Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Karakter, organisasi, nama tempat, kejadian, dan istilah medis dalam film adalah fiksi.
Adegan yang menampilkan anak dan hewan sesuai dengan pedoman yang berlaku.
Tinggal di sebuah rumah di tengah hutan adalah...
ide terbaik yang pernah ada.
Tamat.
Ibu, ayolah, cepat!
Baik, ibu datang.
Mari kita ke supermarket!
Ayo.
PEMBERITAHUAN HASIL LAMARAN KERJA
Sial...
TAK ADA INTERNET
Mi-na.
Mi-na.
Mi-na.
Mi-na.
Mi-na.
Mi-na, sudah ibu katakan untuk selalu dekat.
Kau harus berhati-hati di tempat ramai seperti ini.
Ratu Salju...
RATU SALJU - 79 DOLAR
Ibu sudah belikanmu boneka tempo hari.
Hari ini ibu sibuk, jadi lain kali...
Ibu janji belikan untukmu lain kali.
Tidak!
Ibu berjanji. Ibu akan belikan lain waktu.
Apa ini...?
"Halo, saya manajer perekrutan K-Mart"
"Anda lolos seleksi posisi kasir. Selamat."
Mi-na, mari kita pergi.
"Kunjungan Santa"
Tidak...
Tinker Bell di ambang kematian.
Peter Pan memapah Tinker Bell di lengannya dan menangis.
Tidak, jika anak-anak tak percaya peri...
Tinker Bell akan mati.
Teman-teman, jika percaya peri, tepuk tangan.
Lekas, sekarang.
Mi-na, kau percaya peri?
Percaya!
Luar biasa!
Karena kalian semua percaya peri...
Tinker Bell kembali hidup!
Ini sungguhan, Ibu?
Tentu saja.
Kita semua memiliki peri di dalam hati.
Namun bila seseorang berkata mereka tidak nyata...
maka akan lenyap saat itu juga.
Lantas, kau tak bisa melihat mereka lagi?
Benar sekali. Kau takkan bisa melihat mereka lagi.
Maka, selalu percaya pada peri...
mengerti?
Kau tak main bersama Lily hari ini?
Dia hanya muncul saat tak ada orang.
Ibu rasa Lily sangat pemalu.
Tidak...
dia juga datang ke rumah kita...
Ibu hanya tak menyadarinya.
Masa?
Bagaimana cara dia masuk?
Jangan lihat.
Ibu menakuti Lily.
Baik.
Imajinasi Mi-na sungguh mengesankan.
Mungkin dia akan menjadi penulis.
Siapa tahu? Dia mungkin menjadi J.K. Rowling penulis "Harry Potter" berikutnya.
Bakatnya menurun darimu.
Dulu kau sering mengarang kisah.
Aku tak akan memarahinya seperti kau.
Dia bisa terus berimajinasi.
Dengan begitu, dia akan menulis mahakarya suatu hari nanti.
Omong-omong, bagaimana kabar Jong-hoon?
Apa yang Ibu harap dari bajingan itu?
Aku mencari pekerjaan.
Jangan bekerja di tempat yang memberi upah kecil.
Ibu tak menguliahkanmu untuk itu.
Jangan khawatir.
Kartu yang berarti keberuntungan dan peluang...?
Halo, aku Ahn Ji-wu.
Kau pernah menjadi kasir?
Selama tiga bulan di toserba saat masih kuliah...
Tempat ini sangat berbeda dengan toserba.
Benar...
Jangan berlagak sombong...
karena kau memiliki gelar.
Sebagian besar wanita di sini juga sarjana.
Aku paham.
Kau bisa mulai kerja di Hari Natal.
Maaf? Natal...
Lusa?
Benar...
musim tersibuk tahun ini, maka persiapkan dirimu.
Baik.
Maaf. Kami semua libur pada hari itu.
Ya, tentu saja.
Maaf telah bertanya.
Baik, terima kasih.
Ibu.
Waktumu luang pada tanggal 25?
Aku harus mulai bekerja hari itu dan...
tak bisa temukan pengasuh.
25? Itu tanggal merah!
Perusahaan macam apa yang memaksamu kerja di hari besar?
Ini hanya pekerjaan paruh-waktu.
Sudah ibu bilang jangan terima pekerjaan semacam itu.
Pilihan apa yang kupunya?
Aku perlu uang untuk membayar tagihan bulan depan.
Sayang.
Ya.
YUN JONG-HOON SAMPAH MASYARAKAT
Gregor menatap ke luar jendela.
Awan gelap membuatnya merasa tertekan.
Dia mendengar tetesan hujan mengalir di ambang jendela."
Buku ini agak sulit untuk dipahami, bukan?
Tidak, ini menarik.
Tetapi aku mengantuk.
Mengantuk? Kalau begitu, tidurlah.
Silakan.
Mi-na...
ibu harus bekerja esok hari.
Kau tak apa sendirian di rumah?
Ya.
Yakin?
Ibu akan buatkan makan siang dan makan malam...
dan disimpan dalam kulkas.
Kau bisa makan sendiri?
Boleh aku mengundang teman?
Teman?
Maksudmu, Lily?
Tentu, silakan main bersama Lily.
Baik.
Satu lagi, jika ada yang mengetuk pintu atau menekan bel...
jangan pernah dibuka.
Kau harus diam dan...
bersikap seolah tak ada orang di rumah.
Kenapa?
Lily akan takut jika ada orang asing.
Aku mengerti.
Baik, Ibu.
Tidurlah.
Aku benci Natal.
Tidakkah kau tahu?
Saat Yesus lahir, ratusan bayi lain terbunuh.
Mengapa orang merayakan hari semacam itu?
Aku tak habis pikir.
Dengar.
Anggaplah...
pelanggan selesai membayar dan meninggalkan satu barang.
Sesuai peraturan, kita harus laporkan ke layanan pelanggan.
Tetapi banyak yang tak kembali untuk mencarinya.
Maka simpan saja dulu di laci bawah.
Lalu?
Jika mereka kembali, berikan saja.
Tetapi wanita yang tinggal di HC Pretium...
tak akan kembali untuk hal remeh.
Mereka tak mau repot.
Setelah beberapa hari, kita ambil.
Boleh?
Tak ada yang peduli.
Kurasa manajer tahu tetapi...
tak berbuat apa-apa.
Totalnya 194 Dolar.
Silakan. Mari kita pergi.
Terima kasih.
Permisi. Nyonya! Nyonya!
ALAMAT: HC PRETIUM
RATU SALJU
Mi-na, kau menelepon?
Ibu sedang sibuk.
Kau bersenang-senang? Sudah makan?
Sudah.
Bagus. Kau bermain bersama Lily?
Tidak, teman lain datang alih-alih Lily.
Siapa?
Santa.
Santa?
Ya, Santa sungguhan.
Aku sedang bermain bersamanya.
Siapa...
Kau tak membuka pintu untuk siapa pun, bukan?
Tidak.
Dia masuk lewat jendela.
Serius?
Ibu sibuk, nanti ibu hubungi kembali.
Selamat bersenang-senang.
Maaf tentang itu.
Aku kalah.
"Mi-na, kau bersenang-senang?"
Hei...
kau harus bergegas dan makan.
Baik.
"Ibu, Santa memberi hadiah."
Kau pasti mencemaskan putrimu.
Kau akan menyesal jika tidak makan sekarang.
"Hadiah macam apa?"
Makan dan pergilah ke toilet. Kau akan menyesal jika tak lakukan sekarang.
Aku tidak perlu...
Aku perlu. Sangat.
"Eun-ji memberi boneka ini?"
"Sudah kubilang, ini dari Santa."
"Seperti apa rupa Santa?"
"Tubuhnya besar dan berjanggut lebat."
"Janggut seputih salju? Mengenakan pakaian warna merah?"
"Bukan, janggutnya hitam. Dan tidak mengenakan pakaian warna merah."
Ny. Ahn, kau pikir sedang piknik?
Mengapa tak sekalian pergi makan di luar, berbalas pesan, dan menyeruput kopi?
Maaf.
Sudah kukatakan, ini hari sibuk. Kembali bekerja.
Benar, maafkan aku.
Terima kasih.
"Mi-na, ibu akan segera pulang. Pamitan dengan Santa."
"Kami tengah bermain "perubahan"."
"Permainan seperti apa..."
Kenapa kau tak bekerja?
Perhatikan.
Bolehkah aku...
ke toilet?
Apa?
Kau serius?
Setelah sibuk berbalas pesan selama jam istirahat?
Kurasa aku akan buang air kecil di celana.
Itu tak akan bagus.
Dasar wanita, tak bisa dipercaya.
Kuberi waktu 35 detik. Lakukan dengan cepat.
Jika lebih lama, kau dipecat.
Nomor yang Anda hubungi...
Ayolah...!
Yun Jong-hoon. Sampah masyarakat
Halo? Ada apa?
Kalau ada waktu...
bisa tolong periksa Mi-na untukku?
Ada apa denganmu? Ini bukan waktu yang tepat.
Kau tahu tempat tinggalku.
Akan kukirim kodenya. Pergilah dan cari tahu apa Mi-na baik saja.
Ini darurat.
Tidak bisa. Aku di luar negeri.
Aku tak bisa.
Apa?
Luar negeri?
Kau tengah berlibur, lagi?
Ya?
Keparat.
Putrimu seorang diri di hari Natal...
dan kau malah berlibur bersama wanita lain?
Mati saja kau, keparat.
Akan kubunuh kau jika kembali.
- Mi-na. - Ibu!
Lihat! Masih cukup!
Mi-na! Ibu mencemaskanmu!
Perhatikan tarian baletku.
Baik.
Tunggu, Mi-na...
Ada orang lain di sana?
Siapa yang merekam ini?
Mi-na!
Mi-na!
Itu pasti urusan yang sangat penting.
Pak...
aku tak enak badan sejak pagi ini.
Kau tak perlu mengupahku hari ini.
Aku hanya ingin pulang.
Maaf.
Baik.
Pantas kau terlihat pucat.
Kau boleh berhenti kalau mau...
tetapi kita harus luruskan satu hal.
Ada apa?
Ikut aku.
Aku minta penjelasan.
Pelanggan meninggalkannya.
Kusimpan untuk jaga-jaga...
jika dia kembali.
Apa instruksiku untuk peristiwa semacam ini?
Katakan.
Ini hari pertamaku dan tak ada waktu...
Katakan apa instruksiku!
Mengirimnya ke layanan pelanggan...
Kau tak punya waktu hari ini?
Kau sempat makan...
dan berbalas pesan...
bahkan ke toilet...
namun kau mengaku tak punya waktu?
Maafkan aku.
Putriku sendirian di rumah.
Aku sangat khawatir dan tak bisa menghubunginya...
Aku tahu para kasir di sini...
sering mencuri barang dengan cara ini.
Aku terus mengawasimu dan...
inikah yang kau lakukan di hari pertama bekerja?
Pak!
Fokus saat kuajak bicara.
Jangan buatku marah...
dengan mengalihkan perhatian.
Aku harus bicara dengan putriku.
Kumohon, kembalikan.
Aku tak akan lapor polisi.
Aku akan segera kembali setelah memeriksa CCTV...
tunggu di sini.
Pak!
Ini tidak cukup...
untuk lapor polisi.
Dia tak sengaja menyembunyikan.
Dia tinggalkan di laci.
Meski banyak karyawan lain...
mencuri barang dengan cara seperti ini?
Dia tak memasukkan benda itu ke dalam tas miliknya.
Kita tak bisa bertindak apa-apa.
Aku akan ke kantor polisi. Kau boleh menuntut.
Aku akan menuntutmu juga karena menyita ponselku.
Boleh aku pergi sekarang?
Jika terjadi sesuatu terhadap putriku...
aku akan kembali dan membunuhmu.
Ibu akan segera tiba.
Apa yang kau lakukan hari ini?
Aku bermain sepanjang hari bersama Santa...
dan menari balet...
Bukan itu...
Katakan yang sebenarnya.
Dia bahkan memberiku hadiah.
Aku sangat bahagia.
Dia bahkan mengajariku sulap.
Ibu mau lihat?
Kapan kau akan dewasa?
Semua itu palsu!
Sudah ibu katakan...
selain kau dan ibu, semua orang jahat.
Tidakkah kau paham?
Ibu...
Jawab ibu.
Kau sendirian...
atau ada orang lain?
Tidak ada...
Tak ada orang lain di sini.
Ibu akan segera tiba.
Jangan lakukan apa pun dan tetap di dalam rumah.
Mi-na.
Ibu sangat khawatir.
Mi-na, kau menunggu lama?
Mari kita makan.
Mi-na.
Kau bermain petak umpet?
Baik, ibu akan coba menemukanmu.
Apa bentakan ibu membuatmu takut?
Ibu hanya khawatir Lily dan Santa...
akan menakutimu.
Hanya satu tempat untuk sembunyi.
Kau akan mengejutkan ibu saat terbuka?
Ibu sudah takut.
Baik...
Ibu buka sekarang.
Mi-na...
Di mana kau?
Mi-na.
Mi-na.
Mi-na.
Mi-na, kau di sini?
Mi-na.
Mi-na.
Mi-na, di mana kau?
Ibu sedang tak ingin bermain!
Keluarlah, sekarang!
Mi-na!
PETER PAN
Kita semua memiliki peri di dalam hati.
Namun bila seseorang berkata mereka tidak nyata...
maka akan lenyap saat itu juga.
Lantas, kau takkan bisa melihat mereka lagi?
Benar sekali. Kau takkan bisa melihat mereka lagi.
Mi-na!
Mi-na!
Mi-na!
Mi-na!
Mi-na, di mana kau?
Mi-na!
Mi-na!
Mi-na, keluarlah, sekarang!
Mi-na!
Santa tidak nyata!
Semua itu palsu!
Sudah ibu katakan, selain kau dan ibu...
semua orang jahat. Tidakkah kau paham?
Jawab ibu.
Kau sendirian...
atau ada orang lain di sana?
Nomor yang Anda hubungi tidak terdaftar.
Harap periksa kembali.
Aku tak akan memarahinya seperti kau.
Dia bisa terus berimajinasi.
Dengan begitu dia akan menulis mahakarya suatu hari nanti.
Ji-wu...
tidakkah kau berpikir sudah waktunya berhenti membahas Mi-na?
Putrimu seorang diri di hari Natal...
dan kau berlibur bersama wanita lain?
Jangan lagi, bisakah kau berhenti membahas Mi-na?
Ini juga sulit bagiku.
Pergi dan matilah, keparat.
Aku paham kau menelepon tiap Natal...
karena hari ini membuatmu teringat padanya...
namun sudah waktunya merelakan Mi-na.
Mi-na...
Kau tidak...
berada di sini?
Roda Keberuntungan
Kartu peluang dan keberuntungan.
Kartu terbalik berarti kehilangan dan kesialan.
Apa yang terjadi?
Aku ingat...
Kutinggalkan motel...
dan mengalami beberapa kesialan.
Misalnya?
Apa-apaan?
Kakiku terlalu lemah untuk berjalan.
Sudah berapa lama kau bekerja di sini?
Lima tahun?
Kau lupa mengisi ulang tisu toilet di kamar 302, lupa mengganti seprai dan...
mengosongkan tempat sampah kamar 307. Dan yang terpenting...
kenapa pulpen...
- Apa? - Terus-menerus hilang?
- Bukankah kuperintah kau untuk menjaganya? - Ya, tapi...
Pak...
- Permisi. Numpang lewat. - Aku sudah membeli...
lima boks pulpen!
- Kenapa tidak kau jaga? - Maafkan aku, Pak.
Aku selalu...
Aduh! Sial...
Aku penasaran dengan kartu tarot itu, maka kuperiksa.
Kartu itu berarti "penggoda wanita nan riang".
Itu tak sepenuhnya salah.
Tapi jadi playboy bukan kejahatan, 'kan?
Bukan itu yang kutanya.
Benar.
Aku mulai paham sekarang.
"Pulang"
Hanya makan malam untuk tim, bukan seluruh divisi.
Atasanku teler. Dia membuatku gila.
Kalau bukan aku, siapa yang urus?
Kau di toilet? Suaranya bergema.
Masa?
Dia muntah dan mengacau.
Cepat antar dia naik taksi.
Aku harus mengantarnya pulang. Aku tak bisa meninggalkannya di taksi.
Jadi, kapan kau akan tiba?
Dia tak sadarkan diri.
Baik, aku akan segera pulang.
Aku atasanmu lagi?
Kau juga mencumbu atasanmu?
Jangan.
Manajer Go Gyeong-rae...
cumbu atasanmu penuh gairah.
Aku harus pergi. Terjadi sesuatu di rumah.
Jangan begitu. Kita akan segera bertemu lagi.
Kau tahu bahwa meninggalkan kekasihmu tidur sendirian di motel itu tidak baik, bukan?
Aku jauh-jauh kemari untuk cari aman...
Biasanya, aku selalu punya alasan...
tetapi tidak hari ini.
Tidak?
Baiklah.
Jika kau pergi sekarang...
aku sendiri yang akan hubungi Ji-yeon.
- Apa? - Kau pikir aku tak tahu nomor istrimu?
- Kau tak punya nomornya. - Punya.
Hei...
sudah kukatakan jangan lakukan itu.
Sungguh menyebalkan.
Ju-hee, tolong jangan lakukan.
Ji-yeon sangat emosional...
dan ia akan berbuat onar di perusahaan.
Jika orang kantor tahu, kau juga terkena imbasnya.
Menurutmu...
aku tak mampu melakukannya?
Maafkan aku, ya?
Kau tahu kau satu-satunya bagiku.
Jangan hubungi dia.
Ya, aku di Gangnam.
Di sekitar Stasiun Gangnam.
Ini malam Sabtu. Bagaimana aku bisa dapat taksi?
Pusing sekali.
Haruskah kuhabiskan malam di sauna...
dan naik kereta pertama esok pagi?
Tadi aku sempat dapat taksi...
tetapi seseorang menyelaku begitu saja.
Kuingin meninju wajahnya.
Baik, baik.
Aku akan terus berusaha.
Aku mencintaimu, sayang.
Benar.
Hei, Tuan... bisa tolong isi ulang ponselku?
Tentu.
Kita seharusnya berada di tengah Gangnam...
namun tak terlihat satu pun gedung.
Korea telah runtuh atau bagaimana?
Paham?
Maaf?
Hei, Tuan.
Apa kau selingkuh?
Tidak...
ceritanya panjang, tapi...
aku dipecat dari pekerjaanku...
dan tak berani menemui istriku.
Terlalu memalukan.
Kau jelas selingkuh.
Tak apa. Aku paham.
Istri terlalu ikut campur dengan pekerjaan suami.
Kita menafkahi mereka, bukan?
Bisakah mereka tutup mulut selama masih bergantung pada kita? Setuju?
Apa?
Ya...
Dahulu kala tamparan di wajah akan membuatnya diam.
Astaga.
Kini aku terlalu lemah.
Hei.
Dasar bodoh! Apa dia tak tahu cara mengemudi? Mati kau, keparat.
Hei, bodoh. Kau sebut itu mengemudi?
Bajingan!
Berengsek.
Boleh kuminta ponselku...
Belum terisi penuh.
Si bodoh itu...
mengingatkanku pada masa lalu yang indah.
Dulu...
aku bekerja untuk pemerintah.
Menyiksa orang.
Aku pernah melihat segala hal.
Aku bisa mengendus kebohongan.
Dasar keparat.
Kau yang memimpin demonstrasi, bukan?
Kutahu kau yang membagikan selebaran, keparat.
Dan bila mereka terus berbohong, hajar!
Lalu, akan kugantung terbalik mereka.
Mereka akan buang air kecil di celana dan...
akhirnya mengeluarkan isi perut.
Tetapi, orang ini akhirnya tewas...
dan aku dipecat, memberiku libur panjang. dasar bajingan.
Sial.
Keparat.
Sedang apa kau?
Tali sepatuku lepas.
Apa yang kau lakukan? Tetap perhatikan jalan!
Itu?
Taksi ini milik sepupuku.
Aku hanya pinjam di malam hari.
Apa aku mirip pembunuh dan pencuri?
Ya?
Jika benar...
aku sudah menjual mobil ini dan melarikan diri.
Apa?
Di mana kau?
Hampir sampai.
Klien minta hasil pekerjaanmu hari ini.
Baik, aku segera ke sana setelah selesai.
Ya.
Apa kita menuju ke arah yang benar?
Aku hanya perlu mampir di suatu tempat.
Nanti kuberi diskon tarif.
Tuan, aku sedang tergesa-gesa...
Dengar, lebih baik tiba di rumah setelah istrimu terlelap.
Argonya tidak berjalan.
Benar?
Ya.
Aku ingin buang air kecil.
Kenapa dia tak menjawab?
Kusimpan di bagasi. Sial, dingin sekali.
Jadi...
Berapa harganya setelah darah dikeringkan?
Hati dan ginjalnya masih segar.
Mereka tak beli itu?
Kali ini aku dapat yang besar.
Sebaiknya kau beri penawaran yang tinggi. Baik.
Dan tepat waktu, ya?
Aku akan mati kedinginan di hutan ini.
Sudah dulu, keparat.
Sakitnya.
Hei.
Kenapa kau tampak terkejut?
Kau buang air kecil juga?
Aku bertanya padamu.
Ya.
Baik...
Ayo, di luar sini sangat dingin.
Benar.
Kau masih berdiri di sana.
Sial, dingin sekali.
Tunggu di dalam mobil.
Baik.
Masuk. Apa yang kau lakukan? Dingin sekali.
Sangat dingin.
Boleh? Ponselmu.
Apa-apaan?
- Tidak terisi sama sekali. - Apa?
Kadang seperti ini. Jangan lagi.
Menyebalkan.
Harus beli yang baru.
Sial.
Seseorang akan datang?
Kenapa bertanya?
Kau sungguh ingin tahu?
Hanya seorang pembeli.
Semacam jual beli barang bekas.
Sampingan yang lumayan selagi narik di malam hari.
Apa aku barang bekas, keparat?
Apa aku barang bekas, keparat?
Ini membela diri, bajingan.
Sial.
Bagaimana sekarang?
Bandar: Pembeli akan tiba dalam lima menit.
Jangan takut pada penampilan mereka.
Akhirnya kita bertemu setelah hanya berkomunikasi melalui ponsel.
Astaga.
Kau sangat muda. Hai.
Kau bawa barangnya?
Bisa bantu dorong mobilnya lebih dulu?
Rodanya terperosok.
Tolong aku.
Ayolah.
Gas.
Berhenti, berhenti.
Di mana barangnya?
Di kursi belakang.
Dia berulah, maka kumulai tanpamu.
Cukup merepotkan.
Tapi masih segar.
Peralatannya...
Bisa tolong buka bagasinya?
Tentu.
Sayang, maafkan aku.
Tidak, hanya saja...
aku mengalami kecelakaan.
Aku berhasil dapat taksi...
Apa masalah pria itu?
Entahlah.
Kupikir dia menjual rusa!
Aku tak tahu.
Apa yang kau tahu?
Mulai sekarang tetap tenang, ya?
Tetapi sopirnya tersesat...
lalu kami berputar-putar...
kemudian taksinya terperosok.
Ya, maafkan aku.
Masih lama?
Ini besar, perlu waktu untuk persiapan.
Berapa harganya setelah darah dikeringkan?
Hati dan ginjalnya masih segar.
Mereka tak beli itu?
Sial...
Haruskah kita laporkan dia?
Mari ikat lebih dulu.
Dia sedang ambil peralatan.
Bantu aku pindahkan rusanya lebih dulu.
Sekarang? Aku?
Siapa lagi?
Salah satu dari kami harus bersiap.
Pegang kaki depannya. Ayolah.
Baik.
Satu, dua, tiga.
Omong-omong...
Pekerjaan apa yang perlu kalian lakukan?
Tidak banyak.
Kami hanya perlu mengeringkan darahnya.
Letakkan bagian atas lebih dulu. Apa?
- Bagian atas. - Baik.
Satu, dua.
Naik.
Sudah?
- Kemari sebentar. - Apa?
Kemari dan dorong.
Kita harus memasukkannya.
Dorong. Satu, dua, tiga.
Bagaimana sekarang? Apa?
Bajingan.
Sial.
Di mana talinya?
Di mana talinya?
Apa yang terjadi? Entahlah.
Kau tak apa? Sial! Ke mana perginya? Sial.
Berengsek.
Dasar keparat.
Ke mana bajingan itu pergi?
Aku tak melihatnya di mana pun.
Hei, mari kita bicara baik-baik.
Atau kau ingin kami lapor polisi?
Itu pembelaan diri, keparat!
Sudah lihat foto yang kukirim?
Sudah kubilang, kecelakaan.
Kenapa tidak percaya?
Kau bilang atasanmu tinggal di Gangnam, bukan?
Aktifkan GPS dan kirim lokasimu sekarang.
Aku tak lagi percaya padamu.
Halo? Halo?
Jangan banyak alasan.
Kirim saja foto lokasimu saat ini.
Suaramu putus-putus. Nanti kuhubungi lagi.
Kau tak dengar...
Apa?
Kau Go Gyeong-rae?
Tolong ikut aku.
Aku? Kenapa? Aku tak lapor polisi.
Kau tamu Wusang Motel, kamar 513, bukan?
Hari ini, pukul 19.00.
Dan?
Akan kujelaskan di jalan. Masuk ke mobil.
Dia ditikam pakai apa?
Ambil foto jarak dekat.
Jelaskan apa yang terjadi setelah kau...
masuk motel bersama Lee Ju-hee.
Kuhabiskan sekitar satu jam bersamanya, lalu pergi.
Dia menghubungiku.
Dan...
ia berkata mendengar seseorang mengetuk pintu.
Jangan bohong.
Tak terlihat upaya masuk paksa.
Itu pembelaan diri.
Apa kau bilang? Pembelaan diri?
Kau pikir aku tak akan melakukannya?
Maaf.
Kau tahu kau satu-satunya bagiku.
Jangan hubungi dia.
Baik, akan kusampaikan perkataanmu pada Ji-yeon.
010-5013...
Ini dia.
Apa benar ini istri Go Gyeong-ra, Ji-yeon?
Aku punya hubungan terlarang dengannya.
Kau tahu apa yang baru dia katakan padaku?
Dia berkata aku satu-satunya...
Sial...
Wanita itu gila.
Dia sering mengancam akan mengadu pada istriku.
Dan ia juga menyewa seorang sopir taksi...
untuk membunuhku dan menjual organku.
Apa yang kau bicarakan?
Opsir, kau tahulah...
betapa mengerikan dunia ini.
Jika terlihat lemah, semua orang akan menindasmu.
Jika ingin melindungi diri sendiri dan keluarga...
aku juga harus kuat.
Benar.
Pembunuh berantai Yoo Yeong-cheol juga mengatakan hal serupa.
Apa itu?
Apa?
Astaga, hari yang melelahkan.
Aku hampir mati saat menyetop taksi lain.
Semua ini salah atasanku.
Kau bohong lagi.
Aku sudah hubungi kontak daruratmu. Tak ada makan malam tim hari ini.
Aku pergi ke suatu tempat bersama atasanku setelahnya.
Tak perlu disebut makan malam tim secara resmi.
Setelah traktir makan malam untuk tim...
dia berkata salah satu temannya...
baru buka kedai minum...
maka kami berdua pergi ke sana.
Aku akan bersikap seolah percaya padamu hari ini...
tapi serius, kendalikan dirimu.
Bo-ram berkelahi dengan temannya di sekolah hari ini.
Apa?
Dia sangat gusar dan menunggumu.
Jangan seperti ini.
Ayah, kapan kau pulang?
Bo-ram!
Ayah mengalami banyak kesialan...
sepulang kerja hari ini.
Kau belum tidur?
Aku baru terbangun.
Mengapa kau berkelahi di sekolah?
Bukan berkelahi.
Guru salah sangka.
Kau tak berbohong pada ayah, bukan?
Kau bisa cerita apa pun pada ayah.
Dia memukulku lebih dulu.
Itu sebabnya kami berkelahi.
Ingat perkataan ayah?
Jangan biarkan orang lain meremehkanmu.
Jangan biarkan orang lain lebih baik darimu.
Aku menghajarnya lebih parah.
Bagus.
Bo-ram.
Ayah hampir sampai.
Ayah akan segera tiba.
Kartu Petualang dan Pengembara...
Kartu Terbalik Berarti Kelalaian, Salah Penilaian
Lihat tempat ini.
Nomor enam...
Menurut dataku...
Menurut dataku...
ini lelucon, dengan tingkat kebenaran di atas 70 persen.
Namun, aku tetap pergi...
karena pengantaran adalah pekerjaanku.
Ketemu.
Sudah kuduga.
Apa-apaan itu?
Ini milikmu?
Apa ini?
Ini uang tip pengantaran?
- Halo. - Halo.
Hai pelanggan, terima kasih telah memesan...
pengantaran yang menyenangkan ini di tengah jadwal yang sibuk.
Halo, pelanggan.
Kau harus bersikap serius untuk bercanda...
dan sebaliknya.
Semoga umur panjang dan sehat selalu.
"Buang ini"
Anda dapat tugas kurir.
Pengantaran telah diselesaikan.
Anda dapat tugas kurir.
Pengantaran telah diselesaikan.
Anda dapat tugas kurir.
Pengantaran telah diselesaikan.
Anda dapat tugas kurir.
Dong-in...
berapa pengantaran yang telah kau selesaikan?
Hanya 80.
Itu memberimu...
lebih dari 10 ribu Dolar bulan ini, bukan?
Kau memang Raja Pengantaran.
Teman-teman, beri penghargaan untuk Raja Pengantaran.
Cepat!
Cepat! Cepat!
Astaga, berdiri!
Silakan duduk!
Siap! Siap!
Kembali bekerja. Ini hari sibuk.
Ayo.
Cepat!
Kau tetap di sini, Gi-hoon.
Dong-in, kenapa kau bekerja sangat keras?
Sudah kukatakan padamu.
Aku telah menabung 100 ribu Dolar.
Aku akan membuka bisnisku sendiri tahun depan.
Kawan...
kau akan mengajakku saat...
membuka perusahaan pengantaran, bukan?
Lihat segiat apa kau bekerja.
Ayolah, kawan! Kumohon.
Kau sangat tampan.
50 poin.
Kuperkenalkan seorang gadis.
70 poin.
Sang Raja Pengantaran!
- 100 poin! - Hore!
Nomor dua, kartu pendeta wanita.
Kau adalah orang cerdas yang mampu memimpin.
Jika bekerja sebagai penasihat, kau akan beruntung.
Anda dapat tugas kurir.
Sudah kenyang, sayang?
Aku akan cari banyak uang untuk membeli pengisi nirkabel.
Duduk tenang, ya?
Aman!
Namun cepat...
Halo. Hai!
Tolong ganti jika sudah dapat banyak uang.
Kau terus menyantapnya tiap datang.
Bagaimana bisa kuganti?
- Kalau begitu kau bisa tinggal bersamaku. - Baik.
Izinkan kusantap satu.
Ini untuk Loreal.
Ini untuk Defliche.
Ini untuk Daerimg dan Hike.
Jangan sampai tertukar.
Aku sang Raja Pengantaran!
Aku akan berangkat.
Terima kasih. Sama-sama.
- Dah. - Dah!
Unit 816...
Dua hati di formulir pesanan.
Manis sekali.
Halo.
Terima kasih.
Akan kubagi dengan teman-temanku.
Hati-hati tumpah.
Aku hanya punya sepasang sepatu.
Selamat menikmati.
Tunggu!
Kau pasti lelah.
Tidak mudah menjadi petugas pengantaran.
Silakan minum.
Kau tak punya susu cokelat, ya?
Tidak...
- Bercanda. - Bercanda.
- Lucu, ya? - Ya...
Air putih baik untukmu.
Mari minum!
Teguk habis.
Baiklah.
Terima kasih.
Kenapa rasanya asin?
Aku memang tampan...
tapi kenapa dia memberiku air putih?
Setidaknya dia bisa berikan susu cokelat.
Dia hanya memberiku air putih.
Sungguh menjijikan...
Apa yang kau lakukan, Yoon Dong-in?
Pergi ke luar dan muntahkan.
Astaga...
Unit 12...
Unit 816. Begitu banyak pengantaran.
Di sini? Bukan.
Baik.
Ya ampun!
Selamat menikmati.
Kau pasti lapar.
Tidak.
Ini jam makan siang.
Seseorang menghubungiku.
- Halo. - Tak ada yang menghubungimu.
Astaga, kau hebat.
Tetapi juga bodoh di saat bersamaan.
Kalau begitu, terimalah.
Ini hanya uang tip.
- Hei. - Apa?
Menurutmu ini suatu kebetulan?
Kita bertemu lagi di antara banyak petugas pengantaran.
Biasa saja.
Tidak!
Aku bisa membuatmu kembali.
18.55. Akan kupesan setiap hari.
Pastikan kau datang.
Aku bisa menciumnya.
Sangat amis.
Apa ini?
18.54 Tugas Pengantaran
18.55 Tugas Pengantaran
Anda dapat tugas kurir.
Aku jalan!
Apa aku seputusasa ini?
Kenapa kuterima tugasnya?
- Bisa kita bicara sebentar? - Tidak.
- Kau punya kekasih? - Tidak.
Kurasa kau akan bertemu banyak gadis saat mengantar.
Apa ada yang muncul tanpa busana saat menerima pesanan?
Mengapa kau ingin tahu tentang hal semacam itu?
Jika itu yang kau inginkan...
Terimalah dan masuk.
Takkan kulakukan, jika kau tak suka.
Jika menyukai seseorang, aku akan berusaha...
untuk terhubung dengan mereka sebaik mungkin.
Harus ada pengorbanan demi suatu hubungan.
Kau tak banyak bicara.
Itulah tipeku.
Hei.
Kau tidak mengenalku, namun aku banyak bicara.
Teman-temanku merasa gila saat bersamaku...
di kafe karena aku tak berhenti bicara. Mereka berkata lidahku bermesin karena tak bisa diam.
Aku tak masalah jika kau banyak bicara.
Mau masuk?
Mau masuk sekarang?
Kenapa kau tak masuk sekarang?
Kau sungguh menyebalkan.
Dengar.
Aku tak butuh semua ini, jangan pernah menghubungiku.
Menyebalkan.
Keberhasilan perusahaan rintisan...
ditentukan dalam 300 hari pertama.
Jutaan dolar...
Sial...
Apa?
Mengenai Rose Hill...
Tempat wanita yang kau bicarakan...
adalah Unit 816, bukan?
Gi-hoon, kau tahu apa yang baru kubaca?
Apa?
Keberhasilan perusahaan rintisan ditentukan dalam 300 hari pertama.
Asal kau tahu, kau baru menyiakan 1 dari 300 hari.
Dia benar-benar gila.
Dia memesan tiap 30 menit.
Saat kuserahkan...
dia menatapku dan menyuruhku untuk kembalikan.
Menurutmu dia menantimu?
Aku takkan pernah kembali ke sana. Kututup sekarang.
Sungguh mengganggu.
Kau selalu cantik.
Atasanmu masih sakit?
Kau begitu dingin terhadapku.
Semoga harimu menyenangkan.
Kau sudah dengar rumornya?
Rumor bahwa kita berkencan?
Bukan itu...
Kau bekerja dengan baik, bukan?
Siapa aku?
Sang Raja Pengantaran.
Aku memang Raja Pengantaran. Sampai jumpa.
Ada tugas untukku?
Anda dapat tugas kurir.
- Halo. - Halo.
Saya dari Kantor Pusat Food Call.
Anda Tn. Yoon Dong-in dari distrik Nae-dong, bukan?
Ya, benar.
Anda pernah mengantar ke Rose Hill baru-baru ini?
Aku pergi ke banyak tempat. Tentu.
Ada apa?
Kami terima laporan dari pelanggan...
mengenai pelecehan seksual.
Dia mengaku Anda memandangnya secara tidak sopan.
Maaf.
Bagaimana cara memandang seseorang dengan tidak sopan?
Apa aku harus mengatur raut wajahku selama pengantaran?
Jadi, Anda merasa tak pernah melecehkannya?
Tidak. Sama sekali!
Meski pelanggan adalah raja...
perilaku seperti ini termasuk perundungan.
Saya tahu, saya hanya mengikuti prosedur.
Kecuali keluhan telah terselesaikan, Anda tak akan menerima tugas apa pun.
Prosedur apanya!
Tugas pengantaran Anda telah dibatalkan.
Halo!
Itu ulahmu, bukan?
Ya.
Apa kau harus bersikap jahat?
Aku bukan musuhmu, 'kan?
Sudah kukatakan aku cocok untukmu namun kau abaikan.
Kalau begitu, cabut dulu keluhanmu.
Aku akan mengerjakan pesananmu. Oke?
Apa yang...
Aku sedang bicara. Beraninya dia...
Itu sampah biasa.
10 Dolar lagi?
Dia bisa mengupahku lebih.
Apa dia menganggapku budak?
Aku Yoon Dong-in.
Apa aku harus kerjakan hal semacam ini sekarang?
Apa-apaan?
Ini sepatu baru!
Belum pernah kualami hal semacam ini.
Tak mau hilang.
Apa yang...
Tidak berhasil.
Terserah. Penghasilanku 10 ribu dolar per bulan.
Akan kubeli sepatu baru.
Akan kurelakan.
Ada sesuatu yang aneh...
dalam sampahmu kemarin.
Jangan ulangi. Itu merusak sepatuku. Ini baru!
Kubilang jangan menaruh hal aneh, kenapa masih melakukannya?
Apakah dia membuang batu? Kenapa berat sekali?
Apa ini?
Habislah aku.
Tak adakah petugas pengantar lain yang berada di sekitar sana?
Sudah kukatakan sebelumnya.
Pria itu bernama Lee Hwan.
Sudah berapa lama dia menghilang?
Sekitar dua pekan...
Dua pekan?
Gadis gemuk itu mulai memesan dua pekan yang lalu.
Apa tuduhanku berlebihan?
Mustahil. Kuyakin itu hanya daging biasa.
Siapa yang akan buang itu ke tempat sampah umum?
Kau benar.
Gi-hoon bukankah kau pernah bekerja di laboratorium?
Apa jurusanmu?
Bioteknologi.
Bioteknologi?
Adakah cara untuk...
membedakan darah manusia dan hewan?
Ini.
Di mana sampahnya?
Aku bukan orang bodoh.
Saat identifikasi golongan darah...
kita lihat reaksi aglutinasi, bukan?
Jika darah manusia...
maka akan bereaksi terhadap paket serum manusia.
Akan kubawa alatnya, kau ambil dagingnya.
Dia pasti pernah membunuh orang.
Gi-hoon. Ya.
Kau berkata seseorang menghilang, bukan?
Bisa kau hubungi dia?
Aku tak yakin punya kontaknya.
Mengapa dia ingin aku yang membuangnya?
Gadis itu mungkin telah memutilasinya...
agar tak terlihat mencurigakan.
Menjijikan.
Kurasa dia membuang tulang-belulangnya.
Dong-in...
jika dia menghubungimu lagi, ambil daging itu lagi.
Bagaimana caraku ke sana lagi? Dia wanita.
Kalau tidak mau, biar aku saja.
Akan kulaporkan dia ke polisi.
Baik. Lanjutkan mendorong, Gi-hoon.
Apa dia sungguh membunuh orang?
Haruskah kulapor polisi?
1 TUGAS PENGANTARAN. 18.55.
Kudapat pesanannya.
TUGAS PENGANTARAN.
Astaga. Entahlah.
Tugas Anda telah ditetapkan.
Apa ini terlalu besar?
Aku tak akan kalah darinya, bukan?
"Taruh makanan di rak sepatu, jangan masuk rumah."
Akan kupastikan hari ini.
Haruskah aku pergi? Tidak.
Permisi!
Apa aku terlalu berisik?
Hei, buka pintunya, ya?
Ada yang perlu kusampaikan.
Pintunya terbuka.
Permisi.
Permisi.
Bau apa ini?
Apa ini?
Halo?
Halo?
Apa ini?
Ini darah manusia?
Ada orang?
Apa ini?
Tato?
Kau suka gadis langsing, bukan?
Siapa kau?
Siapa kau?
Kutahu kau suka gadis langsing.
Apa kau mengenalku?
Apa aku menarik bagimu?
Terima kasih telah membantuku buang sampah.
Jalang keparat!
Apa yang terjadi?
Kau sudah gila?
Jangan mendekat.
Sudah kubilang jangan mendekat!
Bicara denganku dari sana.
Bicara denganku...
Sial...
Dasar jalang keparat!
Kenapa kau lakukan ini terhadapku?
Aku suka pria yang tak banyak bicara.
Kita harus berkorban...
demi pasangan, bukan?
Kau pasti bisa, ya?
Jangan mendekat, berengsek!
Jangan mendekat, Demi Tuhan!
Jangan mendekat!
Ini bisa.
Letakkan benda itu.
Dari mana...
Harus kumulai dari mana?
Dari mana...
Izinkan aku memperbaikimu.
Di mana?
Bukan di sini.
Di mana?
Unit 816...
Kenapa pesan kudapan hewan? Tak bisa kucicipi.
Ada orang di rumah?
Pintunya terbuka. Silakan masuk.
"Silakan masuk?" Apa?
Boleh kutinggalkan di sini?
Masuklah.
Di sini sangat bau.
Bau apa ini?
Anjingku tidak menyalak.
Boleh kuletakkan di sini dan pergi?
Aku sangat alergi terhadap bulu anjing.
Tidak. Kemarilah.
Ini anjing?
Maaf?
Kartu Pendeta Wanita
Kartu kecerdasan dan kebijaksanaan
Kartu terbalik...
melambangkan kelancangan dan kekejaman
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.