Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Generasi baru India telah lahir.
Perkembangan ilmu baru India telah lahir.
India pun terlahir karena waktu sungguh berharga.
- Pidatonya sudah mulai. - Jika ketahuan telat, kita mampus.
Karena masa depan negara kita adalah uang.
Itu sungguh berharga.
Itulah dukungan kita.
Waktu adalah hidup kita.
Pemuda India takkan pernah melanggar hukum.
Kita telat 18 menit.
Pendidikan India akan menuntun ke jalan kebenaran.
Pemuda takkan memilih jalan pintas.
Pemuda harus hidup beradab..,
..dengan cara memahami aspek sosial.
Itulah harapan warga kepada pemuda India.
- Hai cantik. - Hai cantik. - Wow.
Masa depan India di tangan kalian.
Kalian akan jadi inspirasi generasi mendatang.
- Kita ketahuan. - Hei, tunggu.
Yang sedang dan yang telah diraih pemuda..,
..kini, akan diraih di masa depan. Itulah kebanggaan.
Kami sangat bangga.
Masa depan cemerlang India, di tangan kalian.
Saya hanya membantu mengingatkannya.
Terima kasih.
Gelar sarjana diberikan kepada Prakash Kumar.
Aku mencintaimu.
Jagada,, jagadam chesestam ragada ragada ragadam dunnestam "Kita akan susah payah berjuang"
Egudu digudu gaganam memera pidugulam "Kita menakutkan, akan gapai langit"
Marala,, jananam raneera marala marala maranam mingestam "Moga kita lahir dan mati kembali"
Bhuvana bhagana garalam ma pilupe dhamarukam "Kita minum racun, meneriakan perang"
Ma oopiri nippula uppena "Nafas kita adalah api"
Ma uuhalu kathula vantena "Pikiran kita setajam pisau"
Ma debbaku dikkulu pikkatillipoye rampampampam "Perjuangan kita, beradu dengan petir"
Jagada,, jagadam chesestam ragada ragada ragadam dunnestam "Kita akan susah payah berjuang"
Egudu digudu gaganam memera pidugulam "Kita menakutkan, akan gapai langit"
Marala,, jananam raneera marala marala maranam mingestam "Moga kita lahir dan mati kembali"
Bhuvana bhagana garalam ma pilupe dhamarukam "Kita minum racun, meneriakan perang"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Aadede valapu nartanam padede chilipi keertanam "Penari itu idaman, penyanyi itu penyerang"
Sayyante sayyaataloo "Jika katamu 'Ya', kami siap"
Ma venuke undi ee taram ma shakte maku sadhanam "Generasi baru ikuti tenaga kita"
Dhee ante dhiyyatalo "Apapun terjadi, kita siap"
Neydera neku nestamu repey ledu "Hari ini adalah teman, tiada hari esok"
Ninnante nindu sunnara raane radu "Lupakan masa lalu yang takkan kembali"
Yedeedu lookala tona bantaatalaadali eenade taka takadhimi takajhanu "Kita akan bahagia nikmati 7 kelahiran"
Jagada,, jagadam chesestam ragada ragada ragadam dunnestam "Kita akan susah payah berjuang"
Egudu digudu gaganam memera pidugulam "Kita menakutkan, akan gapai langit"
Marala,, jananam raneera marala marala maranam mingestam "Moga kita lahir dan mati kembali"
Bhuvana bhagana garalam ma pilupe dhamarukam "Kita minum racun, meneriakan perang"
Padaneera virigi aakasam "Semoga langit runtuh"
Vidipooni bhumi ee kshanam "Biarkan bumi terbelah sejenak"
Ma paata saagenulehoho "Lagu ini takkan berhenti"
Nadi reyi suryadarsanam ragilindi vayasu indanam "Jiwa muda kita, membakar langit"
Maa vedi raktalake "Karena darah kita membara"
Oo mata okka baanamu ma siddantam "Ucapan-tingkah kita, selaras pikiran"
Poratam maku pranamu ma vedantam "Berjuang itu prinsip kita"
Joharu cheyyali lokam ma joru chusaka eenade taka takadhimi takajhanu "Hasrat kita akan taklukkan dunia"
Jagada,, jagadam chesestam ragada ragada ragadam dunnestam "Kita akan susah payah berjuang"
Egudu digudu gaganam memera pidugulam "Kita menakutkan, akan gapai langit"
Marala,, jananam raneera marala marala maranam mingestam "Moga kita lahir dan mati kembali"
Bhuvana bhagana garalam ma pilupe dhamarukam "Kita minum racun, meneriakan perang"
Ma oopiri nippula uppena "Nafas kita adalah api"
Ma uuhalu kathula vantena "Pikiran kita setajam pisau"
Ma debbaku dikkulu pikkatillipoye rampampampam "Perjuangan kita, beradu dengan petir"
Jagada,, jagadam chesestam ragada ragada ragadam dunnestam "Kita akan susah payah berjuang"
Egudu digudu gaganam memera pidugulam "Kita menakutkan, akan gapai langit"
Takita takita takidhimitaka,,, takita tam tam tam
GEETHANJALI
- Ini menyakitkan? - Sedikit.
- Lebih menyakitkan dari hari kemarin? - Ya.
Suster.
Tes darahnya untuk mengecek urea potassium.
Aku pergi dulu.
Dokter?
Boleh aku nanya?
Maukah menikah denganku?
Kenapa kau disini?
Sudah kubilang, tetaplah di kamarmu.
Dokter, aku mau nanya, kapan kita menikah?
- Nanti kutanyakan lagi. - Mau tanya siapa?
- Suami dan anakku. - Oh, kau sudah nikah.
Jadi, kau tak mau nikah denganku?
Lalu kenapa kau merawatku lama disini?
Hanya karena tulangku patah..,
..untuk apa X-Ray, tes sumsum tulang, tes darah ini?
Tapi kau menolak menikah denganku.
Kenapa menyuruhku tinggal lama disini?
Apa maksud semua ini?
- Entah bagaimana menjelaskannya. - Jelaskan.
Akibat kecelakaan, kondisimu tak perlu dicemaskan.
Karena tubuhmu segera sembuh.
Lalu?
Tanpa sengaja, kami lakukan tes standar pada kondisimu.
Dari tes darah..,
..kau didiagnosa pembengkakan limpa.
Awalnya kami tahu dari tes darahmu.
Lalu kami lakukan tes sumsum tulang, kalsium, potassium darah.
Dari tes itu, kau terkena Chronic Myeloid Leukemia (CML).
Apa arti Chronic Myeloid Leukemia?
Kanker sumsum tulang belakang, kelenjar getah bening dan limpa.
Kami terkejut kau masih hidup.
Penyakitku stadium berapa?
Stadium akhir.
Entah berapa hari lagi tubuhmu bisa bertahan.
Hei, apa kau gila?
Bodoh, kalau jalan, pakai mata.
Ibu, aku lapar.
Aku sudah tahu.
Dokter sudah memberitahuku.
Beri aku makanan.
Ada apa, Nak? Kau tak enak badan?
Mau memanggil dokter?
Aku tak bisa tidur. Mau kopi?
Ayah pernah berniat hidup sendiri?
Aku ingin hidup sendiri.
Saat diberitahu kematianku sudah dekat..,
..aku tak tahan lagi.
Juga saat aku melihat Ayah dan ibu..,
..aku sedih.
Aku merasa sudah sekarat.
Aku ingin ke suatu tempat beberapa hari.
Ayah mengerti.
Kau mau kemana?
Kemana saja. Sekali ini saja.
Suruh dia menjauhiku.
Prabha, sudahlah.
Suruh dia mengajakku.
Atau, takkan kubiarkan dia pergi.
Prabha, sudahlah.
Mana bisa hidup tanpanya?
Biarkan dia sendirian semaunya.
Mana bisa aku hidup tenang?
Dia janji mau lanjutkan perawatan, kan?
Ya.
Mana bisa aku hidup tanpa tahu kondisinya?
Aku tak sanggup. Takkan kubiarkan dia pergi.
Prabha.
Ibu.
Tatap aku.
Ibu hanya punya 1 putra.
Kematianku pun sudah dekat.
Aku mengerti kesedihan Ibu.
Mengertilah perasaanku.
Jika aku disini, tiap hari aku merasa mati.
Karena melihat Ibu bersedih atas penyakitku.
Lalu aku akan menyesali kematianku.
Aku tak mau menyesali kematianku.
Aku ingin mati dengan tenang, sendirian. Boleh, kan?
Biarkan aku pergi, Ibu. Ucapkan selamat tinggal.
Jallanta kavvinta kaavali le "Biarkan hujan menggodaku"
Ollanta tullinta raavalilee "Biarkan hujan bahagiakanku"
Jallanta kavvinta kaavali le "Biarkan hujan menggodaku"
Ollanta tullinta raavalilee "Biarkan hujan bahagiakanku"
Urukulu parugulu "Ayo lebih cepat"
Uduku vayasu dudukutanamu niluvadu "Jiwa mudaku selalu membara"
Tolakari merupula "Laksana hujan awal musim"
Ulikipadina kaliki sogasu "Hati gadis segaduh petir"
Kondamma konamma mechindi le "Gunung dan lembah menyanyi"
Endallo vennellu techindi le "Matahari bersinar bersama hujan"
Kondamma konamma mechindi le "Gunung dan lembah menyanyi"
Endallo vennellu techindi le "Matahari bersinar bersama hujan"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Vaagulu vankalu gala gala chilipiga pilichina "Biar kupanggil sungai"
Gaalulu vaanalu chita pata chinukule chilikina "Biarkan hujan menyelimuti langit"
Manasu aagadu idemi allaro "Hatiku selalu berkelana"
Tanuvu daagadu ademi taakido "Namun aku belum bahagia"
Koonachaatu bondumalle tenenokka muddulaadi velladaye kallu leni "Lebah cium melati, ungkapkan cintanya"
Deevudendukoo mari "Perlukah kuasa Tuhan?"
Jallanta kavvinta kaavali le "Biarkan hujan menggodaku"
Ollanta tullinta raavalilee "Biarkan hujan bahagiakanku"
Jallanta kavvinta kaavali le "Biarkan hujan menggodaku"
Ollanta tullinta raavalilee "Biarkan hujan bahagiakanku"
Urukulu parugulu "Ayo lebih cepat"
Uduku vayasu dudukutanamu niluvadu "Jiwa mudaku selalu membara"
Tolakari merupula "Laksana hujan awal musim"
Ulikipadina kaliki sogasu "Hati gadis segaduh petir"
Kondamma konamma mechindi le "Gunung dan lembah menyanyi"
Endallo vennellu techindi le "Matahari bersinar bersama hujan"
Kondamma konamma mechindi le "Gunung dan lembah menyanyi"
Endallo vennellu techindi le "Matahari bersinar bersama hujan"
Sandelo rangule nosatipai tilakame nilapaga "Cat warnai cakrawala, merah jingga"
Tele,, manchule teliyani tapanale telupagaa "Beritahu dunia tentang hasrat terpendamku"
Vaana devude kallapi jallaga "Dewa Hujan ciptakan sungai"
Vaayu devude muggesi vellaga "Dewa Angin tanyakan rupa"
Neeli konda gundelooni uusulanni telusukunna kotta paata puttukoche "Hasrat hati nyanyikan lagu baru"
Evari kosamo oho "Entah hasrat untuk siapa?"
Jallanta kavvinta kaavali le "Biarkan hujan menggodaku"
Ollanta tullinta raavalilee "Biarkan hujan bahagiakanku"
Jallanta kavvinta kaavali le "Biarkan hujan menggodaku"
Ollanta tullinta raavalilee "Biarkan hujan bahagiakanku"
Urukulu parugulu "Ayo lebih cepat"
Uduku vayasu dudukutanamu niluvadu "Jiwa mudaku selalu membara"
Tolakari merupula "Laksana hujan awal musim"
Ulikipadina kaliki sogasu "Hati gadis segaduh petir"
Kondamma konamma mechindi le "Gunung dan lembah menyanyi"
Endallo vennellu techindi le "Matahari bersinar bersama hujan"
Kondamma konamma mechindi le "Gunung dan lembah menyanyi"
Endallo vennellu techindi le "Matahari bersinar bersama hujan"
Hei, Geetha. Kau darimana?
Diam. Ayo kesana.
Geethanjali?
Berdiri.
Aku lapar, Ayah.
Harusnya jangan telat.
Sekali ini saja.
Aku gadis yang tumbuh tanpa ibu.
Jika tidur kelaparan, aku bisa mimpi buruk.
Pergi.
Apa dokter harus merampas makanan gadis?
Meski kelaparan, kau takkan kenapa-napa.
Jika tak bisa nyanyi karena lapar, aku bisa mati.
Ayah tak memaafkanmu.
Diam-diam ku ambil makanan karena..
Kak Lakshmi, apa kabar?
Dimana suamimu?
Suamimu berkelakuan baik?
Kenapa tak jawab?
Ada apa?
Sudah menelpon ibumu?
Apa kata ibumu?
Kata ibuku, kau akan datang.
Apalagi kata ibumu?
Apalagi?
Kenapa ini terjadi?
Kakak, hentikan.
Jangan nangis.
Aku kesini bukan untuk melihatmu menangis.
Jika kau sedih, aku tak tahan tinggal disini.
Paham?
Janjilah.
Janji, kau harus merahasiakan penyakitku.
Janji.
Nenek, jangan menengok ke belakang.
Ada lelaki yang membuntuti kita.
Entah dia membuntuti aku atau Nenek.
Siapa? Lelaki yang melihat bunga?
Ayo pergi. Jangan bikin ribut.
Dia akan ke bangku di ujung sana.
Perhatikan.
Ya, dia ke bangku.
Lalu dia akan menyisir rambut.
Perhatikan.
Ya, dia menyisir rambut.
Dia akan pura-pura membeli dan melirik kita.
Lihat.
- Benar, kan? - Ya, dia melirik kita.
Jika kita menatapnya, dia akan tersenyum.
Lihat.
Dasar penipu.
Tunggu disini, Nenek. Aku akan memarahinya.
Hei, tunggu.
- Kau menyukaiku? - Apa?
Kau menyukaiku, kan?
Ya atau tidak?
Ya. Tidak-tidak.
- Mau lari bersamaku? - Apa?
Mau lari bersamaku?
Datanglah ke belakang Gereja jam 7 malam.
Kutunggu jam 7 malam.
Nenek, sudah kumarahi dia agar jangan berulah lagi.
Kubilang padanya, 'Atau, nenekku akan menghajarmu'.
Jangan khawatir.
Hantu. Ya Tuhan. Hantu.
Aamani paadave haayiga "Musim Semi, rianglah menyanyi"
Moogavai poku ee vela "Hari ini jangan diam saja"
Raaleti poola raagaalatho "Jangan diam bersama bunga layu"
Pooseti poola gandhaalatho "Nyanyilah bersama bunga mekar"
Manchu taaki koyila mounamaina velala "Elang tergeletak mabuk embun di daun"
Aamani paadave haayiga,, "Musim Semi, rianglah menyanyi"
Vayassulo vasanthame ushassulaa jwalinchaga "Pagi ini secerah musim semi baru"
Manassulo niraashale rachinchele mareechika "Kehampaan hatiku hanya ilusi"
Padala naa yeda swarala sampada "Itu tertulis dengan huruf besar di dinding"
Taraala naa katha kshanalade kadaa "Panjang umurku, anugrah hidupku"
Gathinchipovu gaadha nenani "Aku hanyalah dongeng masa lalu"
Aamani paadave haayiga "Musim Semi, rianglah menyanyi"
Moogavai poku ee vela "Hari ini jangan diam saja"
Raaleti poola raagaalatho "Jangan diam bersama bunga layu"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Shukalatho pikalatho dhwaninchina madhoodayam "Keindahan sihir pagi"
Divi bhuvi kala nijam "Surga dan bumi, mimpi atau nyata"
Sprushinchina mahodayam "Keindahan pagi menyebar"
Maro prapanchame marinta cheruvai "Dunia baru muncul di dekat sini"
Nivali korina ugadi velalo "Saat kutanya, kapan hari baru"
Gathinchiponi gaadha nenani "Aku hanyalah dongeng masa lalu"
Aamani paadave haayiga "Musim Semi, rianglah menyanyi"
Moogavai poku ee vela "Hari ini jangan diam saja"
Raaleti poola raagaalatho "Jangan diam bersama bunga layu"
Aamani paadave haayiga "Musim Semi, rianglah menyanyi"
Bawa kesana.
- Apa kabar, Nyonya? - Dia baik saja.
Nenek pernah jatuh cinta saat muda?
Maksudmu? Kau gila?
Nenek pernah jatuh cinta?
Jangan teriak. Bikin malu saja.
Bukan begitu. Jika Nenek jatuh cinta dan tak berbalas..,
..apa Nenek akan jadi Devdas kesepian?
Diam.
Bukan begitu. Aku tadi melihat lelaki yang kemarin.
Kayaknya cintanya tak bahagia.
Dia berjambang, pakai syal seperti Nenek.
Dia nyanyi sambil menghitung bintang.
- Nenek pernah nyanyi begitu? - Pernah. Sudahlah.
Itu benar. Dia nyanyi. Nenek tak percaya?
Mau kunyanyikan lagunya?
Aamani paadave haayiga "Musim Semi, rianglah menyanyi"
Moogavai poku ee vela "Hari ini jangan diam saja"
Raaleti poola raagaalatho "Jangan diam bersama bunga layu"
Pooseti poola gandhaala "Nyanyilah bersama bunga mekar"
Siapa gadis itu?
Geethanjali, putrinya Dokter Sharma.
- Nenek, itu Devdas kesepian. - Siapa?
Lelaki berjambang, pakai syal, menghitung bintang.
Dia datang.
Geetha.
Kenapa kau diam saja?
Kemarin nenek memarahiku.
Kenapa?
Karena Devdas?
Saat aku nyanyi meniru Devdas, dia datang.
Dia langsung menghampiriku.
Tiba-tiba dia mencium pipiku dan pergi.
Sungguh?
Jangan nyanyikan lagu itu lagi.
Nenek melihat lelaki itu menciummu?
Nenek menanyaiku dan memarahiku.
'Siapa dia? Kenapa bisa kenal? Kapan pertama bertemu?'
'Kenapa dia tiba-tiba menciummu?'
Kini, hidupku jadi tak tenang.
Semua gara-gara Devdas.
- Gara-gara bertemu Devdas. - Kakak, lihat.
Aku mau menjahili nya.
Aku mencintaimu.
AKU MENCINTAIMU
Kenapa kau kemari, Nak?
Bapa, aku tak boleh ke Gereja ini?
Maksudku, kau ingin membahas apa?
Aku berbuat salah dan ingin mengakui kesalahanku.
Makanya aku menemuimu.
Kesalahan apa?
- Aku berbohong. - Berbohong?
- Aku bilang ke lelaki itu 'aku mencintaimu'. - Kenapa?
Karena bercanda.
Kau menyukaiku?
Mau lari bersamaku?
Kumohon.
- Tak mau. - Dengar.
Kutunggu kau jam 7 malam di belakang Gereja.
Jangan kecewakan aku.
Nandi konda vaagullona "Di bawah sungai Nandi"
Nalla tumma needallo "Bukit diselimuti Akasia hitam"
Chandra vanka konallona sande poddu seekatlo "Di lembah bulan saat senja"
Needalle unna neeto vastunna "Aku bayangan yang mengikutimu"
Na uuredi yedhi na peredi yedhi "Aku lahir dimana? Siapa namaku?"
Na daredi yedhi "Kemana jalan hidupku?"
Na vareri "Dimana tunanganku?"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Yenaado aarindi na velugu "Kutinggalkan masa lalu"
Ne dharike na paruguu "Kini jalanku hanya padamu"
Aanade koraanu ne manasu "Dan akan kutanyai hatimu"
Ne varame nannadugu "Apa hadiah darimu untukku?"
Mohini pishachi na chelile "Semua iblis neraka, temanku"
Shakini vishuchi na sakhile "Semua setan juga temanku"
Mohini pishachi na chelile "Semua iblis neraka, temanku"
Shakini vishuchi na sakhile "Semua setan juga temanku"
Viduvakura vadalanu ra "Jangan tinggalkan aku, takkan kutinggalkanmu"
Premera nee meeda "Aku mencintaimu"
Nandi konda vaagullona "Di bawah sungai Nandi"
Nalla tumma needallo "Bukit diselimuti Akasia hitam"
- Dia ketakutan. - Dia ketakutan.
Bhuta pretha pishacha bhethala maare dam dam jhadam bham bham "Iblis, setan, roh jahat lainnya"
Nandi konda vaagullona "Di bawah sungai Nandi"
Nalla tumma needallo "Bukit diselimuti Akasia hitam"
Chandra vanka konallona sande poddu seekatlo "Di lembah bulan saat senja"
Needalle unna neeto vastunna "Aku bayangan yang mengikutimu"
Nee kabhalam padata "Aku akan memakanmu"
Ninu kattukupotha "Aku akan menculikmu"
Ne bharatam padata "Akan kupaksa kau menjawab"
Ninu pattukuotha "Aku akan membawamu"
Dhakini dhakka mukkala chekka dhambo tinipisthan "Kuminta panasnya iblis temanmu"
Thatakivanipiste thatalu valichesthan "Jika kau iblis, akan kutenangkan kau"
Guntari nakka dhokkalo chokka ambho anipisthan "Akan kubongkar tipuanmu"
Nakkalu thokkisthan chukkalu thaggisthan "Dan kujebak kau agar ikuti rencanaku"
Rakkisa matta thokkisa gutta phambe dulipesthan "Kekuatan iblismu akan hilang"
Theetuvu pitta aayuvu chitta nene thiragesthan "Akan kutulis ulang nasib korbanmu"
Rakkisa matta thokkisa gutta phambe dulipesthan "Kekuatan iblismu akan hilang"
Theetuvu pitta aayuvu chitta nene thiragesthan "Akan kutulis ulang nasib korbanmu"
Vasthaya phat phat phat phat vasthaya jhat jhat jhat phat "Jika kau akan datang, kau binasa"
Kopaala masajasa thathaga saarthula "Kau harimau betina pengecut"
Nandi konda vaagullona "Di bawah sungai Nandi"
Nalla tumma needallo "Bukit diselimuti Akasia hitam"
Chandra vanka konallona sande poddu seekatlo "Di lembah bulan saat senja"
Needalle unna nna nna nna neeto vastunna "Aku bayangan yang mengikutimu"
Nee kabhalam padata "Aku akan memakanmu"
Ninu kattukupotha "Aku akan menculikmu"
Ne bharatam padata "Akan kupaksa kau menjawab"
Ninu pattukuotha "Aku akan membawamu"
Nandi konda vaagullona "Di bawah sungai Nandi"
Nalla tumma needallo "Bukit diselimuti Akasia hitam"
Chandra vanka konallona sande poddu seekatlo "Di lembah bulan saat senja"
Nenek, lihat itu.
Tahu tidak, kemarin dia memintaku apa?
Dia memintaku lari bersamanya.
Apa?
Kita ini keluarga terhormat.
Beraninya dia meminta begitu ke cucu Nenek?
- Yakin, dia meminta begitu? - Sumpah, Nenek.
Oke. Nenek mau memarahinya.
Hei, sepertinya kau dididik dengan baik.
Dan kau dari keluarga kaya.
Kenapa kau berulah begitu?
- Ada apa, Nyonya? - Apalagi maumu?
Kau meminta cucuku lari bersamamu.
Kau pikir cucuku gadis macam apa?
Dia gadis baik. Jangan berulah begitu ke cucuku.
Aku tak berulah begitu.
Bagimu bagus berulah begitu?
Sepertinya kau dari keluarga terhormat.
- Kenapa berulah begitu? - Dengarkan aku.
Kau yang harus dengarkan aku, bukan sebaliknya.
Jika kau berulah lagi, kuhajar kau.
Ayo, Nak.
Minggir.
Dasar lelaki.
Penipu.
Sialan.
Dia memalukan diri sendiri.
Kakak, oh tidak.
Jangan diubah lagi.
Kenapa kau tak nanya siapa yang Ibu caci maki?
Memang siapa?
Lelaki asing yang mengajak Geetha lari.
- Oh ya? - Hanya begitu tanggapanmu?
Dengar, Ibu.
Takkan ada orang yang mau menculiknya.
Karena dia ini gila.
Dia mungkin yang menjahili lelaki asing.
- Kenapa Ayah berpikiran begitu tentangku? - Geetha.
Ayah sangat memahami putrinya. Jangan berulah lagi.
- Dimana Geetha? - Ayo masuk. Kakak disana.
Ya Tuhan.
- Hei. - Apa?
Kau ingin kita lari bersama?
Ayo.
- Hei, dia membawa kakak. - Lepaskan aku.
Kak Geetha dibawa pergi.
Aku cuma bercanda.
Aku suka tempat ini.
Bagus.
Kau harus tinggal disini.
Apa?
Sesuai maumu, kita lari bersama.
Kau tinggal disini dan aku mau pulang.
Oh tidak. Jangan tinggalkan aku. Jangan pergi.
Kau jalan kaki saja 42 kilometer ke rumahmu.
Jangan tinggalkan aku sendirian.
Kumohon.
Prakash, jangan tinggalkan aku.
Jangan pergi.
Jangan tinggalkan aku.
Semoga mobilmu terbakar.
Jadi, kau bisa langsung ke neraka.
Astaga.
Diam.
Kakakku belum pulang.
Diluar dingin sekali.
Aku khawatir.
Geetha.
Pak, lihat gadis kemari?
Gadis yang gemetar kedinginan itu?
Kayaknya dia takkan selamat malam ini.
Dia di dalam.
Aku kedinginan, tanganku mati rasa.
Kakiku mati rasa.
Punggungku gemetar.
Aku takut, disini tak ada orang.
Aku disini, jangan takut.
- Jangan tinggalkan aku. - Oke.
Tutup matamu, tidurlah.
Nenek?
Kak Geetha.
Kak Geetha.
Orang macam apa kau?
Kau meninggalkan gadis di malam dingin begini.
Kau punya hati, tidak?
Dengar dulu.
Geetha bikin lelucon tentangmu.
Aku memarahimu tanpa tahu kebenarannya.
Kau malah balas dendam pada Geetha?
Kena kau.
Jika Geetha kenapa-napa? Kau bisa memberinya hidup baru?
Gadis malang. Hidupnya takkan bertahan lama.
Dia bertahan hidup menunggu kematian.
Kau mungkin ingin membunuhnya sebelum dia mati sendiri.
- Apa maksudmu? - Penyakitnya mematikan.
Meski ayahnya, dokternya, tak bisa menyembuhkannya.
Apa itu benar?
Tiap saat dia menunggu kematian.
Tanya saja semua orang disini.
Dia hanya pura-pura senyum, tertawa, ceria, bahagia.
Tapi di dirinya ada penyakit.
Kau malah meninggalkannya di hutan.
Jika dia kenapa-napa? Entah kami harus apa?
Apa itu benar?
Benar.
Jawab, apa itu benar?
Dokter.
Apa penyakit Geethanjali?
Tak pantas Dokter membahas penyakit pasien ke pasien lain.
Aku menanyai ayah Geetha, bukan dokter. Bagaimana kondisinya?
Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Istilah medisnya Tetralogi Fallot.
- Itu penyakit mematikan? - Penderita bisa bertahan hidup.
Dan Geetha?
Apa aku bisa membantunya?
Dia mungkin butuh perawatan.
Sudah tak ada kesempatan lagi.
Aku tahu penyakitnya saat umurnya 5 tahun.
Dia dioperasi di Rumah Sakit Pusat Jantung Delhi.
Lalu kamipun melakukan Operasi Korektif untuk menormalkan jantung.
Tapi ada hambatan di jantungnya.
Suatu keajaiban Geetha masih bertahan hidup.
Entah sampai kapan keajaiban ini bisa bertahan.
Masuk-masuk.
Duduk.
Kau mau bikin kue untukku?
Kau tahu tentang Penyakit Jantung Bawaan?
Katup Jantung tak berfungsi dengan baik.
Pernapasan terganggu, ada lubang di Septum Jantung.
Darah bersih dan kotor bercampur.
Kerja jantung meningkat, tak mampu memompa darah secara normal.
Lalu kematian semakin dekat.
- Kau tahu semuanya dan tetap menikmati hidup? - Ya.
Kok bisa?
Ingat, kau akan mati. Chitra akan mati.
Sharada akan mati.
Gadis kecil ini akan mati.
Tanaman akan mati. Pohon akan mati.
Akupun akan mati.
Hanya saja aku yang akan mati duluan.
Aku tak peduli hari esok.
Bagiku hari ini lebih penting. Begitu seterusnya.
Jika suka, nikmatilah. Jika tak suka, tinggalkanlah.
Kakak, lari.
Tangkap.
Dasar pemalas.
Kakak datang.
Aku tahu, dari tadi kau duduk disini menatapku.
Ada apa? Kenapa?
Kau ingin melirikku?
Dengar, aku tak suka dilirik.
Katakan apa maumu, lalu pergilah.
Mau lari bersamaku?
Kau bercanda?
Besok.
Jam 5 sore.
Apa?
Di jembatan tua.
- Aku menunggumu. - Aku takkan datang.
Jam 5 sore.
Aku takkan datang.
- Jam 5 sore di jembatan tua. - Aku takkan datang.
Sampai jumpa.
Aku takkan datang.
Sepertinya sulit untuk tak melihat jam.
Biar kuberitahu, sekarang jam 4.
Jam 4 ada apa? Filmnya mulai jam 6, kan?
- Aku tak mau ke bioskop. - Kenapa?
Karena mau ke tempat lain, kan?
Diam.
Hei Pemberani. Mau lari bersamaku, kan? Tunjukkan dirimu.
Aneh sekali tiba-tiba kau jadi berani.
Kau berani mengajakku lari bersama.
Kau takut?
Aku pergi saja.
Katamu kau takkan datang.
Katamu, tak mau datang.
Kau malah berteriak setengah jam.
Kau menyukaiku?
Kau sungguh menyukaiku?
Tunjukkan bahwa kau menyukaiku.
Hei, bagaimana?
Kudorong dia ke sungai. Lalu aku sembunyi disini.
- Bagaimana keadaannya? - Dia mati.
Kenapa kau kesini?
Ini tempat suci. Kau harus bilang jujur.
Jangan berbohong. Kau gadis baik. Aku menyukaimu.
Jika aku menolakmu?
- Ku adukan ke Tuhan. - Mengadulah.
Tuhan.
Apa-apaan kau?
Aku mengadu pada Tuhan.
- Diam. - Tak mau.
Tuhan.
- Kita dilihat orang. - Biar saja.
Kumohon.
- Katakan, kau menyukaiku. - Tak mau.
- Tuhan. Hukumlah kami. Dia menyukaiku, tidak? - Kumohon.
Dia mencuri hatiku, memegang tanganku.
Dia tak jujur jika dia mencintaiku.
Hentikan.
Katakan kau menyukaiku.
- Tuhan. - Oke, aku menyukaimu.
- Katakan kau mencintaiku. - Bilang begitu? - Ya. - Tak mau.
Tuhan.
Aku mencintaimu.
Tuhan, terima kasih.
Duduk.
Nenek, boleh aku nanya?
Apa arti 'aku mencintaimu'?
Kau tadi nanya begitu ke orang itu.
Nenek, jawablah.
Saat anak kecil nanya, orang tua harus jawab.
Diam.
Jawab, Nenek. Apa arti 'aku mencintaimu'?
Jawab saja, Nenek. Dia sungguh ingin tahu.
Siapa yang mengajarimu jadi bodoh?
Nenek, jawab. Apa arti 'aku mencintaimu'?
Diam.
Jangan diam saja. Nenek tahu jawabannya.
Sana pergi.
Apa salahnya gadis bilang 'aku mencintaimu' ke lelaki?
- Apa? - Awasi dia.
Kemarin di Gereja ada gadis bilang 'aku mencintaimu' ke lelaki.
Siapa?
Siapa yang bilang begitu?
- Gadis yang kita kenal. - Siapa?
- Siapa gadis itu? - Siapa?
Gadis itu adalah..
Jangan ditatap, nenekku di belakangku.
Dimana? Sudah 4 hari aku tak melihat nenekmu.
Jangan teriak. Dia akan membunuhku jika melihat kita.
Oh ya?
- Nenek. - Karenamu, aku kena masalah.
Aku ingin kita bicara 4 mata.
- Kau tak ingin nenekmu tahu? - Ya.
Kutunggu kau di pasar 5 menit lagi.
- Kau neneknya Geetha, kan? - Ya.
Kenapa Geetha bilang begitu?
Geetha bilang apa?
Geetha ingin menemuiku tanpa Nenek tahu.
Apa?
Kubilang padanya, 'aku tak mau menemuimu tanpa nenekmu tahu'.
Dia memaksa menemuiku di pasar 5 menit lagi.
Sungguh?
Nenek, harusnya gadis modern dididik dengan baik.
Dimana dia?
Dia menunggu disana. Ayo ku tunjukkan.
Kenapa ingin menemuiku tanpa nenekmu tahu?
Dia takkan mengerti. Dia bikin ribut dan kesal saja.
Kasihan. Dia wanita yang baik.
Baik apaan? Wanita tua itu mengganggu hidupku.
- Hidupku jadi tak tenang. - Sungguh?
Dia sudah tua. Kenapa dia tak rajin berdoa saja?
Dia jarang berdoa.
Dia malah sering memarahiku.
Nenek dan ayah mengganggu kehidupan pribadiku.
- Jika nenekmu dengar? - Biar saja.
Dokter, ada telpon untukmu.
Ayah segera kembali, Nak.
Kenapa kau kesini?
Kita harus membahas masalah penting.
Ayahku akan kesini. Pergi.
- Kapan kita menikah? - Apa?
- Kapan kita menikah? - Ayahku akan datang. Pergi.
- Bilang dulu, kau mau nikah denganku. - Tak mau.
- Baiklah, aku takkan pergi. - Astaga.
Sampai jumpa.
Aku punya masalah dengan nenekku.
Jika ayahku tahu, semua akan berantakan.
Bilang dulu, kau mau nikah denganku.
Kumohon.
- Ayahku datang. Pergi. - Biar saja.
- Ayahku datang. Pergi. - Katakan kau mau nikah denganku.
- Tak mau. - Kalau begitu aku takkan pergi.
- Dia di depan pintu. - Katakan kau mau nikah denganku.
Dia membuka pintu.
- Katakan. - Oke, aku mau nikah denganmu.
Sampai jumpa.
Sharada, jangan minum sebelum makan.
Biar ku angkat telpon.
Halo.
Ada Geetha?
Kak Geetha, telpon untukmu.
Siapa yang menelpon?
Katakan 'bukan siapa-siapa'. Dia mau nikah denganku.
Aku hanya ingin tahu kapan kami menikah?
Katakan begitu padanya.
Kau janji mau nikah dengannya.
Dia ingin tahu kapan kalian mau nikah?
Dia juga nanya, kau mau mengabari pernikahan..
..ke semua orang atau ingin nikah diam-diam?
Kata dia, kau tak usah takut orang tua.
Kau pikir kau siapa?
Kau pikir bisa seenaknya mengganggu hidupku?
Saat di Gereja, kau menggangguku.
Di pasar, kau memberitahu nenekku tentang pertemuan kita.
Di Rumah Sakit, kau menggangguku.
Ditelpon, kau membuatku malu di depan ayahku.
Kau pikir aku bodoh?
Kau pikir aku tak tahu tipuanmu?
Aku kesini ingin penjelasan darimu. Katakan.
Aku mencintaimu.
Apa ucapanmu itu benar?
Aku mencintaimu.
Kenapa?
Entahlah, tapi aku tahu itu benar.
Tahu darimana?
Jantungku berdetak kencang.
Jantungku juga.
Sungguh?
Om namaha nayana srutulaku "Kusapa melodi tatapan mata"
Om namaha hrudaya layalaku om "Kusapa jantung berdegub kencang"
Om namaha adhara jatulaku om namaha madhura smrutulaku om "Kusapa bibir menyatu, kenangan indah"
Nee hrudayam tapana telisi naa hrudayam kanulu tadise velalo "Kurasakan hatimu saat kita bertemu"
Ee manchu bommalaokatai kalisi karige lelalo "Dua hati jadi satu"
Regina koorikalato gaalulu veechaga "Saat angin lembut munculkan hasrat"
Jeevana venuvulalo mohana paadaga "Saat seruling mainkan melodi indah"
Duuramu lenidai lokamu tochaga "Kurasakan dunia sungguh dekat"
Kaalamu lenidai gaganamu andaga "Waktu berhenti, kita meraih langit"
Suureede odigi odigi jabilli odini adige velaa "Matahari pinta bulan jadi bayangan"
Muddula sadduke nidura rege pranaya geetiki om "Puisi cinta terjaga mendengar ciuman"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Ontari baatasari jantaku cherara "Sepasang pengelana cinta, bertemu"
Kantiki paapavaite reppaga maarana "Jika kau mataku, bolehkah aku jadi kelopak matamu?"
Tuurupu neevuga vekuva nenuga "Kaulah timur, akulah fajar"
Allika paataga pallavi premaga "Kau syair, cinta kita syair pertama"
Preminche pedavulokatai ponginche sudhalu manavaite "Bibir kita menyatu, memadu kasih"
Jagatike athidulai "Dunia milik kita"
Jananamandina prema jantaku om "Kitalah sepasang kekasih baru"
Om namaha nayana srutulaku "Kusapa melodi tatapan mata"
Om namaha hrudaya layalaku om "Kusapa jantung berdegub kencang"
Geetha.
- Ada apa? - Tak ada apa-apa.
Lalu?
- Ini sakit sekali. - Dimana?
- Di jantungku. - Mau kupanggilkan ayahmu?
Tak usah. Ini sakit yang nyaman.
Entah kenapa hari ini aku ingin bersamamu.
Kau mau membantuku?
Boleh aku tidur di pangkuanmu?
Kau memang mencintaiku?
Aku sangat mencintaimu.
Jika besok aku mati?
Aku tak peduli hari esok. Bagiku hari ini lebih penting.
Begitulah kata seorang gadis.
Hei, peluk aku.
Peluk lebih erat.
Aku mencintaimu.
Jika ingin bertemu Geetha, lewatlah pintu depan.
- Selamat malam. - Dokter.
Entah kenapa Geetha tampak bahagia.
Tapi sekarang aku mengerti.
Kau tahu kondisi Geetha, kan?
Tahu.
- Tapi kau tetap menyukainya? - Ya.
Geetha tahu kondisimu?
Dia tak tahu.
Sebaiknya dia tak boleh tahu kondisiku.
Jika kuberitahu?
Kau dokter.
Aku percaya dokter tak membahas penyakit pasien ke pasien lain.
Aku ingin menikahi Geetha.
Ayah.
- Siapa tengah malam begini? - Geetha.
Kau belum tidur?
Aku tak bisa tidur, Ayah.
- Kenapa, Nak? - Aku mimpi buruk.
Aku mimpi buruk tentang kematianku.
Ayah.
Ayah, kenapa aku harus mati?
Apa salahku?
Katakan, Ayah.
Ayah, aku tak mau mati.
Kumohon.
Aku ingin hidup bahagia.
Aku ingin hidup lebih lama lagi.
Kau tetaplah ayahku.
Kumohon lakukan sesuatu.
Kumohon.
Geetha.
Kau takut?
Kau takut saat aku sekarat?
Mengakulah kau takut.
Kenapa mendorongku?
- Kau takut, kan? - Kau bercanda ya?
Kau takut.
Kau.
Kau takut.
Kenapa manusia harus mati?
Apa kematian tak bisa dihindari?
Aku tak ingin mati.
Aku ingin hidup bersamamu.
Jika kita bersama, takkan terjadi apa-apa, kan?
Jika kita berpelukan begini..,
..kematian takkan berani memisahkan kita.
Ya, kan?
Kita akan selalu bersama, kan?
Kau akan selalu melindungiku, kan?
Kau takkan membiarkanku mati, kan?
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
O priya priya na priya priya "Oh Kasih, Cintaku"
Yela gali medalu "Mengapa membangun istana angin?"
Raalu puula dandalu "Mengapa merangkai bunga layu?"
Nedolokam nadolokam "Dunia kita berbeda"
Ningi nela takedelaga "Mana bisa langit-bumi bertemu?"
O priya priya na priya priya,, "Oh Kasih, Cintaku"
Yela jali matalu masipovu aasalu "Mengapa kau merana? Mimpi kita akan terwujud"
Ningi nela taakevela "Saatnya langit-bumi bertemu"
Neve nenaipoyevelaye "Kau akan jadi milikku"
Neydu kadule repu ledule "Jangan hari ini, jangan besok"
Veydukolide,, "Ini perpisahan kita"
Nippulona kaaladu neetilona naanadu "Jangan terbakar api, jangan tenggelam di air"
Gaalilaga maradu prema satyamu "Jangan lenyap di udara, cinta itu sejati"
Raachaveeti kannedi rangu rangu swapnamu "Mimpi Tuan Putri, penuh warna"
Pedavadi kantilo prema raktamu "Kekasihnya merana, menangis darah"
Gaganalu bhuvanalu veligedi premato "Langit-bumi disinari cahaya cinta"
Jananalu maranalu pilichedi premato "Cinta kalahkan hidup dan mati"
Yenni badhalochina "Meski banyak rintangan"
Eduru ledu premaku "Cintaku tak bisa dihentikan"
Raaja saasanalaki longipovu premalu "Cinta bukan keputusan Raja"
Savaaluga tesuko o ne prema "Terimalah cintaku sebagai tantangan"
O priya priya na priya priya,, "Oh Kasih, Cintaku"
Kalidasu geetiki krishnaraasaleelaki "Demi syair Kalidasu, demi cintanya Krishna"
Pranaya murthy radhaki prema pallavi "Demi cintanya Radha, cinta itu senandung kehidupan"
Aa anaru asaki "Demi kisah hasrat Anarkali"
Taj Mahal sobhaki "Demi keagungan Taj Mahal"
Pedavadi premaki chavu pallaki "Demi kekasih merana, kematian adalah tandu"
Nidhi kanna yeda minna "Hati lebih berharga dari uang"
Gelipinchu premane "Hati mewujudkan cinta"
Katha kadu bratukante bali kaani premani "Cinta itu pengorbanan, bukan dongeng"
Vellipoku nestama pranamaina bandhama "Jangan pergi, Kasihku"
Penchukunna paasame tenchi vellipokuma "Jangan putuskan ikatan kita"
Jayinchedi okkate o ne prema "Hanya cinta kita yang menang"
O priya priya na priya priya,, "Oh Kasih, Cintaku"
Kaalamanna preyasi teerchamandi ne kasi "Kekasih Waktu pinta puaskan dahaga"
Ningi nela taakevela "Saatnya langit-bumi bertemu"
Neve nenaipoye kshanana "Kita akan menyatu"
Ledu saasanam ledu bandanam "Tiada batas lagi"
Premake jayam premade jayam "Cinta akan menang, jaya cinta"
Ibu.
Ibu tak tahan lagi.
Ibu tak sanggup tinggal disana karena kau sendirian disini.
Ibu tak bisa hidup tanpa tahu kondisimu.
Ibu sudah janji takkan mengganggumu.
Tapi Ibu tak tahan.
Marahi Ibu. Terserah apa maumu.
Tapi Ibu ingin bersamamu.
Ibu.
Tahu tidak, aku bahagia bertemu Ibu?
Prakash, apa-apaan kau?
Turunkan Ibu.
- Prakash. - Ibu. - Prakash, turunkan Ibu.
Halo.
Kau kenapa? Sejak pagi aku menunggumu menelpon.
Tapi kau tak menelponku.
- Telpon untuk Ibu. - Untuk Ibu?
Memangnya kau cukup hanya mencintaiku?
Lalu kau tak memperdulikanku?
Halo, kau menelpon siapa?
Menelponmu.
Kau pikir bisa menipuku dengan mengubah suaramu?
Kemari, peluk aku.
Kau ingin bicara dengan siapa?
Hei, jangan bicara pakai suara wanita.
Susah payah kusuruh nenekku ke pasar.
Kemari cium aku.
Aku bukan orang yang kau maksud.
Diam. Kemari cium aku.
- Kau siapa? - Prakash, cium aku.
Cium aku.
Aku ibunya Prakash.
Ayahku di Rumah Sakit.
- Aku ingin menemuimu. - Menemuiku?
Ditelpon, kau menyuruhku datang menciummu. Jadi, aku datang.
Ibunya Prakash. Ayo masuk.
Kala, ajak dia masuk. Aku segera kembali.
Kau ibunya Prakash?
Aku menyukai Prakash.
- Mau kopi? - Tidak, terima kasih.
Kopi bikinanku enak.
Tiap hari aku bikin kopi untuk ayahku.
Saat ditelpon, aku tak tahu itu kau.
Jadi, aku bicara hal bodoh begitu.
Maaf.
Akhirnya aku bisa melihat Prakash bahagia.
Seolah dia tak kenapa-napa.
Kau menyukai Prakash?
Kau menyukainya meski tahu kondisinya?
Apa? Dia kenapa?
Aku tak bisa abaikan kondisinya. Hidupku tak tenang.
Kondisi apa?
Kau putrinya dokter.
Jadi, kau lebih memahami kondisinya.
Kondisi Prakash kenapa?
Tadi pagi kutemui ayahmu.
Ayahmu yang mengobati Prakash.
Kata ayahmu, penyakit Prakash stadium akhir.
Kau mencintainya meski tahu kematiannya semakin dekat.
Kau sudah membuat Prakash bahagia.
Aku berkunjung kesini dengan cemas.
Tapi kini, aku bisa tenang.
- Dimana ayahku? - Di Ruang Praktek.
Ayah, Prakash kenapa?
- Geetha? - Maaf.
Apa maksud Chronic Myeloid Leukemia pada penyakit Prakash?
Stadium akhir, Ayah?
Kondisinya lebih buruk dariku, kan?
Ibu pergi dulu, Nak. Jaga dirimu.
Ibu, hati-hati.
Kenapa kau tak memberitahuku?
- Kenapa tak memberitahuku? - Kau tahu dari siapa?
Tak penting tahu dari siapa. Kenapa kau tak memberitahuku?
Entah bagaimana kujelaskan? Kita semua akan mati.
Petugas stasiun, kuli angkut, semua akan mati.
Anak kecil akan mati. Akupun akan mati.
Begitu, kan, katamu?
- Kau berbeda dengan mereka. - Apa bedanya?
- Kondisimu berbeda. - Apa bedanya?
Lepaskan aku.
Tinggalkan aku.
Aku tak mau lagi bertemu denganmu.
Apa maksudmu?
Cukup. Kita jangan bertemu lagi.
- Kenapa? - Cukup.
- Kenapa? - Karena aku tak bisa menerimanya.
Entah kau hidup atau mati..,
..tak sanggup kujalani sisa hidupku dalam derita ini.
Karena aku tak sanggup mati tiap hari.
Kau bisa menerima kematianmu.
Tapi kau tak bisa menerima kematianku, kan?
- Aku tak tahan lagi. - Kenapa?
- Aku tak tahan lagi. - Kenapa?
- Aku tak tahan lagi. - Kenapa?
Karena kau lebih berarti dari hidupku.
- Kumohon, pergilah. - Aku tak mau pergi.
Kumohon.
- Pergilah. - Tak mau pergi.
Biarkan aku mati dengan damai, dan menganggapmu masih hidup.
Aku tak mau pergi.
- Kumohon, pergilah. - Aku tak mau pergi.
- Kumohon. - Tak mau.
Jangan bunuh aku.
Jangan bunuh aku. Biarkan aku mati sendiri.
Biarkan aku mati dengan damai.
Tinggalkan aku.
Ayah.
Kondisi Geetha, kritis. Dia sakit parah.
Ayah.
Ini sakit sekali.
Aku tak kuat menahan sakit ini, Ayah.
Aku tak mau sakit.
Aku akan mati, Ayah.
Aku tak kuat lagi.
Telpon Rumah Sakit jika Geetha akan ke Rumah Sakit.
Ibu, kemaskan baju Geetha.
Geetha sakit parah.
Tadi malam, kondisi Geetha, kritis.
Dia dibawa ke Rumah Sakit.
Geetha kenapa?
Bagaimana kondisinya?
Geetha harus dioperasi. Entah bisa bertahan atau tidak.
- Dimana Geetha? - Prakash, jangan.
Entah kenapa dia tak mau menemuimu.
Entah ada masalah apa kalian berdua.
Pokoknya dia tak mau menemuimu.
Bisa jadi ini permintaan terakhirnya.
Jangan temui dia.
Sejak kemarin, dia selalu menangis.
Kondisinya kritis.
Tinggalkan dia, Nak. Biarkan dia berjuang sendirian.
Kami ingin Geetha selamat. Selamatkan Geetha.
Kumohon.
Besok aku mau pergi.
Dimana Geetha?
O papa laali "Lagu Tidur untuk anak"
Janmake laali "Lagu Tidur untuk kehidupan"
Premake laali "Lagu Tidur untuk cinta kita"
Paadanaa teeyaga "Boleh kunyanyi dengan tenang?"
O papa laali "Lagu Tidur untuk anak"
Janmake laali "Lagu Tidur untuk kehidupan"
Premake laali "Lagu Tidur untuk cinta kita"
Paadanaa "Boleh kunyanyikan?"
O papa laali "Lagu Tidur untuk anak"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Naa jolala leelaga taakaalani "Melodi menyentuhmu selembut laguku"
Gaaline korana jaaliga "Boleh kumohon pada angin?"
Nee savvade sannaga undaalani Koranaa gundene korika "Boleh kuminta hatimu berjuang?"
Kalalaarani pasipaapa talavaalchina odiloo "Saat gadis tidur kelelahan"
Tadi needalu padaneeke ee devata gudiloo "Bayangan tak bisa tutupi Kuil"
Chiru chepala kanupaapalakidi naa manavi "Kutanya matanya tentang ini"
O papa laali "Lagu Tidur untuk anak"
Janmake laali "Lagu Tidur untuk kehidupan"
Premake laali "Lagu Tidur untuk cinta kita"
Paadanaa teeyaga "Boleh kunyanyi dengan tenang?"
O papa laali "Lagu Tidur untuk anak"
Oo meghama uramake ee puutaki "Oh Awan, jangan munculkan petir"
Gaalilo teelipoo vellipoo "Jauhkan angin dari sini"
Oo kooyila paadave naa paatani teeyani teenele challipo "Elang, nyanyikan laguku, sebarkan cintaku"
Iru sandhyalu kadalaade yeda uuyala odiloo "Dua senja di degub jantung"
Selayerula ala paate vinipinchani gadilo "Dibawah tanah, tak terdengar sungai"
Chali endaku siri vennelakidi naa manavi "Aku ingin sinar matahari-bulan"
O papa laali "Lagu Tidur untuk anak"
Janmake laali "Lagu Tidur untuk kehidupan"
Premake laali "Lagu Tidur untuk cinta kita"
Paadanaa teeyaga "Boleh kunyanyi dengan tenang?"
O papa laali "Lagu Tidur untuk anak"
Janmake laali "Lagu Tidur untuk kehidupan"
Premake laali "Lagu Tidur untuk cinta kita"
Paadanaa "Boleh kunyanyikan?"
O papa laali "Lagu Tidur untuk anak"
Cucuku akan selamat, kan?
Jawablah, cucuku akan selamat.
Entah bagaimana kujelaskan?
Saat operasi, jantungnya berhenti berdetak.
Dia dipasangi alat pacu jantung.
Kita harus memahami Geetha bahagia bersama Prakash.
- Dimana Geetha? - Dia masih koma.
Dia masih dipasangi alat bantu pernapasan.
Selama dia masih koma, belum bisa diambil tindakan.
Kapan dia akan sadar dari koma?
Entahlah.
Kenapa kau ini? Kenapa buru-buru pergi?
Ada apa?
Kau bahagia bersama Geetha. Lalu ada apa?
Katakan.
Kakakku sudah sadar.
Nenek, Kak Geetha sudah sadar.
Ayah.
Geetha, bisa dengar Ayah?
Julurkan lidahmu.
Dimana Prakash?
Bawa aku ke Prakash.
Kumohon.
Kita sudah sampai?
Mau lari bersamaku?
O priya priya na priya priya,, "Oh Kasih, Cintaku"
Kaalamanna preyasi teerchamandi ne kasi "Kekasih Waktu pinta puaskan dahaga"
Ningi nela taakevela "Saatnya langit-bumi bertemu"
Neve nenaipoye kshanana "Kita akan menyatu"
Ledu saasanam ledu bandanam "Tiada batas lagi"
Premake jayam premade jayam "Cinta akan menang, jaya cinta"
(Entah mereka hidup berapa hari lagi, namun mereka hidup bahagia).
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.