
Hank.
Hank!
Hank, terus berjalan, Hank!
Hei, Hank!
Ayo, terus berjalan!
Terus berjalan, Mike!
Ayo!
Olsen, habisi brengsek itu!
Sial!
Aku
tak bisa kembali sekarang!
Mark, dia sudah mati!
Kenapa mereka tidak menghabisinya saja?
Mereka menembak perutnya.
Mereka akan membiarkannya kehabisan darah.
Itu disengaja untuk mencegah kita
melakukan aksi nekat.
Hank!
Hank!
Hei, sobat!
Sobat!
Sobat!
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!
Tunggu.
Ayo.
Kenapa kau lakukan ini?
Ray!
Ray!
Kenapa kau lakukan ini?
Aku melakukannya dengan salah.
Mark, pergi dari sini!
Aku melakukan semuanya dengan salah.
Kenapa?
Aku melakukan semuanya dengan salah.
Aku mau kau pergi dari sini sekarang.
Dia sudah mati.
Dia sudah mati.
Hei!
Aku melakukannya dengan salah!
Mark Starr, aku sudah mati!
Dia sudah mati, dan salah satu dari kalian akan kehilanganmu juga!
Aku melakukan semuanya dengan salah!
Aku tak bisa menyelamatkannya.
Aku tahu, aku tahu, aku tahu.
Aku tak bisa menyelamatkannya lagi!
Aku tahu.
Aku tak bisa menyelamatkannya.
Aku tahu.
336 km Hari ke 4
akan menembak salah satu dari brengsek itu, masih
tak habis pikir dengan kebodohan Olsen.
Kenapa tidak kau jauhkan namanya dari mulutmu?
Dia tidak mati diam-diam.
Aku sangat menghargainya untuk itu.
Aku juga menghargainya.
Terus kenapa?
Dia sudah menikah.
Itu omong kosong.
Itu benar.
Dia cerita pada beberapa dari kami saat diantar.
Dia jadi bahan ejekan karenanya.
Hanya dia satu-satunya.
Satu-satunya yang punya istri.
Dan lagi, namanya Clementine.
Seperti di lagu itu.
Oke kawan, mari kita berjanji sekarang.
Siapa pun yang menang harus melakukan sesuatu untuk istrinya.
Bagaimana?
Itu benar sekali, Pete.
Melakukan apa?
Bukan aku yang membuatnya menjadi janda.
Dengar, sekadar uang atau apa pun untuk memastikan dia baik-baik saja.
Oke?
Menurutku itu omong kosong sok baik.
Oh ayolah, brengsek.
Ayolah.
Aku tahu kau punya hati di suatu tempat.
Jangan bilang aku tak pernah melakukan apa pun untukmu, Negrees.
Kawanku.
Bagaimana denganmu, Baker?
Tentu.
Nomor 23.
Ya?
Ya.
Ayo.
Ya.
Bagaimana denganmu, Stebbins?
Kenapa tidak?
Ayo tim.
Kau merasa baik?
Tidak, aku tidak merasa baik.
Ini benar-benar parah.
Aku tak pernah sakit selama sepuluh tahun.
Dan tubuhku memutuskan untuk sakit tepat pada
hari-hari ini seperti lelucon kejam.
Itu namanya ironi.
Aku tahu apa itu ironi.
Tapi tak akan menghentikanku.
Aku akan tetap menangkan ini.
Sial!
Hei, um...
Kenapa temanmu tidak bertanya padaku apakah aku mau ikut membicarakan Olsen?
Maksudku, um...
Kau tahu, aku mau ikut mengobrol.
Kau tak dengar aku bilang aku tak mau mengobrol, 'kan?
Tidak, aku tidak mendengarmu mengatakan itu.
Sial, kawan.
Kurasa aku memulai dengan langkah yang salah dengan kalian.
Aku orang yang cukup baik, jika kalian mengenalku.
Aku hanya... aku tak punya teman, kau tahu?
Aku tak pernah punya teman di sekolah, kurasa itu yang ingin kukatakan.
Kau tahu, aku selalu memulai dengan langkah yang salah.
Tapi, um... Oke.
Sial, kawan, maksudku...
Seseorang... butuh beberapa teman dalam hal gila seperti ini, 'kan?
Mm-hmm.
Mm-hmm.
Sial.
Sialan.
Dengar, kawan, um...
Soal Ranked... Ya.
Kawan...
Aku...
Aku tak ingin melihatnya mati.
Kau tahu, aku...
Aku tak akan pernah, tahu...
Sial, kawan.
Aku hanya...
Aku tak bisa berhenti mendengar dan melihatnya di pikiranku berulang kali.
Aku tak tahan lagi, kawan.
Aku hanya harus...
Aku hanya...
Aku minta maaf, kawan.
Dan... Dan... Dan aku...
Aku tak bisa berpikir ini salahku, 'kan?
Ya.
Ini bukan salahku, 'kan?
Bukan.
Oke.
Bukan.
Oke?
Jadi... jadi apa... apa yang kau mau, Nak?
Kau mau jadi...
Kau mau ikut dalam perjanjian?
Ya, ya, ya.
Itu yang kukatakan.
Oke.
Ya.
Oke.
Akan kukatakan...
Akan kukatakan pada wanita itu, dia bisa dapat cukup uang untuk
tinggal di Fifth Ave seumur hidupnya.
Oke, kawan.
Dan... jika kau tak keberatan memberitahu teman-temanmu aku ikut, kawan.
Aku bisa beritahu Pete.
Ya.
Terima kasih, kawan.
Ya.
Terima kasih.
Oh, sial.
Kawan.
Seseorang butuh beberapa teman, kawan.
Itu yang selalu ayahku katakan.
Sial!
Sial!
Oh, sial, kawan.
Maaf, kawan.
Aku hanya... Tak apa.
Tak apa.
Aku tak mau mati.
Aku benci ini, tahu?
Kau harus mati.
Dan itulah hal gilanya dari semua ini adalah kita semua harus mati, tahu?
Hanya saja tidak...
Tidak harus seperti ini sekarang, tahu?
Tidak harus seperti ini, tapi... Ya.
Sial!
Sial, kawan.
Hei.
Tak bisa menghentikannya, kawan.
Hei, kau tak apa?
Apa yang baru saja kau katakan?
Apa yang baru saja kau katakan, kawan?
Ini akan baik-baik saja.
Aku tak sengaja membunuh anak itu, kawan.
Aku tak sengaja, oke?
Oke.
Oke.
Aku minta maaf, kawan.
Ya.
Sial!
Hei, Gary.
Ayo, kawan.
Tak apa.
Kita baik-baik saja.
Kita semua teman sekarang, kawan.
Kita semua berjalan bersama sebagai teman, oke?
Ya.
Ada kami.
Benar.
Kau punya kelompokmu.
Oke?
Ayo.
Oke?
Jadi kita akan terus berjalan.
Aku akan beritahu Pete bahwa...
Aku akan beritahu Pete kau mau ikut dalam rencana ini, oke?
Terima kasih, kawan.
Baiklah.
Baiklah, terus berjalan.
Oke.
Tidak, tidak, tidak.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak.
Oh, sial, kawan.
Aku harus pergi, kawan.
Aku harus pergi dari sini.
Hei, tak apa, Gary.
Teruslah... ah, sial, kawan.
Hei, Bokovic.
Hei, Bokovic.
Pete, biarkan saja dia berjalan.
Ayo.
Terus berjalan, Gary.
Peringatan, nomor lima.
Aku akan bersama kalian selamanya, oke?
Apa-apaan ini?
Sial, tidak!
Ya Tuhan.
Ya Tuhan.
Bagaimana bisa dia melakukan itu?
Sial.
Bagaimana bisa dia melakukan itu?
Semuanya terus berjalan.
Huh.
Peringatan ketiga, lima.
Peringatan terakhir.
418 km
Di gua, di ngarai, menggali untuk tambang, tinggallah seorang penambang, '49-an,
dan putrinya, Clementine.
Ya, aku mencintainya.
Meskipun sepatunya nomor sembilan.
Rambut di kotak tanpa tutup, sandal cocok untuk Clementine.
Oh, sayangku.
Oh, sayangku.
Oh, sayangku Clementine.
Kau hilang dan pergi selamanya.
Kau
447 km Hari ke 5
hampir kena, Ray.
Apa?
Ibumu.
Oh, ya.
Seharusnya tidak.
Seharusnya tak lama lagi.
Kau bajingan yang malang, Gary.
Bisa bertemu ibumu.
Apa yang akan kulihat antara sekarang dan akhir nanti, hah?
Tak ada selain para babi yang datang untuk menatap.
Aku rindu rumah.
Dan aku takut.
Ya, aku juga takut, Carlo.
Jika itu membuatmu merasa lebih baik, kurasa kita semua rindu rumah.
Kau tahu, mudah saja bagimu untuk bicara.
Ini negara bagianmu.
Kau satu-satunya yang bisa bertemu keluarga.
Entahlah.
Kurasa mungkin itu malah memperburuknya.
Ada tikungan U di depan.
Kurasa dia lebih menderita daripada kita berdua.
Kurasa itu bisa membuatnya goyah.
Oh, persetan.
Kalian berdua gila.
Kau benar-benar pikir ini akan lebih sulit?
Aku hanya ingin kau terus berjalan.
Siapa yang sampai di Freeport, Pete?
286.
Kita hidup untuk berjuang lagi.
Sial.
Sepatuku lepas.
Kau harus lepas keduanya, Gary.
Kalau tidak, beberapa paku akan mulai menusuk.
Lagi pula kau bekerja lebih keras saat tidak seimbang.
Peringatan.
Nomor 47.
Sialan.
Kakimu.
Hai, Ibu.
Kakimu.
Sayang.
Kakimu.
Jangan melambat, kawan.
Tak bisa berhenti.
Peringatan.
47.
Aku minta maaf.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak.
Tolong.
Tolong.
Tidak.
Aku minta maaf.
Aku minta maaf.
Aku tak mau memikirkannya.
Aku minta maaf, Bu.
Jangan lakukan ini di depannya.
Jangan lakukan ini di depannya.
Persetan denganmu.
Dasar kau brengsek.
Kau benar.
Aku melakukan apa yang ayahku lakukan.
Pete, aku telah membuat kesalahan yang sangat besar.
Seharusnya aku tetap di dalam mobil.
Persetan denganmu.
Persetan denganmu.
Dia masih di sana, Pete.
Tolong.
Kau sudah berjalan selama lima hari.
Aku sudah berjalan seumur hidupku.
Kau tahu, kedua orang tuaku meninggal dalam perang besar saat aku masih kecil.
Dan kau tahu hal paling gilanya?
Aku tak ingat satu hal pun tentang mereka.
Paman pemabuk merawatku.
Dia menghajarku dan mati di genangan muntahnya sendiri saat aku sepuluh tahun.
Setelah itu, aku berteman dengan anak-anak yang sepertiku.
Tak punya orang tua, atau orang tua yang tak peduli.
Aku tinggal di sofa di ruang bawah tanah.
Aku tidur di ladang dan selokan.
Butuh bertahun-tahun sebelum aku akhirnya ditangkap oleh negara.
Tapi tak ada yang seburuk cara hidupku saat itu.
Mencari gara-gara.
Mencuri.
Mencari lebih banyak gara-gara.
Sampai suatu hari aku cari gara-gara dengan orang yang salah.
Ya.
Orang yang tahu cara menggunakan pisau berburu.
Dia menusukku.
Dia menusukku dengan parah.
Kau lihat ini, 'kan?
Lihat ini, kau lihat?
Kau lihat, ya?
Dia meninggalkanku begitu saja.
Aku bangun di rumah sakit dan tahu tidak?
Tahu tidak, Ray?
Aku bahkan tidak marah.
Karena itu bukan salahnya, itu salahku.
Dan sejak saat itu aku berkata aku akan selalu memilih
untuk menemukan cahaya di tengah kegelapan ini.
Karena apa gunanya kesempatan kedua jika tidak?
Kau memang menemukan cahaya, Pete.
Ya.
Tapi aku tak punya itu dalam diriku.
Aku pasti sudah mati jika bukan karenamu.
Kau pikir ini mudah?
Hah?
Tidak, ini sangat sulit.
Aku berusaha sangat keras.
Ya.
Aku tak punya banyak kerugian.
Aku mempertaruhkan segalanya dan karena itulah aku di sini.
Aku ingin hadiah itu agar aku bisa melakukan sesuatu yang baik.
Mungkin membantu anak-anak yang sepertiku.
Tentu aku bisa memanfaatkannya, Ray.
Apa?
Saudaramu.
Ray, dengar, jika kau berhasil... Jika?
Kusarankan kau memilih cinta.
Kusarankan kau ambil hadiah itu dan pulanglah
ke ibumu karena Ray, Ray, kau tak peduli.
Dan kau pantas mendapatkannya.
Terima kasih, Pete.
Ya.
492 km
Hei, dengar.
Aku sudah berpikir.
Kita semua harus sepakat soal sesuatu.
Apa?
Kita semua harus membuat perjanjian.
Mulai sekarang, tak ada bantuan untuk siapa pun.
Lakukan sendiri atau tidak sama sekali.
Apa maksudnya itu?
Apa maksudnya itu?
Pete, kurasa kau mungkin benar.
Kau tak bisa terus menyelamatkanku.
Bagaimana dengan Musketeer?
Persetan dengan Musketeer-mu.
Ini lebih baik untuk kita semua dan kau tahu itu.
Dan hidungku.
Aku tak pernah mimisan selama bertahun-tahun.
Tak ada yang peduli dengan mimisanmu, Baker.
Kita semua punya masalah sendiri jika kau tak tahu.
Apa katamu?
Oh, diamlah.
Parker.
Collie Parker, kau ikut?
Collie.
Persetan denganmu.
Sialan, pindahkan mobilku!
Hidungku... hidungku... Hidungku!
521 km
Hei, hidungku.
Hidungku tak berhenti berdarah.
Tidak terlalu parah, 'kan?
Tidak.
Tidak, tidak terlalu parah.
Itu pendarahan internal, cukup umum.
Tolong, aku tak bisa.
Maafkan aku.
Aku akan pulang.
Jangan minta maaf.
Jangan minta maaf, Art.
Tegakkan kepalamu, sobat.
Kau sudah berjuang sekuat tenaga.
Ya.
Ya.
Ya.
Tentu saja.
Ya.
Ya.
Dan tahu tidak?
Kita bahkan mendapat beberapa teman.
Tentu saja.
Hei, Art.
Kau teman yang sangat baik.
Sungguh.
Ya.
Terima kasih.
Terima kasih, kalian berdua.
Tentu saja.
Maukah kalian melakukan sesuatu untukku?
Tentu.
Kau pikirkan baik-baik, ya?
Berikan ini pada nenekku?
Jika kau berhasil?
Tentu saja.
Tentu saja.
Janjikan satu hal padaku.
Ya?
Jangan menonton.
Jangan menonton.
Aku tak tahu apa yang kau lakukan.
Aku tak berjanji padamu.
Janjilah padaku.
Aku janji.
Janjilah padaku.
Aku janji.
Aku janji.
Terima kasih.
Aku akan pulang.
Sebentar lagi.
Tidak.
Sebentar lagi.
Jatuh ke Barat... 486.
Sialan, kawan.
Kau tahu?
Aku paling menginginkannya.
Tidak.
Yah.
Tuan, itu bagus.
Dan aku memilih.
Kau di putaran terakhir.
524 km
Baik atau buruk, akan ada gandum dan akan ada sekam.
Kalian yang memilih, kawan.
Ingat?
Kalian yang memilih.
Tutup mulutmu.
Sialan.
Diamlah, brengsek.
Dasar kau pemalas.
Kau tua bangka.
Diam.
Itu baru semangat, anak muda.
Itu baru naluri pembunuh.
Tak ada tawanan.
Tunjukkan nyalimu dan ambil hadiah itu.
Peringatan.
23.
27.
Peringatan kedua.
38.
Apa yang akan terjadi jika kita melambat pada waktu yang bersamaan, hah?
Tiga manusia tak akan bisa mengukur ketepatan seperti
instrumen yang menghitungnya hingga ke satuan terkecil.
Bagaimana bisa kau tahu banyak tentang Long Walk?
Semua ada catatannya.
Kau tak pernah membaca buku.
Tidak terlalu sulit.
Ayolah, kawan.
Ini hampir berakhir.
Katakan sesuatu yang nyata.
Akulah kelincinya.
Hah?
Akulah kelincinya.
Kau pernah melihatnya.
Kelinci mekanik kecil berwarna abu-abu yang dikejar anjing greyhound di pacuan anjing.
Sekencang apa pun anjing itu berlari, mereka tak akan pernah bisa menangkap kelinci itu.
Karena kelinci itu bukan daging dan darah.
Mungkin kau benar, Garraty.
Mungkin kita harus berhenti menjadi kelinci dan babi dan kambing dan domba.
Orang sungguhan.
Yang berdarah.
Kau mau tahu bagaimana aku bisa tahu banyak tentang Long Walk?
Sang Mayor adalah ayahku.
Aku anak haramnya.
Kupikir kau tak tahu aku putranya.
Di situlah aku membuat kesalahan.
Dia punya puluhan anak seperti aku.
Untuk permintaanku, aku akan meminta untuk dibawa ke rumah ayahku.
Untuk diundang minum teh.
Tapi kurasa kelinci ini adalah daging dan darah.
Dan daging dan darah ini mengecewakanku sekarang.
Aku bisa merasakan hatiku rusak.
Paru-paruku terisi cairan.
Dan aku ingin mengakhiri ini dengan kepala tegak.
Bukannya merangkak seperti reptil yang tersedak lendirnya sendiri.
Menurut kalian malam ini akan hujan?
Entahlah.
Tapi sepertinya begitu.
Aku selalu suka hujan.
Hei.
Maafkan aku.
Akan ada banyak orang.
Mereka mengizinkannya jika tersisa dua.
Penggemar sejati yang akan berjalan bersamamu.
Mereka yang ingin melihat Sang Mayor melakukan pembunuhan terakhir.
Teruslah berjalan, oke?
Aku senang ini kalian berdua.
Senang berjalan bersamamu, Stebbins.
Sebuah kehormatan.
Semoga berhasil.
Ayo.
Habisi aku.
Kesempatan 50 persen sekarang, Pete.
Habisi aku!
Pete, boleh aku bilang sesuatu?
Tentu.
Saat aku kecil, Ray, aku tak pernah benar-benar berpikir tentang kematian.
Kurasa kebanyakan anak-anak tidak.
Sampai kau dihadapkan padanya.
Tapi begitu aku mengalaminya, aku sangat ketakutan.
Aku sangat takut akan hal itu.
Tapi ada sesuatu tentang bersama anak-anak ini.
Entahlah.
Itu mengingatkanku bahwa satu-satunya jaminan yang kau miliki
sebagai manusia adalah bahwa kau akan mati.
Dan jika kau beruntung, kau bisa memilih cara menghabiskan saat-saat terakhir itu.
Dan kau benar, Pete.
Momen ini penting.
Setiap momen penting.
Terutama di akhir.
Entah kenapa itu menenangkanku.
Tapi aku tak takut lagi.
532 km
Kau akan memenangkan ini, kawan.
Bangun.
Tidak.
Kau akan melakukan ini untuk ibumu.
Ini untuk ibumu.
Lepaskan aku, Ray.
Apa yang kau lakukan?
Menjadi saudara bagi saudaraku.
Ayo.
Berjalanlah sedikit lagi, oke?
Dia meyakinkan bajingan itu.
Aku tak bisa.
Aku tak bisa melihatnya.
Tapi kau bisa.
Karena itulah aku menyayangimu.
Ray!
Ray!
Aku menyayangimu, Pete.
Ray!
Ray!
Lepaskan aku, brengsek!
Ray!
Semoga berhasil, Tn. Garraty.
Semoga Tuhan membalas keberanianmu.
Ray!
Ray!
Maafkan aku, Bu.
Tuan.
McBreeze.
Hadiah uang tunai ini milikmu.
Jadi katakan padaku, Nak.
Apa permintaanmu?
Seluruh
bangsa sedang menonton, Nak.
Apa permintaanmu?
Aku mau karabin.
Aku mau karabin.
Kau akan mendapatkannya.
Kau akan mendapatkannya.
Tidak.
Aku mau karabin itu.
Untuk kuberikan pada anak-anakku suatu hari nanti.
Pak?
Berikan permintaannya.
Dia tak akan menembak siapa pun, kawan.
Dia sudah terlalu banyak menang.
Dan ingat, yang satu ini ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Benar, 'kan, Nak?
Benar, 'kan, Nak?
Tahan tembakan!
Tahan tembakan!
Tidak apa-apa, Nak.
Tak ada yang terluka.
Belum.
Letakkan senjatanya.
Seluruh dunia menunggumu.
Ada lebih banyak kekayaan daripada yang bisa kau bayangkan.
Letakkan senjatanya.
Hadiah ini milikmu.
Tinggal diambil.
Jangan sia-siakan.
Ini untuk Ray.
Diterjemahkan Oleh: Zain Jakarta, 24 September 2025 Support di : https://trakteer.id/ZainSubs
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.