Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih Bahasa: Doyan_Nonton
- Sial! - Sial!
- Apa yang kau lakukan? - Jangan teriak, kau membuatku kaget.
Apa kau sudah gila?
Aku sedang mencoba makeup horor. Film horor menghasilkan banyak uang.
Kau baru kembali?/Ya.
- Sudah makan? - Sudah.
Aku lelah sekali, ingin mandi.
Mandi tidak akan mengurangi rasa lelahmu. Aku yang bisa membantumu.
Baiklah.
Sebelum itu, cuci mukamu dulu.
Aku tidak mau tidur dengan hantu.
Tidak, aku akan begini saja.
Baiklah, sampai jumpa besok.
Aku tidak menyentuh apapun.
Aku akan mandi juga.
Rang.
Rang, cepatlah.
Cut!
Threesome
Mundur.
Sedikit lagi. Oke.
- Rang. - Ya!
Naik, dan bantu penerangan.
Baik.
Sedikit saja asapnya, kita tidak sedang memanggang ayam.
Sutradara, biar aku naik dan membantu mereka.
Ide bagus. Agar kau tahu dimana kau berdiri.
Sulit untuk menerangi adegan ciuman.
Cukup bagus.
Bagus, tangan di pinggang, dan kau lihat matanya.
Pelan-pelan, sekarang kau cium.
Baiklah, coba sekali lagi.
Baiklah.
Aku tidak mau lakukan adegan ciuman ini.
Kenapa tidak? Aku malah ingin melakukannya.
Benarkah? Kau suka mencium wanita?
Menjijikan.
Gunakan lidah.
- Lidah? - Ya, benar.
Lakukan lagi.
Lebih dekat, dan jilat.
Bukan seperti itu
Kau tidak tahu cara menjilat?
Lihat aku.
Lihat matanya.
Lidah keluar, jilat dari sini ke sini.
Kalian saling mencintai.
Ketika kalian bertemu, jilat dia.
Jilati bagian atasnya.
Lihat matanya.
Bagus.
Sudah benar. Bagus.
Keluarkan lidahmu.
Kau.
Hentikan.
Hormati wajah cantikku.
Maafkan aku.
Kau bekerja untuk tim seni.
Kenapa kau harus naik ke atas dan mencium The Catwoman.
Kau menyukainya?
Som, itu hanya omong kosong.
Aku hanya menandakan tempat untuk sutradara.
Bukankah kau yang mengatakannya padaku?
Kau tidak mau semua orang tahu kita adalah pasangan.
Jangan terlalu dipikirkan.
Rang, apa yang kau lakukan di sini?
Aku mencarimu. Bersiap untuk adegan selanjutnya.
Baiklah, maafkan aku.
Apa yang kau lakukan dengannya di sini?
Tidak ada.
Bagus.
Kuharap tidak ada apa-apa.
Karena jika kau mencoba menggoda anggota timku.
Kau akan menyesal. Mengerti?
Aku tahu..
Aku adalah Werewolf. Menunggu bulan purnama.
Apa? Kau tidak mengerti?
- Kau mau bertengkar? - Tidak.
Apa itu? Menunggu bulan purnama?
Cut.
Bagus sekali.
Sudah selesai, bisa bubar.
sudah selesai, bisa bubar
Bisa bicara sebentar?
Ya, tolong pegang ini.
Simpan di gudang, aku akan menyusul.
Cepatlah, Rang. Aku sedang buru-buru.
Namamu Rang?
Rang, seperti "putih".
Boleh aku minta nomor teleponmu?
Untuk apa?
Kita bekerja bersama di film ini. Mungkin aku butuh propertimu.
Kau artis yang hebat. Kukira kau hanya artis biasa.
Jika aku hebat, kau suka?
Tidak, aku lebih memilih wanita biasa.
Sebenarnya aku tidak bisa apa-apa.
Aku melihatmu berakting.
Itu bukan akting, aku hanya menjadi diri sendiri.
Nomor teleponmu?
Som, apa kau mencoba untuk memenangkan Oscar?
Kau punya pacar yang tampan, tentu harus punya persiapan.
Karena kau tidak terlalu cantik.
Membuat ini semakin sulit.
Meski aku wanita cantik, aku bisa merasakannya.
Benarkah?
Tentu saja.
Kau mau tahu wajah pacar-pacarku?
Mereka semua buruk rupa./ Benar sekali.
Jika kau memiliki sosis yang lezat, semua tertarik ingin mencobanya.
Benarkah?
Kupikir..
Pacarmu buruk rupa karena hanya itu yang bisa kau dapatkan.
Som, turunlah.
Tapi ini belum tiba di rumah, dan sudah gelap.
Lihat kata-katamu tadi, rasanya aku ingin menendangmu.
Aku tahu.
Terima kasih.
Kalian brengsek.
Semua pria tampan itu brengsek.
Mulai sekarang..
Aku akan mencari pria jelek saja.
Agar mereka mencintaiku sampai mati.
Bahkan pria jelek tidak akan sembarangan mengencani wanita.
Kook!
Brengsek.
Kau bilang aku jelek?
Tentu saja tidak. Tapi kau berlebihan.
Siapa yang tahan denganmu?
Kupikir kau minum bir dengan bosmu.
Benar, cukup untuk menyelamatkan diriku.
Som, ayo kita pulang.
Ya, bos.
Ingat, kau akan membayar atas perkataan burukmu.
Ayo./Cepat pergi.
Jadilah gadis yang baik.
- Ayo kita berciuman dulu. - Tidak mau, kau bau.
Bau apa?
Ya, kau bau.
Tidak bau
Bau badanmu tetap harum untukku.
Maksudku mulutmu bau ikan basi. Cepat sikat gigimu.
Halo, bos.
Baiklah, aku segera kesana.
Tentu.
Bos Mar mabuk berat. Aku akan menjemputnya.
Lalu mengantarnya pulang.
Bosmu seorang gay.
Ini triknya untuk merayumu.
Dia mau merayumu.
Tidak mungkin. Kau tidur saja.
Kau mabuk.
Dia sudah mabuk parah.
Ada apa lagi, nona repot?
Kemarin dia tidak tidur di rumah.
Ini hanya hal kecil, tidak seperti aku.
Ada apa?
Kemarin aku dan pacarku berolahraga.
Kemudian dia membiarkanku berada diatas.
Lalu dia meminta ganti posisi.
Apa dia menikmatinya?
Kurasa begitu. Kalau tidak mungkin aku tidak merasa stres.
Ayo kita makan saja.
Apa yang kau lakukan?
Kakak..
Apa mungkin pacarku jadi simpanan?
Rang, aku merasa si pemeran wanita itu cukup manis.
Kau dekati saja dia.
Aku juga suka.
Kalian berdua dekati dia.
Tetapi dia menyukaimu? Kenapa kau tidak mendekatinya?
Tapi aku tidak suka.
Jika aku adalah kau, sudah dari awal aku mendekatinya.
Apa kau pernah tanya padanya?
Belum.
Aku hanya asal bicara saja.
Halo, ibu? Apa? Satu botol Whisky?
Baiklah ibu, aku sedang bekerja.
Apapun yang dikatakan bos harus aku lakukan.
Bahkan mengkhianati kawanku sendiri.
Oke, Ibu.
Ibumu mau apa?
Dia memintaku membeli Whisky.
Berikan aku sedikit uang, oke?
Jika tidak diberi, aku tidak akan pergi.
Rang, bersulang.
Ini, cepat pergi.
Terima kasih, bos.
Ayo, Jib, kita pergi. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Selamat malam, bos.
Rang, dengarkan aku.
Aku sudah mencintaimu bertahun-tahun.
Ingat ketika kau katakan kepadaku..
Bahwa kau mencintaiku?
Saat itu aku belum yakin, tetapi kini aku yakin.
Tidak, bos.
Aku mencintaimu sebagai kakak, tidak lebih.
Aku tahu kau membenciku.
Tentu saja tidak.
Maaf aku sudah berkata seperti itu.
Aku sungguh berterima kasih atas perasaanmu kepadaku.
Tapi aku sudah punya pacar.
Siapa?
Som.
Baiklah, aku mengerti.
Boleh aku memelukmu?
Tentu saja.
Ayo kita minum bir.
Kenapa? Ini aku.
Rang, aku merasa ada yang aneh.
Aku takut.
Tidak ada apa-apa, itu hanya angin saja.
Aku takut.
Tidak apa-apa, tidurlah.
Ying, pegangan ke bawah. Ke bawah lagi
Sampai di sini?
Ying, coba sekali lagi, aku suka dengan lekukanmu.
Apa kau merasa? Ying sudah sangat mendalami perannya.
Aku tidak tahu soal itu.
Apa kau sudah buta? Coba saja kau lihat.
Dia begitu mendalami perannya.
Lihatlah, dia tidak mau pergi, tetap berada di sana.
Tapi jika dilihat..
Pria itu memang terlihat sangat lezat.
Pelacur itu menyerobot antrian, menyebalkan.
Aku tidak peduli.
Aku akan membereskannya.
Kau berkata begitu di depanku, membuatku malu saja.
Rang adalah milikku.
Sudahlah, bertengkar di sini tidak baik.
Jika tidak berhati-hati akan jadi lawan.
Kau juga tahu, makanan yang lezat itu bisa dimakan siapa saja.
Lebih baik kau berkaca dulu.
Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?
Bukan salahnya memiliki wajah sejelek itu.
Kita tidak bisa memilih bagaimana wajah kita.
Kita tidak lahir seperti itu, maka kita tidak akan tahu apa rasanya.
Jangan pedulikan dia.
Kau sungguh pengertian.
Meskipun wajahku seperti ini, tapi aku tidak brengsek.
Jangan pedulikan dia.
Sungguh membosankan.
Biar aku peragakan.
Kau harus mulai dari bawah.
Saat bergerak, ekspresimu harus terlihat. Mengerti?
Lihatlah wajahku, harus seperti ini.
Lihatlah wajahku, kau mengerti?
Ayo kita mandi bersama.
Aku sedang tidak mau.
Ayo, gosok punggungku.
Baiklah.
Apa kau mau bermain dengan kucingku sebagai gantinya?
Tentu saja.
Wangi sekali.
- Benarkah? - Ya.
Biar aku coba apakah bibirmu juga manis?
Pedas, seperti pasta gigi.
Manis tidak?
Ya.
Apa kau masih bisa?
Kita menikah saja? Bagaimana?
Besok?
Tidak akan ada tamu, jadi kita lakukan saja.
Kita persiapkan malam ini.
Halo, Som. Ini gawat.
Aku harus pergi ke Korat untuk membebaskan pacarku dari penjara.
Tolong gantikan aku pada saat syuting.
Baiklah.
Jam berapa?
Lima pagi.
Sekarang jam berapa?
4.30 pagi.
Apa?
Kau terlihat familiar.
Apa kau pernah meriasku sebelumnya?
Tidak untukmu.
Tapi aku bekerja di lokasi syuting "Threesome" yang diperankan olehmu.
Begitu.
Aku tidak ingin syuting itu berakhir.
Para kru sangat menyenangkan.
Hanya ada satu yang manis atau semuanya?
Kau juga tahu? Rang itu sangat manis.
Aku belum pernah melihat kru properti setampan dirinya selama ini.
Aku sungguh menginginkannya.
Apa kau tinggal di sini?
Kalau begitu kau adalah pacarnya?
Benar.
Maaf, aku tidak sengaja.
Jika aku tahu itu kau, aku tidak akan melakukannya.
Maafkan aku.
Jika bukan diriku?
Apa kau akan merasa bersalah?
Tentu saja.
Kau pikir aku merasa gembira?
Membuatnya mabuk dan memaksa melakukannya denganku.
Aku sangat menyukai Rang.
Jika tidak aku tidak akan lakukan ini.
Mungkin kau tidak akan mengerti.
Betapa menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita.
Sungguh menyakitkan.
Wanita sepertimu..
Siapa yang tidak suka?
Banyak sekali.
Sebenarnya.
Aku adalah wanita yang jelek.
Aku operasi plastik di seluruh tubuh.
Aku butuh waktu lama.
Agar bisa cantik seperti ini..
Dan menjadi bintang.
Kau tidak cantik.
Tapi kau memiliki wajah yang alami.
Kau beruntung memiliki pacar yang mencintaimu.
Semua orang di dekatku tidak tulus.
Mereka hanya suka wajah plastikku.
Dasar racun, sungguh keji dan jalang.
Beraninya merebut pacarku, matilah kau.
Som.
Tolong resletingku.
Ying..
Dia sudah pergi.
Aku sudah membereskan semuanya. Kau pergilah.
Som. aku tidak melakukan apapun.
Apa kau dan ying sudah melakukannya?
Sudah..
Kalau begitu berakhir sudah.
Melakukannya tidak berarti mencintainya.
Maksudmu kau mencintaiku tapi bersedia melakukannya dengan wanita lain?
Orang yang tidak saling mencintai mana mungkin bisa melakukannya.
Bisa saja.
Kau sudah memiliki orang yang dicintai, tapi kau melakukan itu dengannya.
Apa yang terjadi?
Aku hanya tidur denganmu, aku hanya mencintaimu seorang , Rang.
Aku juga hanya mencintaimu, Som, apa kau mengerti?
Aku mengerti.
Tapi aku sudah lelah, tidak ingin meneruskan ini lagi.
Maaf.
Jika kau tidak pergi, maka aku yang pergi.
Kenapa? Apa alasannya?
Benar, aku tidak punya alasan.
Tapi aku tidak pernah mencintai Ying.
Aku hanya cinta kau.
Pergilah.
Kumohon.
Mengapa kau bermain sendiri disini? Apa kau tinggal disini?
- Apa ayah ibumu tidak memarahimu? - Aku sudah tidak punya orang tua
Tidak masalah, aku juga tidak pernah bertemu ayah ibuku.
Aku hanya hidup bersama pemilik rumah. Mari kita berteman.
Kalau begitu kau harus berjanji tidak akan meninggalkanku seperti ayah ibuku.
Aku janji.
Rang, mari bermain bersama kita. Ayo bermain bersama.
Ayo.
Tidak menyenangkan menggambar di sini.
Ayo kita masuk ke dalam.
Jika kau tidak menyelesaikannya, maka tidak bisa lulus.
Dengan kemampuanku, tidak perlu mencari kerja, aku bisa menghidupimu.
Aku harap kau bisa mewujudkannya.
Kau harus menggambar yang cantik.
Modelnya tidak cantik. Bagaimana bisa?
Maaf.
Bisa bantu kami memotret.
Tentu saja.
Maaf merepotkan.
Tidak masalah. Kau di sini untuk berdoa?
Ya, kami baru datang hari ini.
Apa kita bisa memotret di sana?
Baiklah.
Hidup itu sungguh berharga, kau tahu itu?
Tidak semuanya.
Bagaimana kau tahu?
Apa kau pernah mati?
Apa kau tahu rasanya?
Tidak pernah.
Aku mau mencobanya.
Jangan mencobanya, aku mohon kepadamu.
Untuk apa kau memohon padaku?
Kita tidak saling kenal.
Siapa bilang?
Kita bertemu tiap hari.
Kau tidak pernah melihatku.
Aku tidak pernah melihatmu.
Sudahlah.
Begini saja, anggap saja tadi kau sudah melompat ke bawah.
Dan kau tidak punya nyawa lagi, apa bisa memberikannya padaku?
Bagaimana caranya?
Anggap saja sekarang nyawamu milikku, kau sudah mati.
Aku tidak mengerti.
Aku akan katakan langsung.
Kau adalah pacarku
Apa?
Aku mencintaimu.
Aku sudah lama melihatmu diam-diam.
Sudahlah, kita baru saja kenal.
Tapi kau menyelamatkanku.
Tapi kelak tidak perlu. Terima kasih.
Aku bersumpah.
Tidak akan membiarkanmu menangis seperti mantan pacarmu.
Aku tidak akan bertemu siapapun.
Dan tidak akan bicara dengan wanita lain.
Tidak akan membiarkanmu menunggu.
Tidak akan membiarkanmu tidur sendirian.
Kita akan bangun bersama setiap hari. Mulai hari ini.
Apa aku seperti aktor opera sabun?
Benar, tapi aku suka.
Kau sudah bangun?
Kau tidur seperti bayi.
Siapa kau? Bagaimana kau bisa masuk?
Kita sudah bertemu semalam, aku adalah pacarmu.
Benarkah?
Itu hanya dalam pikiranmu saja.
Jika kau takut kepadaku..
Aku pergi saja.
Pergi ke mana?
Ke kamarku.
Aku sudah katakan semalam.
Aku seorang pelajar. Aku tinggal di sebelah.
Kamar itu kosong.
Kau tidak melihat siapapun, Bukan berarti kamar itu kosong.
Kau masih takut padaku?/Ya.
Ya.
Baiklah.
Aku minta tolong.
Apa?
Makanlah makanan yang aku siapkan.
Jika sudah dingin tidak enak.
Baiklah.
Ada apa?
Tidak apa-apa, sudah lama tidak bertemu, kami rindu.
Katakan saja.
Kami takut kau sedih dan melihat ponselmu di luar sana.
Jadi kami bawakan. sepertinya jika diperbaiki bisa digunakan lagi.
Mari aku bawa kau kesana.
Tidak mau.
Tetapi..
Lalu bagaimana menghubungimu?
Banyak cara untuk menghubungiku.
Jangan begitu, jangan menangis.
Kau harus berbaikan dengan Rang.
Tutup mulutmu. Pergilah. Cepat pergi.
- Aku izin tinggal di sini beberapa lama. - Som tidak datang bersamamu?
Sedikit masalah saja sudah ingin putus. Pergilah. Bereskan kopermu.
Kau mengagetkanku.
Aku adalah orang yang takut dengan hantu.
Maaf, aku hanya bercanda saja.
Kukira kau tidak akan takut.
Bagaimana kau bisa masuk?
Aku datang dari jendela. Melihat kamarmu masih terang.
Aku membawakanmu manisan.
Banana Sweet Rice.
Bagaimana kau tahu itu favoritku?
Aku tidak tahu, tapi aku suka.
Jadi ibuku membuatkannya untukku.
Kau membawakanku sisanya saja.
Tidak, aku sengaja membawakannya khusus untukmu.
Ibuku pandai memasak.
Terima kasih, tapi nanti kau harus masuk dari pintu depan.
Bahaya jika memanjat dari balkon.
Aku tahu, tapi aku tidak punya kunci.
Ketuk saja pintunya.
Tidak mau.
Sebenarnya..
Aku ingin tinggal di sini selamanya.
Kau pasti kesepian tidur sendirian.
Tidak lucu.
Pergilah, aku sudah mengantuk.
Aku tidak mau pergi sebelum kau habiskan itu.
Cepatlah makan. Sudah dingin.
Baiklah.
Pemaksa.
Apa kalian semua tidak mencemaskan Som?
Sudah seminggu dia tidak turun. jika tidak pingsan, apa dia menyakiti dirinya sendiri?
Yang benar saja
Wanita kejam seperti dirinya akan jadi hantu yang menakutkan.
Terus saja kau jelek-jelekan dia.
Jika benar Som mati, kau orang pertama yang akan dia hantui
Apa aku menakutkan?
Kita sedang membicarakan cerita hantu dan kau tiba-tiba datang.
Kami tidak sedang membicarakan kamu.
Jangan sampai aku tahu pembicaraan kalian.
Aku sedang mencari pekerjaan baru. Ada saran?
Bagaimana dengan pekerjaan di film?
Tidak lagi, aku sudah muak.
Halo.
Halo, kalian mau potong rambut?
Tidak, seseorang sedang mencari pekerjaan.
Sempurna, kami sedang buka lowongan.
Apa yang bisa kau lakukan?
Aku pernah belajar merias, juga pernah bekerja merias artis.
Bagaimana dengan perawatan wajah? apa kau bisa?
Belum pernah, tapi aku mau mencobanya.
Bagaimana pekerjaan barumu?
Kedua pemilik sangat baik kepadaku.
Hari ini kau tidak sekolah?
Di pagi hari. Di perjalanan pulang aku membawakan makanan untukmu.
Kau ambil jurusan apa?
Komunikasi.
Aku ingin menjadi penulis.
Ketika SMA, aku menulis cerita ke sebuah majalah, dan diterbitkan.
Apa ada yang sedang kau tulis?
Ya.
Sebuah cerita tentang cinta setelah kematian.
Benarkah? Cerita hantu?
Apa kau menganggap setiap orang mati adalah hantu?
Bagaimana dengan malaikat penjaga?
Apakah mereka juga hantu?
Benar juga.
Aku tidak pernah melihat wujud hantu seperti apa. Tidak pernah melihat.
Kapan kau menyelesaikan ceritamu?
Ketika selesai, kau akan jadi yang pertama membacanya.
Benarkah?
- Kau janji? - Ya.
Aku janji.
Tidak perlu berjanji juga tidak apa-apa.
Ayo kita makan.
Rang..
Maafkan aku.
Aku sungguh tidak tahu kau sudah punya pacar.
Tidak masalah.
Bagaimana kabar Som?
Kami putus.
Jika seperti itu.
Kau bisa jalan denganku.
Aku tidak mau.
Aku tidak mau diperkosa lagi.
Mengapa?
Aku mencintaimu. Kelak juga ingin bersamamu. Apa ini salah?
Itu salah. Kau harus belajar mengendalikan dirimu.
Kau tidak bisa memiliki semua yang kau mau.
Aku cinta kamu. Aku menginginkanmu. Aku tidur denganmu, apa salahnya?
Maafkan aku.
Apa salahku?
Apa aku seorang yang brengsek?
Kau tidak salah.
Kau hanya terlalu tampan.
Kalau begitu siram saja wajahku dengan cuka.
Aku ingin tahu.
Apa masih ada yang mencintaiku.
Sungguh wajah yang membuatku kerepotan.
Orang-orang mencintaku hanya karena wajah tampanku.
Siapa yang tahan dengan bau tubuhku?
Dengan napas yang bau.
Dengan selangkangan bau.
Dan bisa mencintaiku seperti Som?
Apa kau pernah memberikan orang kesempatan? Seperti aku misalnya.
Bos, ini bukan waktu yang tepat.
Maaf.
Minta maaf kepadaku juga./ Terserah.
Aku minta tambah.
Sayangku. apa kau lapar?
Som, apa kau sudah punya pacar?
Aku baru saja putus dengan mantanku.
Tapi sepertinya ada orang baru yang mengejarku.
Mana yang lebih baik?
Mantanku lebih tampan.
Tetapi orang baru ini memperlakukan aku lebih baik
Apa pekerjaan orang yang baru itu?
Masih bersekolah. Tinggal di sebelahku.
Kau punya seorang pacar yang masih junior, maka kau yang harus menghidupinya?
Tidak perlu, dia setiap hari membawakan aku makanan.
Mungkin dia anak orang kaya.
Bagus. Lebih baik daripada memiliki fosil seperti Tee sebagai suami.
Hati-hati berbicara.
Jika kau menganggap aku fosil, silahkan pergi.
Aku sudah lelah menjadi suamimu.
Aku ingin mencari suami sendiri.
Tee, diam kau.
Jika kau bukan fosil yang tampan, aku sudah pergi beberapa tahun lalu.
Tidak, tidak seperti itu.
Tunggu sebentar.
Biar aku tunjukkan. Berdirilah.
Kakinya diangkat setinggi ini. Tanganmu harus bergerak saat menggosokkannya.
Tidak bisa sembarang menggosok. Harus satu persatu.
Gosok naik turun.
Cukup, lanjutkan maskernya.
Teka-teki sudah terpecahkan.
Apa maksudmu?
Som berkata kepadaku kalau kau lebih tampan.
Tapi yang baru lebih baik.
Siapa dia?/Dia tinggal di sebelahmu.
Di sebelahku tidak ada yang tinggal./ Aku tidak tahu.
Kakak, sudah lama tempat itu kosong./ Kalau begitu kalian cari tahu saja
Tidak ada yang tinggal di sebelah kamarku.
Tunggu sebentar.
Hari ini bukan hari ulang tahunku.
Hari ini hari ulang tahunku.
Apa?
Kupikir aku lupa ulang tahunku sendiri.
Som.
Jadilah pacarku.
Jadilah hadiah ulang tahun bagiku.
Baiklah.
Apa kau tahu? kau adalah hadiah terindah selama hidupku.
Terima kasih kau begitu baik padaku.
Perkataan kita sepertinya terlalu drama.
Apa menjijikkan?
Benar, bulu kudukku sampai merinding.
Tetapi tidak masalah.
Apa aku boleh memohon padamu sesuatu?
Mulai sekarang, kita tidak akan berpisah lagi.
Perkataan ini sangat berat rasanya.
Boleh aku mencium kamu?
Baiklah.
Tunggu.
Ada ayam dan bebek mentah.
Dimana kau dapat ini?
Ibuku mengirimkan ini bersama dengan kue ulang tahunku.
Untuk ulang tahunku.
Dimana kita tadi?
Apa kau menikmatinya?
Apa kau suka?
Apa sebanding dengan pacarmu sebelumnya?
Hentikan.
Jika kau terus membandingkan, aku tidak akan bicara denganmu lagi.
Aku marah.
Maafkan aku.
Aku janji tidak akan berkata seperti itu lagi.
Selama ini, tempat apa yang paling kau suka kunjungi?
Aku jarang pergi. Bagaimana denganmu?
Pantai, sudah lama tidak kesana.
Sejak aku kemari, sudah lama tidak kesana.
Aku juga sudah puluhan tahun tidak pergi.
Guru, ada apa?
Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
Itu seharusnya menjadi urusanku.
Ada roh yang mempengaruhi Som.
Kalau begitu minggu depan kita pergi.
Kau mau pergi?
Bagaimana denganmu? Kau mau pergi?
Aku mau.
Baiklah, nanti aku akan minta cuti pada boss dan kita pergi.
Jika kau tidak percaya, kau buktikan saja sendiri.
Som, ini Rang, buka pintunya.
Som, buka pintunya.
Kau tidak tahu ini jam berapa?
Sudah semalam ini siapa yang mau bukakan pintunya..
Apa kau melihat som?
Malam hari jam 9 dia masih saja berkeliaran.
Tapi aku sudah mengetuk pintu begitu lama, apa mungkin terjadi sesuatu padanya?
Mungkin saja dia tidak ingin bertemu denganmu.
Apa kau pernah melihat seorang mahasiswa di rumah sebelah?
Mahasiswa?
Kamar ini sudah kosong begitu lama. Sejak aku pindah disini juga sudah kosong.
Rang, apa kau sudah gila? kau jangan cari masalah. Nanti kita dimarahi.
Som, maafkan aku
Aku sudah melupakannya. Pergilah, aku harus bekerja.
Som, dengarkan aku dulu.
Kau punya pacar baru, aku bisa menerimanya.
Tapi kau bilang pacarmu tinggal di sebelah. Tapi kamar itu kosong.
Pacarmu itu juga tidak berwujud.
Kau pikir baik-baik.
Aku punya hati.
Tapi kau tidak punya.
Bos, aku cuti satu hari.
Maafkan aku.
Tunggu, Som.
Jika dia benar adalah manusia, bawa dia menemuiku, sekarang
Jika aku melihatmu datang dan coba merusak hidupku, aku akan bunuh diri.
Ada apa?
Sakit tidak?
Sakit.
Itu artinya kau adalah manusia bukan?
Kau bukan arwah.
Mengapa berkata demikian?
Tidak apa apa.
Aku juga tidak peduli.
Jika kau bukan manusia sesungguhnya.
Jangan tinggalkan aku.
Kau janji?
Kita berjanji.
Kalau begitu..
Ciumlah aku.
Menurutmu Som memiliki pacar imajinasi?
Apa maksudmu?
Hantu?
Apa kau pernah menonton film Thailand berjudul "Mae Nak"?
Sang suami tinggal dengan istrinya yang mati tanpa dia sadari.
Apa kau gila, semua ini tidak ada buktinya.
Apa kau tidak pernah menonton acara horor di televisi?
Tidak asap tanpa api.
Kau tinggal di kuil.
Kau tahu hal itu mungkin.
Guru.
Cepat kemari.
Tenangkan jiwamu.
Sekarang ini kau sedang dijerat, lebih tepatnya dibohongi sangat mendalam.
Benarkah?
Sepertinya tidak.
Semua yang kau lihat sungguh berbeda dengan kenyataannya.
Apa kau pernah berfoto bersama dengan pacarmu?
Belum dengan pacar baruku.
Apa kau pernah menonton Paranormal Activity bagian 1-5?
Aku tahu. Film horror saat seseorang merekam saat tidur kemudian ada hantu.
Benar.
Itu membuatku takut.
Ya, menyeramkan.
Apa kau pernah bersama dengannya mengupas apel di depan cermin?
Belum pernah.
Kalau begitu, cobalah.
Mengapa harus begitu?
Dengan begitu kau akan tahu apakah dia adalah jodohmu.
Benarkah, guru?
Ini juga penting.
Di dalam iPhone ada aplikasi yang bisa menangkap hantu.
- Apa maksudmu pacarku adalah hantu? - Tentu saja tidak.
Aku katakan bahwa kau akan melewati banyak kesialan.
Arwah akan berusaha mengganggumu.
Berhenti, kau adalah seorang biksu.
Untuk apa semua omong kosong ini?
Apa lang yang menyuruhmu datang?
Tidak.
Jika kebahagianku membuat kalian semua tidak nyaman..
Menganggap aku gila, atau aku sedang kerasukan.
Berhenti menjadi temanku.
Terima kasih atas perhatian kalian.
Tapi aku tidak butuh ini.
Maafkan aku guru.
Tapi apa kau sudah yakin pacar Som adalah hantu?
- Tapi kemarin aku sungguh bertemu hantu. - Hantu itu sungguh bersama dengan Som
Aku bisa pastikan.
Aku akan menolongnya.
Kau tidak akan bisa.
Berapa kali kau mencoba menemuinya? Tidak berhasil.
Lalu apa yang harus kulakukan?
Ada satu cara, tapi sangat berbahaya.
Apa kau yakin?
Aku yakin.
Konsentrasi.
Jika arwahmu sudah pergi, bisa saja dia tidak kembali.
Kau sudah yakin bukan?
Aku akan lakukan ini.
Jika aku mati, aku tidak memiliki siapapun di dunia ini.
Tidak ada orang tua atau saudara.
Aku hanya punya dirimu.
Juga Som.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Baiklah jika kau yakin.
Kau harus ingat.
Jika arwahmu sudah pergi.
Kau akan merasa tersesat.
Periode itu sangat berbahaya.
Arwah jahat.
Dan juga Iblis akan coba menyerang.
Percaya pada dirimu sendiri.
Tetapi..
Jika kau tidak bisa melawannya.
Kembalilah, dan lihatlah aku.
Baik, guru.
Ayo kita mulai.
Mengagetkan saja. Aku sudah mengetuk begitu lama.
Apa yang kau beli hari ini?
Aku beli iPhone baru
Ponselku sudah rusak.
Lihat, ada aplikasi penangkap hantu.
Mainan apa ini?
Mana mungkin bisa menangkap hantu?
Benarkah?
Ayo kita foto bersama.
Aku mau memasukkannya dalam Facebook.
Tidak mau, aku tidak suka difoto.
Cepat cium aku.
Tidak.
Aku mohon padamu, aku tidak ingin difoto.
Kita main ini saja..
Mengupas apel di depan cermin. Agar tahu siapa jodohmu.
Tidak.
Kau lakukan saja sendiri.
Aku ingin tahu apakah belahan hatimu mirip dengan diriku.
Apa kau cemburu?
Ayo kita main bersama.
Tidak mau, aku tidak mau main.
Malam ini aku mau belajar, besok ada ujian.
Kau mengusirku?
Kalau begitu malam ini jangan datang ke tempatku. aku mau tidur.
Sebelum tidur, ciumlah aku.
Tidak mau.
Aku pergi.
Tidak ada yang perlu ditakutkan.
Aku tidak bohong.
Omong kosong.
Siapa yang mengetuk pintu?
Persis seperti kemarin malam.
Kalau begitu hantunya sudah datang.
Kalau begitu kita terus nyalakan lampu, hantu tidak akan muncul saat lampu terang.
- Gong, apa-apaan kau ini? - Aku takut hantu
Kita disini tidak aman, ayo kita pindah saja.
Ada hantu, bagaimana ini?
Aku mau menutup kepalaku saja.
Tidak ada gunanya. Dia bisa masuk ke dalam selimut
Aku akan pejamkan mata. Jika tidak melihat maka tidak terlihat.
Bagaimana kau tahu dari mana dia datang?
Jadi maksudnya kau ingin melihat?
Aku tidak mau.
Tenanglah.
Tidak ada suara lagi.
Apa dia sudah pergi?
Tampaknya tidak.
Sayang.
Cium aku.
Tidak mau.
Sekali saja.
Ayolah.
Aku harus jadi istrimu malam ini.
Pinggangku pegal.
Baiklah, kali ini aku akan mengabulkannya.
Kau lihat apa?
Aku lihat ada orang lewat.
Spa kau sudah gila? aku sudah mengunci pintunya.
Sadarlah.
Hantu tidak punya kaki. Jika punya kaki, maka dia bukan hantu.
Kau bilang sudah kunci pintunya.
Aku akan memeriksanya.
Rang, Rang.
Apa yang kau lihat?
Kabut hitam.
Aku tidak bisa lihat apapun.
Mereka menghentikan aku.
Mereka menarik aku kembali.
Kau belum kemana-mana.
Kau harus konsentrasi.
Untuk lakukan ini kau harus fokus.
Malam ini, kita akan latihan fokus.
Ketika pikiranmu..
Sudah cukup kuat.
Kami bisa mengirim jiwamu keluar.
Setelah kau sudah yakin sepenuhnya, maka kita baru jalankan.
Baik, Guru.
Jangan kemana-mana. Duduk saja.
Rang.
Apa yang kau lakukan?
Som, kau harus kuat.
Semuanya akan berakhir.
Aku mencintaimu som, sungguh mencintaimu
Lepaskan aku.
Tidak apa apa, hanya mimpi buruk saja.
Aku takut.
Jangan takut.
Aku di sini.
Aku mencintaimu.
Kau berjanji untuk tidak meninggalkan aku.
Aku tidak akan lupa.
Kau sedang buru-buru.
Aku mau ke toko.
Aku baru dari sana. Semua toko tutup.
Madam mungkin mabuk semalam.
Mungkin dia masih tidur. Aku harus pergi sekarang.
Tunggu.
Kau tidak bawa tas dan ponselmu?
Benar juga.
Karena terburu-buru jadi aku lupa.
Aku pergi dulu.
Kakak.
Kakak, apa kau bisa berhenti sebentar?
Ada apa?
Jadi kau kenal dengannya?
Tentu saja.
Itu adalah sebuah skandal.
Ben adalah pria yang tampan.
Badannya pun bagus, dia adalah mahasiswa.
Pacarnya adalah seorang artis.
Aku tidak mau bergosip.
Tapi kau masih sering lihat dia di televisi.
Besok pagi akan ada film.
Apakah sudah boleh tidur? Tidak perlu mandi.
Baiklah, kau ganti baju. Aku akan membantumu menyeka badan.
Baiklah.
Cium aku.
Ben, aku mencintaimu.
Tunggu aku, aku segera kembali.
bukankah kau bilang akan kembali sore nanti?
Hari ini guruku tidak masuk.
Jadi aku pulang untuk memasak dan menjemur baju.
Aku tidak akan minta maaf.
Mungkin kau juga tahu, ini bukan pertama kalinya.
Aku juga tidak ingin kau terlalu terbebani.
Berpisahlah denganku.
Jangan memaafkan aku lagi. Bencilah aku, aku mohon.
Jika tidak, aku akan selalu merasa bersalah.
Tidak berpisah bisa saja.
Kau ingin bersama siapa dan melakukan apa, aku tidak melarang.
Ben, jangan seperti itu.
Aku tidak ingin tidak bertanggung jawab pada cinta kita.
Terima kasih kau mencintaiku.
Aku juga pernah mencintaimu.
Kalau begitu, bisakah kau keluar dulu?
Urusan kita belum selesai.
Baiklah.
Kapan dia akan berpisah denganmu?
Aku juga tidak tahu.
Sendirian duduk di sini, mengapa tidak membuka pintu?
Aku hanya duduk di sini dan berpikir semua hal.
Apa kau lapar? kau ingin makan apa?
Bukankah kau sudah tahu?
Memangnya kenapa?
Kau tidak takut?
Takut.
Takut kau meninggalkanku.
Aku tidak keberatan.
Kau hantu atau manusia.
Apa kau keberatan?
Jika kau keberatan.
Kenapa sejak awal membohongiku?
Apa ini menyenangkan?
Aku tidak berpikir ingin membohongimu.
Aku akui.
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu.
Sebelumnya aku juga tidak berani berharap kau bisa menjadi milikku.
Tapi disaat hari itu, saat kau ingin bunuh diri.
Aku ingin menolongmu.
Aku tidak ingin kau hidup seperti aku.
Tapi kemudian hari- hari yang kita lewati bersama.
Membuatku sadar.
Bahwa aku mencintaimu.
Sekarang bagaimana?
Bagaimana nasib kita?
Apa kita bisa bersama?
Kita tidak harus memikirkan apapun.
Kurang ajar.
Rang, hentikan.
Som, dia adalah hantu.
Dia sedang membohongimu. Ayo kita pergi, Som.
Tidak, aku mau disini.
Som, dia adalah hantu.
Aku sudah tahu.
Aku mau tetap disini, kau kembalilah.
Som, ayo pergi, aku mohon
Rang, terima kasih untuk semuanya.
Aku pernah mencintaimu.
Pernah mencintai?
Artinya?
Aku akan perjelas kata-kataku.
Sekarang aku tidak mencintaimu lagi.
Telapak kakimu juga harus digosok.
Jangan lepaskan aku, aku akan tenggelam.
Apa kau kepanasan?
Tapi bersamamu tidak apa apa.
Aku akan carikan angin untukmu.
Bau sekali.
Som.
- Ada apa begitu berisik? - Rang sudah meninggal.
Demi menolongmu, dia mengeluarkan arwahnya.
Pagi ini dia meninggalkan tubuhnya, dan tidak kembali lagi.
Sekarang guru sedang mencari arwahnya.
Jika dia tidak ditemukan sebelum matahari terbenam.
Dia akan pergi selamanya.
Aku rasa tidak akan kembali lagi.
Ben.
Dimana kau?
Cepatlah keluar.
Aku mohon padamu Ben.
Tolong Rang.
Aku mohon.
Aku akan mencintaimu.
Aku akan terus bersamamu.
Tidak perlu takut aku ingkar janji.
Kau hanya perlu menolong Rang.
Maafkan aku.
Tidak masalah.
Kumohon kau menjaganya.
Dia tidak mencintaiku lagi.
Ini salahku.
Aku yang egois.
Aku tidak mencintai Som seperti dirimu.
Aku bunuh diri.
Untuk menyelamatkan diriku sendiri.
Tapi demi orang yang kau cintai, kau rela mengorbankan nyawamu
Tapi som tetap memilihmu.
Kau harus segera kembali.
Aku tidak mau kembali.
Tanpa Som..
Aku tidak punya alasan untuk hidup.
Aku mohon jaga dia baik-baik.
Rang.
Rang.
Som.
Rang.
Rang, ikutlah denganku.
Aku janji..
Tidak akan ganggu kalian lagi.
Selamanya.
Som, maafkan aku.
Aku yang harus meminta maaf.
Karena pernah mengatakan tidak mencintaimu
Mulai sekarang.
Aku akan mengatakannya setiap hari.
Som.
Apa?
Aku tanya sesuatu padamu.
Apa kau dengan ben sudah melakukan sesuatu?
Pernah.
Bagaimana rasanya?
Kau sungguh ingin tahu?
Ya.
Aku tidak akan katakan
Kau brengsek.
Sekarang giliranku.
Baiklah. Kau menang.
Tempat apa yang paling kau sukai?
Aku jarang keluar, ada apa?
Di pantai.
Sejak kemari, sudah lama tidak pernah kesana.
Ben, mari kita wujudkan impiannya.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.