All language subtitles for Arthdal.Chronicles.E03.WEB-DL.NF

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Jika kuda itu Kanmoreu,

maka dia Aramun...

Haesulla.

Mubaek, kudamu juga sulit berlari lebih cepat?

Mubaek, apakah kuda itu Kanmoreu?

Kalian kembali dan laporkan ini!

Aku akan kejar dia!

Selamatkan dirimu.

Lalu suatu hari, kembalilah untuk kami.

Aku harus bagaimana?

Aku harus menolong mereka.

Namun, aku tak tahu siapa mereka.

Mimpi! Itulah namamu.

Karena kau mimpiku,

juga mimpi Wahan!

Mereka terlalu kuat dan terlalu banyak.

Mereka terlalu...

Jika kuda itu sungguh Kanmoreu,

tiada kuda di dunia yang bisa mengejarnya.

Aku harus bagaimana?

Bisakah aku tak terluka oleh senjata aneh itu lagi?

Hei, kenapa kau berhenti?

Kau ingin aku melakukan apa?

Jangan. Kenapa kau berbalik?

Ya, aku ingat kata Dalsae.

Katanya aku bukan Saram

karena mataku terlalu tajam.

Mubaek.

Aku mau kau menjadi seperti Kanmoreu.

MUBAEK

Kau tak hanya harus kuat dan cepat,

tapi juga jadi sosok yang diikuti dan diteladani semua orang.

Ada ungkapan lama yang bilang bahwa saat Kanmoreu mulai lari,

semua kuda musuh akan mengikutinya.

Kanmoreu...

Apa kuda itu sungguh Kanmoreu?

Ibu Choseol.

Ibu Choseol.

Ibu Choseol panas sekali. Ibu baik-baik saja?

Ibu baik-baik saja. Tak apa.

Hanya tersandung.

- Berdiri! - Berdiri!

Siapa mereka?

Kita dibawa ke mana?

Apa mereka membawa kami ke tempat itu?

Ayo jalan!

Eunseom...

Susu Eunseom.

SUSU: ISTILAH YANG BERARTI "PAMAN"

- Susu! - Doti.

Mereka membunuh semuanya.

Oryuk,

Olmi, Maksae, dan lainnya.

Sekelompok orang menakutkan

membawa pisau berkilap yang tampak sangat aneh dan...

Tak apa, Doti. Kau tak apa sekarang.

Aku akan pergi selamatkan mereka.

Tidak! Tidak, Susu!

Mereka sangat menakutkan!

Hei, Doti.

Kadang kala, kita merasa bingung karena tengah kesulitan, benar?

Ya.

Ingat kepala suku menyuruh apa?

Jika kita kesulitan?

Dia suruh kita mendengarkan suara spirit.

Benar.

Hebatnya,

aku mendengar suara spirit kuda itu.

Apa katanya?

"Balik dan serang."

Benarkah? Caranya?

Mereka sangat banyak.

Mungkin ada lebih banyak lagi.

Doti.

Ingat kata Susu Dalsae?

Susu Dalsae?

Bunuh saja pemimpinnya.

Kita bunuh pemimpinnya, mereka ganti rugi Suku Anja.

Lalu, kita ambil daging yang kita mau.

Aku ingat!

Aku tak bisa melawan mereka semua,

tapi jika kutangkap pemimpinnya,

bisa kutukar nyawanya dengan nyawa suku Wahan.

Hei, bisakah...

Bisakah kau tanya alasan ia di sini?

Ayolah.

Ayolah.

Spirit ini tak mengatakan apa pun. Dia hanya makan.

Hei.

Kau mau coba mengenakan pakaian?

Permisi.

Jalannya buntu jika ke arah sini.

Kalian bawa kami ke mana?

Menarik sekali.

Bagaimana dujumsaeng bisa bahasa kami?

Kalian bawa kami ke mana?

Jalan ini buntu.

Tak bisa ke kiri atau kanan.

Aku tahu. Kita naik ke atas.

Ke atas sana.

Hanya burung yang bisa naik setinggi itu.

Terus jalan!

Apa?

Jalan!

Bagaimana mereka membuatnya?

Astaga, bagaimana mereka...

Jalan!

Cepat.

Semua spirit akan berhenti bicara.

Apa?

Dan semua makhluk hidup akan kehilangan kehidupannya.

Mereka akan kehilangan kehidupannya.

Jalan terus!

- Astaga. - Tidak!

Apa itu?

- Jalan! - Cepat!

Cepat! Jalan!

Lebih cepat!

Jalan lebih cepat!

Berhenti!

- Ayo! - Ayo keluar!

Cepat!

- Cepat jalan! - Jalan!

Jalan lebih cepat!

- Ayo! - Jalan!

- Jalan! - Cepat!

Jalan.

Lebih cepat!

- Ayo! - Cepat!

Cepat.

Jalan terus.

- Cepat! - Jalan lebih cepat!

Diamlah!

Jangan macam-macam!

Cepat!

- Jalan! - Berbaris!

- Cepat! - Jalan!

Cepat.

Mereka tiba.

Jalan.

Cepat jalan!

Jalan!

Cepat!

- Cepat! - Astaga.

Jangan bilang ke Tagon tentang Kanmoreu.

- Kenapa? - Jangan buat Tagon repot

dengan hal yang belum pasti.

Dia bisa jadi Aramun Haesulla walau tanpa Kanmoreu.

- Mubaek akan kembali dengan Kanmoreu... - Saat itu baru kita bilang.

- Bicaramu tak sopan? - Tidak.

- Apa? - Tidak, Pak.

Dasar berandal.

- Apa? - Dasar...

- Sial! - Astaga!

- Jalan! - Cepat!

- Terus jalan! - Ayo!

- Jalan! - Cepat!

Jalan, Berengsek!

Bagaimana mungkin...

- Jalan. - Terus jalan!

- Ini mustahil. - Astaga, sial.

Cepat!

Dia membasahi celananya!

- Jalan! - Cepat!

- Cepat! - Jalan terus!

- Cepat! - Jalan, Berandal!

- Jalan! - Cepat!

Cepat jalan!

Tagon.

Mereka semua di sini.

Kudengar ada 2.000 budak.

Astaga, kalian semua akan sangat kaya.

Apa gunanya jika tak bisa kembali ke Arthdal?

Kau benar. Ayo kembali.

- Apa? - Hari ini,

kita langsung ke Arthdal.

- Apa? - Serius?

- Kita sungguh pergi? - Sudah ada perintah.

Astaga, sudah lama kita tak pulang!

Lihat orang-orang aneh itu?

- Cepat jalan! - Jalan!

Mereka bicara bahasa kita.

- Apa? - Mereka bicara bahasa kita.

Keren sekali.

Kita akan dibayar empat kali lipat?

Jika itu benar, bisa sampai sepuluh kali lipat.

- Jalan! - Diam!

Maju!

- Maju! - Cepat!

Kau pikir akhirnya bisa menikmati hidup di Arthdal?

Kau hanya sebentar ke sana.

Kau tak sempat menetap selama sepuluh tahun ini.

Aku tak yakin.

Jika kau tak boleh menetap, kuhancurkan Arthdal.

Ya, tentu.

Kami selalu mendukungmu, Tagon.

Sampai akhir yang panjang!

- Sampai dasar yang dalam! - Sampai dasar yang dalam!

Ayo pergi!

- Arthdal! - Terus sampai ke dasar.

Sudah lama aku tak bertemu Gilseon.

Aku tak percaya dia tak ikut. Dia mungkin bersantai di Arthdal.

Gilseon, kasihanilah!

Kalian mencuri hasil panen Serikat Arthdal.

Penggal kedua pemimpinnya!

Dan iris pergelangan kaki pengikutnya!

Berikutnya!

Apa kesalahan kami, Suku Hopi?

Kami membajak Dataran Bulan sampai batu hitam hancur.

Kami bekerja keras membuat pengairan sampai lutut kami kotor!

Namun, kenapa suku kami tetap mati kelaparan,

sementara gudang Klan Asa penuh hasil panen,

padahal mereka tak melakukan apa pun?

Klan Asa

adalah suku pertama yang tiba di Arth.

Hasil panen kalian untuk Klan Asa bukanlah untuk rakyat Asa.

Itu persembahan untuk para dewa!

Apa yang Isodunyong, sang dewa

Gunung Puncak Putih, lakukan untuk membantu kami bertani di sana?

Terlebih, Klan Asa saat ini

bukan pewaris langsung Asa Sin.

Kalian sungguh pikir mereka pantas menjadi pewaris Isodunyong?

Dasar berandal.

Apa kau Jiwa Gunung Puncak Putih?

Fitnah macam apa itu?

Kau habisi mereka semua delapan tahun lalu!

Walau begitu, masih ada yang menyatakan

bahwa Aramun Haesulla adalah Igutu,

dan Klan Asa bukan pewaris langsung.

Seperti kau.

Namun, memang benar bahwa Klan Asa tak melakukan apa pun.

Tagon-lah yang menyingkirkan para Neanthal dari Dataran Bulan.

Dan orang yang mengalirkan air ke tanah gersang

adalah Kepala Suku Hae, Hae Mihol!

- Dia benar. - Itu benar.

Cepatlah bersiap!

"Di bawah langit dan di Arth,

tak ada suku yang lebih unggul atau kalah unggul daripada yang lain."

Itu kata-kata Aramun Haesulla,

pencipta Serikat Arthdal!

- Aramun! - Aramun!

- Aramun Haesulla! - Aramun!

Hentikan!

- Astaga. - Astaga.

Pegang erat dia.

Berhenti!

Sanung Niruha!

Kenapa orang bersalah ini membuat kegaduhan?

Dia dan pengikutnya mencuri panen yang dibawa ke kuil.

Sanung Niruha, pemimpin Serikat Arthdal

dan ketua Suku Saenyeok.

Ya, dia benar. Kami mencuri hasil panen!

Namun, katakan, apa ucapanku tadi bohong?

Apa yang Klan Asa lakukan

hingga layak mendapatkan semua hasil panen dari Dataran Bulan?

Kalian tak bisa menyangkal fakta telah melakukan pencurian.

Kalian juga tak menghormati Klan Asa.

Aku sebagai pemimpin serikat, tak bisa memaafkan.

Ini sangat tak adil.

Namun,

akan kupakai kekuasaanku

untuk menunda eksekusi pria ini.

Akan kubahas ini dengan Asa Ron Niruha, sang Pendeta Tinggi.

Terima kasih, Sanung Niruha.

- Terima kasih, Sanung Niruha. - Terima kasih.

- Terima kasih, Pak. - Terima kasih, Sanung Niruha.

- Terima kasih. - Terima kasih.

- Sanung Niruha. - Sanung Niruha.

Eksekusi semuanya, kecuali pria yang kulihat tadi.

Apa? Bukankah kita harusnya eksekusi pemimpinnya saja?

Itu akan membuat kegemparan.

Saat ini pun rakyat sudah tak puas dengan Klan Asa.

Karena itu kuberikan perintah ini.

Rakyat akan membenci

Klan Asa karena kematian mereka, bukan aku.

Ayah, lalu kenapa biarkan pria itu hidup?

Dia pandai bicara.

Juga sangat lantang.

Biarkan dia bicara.

Lagi pula, ucapannya juga tak salah.

Siapa kau?

Kau mencintaiku atau tidak?

Kau pikir apa yang kau lakukan?

Kau sebut ini lelucon?

Kau tak mencintaiku?

Kutahu kau tak mencintaiku.

Aku tak hanya mencintaimu.

Di mana Hae Tuak?

Mungkin dia segera datang.

Aku harus segera tahu pergerakan Tagon.

Sudah kuduga. Kau tak tertarik padaku.

Di pikiranmu hanya ada Tagon.

Kenapa kau amat benci putramu?

Bukan benci.

Tagon harus dibunuh.

Namun, dia masih kecil.

Kita berdua tahu dia lebih daripada itu.

Dia akan membunuhmu

dan hancurkan hidup banyak orang.

Terlebih, dia akan membubarkan Serikat Arthdal.

Itu omong kosong!

Daraburu telah bersabda.

Suku Saenyeok dan suku lain yang mengikuti Saenyeok

adalah milikmu untuk dipimpin dan lindungi.

Kau tak tahu itu?

Aku tahu. Aku sangat tahu, karena itulah

- akan kupandu dia... - Sekalipun

tak membunuhmu,

dia akan selamanya menjadi usikan.

Suku Gunung Putih

akan mengetahui kelemahanmu, bagaimanapun caranya.

Aku bertanya kenapa kau amat benci Tagon.

Bukan kebencian.

Namun, ketakutan.

Ketakutan?

Aku takut akhirnya akan membunuhnya.

Kau terlalu menyanjungnya.

Jangan cemas.

Dia sama sekali tak tahu.

Dia menuruti perintah seperti tentara naif.

Dia disukai rakyat,

tapi jalannya masih jauh.

Tatapan apa itu?

Nikahi aku.

Kau mau, 'kan?

Ayahku akan sangat senang.

Namun,

pernikahan kita...

tak hanya melibatkan kita.

Seperti katamu sendiri,

itu mengubah dinamika kekuasaan Arthdal.

Suku Gunung Putih akan menentang.

Terutama,

Asa Ron yang licik dan suka berkomplot.

ASA RON

Asa Ron Niruha.

Maaf aku mengganggu konsultasimu dengan para dewa.

Bicaralah.

ASA MOT

Yang diam-diam sering ke kamar Sanung Niruha

bukan Danggeuri Suku Saenyeok.

Melainkan Taealha, putrinya Hae Mihol.

Kau tak terkejut?

Cahaya apa yang akan basi

dan tenggelam dalam kegelapan?

Saat Mihol tiba di Arthdal bersama Suku Hae,

mereka seharusnya diusir.

Keahlian bertani dan olah perunggu mereka adalah ancaman.

Mihol jadi sangat berkuasa.

Jika Sanung menikahi Taealha...

Mereka akan menikah?

Asa Ron Niruha, Sanung pasti berencana akan melawan kita

dengan Mihol di pihaknya.

Bagus.

Kerjamu bagus.

Aku malu.

Akulah Taealha.

Seharusnya tak selama ini dia melamarku.

Hanya butuh tiga hari agar Tagon melamar.

Itu menunjukkan betapa naifnya Tagon. Bukan begitu, Ayah?

Mustahil membandingkan mereka berdua.

Sanung pemimpin mereka.

Hanya dua orang yang memegang gelar Niruha.

Asa Ron dan Sanung.

Keduanya lawan yang berat.

Namun, salah satu pemimpin itu melamarku.

Fakta bahwa Sanung melamarmu berarti...

dia sudah memutuskan.

Benar.

Memutus aliansi dengan Asa Ron,

gabungkan kekuatan dengan Suku Hae.

Itu alasan pertama.

Ada yang kedua?

Tagon.

Sanung tahu benar hubungan kalian.

Dengan melamarmu,

dia mengincar Tagon.

Perjalanan panjangmu sebagai yeomari...

YEOMARI: MATA-MATA

akhirnya hampir berakhir.

Kenapa minum saat siang?

Sanung

dan ayahku akhirnya memutuskan.

Tagon kini akan mati.

Dia akan disingkirkan.

Kau tak boleh ragu.

Bukan kau yang meninggalkan Tagon.

Dia hanya disingkirkan dari lomba.

Ayahmu cemas. Jadi, tetaplah tegar.

Ragu?

Aku?

Kenapa Ibu pikir

aku jadi yeomari untuk memata-matai Sanung dan Tagon?

YEOMARI: MATA-MATA

Karena perintah ayahku?

Bukan.

Tujuanku...

adalah menaklukkan Arthdal.

Tentu.

Aku hanya cemas

Tagon tak akan menyerah tanpa melawan.

Tagon!

HAE TUAK

Ini untuk dikirim kepada Taealha?

Aku hampir lupa. Ini juga.

Ini untuk bocah dalam menara.

Namun, jika ketahuan,

kau akan diasingkan karena ini.

Kami bertemu saat umur 12 tahun.

Dia kini sudah besar.

Tagon!

Pergilah sekarang.

Aku juga harus segera pergi.

Namun... Astaga.

Baik, aku akan pergi.

Waktunya berangkat.

Baik.

Bersiap untuk berangkat!

- Baik. - Baik.

- Berbalik. - Semuanya, berbalik!

- Balik. - Berbalik!

- Jalan! - Cepat!

- Sekarang! - Jalan!

- Terus jalan! - Cepat!

Terus jalan!

- Jalan! - Cepat!

Lebih cepat!

- Jalan terus! - Cepat!

Seharusnya Mubaek sudah kembali, bukan?

Kenapa mendadak kau sangat cemas saudaramu tak di sini?

Dia kesatria Daekhan terhebat!

Tidak!

Tidak, tak boleh.

Jangan kantong itu.

Ini pasti Bundelan Keramat kalian.

Ya. Jadi, tolong jangan dihancurkan.

Ini byeoldaya.

Dari mana kau dapat ini?

Itu totem peninggalan leluhur kami,

Serigala Putih Besar.

Mustahil.

Kapan Mubaek akan kembali?

Siapa yang tahu?

Dia mau menangkap orang.

Tempat ini jadi mengerikan setelah senja.

Aku setuju.

Aku takut.

Kau tak dengar sesuatu?

Ya, aku dengar sesuatu.

Dujeumsaeng di area ini sudah dibasmi, 'kan?

Aku harus melawan mereka?

Apa aku bisa?

Apa itu mungkin?

Eunseom bisa meniru apa pun setelah sekali lihat.

Kau bisa sempurna menirukannya hanya dengan sekali lihat?

Ayo lakukan.

Siapa di sana?

Siapa kau? Tunjukkan dirimu.

Keluar!

Bagus. Bantu, kita berhasil!

Itu target selanjutnya.

Dujeumsaeng menunggangi kuda? Itu mustahil.

Ke mana kalian bawa sukuku?

Aku dengar tentang dujeumsaeng yang bisa bicara bahasa kami.

Pasti kawananmu.

Ke mana kalian membawa mereka?

Mereka semua naik.

Tak ada dujeumsaeng yang tersisa di bawah.

Atas?

Mereka di atas mana?

Di atas tebing.

Bagaimana orang bisa naik tebing?

Kalian tahu tentang gua itu?

Apa?

Susu Eunseom, apa itu?

Ini mustahil.

Pilar yang menyangga langit.

Tali panjang tanpa ujung.

Ini yang hanya bisa diimpikan aku dan ibu.

Siapa kalian?

Bagaimana bisa kalian membuatnya?

Siapa yang membuatnya?

Dibuat atas perintah Sanung Niruha.

Siapa?

Sanung Niruha, pemimpin Serikat Arthdal.

Orang macam apa dia?

Siapa orang di balik tebing yang membuat bangunan seperti ini?

Seberapa tingginya dia?

Dia pasti raksasa.

Apa dia setinggi tebing itu?

Dia pemimpin suku kalian?

Pemimpin suku? Kurasa bisa dibilang begitu.

Di mana dia sekarang?

Di mana lagi?

Di Arthdal, tentunya.

Arthdal?

Ayo!

Lebih cepat!

Tambah kecepatan!

Apa yang kau lakukan?

Terus putar!

- Cepat! - Lebih cepat!

Itu Mubaek?

Siapa lagi?

Lebih cepat! Lakukan lebih cepat!

- Putar! - Lebih cepat!

Dorong!

Dorong lebih kuat! Lebih cepat!

Ayo!

Lebih cepat, ayo!

Lebih cepat.

Dorong lebih kuat!

Lebih cepat!

Tahan!

Tangkap dia!

- Tangkap dia! - Tangkap!

Kejar dia!

Lihat ini.

Kemari dan lihatlah.

- Kemari dan lihatlah. - Ini sangat segar.

- Itu utusan! - Ada utusan!

Itu utusan!

Tagon menaklukkan Iark.

Tagon membawa budak untuk kita!

Dia bawakan kita dujeumsaeng!

- Pahlawan Arthdal! - Tagon!

- Tagon! - Tagon!

- Tagon! - Tagon!

- Tagon! - Tagon!

Sanung Niruha.

Pasukan Daekan pimpinan Tagon telah menunaikan perintah Serikat.

Bagus. Kapan Tagon akan kembali ke Arthdal?

Dia berangkat kemarin,

tapi karena ada 2.000 dujeumsaeng,

kurasa dia butuh tiga hari untuk tiba.

Begitu.

Beri mereka makan dan minum.

Baik.

Terima kasih, Sanung Niruha.

Kau datang sendirian?

Tidak. Hae Tuak dari Suku Hae menemaniku.

Begitu?

Tuak.

Kau yakin?

Kau lihat Tagon menulisnya?

Tentu. Kutanya dia beberapa kali juga.

Kenapa dia ungkap hal yang seharusnya dirahasiakan?

Terutama pada Sanung Niruha.

Tampak lezat. Boleh kumakan?

Ini bunuh diri.

Kau akan bagaimana?

Kau turuti kata Tagon

atau akan melaporkan rencana Tagon?

Apa dia bersenandung?

Apa?

Saat berikan ini padamu,

apa dia menyenandungkan lagu?

Astaga, aku tak ingat.

Kau benar! Dia bersenandung.

Kenapa?

Sanung Niruha.

Taealha.

Lama tak bertemu.

Ada apa ke Istana Serikat?

Aku kemari mau menemui ayahku.

Begini, ayahku...

Baik.

"Taealha.

Lama tak bertemu."

Palsu sekali, ya?

Kudengar Hae Tuak datang.

Dia datang membawa hal penting.

Apa itu?

Kau turuti kata Tagon

atau akan melaporkan rencana Tagon?

Mungkin kita diawasi.

Tempat ini tak bagus.

Cepat katakan.

Siapa yang boleh lakukan Ollimsani?

Apa maksudmu?

Kutanya, siapa yang boleh lakukan Ollimsani.

Pendeta suci dari Klan Asa.

Bagaimana jika orang lain melakukannya?

Sudah jelas, 'kan?

Dia pasti...

Tak mungkin.

Tagon sudah tamat.

Apa?

Tagon...

melakukan Ollimsani?

Tak hanya satu atau dua kali, tapi berkali-kali.

Menuntun arwah kepada para dewa

adalah hak istimewa bagi orang suci.

Itu yang paling dihargai Klan Asa.

Namun, Tagon...

Itu seharusnya tak terjadi.

Jika diadili di Pengadilan Keramat...

- Ayah! - Tagon akan bagaimana?

Dia akan dibunuh...

atau dibuang, merangkak

setelah kakinya dipotong.

Asa Ron tak akan membunuhnya,

hanya dibuang.

Walau dia ampuni Tagon dan hanya membuangnya,

Serikat tetap akan murka.

Benar.

Dan kepada siapa...

kemarahan itu ditujukan?

Kalau begitu...

Asa Ron ambil putusan di Pengadilan Keramat.

Asa Ron akan dimintai tanggung jawab.

Tagon

telah menggali makamnya dan Asa Ron

dengan tangannya sendiri.

Tak ada yang boleh tahu keterlibatanku.

Bagaimanapun, aku ayahnya Tagon.

Pendeta tak memenuhi syarat

mencoba menghirup Asap Keramatmu.

Dia pasti frustrasi karena tak bermimpi.

Sudah kuperingati beberapa kali,

orang tak terlatih bisa mati menghirup asap itu.

Dia dipukuli dan dikeluarkan.

Asa Ron Niruha!

Ada apa?

Ini ada di Anjungan Petisi Istana Serikat.

Kalian boleh pergi.

Tagon melakukan Ollimsani di medan perang.

Bagaimana mungkin?

Dia tak memenuhi syarat.

Banyak saksi mata.

Itu omong kosong belaka.

Suku Saenyeok berani melakukan Ollimsani?

Akan kuadakan Pengadilan Keramat begitu dia kembali.

Potong kakinya.

Buat dia merangkak dan buang dari Arthdal.

Jika kuputuskan itu,

apa kata orang tentangku,

juga Klan Asa?

Kau belum dengar?

Saat Suku Hopi

menyerang gudang di kuil,

orang tak mencela mereka. Orang malah bilang Klan Asa

hanya keturunan tak langsung kepala suku, Asa Sin,

bahwa kita telah mempermalukan Isodunyong.

Apa menurutmu yang terjadi jika kuperintahkan pemotongan kaki Tagon?

Namun, jika kita diamkan,

apa akibatnya bagi kekuatan spiritual kita?

Kita tak boleh diam saja.

Tak masalah, asal kita tak tahu.

Kita bisa berpikir itu tak pernah terjadi.

Siapa lagi yang melihat ini?

Kubawa begitu melihatnya, Asa Ron Niruha.

Tak banyak orang di Arthdal yang bisa menulis.

Selidiki siapa yang menulis ini.

Ini bisa memberi

masalah besar bagiku dan Tagon.

Apa hanya kebetulan aku mendadak dalam kesulitan ini?

Nona.

Apa yang kau lakukan?

Kau menuruti Tagon,

atau kau laporkan dia?

Nona Taealha!

Kuturuti dia.

Apa katamu?

Astaga, apa yang kau pikirkan?

Ini berarti kau memilih Tagon?

Tidak juga.

Namun, katamu dia bersenandung.

Ya. Memangnya kenapa?

Katakan. Apa artinya itu?

Dia senang.

Apa?

Tagon sedang antusias sekarang.

Seperti saat dia membakar Atturad.

Tagon.

Melihat Daekan saja membuat orang di Arthdal bahagia.

Namun, begitu melihatmu...

Terlebih, kita bawa membudak dujeumsaeng.

Mereka akan bersukacita.

Pesta sesungguhnya belum dimulai.

Apa? Pesta apa?

Mana para dujeumsaeng?

Kami mandikan dan beri makan mereka.

Makanlah.

Ayo, makan.

Mereka tak membunuh dan merampok kita.

Kenapa menurutmu mereka membawa kita?

Itulah maksudku.

Mereka bahkan memberi kita makan.

Doti...

Kenapa menangis?

Jangan menangis dan makanlah.

Ibu Choseol.

Ibu juga harus makan.

Kutinggalkan nenekku di sana.

Serangga akan memakan dagingnya.

Dan putriku, Doti...

Aku bahkan tak tahu

dia masih hidup atau tidak.

Kita harus makan agar tetap hidup

agar bisa kabur.

Hanya itu cara kita menemukan Doti.

Ibu menangis.

Tunggu sebentar.

Akan kutangkap pemimpinnya...

Pemimpin yang di Arthdal?

Ya.

Pemimpin unit, Sanung Niruha.

"Pemimpin unit"?

Kukira dia pemimpin serikat.

Bukan, dia pemimpin unit.

Benarkah? Pemimpin unit?

Maka kau harus menangkapnya

dan menyelamatkan ibuku, ya?

Ya, pasti.

Ibu...

Bantu?

Eunseom.

Kau mimpi Wahan, Eunseom.

Jangan risau, Tanya.

Aku datang untukmu.

Sial!

Asa Ron Niruha, ada apa?

Dia dari Suku Saenyeok.

- Dahulu, dia di Pasukan Daekan. - Apa?

Pengirim surat itu pedagang kulit Sanung Niruha.

Kau pikir Sanung Niruha yang merancang rencana ini?

Tagon putranya.

Menyelidiki perancang rencana itu urusan kedua.

Kalau begitu...

Cepat lacak pedagang itu.

Selidiki dia sudah cerita ke siapa.

Jika ada yang sudah dengar,

terserah kalian suap dia dengan hadiah atau bunuh dia.

Lakukan seperlunya, bungkam mereka.

Yang terpenting, kita harus kubur fakta

bahwa Tagon melakukan Ollimsani.

Baik, Tuan.

Sanung, dasar licik...

Aku tak bisa menunggu.

Ikuti aku.

Kau sungguh menyuruh mengirim surat itu?

Kau makin memalukan, Sanung.

Namun, aku Pendeta Tinggi Asa Ron, punya kekuatan spiritual

atas Isodunyong.

- Asa Ron Niruha! - Asa Ron Niruha!

- Tolong ampuni Tagon! - Tolong ampuni Tagon!

- Asa Ron Niruha, tolong ampuni Tagon! - Asa Ron Niruha, tolong ampuni Tagon!

Asa Ron Niruha!

Kudengar putraku yang bodoh, Tagon, berani melakukan

ritual keramat yang hanya boleh dilakukan oleh Klan Asa.

Aku bergegas menemuimu, keheranan mendengarnya.

Tolong mengertilah,

aku adalah ayah sebelum jadi pemimpin Serikat.

Kumohon kau berbelas kasih kepada putra bodohku.

Aku dengan tulus memohon padamu.

Tolong ampuni putraku!

- Tolong ampuni Tagon! - Tolong ampuni Tagon!

Tolong ampuni putraku!

- Tolong ampuni Tagon! - Tolong ampuni Tagon!

Doti, kau tak apa?

Ya. Kenapa Bantu mendadak berhenti?

Kenapa? Sudah jelas.

Hei, kau sudah makan tadi.

Kau harusnya membantuku.

Kau seharusnya dinamai "Babi" karena terus makan.

Omong-omong, apa ini?

Ini sorgum.

Kau sungguh makan segalanya.

Bukan itu yang kutanya.

Kenapa ini membentuk barisan?

Kau benar.

Bagaimana tumbuhan ini

tumbuh berderet?

Dasar pencuri!

Enyah! Pergi!

Dasar tikus kecil!

Kau tak apa?

Beraninya mencuri tanamanku siang hari? Kau tikus nekat!

Siapa yang memiliki ini?

Ini milikku! Ini tanahku!

Tanahmu?

Ttam nap naeng gawi.

Ada yang mencuri lahan?

Mencuri lahan?

Suku Anja tak punya lahan.

Memiliki lahan

sama dengan memiliki langit dan angin.

Jadi, memiliki dan mencuri lahan itu bisa sungguh terjadi?

Bagaimana? Bagaimana mungkin?

Ini milikku. Aku menanam benih, menyuburkan tanah,

mencabut rumput sampai letih.

Kau menanam benih?

Kau sengaja menanam benih untuk...

Astaga, kenapa kau...

Astaga.

Ampuni nyawaku. Aku tak tahu kau dari Klan Asa.

Asa...

Apa?

Apa...

Igutu?

"Igutu"?

Kau Igutu.

Apa itu Igutu?

Apa artinya itu?

Ada Igutu!

Ada Igutu di sini!

Di sini!

Ada Igutu di sini!

Ada Igutu di sini!

Igutu!

Tolong jangan bunuh aku.

Apa itu Igutu?

Kutanya apa artinya itu!

Artinya...

Aku tak akan membunuhmu.

Apa artinya "Igutu"?

Darah campuran antara Saram

dan Neanthal.

Lalu, apa itu Neanthal?

Neanthal...

Mereka monster!

Monster?

Aku anak monster?

Aku...

anak monster?

Susu Eunseom!

Monster...

Aku tak akan menyakitimu. Tenanglah.

Tak apa.

Kau tak takut padaku?

Dia bilang aku anak monster.

Dia salah. Neanthal bukan monster.

Itu kebohongan oleh Klan Asa.

Darah ungu.

Kau sungguh Igutu.

Aku belum pernah lihat.

Jangan berkeliaran begini.

Kau akan mati atau membunuh orang seperti tadi.

Jika Neanthal bukan monster,

mereka itu apa?

Spesies yang agak berbeda daripada Saram.

Lebih cantik daripada kami, para Saram.

Asa Ron Niruha.

Kita tak boleh memotong kaki Tagon.

Orang akan memberontak melawan Klan Asa!

Kita tak punya pilihan setelah semua orang tahu.

Jika tak dihukum,

kekuasaan dan otoritas kita terancam.

Asa Mot, kau benar.

Ibu Gunung Puncak Putih.

Kenapa jauh-jauh kemari dari Danau Langit?

Seperti ibu yang melihat anaknya

menunggangi kuda menuju tebing,

aku secepatnya kemari

setelah mendengar berita mengerikan.

Ibu Gunung Puncak Putih.

Mengakui orang melakukan Ollimsani

di luar lingkaran keramat,

sama dengan memberi tahu siapa pun bisa menemui para dewa.

- Jika kita biarkan... - Ibu...

Jika kami hukum Tagon sekarang...

Hanya satu dari seratus...

Tidak, hanya satu

dari puluhan ribu orang yang bisa menemui para dewa.

Orang berkumpul di sekitar yang terpilih, membentuk klan.

Seiring waktu, beberapa klan membentuk satu suku.

Begitulah cara kita memiliki Serikat.

Jika kekuasaan dan otoritas yang terpilih hancur,

apa yang akan menyatukan orang?

Jika mereka terserak, alih-alih bersatu,

memilih tak memadukan kekuatan,

dunia Saram

akan kembali menjadi seperti saat dikuasai hewan hina.

Jika semua dianggap terpilih,

itu berarti tak ada yang terpilih.

Pendeta Tinggi.

Gagasan kesetaraan macam itu hanya akan menghancurkan Serikat.

Ini bukan hanya tentang Klan Asa.

Ini akan membubarkan Serikat.

Pakai akal sehatmu!

- Siapa namamu? - Doti.

Begitu. Nama yang bagus.

Apa?

Tampak aneh.

Benarkah?

Terima kasih.

Monyongkan bibirmu.

Untuk apa?

Apa ini?

Pasti ada bintik biru di punggungmu,

tapi hanya warna bibir yang tampak.

Kau harus menutupinya.

Sudah.

Kubuat ini untuk adik perempuanku,

tapi ambillah.

Pastikan selalu kau pakai.

Tampaknya, orang di sini sangat membenci Igutu.

Kecuali kau?

Kenapa membantuku?

Aku tak mau lagi.

Mungkin aku akan membunuhmu jika bertemu lagi.

Sebaiknya cepat kembali ke asalmu.

Kau pasti berasal dari tempat yang tak mengenal Igutu.

Di mana aku bisa bertemu Neanthal?

Tak bisa lagi.

Kami bunuh mereka semua.

Dinding batu apa ini?

Apa itu di sana?

Siapa yang tahu?

Kenapa membuat ini dan menyia-nyiakan lahan?

Masuk.

Apa ini?

Berhenti.

Pisau mengilap itu...

Kau boleh masuk.

Tunggu.

Masuk.

Susu Eunseom, kenapa mencubitku?

Kucubit? Kau yang menangis.

Kau mencubitku! Sakit!

Aku tak ingat.

Jangan bohong padaku.

Itu mustahil. Ayolah.

Aku hanya lewat...

- Kenapa harus melakukan ini? - Ayo. Bantu!

- Kenapa aku? - Apa salahku?

- Ya... - Kenapa aku?

Kau mencoba membalasku?

Kuberi harga murah. Lihatlah.

Tempat ini...

Arthdal.

Akan kusandera pemimpin unit dan minta ditukar mereka.

Caranya?

Tak bisa pergi sebelum mereka selamat.

Api biru melanda negerimu bak badai mematikan.

Kenapa menangis setelah mengutuk kami?

Kuharap rencanamu berhasil.

- Itu Tagon! - Tagon datang!

Kini kusampaikan perintah dewi

mengenai penistaan yang dilakukan Tagon.

Siapa pria yang muncul entah dari mana itu?

Terjemahan subtitle oleh Sulaiman

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.