Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TWELVE
Pada suatu hari, ketika angin menderu di seluruh daratan,
Dewa Cahaya membangunkan 12 hewan dan memberikan mereka sebuah tugas.
Ke-12 malaikat, yang diberi kekuatan itu,
terlahir untuk melindungi dan membimbing
dunia yang porak-poranda.
Taesan,
Wonseung, Doni,
Yangmi, Bangwool,
Mirr, Malsook, Master R,
Jwidol, Hanu,
Kangji, dan Dalgi.
Mereka adalah penjaga perdamaian,
yang menjalankan kehendak Dewa.
Namun, meski mereka membawa
keselamatan bagi dunia,
mereka juga menandai awal krisis dunia.
Kegelapan, yang merasa terancam oleh kekuatan para malaikat,
melepaskan energi jahat
ke seluruh dunia melalui para pengikutnya.
Cahaya meredup
dan daratan membusuk.
Debu hitam masuk ke dalam tubuh manusia,
mengubah mereka jadi roh jahat.
Para malaikat akhirnya memilih
untuk bangkit melawan roh jahat
untuk melindungi umat manusia.
Hari demi hari,
saat menaklukkan roh jahat,
mereka melanjutkan
pertempuran abadi yang melelahkan.
Sementara para malaikat
bertahan dari serangan tanpa henti roh jahat yang bangkit dan lenyap…
Kegelapan, melalui Ogwi dan Samin,
menyesatkan Haetae, maskot dari ke-12 malaikat,
dan menjadikannya roh jahat
dan menggunakan kekuatannya
untuk menyerang para malaikat.
Saat Hanu, Master R,
Yangmi, dan Dalgi gugur oleh serangan Haetae,
Taesan, yang diliputi amarah dan putus asa, menghabisi Haetae.
Lalu, energi jahat dan kekuatan para malaikat
tersegel di bawah Gerbang Neraka.
Selama bertahun-tahun,
Samin, yang dianggap sudah mati, muncul di hadapan ke-12 malaikat
yang menjelma sebagai manusia.
Taesan dan para malaikat
kini memasuki pertempuran baru yang akan menentukan takdir mereka.
KLINIK PENGOBATAN TIMUR TAESAN
Bergabunglah denganku,
maka kau akan dapat kekuatan lebih besar.
Kau takkan terkalahkan.
Bagaimana,
jawabanku cukup jelas?
Tenangkan dirimu.
GEDUNG TAESAN
Doni!
Aku datang!
Hanu!
Hanu!
KLINIK PENGOBATAN TIMUR TAESAN
Dasar bodoh.
Kekuatan Haetae dan Jiwa Naga sudah menjadi milikku.
Setelah kuubah dunia menjadi neraka,
semua manusia akan kujadikan roh jahat.
Jangan besar kepala.
Jika Mirr adalah tujuan hidupmu,
kau tak punya tempat di nerakaku.
Lihat saja.
Menyedihkan.
Dia cuma tubuh yang tak berdaya.
Entah bagaimana tampangmu
saat terbunuh oleh kekuatan Mirr.
Mirr…
Jangan.
Dia masih kuat seperti dulu.
Bangwool.
Hanu!
Ini hari yang pas untuk barbeku!
Wonseung!
Mirr, meski Dewa mengabaikan doaku
dan malaikat lain menentang kita,
takkan ada yang berubah.
Percayalah. Perasaanku padamu tetap sama.
Ogwi…
Tidak…
Kumohon, tidak…
Tidak…
Tidak…
Apa… Kita di mana?
- Siapa kau? - Aku di mana?
Di mana ini?
- Kenapa kita di sini? - Ada apa?
Tempat apa ini?
Apa-apaan ini?
Aku di mana?
- Apa-apaan ini? - Kau tahu kita di mana?
- Kenapa aku di sini? - Tempat apa ini?
- Ada apa ini? - Apa yang terjadi?
Master R!
Kenapa badanku sakit semua?
Aku kenapa?
Stop. Apa ada yang memukuliku?
- Apa? - Kenapa sakit sekali?
Aku juga penasaran kenapa.
Yangmi!
Kau tahu aku sangat merindukanmu?
Malsook.
Aku di mana?
Apa yang terjadi?
Ada apa?
- Hanu! - Hanu!
Tunggu, dia belum kembali normal?
Doni!
- Hei, Jwidol. - Dasar!
Kau makin langsing.
- Kau makin gemuk. - Makin tinggi juga.
Kemarilah.
Dia kesal karena kau menangkis semua syurikennya.
Mana mungkin? Semuanya tepat sasaran.
Hei, ayo makan enak.
Berangkat!
Kenapa rambutmu seperti semak? Kau harus pangkas.
Kau tak berubah sedikit pun.
Dalgi, kami sering banyak ayam.
- Jangan. - Keterlaluan.
Sudah kubilang jangan makan ayam.
- Maaf. - Dia selalu paling banyak.
Hei, kalian tahu aku cuma makan lobak.
Kau segemuk ini gara-gara lobak?
- Benar. - Ayolah.
Hei, Ketua!
Mirr.
Mirr!
KLINIK PENGOBATAN TIMUR TAESAN
Fenomena aneh
yang menggelapkan langit telah sirna
dan semua orang kembali tersenyum saat menjalani
keseharian mereka seperti biasa.
Selanjutnya,
kami hadirkan kisah yang menyentuh hati.
Minggu lalu, seorang yang mengaku bernama Tiger
meninggalkan sebuah kotak berisi uang dalam jumlah besar
di depan sebuah panti asuhan, serta sebuah catatan bertuliskan,
"Semoga ini bermanfaat."
Meski banyak upaya dilakukan, identitasnya masih misteri,
dan panti asuhan itu
menyampaikan rasa terima kasih mereka melalui saluran berita kami.
Sekian berita dari saya, Park Jiyun.
Dari Taesan untuk kalian.
Jus wortel ini…
Rasanya aneh.
Asyik sekali.
Kangji.
Kenapa tak membangunkanku agar aku ikut?
Bukankah Yangmi dan Dalgi membuatmu bergadang?
Jangan memancingku.
Mereka penasaran soal semuanya,
jadi mereka terus menanyaiku semalaman.
Tapi rutinitas tetap jalan.
Senangnya bisa olahraga lagi.
- Kau pasti sudah pemanasan. - Tentu. Mau mulai?
Ayo.
- Aku mau tegaskan sesuatu. - Olahraga bukan beban?
Bukan. Karena sudah lama, ayo lari sampai puas.
Dah.
Halo, ini adalah panggilan dengan bantuan AI.
Ada yang bisa saya bantu?
Halo?
Pukul berapa kalian buka?
Kami buka dari pukul 10.00-22.00.
Kalau begitu, ada menu yang kau rekomendasikan?
Tentu. Menu akan segera dikirim ke ponsel Anda.
Terima kasih.
Ini dia.
SPESIAL HARI INI
Luar biasa.
Hanu, ayo makan semangkuk ini!
Hei, Doni, apa itu?
Apa itu? Kau beli apa?
Ini terlihat enak.
Apa ini?
Ini permen kapas.
Nikmat sekali.
Apa ini juga buatan Dewa?
Bukan, ini buatan manusia.
Benarkah?
Boleh aku minta uang lagi?
Uang?
Tidak, kau harus bekerja dulu.
Asal kau tahu, aku sudah bicara dengan Ketua
agar kau bisa kerja juga.
Mulai sekarang, panggil aku "Pak".
Ada apa?
Cukup panggil aku "Pak", Berengsek.
Baiklah. Hentikan.
Katakan. "Pak."
Ya, aku paham.
Katakan, "Pak!"
Baiklah, Pak. Sudah puas?
Begitu.
Ayo cari makanan lain. Ini tak bikin kenyang.
Memang tidak.
Ayo, aku tahu tempat yang enak. Porsinya jumbo.
Jangan kebanyakan.
- Manusia sungguh luar biasa. - Memang.
Tak kusangka teknologi mereka berkembang pesat.
Tanya apa pun yang kau mau.
Selama kau tertidur,
aku menyimpan rekaman
dari semua peristiwa dan momen bersejarah di perangkat ini.
Di sini?
Apa ini makhluk hidup? Bagaimana mungkin?
Bukan begitu.
Terlalu banyak informasi sekaligus bisa membuatmu pusing,
jadi pelan-pelan saja.
Pertama, pelajari cara pakai ini.
Apa ini?
- Itu ponsel. - Apa?
Ponsel.
Itu bukan makanan.
Bukan untuk dimakan.
Manusia tak sanggup sehari pun tanpa perangkat ini.
Dengan ini,
kita bisa mengobrol meski jaraknya sejauh apa pun.
Ini bisa memenuhi semua kebutuhanmu
agar hidup lebih mudah.
Apa?
Begini. Dengan perangkat ini…
kau bisa bermain gim,
dan juga
memesan makanan, dan membeli pakaian.
Bohong. Yang benar saja.
Kau belajar bohong selama aku tak ada?
Itu benar.
Masa?
Memang benar.
Dengarlah suara Wonseung dulu.
Wonseung ada di dalam sini?
Tentu.
Ada suaranya juga.
Aku juga ada di kantor.
JWIDOL
Kenapa meneleponku, padahal aku di sini?
Aku sibuk!
Biarkan aku belajar dengan tenang.
SIMULASI UJIAN CSAT KE-6
Kenapa menangkap penjahat serumit ini?
Hei, kau sedang apa?
Aku sedang belajar untuk menjadi detektif.
Apa? Tumben begini.
Kau kenapa?
Posisi ketua itu memang tak cocok untukku.
Aku akan menggantikan Marok saja.
Ide bagus. Memimpin tim itu tak gampang.
Aku mendukungmu.
Semoga berhasil.
Dalgi, ini bagaimana?
Yangmi,
ini apa? Orang sungguh memakai ini?
Kurasa tidak.
- Benarkah? - Itu tas tangan.
Oh, tas tangan!
Kangji, ini tas tangan, bukan?
Bukan.
Masih banyak pilihan, lihat saja dulu.
Ini untuk dipakai?
Kalau yang ini? Warnanya bagus, 'kan?
Ya. Cocok untukmu.
- Sungguh? - Biar kucoba.
Coba lihat. Pasti nyaman untuk bertarung.
Aku lelah sekali.
Permen Kopi
Akhirnya, aku segar kembali.
K-POP BERSAMA UPLUS
Hei. Senang bertemu denganmu.
Selamat datang.
Ada yang bisa kubantu?
Tolong bantu aku semuanya.
Baik.
Ini baru dirilis.
"Tambahkan jadwal bisbol minggu ini ke kalenderku."
TAMBAHKAN JADWAL BISBOL MINGGU INI KE KALENDERKU
Mantap. Aku mau beli 12.
- Kau bilang 12? - Ya, kami ada 12 orang.
Aku siap membantu.
Ini 12 ponsel pesananmu.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Sebentar.
Hanu.
MAKAN MALAM TIM DI PEMBUKAAN JAJANAN JALANAN GEUMSOON
MAKAN MALAM TIM DI PEMBUKAAN JAJANAN JALANAN GEUMSOON
Aku yakin kalian lapar.
Karena banyak orang
menganggap museum itu menyeramkan,
aku mau buat pengalaman itu tak menakutkan dan mudah diakses.
Ide yang menarik,
dan aku kagum atas perhatianmu
terhadap masyarakat.
Tolong kirimkan proposal proyeknya padaku
dan akan kusiapkan desainnya.
- Benarkah? - Ya.
Aku ada jadwal rapat lain,
jadi akan kukirimkan drafnya akhir pekan ini.
- Baik. Terima kasih. - Ya.
Tolong kabari aku.
Tentu.
MAKAN MALAM TIM DI PEMBUKAAN JAJANAN JALANAN GEUMSOON
Astaga. Lagi-lagi lamban.
Belum baca pesannya?
Ayo.
Ya.
Bangwool!
Dia barusan…
Dia bicara.
Baiklah. Ini untuk Geumsoon dan Manbok yang buka restoran jajanan mereka.
Beri tepuk tangan.
TTEOKBOKKI STELLA
- Selamat makan! - Selamat makan!
Tampaknya enak sekali.
- Yangmi, silakan. - Bagaimana cara makannya?
- Dalgi, kau juga. - Makanlah, Hanu.
- Coba celupkan itu ke saus. - Ke situ?
Enak, 'kan?
- Enak. - Nah, begitu.
Astaga.
Kau pasti suka kombonya.
Enak sekali.
Coba yang itu.
Kau lahap sekali.
Pilihan kombo Doni tak pernah mengecewakan.
- Makanlah sebelum dingin. - Kenyal sekali!
- Lebih enak saat panas. - Geumsoon, enak sekali!
Dalgi, ini daging ayam.
Jangan makan ini.
- Coba itu. - Gorengannya enak.
Geumsoon, boleh tambah gorengannya?
Pak Taesan, masa kau juga?
Biar kuambil.
- Ini enak sekali. - Kau harus celupkan ke situ.
- Benarkah? - Ya.
- Enak? - Enak.
- Siwan datang. - Kami datang.
- Hai. - Halo.
Hai!
Sayangku.
Dia menggemaskan.
Pak, kau mau menggendong cucuku?
Boleh?
Tapi dia kecil sekali.
Dia malu-malu.
Astaga.
Hei.
Kau menggemaskan sekali.
Dia mirip denganmu, Geumsoon.
- Lihat, dia tersenyum. - Nah.
SEMUA TOKOH, TEMPAT, DAN ORGANISASI DI SERIAL INI FIKTIF
Diterjemahkan oleh Cindy N
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.