Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Persembahan BMCI Jatim & Nitnut Radio
Diterjemahkan oleh Ananda Rizki Chauhan Salam Alumni Fakultas Sastra Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Tolong!
Pak, siapa korban yang diculik?
Muthu!
Muthuraman! -Ya, pak?
Jam berapa? - Pasti sekitar satu jam yang lalu, pak.
Apakah ini gadis yang diculik tadi malam?
Ya, pak. - Kau yakin?
Ya. Tanda di pembunuh ada di sana.
Pak!
Aku di TKP, pak.
Ya, pak. Kepalanya hilang.
Mereka di jalan, pak.
Pak! - Baik, Pak.
Ibu, Ibu, tolong mundur.
Pak, izinkan aku memeriksa apakah ada tahi lalat di kakinya.
Sumathi!
Sumathi! Itu bukan Rupa kita, kan?
Ya Tuhan!
Pendengar Vanakkam. Ini teman kalian, Dagini.
Tamu kita dalam acara hari ini adalah...
...seorang Wanita terpenting dari Tamil Nadu.
Seorang Psikiater dari wilayah Coimbatore. Kami akan berbicara dengan Dr. Susheela Madhavan hari ini.
Salam Vanakkam, Bu! - Salam!
Sudah ada 13 pembunuhan, Bu.
Wanita diculik.
Kemudian di pagi hari,...
...mayat mereka diperlihatkan di beberapa daerah te rpencil.
Tapi tanpa kepala mereka.
Itu aneh, Bu. Bagaimana menurutmu... - Piala.
- Piala? - Ya.
Pembunuh Berantai sedang berburu!
Begitu perburuan berakhir, dia seperti butuh sesuatu dari mayatnya.
Bisa jadi alas kaki, tas tangan, perhiasan, pakaian, pakaian dalam korban, atau bagian tubuh korban.
Itu medalinya. Penghargaannya.
Bagi pembunuh berantai ini, itu adalah kepala wanita.
Apa yang akan dia lakukan dengan itu? - Ini permainan fantasi.
Dia bisa bicara, tertawa, bersenang-senang...
...atau marah dengan kepalanya.
Kemarahannya terhadap korban belum berakhir.
Tidak satu pun dari 13 wanita yang diculik mengalami pelecehan seksual. Mengapa?
Dia tidak suka seks.
Atau mungkin dia tidak bisa berhubungan seks.
Jadi, apa perbedaan antara psikopat dan pembunuh berantai?
Mereka sama.
Tidak ada manusia yang berhak membunuh orang lain karena sembarangan alasan!
Dan jika seseorang membunuh, itu berarti kemanusiaannya hilang dan telah digantikan oleh kekejaman.
Makhluk liar itu disebut psikopat.
Lalu bagaimana dengan pembunuhan yang dilakukan atas nama kasta, agama atau kehormatan?
Semuanya terpengaruh secara psikopatologis.
Jika pria di sebelah terus memukuli istrinya selama 3 tahun, dia psikopat.
Orang tua yang membunuh putri mereka sendiri karena menikah di luar kasta, mereka juga psikopat.
Seseorang yang membunuh seseorang dari kepercayaan lain atas nama agama juga dianggap sebagai psikopat.
Itu pencerahan.
Terima kasih banyak, Bu.
Ini ada sesuatu untuk kalian. 'Menangkap Pembunuh'.
Kalian dapat melihat halaman Twitter ini dan membagikan pendapat kalian.
Jika kalian bertemu orang yang mencurigakan, kalian dapat memberi tahu polisi.
Halo, Bu.
Dia putriku. Duduklah.
Sutra intan mungkin terlihat seperti buku.
Tetapi itu benar-benar tubuh Buddha.
Itu juga tubuhmu, tubuhku, semua tubuh yang mungkin.
Tetapi itu adalah tubuh tanpa apa pun di dalam dan tidak ada di luar.
Bagaimana dia tahu kau datang ke perpustakaan?
Dia tahu seluruh rutinitasku, Ayah.
Katakan saja padanya untuk berhenti mengganggumu.
Aku sudah katakan padanya 3 kali. Tidak ada gunanya.
Apakah kita mengacau, nak?
Gucci Blue. - Apa?
Parfumnya, bung.
Kau selanjutnya. Ayo, Shakthi.
Apakah kendaraan itu diparkir di sini? - Ya pak....
Siapa yang bilang kendaraan itu ada di sini? - Pembantuku memberitahuku.
Kapan dia melihatnya?
Saat dia pulang bekerja. - Jam berapa dia melihatnya?
Sekitar 3.15 atau 3.30, pak.
Kapan putrimu meninggalkan rumah?
Tepat jam 3 sore.
Apa kau meneleponnya saat kau melihat kendaraan itu di sini?
Ponselnya tidak aktif.
Thangapalam. - Ya Pak.
Adakah kendaraan lain yang diparkir di sini saat itu?
Aku bertanya pada semua orang di daerah ini.
Sepertinya tidak ada yang tahu apa-apa, Pak.
Apa si pembunuh menculik gadis itu di siang hari bolong?
Apakah tidak ada orang di jalan? Apakah mereka bertelur di rumah?
Mereka semua menonton Big Boss di rumah.
Ayolah!
Pak, tolong temukan pembunuh putriku.
Aku perlu bertanya sesuatu padanya, pak.
Aku ingin bertanya padanya mengapa dia membunuh putriku.
Pak, mari. - Mengapa dia bernyanyi, pak?
Akan kuberitahu padamu. Mari.
Di mana tanaman kaktus? - Di sana.
Pertama kali kita datang ke peternakan ini, kan?
Bagus kan? - Lihat itu.
Ini adalah kebun terbaik di kota, nak.
Tanaman di depanmu disebut Confuscia Daginia.
Jika kau memetik bunga darinya, semua keinginanmu akan terkabul.
Di mana itu, bung? - Maju.
Tangkap.
Permisi!
Maaf, Bu.
Temanku buta. Tolong biarkan dia berdiri di sini.
Tentu saja dia bisa. Silakan.
Ayo, Kita sudah dapat izin.
Terima kasih. - Maju. Terima kasih.
Terima kasih.
Haruskah kau terus di belakangnya seperti ini?
Dia akan segera berada di depan, Pak.
Teman! - Ya Bung?
Pemimpin orkes musik, Zubin Mehta, menelepon. Kau mau menjawabnya?
Astaga!!!
Bung, Dagini tidak apa-apa, kan? - Bedebah kau!
Aku sudah memesan tempat. Bisakah kau memeriksa sistemnya? - Tolong mengertilah, Pak!
Kami tidak menerima konfirmasi apapun dari Anda.
Bagaimana bisa kau mengatakan tidak ada pemesanan?
Tidak, Pak. tak ada kamar yang tersedia.
Maaf! - Pak. / - Ada apa? / - Pak, Sebenarnya...
Semua kamar ekonomi telah dipesan, Pak.
Beri mereka suite eksekutif di bawah harga yang mereka pesan. - Baik. Pak.
Persiapan yang matang, bukan?
Hey, Dagini! Mari, mari!
Siapa yang memimpin orkestra?
Oh, dia? Teman kakakku.
Dia belajar dengan Deepak di kampus? - Ya.
- Aku meragukannya.
Berikan ponselmu.
Untuk apa? - Berikan saja.
Berikan ponselku, Bu.
Hey penipu, keluar dari sini!
Aku bicara denganmu. Kau dengar tidak?
Kau tetap berdiri di sini? - Dagini.
Turun dari panggung. Turun dari panggung.
Apa yang kau perbuat, Dagini? - Dia penipu, ayah. / - Mengapa kau lakukan ini?
Apa yang kau lakukan? Dia teman kakakku.
Bohong. Dia berbohong padamu.
Mengapa kau masih di sini? Keluar.
Keluar dari sini. -Dagini, cukup! Kemarilah!
Kemari, aku bilang. - Lepaskan aku, Ayah.
Dagini! - Keluar!
Apa yang kau lakukan?
Mengapa kau melakukan hal ini? Ayo!
Duduk!
Haruskah kita pergi, bung? - Ke mana?
Kita tidak bisa pergi ke mana pun. Kau berbohong di sini, kan?
Sekarang naiklah ke panggung dan katakan sebenarnya. Ayo!
Di mana, bung? - Ayo ikut.
Di sini, duduk.
Duduk.
Ini, mainkan dan bernyanyilah.
Bernyanyilah tentang cintamu.
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Yaaro avaloo Enai theendum kaatrin viralo Siapa dia, angin yang membelaiku...
Yaaro avaloo Thaalaattum thaayin kuraloo Siapa dia, suara ibu yang menidurkanku...
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Vaasam osai Ivai dhanae endhan uravae... Oh... Aroma dan suara samar adalah satu-satunya keluargaku...
Ulagil neenda Iravendraal endhan iravae Malam terpanjang di dunia
Kannae unnaal ennai kanden Karenamu, aku menemukan diriku...
Kannai moodi kaadhal konden Aku menutup mata dan jatuh cinta...
Paarvai ponaalum Paadhai needhanae Meskipun aku tidak bisa melihat, kau adalah jalan yang aku cari...
Kaadhal thavira unnida solla Edhuvum illai Untukmu, semua kata cinta harus kuungkapkan.
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Ezhu vannam Ariyaadha ezhai ivanoo Apakah dia seseorang yang tidak tahu kekayaan warna?
Ullam thirandhu Pesaadha oomai ivanoo Apakah dia seseorang yang tidak tahu bagaimana membuka hatinya?
Kaadhil ketta vedham neeyae Kaulah kitab suci yang bergema di telingaku...
Deivam thantha deebham neeyae Kaulah cahaya terbaik yang dimiliki oleh Yang Maha Kuasa...
Kaiyil naan yendhum Kaadhal needhaanae Kaulah cinta yang kupegang di tanganku...
Neeyillaamal kanneerukkul Moozhgippoven Tanpamu, aku akan menangis...
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Yaaro avaloo Enai theendum kaatrin viralo Siapa dia, angin yang membelaiku...
Yaaro avaloo Thaalaattum thaayin kuraloo Siapa dia, suara ibu yang menidurkanku...
Unna nenachu nenachu Urugi ponen mezhugaa Dalam pikiranmu, aku meleleh seperti lilin...
Nenja odhachu odhachu Parandhu pona azhagaa Mengesampingkan hatiku, dia terbang seperti gumpalan...
Dia menarik bajumu dan mendorongmu di depan semua orang!
Hebat sekali gadis itu! - Jangan bicara buruk tentang Dagini.
Apa maksudmu? Kau tak pernah belajar.
Kau sangat mencintainya. Dia tidak memahami itu semua.
Bagaimana dia bisa mengerti semua ini?
Seperti setiap pria lain, aku ada di belakangnya.
Pada hari dia menyadari aku akan menyerahkan hidupku untuknya, dia akan menerima cintaku.
Kakak! - Ya?
Bisakah kita menunggu sebentar? - Untuk apa?
Dagini pasti akan datang.
Maafkan aku.
Gautham!
Aku sungguh minta maaf. - Tidak apa-apa, Dagini.
Aku tidak tahu kau akan jatuh.
Sudah lama sejak aku jatuh, Dagini.
Mengertilah, Gautham.
Aku tidak bisa mengasihani dan mencintaimu hanya karena kamu buta.
Aku tidak memintamu untuk mencintaiku. Aku hanya mengatakan bahwa aku mencintaimu.
Kedengarannya sangat kekanak-kanakan.
Seseorang hanya dapat mencintai jika mereka merasa seperti anak kecil, Dagini.
Aku tahu aku tidak bisa meyakinkanmu.
Dagini, Kau sungguh menyukai laguku, bukan?
Itu hanya lagu biasa. - Kau bohong.
Aku melihat wajahmu. - Apa?
Mendengar beberapa akord musik, bahkan wajah yang marah berubah damai.
Aku tidak bisa berdebat denganmu.
Baiklah, bagaimana kau tahu ke mana aku pergi dan mengikutiku seperti ini?
Aku membayar Rs 500 ke pesuruh kantormu.
Rs 2000 untuk pembantumu. - Apakah begitu?
Aku pergi ke suatu tempat besok. Bahkan ayahku tidak tahu tentang itu.
Aku akan melihat bagaimana kau mengikutiku di sana. - Aku akan ikuti kemana pun kau pergi.
Baiklah, mari kita lihat caramu menemukanku besok.
Aku pasti datang. Beri aku sebuah petunjuk.
Tidak peduli petunjuk apa yang kuberikan, Kau takkan menemukannya. Sampai jumpa!
Bagaimana jika aku mencari tahu dan menemukanmu?
Tidak akan. - Ulang tahunmu adalah hari Minggu ini.
Jika aku menemukan yang satu ini , maukah kau mengundangku...
...pada ulang tahunmu?
Baiklah. Jika kau melakukan ini, kau akan menjadi tamu utamaku.
Terima kasih. Kau tidak memberiku petunjuk.
Dengarkan acaraku besok pagi.
Petunjuknya akan ada di sana.
Ngomong-ngomong, lagumu sangat bagus.
Terima kasih, Dagini.
Ke kanan!
Ke kiri! Pindah ke kanan! Menyedihkan!
Teruskan! Aku takut sekali! Berhenti!
Ambil kanan! Teruskan!
Ke kiri.
Selamat pagi, teman.
Ini teman kalian, Dagini.
Aku akan melafalkan beberapa baris ditulis oleh Pablo Neruda,...
...penyair terhebat di dunia.
Aku menunggumu seperti rumah yang tenang.
Hingga kau datang dan tinggal bersamaku.
Makanan hari ini akan dipikirkan. Kereta penumpang pertama India...
...melakukan perjalanan dari Stasiun Bori Bunder Bombay ke Thane.
Lakukan pencarian Google di ponselmu.
Sampai ketemu besok
Hormat kami, Dagini.
Maaf, kau siapa? - Kau mengenalku.
Apa? Aku tidak ingat pernah melihatmu sebelumnya.
Kau berbicara di acaramu setiap hari.
Duduklah. - Tolong.
Dagini!
Jam berapa kau sampai ke sini? - Tepat jam 7 malam, pak.
Kapan kau ke sini, apa yang kau lihat?
Maksudku, apa yang kau sadari?
Jangan buang-buang waktu, Pak. Dia menculik Dagini.
Dia mungkin bisa membunuhnya kapan saja.
Pertama-tama kita harus mengkonfirmasi apakah itu Dagini.
Itu pasti Dagini, Pak. Dia ke sini untuk menemuiku.
Mengapa kau ke sini untuk menemuinya? - Ketika aku bertemu dengannya kemarin,...
...dia bilang dia akan memberiku petunjuk di acaranya.
Jika aku bisa memecahkannya, dia bilang aku bisa bertemu dengannya di sini.
Petunjuk apa itu?
Pak, dia banyak berbicara tentang ibunya di acara terakhirnya.
Dia juga berbicara tentang jalur kereta api India.
Kemudian dia berbicara tentang jalur kereta penumpang pertama di India.
Aku memeriksa di mana jalur kereta pertama didirikan di Coimbatore.
Aku memeriksa kota-kota di sepanjang rute itu.
Aku pikir itu adalah petunjuknya.
Periyanaickenpalayam adalah bagian dari itu. Jadi aku datang ke sini.
Bagaimana kau tahu dia datang ke tempat ini.....
Ibunya lahir di sini, pak. Aku sudah mengikuti Dagini di sini dua kali...
...kapan dia datang untuk mengunjungi makam ibunya.
Apa yang terjadi, Pak? Mobil putriku ada di sini.
Di mana putriku, Pak?
Kami baru saja memulai penyelidikan.
Mohon bersabar. - Apa yang terjadi, Pak?
Di mana putriku
Dia datang jauh-jauh ke sini untuk bertemu denganmu.
Apa yang sudah kau lakukan padanya? - Pak, tolong.
Aku kehilangan putriku.
Apa kau tidak takut?
Aku akan membunuhmu. - Aku tahu.
Lalu mengapa kau tersenyum?
Karena aku akan menjadi korban terakhirmu yang akan kau bunuh.
Apa?
Setelah ini, kau tidak akan dapat membunuh orang lain.
Apakah polisi akan menangkapku? - Gautham akan menghentikanmu.
Siapa dia?
Ingat pria yang datang ketika kau menculikku?
Pria buta itu? - Dia akan menghentikanmu.
Jika kau membunuhku sekarang, ulang tahunku 7 hari lagi.
Pada saat itu, dia akan menemukanmu.
Jika kau tidak membunuhku, 7 hari dari sekarang,...
...dia akan membawaku pergi dari sini.
Kau tidak takut??
Maaf!
Tolong ambilkan CD dari dasbor.
Ada cokelat di sini.
Kau bisa memakannya.
Biarkan dia mencarimu. Biarkan dia menemukanku.
Akan kupotong kepalamu dan memberikannya kepadanya.
Sampai saat itu, kamu tetap di sini.
Pak! Apa hubunganmu dan Dagini?
Apa kau tahu Dagini yang diculik?
Apa yang kau lakukan di stasiun kereta?
Kenapa dia harus menculik Dagini? - Dia cantik, Pak.
Tidak, Akbar. Pembunuhnya tidak tertarik pada penampilan korban.
Dia bukan pemerkosa berantai. Dia adalah pembunuh berantai.
Apakah kau memperhatikan ini, Pak?
Semua wanita yang dibunuh adalah yang terbaik dalam profesi mereka.
Kau salah, Thangam.
Lalu mengapa dia harus menculik 3 pekerja seks itu?
Mereka tidak disinkronkan.
Tunggu. Akan kuberitahu.
Hentikan. Kalian ingin aku berkata apa?
Ayo!
Bawa aku ke sana, kak. - Untuk apa?
Bawa aku lebih dekat, kak.
Ayah Dagini telah mengkonfirmasi bahwa itu bukan dia, kan?
Harap bersabarlah.
Kak, Wakil Kepala di sini.
Pak, Wakil Kepala di sini.
Pak!
Apa Ayah Dagini datang? - Itu bukan Dagini, pak.
Adakah keluhan kemarin tentang orang hilang?
Ada satu, pagi ini. - Siapa?
Seorang pelacur.
Dari stasiun mana? - Mettupalayam.
Apa yang dia lakukan di sini?
Mengapa kalian cuma melihat? Lanjutkan! - Baik, Pak.
Apa kau tidak memperhatikan, Muthuraman?
Dia mungkin merusak bukti. Bawa dia.
Ayo pergi, pak. Akan kuatasi dia.
Siapa yang menemukan mayat itu? - Pekerja tambang, pak.
Apa yang kau lakukan, pak?
Cepat, bung. - Ke mana?
Aku akan memberitahumu.
Halo, kau siapa?
Bagaimana keadaan ayahmu? - Kau siapa?
Kau tidak mengenalku? Di mana Nona Susheela?
Terakhir ke kiri. - Tunggu, di sebelah kirimu.
Halo, kau siapa?
Dagini masih hidup, Bu. - Apa?
Aku punya pikiran bunuh diri.
Aku tidak akan ke mana-mana. Aku tetap di sini.
Bisakah kau membawaku pulang, dokter?
Kita akan menghentikan sesi ini sekarang, Vaishnavi.
Bagaimana kita bisa yakin bahwa pembunuh berantai ini menculik Dagini?
Itu pasti dia, Bu.
Karena aku bersamanya ketika dia melakukannya.
Apa? - Bu, Aku jatuh cinta pada Dagini.
Dia datang ke stasiun kereta malam itu untuk bertemu denganku.
Entah bagaimana, pembunuh berantai itu menemukan jawabannya,...
...dia mengikuti Dagini ke sana dan menculiknya.
Lalu mayat siapa yang ditemukan terpampang pagi ini?
Itu pekerja seks, Bu.
Dia tidak pernah mengubah polanya sejauh ini.
Lalu, mengapa sekarang?
Sejauh ini, dia telah menculik dan membunuh 13 wanita.
Lalu mengapa dia tidak membunuh Dagini.....
Itu artinya dia masih hidup.
Aku harap. Dagini pasti hidup.
Gautham! - Bu?
Mau ke mana kau? - Ke Kantor Satreskrim.
Kenapa?
Untuk memberi tahu mereka sehingga mereka bisa menyelamatkan Dagini.....
Mereka tidak bisa menemukan apapun selama 1,5 tahun.
Lalu siapa yang akan menemukannya? - Kau.
Aku tidak bisa melihat, Bu.
Polisi telah melihat dengan mata mereka. Mereka tidak menemukan apa pun.
Kau melihat dengan pikiran dan hatimu.
Dagini pasti akan ditemukan.
Pak! Dagini masih hidup. Tolong selamatkan dia.
Bagaimana kau bisa masuk ke sini?
Dia dalam bahaya setiap saat.
Sisir seluruh wilayah Coimbatore.
Kau berani memberi kami ide? Keluar!
Hey, keluar dari sini. - Kau pikir ini rumahmu?
Bukankah ini rumah juga? Di mana kita dapat berbicara tentang masalah kita?
Tolong, Pak! - Keluar!
Akbar, mengapa kau membiarkan dia masuk? Apa kau tidak punya akal?
Dia tampak menyedihkan. Jadi, aku...
Wakil Kepala benar-benar marah. Apa kau tidak punya akal?
Bawa dia pergi. - Semuanya, tolong dengarkan aku.
Mereka sudah dalam banyak masalah.
Mereka tidak dapat menemukan pembunuh itu. - Mereka tidak dapat menemukannya.
Tetapi mereka dapat membantuku, bukan? Aku akan menemukannya.
Apa? Kau akan menemukannya? - Ya, pak.
Aku akan menemukan Daginiku. Aku akan menemukannya.....
Gautham!
Tidak mungkin aku dapat membantumu dengan kasus ini.
Tapi ada polisi yang menangani kasus ini sejak awal.
Pergilah dan temui dia. Dia pasti akan membantumu.
Siapa dia? -Kamala Das.
Dia di atas. Temui dia.
Siapa itu? - Namaku Gautham.
Hey, Vasantha. Siapa ini?
Nyonya Kamala, seorang pria datang menemuimu karena sebuah kasus.
Dasar bodoh, kasus apa?
Mengapa membiarkan orang asing masuk ke sini?
Tidak, Aku merasa tidak enak melihatnya. - usir dia.
Hey Bodoh! Beraninya kau masuk ke kamarku!
Aku butuh bantuanmu. - Tutup pintunya dan pergilah.
Cahaya menerpaku.
Tutup pintunya, Vasantha!
Aku belum pernah melihat cahaya seumur hidupku.
Dagini adalah satu-satunya cahaya yang kumiliki. Aku perlu menyelamatkannya.
Jadi, aku kemari mencari bantuanmu. - Vasantha! Kesini!
Seret orang ini dari sini.
Aku memang buta, yang tanpa cahaya.
Meski memiliki cahaya, kau tetap buta.
Hey Bung, kau bicara apa?
Kau bisa jalan, lari, dan makan.
Aku bahkan tidak bisa berdiri.
Aku tidak tahu kapan aku harus buang air kecil atau kencing.
Kau datang untuk memberikan pidato! Keluar!
Aku tahu kau lumpuh, Bu.
Tak ada orang di sekitar sini yang mau membantuku.
Tetapi jika kau menaruh hatimu untuk itu, kau bisa menyelamatkan hidup wanita.
Tolong. - Aku sekarat di sini.
Apa peduliku jika wanita lain hidup atau mati?
Nak, dia gila. Ayo!
Dia tinggal di sana dan dia sudah gila.....
Siapa yang gila? Kau yang gila.
Orang ini yang gila.
Karena beberapa wanita gila, pria gila ini mencari bantuanku.
Kau menolak untuk membantu wanita lain. Apa kau seorang wanita?
Hey, kau nakal!
Kau babi!
Dia menamparku, Vasantha. - Ya, aku lihat.
Dia menamparku, Vasantha. - Setelah apa yang kau katakan,...
...bagaimana mungkin dia tidak menamparmu? - Kayal!
Kayal!
Kayal!
Baik Kayal dan aku pergi bersama untuk bekerja.
Aku mendapatkan pelanggan, aku pergi. - Jam berapa kau berangkat kerja?
Sekitar jam 10.45, sir. - Apakah kalian berdua di jalan yang sama?
Tidak pak. Kami biasanya memiliki jarak di antara kami.
Karena pelanggan hanya akan mengambil salah satu dari kami.
Yang lain akan merasa terluka. Itulah alasannya.
Oke, sebelum kau pergi, apakah kau memberi tahu dia?
Tidak, tetapi ketika aku sedang naik truk,...
...aku menelepon Kayal dan berbicara dengannya.
Berikan teleponmu.
11.05.
Apa yang kau bicarakan? - Aku bilang padanya bahwa aku sudah pergi.
Dia bilang padaku bahwa dia juga pergi.
Apakah dia mengatakan hal lain?
Aku memberi tahu dia tentang pelangganku. Dia bercerita tentang dirinya.
Apa yang dia katakan?
Aku bilang padanya bahwa lelakiku terlihat seperti babon berbulu.
Dia mengatakan padaku bahwa lelaki itu selembut dan gagah seperti bintang film.
Petugas! - Pak!
Dengarkan aku!
Kita akhirnya mendapat petunjuk tentang kasus pembunuh berantai ini.
Petunjuk no. 1, Pembunuhnya adalah pria yang dicukur bersih.
Petunjuk no. 2, dia berpakaian rapi dan pria yang tampan.
Petunjuk no. 3, dia punya mobil mahal.
Itu pasti hitam, biru atau coklat.
Kurasa mobil ini adalah salah satu dari 3 warna itu.
Jika kalian melihat mobil seperti itu, periksa ulang secara menyeluruh.
Jika kita melewatkan kesempatan ini, kita tidak akan pernah menyelesaikan kasus ini.
Terima kasih.
Kau belum makan apa pun sepanjang hari. Setidaknya minumlah jus.
Tidak, bung. Dagini tidak akan makan sepanjang hari, kan?
Bagaimana kita bisa mengubah nasib kita?
Tidak ada yang namanya takdir, bung.
Semuanya kecelakaan. Aku pasti akan menyelamatkannya, bung.
Bagaimana kau bisa melakukan semuanya sendiri?
Selamat datang. Masuk.
Gautham, kau tahu siapa yang datang menemuimu?
Terima kasih, Bu. Terima kasih banyak.
Nak, ada satu hal.
Hey!
Kamala, kau masih muda.
Aku sangat menyukaimu.
Di mana orang tuamu? - Kanada.
Gautham, kau suka Buddha? - Aku sangat menyukainya.
Jadi, kau tidak punya keinginan? - Punya.
Aku ingin menyelamatkan Dagini bahkan jika itu berarti aku harus mati karenanya.
Aku juga menyukaimu.
Bagaimanapun juga, kita tidak punya waktu.
Sudah 1,5 tahun sejak kecelakaanku.
Aku lupa detail tentang kasus ini.
Aku mau 3 hal.
Mengunyah permen karet, peta Distrik Coimbatore...
...dan berkas Satreskrim terbaru tentang kasus ini.
Berkas Satreskrim? Siapa yang akan memberi kita berkas-berkas itu?
Tidak ada yang akan memberi kita, kita perlu mengambilnya sendiri.
Caranya? - Mencurinya.
Kita tidak akan bisa memahami psikopat, begitu juga dia.
Dia mungkin membiarkannya hidup atau dia bisa membunuhnya.
Jika orang buta itu percaya dia masih hidup, mari kita percayai itu juga.
Pak, kekasih orang miskin itu hilang, pak.
Mengapa minum dan menyebabkan masalah?
Pergilah! - Selamatkan dia.
Kumohon padamu, pak. Selamatkan dia. - Diam dan pergilah.
Aku akan melemparmu ke penjara. - Maaf.
Datanglah lebih awal besok. - Akan kulakukan.
Jalan. - Mulai jalan, pak.
Pergi sana - Pak!
Kau pergi juga? Selamatkan dia, pak.
Pak!
Pergilah! - Kasihan Dagini. Selamatkan dia, pak.
Mulai, Gautham.
Lurus terus, Gautham.
Jalan lurus.
Lurus. Berhenti!
Sekarang belok kiri.
Ya, sekarang jalan lurus.
Tetap lurus.
Gerbangnya dikunci.
Apa yang akan kau lakukan?
Masuklah.
Ada kursi di sebelah kirimu. Hati-hati.
Belok kanan. Tunjukkan padaku.
Oke, ke kiri.
Belok kanan.
Berhenti, belok kanan.
Tetap lurus.
Berhenti. Sekarang belok kiri.
Berhenti. Angkat kameranya.
Orang-orang yang berhasil.
Berhenti.
Apa itu, Nak? - Tidak apa-apa.
Oke, belok kiri.
Pak! - Tidak apa-apa, tidurlah.
Pak? - Kunci rumahku ketinggalan. Tidurlah.
Nak, keluarlah dari sana.
Nak, kami polisi.
Ketika seorang gadis hilang, itu hanya kasus bagi kami.
Tapi itu tidak sama untukmu. Ini hanya kertas.
Apa yang kita lakukan dengan itu selama 1,5 tahun?
Bawa ini bersamamu. Setidaknya kau mencoba menyelamatkan gadis itu.
Korban pertama, Manjula Ramesh. Pengacara.
Dia diculik tanggal 2 November 2015.
Korban kedua, Leela. Dia pekerja seks.
Dia diculik tanggal 8 Desember 2015.
Korban ketiga, Jane Parisutham. Mahasiswi.
Saat menyelidiki kasus ini,...
...gadisku jatuh dari tangga......
Tidak sopan! Mengapa kau mulai mengungkap masa lalu?
Tidak, jika kau tidak pergi ke sana.....
Diam!
Gautham, sejauh ini, 14 orang telah diculik.
Dari jumlah tersebut, 10 orang telah berhasil dalam profesi mereka.
4 dari mereka adalah pekerja seks. Aku menyelidiki 6 kasus pertama.
Tidak ada petunjuk. Itu semua adalah lubang hitam.
Tetapi dalam 6 kasus terakhir,...
...Sylvia Plath, Ezhilarasi and Rupavahini,...
...ada kesamaan dalam 3 kasus ini.
Ketiga wahana mereka adalah satu-satunya kendaraan yang ditemukan di jalan.
Mereka bertiga diculik pada siang hari.
Dan tidak ada yang melihat mereka diculik di siang hari?
Itu mengejutkan.
Berkas polisi mengatakan tidak ada yang melihatnya.
Aku tidak akan percaya itu.
Ada yang bisa aku bantu? - Pak, aku harus bertanya padamu...
...beberapa pertanyaan tentang putrimu, kasus Ezhilarasi.
Kalian siapa? - Polisi mengutus kami.
Jika kau menunjukkan kepada kami di mana putrimu...
...yang diculik, kami bisa.....
Siapa itu? - Hanya orang-orang bodoh.
Maaf, mengapa kalian menggangguku?
Sudah lama sejak putriku meninggal.
Kami telah menyerah pada nasib kami di sini.
Bahkan polisi tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang bisa kau lakukan?
Pak Bhaskar, kau tahu siapa dia?
Namanya Thiruvangur Asanakundi, seorang cenayang.
Dia bisa berbicara dengan roh.
Putrimu muncul di papan ouija-nya.
Dia kesal karena pembunuhnya tidak tertangkap.
Itu sebabnya kami kemari.
Bisakah kau tunjukkan di mana putrimu hilang?
Kendaraan putriku ditemukan di sini.
Kak!
Apakah kendaraan itu ditemukan di sini? -Ya, pak.
Di sini? - Benar.
Itu di sisi jalan yang salah. - Itulah yang mengejutkan.
Setelah meninggalkan rumah, mengapa dia memarkirnya di sini?
Itulah yang tak kumengerti.
Kakak!
Kamala, coba tebak? - Dia melihat seseorang.
Atau dia melihat sesuatu.
Itu sebabnya dia parkir di sisi jalan yang salah.
Di mana dia bisa melihatnya? - Di depan kendaraan.
Hati-hati! - Maaf, Pak.
Mobil putriku ditemukan di sini.
Mobil ini diparkir di sisi jalan yang benar.
Gautham, coba tebak? - Selanjutnya.
Di sinilah kendaraan putriku ditemukan.
Gautham, 25 kaki ke arah kananmu, tempat sampah yang sama
Jam berapa putrimu hilang?
Antara jam 3 sampai 3.30 sore, pak.
Kakak! - Ya?
Aku butuh beberapa cokelat. - Cokelat?
Itu yorker.
Kau tahu tentang yorkers, paman? - Memang, aku tahu.
Pemain kriker favoritku Wasim Akram. - Favoriku Bumrah.
Oke, ayolah! Kemari dan ambil cokelatnya!
Cokelat! - Ini dia.
Berapa skor Chennai Super King...
...di final IPL tahun lalu? - 148 / 7.
Bintang pertandingan? - Bumrah.
Siapa yang mendapatkan Orange Cap? - David Warner.
Baiklah, sekarang siapa yang paling pintar menurut kalian?
Maksudku, siapa yang memenangkan banyak hadiah dalam kontes kuis?
Kak Rupavahini. - Dia seorang pengganti, paman.
Kau kenal dia? - Ya, paman.
Tapi seseorang telah membunuhnya. - Apakah kau bermain di sini pada hari itu?
Ya, Orang tua Kak Rupa bahkan datang berlari.
Siapa yang ada di garis batas hari itu?
Murali, sang pengganti.
Murali, apakah kau melihat Kak Rupa naik kendaraan hari itu?
Ya, paman. Aku melambaikan tangan padanya. - Terus?
Dia melaju ke depan, lalu dia menginjak rem.
Lalu apa yang terjadi? - Aku pergi untuk mengambil bola.
Apakah kau kembali dan melihatnya? - Ya, paman.
Apa yang kau lihat? - Kak Rupa sedang berjalan pergi...
...menggendong anak anjing. - Ke mana dia?
Aku tidak tahu.
Apa kau memberi tahu seseorang tentang Kak Rupa dan anak anjing itu?
Tak ada yang bertanya padaku.
Pembunuhnya meletakkan anak anjing di dekat tempat sampah.
Para wanita mengendarai sepeda mereka. Anak anjing berlari ke arah mereka.
Karena penasaran dengan seekor anak anjing di jalan, mereka mengambilnya.
Pembunuhnya berdiri jauh. Dia mengklaim itu anak anjingnya.
Para wanita mengembalikan anak anjing kepadanya. Saat itulah dia menculik mereka.
Inilah yang terjadi, bukan?
Jadi, anjing itu pasti lucu dan cantik.
Kenapa? Bagaimana jika itu terluka dan pincang?
Biarkan aku bicara, Kamala. - Kau tahu, Gautham,...
kita tidak tahu si pembunuh memikat korbannya dengan jenis anjing apa.
Bahkan jika kita tahu, ada lebih dari 50 kandang di Coimbatore.
Ada 100 toko hewan peliharaan dan 40 dokter hewan.
Sedikit kemungkinannya. Semua upaya kami sia-sia.
Tidak, Kamala. Itu tidak sia-sia.
Pembunuhnya menggunakan anjing untuk menculik wanita.
Jika kita memberi tahu polisi tentang itu, mereka akan menciptakan kesadaran di antara masyarakat.
Ketika si pembunuh mencoba ini lagi, wanita akan berjaga-jaga.
Dia tidak akan menculik orang lain. - Ide bagus.
Tutup mulutmu. Jika si pembunuh mengetahui bahwa...
...polisi tahu dia menggunakan anjing untuk menculik wanita,...
...dia akan benar-benar marah.
Bagaimana jika dia menjadi sangat marah dan akhirnya membunuh Dagini?
Hubungi Vinod. - Menghubungi ponsel Vinod.
Bisakah kau membantuku, Vinod?
Catat apa yang akan kusampaikan padamu.
Hey, sedang apa kau?
Apa yang kau lakukan sendirian di jalan?
Kemarilah.
Nona! Itu anjingku.
Bisakah kau membawanya kemari?
Maaf, mbak. Shadow lepas dari tali dan berlari.
Bisakah kau mengaitkannya kembali? - Tidak masalah.
Maaf, Pak, aku membaca tagar 'Catch the Killer'...
...di Twitter untuk berhati-hati dengan anjing.
Tentu saja aku tidak mengatakan kau seorang pembunuh.
Tapi aku harus berhati-hati.
Maaf, pak.
Siapa?
Aku perlu meretas ke akun Twitter.
Siapa yang memberimu alamat ini? - Takkan kuberitahu.
Bung, aku menemukan alamat IPnya.
191.202.4.1. - Alamat surelnya?
Alamat surelnya..... Ayolah, sayang!
madrasquartetgmail.com.
Apa yang kau katakan itu benar. Gautham mencarimu.
Kak! - Apa itu?
Apa itu, Gautham?
Aku mendengar suara dari luar.
Aku tidak dengar apa-apa. Gautham!
Siapa itu?
Tak ada siapa-siapa di sana.
Gautham! - Kak!
Jangan melangkah lebih jauh! Masuklah ke rumah!
Siapa itu, kak? - Dengarkan aku. Kembalilah ke sini.
Masuklah, Gautham.
Masuk!
Apa kau dan Dagini sedang jatuh cinta?
Apa yang terjadi pada Dagini, pak?
Apa kau percaya Dagini masih hidup, pak?
Dagini masih hidup.
Apa yang kau tanyakan kepada tetangga korban?
Dia menanyai anak-anak di daerah itu dan mengetahui pembunuhnya menggunakan anjing untuk menculik wanita.
Apa yang kita lakukan? - Bukankah kita punya akal sehat?
Ya, pak. Orang normal kurang memiliki akal daripada psikopat.
Bagaimana Gautham mengetahui hal ini?
Dia tidak mencari dengan matanya, Pak.
Katakan itu kepada Komisaris.
Tidak peduli siapa yang kita beri tahu, ini adalah kebenarannya.
Baiklah, Muthu, jangan berdebat. Bagaimana perkembangannya?
Seorang hacker terbunuh di Peelamedu, Pak.
Badan forensik mencocokkan jejak sepatu yang ditemukan di sana...
..dengan jejak si pembunuh. - Bagus. Apa langkah selanjutnya?
Entah bagaimana si pembunuh tahu bahwa Gautham memposting
dengan bantuan temannya pada tagar "Catch the Killer" kami.
Karena itulah ia meninggalkan tubuh Angayarkanni...
...di rumah Gautham sebagai peringatan.
Jika kita mencari tahu bagaimana atau melalui siapa si pembunuh menemukan hacker,...
...kita akan menemukan pembunuhnya. - Maaf, Kamala.
Aku memposting tentang hal itu tanpa mendengarkanmu.
Kau melakukan hal yang benar. - Dua orang tewas.
Seorang peretas yang malang meninggal karenaku.
Terkadang hal-hal buruk terjadi ketika kau melakukan hal yang benar.
Ini semua permainan Tuhan.
Apakah Tuhan mendorongku terjatuh dari tangga itu?
Kau tidak suka ketika berbicara tentang Tuhan.
Tidak bisakah kau menemukan waktu yang lebih baik untuk membicarakannya?
Ada apa dengan vermilion besar di kepalamu di malam hari?
Apa urusanmu? - Ayahku meninggal, bukan?
Tidak bisakah aku menggunakan pottu jika suamiku meninggal?
Bu, tolong lakukan ini nanti. - Kak,...
...Aku ingin peta kota Coimbatore besok.
Dan aku ingin 2 babi. - Apa?
Seekor babi hitam dan putih.
Di mana babi putihnya, Kak? - Di sana. Ayo ikut.
Perhatikan langkahmu.
Ini dia.
Kau yakin, Gautham? - Aku yakin, Kamala.
Ketika aku mencium mayat Kayal di tambang dan ketika aku mencium mayat Angayarkanni di rumahku kemarin...
...mereka berdua memiliki bau yang sama. Aku sangat yakin tentang itu.
Jadi, pembunuhnya memiliki peternakan babi. Dan Dagini ditahan di sana.
Hanya seorang pria dengan usaha tani yang memiliki kendaraan besar.
Coimbatore dipenuhi dengan polisi.
Bagaimana dia bisa begitu mudah pergi dengan seorang wanita di dalam mobil?
Kendaraan yang disesuaikan. - Apa artinya?
Si pembunuh merancang kendaraan dengan tujuan menyembunyikan mayat.
Vasantha, aku perlu tahu berapa banyak peternakan babi di Coimbatore.
Di antara 54 peternakan babi, bagaimana kita menemukan yang mana milik si pembunuh?
Kami akan memeriksa semuanya. - Tidak ada waktu.
Bibi, mengapa tempat ini saja memiliki 4 pin?
Di situlah pelacur diculik.
Daerah mana ini?? - Mettupalayam.
Tidak bisakah seseorang menemukan pekerja seks di tempat lain di Coimbatore?
Mengapa dia hanya menculik orang-orang di Mettupalayam?
Malam dia menculik Dagini,...
...mengapa dia juga menculik seorang pekerja seks bernama Kayalvizhi?
Dia tidak bisa membunuh Dagini.
Jadi, dia menculik dan membunuh Kayalvizhi.
Jadi, Kayalvizhi sebagai pengganti Dagini. Apa aku benar?
Aku tidak mengerti. - Diam!
Jadi, semua pekerja seks adalah pengganti.
Aku juga tidak mengerti, sayang.
Si pembunuh melacak seorang wanita.
Karena beberapa alasan, dia tidak bisa menculiknya.
Si pembunuh marah.
Dia tidak bisa menghentikan keinginannya untuk membunuh.
Dalam perjalanan kembali, dia melihat seorang pekerja seks.
Dia dengan mudah datang kepadanya. Dia menculiknya.
Mengapa dia menculik semua orang di Mettupalayam?
Karena mudah baginya untuk menculik mereka di Mettupalayam.
Atau rumahnya pasti di Mettupalayam.
Itu berarti dia menahan Dagini di peternakan babi di Mettupalayam.
Aku punya peternakan babi besar di Periyakulam.
Baiklah. - Aku punya lebih dari 200 babi.
Baiklah. - Semua meninggal karena kolera.
Jadi, aku datang untuk membeli 4 jantan dan 4 betina.
Baiklah. Apakah kau mau buttermilk?
Ini? Apakah kau punya anjing di sini?
Kami tidak punya anjing di sini, hanya babi.
Siapa dia? - Istriku, pemilik tempat ini.
Pak! Pak! Aku akan memberimu harga yang bagus! Kembalilah.
Siapa? - Apakah pemiliknya ada, Pak?
Apa? - Apa kau pemiliknya?
Aku sulit mendengar.
Aku kemari untuk membeli babi. - Ayo ikut. Akan kutunjukkan.
Apakah pemiliknya tidak ada di sini?
Katakan berapa banyak hewan yang kau butuhkan. Aku akan tunjukkan.
Pemilik.....
Tiga? Ikutlah. Akan kutunjukkan.
Pak! Siapa itu? - Dia pemilik tempat ini.
Pemiliknya? -Ya.
Pak, akan kuberi harga yang bagus. Kembali.
Ya, pak?
Aku dekat Vellerikuppam, Pak.
Aku sudah mengikuti mobil Gautham.
Dia datang ke Peternakan Babi Shanthi. - Apa yang dia lakukan disana?
Oke, ikuti dia sampai malam ini.
Setelah Akbar datang, Aku akan membebaskanmu.
Kodhai! - Pak?
Di mana supirnya? - Dia pergi ke Stasiun B1.
Akbar. - Pak?
Berikan aku kunci sepedamu. - Sepedanya bermasalah.
Beritahu aku yang kau butuhkan, Aku akan pergi dan mengambilnya untukmu.
Beri aku kuncinya, Akbar.
Hati-hati, pak.
Pak!
Pak! - Ya Tuhan! Panas sekali.
Di mana pemiliknya? - Siapa? Aku tak bisa mendengarmu.
Aku tanya di mana pemiliknya.
Apa masalahnya? Dia ada di belakang.
Baiklah, Aku akan pergi dan berbicara dengannya.
Aku akan mengantarmu padanya. - Tidak apa-apa, kau berbaringlah.
Berbaringlah. - Astaga!
Pak? - Siapa?
Apa kau pemiliknya? - Ya.
Apakah ada yang datang ke peternakanmu pagi ini?
Kau siapa? - Tidak, aku menjalankan bisnis.
Seorang teman memberitahuku bahwa dia berencana datang ke sini untuk membeli babi.
Aku datang untuk memeriksa. - Mari kita bicara di kantorku.
Pak!
Pak!
Kau siapa, pak? - Aku polisi.
Kaburlah dari sini, Pak.
Tidak mungkin, Aku terikat.
Bagaimana keadaanmu?
Aku.....
Jangan khawatir.
Gautham akan datang dan menyelamatkanmu.
Sepertinya aku tertangkap di sini untuk memberimu harapan.
Betapa anehnya kehidupan.
Kematian selalu dekat.
Dan kita jadi kesal karenanya.
Bertahun-tahun, aku sudah mencari orang ini.
Bahkan istriku lari.
Kaburlah sebelum dia kembali, Pak.
Tolong pak. - Tidak, aku sangat lelah.
Pak, aku punya permintaan. - Apa?
Terakhir kali, bisakah aku menyanyikan lagu AM Rajah?
Dalam kesendirian ...
Dalam kesendirian, bisakah seseorang menemukan kenyamanan...
Bisakah seseorang melihat matahari di tengah malam...
Dalam kesendirian, bisakah seseorang menemukan kenyamanan...
Jika seseorang tidak memiliki teman...
Vasantha! -Ya?
Apa kau benar-benar memeriksa setiap peternakan yang kau kunjungi?
Ya, Sudah. - Bagaimana denganmu, Kak?
Tidak ada yang mencurigakan di peternakan yang aku kunjungi.
Ada yang salah. Kita melewatkan sesuatu.
Pembunuhnya ada di salah satu peternakan yang kita kunjungi.
Aku punya perasaan mengomel ini.
Ini, minumlah. Kita akan bicara besok pagi. - Aku tidak mau.
Ini Inspektur kita, pak. - Aku minta maaf, Thangam.
Ya Tuhan!
Aku takut sekali. Tetaplah di rumah selama 2-3 hari berikutnya.
Jangan ke mana-mana.
2 hari lagi, dia akan membunuh Dagini.
Kenapa kau selalu terdengar pesimis?
Bagaimana lagi?
Untuk menangkap seorang pembunuh, seseorang harus siap mati.
Gautham!
Kembalilah ke rumah Kamala. - Gautham, tunggu.
Kembali saja. / - Mengapa aku harus pergi ke sana? Aku tinggal di sini bersamamu.
- Aku ingin sendiri.
Bagaimana bisa aku meninggalkanmu sendirian? - Tolong dengarkan aku.
Pernahkah aku tidak mendengarkanmu? Bukankah polisi mengatakan tidak aman tinggal di sini?
Pria malang itu meninggalkan mayat di depan pintu kita.
Jika kau tinggal di sini, hidupmu akan dalam bahaya.
Dagini sekarat di sana setiap hari.
Hidupmu penting bagiku, Gautham.
Tinggalkan aku sendiri. - Dengarkan aku.
Berapa kali kau bilang bahwa akulah cahayamu?
Kemana aku harus pergi sekarang? - Pergi saja ke suatu tempat dan enyahlah.
Halo?
Permisi!
Kau siapa?
Apakah kau punya rokok?
Tidak.....
Apakah kau punya rokok?
Aku tidak akan berhenti sampai aku menangkapmu.
Pak!
Pak, apakah ada orang di sana? - Siapa ?
Pak! - Siapa di luar sana?
Siapa di sana? - Pak!
Apa yang kau lakukan di sini? - Aku perlu pita pengukur.
Gautham, aku mengikuti si pembunuh dan ada di...
...sebuah perkebunan pisang.....
Gautham, plat nomer mobil si pembunuh adalah.....
Gautham, besok tengah malam, aku akan membunuh Daginimu.
Gautham memberikan ini.
Gautham!
Gautham!
Gautham!
Maaf, apa dia orang yang kau kenal?
Ya, pak.
Sudha, bawa barang milik orang yang sudah meninggal.
Dokter! - Ya?
Apa kau tahu bagaimana dia mati? - Dia ditikam di pinggul.
Tenggorokannya digorok.
Jari kelingking di tangan kanannya terputus.
Kenapa kelingking? - Aku tidak tahu.
Dia memotongnya karena suatu alasan.
Ini barang-barangnya, Pak.
Tolong tanda tangani ini.
Bisakah kau mengantarku pulang, Bibi? - Ke rumah?
Banyak kematian dalam kasus ini karena aku. Aku tidak menginginkan yang lain.
Bisakah kau mengantarku pulang? - Diam, Gautham.
Tidak, Kamala. Ini kenyataannya.
Bagaimana aku bisa menemukan seorang pembunuh? Aku buta. Aku cacat.
Brengsek kau, Gautham. Brengsek kau.
Mengapa kau menyeretku ke sini?
Mengapa kau datang ke rumahku?
Kau menamparku. Apa kau lupa dengan perkataanmu?
Apa kau baru sadar bahwa kau cacat?
Ya, Kamala. Aku baru menyadarinya.
Aku cacat. Aku buta.
Apa yang kau lihat, Vasantha? Siapkan mobil. Ayo kita pergi.
Mari kita tinggalkan dia di jalan. - Tutup mulutmu.
Mulutku adalah satu-satunya yang masih berfungsi.
Ingin aku menutupnya juga?
Hei, jika kau buta, Aku seperti batu,...
...sepotong batu yang tidak berguna. Kenapa kau memanggilku?
Aku hanya akan tetap dalam kegelapan.
Jika secara fisik aku mampu, aku akan menangkap pria itu.
Jika aku tidak jatuh dari tangga itu di kampus,...
...aku akan menangkap pembunuh itu.
Dia menghadiri upacara kampus.
Aku akan melihatnya di CD itu.
Tangga tak berguna itu!
Aku duduk di sini seperti mayat sekarang.
Bibi, kita harus ke kampus. - Kenapa?
Kamala harus menonton CD itu.
Apa kau ingin sesuatu? - Aku ingin rokok.
Sepanjang hari, kau menyiksaku. Itu membuatku sesak napas.
Itu James Parisutham.
Thanks dan vanakkam. - Terus.
Selanjutnya, tamu utama kami..... - Terus.
Perguruan tinggi ini dengan bangga menyambut petugas IPS yang disegani, Kamala Das.
Berhenti sebentar.
Terus. - Mari kita sambut dia di atas panggung sekarang.
Berhenti!
Bisakah kau memperbesarnya?
Siapa pria dengan topi yang menyembunyikan wajahnya?
Siapa yang duduk di sebelahnya?
Terima kasih kedatangannya. Siapa dia?
Kenalanku. -Hey, keluarlah.
Kemarilah dan duduk di sebelahnya.
Pak, apa kau ingat pria yang sedang duduk di sebelah kirimu hari itu?
Aku tidak ingat wajahnya.
Namun usianya sekitar 28-30 tahun.
Dia dicukur bersih. Aku tidak ingat hal lain.
Apa kau bicara dengannya?
Aku sedang makan popcorn, Aku menawarkan kepadanya beberapa.
Dia mengucapkan terima kasih dan menerimanya.
Oh ya, dia kidal. - Bagaimana kau bisa tahu?
Dia mengambil popcorn dengan tangan kirinya.
Aku ingat itu. - Apakah kau kidal?
Ya.
Pak, dengan tangan mana dia mengambil popcorn?
Dengan tangan kirinya.
Pak, tangan kanannya lebih dekat denganmu. Kenapa dia menggunakan tangan kirinya?
Tidak, jika dia kidal, dia pasti akan menggunakan tangan kirinya.
Tidak, Kamala, dia punya alasan ..... - Tidak, Gautham .....
Permisi, tangan kanannya ada di sakunya sepanjang waktu. - Apa?
Ya, pak, sepanjang malam, tangan kanannya ada di sakunya.
Bahkan, itu tetap di sakunya bahkan ketika dia berdiri dan pergi.
Maka dia tidak kidal. - Kak Rajanayakam!
Ada apa, Nak? - Apa, Gautham?
Bibi, bawa aku ke mobilmu.
Oke, ikut aku.
Lewat sini.
Hati-hati!
Kami mencari mobil dan pemiliknya.
Itu sedan. Dan tingginya adalah.....
Gautham? - 1,480 milimeter.
Jadi, itu pasti Seri Lima.
Berapa banyak mobil seperti itu ..... - 96, nyonya.
Timmu telah menjual 96 mobil seperti itu di wilayah Coimbatore.
Satu pembeli seperti itu tidak memiliki jari kelingking...
...di tangan kanannya. Adakah yang ingat orang seperti itu?
Anak-anak, hidup dalam bahaya. Berpikir keraslah dan beri tahu kami.
Jika kalian memberi kami petunjuk,
polisi akan memberi kalian hadiah uang tunai 10 lakhs.
Maaf, namanya Angulimali, nyonya.
Apa pekerjaan dia?
Dia pemilik MRK Enterprises dan Peternakan Babi Shanthi.
Shanthi Pig Farm 1.2 km
Haruskah kita memanggil polisi, Kamala?
Bibi! - Bisakah kau diam?
Karena peringatan di Twitter Gautham, dia membunuh dan meninggalkan mayat
...di depan pintu rumahnya. Jika dia mengetahui bahwa Gautham memberi tahu polisi,...
...dia akan memotong Dagini menjadi berkeping-keping dan mengirimkannya ke Gautham.
Lalu bagaimana kita menemukan Dagini? - Aku yang pergi, Kamala.
Apa? Apa yang akan kau lakukan di sana?
Bagaimana jika si pembunuh melakukan sesuatu padamu?
Aku yang pergi. Jika aku tidak kembali dalam 10 menit, hubungi polisi.
Tidak, bibi. Aku kemari mencari Dagini.
Aku yang harus pergi.
Tidak, jika hidupmu dalam bahaya.....
Tidak, Dagini pasti selamat. - Vasantha.
Tolong dengarkan aku.
Kau tak bisa..... -Vasantha.
Kau siapa? Apa yang kau mau?
Pak, Apakah pemiliknya ada di sini? - Apa?
Apakah pemiliknya ada di sini? - Dia baru saja pergi lewat pintu belakang.
Berapa banyak babi yang kau punya di sini, pak?
Itu berkas. Sebuah meja ada di depanmu.
Amankan ponselnya.
Itu kertas.
Tidak, lanjut. Apa?
Tidak! Ke kanan.
Semuanya di sini adalah babi White Yorkshire.
Tetap mencari. Apa kau melihat hal lain di sana?
Lagi-lagi itu berkas.
Aku tak menemukan apa-apa, Kamala.
Gautham, kembali.
Ambil kursi itu dan pergi ke sudut di sebelah kanan.
Naiklah. - Kenapa?
Naik.
Periksa apakah ada sesuatu di sana.
Tidak ada kasta atas atau bawah di sini, Bu.
Mereka semua babi.
Mereka babi berkualitas baik.
Terima kasih.
Bu, siapa namamu? - Rachel.
Dari mana? - Pondicherry.
Bagaimana hubunganmu dengan pembunuh ini?
Gurunya.
Kenapa kau di sini?
Hukuman. Aku menghukumnya. Jadi, sekarang dia menghukumku.
Apa yang dia lakukan salah?
Dia masturbasi.
Di panti asuhan, mereka memanggilku 'Rachel, Si Sempurna'
Suster Rachel, Si Sempurna.
Tugasku hanyalah memastikan bahwa anak-anak tidak melakukan kesalahan. Itu saja.
Masturbasi bukanlah kejahatan. - Tidak! Ini salah! Itu dosa!
Itu dosa. Itu dosa besar.
60 cambukan dengan tongkat.
Tangan itu melakukan dosa, kan?
60 cambukan setiap hari selama 365 hari.
Apakah salah untuk menghukum tangan yang telah berdosa?
Salahkah?
"Aku akan melihat bagaimana kau melakukan dosa ini di sini lagi."
"Hei, aku akan menyaksikan berdiri tepat di belakangmu."
"Apa kau melakukannya diam-diam dalam gelap?"
"Aku tidak akan membiarkanmu tidur."
"Aku akan terjaga sepanjang malam dan melihat apa yang kau lakukan."
Suatu hari, kemarahan muncul di kepalanya.
Dia mencoba memotongku dengan pisau.
Lihat ini. Apakah kau melihatnya?
Akankah aku menghindarkannya?
Aku membawanya ke kepala sekolah dan menangkapnya...
...dikeluarkan dari sekolah dan mengusirnya dari panti asuhan.
Aku mengalahkannya.
Karena melakukan itu, selama 8 tahun, dia telah menahanku di sini.
Tetapi dia tidak pernah bertobat karena dosa-dosanya.
Bagaimana Yang Mahakuasa akan memaafkannya?
Lihat saja.
Suatu hari, guntur besar akan menyerang.
Bar ini akan meledak berkeping-keping.
Tuhanku akan memberiku kebebasan.
Setelah itu terjadi, aku akan mengalahkannya. Aku akan memukulnya.
60 cambukan.
Aku akan memukulnya sampai dia mati. Aku akan terus memukulinya!
Siapa orang di sel itu?
Orang itu? Seorang polisi.
Polisi yang mendaftarkan orang ini di sekolah reformasi.
Dia membawanya ke sini dan membunuhnya.
Kamala, haruskah kita membawa polisi dan pergi ke pabrik itu?
Dagini akan mati.
Mengapa kau selalu terdengar sangat pesimis?
Pembunuhnya akan memasang alarm di sekitar pabrik.
Ini akan berbunyi ketika polisi menggerebek tempat itu.
Mengetahui tidak ada cara untuk melarikan diri, pertama-tama dia akan membunuh Dagini.
Lalu bagaimana cara kita menyelamatkan Dagini?
Hanya ada satu cara untuk melakukannya.
Mari kita berjalan ke kandang singa. - Apa kau bilang?
Gautham, kau mau pertaruhkan hidupmu? - Aku akan melakukan apa saja untuk Dagini.
Gautham, maukah kau menjaganya?
Gautham!
Hei, kau mau membunuhku?
Pelan-pelan.
Berkendara perlahan. Jalan terus.
Lurus kedepan.
Jangan ke kanan. Ke kiri.
Ke kiri.
Tetap di kiri. Ada mobil di sebelah kanan.
Gautham, sebuah mobil di sebelah kanan.
Ada mobil. Tetap di kiri.
Terus lurus.
Terus lurus.
Luruskan roda.
Lurus.
Ke kanan, tidak sebanyak itu.
Kau mau ke tepi, Gautham.
Ke kiri.
Pelan-pelan.
Gautham, pelan-pelan.
Jangan ke pinggir.
Ada mobil!
Astaga! Ada mobil!
Berhenti!
Berhenti! Pelan-pelan, Gautham! Berhenti!
Aku lebih baik mati di rumah daripada ikut denganmu.
Hey, perhatikan jalannya!
Lurus, terus jalan.
Tidak, luruskan. Luruskan roda.
Kanan. Kiri.
Kiri. Bagus, pertahankan seperti itu.
Gautham, ada mobil.
Tetap di kiri. Pelan - pelan. Jangan ngebut.
Kiri! Ke kirimu.
Sekarang ke kanan. Sekarang kiri.
Lurus.
Sebuah mobil ada di depan di sebelah kanan.
Ada mobil di depan! Gautham, berhenti!
Apa yang akan terjadi?
Ritual.
Keluarlah, pendosa!
Keluarlah.
Keluarlah!
Keluarlah kau brengsek....
Hey, keluarlah!
Ayo keluarlah!
Pendosa! Kau orang berdosa yang jahat!
Pendosa!
Hei, apa yang kau lakukan? - Tidak, guru!
Apa kau melakukan kesalahan?
Tidak, guru. Aku bersumpah aku tidak melakukan kesalahan.
Demi Tuhan, Aku tidak melakukan apa-apa.
Lalu mengapa tanganmu di sana? Apa yang sedang dilakukannya?
Sakit, guru.
Resleting macet, guru. - Kau berharap aku percaya?
Jangan berbohong setelah melakukan kesalahan.
Aku bersumpah pada Bunda Maria, aku tidak melakukan kesalahan, guru.
Guru! Jangan pukul aku, guru!
Sakit, guru!
Jangan lihat aku seperti itu, guru!
Semua orang memarahiku, guru!
Semua orang melempariku dengan batu, guru!
Aku merasa malu, guru!
Matikan lampu, guru!
Hanya untuk satu malam, matikan lampu, guru!
Aku sangat mengantuk! - Diam!
Guru!
Jangan lihat aku seperti itu, guru!
Jangan menghukumku, guru!
Jangan lihat aku seperti itu, guru!
Aku mulai marah, guru! Aku mulai marah, guru!
Rasanya kepalaku akan meledak, guru!
Guru!
Kau siap, Gautham? - Ya.
Apakah semua barangmu aman?
Ya.
Sekarang jam 11.45, Gautham.
Kau punya 10 menit.
Turun dari mobil,...
berjalan lurus sejauh 100 meter dan ke kanan
Itu pintu masukmu. Oke?
Gautham!
Sudah 1,5 tahun sejak aku berdoa.
Sekarang aku akan berdoa untukmu.
Terima kasih, Kamala.
Tidak, Bu. Dia selesai bekerja dan sedang dalam perjalanan pulang.
Aku perlu menemui insinyur. Minggir! - Dengarkan aku!
Mengapa polisi itu ada di sini?
Saat membawaku ke sekolah reformasi, dia memperkosaku.
Aku tidak melihat wajahnya hari itu.
Sekarang, aku melihatnya setiap hari.
Hari ini adalah hari ulang tahunku.
Maukah kau memberiku hadiah?
Apa?
Jangan bunuh Gautham.
Gautham!
Gautham, di mana kau?
Kemari dan berdirilah di hadapanku!
Aku harus membunuhmu!
Aku telah kehilanganmu!
Kau menang atas diriku!
Aku harus membunuhmu!
Atau kemarilah dan bunuh aku!
Kemarilah dan bunuh aku!
Aku datang bukan untuk membunuhmu, Anguli.
Aku datang untuk menyelamatkan kehidupan.
Maafkan aku, Anguli.
Gautham!
Gautham!
Gautham!
Gautham!
Gautham!
Dagini!
Gautham! -Dagini!
Ya Tuhan!
Terima kasih!
Terima kasih, Gautham!
Dagini!
Guru!
Jangan tinggalkan aku di sini seperti ini, guru!
Aku takut tinggal sendirian, guru!
Bunuh aku, lalu pergilah, guru.
Beri aku satu hukuman terakhir sebelum kau pergi, guru.
Gautham, berikan kunci itu.
Guru!
Berikan itu padaku, guru!
Guru!
Hai! -Hai!
Dagini, kau bersama si pembunuh selama 7 hari.
Kenapa dia tidak membunuhmu? - Aku tidak tahu.
Pembunuh berantai itu berhasil lolos.
Apa kau pikir dia akan datang untukmu?
Tidak akan.
Semua orang mengatakan dia harus dihukum mati jika polisi menangkapnya.
Menurutmu bagaimana dia harus dihukum?
Aku tidak melihat pembunuh yang kau lihat.
Yang aku lihat adalah seorang anak kecil. - Nona!
Dia sudah membunuh 16 orang.
Bagaimana kau bisa menyebutnya anak kecil?
Itu benar.
Dia seorang pembunuh.
Tapi dalam 7 hari itu, aku melihat seorang anak di dalam dirinya.
Aku melihat seorang anak yatim piatu yang sendirian.
Di dalam hatinya yang rapuh,...
...aku melihat banyak luka yang tak kunjung sembuh.
Di pangkuan ibuku, aku merebahkan kepalaku, hai jiwa yang berharga.
Seandainya aku menjadi ibu anak itu,...
...atau saudara perempuannya...
Aku akan merawat anak itu dengan baik...
...dan menjaganya dengan penuh cinta.
Terima kasih sudah menonton film India berbahasa Tamil ini. "PSYCHO" Semoga bisa mengambil pelajaran dari film ini.
Salam Bollymania, BMCI Jatim dan Nitnut Radio.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.