Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih Bahasa oleh Riikean
Hao, halo 123. Halo.
Apa mic-nya berfungsi?
Ya...Halo ibu-ibu dan bapak-bapak, anda semua telah sampai pada perrlombaan akhir...
...hari olahraga tahunan SMP Love and Faith.
Mari dengan ceria pulang melalui acara terakhir lomba Jeruk dan Sendok.
Beri tepuk tangan untuk ibu-ibu peserta.
Bersiap...
Ibu! Pertahankan!
Sulu!
- Ibu, lari! - Lanjutkan! Ayolah!
Ayo! Ayo!
Sulu, mantap mantap...
- Ibu! - Sulu!
Hey, dia curang... dia tidak berlomba dengan adil!
- Ibu beri aku sendoknya! - Wow Sulu, juara!
Hadianya... diberikan oleh ketua Mr D'souza,
Ny. Preeti Shah pemenang ketiga, selamat...
Ny. Sulochana Ashok, maaf, menerima gelar pemenang pertama...
...dan pemenang lomba Jeruk dan Sendok adalah
Hey Ashok! Cepat!
- Ibu, foto! - Sangat bagus!
- Sudah kau foto? - Ibu hebat! Ibu!
Kutebak kau bangun terlambat...
Aku terlambat tapi beruntung. Kau tahu bagaimana?
- Bagaimana? - Kuberi tahu...
Tidak terlalu macet di hari lain.
Aku bertanya-tanya... kenapa tidak mulai bisnis taksi?
"Kau bilang apa..."
"Itu aneh!"
- Itu...itu ide bagus. - Iya kan?
Sangat bagus.
Tanpa AC, kan?
Tentu saja AC, di luar panas.
AC... tentu saja.
Dan, kau akan menyetir juga.
Well, kadang aku akan duduk di belakang...
...untuk awasi supirnya.
Bu, maukah ibu antar aku ke sekolah... dengan taksi AC ibu?
Kecilkan dulu volumenya.
Itu ide luar biasa, Sulu.
Kita akan beli 3taksi...
Faktanya, kenapa tiga! Kita akan beli 5taksi!
Sulochana Travels Pvt. Ltd.
"Halo, Sulochana Travels."
Bu...Tante kembar.
Ya, sis. Tidak, sis.
Halo.
Yeah, Sis. Kau sudah sampai? Kami hampir sampai.
Bilang pada penjaga untuk beri ayah kursi untuk duduk.
Yeah, okay.
Ibu takkan beri kau HP lagi.
Nyalakan ACnya...kita tidak bawa mobil setiap hari.
- Jangan, itu mengganggu kecepatan mobil! - Miser...
Sertifikat Berpartisipasi dalam tarik tambang!
Hadiah ke3 dalam Lomba Balap Karung!
Hadiah ke2 dalam lomba Jeruk dan Sendok!
Wow...lagi.
Lihat warna sawo matang di wajahnya karena berjam-jam di bawah matahari.
Kau takkan percaya betapa kami sangat bersenang-senang hari ini.
Lombanya ketat, seorang wanita coba menyelinap di depanku...
Okay, okay, juara.
Ayah sudah menunggu lama, dia pasti lelah.
Benar, sis. Ya, sis.
- Duduklah, akan kubawakan teh. - Ayo.
- Benar, sis. - Ya, sis.
Hey Subodh?
Kau tahu namaku?
Ashok, kau belum perbaiki TVnya?
Kakek, tidak ada yang dengar ayah.
Pranav, kau terlalu banyak bicara.
Cuci tangan, semuanya.
Yah, ayo jangan bicarakan soal TV.
Itu pertengkaran tanpa akhir.
Pertengkaran apa?
Aku akan ke pengadilan konsumen untuk minta ganti.
Lihat saja.
Hmm..pengadilan konsumen.
Minumlah secangkir teh sebelum kau pergi, ok?
Silakan duduk...
Yah, lihatlah yang dimenangkan juara Olimpiade kita kali ini!
Seperti dia masih sekolah.
- Benar, sis. - Ya, sis.
- Hey juara, tirukan seseorang. - Tidak, sis...
- Hema Malini. - Ya, ya.
Bukan, Sita-Gita.
- Sridevi. - Ya, Sridevi.
Kesayangan.
Pranav berhenti buat suara menyebalkan itu.
Kau akan kena pukul sekarang.
Tante kembar.
- Tante tahu apa? - Apa?
- Harus kubilang pada mereka, bu? - Apa?
- Katakan. - Diam. Diam.
Ibu akan mengendarai taksi. Bukan satu, bukan dua, tapi lima!
Sulochana Travels... Halo.
Sulu, apa-apaan ini?
Dia hanya mengoceh.
Ngomong-ngomong, apakah bank beri pinjaman untuk beli taksi?
- Lima taksi? - Tidak, hanya satu untuk sekarang.
Yeah.
Jadi..kau mau mengendarai taksi sekarang.
Tidak, saudari. Ini bisnis.
Taksi apa?
Kubilang padamu berkali-kali untuk belajar sesuatu dari saudarimu.
Tapi tidak.
Gabung ke bank.
Tidak.
Kau gagal tiga kali di SMP!
Kalian tidak membantu diri sama sekali. Lakukanlah sesuatu.
Pranav, apa kau seperti ibumu dalam pelajaran?
Jika kau dapat telur di rapormu...
...maka kau akan jual telur saat kau besar!
Jika kau dapat telur di rapormu maka kau akan jual telur saat kau besar!
Cangkir...
Aku belum selesai...
Hey Juara, ada yang salah dari ucapan ayah?
Tentu tidak, semuanya salahku.
Aku hanya bilang karena kaget.
Aku tidak mau lakukan apapun.
Kami semua tahu kau mau lakukan sesuatu.
Sejujurnya, aku tidak mau lakukan apapun.
Aku selesai...
- Kalian yang lakukan saja, ya. - Yeah...
Kerja bank, pinjaman, rumahmu sendiri...
- Mulai lagi dia. - Tidak, dengar aku.
Lanjutkan, lanjutkan, kami dengar.
Ayah punya masalah denganku, kan?
Kenapa dia harus terus ulangi aku gagal di SMP?
Dan itu juga di depan Pranav!
Apa lagi yang akan dia katakan? Bahwa kau lulus karena keistimewaan?
- Tahun pertama aku sakit penumonia. - Yeah.
Tahun kedua, ada pertanyaan di luar silabus.
Kau tahu bahkan Gunjan Dubey, nomor satu di kelas gagal.
- Dan di tahun ke3... - Kau temukan Ashok di luar kelas karena uang sekolah.
- Jadi? - Jadi...
Jadi apa?
- Jadi apa? - Berhenti ulangi.
- Jadi tidak ada apa-apa. - Apa maksudmu tidak ada apa-apa?
- Kau hilangkah dana bisnis kami Rs. 30,000. - Lupakan, sis...
Aku akan bayar kembali pada kalian.
Aku tidak minta kau bayar sekarang.
Tapi kau terus ingatkan aku.
Ayah menguliahkanku di sana dan kalian berdua menguliahkanku di sini.
- Apa kalian baca biodataku? - Lain kali saja.
Empat halaman dengan daftar panjang hobi!
Kenapa kau tidak fokus ke satu hal saja? Kau tahu apa...
...kau harus coba ujian SMPmu bersama Pranav.
- Kau pasti lulus kali ini. - Lupakan, sis. Biarkan saja.
Ada apa?
Membuat telur.
- Mulai lagi dia. - Telur?
Bulan depan ulang tahunmu. Simpan ini.
Ada properti bagus di Borivali.
Kenapa kau tidak ke sana?
- Tidak perlu untuk ini. - Simpan ini, nak.
Dan, jaga emosimu.
Pranav, konsentrasi pada pelajaranmu... atau kami akan datangi kau suatu hari nanti.
Jangan lupa acara masuk rumah baru. Tepat waktulah.
- Dah. - Dah.
-Yah, kau harus beli mobil seperti itu. - Diam!
Ashok, tolong pijat kakiku. Aku sangat lelah.
Sulu...apa aku botak?
Apa yang ayah bilang?
Properti lama yang sama...rumah... kenapa beli rumah begitu jauh?
Perbincangan lama yang sama.
Dan, kau bilang apa?
Aku jelas bilang aku akan beli rumah pertanian di Alibaug.
Nantinya, kita akan debat di pabrik baja. Tapi kubilang, hey yah...
Mereka benar. Diselesaikan dengan baik.
- Dan kau terjebak bersamaku. - Sangat benar.
Kasihan Sulu.
Kasihan Sulu, huh!
Kemarilah.
Nyanyi sebuah lagu?
SP Balasubramaniam?
"Batata Vada..."
"Batata Vada..."
"Aku tidak mau berikan hatiku..."
"...tapi harus."
"Batata Vada..."
"Batata Vada..."
Pranav. Pranav.
Bangunlah.
Kesayangan.
Kau tidak habiskan makananmu. Habiskan.
Beri ayah HPnya. Kau selalu bermain HP.
Ayolah.
Jika kau kembali dan bilang kau makan dari kotak makan Chetan...
...maka aku akan memukulmu.
- Ashok. - Yeah.
- Dah. - Rapikan rambutmu, Pranav.
Pelan-pelan.
Harinya akan panjang, Aku harus betemu Shanu juga.
Hai.
Halo.
Teh?
- Teh? - Lain waktu Sulu.
Sangat lelah hari ini.
Jam berapa penerbanganmu besok?
Jam 8pagi, aku akhirnya bisa tidur sebentar.
Hai...
Kau lakukansekarang.
Ingat Bhagyashree, jika kau kotori bajuku hari ini...
Kenapa kau... aku tidak akan lepas kau hari ini. Kau pikir kau siapa?
- Kau pikir kau siapa? - Kau pikir kau siapa?
Kau merusak jarumku.
Aku tidak akan biarkan kau kali ini.
Kita mungkin musuh sejati, tapi tidak di tempat kerja.
- Kau... - Kau bajingan sialan...
Omar... Omar...
Kau kena diabetes, kau akan mati jika berkelahi begini.
- Ini hari pemakamanmu. - Jangan...jangan pukul dia.
Apa yang kalian berdua sedang lakukan?
Ayo.
Halo.
Jangan ikut campur, tuan.
Akan kutunjukan padamu.
Aku...aku akan...
Mathuradas dan saudara...
Aku berhenti. Ayo tutup tempat ini...
...karena tidak ada tujuan sama sekali.
Seperti yang anda lihat, ada keributan di luar.
Aku sudah berurusan dengan ini selama 12tahun.
Tapi tidak lagi.
Anda tahu apa? Aku berhak dapat penghargaan di Hari Republik!
Dengar...berdoa takkan membantu...
...kita harus lakukan sesuatu.
Tidak bisa berlanjut seperti ini.
Bulan lalu seseorang kehilangan gigi dalam perkelahian.
Aku bawa gigi itu di sakuku tapi tidak ada yang datang mengambilnya.
Katakan padaku...
Maksudku seseorang...
Siapa dia?
Apa dia baru di sini?
Pemagang?
Kuharap anda tahu cara berkelahi.
Dan anda tahu...
"Di bawah bayangan pohon tua banyan."
"Ada suara burung bersama laut luas."
"Saya menulis surat,
"Saya mengirimkan ke semua teman-teman saya."
"Dan cukup yakin, kantor pos akan mengirimkanya hari ini."
"Saya pulang ke rumah dan bertanya."
"Saya tidak sabar menunggu balasan."
- Ulangi sekali lagi? - Ya, Pak.
"Di pagi hari yang sendu,
di bawah bayang pohon tua Banyan."
"Suara burung bersama laut yang luas."
"Saya menulis surat,
Saya mengirimkanya ke semua teman-teman saya."
"Dan cukup yakin, Saya tahu kantor pos akan mengirimkanya hari ini".
"Apa yang teman-teman saya pikirkan?."
- Ulangi? - Ya, Pak.
"Di pagi hari yang sendu..."
- Laljibhai. - Huh...
Kau harus mulai buat pengiriman ke rumah.
Well, petugas pengirimanku tidak nganggur.
- Yeah...aku bisa lihat betapa sibuknya dia. - Yeah...
Kau lihat...jika kubuat dia naik dan turun untuk produk kecil untuk rumah...
...maka dia akan berhenti hari berikutnya.
Saranku kau ambil sapu ini.
Dan, jika kau mau barang-barangmu dikirim ke rumah...
...maka kau harus beli setidaknya Rs.500.
Maka dia akan kirimkan.
Maaf, aku harus jawab ini.
Halo.
Ya, Nyonya.
Yeah, anak-anak sedang bebas tugas.
Akan kusuruh dia.
Kembalian, kumohon?
Halo.
Tidak...
Aku tekan satu... Aku tekan satu untuk bahasa Hindi...
...kenapa kau berbicara bahasa Inggris?
Tapi kau harus ada di jalur dua, kan?
Tidak lapar.
Namaku? Namaku Ashok Dubey.
Tanggal lahir?
Untuk apa? Supaya kau bisa ucapkan selamat padaku?
Halo...
Berhenti buang waktuku.
Biar kubicara pada pria yang selalu jawab telponku.
- Siapa namanya? - Deepak!
Konsentrasi.
Beri aku nomornya.
Apa maksudmu tidak bisa?
Kau pikir apa yang akan kulakukan padanya?
Baik, aku akan ke pengadilan konsumen.
Apa maksudmu bilang tidak padaku?
Aku beli TVnya seharga Rs.20,000
Sudah 7bulan dan 3hari.
Aku tidak mau mekanik, Aku mau penggantian.
Telpon bosmu.
Kutemui kau...
Kutemui kau di pengandilan.
Halo... Halo...
Mereka tutup.
Aku menakuti mereka.
Orang-orang ini sungguh takut padamu, eh!
Kau pikir ini lucu.
- Aku sudah... - Aku tidak bilang itu.
Pranav, konsentrasi pada pelajaranmu.
Apa yang kulakukan?
Berhenti berteriak pada anak malang saat kau marah padaku.
Berhenti berteriak padaku saat kau marah pada pertugas TV.
Tidak ada gunanya berdebat denganmu.
Sudah lama sejak kita berdebat.
Sulu.
- Benarkah? - Apa?
Apa yang baru saja kau bilang.
Apa?
Kau tahu... berdebat...
Tidur.
Sulu...bagaimana Dr. Batra tahu rambutku rontok ?
Aku terus dapat pesan ini darinya.
Halo.
Halo, apa saya bicara pada Sulochana?
- Ya. - Saya bicara dari Radio Wow.
Apa anda ambil bagian dalam kontes Terhormat 'Sawaal Batao Seeti Bajao'?
- Ya. - Nyonya, anda telah menangkan kontesnya...
...dan anda akan bicara pada RJ Albeli Anjali selanjutnya.
- Sekarang? - Ya, kapan lagi?
Baiklah, selamat datang di Radio Wow, radionya Wow...
...dan ini Albeli...
Albeli Anjali, dan bersamaku penelpon pertama...
Yang adalah Ny. Sulochana!
Selamat, Sulochana. Tepuk tangan, tepuk tangan.
Karena anda baru saja memenangkan panci presto.
- Jadi bilang apa? - Wow!
Albeli, aku sangat menyukai suaramu.
Terima kasih... terima kasih, Sulochona.
Tapi katakan pada saya, Sulochana...apa pekerjaan anda, dimana anda tinggal, sekarang.
- Namaku Sulochana. - Err...kami tahu.
Aku ibu rumah tangga.
Tinggal di Virar, dan sekarang tidur.
Tidur, sekarang?
Ya...
Kau lihat, Aku bangun 5:30 setiap pagi.
Aku hanya ketiduran.
Kau tahu apa, Sulochana, boleh aku panggil Sulu?
Ya...bisa.
Bahkan Ashok...suamiku, memanggil saya Sulu.
Kau sangat manis, Sulu.
Kau bisa bersiul?
Well, aku bukan tukang masak dengan panci presto
Itu benar...
- Tapi aku bisa bernyanyi. - Bernyanyilah.
Penyanyi Sulu, biarkan Mumbai mendengarkanmu bernyanyi.
Okay.
"Suaramu manis seperti pembual."
"Berwajah polos."
- Wow...wow...wow - Aku belum selesai.
- Okay, okay. - "Mata bergaris hitam."
"Bibir menyala."
"Aku kehilangan hatiku."
- Wow...wow...wow, Sulu, gemilang. - Terima kasih.
Sekarang aku mau tahu perasaanmu...
...memenangkan barang baru panci presto terhormat ini.
Sebenarnya Albeli, aku tidak mau panci presto.
Apa?
Halo. Boleh aku dapat TV sebagai gantinya?
Uh Oh...Kurasa Sulu baru saja terputus
Albeli...
Albeli?
Halo.
Halo...Halo...
Aku tidak bisa beri TV pada Sulu
...tapi dia tentu akan dapatkan panci presto itu...
...dan juga lagu berikut ini dipersembahkan untuknya.
Halo.
- Nyonya, anda bilang apa barusan? - Aku masih mau pancinya.
Tapi anda baru saja bilang tidak mau itu.
- Ukuranya berapa? - Aku tidak tahu ukuran, Nyonya.
Ngomong-ngomong, anda punya kontes untuk TV?
Nyonya, kami tidak adakan kontes untuk TV sekarang ini...
...jika anda masih mau panci prestonya, datanglah jam11 besok.
Dimana? Dimana? Akan saya tulis.
Tunggu sebentar.
Satu lampu darurat, peralatan makan, satu kontainer dan sekarang panci presto.
Anda memenangkanya sendiri
Selamat!
Kau tahu berapa banyak uangmu yang kuhemat?
Aku akan ke Radio Wow besok.
Tapi, kita sudah punya radio.
Sulu.
Kau tahu aku sangat bosan.
Aku ingin tahu...kenapa kita tidak mulai sesuatu sendiri.
Kau dan aku... 50-50.
Bisnis.
Tidak!
Kemitraan bukan kesukaanku.
Baik. Hebat.
Selamat pagi, anda sedang mendegarkan Radio Wow.
Jadi bilang apa... Wow!
Hari ini bisa jadi hari anda. Jadi keluarlah.
Biarkan mimpi anda dipanggang di bawah sinar matahari.
- Biarkan senyumu menghiasi harimu. - Pranav, bangun!
Ini harimu, Ini harimu.
Alih Bahasa oleh Riikean
- Ibu - Ibu datang!
Sulu, beri handuknya.
Ayo, ayo!
Dah.
Apa lift ini ke kantor Radio Wow?
Nyonya, petugas keamanan memanggil anda.
- Saya? - Dia akan datang. Yeah...
- Anda panggil saya? - Tidak, Nyonya. Tidak.
Hai Girija, tolong lihat masalah 'Kuri'...
...dengan pelayan makan siang yang mendesak
- Sekarang harus kujawab apa? - Itu yang akan kau dapat dengan anggaran kecil.
Itu bukan berarti kau tidak layani kami dengan baik.
Halo Nyonya, ada yang bisa kubantu?
Namaku Sulochana...
...Pemenang kontes "Sawal Batao, Seeti Bajao".
Ya, Isilah formulir ini.
Vishnu, beri nyonya ini panci prestonya.
- Anda bisa isi di sana. - Okay.
Aku sekolah di sekolah biara...
...apa pantas gadis yang didik di Biara Convent berdebat soal 'Kari'?
Beri aku cekku, Nyonya.
Mataku jadi merah!
Tapi apa yang kutulis di sini? Berikan cekku saja, nyonya.
Aku bosan hadapi masalah ini setiap hari.
Akan kutinggalkan catatan...
...bilang 'Kari'-mu penyebab kematianku.
Berikan cekku.
Ya, Nyonya.
Permisi, Nyonya... aku mau ambil bagian...
...dalam kontes 'Kau bisa jadi seorang RJ'.
Nyonya, tidak ada kontes. Yang ada wawancara.
Jadi...apa anda pernah lakukan sebelumnya?
Tidak, tapi aku bisa.
- Beri saja formulirnya. - Tidak ada formulir.
Anda tahu apa, pulang dan rekam suara anda...
...dan kirim ke email. Akan kulanjutkan ke atasan.
Halo, ya?
Tolong tunggu panggilanya.
Anda tahu, Nyonya. Telponku sangat tua...
- ...dan tidak merekam dengan baik. - Aku mengerti.
Jadi, kenapa anda tidak rekam suaraku sekarang?
Anda tahu apa, Aku akan telpon anda besok.
Aku punya nomor anda.
Tapi aku tidak bisa kembali besok. Aku sibuk.
Kubisa selesaikan... Maksudku, antar wanita...
Jika anda bisa.
- Cekku, Nyonya. - Tunggu sebentar.
- Nyonya... - Kenapa anda tidak telpon seseorang di dalam?
Katakan aku pemenang kontes.
Kumohon.
Halo, Nyonya. Pemenangnya mau bicara pada anda.
Okay.
Dia minta anda kembali besok.
Dia sibuk...
- Dan kau... - Anda tidak meminta dengan baik.
Apa maksud anda? Aku baru saja telpon di depan anda.
- Berikan cekku. - Anda tidak bilang namaku...
Hey Girija, ada apa?
- Ada apa? - Halo, Nyonya.
Dia sedang membuatku pusing.
- Dia mau diberikan audisi. - Mengganggu anda?
Aku bilang tidak bisa, semua orang sibuk sekarang.
Ya, dia telah...
- Biar kubicara. - Sudah kubilang padanya...
- Biar kubicara. - Baiklah.
Aku sudah bilang padanya mau ambil bagian dalam kontes RJ.
Yang kuminta hanya formulir.
Tapi kubilang pada anda...
Tapi dia bilang padaku...
Girija.
Nyonya, siapa namamu?
Namaku Sulochana.
Pemenang kontes "Sawal Batao, Seeti Bajao".
Sulu?
Kau Sulu, kan?
- Kau kenal aku? - Pertanyaan apa itu.
"Suara manis seperti pembual."
Ya, aku nyanyikan lagu itu.
Dan aku Albeli.
Albeli Anjali?
Kita bicara kemari.
Kau mau jadi RJ?
Aku bisa coba...beri aku kesempatan saja.
"Mata bergaris hitam. Bibi berapi-api."
Siapa tokoh ini?
"Aku kehilangan hatiku."
"Wow wow Sulu, cemerlang."
Okay.
Girija, apa Maria ada di ruangany?
Sulu...itu ruang siaran kami...
...dimana kami bawa acara kami.
- Terlihat bagus. - Diam.
Kau tadi dimana?
Apa ini jadwal untuk tayang?
Aku tadi mengunjugi protes oleh para penyair.
Dan kepalamu kenapa?
"Luka ini..."
"Luka yang dalam ini..."
"Bukan hanya sekedar luka, tapi kesaksianku..."
"antara waktu subuh dan senja."
Pengecut... itu bukan apa-apa.
Ini luka dalam, Nyonya.
- Haruskah aku... - Tidak, tak apa. Silahkan masuk.
Masuk.
Maria...Sulochana.
Sulu.
Pemenang kontes "Sawal Batao, Seeti Bajao".
Panci presto.
"Suara manis seperti pembual."
Hai... Aku Maria.
- Aku pimpin Radio Wow. - Hai.
- Juara. - Maaf.
Juara.
Maaf, kami tak bisa beri kau TV
...tapi, kau harus nyaman dengan pasti presto sekarang.
Sebenarnya, dua minggu lalu...
...aku berdebat sengit dan beli panci presto yang sama.
Kau tahu para suami bagaimana.
Aku tahu... maksudku aku paham
Tapi, kau bisa undang kami makan siang suatu hari...
Tidak, ini hadiah.
- Aku punya saudari kembar. - Okay.
Aradhna-Kalpana.
Dan aku Sulochana.
Jadi, ada acara syukuran rumah baru di rumah Kalpana.
Aku piki ini bisa jadi hadiah terbaik untuknya.
Okay...
Well, itu bagus.
Sangat senang bertemu denganmu.
Tetap dengar radio kami. bilang apa...
Wow.
- Pelajar yang cepat. - Ayo.
Nyonya Maria, aku lihat poster kontes RJ di luar.
Aku ingin ikut.
Kau mau jadi RJ?
Punya pengalaman sebelumnya?
Tidak, tapi aku tahu aku bisa.
Kembali ke masyarakat lama kita...
...Aku mau bicara dengan mic di setiap kesempatan yang diberikan.
- Biar kukenalkan... - Aku tahu dia.
Benarkah?
Tentu saja, dia sangat terkenal.
- RJ kami, produser, penyair, revolusioner. - tukang protes.
Tukang protes. Tukang protes.
Katakan nama lengkapmu.
Pankaj Rai Baghi.
Tn Baghi akan mengaudisimu.
Pernah audisi sebelumnya?
Ya, pernah.
Audisi final kontes 'Asli Mummy', Goregaon East.
Pemenang, 'Fastest Sari Tying' Kompetisi Sanjeev Enclave Society.
Pemenang kedua, kompetisi menyanyi
Kontes Lagu Sedih Lata Mangeshkar.
Dan, 'Main Radio ki Fan Hoon'.
Baiklah, lanjutkan.
Dan, Kontes Radio 'Main Radio ki Fan Hoon, Mere Fan Mein hai'.
Lalu, Announcer Shivalik Society, empat tahun.
Pemenang, 'Fastest Vegetable Cutter' 2010-2014.
- Dan acara dansa untuk para ibu. - Sudah kulihat itu.
Aku audisi itu juga.
- Diselenggarakan dengan sangat buruk. - Okay.
Antrinya panjang.
Tapi kami para wanita memainkan 'Antakshari' di luar.
Dan, aku menangi itu juga.
Itu cara kami habiskan waktu sampai jam2.
Lalu, waktunya Pranav pulang rumah.
Jadi tanggung jawab duluan.
Tentu saja.
- Ini... - Gunakan ini, Sis.
Maaf.
- Foto. - Foto.
Ayolah.
Barang bagus. Bisa kita mulai?
- Aku harus lakukan apa? - Berhenti.
Jangan berteriak.
Ini kertasnya, itu adalah kalimatmu.
Itu mic-nya, Kau harus bicara di sini.
Bukan berteriak, bicara dengan lembut.
Halo...
"Saya di sini untuk menerangi malam anda..."
Tunggu. Tunggu.
- Maria, boleh aku? - Yeah...dia akan tunjukan bagaimana caranya.
Okay.
Halo...
- Apa ini? - Ayo.
Kenapa dia tertawa?
Sulochana, dengar.
Halo...
Saya di sini untuk menerangi malam anda dan buat mimpi anda jadi kenyataan.
Langsung tekan nomor saya dari hati anda...
...dan bicara pada saya.
Maukah anda?
Maksudmu seperti Astris Helen?
Kau lihat, aku bisa tiru Aktris Hema Malini dan Sridevi.
Seperti... kesayangan.
Okay, tidak... kau tidak harus begitu.
Suaramu sangat bagus.
Jadi pakai suaramu.
Ayo, Sulochana.
Halo...
Halo...
Bagus.
Aku sedang rekaman di Inspire BKC.
Aku sibuk 2jam ke depan.
Datang lagi nanti, okay.
- Mekanik TV, 7bulan lalu... - Nyonya.
Tolong lakukan jika kau mau, atau tidak.
Jangan buang waktuku, aku orang sibuk.
- Maaf. - Lihat Sulochana, seperti ini.
Halo...
Seksi.
Kau paham seksi?
Ayolah.
Halo...
Saya di sini untuk menerangi malam anda...
...dan untuk...
Kau lihat pena ini...
Ya.
Ini lebih kuat daripada pedang.
Kata-kata indah harus mengalir dari mutiara sebuah kalung.
Kita tidak sedang menjual pernak-pernik di kereta api.
- Maria? - Santai.
Baiklah, sangat senang bertemu denganmu.
- Dan, kau punya suara yang sangat seksi. - Aku tahu.
Ini kartu namaku...
Telpon aku.
Halo...
Halo...
Saya di sini untuk membuat malam anda berwarna...
Sulu, apa kau sakit tenggorokan?
Tidak, aku hanya istirahatkan tenggorokanku.
Ada apa?
Kemari...
Biar kulihat.
Buka lebar.
Bukankah ini seksi?
Apa?
- Lupakanlah. - Tidak... siapa yang bilang begitu?
Tenggorokanku sakit.
Aku banyak bicara dengan mic tadi.
Aku akan jadi RJ.
Apa ini sekarang?
Radio.
Seperti para RJ yang bicara di radio.
Huh...
Bagaimana jika mereka minta ijazah SMPmu?
Bagaimana soal taksimu yang diparkir di bawah?
Siapa yang akan menjaganya?
Ingat Sai Pav Bhaji dekat kantormu.
Kau benar, Pav Bhaji mereka sangat seksi.
Sulu...yang panggil kau seksi.
Siapa yang panggil kau seksi?
Anda sedang mendengarkan Radio Wow. Jadi bilang apa...Wow!
Kau mau jadi RJ juga?
Kau punya yang diperlukan?
Jadi jangan pikir dua kali.
Ambil telponya dan bilang...
Halo.
Halo...Lalji.
Huh.
- Bos. - Huh.
Siapa itu sekarang?
Siapa itu?
Halo.
Halo...Lalji.
Yeah...
Aku bicara dari C-507, Jal Padma.
Ya.
Aku butuh sapu, tolong.
Tentu saja.
Aku tunggu.
Kau akan bawakan, kan?
Ya.
- Hey...ambilkan sapu. - Harus kuantarkan?
Aambil sapu saja.
Wow, sebuah kejutan Lalji Bhai, Bagaimana bisa?
Kenapa kau tak urusi saja urusanmu?
Sapu dan lainnya.
Tidak ada lantai5 di gedung ini.
Aku punya asma! Aku bisa mati!
- Sapu. - Tidak, aku sudah punya satu.
Api?
Ini...lakukan ini.
Tuan, aku demam. Aku mau pulang.
Tunggu sebentar.
- Yeah, Sulu. - Halo.
Sulu...
Ada apa?
Apa kau sakit perut?
Mungkin.
Aku demam, bukan masalah pencernaan.
Kenapa kau tak minum enteroquinol atau rantac D?
Di sebelah lemari TV.
Enteroquinol... dan Rantac D.
Jika kau tidak merasa baikan, temui Dr. Savita.
Tapi... aku butuh Dr. Ashok.
Aku demam tinggi, Tuan.
Boleh aku pulang?
Kurasa kau sudah gila.
Kenapa?
Kau takut, Dr. Ashok?
Cukup, Sulu.
Ngomong-ngomong, kau terlihat sangat manis pagi ini.
Tuan, mereka memanggil anda.
Sulu, aku harus pergi sekarang.
Bisa kutemui kau segera?
Katakan padaku, Dr. Ashok.
Dan jam6. Ya
Terima kasih, terima kasih.
Bu, ayah pulang.
Pranav...nak, kemari.
Cepat.
- Kemari. - Ada apa?
Ini dokumen penting.
Fotokopi masing-masing lima.
Dan, bagi atau dua saat kau di sana.
Aku selesai kerja lebih awal hari ini.
Yah, uangnya.
Ini dokumen penting.
Fotokopi masing-masing lima.
Dan, gunakan waktumu.
"Lagu berikutya diminta oleh raja Virar..."
"...Ashok dan ratu Sulochana."
"Suasana memanas..."
"...disarankan tetap nyalakan kipas anda."
"Suhu di luar 40derajat,
...sementara di dalam..."
Kau sedang apa Ashok?
Aku terluka.
Sekarang bereskan.
Omong kosong apa ini? Dan apa ini?
Anak-anak!
- Apa ini? - Pak, itu dia.
- Tidak Pak, itu dia. - Tidak Pak, itu dia.
Anak-anak, bicara dalam bahasa Inggris.
- Pak, itu dia. - Pak, itu dia.
Nasib anda ada di tangan anda.
Berlian tidak berkilau setiap hari.
Anda punya bakat, jadi jangan pikir dua kali.
Jangan makan itu, mainkan.
Dan, main hanya setelah aku selesai bicara.
"Keterlambatan menyebabkan kegelapan, tapi kegelapan lebih baik dari bencana."
"JP...JP Papad membawakan lagu."
"Lagu yang lebih daripada superhit."
Coba gunakan 'segar' juga.
Yeah, yeah...
Maria, di awal atau akhir?
Tuan, katakan dimana?
Dimana saja... di tengah.
Ide bagus, taruh di tengah.
"JP...JP Papad bawa lagu segar."
"Lagu yang lebih daripada superhit."
- Halo. - Halo, Nyonya Maria.
Ini Sulochana.
- Pemenang kontes. - Tidak bisa bicara sekarang
Tapi JP tidak pas dengan iramanya.
- Tapi kami tidak punya irama apaapun, kami mau JP. - Yeah.
Tapi akan terdengar murahan. Akan terdengar aneh.
- Atau tinggalkan saja segar. - Tidak.
- Jika Papad tidak segar, rasanya tidak enak. - Yeah.
Halo.
Saya di sini untuk menerangi malam anda...
- Kubilang tidak bisa bicara, berhenti telpon aku. - Kau tak paham.
Kau tak paham.
- Bisa kau tambah dua JP lagi? - Ide bagus.
- Aku bisa tambah 5 JP.. - Brilian!
- 5 kali. - Yeah.
Dengarkan ini.
JP...JP...JP...JP...JP... JP segar dan lezat.
- Tapi dimana papadnya? - Uh.....Burung gagak mengambil papadnya.
Okay.
- Burung gagak? - Burung gagak?
Dia bilang apa? Burung gagak apa?
Saya penyair.
Selama 4jam terakhir, anda telah mengoceh soal papad.
Tambah ini...tambah itu... olesi lem...
Saya kesal.
Jangan mulai sekarang. Cukup...hentikan.
- "Ada api yang mengamuk di hatiku..." - Omong kosong apa ini?
Tuan, duduklah.
Dari pada "ho ho", bisa kau katakan "papad"?
Pankaj, dia sedang rekam semuanya. Kau sedang apa?
"Mereka yang menjual jiwa mereka, takkan bisa tidur sekedippun."
- Pankaj, hentikan. - Aku tak mau perkerjaan ini.
Pergilah ke neraka.
Tuan, saya sungguh minta maaf. Saya akan segera kembali.
Pankaj, kau sedang apa?
Ke neraka dengan pekerjaanmu. Aku pergi.
Baik. Enyahlah.
- Jangan pernah kembali! - Okay.
Ada yang...
Ada lagi yang mau berhenti? Silakan.
Ada lagi yang berpikir ini pekerjaan murahan, bisa gabung dengan dia.
Aku akan ke sana jam 7:30.
Aku tutup sekarang, kita bicara nanti.
Okay, dah.
- Ashok Dubey. - Ya, Ashok Dubey.
Aku Sanjay. Cicit.
Ya...aku tahu.
Kita pernah bertemu sebelumnya.
- Benarkah? - Yeah...
- Kau membantuku dapatkan SIMku. - Oh ya...
Kau sangat muda waktu itu.
Jadi Ashok, aku putuskan ambil alih Mathuradas & Great grandsons.
Aku mengerti...
Jadi, Ashok, yang kumau kau lakukan adalah...
...beri aku semua laporan penjualan...
...laporan klien, laporan kejadian luar biasa, neraca.
Hari ini.
Segera setelah semua siap...
- apa itu butuh waktu? - Pak, itu tumpukan besar.
- Sejam atau dua jam? - Tidak...
Bisa sehari?
Tidak selama itu.
Pil...
Pil anda.
Dan satu lagi, Ashok.
Seperti yang kau tahu, ada kekurangan ruang.
Jadi aku pikir pindah ke kabinmu.
Dan kau...duduk di luar, di bagian Admin.
Ayo sekarang, aku yakin kau bisa menyesuaikan diri.
- Tidak ada ruang di luar, Pak. - Tidak apa-apa.
Tunggu sebentar.
Halo.
Tante Mithu...
Ashok, berapa gajimu?
Rs. 40,000.
- Rs. 40,000? - Ya.
Okay? Lanjutkan, terima kasih.
Yeah...
Aku tak mau makan kari ayam. Berapa kali kubilang padamu?
Tia tahu aku benci kari bawang.
Yeah...
Tidak ada kesalahan dalam nasibmu, lihat nak, nasibmu tergantung padamu.
Jangan.
Biar ibu lihat buku harianmu. Sudah lama ibu tidak melihatnya.
Tinggalkan itu. Lihat ini.
Rumahnya ayah.
Pranav.
Ini kali kedua bulan ini, Ashok.
Sangat bagus, kau buat contoh baik bagi Pranav.
Tunduklah.
Bu, ayah akan muntah hari ini.
Diam. Ambilkan handuk. Sudah kubilang.
Maaf, Sulu.
- Mathuradas itu... - Pergi tidurlah!
Aku habiskan 12tahun untuk bangun semua ini...
Seseorang muncul entah dari mana...
Kenapa kau minum jika tidak cocok bagimu?
Besok kau akan sakit kepala.
Tidurlah sebentar.
- Sulu. - Ya.
Mereka ambil mejaku.
Lihat...
Aku tidak cuti seharipun.
Aku bekerja sangat keras, dan...
- Maaf. - Kita bicarakan besok. Tidurlah sekarang.
Halo, Nyonya.
Kami punya gym, sesi kardio...
...dan kami baru saja memulai sesi Zumba di lantai atas.
Mau berkeliling?
Tidak, aku di sini untuk kerjaan...
Resepsionis.
- Ya. - Siapa namamu?
Sulochana.
- Darimana? - Virar...Jal Padma Society.
Punya pekerjaan sebelumnya?
Tidak.
Kopi.
Macet sekali hari ini.
Jadi akhirnya kutulis beberapa kalimat pada JP Papad.
Kau bilang apa saat pergi?
Maaf, Maria.
Katakan dengan keras.
"Aku tidak mau pekerjaan murahan ini."
Ingat...
Ingat bagaimana kau dapat pekerjaan ini awalnya.
- Maafkan aku. - Kumohon padamu...
Jadilah penyair...lakukan apapun yang kau mau.
Konsentrasi pada syairmu.
"Api mengamuk..." Apa yang kaubilang kemarin?
Dan kau tahu apa, aku tidak peduli.
Aku tidak peduli. Pergilah.
Aku akan yakinkan tuan JP. Maafkan aku.
Aku beri kau pekerjaan ini karena kau teman.
Aku lebih baik beri pekerjaan ini pada orang lain.
Maksudku... bagaimana tentang tante pemakai Sari itu
Jadi ini gymku.
- Bukankah bagus? - Yeah.
Urus semuanya.
Aku akan bicara pada Pak Ganpat sir. Tidak masalah.
Tapi tanpa sari.
Ya?
Kau mau pakai sari?
Setidaknya dia punya rasa lapar.
Dia punya rasa lapar...
Lihat, biar kutunjukan padamu.
Lihat...5 panggilan tidak terjawab.
Dia mengirim pesan setiap hari.
"Aku bisa lakukan."
Maksudku kenapa tidak dia?
Nyatanya, itu saja.
Rencana yang bagus.
Tante pemakai sari, acara tengah malam.
Kau harus pakai baju olahraga dan sepatu.
Beli kaos kakimu sendiri.
Okay. Terserah yang cocok buatmu.
Okay.
Maaf.
Tunggu sebentar.
- Halo. - Hai, Sulochana.
- Yeah... - Dimana kau?
- Di gym? - Jam ini?
Ya, ini waktuku.
Dengar...bisa kau katakan 'Halo' sedikit untuk kami?
- Sekarang? - Ya, sekarang.
"Halo..."
"Saya di sini untuk menerangi malam anda..."
"...dan membuat mimpi anda jadi kenyataan, ini Sulu."
"Tekan nomorku dari hatimu..."
"...dan bicara padaku."
"Maukah anda?"
Yeah...
Maria, ini acaraku.
Kau bisa gabung mulai besok.
Rs 6000/bulan dan Rs 30/hari untuk transport.
Tidak, terima kasih. Gajinya terlalu rendah.
Naikan ke Rs. 40,000
Apa dia gila?
Ashok... Ashok...
Terima kasih. Selesaikan ini.
Sulochana, bagaimana gymnya?
Duduklah. Duduklah.
Tidak apa-apa.
Maaf aku tidak bisa jawab telponmu kemarin.
Hariku gila kemarin.
Bahkan suasana hatiku jelek.
Ya, apa kau tahu kenapa kau di sini?
Pankaj, tolong putarkan.
"Aku lelah menghindari kemacetan setiap hari."
"Kuharap aku punya seseorang..."
"...lalu, aku akan berbaring di lenganya dan mendegarkan lagu kesukaanku."
"Katakan yang harus kulakukan?"
Bagaimana kau akan bicara padanya?
Aku?
- Aku...tidak tahu... - Okay, Pankaj.
Lihat aku.
Halo...
Apa kabar, sayang?
Apa?
Aku sungguh suka pengemudi bajaj.
Bayangkan suatu hari kau ajak aku berkendara...
Kau injak gasnya, aku takkan injak remnya.
Kadang kau bersandar padaku, dan kadang kubersandar padamu.
Apa yang kau pikirkan, anak nakal?
Iyuuh, siapa yang bicara seperti itu?
- Aku tidak bisa... - Tidak, aku tahu.
Lupakan semuanya. Okay.
Bayangkan kau bicara pada suamimu.
Siapa namanya?
- Ashok. - Okay. Istimewa.
Jadi pikir saja kau bicara pada Ashok.
Dia pengemudi bajaj.
Sekarang bicara padanya.
Ada apa?
Kau lihat, tahun lalu dalam kompetisi busana menarik di lingkungan kami...
...Ashok berpakaian seperti nelayan..
- Jadi... - Pankaj.
Sudah selesai?
Coba?
Boleh aku?
Halo, pengemudi bajaj.
Boleh aku bilang Ashok saja?
Terserah. Apa saja yang buat kau nyaman...
Halo Ashok...
Kau tahu apa, Sulu ingin kau mengajaknya berkeliling Mumbai.
Dan saat kau pulang ke rumah dan lelah...
...lalu, aku akan memijat kepalamu.
Dan, jika itu belum cukup, Aku akan cekik lehermu...
Dan jika itu belum cukup, aku akan cuci semua pakaian kotor.
Sekarang berhenti buat alasan, dan dengarkan lagu ini.
"Perlahan masuklah dalam hidupku."
Itu cara kau bicara pada suamimu?
Aku katakan apapun seperti; Dia penurut seperti sapi.
Sebentar...
Halo, akan kutelpon kau kembali.
Itu sapi.
Kau mau jadi RJ?
Yeah...
Yakin?
Yakin.
Ini risiko besar bagiku. Pertama kali.
Aku bisa kehilangan pekerjaan karena ini.
Janji...
kau akan latihan?
100 persen.
Ini acara malam, kau bisa datang?
Apa aku dapat pekerjaanya?
Ini acara malam, kau bisa datang?
Well, aku gagal di SMP.
Sesuatu yang tentu mencurigakan.
Siapa yang bayar Rs. 40,000 untuk pekerjaan pertamamu?
Turunlah... kau tidak bisa perbaiki itu.
Aku akan telpon tukang listrik.
Sedang kulakukan.
Dan, tidak ada yang mencurigakan.
Mereka bilang sampai Rs. 40,000.
Jadi, mereka setidaknya akan beri aku Rs. 30,000.
Mereka akan bayar sesuatu padaku.
Aku akan jadi RJ, Ashok.
Suaraku akan didengar di radio.
Mereka pasti bercanda dan kau...
Mereka akan membodohimu.
Sulu...Sulu...
Sendirian, di malam hari...
Kau bilang aku bisa bekerja saat Pranav sudah besar.
Yeah... Maksudku kau langsung ke sana...
- ...saat kau ditelpon. - Ya, kurasa kau mabuk...
Bagus...
Kau sedang lakukan yang bagus, Ny. Sulochana.
Lakukan apapun yang kau suka.
Apa kau harus pergi hari ini?
Kita bisa bicarakan ini.
Baik, aku takkan pergi.
Sulu...
Kenapa kau selalu menempel dengan HP?
Lampunya mati juga.
Lihat itu...
Itu ruang rekaman.
Kopi.
Terima kasih.
Ini...
Pegang kata-kataku saja.
Aku janji takkan mengecewakanmu.
Terima kasih, Karan. Terima kasih.
Lihat nanti. Dah.
Jadi...juara, apa kabar?
- Suamiku, Ashok. - Hai.
Hai.
Senang bertemu denganmu. Silakan duduk.
Jadi, apa keputusanmu? Kau mau atau tidak?
- Tanya. - Apa?
Kau punya pertanyaan.
Tembak! Kau bisa tanya apapun padaku.
Tidak, semuanya... baik-baik saja.
Tengah malam... keamanan...
Kami akan urus transportasimu.
Jemput, antar pulang... kami akan lakukan semuanya.
Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Bagus.
Bagus.
Kau tadi tanya soal gaji.
- Apa? - Gaji?
- Belumkah kau diskusikan gaji denganya? - Santai.
Tuan, tidak ada.
- Tidak ada. - Tidak ada.
- Jadi, kita sepakat lanjut? - Ya.
Bagus sekali.
Maaf.
Boleh kita sebut acaranya, 'Tumhari Sulu'?
Yeah, itu bagus.
Itu bagus, huh?
Jadi kita siap untuk terbang..
Sangat bagus.
- Semoga sukses. - Terima kasih.
Selamat datang di Radio Wow. Ini jam 10:30 pagi.
Ini acara tangguh Featherlite yang menakjubkan ,...
...yang membua anda sampai ke langit.
Ini akan mendorongmu gila-gilaan.
Dan membuat hatimu bilang Wow...ini Wow."
Alih Bahasa oleh Riikean
Anda bersama Albeli Anjali di pagi yang indah lagi.
Saatnya perbaharui informasi kemacetan.
Jangan kemana-mana.
"
Bilang apa... Wow!
Dan saya RJ Sulu.
RJ Sulu.
Halo...
- Bisa lebih seksi. - Tidak, ini bagus.
Wow...bagus.
Lihat.
Tunjukan aku itu.
- Mau? - Ya.
Cukup.
- Kakak ipar? - Sedikit saja.
Cukup.
- Mau? - Tidak.
Ini mungkin ada jamnya.
Aku akan bekerja di stasiun radio.
Radio Jockey...RJ.
- Seperti Albeli Anjali? - Dia temanku.
Siapa? Albeli Anjali?
- Ya? - Temanmu?
- Ya. - Kata siapa?
Pranav, kau sedang apa? Letakan itu, itu mahal.
Letakan saja.
Dan gajimu?
Mulai Rs. 30,000
Dan 3bulan kemudian, Rs. 40,000
Rs. 30,000 selama masa percobaan?
Apa tugasmu, Sulu?
Bicara, ayah.
Mereka akam membayarnya Rs. 40,000 sebulan untuk berbicara.
- Benar, sis. - Ya, sis.
Benar, Ashok?
Huh...
Tinggalkan saja, Kamla. Kau bisa bereskan nanti.
Di sini.
Radio Jockey? Chulbuli Anjali temanmu?
Namanya Albeli Anjali.
Saudarimu akan mulai memburumu.
"Benar, sis. Ya, sis."
Kau bilang aku harus katakan pada mereka.
Benar, karena kau selalu lakukan yang kukatakan.
Sulu, kenapa kau tidak coba dulu?
Apakah cocok atau tidak.
Normalnya kau akan tidur dan keluar jam9 malam.
Sekarang tidak.
Sulu, kenapa kau harus bilang pada mereka ini acara malam?
Apa kau di pihakku atau pihak mereka?
Apa aku sedang lakukan hal yang benar, Ashok?
"Halo..."
"Masalahmu, kesendirianmu..."
"...suara patah hatimu, kehidupanmu."
"Sulumu akan mendengarkan semuanya."
"Telpon aku...dan bicara padaku.
"Maukah kau?"
Roti di piring panas, Tidak perlu panaskan ulang.
- Nyonya Sulochana, radio? - Yeah...
Masuklah.
- Menyetirlah dengan hati-hati. - Okay?
Okay?
Dengar...
Haruskah aku ikut?
Jangan khawatir tuan, Aku bawa semprotan merica.
Nyonya sangat aman.
Dah.
Semoga sukses.
Dah.
Boleh kubilang sesuatu, Nyonya?
Aku punya teman pria
Dia juga supir taksi.
Dia jemput penumpang wanita yang didudukan di belakang.
Dia turunkan kaca jendela...
...dan seorang pria mendekati taksi dengan skuter...
Hey, lihat jalanmu, kau.....
Maaf, nyonya.
Apapun mungkin sekarang ini. Sulit percaya siapapun.
- Putarlah sebuah lagu. - Yang mana?
- Apa saja. - Aku punya lagu baru dan lama.
Bagaimana kalau Rafi, Lata, atau Asha?
Orang Paskitan bernyanyi sangat bagus, Nyonya.
Tapi aku berhenti putar lagu mereka...
...karena sekarang ini...
...orang tersinggung karena apapun dan merusak jendelamu.
Sebenarnya, Nyonya...
Sulu, aku dapat gula tapi tidak bisa temukan daun teh.
Di atas rak.
Mentega...
Kenapa kau selalu simpan di situ?
Kau bisa buat teh?
Aku akan terbiasa sekarang, RJ Sulu.
Mulai besok aku akan buat teh sebelum pergi.
Halo...halo...
Halo...halo...
Pekerjaan pertama, Nyonya?
Yeah.
Bahkan suamiku akan sangat merindukanku.
Dia akan goreng ikan dengan minumanya.
Nanti dia akan mulai pesan dari luar.
Dan sekarang dia meninggalkanku.
Tapi semuanya baik-baik sekarang.
Aku punya mobil... ini perkerjaan yang terhormat.
Itu batasanya.
7 samudera, 7 peri, 7 puisi, 7 not...
- Selamat datang, Selamat datang RJ Sulu. - Terima kasih.
- Halo. - Apa kabar?
Masuk, silakan masuk.
Halo, Deepak.
Deepak, kenapa kau terdengar begitu gugup?
Aku di sini, jangan begitu gugup.
Aku telpon kau nanti, huh.
- Makan malam? - Tidak.
Maria, kau mau makan makan?
Maria tidak lapar dan aku juga.
Boleh aku?
Semoga sukses.
Halo, Sulu.
Halo...
Katakan lagi, Nyonya.
Halo...
Halo...
Aku tidak tahan... lakukan saja.
Siapa yang mau bicara dengan Sulu?
Nyonya, namaku Ramesh.
Dan, suaramu sangat manis.
Sebenarnya, Nyonya... aku terjebak dalam situasi.
Aku jatuh cinta dengan dua kakak adik.
Sharmila dan Pramila.
Katakan... siapa yang kupilih?
Aku sedikit bingung.
Halo Nyonya? Halo?
Tolong katakan padaku. Apa anda sudah tidur?
Kupas kacang bersamaku.
Kacang?
Apa anda sedang masak, Nyonya?
Ramesh, masalahmu sama dengan masalah yang dimiliki kacang.
Kacang terasa enak dengan kentang...
...sama juga dengan keju lembut.
Sekarang katakan yang anda suka.
Oh, Nyonya... Tolong katakan.
Baiklah...
Sekarang aku pegang dua kacang di tangan.
Pramila dan Sharmila.
Pramila sama dengan keju lembut...
...dan Sharmila sama dengan kentang.
Kau akan pergi dengan siapa, Ramesh?
Aku?
Ya kau.
Dengan Sulu.
Hey...
Anda sangat nakal, Sulu.
Terima kasih.
- Jadi, kau sedang apa sekarang? - Tidak ada.
Maka lakukan sesuatu.
Ya, ya.
Ayah, ayah sedang apa?
- Periksa garam. - Itu di piringku.
Berapa banyak roti yang kau makan?
Ayah tidak tahu?
Sulu, bisakah anda nyanyikan lagu romantis?
"Batata Vada..."
"Batata Vada..."
"Aku tidak mau kehilangan hatiku...
"Tapi harus."
Menakjubkan. Tolong beri aku nomor telponmu, Nyonya.
Tulislah.
1... 0... 0...
Apa Nyonya?
Oh benarkah...
Ashok? Pranav?
- Apa itu putramu? - Yeah.
- Hey sobat. - Hai.
- Aku Maria. - Pranav Dubey.
Senang bertemu denganmu.
Dia tidak bisa tidur, jadi kupikir...
Aku tadi tidur cepat, tapi ayah tidak.
Tidak...kami keluar jalan-jalan...malam...
Tidak apa-apa.
- Dia tadi bagus sekali. - Dah, Maria.
- Okay. - Dah.
Okay, Sulu... hati-hati.
Dah, sobat.
Sampai bertemu lagi, Ashok.
- Apa kau dengar? - Yeah...
Ayo pulang dan bicara.
Anda menakjubkan, Nyonya
Tuan, nyonya tadi hebat.
Maksudku suaranya... "Halo."
Kau suka?
Yeah, aku dengar sedikit.
Kau menyanyi.
Tapi, tidak semua bagian.
Behenti berbohonh, Yah.
Aka pakai headphone sepanjang waktu tadi.
Pranav... Itu omong kosong.
Jadi sekarang, katakan dengan jujur.
Apa kau dengar semua?
"Batata Vada..."
"Batata Vada..."
Maaf, Ashok...
- "Batata Vada..." - Mulutku keseleo?
Hey...
Maaf.
"Batata Vada..."
Wow, aku lihat suasana hati singa hari ini.
Sulu.
Kau tidak berpikir Pranav butuh adik perempuan?
Priyanka.
Bukankah kita sedikit terlambat?
- Priyanka. - Kurasa tidak.
Jadi, kau mau jadi ayah tuanya Priyanka.
Maksudnya?
Maksudku teman sekolahnya akan memanggilmu kakek
Apa itu tidak apa-apa?
Ya.
Benarkah?
Kakek.
Dan habiskan makan siangmu.
Pranav...
- Halo. Ashok? - Ya.
- Kalian sudah berangkat? - Ya, kau tadi tidur.
- Jadi, kupikir kenapa mengganggumu... - Aku...
Tapi makan siangmu dan Pranav?
Aku siapkan Prananv dan mengirimnya ke sekolah.
Dia akan makan di kantin hari ini.
Okay.
- Dah. - Dah.
Jadi itu pekerjaan barumu?
- Kau dengar? - Ya, kami dengar.
- Sangat bagus... menyenangkan - Huh...
Kentang... kacang... keju lembut.
Omong kosong apa ini, Sulu?
Pramila dan Sharmila.
Berhentilah...dan cari pekerjaan dengan penitipan bayi atau apalah.
Kenapa?
Kau tidah tahu? Kami semua dengar acaramu.
Bahkan anak-anak.
- Apa yang kukatakan salah? - Kau dengar itu, sis?
Dia mau tahu apa yang salah.
Ini tidak cocok dengan nilai keluarga, Sulu
"Halo"...Menjijikan.
Apa masalahnya, Sis?
Kau akan bicara dengan orang murahan di malam hari.
Kau tahu yang sedang kau lakukan?
Orang murahan... orang murahan apa?
- Itu hanya akting. - Maka jangan lakukan.
Jika besok kau dibayar lebih di club malam, apa kau akan ambil juga?
Lihat amarahnya.
- Ashok, bagaimana bisa kau biarkan ini? - Tidak...
Kami sudah bicarakan ini. Kubilang padanya untuk coba sebulan.
Ini tidak bisa dilanjutkan.
Lupakanlah, Ashok... itu masalah mereka...
...itulah alasanku tidak beritahu mereka.
Aku mau kursus kecantikan setelah sekolah...
...tapi mereka menghentikanku juga.
Cukup sandiwaramu. Diam dan duduk.
Bukankah kalian juga keluar kota untuk audit?
Tinggalkan suami kalian di rumah? Kurasa itu bisa diterima?
- Sulu, dia kakakmu...! - Ayah...
Tunggu...tunggu, Ayah.
Ya, benar Sulu... tapi itu pekerjaan terhormat.
Kami tidak dibayar untuk bicara-manis pada orang murahan manapun.
Tidak ada gunaya bicara pada kalian berdua.
Baiklah, maka jangan.
tapi besok jika kau ada masalah...
...kau akan berlari menuju kami.
Tentu saja, kalian keluargaku.
Lihat dia.
- Ashok. - Sulu, kau tidak akan kemanapun.
Sulu...
Maksudku, ayo bicarakan masalah ini...
Pranav tidur lebih awal.
Beri dia makan malam saat dia bangun.
Ashok?
Lihat dia.
Haruskah kuputarkan lagu?
Tidak...
Halo Sulu...
Kau menakjubkan.
Kau melakukan sesuatu yang luar biasa bahkan di hari pertama saja...!!
lebih dari 200 permintaan panggilan.
Ini saatnya pesta.
Kejutan!
Kau berhasil!
Sulu! Sulu!
Ada apa?
Bisa aku bawa acaranya siang hari?
Jangan lihat ke bawah saat kau sedang memanjat.
Kau akan ketakutan.
Halo...
Siapa yang mau bicara dengan Sulu?
Ayolah.
- Pranav. - Oh tidak, aku lupa cas HP.
- Lakukan di kantor. - Yeah...
Pranav, ada kejutan di kotak makan siangmu.
- Kau temukan earphones-mu? - Yeah, ada di tasku.
- Hai! - Hai!
- Ada apa? - Semua baik. Apa kabarmu?
Bagus...sedikit sibuk.
- Okay. - Manis sekali.
Ya, Tuan..
Kami baru saja pindah ke rumah baru.
Pengendali hama, tukang ledeng dll akan datang.
Jadi pergilah dan bantu mereka.
Saya akan kirim pekerja, dia tahu semuanya.
- Apa? Pekerja? - Yeah.
Dia tidak akan bisa mengurusnya.
Kau yang pergi.
Halo, tante Mithu.
Kebocoran? Ada apa?
Aku sedang kirim seseorang.
Kau mau buat aku bercerai?
Pergilah.
- Dan siapa yang punya buku ceknya? - Saya...
Baik, tinggalkan di meja.
Halo.
Aku tak paham kenapa kau risau akan semua hal kecil ini.
Halo Nyonya Sulochana
Dah, Tuan.
Tn. Dubey, mau istirahat di sisa waktu?
Tidak, Tuan. Aku pulang jam segini setiap hari.
Sebenarnya... aku punya beberapa pekerjaan untuk di selesaikan di rumah.
Kenapa tidak dikerjakan di kantor saja?
Temui aku di kabin dalam 20menit.
- Tuan.. - Kita punya kerjaan.
Halo. Ashok, kau dimana?
Aku terlambat.
Apa kau gila, Sulu?
Aku putuskan telponmu... itu artinya sesuatu.
Ashok, aku harus kerja hari ini.
Kami kedatangan bintang film di studio.
Sudah kubilang aku berangkat awal hari ini.
Tidak bisakah kau cuti?
- Cuti...tapi aku hanya... - Baik, Sulu.
Seperti biasa, kau tahu segalanya. Kau sudah memikirkanya.
Lakukan semaumu.
Tempat bermain yang bagus.
Kau tidak pernah ke sini, kan?
Tidak pernah. Tidak pernah.
Ayushmann, temui Sulu.
- Sulu...Ayushmann Khurrana. - Halo.
- Jadi, anda Sulu. - Ya.
Senang bertemu denganmu.
Hello...Saya di sini untuk menerangi hidupmu...
Pranav...kemarilah.
Pranav...kemarilah.
- Putramu? - Yeah.
- Hai, apa kabar? - Hai.
- Berapa usiamu? - 11.
Sama.
Halo.
Halo...
Halo...
Siapa yang mau bicara dengan Sulu?
Halo...yeah...
Sulu, anakku...
Dia terdengar membosankan, kita pindah ke selanjutnya.
Tida...mari dengarkan.
Suaramu sangat indah.
Terima kasih.
Nyanyikan lagu lama untukku.
Anda punya lagu kesukaan?
Well...
Judulnya "Dil Hai Ki Maanta Nahi".
Bisa kau nyanyikan untukku?
Ya...
Akan kucoba.
- Bernyanyilah bersamaku. - Okay. Sebentar.
Anda bernyanyi sangat baik.
Namaku Sudhakar Reddy.
Nama istriku Sulochana.
Oh...
Dan aku panggil dia Sulu.
Mendengarmu, Mengingatkanku padanya.
Dia akan bernyanyi dan tertawa sepertimu.
Istrimu memanggil anda apa?
Sudha.
Jadi Sudha...
...Sulumu akan mengingatmu.
Dan dia merindukanmu juga.
Minum obatmu tepat waktu, dan jangan lupa menelponku.
Ya...
Janji?
Ya, janji..
Okay, dah.
Terima kasih, terima kasih Sulu. Tuhan memberkatimu.
Terima kasih. Selamat malam.
Tidak keberatan beri aku tanda tanganmu?
Lakukanlah.
Ayah, tadi malam sangat menyenangkan.
Lihat ini. Kantornya ibu.
Dan paman Ayushmann pakai deodoran yang wangi...
Terbaik di dunia.
Film film ini...
Mereka jarang mandi.
Tidak Yah.
Sulu, ini bagus.
Sangat bagus.
Hebat.
Pranav, kau minum susumu?
Pergi dan minum susumu.
Atau kau akan mengaduh nanti.
- Baiklah, aku pergi. Santai saja. - Santai?
Pranav, ibu berubah total setelah bertemu bintang film..
Hebat.
Pranav, bilang pada ayahmu, ibu juga marah.
- Biar kulihat. - Kau dulu.
- Aku tidak marah. - Aku marah.
Sangat bagus.
Chetan, kau sedang apa?
Ini dia si pengecut.
Pranav, ayolah.
Ayolah, teman.
Apa?
Kau mau lihat? Rs 10 saja.
Sudah kubilang... dia pengecut.
Pengecut!
Darimana kau dapat HP?
Darimana kau dapat HP?
Aku tidak mau bilang.
Aka akan bilang ke Ibu guru.
Maka aku akan bilang juga pdanya...
...soal DVD.
- Pengecut! - Pengecut!
- Chetan, ayo pergi. - Tunggu.
- Chetan, ayo pergi. - Aku mau lihat juga.
- Pengecut! - Enyahlah.
- Pengecut! - Enyahlah.
Pengecut!
Pengecut! Pengecut!
Coba kombinasikan ini.
Tidak...tidak...
Bacalah...email.
"Kami telah menerima..."
"Dengan menyesal saya informasikan bahwa mulai sekarang
...kami memutuskan kontrak dengan Mathuradas & Sons."
Pesanan ini bernilai 1.5juta.
Kau tahu berapa banyak itu?
Berapa banyak nol dalam 1.5juta?
Ayo keluar dan bicara.
Kenapa? Kau malu bicara di sini?
Apa kau merasa malu?
Tidak. Ini bukan pesanan saya.
Apa aku sedang berbohong?
Kau sedang lihat apa?
Lihat ke bawah.
Kubilang lihat ke bawah.
Ini yang kau lakukan selama 12tahun, kan?
Orang bodoh.
Ada apa?
- Apa aku membuatmu takut? - Tidak.
Sekarang dengarkan lagu kesukaan Sulumu.
Chetan.
Halo, Sulu.
Aku Kadam.
Aku sudah dengar acaramu dalam 10hari terakhir.
Suaramu sangat dingin, rasanya seperti salju...
Apa yang kulakukan?
Kadam, nasehatku adalah...
...pakai baju hangat sebelum tekan nomorku lain waktu.
Atau kau akan flu.
Kau melakukanya lagi. Perbincangan manis dengan Sulu.
Sulu...tutup!
Kau dan 'helo...'-mu.
- Sulu. - Ya.
Bajuku kusut. Cepatlah.
Aku sedang cepat.
Jangan panggil aku pengecut!
Jangan panggil aku pengecut!
Kubilang apa padamu? Kubilang apa padamu?
Pergi ke kantor lain dan ambil kainnya.
Kau dapat? Harus kuulangi lagi?
Aku...mencintai...mu!
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..
Anda sekarang bisa...
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..
Anda sekarang bisa tinggalkan pesan suara
Ada apa, Tn. Ashok?
Apa itu?
Yang selalu orang katakan di kantor.
"Ada apa...santai...
Bung...
Bro.
Kau tahu yang terjadi kemarin?
Sulochana...
Aku tidak mau tahu yang terjadi.
Apa kau marah?
Aku tidak marah.
Halo...Telpon aku. Aku akan memecahkan semua masalahmu...
Tapi pertama bangun dulu. Kau akan terlambat.
Pranav!
- Sulochana. - Ya.
Aku berencana berhenti kerja.
Kenapa kau tidak bilang lebih awal?
Kau punya waktu untuk dengar orang lain?
"Halo..."
Hidupmu hanya tentang Nyonya Maria.
Apa kau pulang tadi malam?
Tadi malam ulang tahun Nyonya Maria.
Dia memaksa, dan baterai HPku benar-benar habis.
Kalian pasti sangat bersenang-senang semalam?
Minum dan seterusnya...
Itu alasan aku terlambat...
Polis bawa kami semua...
Kenapa kau tidak bisa serius kadang-kadang?
Dengar...
Berhenti kerja Mathuradas.
Kau sudah cukup bekerja.
Secepatnya gajiku akan naik juga.
Lalu, ayo mulai sesuatu punya kita sendiri.
50-50!
Sulochana, kau terbaik.
"Dongeng Nakal Sulu."
"Hari itu hujan..."
"...dan Sulu pulang dengan basah kuyub."
"Saat dia sampai ke rumah, dia sadar
suaminya menunggunya di rumah."
"Melihat Sulu basah kuyub, suaminya berpikir."
"Melihat suaminya putus asa, Sulu tidak bisa menahan tawanya."
"Sulu mulai menggoda suaminya dan mendekatinya pelan-pelan."
"Suasana hati Sulu bagus, suaminya juga."
Apa? Apa semua ini?
Dimana Pranav?
Di tempat Shiddu, Aku antar dia ke sana.
Kau suka kadomu?
Apa?
Kau tidak lihat?
Apa kau pernah lihat aku pakai merah?
Dan ini?
Apa yang aka kulakukan dengan itu, Sulu?
Kau harus tanya sebelum berfoya-foya.
Ini...aku akan mandi.
Sulu, kau sedang apa?
Dan kau sedang apa, Ashok?
Mandi.
Selama 20menit?
Ya.
Ashok, ini gaji pertamaku.
Dan aku beli Kurta untukmu
Apa aku pernah pakai merah?
Maka kita tukar saja, Ashok.
- Hijau, biru... - Aku tidak mau.
Bagaimana soal TV?
Aku sudah pilih satu.
Hebat, Sulu.
Kau bekerja sekarang. Kau menghasilkan uang.
Lakukan yang kau mau.
Ashok.
Besok Hari Minggu. Ayo jalan-jalan.
Sudah sangat lama tidak jalan-jalan.
Aku bahkan punya voucher kado.
Katakan sesuatu, Ashok.
"Dongeng Nakal Sulu."
"Hari itu hujan..."
"...dan Sulu pulang dengan basah kuyub."
"Saat dia sampai ke rumah, dia sadar
Suaminya sedang menunggunya di rumah."
- Aku tidak... - "Melihat Sulu basah kuyub, suaminya berpikir."
Aku tidak...tahu?
"Melihat suaminya putus asa, Sulu tidak bisa manahan tawanya."
"Sulu mulai menggoda suaminya dan mendekatinya pelan-pelan."
Aku tidak...
Aku...
Ashok.
Ashok.
Sulu.
- Kau lihat HPku? - Tidak.
Sudah periksa saku celanamu?
Di rak?
Haruskah terjadi hari ini...
Kau tinggalkan di mobil?
Sulu...
Telpon aku di kantor jika kau temukan. Aku berangkat.
- Okay. - Aku harus apa dalam wawancara?!
Halo.
Ini HP anda, Tn. Ashok Dubey?
Yes, Pak.
Apa ini tanda tangan anda?
Kau...
Ny. Ashok! Mohon jangan bersikap tidak pantas di kantor saya.
Saya mohon.
Tidak, Pak.
Apakah anda semua tinggal di rumah yang sama?
Putra kalian sudah jadi pelaku bisnis.
Selamat.
Pertama, dia menyelundupkan majalah ke dalam sekolah.
Temannya dan dia.
Lalu DVD.
Dan sekarang HP.
Rs 20 sekali nonton.
Dari mana dia pelajari semua ini? Dimana?
Pak...
Kalian bilang sekolah.
Okay, saya akan bertanggungjawab...
... dan menerima hukumanya.
- Dia dikeluarkan. - Tidak, tidak Pak...
Mohon, Pak..
Saya akan yakinkan ini takkan terjadi lagi.
Saya bersumpah...
- Harus, Tn. Ashok. - Saya mohon, Pak.
Saya tidak pernah lihat kasus seperti ini.
Pak...kesempatan terakhir.
Saya jamin tidak akan terjadi.
Ini hari yang indah. Semuanya terlihat begitu hebat hari ini.
Matikan radionya. Kubilang matikan.
Kenapa and berteriak? Baik, akan kumatikan.
Kenapa kau sentuh HP ayah?
Kenapa kau sentuh HP ayah?
Aku tidak akan melakukanya lagi.
Kenapa kau sentuh HP ayah?
Maaf.
Jadi sekarang kau mencuri?
Siapa yang ajari kau mencuri?
Siapa yang ajari?
Kami berikan kau segalanya, kan?
Papa, kumohon.
Siapa yang ajari kau ini? Siapa Chetan?
Ayah, kumohon. Maaf.
Kau sudah dikeluarkan dari sekolah, Apa kau sadar itu?
Bagaimana ayah akan hadapi orang-orang?
- Kenapa kau curi HP? - Maaf, ayah.
Katakan yang kau mau. Ayah akan belikan untukmu.
Katakan yang kau mau.
Kau dengar yang ayah katakan?
Apa yang kau mau?
Apa yang akan kau lakukan sekarang? Huh, Pranav?
- Aku bahkan belum makan siang. - Aku juga, Sis.
Dia akan menjual telur, apa lagi?
- Dimana dia simpan cangkirnya? - Periksa jika ada biskuit apapun.
Akan kuambilkan.
Tidak ada yang peduli apapun di sini.
Apa kau akan katakan sesuatu?
Aku bekerja keras seharian dan pulang hanya untuk ini.
Ashok telpon...dan kami tinggalkan kantor kami di tengah hari.
Sangat bagus.
Itu saja?
- Kalian mau teh? - Tidak.
- Lihat sikapnya! - Lupakanlah, Sis.
Aku ada wawancara hari ini.
Bagaimana jadinya?
Aku tidak bisa pergi, alamatnya ada di HP.
Ayah, ayah benar soal perkampungan ini.
Kami harus pindah dari sini.
Tante aku tidak mau pindah.
Ashok dia tidak katakan apapun.
Bawa dia. Pranav.
Ambil tasmu dan pergi.
- Aku tidak mau pergi, kumohon. - Diam.
- Apa ayah bilang? - Tidak, ayah.
- Tidak, kau layak dapatkan ini. - Maaf, ayah.
- Ambil tasmu dan pergi. - Aku tidak mau.
Bawa dia keluar. Bawa dia keluar
Tidak ada yang akan pergi kemanapun.
- Pranav. - Bu...
Sulu, sudah kuputuskan dia pergi dengan mereka.
Kenapa? Kau seharusnya menjaganya.
Ingat yang kau katakan di sekolah.
Aku secara pribadi akan meyakinkan ini tidak akan terjadi lagi. Maka lakukanlah!
- Berhenti bicara omong kosong, Sulu. - Tapi kau bisa, kan.
Aku tidak dibayar untuk itu.
Sulu, berhenti kerja hari ini.
Dia akan berubah jika tinggal dengan kami beberapa hari.
Tidak ada yang pergi kemanapun.
Taksiku akan datang. Aku pergi.
Apa kau serius? Kau akan bekerja hari ini.
Lupakanlah. Tinggalah di rumah dan jaga dia.
Apa maksudmu menjaga? kau mau bilang bahwa aku tidak menjaganya.
Lalu kenapa ini terjadi?
Maksudmu aku yang ajari dia ini? Huh?
- Kita bahkan tidak punya TV di rumah. - Kenapa soal TV?
- Lupakan, Ashok. - Lupakan apa?
Lanjutkan...berfotolah dengan bintang film.
Itu yang akan dia pelajari
Sulu, kau harus berhenti kerja dulu!
- Kenapa aku harus berhenti? - Kumohon, jangan.
Lanjutkan... pergilah ke kerjaanmu.
Tidak ada yang bilang dia akan jadi apa di masa depan.
- Diam, Ashok. - Siapa yang suruh aku diam? Huh?
Sebentar saja, Ashok. Debat apa ini...
Tidak, ayah.
Bahkan di sekolah, dia bilang "Aku akan terus maju."
Kau pikir aku tidak menjaga dia?
Kau dan acara tengah malammu.
Sudah kubilang akan ada masalah.
Tidak ada masalah di rumahku.
Tidak, tidak. Tadinya tidak ada masalah di rumah.
Semua masalah dimulai sejak kau mulai pekerjaan murahan itu.
Murahan?
- Bawa dia keluar. - Jangan sentuh dia.
Pranav, masuk ke dalam.
Aku akan bicara dengan bosmu... Radio Show.
Sudah kubilang jangan bawa acara tengah malah.
Dia cepat tidur saat aku berangkat...
...apa hubunganya pekerjaanku dengan dia?
Pertama, semua mau aku bekerja...
...dan sekarang, kalian mau aku berhenti.
Tidak ada yang mati di sini. Ini rumahku. Akan kujaga.
Sulu, pikirkan lagi.
- Ini untuk kebaikanmu. - Untuk kebaikanku?
Terima kasih banyak, ayah.
Ayah selalu dukung mereka, tidak ada yang mendukungku.
Hey ratu drama, ambil HP dan berhenti kerja sekarang.
Enyahlah.
Sulu.
- Kau tidak bawa makanan hari ini? - Huh.
Tidak ada kotak makanan...
Orang kirim apapun dengan alasan itu lucu.
Gila.
Mari kita mulai?
Ayo.
Semua baik-baik saja?
Sulu. Sulu.
Pallavi.
Sulu.
Yeah, Ashok.
Huh...?
Apa?
Ashok.
- Diaman kau tadi? - Aku di pagar, tuan.
- Dan kau tidak lihat, Pranav? - Tidak, Dia tidak pergi.
Kemana di sekarang?
Ashok?
Ashok, ada apa?
Aku tidak bisa temukan Pranav dimanapun.
Dia mungkin ada di suatu tempat.
- Ashok, kemarilah. - Aku akan cari di sekitar.
Pranav.
Sulu, dengar... Dengar sayang.
Pranav.
Tolong lakukan sesuatu, Nyonya Maria.
Pranavku menghilang.
Pranav!
Pranav!
Pranav!
- Apa yang dia pakai? - Celana pendek hijau.
- Dan bergaris... - Kaos abu-abu.
- Dengan garis merah dan biru... - Okay.
"Maaf, ayah... sungguh minta maaf, ayah."
"Aku tidak akan menyentuh HP ayah lagi."
"Jangan memarahi ibu karena aku."
"Aku pergi..."
"Dan semua memanggilku pengecut di sekolah."
"Tapi aku bukan pengecut."
"Ayah, aku tidak mau pergi dengan tante kembar."
"Mereka selalu memarahi ibu."
"Kumohon berpihaklah pada ibu."
"Ibu baik...faktanya, ibu sangat baik."
"Ayah baik juga.
"Aku anak nakal."
"Maaf ayah, maaf ibu."
Halo. Ya, tuan.
Tidak, tidak...kami punya fotonya yang kecil.
Tapi wajahnya terlihat jelas.
Akan kukirimkan.
Kami punya kedua fotonya. Akan kubawakan.
- Apa kau punya fotonya? - Ya.
- Maaf, ayah.. - Pranav.
Pranav. Darimana kau?
Maaf, ayah.
Kami temukan dia di ruang kelas pagi ini. Dia sedang menangis.
Dia terus bilang, "Jangan keluarkan aku dari sekolah"
Maaf, Bu.
Maafkan aku, Bu.
Tolong maafkan aku.
Pranav!
Pranav.
Tidak apa-apa.
Kalian mau sarapan di sini atau aku bungkuskan sesuatu??
Tidak, kami akan jalan.
Ya, tuan. Aku janji akan selesaikan itu.
Okay. Aku telpon anda lagi nanti
Ya, Sulu. Katakan padaku
Aku tidak bisa kerja lagi, Nyonya Maria.
MAaf...
Aku tahu aku bilang di sini...
"Aku bisa jadi RJ... Aku bisa."
Tapi, aku tidak bisa lanjutkan lagi.
Kau sudah melakukan banyak hal untukku.
Maaf...
Tidak. Terima kasih...
Kau sungguh seorang juara.
Aku tidak pernah bilang ini.
... tapi aku sungguh menyukai parfum yang kau pakai saat pertama kita bertemu.
Kau bisa berteriak padaku jika kau mau, Nyonya Maria.
Baiklah.
Kalian belum pernah berkunjung ke rumahku, kan?
Kesalahanku, aku harusnya mengundang kalian.
Tapi kapan?
Tapi, kalian masih bisa datang untuk makan malam.
Dan Pankaj, alkohol tidak diijinkan di rumahku.
Sejujurnya Nyonya Maria, Aku senang.
Riang...
Aku selalu ingin pekerjaan ini...
...tapi semuanya terjadi begitu cepat.
Tapi, aku gembira.
Aku menikmati semua yang kulakukan.
Tapi sekarang... sesuatu jadi salah.
Tidak berhasil saja bagiku.
Sepanjang hidup, aku terus yakinkan diriku bahwa aku bisa lakukan apapun.
Menirukan suara Sridevi, lagu Bala Subramaniam...
...pertemanan dengan Bhagyashree, kesepakatan bisnis, lomba jeruk dan sendok.
Kau tahu, Nyonya Maria...
...Aku tidak pernah jatuhkan jeruk dalam lomba jeruk dan sendok.
Aku tidak pusing soal menang atau kalah.
Asalkan jeruknya utuh.
Tapi di tengah semuanya... aku meninggalkan rumahku.
Tanggungjawabku terbuang.
Maaf.
Kau begitu percaya padaku. Maaf.
Kau bahagia, kan? Itu saja.
Dan, kau bisa bawa acaraku sekarang.
Aku akan dengar setiap hari...
Aku akan telpon juga...
Jangan pergi...
Kau...kau terbaik.
Kau akan tinggalkan luabng di sini.
Katakan sesuatu, Maria.
Tak apa Panky, Tak masalah.
Semuanya baik.
Terima kasih.
Jaga dirimu.
Dah.
Dengar.
Sebelum kau pergi, katakan 'Halo' dengan gayamu...
Oh Bung.
Kau tidak baca emailnya?
Kariku yang terbaik di dunia!
Yeah, karena tidak ada yang hidup setelah makan karimu.
Aku sudah mengaduh berulang kali.
Kau tidak baca emailnya?
Kariku terbaik.
Kau hidangkan makanan busuk. Keluarlah.
Maka bayarlah aku, berikan cekku.
Kau tidak akan dapatkan cek.
Siapa yang mau bayar makanan busukmu?
Berhenti mengaduh soal makananku.
- Kau tidak akan dapatkan ceknya. - Berikan cekku.
- Cek apa? - Makananku terbaik.
- Kata siapa? - Berapa banyak porsi makan siang yang kau butuh setiap hari?
Itu yang terbaik.
Berapa banyak porsi makan siang yang kau butuh setiap hari?
15... Tidak, 25-30.
- Berikan saja cekku. - Untuk apa?
- Sehari-hari? - Ya, Nyonya. Sehari-hari.
Apa kau tidak apa-apa, Sulu? Ada apa?
Nyonya Maria, split red gram dimasak dengan satu siulan. (Bunyi saat masak dengan panci presto)
Ada dua jenis split red gram. (sejenis kedelai)
Kuning dan merah.
Yang kuning butuh 2siulan...
...sementara yang merah butuh 3.
Dan untuk buncis, 4siulan adalah wajib.
Kumohon... Karena jika kita tidak...
Tidak, tidak tidak...Sulu.
Tidak. Ide?
- Ide lain? - Aku bisa lakukan, Ashok.
Sejujurnya, aku bisa lakukan.
Masuklah, akan kuceritakan.
- Sulu. - Huh.
50-50.
Halo. Layanan Makan Siang Ashok.
Aku bisa dengar sekarang.
Halo. Layanan Makan Siang Ashok di sini
Dan Ashok di sini.
Ya. Ya...
Berapa banyak porsi?
Sulu, kau akan menyetir sendiri ke kantor besok.
Jika tidak, putra kita akan gagal dalam ujianya.
Ashok, telpon aku jika kau butuh apapun.
- Dari hatimu. - Halo...
Dah.
Dan dengar, tidurlah cepat nanti. Tutup jendelanya.
Anda sedang mendengarkan Radio Wow dan sekarang jam9 malam...
...dan saya pamit.
Acara selanjutnya, untuk menerangi malam anda, kesukaan anda, RJ Sulu.
Halo...
Aku di sini untuk menerangi malammu dan membuat mimpimu jadi kenyataan.
Ini Sulu.
Telpon aku dari hatimu dan bicaralah padaku.
Maukah kau?
Alih Bahasa oleh Riikean
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.