Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
L e b ah Ga n te n g Iklan and Bisnis: 0822 6454 4221
Kaspoker.com Min Depo and WD hanya Rp. 10.000
Kalian merasa kuat.
Kalian merasa tenang.
Tiada rasa takut di hati kalian.
Lihat saudara - saudara kalian...
...dan lihat aku di mata mereka.
Kalian kuanggap anak sendiri.
Aku bersama kalian.
Allah menyertai kalian.
Surga menanti kalian.
Allahu Akbar.
MUMBAI, INDIA 26 NOVEMBER 2008
Taksi !
Taksi !
Stasiun VT. Cepat.
Kafe Lilopal, cepat.
Ya, Saudaraku.
Kami berangkat.
Tahu Hotel Taj ?
BERDASARKAN KEJADIAN NYATA
Baik.
Saudarimu tak datang lagi.
Dia kena flu.
Maaf.
Kau telat ?
Sangat.
Beristirahatlah dan kutemui besok pagi.
Dah.
Dah, Bubu.
Baba, dah.
Dah.
Tenang, Sayang.
Kenapa menangis ?
Kenapa menangis ?
Lihat sekitar kalian, Saudaraku.
Lihat yang mereka curi.
Dari ayah - ayah kalian.
Dari kakek - kakek kalian.
Ingat latihan kalian.
Jangan mencolok.
Jangan terlambat.
Waktu amat penting.
Mulai dari stasiun kereta.
Target lainnya berjarak 30 menit.
Ingat, seluruh dunia akan menyaksikan.
Tambah air panas. Jadikan 48 derajat.
Apa ini ? / Apa ?
Pakaian bayi biru. Bayinya lelaki. Biru !
Tapi kata Sanjay perempuan.
Bayi di kamar 440. Lelaki atau perempuan ?
Zahra Kashani. Anaknya lelaki atau perempuan ?
Lelaki. / Perempuan.
Sediakan dua - duanya.
Dilip !
Tugasku di mana ? / Restoran Shamiana.
Baik. Terima kasih banyak. Akan kuhubungi.
Prahba, ada tamu VIP lagi.
Putri Ny. Kashani tiba sebentar lagi.
Zahra Kashani.
Dia baru melahirkan dengan suami Amerika.
Dia mengantuk. / David Duncan.
Berapa jauh hotelnya ? / Dia arsitek.
Sekitar dua blok, Tuan. / Sempurna. Terima kasih.
Ini sudah 45 menit.
Kamar suite mereka siap. Sambut mereka di lobi.
Mereka tiba sebentar lagi.
Halo. / Halo.
Ucapkan selamat atas kelahirannya...,
...tapi jangan sebut pernikahan.
Mereka belum nikah ?
Sudah, tapi Zahra hamil duluan.
Jadi ibunya mengadakan resepsi rahasia.
Tanpa publik.
Apa kabar, Prahba ? / Halo.
Senang bisa menyambut Anda lagi, Zahra.
Terima kasih. / Halo.
Ini Sally, pengasuh kami.
Selamat datang. / Terima kasih.
Halo.
Selamat.
Terima kasih banyak. / Selamat datang.
Terima kasih. / Ini keren.
Selamat menginap.
Terima kasih, Prahba.
Silakan ikuti saya.
Semua pesanan Anda sudah siap...,
...tapi kalau butuh bantuan, silakan menghubungi.
Prahba ? / Nisha bawa mereka naik, Pak.
Sudah pesan tempat makan malam mereka ?
Ya, Pak. Pukul 21:00 di Shamiana.
Pesan tempat di semua restoran hotel kita.
Kalau dia berubah pikiran dan kita tak ada meja...,
...ibunya akan membunuhku.
Baik, Pak.
Sebelah sini.
Selamat datang kembali di Taj.
Airnya sudah sesuai dengan selera Anda.
48 derajat. / Terima kasih, Jomon.
Lihat itu. / Mana anakku ?
Mau sama Ibu ? / Halo, putra tampanku.
Ya.
Lihat sampanye ini. / Astaga. Lucu sekali.
Dia masih hangat.
Masa ? / Ya.
Anakku. / Sayang, di mana...
Lemari sudut. / Lemari sudut.
Mau saya hubungi dokter untuk jaga - jaga ?
Ya. Untuk jaga - jaga.
Reservasi Anda pukul 21:00 di Shamiana ?
Entah. Menurutmu ?
Mau pesan layanan kamar ? / Kalian pergilah.
Kalian bisa datang saat dokternya tiba.
Meja kalian tetap dipesan. Silakan datang kapanpun.
Terserah kalian. / Terima kasih, Jomon.
Ayo.
Aku mau ganti baju. Ayo makan malam.
Ayah nakal.
Ada kamar lagi di sini. / Ada apa ?
STASIUN KERETA CST MUMBAI SELATAN
Ajmal ?
Ajmal, kau di mana ? / Aku di toilet. Cepat.
Ajmal ?
Sebentar !
Tangan.
Sangat baik.
Berbalik.
Bagus.
Perlihatkan kaos kakimu.
Tenanglah.
Potonganmu harus rapi. Jangan begini.
Bagus.
Tenang. Bagus.
Kau bercanda ?
Maaf, Pak. Sepatu saya hilang.
Pasti terjatuh dari tas saya.
Pulanglah, Arjun.
Semuanya, ayo kerja.
Pak, tolonglah.
Tolong apa ?
Tampilanmu seperti pengemis.
Saya akan cari sepatu. Saya butuh sif ini.
Pergilah.
Pak, tolonglah.
Istriku akan segera melahirkan.
Saya mohon.
Ada sepatu cadangan di ruanganku.
Di bawah meja.
Terima kasih, Pak.
Cepat !
Di kota terkaya India...,
...Hotel Taj Mahal Palace berbintang lima.
Hotel ini rumah bagi para negarawan...
...dan selebriti dari penjuru dunia.
Silakan nikmati sendiri kemewahan dunia lain...
BERITA TERKINI
STASIUN CST DISERANG
Pria bersenjata menyerang stasiun CST...,
...terminal kereta Mumbai...,
...menembaki lebih dari 100 penumpang dan staf.
CCTV menangkap gambar dua pelaku...
...yang menembaki pejalan kaki di TKP...
Ke belakang mobil !
Kita bunuh mereka.
Semuanya !
Ayo !
Bunuh bajingan itu !
12 TEMPAT DISERANG / Kecemasan terbesar saat ini...
...ada ketakutan di kepolisian yang mencoba mengungkap...
...sumber tembakan dan apa mobil polisi dibajak...
...oleh pelaku penembakan ini.
Ini ketakutan terbesar di antara polisi...
...karena ada saat di mana muncul senjata...
Anda lihat mobil polisi...,
...Toyota Qualis...,
...sedang dikendarai...
...dan ada tembakan.
Ini untuk pernikahan Sindhi di Ruang Ocean.
Kimchi untuk delegasi perdagangan di Ruang Wasabi.
PM tiba di Bar Harbour, lumayan mabuk.
Tambah serai ?
Arjun...,
...jangan pincang.
Ya, tambah serai. / Terima kasih.
Orang Rusia itu bagaimana ?
Meja di Shamiana sudah dipesan.
Dia nanti berpesta. Dia butuh bantuan.
Baik. Semua.
Dengar, ayo.
Tinggalkan itu. Kemari.
Ayo. Cepat.
Jadi...,
...ada tamu VIP lagi di Shamiana malam ini.
Vasili Gordetsky.
Pak. / Dia cukup rumit.
Tuan Gordetsky, senang bertemu denganmu lagi.
Apa pun pidatonya, tersenyum, sopan ...,
... hormat.
Ingat, di hotel Taj ...,
... para tamu adalah dewa.
Tidak pernah menawarkan makanan laut di atasnya.
Dia alergi.
Jangan berikan itu dia minum dalam gelas.
Selalu dari botol.
Buka kemasannya tepat di depannya.
Saya ingin ...
... rambut keriting.
Ya, dia seksi.
Dan ...
... juga ...
... tinggi.
Apa yang dia katakan? Serahkan ponselnya.
Yang tinggi. Putingnya besar atau kecil ?
Bagus. Kirim mereka berdua.
Siapa yang bicara begitu ?
Setelah makan, Tn. Gordetsky berpesta di kamar suite-nya.
Dia butuh pelayan. Uang tipnya pasti besar.
Pak, Olga bisa bahasa Rusia.
Tidak. Jangan staf wanita. Jangan terulang lagi.
Pak, saya bisa melayani... / Tidak, Arjun.
Pak, saya bisa pastikan...
Kau bisa pastikan masuk dengan alas yang tepat.
Sanjay, kau layani pesta itu.
Beli dua botol Vernier Dejeune di Elia's.
Wanjidon. Terima kasih, Pak. / Apa katamu ?
Apa itu "Wanjidon" ?
Namanya Vernier Dejeune.
Verdijan.
Namanya Vernier Dejeune. Pakai huruf V.
V. Ver...
Pakai V. Vernier Dejeune. / V. Ver...
Tak perlu ulangi V-nya. / V...
Bukan V ! Vernier Dejeune !
Wanjidon.
Vernier Dejeune.
Itu konyak.
Pergi !
Werdijan. Terima kasih, Pak.
Kau takkan percaya dia undang wanita seperti apa.
Orang Rusia itu.
Mereka seksi sekali.
Sempurna.
Ya.
Datang sejam lagi.
Hei !
Kau buta ?
Kau tak melihatku ?
Siapa berkendara begini ?
Matamu tak benar ! Kau lompat di depanku !
Kau mau melindasku ?
Kau lihat apa ?
Pergi !
Pergi !
Apa masalahmu ?
Lihat mereka.
Dia marah. Lihat.
Mereka bertengkar.
Lihat pelayan kecil pemarah itu.
Lihat dia.
Sayang. Eddie. / Lihat dia.
Aku bertaruh untuk pelayan kecil itu.
Taj. / Taj.
Ayo. / Ya, ayo.
Ayo.
Kita pergi ke hotel Taj.
Kita pergi ke hotel Taj. / Kita pergi ke hotel Taj.
Tunggu. Permisi, Pak.
Halo. / Halo.
Sepertinya ada sedikit masalah...
...karena kami tak pesan hidangan babi ini.
Ya.
Tidak. Kurasa tidak.
Kalau kau lihat, kami tidak...
Astaga ! Bree, merunduk !
KAFE LILOPAL COLABA, MUMBAI
Lewat sini.
Ayo ! Lari !
Lari, Sayang !
Ayo !
Ayo !
Kau terluka ? / Entah. Kurasa tidak.
Saya sarankan...,
...2003 adalah tahun bagus untuk Bordeaux...
...karena gelombang panas luar biasa tahun itu.
Kalau Ch teau Latour...
...amat kompleks, kuat tapi halus, buah gelap, hasil mulus.
Anggur yang nikmat.
Ya. / Terdengar enak.
Kami pesan JD dan Diet Coke.
Sungguh ? / Ya.
Pesan burger keju juga untuk mengingat masa lalu.
Ayam atau ikan, Tuan ?
Tidak. Burger daging sapi.
Mereka tak sediakan sapi.
Mereka punya segalanya. / Sapi itu suci di India.
Maafkan aku. Aku lupa. / Tak apa.
Apa rekomendasimu ?
Orang Amerika suka domba. / Hai, Sally.
Hei, Zahra.
Baru kuhubungi resepsionis. Dokter di perjalanan.
Tidak. Dia amat baik saja.
Dia sudah kenyang dan baru kubaringkan.
Tentu, akan kuhubungi.
Kami baik saja.
Baik.
Bersenang - senanglah.
Terima kasih, Tuan. Pakai pembayaran apa ?
Ada serangan. Hotel aman ?
Ya, tentu.
Keadaan aman di sana ?
Ya, Pak. Semua aman.
Selamat malam, Hotel Taj Palace.
Hai. Mau tanya soal dokternya.
Liburan berikutnya, aku punya ide.
Kita berdua saja.
Itu bagus.
Astaga ! Lari !
Ayo !
Cepat !
Lari !
Tolong buka pintunya.
Buka pintunya !
Ini pacarku.
Keamanan tolong kemari.
Dilip, periksa.
Eddie !
Kami sudah memesan.
Biarkan mereka masuk.
Bree, kita masuk. Terima kasih.
Bree, ayo.
Permisi.
Kita cari tempat lain. / Namamu Lani ?
Pernah lihat tempat seperti ini ?
Imran...,
...ini cuma hotel.
Ini seperti surga.
Kita bongkar di sini.
Ke belakang sedikit.
Gadis - gadis itu sudah di kamarku ?
Baik.
Mulai tanpaku. Aku menyusul setelah makan.
Tuan, pemesanan Anda tak ada.
Tolong, kalau kami bisa...
Bisa telepon keluarga kami ? / Tuan.
Matikan lampu.
Semuanya merunduk.
Sembunyi di meja.
Bree !
Sembunyi di meja. Tolong sembunyi !
Tolong sembunyi, Tuan.
Siapa mereka ? Mereka bersenjata. / Tuan, sembunyi.
Mana keamanan ? / Tolong, Tuan.
Hei.
Lari.
Tenang.
Angkat, Sally.
Hei.
Fase satu selesai, Saudaraku.
Kita ke atas.
Kerja bagus.
Satu hal...,
...terus nyalakan ponselmu.
Aku mau dengar tangisan mereka.
Para binatang itu tak manusiawi. Abdullah, ingat ini.
Ya, Saudaraku.
Mereka tak pantas dapat ampunan Allah.
Ya, Saudaraku. Allahuakbar.
Allahu Akbar.
Halo ?
Tuan, ini resepsionis.
Ini resepsionis.
Ada masalah keamanan. Jangan keluar kamar.
Akan kuhubungi lagi, Tuan.
Ya, Tuan.
Layanan kamar.
Penatu.
Penatu.
Hei.
Tenanglah. Ayo, Cameron.
Sebentar.
Hei, David. / Sally, kau di mana ?
Mana Cameron ? / Apa ?
Mana Cameron ? / Mana Cameron ?
Dokter sudah tiba.
Sebentar.
Teleponnya putus - putus. Aku tak bisa dengar.
Jangan buka pintunya.
Sally !
Astaga.
Zahra.
Zahra, wanita ini...
Sally, ada apa ?
Mana dia ?
Dia sembunyi di sini.
Aku lihat dia masuk.
Houssam.
Keluarlah.
Keluarlah. / Imran.
Houssam ?
Houssam, kemari ! Lihat ini.
Kotoran mereka dibersihkan pakai mesin.
Buang air saja menyenangkan.
Imran ?
Halo, Saudaraku.
Imran ! Ada apa ?
Aku membunuh wanita lainnya.
Bagus.
Dengar, aku harus beri tahu sesuatu.
Ya ?
Tembak mereka di depan pintu.
Kalau pelurunya menembus kepala, pelurunya keluar.
Jangan sampai pelurunya memantul di dalam.
Paham ?
Paham, Saudaraku.
Ada beberapa orang di bawah.
Lempar granat.
Tak ada salahnya melempar granat, Saudaraku.
Granat ?
Ya !
Ya, Saudaraku.
Kami akan beri kejutan.
Lempar granat.
Baik, Saudaraku.
Apa katanya ?
Dia menyuruh lempar granat.
Ya, kita punya. Ayo kita lempar.
Ada apa ? Mana Cameron ?
Ada dua pemuda bersenjata. Mereka masuk, kami sembunyi.
Mereka masuk ? / Astaga.
Seorang wanita masuk dan mereka menembaknya.
Baik. Tetap di sana. Aku akan datang.
Aku akan datang. / Hei !
Diam.
Kita bisa terbunuh.
Tatap aku. Tetap di sini.
Tetap kuat.
Aku sangat mencintaimu.
Kami butuh polisi sekarang.
Kami telepon empat kali. Tolong kirim polisi.
Tuan, tolong. / Anakku di atas.
Tuan, dengar.
Tolonglah, Tuan.
Kau punya keluarga ?
Ya. Kuharap aku bisa hidup dan menemui mereka.
Aku mau keluar. / Jangan, Tuan.
Aku mau buang air. / Tak boleh.
Aku mau buang air.
Pakai ini saja.
Aku bukan binatang. / Jangan, Nona.
Tolong. Jangan, Nona.
L e b ah Ga n te n g IG: dokter_ngesot
Nona, ke sini.
Rashid !
Coba ini.
Apa itu ?
Enak sekali, cobalah.
Kau makan ini ?
Cicipilah.
Dasar bodoh !
Ini daging babi. Buang !
Muntahkan !
Kau butuh air ?
Ambil.
Semoga Allah mengampunimu.
Dasar bodoh, ini sayur.
Lihat.
Makanlah.
Dasar sialan.
Kenapa kau marah ?
Enyahlah.
Imran, aku bercanda !
Enyahlah.
Kita harus naik ! / Aku lewat jalan satunya.
Imran, kembalilah.
Sally.
Astaga.
Syukurlah kau datang.
Mana Cameron ?
David.
Hei.
Hei. Tenanglah.
Hai.
Tenanglah.
Terima kasih.
Terima kasih.
Siapa mereka ?
Apa mau mereka ?
Hei.
Bisa kirim pesan ke Zahra ?
Beri tahu dia kita selamat.
Ya.
Tenanglah.
Tenanglah.
Semua akan baik saja.
MUMBAI DISERANG
Mumbai diserang.
Kekisruhan tumpah di pusat keuangan India...
...dengan beberapa pengeboman...
...dan laporan penyerangan orang - orang bersenjata.
Ayah akan pulang dan main dengan kita.
Tenang, Seva.
Tenanglah.
Tenanglah.
Tenanglah.
...dan hotel mewah diserang.
Polisi lokal tak terlatih ataupun bersenjata...
...untuk hadapi serangan kelas militer sebesar ini.
Ini kekisruhan di luar Hotel Taj.
Teroris mengepung tempat itu...
...dengan 1.000 tamu dan 500 staf terjebak di dalam.
Mumbai tak punya unit Pasukan Khusus...,
...berarti pasukan dikirim dari New Delhi berjarak 800 mil.
Mereka butuh berjam - jam untuk datang.
Dan hotel Taj sedang dalam kegaduhan.
HOTEL TAJ DISERANG
Suruh mereka mundur !
Kamera mundur !
Kamera mundur ! Suruh mereka mundur !
Anggotaku cuma empat.
Cuma empat ? / Ya.
Kita harus bertindak.
Pasukan Khusus masih di Delhi.
Masih di Delhi ? / Ya.
Kita disuruh berdiam sampai mereka tiba.
Kita harus bertindak.
Ruang CCTV di lantai dua.
Lalu ?
Lalu ?
Kita ke atas sana !
Kita lihat posisi mereka ! Kita tak bisa diam saja.
Tolong aku !
Tolong !
Pacarku masih di dalam.
Bree !
Kalau kita berdiam saja...,
...takkan ada yang selamat.
Baik. Ruang CCTV.
Penembakan masih ada di bawah dan sayap timur.
Tempat teraman adalah di Chambers Lounge.
Ya, lantai enam.
Baik, Arjun.
Hubungi aku kalau dengar kabar.
Tangga layanan aman.
Tapi tamu kita terjebak di hotel.
Kita harus kumpulkan sebisanya...
...dan bawa ke Chambers Lounge sambil tunggu polisi tiba.
Pak, Olga berhasil keluar lewat belakang.
Kita bisa mengikutinya.
Ya, tapi tamu kita tidak.
Tidak semuanya.
Anakku ada empat.
Aku tahu, Dilip.
Tak ada yang memaksamu tinggal.
Siapapun yang mau pergi...,
...ini saatnya.
Maaf, Pak.
Jangan minta maaf.
Pergilah.
Kalian punya istri, orangtua, keluarga.
Jangan malu untuk pergi.
Aku 35 tahun di sini. Ini rumahku.
Aku juga tinggal. / Aku juga tinggal.
Aku ikut, Pak. / Aku ikut, Pak.
Aku juga.
Tamu adalah Dewa, Pak.
Ikuti aku.
Ini. Pakai di kepalamu.
Supaya mereka tahu kau seperti mereka.
Aku bukan mereka.
Tuan, Nona. Saya bicara dengan bos.
Katanya kita harus naik ke Chambers Club.
Lebih aman di sana. / Kenapa ?
Kau tahu sesuatu ?
Mereka ada berapa ? Di mana ?
Entah. Tapi Chambers tempat teraman di hotel.
Aku tahu apa itu Chambers.
Jalurnya aman ? / Ya, Pak.
Kita lewat tangga layanan. Kita pergi sebentar lagi.
Menurut korban, penembak berpakaian orang barat...,
...dengan tenang dan metodis...
...menyerbu komuter dengan ganas.
KAMI DIPINDAH KE KELAB CHAMBERS LANTAI 6. DI SANA AMAN.
AKAN KUCOBA. AKU MENCINTAIMU.
Sejumlah pria bersenjata menguasai Hotel Taj.
Menurut saksi ini, mereka menghabisi tamu hotel...
...lantai demi lantai, kamar demi kamar.
Mereka punya bom. Ada banyak asap. Mereka...
Ayah, tenanglah. Aku tak apa.
...untuk melawan peperangan ini.
Entah apa kata mereka, tapi aku tak apa.
Aku tahu. Aku aman di kamar hotel.
Mereka ingin orang berpaspor Inggris dan Amerika.
Polisi sudah tiba. Aku pasti keluar sebentar lagi.
Lantai empat.
Mereka belum ke sini.
Tidak akan.
Aku harus pergi, Ayah.
Akan kuhubungi kalau sudah keluar.
...termasuk rumah Chabad, pusat kaum Yahudi...,
...masuk dalam daftar sasaran...
...kaum fundamentalis Muslim.
Delapan sandera termasuk rabi Amerika Yahudi, Gavriel Holtzberg...
...dan istrinya Rivky yang hamil enam bulan.
Tunggu di sini. Saya beri isyarat kalau aman.
Ayo.
Pelan - pelan.
Ayo.
Ayo.
Pak Oberoi. Anda di dalam ?
Pak.
Pak, ini aku. Arjun dari Shamiana.
Baik.
Arjun.
Masuk.
Jangan takut. Masuklah.
Silakan.
Hai.
Bagaimana keadaan Anda ?
Ya, semua aman.
Semua aman.
Silakan lewat sini. Duduklah. Ada air minum.
Nona, maaf. / Jomon.
Semua sudah aman. Anda aman.
Silakan duduk.
Tak ada masalah. Silakan.
Selamat datang, Tuan.
Aku mau konyak. Vernier Dejeune. / Tentu, Tuan.
Cepat.
Silakan duduk.
Para tamu. Tolong perhatiannya.
Bisa mendekat ? Arjun, bantu mereka.
Sedikit lagi. Saya tak mau bicara nyaring.
Bisa mendekat, Tuan ? Nona ? Tolong.
Tuan, bisa maju ? Terima kasih.
Para Tamu...,
...saya Hemant Oberoi, kepala chef di hotel Taj.
Mohon maaf atas hal yang Anda alami di sini.
Yakinlah bahwa yang terburuk sudah meninggalkan kita.
Chambers adalah kelab eksklusif. Sulit diakses.
Tidak ada jendela...
...dan semua jalan masuk sudah diamankan.
Kita aman di sini sampai polisi menyelamatkan kita.
Kapan ?
Kenapa mereka lama ? / Nona.
Mereka sudah di luar. Sebentar lagi.
Yang terpenting adalah tetap tenang dan diam...
...karena posisi kita harus dirahasiakan.
Situasi di dalam hotel sungguh memprihatinkan.
Rekaman menunjukkan pria kabur dengan tali buatan...
Ayo. Kita harus pergi.
Ke mana ?
Semua orang dipindahkan ke Chambers Lounge lantai enam.
Katanya lebih aman.
Tidak.
Sally. Ayo.
Kau pergilah. Aku tak ikut.
David, ada pria bersenjata...
...yang membunuh orang di lorong.
Tak mungkin aku keluar. / Aku tahu.
Zahra di luar sana sendirian.
Mereka masuk ke sini dan menembaknya, David.
Seperti kelinci. Kalau kita pergi dan anakmu bangun...,
...kita juga ditembak. / Baik.
Polisi sudah di luar.
Tak bisakah kita menunggu sampai diselamatkan ?
Ya.
Baik.
Kanu !
Kanu !
Kanu !
Kanu !
5 JAM SEJAK SERANGAN PERTAMA
Penembakan di Mumbai sudah berlangsung semalaman.
Kota ini tak pernah diserang secara terkoordinir dan acak...
...dengan cara yang keji.
Teror telah berlangsung berjam - jam...
...di jalanan Mumbai...
...dan kita tak tahu kapan berakhirnya.
Berita utama dari Mumbai.
Sedikitnya 78 tewas dan 200 luka - luka...
...dalam rangkaian serangan di Mumbai selatan.
Tiga hotel bintang lima, SPBU di Colaba...,
...stasiun CST, RS Cama, semua diserang.
Hotel Taj megah di Mumbai masih terbakar...
...selagi tembakan antara pasukan keamanan dan teroris berlangsung.
Mau minum ?
Berapa lama lagi, Tn. Savanth ?
Kau kepala kepolisian. Ada apa ?
Ketua pasukan teror kami...
...ditembak di mobilnya malam ini, Tn. Oberoi.
Pasukan Khusus belum meninggalkan Delhi.
Masih di Delhi ?
Kirim pasukan dari sini. Pakai pasukan kepolisian.
Kami mengutus pasukan lokal, tapi belum ada kabar.
Tuhan menjagamu, Nak.
Tutup matamu, mari berdoa.
Berdoa ?
Apa gunanya doa untuk kita, Bu ?
Ibu harus apa ?
Ibu mencemaskanmu.
Maaf.
Aku hanya ingin pulang.
Ibu menyayangimu. Ibu akan mendoakanmu.
Akan kutelepon nanti.
Baik, Sayang.
Kau bicara dengan siapa ?
Apa ?
Kau menelepon siapa ?
Bukan urusanmu.
Dia anggota mereka.
Apa maksudmu ? / Kau bicara bahasa itu.
Kau menyebutku teroris ?
Katakan maksudmu. / Kenapa kau tak jawab ?
Katakan siapa kau...
Dia temanku.
Katakan padaku. Dia... / Diam.
Diam. Pergilah.
Kelakuanmu memalukan.
Enyahlah.
Nyonya, ayo. Tenang, Tuan.
Aku melihatnya.
Itu yang dia katakan di situasi begini ?
Kau tak apa ? / Yang benar saja.
Tenang. Dia menyebalkan.
Ayo.
Lihat wajahnya.
Dia tak bercinta selama 10 tahun.
Minimal.
Hei. / Terima kasih.
Ini situasi sulit, tapi kita harus menunggu.
Kita akan baik saja.
Arjun.
Permisi.
Ya, Pak. / Lihat wanita Inggris itu ?
Di prasmanan ?
Dia curiga pada janggutmu.
Janggutku.
Dan serbanmu.
Kembalilah ke dapur untuk sementara.
Anak pintar.
Nyonya.
Aku ingin tunjukkan sesuatu.
Ini keluargaku.
Ini anakku.
Ini Seva.
Itu istriku dan saudarinya yang menyebalkan.
Ini pagri-ku.
Bagi kaum Sikh, ini suci.
Ini simbol kehormatan dan keberanian.
Sejak kecil, aku tak pernah keluar tanpanya.
Itu bisa membuat keluarga saya malu.
Tapi...,
...selagi kita di hotel ini, Anda tamu saya.
Dan saya staf Anda.
Kalau itu membuat Anda nyaman, akan saya lepas.
Anda mau itu ?
Tidak.
Tidak.
Aku cuma takut.
Kita semua takut.
Tapi...,
...untuk melalui ini...,
...kita harus bekerja sama.
Paham ?
Ya.
Terima kasih.
Terima kasih. / Akan saya bawakan air.
Baik.
Halo ? / Halo.
Nyonya Watson. / Ya ?
Ini Lani, resepsionis hotel. / Ya.
Tim penyelamat ada di lantai Anda.
Sungguh ? / Ya.
Mereka dalam perjalanan. / Syukurlah.
Ya, aku dengar mereka. Alex, bukakan pintu.
Hubungi 409.
Cepat hubungi 409 !
Hubungi 409.
Hubungi 409 !
Hubungi !
7 JAM SEJAK SERANGAN PERTAMA
Kaspoker.com Poker, Domino, Ceme, Capsa, Super10
Pak.
Pak.
Pak, buka pintunya.
Sedang apa kau ?
Pak, buka. / Jangan buka. Kau gila ?
Kita bisa mati. / Diam.
Pak Oberoi. Ini Prahba.
Ini bisa jadi jebakan. / Aku tahu yang kulakukan.
Astaga, Prahba.
Bukan darahku. Kemari.
Arjun, kemari !
Tenang. Kemarilah.
Silakan.
Silakan.
Tetap tenang.
Nona, tenang.
Tenang.
Ada dokter di sini ? / Tenang.
Dokter atau perawat ? / Aku dokter mata.
Mohon kemari. / Entah apa aku bisa...,
...tapi aku bisa coba. / Tenang.
Aku harus lihat lukanya.
Diam !
Lubang ini harus ditutup dan buat penyangga lengan.
Plester, selotip... / Kotak P3K.
Tekan yang kuat di sini.
Lukanya buruk.
Lukanya sampai rongga dada.
Dia harus ditangani di rumah sakit.
Akan saya bawa dia. / Terlalu bahaya.
Kalau dia tinggal, dia akan mati.
Pak, biarkan saya membawanya.
Kami lewat tangga belakang dan pintu keluar layanan.
Arjun, kalau mereka temukanmu, kami ditemukan.
Tapi kalau aku berhasil, kita punya jalan keluar.
Kita tak bisa biarkan dia mati di sini.
Baik.
Hubungi aku setelah keluar.
Tenang.
Nona ?
Saya akan bawa Anda keluar.
Tapi pakai tangga. Anda bisa berdiri ?
Baik. Ayo. Pelan - pelan.
Bagus.
Nona, Anda akan baik saja. / Baik.
Anda akan baik saja. Arjun bersama Anda.
Semua mohon tenang. Semua akan baik saja.
Tenang.
Tenang, Nona.
Tenang.
Tenang.
Angkat tangan.
Angkat tanganmu.
Staf hotel. Tolonglah.
Siapa kau ?
Tolong, aku punya keluarga !
Dia aman.
Kami polisi.
Area ini tak aman, kembalilah.
Ruang CCTV di mana ?
Di mana ruang CCTV ?
Ruang CCTV ? Katakan !
Katakan !
Lari !
Cepat.
Tunggu, Saudaraku. Akan kuperiksa.
Tampangnya orang Tiongkok.
Mungkin orang Jepang.
Tapi pakaiannya seperti orang Amerika.
Bagus, sasaran kita Amerika. Tapi nanti biarkan hidup.
Kita butuh sandera kaya. Sandera penting.
Tak ada paspor, dompet. Tak ada apa - apa.
Periksa kutangnya.
Masukkan tanganmu ke kutangnya dan periksa.
Tidak. Maaf, Saudaraku...,
...tak bisa kusentuh di area itu.
Dia orang kafir. Itu bukan dosa.
Periksalah.
Imran, periksa sekarang.
Imran ?
Lari.
David.
Buka pintunya.
Berdiri !
Angkat tangan !
Angkat tangan !
Berbalik !
Berbalik !
Cepat !
Pria kulit putih itu ketemu. Pacar gadis Tiongkok itu.
Bagus, Imran. Bawa dia ke kamar suite.
Cari sandera lain berpenampilan penting.
Lewat sini !
Insya Allah, Saudaraku.
Kau tuli ? Akan kuhabisi kau !
AKU TERJEBAK BERSAMA SI BAYI
DAVID. DI MANA KAU ?
KUMOHON BALASLAH !
Kanan !
Kau tak tahu mana kiri atau kanan ?
Ya, aku di sini. Buka pintunya.
Tetap tenang.
Ini kamarnya.
Masuk.
Masuk !
Mereka cuma pemuda. / Halo ?
Halo, Pak. / Ya, Patel ?
Kami di ruang CCTV.
Kami tersisa dua orang.
Kirim anggota lagi.
Tak bisa. Terlalu banyak tamu penting di sana.
Kami diperintah menunggu Pasukan Khusus.
Baik, Pak.
Hei.
Di mana ruangan ini ?
Lobi depan di sini.
Lorong masuk Barat atau Ruang Ocean.
Masih ada sisa minuman enak.
Malt tunggal.
Dua puluh tahun.
Apa itu ?
Kepolisian Calaba. Buka pintunya.
Tetap merunduk.
Di luar sini kacau. Kami lakukan sebisanya.
Kau mengutus anggota ?
Maaf, anggota apa ? / Pasukan penyelamat.
Ya, Tn. Oberoi. Pasukan dikirim berjam - jam lalu.
Tapi banyak yang tewas.
KEPOLISIAN MUMBAI NAMA: MOHIT SINGH
Mohit Singh.
Kepolisian Calaba, buka.
Mohit Singh salah satunya ?
Kami mau selamatkan kalian.
Satu lagi !
Lobi utama.
Astaga.
Itu Chambers Lounge, banyak orang di sana.
Ya, Tn. Oberoi. Mohit Singh salah satu anggota.
Kami kehilangan kontak. / Baik.
Kami kira dia tewas. / Baik, terima kasih.
Arjun, aku tak bisa...
Jangan buka pintunya. Itu mereka !
Pak ?
Pak ?
Buka, Keparat.
Lari !
Keluar !
Keluar !
Berapa banyak orang di sana ?
Sedikitnya 50. Bisa bertambah.
50 orang ?
Berapa sisa pelurumu ?
Enam.
Kau ?
Sama.
Buka !
Buka, Bajingan !
Kalian takkan diampuni !
Baik.
Tetap di sini dan kunci pintunya.
Terima kasih.
Tenang.
Merunduk.
Merunduk.
Buka, Keparat !
Dia cuma seorang. Bersiap.
Abdullah ?
Abdullah ? Ada apa ?
Ada dua orang lagi !
Ada orang di dalam. Aku dengar suara.
Kita harus tembak mereka.
Bunuh mereka.
Tidak.
Tembak !
Mereka ke arah sini. / Houssam, hati - hati.
Houssam ?
Mereka di belakang kita ?
Entah.
Tidak.
Tenanglah.
Tenanglah.
Dokter ? Kami butuh medis.
Terjadi ledakan. Banyak tembakan di hotel.
Mereka datang. Mereka keluar dari hotel Taj.
Kita di hotel Taj di mana kejadian ini berlangsung.
Hei, Houssam.
Kau percaya Bull akan beri uang ke keluarga kita ?
Imran, kita mengabdi di jalan Allah.
Yang lain tak penting.
Bull bilang kita butuh sandera lagi. Ayo.
Kakinya terluka. Dia sulit berjalan.
Apa yang terjadi ?
Pelurunya cuma kena sedikit. Houssam, kau juga ikut.
Hati - hati.
Imran...,
...awasi orang Amerika itu.
Baik.
Halo ?
Ayah, ini Imran.
Imran ? Syukurlah.
Jamilla, ini saudaramu.
Bagaimana pelatihanmu, Imran ?
Lancar, Ayah.
Ayah, aku mau bilang...,
...aku amat sayang Ayah.
Kami juga menyayangimu. Ibumu sangat merindukanmu.
Kau membuat kami bangga, Nak.
Ayah, aku mau tanya. Mereka sudah kirim uangnya ?
Belum, Nak.
Belum dikirim.
Tenang. Mereka orang mulia di hadapan Allah.
Orang - orang baik.
Ayah, pastikan uangnya dikirim.
Mereka bersumpah di atas Alquran.
Ayah, sampaikan sayangku pada Jamilla dan Ibu.
Ayah. / Imran ?
Ayah... / Imran, kau di sana ?
Imran ?
9 JAM SEJAK SERANGAN PERTAMA
David Sayang.
Saat menulis ini, kuharap kau tak pernah membacanya.
Kuharap bisa kuucapkan langsung.
Kau bilang padaku saat pertama kali kita bertemu:
Jika kau merasa takut, melompatlah.
Mungkin kau akan jatuh, tapi mungkin juga terbang.
Kau benar.
Kita berhasil.
Entah takdir apa yang buat dunia kita bertabrakan.
Tetapi jika itu berjalan, itu karena kesabaran Anda dengan keluarga saya.
Keyakinan Anda membuat semua mungkin.
Bahkan sekarang.
Bahkan dalam mimpi buruk ini.
Aku ingin kamu meningkat Anak kami seperti kamu.
Ingatkan Cameron setiap hari betapa aku mencintainya.
Dan betapa aku mencintai ayahnya.
Selamanya.
Zahra.
Hentikan itu. Hentikan itu, Nona Kashani.
Nona Kashani, berhenti. Berhenti
Buka / Saya mohon duduk dulu.
Aku harus bersama keluargaku. Buka pintunya.
Saya paham ini sulit, tapi polisi sudah dekat.
Takkan ada yang datang.
Enam jam kita di sini. Untuk apa ?
Takkan ada yang datang.
Bayiku di luar sana. Tolong buka pintunya.
Dia benar.
Buka pintunya.
Aku mau pergi.
Aku juga. / Tolong.
Kita tak bisa evakuasi semua tanpa terdeteksi.
Tidak semua orang.
Enam orang. Itu saja.
Kami akan pergi. Buka pintunya.
Jika mereka dengar, kita semua akan mati.
Mereka tahu kita di sini.
Jika mereka kembali, kita mati. Jika hotel ini dibom, kita mati.
Jika pergi, kami bisa mati. Kami rela ambil resiko.
Buka pintunya.
Sekarang.
Baik, Tuan.
Kami akan doakan kalian. / Persetan dengan doa.
Itu pemicu masalah ini.
Ayo.
Zahra !
Hei. Ini bodoh.
Ayo pergi. / Aku mau jemput bayiku.
Lari.
Hei !
Ke sana.
Ke sana !
Ke sana !
Kembali !
Tak apa.
Mereka takkan bunuh kita. Mereka ingin kita hidup - hidup.
Hei !
Diam dan jalan.
Rashid, ada apa?
Saya mendapat dua lagi. Orang itu penting.
Bagus. Satukan dengan yang lain.
Berbariskan mereka di dekat jendela.
Tembak kepala mereka menghadap kamera di bawah.
Cepat!
Pergi!
Pergi!
Berhenti! Pergi!
Pergi!
Ikat dia.
Dimana Cameron?
Anda tidak mengenal saya.
Tangan di belakang.
Perlambat.
Dia orang lokal?
Orang India?
Basis hewan.
Tidak, tidak! Tidak!
Gambar ini diambil sekitar jam 4:00 pagi ...
...saat pasukan keamanan...
...dan warga yang marah hadapi dua pria bersenjata...,
...memukuli mereka dengan tongkat.
Sebelumnya mereka membajak mobil polisi...
...dan diduga pelaku serangan stasiun CST.
Keduanya kena luka tembak yang membuat salah satu mati.
Sementara satunya, Ajmal Kasab, ditahan.
Siapa Saudara Bull ?
Lakukan apapun padaku.
Aku tak tahu.
Saudara Bull...,
...apa tugas dari dia ?
Dia bilang...
"Kalian Muslim."
"Orang kafir menipu kalian."
"Mereka membuat kalian melarat."
"Mereka buat kalian tertinggal, sementara mereka maju."
"Pergilah."
"Berjihadlah."
"Pergi dan berjihadlah."
12 JAM SEJAK SERANGAN PERTAMA Teroris masih berkeliaran di Mumbai.
Militer tampaknya harus berusaha...
Telepon dia lagi.
Apa rencana kalian ? Ke mana selanjutnya ?
Kami akan mati.
Ponselnya mati.
Houssam dan aku dari luar. Sekarang sudah sampai.
Ya, sudah kami bakar.
Baik, akan kutanya.
Woi.
Siapa namamu ?
Siapa namamu ?
Siapa ? Siapa namamu ?
Jawab ! Bicaralah !
Siapa namamu ? / Aku tak paham.
Siapa, brengsek ?
Abdullah.
Ya ?
Tanya dengan bahasa Inggris.
Tanyakan, "What is your name ?"
Apa ?
What... / What...
...is... /...is...
...your... /...your...
...name ? /...name ?
Jawab.
Aku bukan siapa - siapa. Pedagang. Namaku Peter.
Bukan siapa - siapa.
Bajingan.
Maaf, aku tak paham. Namanya panjang.
Tak apa, Abdullah. Periksa sakunya, dompetnya.
Periksa semua, pasti kau temukan sesuatu.
Baik.
Pegang ini.
Periksa sakunya.
Ini apa ?
Ya, ini Houssam.
Ya, Houssam ?
Kami temukan dompet dan paspornya.
Fotokan.
Tunggu sebentar.
Bagus, kami akan periksa dia.
Kukirim sekarang.
Jangan sentuh.
Enyahlah !
Dasar dungu.
Dasar anjing !
Ludahi aku !
Ludahi aku !
Coba, anjing !
Ludahi aku !
Ludahi aku !
Kau, tetap tiarap !
Menunduk ! Menunduk !
Houssam ? / Ya ?
Kenapa gaduh, ada apa ?
Abdullah mengamuk ! Mematahkan rusuk orang Rusia !
Sambungkan pada si Rusia. / Baik.
Hei ! Hei !
Bicara padanya.
Vasili Gordetsky ?
Kau tahu siapa aku.
Vasili Gordetsky ? / Apa ?
Presiden dan salah satu pendiri NV Capital.
Mantan petugas Pasukan Khusus Soviet.
Memang kenapa ?
Kau mau uang ?
Aku bisa beri uang.
Uangmu takkan menyelamatkanmu.
Kau akan mati karena perbuatanmu di Afghanistan.
Astaga.
Kau tahu yang kulakukan di Afghanistan ?
Kutiduri Ibumu !
Kutiduri saudarimu, bajingan !
Mana Abdullah.
Ya, Saudaraku ?
Apa yang kau lakukan ?
Dia meludahi wajahku.
Abdullah, tenang.
Ini bukan waktunya untuk marah.
Orang - orang ini tak penting lagi.
CNN memberitakan Pasukan Khusus telah mendarat di Mumbai.
Pikiranmu harus jernih untuk langkah selanjutnya.
Paham ? / Ya.
Ya, Saudaraku ! / Ya, Saudara Bull.
Abdullah.
Sekarang waktunya.
Dari Mumbai ke Washington, biarkan jeritan mereka terdengar...
...seperti kita mendengar jeritan saudara Muslim kita.
Tuhan Maha Besar, Saudaraku.
Dengar.
Katanya sekarang waktunya.
Alhamdulillah !
Imran, kau tetap di sini.
Awasi mereka. Jika bergerak...
Siapapun, tembak. Paham ?
Menunduk !
Menunduk !
Kalian tak paham ? Menunduk atau kutembak !
https://hiburangratis.com
Celakalah.
Katanya kita harus dipanggang setiap sudut hotel.
Berhenti ! Kumohon ! Berhenti !
Saya seorang karyawan di sini. Silakan pergi di sini
Mereka akan menembak kalian. Kumohon. Lewat sini.
Tolong ikuti saya.
Tolong ikuti saya.
Ayo.
Pak
Pak, buka pintunya.
Pak, ini Arjun.
Itu Arjun. Buka pintunya.
Ya Tuhan.
Silakan masuk. Ke sini. Ayo.
Sini, tuan.
Silakan masuk, Nyonya.
Masuklah. Tak apa. Silakan masuk.
Zahra ? Zahra ?
Jangan khawatir.
Maaf, Pak. Tak ada tempat lain. Mereka membakar hotel ini.
Ini bayi. Mau bagaimana lagi ?
Sally membawa Cameron.
Mereka di lemari peralatan sebelah kamar 415.
Empat, Satu, Lima.
Jangan.
David.
David.
Diam !
Diam !
Diam !
Diam, atau kutembak !
Diam !
Tolong dengarkan. / Diamkan bayi itu.
Kita bisa terbunuh, Oberoi. / Tolong dengar, Tuan.
Bagian tengah hotel terbakar.
Pasukan keamanan takkan datang tepat waktu.
Kita harus pergi dengan tangga darurat dari dapur.
Mereka akan temukan kita, lalu menembak dan membunuh kita.
Tuan.
Tuan, hotel terbakar. Hanya ini pilihan kita.
Tapi semua orang percaya padamu.
Tolong tetap tenang. / Kita tak aman lagi.
Harap matikan ponsel Anda...
...dan tenang sebisa mungkin.
Jika bersama, kita akan baik saja.
Tolong matikan ponsel.
Matikan ponsel dan tetap tenang.
Matikan ponsel.
Matikan ponsel.
Tuan. Tuan !
Pertempuran masih berlangsung.
Kita akan bicara dengan Pranav Sahni yang ada di Taj.
Pranav ?
Salah satu tamu yang terperangkap ada di telepon...,
...Pemilik RX Capital, Tn. Vijay Goswami.
Senang mendengar kabar Anda, Pak.
Tak ada yang tahu yang terjadi di sini.
Kami di Chambers Lounge, utara. Banyak orang penting di sini...
Anda sedang apa ? / Di sini gawat.
Kami butuh bantuan segera.
Apa yang kau lakukan ? Kucoba cari bantuan !
Mereka akan tahu lokasi kita. / Harusnya kau dukung aku !
Kami dapat kabar tentang upaya pelarian...
...yang berlangsung di Taj.
100 tamu dilaporkan...
...akan keluar dari Chambers Lounge...,
...berlokasi jauh di dalam hotel yang terbakar.
Pergi ke Chambers Lounge !
Banyak yang kabur !
Dasar bajingan.
Cepat, sekarang !
Baik, Saudaraku !
Ke atas ! Orang - orang kabur !
Ya, Saudaraku.
Ya, paham. Aku ke sana.
Halo Saudaraku. / Imran.
Banyak yang kabur dari Chambers Lounge.
Apa ?
Pergilah ke Chambers Lounge, sekarang.
Chambers Lounge...
Sanderanya bagaimana ?
Bunuh mereka semua.
Baik, Saudaraku.
Tidak ! Kumohon jangan.
Anak - anakku membutuhkanku.
Jangan, kumohon !
Kumohon jangan !
Tidak.
Aku mencintaimu, Z...
Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung.
Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung.
Hei, wanita licik !
Bagaimana kau tahu kalimat itu ?!
Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung.
Diam. Diam.
Diam.
Diam atau kutembak !
Bagaimana kau tahu kalimat itu ?!
Bagaimana kau tahu ?
Diam ! Diam !
Diam !
Diam atau kutembak ! Aku akan menembakmu !
Aku akan menembakmu.
Imran, jawab.
Sudah selesai ? Mereka sudah dibunuh ?
Belum, Saudaraku. Salah satunya Muslim.
Salah satunya Muslim.
Tak apa meski Muslim.
Habisi dia.
Fokus pada misimu. Habisi dia.
Dia wanita, sedang berdoa. Dia sedang berdoa !
Tundukkan matamu !
Tembak dia, Imran. Tembak dia !
Insya Allah ini amal baik juga. Tembak dia.
Imran, tembak dia !
Tutup matamu ! Aku akan membunuhmu !
Aku akan membunuhmu ! Tutup matamu !
Menunduk !
Menunduk !
Imran !?
Imran ?
David.
David.
Permisi. Maaf. Maaf. Maaf.
Maaf.
Ayo.
Ayo.
Hei, Sayang.
Ayo.
Jalannya diblokir. Lewat sini.
Ini dia. Ini dia.
Abdullah !
Mundur. Kuberi pelajaran mereka.
Woi !
Cepat ! Cepat !
Jalan ! Cepat !
Cepat ! Jalan ! Ayo !
Teman - teman !
Cepat ! Cepat !
GARDA KEAMANAN NASIONAL: OPERASI TAJ BERLANGSUNG
INFO TERKINI LANGSUNG: PERANG DI MUMBAI
Rashid, mundur ! / Mereka lewat sini !
TAKBIR !
ALLAHU AKBAR !
Tuan !
Tuan. Tolong.
Tuan !
Tolong cepat ! Cepat !
Cepat ! Lari !
Lari !
Lari ! Lari !
Maju !
Maju ! Cepat !
Maju !
MUMBAI: PASUKAN KHUSUS TELAH TIBA
LEBIH DARI 100 ORANG TERBUNUH DAN TERUS BERTAMBAH
Tolong !
Tolong !
Terima kasih
Lebih tinggi
Tenang, Bu.
Berhenti
Berhenti, atau kita tembak!
Tuhan sedang menunggumu.
Demi Tuhan, jangan kembali.
Houssam ?!
Beri aku peluru!
Selesai Selesai
Beranilah, anak-anakku.
Seluruh dunia sedang menonton.
Tuhan sedang menunggu Anda berada di surga.
Jaga ponselmu ditahan ...
... untuk membuat seluruh dunia dengar apa yang kalian lakukan.
Katakan takbir!
Allahu Akbar!
Sally?
Sally?
Sally?
Sally?
Sally?
Zahra!
Sally! / Zahra !
Sally ! / Zahra !
Zahra !
Ya Tuhan.
Terima kasih.
Terima kasih, Sally. Terima kasih.
Kaspoker.com Situs Poker Online Terpercaya
SETELAH TIGA HARI, PASUKAN KEAMANAN INDIA MEREBUT KEMBALI...
...12 LOKASI PENYERANGAN, MEMBUNUH 9 DARI 10 TERORIS
DALANG PENYERANGAN DARI PAKISTAN MASIH BEBAS HINGGA HARI INI
KORBAN DI HOTEL TAJ SETENGAHNYA ADALAH STAF
YANG BERTAHAN MELINDUNGI TAMU
MENGENANG TAMU DAN STAF KAMI 26 NOVEMBER 2008
CHEF OBEROI MEMBUKA KEMBALI RESTORAN HOTEL DALAM TIGA MINGGU
DALAM 21 BULAN HOTEL KEMBALI PADA KEJAYAANNYA
KORBAN SELAMAT DARI SELURUH DUNIA BERGABUNG DENGAN STAF
MENGIKUTI ACARA PEMBUKAAN YANG EMOSIONAL
Satu, dua, tiga !
Satu, dua, tiga !
Satu, dua, tiga !
SEBAGIAN MASIH BEKERJA DI HOTEL
SEBAGIAN BANYAK YANG MENJADI VETERAN PERANG "HOTEL MUMBAI"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.