All language subtitles for Weapons 2025 1080p WEB-DL DD+5.1 H.264-BYNDR

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ini adalah kisah nyata.

Terjadi di kotaku ini dua tahun lalu.

Banyak orang mati dengan banyak cara aneh dalam kisah ini,

tetapi kau tak akan menemukannya di berita atau mana pun

karena polisi dan para petinggi kota sangat malu

tidak berhasil memecahkannya, sehingga mereka rahasiakan.

Namun, jika kau kemari dan tanya siapa saja,

mereka akan berkata sama seperti yang kuceritakan sekarang.

Kisah ini berawal di sekolahku.

Maybrook Elementary terdiri dari TK sampai kelas lima.

Rabu itu terasa biasa saja bagi seisi sekolah.

Ada seorang guru baru hari itu.

Namanya Justine Gandy.

Pada hari ini, dia mau ke ruang kelasnya

seperti biasanya.

Namun, hari ini berbeda.

Hari ini, tak satu pun muridnya hadir.

Murid di kelas-kelas lain hadir.

Bahkan kelas tiga lain yang diajar Bu Belt terisi penuh.

Namun, kelas Bu Gandy sepenuhnya kosong.

Yah, tidak sepenuhnya.

Ada seorang anak lelaki.

Namanya Alex Lilly.

Dia satu-satunya di ruang kelas dari 18 anak yang ke sekolah hari itu.

Kau tahu kenapa?

Hanya dia yang di situ

karena pada malam sebelumnya pada pukul 02.17 pagi,

anak-anak lainnya bangun,

turun dari kasur,

berjalan turun,

membuka pintu depan,

melintasi halaman depan dan pergi ke dalam kegelapan.

Mereka tak pernah kembali.

POLISI

Semua orang tua dan staf sekolah benar-benar sedih dan gusar.

Polisi tahu anak-anak pergi pukul 02.17

karena separuh dari rumah-rumah itu punya alarm yang bunyi saat mereka keluar.

Bahkan beberapa anak terekam oleh rumah yang ada kamera.

Namun, kamera hanya menunjukkan anak-anak itu pergi ke dalam kegelapan.

Tidak menunjukkan ke mana mereka pergi.

Polisi berbicara kepada Alex.

Mereka bertanya kenapa teman-teman sekelasnya melakukan itu,

tetapi katanya dia tak tahu.

Mereka tanya apakah ada suatu rencana,

katanya jika ada, dia tak pernah mendengarnya.

Mereka bertanya apakah ada acara TV yang karakternya kabur seperti itu,

katanya jika ada, dia tak pernah melihatnya.

Mereka juga bicara dengan Bu Gandy,

tetapi dia juga tak tahu apa-apa dan tak bisa menolong mereka.

Hampir selama sebulan,

sekolah ditutup untuk investigasi besar.

MAYBROOK TABAH

Setelah beberapa lama, mereka terpaksa membukanya lagi

agar anak-anak yang tak menghilang bisa belajar lagi.

Malam sebelum dibuka kembali, mereka adakan rapat besar di sekolah.

Ada banyak konselor dan orang semacam itu

untuk memberikan arahan dan bersedih bersama, kurasa.

Di sinilah kisahnya dimulai.

Pokoknya kita tidak mengkritik duka kita.

Mungkin ada emosi-emosi yang kita tidak sukai.

Emosi-emosi selain sedih.

Kita perlu membiarkan diri kita merasakan emosi seperti amarah.

Amarah adalah bagian yang sehat dalam siklus kesedihan.

Itu sangat berpengaruh ketika kita ditinggalkan.

Sering kali kita…

Apa artinya?

"Sangat berpengaruh ketika kita ditinggalkan"?

Maksudmu kami harus marah kepada Matthew?

Kataku wajar saja…

Silakan sebut ini "ditinggalkan", tetapi aku tak mau.

Menurutku tidak.

Menurutku ini tidak masuk akal.

Kita bicara tentang 17 anak di dalam satu ruang kelas.

Apa yang terjadi di kelas itu?

Kenapa hanya kelasnya? Kenapa hanya murid-muridnya?

Ya!

Aku tahu kalian emosi, dan itu wajar.

Jadi, maaf jika aku tidak tertarik

mendengarkanmu lagi.

Aku ingin mendengarkan Justine Gandy.

Ya.

Dia di sini. Aku ingin tahu apa yang dia lakukan di situ.

Aku…

Pertama…

aku ingin mengatakan betapa aku turut prihatin untuk…

semua kejadian ini.

Aku tahu tak ada yang bisa kukatakan untuk memperbaiki keadaan.

Sebenarnya, aku juga menginginkan jawaban sama seperti kalian.

- Akhirnya. Pembohong! - Dasar jalang.

Aku sayang anak-anak itu.

Juga…

- aku tahu… - Kau tahu apa yang terjadi.

Aku tahu ini tidak…

Dia harus dikurung sampai mengatakan yang sebenarnya!

Baik, tidak perlu sampai begitu.

Aku serius.

Bu Gandy di sini sebagai anggota komunitas yang terdampak,

- dia juga terluka seperti kita. - Kau lalai atau terlibat!

Di mana anak-anak kami, Bu Gandy?

Cukup. Tolong beri kami ruang.

Tolonglah. Ini malam yang melelahkan.

Kita perlu tidur, besok bangun dengan pikiran jernih.

Ada tempat menginap malam ini?

Maka, kusarankan kau pulang dan diam di rumah.

Keadaan bisa menjadi…

MIRAS

Bu, aku perlu ongkos bus untuk bertemu saudaraku.

- Kau punya uang receh? - Tidak, maaf.

Panggilan Tak Dikenal

Halo?

Halo?

- Siapa ini? - Waspadalah

karena malam ini aku akan…

Aku perlu ongkos bus untuk bertemu saudaraku.

- Ada uang receh? - Tidak, maaf.

Baik, terima kasih.

Apa pun yang dilakukan pengguna, ZipString mengikuti.

Talinya meluncur sekitar 56 kilometer per jam,

tetapi aman untuk disentuh.

Baiklah, Shark, perhatikan trik ini. Namanya putaran angin.

Yang ini disebut kotrek.

Yang ini melangkahi.

Lalu, pop!

Mempersembahkan portal!

ZipString meluncur…

Halo?

Halo?

Ya?

Astaga! Apa?

Siapa itu?

Halo?

Sial!

PENYIHIR

Asuransi kesehatanmu tetap berlaku, dan kalau boleh kukatakan,

ada banyak pakar kesehatan jiwa yang ditawarkan. Beberapa di antaranya…

Aku hanya perlu bekerja.

Aku perlu mengisi hari-hariku dengan…

Ya, aku… Aku perlu bekerja. Jadi…

Justine, kejadian semalam adalah bukti

bahwa ada banyak orang tua yang emosional.

Untuk sekarang, lebih baik kau menjaga jarak dari tempat ini

sampai para orang tua tenang.

Bagaimana Alex? Dia…

Alex baik-baik saja.

Dia di kelas Bu Belt, dan kami disarankan

agar sebaiknya dia tetap menjalani rutinitasnya.

Biarkan hidupnya senormal mungkin.

Aku ingin bicara dengannya.

Kita sudah bicarakan ini. Itu tidak mungkin.

Aku akan merasa lebih tenang jika bisa bicara dengannya.

- Itu dia. - Apa?

Itu masalahnya. Kau akan merasa lebih tenang.

Dia sudah diwawancarai oleh pers.

Ada penyelidik menggeledah rumahnya.

Dia trauma.

Mari kita coba mengutamakan Alex.

Jika menurutmu aku tidak peduli tentang Alex, atau para murid…

Persoalannya bukan kau peduli atau tidak.

Persoalannya adalah kau punya pola

yang membuatmu tidak profesional dengan para siswa.

Astaga. Ini dia. Aku tidak melampaui batas.

Tidak pantas untuk memeluk murid.

Aku memeluk anak yang menangis. Hukumlah aku.

Mengantar murid pulang tidaklah profesional.

Dia ketinggalan bus.

- Rumahnya dekat aku. - Tidak pantas.

Aku tahu alasanmu adalah kau peduli.

Aku tahu kau bukan ancaman bagi anak-anak ini,

tetapi kau harus sadari,

kau bukan orang tua, kau adalah guru.

Ada perbedaan.

Untuk alasan itu, kau tak boleh bicara dengan Alex Lilly.

Hanya saja…

Hanya kami yang tersisa.

- Tidak mungkin. - Lihat.

Ini cat permanen, ya?

Aku juga menerima panggilan telepon.

- Mengancamku. - Benarkah?

Apa ini ulah si penelepon?

Entah. Mungkin ya, mungkin tidak.

Ya…

Siapa pun itu, kami hanya bisa ajukan laporan.

Mungkin anak-anak pelakunya.

Aku suka melakukan hal semacam ini ketika bersekolah.

Melempari tisu toilet, membunyikan bel.

Kecuali cat "penyihir" di mobil,

tetapi temanku pernah mengoleskan…

Hei!

Boleh kita berpelukan?

Ya, tentu boleh. Astaga.

Kenapa tanganmu?

Hanya kecelakaan saat bekerja.

- Tak apa-apa. - Minum?

Tentu.

Tony?

Tony?

Dia akan segera datang.

- Tak masalah. Aku tak terburu-buru. - Ya.

Wah. Aku tak menduga kau akan datang.

Aku senang kau kirim pesan. Aku…

Aku sering memikirkanmu, dan…

aku ingin telepon,

tetapi entah apa itu akan perburuk keadaan, atau… Entah…

Aku bukan semacam bunga yang rapuh

yang akan jadi layu ketika kau meneleponku.

- Aku tahu. Aku tak bilang… - Ya.

Tony. Temanku ingin minum.

Hai.

- Ya. Silakan. - Apa kabar?

Hai. Aku pesan Coke.

- Coke? - Ya.

Baik. Terserah.

Jadi, apa kabar?

Semua orang mengira aku penyihir.

Kurasa itu tidak benar.

Lihatlah mobilku.

Kuharap kau tak mengemudi kemari.

Kenapa kau berharap aku tidak…

Kuharap demikian karena…

Tunggu…

- Jangan menyebalkan, Paul. - Aku tidak begitu.

Aku tidak begitu. Aku mencemaskanmu dan…

Kau tahu? Aku tidak butuh kepedulianmu.

Aku tidak mabuk.

Baik. Mengerti. Maaf.

Jadi, seseorang merusak mobilmu?

Mereka menulis "penyihir" di situ. Jadi, ya.

Asal kau tahu, semua mengira kau… Aku penyihir.

Jadi, ya.

- Satu Coke. - Terima kasih.

Boleh aku memberimu…

- Teguran cinta? - Bukan.

Hanya masukan dari orang yang sangat mengenalmu.

- Apa boleh? - Ya.

Berusahalah untuk tidak terlalu memikirkannya.

Saat ini, orang tidak sepenuhnya memikirkanmu.

Seisi kota tidak mengincarmu.

Menurutku kau salah soal itu.

Kau punya kecenderungan untuk agak "malangnya aku"…

- Wah. Baik. - …dan agak paranoid.

Satu hal yang kutahu tak akan membantumu.

Apa itu? Apa?

Minum-minum sendirian sambil mengasihani diri.

Aku tidak sendirian.

Kau di sini.

Kau paham maksudku. Aku tak bisa lama-lama.

Donna tahu kau di sini?

Tidak.

- Benarkah? - Benar.

Kami tidak… Kami sedang tidak bersama saat ini.

Bukan hal penting.

Kau menggelikan.

Lihat dirimu. Kau bersinar.

Ayolah. Minum alkohol bersamaku.

- Justine, tidak. - Ayolah. Kumohon.

Kumohon?

Tidak.

Hentikan.

Kau belum berubah.

Apa rencanamu hari ini?

Bekerja.

Bekerja. Seharian. Sampai larut malam.

Baik. Aku percaya. Astaga.

Apa?

Jangan khawatir.

Aku tak akan terus kirim pesan siang dan malam. Aku sudah belajar.

Justine, aku hanya bilang mau kerja. Itu saja.

Bagaimana pekerjaanmu?

Baik. Biasa saja.

Semoga suasana di sana tidak seperti ini.

Maksudmu?

Ada 17 anak hilang,

dan kuharap orang yang ditugaskan mencarinya

tidak bersikap "biasa saja" dalam bekerja.

Pertama, aku bukan detektif. Entah apa kau tahu itu.

Kedua, aku sedang pengar.

Aku tidak tahu aku sedang diinterogasi.

Tidak. Aku tak bermaksud interogasi.

Hanya berpikir apa aku perlu memecahkan misteri ini sendirian.

Kami sedang tangani.

- Kau sedang tangani? - Ya.

Baik, aku lega mendengarnya.

Kau menanganinya.

Saat ini, kau perlu tenang.

Tak ada yang bermalasan.

Jangan bersikap…

Bersikap seperti Justine.

Serahkan penyelidikan kepada penyidik.

Senang bertemu denganmu.

Sama-sama.

Berengsek.

BUS SEKOLAH

Halo?

Aku sudah katakan dengan jelas jangan bicara dengan Axex.

Aku tidak bicara dengannya.

Kau mengikutinya pulang.

Kau membunyikan bel rumahnya lalu memata-matai dari jendela.

Bisa kita membahas betapa anehnya rumah itu?

Justine, jika sebelumnya aku kurang jelas, biar kuperjelas sekarang.

Jangan usik dia.

Kenapa jendelanya dilakban? Bukankah menurutmu itu aneh?

Mungkin karena ada orang kepo

yang suka mengintip.

- Marcus… - Kau bercanda?

Aku akan berbaik hati

dan menganggap percakapan ini tidak pernah terjadi.

- Apa-apaan? - Kau bercinta dengannya?

Donna?

- Kau bercinta dengannya? - Tidak, Donna.

- Ya. Aku tahu. - Tidak. Dia…

Katanya kalian sudah pisah.

Pembohong!

- Kau membuatnya mabuk! - Donna, hentikan!

Dia bersikap baik kepadamu, dan kau buat dia mabuk!

- Hei! Jangan! - Hentikan!

Lihat hasil perbuatanmu!

Lihat hasil perbuatanmu!

Luciano, aku tahu hubungan kita tidak berjalan baik

karena peristiwa di Jacuzzi,

tetapi kau tetap membuatku…

Astaga.

Hai, Alex. Apa kabar?

Aku ingin menyapa karena aku memikirkanmu, dan…

- aku ingin tahu keadaanmu. - Aku baik-baik saja.

Benarkah?

Karena ini masa yang sulit bagiku,

dan aku tak bisa bayangkan…

Aku harus pergi.

Hei, tunggu.

Aku hanya ingin memastikan semua baik-baik saja.

Jangan ikuti aku!

Halo? Ini Bu Gandy. Aku ingin bicara.

Halo?

Aku tahu kau di rumah.

Aku mau kerja.

Aku menelepon sepanjang pagi.

Ada kendala dalam perjalanan kemari.

Bagaimana situasinya?

Pagi yang agak kacau.

- Begitu? - Ya.

Marc mau ambil gebalan rumput, tetapi tidak tersedia

karena tak ada pemesanan.

Sial. Kurang ajar. Itu…

Maaf soal itu.

Pemiliknya akan datang Jumat untuk memeriksa,

padahal masih rangka terbuka.

Ini salahku.

Lalu, aku datang dan melihat Alvin mengecat pintu

dengan cat pesananmu, dan…

Ya?

Mereka minta hijau hutan dan itu merah.

- Apa? - Lihat.

Sial. Tunggu. Mereka salah kirim…

Aku sudah periksa pesanannya, sesuai.

Sesuai pesanan, tetapi kita pesan…

Baiklah. Ini salahku.

Biar kuganti dengan yang benar.

MERAH TUA

Pak Graff.

Ya.

Kami menindaklanjuti tiap penelepon.

Kujamin, saat ini semua petugas sedang menyelidiki

tiap petunjuk yang kami terima.

FBI bagaimana? Tak ada kabar baru?

Kami masih terus bertukar informasi.

Aku bisa katakan dengan yakin

mereka juga menyelidiki tiap petunjuk dengan serius.

Ada apa dengan unit K-9?

Lama aku tak dengar laporan K-9.

Karena mereka tidak melapor kepadamu.

Pak Graff, aku paham perasaanmu.

Aku tak keberatan membahas ini bersamamu

karena jika itu anakku, aku pun akan menuntut jawaban.

Namun, kau harus percaya bahwa kami…

Dia masih belum bicara?

Dia tahu.

Aku tidak sependapat.

Kau menindaklanjuti tiap petunjuk,

tetapi dia masih berkeliaran bebas bagai seekor burung.

Kau sudah menyelidikinya?

Dengan teliti. Ya, sudah.

Kau tahu tentang masa lalunya? Karena aku menyelidikinya.

Aku menemukan banyak hal.

Dia mengemudi sambil mabuk dua tahun lalu. Kau tahu itu?

Dia dikeluarkan dari tempat dia mengajar sebelumnya

karena perilaku tak pantas. Kau juga tak tahu itu?

Dengan seorang anggota fakultas.

Dia orang bermasalah, bukan?

Menurutmu apa yang dia ketahui?

Menurutmu apa yang dia rahasiakan?

Karena anak-anak itu berjalan keluar dari rumah. Tidak ditarik.

Tidak dipaksa.

Aku tak melihat apa pun yang mengarah ke wanita itu.

Apa yang kau lihat dan aku tidak?

Aku melihat sesuatu yang tidak kupahami.

Ya!

Kita bicara tentang 17 anak dalam satu ruang kelas.

- Lalu mereka diam saja? - Benar.

Berapa orang tua di sini yang tidak menduga kejadian ini?

Aku ingin tahu apa yang terjadi di kelas itu.

Kenapa hanya kelasnya? Kenapa hanya murid-muridnya?

- Di mana anak-anak kami? - Kau mau pergi?

Cukup. Tolong beri kami ruang.

Tolonglah.

Kita perlu tidur, besok bangun dengan pikiran jernih.

Dia punya jawabannya!

MIRAS

Aku perlu ongkos bus untuk bertemu saudaraku.

- Kau punya uang receh? - Tidak, maaf.

Matthew?

Matthew.

Matthew!

Berhenti!

Tunggu.

Matthew?

Matthew?

Matthew, kau di mana?

Kau pergi ke mana?

Bicaralah kepadaku.

Bicaralah kepadaku!

Maafkan aku.

Maaf aku tidak bisa menyela…

Aku tidak bisa…

Aku ingin mengatakannya berkali-kali.

Aku ingin terus mengatakannya karena aku terus merasakannya.

Aku sangat menyayangimu.

Apa-apaan?

Di mana rumah kami?

Di sini.

Di mana menara itu? Menara.

Tunjukkan kepadaku.

Ayo.

Hai.

- Halo. - Apa kabar?

- Aku Archer Graff. Aku… - Ya, aku tahu. Hai.

Baiklah. Kita memang belum pernah bicara.

Kita sering bertemu pada…

- Apa kabar, Archer? - Aku baik-baik saja.

Aku… Kau tahu.

Mengingat keadaannya, aku…

terus berjuang.

Sudah seharusnya, bukan?

Ya.

Maaf menganggumu tengah hari seperti ini.

Namun, entah apa kau mengetahuinya,

tetapi ada rekaman Matthew meninggalkan rumah di kamera Ring,

dan kupikir kalian juga punya…

situasi yang sama dengan Bailey?

Ya, itu benar.

Baiklah. Tentu kau sudah menunjukkan punyamu ke polisi seperti aku,

tetapi aku…

aku ingin tahu apakah aku boleh melihatnya.

- Aku tak butuh salinan. - Aku merasa tidak nyaman.

Baik. Aku mengerti.

Gary?

Archer Graff. Apa kabar?

Baik.

Ayah Matthew.

Ya. Tentu saja.

Apa kabar?

Aku ada permintaan aneh untukmu.

- Agak sulit melihat ini. - Tunggu.

Kembali saat dia melangkah di trotoar.

Baik.

Baik. Di situ.

Kau lihat apa?

Satu, dua, tiga, empat…

…lima, enam, tujuh.

Maaf.

Ayo. Apa yang kulihat?

Hei.

- Aku mau bicara denganmu. - Aku…

Tak ada yang perlu kita bicarakan.

- Menurutku kau harus beri penjelasan. - Kau dan seisi kota ini.

Percayalah, aku sangat mengerti itu.

Aku masalahnya. Mengerti.

Itu pertama kalinya kau berkata jujur.

- Kau masalahnya. - Apa? Kau mau membentakku?

- Mau mengancamku? - Tak ada yang mengancammu.

Kau salah orang. Mengerti?

Caramu berpura-pura menjadi korban,

mungkin kau bisa menipu polisi, menipu sekolah…

- Berhenti memikirkan dirimu! - Marcus?

Kita akan berbicara…

Hei!

Diam di situ.

Hei!

Hotelnya bagus?

- Lumayan. - Ya.

Tidak mewah, tetapi aku tak berharap mereka royal.

Ya. Hanya enam malam, bukan?

Sebenarnya, tiga.

Ternyata aku tak perlu datang ke pesta penutupan,

jadi aku bisa pergi hari kamis.

- Bagus, bukan? - Ya. Itu bagus.

Karena aku berovulasi hari Jumat, jadi kita bisa mencapai target bulan ini.

Bagus. Baiklah.

Kupikir kau suka itu.

Bisa sampaikan ke ayahku

karena aku pulang akhir pekan, kita bisa datang ke hari jadi mereka?

- Ya, akan kukabari. - Dia pasti senang.

Kau mau mulai sif?

Ya.

Setelah itu ke pertemuan?

Aku tidak merencanakannya.

Bukankah sebaiknya kau datang?

Aku datang jika sempat.

Paul, terutama saat kau sendirian untuk waktu yang lama,

menurutku penting kau rutin mengikuti pertemuan.

Aku tak akan minum alkohol, Donna. Aku merasa baik.

Andai aku merasa tidak baik, aku akan datang ke pertemuan.

Baik, Sayang.

Baik. Aku harus pergi.

Kabari ayahku soal akhir pekan.

Ya.

- Aku mencintaimu. - Aku mencintaimu.

Astaga.

Hei, Ed.

Hei, Kawan.

Donna pulang hari Jumat, jadi kami bisa datang makan siang hari Minggu.

Kenapa pulang lebih cepat?

Mungkin mereka izinkan pulang,

jadi dia minta aku mengabarimu bahwa kami bisa datang.

Baik. Baguslah.

Makan siang hari jadi?

Ya.

Itu bagus. Selamat dan…

- Terima kasih. - Sudah tahunan.

Maksudmu aku sudah tua?

Tidak, Pak. Tidak.

- Kenapa menyebutku tua? - Aku tak bilang begitu, Pak.

Aku bercanda.

Aku mau mulai sifku.

Baik.

Minggu ini menandakan 30 hari

sejak 17 anak SD menghilang dari McCarren County.

Anggota komunitas memberikan imbalan $50.000

untuk informasi apa pun tentang mereka.

Laporkan individu atau aktivitas mencurigakan apa pun…

Berhenti. Polisi.

Sial.

Berhenti atau aku setrum!

Bung. Hentikan.

- Diam. - Aku bekerja di sana.

Kunciku hilang. Kumohon.

Kunciku hilang.

- Kau baik-baik saja? - Ya, Pak Polisi.

Tadi cukup keras. Kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja. Telepon saja gudangku.

Carilah nomornya di internet. Ponselku mati.

Borgolnya ketat? Tanganmu aman?

Tanganku baik-baik saja, Pak.

- Ayo kembali ke mobil. - Tidak.

- Ayo. Satu, dua, tiga. - Kumohon, Pak Polisi.

- Siapa namamu, Pak? - James.

James, baiklah. Berdiri di sini, James.

- Kau membawa senjata? - Tidak.

Tidak? Kalau narkoba? Kau bawa?

Tidak, Pak.

Ada benda di sakumu yang bisa melukaiku, James?

Tidak, Pak.

Kau yakin? Aku tak mau tertusuk.

Aku tak punya apa-apa, Pak.

Baik, James. Jangan bergerak.

Seharusnya jangan lari dari polisi.

Sial!

Semoga tidak apa-apa.

Sial.

Baik. Berdiri. Bangun.

Hei. Kau dengar?

James? Kau sadar?

Apa-apaan?

Kau memukulku.

Ini yang akan terjadi.

Akan kulepaskan borgolnya.

Aku akan naik ke mobilku. Aku akan pergi, tetapi…

Kau mendengarkan?

Aku tak mau melihatmu lagi di sini.

Menurutku, aku bersalah kepadamu, kau bersalah kepadaku.

Mari kita lupakan saja.

Namun, jika aku melihatmu lagi, ceritanya akan berbeda. Paham?

Paham?

Aku serius.

Kau sudah diperingatkan. Ayo, berdiri.

Aku akan lepaskan borgolnya. Satu, dua…

Karena sekarang, ini persoalan berbeda.

Beri tahu dia bahwa bukan hanya anaknya yang menghilang.

Ada 17 anak. Semua…

Dengarkan.

Selama ini tak dilaporkan,

rekaman itu akan diam di tempatnya,

dan akan ditimpa rekaman lain dalam sebulan.

Jika warga celaka itu tidak kembali dalam sebulan

dan mengajukan keluhan, semua ini akan berlalu.

Namun, jika kembali…

Paul, kau akan dapat masalah besar.

Sudah periksa tanganmu?

Sial!

Hei

Hei!

Boleh kita berpelukan?

Ya, tentu boleh. Astaga.

Halo?

Paul?

Hei.

- Dari mana kau? - Kau di rumah.

Benar.

Ada yang sakit, dan mereka kirim segenap timku, di Morris…

Dari mana kau?

Aku dari luar.

Ke mana?

Paul.

Kau bedebah.

Mau ganti tempat makan siang atau sama?

- Apa, piza? - Ya. Kau traktir makan siang?

Aku pernah lihat persoalan ini…

Kurang ajar.

Hei!

Apa kataku?

Apa kataku?

Apa kataku… Kau bedebah.

Bedebah!

Ini omong kosong. Lihat ini.

Kumohon.

Di sini. Ya.

Terkutuk. Apa-apaan!

Sial.

Bedebah. Ya. Terkutuk.

Kumohon.

Sial! Ayo. Kurang ajar. Ayo.

Ya. Terkutuk.

Sial!

Sial!

Hei, telepon baru.

Ini aku.

Aku dapat kerja kemarin.

Ya, terima kasih. Terima kasih.

Ada sebuah masalah kecil

karena aku tak bisa kerja tanpa sepatu baru.

Juga, pakaian baru. Karena, seperti kataku, ini mewah.

Juga…

Tunggu. Tidak. Ini bagus.

Aku dapat kerja, dan aku… Aku bekerja.

Jadi, kita bisa kongko lagi.

Tentu akan kuganti uang Ibu, tetapi

aku harus punya uang untuk beli pakaian dahulu,

agar aku bisa dapat kerja untuk membayar Ibu.

Halo?

Kau bedebah.

Sial.

Kurasa aku kurang jelas menyampaikan

betapa pentingnya aku dapat sedikit uang,

agar aku bisa beli pakaian untuk kerja, agar aku dapat pekerjaan.

Hubungi aku untuk kusampaikan lebih baik.

Terima kasih. Aku sayang kau.

Bagus!

DILARANG MEMAKAI TUDUNG CELANA LANGGAR DIPERBOLEHKAN

IMBALAN $50.000

Tidak.

Tidak?

Aku tidak mau.

Kenapa tidak mau? Ini bagus.

Ini bagus. Ini harganya 50 dolar.

Tidak.

Dua puluh.

Sepuluh.

Lima.

Tolonglah.

Sial.

Berhenti. Polisi.

Sial!

Aku bersalah kepadamu, kau bersalah kepadaku.

Mari kita lupakan saja.

Namun, jika aku melihatmu lagi…

ceritanya akan berbeda. Paham?

Kau sudah diperingatkan.

Berdiri.

Sial!

Persetan.

Apa-apaan?

Sial.

Sial.

Sial, Willow.

Astaga! Sial!

Maafkan aku.

Halo?

Kau baik-baik saja?

Apa-apaan?

Maaf! Sial!

Maaf!

Sial!

Apa-apaan?

Sial.

Terkutuk. Kurang ajar.

Apa-apaan? Astaga!

Sial! Terkutuk.

Sial! Kumohon.

Sial!

IMBALAN $50.000

20, 40, 60, 80, 100.

Hei.

Ini soal imbalan $50.000 untuk informasi anak-anak hilang

karena aku tahu mereka di mana.

Aku yakin semuanya. Sepertinya semua.

Mereka hanya berdiri di rubanah sebuah rumah.

Entah. Mereka berdiri diam di rubanah.

Ada dua orang sinting di situ. Pokoknya benar-benar aneh.

Jadi, bagaimana caraku ambil uangnya?

Tidak… Aku benar-benar serius.

Aku bisa tunjukkan. Akan kutunjukkan.

Namun, aku tak mau ke sana, jadi…

Apa seseorang bisa antarkan uangnya?

Aku tak suka kantor polisi.

Mereka membuatku takut. Aku fobia.

Hei!

Apa kataku? Apa kataku…

"Apa kataku?

Apa kataku? Aku polisi dan aku…"

Kau baik-baik saja.

Itu tidak nyata.

Tenang. Kau tak apa-apa.

Sial.

Kurang ajar! Kau menusukku!

Maaf. Aku tidak sengaja.

Aku tidak sengaja. Maaf.

Tunggu.

Aku tahu di mana anak-anak itu. Karena itu aku ke kantor polisi.

- Kau berbohong! - Tidak.

Aku bersumpah. Aku tahu mereka di mana.

Di mana?

Di sebuah rumah, tak jauh, di rubanah.

Apa yang kau… Rumah apa?

Aku bisa tunjukkan. Benar-benar dekat.

Sial.

Kau mengidap AIDS?

Apa kau mengidap AIDS?

Kurasa tidak.

Hepatitis? Penyakit semacamnya?

Setahuku tidak.

Itu, rumah gelap. Di ujung blok.

Permisi, Pak.

Tak ada maksud apa-apa, tetapi

dari mana kutahu kau tidak akan mengambil imbalannya?

Pak?

Pak?

Pak Polisi?

Sial.

Apa-apaan?

Apa-apaan?

Apa-apaan?

Keluarkan aku di sini. Kurang ajar.

Terima kasih.

Apa-apaan?

Astaga. Apa-apaan?

Kau baik-baik saja? Astaga!

Hei! Lepaskan aku!

Lepaskan aku!

Hei! Sial!

Tolong! Siapa saja, tolong aku!

Sungguh, Marcus. Aku melihatnya sendiri.

Ada sesuatu yang salah di dalam rumah itu.

- Jika tak percaya, pergi ke sana. - Justine, hentikan.

Begini intinya.

Alex sudah cukup trauma oleh kejadian dalam dua bulan terakhir,

- demikian juga dirimu. - Marcus…

Maka, aku akan berbaik hati

dan menganggap percakapan ini tidak pernah terjadi.

Jika kesejahteraan seorang anak dipertanyakan, secara hukum…

- Justine. - …kau harus hubungi CPS.

Secara hukum.

Kau serius?

Kau mau memberiku masalah?

Kunjungi saja rumah itu, Marcus.

Aku tak berwenang melakukan kunjungan rumah.

Kau adalah pelapor wajib. Harus.

Begini saja.

Aku akan undang orang tuanya datang, berbicara denganku.

Kami akan bertatap muka di sekolah.

Apa itu cukup?

Ya, terima kasih. Aku sangat menghargainya.

Baiklah. Sama-sama. Dah.

Ya.

Tamu pukul dua sudah datang.

Baiklah.

Tolong suruh masuk, Marge.

Silakan, Bu.

Kepala Sekolah Miller, aku Gladys.

Ya. Hai.

Masuklah.

Silakan duduk.

Terima kasih.

Terima kasih, Marge.

Terima kasih sudah datang.

Aku tahu belakangan ini kalian banyak jadi sorotan.

Tentu itu tidak nyaman.

Aku senang bisa datang. Tak apa-apa.

Baik. Maaf…

Kita belum pernah bertemu. Benar?

Kurasa belum.

Baik.

Karena tentu aku akan ingat.

Aku pernah bertemu ayah Alex.

Aku bibi Alex,

dan ibunya adalah adikku.

Baik. Jadi, kau bukan wali resminya.

Bukan. Tentu itu adalah orang tuanya.

Baik.

Maaf, Gladys, tetapi aku perlu bicara dengan orang tuanya.

Aku tak suka mengatakan ini,

tetapi orang tuanya sedang kurang sehat,

dan aku tinggal bersama mereka untuk mengurus Alex.

Sepertinya serius.

Tidak serius. Tidak mematikan.

Hanya sedikit TBC.

"Sedikit TBC"?

Ya.

Kau tahu?

Aku malu mengatakan bahwa aku tak mengerti apa artinya itu.

Kupikir itu penyakit untuk para imigran.

Apa itu? Tuberkulosis?

Mereka baik-baik saja, hanya perlu istirahat di rumah.

Aku harus bicara dengan mereka karena,

ini canggung,

tetapi seorang warga yang peduli mengajukan pengaduan.

Sayangnya, aku perlu bicara dengan wali sah dari anak ini.

Ini tidak bisa dirundingkan.

Aku perlu bicara langsung dengan orang tuanya.

Ya ampun.

Aku bisa datang ke rumah jika itu mempermudah.

Aku tak ingin CPS turun tangan.

- Namun… - CPS?

…aku tidak percaya ada sesuatu yang salah.

Siapa yang ajukan pengaduannya?

Aku tidak bisa mengatakannya.

Ini sangat mengejutkan.

Di sinilah seluruh kehendak bebas hilang.

Semut bergerak atas arahan dari pikiran yang terpisah.

Di sini, semut memulai cengkeraman mautnya.

Silakan.

Sementara para Cordyceps terus menggerogoti tubuhnya.

Itu menjijikkan.

Berikutnya adalah pembuahan jamur.

Bunga yang berfungsi untuk menyebarkan banyak spora…

Siapa itu?

…untuk menemukan lebih banyak semut.

- Syukurlah kau di rumah. - Siapa?

Maaf mengganggu hari Sabtu. Bisa maafkan aku?

Kami sedang bersantai.

Bus tidak datang sesuai jadwal.

Ternyata aku baru sadar

bahwa aku di halte yang salah.

Ketika menyadarinya, aku sudah terlambat.

Jadi, aku harus berjalan melintasi kota untuk kemari.

Aku turut prihatin…

Aku tak ingin mengatakan ini, tetapi aku sudah mau pingsan.

Boleh aku minta air?

Kurasa itu…

Tentu kau boleh minta air.

- Terima kasih. - Kurasa ini bukan…

Namaku Gladys, senang berkenalan.

Hai.

Aku suka sekali rumah ini.

Lihat, ada jerapah, lampu Tiongkok… Itu asli. Aku yakin.

Aku suka dapur ini.

Lemari putih yang bersih. Aku iri sekali.

Begini. Aku tahu kalian tidak nyaman,

tetapi aku perlu bicara tentang percakapan kita kemarin.

Marcus, ambilkan gelas.

Minta mangkuk.

Mangkuk?

Ya, mangkuk. Itu salah satu keunikanku.

Aku tak lagi berusaha mencari pembenaran.

Semangkuk air. Baik.

Terima kasih.

Aku sudah bicara dengan ayah Alex,

yang sangat sakit, seperti kataku.

Berita baiknya, dia bersedia

datang hari Senin, menemuimu dan menjelaskan semuanya.

Kuhargai itu, tetapi itu tidak perlu.

Tidak perlu menghubungi pihak berwajib, bukan?

Itu…

Kurasa tidak perlu.

Kau belum menghubungi mereka, bukan?

Gladys, aku harus bersikeras agar kau…

Itu pitaku?

Kau belum menghubungi mereka, bukan?

Belum. Ada apa ini?

Astaga!

Lihat perbuatanku. Ya ampun.

Kenapa kau lakukan itu?

Tentu itu tidak disengaja.

Benar-benar berdarah.

Terry, ambil alkohol

- dan kotak obat. - Baik.

Tidak. Itu omong kosong.

Bisa ambilkan aku kain lap?

Dia memotong rambutku!

- Kutelepon polisi. - Marcus, dia memotong rambutku!

Marcus, apa yang dia lakukan?

Marcus?

Marcus?

Lihat!

Apa-apaan kau?

Astaga.

Mengakulah. Pikirkan anak-anak.

- Berhenti memikirkan dirimu! - Marcus?

Kita akan bicara…

Diam di situ.

Hei! Berhenti! Tidak!

Astaga.

Tolong aku. Kumohon.

Astaga. Tidak!

Astaga.

Hei!

Astaga…

- Keluar dari tokoku! - Tolong aku!

Apa-apaan?

Kurang ajar.

Ayo, Bedebah.

Kau baik-baik saja?

Ya, kurasa.

Aku hanya…

luka ringan.

Kau?

Sama.

Terima kasih.

Sungguh. Terima kasih.

Sama-sama.

Aku harus bagaimana lagi?

Orang itu lepas kendali.

Terakhir kali aku bicara dengannya, dia masih normal.

Dia sungguh normal.

Aku belum pernah melihat hal seperti itu dalam hidupku.

Aku pernah.

Apa maksudmu?

Caranya berlari, aku pernah lihat.

Boleh kutunjukkan sesuatu?

Cara lari anak perempuan mereka sama seperti Matthew.

Postur dan cara yang sama.

Seperti Marcus berlari mengejarmu.

Dia dijadikan senjata.

Seperti rudal pencari panas yang membidik dirimu.

Ini. Lihatlah. Ini rumahku.

Ini rumah Bailey Kramer.

Anggaplah mereka bergerak lurus

menuju sasaran mereka,

dan mereka punya sasaran yang sama,

mereka akan bertemu di sekitar sini.

Astaga.

- Pasti ada sesuatu di area ini. - Alex.

Apa?

Alex Lilly tinggal di rumah ini.

Siapa lagi yang punya contoh parasit?

Ada?

- Lisa? - Cacing pita.

Cacing pita! Bagus!

Itu menjijikkan.

Hidup di dalam ususmu dan menyantap makananmu.

Hentikan.

"Hentikan."

"Hentikan."

"Hentikan."

"Hentikan."

Apa kabar, Axe Man?

Katakan, Axe Man. Bagaimana sekolah hari ini?

- Baik. - Baik? Kau mencium model cantik?

Tidak.

Tidak? Baiklah.

Malam ini saatnya.

Saudari ibumu Bibi Gladys akan datang, ingat?

Kenapa dia harus tinggal di rumah kita?

Karena seperti yang kita bicarakan.

Dia sakit dan tidak punya tempat lain.

Namun, aku tidak mengenalnya.

Aku mengerti. Aku juga tidak.

Jujur, aku ragu ibumu juga mengenalnya.

Namun, dia keluarga. Keluarga itu penting.

Kita harus saling bantu.

Aku menemukan anak kecil.

Hei. Keluargaku sudah pulang.

- Hai. - Hai.

Hei. Sekolah menyenangkan?

- Ya. - Bagus.

Aku ingin rumah ini bersih

sebelum Bibi Gladys tiba.

Tolong bereskan kamarmu sebelum mengerjakan PR.

Dia tidak ke kamarku, bukan?

Aku ingin rumah ini bersih. Termasuk kamarmu, ayo kerjakan.

Aku tahu. Membereskan kamar sendiri tidaklah menyenangkan.

Bisa?

Hai! Masuklah!

- Bisa tahan pintunya? - Bisa.

Selangkah lagi.

Dia terlihat sakit parah.

Entah apakah rumah ini…

Pilihannya di sini atau jalanan, Stephen.

Ini bukan rumah sakit, Sayang.

Aku tahu itu.

Kita tak diperlengkapi untuk hal ini.

Kita belum melihat wanita ini selama 15 tahun.

Dia tak datang ke pernikahan kita…

Ibuku tentu akan menolongnya, maka aku pun juga.

Aku butuh dukunganmu. Jika nanti kau merasa…

Alex, kau sedang apa?

Aku lapar.

Kau lapar. Baiklah.

Turunlah, makan, lalu sikat gigimu. Ini hampir pukul 19.30.

Jangan berisik. Bibi Gladys sedang tidur.

Sampai kapan dia tinggal bersama kita?

Entahlah, Nak.

Tampaknya dia tidak akan membaik.

Dia akan tinggal bersama kita selamanya?

Tidak.

Kurasa tidak lebih dari sebulan.

- Baiklah, Nak. - Baik.

- Kujemput pukul 14.00. - Sampai nanti.

Sampai nanti.

- Aku sayang Ayah. - Aku sayang kau.

PUKUL BERAPAKAH INI?

Waktu habis. Taruh pensilnya.

Matthew!

- Katamu, "Taruh pensilnya." - Matthew, keluar sekarang juga.

Alex, kau tak apa-apa?

Ya.

Matthew, ayo. Bawa tasmu.

Aku hanya bercanda. Ya ampun!

- Kau tidak dijemput, Nak? - Aku baik-baik saja.

Kau yakin?

Ibu, Ayah, kalian dari mana?

Axe Man, bagaimana sekolahmu?

Ada apa?

Alex?

Kau sudah pulang.

Apa kabar, Sayang?

Biar kulihat dirimu.

Aku belum melihatmu sejak kau bayi.

Kenapa orang tuaku?

Tidak ada apa-apa, Sayang. Mereka baik-baik saja.

Ibu.

Hei. Bagaimana sekolahmu?

Lihat? Sudah kubilang, dia baik-baik saja. Jangan khawatir.

Alex.

Bersikaplah sopan.

Duduklah. Aku sedang buat makan malam.

Tadi kau tak di sini,

maka kupikir kau suka makaroni dan keju…

Ayah!

Alex, cukup.

Naik ke atas, cuci muka, gosok gigi, lalu tidur.

Tak ada makan malam.

Aku tidak bercanda. Pergi.

Ayo. Duduk.

Alex.

Duduk.

Jangan cemaskan orang tuamu. Mereka hanya beristirahat.

Sebelum kau pergi sekolah, berjanjilah

untuk tidak memberi tahu siapa pun bahwa aku ada di sini

atau orang tuamu sedang beristirahat.

Kau mengerti, Alex?

Perhatikan.

Kau memperhatikan?

Hentikan!

Hentikan, Ayah!

Alex.

Duduk.

Ketika kukatakan kau tak boleh cerita

tentang aku atau orang tuamu kepada siapa pun…

kau mengerti apa yang terjadi jika kau melanggar janji.

Aku bisa buat orang tuamu menyakiti diri atau satu sama lain.

Kalau mau, aku bisa buat mereka makan satu sama lain.

Apa aku mau itu, Alex?

Kau percaya aku?

Berjanjilah kau tak akan cerita kepada siapa pun tentang aku. Katakan.

Aku berjanji.

Karena aku akan tahu, Alex.

Pergi ke sekolah. Naik bus.

Kau tidak bicara hari ini.

Anak pintar.

Beri orang tuamu makan. Ada sup di lemari dapur.

Besok, kau akan dapat lagi.

Sup Ayam Campbell

Alex.

Alex?

Kemari, Sayang.

Aku sakit parah, Alex.

Apa kau mau air?

Air tak akan menolongku.

Aku terlalu sakit untuk air.

Sudah lama aku sakit.

Apa yang bisa membuatmu sembuh?

Aku berharap orang tuamu bisa membuatku sembuh,

tetapi nyatanya tak berjalan dengan baik.

Kau mau ke rumah sakit?

Rumah sakit tak bisa menyembuhkanku.

Namun, mungkin kau bisa.

Kau bisa bantu.

Caranya?

Di sekolah,

bawakan aku benda dari tiap teman sekelasmu.

Mungkin itu bisa menolongku.

Menyembuhkanmu bagaimana?

Mungkin itulah yang kubutuhkan.

Jika sudah sembuh, kau akan pulang?

Jika aku sembuh…

aku akan pulang.

Alex.

Sedang apa di sini?

Aku tidak ingin bermain,

dan aku melupakan sesuatu.

Kau baik-baik saja?

- Ya. - Ya?

Kau pendiam sekali belakangan ini.

Lebih dari biasanya.

Bagaimana kabarmu?

Baik. Aku hanya lupa sesuatu.

Tidak apa-apa.

Alex, kau tahu,

jika ingin bicara dengan seseorang, kau bisa bicara denganku.

Kau tahu itu?

Ya.

Kau bisa bicara tentang apa saja.

Aku mau kembali.

Baik. Pergilah bermain.

Apa yang kau lakukan?

Tidak…

Stephen mengalami strok beberapa waktu lalu,

jadi dia tak bisa bicara.

Aku mengurus keluarganya untuk sementara ini.

Senang kalian berdua di sini.

Alex, bagaimana kabarmu, Nak?

Aku baik-baik saja.

Kami ingin menanyakan beberapa hal tentang kejadian di sekolah.

Besok, akan ada orang datang.

Mereka akan periksa rumah ini…

dan kita harus siap.

Detektif, masuklah!

Selamat pagi, Bu Lily.

- Apa kabar? - Baik.

- Senang bertemu lagi. - Aku juga.

- Ingat Detektif Colbert? - Ya.

Kami hanya ingin melihat-lihat rumah ini sebentar,

memeriksa tempat tinggal Alex.

Agar kami dapat gambaran seperti apa dinamika keluarga ini.

- Baik! - Terima kasih.

Juga…

Hei, Alex. Apa kabar?

- Dia agak pendiam hari ini. - Benar.

POLISI

Halo?

Kemas barang-barangmu, Alex, kita pergi besok.

Jangan melangkahi garamnya.

Ada polisi. Menurutmu apa artinya itu?

Entahlah.

Kita ketuk? Kita kembali?

Ketuk pintu saja.

Bilang apa? Kita mau menjelaskan apa?

- Aku tidak tahu. - Ayo.

Ada apa ini?

Itu polisinya?

Itu Paul.

- Kau mengenalnya? - Ya.

Halo?

Paul?

Paul,

- sedang apa di situ? - Tunggu.

Sial!

Jangan mendekat!

Paul.

Paul, hentikan.

Hentikan!

Astaga.

Kurang ajar.

Dasar kau gila…

Paul. Kumohon.

Kumohon.

Matthew?

Matthew!

Tidak.

Matthew.

Tidak.

Matthew?

Ayolah.

Matthew?

Siapa…

Bagus. Seperti itu.

Begitu caranya.

Tidak.

Astaga!

Lepaskan aku!

Matthew?

Sayang, lihat ke luar. Mereka merusak halaman.

Jeremy, ada beling di mana-mana.

Cari sepatunya! Astaga!

Astaga.

Ada seorang pria di dapur!

Alex?

Matthew?

Ayah menemukanmu.

Orang tua Alex masih diberi makan sup di suatu tempat.

Namun, bukan olehnya.

Dia pindah ke kota lain dan tinggal bersama bibi yang berbeda.

Kudengar yang ini wanita baik-baik.

Semua anak dari kelasnya kembali bersama orang tua mereka.

Beberapa di antaranya sudah mulai bicara lagi tahun ini.

ALIH BAHASA: NAZARET SETIABUDI

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.