All language subtitles for Film21terbaru.me-Mothers.Job.2017.HDRip

ak Akan
sq Albanian
am Amharic
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
km Cambodian
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ja Japanese
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese) Download
sr-ME Montenegrin
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
uk Ukrainian
uz Uzbek
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Edited by: Valon www.sivalon.com

Kau mengidap Melankolia

LIM Chang-jung

Katamu kalian telah putus enam bulan yang lalu

SONG Ji-hyo

Janganlah terlampau patah hati. Dan pulihkan dirimu

di rumah sakit untuk beberapa hari

CHOI Sung-kook / Shin-ee

YOO Chae-young / LEE Hwa-seon

Penampilan Cameo HA Ji-won Penampilan Istimewa KIM Cheong / KIM Hyeong-ill

Manajer Investasi CHO Joon-hwan Perencana Investasi LEE Sang-yong

Screenplay YOUN JK

Manajer Produksi GIL Young-min Produser KIM Hwee, PARK Ja-myeong

Penata Sinematografi KIM Yong-cheu/, CHO/ Jin-yong Penata Cahaya SONG Jae-wan

Penata Suara LEE Choong-hwan Penata Seni KIM Hye-jin

Editor CHEONG Jin-hee Penata Musik LEE Han-cheo/(Tubeamp)

Pemeran Pengganti CHEON Moon-sik (Kan Fist Studio) Penata Efek Suara Moby (PARK Joon-oh)

Penata Efek Visual MEDIA FORCE

Jangan mendekat! Aku bunuh kalian semua!

- Tenang, tenang. - Jangan mendekat!

- Kubunuh kalian! - Turunkan pisaunya.

Jangan mendekat!

Kenapa tidak biarkan aku mati?!

Kubunuh dia juga, itu yang kalian inginkan hah?

Biarkan aku mati. Aku ingin mati.

Bawa dia.

Sutradara YOON Tae-yun

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Minta apinya.

Apa kau tuli?

Kau lihat apa?

Begitulah aku bertemu dengan gadis gila ini

Sex is Zero 2 Seks = Nol 2

3 tahun kemudian

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Aku tidak melihat apapun.

Aku bisa menilai lewat suara.

Eun-sik!

Tongkat kayu.

Cambuk.

- Pukulan ke lengan... Bukan! Ke betis dengan cambuk. - Wah, benar...

Ini namanya Konsentrasi spiritual. Ayo, Eun-sik!

Satu.

Tunggu, tunggu.

Kubilang pukul aku pada hitungan ketiga.

Kamu memang tak waras.

Sudah empat tahun dan kamu masih seperti ini.

Keluar dari sini, sekarang!

Cepat bersihkan!

Enak kah?

Ah, aku cuma mau...

Konsentrasi Spiritual sekarang sudah ketinggalan jaman. Bela diri ''K-1'' adalah cara untuk bertahan.

Meskipun waktu kita tak banyak,

manajer HAN Yoo-mi telah mengijinkan kita menggunakan tempat ini.

Berikan applause atas kebaikan hatinya.

Sekarang mari kita mulai upacara pembukaan Klub Bela Diri Universitas Seonjeong.

Kita akan mulai dengan sebuah tradisi.

Namanya 'Saba I shik' (Saba I shik: minum alkohol dalam mangkok besar)

Ayo. Minumlah.

Tidakkah seharusnya seseorang memberikan kami contoh?

Eun-sik

Kau kan tahu kalau kau tak akan tahan. Kenapa minum begitu banyak?

Kyeong-ah, aku mual. Kita masuk dan istirahat sebentar.

Hari ini aku tak bisa.

Tidak akan lama.

Aku tak bisa.

Ayolah kita istirahat.

Aku harus cepat pulang.

Kyeong-ah.

Aku cinta padamu, Kyeong-ah.

Kita sudah punya seorang manajer yang menangani aerobik

dan seorang pelatih yang menangani pemanasan.

Tapi kurasa itu belum cukup. Hanya LEE Kyeong-ah satu-satunya atlet nasional di sekolah kami.

Karenanya kami sangat berterima kasih

pada Anda karena mau melatihnya langsung.

Tidak, justru saya merasa terhormat atas tawaran Anda.

Aku berani bertaruh tak ada seorangpun yang pernah masuk koran akibat melakukan masturbasi pada sebuah patung.

Kau memang memalukan.

Itu hanya mimpi basah. Aku tidak masturbasi.

Sudah selesai mengepak barang?

Ya.

- Sudah dapat tempat untuk pindah? - Aku masih mencari.

Ini dia.

Masuklah.

Aku bisa saja membujuk pihak sekolah

tapi kurasa mereka tak akan mengabulkannya.

Kenapa, seperti tidak ada objek lain saja

haruskah patung Kepala Sekolah yang kau garap?

Ini, hadiah.

Astaga!

Kyeong-ah, maukah kau membuatkanku pasta?

Tidakkah kau punya pakaian yang lain?

Ini bukan kontes kecantikan, lagipula kamu tetap terlihat lucu.

Kyeong-ah, bagaimana kalau kau tinggal di sini bersamaku?

Kita bisa bangun bareng, makan bareng,

dan berangkat kuliah bareng. Itu akan sangat menyenangkan.

Aku bersumpah aku tak akan menyentuhmu hingga kau siap.

Tidakkah itu menyenangkan?

Bilang halo pada teman sekamarmu.

Apa kau pikir ini tidak berlebihan?

Hah? Apa kau tak pernah lihat di Internet?

Ini cukup, tenanglah.

Tapi itu terlalu besar.

Dia tak akan sadar.

Ambilkan kamera.

Berposelah di sampingnya.

Dude, kau memang orang aneh.

Senyum, senyum.

Dasar cabul. Cepat, lepaskan.

Menjijikkan.

Kau sinting.

Kalian lihat Sung-kook?

Tidak.

Mmm... ini enak!

Itu bukan buat kau makan.

Eun-sik, jangan makan itu.

Jangan makan yang itu!

Aku belikan kau yang baru muntahkan yang itu sekarang juga.

Aku senang gratisan, senang sekali.

Muntahkan, benda itu kotor.

Muntahkan.

Apa kau lelah? Baiklah sekarang giliranku.

Buka pintu sialan ini.

Kudengar Kyeong-ah punya pelatih baru.

Itu benar.

Si anjing gila sudah benar-benar kalah gara-gara jalang itu.

Kenapa?

Itu kan menandakan pihak sekolah benar-benar peduli dengan tim renang.

Kau memang bodoh.

Semakin mereka memperhatikan pelatih baru,

akan semakin sedikit perhatian mereka terhadap anjing gila kita.

Tapi bukankah anjing gila kita adalah seorang dosen kenapa dia mesti tersingkir?

Hey, hey. Renang bukanlah keahlian utamanya.

Tahukah kamu?

Manajer dan pelatih kita itu sebenarnya ahli di bidang aerobik.

Sungguhkah?

Jadi kau juga akan dipecat?

Jadi itu masalahnya. Tapi kurasa aku baik-baik saja.

Lehermu harus lebih rapat lagi.

Lakukan ini di setiap kayuhan.

Biasakanlah.

Kyeong-ah, apa yang sedang kau lakukan di situ?

Kemarilah.

Bagaimana bisa dia begitu kurus?

Kapan dia selesai wajib militer?

Aku tidak tahu, mungkin setahun lagi?

Sial, kau harusnya bilang ini masih panas. Sial...

gara-gara kamu mulutku terbakar.

Kumpulkan semua orang di kolam renang.

Tapi ini belum waktunya.

Lakukan apa yang dia katakan!

Cepatlah!

Kenapa kau masih di sini?

Ikuti aku.

Ada yang bisa kubantu?

Ini sesi latihan siang kami.

Masih ada waktu sampai sesi latihan utama.

- Pelatih PARK. - Ya.

Ayolah cewek-cewek, bersiap untuk latihan.

Kenapa kau masih di sini?

Aku pergi.

Kalian...

165

166 Jangan lembek!

Hati-hatilah, aku bisa saja memukulmu di kepala.

Regangkan kakimu sejauh-jauhnya.

Ya.

Akankah itu tisu merah atau biru?

Aku tak bisa. Aku benar-benar sibuk sekarang.

Lantai tiga, aula mahasiswa, kedua dari kanan.

Aku bilang aku sedang sibuk. Hey, hey.

Sial, sial.

Kyeong-ah.

Apa yang sedang kamu lakukan?

Ini toilet wanita.

Dasar orang sinting.

- Apa yang sedang kau lakukan? - Keluar.

Dasar mesum!

Kakak!

Kau akan membayar untuk ini!

Bagaimana dengan tisu toilet?

Aku cinta padamu.

Kita bersiap untuk menghadapi kejuaraan nasional K-1 yang akan segera berlangsung.

Hari ini, mari kita perkuat mental kita.

Untuk itu, tak ada latihan yang lebih baik dari ini.

Lompat, sekarang.

Latihan apa ini? Sial.

Apa katamu? Sial?

Sedang apa kamu? Lompat.

Sungguh aku benar-benar tak bisa melakukannya.

Apa maksudmu tak bisa melakukannya?

Kau tolol, lompatlah.

Lepaskan.

Lihatlah si tolol ini. Apa yang kamu? Conan?

Aku bilang kita harus memperkuat mental kita.

Tolong, tolong aku!

Raih ini.

Kau mendalami olahraga apa?

Aku melatih beberapa mahasiswa Beladiri K-1.

Wow, K-1!

Kau tahu?

Mirko FiIIipovic terkenal akan tendangan tingginya!

Jerome Le Banner terkenal dengan tinjunya.

Tapi teknik tertinggi yang pernah ada adalah

tendangan lutut melayangnya Remy Bonjasky.

Nona Young-chae.

Aku harus belajar. Ah, aku ingin melakukannya Bersabarlah! Sial.

Apa-apan ini?

Percayalah aku cuma sedang berdiri di sana

menunggu seorang teman.

Untuk apa lagi aku berdiri di sana?

Dan sejujurnya,

Kita mungkin satu-satunya pasangan yang sudah jalan tiga tahun tapi belum pernah melakukannya.

Itu hanya...

Pria akan merasa stress jika mereka tidak melakukannya.

Kau ingin bersenang-senang?

Ya, aku ingin.

Apa yang kau lakukan?

Lihat ke depan.

Menyenangkan ya?

Ya, sangat menyenangkan.

Hey, bagaimana kalau aku naik di pundakmu.

Di pundakku? Oh, tidak, tidak, tidak.

Kau akan meremukkan tulang punggungku.

Tangkap aku kalau ka...

Tangkap aku kalau kau bisa.

Tangkap aku kalau kau bisa.

Berhenti!

Itu membuatmu sakit.

Makanya kau seharusnya tidak menggunakan sepatu hak tinggi.

Hey, kau bahkan belum pernah membelikan sepasangpun untukku.

Aku tak pernah berniat membelikanmu sepatu.

Katanya itu bisa mendatangkan kesialan bagi sepasang kekasih.

Berhenti, berhenti, berhenti.

Wow, cantiknya.

Mereka memang cantik.

Tapi terlalu mahal.

Berapa harganya?

850,000 won.

850,000 won.

Benar-benar gila.

Hanya orang tolol yang membuang uang untuk benda tak berguna macam itu dan menyombongkan diri.

Hanya orang kere yang mengatakan itu.

Hey, aku mampu membelinya.

Kau pikir aku tak sanggup membelikanmu sepasang sepatu?

- Ayo lebih cepat. - Diamlah.

- Cepat. - Diam.

Jalan terus!

Dasar wanita tolol!

Aku tak mengerti kenapa kita harus melakukan latihan fisik di kolam umum.

Di luar akan begitu panas aku rasa itu lebih baik.

Jelas kau takkan keberatan.

Punyamu cukup berisi.

Ayo.

Ini seperti wangi Dae-hak.

Dae-hak? Pacarmu yang pergi wajib militer?

Apa itu saudara perempuannya Dae-hak?

Tapi dia tidak punya saudara perempuan.

Siapakah dia?

Dasar betina gila.

Selalu begitu tiap tahun.

Kurasa bagus menjadi seorang yang konsisten.

Kurasa juga.

Tutup mulut, kuhajar kalian.

Dia tak punya tanda.

Dia tak punya rambut?

Rambut? Kau ingin punyamu dicabuti semua, tolol?

Lihat dadanya, benar-benar besar.

Biasa saja. Lagipula, itu palsu.

Aha, kenapa dia melakukan itu? Ada sesuatu kah di bokongnya?

Kenapa...?

Aku minta maaf atas kejadian tadi.

Aku akan mentraktirmu minum, jadi jangan marah terus ya.

Tak apa-apa.

Gi-joo, itukah kamu?

Sung-kook.

Lama tidak jumpa. Sedang apa di sini.

Aku di sini bersama teman-teman kerjaku.

Kudengar kau sudah menjadi seorang jaksa.

Yoo-mi, ini orang yang menjadi jaksa itu.

Kyeong-ah?

Kak Gi-joo?

Kakak, kapan terakhir kita bertemu ya?

Sewaktu aku masih di SMA.

Oh ya benar!

Aku menangis terus waktu kudengar kau pindah.

- Benarkah? - Ya.

Kenalkan. Ini teman priaku.

Dia mahasiswa hukum tingkat akhir.

Teman atau kekasih?

Calon suami.

- Benarkah? - Ya.

- Senang bertemu denganmu. - Ya, ya.

Kau pasti sedang sibuk persiapan ujian hukum.

Apakah kamu sudah lulus tahap pertama?

Ya, ini pertama kalinya kita duduk minum bersama.

Dia tak lulus ujian.

Dia beruntung kalau dia tidak mengacau.

Aku cuma bercanda.

Aku rasa aku terlalu banyak minum bir.

Kemihku rasanya mau meledak. Permisi.

Astaga, maafkan aku.

- Air... - Air?

Minum ini.

Tidur, sana.

Apa aku salah bicara? Aku cuma mengatakan hal yang sebenarnya.

Kakak, bisakah tolong ambilkan tisu?

Kau sangat cantik.

Itu!

Dae-hak, Dae-hak, LEE Dae-hak. Kamu Dae-hak, kan?

Kau bisa menipu orang lain, tapi kau tak bisa menipuku.

Berhenti, kau jalang.

Siapa kamu? Berhenti, kau haram jadah.

Tidak, kamu brengsek.

Sial, ini benar-benar membingungkan.

- Cinta katakanlah katakanlah. - Sini.

- Tolong, lagu nomor 329. - Baiklah, sini.

- Dah. - Dah.

- Bernyanyilah untukku. - Tak ada nyanyian.Pulanglah.

Kau harus menyanyikan satu lagu untukku.

Tolong ke persimpangan Universitas Seonjeong ya.

Kalau kamu tak bisa nyanyi, kamu tak akan pernah menikah.

Aku tak ingin menikah. Pergilah.

Dae-hak, Dae-hak.

Maafkan aku.

Aku kira kau pergi wajib militer. Apa yang terjadi padamu?

Maafkan aku.

Bagaimana ini terjadi?

Setelah aku tidur denganmu...

Apa yang sudah kulakukan padamu?

Maafkan aku.

Punyamu bahkan lebih besar dariku.

Kau dan aku... kita mati saja.

Dae-hak.

Apa ini?

Aku akan memperlihatkan padamu saat kita di dalam.

Tempat ini sangat mahal. Kau punya cukup uang?

Kau?

Kancingnya di depan.

Hah? Oke.

Apa?

Matikan lampu.

Lampu? Kenapa?

Aku malu.

Tak apa-apa. Tak usah malu.

Apa yang kau lakukan?

Tunggu sebentar lagi.

Kami harap Anda menikmati hari yang menyenangkan.

Silahkan datang lagi.

Apa itu?

Kau punya kondom?

Apa lagi sekarang?

- Ini pertama kali bagiku. - Jadi?

Mari kita berdoa.

Hari ini aku menyerahkan keperawananku kepada seseorang yang aku cintai.

Kumohon jadikanlah cinta kami abadi.

Apa ini?

Itu hadiah.

Kakak, kau tak perlu repot-repot.

Sakit.

Siap atau tidak, terimalah ini.

Sang-woo.

Apa lagi masalahnya?

Aku benar-benar tak bisa melakukannya. Aku takut.

Kau keberatan kalau kita tidak melakukannya?

Kau bercanda?

Kau ingat waktu aku bilang

ingin membelikan sebuah pakaian buatmu?

- Apakah itu ini? - Ya.

Apa kau pikir ini tidak berlebihan?

Pakailah demi aku.

LEE Bo-ra, kenapa kamu terlambat sekolah?

Kenapa kamu terlambat sekolah?

Apa maksudmu?

Jawablah!

Aku tidak terlambat hari ini.

Jawab saja, kenapa kamu terlambat ke sekolah?

Aku harus makan sesuatu, oke?

Kamu gadis nakal harus dihukum.

Bo-ra, aku keluarkan di wajahmu.

Kena sedikit di mataku.

Permisi, Mr. KIM.

Kau benar-benar mengalahkan dirimu sendiri.

Kau menyukainya?

- Ya. - Seberapa besar?

Tak tahu.

Aku cuma ingin tahu bagaimana rasanya bagimu tadi.

Pria memang aneh.

Kenapa?

Kenapa semua pria menanyakan hal yang sama setelah selesai berhubungan seks?

- Aku rasa karena kita penasaran... - Aku tak mengerti.

Setiap pria yang pernah tidur denganku selalu menanyakan hal yang sama,

sungguh aneh.

Jadi kamu tidak pergi militer?

Aku pergi, tapi keluar.

Kamu masih memilikinya.

Dae-hak, tidakkah kamu merasakan apapun?

Bagaimana dengan ini?

Jadi kamu benar-benar tidak dapat melakukannya dengan wanita?

Bagaimana dengan pria?

Oh Tuhan.

Pukul aku.

Apa?

Pukul aku.

Lebih keras.

Cukup.

Maki aku.

Apa?

Sumpahi aku.

Bodoh.

Katakan yang lebih buruk.

Tolol.

Lebih buruk lagi.

Kamu monyet terkutuk!

Sial, biar kucontohkan.

Seperti ini, kamu bangsat.

Apa yang kamu lihat?

Mengerti tidak?

Seperti ini, seperti ini, begini, begini.

Maafkan aku, aku sungguh menyesal.

Tak apa.

Maafkan aku.

Aku tak bisa menahannya saat sedang bergairah.

Aku juga menikmatinya, sungguh.

Kau tak perlu minta maaf.

Aku senang kau menikmatinya

Aku sungguh menikmatinya.

Aku tahu. Harusnya aku tak mengizinkanmu minum.

Kyeong-ah.

Apa?

Tak bisakah kau tinggal denganku malam ini?

Lalu apa?

Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.

Apa itu?

Kau ingin minum lagi?

Tidak, aku sudah cukup.

Tak bisakah kamu masuk dan tinggal sebentar?

- Kakak? - Ya

Bukankah kau tahu kenapa aku tak bisa melakukannya?

Aku tahu, aku mengerti.

Dan aku juga mengerti apa yang kau rasakan.

Tapi aku tak bisa.

Kumohon mengertilah.

Kyeong-ah.

Siapa meneleponmu selarut ini?

Hai. Aku sedang menuju pulang.

Sampai jumpa lagi. Hati-hati. Ya tentu.

Pasti itu Sang Jaksa kan?

Baiklah. Aku pergi.

Kau ingin aku mengantarmu?

Ah, papiku yang lucu.

Jagalah dirimu sendiri.

Apa? Sudah tiga tahun dan kau belum pernah melakukannya?

Belum pernah.

Kau benar-benar membunuhnya, dasar pembunuh.

Aku tak mengerti.

Dengar.

Katakanlah kau pergi berpiknik dengan Eun-sik,

dan saat dia hendak buang air kecil

seekor ular muncul dan menggigit kemaluan Eun-sik.

Dan Eun-sik berkata, ''Kyeong-ah, racun sedang menyebar''

''Tolong hisap kemaluanku, hisap dengan keras''

Akankah kamu menolaknya?

Kau membuatku merinding.

Pernahkah kamu mendengar istilah Orgasme?

Pentingkah itu?

Pernahkah kalian merasakannya?

Kau benar-benar rugi, kasihan sekali.

Aku beritahu kalian apa itu orgasme.

Kakimu terasa lemas.

Dan tubuhmu kehilangan kontrol. Nafasmu terasa lebih berat.

Dan kau merasa uap panas keluar dari pantatmu.

Kau seolah bukan dirimu. Kau menjadi wanita jalang.

Sedang bicara apa kamu?

Adakah orang yang melihat ke mana Sung-kook pergi kemarin?

Katakan padaku!

Katakan, sialan!

Aku rasa aku melihatnya pergi bersama si pelatih baru.

Apa?

Tidakkah kamu mempercayai dia?

Kau sialan.

Dia jelas cukup kecewa.

Kau jalang.

Aku tak menginginkannya. Kau bisa memilikinya.

- Kau pelacur. - Kau bayar tagihannya.

Kau pelacur!

Apa yang kalian lihat?

Dasar pelacur.

Haram jadah.

Kau tak mempercayaiku?

Ingatkah saat pertama kali kita berjumpa?

Tentu aku ingat.

''Aku mengenalmu lebih baik dari siapapun

Kau sungguh polos''

Aku mengenalmu lebih baik dari siapapun

Kau sungguh polos

Itulah aku.

Yoo-mi.

Ayo.

Baiklah.

Ujian Pelayanan Sipil akan segera berlangsung.

Jangan remehkan ujian.

Tekunlah belajar. Pakailah ini saat kau belajar.

Dan berhati-hatilah saat kau berlatih. Istrimu, Kyeong-ah.

Kau jangan membiarkan kekasihmu kecewa.

Sudahkah kalian melakukannya?

Apa?

Kita pernah tidur bareng beberapa kali.

Aku menyentuh dadanya,

bahkan dia membiarkan aku menghisapnya.

Dan terakhir kali kita tidur bersama...

Apa kamu lemah syahwat?

Apa?

Kakak, Kakak.

Apa yang sedang kita lakukan di sini?

Aku tak seharusnya ada di sini.

Ayo.

Ayo kita pulang saja.

Berapa umurmu?

523 Ini dia.

Ayo.

Tidakkah kau membuka pakaianmu?

Mari kita duduk.

Kemarilah.

Tunggu.

Ada apa?

Sebentar.

Biar kulakukan untukmu.

Astaga!

Ya.

Kau sedang di mana?

Aku? Sedang makan di restoran.

Sedang makan apa? Kenapa bernafas?

Makanannya panas.

Mau buka pakaianmu tidak?

Aku mendengar suara perempuan. Dengan siapa kau saat ini?

Apa? Oh, seorang pelayan di sini.

Aku sedang bersama teman sekarang.

Dan dia sedang menatapku sekarang.

Bisakah aku menelpon lagi nanti?

Cepat dan belajarlah.

Baiklah, aku mengerti.

Apa yang...? Kenapa kamu melakukan itu?

Ini sungguh aneh.

Tidak biasanya aku mengunjungi tempat ini.

Sebetulnya aku hendak berlatih sesuatu.

Maukah kamu menjadi seorang kekasih dan mengijinkanku melakukan apapun?

Tentu saja, tidak masalah.

Lakukan apapun yang kau suka.

Apa yang kau lihat, tolol?

Aku cungkil matamu keluar!

Kamu sinting! Kamu memang sinting!

Tenanglah, kita coba sekali lagi.

Paman, paman.

Tak apa-apa, tenang saja.

- Kenapa kau melakukan itu padaku? - Tak apa-apa tenang saja.

Paman! Paman!

Cepat, bawa mereka!

Tolonglah! Aku harus pergi.

Berhenti, apa yang kau lakukan?

Aku menangkapmu atas dasar pelanggaran hukum perdagangan seks.

Kau punya hak untuk tetap diam,

dan kau punya hak untuk didampingi pengacara.

Bawa dia!

Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan?

Kau harus lebih hati-hati. Apa yang kamu lakukan hingga lututmu cedera?

Jangan khawatir, tak apa-apa kok.

Tapi kelihatannya cukup serius. Bagaimana bisa ibu tidak khawatir?

Bu, aku bertemu dengan Kak Gi-joo beberapa hari yang lalu.

- Gi-joo? - Ya.

Yang dulu tinggal di sebelah rumah?

Ya.

Apa pekerjaannya sekarang?

Dia seorang jaksa.

Benarkah? Apa dia sudah menikah?

Menikah? Kurasa tidak.

Apa kalian akan bertemu lagi?

Apa dia masih menyukaimu?

Seperti apa rupanya sekarang?

Sudahlah bu.

Ya Tuhan, mereka sangat menyedihkan.

Harusnya kemaluan mereka dipotong saja.

Kyeong-ah?

Bukankah itu Eun-sik?

Aku tak melakukan apapun!

Aku tak bersalah! Aku tak bersalah!

Aku pasti sudah mengatakan pada Anda kalau aku memang melakukan sesuatu yang salah.

Aku sekadar berbincang saja.

Kenapa harus membuka celanamu

kalau hanya sekadar berbincang?

Bukan aku yang melakukannya.

Dia yang menariknya dengan paksa.

Hey, katakan sesuatu!

Apa tadi aku memintamu membukanya?

Aku katakan padamu aku cuma mau ngobrol saja.

Apa aku melepas celanaku sendiri?

Tidak kan?

Hey, kamu kemari dan duduklah cepat!

Kenapa Anda tak mempercayaiku?

Aku tahu sulit untuk dipercaya.

Tapi aku sangat mencintainya.

Kenapa harus membayar wanita yang kamu cintai untuk seks?

Bukan begitu keadaannya.

Aku cuma memberinya sedikit uang supaya dia bisa membeli sesuatu yang bagus.

Itu seperti uang saku.

Dan kamu memberikannya di tempat seperti itu?

Apakah itu jadi masalah di mana dan kapan

aku memberikan wanita yang kucintai uang saku?

Jika itu sebuah kejahatan, aku siap menanggung akibatnya.

Jadi kamu mengakui kejahatanmu.

Tidak sulit kan.

- Tunggu, tunggu. - Duduk.

Sudah cukup keterangan yang kuperlukan

dasar otak udang.

Kumohon percayalah.

- Kau melakukannya? - Tidak.

Kenapa kau tidak mempercayainya?

Dia kan sudah mengatakan bahwa dia tidak melakukan apapun.

Bahkan memegang tangannya pun tidak.

Aku cuma sekadar berbincang-bincang sebentar dengannya.

Aku tidak tahu sedang berada di mana

Sung-kook yang mengajakku ke sana.

Menyingkirlah dariku.

Detektif KIM.

Gi-joo? Di sini, Gi-joo.

- Gi-joo datang, ini dia. - Gi-joo, senang melihatmu lagi.

Ini masih dalam tahap pengarahan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Ini pelanggaran pertamamu, jadi mereka masih melepaskanmu dengan syarat.

Lain kali berhatilah-hatilah.

Kami tak tahu bagaimana harus berterima kasih padamu.

Kalau begitu, kau bisa mentraktirku kapan-kapan.

Apa itu cukup?

Hubungi saja aku kalau kau ada waktu.

Kyeong-ah, kenapa lututmu?

Tidak apa-apa.

Lebih baik kau jangan berjalan kaki.

Aku akan mengantarmu pulang.

Biar Kak Eun-sik yang mengantarku.

Ayo kita pergi.

Aku bilang pada ibu kalau aku bertemu denganmu.

Dia sangat gembira mendengarnya.

Dia bilang kau harus mengunjunginya kapan-kapan. Dia ingin memasakkan makanan untukmu.

Tentu saja, aku akan menghubungimu.

Kakiku sakit, gendong aku.

Baiklah.

- Terima kasih. - Dah.

- Sung-kook, aku pergi. - Ya.

Jadi, kau membawa mobilmu.

Kau tak usah repot-repot.

Kau memang sangat baik. Yang mana mobilmu?

Apakah yang besar itu?

Aku sangat menyesal. Aku tak tahu kalau dia membawaku ke tempat itu.

Seharusnya biar kau diantar Gi-joo pulang kalau kakimu sakit.

- Turunkan aku. - Apa?

Turunkan aku.

Kyeong-ah, aku...

Kau mempercayaiku kan? Aku sungguh tak melakukan apapun!

Aku takkan bohong padamu! Aku akan jadi orang yang baik. Maafkan aku..

Kuharap acara makan malammu di rumah bordir menyenangkan.

Satu, dua, tiga, empat.

Ji-hyeon, kau harus menggerakkan lenganmu seperti ini.

Teruskan. Satu, dua, tiga.

Kenapa dia? Apa yang terjadi dengannya?

Kurasa dia lupa minum obat.

Kami benar-benar berhutang padamu Gi-joo.

Jangan sungkan.

Kalau bukan karenamu,

Sung-kook ku pasti sudah dipenjara.

Bagaimana persiapan kalian menghadapi kejuaraan?

Kami sudah melakukan yang terbaik.

Tidak mudah memang, kalau tidak punya tempat untuk latihan.

Tapi kita sudah melakukan apapun yang bisa dilakukan.

Yah, begitu pula dengan tim kami.

Tadinya tim renang kami berencana untuk melakukan perjalanan latihan ke Wando.

Tapi kami kehabisan dana.

Kurasa aku bisa membantu.

Pamanku mempunyai resort di Pulau Jeju.

Dia sering memintaku datang ke sana, jadi mungkin aku bisa meminta bantuannya.

Dan kalian bisa ikut denganku sekalian mengadakan latihan.

Kakak, kau sudah cukup banyak direpotkan. Tak perlulah melakukan itu.

Lagipula itu belum pasti. Aku masih harus menanyakan pada pamanku.

Kau brengsek.

- Ya? - Kamu sedang bercanda?

Tiap kali aku mulai melupakanmu

kau selalu muncul tiba-tiba menikam jantungku.

Kuhajar kamu.

Siapa kamu?

- Apa, apa? - Kalian berdua, hentikan.

Ini gadis yang dulu pernah berkencan denganku.

Ingat? Aku pernah menceritakannya padamu.

Dan ini pacarku.

Kurasa aku mengenalnya. Siapa ya?

Dia lumayan cantik.

Eun-sik, kau sebaiknya melamarnya dan menjadikannya milikmu.

Kalau tidak

Si Gi-joo itu mungkin akan merebutnya darimu.

Kau akan membiarkannya terjadi?

Apa yang kalian sedang bicarakan?

Kukira dia sangat menyukai Kyeong-ah.

Dan Kyeong-ah sepertinya juga tidak keberatan.

Kau mau mati?

Kalian, dengarkan aku.

Kita akan mengadakan perjalanan latihan ke Pulau Jeju.

Dan tim renang juga akan ikut.

Bergembiralah.

Ayo!

Kurasa teman-teman telah menyiapkan semuanya untukmu.

Kuharap kau berhasil.

Hadiah dariku kusimpan di laci.

Tapi jangan memakainya terlalu banyak.

Awas! Ayo.

Hati-hati.

Kalian sedang membuat kesalahan besar.

'Saat pertama aku melihatmu, aku merasakan gemerlapan di matamu.'

'Salahkah aku merasakan hal itu?'

'Senyummu yang berseri-seri membuatku gila.'

'Aku tahu kau akan kembali padaku.'

'Akan kuberikan segalanya untukmu.'

'Kita akan bersama selamanya.'

'Dan takkan pernah terpisah.'

'Karena kucinta kau dan hanya dirimu.'

'Karena aku cinta padamu.'

Katakan ya! Katakan ya!

Cium dia! Cium dia!

Kau cari mati?

Bikin malu saja.

Kalian memang yang terbaik.

'Kutak ingin memikirkanmu di setiap malam yang sepi.'

'Kutak ingin, kutak ingin.'

'Aku tak suka diriku yang lusuh berdiri di bawah temaram sinar lampu.'

'Aku ingin tahu apakah burung-burung yang bernyanyi tahu akan perasaanku.'

'Kekasihku, yang telah pergi jauh.'

'Mungkin dia telah melupakanku.'

'Dia bilang jangan pernah melupakannya.'

Mereka memang kampungan, ya?

- Nomor 2 dan nomor 5. - Tarian seksi, tarian seksi!

Harus melakukan tarian seksi.

Siapa yang jadi raja?

Aku, aku.

Satu tarian memutar untuk sang raja. Dan juga sebuah ciuman.

- Cium, cium. - Nomor berapa yang harus kupilih?

Nomor berapa yang harus kupilih...

Nomor berapa yang harus kupilih?

Nomor 8.

Nomor 8.

Nomor 8.

Sangat menegangkan. Nomor 8.

Itu Young-chae, Young-chae.

Kau jahanam.

Ini hanyalah permainan, tolong jangan marah.

Apa?

Nomor 3 dan 8 harus berciuman.

Satu putaran tarian.

Tebak siapa rajanya!

Nomor 3 dan 8 harus berciuman.

Kalian baru saja melakukannya.

Ciuman mendalam, ciuman mendalam.

Dengan lidah dan apapun.

Eh tukar nomor 4, nomor 4. Nomor 8

nomor 3...

Lakukan hal lainnya saja

Akhirnya giliranku!

Nomor 7.

Nomor 7.

Nomor 9.

Nomor 7 dan 9.

Boleh mencium dengan lidah atau apapun.

Benar-benar tak disangka.

Itu beda antara kamu dan aku.

- Teganya kamu melakukan itu. - Bagaimana tadi dengan kamu.

Tolong hentikan itu.

Hentikan itu.

Aku tadi cuma melakukan permainan.

- Kemari, kamu jalang! - Lepaskan!

Kenapa kamu marah kepadaku karena permainan?

Aku tak tahan lagi.

Oh, kamu yang minta, jalang.

Kau pasti nomor 9, aku 7.

Astaga, berdarah. Ini sudah keterlaluan.

Kamu kira kamu bisa memukul, sialan.

Kakak, kakak.

Kau baru saja mematahkan hidungku.

Awas kamu, sialan!

Kakak, kakak.

Berhenti memukulnya, Yoo-mi.

Dasar orang-orang tak berperasaan.

Kalian brengsek kotor.

Kenapa ini harus terjadi padaku.

Kau harus belajar menahan emosi,

lihat apa yang sudah kau perbuat.

Cepatlah.

Hey.

Bukankah sudah kuberitahu untuk konsentrasi saat bekerja?

Apa ini?

Itu pengharum nafas, tolol.

Untuk mulutmu sebelum berciuman.

Aku tak peduli lagi.

Silahkan berkelahi sesuka kalian, aku tak peduli.

Siapa itu?

Sia...

- Young-chae. - Sung-kook.

Kenapa kau kemari?

Apa yang kau lakukan di sini?

Maafkan aku tadi. Aku tak bermaksud membuatmu dalam masalah.

Tak apa. Itu bukan salahmu.

Dia memang seperti itu.

Aku mengerti perasaannya.

Aku pun akan melakukan hal yang sama jika kau adalah kekasihku.

Kenapa kakak tidak punya kekasih?

Entahlah.

Aku kenal seorang gadis yang baik.

Kakak mau aku mengenalkannya padamu?

Sebenarnya, ada seseorang yang aku sukai.

Tapi tampaknya dia tidak tertarik padaku.

Dia sudah punya seorang kekasih.

Dan mereka sudah cukup lama bersama.

Menurutmu apa yang harus kulakukan?

Tentang apa?

Apa menurutmu aku harus menyatakan perasaanku padanya?

Atau hanya memendamnya sendiri?

Menurutmu apa yang akan kau lakukan?

- Kyeong-ah. - Kyeong-ah.

Young-chae...

Kalau Yoo-mi tahu, dia akan membunuh kita berdua.

Aku tidak takut pada dia.

Buka pintu!

Buka pintu!

Dia datang!

Buka pintu!

Buka pintu sialan ini!

Ke beranda, ke beranda.

Kau tak dengar? Buka pintu!

Buka pintu!

Kau tak mendengarku? Buka pintu!

Buka pintu sialan ini!

Tadi aku telanjang, makanya aku memakai pakaian dulu.

Halo. Aku tahu kamu ada di sini, pelacur.

Barusan aku sendirian.

Aku belum selesai berurusan denganmu, jalang.

Aku cuma ingin bicara denganmu.

Apa kau di dalam sini?

- Aku sendirian di sini. - Aku cuma mau bicara denganmu.

Kau pasti sangat tidak nyaman berada di dalam sini.

Kenapa kau...

- Tertangkap kau. - Yoo-mi,

tak ada siapapun di sini, Yoo-mi.

Gi-joo.

Panas sekali di sini.

Punggungku sakit.

Kuharap seseorang bisa membukakan bra untukku.

Aku kesulitan melakukannya sendiri.

Sungguh panas sekali di sini.

Seseorang pasti telah menaruh bantal di sini.

Biarkan aku mengambilnya.

Maafkan aku, Sung-kook.

Tak apa.

Waktu aku dengar kalau Young-chae kemari,

Aku kehilangan akal.

Panas sekali di sini.

Ya, sebaiknya kau lepas pakaianmu.

Maaf aku sudah mengganggu acara mandimu.

Mari kubantu kau di kamar mandi.

Aku tidak ingin mandi.

- Apa yang kau lakukan? - Mandi yang mengasyikkan, ayo.

- Mandi? setelah apa yang kau baru saja lakukan? - Itu sudah lama.

Ada apa denganmu? Hentikan.

Aku tak mau mandi.

Ah, jadi dia tadi ada di sini.

Sebetulnya itu punyaku. Aku akan memakainya di pantai besok.

- Ini milik Yong-chae. - Young-chae?

Aku sebenarnya sedang menunggumu.

Di mana dia sembunyi?

Di mana dia?

Beranda, beranda.

Dia pergi ke beranda.

Eun-sik bilang dia menyesal,

dan dia meminta kami membawamu kemari, ya kan?

Kau harus memberinya lagi kesempatan.

Aku yakin dia tidak bermaksud membuatmu marah.

Eun-sik.

Mungkin di sedang tidur.

Kurasa tidak.

Apa yang sedang terjadi? Kenapa kau ada di kamarku?

Dasar perempuan jalang.

Aku bunuh kamu.

Aku tak akan melepaskanmu.

Eun-sik.

- Kau tidak punya kunci? - Aku punya.

Idiot. Kalau begitu, bukalah.

Monyet kau.

Dapat kamu sekarang.

Jadi tadi kalian semua ada di sini.

Jahanam.

Ayo!

Bersiap.

Terima kasih. Terima kasih banyak.

Itu bukan apa-apa. Jangan terlalu khawatir.

Mereka akan merawatnya.

Aku mengandalkanmu.

Kakak?

Halo.

Terima kasih, terima kasih banyak, Gi-joo.

Aku berhutang budi padamu.

Itu sudah seharusnya. Lagipula, aku tidak berbuat banyak.

Dia mengalami cedera ligamen di lututnya.

Kemungkinan dia tak akan bisa berenang kembali.

Oh Tuhan, malangnya anakku.

Jangan khawatir.

Aku mempertimbangkan untuk membawa Kyeong-ah bersamaku

saat aku berangkat sekolah ke luar negeri musim gugur ini.

Di Amerika, mereka memiliki fasilitas rehabilitasi

khusus untuk menangani cedera akibat olah raga.

Aku akan merawatnya dan memastikan dia mendapat perawatan yang layak.

Jadi tante tak perlu khawatir lagi.

Kenapa? Kau mau pergi?

Kau ada tamu, dan aku harus pergi ke suatu tempat.

Aku harus menemu seorang teman.

Apa karena ibuku?

Tidak, tentu saja tidak. Aku sudah terlambat.

Nanti kuhubungi kau.

Kakak.

Aku sayang padamu.

Apa yang kau dan ibu bicarakan tadi?

Kenapa, kau penasaran?

Tidak juga.

Aku mengatakan padanya tentang rencanaku.

Rencana apa?

Aku katakan padanya kalau aku akan membawa serta dirimu saat aku berangkat ke Amerika musim gugur ini.

Apa?

Kau akan sangat sibuk.

Nantinya kau harus cuti kuliah

dan kita akan mencari sekolah baru untukmu.

Kakak.

Aku berterima kasih atas apa yang telah kau lakukan.

Aku takkan pernah melupakannya.

Tapi aku tak ingin kau berpikir bahwa hal itu akan mengubah hubungan kita.

Maaf, aku harus pergi.

Aku tahu kau sangat menyukainya.

Tapi tidakkah seharusnya kau juga memberiku kesempatan?

Young-chae,

aku datang karena aku harus mengatakan hal ini padamu.

Aku tak takut jika harus ketahuan oleh Yoo-mi.

Aku tak peduli jika dia menghajarku sampai mati.

Aku tak ingin menyembunyikan perasaanku lagi..

Jika ada orang yang bertanya padaku siapa orang yang paling aku cintai,

Dengan pasti aku akan menjawab

bahwa wanita yang paling kucintai adalah...

Ibuku.

''Dia yang telah melahirkanku dan merawatku...''

ULTAH KYEONG-AH!

Kenapa kau tidak mau pergi bersamanya?

Dengarkanlah ibu, itu demi kebaikanmu juga.

Sudahlah, aku tak melihat ada alasan yang membuatku harus pergi bersamanya.

Dia tidak berarti apapun untukku.

Apakah kau memilih untuk tinggal di sini bersama Eun-sik

dan menderita sepanjang hidupmu?

Ibu, bagaimana bisa ibu bicara seperti itu?

Tak bisakah sedikitpun ibu menghargainya?

Kenapa aku harus menghargainya?

Apa yang sudah dia lakukan untukmu?

Yangi dia lakukan hanyalah mengikutimu seperti orang tolol.

Dia satu-satunya orang yang berada di sisiku saat masa-masa terburukku.

Dia tidak peduli dengan masa laluku,

dan dia mencintaiku lebih dari siapapun.

Itu si Kyeong-ah.

Dia yang tidur dengan pelatihnya.

Dasar wanita jalang.

Dia bahkan mencoba menggoda gurunya.

- Benarkah? - Ya.

Aku lebih baik mati jika jadi dia.

Dasar perempuan jalang.

Dasar perempuan kotor.

Pelacur.

Kyeong-ah, sedang apa?

Bisakah kau datang ke tempat latihan?

Happy birthday to you,

happy birthday to you.

Happy birthday dear Kyeong-ah, happy birthday to you.

Kau harus makan kue ulang tahunmu.

Eun-sik, kuharap kau bisa menjadi seperti dirimu di masa lalu.

Dan jadi teman yang baik bagi putriku.

Sebenarnya, ada seseorang yang

kuharap Kyeong-ah menikah dengannya.

Tapi aku pikir dia

merasa ragu-ragu karena dirimu.

Dan aku tahu seharusnya aku tidak mengatakan ini,

tapi aku tak suka kau mengetahui masa lalu putriku.

Jika kau memang mencintainya.

Kau harus melepasnya sehingga dia bisa menikmati masa depan yang cerah.

Suatu hari nanti, kau akan memiliki anak.

Dan kelak kau akan memahami maksudku.

Aku yakin kau akan melakukan hal yang benar.

Tolong aku!

Kemarin ulang tahunku, tapi bahkan dia tidak menghubungiku.

Aku memberikannya pelindung mulut agar dia bisa belajar dengan tekun.

Aku telah melakukan banyak untuknya...

Apakah ini masuk akal bagimu?

Dengarkan aku.

Aku... pelindung mulut... hatiku...

Apa ini masuk akal?

Bisakah kamu memahaminya?

Kak Gi-joo, ini Kyeong-joo. Ya...

Kyeong-ah? Dia pingsan.

Kenapa kau minum begitu banyak?

Jahat, dia memang jahat.

Aku setuju denganmu.

Aku juga tak menyangka dia akan seperti itu.

Kyeong-ah.

Kenapa kau mematikan telponmu?

Aku sedang belajar.

Tapi sebelumnya kau tak pernah mematikannya.

Untuk itukah kau kemari?

Kita perlu bicara.

Aku sangat sibuk.

Ini penting.

Apa masalahnya?

Masalah apa?

Apa karena seks?

Apa karena Kak Gi-joo?

Kenapa sikapmu seperti anak kecil?

Kau tahu aku tidak punya perasaan apapun kepadanya.

- Kyeong-ah. - Apa?

Kita akhiri saja semua ini.

Apa?

Aku telah memikirkannya.

Dan kupikir lebih baik kita mengakhiri semuanya di sini.

Baik.

Tapi aku perlu alasan.

Kenapa kau ingin putus denganku?

Tak ada alasan.

Aku hanya ingin putus.

Karena Gi-joo, bukan?

Aku bilang bukan karena itu.

Lalu karena apa?

Aku hanya tak mau menjalani ini lagi. Kenapa kau tidak mau mengerti?

Aku hanya tak mau menjalani ini.

Kau cuma bisa membuatku marah saja.

Tak apa, semua hubungan mengalami masa-masa seperti ini.

Kenapa kau tak mau mengerti ucapanku?

Aku tak bisa menjalani ini lagi.

Apa yang membebanimu?

Lihatlah, bahkan untuk putuspun tidak bisa dengan cara yang benar.

Aku bisa berkencan dengan gadis yang memiliki masa lalu,

- tapi aku kira aku tak bisa menikahimu - Hentikan

Kau sedang mabuk.

Ayo pergi.

Aku sungguh tak ingin mengatakan ini.

Apa aku tampak bodoh bagimu?

Lihatlah kemari.

Bagaimana bisa aku menikahi seorang gadis yang pernah tidur dengan pelatihnya?

Pikirkan itu. Bagaimana bisa kau berpura-pura bahwa itu tidak pernah terjadi?

Bahkan kau bukan seorang perawan. Kenapa kau bertingkah jual mahal?

Aku tak ingin bertemu denganmu lagi.

Bukan lengan, gunakan pundakmu.

Ingat yang pernah kukatakan pada kalian?

Berenang adalah tentang perasaan.

Kau harus benar-benar merasakan setiap gerakan.

Rasakan itu.

Menyingkir.

Semuanya, kumpul.

Semuanya, kumpul.

Silahkan.

Kejuaraan Nasional K-1 Tingkat Universitas

akan segera dimulai.

Kita akan bersorak

mendukung tim K-1 kampus kita.

Apa kalian paham?

Kita bukan pemandu sorak. Kenapa kita harus bersorak?

Tutup mulut!

Sekarang surat permintaan cuti sudah disetujui,

bagaimana kalau kita pergi makan?

Bisakah kita pergi makan di lain waktu?

Kenapa?

Aku harus berpamitan pada manajerku.

Ini hari terakhirku di sini.

Baiklah, tapi mulai besok kita akan sangat sibuk.

Jadi kau harus menemui semua orang yang harus kau temui hari ini, oke?

Ya.

Dah. Hubungi aku.

Lama tak jumpa.

Ya, benar.

Aku baru saja mengambil surat cuti.

Aku berangkat ke Amerika minggu depan.

Baguslah kalau begitu.

Selamat atas kelulusanmu.

Terima kasih.

Jaga diri.

Dah.

Kakak... Bagaimana kalau kita minum sebentar?

Apa yang akan kulakukan nanti saat aku kehabisan tisu toilet?

Rasanya sangat menyenangkan saat kau menggendongku di punggungmu.

Rasanya nyaman.

Pastinya kau merasa berat.

Aku memang pacar yang jahat.

Tidak, aku menyukainya.

Kau menangis?

Siapa yang menangis?

Kau menangis.

Tidak. Bicara apa kau ini?

Kau ini laki-laki. Isap kembali air matanya.

Dasar cengeng.

Lurus terus, lurus.

Nyonya, aku tak bisa melihat apapun.

Astaga kepalaku sakit. Kupikir setir mobil sedang berbicara padaku.

Ikuti saja perintahku.

Jalan lurus.

Stop!

Hadap ke kanan.

Tada!

Hotel Athens

Aku ingin bersama denganmu malam ini.

Tidak boleh.

Kenapa tidak?

Pokoknya tidak boleh.

Kenapa?

Kau bisa makan di manapun kau suka,

tapi kau harus selalu tidur di satu tempat.

Kau tidak percaya padaku?

Aku janji aku hanya akan memegang tanganmu.

- Ayo. - Aku percaya padamu.

Lalu apa?

Aku tak punya uang.

Kakak, mau pergi ke mana?

Ke kamar mandi.

Kakak.

Ya.

Sudah tidur?

Ya.

Kenapa menjawab kalau sudah tidur?

- Kakak. - Ya.

Dingin sekali di situ, naiklah.

Tak apa.

Naiklah kemari.

Aku bisa tidur di sini, tak apa.

Kalian harus menang.

Jangan takut untuk menunjukkan

semua teknik yang pernah ku ajarkan pada kalian.

Ayo!

Seonjeong, Seonjeong, ayo!

Jaga pertahananmu!

Keluar!

Berputar, berputar ke sekeliling ring.

Ayo! Ayo! Ayo!

Bangun, bangun.

Bangkit, bangkit.

Kau sudah membawa passport dan lain-lain?

Ya.

Selanjutnya partai spesial untuk hari ini.

Denis Kang akan ambil bagian dalam pertandingan.

Ini dia Denis KANG.

Apa yang sedang dia lakukan di sini?

Denis Kang memasuki arena.

Dasar wanita jalang.

Waktunya mengumumkan lawan dari Denis KANG

Dari Universitas Seonjeong...

- CHOI Sung-kook! - Aku tidak melihat...

Dalam pertandingan super kali ini,

Denis KANG akan...

mengikuti peraturan MMA.

Pertandingan telah dimulai.

Pukul dia dan mundur pukul dia dan mundur.

Bukan di situ, Sung-kook.

Hajar dia.

Bunuh dia.

Ya begitu.

Pukul lebih keras.

Apa dia mati?

Pandang lurus padanya.

Hentikan!

Hentikan!

Tidakkah kamu melihat handuk terkutuk itu?

Kenapa kamu terus memukulinya?

Young-chae!

Ada sesuatu yang ingin kusampaikan sebelum aku mati.

Wanita yang sangat kucintai adalah...

Apa kau akan menetap di sana seterusnya?

Kurasa ya.

Sudah berpamitan pada Eun-sik?

Ya Tuhan.

Kau dan aku sama-sama mengalami kisah percintaan yang paling buruk sepanjang masa Ya kan?

Eun-sik memintaku menyampaikan ini padamu.

Ia mengirim pesan teks padamu di hari ulang tahunmu untuk memberikan ini padamu.

Tapi malah ibumu yang muncul,

dan membuatnya berada pada situasi yang sulit.

Apa maksud dari ucapanmu?

Ah, bodoh, bodohnya aku.

Dia bilang untuk tidak mengatakan ini padamu.

Kyeong-ah, ini hadiah untukmu.

Jangan sampai membuatmu sakit lagi!

Maafkan aku tak bisa berada di sisimu selamanya.

Jaga dirimu!

Kakak, aku tak akan meminta maaf.

Kau pernah berjanji bahwa aku bisa

kembali ke Korea kapanpun aku mau.

Aku memutuskan untuk menagih janji itu sekarang. Kuharap kau mengerti.

Kau pernah berkata bahwa Eun-sik tak akan pernah bisa melupakan aku.

Aku pun merasakan hal yang sama kepadanya.

Jika aku pergi bersamamu sekarang

aku tentu akan berada di sisimu,

tapi Eun-sik akan tetap selalu ada di hatiku.

Aku tak akan sanggup hidup seperti itu.

Aku tak tahu apakah kau merasakannya atau tidak,

tapi ada seseorang di sana yang sesungguhnya mencintaimu.

Jaga dirimu.

Pertandingan selanjutnya adalah partai terakhir hari ini.

Kita tampilkan Lee Yoo-han dan

Eun-sik dari Universitas Seonjeong.

Terima kasih, Kyeong-joo.

Tolong sampaikan salam perpisahan dariku kepadanya.

Tentu, jangan khawatir.

Tanpa terlihat, tanpa terasa.

Kita akan memulai awal yang baru saat kita tiba di Amerika nanti.

Maaf?

Aku akan mengunjungi Amerika dalam waktu dekat.

Brengsek, apa kau sedang bercanda?

Kau baru saja melengkapi hariku.

Kyeong-joo.

T-shirt kembar?

Kita baru menikah. Lihat cincinku. Mohon doa restunya.

Kau kurestui.

Baik-baiklah kepadanya.

Kehebatan seorang pria bergantung pada wanita di belakangnya.

Kenapa kau tidak segera bangkit?

Aku tak akan melepaskanmu semudah itu.

Bangunlah.

Bodoh.

Kakak!

Kakak!

- Eun-sik! - Kau baik-baik saja?

Kau baik-baik saja?

Aku tak akan pergi meninggalkanmu. "Cinta yang sebenar-benar cinta adalah rela melepaskan belahan jiwanya demi apapun untuk hakikat kebahagiaan sang kekasih.. " "Dan akan selalu terjaga dari nafsu.. karena Cinta sejati berhakikat murni karena cinta.." Quote By : valon

Saat ini aku tak melihat apapun.

Pikiranmu, bukan matamu

yang membantumu dalam konsentrasi spiritual.

Kau akan menyaksikan pesona sejati dari konsentrasi spiritual hari ini.

Baiklah, lakukan.

Tunggu.

Ikuti aku.

Tadi aku bilang tunggu, bukan?

Kemari. Cepat.

Kenapa kau memukulku?

Apa kau menantangku?

Kemari. Cepat.

Tidakkah itu terlalu besar?

Apa yang kau katakan?

Di film porno, mereka menaruh kepalan tangan di dalamnya.

Eun-sik bukan pemain film porno.

Baiklah.

Berikan kameranya.

Kau memang mengerikan.

Tak mau lepas.

Kakak.

- Ada apa? - Tidak.

Apa kau sedang menderita wasir?

Tidak, tentu saja tidak.

Kakak.

Ibuku memintamu berkunjung ke rumah.

Baiklah.

Kau takut, ya?

Tidak.

Aku bisa melihatnya di matamu.

Kau takut, kan?

Tidak.

- Mau pergi ke mana? - Kamar mandi.

Ah, kau pasti gugup. Semangat bung!

Apa itu?

Mereka bilang itu kembang gula.

Bagaimana bisa kembang gula ada di dalam pantatnya?

Aku benar-benar tak tahu...

Siapa sebenarnya orang ini?

Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org

OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now

Silakan dinilai subjudul ini di www.osdb.link/ndt Bantulah pengguna lainnya untuk memilih subjudul yang terbaik

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.